Tag Archives: jawa

Cepogo Cheese Park Boyolali, Wisata dengan View Gunung Merapi dan Merbabu


Jakarta

Cimory Group membuka tempat wisata edukasi ramah anak dan keluarga di Boyolali, Jawa Tengah nih traveler, yaitu Cepogo Cheese Park. Di sana kamu dapat berinteraksi dengan hewan hingga mencoba sejumlah wahana seru.

Pesona alam yang disuguhkan destinasi wisata ini juga juara lho. Saat cuaca cerah, pengunjung bisa menikmati view Gunung Merapi dan Merbabu dari ketinggian. Selain itu, hawa dingin dan suasana sejuknya bikin betah bermain seharian di Cepogo Cheese Park.

Penasaran dengan objek wisata di Boyolali satu ini? Cari tahu lebih lanjut tentang wahana, jam buka, hingga harga tiket Cepogo Cheese Park berikut.


Ada Apa Saja di Cepogo Cheese Park Boyolali?

Terdapat sejumlah spot dan aktivitas seru yang dapat dilakukan di Cepogo Cheese Park, yaitu:

1. Mini Zoo

Cepogo Cheese Park, tempat wisata baru di Boyolali. Foto diambil Senin (12/12/2022).Mini zoo di Cepogo Cheese Park Boyolali. (Jarmaji/detikcom)

Traveler bakal menemukan mini zoo di tempat wisata Boyolali ini. Di sana kamu bisa melihat kandang domba, sapi, kelinci, kuda besar dan poni, angsa, bebek, burung, rusa, burung unta, iguana, berang-berang, hingga kura-kura.

Selain melihat-lihat, kamu dapat berinteraksi dengan binatang-binatang tersebut lho. Pengunjung bisa menunggang kuda, menangkap ikan, serta memberi makan hewan-hewan yang ada.

2. Wahana Seru

Kamu juga bisa menjajal berbagai wahana seru di Cepogo Cheese Park. Ada Tractor Tour De Farm, Moo Moo Train, dan Fun Car yang cocok untuk anak. Atau bisa melempar bola di Shoot The Moo.

Untuk orang dewasa bisa mencoba Rainbow Slide dan memanah. Wahana yang lebih menantang lainnya juga ada lho seperti menaiki ATV dan Go-kart di lintasan yang tersedia.

3. Spot Foto

De Windmills di Cepogo Cheese Park sempat viral karena menyuguhkan pesona ribuan kincir angin warna-warni yang menawan. Keindahannya bertambah saat kincir-kincir ini berputar ketika angin berhembus. Ada pula terowongan kincir angin yang jadi spot favorit berfoto.

Di Magic Village-nya, kamu akan merasa seakan-akan berada di desa kurcaci. Beberapa bangunannya berukuran mini serta ada manusia kerdil yang melakukan sulap dan bisa diajak berfoto bersama. Pokoknya, setiap sudut Cepogo Cheese Park dapat traveler jadikan spot foto Instagramable lho.

4. Restoran

Kalau perut keroncongan usai seharian bermain di sana, tidak usah khawatir. Karena kamu bisa menyantap berbagai menu lezat di resto Cepogo Cheese Park. Pengunjung dapat mencicipi nasi goreng, steak, hingga ayam bakar.

Untuk menghangatkan tubuh di udara sejuknya, traveler boleh memesan menu soto gurih dan camilan ringan seperti pisang goreng yang baru matang dimasak.

Terdapat pula Snack Bar yang menawarkan es krim, kentang goreng, dan jajanan lainnya untuk mengganjal perut lapar saat mengelilingi tempat wisata di Boyolali satu ini.

5. Toko Oleh-oleh

Sebelum pulang, kamu boleh mampir ke toko oleh-oleh di Cepogo Cheese Park untuk membeli buah tangan. Terdapat banyak makanan yang dapat dibeli, seperti bolu Cimory lembut, pie, susu, yoghurt, serta camilan ringan lain. Ada juga berbagai boneka lucu yang siap dibawa pulang.

Cepogo Cheese Park terletak di Dusun II, Genting, Kecamatan Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah. Dari area pusat kotanya, tempat wisata ini hanya berjarak sekitar 14 km dengan waktu tempuh kisaran 25-30 menit.

Traveler dapat mengambil Jl. Blabak-Boyolali untuk menuju Cepogo Cheese Park. Destinasi wisata ini bisa dijangkau dengan mobil atau motor. Gunakan online maps kalau kamu masih belum tahu rute menuju ke lokasinya ya.

Waktu Operasional Cepogo Cheese Park Boyolali

Cepogo Cheese Park Boyolali buka setiap harinya mulai jam 08.00-18.00 WIB. Kamu bisa datang pada pagi atau sore hari untuk waktu berkunjung paling nyaman di tempat wisata ini. Boleh banget datang ketika weekday untuk bermain yang lebih leluasa.

Jika ingin mencicipi aneka menu lezat, restonya buka jam 10.00-18.00 pada weekday dan 09.00-18.00 saat weekend. Kalau hanya mau beli buah tangan, toko oleh-oleh Cepogo Cheese Park buka jam 09.00-18.00 di weekday dan 08.00-19.00 pada weekend.

