Tag Archives: ethereum

Ethereum Dapat 1,83 Juta Pengguna Baru, Harga ETH Tembus $1.660

Dalam sepekan terakhir, Ethereum (ETH) mencatat lonjakan signifikan dalam adopsi pengguna, dengan penambahan 1,83 juta pengguna baru.

Peningkatan ini mendorong tingkat adopsi baru Ethereum mendekati 40%, menunjukkan minat yang meningkat terhadap jaringan ini.

Pertumbuhan Pengguna Baru dan Aktivitas Jaringan

Lonjakan pengguna baru ini mencerminkan peningkatan aktivitas dalam ekosistem Ethereum, termasuk interaksi melalui bursa terpusat (CEX), staking, dan protokol DeFi.

Data dari IntoTheBlock menunjukkan bahwa jumlah deposan unik Ethereum meningkat tajam, menandakan keterlibatan yang lebih besar dari komunitas kripto.

Baca Juga: Level Resistensi Tembus $2.330, Ethereum Beri Sinyal Bullish

Peran Investor Besar (Whales)

Selain pertumbuhan pengguna ritel, aktivitas dari investor besar atau “whales” juga meningkat.

Transaksi besar oleh entitas ini naik dari 2.330 menjadi 4.340 dalam periode yang sama.

Data menunjukkan bahwa arus masuk ETH dari investor besar mencapai 392.950 ETH, sementara arus keluar sebesar 390.000 ETH, menghasilkan net inflow positif sebesar 2.000 ETH.

Dampak Terhadap Harga ETH

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 23 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 23 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

Meskipun harga ETH saat ini berada di sekitar $1.795,42, peningkatan adopsi dan aktivitas investor besar dapat memberikan dukungan terhadap harga.

Jika tren ini terus berlanjut, ETH berpotensi mengalami pemulihan harga menuju level $1.660, meskipun volatilitas pasar dapat menyebabkan koreksi ke level $1.540.

Dengan demikian, peningkatan signifikan dalam jumlah pengguna baru dan aktivitas investor besar menunjukkan bahwa Ethereum sedang mengalami fase pertumbuhan yang positif.

Jika tren ini berlanjut, ETH berpotensi mengalami pemulihan harga dalam waktu dekat.

Baca Juga: Rasio Harga Ethereum Terhadap Bitcoin Terus Menurun


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Level Resistensi Tembus $2.330, Ethereum Beri Sinyal Bullish

Ethereum (ETH) menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang signifikan, didorong oleh akumulasi besar-besaran oleh investor institusional dan sinyal teknikal yang mengindikasikan potensi pembalikan tren.

Meskipun pasar kripto secara umum masih berhati-hati, Ethereum berhasil mempertahankan struktur harga mingguan di atas level support kunci.

Akumulasi Whale Meningkat

Data on-chain terbaru menunjukkan bahwa whale telah menarik lebih dari 3.800 ETH dari bursa Bitget sejak awal April, dengan penarikan terbaru sebesar 1.897 ETH senilai sekitar $3 juta.

Akumulasi ini mencerminkan kepercayaan investor besar terhadap potensi kenaikan harga Ethereum dalam waktu dekat.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 22 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 22 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

Indikator Teknikal Mendukung Tren Bullish

Indikator TD Sequential menampilkan sinyal beli dengan munculnya candle merah “9”, yang sering kali menandakan akhir dari tren bearish dan potensi pembalikan arah harga.

Selain itu, indikator Stochastic RSI menunjukkan bahwa Ethereum berada di zona akumulasi dengan momentum yang mulai berbalik arah, memperkuat prospek kenaikan harga.

Baca Juga: Ethereum Dalam Sorotan: Skalabilitas Dalam Pembayaran Digital

Level Resistance dan Target Harga

Menurut laporan The Coin Republic pada Selasa (22/4), Ethereum saat ini menghadapi resistance di sekitar $2.330.

Jika berhasil menembus level ini, harga diperkirakan dapat melanjutkan kenaikan menuju $1.750 dan seterusnya.

Akumulasi oleh whale dan sinyal teknikal yang positif mendukung kemungkinan terjadinya breakout dari level resistance ini.

