Tag Archives: jawa

Back To Nature di Ekowisata Kalitalang



Klaten

Wisata alam yang paket komplit bisa ditemui di Ekowisata Kalitalang. Dari sini, Gunung Merapi terlihat dengan gagah saat cuaca bersahabat.

Ekowisata Kalitalang, yang terletak di Desa Balerante, Klaten, Jawa Tengah, pas untuk traveler yang menyukai petualangan. Memiliki pembeda pemandangan spektakuler Gunung Merapi dan suasana padang rumput yang luas, tempat itu merupakan destinasi ideal untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan sahabat dalam suasana alam yang tenang.

Kalitalang mengangkat konsep ecosystem dengan menghadirkan eco-tourism, photo spot, camping dan tracking. Lokasinya berjarak 31 kilometer dari jantung kota Klaten atau butuh waktu sekitar satu jam lebih jika ditempuh dari Tugu Yogyakarta.


Banyak aktivitas yang dapat di jajal di sini, mulai dari sekedar hunting foto hingga merencanakan kemah yang menyenangkan. Letaknya yang berada di ketinggian 1.120 mdpl juga cocok untuk latihan tracking melintasi kawasan ekowisata.

“Kesini nyoba buat tracking ringan karena jalurnya tidak sesusah itu, jadi aksesnya mudah untuk semua orang,” kata Naufal, salah satu pengunjung yang ditemui detikTravel

Yuk, simak ulasan aktivitas di ekowisata Kalitalang, Klaten:

1. Easy Hiking di Tengah Keindahan Alam

Salah satu daya tarik utama Ekowisata Kali Talang adalah jalur hiking yang mudah. Naufal, seorang pengunjung, menjelaskan bahwa jalurnya tidak terlalu sulit, memungkinkan akses bagi banyak orang untuk menikmati keindahan alam sekitar tanpa kesulitan yang berarti.

Dari jalur hiking ini, pengunjung dapat dengan jelas melihat Gunung Merapi yang megah serta menikmati panorama padang rumput yang terhampar luas.

2. Aktivitas Camping dan Fotografi

Bagi penggemar camping, Ekowisata Kali Talang menyediakan berbagai paket camping mulai dari tenda glamping hingga tenda standar, dilengkapi dengan perlengkapan seperti cooking set dan lampu tenda.

Suasana udara sejuk di pagi hari dan pemandangan matahari terbenam yang memukau menjadikan tempat ini sebagai pilihan ideal untuk menghabiskan malam bersama keluarga atau teman-teman.

Spot-spot foto yang tersebar di sekitar lokasi juga menawarkan latar belakang yang sempurna dengan Gunung Merapi dan hamparan rumput sebagai pemandangan utama.

3. Mengenal Lebih Dekat Lokalitas dan Budaya

Tidak hanya itu, kunjungan ke Ekowisata Kali Talang juga memberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan warga setempat yang ramah. Warga sering kali memanfaatkan padang rumput ini untuk mencari pakan ternak, menciptakan suasana yang hangat dan menyambut bagi para pengunjung.

Selain itu, keberadaan objek wisata ini dalam kawasan Taman Nasional Gunung Merapi menambah nilai ekologis dan kelestarian alam yang dijaga oleh para pemuda setempat.

4. Akses dan Fasilitas

Meskipun akses jalan menuju lokasi masih perlu diperbaiki, Ekowisata Kali Talang tetap menawarkan pengalaman berharga bagi setiap pengunjung. Dengan biaya masuk yang terjangkau sebesar Rp 5.000 per orang serta tersedianya area parkir yang aman, pengunjung dapat dengan nyaman menikmati berbagai fasilitas yang disediakan.

Dengan segala keindahannya, Ekowisata Kali Talang dijamin membuat siapa pun yang mengunjunginya merasa terpesona dan ingin kembali lagi. Untuk para pencinta alam dan petualang, tempat ini tidak hanya sekadar destinasi wisata, tetapi juga tempat untuk menciptakan kenangan tak terlupakan di tengah alam yang masih asri dan indah.

(fem/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Tahukah Kamu, Pegunungan Anjasmoro Punya 40 Puncak, tapi Tak Boleh Didaki



Mojokerto

Anjasmoro merupakan pegunungan yang berada di Jawa Timur. Tahukah kamu jika pegunungan ini memiliki 40 puncak, tapi tidak boleh didaki oleh para pendaki.

Pegunungan Anjasmoro terdiri dari gunung-gunung dalam satu gugusan. Pegunungan ini memiliki sejumlah fakta menarik yang mungkin belum banyak orang tahu.

Gunung setinggi 2.282 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini masuk ke dalam lima wilayah kabupaten dan kota, yaitu Kabupaten Jombang, Kediri, Mojokerto, Malang, dan Kota Batu.


Lokasi Gunung Anjasmoro masih satu klaster dengan Gunung Argowayang dan berdekatan dengan Gunung Arjuno-Welirang. Berikut fakta-fakta tentang gunung Anjasmoro:

1. Tidak Boleh Didaki

Gunung Anjasmoro memiliki kawasan hutan dipterokarp bukit, hutan dipterokarp atas, hutan montane, dan hutan ericaceous atau hutan gunung. Pepohonan di gunung ini sangat lebat dan vegetasinya masih alami.

Pada 1992, Kementerian Kehutanan menetapkan pegunungan Anjasmoro sebagai kawasan konservasi. Di mana, Gunung Anjasmoro masuk ke dalam kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo yang berada di bawah Dinas Kehutanan Jawa Timur.

Di gunung Anjasmoro tidak boleh ada aktivitas pendakian. Tahura Raden Soerjo menutup pendakian gunung ini. Bahkan, pendakian di sini memang tidak pernah dibuka sejak zaman dahulu.

2. Jalur Pendakiannya Ekstrem

Selain karena masuk kawasan konservasi, jalur pendakian di gunung Anjasmoro juga masih sangat asing. Meski ada beberapa jalur pendakian, namun medannya ekstrem, super licin, masih asri, dan sepi pendaki.

Masih belum banyak penanda yang jelas di setiap titik sepanjang pendakian gunung Anjasmoro. Ditambah lagi, jalur pendakian yang harus menerobos semak-semak dalam dan basah.

Topografi gunung Anjasmoro yang curam dan terjal juga membahayakan keselamatan pendaki. Itulah alasan mengapa pendakian di gunung Anjasmoro dilarang.

3. Punya 40 Puncak

Gunung Anjasmoro memiliki 40 puncak. Puncaknya pun belum banyak yang menaklukkan, karena memang gunung ini tidak boleh didaki. Puluhan puncak itu terbagi dalam tiga kota dengan titik tertingginya masing-masing.

Di antaranya, ada Top Anjasmoro, Gunung Biru yang berada di ketinggian 2.277 mdpl. Puncak ini terletak di Kota Batu, dengan jalur pendakian via Cangar, Pabrik Jamur. Lalu di Mojokerto ada Puncak Kukusan.

Puncak ini ada di ketinggian 1.950 mdpl dengan jalur pendakian melalui Nawangan dan Rejosari. Selanjutnya, Puncak Cemorosewu di Jombang yang berada 1.800 mdpl dengan jalur pendakian via Carangwulung, Wonosalam.

——-

Artikel ini telah naik di detikJatim.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

7 Wisata Rengasdengklok: Tempat Bersejarah hingga Waterpark


Jakarta

Daerah Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, terkenal dengan sejarahnya yang berkaitan dengan kemerdekaan Indonesia. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin napak tilas sejarah Indonesia.

Buat detikers yang ingin ke Rengasdengklok, kalian tidak hanya bisa berwisata ke tempat-tempat bersejarah. Namun ada tempat wisata lain yang bisa dikunjungi, seperti taman dan waterpark.

Rekomendasi Wisata Rengasdengklok dan Sekitarnya

Berikut ini 7 rekomendasi wisata Rengasdengklok dan sekitarnya yang bisa detikers kunjungi:


1. Rumah Djiaw Kie Siong

Rumah tempat Soekarno dan Hatta disembunyikan di Rengasdengklok, Karawang.Rumah tempat Soekarno dan Hatta disembunyikan di Rengasdengklok, Karawang. Foto: Irvan Maulana/detikJabar

Rengasdengklok terkenal dengan peristiwa penculikan Sukarno-Hatta pada 16 Agustus 1945. Mereka dibawa para pemuda ke rumah Djiaw Kie Siong, seorang warga keturunan Tionghoa.

