Tag Archives: featured

Aset Kripto Pilihan Investasi Kalangan Muda Masa Kini

Perdagangan aset kripto menjadi salah satu pilihan investasi yang semakin diminati oleh masyarakat Indonesia, khususnya kalangan usia muda. Kripto yang sifatnya dinamis, menjadi daya tarik bagi generasi muda untuk memasukan dalam portofolio investasi mereka.

Wakil Menteri Perdagangan RI, Jerry Sambuaga menilai potensi aset kripto sebagai komoditas sangat besar. Pasalnya perdagangan aset kripto saat ini terus mengalami pertumbuhan. Anak muda dengan cara berpikir out of the box dan selalu mencari peluang baru, sehingga mereka melihat selain alternatif bursa saham saat ini, kripto bisa menjadi sarana pengembangan ekonomi.

“Perdagangan aset kripto menjadi salah satu pilihan berinvestasi yang belakangan ini begitu
diminati masyarakat, terutama di kalangan anak muda atau milenial. Berdasarkan data
Kementerian Perdagangan, lebih dari separuh pelanggan aset kripto di Indonesia berada pada
rentang usia 18–35 tahun,” ujar Wamendag dalam Seminar dan Diskusi Publik ‘Telaah Peraturan Perundang-undangan dalam Rangka Perlindungan Konsumen Aset Kripto di Indonesia’ yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Trisakti di Jakarta, Kamis (6/4).

Investasi Kripto

Ilustrasi sukses investasi aset kripto.
Ilustrasi sukses investasi aset kripto.

Baca juga: Harga ETH Naik di Atas US$ 2K, Setelah Upgrade Ethereum Shanghai

Survei Center of Economic and Law Studies (CELIOS), menunjukkan bahwa aset kripto berada pada urutan ketiga instrumen investasi yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia. Survei CELIOS menunjukkan 21,1 persen responden memiliki instrumen investasi aset kripto, angka ini berada di bawah reksa dana sebesar 29,8 persen dan saham sebesar 21,7 persen dengan rata-rata penempatan dana yang dilakukan masyarakat berkisar antara Rp 500 ribu—Rp 1 juta.

Penetrasi investasi kripto tentu banyak dipengaruhi kemunculan aplikasi investasi ritel, biaya transaksi yang murah, dan modal awal yang rendah. Wamendag menambahkan, pertumbuhan nilai transaksi maupun jumlah pelanggan aset kripto di Indonesia sangat luar biasa.

Nilai transaksi pada 2022 menyentuh angka Rp306,4 triliun, kendati menurun lebih dari 50 persen dibandingkan pada 2021. Nilai transaksi ini patut menjadi perhatian karena nilainya yang mencapai ratusan triliun rupiah. Sedangkan, pada tahun ini, hingga Februari telah tercatat jumlah transaksi sebesar Rp25,9 triliun.

“Penurunan nilai transaksi ini tidak menyurutkan minat pelanggan untuk berinvestasi. Tercatat jumlah pelanggan terdaftar hingga Februari 2023 mencapai 17 juta pelanggan terdaftar,” ungkap Jerry.

Regulasi dan Pengawasan

apakah bitcoin aman
Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Pasar Kripto Bull Run: Altseason dan Sentimen Makroekonomi Positif

Dalam kesempatan ini Wamendag juga menjelaskan, bahwa beberapa waktu yang lalu Pemerintah bersama DPR telah mengesahkan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Melalui UU ini maka ke depan regulasi dan wewenang pengawasan dan pembinaan Perdagangan Fisik Aset Kripto akan bergeser dari Kementerian Perdagangan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Peralihan pengawasan aset kripto dan produk derivatif keuangan ini merupakan perwujudan pengambilan kebijakan oleh pemerintah yang forward looking, kedua industri ini beririsan dengan sektor keuangan. Diharapkan dengan peralihan pengawasan ini dapat memberikan ruang pengaturan dan manajemen risiko yang lebih baik, utamanya terkait sektor fiskal yang nantinya dapat berpengaruh pada kestabilan sistem keuangan di Indonesia.

“Terakhir, Kementerian Perdagangan mengajak seluruh mahasiswa dan generasi muda lainnya untuk berkolaborasi dalam memberikan masukan serta terobosan guna meningkatkan perlindungan bagi masyarakat luas dengan cara yang paling efektif dan efisien,” pungkas Jerry.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga ETH Naik di Atas US$ 2K, Setelah Upgrade Ethereum Shanghai

Ethereum (ETH) melanjutkan reli panjang baru-baru ini pada Jumat (14/4) pagi, naik di atas US$ 2.000 dalam sehari. Kenaikan ini terjadi setelah Ethereum berhasil menyelesaikan upgrade Shanghai yang telah lama dinantikan .

Aset kripto terbesar kedua berdasarkan nilai pasar baru-baru ini diperdagangkan pada US$ 2.015, naik lebih dari 5% selama 24 jam terakhir. Ethereum naik memimpin rebound pasar kripto pekan ini.

Pembaruan Shapella, juga disebut hard fork Ethereum Shanghai , melanjutkan transformasi jaringan Ethereum dari proof-of-work (PoW) menjadi mekanisme konsensus proof-of-stake (PoS) yang lebih hemat energi yang dimulai pada The Merge bulan September meningkatkan.

Dalam minggu-minggu menjelang Shapella, pengamat pasar telah menyimpang atas reaksi harga ETH, dengan beberapa memprediksi tekanan jual akan menurunkan harga tetapi yang lain melihat sedikit dampak atau bahkan kenaikan harga.

Analisis ETH

Ilustrasi The Merge Ethereum. Sumber: Getty Images.
Ilustrasi The Merge Ethereum. Sumber: Getty Images.

Baca juga: Pasar Kripto Bull Run: Altseason dan Sentimen Makroekonomi Positif

Diogo Monica, presiden dan salah satu pendiri Anchorage Digital, mengatakan investor akan lebih nyaman mengunci ETH, yang menyebabkan penurunan pasokan. Monica mencatat bahwa “ada likuiditas di rantai secara langsung”.

“Selain itu, permintaan meningkat dengan setiap pemutakhiran yang sukses di jaringan Ethereum, yang merupakan dua alasan utama mengapa harga tidak akan turun secara besar-besaran,” kata Monica dikutip Coindesk.

