Tag Archives: jawa

10 Wisata Sekitar Candi Prambanan, Cocok Buat Anak dan Keluarga


Jakarta

Candi Prambanan menjadi magnet bagi wisatawan untuk berkunjung ke Yogyakarta. Meski secara administrasi berada di Sleman, Yogyakarta, lokasi Prambanan berada juga berbatasan dengan Jawa Tengah, tepatnya di Kabupaten Klaten.

Candi ini tak kalah terkenal dari Candi Borobudur. Legenda tentang Candi Prambanan juga sudah dikenal sebagai cerita rakyat Nusantara, yakni dongeng Roro Jonggrang dan seribu candi.

Selain jalan-jalan di Candi Prambanan, ada banyak tempat wisata menarik yang lokasinya tak begitu jauh. Simak artikel ini untuk mengenal daya tarik Candi Prambanan dan 10 wisata sekitar Candi Prambanan yang cocok buat anak dan keluarga.


Sejarah Wisata Candi Prambanan

Dikutip dari situs Pemkab Sleman, Candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Indonesia. Dibangun pada abad ke-9 Masehi, Prambanan awalnya digunakan sebagai tempat persembahan tiga dewa Hindu (Trimurti) yaitu Brahma, Wishnu, dan Siwa.

Candi dibangun pertama kali oleh Rakai Pikatan dari keluarga Sanjaya. Hal ini dilakukan untuk menandingi Candi Borobudur dan Candi Sewu yang merupakan candi Buddha.

Sekitar tahun 930-an, candi ini ditinggalkan karena pusat pemerintahan berpindah ke Jawa Timur. Candi menjadi rusak karena tak terawat, dan runtuh diduga karena faktor alam seperti erupsi Gunung Merapi hingga gempa bumi hebat pada abad ke-16.

Penduduk sekitar meskipun tahu keberadaan candi ini, tetapi tidak mengetahui latar belakang sejarahnya. Maka muncul cerita rakyat tentang Roro Jonggrang, bahwa pembuatan candi tersebut dilakukan oleh makhluk halus.

Di masa penjajahan, sekitar 1700-an, candi ini ditemukan dan mulai dilakukan penelitian. Namun justru marak penyalahgunaan batu-batu ini yang dipakai hiasan rumah orang Belanda atau menjadi fondasi rumah warga lokal.

Pemugaran baru dimulai pada 1918 dan dirampungkan pada era Sukarno tahun 1953. Sejak 1991, Prambanan termasuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO. Di dalam kompleks prambanan terdapat berbagai candi, antara lain Candi Siwa, Candi Brahma, Candi Wishnu, Candi Nandi, Candi Garuda (Candi A), Candi Angsa (Candi B), Cand Apit, Candi Kelir, dan Candi Sudut.

Lokasi dan Harga Tiket

Lokasi Candi Prambanan berada di Dusun Karangasem, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jika traveler melewati Jalan Jogja-Solo pasti akan melihat kemegahan Candi Prambanan dari kejauhan.

Dikutip dari akun Instagram Taman Wisata Candi Prambanan, harga tiketnya adalah sebagai berikut:

  • Tiket WNI atau warga dengan KITAS
    Dewasa (usia 10 tahun ke atas): Rp 50 ribu per orang
    Anak-anak (3-10 tahun): Rp 25 ribu per anak
  • Tiket WNA
    Dewasa (usia 10 tahun ke atas): Rp 400 ribu per orang
    Anak-anak (3-10 tahun): Rp 240 ribu per anak

Wisata Sekitar Candi Prambanan

Traveler mungkin tak cuma ingin berwisata di satu lokasi. Dari Candi Prambanan, kalian bisa berkunjung ke 10 tempat wisata lainnya, mulai dari tempat wisata pertunjukan, pemandangan asyik, hingga wisata dengan wahana seru.

Berikut ini 10 tempat wisata sekitar Candi Prambanan yang cocok buat anak dan keluarga:

1. Sendratari Ramayana

Pertunjukan Sendratari Ramayana BalletPertunjukan Sendratari Ramayana Ballet (Niken Pratiwi)

Lokasi: Jalan Taman Prambanan Kulon, Klurak, Tamanmartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, DIY (sisi selatan kompleks Candi Prambanan).
Jam buka: 19.30 WIB
Harga tiket masuk: Rp 100 ribu hingga Rp 450 ribu

Kalau sudah sampai di Candi Prambanan, tampaknya kurang lengkap jika nggak nonton Sendratari Ramayana atau Sendratari Roro Jonggrang. Traveler tinggal pilih mau nonton cerita Rama dan Sinta (Ramayana) atau dongeng 1.000 candi (Roro Jonggrang).

Sendratari Ramayana digelar setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu. Sementara Sendratari Roro Jonggrang digelar setiap Jumat. Keduanya dapat disaksikan pukul 19.30 WIB dengan durasi sekitar 1 jam.

2. Candi Ratu Boko

Ratu BokoRatu Boko (Putu Intan/detikcom)

Lokasi: Jalan Raya Piyungan-Prambanan No 2, Gatak, Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Jam buka: 07.00 – 17.00 WIB.
Harga tiket masuk:

  • Tiket dewasa (10 tahun ke atas): Rp 40 ribu.
  • Tiket anak (3-10 tahun): Rp 20 ribu.
  • Tiket terusan Ratu Boko-Prambanan dewasa: Rp 85 ribu.
  • Tiket terusan Ratu Boko-Prambanan anak: Rp 40 ribu.

Dilansir dari situs borobudurpark.com, Candi Ratu Boko tidak berwujud seperti Prambanan atau Borobudur. Ratu Boko adalah reruntuhan sebuah kerajaan, maka juga sering disebut sebagai Kraton Ratu Boko.

Situs Ratu Boko diperkirakan dibangun oleh Wangsa Syailendra yang beragama Buddha pada abad ke-8, namun diambil alih kerajaan Mataram Hindu, sehingga situs ini dipengaruhi Hindu-Buddha.

Dari sini, detikers bisa melihat pemandangan beberapa tempat sekaligus. Menghadap ke selatan, kamu bisa melihat pemandangan Yogyakarta, jika ke arah barat maka akan terlihat Gunung Merapi dan Candi Prambanan.

3. Candi Sewu

Candi SewuCandi Sewu (Rudi Chandra/d’Traveler)

Lokasi: Jalan Candi Sewu, Bener, Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Jam buka: 06.00-17.00 WIB
Harga tiket masuk: sudah termasuk dalam tiket Candi Prambanan

Satu lagi wisata sejarah di sekitar Candi Prambanan yang bisa detikers kunjungi, yaitu Candi Sewu yang berada di utara Prambanan. Dilansir dari situs Pemprov DIY, candi Buddha ini lebih tua dari Candi Prambanan karena dibangun sejak abad ke-8. Ada 249 candi di kompleks Candi Sewu ini.

4. Tebing Breksi

Sandiaga awalnya meninjau lokasi di Tebing Breksi yang memajang beberapa produk UMKM dari BUMDes Sambi Mulyo.Tebing Breksi. (Kemenparekraf)

Lokasi: Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY.
Jam buka: 08.00-21.00 WIB
Harga tiket masuk: Rp 10.000

Tebing Breksi dahulunya adalah perbukitan dari batuan breksi yang ditutup dari aktivitas tambang. Namun daripada tidak dimanfaatkan, masyarakat menyulapnya menjadi tempat wisata.

Selain menyaksikan pemandangan menarik dari ketinggian, detikers juga bisa merasakan sensasi naik jip untuk menjelajahi bukit breksi.