Di rumah ini, Sukarno-Hatta didesak untuk segera memproklamasikan kemerdekaan tanpa harus menunggu Jepang menyerahkan kemerdekaan. Traveler bisa mendengarkan kisah-kisah tersebut dari keluarga pemilik rumah ini.

Rumah Djiaw Kie Siong dibangun pada 1920. Namun karena terjadi abrasi karena banjir, rumah tersebut dipindahkan dari lokasi semula pada 1957.

“Dulu rumah ini ada di dekat sungai. Tapi tahun 1950 itu ada banjir, karena abrasi, rumah dipindah, dicopot satu per satu kayunya dan dibangun ulang di sini,” kata Yanto, selaku cucu Djiaw Kie Siong, yang dikutip dari detikJabar, Senin (22/1/2024).

Lokasi rumah ini berada di pusat Kecamatan Rengasdengklok, tepatnya di Jalan Bung Karno, Dusun Bojong, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

2. Monumen Kebulatan Tekad

Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok.Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok. Foto: Irvan Maulana/detikJabar

Wisata sejarah lainnya adalah Monumen Kebulatan Tekad yang tak jauh dari rumah Djiaw Kie Siong. Jaraknya hanya sekitar 300 meter. Tempat ini adalah bekas markas tentara PETA (Pelindung Tanah Air).

Monumen ini didirikan setelah kemerdekaan, yakni diresmikan pada 17 Agustus 1950. Bentuk monumen ini memiliki arti simbolik, yaitu:

  • Tundangan tugu: simbol perjuangan seluruh masyarakat Indonesia untuk mencapai kemerdekaan
  • Badan tugu: bentuk segi empatnya menyimbolkan kesatuan perjuangan bangsa.
  • Bulatan tugu: bentuk bulatnya menyimbolkan kebulatan tekad dalam merebut kemerdekaan.
  • Kepalan tangan kiri: melambangkan perlawanan dan memegang teguh kemerdekaan.
  • Rantai dan tiang: berfungsi menjaga monumen, sekaligus simbol ikatan kokoh dan kuat dari seluruh rakyat Indonesia.

3. Taman Hud-hud

Wisata Taman Hud-hud KarawangWisata Taman Hud-hud Karawang Foto: Irvan Maulana/detikJabar

Selain napak tilas sejarah kemerdekaan, traveler juga bisa bersantai sejenak ke Taman Hud-hud. Dikutip dari detikJabar, tempat wisata ini memiliki fasilitas di antaranya kolam renang anak, outdoor dan semi indoor, perosotan, naik kuda, ATV, kolam ikan, danau kecil, dan taman burung.

Penamaan Taman Hud-hud ini terinspirasi dari kisah Nabi Sulaiman. Dalam kisah itu, burung Hud-hud adalah pembawa kabar.

“Kala itu ada seekor burung yang mengabarkan adanya seorang ratu cantik bernama Balqis penyembah matahari, pembawa kabar itu ialah burung Hud-hud,” kata pemilik Taman Hud-hud, Iqbal Jamalulail, dikutip dari detikJabar, Senin (22/1/2024).

Diharapkan agar taman ini selalu membawa kabar baik dan membahagiakan masyarakat. Taman yang memiliki luas sekitar 1,2 hektare ini berada di Jalan Proklamasi, Desa Amansari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang.

Taman Hud-hud buka setiap Selasa-Minggu pukul 08.30-17.00 (khusus Jumat pukul 13.00-17.00 WIB). Harga tiketnya yakni Rp 30 ribu (weekday) dan Rp 50 ribu (weekend).

4. Waterboom Elmujira

Di Rengasdengklok, traveler juga bisa mengajak anak-anak bermain di Waterboom Elmujira yang tak jauh dari Taman Hud-hud. Seperti waterboom lainnya, di sini terdapat sejumlah wahana menarik, seperti beberapa jenis perosotan, kolam beraneka kedalaman, dan ember tumpah.

Waterboom ini berada di Jalan Raya Rengasdengklok, Desa Amansari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang. Tempat ini buka setiap hari pukul 09.00-20.30 WIB. Harga tiketnya Rp 30 ribu per orang.

5. Kompleks Percandian Batujaya

Candi Blandongan dan Jiwa di Kawasan Percandian Batujaya Karawang masih terendam banjir akibat intensitas hujan tinggi dan adanya luapan air irigasi Desa Segaran.Candi Blandongan dan Jiwa di Kawasan Percandian Batujaya Karawang. Foto: Yuda Febrian Silitonga

Di sekitar Rengasdengklok juga ada sejumlah tempat wisata yang bisa detikers kunjungi. Salah satunya Kompleks Percandian Batujaya.

Dikutip dari situs Kemdikbud, Kompleks Percandian Batujaya ini disebut sebagai candi tertua di Nusantara. Kompleks percandian ini dibangun pada zaman Kerajaan Tarumanagara yang bercorak Hindu.

Uniknya, candi-candi tersebut merupakan candi Buddha. Hal ini menunjukkan tingginya toleransi antar umat beragama pada masa itu. Terdapat 39 lokasi percandian di kompleks tersebut.

Letaknya berada di Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Jabar. Dari Kecamatan Rengasdengklok, jaraknya sekitar 18 km atau ditempuh sekitar 30 menit.

6. Kawung Tilu Bojong

Jika mencari wisata alam di sekitar Rengasdengklok, detikers bisa mampir ke Kawung Tilu Bojong yang berada di selatan Rengasdengklok. Taman ini cukup hits karena penataan yang instagramable.

Dikutip dari situs Kemenparekraf, Kawung Tilu Bojong Rangkas Wisata ini dibangun di atas lahan seluas sekitar 15 hektare. Selain menyajikan panorama alam pepohonan jati yang rindang, taman ini juga memiliki penangkaran hewan, aneka wahana, dan taman bermain anak.

Beberapa fasilitasnya antara lain penangkaran rusa, penangkaran domba Garut, wahana kicau burung, naik ATV, dan taman bermain anak.

Kawung Tilu Bojong Rangkas terletak di Ciranggon, Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. Dari Rengasdengklok, jaraknya sekitar 20 km atau ditempuh sekitar 40 menit.

7. Waterpark Megasari

Terakhir ada Waterpark Megasari yang juga berada di Kabupaten Bekasi. Waterpark ini khas dengan ornamen-ornamen berbentuk binatang raksasa, seperti dinosaurus, jerapah, hingga kupu-kupu.

Terdapat beberapa kolam untuk anak dan dewasa, kolam busa, kolam arus, dan mini zoo. Wahananya antara lain ember tumpah, beberapa jenis seluncuran. Traveler juga bisa berfoto-foto dengan nuansa Korea dan Jepang.

Waterpark Megasari berlokasi di Desa Sumbersari Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi. Dari Rengasdengklok, jaraknya cuma 3 km, atau sekitar 10 menit perjalanan. Harga tiket masuk Rp 35 ribu saat weekday dan Rp 45 ribu saat weekend dan liburan.

Nah, itulah tadi 7 rekomendasi wisata Rengasdengklok dan sekitarnya. Tidak cuma wisata sejarah, tetapi ada juga wisata alam dan waterpark.

(bai/row)



Sumber : travel.detik.com

Nongkrong di Kampoeng Djoeang, Kafe Vintage di Ujung Museum Satriamandala



Jakarta

Butuh tempat nongkrong yang anti mainstream? Traveler dari Jakarta dan sekitarnya bisa berkunjung ke salah satu kafe yang terletak di kawasan Museum Satriamandala, yakni Kampoeng Djoeang.

Ornamen vintage ala-ala rumah joglo bikin nuansa adem seperti di rumah nenek ditambah dengan suasana yang sejuk karena banyak pepohonan.

Jika berkesempatan untuk datang ke Museum Satriamandala di Jalan Gatot Subroto No. 14 Jakarta Selatan, kamu harus coba datang ke Kampoeng Djoeang. Kafe itu memang berada di pojokan, tepatnya berada di belakang salah satu bangunan museum, yakni ruang diorama tiga dan empat atau tak jauh dari Taman Soekarno.


Tampak depan kafe, pengunjung akan disambut dengan dua mobil tua yang tampilannya begitu keren, satu mobil van berwarna putih dan satu lagi gahar berwarna hitam.

Di tengah kedua mobil itu juga terdapat patung Panglima Besar Jenderal Sudirman, saat detikTravel berkunjung sore hari ke kafe itu, Rabu (17/7/2024) lantunan musik khas Jawa menyambut dengan apik.