Tiket Masuk Cepogo Cheese Park Boyolali

Harga tiket masuk Cepogo Cheese Park sangat terjangkau. Berikut daftar tiket masuknya:

– Rp 20.000: Tiket masuk Cheese Park (weekday)
– Rp 25.000: TIket masuk Cheese Park (weekend)
– Rp 20.000: Tiket masuk De Windmills (weekday)
– Rp 25.000: Tiket masuk De Windmills (weekend)
– Rp 35.000: Tiket masuk Cheese Park dan De Windmills (weekday)
– Rp 40.000: Tiket masuk Cheese Park dan De Windmills (weekend).

Untuk menjajal sejumlah wahana, makan di resto, dan membeli oleh-oleh di tokonya, kamu perlu mengeluarkan biaya tambahan ya.

Nah, itu tadi informasi wahana hingga harga tiket masuk Cepogo Cheese Park Boyolali. Jadi, apakah traveler tertarik berkunjung ke tempat wisata satu ini?

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com

Candi Prambanan Terletak di Mana? Ini Lokasi, Harga Tiket, dan Jam Bukanya


Jakarta

Prambanan merupakan kompleks candi terbesar di Jawa. Dibangun pada abad ke-9 masehi, candi ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, Wishnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa pemusnah.

Arsitektur di kompleks candi begitu indah, sehingga menarik minat wisatawan berkunjung. Tak heran jika Prambanan menjadi salah satu candi terindah di Asia Tenggara. Lantas, di mana letak Candi Prambanan?

Candi Prambanan Terletak di Mana?

Kompleks Candi Prambanan berada di Dusun Karangasem, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah. Letaknya kurang lebih 17 km timur laut Yogyakarta. 50 km barat daya Surakarta, dan 120 km selatan Semarang, persisi di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.


Menurut laman Pemkab Sleman, Candi Prambanan memang berada di wilayah administrasi desa Bokoharjo, Sleman. Namun pintu masuk kompleks Candi Prambanan berada di wilayah administrasi desa Tlogo, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah.

Ada Apa Saja di Candi Prambanan?

Ada 3 halaman yang dibatasi pagar keliling. Menurut laman Dinas Kebudayaan DIY, berikut beberapa candi yang ada di halaman I (pusat):

1. Candi Siwa

Candi Siwa adalah candi terbesar di Kompleks Candi prambanan. Ukurannya 34 mx 34 m x 47m dan menghadap ke arah timur. Candi ini berada di tengah-tengah diapit oleh Candi Brahma dan Candi Wisnu. Pada candi ini terdapat relief yang menceritakan Ramayana, mulai dari samping kiri pintu masuk candi,

2. Candi Brahma

Candi Brahma berukuran lebih kecil dari Candi Siwa. Berada di selatan Candi Siwa ukurannya 20 mx 20 mx 37 m dan menghadap ke arah timur. Pada candi ini, terdapat pula pahatan relief candi Ramayana yang merupakan lanjutan dari Candi Siwa

3. Candi Wishnu

Candi Wishnu ada di sebelah utara Candi Siwa dengan ukuran yang sama dengan candi Brahma. Pada pagar langkan, ada relief Kresnayana yang bercerita tentang Krisna sebagai penjelmaan Dewa Wishnu.

4. Candi Nandi

Candi Nandi berada di depan Candi Siwa dengan arah hadap ke barat. Ukurannya 15 mx15 mx 25 m. Wisatawan bisa menemukan relief mengenai Dewa Surya dan Candra.

5. Candi Garuda (Candi A)

Candi A berada di depan Candi Wishnu. Ruangan candi kosong dan tidak ditemukan arca.

6. Candi Angsa (Candi B)

Candi B berada di depan Candi Brahma dan menghadap ke barat. Ukurannya 13 m x 13m x 22 m. Sama seperti candi A, di dalam ruangan tidak ditemukan arca apapun.

7. Cand Apit

Ada dua candi apit di Kompleks Candi Prambanan. Candi Apt pertama berdiri di sebelah utara dekat pintu masuk utara. Sementara, candi Apit kedua berada di selatan dekat pintu masuk sebelah selatan. Dilihat dari arsitekturnya, candi ini mempunyai bentuk yang sama dengan candi utama, namun ukurannya lebih kecil.

8. Candi Kelir

Terdapat empat candi kelir di yang ada di depan keempat pintu masuk menuju halaman utama Candi Prambanan. Candi ini mempunyai ruangan, namun tidak ada tangga masuk ke ruangan tersebut.

9. Candi Sudut

Seperti namanya, candi Sudut berada di sudut-sudu halaman utama Kompleks Candi Prambanan. Ada empat candi Sudut di kompleks ini. Sama seperti Candi Kelir, ada ruangan di candi ini, tapi tidak ada tangga menuju ke sanaa.

Pada halaman II terdapat 224 Candi Perwara dengan rincian, deret pertama 58, deret kedua 60, deret ketiga 52, dan deret keempat 44. Tidak semua candi dalam kondisi utuh. Sementara pada halaman III tidak ditemukan candi.

Harga Tiket Masuk Candi Prambanan

Harga tiket masuk Candi Prambanan terbagi menjadi reguler dan terusan. Wisatawan akan dikenai biaya tambahan jika ingin menyewa kendaraan untuk mengelilingi kompleks Candi. Mengutip laman Instagram Taman Wisata Candi Prambanan, berikut hargannya:

Tiket Reguler

Dewasa (>10 tahun) Rp 50.000
Anak-anak (3-10 tahun) Rp 25.000

Tiket Terusan Prambanan-Borobudur

Dewasa (>10 tahun) Rp 80.000
Anak-anak (3-10 tahun) Rp 40.000

Tiket Terusan Prambanan-Ratu Boko

Dewasa (>10 tahun) Rp 85.000
Anak-anak (3-10 tahun) Rp 40.000

Wisatawan bisa menjelajahi Kompleks Candi Prambanan dengan kendaraan yang bisa disewa. Berikut daftar harganya:

  • Sepeda Single/Double: Rp 20.000
  • Segway: Rp 20.000
  • Otoped: Rp 20.000-Rp 35.000
  • Sepeda Listrik: Rp 30.000
  • Tayo: Rp 20.000

Jam Buka Candi Prambanan

Ticket Counter Candi Prambanan dibuka setiap mulai pukul 6.30 – 17.00 WIB. Untuk hari Senin, kunjungan hanya bisa dilakukan di halaman II.