5. Kids Fun Park

Lokasi: Jalan Jenderal Sudirman No 99-101, Terban, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta, DIY.
Jam buka: 10.00-17.00 WIB
Harga tiket masuk: mulai dari Rp 100.000

Jika mengajak anak-anak, Kids Fun menjadi salah satu pilihan agar mereka tidak bosan. Di sini, anak-anak bisa bermain seharian hingga puas dengan menjajal aneka permainan, seperti komidi putar, mobil-mobilan, kereta mini, berkeliling di taman dinosaurus, naik pesawat mainan, perahu mainan, hingga menyaksikan pertunjukan seru di kastil.

6. Waterboom Jogja

Keseruan para pengunjung yang sedang berenang di Waterboom Jogjga.Waterboom Jogja. (Instagram @waterboomjogja)

Lokasi: Jalan Utara Stadion Maguwoharjo, Jenengan, Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Jam operasional: 09.00-16.00 WIB
Harga tiket masuk: mulai Rp 45 ribu

Masih di Kabupaten Sleman, traveler juga bisa seru-seruan bermain di Waterboom Jogja. Ada berbagai wahana air seru yang bisa dimainkan, misalnya brando boomeranggo, volcano coaster, donte wild river, dan kolam ombak.

7. Obelix Hills

Obelix HillsObelix Hills (dok. Obelix Hills)

Lokasi: Dusun Klumprit I, II, Kelurahan Wukirharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY.
Jam buka: 07.00-21.00 WIB
Harga tiket masuk: Rp 30 ribu.

Obelix Hills menawarkan banyak spot foto instagramable. Beberapa spot foto menarik ayunan langit, Eagle Nest, dan Sky Deck. Salah satu yang wajib dicoba adalah Pottery Cave, yang berkonsep warna-warni estetik dan cantik.

Dari ketinggian, detikers juga bisa menikmati pemandangan Kota Yogyakarta sambil menikmati makanan.

8. HeHa Skyview

Objek wisata di Gunungkidul.HeHa Skyview Foto: (Instagram)

Lokasi: Jalan Dlingo-Patuk No 2, Bukit, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Jam buka: 08.00-21.00 WIB
Harga tiket masuk: Rp 35 ribu.

HeHa Sky View adalah objek wisata di perbukitan yang menawarkan pemandangan Kota Yogyakarta. Pemandangan ini lebih indah ketika malam hari. Kamu juga bisa menyaksikan eloknya matahari terbenam dari sini.

Ada juga sejumlah spot menarik seperti Sky Glass, Sky Balloon, serta tempat panjat tebing yang aman untuk anak-anak.

9. Bukit Bintang

Lokasi: Jalan Jogja-Wonosari, Kecamatan Piyungan, Bantul.
Jam buka: 24 jam
Harga tiket masuk: gratis

Bukit Bintang menjadi salah satu tempat favorit untuk nongkrong di malam hari. Dari ketinggian, traveler bisa menyaksikan pemandangan lampu kota wilayah Yogyakarta yang berkelap-kelip seperti bintang.

Traveler juga bisa menyaksikan pemandangan Gunung Merapi dan Merbabu, serta aktivitas pesawat di Bandara Internasional Yogyakarta.

10. Gembira Loka Zoo

Gembira Loka ZooGembira Loka Zoo Foto: dok Humas GL Zoo

Lokasi: Jalan Kebun Raya No 2, Rejowinangun, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Jam buka: 08.00-16.00 WIB
Harga tiket masuk: mulai Rp 60 ribu.

Gembira Loka Zoo adalah kebun binatang di Yogyakarta yang menarik untuk dikunjungi. Tempat ini cocok untuk mengedukasi anak tentang jenis-jenis hewan.

Tempatnya sangat luas, tetapi ada kereta yang berkeliling sehingga detikers tidak perlu capek-capek. Pada waktu tertentu, ada pertunjukan satwa seperti beruang madu, burung merak dan orang utan.

Nah, itulah tadi informasi mengenai Candi Prambanan, lengkap dengan 10 wisata sekitar Candi Prambanan yang bisa detikers kunjungi.

(bai/row)



Sumber : travel.detik.com

Waduk Cacaban di Tegal, Tempat Wisata Indah Berlatar Perbukitan Hijau


Jakarta

Waduk Cacaban di Tegal, Jawa Tengah, bisa jadi pilihan detikers yang ingin healing dan refreshing. Tempat wisata ini menawarkan pemandangan indah dengan latar perbukitan hijau.

Tak heran jika udara sejuk dan panorama yang menyenangkan langsung ‘menyergap’ pengunjung di Waduk Cacaban, Tegal. Eloknya pemandangan makin lengkap dengan view air tenang dan pulau kecil di tengah waduk.

Waduk Cacaban awalnya adalah sarana penunjang pertanian bagi warga setempat. Namun pemandangan alam yang memukau, telah menarik perhatian masyarakat Tegal dan sekitarnya untuk berwisata.


Ngapain Aja di Waduk Cacaban?

Sejumlah perahu nelayan bersandar di pinggir Waduk Cacaban yang airnya mulai menyusut di Desa Karanganyar, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Selasa (29/8/2023). Volume air Waduk Cacaban untuk mengairi sekitar 7.000 hektar persawahan itu sejak lima bulan terakhir menyusut drastis dari normal 50 juta meter kubik menjadi 7,3 juta meter kubik sehingga dapat mengakibatkan berkurangnya pasokan air untuk mengairi areal persawahan di wilayah Pantura. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/tom.Waduk Cacaban. (Oky Lukmansyah/Antara)

Selain pemandangan yang indah, Waduk Cacaban menyediakan berbagai fasilitas bagi para pengunjung. Aneka layanan ini bikin liburan terasa makin komplit.

Berikut beberapa aktivitas dan pelayanan yang tersedia di Waduk Cacaban, Tegal, seperti dijelaskan laman Sekretariat Daerah Kabupaten Tegal:

1. Naik Perahu

Di area Cacaban, ada Pulau Gendu yang tepat berada di tengah waduk. Wisatawan bisa naik perahu menuju pulau yang bikin pemandangan Waduk Cacaban terlihat unik tersebut.

Berkendara dengan perahu memungkinkan pengunjung merasakan langsung segarnya udara di Waduk Cacaban. Sensasi inilah yang bikin Waduk Cacaban menjadi pilihan untuk refreshing.

2. Mancing dan Kulineran

Ingin makan mie rebus atau hidangan favorit lain sambil menikmati Waduk Cacaban? Tenang, wisatawan bisa mewujudkan agenda liburan ini lewat berbagai jenis kuliner yang tersedia di area waduk.

Berbagai pilihan menu dan olahan udang, ikan mujair, ikan gabus, dan sebagainya bisa dinikmati pengunjung. Wisatawan bahkan bisa memancing sendiri ikan yang akan dikonsumsi.

3. Joging atau Naik Kuda

Bagi wisatawan yang ingin melihat dari dekat hijaunya perbukitan Waduk Cacaban, kegiatan joging dan naik kuda bisa jadi pilihan. Area ini disebut mirip Bukit Teletubbies karena warnanya yang hijau, naik turun, dan lebih dari satu bukit. Selain itu, tersedia sepeda listrik untuk menikmati dari dekat indahnya Waduk Cacaban.

4. Arena Permainan Anak

Tempat ini juga dilengkapi dengan area permainan anak atau playground gratis dengan beberapa permainan. Biar nggak bosan, anak-anak bisa diajak kemari untuk bermain.