Cuaca yang tidak terlalu panas juga seakan mendukung kedatangan ke Kampoeng Djoeang, ketika masuk ke dalam langsung tampak kejadulan kafe itu dengan property lawasnya. Mulai dari kursi, meja, tv analog, hingga ke pernak-pernik militer.

Dari informasi yang ada, konsep kafe Kampoeng Djoeang ini merujuk pada tempat tinggal dan markas dari Jenderal Sudirman dan pasukannya. Kafe itu berbentuk rumah joglo.

Kampoeng Djoeang adalah kafe di Jakarta dengan ornamen vintage ala-ala rumah joglo bikin nuansa seperti di rumah nenek. Begini suasananya.Kampoeng Djoeang adalah kafe di Jakarta dengan ornamen vintage ala-ala rumah joglo bikin nuansa seperti di rumah nenek. Begini suasananya. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Untuk melibas rasa haus yang sudah melanda sedari pagi, segelas minuman Kiwi Breeze yang dibanderol harga Rp 30.000 jadi pilihannya.

Kombinasi buah kiwi dan jeruk begitu segar masuk ke dalam kerongkongan, ditambah suasana yang nyaman membuat duduk-duduk sore kali ini sangat nikmat. Tentunya Kampoeng Djoeang juga masih menyimpan menu-menu lain mulai dari makanan ringan, berat, dan berbagai minuman khas kafe itu.

Menu ‘sadjian oetama’ Kampoeng Djoeang terdapat berbagai makan berat seperti berbagai variasi nasi goreng hingga mie goreng. Tentunya dengan selipan nuansa sejarah dan kedaerahan, salah satunya Nasi Goreng Padri yang harganya Rp 40.000.

Rata-rata sajdian oetama di Kampoeng Djoeang di harga Rp 40.000. Jika ingin cemal-cemil, pengunjung juga bisa memilih sajian seperti cireng, tempe pleton (mendoan), kentang goreng, dan masih banyak lagi. Harga untuk kudapan tersebut dimulai dari harga Rp 25.000.

Dan untuk variasi minumannya, pengunjung juga bisa memilih minuman kopi ataupun non kopi seperti yang detikTravel pilih. Bagi pecinta kopi di Kampoeng Djoeang terdapat menu kopassus atau kopi susu dan kodam atau hitam aren yang keduanya dibanderol Rp 30.000 untuk kopassus dan Rp 25.000 untuk kodam.

Varian kopi lainnya pun masih ada lagi, Kampoeng Djoeang juga menyedia minuman hangat seperti wedang uwuh hingga bajigur. Untuk minuman dingin nan segar terdapat pine coaster, candy love, choco butternut, dan yang lainnya.

Harga minuman di sini mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 35.000. Kampoeng Djoeang cocok dinikmati ketika terik matahari tengah bersahabat atau dinikmati saat sore tiba, tenang saja tempat ini tutup hingga pukul 20.00 WIB.

Kampoeng Djoeang adalah kafe di Jakarta dengan ornamen vintage ala-ala rumah joglo bikin nuansa seperti di rumah nenek. Begini suasananya.Kampoeng Djoeang adalah kafe di Jakarta dengan ornamen vintage ala-ala rumah joglo bikin nuansa seperti di rumah nenek. Begini suasananya. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

“Kami buka setiap weekdays itu dari jam 08.00 sampai 20.00 WIB, kalau weekend kita buka dari jam 09.00 sampai 20.00 WIB,” kata salah satu pegawai Kampoeng Djoeang.

Salah satu pengunjung yang datang ke Kampoeng Djoeang, Deva, mengatakan Kampoeng Djoeang cocok untuk yang suka foto-foto dan ia mengetahui tempat ini dari media sosial. Selain ingin berkunjung ke Kampoeng Djoeang, ia dan pasangannya itu sekalian untuk melihat Museum Satriamandala.

“(Dari Museum Satriamdala) Terus juga sekalian ke Kampoeng Djoeang juga karena di dalam museum ada café. Nah itu juga termasuk vibesnya vintage gitu jadi cocok buat anak-anak yang suka foto-foto,” kata Deva.

“Seneng soalnya ke sini bisa sambil belajar (sejarah) juga sama lihat kafenya ternyata di dalam (kawasan) museum juga ada café yang bagus,” ujar dia.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Umbul Buto Klaten dan Kisah Asal-usulnya



Klaten

Di Klaten, ada pemandian mata air dengan nama Umbul Buto. Kisah tentang asal usul umbul ini menarik untuk disimak. Seperti apa?

Nama Buto dalam bahasa Jawa berarti Raksasa dalam seni pewayangan. Tidak seperti namanya yang berkonotasi seram, pemandian ini ternyata tempatnya adem.

Umbul Buto berada di sisi utara desa Kedungan, kecamatan Pedan, di tepi perkampungan padat penduduk Klaten. Di Utara mata air tersebut, terdapat persawahan padi dan tanaman palawija yang membentang.


Pantauan di lokasi, Umbul Buto yang mulai kusam airnya karena kemarau berada di tepi jalan desa. Mata air di umbul seukuran sekitar 8×8 meter dengan kedalaman sekitar lima meter itu dikelilingi dua pohon beringin besar dan tiga pohon gayam tua.

Dahannya yang besar dan daunnya yang rimbun membuat Umbul Buto tak mudah tersentuh sinar matahari. Di Utara dan timur dasar umbul yang mulai menyusut airnya terdapat saluran air mengarah ke sawah.

Di tengah air umbul yang mulai dipenuhi sampah daun, dua batu menyembul. Batu berbentuk patung topeng buto itulah yang konon menjadi asal julukan bagi Umbul Buto.

“Ada empat patungnya, yang buat tidak tahu dan sejak dulu sudah ada. Lha itu (menunjuk ke bawah) mulai kelihatan batunya,” ungkap Heri (50) pengelola warung di lokasi.

Menurut Heri, umbul itu dulunya dimanfaatkan untuk pengairan sawah oleh pemerintah Belanda. Disebut Umbul Buto karena ada patungnya.

“Ya karena ada patungnya itu namanya. Dulu sering digunakan nepi (menyendiri) tapi sekarang tidak lagi, tidak ada cerita aneh-aneh,” jelas Heri yang tinggal di lokasi.

Umbul Buto di Desa Kedungan, Kecamatan Pedan, Klaten.Umbul Buto di Desa Kedungan, Kecamatan Pedan, Klaten. Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng

Jarwo (75), warga lain menyatakan sejak dirinya kecil umbul juga sudah ada. Konon menurut cerita orang tua-tua ada pentas tayub tapi gongnya dimasukkan ke umbul itu untuk menutupi mata air yang terlalu deras.

“Ono ledek sak gamelane ditanggap, gong e dilebokne kene ben ora dadi segara (ada penari tayub bersama gamelan pentas, gamelan dimasukkan sini agar tidak jadi laut),” tutur Jarwo dengan bahasa Jawa campuran kepada detikJateng di lokasi.

Menurut Jarwo, zaman dulu umbul itu airnya banyak dan bening untuk mandi. Tetapi sekarang sudah tidak digunakan dan hanya digunakan untuk mencari angin masyarakat.

“Untuk ngadem warga. Tidak ada yang aneh-aneh setiap hari ramai untuk duduk-duduk,” jelasnya.

Kades Kedungan, Kecamatan Pedan, Bagus Wahyu Dewanto, menuturkan umbul Buto dulunya dimanfaatkan untuk pengairan Belanda. Disebut Umbul Buto karena ada patung kepala raksasa buto di dasarnya.

“Di bawah itu ada patung kepala buto, jumlahnya empat dan untuk apa fungsinya kita tidak tahu. Bukan ditemukan baru karena sejak dulu sudah ada, nanti kalau puncak kemarau kelihatan,” ucap Bagus Wahyu kepada detikJateng.

Umbul itu, terang Bagus Wahyu, konon berhubungan dengan dua umbul di utaranya yaitu Umbul Cilik dan Umbul Gede. Umbul cilik dimanfaatkan untuk Pamsimas.

“Umbul cilik dimanfaatkan untuk Pamsimas. Yang Umbul Buto dua tahun lalu kita beri pagar dan tulisan untuk ruang terbuka hijau karena ada pohon-pohon besarnya, terutama pohon gayam,” kata Bagus Wahyu.

——–

Artikel ini telah naik di detikJateng.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

10 Wisata Gresik yang Sayang Dilewatkan, Keindahan Alam hingga Sejarah


Gresik merupakan salah satu daerah di Jawa Timur yang menawarkan destinasi wisata menarik. Mulai dari warisan sejarah, pesona alam, hingga kuliner khas menjadikannya destinasi yang layak untuk dijelajahi.