Faktor Pendukung Lainnya

Selain akumulasi oleh whale dan sinyal teknikal, proposal terbaru dari Vitalik Buterin mengenai peningkatan skalabilitas jaringan Ethereum juga memberikan sentimen positif bagi pasar.

Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi jaringan dan dapat menarik lebih banyak pengguna serta pengembang ke ekosistem Ethereum.

Baca Juga: Keterbatasan Blob Ethereum: Tantangan Skalabilitas Layer-2

Dengan kombinasi akumulasi oleh investor besar, sinyal teknikal yang mendukung, dan inisiatif pengembangan jaringan, Ethereum menunjukkan potensi untuk melanjutkan tren bullish dalam waktu dekat.

Investor disarankan untuk memantau perkembangan ini dengan cermat dan mempertimbangkan strategi investasi yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Vitalik Buterin Usulkan Perombakan Ethereum dengan Arsitektur RISC-V

Vitalik Buterin, salah satu pendiri Ethereum, mengajukan proposal revolusioner untuk mengganti Ethereum Virtual Machine (EVM) dengan arsitektur instruksi RISC-V.

Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan skalabilitas dan efisiensi jaringan Ethereum, menjadikannya lebih kompetitif di tengah persaingan dengan blockchain generasi baru seperti Solana dan Sui.

Mengapa RISC-V?

RISC-V adalah arsitektur instruksi terbuka yang dikenal karena efisiensi dan fleksibilitasnya.

Buterin berpendapat bahwa integrasi RISC-V dapat menyederhanakan proses eksekusi kontrak pintar dan meningkatkan kinerja keseluruhan jaringan.

Dengan RISC-V, operasi seperti SLOAD dan CALL dalam EVM dapat diubah menjadi syscall, memungkinkan kompilasi kode Solidity atau Vyper langsung ke RISC-V, bukan bytecode EVM tradisional.

Baca Juga: Lantang, Vitalik Buterin Kecam Pump.fun!

Mengatasi Tantangan Skalabilitas

Buterin mengidentifikasi beberapa hambatan utama dalam skala Ethereum saat ini, termasuk:

  • Sampling ketersediaan data yang stabil
  • Persaingan yang sehat dalam produksi blok
  • Efisiensi dalam pembuktian zero-knowledge (ZK)

Ia menyatakan bahwa perubahan radikal seperti adopsi RISC-V mungkin diperlukan untuk mengatasi tantangan ini dan meningkatkan lapisan eksekusi Ethereum.

Dampak pada Ekosistem Ethereum

Menurut laporan Cryptopolitan pada Senin (21/4), implementasi RISC-V dapat membawa beberapa manfaat signifikan:

  • Peningkatan Efisiensi: Eksekusi kontrak pintar menjadi lebih cepat dan hemat biaya.
  • Dukungan untuk ZK-Proofs: Mempermudah integrasi teknologi ZK, yang penting untuk privasi dan skalabilitas.
  • Daya Tarik bagi Pengembang: Menarik lebih banyak pengembang dengan lingkungan yang lebih efisien dan fleksibel.

Namun, transisi ini juga menimbulkan tantangan, seperti kebutuhan untuk mengadaptasi infrastruktur yang ada dan memastikan kompatibilitas dengan kontrak pintar yang sudah berjalan.

Reaksi Komunitas dan Prospek Masa Depan

Komunitas Ethereum menyambut baik diskusi ini, melihatnya sebagai langkah proaktif untuk menjaga relevansi jaringan di masa depan.

Meskipun implementasi penuh mungkin memerlukan waktu dan upaya signifikan, proposal ini menunjukkan komitmen Ethereum untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan kebutuhan teknologi yang berkembang.

Dengan adopsi RISC-V, Ethereum berpotensi mengatasi keterbatasan saat ini dan memperkuat posisinya sebagai platform kontrak pintar terkemuka di dunia.

Baca Juga: Keterbatasan Blob Ethereum: Tantangan Skalabilitas Layer-2


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Alami Likuidasi $104 Juta: Volatilitas Mengguncang

Dalam 24 jam terakhir, pasar kripto mengalami gelombang likuidasi senilai $104 juta, mencerminkan tingkat volatilitas yang tinggi yang memengaruhi baik posisi long maupun short.

Data dari Coinglass menunjukkan bahwa posisi long menyumbang $25,88 juta dari total likuidasi, sementara posisi short mencapai $78,54 juta.