5. Fasilitas

  • Area parkir luas
  • Gardu panjang atas
  • Mushola
  • Warung makan
  • Playground
  • Dermaga apung
  • Jogging track
  • Wisata hutan
  • Perahu wisata.

Lokasi dan Harga Tiket Masuk

Bukit Teletubbies Waduk CacabanBukit Teletubbies Waduk Cacaban (detikTravel)

Lokasi Waduk Cacaban berada di Desa Penujah, Kecamatan Kedung Banteng, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Dengan jarak sekitar 11 km dari pusat kota Kabupaten Tegal, lokasi Waduk Cacaban tidak terlalu jauh atau dekat.

Jarak inilah yang memungkinkan Waduk Cacaban menjaga kondisi alam, sekaligus jadi pilihan wisata bagi warga Tegal dan sekitarnya. Waduk Cacaban bisa ditempuh dalam waktu 25 menit dari pusat kota.

Bagi yang ingin piknik di Waduk Cacaban wajib datang pukul 06.00-20.00, sesuai aturan jam operasional tempat wisata. Jangan lupa membayar tiket masuk sebesar:

  • Dewasa: Rp 9.000 (weekday) dan Rp 10.000 (weekend & hari libur)
  • Anak-anak: Rp 8.000.

Happy tamasya di Waduk Cacaban detikers, jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan dan ketertiban selama berada di tempat umum saat datang hingga kembali pulang.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

7 Wisata Alam Semarang Gratis: Pantai hingga Taman


Jakarta

Semarang, Jawa Tengah memiliki wilayah yang luas, mencakup Kota Semarang dan Kabupaten Semarang. Kondisi geografisnya yang beragam membuat daerah ini memiliki banyak wisata alam.

Uniknya, masih ada sejumlah tempat wisata yang gratis. Simak artikel ini untuk mengetahui 7 tempat wisata alam Semarang gratis, mulai dari pantai hingga taman.

Rekomendasi Wisata Alam Semarang Gratis

Berikut ini rekomendasi 7 tempat wisata alam Semarang gratis yang bisa kamu kunjungi:


1. Pantai Mangunharjo

Pantai Mangunharjo SemarangPantai Mangunharjo Semarang (semarangkota.go.id)

Lokasi: Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Jam buka: 24 jam

Kota Semarang memiliki sejumlah pantai di sisi utara, salah satunya adalah Pantai Mangunharjo yang masih gratis. Pantai ini sering dikunjungi para pemancing dan nelayan.

Pantai ini juga cocok buat detikers yang mencari tempat nongkrong sambil melihat pemandangan. Di sore hari, pemandangan di sini akan semakin menarik. Traveler juga bisa naik perahu untuk berkeliling di sekitar pantai.

2. Brown Canyon

Brown Canyon SemarangBrown Canyon Semarang (Dok. addy_addy13/Instagram)

Lokasi: Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Jam buka: 24 jam.

Brown Canyon disebut-sebut mirip dengan Grand Canyon yang ada di Semarang. Tempat ini memiliki tebing-tebing yang tampak menarik. Sebetulnya Brown Canyon adalah bekas tempat pertambangan pasir dan batu yang tak digunakan lagi. Traveler biasa berfoto-foto dengan latar belakang tebing-tebing.

3. Danau BSB

Danau BSB SemarangDanau BSB Semarang (bsbcity.com)

Lokasi: Jalan BSB Boulevard, Kelurahan Pesantren, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Jam buka: 07.00-21.00 WIB

Danau BSB adalah danau buatan yang letaknya di Bukit Semarang Baru atau BSB City, sebuah kawasan yang dikembangkan oleh Ciputra Group. Danau ini memiliki pemandangan elok dan suasana yang sejuk.

Jika ingin masuk, ada tiket yang harus dibayar. Namun traveler tetap bisa menikmati pemandangan danau tanpa membeli tiket masuk. Caranya dengan datang ke kafe atau restoran di sekitar Danau BSB.

4. Taman Tabanas Bukit Gombel

Taman Tabanas di SemarangTaman Tabanas di Semarang (Twitter)

Lokasi: Jalan Setia Budi, Ngesrep, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Jam buka: 24 jam.

Taman Tabanas Bukit Gombel merupakan tempat yang tepat untuk menikmati pemandangan Kota Semarang dari ketinggian. Taman ini khas dengan Tugu Tabanas yang menjulang tinggi. Banyak juga pedagang yang menjajakan makanan di sini, sehingga tidak perlu takut kelaparan.

5. Taman Willis

Lokasi: Jl. Wilis No.3, Tegalsari, Kec. Candisari, Kota Semarang, Jawa Tengah
Jam buka: 24 jam.

Alternatif lain melihat pemandangan Kota Semarang dari ketinggian adalah melalui Taman Wilis yang berudara segar. Selain itu, banyak orang memanfaatkan taman ini untuk bersantai atau berolahraga.

Suasana Taman Wilis cukup nyaman karena cukup jauh dari pusat kota, sehingga lebih tenang. Traveler juga senang berburu momen matahari terbit di taman ini.

6. Taman Bridge Fountain Semarang

Pengunjung menyaksikan pertunjukan Semarang Bridge Fountain atau jembatan dengan air mancur menari jelang malam pergantian tahun baru di area Sungai Banjir Kanal Barat, Semarang, Jawa Tengah, Senin (31/12/2018). Pemkot Semarang secara resmi meluncurkan jembatan air mancur pertama yang ada di Indonesia senilai sekitar Rp17 miliar itu pada malam perayaan pergantian tahun baru sebagai destinasi wisata baru di kota tersebut. ANTARA FOTO/Aji Styawan/pras.Semarang Bridge Fountain di area Sungai Banjir Kanal Barat. (Aji Styawan?Antara)

Lokasi: Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah
Jam buka: 19.30-22.00 WIB

Semarang memiliki Sungai Banjir Kanal Barat yang merupakan sistem drainase besar pertama di Semarang, yakni sejak 1879. Sungai ini pun menjadi tempat wisata karena disulap menjadi Taman Bridge Fountain. Di sini, traveler bisa menyaksikan air terjun menari dengan cahaya lampu yang menarik.

7. Taman Tirto Agung

Lokasi: Jalan Durian Raya Nomor 77, Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah.
Jam buka: 24 jam.

Jika ingin menikmati suasana sejuk dengan pepohonan rindang, traveler bisa berkunjung ke Taman Tirto Agung. Anak-anak juga cocok diajak ke sini, karena terdapat arena permainan anak. Beberapa wahananya seperti papan seluncuran dan jungkat-jungkit.

Nah, itulah 7 wisata alam Semarang gratis yang bisa dikunjungi, mulai dari pantai hingga taman.

(bai/row)



Sumber : travel.detik.com

Desa Cikaso di Kuningan, Desa BRILiaN dengan Segudang Potensi Alam



Jakarta

Berada di Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Desa Cikas mungkin belum banyak dikenal masyarakat. Padahal, desa ini memiliki pesona tersembunyi dan segudang potensi alam dengan hamparan sawah yang memanjakan mata.

Berada di wilayah dataran rendah yaitu sekitar 500 mdpl, Desa Cikaso memiliki lahan subur yang banyak dimanfaatkan masyarakat menjadi lahan pertanian. Di bawah naungan BUMDesa Sangga Emas, Desa Cikaso memiliki sederet unit usaha masyarakat unggulan yang membuatnya menjadi desa mandiri. Berbekal potensi utama lahan pertanian seluas 107 hektare, mereka pun berupaya melakukan pengolahan berbagai hasil bumi.