Itulah informasi mengenai letak Candi Prambanan, beserta macam-macam candi, harga tiket, dan jam operasionalnya. Jangan lupa untuk update informasi mengenai ketersediaan layanan terkait destinasi ini ya.

(elk/row)



Sumber : travel.detik.com

Daya Tarik, Jam Buka, Alamat, dan Harga Tiket Masuk 2024


Puncak Becici adalah objek wisata di Yogyakarta yang menawarkan keindahan pemandangan alam dari ketinggian.

Tempat yang terletak di kawasan Bantul ini sangat ideal untuk healing, dengan bersantai dan menikmati keindahan alam.

Dari Puncak Becici kita bisa saksikan hamparan perbukitan hijau yang indah dan pemandangan Gunung Berapi yang menakjubkan. Di sana, banyak pilihan spot foto bagus yang Instagramable.


Daya Tarik dan Fasilitas di Puncak Becici

Ikon dari Puncak Becici yaitu hamparan hutan pinus dan lanskap yang hijau, dengan panorama memukau dan asri.

Puncak BeciciFlying fox di Puncak Becici. (Tasya Khairally/detikcom)

Salah satu aktivitas seru yang bisa dilakukan di Puncak Becici adalah naik flying fox. Untuk bisa bermain flying fox, pengunjung perlu membayar sekitar Rp 20.000.

Dikutip dari laman Dinas Pariwisata DIY, Puncak Becici juga memiliki berbagai fasilitas menarik seperti:

  • Taman bunga
  • Dome
  • Gardu pandang
  • Area camping
  • Live music
  • Flying fox
  • Coffee shop
  • Area spot untuk duduk
  • Toilet
  • Warung
Kondisi Puncak Becici bulan Ramadhan 2019 yang cukup sepiPuncak Becici tahun 2017. (Pradito Rida Pertana/detikcom)

Salah satu fakta yang menarik dari tempat ini yaitu, kawasan Puncak Becici dulunya pernah dijadikan tempat bertapa oleh Sujonodipuro, anak pendiri Desa Munthuk.

Pertapaan tersebut dilakukannya untuk menyucikan diri baik secara lahir maupun batin. Dalam Bahasa Jawa, penyucian diri tersebut disebut Mbeci’i atau Bedik yang artinya memperbaiki diri (kebaikan).

Tiket Masuk Puncak Becici 2024

Harga tiket masuk Puncak Becici adalah Rp 5.000 per orang.

Selain itu, pengunjung juga biasanya akan dikenakan biaya parkir kendaraan. Adapun biaya parkir di Puncak Becici berkisar:

  • Parkir motor Rp 2.500
  • Parkir mobil: Rp 5.000
  • Parkir bus: Rp 20.000

Jam Buka Puncak Becici

Puncak Becici buka setiap hari Senin – Minggu, mulai dari jam 08:00 – 22:00 WIB.

Alamat Puncak Becici

Puncak Becici berlokasi di Gunung Cilik Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Yuk! Liburan ke Pulau Paling Kaya Oksigen Bareng detikcom



Sumenep

Halo, d’Travelers, detikcom mengajak kamu untuk menjelajahi keindahan Sumenep, Jawa Timur gratis, tis! Kami mencari beberapa orang traveler yang akan menemani detikTravel menjelajahi Sumenep pada bulan September.

detikcom akan mengajak kamu menjelajahi pulau di Kabupaten Sumenep yang terkenal kaya dengan oksigennya yang bikin penduduknya panjang umur yaitu Gili Iyang.

Gili Iyang merupakan salah satu kawasan di Indonesia dengan penduduk yang panjang umur. Dijuluki pulau oksigen dan pulau awet muda.


Penelitian dilakukan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), yakni pada 2005. Ada 17 tempat dalam penelitian selama 7 bulan itu. Hasilnya, kadar oksigen di Gili Iyang di atas rata-rata.

Selain berkelana ke Gili Iyang, detikcom akan diajak menelusuri sejarah di Keraton Sumenep, dan pastinya diajak untuk menikmati aneka kuliner enak di Sumenep, Jawa Timur.

Agar bisa jalan-jalan gratis ke Sumenep ini, pastikan d’Traveler memenuhi syarat dan ketentuan sebagai berikut:

– d’Traveler mengirim cerita perjalanan yang pernah kamu ikuti di link ini.

– Log in ke akun kamu menggunakan akun MPC kamu. Jika belum punya akun MPC, silakan membuat akun MPC terlebih dulu.

– Mulai menulis artikel perjalanan kamu, sertakan foto pelengkap artikel liburanmu, dan jangan lupa memilih tema Dream Destination.

– Tulisan yang paling menarik akan mendapatkan hadiah paket liburan keliling Sumenep, Jawa Timur plus akomodasi lengkap.