Monica menambahkan bahwa validator yang ingin keluar dari jaringan Ethereum harus bergabung dengan antrean keluar , dan akibatnya, investor institusional akan “tetap berada di pinggir” dari masa staking, setidaknya untuk saat ini.

Performa ETH di sekitar fork Shanghai akan lebih sedikit bergantung pada “teknis” dan lebih pada “risiko apa yang sebenarnya terjadi pada saat itu,” menurut laporan dari Coinbase Research sebelum peningkatan.

“Jika lingkungan perdagangan melihat aset berisiko dijual, orang mungkin memutuskan untuk melepas saham dan menjual ETH hanya untuk menghilangkan risiko, sementara institusi mungkin tidak mengambil langkah agresif di sisi pembelian,” tulis analis David Duong dan Brian Cubellis.

Gerak Harga Ethereum

Grafik harga harian ETH/USD. Sumber: TradingView.
Grafik harga harian ETH/USD. Sumber: TradingView.

Baca juga: Bappebti Dorong Penguatan Regulasi & Pembinaan Ekosistem Aset Kripto

Staking ETH Post-Shapella Upgrade akan tetap menjadi titik fokus. Diperkirakan tren kenaikan dalam mempertaruhkan untuk mendukung pergerakan menuju US$ 2.500. Sementara angka penjualan ritel AS, produksi industri, dan sentimen konsumen akan menjadi fokus lainnya. Statistik yang lebih lemah dari perkiraan akan menjadi bullish.

ETH perlu menghindari penurunan melalui pivot US$ 1.980 untuk menargetkan Level Resistensi Utama Ketiga (R3) di US$ 2.228. Pergerakan melalui tertinggi US$ 2.131 akan menandakan sesi breakout yang diperpanjang. Jika reli diperpanjang, bulls kemungkinan akan menguji resistensi di US$ 2.300.

Penurunan melalui pivot akan memainkan Level Dukungan Utama Pertama (S1) di US$ 1.935. Namun, kecuali penjualan pasar kripto yang dipicu oleh peristiwa, ETH harus menghindari di bawah US$ 1.900 dan Level Dukungan Utama Kedua (S2) di US$ 1.856. Level Dukungan Utama Ketiga (S3) berada di US$ 1.732.

Pastikan kamu hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.





Sumber : news.tokocrypto.com

Altseason dan Sentimen Makroekonomi Positif

Pergerakan pasar kripto jelang akhir pekan terpantau bull run. Dorongan dari sentimen makroekonomi yang positif membuat Bitcoin akhirnya tembus level resisten terdekatnya di harga US$ 30.500 atau Rp 446 juta. 

Bull run kripto kali ini menarik karena dominasi Bitcoin mulai menurun, beragam altcoin, seperti Ethereum (ETH), Dogecoin (DOGE), Cardano (ADA) memimpin kenaikan. Hal ini membuat pasar kripto menjadi altseason. BTC naik hanya 2%, tapi sejumlah altcoin, seperti ETH bahkan meroket 11%. Altseason ditandai oleh investor memindahkan modal dari BTC ke aset lain demi mencari cuan lebih besar. Jumlah altcoin yang melampaui performa BTC menjadi pertanda reli dapat terjadi bagi kedua aset tersebut.

Trader Eksternal Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan sentimen positif pekan ini datang dari data makroekonomi terbaru. Inflasi grosir AS dan angka klaim pengangguran menarik banyak minat. Inflasi AS mengalami penurunan yang sebelumnya sebesar 6% menjadi 5%. Indeks harga produsen AS turun 0,5% di bulan Maret. Dorongan utama bullish adalah kenaikan klaim pengangguran awal AS yang lebih besar dari perkiraan. Klaim meningkat dari 228k menjadi 239k versus perkiraan 232k.

Crypto Heat charts by Coin360.

Baca juga: FTT Token Kripto Asli FTX Kembali Meroket, Apa Penyebabnya?

Mempertimbangkan Laporan CPI AS, angka tersebut mendukung ekspektasi investor terhadap The Fed yang mendekati puncaknya dalam siklus pengetatan kebijakan moneter. Investor percaya bahwa The Fed akan segera mengerem kenaikan suku bunganya.

Di samping itu, kabar dari industri yang positif adalah bursa kripto FTX yang dikabarkan akan kembali beroperasi dalam waktu dekat. “Setelah pengumuman ini, token FTT mengalami kenaikan secara drastis sebesar 122% dalam waktu 4 jam setelah pengumuman diluncurkan. Tentu saja ini akan menjadi angin segar bagi pengguna platform FTX maupun pemegang token FTT,” jelas Fyqieh.

Total kapitalisasi pasar kripto saat bull run berdasarkan CoinMarketCap sebesar US$ 1,2 triliun. Total marketcap mengalami kenaikan yang di mana pada awal pekan hari Senin (10/4) sebesar US$ 1,19 triliun, terjadi kenaikan sebesar US$ 70 miliar dalam waktu beberapa hari. Ini artinya banyak para investor yang mulai akumulasi sekaligus masuk ke dalam pasar aset kripto untuk mempersiapkan halving bitcoin.

Fear & Greed Bitcoin Index by alternative.me.

Sentimen terkait dengan Bitcoin pada minggu ini masih stabil pada area Greed. Ini pertanda bagus karena BTC mengalami kenaikan, namun tidak over FOMO. Kenaikan wajar ini juga didukung banyak sentimen seperti CPI data yang dibawah ekspektasi analis.

Berikut Analisis Pergerakan Harga BTC, ETH, BNB

1. Bitcoin (BTC) Mungkin Koreksi

BTC/USDT Binance by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

Secara pergerakan Timeframe Weekly charts, BTC kemungkinan akan terjadi bearish di akhir kuartal. Hal ini disebabkan adanya garis resisten yang kuat di area harga US$ 32.000 dan US$ 35.000. Secara teknikal Bitcoin membentuk Bearish Rising wedge pada time frame weekly. 

BTC/USD Binance by Fyqieh Fachrur Rossy -TradingView.com.

Namun, harga US$ 30.000 merupakan level psikologis sekaligus salah satu resisten area yang cukup kuat untuk saat ini. BTC masih dalam konsolidasi harga di harga US$ 29.800-US$ 30.400. Untuk saat ini belum ada pergerakan harga yang menunjukan breakout. Namun apabila BTC mengalami penurunan di bawah harga US$ 29.700 maka kemungkinan akan terjadi pembalikan harga mencapai US$ 28.000. 