“Berangkat dari potensi pertanian, kita bekerja sama dengan Dinas Pertanian setempat untuk mengelola lahan. Kebetulan waktu itu kita dipercaya mengelola lahan hortikultura seluas 42,5 hektar. Setelah itu, dari Dinas Pertanian kita juga mendapat bantuan berupa pabrik untuk menggoreng bawang dan pabrik pengolahan padi,” kata Ketua BUMDesa Sangga Emas Saparudin dalam keterangan tertulis, Jumat (30/8/2024).


Saparudin mengatakan pabrik pengolahan padi ini juga sejalan dengan program untuk menciptakan ketahanan pangan dari pemerintah sehingga kebutuhan beras untuk warga bisa diproduksi sendiri hingga 6 ton per bulan di lumbung desa. Pertanian bawang juga menjadi salah satu hasil bumi unggulan yang berhasil dikelola dengan baik oleh masyarakat setempat.

“Hasil dari tanaman bawang itu diolah menjadi bawang goreng yang kita kemas dengan menarik agar meningkatkan daya jual. Lalu dipasarkan ke toko-toko setempat, pasar, dan secara online. Untuk produk bawang goreng kami ini ada pilihan rasa, yaitu original, pedas dan udang sehingga berbeda dari bawang goreng kebanyakan,” tutur Saparudin.

Lebih lanjut, Saparudin menjelaskan budi daya jamur tiram juga menjadi hasil pertanian unggulan di Desa Cikaso. Dikelola oleh kelompok usaha para petani yang juga di bawah naungan BUMDesa, hasil panen jamur tiram ini tidak hanya dipasarkan di wilayah Kuningan saja, tapi juga dikirim hingga ke kota lain seperti Brebes dan Jakarta.

Banyaknya warga Desa Cikaso yang mayoritas hidupnya berasal dari sektor pertanian membuat kebutuhan akan pupuk pertanian jadi hal yang sangat penting. Hal ini yang juga kemudian dimanfaatkan oleh kelompok petani dalam memproduksi pupuk hayati secara mandiri.

“Tadinya itu kita sempat mengalami kesulitan karena pupuk dan obat pertanian itu mahal. Tapi kemudian ada inisiatif dari kelompok petani melakukan uji coba membuat pupuk hayati bersama Dinas Pertanian dan ternyata berhasil. Jadi kami punya produk pupuk penyubur, fungisida dan insektisida yang tak hanya digunakan para petani Desa Cikaso saja tapi juga petani lain dari desa sekitar,” jelasnya.

Pengembangan Sektor Pariwisata untuk Memaksimalkan Potensi Desa

Tak hanya terbatas pada pengolahan hasil pertanian, BUMDesa Sangga Emas turut menangkap peluang sektor pariwisata yang ada di Desa Cikaso.Sawah Lope menjadi salah satu obyek wisata yang banyak dikunjungi oleh masyarakat di sekitar.

“Waktu pandemi 2019, mobilitas warga di desa kami kan terbatas. Akhirnya orang-orang banyak yang berjemur dan mencari hiburan di kawasan sawah itu. Dari situ kami berpikir kreatif untuk dijadikan wisata dan akhirnya terbentuklah Sawah Lope. Konsepnya wisata pertanian yang dekat dengan alam, sekarang sudah semakin dikembangkan dengan membangun gazebo, restoran, permainan anak dan kolam renang juga ada,” ungkap Saparudin.

Seluruh potensi, potensi pertanian dan wisata yang dibangun warga tak hanya bermanfaat bagi desa, namun juga berhasil mendapatkan prestasi luar biasa. Salah satunya adalah Desa Cikaso berhasil menjadi Juara 2 dalam ajang Nugraha Karya Desa BRILiaN Tahun 2023.

Saparudin mengatakan bantuan dari BRI berperan penting dalam pengembangan dan pembangunan Desa Cikaso yang lebih maju. Apresiasi pengembangan desa dari BRI sebesar Rp750 juta dialokasikan untuk mengembangkan bumi perkemahan seperti membangun villa dan gazebo, serta pembuatan kolam renang di Sawah Lope.

“Sampai saat ini kami juga tetap mendapatkan pendampingan dan pelatihan dari BRI untuk menambah ilmu. Bagi saya, ini merupakan bantuan yang tak ternilai,” ungkap Saparudin.

Selain itu, ada juga bantuan sarana prasarana dari BRI untuk pengembangan BUMDesa dan klaster usaha di desa. Berkat seluruh bantuan ini, Desa Cikaso sudah mulai bertransformasi dalam dunia digital dengan membuat website desa CIKASO.GODESA.ID. Digitalisasi dalam keuangan juga didukung penuh oleh BRI dengan kehadiran agen BRILink dan agen UMi yang membantu transaksi keuangan warga.

Sementara itu, Kepala Desa Cikaso Hidayat Noor menambahkan keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran aktif BUMDesa dan pemberdayaan masyarakat.

“Kami membangun desa wisata ini dari nol secara mandiri. Kuncinya adalah mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat untuk mengelola desa. Pemberdayaan itu juga semuanya kembali dinikmati oleh masyarakat karena sampai saat ini ada sekitar 90-an orang yang ikut dipekerjakan mengelola BUMDes, sehingga membantu ekonomi masyarakatnya juga,” kata Hidayat.

Di sisi lain, Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan bahwa Desa BRILiaN terbukti mendongkrak aktivitas ekonomi yang berada di desa-desa. Program Desa BRILiaN ini telah diinisiasi oleh BRI sejak 2020. Desa BRILiaN merupakan program inkubasi desa yang bertujuan untuk menghasilkan role model dalam pengembangan desa. Hingga Juni 2024, program Desa BRILiaN telah diikuti sebanyak 3.602 desa yang aktif berinisiatif serta berkomitmen maju melalui program-program yang telah direncanakan.

“Dengan dilakukan pembinaan melalui program Desa BRILiaN nasabah penabung meningkat drastis. Tak hanya itu, masyarakat desa yang semula belum berani mengambil kredit juga mendapatkan pembinaan dalam program ini. Dari sana, wirausaha yang ingin mengembangkan usahanya mulai sadar untuk merapikan administrasi dan mengembangkan kewirausahaannya agar layak mendapatkan kredit dari perbankan,” tutup Sunarso.

(prf/ega)



Sumber : travel.detik.com

Bendungan yang Baru Diresmikan Jokowi Itu Jadi Tempat Wisata Dadakan



Ciamis

Bendungan Leuwikeris di Ciamis yang baru diresmikan oleh Presiden Jokowi pada Kamis (29/8) kemarin itu langsung jadi tempat wisata dadakan bagi warga.

Setelah penggenangan seminggu lalu, Bendungan Leuwikeris di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat jadi tempat wisata dadakan. Sejumlah warga hampir ramai-ramai mendatangi area green belt di samping bendungan.

Setiap harinya, serombongan warga mendatangi bagian tepi bendungan dengan menggunakan sepeda motor, mobil hingga odong-odong wisata. Mereka penasaran dengan wujud Bendungan terbesar yang ada di wilayah Ciamis dan Tasikmalaya tersebut.


Selain melihat pemandangan yang indah, sejumlah warga sengaja membawa bekal dari rumah dan botram di pinggir bendungan.

Menggunakan alas tikar yang dibawa dari rumah, warga pun berkumpul dan makan bersama. Warga yang datang ternyata bukan hanya dari Ciamis saja, melainkan dari Banjar dan sejumlah daerah tetangga lainnya.

Untuk menuju lokasi itu, warga menempuh jalur darat dari Jalan Lingkar Selatan Ciamis, kemudian masuk ke wilayah Desa Handapherang, kemudian ke Dusun Guha hingga sampai di jalan proyek Bendungan Leuwikeris.