– Program ini berlaku pada 14 Agustus-8 September

– Perjalanan ke Sumenep pada 15-17 September 2024.

– Partisipan wajib menuliskan harapan atau rencana yang ingin dilakukan jika d’Traveler terpilih jalan-jalan ke Sumenep

Yuk, liburan ke Sumenep, cerita perjalanan detikers kami tunggu!

(ddn/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Harga Tiket, Daya Tarik, hingga Rute Lokasinya


Umbul Ponggok adalah salah satu destinasi wisata yang menawarkan keindahan tersembunyi. Lokasinya ada di Klaten, Jawa Tengah.

Umbul Ponggok terkenal dengan airnya yang jernih dan pesona bawah air yang menakjubkan. Objek wisata ini bakal cocok banget buat penggemar fotografi bawah air.

Daya Tarik Umbul Ponggok

Umbul Ponggok merupakan destinasi wisata air tawar hits di Klaten. Kini Umbul Ponggok dikelola BUMDes Tirta Mandiri Ponggok.


Kolam dengan mata air jernih merupakan daya tarik di objek wisata alam Umbul Ponggok, Klaten.

Wisata air Umbul Ponggok, Polanharjo, Klaten.Wisata air Umbul Ponggok, Polanharjo, Klaten. (Achmad Hussein Syauqi/detikcom)

Dilansir laman Desa Wisata Sidowayah, klaten, salah satu hal menarik dari Umbul Ponggok yaitu airnya yang langsung dari mata air alami, sehingga jernih dan segar.

Dari catatan liputan detikJateng, kedalaman kolamnya berkisar 2-3 meter, dengan debit air sebesar 800 liter per detik dan terus mengalir.

Foto Underwater di Umbul Ponggok.Foto Underwater di Umbul Ponggok. (Najhan Zulfahmi/detikcom)

Saking jernihnya bahkan dalam segitu, dasar kolam bisa pengunjung lihat dari tepi kolam.

Ditambah lagi, di kolam tersebut terdapat ikan warna-warni. Di sana, ada ikan koi, ikan nila, dan ikan hias pemakan lumut (yang membantu membuat kolam tetap jernih).

Aktivitas Seru di Umbul Ponggok

Aktivitas utama yang dapat dilakukan di Umbul Ponggok adalah foto underwater, snorkeling, scuba diving, hingga umbul ponggok walker.

1. Berfoto-foto

Selain bisa berfoto dengan ikan warna-warni, pengunjung bisa berfoto bersama aneka properti yang ditawarkan. Mulai dari, sepeda, motor trail, motor tua, vespa, laptop, hingga kursi.

Umbul Ponggok di Polanharjo, Klaten.Umbul Ponggok di Polanharjo, Klaten. (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)

Direktur BUMDes Tirta Mandiri Hendrik Vidianto, mengatakan bahwa bagi wisatawan yang tak bisa berenang. Tak perlu khawatir, karena di sana ada petugas terlatih yang akan membantu wisatawan mendapat foto semenarik mungkin.

“Foto underwater ini sangat safety. Jadi nanti ada instruktur yang membimbing, untuk gaya maupun pose, nanti ada instruksi yang akan diberikan,” ujar Hendrik di Umbul Ponggok kepada detikJateng pada Minggu (11/8/2024) lalu.

Kolam ini juga aman untuk anak-anak. Untuk bisa mendapat hasil foto ciamik di bawah air, mereka hanya perlu menahan nafas sekitar 5 detik saja.

2. Menyelam untuk Eksplor keindahan Umbul Ponggok

Di sana pengunjung bisa melakukan diving, dengan pendampingan dive guide dengan durasi menyelam selama 60 menit.

Snorkeling juga termasuk aktivitas seru di Umbul Ponggok, untuk melihat pemandangan bawah air di yang cantik. Ini bakal cocok bagi traveler yang belum bisa berenang.

Wisata air Umbul Ponggok, Polanharjo, Klaten.Wisata air Umbul Ponggok, Polanharjo, Klaten. (Achmad Hussein Syauqi/detikcom)

Jangan khawatir, karena per paketnya sudah disewakan pelampung dan berbagai perlengkapan snorkeling seperti snorkel mask, sepatu katak, dan lainnya.

Selain itu, enaknya pengunjung juga bisa mendapatkan dokumentasi foto dan video selama menyelam atau snorkeling.

3. Kuliner

Setelah puas melihat dan melakukan aktivitas air yang ada, traveler yang ingin berkuliner juga bisa menikmati aneka kudapan lezat di sana.

Umbul PonggokPengunjung sedang meinakmati makanan di area wisata Umbul Ponggok. (Achmad Syauqi/detikcom)

Warung makan bisa kamu temukan di sana, dengan menu yang sangat beragam. Mulai dari ikan bakar, mie instan, hingga gado-gado. Harga yang ditawarkan juga cukup terjangkau, yakni mulai dari Rp 8.000 saja.

Tersedia juga menu wedhang seger dan wedhang anget, dan berbagai jus segar dengan harga mulai dari Rp 4.000.

Alamat dan Rute ke Umbul Ponggok

Umbul Ponggok terletak di Jalan Delanggu- Polanharjo Desa Jeblogan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Akses jalannya sudah cukup bagus ditambah lokasinya juga strategis, yakni ada di tepi jalan raya Karanganom-Janti.

Dari pusat kota Klaten, jarak ke Umbul Ponggok hanya sekitar 25 kilometer. sedangkan dari Jalan Jogja-Solo, ke objek wisata ini hanya sekitar 7 kilometer.