Jika harga menembus dan close candlestick time frame 4 jam di atas harga US$ 30.569, maka kemungkinan akan mengalami kenaikan lanjutan hingga mencapai harga US$ 31.150 dalam waktu dekat. Namun secara time frame besar BTC membentuk rising wedge hampir sempurna. Hal ini didukung juga dengan adanya BTC yang di-short oleh para trader secara dominan, sehingga ekspetasi trader dalam waktu dekat ini akan berekspektasi Bitcoin akan koreksi.

2. Ethereum (ETH), Awas Bull Trap

ETH/USD Coinbase by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

Baca juga: Kenal Kripto Arbitrum (ARB) & SPACE ID (ID) yang Listing di Tokocrypto

Setelah suksesnya upgrade hardfork Shapella, ETH mengalami apresiasi harga menembus harga resisten yang sangat diperhatikan oleh trader di harga US$ 2.000. Tentu ini menjadi pertanda baik, namun ada hal yang perlu diperhatikan. Ada total 15% supply ETH yang akan terbuka setelah hardfork ini. Maka menjadi tekanan penjualan yang tinggi namun harga mengarah sebaliknya.

Pergerakan bull run ETH belakangan ini mencurigakan, sebab bisa saja para whales menaikan harga untuk menembus area resistennya untuk mencari likuiditas. Fungsi likuiditas di sini untuk keluar dari pasar dengan lebih mudah. Ketika resistennya tertembus, maka akan ada banyak order limit buy yang terpasang di area breakout.

Biasanya pada area ini akan terjadi konsolidasi harga dan cenderung harga dipertahankan di atas harga resistennya. Ketika selesai konsolidasi, maka harga akan lanjut dinaikan ke area resiten selanjutnya dan mereka mulai melepas ETH perlahan lahan. Ini merupakan salah satu cara whales untuk keluar dari pasar dan menciptakan bull trap.

Lebih baik untuk saat ini ETH wait and see dan tidak disarankan untuk melakukan leverage trading.

3. Binance Coin (BNB) Menuju Level Psikologis

BNB mengalami kenaikan yang sangat tinggi disebabkan naiknya marketcap kripto serta adopsi penggunaan BNB untuk keperluan decentralize finance, gas fee, staking dan launchpad. Launchpad ini juga diumumkan oleh Binance di akun Twitter-nya dan web resmi milik Binance yang membuat harga BNB mengalami kenaikan yang signifikan dan adanya potensi yang terus menguat hingga launchpad berakhir.

BNB/USD Binance by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

Pergerakan BNB mengalami kecenderungan penurunan diakibatkan efek setelah launchpad di binance bulan lalu dengan proyek nya yaitu spaceID. Pergerakan ini juga terpengaruh pergerakan BTC yang mengalami penguatan. Secara teknikal, BNB akan bergerak ke arah resistennya dalam waktu beberapa minggu ke depan, dengan target harga psikologis sebesar US$ 350. Pergerakan ini tentu saja bisa terjadi dalam waktu singkat apabila binance kembali meluncurkan proyek launchpad-nya. 

Jika harga BNB mengalami penurunan, maka harga support terdekatnya US$ 315. saat ini harga BNB berada pada US$ 325, yang artinya potensi untuk menuju resisten membutuhkan kenaikan sebesar 7% dan untuk menuju area support sebesar 3%

Jika menggunakan fitur Price Alert di Tokocrypto, pengguna akan mendapatkan notifikasi yang muncul secara real-time ketika harga sudah menyentuh target yang telah kamu tentukan pada saat pasar kripto bull run. Dengan begitu, pengguna tidak ketinggalan momentum beli dan jual di harga yang sesuai. Untuk informasi lebih lanjut dan cara menggunakan fitur ini bisa mengakses link berikut ini.

Pastikan kamu hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.





Sumber : news.tokocrypto.com

FTT Token Kripto Asli FTX Kembali Meroket, Apa Penyebabnya?

Token asli bursa kripto FTX, FTT, telah mengalami lonjakan harga yang mengesankan sebesar 80% di tengah rencana perusahaan yang pernah bangkrut itu akan kembali beroperasi lagi. Harga FTT meroket dari US$ 1,31 menjadi US$ 2,45 setelah FTX mengumumkan telah berhasil memulihkan lebih dari US$ 7,3 miliar dalam bentuk likuidasi tunai dan aset kripto.

Pengacara FTX, Andy Dietderich, baru-baru ini mengungkapkan bahwa perusahaan sedang mempertimbangkan untuk me-reboot bursa kripto yang kontroversial pada kuartal kedua tahun ini. Menurut CoinGecko, volume perdagangan 24 jam FTT mencapai US$ 364 juta, dengan harga token mulai dari US$ 1,31 hingga US$ 2,74.

Jika jalan itu diambil, kata Dietderich, rencana itu akan membutuhkan modal yang signifikan untuk dinaikkan, dan dikatakan ada perdebatan internal mengenai apakah modal itu harus berasal dari modal real FTX atau modal pihak ketiga.

“Ada kemungkinan bahwa pelanggan dapat memiliki opsi untuk mengambil bagian dari hasil mereka yang jika tidak mereka terima dalam bentuk tunai dan menerima semacam kepentingan dalam pertukaran di masa mendatang,” kata Dietderich dikutip Coindesk.

Kritis Tajam

Sam Bankman-Fried, CEO FTX
Sam Bankman-Fried, CEO FTX. Foto: FTX.

Baca juga: Data Inflasi AS dan Risalah Rapat The Fed Dorong Bitcoin di Atas 30K?

FTT masih turun 97,06% dari rekor tertinggi. Ini mencapai level tertinggi sepanjang masa US$ 84,18 pada September 2021, tetapi kemudian anjlok ke level terendah sepanjang masa US$ 0,827479 pada Desember 2022 setelah bursa mengajukan kebangkrutan dan pendiri Sam Bankman-Fried ditangkap.

Terlepas dari lonjakan harga FTT baru-baru ini, kritik telah menimbulkan kekhawatiran tentang keandalan ruang kripto. Beberapa kritikus menunjukkan masalah desentralisasi, yang menyatakan bahwa hal itu sering menghasilkan koin yang mudah ditiru yang memiliki nilai tanpa dukungan intrinsik.