Bitcoin dan Ethereum Terkena Dampak Signifikan

Dua aset kripto terbesar, Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), mengalami likuidasi signifikan.

Bitcoin mencatat likuidasi sebesar $14,09 juta, sementara Ethereum mencapai $15,75 juta.

Angka-angka ini menyoroti bagaimana volatilitas pasar dapat memengaruhi bahkan aset kripto yang paling mapan.

Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 17 April 2025: $OM Melejit, Bitcoin Kapan Nyusul?

Volatilitas Menjadi Tantangan bagi Trader

Lonjakan likuidasi ini mencerminkan tantangan yang dihadapi trader dalam menghadapi pergerakan harga yang cepat dan tidak terduga.

Baik posisi long maupun short terkena dampak, menunjukkan bahwa tidak ada strategi yang sepenuhnya aman dalam kondisi pasar yang bergejolak.

Pentingnya Manajemen Risiko

Peristiwa ini menekankan pentingnya manajemen risiko yang efektif bagi para trader.

Menggunakan leverage tanpa strategi perlindungan yang memadai dapat menyebabkan kerugian signifikan dalam waktu singkat.

Trader disarankan untuk menetapkan batas kerugian dan menggunakan alat manajemen risiko lainnya untuk melindungi posisi mereka.

Secara keseluruhan, gelombang likuidasi senilai $104 juta dalam 24 jam terakhir menyoroti tingkat volatilitas yang tinggi di pasar kripto.

Baik posisi long maupun short terkena dampak, menunjukkan bahwa trader harus tetap waspada dan menerapkan strategi manajemen risiko yang kuat untuk menghadapi ketidakpastian pasar.

Baca Juga: Pasar Kripto Menggeliat Lagi! Bitcoin Ngegas ke $83.000


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Dalam Sorotan: Skalabilitas Dalam Pembayaran Digital

Ethereum, sebagai salah satu platform blockchain terbesar, terus berupaya meningkatkan skalabilitas dan efisiensi jaringannya.

Melalui serangkaian pembaruan, termasuk Pectra dan Fusaka, Ethereum bertujuan untuk memperkuat posisinya dalam ekosistem pembayaran digital dan menghadapi persaingan dari platform lain seperti Solana dan BNB Smart Chain.

Tantangan Skalabilitas dan Persaingan yang Meningkat

Meskipun Ethereum dikenal karena keamanannya dan adopsi luasnya, jaringan ini menghadapi tantangan terkait biaya transaksi yang tinggi dan kecepatan yang lebih lambat dibandingkan beberapa pesaingnya.

Platform seperti Solana dan BNB Smart Chain telah menarik perhatian karena menawarkan biaya yang lebih rendah dan kecepatan transaksi yang lebih tinggi, yang berdampak pada volume pertukaran terdesentralisasi (DEX) dan adopsi pengguna.

Pembaruan Pectra: Meningkatkan Efisiensi dan Skalabilitas

Pembaruan Pectra, yang dijadwalkan untuk Mei 2025, menggabungkan lapisan eksekusi Prague dengan lapisan konsensus Electra dan mencakup 11 Proposal Peningkatan Ethereum (EIP).

Menurut laporan Cryptopotato pada Minggu (20/4), beberapa EIP penting dalam pembaruan ini meliputi:

  • EIP-7251: Meningkatkan batas maksimum saldo staking efektif dari 32 ETH menjadi 2.048 ETH, yang membantu mengelola beban lebih dari satu juta validator aktif.
  • EIP-7691: Memperluas kapasitas blob, memungkinkan lebih banyak data diposting ke mainnet dengan biaya rendah.
  • EIP-7702: Memperkenalkan abstraksi akun, memungkinkan akun yang dimiliki secara eksternal berfungsi lebih seperti dompet kontrak pintar dengan fitur seperti transaksi bundel dan sponsor gas.

Pembaruan ini dirancang untuk meningkatkan skalabilitas dan kegunaan, yang berpotensi membuat Ethereum lebih praktis untuk kasus penggunaan pembayaran kripto volume tinggi.