Kamu juga bisa memanfaatkan Google Map dan cari kata kunci “Umbul Ponggok”, nantinya titik lokasi tempat ini akan dengan mudah ditemukan.

Jam Operasional

Umbul Ponggok buka setiap hari dengan jam buka sebagai berikut.

  • Senin-Jumat: 08.00 – 16.00 WIB
  • Sabtu-Minggu/Hari Libur: 07.00 – 17.00 WIB

Harga Tiket Masuk Umbul Ponggok 2024

Harga tiket masuk Umbul Ponggok adalah Rp 10.000 di weekday, sementara harga weekend Rp 15.000 per orang.

Harga Wahana di Destinasi

Berikut daftar harga tiket wahana di Umbul Ponggok:

  • Paket diving: Rp 250.000
  • Alat sewa snorkeling: life jacket Rp 10.000, sepatu katak (fins) Rp 15.000, snorkel mask Rp 15.000.
  • Umbul Ponggok walker: Rp 150.000 (WNI) dan Rp 200.000 (WNA)
  • Foto underwater Umbul Ponggok: Rp 60.000 untuk 30 menit atau Rp 100.000 untuk 60 menit.

Jika pengunjung ingin berfoto bersama properti dan aksesoris foto, pengunjung perlu membayar tambahan yakni:

  • Motor = Rp 100.000
  • Kursi bentuk love = Rp 100.000
  • Set TV/laptop = Rp 60.000
  • Sepeda onthel = Rp 30.000.

Fasilitas di Umbul Ponggok

  • Alat persewaan pelampung
  • Asuransi
  • Toilet umum
  • Warung makan (Pawone Umbul Ponggok).

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Wisata Kali Odo Gedangan, Sungai yang Airnya Mengalir saat Kemarau


Kali Odo adalah destinasi wisata air yang punya keunikan. Ini adalah sebuah sungai yang airnya mengalir jernih dari sumber mata air.

Wisata Kali Odo menawarkan wisata alam dengan kesegaran air murni, yang berlokasi di Desa Gedangan, Semarang. Sebagai sumber air dan ekosistem alami, Sumber Mas Kali Odo juga kaya akan nilai budaya dan sejarah.

Daya Tarik Kali Odo

Dikutip dari situs Desa Gedangan, pasokan air bersih Kali Odo berasal dari sumber mata air bawah tanah.


Menariknya, air Kali Odo mengalir saat musim kemarau. Di musim hujan, justru airnya tidak mengalir.

Mata air tersebut juga bermanfaat untuk sarana persawahan dan air minum bagi warga masyarakat di beberapa desa selain Gedangan.

Desa Gedangan sendiri merupakan desa wisata, yang memiliki 2 jenis tanah garapan pertanian berupa perkebunan dan persawahan.

Di sebelah baratnya, terdapat sumber-sumber mata air yang dengan situs peninggalan sejarah berupa susunan batu bata kuno yang belum tergali.

Dilansir laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, air dari Sumber Mas Kali Odo juga dipakai untuk mengairi tak kurang dari 50 hektare sawah warga di 3 desa, yakni Desa Gedangan, Sraten, Rowosari.

Sungainya memang telah lama menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat sekitar. Selain itu, ada tradisi unik yang kerap dilakukan warga sekitar di sana yakni melakukan keceh atau berenang di aliran sungai.

Acara tersebut dikenal dengan tradisi sadranan, yang diisi dengan doa para tokoh agama. Tujuan tradisi ini yaitu sebagai bentuk mensyukuri anugerah Tuhan Yang Maha Esa, yang telah mengalirkan air alami dari Sumber Mas Kali Odo.

Setiap memasuki musim kemarau warga dusun menggelar selamatan, dengan menghidangkan puluhan nasi tumpeng. Saat musim kemarau, air mulai keluar dari mata air di hulu sungai.

Alamat Kali Odo

Wisata Kali Odo berlokasi di Desa Gedangan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

Harga Tiket Masuk Kali Odo 2024

Harga tiket masuk ke Sumber Mas Kali Odo berkisar Rp 5.000 per orang. Jika pengunjung ingin menyewa pelampung, biaya tambahannya juga hanya Rp 5.000 saja.

Jam Buka Kali Odo

Wisata Kali Odo buka setiap hari dari jam 07.00-18.00 WIB.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Indahnya Curug Lawe Ungaran, Air Terjun Bak Benang Putih yang Menjuntai


Jakarta

Curug Lawe merupakan air terjun yang jernih dengan pemandangan asri yang memukau di sekitarnya. Destinasi ini dikelola oleh Pemerintah Desa Kalisidi dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Bela Pesona sebagai mitra dari Perhutani Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kedu Utara.

Pada area yang sama dengan Curug Lawe, terdapat Curug Benowo yang juga menyuguhkan keindahan air terjun yang indah. Yuk, ketahui apa saja daya tarik, fasilitas, harga tiket, beserta lokasi Curug Lawe.

Daya Tarik Curug Lawe

Curug Lawe mempunyai air terjun bak benang putih yang turun dari tebing. Namun, sebelum menyaksikan keindahannya, traveler perlu melewati jalur trekking yang menantang terlebih dahulu. Berikut daya tarik Curug Lawe lengkapnya:


1. Air Terjunnya seperti Benang Putih

Air terjun ini disebut dengan Curug Lawe karena air yang jatuh dari atas tebing terlihat seperti benang putih yang menjuntai. Dalam bahasa Jawa, benang putih yang menjuntai disebut lawe.