Belakangan ini, Bendungan Leuwikeris menjadi viral di media sosial dan jadi pembicaraan. Selesainya Bendungan Leuwikeris memang sangat ditunggu masyarakat setelah memakan waktu pembangunan hingga 7 tahun.

“Tau dari media sosial sudah selesai dibangun dan sedang digenangi. Penasaran ingin lihat langsung dari dekat, sebelum kawasannya ditutup pagar,” ujar Via Oktaviana, warga Ciamis yang datang ke Bendungan Leuwikeris bersama temannya menggunakan sepeda motor.

Sejumlah warga mengunjungi sisi Bendungan Leuwikeris di wilayah Ciamis sebagai tempat wisata dadakan. Mereka foto-foto sambil botram.Sejumlah warga mengunjungi sisi Bendungan Leuwikeris di wilayah Ciamis sebagai tempat wisata dadakan. Mereka foto-foto sambil botram. Foto: Dadang Hermansyah/detikJabar

Anto, warga Banjar, rela jauh-jauh datang ke area Bendungan Leuwikeris karena penasaran ingin melihat langsung dari dekat. Selama ini, Anto mengaku hanya melihat dari live atau video di tiktok saja.

“Cuma penasaran ingin lihat langsung sambil bikin konten juga, sekarang sedang viral. Ternyata bendungannya memang besar. Airnya juga sudah mulai terlihat menggenang,” jelasnya.

Selain menjadi tempat wisata dadakan, Bendungan Leuwikeris juga memberikan berkah bagi para pedagang keliling. Seperti pedagang cilok, cendol, pedagang minuman dingin dan juga kopi.

Seperti dialami Nana, pedagang cendol yang mengaku sudah berjualan di kawasan tersebut sejak dimulainya penggenangan Bendungan Leuwikeris. Ia mampu meraup untung hingga Rp 400 ribu setiap harinya.

“Alhamdulillah, sekarang jualannya di sini dulu bisa dapet Rp 400 ribu sehari. Setiap hari banyak pengunjung dari siang sampai sore, datang dan pulang bergantian. Banyak yang botram juga di sini. Tapi ke depannya katanya ini mau dipagar tapi gak tahu kapan,” pungkasnya.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Masjid Unik di Sukabumi: Bentuknya Perahu, Warnanya Ungu



Sukabumi

Di Sukabumi, berdiri sebuah masjid unik dengan bangunan yang tidak lazim. Masjid itu berbentuk perahu dan warnanya serba ungu. Bagaimana kisahnya?

Sebuah bangunan masjid nyentrik berdiri gagah di Kampung/Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Masjid itu berbentuk perahu dengan warna cat yang tak kalah nyentrik, serba berwarna ungu.

Masjid tersebut dinamai sesuai dengan nama pemiliknya, Sri Soewarto. Masjid tersebut kemudian viral dan mencuri perhatian publik berkat desainnya yang unik dan fungsinya yang multifungsi.


“Masjid ini didesain oleh Haji Soewarto, ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan wisata keluarga,” kata Lukman Hakim, manajer Masjid Perahu, Rabu (28/8/2024).

Lukman menjelaskan, desain perahu itu berawal dari kecintaan sang pemilik kepada perahu dan dunia pelayaran.

“Desainnya unik, di mana bagian atas masjid berbentuk perahu. Di dalam perahu tersebut terdapat masjid, ruang pertemuan, dan di lantai tiga serta empat, ada area panorama. Selain itu, di bawah masjid ini juga terdapat restoran,” jelas Lukman.

Masjid Perahu di Sukabumi.Masjid Perahu di Sukabumi. Foto: Syahdan Alamsyah

Pembangunan Masjid Perahu dimulai lima tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 2019. Setelah melalui berbagai tahap pembangunan, masjid ini mulai diuji coba pada Januari 2024 dan saat ini masih dalam tahap soft-opening.

“Pembangunan seluruh area wahana ini memakan waktu lima tahun,” tambah Lukman.

Lukman mengatakan, kehadiran Masjid Perahu mendapatkan perhatian dari masyarakat tidak hanya lingkungan sekitar tapi juga di Jawa Barat secara umum.

“Alhamdulillah, tanggapan masyarakat sangat positif. Dengan adanya Masjid Perahu yang juga memiliki wahana air dan danau, banyak yang menyambut baik. Pak Haji Soewarto membangun masjid ini dengan niat mensejahterakan masjid dan masyarakat di sekitarnya,” tuturnya.

Masjidnya Sejuk dan Menenangkan

Rasa sejuk menyergap saat memasuki area masjid bernuansa megah tersebut. Sejumlah pengunjung terlihat khusyuk menjalankan salat sunah tahiyatul masjid. Bukan hanya menarik perhatian warga setempat, tetapi juga pengunjung dari berbagai daerah.

“Saya pertama kali mendengar tentang Masjid Perahu dari teman-teman, dan begitu sampai di sini, saya benar-benar terkesan. Desainnya sangat unik, belum pernah saya lihat masjid yang bentuknya seperti perahu, apalagi ada restoran dan area panorama di dalamnya,” kata Warno, pengunjung asal Salatiga, Jawa Tengah.

Masjid Perahu di Sukabumi.Masjid Perahu di Sukabumi. Foto: Syahdan Alamsyah

Menurut Warno, suasana di dalam masjid sangat tenang dan damai, membuatnya merasa nyaman beribadah.

“Interiornya sangat rapi, dan pemandangan dari lantai atas sangat indah. Saya bisa melihat hamparan hijau yang menambah suasana spiritual. Ini pengalaman yang berbeda dari masjid-masjid lain,” ujarnya.

Warno juga menambahkan bahwa fasilitas di sekitar masjid sangat lengkap, mulai dari tempat wudhu yang bersih, hingga area istirahat yang nyaman.

“Bagi saya, Masjid Perahu bukan hanya tempat ibadah, tapi juga tempat untuk mencari ketenangan,” tutupnya.

——

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Destinasi Eklektik Baru, Hotel Indigo Bandung Dago Pakar



Jakarta

Hotel Indigo Bandung Dago Pakar telah resmi beroperasi sejak 6 Juli 2024. Sebagai destinasi eklektik terbaru di Bandung, hotel ini siap menghadirkan pengalaman menginap yang lebih mendalam dan berkelas dengan fokus pada keunikan budaya lokal dengan sentuhan kemewahan modern.

Hotel Indigo Bandung Dago Pakar memadukan esensi budaya Dago dengan desain yang menggabungkan motif tradisional Sunda dan elemen alam yang harmonis dengan sentuhan modern. Setiap detail dalam hotel ini dirancang untuk memberikan pengalaman otentik, mencerminkan kekayaan budaya Sunda dan keindahan alam Bandung dari air terjun yang mengalir indah hingga cerita rakyat yang terinspirasi dari Gunung Tangkuban Perahu.

Dengan 277 kamar dan suite yang elegan, setiap sudut hotel ini menawarkan pemandangan spektakuler yang dilengkapi dengan motif batik lokal untuk menambah keunikan pengalaman menginap. Para tamu dapat bersantai di daybed yang nyaman, menikmati suasana tenang dan indah dari area Dago Pakar.


Sebagai destinasi eklektik terbaru di Bandung, hotel ini menggabungkan keunikan budaya Sunda dengan pengaruh Eropa. Hal tersebut menjadikan hotel ini sebagai destinasi ideal bagi tamu yang ingin menikmati keindahan alam dan budaya lokal. Apalagi hanya 30 menit perjalanan dari Jakarta melalui kereta api cepat.