Dari catatan detik Jatim, tercatat bahwa Gresik memiliki total 131 destinasi wisata. Simak beberapa wisata Gresik berikut ini untuk referensi.

Rekomendasi Wisata Gresik

Dinas pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, dan Pemuda Olahraga Gresik membagi daftar wisata dalam beberapa objek. Misalnya, wisata alam, wisata religi, wisata sejarah, wisata belanja, hingga wisata kuliner, hingga wisata belanja.


1. Setigi Gresik

Wisata Alam SetigiWisata Alam Setigi di Gresik. (Deny Prastyo Utomo/detikTravel)

Jika detikers ingin berwisata alam di Gresik, kamu bisa mengunjungi objek wisata Selo Tirto Giri alias Setigi. Setigi berasal dari kata selo (batu), tirto (air) dan giri (bukit).

Dinamakan demikian, karena kawasannya dikelilingi bebatuan, bukit dan danau di tengah-tengahnya. Tempat wisata ini diresmikan pada 2020 lalu.

Dilansir akun Instagramnya @wisatasetigi, wisata ini mengusung konsep edutainment dari sejarah dan keindahan alam yang memukau.

Sebelum jadi tempat wisata, kawasan ini merupakan lahan bekas tambang. Setelah tidak dipakai lagi, masyarakat setempat secara mandiri akhirnya merubah tempat ini menjadi daerah wisata yang menarik.

Di Wisata Setigi Gresik pengunjung bisa menikmati pemandangan bukit kapur, telaga warna, patung Semar, jembatan peradaban, candi topeng nusantara, miniatur masjid Persia, air terjun dan masih banyak lagi.

Pengunjung juga bisa menikmati ragam kuliner di Wisata Setigi, karena di sana banyak kios makanan dan minuman dengan harga terjangkau.

  • Lokasi: Area Sawah, Sekapuk, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik.
  • Jam Buka: Senin – Minggu, mulai pukul 08.00-17.00 WIB.
  • Harga Tiket Masuk: Dewasa Rp 15.000 dan Rp 10.000 untuk anak-anak.

2. Lontar Sewu

Wisata Lontar SewuWisata Lontar Sewu Gresik. (Jemmi Purwodianto)

Di Eduwisata gresik Lontar Sewu, pengunjung bisa bermain berbagai wahana untuk anak-anak dan orang dewasa. Mulai dari wahana bianglala, rumah balon, mandi bola, kereta mini, carousel, taman kelinci, hingga flying fox.

Untuk bisa naik wahana, pengunjung perlu bayar lagi ya. Harga setiap wahana cukup terjangkau kok, dilihat dari akun @explore_lontarsewu, biayanya mulai dari Rp 5.000 – 25.000 saja.

  • Alamat: Wisata Desa Hendrosari, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik.
  • Jam Buka: buka setiap hari mulai dari 08.00 – 21.00 WIB.
  • Harga Tiket Masuk: Senin – Jumat Rp 8.000 per tiket, semantara Sabtu – Minggu dan hari libur Rp 10.000.

3. Pantai Delegan

Pantai Delegan GresikPantai Delegan Gresik. (Jemmi Purwodianto)

Pantai Delegan menjadi salah satu wisata Gresik yang wajib dikunjungi. Di sini, kamu bisa melihat pemandangan laut utara Jawa dengan ombaknya yang relatif tenang.

Meski tergolong kecil, ada berbagai aktivitas di pantai ini. Mulai dari menikmati dan bermain pasir putih, berenang di sekitar bibir pantai, menyewa banana boat, hingga menaiki perahu bebek.

Bagi wisatawan yang tidak bisa berenang, jangan khawatir karena tidak ada penyewaan pelampung ban. Di sekitar sana, pantai juga terdapat kios

Angin laut sepoi-sepoi sekitar juga kerap menjadi tempat untuk bermain layang-layang. Di sana, ada kios juga yang menjual layang-layang.

  • Alamat: Secara administratif, Pantai Delegan terletak di Kabupaten Gresik, tepatnya di Desa Dalegan, Kecamatan Panceng.
  • Jam Buka: buka setiap hari mulai pagi hari pukul 07.00 – 17.00 WIB.
  • Harga Tiket Masuk: Rp 10.000.

4. Makam Sunan Gresik

Bacapres Anies Baswedan ziarah ke makam Sunan Maulana Malik Ibrahim di Gresik. Ziarah tersebut bertepatan dengan Haul Sunan Gresik.Suasana ziarah ke makam Sunan Maulana Malik Ibrahim di Gresik. Ziarah tersebut bertepatan dengan Haul Sunan Gresik. (Jemmi Purwodianto/detikJatim)

Dijuluki kota Santri, itulah yang jadi alasan Gresik terkenal menjadi tempat wisata religi. Salah satu wisata religi yang bisa dikunjungi adalah makam sunan.

Sunan Gresik sendiri menjadi salah satu dari 9 Wali Songo yang menyebarkan Islam di Tanah Jawa. Wisatawan bisa berziarah ke makam Sunan Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik).

Makam Sunan Gresik juga dikelilingi oleh pemakaman keluarga dan umum. Biasanya, selesai berziarah ke Makam Sunan Gresik, wisatawan akan mampir ke Masjid Komplek Makam Sunan Gresik guna melaksanakan salat.

  • Alamat: Jalan Malik Ibrahim, Desa Gapuro Sukolilo, Kota Gresik, Jawa Timur.
  • Jam Buka: buka setiap hari selama 24 jam.
  • Harga Tiket Masuk: Peziarah tidak dikenakan biaya tiket masuk alias gratis.

5. Pulau Bawean

Danau Kastoba Pulau BaweanDanau Kastoba di Pulau Bawean. (Pradikta Kusuma/d’Traveler)

Pulau Bawean menjadi destinasi wisata Gresik dengan pemandangan alam ynag menawan. Bisa dibilang ini adalah pulau terluarnya kota Gresik.

Untuk ke sini, kamu bisa mencoba rute jalur laut lewat Pelabuhan Gresik dan Pelabuhan Paciran, Lamongan.

Di pulau ini kita bisa menikmati pantai Gili dengan pasir putihnya, pantai Mayangkara, pantai Mombhul, danau Kastoba yang ada di bagian tengah pulau, hingga Air Terjun Laccar.

  • Alamat: Sekitar 135 kilometer sebelah utara Kota Gresik.
  • Jam Buka: 24 jam.
  • Harga Tiket Masuk: gratis

6. Telaga Ngipik

Berburu senja di Telaga Ngipik, GresikSenja di Telaga Ngipik, Gresik. (Jemmy Purwodianto/detikJatim)

Telaga Ngipik lokasinya ada di tengah kepadatan industri kota Gresik. Disebut Ngipik karena lokasinya ada di Kelurahan Ngipik.

Telaga ini membentang seluas 20 hektare. Di sini, pengunjung bisa bersantai, piknik, sambil menikmati air telaga dengan pepohonan yang rindang yang mengelilinginya.

Biasanya, semakin sore pengunjung yang datang semakin banyak. Mereka berlomba-lomba untuk mencari view terbaik untuk berfoto.

  • Alamat: Jalan Siti Fatimah binti Maimun, bersebelahan dengan Kawasan Industri Gresik (KIG).
  • Jam Buka: 24 jam
  • Harga Tiket Masuk: gratis (hanya dikenakan biaya parkir saja sekitar Rp 2.500).

7. Giri Kedaton

Giri Kedaton di gresikGiri Kedaton di Gresik (Intan Puspita/detikTravel)

Giri Kedaton menjadi objek wisata sejarah di Gresik yang bisa kamu kunjungi. Ini adalah situs kedaton (istana) di era Giri I, yaitu Sunan Giri (Raden Paku atau Raden Ainul Yaqin).

Giri Kedaton berdiri di puncak sebuah bukit dengan tanjakan yang relatif curam. Dilansir situs Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gresik, Giri Kedaton didirikan pada sekitar tahun 1487 M oleh oleh Sunan Giri.

Awalnya, bangunan ini merupakan pesantren tempat Sunan Giri mengajarkan ajaran Agama Islam kepada para santrinya.

Kini, Giri Kedaton kerap didatangi peziarah maupun wisatawan umum sebagai tempat bermunajat maupun belajar sejarah bangunan kuno.

  • Alamat: Wilayah Sidomukti, Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.
  • Harga Tiket Masuk: gratis (hanya dikenakan biaya parkir kendaraan).