2. Jalur Trekking yang Menantang

Sebelum sampai ke Curug Lawe, traveler harus menempuh jalur trekking yang cukup menantang. Jalan setapak yang dilalui hanya selebar 40 cm.

Menurut e-paper Universitas Diponogoro, jaraknya sekitar 2,5 km dari area parkir kendaraan. Selama perjalanan, traveler bisa menikmati keindahan alam dan mengambil gambar di beberapa spot foto.

3. Jembatan Romantis

Mengutip salah satu laman agen travel, pada jalur trekking, traveler akan menemukan beragam jembatan yang melintang di atas sungai kecil atau jalur irigasi. Salah satunya adalah Jembatan Romantis yang berada di atas jurang dengan kedalaman sekitar 20 meter.

4. Curug Benowo

Dalam satu kawasan Curug Lawe, di sisi timur terdapat Curug Benowo yang berjarak dekat.Curug ini berada di lereng yang lebih terbuka.

Untuk sampai di Curug Benowo, traveler perlu menempuh jarak 2,5 km. Di area Curug Benowo dapat dijadikan lokasi berkemah.

Fasilitas Curug Lawe

Fasilitas yang dimiliki Curug Lawe cukup lengkap. Berikut di antaranya:

  • Tempat parkir
  • Toilet
  • Musholla
  • Tempat duduk di beberapa titik area
  • Warung makan yang menjual snack, makanan berat, dan minuman
  • Pos peristirahatan
  • Ranger, jika memerlukan
  • Porter, jika memerlukan.

Lokasi Curug Lawe

Curug Lawe berada di Lereng Gunung Ungaran, Desa Kalisidi Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Jaraknya dari kota Semarang sekitar 12 km, sementara dari kota Ungaran sekitar 7 km.

Jika berangkat dari Ungaran, ambil arah ke Mapagan melalui jalan tembus ke Boja. Ambil belokan ke kiri di desa Sumur Gunung. Dari pertigaan Sumur Gunung terus ke arah selatan sampai perkebunan cengkeh zanzibar sekitar 3 km.

Harga Tiket dan Jam Operasional Curug Lawe

Sebelum mengunjungi Curug Lawe, ketahui dulu harga tiket dan jam operasional destinasi ini. Berikut informasinya.

Harga Tiket Curug Lawe

  • Harga tiket masuk: Rp 8.000
  • Parkir motor Rp 3.000
  • Parkir mobil: Rp 5.000

Jam Operasional Curug Lawe

Setiap hari mulai pukul 08.00-16.00 WIB

Itulah informasi mengenai Curug Lawe. Sebelum mengunjungi destinasi ini jangan lupa untuk mengetahui harga tiket atau jam operasional terbarunya ya.

(elk/row)



Sumber : travel.detik.com

https://travel.detik.com/domestic-destination/d-7500245/pesona-pantai-klotok-di-wonogiri-daya-tarik-dan-harga-tiketnya?single=1

https://travel.detik.com/domestic-destination/d-7500245/pesona-pantai-klotok-di-wonogiri-daya-tarik-dan-harga-tiketnya?single=1



Sumber : travel.detik.com

Kerajaan-kerajaan di Jawa yang Bisa Dijumpai hingga Sekarang



Jakarta

Indonesia memiliki sejarah panjang dari era kerajaan, kolonial, hingga era modern. Saat ini, masih ada kerajaan di Jawa yang masih eksis.

Di Pulau Jawa pernah berdiri beberapa kerajaan besar. Dari Kerajaan Mataram Kuno, Kerajaan Singasari, Kerajaan Majapahit, Kesultanan Demak, Kerajaan Mataram Islam, Kesultanan Cirebon, hingga Kesultanan Banten.

Di antara kerajaan tersebut, masih ada kerajaan yang eksis dengan dipimpin oleh seorang raja. Tetapi, di antara kerajaan itu, hanya Kesultanan Yogyakarta yang masih memiliki fungsi pemerintahan.


Kerajaan-kerajaan di Jawa dan kerajaan lain di Indonesia masih berkumpul dalam sebuah Majelis Agung Raja dan Sultan (MARS) Indonesia. Di antara yang masih eksis itu adalah Kasultanan Yogyakarta, Kasunanan Surakarta Hadiningrat atau Keraton Solo, Puro Mangkunegaran, Keraton Cirebon, dan Kasultanan Banten. Kesultanan Yogyakarta satu-satunya yang memiliki hak istimewa mengelola pemerintahan. Sedangkan yang lain memiliki fungsi kebudayaan.

Berikut beberapa di antara kerajaan di Jawa yang masih eksis hingga kini:

1. Kesultanan Yogyakarta

Kesultanan Yogyakarta atau Ngayogyakarta Hadiningrat ini berdiri sejak 1755 dan raja pertama yang menjabat di kesultanan itu adalah Pangeran Mangkubumi atau Sri Sultan Hamengkubuwono 1.

Kerajaan itu mulanya merupakan pecahan dari Kerajaan Mataram Islam yang terpecah menjadi dua. Pembagian wilayah itu tertuang pada Perjanjian Giyanti. Pecahan lainnya menjadi Kasunanan Surakarta.

Di tahun 1950, Kesultanan Yogyakarta resmi berubah menjadi yang kita kenal saat ini yakni Daerah Istimewa Yogyakarta. Dan hingga saat ini gelar untuk pemimpin-pemimpin daerah tersebut masih menggunakan gelar Hamengkubuwono.