Hotel Indigo Bandung mempersembahkan pengalaman menginap yang lebih kaya dan bermakna melalui program eksklusif ‘Neighbourhood Story’ yang terbagi dalam dua kategori utama: ‘Stay in Style’ bagi pasangan dan ‘Edgy Stay’ untuk keluarga. Program ini tidak hanya menawarkan kenyamanan menginap, tetapi juga memberikan kesempatan untuk menjelajahi destinasi lokal seperti Dusun Bambu, Saung Angklung Udjo, dan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda.

dusun bambuFoto: dok. Dusun Bambu

Para tamu yang memilih paket ini akan mendapatkan sarapan untuk dua orang bagi ‘Stay in Style’ dan empat orang bagi ‘Edgy Stay’. Selain itu, tamu juga akan menikmati voucher F&B yang dapat digunakan di Joempa atau Dagoan Lounge.

Sebagai bagian dari pengalaman yang unik, kegiatan kreatif seperti mewarnai motif kain batik dan pottery painting/mewarnai gerabah juga tersedia untuk menambah nilai pengalaman budaya selama menginap.

Adapun paket ‘Edgy Stay’ berlaku untuk tipe kamar Suite, sehingga dapat menajdi pilihan ideal bagi keluarga yang menginginkan pengalaman menginap mewah. Serta lengkap dengan petualangan budaya dan aktivitas menarik untuk semua anggota keluarga.

Dalam hal kuliner, hotel ini menghadirkan berbagai pilihan yang mencerminkan warisan budaya Sunda dan semangat Dago Pakar. Di Joempa, restoran utama hotel, para tamu dapat menikmati hidangan khas Jawa Barat seperti cuanki dan batagor. Hidangan tersebut tersedia di menu terbaru dengan bahan-bahan segar langsung dari pertanian dan kebun rempah-rempah lokal.

Karbon, restoran dan bar di rooftop juga akan segera hadir. Restoran ini bakal menyuguhkan pengalaman bersantap yang unik dengan konsep grill and smokehouse ala Asia.

Selain itu ada pula Dagoan Lounge dengan desain memadukan seni cahaya melalui lampu-lampu indah layaknya bintang dan kursi jaman dulu yang diadaptasi menjadi kreasi modern yang estetik. Lounge ini menjadi tempat yang sempurna untuk bersantai sambil menikmati aneka mocktail, cocktail kreasi bartender berbakat yang memenangkan beragam penghargaan. Tempat ini juga menyediakan ragam kudapan ringan yang lezat (finger food), mulai dari sajian khas Nusantara dengan sentuhan khas Sunda hingga sajian khas Barat, sambil menikmati pemandangan lereng bukit dan Bandung yang memukau.

Hotel Indigo Bandung Dago Pakar juga menawarkan fasilitas mewah, seperti infinity pool dan restoran di rooftop yang akan segera hadir. Ada juga Kids Club yang dinamai Kancil Club dengan aktivitas tradisional Sunda dan ruangan yang didesain khusus untuk menonton ragam film untuk anak, serta pusat kebugaran 24 jam dengan alat yang lengkap dan pemandangan indah.

indigo hotelFoto: dok. Hotel Indigo Bandung Dago Pakar

Selain itu, Hotel Indigo Bandung Dago Pakar menyediakan kolam hangat dengan konsep infinity pool untuk keluarga yang dihiasi keindahan air terjun yang indah melambangkan curug yang ada di sekitar. Serta sembilan ruang pertemuan stylish dan Grand Ballroom yang luas untuk berbagai acara, mulai dari pertemuan kecil hingga pernikahan besar.

“Hotel Indigo Bandung Dago Pakar adalah penghormatan terhadap kekayaan budaya Sunda dan keindahan alam Bandung. Kami sangat antusias dapat menyediakan tempat peristirahatan yang setiap detailnya mencerminkan semangat dan keindahan lingkungan yang kami cintai ini,” ujar Cluster General Manager Hotel Indigo Bandung Dago Pakar dan InterContinental Bandung Dago Pakar Pascal Caubo dalam keterangan tertulis, Jumat (6/9/2024).

Hotel Indigo Bandung Dago Pakar juga menawarkan promo pembukaan yang menarik, serta kesempatan bagi para tamu untuk bergabung dengan IHG One Rewards. Hal ini memberikan peluang lebih besar untuk mendapatkan dan menukarkan poin dengan berbagai manfaat eksklusif.

Untuk informasi lebih lanjut dan reservasi, silakan kunjungi situs web hotel atau hubungi +62 22 87806688 atau email ke hotelindigobandung.info@ihg.com.

(Content Promotion/Hotel Indigo Bandung Dago Pakar)



Sumber : travel.detik.com

Jam Buka dan Harga Tiket Masuknya 2024


Jakarta

Kediri menawarkan berbagai pilihan destinasi tak kalah menarik dengan destinasi lainnya di Jawa Timur, termasuk wisata ramah anak.

Hal ini akan menambah pengalaman liburan traveler lebih berkesan. Jelajahi rekomendasi pilihan wisata Kediri untuk anak berikut ini.

Wisata Kediri untuk Anak-anak

1. Dunia Candy


Di Kabupaten Kediri ada tempat wisata yang ramah anak dan cocok untuk wisata keluarga. Namanya Wisata Dunia Candy.Dunia Candy destinasi siwata yang ramah anak dan cocok untuk wisata keluarga. (dok.Instagram @wisataduniacandy

Dunia Candy adalah pilihan wisata Kediri untuk anak yang didesain penuh warna warni layaknya permen. Sesuai namanya, sejatinya Dunia Candy adalah pabrik permen yang ada di Kediri.

Berbagai wahana bermain seperti playground, kereta kelinci, bianglala, hingga mandi bola pun ada. Selain bermain dan berfoto di bangunan-bangunan yang lucu, traveler dan si kecil juga bisa melihat langsung bagaimana proses pembuatan permen.

  • Alamat: Jl. Raya Kediri No 444, Desa Wonorejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.
  • Jam Operasional: Weekday: 08.00-17.00 WIB dan Weekend: 08.00-20.00 WIB.
  • Harga Tiket Masuk: Weekday Rp 12.000 dan Weekend Rp 15.000.

2. Kampung Indian Kediri

Kampung Indian KediriKampung Indian Kediri. (Andhika Dwi/detikTravel)

Wisata Kampung Indian merupakan wisata Kediri yang terletak di bawah area lereng Gunung Kelud. Tak heran jika, kita akan merasakan udara sejuk dengan, suasana pedesaan yang asli.

Sesuai namanya, objek wisata ini merupakan replika perkampungan suku indian, lengkap dengan bangunan dan tampilan tari khasnya. Di sini, pengunjung juga bisa menyewa pakaian dan aksesoris khas Indian.

Banyak orang juga yang melakukan outbound anak kecil hingga dewasa dan gathering di tempat ini.

  • Alamat: Desa Sempu, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
  • Jam Operasional: 08.00-17.00 WIB.
  • Harga Tiket Masuk: Weekday Rp 10.000 dan weekend dan tanggal merah Rp 12.000.

3. Gumul Paradise Island and Waterpark

Destinasi ini menawarkan wahana air, taman bermain yang luas, dan fasilitas umum yang cukup lengkap. Membuatnya cocok jadi pilihan liburan untuk keluarga, teman, maupun kelompok anak sekolah.