Skeptisisme ini menyoroti perdebatan yang sedang berlangsung tentang keberlanjutan aset digital, terutama yang terkait dengan bursa kripto kontroversial seperti FTX. Masa depan FTX dan token aslinya, FTT, tetap tidak pasti karena pertukaran tersebut mencoba untuk memantapkan dirinya kembali di pasar kripto.

Pengacara FTX juga mengatakan kepada pengadilan bahwa mereka telah memulihkan US$ 7,3 miliar aset likuid dari bursa yang mati, naik dari penghitungan bulan Januari sebesar US$ 1,9 miliar. Namun, mereka menambahkan, FTX masih “jauh dari distribusi ekuitas.”

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Data Inflasi AS dan Risalah Rapat The Fed Dorong Bitcoin di Atas 30K?

Data inflasi AS dan risalah rapat The Fed menjadi sentimen yang kuat untuk pergerakan harga Bitcoin (BTC) pada pekan ini. Namun ketika data keluar, belum mendorong Bitcoin untuk melaju menembus level harga US$ 30.000 atau sekitar Rp 444 juta.

Ekspektasi awal angka Consumer price index (CPI) bulan Maret menunjukkan penurunan tingkat inflasi AS menjadi 5,2%. CPI untuk Februari mencapai 6%, yang merupakan penurunan dibandingkan Januari. Penurunan 1% pada data inflasi berdampak langsung pada harga Bitcoin.

Sementara, core CPI, yang mengecualikan ceruk yang lebih tidak stabil seperti makanan dan energi, diharapkan berada di antara 5,5% dan 5,6%. Core CPI ini benar-benar sesuai dengan ekspektasi, berdiri di 5,6%.

Harga BTC meroket hampir US$ 500 dalam beberapa menit setelah angka inflasi keluar. Namun, setelahnya Bitcoin diperdagangkan dengan tenang di US$ 30.000, seperti yang dilaporkan sebelumnya, tetapi melonjak menjadi US$ 30.500.

Pengaruh Data Inflasi

Ilustrasi inflasi AS. Foto: Reuters.
Ilustrasi inflasi AS. Foto: Reuters.

Baca juga: Upgrade Ethereum Shanghai Sukses, Jadi Game Changer Holder ETH

Dianggap sebagai aset berisiko, kinerja harga jangka pendek BTC sangat berkorelasi dengan data CPI. Ini karena angka inflasi menentukan kebijakan moneter yang diambil oleh Federal Reserve AS dan apakah akan terus menaikkan suku bunga acuan.

Penurunan inflasi YoY menunjukkan bahwa tindakan The Fed berdampak dan bank sentral dapat segera mulai membalikkan strateginya. Pada kenaikan suku bunga The Fed tahun lalu terjadi lonjakan sebesar 0,25%.

Menyusul rilis data CPI, The Fed juga mengeluarkan risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) terbaru yang mempengaruhi harga Bitcoin. Meskipun demikian, ini menghasilkan situasi yang membingungkan untuk kinerja aset dalam menanggapi CPI, karena investor berharap penurunan inflasi yang lebih cepat dari perkiraan sementara The Fed mempertahankan sikap hawkishnya.

Menurut FedWatch yang disediakan oleh CME Group, pertemuan FOMC yang akan datang akan menghasilkan kenaikan suku bunga sebesar 0,25%, sama seperti bulan lalu. Perlu dicatat bahwa peluang ini sangat dinamis dan cepat menyesuaikan diri dengan perubahan data makro seperti indeks harga konsumen.

Dalam risalah rapat The Fed menyatakan kejatuhan tiga bank di AS pada bulan lalu dapat menyebabkan ekonomi Amerika jatuh ke jurang resesi pada tahun ini. Kegagalan bank telah menyebabkan beberapa spekulasi bahwa The Fed mungkin menahan suku bunga. Namun, para pejabat menekankan bahwa lebih banyak upaya yang harus dilakukan untuk menjinakkan inflasi.

Harga Bitcoin

Grafik harga harian BTC/USD. Sumber: TradingView.
Grafik harga harian BTC/USD. Sumber: TradingView.

Baca juga: Market Watch: Mengapa Bitcoin dan Kripto Lain Naik Hari Ini (11/4)?

Ada kemungkinan bahwa Bitcoin dapat menembus di atas penghalang US$ 30.000, dan jika itu terjadi, aset kripto terbesar di dunia ini dapat terus meningkat saat memetakan wilayah baru. Namun, selalu ada kemungkinan koreksi pasar, yang dapat mengakibatkan penurunan drastis pada pasar kripto secara keseluruhan.

Reaksi pasar saham AS terhadap pengumuman tersebut akan berfungsi sebagai sinyal peringatan dini. Tingkat inflasi tahunan AS melemah dari 6,0% menjadi 5,0% dibandingkan perkiraan 5,2%. Namun, tingkat inflasi inti dipercepat dari 5,5% menjadi 5,6%, memberikan alasan Fed hawks untuk mengejar kenaikan suku bunga lainnya.

Bitcoin awalnya merespons dengan baik laporan CPI sebelum berbalik arah pada angka inflasi inti. Probabilitas kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin menurun moderat sebagai tanggapan atas Laporan CPI dan risalah rapat FOMC semalam berdampak pada Bitcoin.

Sementara Laporan CPI menyampaikan pullback, BTC menghindari pembalikan yang diperpanjang sebagai tanggapan atas risalah rapat FOMC. Pembicaraan tentang menekan tombol jeda adalah bullish, sementara ekspektasi resesi yang dipicu krisis perbankan adalah BTC negatif.

BTC harus bergerak melalui pivot pada level US$ 30.008 untuk menargetkan Level Perlawanan Utama Pertama (R1) di US$ 30.339. Pengembalian ke US$ 30.000 akan menandakan sesi bullish yang diperpanjang. Jika reli diperpanjang, BTC kemungkinan akan menguji Level Resistensi Utama Kedua (R2) di US$ 30.799 dan resistensi di US$ 31.000. Level Resistensi Utama Ketiga (R3) berada di US$ 31.590.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Daftar 10 Kripto yang Diproyeksikan Berkinerja Baik di Tahun 2023

Ada berbagai jenis aset kripto di dunia ini, namun tidak semua berkinerja baik dan bisa mendatangkan keuntungan jangka panjang. Menurut CoinMarketCap, pada Maret 2023, ada sekitar 22.904 aset kripto di dunia. Dari sekitar ribuan jenis aset kripto tersebut, tidak semua aktif atau berharga. Banyak kripto yang “mati” hanya menyisakan sekitar 8.832 aset yang aktif.