Saat ini, Kasultanan Yogyakarta dipimpin oleh Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X yang juga Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)

2. Kasunanan Surakarta

Kasunanan Surakarta Hadiningrat adalah sebuah kerajaan di Pulau Jawa bagian tengah yang berdiri pada tahun 1745. Kasunanan itu merupakan penerus dari Kesultanan Mataram yang beribu kota di Kartasura dan selanjutnya berpindah di Surakarta.

Pada tahun 1755, sebagai hasil dari Perjanjian Giyanti yang disahkan pada tanggal 13 Februari 1755 antara VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) dengan Pangeran Mangkubumi, disepakati bahwa wilayah Mataram dibagi menjadi dua pemerintahan, yaitu Surakarta dan Yogyakarta.

Awalnya, 1745 hingga peristiwa Palihan Nagari pada 1755, Kesunanan Surakarta yang beribu kota di Surakarta merupakan kelanjutan dari Kesultanan Mataram yang sebelumnya berkedudukan di Kartasura, baik dari segi wilayah, pemerintahan, maupun kedudukan penguasanya.

Setelah Perjanjian Giyanti dan diadakannya Pertemuan Jatisari pada tahun 1755 menyebabkan terpecahnya Kesunanan Surakarta menjadi dua kerajaan; kota Surakarta tetap menjadi pusat pemerintahan sebagian wilayah Kesunanan Surakarta dengan rajanya yaitu Susuhunan Pakubuwana III, sedangkan sebagian wilayah Kesunanan Surakarta yang lain diperintah oleh Sultan Hamengkubuwana I yang berkedudukan di kota Yogyakarta, dan wilayah kerajaannya kemudian disebut sebagai Kesultanan Yogyakarta.

Kemudian dibuat Perjanjian Salatiga tanggal 17 Maret 1757, yang membuat wilayah Kesunanan makin kecil. Sebagian wilayah, yakni Nagara Agung (wilayah inti di sekitar ibu kota kerajaan) diserahkan kepada Raden Mas Said yang kemudian bergelar Adipati Mangkunegara I. Saat ini, Mangkunegaran masih eksis.

3. Mangkunegaran

Mangkunegaran adalah kadipaten yang posisinya di bawah kasunanan dan kasultanan, sehingga penguasa tidak berhak menyandang gelar Sunan ataupun Sultan.

Penguasa Keraton Kasunanan Surakarta bergelar Sunan Pakubuwono, sedangkan gelar penguasa Kadipaten Mangkunegaran adalah Pangeran Adipati Aryo Mangkunegoro.

Antara tahun 1757 sampai dengan 1946, Kadipaten Mangkunegaran adalah kerajaan otonom yang berhak memiliki tentara sendiri yang independen dari Kasunanan Surakarta.

Wilayahnya mencakup bagian utara Kota Surakarta, di antaranya adalah Kecamatan Banjarsari, kemudian seluruh Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Wonogiri, dan sebagian wilayah Kecamatan Ngawen serta Semin di Gunung Kidul, Yogyakarta. Keseluruhan wilayah Mangkunegaran tersebut hampir mencapai 50 persen wilayah dari Kasunanan Surakarta.

Saat ini, Mangkunegaran dipimpin oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X atau Gusti Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo merupakan raja.

Sejatinya, pemimpin Mangkunegaran bukanlah raja, namun adipati atau pangeran miji atau pangeran mandiri, yang memimpin sebuah kadipaten di bawah Keraton Kasunanan Surakarta bernama Mangkunegaran.

Meskipun kedudukan pemimpin Mangkunegara yang sebenarnya adalah adipati, namun kerap dianggap raja dalam memori masyarakat Mangkunegara. Itu dipengaruhi oleh Mangkunegara yang dulu sempat berkuasa atas beberapa wilayah, yakni Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Wonogiri.

4. KadipatenPakualaman

Dulu Kadipaten Pakualaman merupakan sebuah negara dependen yang berbentuk kerajaan. Tetapi pada 1950, status negara dependen Kadipaten Pakualaman diturunkan menjadi daerah istimewa setingkat provinsi dengan nama Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dikutip dari laman Dinas Kebudayaan Kota Jogja, Kadipaten Pakualaman berdiri pada 1813, kekuasaan Inggris dengan penyerahan kekuasaan oleh Hamengku Buwono II kepada adiknya, Pangeran Natakusuma dengan status Pangeran Merdika. Pangeran Natakusuma kemudian mendapatkan gelar sebagai KGPAA Paku Alam I dengan kediaman di Puro Pakualaman yang berada di sisi timur Kasultanan Ngayogyakarta.

Status kerajaan ini mirip dengan status Praja Mangkunagaran di Surakarta.

Saat ini, Pakualaman dipimpin oleh Sampeyan Dalem Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Paku Alam X dengan nama lahir Raden Mas Wijoseno Hario Bimo.

5. Kesultanan Cirebon

Kesultanan Cirebon ini disebut sebagai jembatan untuk kebudayaan di Jawa Tengah dan Jawa Barat, Kesultanan Cirebon ini memiliki corak Islam yang begitu mahsyur di abad 15-16 Masehi. Memiliki letak yang cukup strategis menjadi kesultanan ini sebagai jalur perdagangan dan pelayaran yang cukup vital antar pulau di masa itu.

Kesultanan Cirebon didirikan oleh Pangeran Cakrabuana atau Walangsungsang atau Haji Abudllah Imam pada tahun 1430. Ia sangat aktif dalam penyebarluasan agama Islam dan Kesultanan Cirebon meningkat kejayaannya ketika dipimpin oleh Sunan Gunung Jati.