8. Banyuurip Mangrove Center

Banyuurip Mangrove Center adalah wisata Gresik yang menawarkan sarana edukasi, konservasi, dan rekreasi mangrove. Ekowisata mangrove dengan hamparan hutan bakau di tepi laut Ujung Pangkah.

  • Alamat: Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik.
  • Jam Buka: buka setiap hari, Senin-Kami mulai dari pukul 08.000 – 16.00 WIB, Jumat 08.000 – 11.00 WIB dengan istirahat dari 13.00 – 16.000. Weekend 08.000 – 16.00 WIB.
  • Harga Tiket Masuk: Harga menyesuaikan paket wisata.

9. Wisata Bajak Laut

Wisata Bajak Laut adalah waterpark atau kolam renang Gresik yang menjadi destinasi liburan yang cocok untuk keluarga. Di waterpark ini, pengunjung bisa bermain seluncur air yang terkenal berbentuk tentakel gurita.

  • Alamat: Desa Masangan, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik.
  • Jam Buka: setiap hari dari pukul 8.00 – 17.00 WIB.
  • Harga Tiket Masuk: Weekdays Rp 10.000 dan weekend Rp 15.000.

10. Pulau Gili Noko

Pulau Berbentuk Hati di Bawean GresikPulau Gili Noko. (Yunizar Permadi/d’Traveler)

Sama seperti destinasi yang ditawarkan Pulau Bawean, Pulau Noko memiliki pantai yang menyerupai sebuah pulau kecil di tengah-tengah laut (pulau itu sendiri).

Selain bisa melihat hamparan pasir putih nan indah, ini adalah tempat yang keren untuk snorkling. Saking beningnya, dengan mata telanjang wisatawan juga bahkan bisa melihat habitat laut di dalamnya.

  • Alamat: Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik.
  • Jam Buka: setiap hari 24 jam.
  • Harga Tiket Masuk: gratis.

Setiap sudut Gresik meman menawarkan tempat dengan kegiatan dan keindahan. Jadi, jangan ragu untuk memasukkan Gresik ke dalam daftar destinasi wisata kalian ya detikers.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Daya Tarik, Lokasi, Harga Tiket


Jakarta

Di selatan Makassar, terdapat Kabupaten Gowa yang memiliki beragam tempat wisata yang menarik. Tempat pariwisata Gowa ini mulai dari wisata alam, wisata buatan, wisata sejarah, hingga religi.

Buat traveler yang berwisata di Gowa dan sekitarnya, simak dulu 15 tempat pariwisata Gowa berikut ini, lengkap dengan daya tarik, lokasi, dan harga tiketnya.

Rekomendasi Pariwisata Gowa

Inilah 15 rekomendasi tempat pariwisata Gowa yang dikutip dari situs Pemkab Gowa:


1. Danau Tanralili

Indahnya Danau Tanralili di Gowa, Sulsel. (Syachrul Arsyad/detikSulsel)Indahnya Danau Tanralili di Gowa, Sulsel. (Syachrul Arsyad/detikSulsel) Foto: Indahnya Danau Tanralili di Gowa, Sulsel. (Syachrul Arsyad/detikSulsel)
  • Lokasi: Desa Manimbahoi, Kecamatan Parigi, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
  • Jam buka: 24 jam.
  • Harga tiket masuk: Rp 5 ribu.

Danau Tanralili berada di kaki Gunung Bawakaraeng. Danau ini memiliki pemandangan telaga berair jernih, pegunungan hijau, dan suasananya yang sejuk. Keindahannya sering dibandingkan dengan Ranu Kumbolo di Gunung Semeru, Jawa Timur.

Danau Tanralili terbentuk akibat longsoran gunung yang membentuk cekungan dalam. Makanya. Untuk mencapai Danau Tanralili, membutuhkan waktu sekitar 3 jam dari Kota Makassar.

2. Bendungan Kampili

  • Lokasi: Desa Kampili, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
  • Jam buka: 24 jam.
  • Harga tiket masuk: gratis.

Selain digunakan untuk kepentingan irigasi, Bendungan Kampili juga menjadi tempat wisata yang menarik, sehingga sering dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara. Saat kemarau, aliran airnya jernih. Bebatuan di tepi danau juga membuatnya semakin eksotis.

Namun saat musim hujan, debit airnya meningkat dan airnya menjadi kecoklatan. Batu-batu juga menjadi berlumut dan cukup licin.

3. Bendungan Bili-bili

Bendungan Bili-Bili Kabupaten GowaBendungan Bili-Bili Kabupaten Gowa (smartcity.gowakab.go.id)
  • Lokasi: Desa Bili-bili, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa.
  • Jam buka: 24 jam.
  • Harga tiket masuk: Rp 2 ribu.

Dilansir dari situs Kemenkeu, Bendungan Bili-bili awalnya digunakan untuk sarana drainase pada saluran Sinri Jala, Jongaya, dan Panampu karena sudah tidak memadai serta sering membuat genangan di daerah hilir Sungguminasa.

Dikutip dari detikSulsel, pemandangannya yang menarik membuat Bendungan Bili-bili juga menjadi tempat wisata. Di sekeliling bendungan terdapat berbagai spot yang bisa digunakan untuk menikmati pemandangan bendungan, seperti tempat makan, tempat camping, dan hotel.

4. Makam Sultan Hasanuddin dan Raja-raja Lain

Bendungan Bili-Bili Kabupaten GowaMakam Sultan Hasanuddin. (detikcom)
  • Lokasi: Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
  • Jam buka: 07.00-17.00 WITA.
  • Harga tiket masuk: gratis.

Sultan Hasanuddin adalah pahlawan nasional Indonesia yang dimakamkan di kompleks pemakaman di puncak Bukit Tamalate. Luas kompleks ini yakni 2.352 m².

Selain Sultan Hasanuddin, terdapat 24 situs pemakaman raja-raja lain dari Kerajaan Gowa sejak sebelum masa Islam di Sulawesi Selatan. Hal ini ditunjukkan dengan arah makam yang membujur ke timur-barat.

Beberapa tokoh yang dimakamkan di Kompleks Pemakaman Sultan Hasanuddin adalah I Tajiibang Daeng Marompa Karaeng Data Tunibatta (Raja Gowa ke-11 yang wafat pada 1565) dan Arung Lamoncong (bangsawan Kerajaan Bone), dan Karaeng I Mallingkari Daeng Manjori Karaeng Katangka Sultan Abdullah Awalul Islam Tumenanga Riagamana Raja Tallo (wafat pada 1636).

5. Air Terjun Parangloe

Air Terjun ParangloeAir Terjun Parangloe Foto: Air Terjun Parangloe. (smartcity.gowakab.go.id)
  • Lokasi: Belapunranga, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
  • Jam buka: 24 jam.
  • Harga tiket masuk: Rp 5 ribu + dana kebersihan Rp 3 ribu.

Kabupaten Gowa memiliki banyak air terjun yang menjadi tempat wisata, salah satunya Air Terjun Parangloe. Air terjun ini tidak meluncur deras dari ketinggian, tetapi mengalir berundak dari batuan yang bertingkat. Airnya yang jernih membuat wisatawan senang bermain air di bawahnya.

Namun untuk bisa menikmati keindahan ini, traveler harus menempuh perjalanan panjang. Kalian harus berjalan kaki sekitar 45 menit hingga 1 jam dari tempat parkir.

6. Air Terjun Cinta

Air terjun CintaAir terjun Cinta Foto: (Abdy Febriady/detikcom)
  • Lokasi: Tamalatea, Manuju, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
  • Jam buka: 24 jam.
  • Harga tiket masuk: Rp 5 ribu.

Air Terjun Cinta memiliki keunikan pada bentuk kolamnya yang berbentuk hati. Kondisi lingkungan di sekitarnya masih alami. Airnya pun masih jernih, sehingga cocok buat traveler yang mencari nuansa alami dan ketenangan.

7. Air Terjun Biroro

Air terjun Biroro di GowaAir terjun Biroro di Gowa (Muhammad Bakri/detikTravel)
  • Lokasi: Bonto Lerung, Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
  • Jam buka: 09.00-17.00 WITA.
  • Harga tiket masuk: gratis.

Air Terjun Biroro memiliki suasana yang masih alami dan sepi. Sepanjang perjalanan menuju air terjun, traveler dapat menikmati pemandangan sawah dengan latar belakang Gunung Bawakaraeng. Airnya yang jernih membuat traveler akan senang berenang di sana.