Baca Juga: Keterbatasan Blob Ethereum: Tantangan Skalabilitas Layer-2

Fusaka: Menuju Danksharding dan Ketersediaan Data yang Lebih Baik

Dijadwalkan untuk akhir 2025, pembaruan Fusaka akan memperkenalkan PeerDAS melalui EIP-7594, langkah penting menuju danksharding penuh yang penting untuk meningkatkan ketersediaan data blockchain.

Selain itu, Ethereum Object Format akan menyederhanakan pembuatan kontrak pintar sambil mengurangi overhead eksekusi dan memberikan pengalaman yang lebih aman dan efisien bagi pengembang.

Persaingan dalam Ketersediaan Data dan Nilai ETH

Meskipun Ethereum menawarkan keamanan yang unggul, perannya sebagai lapisan ketersediaan data berada di bawah tekanan kompetitif dari platform seperti Celestia, EigenDA, dan NearDA, yang saat ini mengungguli dalam throughput mentah dan biaya.

Kekhawatiran juga muncul tentang kemampuan Ethereum untuk mempertahankan akumulasi nilai ETH karena semakin bergantung pada solusi Layer 2 (L2).

Maka dari itu, pembaruan Pectra dan Fusaka menunjukkan komitmen Ethereum untuk meningkatkan skalabilitas dan efisiensi jaringannya.

Namun, tantangan dari platform pesaing dan kebutuhan untuk mempertahankan nilai ETH memerlukan perhatian berkelanjutan.

Dengan implementasi pembaruan ini, Ethereum berharap dapat memperkuat posisinya dalam ekosistem pembayaran digital dan menghadapi persaingan yang semakin ketat.

Baca Juga: Rasio Harga Ethereum Terhadap Bitcoin Terus Menurun


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga XRP Bertahan di $2,08, Lawan Arus Lonjakan Derivatif

Pada pertengahan April ini, XRP menunjukkan ketahanan dengan mempertahankan harga di atas $2,08, meskipun terjadi lonjakan aktivitas di pasar derivatif dan meningkatnya risiko likuidasi.

Pergerakan harga XRP ini mencerminkan ketidakpastian jangka pendek di pasar kripto, di mana investor dan trader mencoba menavigasi sinyal yang bertentangan dari pasar spot dan derivatif.

Stabilitas Harga di Tengah Konsolidasi Pasar

XRP diperdagangkan dalam kisaran sempit antara $2,00 hingga $2,15, mencerminkan pola konsolidasi yang serupa dengan Bitcoin dan Ethereum, yang masing-masing stabil di sekitar $84.500 dan $1.590.

Dalam tujuh hari terakhir, XRP mencatat kenaikan sebesar 1,8%, menunjukkan pergerakan sideways yang konsisten dengan aset kripto utama lainnya.

Lonjakan Aktivitas Derivatif dan Risiko Likuidasi

Data terbaru menunjukkan lonjakan signifikan dalam volume perdagangan derivatif XRP, khususnya dalam kontrak opsi, menandakan meningkatnya minat spekulatif di kalangan trader.

Namun, posisi leverage yang tinggi di atas level $2,30 meningkatkan risiko likuidasi, karena pergerakan harga yang tajam dapat memicu penutupan paksa posisi tersebut.

Sebelumnya, XRP mengalami ketidakseimbangan likuidasi yang mencolok, di mana lebih dari 97% likuidasi berasal dari posisi long, menunjukkan bahwa banyak trader yang terlalu optimis terhadap kenaikan harga.

Ketidakseimbangan ini menyoroti pentingnya manajemen risiko yang hati-hati dalam perdagangan derivatif.

Baca Juga: Harga XRP Turun ke $1,97: Peluang Emas Sebelum Reli Berikutnya?

Sentimen Pasar dan Prospek ke Depan

Pergerakan harga Ripple (XRP/USDT) pada Jumat, 18 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ripple (XRP/USDT) pada Jumat, 18 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

Meskipun pasar menunjukkan tanda-tanda konsolidasi, indikator teknikal seperti Bollinger Bands menunjukkan bahwa XRP berada dalam kisaran perdagangan yang ketat, dengan resistensi di sekitar $2,33 dan dukungan di $1,95.

Rasio long/short yang tinggi di bursa seperti OKX menunjukkan bahwa trader masih optimis terhadap potensi kenaikan harga XRP.