Wahana permainan di kolam renang yang ada mulai dari speed slide, kolam bak tumpah, body slide, hingga kolam jamur. Tersedia juga toilet, food court, musala, dan loker untuk pengunjung.

  • Alamat: Kompleks Simpang Lima Gumul, Sumberejo, Dadapan, Sumberejo, Kec. Ngasem, Kabupaten Kediri.
  • Jam Operasional: Selasa-Jumat dari jam 09.00 – 17.00 WIB, Sabtu-Minggu dan hari libur buka dari 08.00 – 17.00 WIB.
  • Harga Tiket Masuk: Weekday Rp 35.000 dan Weekend Rp 40.000. Anak usia 2 tahun ke atas berlaku tiket penuh.

4. Taman Wisata Tirtoyoso Park

Wisata Kediri ramah anak lainnya ada Taman Wisata Tirtoyoso Park, yang menyajikan ragam wahana menarik.Selain jernih, kolam renang di sini juga segar.

Pengunjung juga bisa bermain perosotan, ember tumpah, hingga sepeda air di kolam renang. Selain wahana air anak, ada juga kolam renang khusus dewasa dengan ukuran panjang 20 meter dan lebar 10 meter.

Setelah puas bermain air, pengunjung bisa langsung mengisi perut di kafe maupun angkringan di sana.

  • Alamat: Jl. Jenderal Ahmad Yani No.123, Banjaran, Kecamatan Kota, Kabupaten Kediri.
  • Jam Operasional: 06.00 – 17.00 WIB.
  • Harga Tiket Masuk: Rp 20.000

5. Istana Jamur

Istana Jamur merupakan destinasi edukasi ramah keluarga. Sesuai namanya, di sini pengunjung akan dimanjakan dengan arsitektur bentuk jamur yang unik.

Pengunjung juga menyewa kostum ala anggota kerajaan untuk berfoto-foto. Selain spot foto ciamik, di sini juga ada arena outbound.

  • Alamat: Jl Kedung Ombo Nomor 21, Rejomulyo, Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri.
  • Jam Operasional: Setiap hari mulai dari jam 08.00-17.00 WIB
  • Harga Tiket Masuk: Rp 10.000.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Profil Geopark Karangsambung yang Diakui UNESCO Global Geopark



Kebumen

Geopark Karangsambung di Kebumen akhirnya diakui sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark. Bagaimana profil geopark ini? Mari kita simak:

Geopark Karangsambung-Karangbolong terletak di Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah. Wilayahnya membentang seluas 543.599 km². Kawasan ini terbagi menjadi tiga segmen utama yang memiliki karakteristik geologi yang berbeda.

Pertama, ada kawasan Karangsambung yang terletak di bagian utara dan merupakan cagar alam geologi yang kaya akan batuan metamorf derajat tinggi dan batuan beku.


Kemudian ada kawasan Sempor, yang terletak di bagian tengah. Ini adalah area yang memiliki bentuk lahan fluvial dan denudasional, dengan hamparan perbukitan yang menunjukkan proses geomorfologi yang kompleks.

Terakhir di bagian selatan, ada Kawasan Pesisir Ayah menonjol dengan karakteristik karst dan vulkanik tua, menampilkan bentuk-bentuk lahan hasil dari proses vulkanisme dan sedimentasi yang telah berlangsung selama jutaan tahun.

Geopark ini memiliki beragam fitur geologi yang menarik, termasuk 41 situs geologi, 8 situs biologi, dan 10 situs budaya. Geomorfologi kawasan ini mencakup berbagai bentuk lahan seperti fluvial, denudasional, dan struktural, yang menunjukkan sejarah geologi yang panjang dan beragam.

Batuan di kawasan ini meliputi batuan metamorf derajat tinggi, batuan beku basa hingga ultrabasa, serta batuan sedimen laut.

Perubahan batuan dan proses vulkanisme yang terjadi di kawasan ini memberikan karakteristik unik pada setiap bagian Geopark Karangsambung-Karangbolong, menjadikannya tempat yang kaya akan pengetahuan geologi dan ekologi.

Sejarah Geologi Geopark Karangsambung

Dilihat dari sejarah geologinya, Kawasan Geopark Karangsambung terbagi ke dalam beberapa periode waktu. Setiap periode mewakili tahap penting dalam proses pembentukan geologi kawasan tersebut.

Berikut Penjelasan Setiap Periode Waktu Geopark Karangsambung:

1. Masa Awal Pembentukan Pulau Jawa/Pra-Tersier (117-55 juta tahun yang lalu)

Pada periode ini, Pulau Jawa mulai terbentuk. Geologi kawasan ini didominasi oleh batuan yang terbentuk dari proses geologi awal. Ini mencakup pembentukan dasar-dasar geologi yang menjadi fondasi untuk perkembangan lebih lanjut.

2. Masa Sedimentasi Longsoran Laut Dalam (55-25 juta tahun yang lalu)

Selama periode ini, terjadi pengendapan sedimen di laut dalam. Longsoran sedimen dari daratan dan laut membentuk lapisan-lapisan batuan sedimen yang penting dalam sejarah geologi kawasan ini.

3. Masa Gunung Api Purba OAF (25-16 juta tahun yang lalu)

Pada periode ini, aktivitas vulkanik besar-besaran terjadi. Gunung api purba yang dikenal sebagai OAF (Old Active Field) aktif, menghasilkan lava dan material vulkanik yang berkontribusi pada pembentukan bentang alam.

4. Masa Pembentukan Paparan Karbonat (16-10 juta tahun yang lalu)

Pada masa ini, terjadi pembentukan paparan karbonat, yang meliputi batuan kapur dan formasi geologi karbonat lainnya. Proses ini menciptakan fitur-fitur karst yang khas di kawasan tersebut.

5. Masa Gunung Api Purba Halang (10-2 juta tahun yang lalu)

Periode ini ditandai dengan aktivitas vulkanik dari gunung api purba yang dikenal sebagai Halang. Aktivitas ini berkontribusi pada pembentukan struktur geologi baru di kawasan ini.

6. Masa Pembentukan Endapan Aluvial dan Pantai (<2 juta tahun yang lalu)

Pada periode terakhir ini, terjadi pembentukan endapan aluvial di daerah pesisir dan pantai. Proses ini melibatkan pengendapan material di sepanjang sungai dan pantai, membentuk fitur geologi yang ada saat ini.

Geopark Karangsambung Diakui UNESCO Global Geopark

Geopark Karangsambung-Karangbolong awalnya mendapatkan status Geopark Nasional pada bulan November 2018. Pengakuan ini merupakan langkah awal untuk meningkatkan profil geopark ini dalam skala nasional.

Pada 2022, proses pengusulan menuju UNESCO Global Geopark (UGGP) dimulai, sebagai upaya untuk mendapatkan pengakuan internasional. Untuk memenuhi kriteria UGGP, dilakukan beberapa perubahan mendasar pada tahun 2023.

Pertama, wilayah Geopark diperluas dari mencakup 12 kecamatan menjadi 22 kecamatan, yang meliputi 374 desa. Perluasan ini bertujuan untuk mencakup lebih banyak situs geologi dan budaya, serta melibatkan lebih banyak masyarakat lokal dalam pengelolaan geopark.

Kedua, nama Geopark diubah menjadi Geopark Kebumen dengan tema “The Glowing Mother Earth of Java,” untuk lebih mencerminkan karakteristik dan nilai-nilai kawasan tersebut.

Perubahan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan profil geopark di tingkat internasional tetapi juga menjadikannya sebagai pusat pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, sambil tetap menjaga kelestarian alam dan warisan geologinya.