Perkembangan aset kripto yang pesat juga mendatangkan banyak investor yang melirik. Ada lebih dari 300 juta pengguna kripto di seluruh dunia dan sekitar 18.000 bisnis sekarang menerima bentuk kripto sebagai pembayaran.

Baik itu investor kripto yang sudah mapan atau baru memasuki pasar untuk pertama kalinya, ada banyak peluang untuk dipertimbangkan. Dengan begitu banyak pilihan, menemukan kripto yang berkinerja baik di tahun 2023 bisa dibilang sulit, mengingat sifat market kripto yang volatile.

Untuk membantu kamu, artikel ini menganalisis dan memberi daftar 10 kripto yang diproyeksikan berkinerja baik pada tahun 2023 .

Salah satu aset kripto yang paling besar kapitalisasi pasarnya adalah Bitcoin (BTC). Investor kripto telah berusaha mengidentifikasi Bitcoin sebagai aset terbaik untuk dibeli. Supremasi BTC tetap ada meskipun banyak koin alternatif baru-baru ini meningkat. Juga, dibandingkan dengan 10 kripto teratas lainnya, banyak investor menyukai Bitcoin.

market kripto bitcoin
Ilustrasi market kripto bitcoin.

Baca juga: CPI Inflasi AS Melandai: Market Aset Kripto Hijau, Harga Bitcoin Naik

Proyek kripto signifikan pertama yang menggunakan smart contract adalah Ethereum. Aplikasi terdesentralisasi (dApps) dapat diluncurkan di platform desktop dan seluler berkat smart contract ini. Jutaan token kripto berjalan di jaringan Ethereum, dan token inilah yang mendorong pergerakan initial coin offering (ICO). Salah satu kripto terbesar untuk dibeli pada tahun 2023 adalah Ethereum.

3. Polkadot (DOT)

Polkadot (DOT) adalah aset kripto proof-of-stake (PoS) yang menonjol karena bermaksud untuk menghadirkan interoperabilitas di antara blockchain lainnya. Meskipun Polkadot memiliki kemiripan dengan Ethereum karena merupakan blockchain yang dapat diprogram, Polkadot mengambil langkah lebih jauh. Pengembang dapat membangun blockchain kustom mereka sendiri di Polkadot bernama parachains, yang merupakan blockchain paralel dengan kegunaan khusus.

4. Cardano (ADA)

Cardano adalah platform blockchain open source yang dibuat oleh salah satu pendiri Ethereum. Ini bertujuan untuk memecahkan berbagai masalah, termasuk membuat layanan keuangan dan catatan identitas dapat diakses oleh semua orang. Pengembangan Cardano didasarkan pada penelitian peer-review, sehingga cenderung bergerak lebih lambat dibandingkan proyek lainnya.

Ini adalah salah satu kripto besar pertama yang menggunakan proof-of-stake (PoS) untuk memverifikasi transaksi. Ini adalah alternatif yang lebih hemat energi untuk pembuktian kerja, yang digunakan oleh Bitcoin dan banyak kripto utama lainnya.

Ilustrasi Cardano (ADA) akan upgrade Vasil hard fork.
Ilustrasi Cardano (ADA).

Baca juga: Alasan Bitcoin Dekati Harga US$ 25.000, Pasca Kejatuhan Signature Bank

5. XRP (XRP)

XRP adalah aset kripto asli untuk Ripple , protokol pembayaran yang dibuat untuk transaksi cepat dan berbiaya rendah. Ini secara khusus ditujukan untuk transfer uang internasional, dan ada ratusan lembaga keuangan yang bermitra dengan Ripple untuk menggunakan teknologinya.

Ripple terkenal karena terlibat dalam gugatan dengan SEC. Pada akhir tahun 2020, SEC menuduh Ripple menjual sekuritas yang tidak terdaftar dalam bentuk XRP. Meskipun Ripple membantah tuduhan itu, banyak pertukaran kripto teratas berhenti menawarkan perdagangan XRP sebagai dampak kasus tersebut.

6. Shiba Inu (SHIB)

Shiba Inu adalah aset kripto yang memanfaatkan fitur dan keamanan ekosistem Ethereum. Kripto ini baru-baru ini tumbuh secara signifikan selama setahun terakhir, menunjukkan potensi masa depannya yang sangat baik.

7. Chainlink (LINK)

LINK adalah kripto yang telah membuat gelombang di dunia teknologi blockchain. Fitur uniknya dalam mengintegrasikan data off-chain ke dalam smart contract melalui jaringan Oracle telah merevolusi cara blockchain terhubung dengan data dan transaksi eksternal. Jika Anda ingin berinvestasi dalam kripto, Chainlink adalah salah satu yang harus diperhatikan. Teknologi inovatif dan potensi pertumbuhannya menjadikannya aset berharga dalam portofolio investasi apa pun.

8. Avalanche (AVAX)

Salah satu inisiatif blockchain yang secara signifikan mempercepat waktu pemrosesan transaksi adalah Avalanche. Dengan pendekatan unik yang menggabungkan tiga jaringan berbeda, Avalanche telah mampu meningkatkan efisiensi transaksi blockchain. Ini adalah keunggulan utama dibandingkan metode pemrosesan transaksi tradisional, yang dapat memakan waktu beberapa hari untuk diselesaikan.

Ilustrasi aset kripto Avalanche (AVAX). Sumber: Binance Academy.
Ilustrasi aset kripto Avalanche (AVAX). Sumber: Binance Academy.

Baca juga: 6 Cara Belajar Main Kripto untuk Pemula yang Baik dan Bijak

9. Binance Coin (BNB)

Binance Coin (BNB) adalah kripto asli di Binance Smart Chain. Platform blockchain ini dibuat oleh Binance, salah satu bursa kripto paling populer di dunia. Ini dengan cepat menjadi alternatif populer untuk Ethereum karena biaya gas fee (transaksi) yang jauh lebih murah.

Biaya gas fee di Binance Smart Chain dibayarkan dalam Binance Coin, jadi kamu harus memilikinya untuk menggunakan blockchain itu. Binance juga menawarkan diskon biaya perdagangan untuk klien yang memiliki BNB.