Namun, dengan meningkatnya aktivitas derivatif dan risiko likuidasi yang menyertainya, penting bagi investor untuk tetap waspada dan menerapkan strategi manajemen risiko yang efektif.

Pergerakan harga XRP dalam waktu dekat kemungkinan akan dipengaruhi oleh dinamika pasar derivatif dan sentimen investor terhadap aset kripto secara keseluruhan.

Secara keseluruhan, meskipun XRP menunjukkan ketahanan di tengah volatilitas pasar, investor disarankan untuk memantau perkembangan pasar dengan cermat dan mempertimbangkan faktor-faktor risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

Baca Juga: Siap Terjun Bebas, Whale Jual $370 Juta XRP


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Keterbatasan Blob Ethereum: Tantangan Skalabilitas Layer-2

Ethereum telah lama menjadi tulang punggung ekosistem blockchain, namun dengan pertumbuhan pesat jaringan Layer-2 (L2) seperti Arbitrum, Optimism, dan Base, muncul tantangan baru terkait skalabilitas.

Meskipun pembaruan Dencun dan proposal EIP-4844 telah memperkenalkan “blob” untuk meningkatkan efisiensi penyimpanan data, peningkatan ini mungkin tidak cukup untuk mengakomodasi lonjakan transaksi di masa depan.

Apa Itu Blob dan Perannya dalam Ethereum?

Blob, diperkenalkan melalui EIP-4844, adalah segmen data sementara yang memungkinkan L2 menyimpan data transaksi dengan biaya lebih rendah di Ethereum.

Tujuannya adalah mengurangi biaya gas dengan menyimpan data secara efisien, sehingga meningkatkan kapasitas transaksi dan menurunkan biaya bagi pengguna.

Namun, saat ini hanya tersedia tiga blob Ethereum per blok, yang mulai terasa sebagai batasan seiring meningkatnya aktivitas L2.

Baca Juga: Ethereum Diprediksi Undervalued: Akumulasi Whale Menjadi Sorotan

Pertumbuhan L2 dan Tekanan pada Infrastruktur Ethereum

Jaringan L2 seperti Base telah menunjukkan pertumbuhan luar biasa, dengan lebih dari 155 juta alamat pengguna dan rata-rata 93 transaksi per detik.

Jika tren ini berlanjut dan jaringan L2 lainnya mengalami pertumbuhan serupa, permintaan akan ruang blob akan meningkat drastis.

Meskipun pembaruan Pectra direncanakan untuk menggandakan jumlah blob per blok menjadi enam, hal ini mungkin masih belum mencukupi untuk mengakomodasi lonjakan transaksi yang signifikan.

Dampak Biaya Blob yang Meningkat

Kenaikan biaya blob telah terjadi sebelumnya, seperti saat peluncuran Blobscriptions dan airdrop Scroll, di mana biaya blob melonjak hingga $4,52.

Kenaikan biaya ini menandakan bahwa ketika permintaan melebihi pasokan blob, biaya dapat meningkat tajam, membebani pengguna dan mengurangi efisiensi jaringan L2.

Persaingan Antar L2 dan Keterbatasan Ruang Blob

Dengan pertumbuhan L2 yang pesat, terjadi persaingan untuk mendapatkan ruang blob yang terbatas.

Saat ini, dua jaringan L2 telah mengonsumsi 55% dari total ruang blob yang tersedia. Jika tren ini berlanjut tanpa peningkatan kapasitas, Ethereum dapat menghadapi kemacetan transaksi dan biaya yang meningkat, menghambat adopsi dan penggunaan jaringan L2.

Langkah Selanjutnya untuk Ethereum

Untuk mengatasi tantangan ini, Ethereum perlu mempertimbangkan peningkatan lebih lanjut dalam kapasitas blob, mungkin melalui implementasi sharding penuh atau solusi inovatif lainnya.

Tanpa langkah-langkah proaktif, Ethereum berisiko kehilangan daya saingnya terhadap jaringan lain yang menawarkan skalabilitas dan biaya transaksi yang lebih rendah.

Baca Juga: Ethereum Luncurkan Tes Final Upgrade Pectra di Jaringan Holesky

Kesimpulannya, meskipun blob telah memberikan peningkatan efisiensi bagi jaringan L2, pertumbuhan pesat ekosistem ini menuntut solusi skalabilitas yang lebih besar dan berkelanjutan.