Saat ini, Keraton Cirebon dipimpin Sultan Sepuh Aloeda II atau Raden Rahardjo.

6. Kesultanan Kanoman

Kesultanan Kanoman ini didirikan oleh Pangeran Muhamad Badrudi Kertawijaya atau Sultan Anom 1 di tahun 1678. Sebelumnya, Kesultanan Kanoman ini merupakan pecahan dari Kesultanan Cirebon pada tahun 1666.

Di masa kekosongan 1666 hingga 1678 itu Kesultanan Cirebon diambil alih kekuasaannya oleh Kerajaan Mataram. Berjalannya waktu dan tak puasnya pengambilahinan tersebut hingga menimbulkan konflik.

Akhirnya Kesultanan Cirebon dipecah dan salah satunya Kesultanan Kanoman yang diberikan Pangeran Muhamad Badrudin Kertawijaya.

Jejak-jejak peradaban kerajaan-kerajaan di atas masih bisa dilihat hingga sekarang di setiap wilayahnya. Masih terdapat keraton atau tempat pemerintahan dan tempat tinggal raja-raja yang menduduki kursi kekuasaan.

Peninggalan kerajaan-kerajaan tersebut kini menjadi sebuah destinasi wisata yang sering dikunjungi oleh para wisatawan yang ingin melihat dan menggali informasi tentang sejarah kerajaan tersebut.

Saat ini, Kesultanan Kanoman dipimpin oleh Sultan Anom XII Mochamad Saladin.

Jadi keraton mana saja yang sudah kamu datangi?

(wsw/fem)



Sumber : travel.detik.com

Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka


Sigandul View menjadi salah satu destinasi wisata alam populer di Temanggung. Lokasinya ada di jalur perbatasan antara Wonosobo dan Temanggung.

Sigandul View Temanggung terkenal dengan pesona alamnya yang menawan. Destinasi ini menjadi magnet bagi pengunjung, terutama yang ingin menikmati keindahan alam sambil bersantai.

Daya Tarik dan Aktivitas Seru di Sigandul View Temanggung

1. Makan dengan Pemandangan Alam yang Indah

Dilansir laman Visit Jawa Tengah, Sigandul View menawarkan konsep coffee and resto dengan panorama indah dari gunung Sumbing dan Sindoro.

Di sana, kita bisa menyegarkan mata melihat pemandangan hijau dengan udara yang sejuk.


Sigandul View menyuguhkan pemandangan alam di antaranya deretan pengunungan, Temanggung, Senin (30/5/2022).Sigandul View menyuguhkan pemandangan alam di antaranya deretan pegunungan, Temanggung, Senin (30/5/2022). (Eko Susanto/detikcom)

Untuk harga menu makanan dan minuman yang ditawarkannya pun cukup beragam. Mulai dari aneka coffee, teh, milk based, menu makanan Indonesia, olahan ikan, hingga snack.

Dilihat dari akun Instagram @sigandul_view, untuk menu minuman harganya mulai dari Rp 15 ribu – 25 ribu. Sementara, menu makanannya dibanderol mulai dari 25 ribuan – Rp 45 ribuan.

2. Mencoba Jembatan Kaca

Sigandul View menyuguhkan pemandangan alam di antaranya deretan pengunungan, Temanggung, Senin (30/5/2022). Jembatan Kaca di Sigandul View Temanggung. (Eko Susanto/detikcom)

Sigandul View Temanggung juga memiliki jembatan Kaca yang ada di ketinggian. Pengunjung bisa mencoba spot menarik ini. Selain sebagai spot foto, jembatan ini juga sekaligus untuk menguji nyali pengunjung, bukan?

3. Cocok untuk Liburan bersama Anak-anak

Sigandul View menyuguhkan pemandangan alam di antaranya deretan pengunungan, Temanggung, Senin (30/5/2022).Sigandul View Temanggung: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka (Eko Susanto/detikcom)

Tak hanya cocok untuk nongkrong dan bersantai, Sigandul View juga menjadi objek wisata yang cocok untuk keluarga dan anak. Pasalnya, di sana anak-anak bisa memberi makan ikan koi di kolam dan bermain dengan kelinci.

4. Menginap di Villa

Bagi pengunjung yang ingin bermalam dan menikmati sunrise keesokan paginya, mereka bisa menginap di villa yang tersedia di sana.

Aktivitas seru lainnya yang bisa kita lakukan adalah menyewa Jeep, untuk menjelajah area sekitar Temanggung.

Alamat Sigandul View

Sigandul View berlokasi di Jalan Raya Parakan – Wonosobo, No.Km. 8, Area Sawah, Kwadungan Jurang, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung.

Harga Tiket Masuk Sigandul View 2024

Tiket outdoor Sigandul View dihargai Rp 15.000 per orang. Harga tersebut sudah termasuk harga untuk menikmati jembatan kaca, taman kelinci, dan kolam Ikan.

Jam Buka Sigandul View 2024

Sigandul View buka setiap hari dari jam 07.00 – 21.00 WIB untuk weekdays. Sementara untuk weekend buka dari jam 05.00-22.00 WIB.

Fasilitas di Sigandul View Temanggung

  • Kafe & resto
  • Tempat parkir
  • Musala
  • Toilet
  • Penginapan
  • Gardu pandang.

(khq/fem)



Sumber : travel.detik.com