Air Terjun Biroro berjarak sekitar 5 km dari pusat kota Malino, atau sekitar 77 km dari Kota Makassar. Sampai di tempat parkir di perkampungan warga, traveler harus berjalan kaki sekitar 2 km untuk mencapai air terjun.

8. Air Terjun Takapala

Destinasi wisata Air Terjun Takapala, Kabupaten Gowa, Sulsel.Destinasi wisata Air Terjun Takapala, Kabupaten Gowa, Sulsel. Foto: (Ibnu Munsir/detikSulsel)
  • Lokasi: Kampung Takapala, Desa Bontolerung, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
  • Jam buka: 24 jam.
  • Harga tiket masuk: Rp 7 ribu.

Jika ingin melihat air terjun yang tinggi dengan air yang meluncur deras, traveler bisa berwisata ke Air Terjun Takapala. Ketinggiannya mencapai 109 meter dengan debit air yang cukup besar.

Tebing-tebing curam membuat air terjun ini tampak eksotis. Belum lagi cipratan air yang membentuk kabut di bawah membuat pemandangan semakin menakjubkan. Untuk mencapai air terjun, traveler bisa naik bukit batu yang dikenal memiliki 1.000 anak tangga.

9. Malino Highlands

Destinasi wisata Air Terjun Takapala, Kabupaten Gowa, Sulsel.Pemandangan di Malino Foto: (Basri/d’Traveler)

Lokasi: Pattapang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Jam buka: 07.00-18.00 WITA.
Harga tiket masuk:

  • Weekday: Rp 50 ribu untuk dewasa dan Rp 25 ribu untuk anak.
  • Weekend: Rp 65 ribu untuk dewasa dan Rp 35 ribu untuk anak.

Malino Highlands adalah kawasan wisata yang lengkap, mencakup penginapan, kuliner, pemandangan alam, hingga aktivitas menarik seperti trekking di alam, main ATV, berkuda, panahan, bersepeda, dan beraneka paket wisata.

Di ketinggian sekitar 1.200 mdpl, wisatawan akan merasakan suasana sejuk. Kalian juga bisa jalan-jalan di perkebunan teh Dataran Tinggi Malino yang luasnya sekitar 200 hektare.

10. Permandian Je’ne Tallasa Sileo

Destinasi wisata Air Terjun Takapala, Kabupaten Gowa, Sulsel.Permandian Je’ne Tallasa Sileo (smartcity.gowakab.go.id)
  • Lokasi: Sileo, Paraikate, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
  • Jam buka: 08.00-17.00 WITA.
  • Harga tiket masuk: Rp 20 ribu untuk dewasa, Rp 15 ribu untuk anak-anak (weekend + Rp 5 ribu)

Permandian Je’ne Tallasa menjadi tempat wisata favorit di Gowa di akhir pekan, terutama untuk anak-anak. Objek wisata air ini memiliki luas sekitar 20 hektare. Wahana di sini antara lain beraneka seluncuran, ember tumpah, dan wahana lainnya.

11. Istana Balla Lompoa

Museum Balla LompoaMuseum Balla Lompoa (Ibnu Munsir/detikcom)
  • Lokasi: Jalan Sultan Hasanuddin Nomor 48, Sungguminasa, Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
  • Jam buka: 08.00-16.00 WITA.
  • Harga tiket masuk: Rp 2 ribu.

Kata Balla Lompoa berarti rumah besar. Rumah ini adalah istana yang menjadi tempat tinggal Raja Gowa. Situs seluas 3 hektar ini dibangun tahun 1936 oleh Raja Gowa ke-XXXV I Mangimangi Daeng Matutu, Karaeng Bontonompo yang bergelar Sultan Muhammad Tahir Muhibuddin.

Kini bangunan ini digunakan sebagai museum. Di bagian belakang istana terdapat tembok batu alam yang tebal dengan pintu kayu yang lebar dan kokoh. Di bagian depan terdapat pagar permanen yang rendah dan halaman yang terbuka

12. Sierra Sky View Malino

Sierra Sky View Malino GowaSierra Sky View Malino Gowa (smartcity.gowakab.go.id)
  • Lokasi: Jl. Poros Malino, Pattapang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
  • Jam buka: 09.00-18.00 WITA.
  • Harga tiket masuk: Rp 25 ribu.

Sierra Sky View berada di dataran tinggi Malino yang sejuk. Tempat wisata ini menawarkan nuansa bangunan miniatur dunia, mulai dari kincir angin Belanda, Jembatan Venice Italia, bangunan Swiss, Kota Santorini, hingga bangunan khas Jepang, China, dan Korea. Selain itu terdapat ayunan raksasa dan jembatan kaca.

13. Rainbow Garden Gowa

Sierra Sky View Malino GowaRainbow Garden Gowa (Arnas Padda/Antara)
  • Lokasi: Jalan Dato Ri Panggentungang, Tamarunang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
  • Jam buka: 07.00-18.00 WITA.
  • Harga tiket masuk: Rp 10 ribu.

Rainbow Garden Gowa adalah taman yang memiliki beragam bunga yang menghampar luas. Bunga yang paling dominan adalah bunga celosia, bunga matahari dan kenop. Tempatnya berada tepat di tengah sawah, sehingga tampak unik.

Taman bunga ini cocok buat traveler yang suka berfoto-foto. Terlebih ketika hari sudah hampir gelap, cahaya oranye akan membuat tempat ini semakin eksotis.

14. Kebun Binatang Citra Satwa Celebes

Kebun Binatang Citra Satwa Celebes GowaKebun Binatang Citra Satwa Celebes Gowa (Gowakab.go.id)
  • Lokasi: Sokkolia, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
  • Jam buka: 08.00-17.00 WITA.
  • Harga tiket masuk: Rp 20 ribu.

Salah satu tempat pariwisata Gowa yang cocok untuk anak-anak adalah Kebun Binatang Citra Satwa Celebes. Di bagian depan, traveler akan disuguhi koleksi aneka burung, mulai dari merpati, merak, dan nuri. Selain itu, terdapat sekitar 30 spesies satwa yang dilindungi, seperti rusa, anoa, kera, dan sebagainya.

15. Masjid Tua Al-Hilal Katangka

Masjid Tua Al Hilal Katangka merupakan masjid tertua di Sulawesi Selatan. Diketahui, masjid ini dibangun pada tahun 1603. Ini penampakannya.Masjid Tua Al Hilal Katangka (Arnas Padda/Antara)
  • Lokasi: Jalan Syech Yusuf Nomor 57, Katangka, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
  • Jam buka: 24 jam.
  • Harga tiket masuk: gratis.

Masjid Tua Al-Hilal Katangka adalah salah satu masjid tertua yang berada di Kelurahan Katangka. Dikutip dari arsip berita detikSulsel, Katangka sebetulnya adalah nama pohon. Pohon ini terkenal keramat pada masa Raja I Tumanurung.

Masjid ini menjadi bukti perkembangan Islam di Kerajaan Gowa yang dibangun pada 1603 M oleh Raja Gowa XIV I Mangngarangi Daeng Manrabbia. Di sekitar masjid terdapat makam raja-raja Gowa. Masjid masih digunakan masyarakat untuk beribadah hingga sekarang.

Demikian tadi 15 tempat pariwisata Gowa yang bisa dikunjungi, lengkap dengan daya tarik, lokasi, dan harga tiketnya. Sebelum berkunjung jangan lupa update informasi lebih dulu untuk memastikan harga tiket, ketersediaan layanan, dan berbagai info lainnya.

(bai/row)



Sumber : travel.detik.com

Harga Tiket, Jam Buka, dan Aktivitas Seru


Jakarta

Di Jombang, Jawa Timur, kamu bisa nongkrong sekaligus makan di tengah sungai yang berada di bawah pepohonan rindang lho. Tepatnya di kawasan Wisata Sumber Biru.

Kafe sungai menjadi ikon dari Wisata Sumber Biru. Pengunjung ramai datang ke sana karena ingin merasakan sensasi unik makan di sungai itu. Lokasinya yang terletak di tengah hutan rimbun pun menawarkan panorama alam asri dan suasana tenang yang pas untuk healing tipis-tipis.

Makin penasaran dengan tempat makan berkonsep alam ini? Temukan info selengkapnya mengenai Wisata Sumber Biru Jombang di bawah.