Ethereum harus terus berinovasi untuk memastikan bahwa infrastrukturnya dapat mendukung permintaan yang terus meningkat dari jaringan L2 dan pengguna di seluruh dunia.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Trump vs Powell: Dampak Terhadap Bitcoin, Ethereum, dan Dogecoin

Di tengah konflik Trump vs Powell, Pasar kripto menunjukkan pergerakan yang relatif datar, dengan Bitcoin, Ethereum, dan Dogecoin tidak mengalami fluktuasi signifikan.

Kondisi ini terjadi di tengah ketegangan politik yang meningkat, terutama setelah mantan Presiden AS, Donald Trump, mengkritik Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, terkait kebijakan suku bunga.

Trump bahkan mengancam akan mencopot Powell dari jabatannya jika tidak segera menurunkan suku bunga.

Analisis On-Chain: Indikasi Sentimen Risiko yang Menurun

Meskipun kapitalisasi pasar Bitcoin mencapai rekor tertinggi sebesar $872 miliar, pertumbuhan bulanan melambat menjadi hanya 0,9%.

Menurut firma analitik on-chain Glassnode, hal ini menunjukkan bahwa meskipun aliran modal tetap positif, minat investor mulai berkurang, menandakan sentimen risiko yang menurun.

Investor tampaknya lebih berhati-hati dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi dan politik saat ini.

Dampak Ketegangan Politik terhadap Pasar Kripto

Menurut laporan Benzinga pada Jumat (18/4), ketegangan antara Trump dan Powell menambah ketidakpastian di pasar keuangan.

Ancaman Trump untuk mencopot Powell dapat mempengaruhi kebijakan moneter AS, yang pada gilirannya berdampak pada pasar kripto.

Investor cenderung menghindari aset berisiko tinggi seperti kripto dalam situasi ketidakpastian politik dan ekonomi.

Baca Juga: Bitcoin Hadapi Pola Death Cross, Solana dan PEPE Moncer

Stabilitas Harga Kripto: Peluang atau Ancaman?

Stabilitas harga Bitcoin, Ethereum, dan Dogecoin dapat diartikan sebagai konsolidasi sebelum pergerakan besar berikutnya.

Namun, dengan sentimen risiko yang menurun dan ketegangan politik yang meningkat, ada kemungkinan tekanan jual yang lebih besar di masa depan.

Investor disarankan untuk memantau perkembangan kebijakan moneter dan situasi politik yang dapat mempengaruhi pasar kripto.

Secara keseluruhan, pasar kripto saat ini berada dalam fase ketidakpastian, dipengaruhi oleh faktor politik dan ekonomi global.

Stabilitas harga dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan situasi.

Investor perlu tetap waspada dan melakukan analisis menyeluruh sebelum mengambil keputusan investasi.

Baca Juga: Pengembang Token TRUMP Tarik Likuiditas USDC Senilai $4,6 Juta


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Dominasi Bitcoin Mencapai 64%: Ethereum Menurun, Solana Melonjak

Dominasi pasar Bitcoin telah mencapai titik tertinggi dalam empat tahun terakhir, menandai pergeseran signifikan dalam lanskap kripto global.

Sementara itu, Ethereum mengalami penurunan dominasi, dan Solana menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan dalam Total Value Locked (TVL).

Bitcoin Mengukuhkan Posisi dengan Dominasi 64%

Bitcoin kini menguasai 64% dari total kapitalisasi pasar kripto, level tertinggi sejak awal 2021.

Kenaikan ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap stabilitas Bitcoin di tengah ketidakpastian ekonomi global, termasuk kekhawatiran terhadap kebijakan perdagangan AS dan tarif yang meningkat.

Dominasi yang tinggi ini menunjukkan bahwa investor lebih memilih Bitcoin sebagai aset yang lebih aman dibandingkan altcoin lainnya.

Baca Juga: Bitcoin Incar Level $93.500, Tapi Resistensi Kunci Dapat Turunkan Harga ke $80.500

Ethereum Mengalami Penurunan Dominasi

Sebaliknya, dominasi Ethereum turun menjadi 7,18%, menandakan penurunan kepercayaan investor terhadap platform ini.