10. Tether (USDT)

Nilai Tether (USDT) dianggap lebih stabil daripada kripto lainnya karena dipatok ke dolar AS yang disebut stablecoin. Ini berarti bahwa untuk setiap token Tether yang beredar, ada jumlah setara dolar AS yang disimpan sebagai cadangan. Hal ini menjadikan Tether sebagai stablecoin dan memberi kepercayaan kepada investor untuk menyimpannya sebagai penyimpan nilai.

Dengan begitu banyak kripto yang tersedia, mungkin sulit untuk mengetahui di mana harus berinvestasi. Penting untuk meneliti aset kripto apa pun yang ingin kamu beli dengan cermat.

Pastikan kamu hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto!

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





Sumber : news.tokocrypto.com

Solana Pimpin Rebound Pasar Kripto, Melonjak Jelang Rilis Ponsel Saga

Solana (SOL) telah menikmati lonjakan harga yang lumayan, mengungguli sejumlah aset kripto lainnya di tengah pasar yang mulai rebound. SOL menunjukan sinyal bullish menjelang perilisan ponsel Android, Saga yang sudah lama dinanti.

SOL telah meningkat lebih dari 10,1% dalam beberapa hari terakhir, mencapai puncak bulanan sebesar US$ 22,50, menurut data CoinGecko. Kenaikan cepat juga menyebabkan hampir US$ 2,7 juta dilikuidasi, dengan lebih dari 92% dari angka itu terdiri dari posisi short yang meledak dilihat data dari Coinglass.

Solana adalah jaringan blockchain cepat, proof-of-stake (PoS) yang diluncurkan pada Maret 2020 oleh Solana Labs. Seperti banyak jaringan lapisan-1 populer lainnya, pengembang dapat membangun berbagai aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan proyek non-fungible token (NFT) di jaringan.

Sentimen Positif

Baca juga: Prediksi Nilai Bitcoin Setelah Tembus Harga Rp 445 Juta

Faktor lain yang mendorong kegembiraan seputar Solana adalah perilisan Saga, smartphone Android yang ditenagai oleh blockchain Solana yang akan meluncur pada 13 April. Ponsel ini diharapkan memungkinkan pengguna membuat NFT mereka sendiri dari mana saja dan mengakses ekosistem aplikasi dan proyek berbasis Solana yang lebih luas.

Tim Solana mengenalkan smartphone Saga tahun lalu pada Juni 2022. Harganya diperkirakan US$ 1.000 bagi pengguna. CEO Solana Labs, Anatoly Yakovenko, akan menjadi sorotan hari itu, dengan komunitas mendapatkan lebih banyak wawasan tentang ponsel ramah-Web3.

Namun, meskipun ponsel yang diberdayakan Android membawa Web3 ke saku pengguna – menawarkan akses tanpa batas ke perdagangan kripto, NFT minting, game on-chain, dan dApps, pemegang SOL juga akan memiliki satu mata di pasar.

Harga Solana (SOL)

Pada hari Selasa (11/4), saat harga Bitcoin (BTC) menembus di atas US$ 30.000 untuk pertama kalinya dalam 10 bulan, Solana mengimbangi tekanan sisi atas dengan kenaikannya sendiri. SOL diperdagangkan ke level tertinggi US$ 23,74, naik lebih dari 14% pada saat penulisan karena kegembiraan seputar acara peluncuran pada 13 April mendatang.

Grafik harga harian SOL/USD. Sumber: TradingView.
Grafik harga harian SOL/USD. Sumber: TradingView.

Baca juga: 6 Tips Mengatur Uang THR untuk Investasi Aset Kripto Bagi Pemula

Harga kripto Solana diperdagangkan ke level tertinggi US$ 23,74 pada hari Selasa, dengan SOL mencerminkan keuntungan besar untuk Bitcoin (BTC). Prospek bullish untuk token menunjukkan potensi penembusan jangka pendek jika bull bertahan di atas garis tren atas saluran.

Analis kripto mengatakan SOL/USD perlu bergerak untuk EMA 200 hari untuk meningkatkan peluang kenaikan lebih lanjut. Area yang disorot analis saat ini menghadirkan tembok pasokan langsung di dekat US$ 26.

Namun, penembusan dan pengujian ulang yang berhasil dapat membuat pembeli mengincar US$ 40. Prospek RSI harian menunjukkan kenaikkan bisa melihat kaki lain naik dari level saat ini. Pada sisi negatifnya, EMA 50 hari memberikan dukungan di sekitar US$ 21, yang telah menjadi zona permintaan yang kuat sejak pertengahan Maret. Bulls berharap peluncuran ponsel Saga tidak menjadi sell-the-news yang bisa membuat harga SOL kembali turun.

Pastikan kamu hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.





Sumber : news.tokocrypto.com

Prediksi Nilai Bitcoin Setelah Tembus Harga Rp 445 Juta

Nilai Bitcoin akhirnya menembus level US$ 30.000 atau sekitar Rp 445 juta yang merupakan level psikologi terkuat saat ini. Saat posisi nilai ini terjadi banyak para trader melenyapkan jutaan posisi short. Bagaimana prediksi Bitcoin ke depan?

Dalam dua hari terakhir, posisi short Bitcoin senilai US$ 107 juta telah dilikuidasi di seluruh bursa kripto utama, menurut situs analitik derivatif kripto, CoinGlass. Sekitar US$ 60 juta dalam posisi short ini telah dilikuidasi pada hari Selasa (11/4)saja.

Pada hari Selasa, Bitcoin (BTC) naik sebesar 1,95%. Menyusul reli 4,57% pada hari Senin (10/4), BTC mengakhiri hari di US$ 30.190.

Sentimen Pendorong Bitcoin

Dua hari ini sedang mengalami masa tenang, tanpa indikator ekonomi AS untuk mempengaruhi sentimen investor. Kurangnya statistik membuat pasar terus bertaruh pada kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin di bulan Mei mendatang.

Menurut CME FedWatchTool, ada peluang 69,2% dari kenaikan suku bunga 25 basis pada bulan Mei, naik dari 44,8% pada 4 April. Pergeseran sentimen terhadap The Fed membebani Indeks Komposit NASDAQ, yang turun 0,43% pada hari Selasa.