——-

Artikel ini telah naik di detikJateng.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Rumah Djiaw Kie Song, Hidden Gem Wisata Sejarah di Karawang



Karawang

Rumah Djiaw Kie Song di Karawang adalah destinasi wisata sejarah yang menyimpan kisah penculikan Soekarno-Hatta. Akses mudah dan tanpa tiket masuk.

Peristiwa bersejarah itu terjadi di Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada 16 Agustus 1945 atau sehari sebelum proklamasi kemerdekaan Indonesia. Pada hari itu, dua tokoh penting Indonesia, Sukarno dan Mohammad Hatta, diculik oleh golongan muda, di antaranya Soekarni, Shodancho Singgih, dan Jusuf Kunto. Mereka mendesak agar segera dilakukan proklamasi kemerdekaan.

Sukarno dan Hatta dibawa ke rumah seorang petani keturunan Tionghoa bernama Djiauw Kie Siong. Rumah Djiauw Kie Siong itu berada dii Dusun Bojong, Rengasdengklok, Kabupaten Karawang.


Rumah itu sudah ditempati Djiauw Kie Siong sejak 1920. Tetapi, rumah itu sudah tidak berada di tempat aslinya. Rumah itu telah dipindahkan dari tepi Sungai Citarum pada 1957

Kini, rumah Djiaw Kie Song itu tidak jauh dari pusat kota Karawang, hanya berjarak sekitar 19,9 km. Kendati telah dipindahkan, banyak elemen asli seperti bata merah, dinding kayu, dan genteng tradisional masih dipertahankan, menambah daya tarik bagi pengunjung.

Kini rumah itu masuk dalam daftar cagar budaya.

Ramai Setiap Agustus

Kini, rumah itu menjadi destinasi wisata. Menurut pemilik rumah, yang merupakan istri dari cucu Djiaw Kie Song, yang akrab disapa Bu Yanto, rumah itu biasa menerima pengunjung. Jam operasional dimulai dari pukul 08.00 hingga 17.00, tetapi jam tersebut dapat diperpanjang saat ada acara komunitas, terutama pada Agustus.

Ya, di bulan Agustus, banyak acara yang digelar di sini. Mereka menjadikan rumah itu tidak hanya sebagai destinasi wisata sejarah, tetapi juga sebagai tempat ngumpul bareng menjelang 17 Agustus.

“Ramainya biasanya di bulan Agustus. Banyak sekali acara di sini pada bulan Agustus dan September, karena banyak peristiwa yang diperingati. Terakhir, komunitas pecinta alam sempat mengadakan acara di sini,” kata Bu Yanto dalam perbincangan dengan detikTravel.

Di bulan itu para pedagang di sekitar rumah turut ketiban rejeki. Mereka senang penjualan berlipat.

Mengenai perizinan untuk mengadakan acara, Bu Yanto menjelaskan, bahwa komunitas yang mengadakan acara di rumah bersejarah ini biasanya mengurus izin sendiri kepada RT dan RW, serta izin keramaian ke kepolisian.

“Tahapan untuk mengadakan acara di sini biasanya dimulai dengan izin dari saya atau suami. Namun, untuk perizinan di luar, seperti izin RT, RW, hingga izin keramaian ke kepolisian, itu mereka urus sendiri,” kata Bu Yanto.

Traveler tidak perlu khawatir mengenai biaya masuk, karena tidak ada biaya tiket yang dikenakan alias gratis. Pengunjung hanya pelru berdonasi sukarela yang digunakan untuk pemeliharaan bangunan.

Rumah Djiaw Kie Song, Hidden Gem Wisata Sejarah di KarawangRumah Djiaw Kie Song, hidden gem wisata sejarah di Karawang (Asti Azhari/detikTravel)

Bangunan Tradisional

Bagi para traveler yang menyukai fotografi, rumah ini juga menawarkan banyak spot menarik. Struktur bangunan tradisional dengan bata merah dan atap genteng membuatnya sangat fotogenik, terutama saat matahari mulai terbenam.

Interior rumah yang kaya akan ornamen sejarah, seperti foto-foto lama dan replika kamar Soekarno, menambah daya tarik bagi wisatawan yang ingin menangkap momen unik melalui lensa kamera.

Rumah Djiaw Kie Song, Hidden Gem Wisata Sejarah di KarawangRumah Djiaw Kie Song, Hidden Gem Wisata Sejarah di Karawang (Asti Azhari/detikTravel)

Lokasi Rumah Djiaw Kie Song sangat strategis di Karawang. Meskipun awalnya terletak di tepi Sungai Citarum, saat ini rumah ini berada di Kalimati, sebuah area yang telah berkembang pesat.

Akses menuju rumah ini cukup mudah dengan kendaraan pribadi, dan area parkir di sekitar rumah juga luas, sehingga nyaman bagi para pengunjung.

Bagi yang ingin membawa pulang oleh-oleh, rumah ini bersebelahan dengan warung yang menjual makanan dan minuman ringan, sehingga traveler dapat beristirahat sejenak sambil menikmati suasana sekitar.

Warung-warung kecil di sekitar lokasi juga menjadi tempat bertemunya pengunjung dan warga lokal, menciptakan suasana yang hangat dan autentik.

Traveler yang ingin belajar lebih banyak tentang sejarah juga akan menemukan bahwa rumah ini menyimpan banyak cerita yang jarang diungkapkan dalam buku sejarah.

Pemandu lokal, seperti Bu Yanto, cucu dari Djiaw Kie Song, siap memberikan wawasan mendalam mengenai peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di rumah ini, termasuk penculikan Soekarno-Hatta dan bagaimana rumah ini digunakan sebagai tempat merumuskan strategi perjuangan oleh para pemuda.

Bagi keluarga atau rombongan wisata yang berkunjung, rumah ini menawarkan suasana yang tenang dan nyaman untuk dijelajahi bersama. Lokasinya yang luas membuatnya ideal untuk berjalan-jalan, dan suasana pedesaan yang masih terasa memberikan pengalaman wisata yang berbeda dari hiruk-pikuk kota.

Dengan segala daya tariknya, Rumah Djiaw Kie Song tidak hanya penting dari segi sejarah, tetapi juga sebagai destinasi wisata yang memperkaya pengetahuan traveler.

Jika Anda seorang traveler yang tertarik dengan wisata sejarah dan ingin memahami lebih dalam perjuangan bangsa Indonesia, rumah ini adalah destinasi yang wajib ada dalam daftar kunjungan traveler di Karawang.

Cara Menuju ke Rumah Djiaw Kie Song

Bagi yang memilih transportasi umum, traveler dapat naik angkot 07 atau 17 dari Stasiun Karawang menuju Tanjung Pura, dengan pemberhentian di daerah Bojong atau lampu merah menuju Rengasdengklok.

Waktu yang ditempuh jika menggunakan kendaraan roda 4 sekitar 40 menit, tetapi menyesuaikan juga dengan keramaian dan kondisi jalan menuju destinasi.

Rumah Djiaw Kie Song bukan hanya sekadar saksi sejarah penculikan Soekarno dan Mohammad Hatta pada 16 Agustus 1945, tetapi juga telah menjadi destinasi wisata yang menarik bagi para traveler.

Dengan akses yang mudah dan nilai sejarah yang kaya, rumah ini ideal bagi wisatawan yang ingin menjelajahi cerita kemerdekaan Indonesia. Traveler yang tertarik dengan sejarah akan menemukan pengalaman unik di rumah ini, di mana atmosfer perjuangan terasa di setiap sudutnya.

(wsw/fem)



Sumber : travel.detik.com