Faktor-faktor seperti tekanan jual yang meningkat, aktivitas jaringan yang menurun, dan persaingan dari platform lain berkontribusi pada penurunan ini.

Analis seperti Casey Rodarmor menyatakan bahwa Ethereum sedang terjepit antara reputasi kuat Bitcoin dan efisiensi Solana, membuat posisinya semakin tertekan di pasar.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 17 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 17 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

Solana Meningkat dengan TVL Naik 172%

Sementara itu, Solana mencatatkan pertumbuhan luar biasa dengan TVL meningkat sebesar 172%.

Pertumbuhan ini didorong oleh efisiensi jaringan Solana, biaya transaksi yang rendah, dan adopsi yang meningkat dalam ekosistem DeFi.

Solana juga menarik perhatian institusi besar seperti Visa dan PayPal, yang mulai menjajaki integrasi dengan platform ini.

Baca Juga: Ethereum Diprediksi Undervalued: Akumulasi Whale Menjadi Sorotan

Implikasi bagi Pasar Kripto

Di sisi lain, pergeseran dominasi ini memiliki implikasi besar bagi pasar kripto secara keseluruhan.

Kenaikan dominasi Bitcoin dapat menandakan awal dari fase konsolidasi, di mana investor lebih berhati-hati dan memilih aset yang dianggap lebih stabil.

Namun, jika dominasi Bitcoin mencapai puncaknya, hal ini bisa membuka jalan bagi “altseason”, di mana altcoin mengalami lonjakan harga yang signifikan.

Penurunan dominasi Ethereum menunjukkan perlunya inovasi dan peningkatan efisiensi untuk tetap bersaing.

Sementara itu, pertumbuhan Solana menunjukkan bahwa ada ruang bagi platform baru untuk berkembang dan menarik perhatian investor.

Baca Juga: Kanada Luncurkan ETF Spot Solana Pertama di Dunia

Dominasi Bitcoin yang mencapai 64% menandai pergeseran signifikan dalam pasar kripto, dengan Ethereum mengalami penurunan dan Solana menunjukkan pertumbuhan yang kuat.

Investor dan pelaku pasar perlu memperhatikan dinamika ini untuk membuat keputusan investasi yang tepat di tengah perubahan lanskap kripto yang cepat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Stablecoin: Aliran Masuk ke Tron, Arus Keluar dari Ethereum

Ekosistem kripto mencatat pergeseran signifikan dalam aliran modal stablecoin. Dalam tujuh hari terakhir, jaringan Tron (TRX) berhasil menarik $1,52 miliar stablecoin, terutama USDT dan USDC, sementara Ethereum (ETH) mengalami arus keluar bersih sebesar $1,02 miliar, menandai pergeseran besar dalam preferensi pengguna.

Dilaporkan AMB crypto, fenomena ini menyoroti meningkatnya minat pengguna terhadap blockchain berbiaya rendah dan efisien seperti Tron, dibandingkan Ethereum yang belakangan ini menghadapi biaya gas tinggi dan kemacetan jaringan.

Narasi Pergeseran Stablecoin

“Modal mengikuti utilitas,” demikian narasi yang muncul seiring pergeseran ini. Tron bukan satu-satunya yang mendapatkan keuntungan; blockchain lain seperti Hyperliquid (HYPE), Toncoin (TON), dan Arbitrum (ARB) juga mencatat arus masuk, sementara Avalanche, Base, dan Solana (SOL) mengalami penurunan likuiditas.

Baca juga: AS Targetkan Regulasi Stablecoin dan Legislasi Kripto Sah Agustus 2025

Tren ini juga dibarengi dengan meningkatnya pasokan stablecoin non-USD, seperti NGNC, IDRX, dan BRZ, yang kini mulai mendapat tempat di jaringan berbiaya rendah. Meskipun stablecoin yang didukung USD masih mendominasi, stablecoin regional mulai tumbuh sebagai solusi pembayaran lokal, lindung nilai terhadap volatilitas mata uang, serta alat perdagangan lintas negara.

Data ini menunjukkan bahwa pengguna semakin mencari efisiensi, skalabilitas, dan keragaman stablecoin dalam bertransaksi. Tron, dengan biaya transaksi rendah dan waktu penyelesaian cepat, kini tampil sebagai alternatif kuat di tengah dinamika pasar stablecoin global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com