Faktor penyumbang lain untuk kembali reli di atas US$ 30.000 termasuk diamnya SEC menjelang sidang sub-komite aset digital pada 18 April di Capitol Hill. Selain itu juga ketidaksepakatan antara Ketua SEC, Gary Gensler dan Ketua CFTC, Rostin Behnam tentang klasifikasi kripto sebagai sekuritas dan komoditas harus memberikan perhatian yang lebih besar pada dengar pendapat.

Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.
Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Bagaimana Upgrade Ethereum Shanghai Bisa Pengaruhi Harga ETH?

Hakim yang memimpin kasus terkait kripto telah menyoroti masalah yang dihadapi investor maupun trader. Ketidaksepakatan di antara regulator, komentar Hakim yang menguntungkan, dan dukungan aset kripto yang meningkat di luar perbatasan AS telah meredam efek peraturan SEC dengan penegakan hukum.

Sentimen Jangka Pendek

Pasar kripto akan dihadapi oleh hari yang sibuk di kalender ekonomi AS. Laporan CPI AS dan risalah rapat FOMC akan mempengaruhi pergerakan pasar beberapa hari ke depan.

Setelah Laporan Pekerjaan AS, pasar bertaruh pada kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada bulan Mei. Laporan CPI dan risalah rapat FOMC dapat memperkuat kenaikan suku bunga menjadi 5,25%.

Sementara Laporan CPI kemungkinan akan menjadi pendorong utama, investor harus memantau berita kripto untuk aktivitas regulasi dan komentar anggota parlemen.

Pertemuan IMF/World Bank Spring Meetings akan berlangsung pada Rabu (12/4). Kripto cenderung menjadi topik hangat. Bersamaan dengan Pemerintahan AS, IMF telah mengambil sikap anti-kripto, dengan seruan untuk meningkatkan pengawasan regulasi yang mungkin menjadi tema umum.

Namun, pembaruan dari kasus SEC vs Ripple yang sedang berlangsung dan berita terkait Binance dan Coinbase perlu dipertimbangkan.

Prediksi Harga Bitcoin

Grafik harga harian BTC/USD. Sumber: TradingView.
Grafik harga harian BTC/USD. Sumber: TradingView.

Baca juga: 6 Tips Mengatur Uang THR untuk Investasi Aset Kripto Bagi Pemula

Dikutip FX Empire, Indikator teknis prediksi pergerakan harga Bitcoin bisa dilihat dari analisis teknikalnya. BTC perlu menghindari pivot US$ 30.088 untuk menargetkan Level Resistensi Utama Pertama (R1) di US$ 30.596. Pergerakan melalui tertinggi di US$ 30.494 akan menandakan sesi bullish yang diperpanjang.

Jika reli diperpanjang, BTC kemungkinan akan menguji Level Resistensi Utama Kedua (R2) di US$ 31.003. Level Resistensi Utama Ketiga (R3) berada di US$ 31.918.

Namun bila terjadi penurunan melalui pivot akan memainkan Level Dukungan Utama Pertama (S1) di US$ 29.681. Namun, kecuali aksi jual yang memicu risiko, BTC harus menghindari di bawah US$ 29.500 dan Level Dukungan Utama Kedua (S2) di US$ 29.173. Level Dukungan Utama Ketiga (S3) berada di US$ 28.258.

Pastikan kamu hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.





Sumber : news.tokocrypto.com

6 Tips Mengatur Uang THR untuk Investasi Aset Kripto Bagi Pemula

Tunjangan Hari Raya (THR) bisa menjadi salah satu momen terbaik untuk memulai investasi aset kripto. Pasalnya bagi sebagain orang, THR adalah salah satu momen yang ditunggu-tunggu, karena biasanya mendapatkan dana tamabahan yang jumlahnya cukup besar dan bisa digunakan untuk berbagai keperluan.

THR merupakan salah satu bentuk bonus atau insentif yang biasanya diberikan oleh perusahaan atau pemerintah kepada karyawan atau pegawai menjelang hari raya. Sebagai penerima THR, tentunya kita ingin menggunakan uang tersebut dengan bijak, terutama jika berencana untuk berinvestasi di aset kripto yang dikenal memiliki tingkat risiko yang tinggi.

Investasi kripto menjadi pilihan yang menarik karena potensi keuntungan yang tinggi. Namun, perlu diingat bahwa investasi ini juga memiliki risiko yang cukup besar. Kripto seperti Bitcoin, Ethereum, dan Ripple telah menjadi tren di dunia keuangan. Semakin banyak orang tertarik untuk mencoba peruntungan dalam investasi ini.

Salah satu waktu yang tepat untuk memulai investasi kripto adalah saat mendapatkan uang THR. Berikut ini adalah beberapa tips untuk mengatur uang THR agar dapat digunakan dengan bijak untuk investasi aset kripto.

1. Pahami Dasar-dasar Aset Kripto

Sebelum memulai investasi, penting bagi pemula untuk memahami dasar-dasar aset kripto. Pelajari bagaimana teknologi blockchain bekerja, serta konsep dasar asetkripto seperti kapitalisasi pasar, volatilitas, dan likuiditas. Dengan pengetahuan dasar yang cukup, kamu akan lebih siap untuk menghadapi tantangan dalam berinvestasi kripto.

Ilustrasi Tunjangan Hari Raya (THR). Foto: Shutterstock.
Ilustrasi Tunjangan Hari Raya (THR). Foto: Shutterstock.

Baca juga: Market Watch: Mengapa Bitcoin dan Kripto Lain Naik Hari Ini (11/4)?

2. Tentukan Tujuan Investasi

Sebelum memutuskan untuk menginvestasikan uang THR kamu ke dalam aset kripto, tentukan terlebih dahulu tujuan investasi Anda. Apakah ingin investasi jangka pendek, jangka menengah, atau jangka panjang? Tujuan yang jelas akan membantu kamu dalam menentukan strategi investasi yang sesuai.

3. Alokasikan sebagian THR untuk investasi

Jangan gunakan seluruh uang THR untuk investasi kripto. Alokasikan sebagian saja, misalnya 30% atau 50% dari total uang THR yang diterima. Sisanya, gunakan untuk keperluan lain yang lebih penting atau tabungan.

4. Diversifikasi Portofolio

Salah satu kunci sukses dalam berinvestasi adalah diversifikasi portofolio. Jangan hanya fokus pada satu jenis aset kripto saja. Sebaiknya, investasikan uang THR kamu ke dalam beberapa jenis kripto untuk mengurangi risiko. Dengan melakukan diversifikasi portofolio, kamu akan lebih siap menghadapi fluktuasi pasar dan melindungi nilai investasi.