Aktivitas Seru di Sumber Biru Wonosalam

Sejumlah kegiatan seru yang dapat traveler lakukan di Sumber Biru Jombang, yaitu:

1. Nongkrong di Tengah Sungai

Di kawasan wisata ini terdapat banyak warung yang dikelola oleh penduduk lokal. Sejumlah kedai ini menawarkan menu yang beragam, mulai dari nasi goreng, penyetan, bakso, tahu tek, pop mie, teh tarik, hingga kopi khas wilayah setempat. Harga menunya termasuk terjangkau ya.

Setelah memesan hidangan, kamu dapat mencari spot untuk makan. Tempat duduk di tengah sungai merupakan yang paling banyak dicari karena pengunjung tentunya ingin merasakan pengalaman makan yang unik tersebut.

Traveler dapat melepas alas kaki dan duduk di atas bangku yang tersedia di tengah sungai dengan kaki terendam di air. Airnya bersih jernih serta arusnya tidak terlalu deras. Kamu perlu ekstra hati-hati karena dasar sungai dipenuhi bebatuan kecil.

2. Piknik di Bawah Pohon

Tempat duduk di aliran sungai selalu diburu para pengunjung. Karena itu, sebagian pengunjung lain tidak kebagian tempat di sana. Tapi tenang, sebenarnya kamu bisa kok menyantap makanan sembari nongkrong di spot mana saja. Traveler dapat menggelar tikar untuk duduk seperti sedang piknik di pinggir sungai atau bawah pohon teduh.

3. Makan Durian

Wonosalam dikenal sebagai wilayah penghasil durian di Jombang, Jawa Timur. Di tempat wisata ini, kamu dapat menikmati lezatnya buah durian lokal yang tiada banding. Soal harga tentunya traveler tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam.

4. Berenang di Kolam

Di objek wisata ini juga terdapat kolam renang. Kolamnya hanya satu dan tidak berukuran besar. Tapi kolam ini cocok banget kalau mau merasakan sensasi berenang di tengah hutan dengan suasana yang sejuk nan menyegarkan.

5. Berfoto di Alam Terbuka

Berada di alam terbuka dengan pemandangan asri tentu saja tidak boleh lupa untuk berfoto. Viewnya yang alami terawat ini bisa banget dijadikan background foto yang menawan. Kamu dapat berfoto atau berselfie ria di tengah aliran sungai saat makan, di tepi sungai ketika bermain air, atau di banyak spot bagus yang tersebar di Wisata Sumber Biru Jombang ini.

Wisata Sumber Biru beralamatkan di Dusun Wonotirto, Desa Wonomerto, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Letaknya berada di kaki Gunung Anjasmoro, karena itu objek wisata ini sangat kental dengan hawa sejuk pegunungan.

Dari Alun-Alun Jombang, lokasi tempat wisata ini berjarak sekitar 33 km. Traveler dapat menjangkaunya dengan mobil atau motor melalui Jalan Anjasmoro lanjut ke Jalan Raya Mojowarno. Kalau masih bingung, bisa cek rutenya di online maps ya.

Mendekati lokasi, akses jalan cukup berliku-liku dan curam tapi medannya telah diperbagus oleh pemerintah setempat. Lebar jalan juga terbilang kecil yang muat satu kendaraan. Jadi, pastikan kendaraanmu dalam kondisi prima.

Waktu Operasional Sumber Biru Wonosalam

Wisata Sumber Biru Jombang buka setiap hari dari jam 08.00-17.00. Traveler dapat berkunjung ke sini pada pagi hari. Selain karena udara paginya masih sangat sejuk, kamu bisa mendapatkan tempat duduk di tengah sungai.

Hal ini lantaran pengunjung semakin banyak berdatangan menjelang siang. Sehingga nantinya mungkin kamu tidak dapat duduk di spot ikoniknya itu.

Harga Tiket Masuk Sumber Biru Wonosalam

Untuk masuk ke kawasan Wisata Sumber Biru dikenakan tiket. Harga tiket masuknya sebesar Rp 5.000-10.000. Pengunjung yang menggunakan kendaraan dikenakan biaya parkir sekitar Rp 3.000 (motor) dan Rp 10.000 (mobil).

Nah, itu tadi info lokasi, jam buka, hingga harga tiket masuk Wisata Sumber Biru Wonosalam, Jombang, Jawa Timur. Jadi, apakah traveler tertarik berkunjung ke sini?

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

4 Hal Penting saat Berkendara di Jalan Tol


Jakarta

Banyaknya kecelakaan di jalan bebas hambatan atau jalan tol membuat kita sebagai pengendara harus lebih waspada. Setidaknya ada empat poin paling penting, dan harus diingat setiap pengendara saat berkendara di jalan tol.

Terlebih jalan tol memiliki peran penting sebagai prasarana transportasi modern dengan keunggulan jalur lebih cepat dan lancar untuk ribuan pengendara setiap hari.

Berdasarkan data terbaru dari Jasa Marga selama periode kuartal pertama tahun 2024, menunjukkan bahwa setiap hari 177.389 kendaraan melalui jalur bebas hambatan di Indonesia. Sebagai layanan berbayar, terdapat sejumlah aturan yang perlu ditaati penggunanya serta diperlukan konsentrasi guna memastikan perjalanan aman.


“Jalan tol adalah fasilitas paling sering digunakan kaum urban, jadi sangat penting untuk mengikuti peraturan agar perjalanan menjadi lebih aman serta lancar. Kami menghimbau kepada seluruh pelanggan Suzuki untuk selalu memperhatikan ketentuan yang berlaku,” ujar Dept. Head of Strategic Planning PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Joshi Prasetya dalam siaran persnya.

Merujuk pada data Kementerian PUPR bulan Maret 2024, Indonesia memiliki total panjang jalan tol 2.836 kilometer yang tersebar di pulau Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, hingga Sulawesi. Sebagai jalur bebas hambatan, bahkan tidak pernah sepi oleh kendaraan, penting bagi para pengguna untuk mengetahui aturan hingga rambu lalu lintas agar perjalanan terhindar dari gangguan hingga sanksi.

Berikut beberapa tips dari Suzuki untuk selalu diingat oleh pengendara ketika menggunakan infrastruktur transportasi ini:

1. Perhatikan Batas Kecepatan

Meskipun relatif bebas hambatan, bukan berarti pengendara dapat berkendara sembarangan di jalan tol.

Ada batas kecepatan yang harus diperhatikan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 79 Tahun 2013 tentang Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) pasal 23 ayat 4, serta Peraturan Menteri Perhubungan tentang Tata Cara Penetapan Batas Kecepatan Kendaraan pasal 3 ayat 4, batas kecepatan ditentukan antara 60 hingga 100 kilometer per jam sesuai dengan rambu lalu lintas terpasang.

Untuk rute dalam kota, kecepatan minimal adalah 60 kilometer per jam sedangkan maksimal 80 kilometer per jam. Sementara itu, pada rute luar kota, kecepatan terendah adalah 60 kilometer per jam sedangkan tertinggi 100 kilometer per jam. Mematuhi aturan ini sangat penting demi keselamatan maupun keselarasan lalu lintas. Apabila terdapat pelanggaran batas kecepatan akan ditindak lanjuti lewat sanksi yang dimonitor melalui penyebaran kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di berbagai titik sebagai bukti pelanggaran.

Pada mobil ramah lingkungan Suzuki seperti All New Ertiga Hybrid, New XL7 Hybrid, hingga Grand Vitara, pengemudi dapat memanfaatkan fitur Cruise Control. Teknologi ini mampu mengatur kecepatan kendaraan melalui kontrol di lingkar kemudi, sehingga kaki pengemudi tidak cepat lelah saat melaju dengan kecepatan konstan.

Jalan tol layang MBZJalan tol layang MBZ Foto: dok. Jasa Marga

2. Mengetahui lajur tepat untuk dilalui

Umumnya jalan tol terdiri atas beberapa lajur. Lajur satu diperuntukkan bagi kecepatan minimum ataupun kendaraan bermuatan berat seperti truk serta bus. Lajur dua diperuntukkan bagi kendaraan lebih cepat dan stabil.

Sementara lajur tiga atau paling kanan berfungsi untuk mendahului. Sedangkan lintasan paling kiri atau bahu jalan dikhususkan sebagai rumija (ruang milik jalan) maupun lintasan darurat yang hanya boleh digunakan dalam kondisi darurat, misalnya saat mobil bermasalah. Agar perjalanan semua pengguna bisa lebih teratur, hindari penyalahgunaan seperti lane hogger atau pun menggunakan bahu jalan tidak sesuai peruntukkan.