Ilustrasi investasi aset kripto. Sumber: Shutterstock.
Ilustrasi investasi aset kripto. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Kenal Kripto Arbitrum (ARB) & SPACE ID (ID) yang Listing di Tokocrypto

5. Jangan Terbawa Emosi

Dalam dunia investasi, terutama aset kripto, volatilitas harga sangat tinggi. Oleh karena itu, jangan terbawa emosi saat harga kripto mengalami penurunan atau kenaikan drastis. Tetap tenang, evaluasi situasi, dan jangan membuat keputusan berdasarkan emosi semata.

6. Gunakan Platform Investasi yang Tepat

Pemilihan platform investasi yang tepat sangat penting dalam berinvestasi aset kripto. Pastikan kamu memilih platform yang aman, terpercaya, dan memiliki reputasi baik. Selain itu, perhatikan juga biaya transaksi yang dikenakan oleh platform tersebut. Tokocrypto menjadi platform terpopuler yang bisa kamu pertimbangkan untuk berinvestasi aset kripto.

Tokocrypto juga sudah mengantongi sertifikasi ISO 27001:2013 (Information Security Management System) dan ISO 27017:2013 (Information Security Management System for Cloud Provider). Sertifikasi ini penting untuk menyediakan teknologi dan layanan perdagangan aset kripto di Indonesia yang selaras dengan aspek kerahasiaan, integritas dan ketersediaan informasi yang dikelola.

Selamat mencoba dan semoga sukses!



Sumber : news.tokocrypto.com

Mengapa Bitcoin dan Kripto Lain Naik Hari Ini (11/4)?

Pergerakan pasar kripto, terutama Bitcoin (BTC) terus melonjak pada Selasa (11/4) pagi. Bahkan Bitcoin bergerak melewati level harga US$ 30.000 atau sekitar Rp 446 juta untuk pertama kalinya sejak 10 Juni 2022.

Reli pasar kripto ini terjadi akibat turbulensi perbankan pada bulan Maret lalu, mulai memudar semakin jauh dan investor semakin optimis tentang kebijakan moneter bank sentral AS. Investor kripto yang berada di Amerika Serikat juga mulai kembali ke pasar dari liburan Paskah. Beberapa faktor kemungkinan berkontribusi pada dua penembusan BTC terpisah pada hari Senin (10/4).

Bitcoin yang merupakan aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar baru-baru ini diperdagangkan pada US$ 30.237, naik 6,75% selama 24 jam terakhir, menurut data CoinMarketCap. Bitcoin terakhir mencapai level US$ 30.000 pada 10 Juni 2022, kemudian terus turun ke bawah US$ 20.000, di mana ia menghabiskan sebagian besar akhir tahun 2022 di level tersebut.

market kripto bitcoin
Ilustrasi market kripto bitcoin.

Baca juga: Pasar Kripto Potensi Bullish, Awas Masih Ada Tekanan Makroekonomi

Bitcoin telah melayang di sekitar level US$ 28.000 selama tiga minggu terakhir, karena waspada investor mengukur dampak dari krisis perbankan secara global, tekanan inflasi yang berkelanjutan dan ketidakpastian ekonomi makro lainnya. Kripto Bitcoin naik sekitar 80% year-to-date setelah mulai 2023 berpindah tangan sekitar US$ 16.600.

Kripto melonjak pada bulan Januari di tengah tanda-tanda bahwa inflasi berkurang, terhenti pada bulan Februari, tetapi kemudian mendapatkan kembali momentumnya pada akhir Maret, menyusul kegagalan Silicon Valley Bank (SVB)dan Signature Bank karena beberapa investor mempertanyakan stabilitas sistem moneter saat ini.

Rupanya saat ini, investor telah mendapatkan kembali selera mereka untuk aset yang berisiko, seperti kripto. Aset emas juga baru-baru ini melonjak, melampaui $2.000 untuk pertama kalinya sejak 2020.

Richard Mico, CEO US and Chief Legal Officer Banxa, mencatat bahwa pasti ada pergeseran naratif yang terjadi karena krisis perbankan ini yang menambah momentum Bitcoin. Semakin banyak, “BTC juga dipandang sebagai penyimpan nilai yang andal yang tidak memiliki masalah yang timbul saat menyimpan uang Anda melalui perantara pihak ketiga, atau bank,” katanya dikutip Coindesk.

“Sudah, Bitcoin telah menjadi aset dengan kinerja terbaik di tahun 2023, dan biasanya aset tersebut merespons paling cepat dan keras terhadap perubahan moneter semacam ini.”

“De-dolarisasi juga semakin menjadi bagian dari narasi, yang semakin mempercepat adopsi BTC,” tutup Mico.

market aset kripto
Ilustrasi market aset kripto.

Baca juga: Kenal Kripto Arbitrum (ARB) & SPACE ID (ID) yang Listing di Tokocrypto

Selain BTC, Ethereum (ETH) juga melonjak, melewati level US$ 1.900 atau sekitar Rp 28 juta. Baru-baru ini ETH naik sekitar 1,7% dibandingkan 24 jam sebelumnya. Kripto besar lainnya sebagian besar berwarna hijau, meskipun bernuansa terang. ARB, token Arbitrum blockchain layer-2, baru-baru ini naik lebih dari 2,8%, sementara XRP naik sekitar 1%.

Indeks Pasar CoinDesk , ukuran kinerja keseluruhan pasar kripto, baru-baru ini naik 2,3%. Total market cap pasar kripto mencapai tertinggi tahunan baru US$ 1,23 triliun.

Banyak analis melihat kenaikan pasar kripto terjadi karena merespons positif proyeksi angka inflasi AS terbaru yang akan rilis. Biro Statistik Tenaga Kerja AS akan mengumumkan Consumer Price Index (CPI), indikator makro yang digunakan untuk menghitung inflasi AS pada 12 April 2023, sekitar pukul 19.30 WIB.

Penurunan CPI diperkirakan bisa memberikan sentimen dovish kepada The Fed untuk memperlambat kenaikan suku bunga di masa depan, yang berarti Bitcoin bisa lebih leluasa lagi untuk bullish.

Pastikan kamu hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.





Sumber : news.tokocrypto.com