3. Mematuhi petunjuk perlengkapan jalan

Mematuhi rambu-rambu jalan tol sangat penting bagi ketertiban bahkan efisiensi perjalanan. Diperlukan pemahaman terhadap berbagai petunjuk aturan yang menandakan himbauan, peringatan hingga larangan. Mudahnya, pengendara bisa membaca palang penanda arah daerah tujuan, batas kecepatan, peringatan awal masuk dan akhir keluar tol, gardu pembayaran, serta penanda adanya rest area terdekat.

Selain itu, papan informasi lainnya juga perlu diperhatikan selama perjalanan agar seluruh pengguna ruas tol senantiasa tertib berlalu lintas.

4.Memahami arti marka garis

Sebagai penegas jalur yang dilalui, pengemudi akan menemukan beberapa jenis marka garis dengan fungsi berbeda-beda. Misalnya sisi paling kiri terdapat garis putih lurus utuh sebagai tanda batas bahu jalan dan sebaiknya tidak dilalui oleh kendaraan kecuali dalam kondisi darurat atau kendaraan mengalami hambatan.

Apabila diperlukan pindah lajur, pengendara bisa melintasi garis putih putus-putus. Pada sisi lajur paling kanan juga akan ditemui garis kuning lurus utuh, sebagai petunjuk batas ruas lajur dan larangan berhenti di sisi kanan. Sering pula, ditemukan marka serong (chevron). Sesuai dengan namanya, garis ini memiliki fungsi untuk memberikan tanda kepada pengemudi bahwa terdapat area penggabungan atau pemisahan lajur, sehingga diperlukan penyesuaian kecepatan serta melihat apakah ada kendaraan lain yang hendak bermanuver.

Rasa aman serta nyaman ketika berkendara dipengaruhi oleh setiap pengguna jalan jika sudah memahami dan mematuhi aturan tertulis maupun tidak tertulis. Oleh sebab itu, Suzuki memberikan edukasi kepada setiap pelanggan setia agar menunjang keselamatan bersama.

“Kami selalu memperhatikan keselamatan para pelanggan melalui jaminan mutu produk serta pemberian edukasi. Kendaraan Suzuki turut dilengkapi dengan fitur-fitur untuk memudahkan perjalanan. Kami berharap setiap pengemudi dapat berkendara dengan nyaman dan selalu mematuhi setiap aturan atau rambu lalu lintas,” tutup Joshi.

(lth/dry)



Sumber : oto.detik.com

7 Destinasi Wisata di Kabupaten Wonogiri


Wonogiri

Kabupaten Wonogiri di Jawa Tengah memiliki beragam destinasi wisata yang bisa dikunjungi. Mulai dari Waduk Gajah Mungkur hingga air terjun Girimanik, dan Soko Langit.

Bukan cuma bentangan pegunungan yang disuguhkan oleh Kabupaten Wonogiri, pantai-pantai indahnya pun dimiliki. Untuk itu jika memiliki kesempatan berkunjung ke Kabupaten Wonogiri, berikut rekomendasi wisata yang patut untuk dicoba.

Berikut tujuh objek wisata di Kabupaten Wonogiri:

1. Waduk Gajah Mungkur

Upacara HUT RI di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Kamis (17/8/2023).Waduk Gajah Mungkur Wonogiri (dok Istimewa)

Waduk yang beroperasi sebagai pembangkit listrik ini juga sebagai tempat rekreasi favorit masyarakat sekitar. Letaknya berada di Desa Sendang, terdapat beberapa aktivitas yang bisa dicoba, seperti mengelilingi waduk menggunakan perahu atau memancing.


Di Waduk Gajah Mungkur ini juga terdapat taman bunga, salah satu bunga indah yang ditanam di sana adalah bunga celosia. Di kawasan ini juga terdapat water boom, taman satwa, dan wisata gantole.

Untuk bisa menjajal Waduk Gajah Mungkur ini pengunjung dikenakan biaya sebesar Rp 10.000.

2. Gua Putri Kencono

Gua Putri Kencono ditemukan pada 1991. Kini, goa itu dijadikan objek wisata.

Gua Putri Kencono berada di Kecamatan Pracimantoro yang memiliki panjang 121 meter dan lebar serta lebar sekitar empat meter.

Di dalam gua tersebut dikatakan terdapat tujuh ruangan yang digunakan oleh putri dari Kerajaan Majapahit, Putri Kencana Wungu kala mengembara ke berbagai daerah. Fungsi dari beberapa ruangan itu sebagai ruang tamu, ruang kebudayaan hingga ruang keluarga.

Pengunjung yang ingin memasuki gua ini dikenakan biaya Rp 5.000 per orang.

3. Soko Langit

Padepokan Soko LangitPadepokan Soko Langit(Donypurnomo/d’traveler)

Berada di lereng Pegunungan Sewu di Kecamatan Bulukerto terdapat destinasi wisata bernama Soko Langit. Destinasi itu menjadi tempat hits wilayah itu karena memiliki kolam renang dengan latar belakang pegunungan yang indah.

Harga tiket masuk untuk bisa ke dalam destinasi ini sebesar Rp 10.000. Jika ingin berenang di kolam renang ini, pengunjung akan dikenakan biaya tambahan Rp 10.000.

4. Pantai Sembukan

Pantai Sembukan Wonogiri. Foto diambil Jumat (4/11/2022).Pantai Sembukan Wonogiri (Muhammad Aris Munandar/detikcom)

Keindahan pasir putih dan tebing di sekelilingnya jadi magnet pengunjung untuk berdatangan ke Pantai Sembukan ini. lokasinya berada di Desa Sembukan, Kecamatan Paranggupito. Jarak dari pusat kota Wonogiri sekitar 1,5 jam perjalanan.

Pantai Sembukan ini juga kerap digunakan masyarakat untuk menggelar kegiatan ritual, dari cerita yang berkemabang pantai ini juga disebut sebagai petilasan raja-raja.

Untuk biaya masuk pantai, pengunjung harus membayar sekitar Rp 5.000.

5. Pantai Klotok

Pantai Klotok, Wonogiri.Pantai Klotok, Wonogiri (Sabrina Ariani/detikcom)

Pantai yang berada di Dusun Kranding, Kecamatan Paranggupito ini menyuguhkan lanskap lautan biru yang indah dan ditambah di samping kiri-kanan terdapat perbukitan. Cocok untuk pengunjung yang senang berfoto-foto dengan pemandangan alam.

Harga tiket masuk juga masih terbilang murah dengan harga Rp 5.000 saja. Dari pusat kota pengunjung harus menempuh jarak sekitar 1,5 jam untuk bisa sampai di sini, jarak yang harus dihabiskan pengunjung akan terbayar ketika sampai Pantai Klotok ini dengan keindahan alamnya.

6. Air Terjun Girimanik

Air terjun Setren Girimanik Kecamatan Slogohimo Wonogiri.Air terjun Setren Girimanik Kecamatan Slogohimo Wonogiri (Istimewa)

Jika ingin destinasi yang berbeda di Kabupaten Wonogiri, pengunjung bisa datang ke Air Terjun Girimanik yang berada di Kecamatan Slogohimo. Kawasan ini cocok sebagai tempat healing dengan suasana tenang yang ditambah gemericik air terjun.

Air Terjun Girimanik ini selain tentunya memiliki air terjun, juga pesona indahnya ditambah dengan pepohonan pinus dan pegunungan di sekelilingnya. Harga tiket masuk ke area ini juga cukup dengan kocek Rp 5.000.

7. Puncak Joglo

Di Puncak Joglo ini pengunjung bisa menikmati indahnya alam dari ketinggian, daya tarik utama di tempat ini adalah area yang pas untuk menikmati sunset dan sunrise. Letaknya tak jauh dari Waduk Gajah Mungkur di Desa Sendang.

Kawasan ini juga menyediakan aktivitas lain yang bisa dicoba oleh pengunjung yakni paralayang. Pengunjung bisa merasakan pengalaman lain dalam menikmati alam Wonogiri yang indah, untuk bisa mencoba paralayang itu pengunjung dikenakan biaya sekitar Rp 400.000 dan biaya masuk area Puncak Joglo hanya Rp 5.000 per orang.

Itu adalah beberapa rekomendasi wisata di Kabupaten Wonogiri, masih banyak lagi destinasi-destinasi hits dan keren yang bisa dicoba oleh pengunjung jika melancong ke Kabupaten Wonogiri. Tunggu apa lagi yuk siapkan tabungan dan atur jadwal untuk berwisata ke Kabupaten Wonogiri.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com