Tag Archives: kehamilan

Tak Perlu Obat Kuat, 7 Cara Ini Bisa Bikin Paksu Lebih ‘Tahan Lama’ di Ranjang


Jakarta

Bercinta bisa menjadi momen penting untuk meningkatkan keharmonisan pasangan suami istri. Oleh karena itu, memerhatikan kualitas dan durasi bercinta seringkali menjadi perhatian utama pasangan.

Dikutip dari Healthline, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk meningkatkan durasi bercinta. Berikut ini beberapa di antaranya.

1. Edging

Edging merupakan sebuah teknik seksual ketika seseorang dengan sengaja menunda orgasme. Penundaan ini dilakukan dengan menghentikan semua bentuk rangsangan seksual ketika hampir ejakulasi.


Tujuannya adalah meningkatkan intensitas kesenangan dan kepuasan sampai akhirnya mencapai klimaks. Dengan menunda ejakulasi, maka hubungan seksual bisa berlangsung lebih lama.

Teknik ini biasanya juga digunakan untuk membantu orang dengan ejakulasi dini agar lebih mampu mengontrol waktu klimaks.

2. Latihan Otot Dasar Panggul

Otot-otot dasar panggul membantu menyangga kandung kemih dan ejakulasi. Latihan yang membantu memperkuat kelompok otot tersebut dapat membantu meningkatkan kemampuan suami dalam menunda ejakulasi.

Salah satu bentuk latihan otot dasar panggul adalah dengan kegel. Latihan kegel dapat membantu memperkuat otot pubococcygeus yang selain baik untuk penis, juga baik untuk vulva pada wanita. Perlu dicatat latihan ini perlu dilakukan dengan komitmen yang konsisten sehingga memberikan hasil maksimal.

Kepalkan otot tersebut selama 10 detik, lalu lepaskan. Lakukan setidaknya tiga set dengan 10 repetisi setiap hari.

3. Masturbasi Sebelum Bercinta

Masturbasi sebelum bercinta dapat mencegah ejakulasi dini. Ini dapat menjadi salah satu langkah tepat untuk memperpanjang durasi bercinta.

Menurut sebuah studi kecil tahun 2019, para peneliti menemukan bahwa masturbasi pada pangkal penis dapat membantu Anda menunda ejakulasi.

4. Sunat

Sunat merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk memperpanjang durasi bercinta. Sebuah studi pada tahun 2015 menunjukkan banyak orang menemukan peningkatan kendali atas kapan mereka orgasme setelah disunat.

5. Jaga Berat Badan Ideal

Menjaga berat badan ideal dapat meningkatkan performa di atas ranjang. Dalam sebuah studi di 2017, peneliti menemukan orang dengan tiga atau lebih kondisi di bawah ini, memiliki kemungkinan lebih besar mengalami ejakulasi dini:

  • Tekanan darah tinggi.
  • Kadar kolesterol baik lebih rendah.
  • Lingkar pinggang 40 inci (101,6 cm) atau lebih.
  • Kadar gula darah tinggi.
  • Trigliserida darah tinggi.

6. Ganti Posisi Bercinta

Mengganti posisi bercinta bisa menjadi cara menyenangkan, meningkatkan kepercayaan diri, dan informatif. Misalnya, suami mungkin bisa menemukan ada posisi tertentu yang dapat membantu mengurangi rangsangan.

Lakukan eksperimen bersama istri untuk menemukan posisi yang memperpanjang klimaks dan memberikan kenikmatan bagi pasangan.

7. Pakai Kondom

Kondom dapat membantu menghilangkan rasa sensitif pada penis. Kondom dengan penghilang rasa sensitif seringkali mengandung bahan tambahan atau beberapa bahan dalam semprotan dan krim penghilang rasa sensitif.

Sebagai manfaat tambahan, kondom tetap menjadi salah satu cara terbaik untuk mengurangi risiko infeksi menular seksual dan kehamilan yang tidak diinginkan.

(avk/suc)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com/ Spacejoy

Hindari 4 Hal Ini Usai Bercinta, Bisa Rusak Keharmonisan-Ganggu Organ Intim

Jakarta

Bercinta merupakan momen yang penting untuk pasangan suami istri. Melakukannya secara rutin, bisa menjadi salah satu langkah yang baik untuk meningkatkan keharmonisan, kesehatan fisik, serta jiwa.

Dikutip dari Business Insider, berikut adalah sederet hal yang sebaiknya tidak dilakukan setelah bercinta. Bisa rusak keharmonisan hingga berdampak pada kesehatan organ reproduksi.

1. Langsung Ambil Ponsel

Setelah bercinta sebaiknya hindari untuk langsung mengambil ponsel atau menonton televisi. Momen-momen setelah bercinta menjadi waktu krusial untuk menjalin ikatan yang lebih erat dengan pasangan.


“Kehadiran bersama pasangan meningkatkan hubungan intim Anda. Salah satu hormon yang dilepaskan setelah berhubungan seks, yang disebut oksitosin, adalah hormon pengikat,” kata obgyn Dr Carolyn DeLucia.

Setelah bercinta, tubuh akan melepaskan dopamin dan oksitosin. Kedua jenis hormon tersebut menciptakan hubungan antara sistem saraf yang memproses isyarat wajah, suara, dan sistem penghargaan.

Membuka media sosial atau menonton televisi membatasi peluang untuk menikmati perasaan bahagia setelah bercinta. Jadi nikmatilah momen tersebut selagi bisa.

2. Lupa Buang Air Kecil

Buang air kecil setelah bercinta menjadi hal yang penting untuk organ reproduksi, khususnya vagina. Aktivitas seksual dapat mendorong bakteri ke uretra yang dapat meningkatkan risiko infeksi kandung kemih atau saluran kemih.

“Mengosongkan kandung kemih setelah berhubungan seks merupakan ide yang baik, karena aktivitas tersebut diketahui dapat membantu bakteri berpindah dari belakang ke depan, dari area anus ke vagina atau uretra. Buang air kecil akan membersihkan area tersebut, sehingga menurunkan risiko infeksi,” ucap DeLucia.

3. Kenakan Pakaian Ketat

DeLucia menuturkan mengenakan pakaian ketat bukanlah ide baik yang bisa dilakukan setelah berhubungan intim. Menurutnya, lebih baik pasangan tidak mengenakan apapun atau hanya mengenakan pakaian longgar setelah bercinta, sehingga tubuh dapat membersihkan dirinya sendiri secara alami.

“Karena biasanya ada kelebihan cairan tubuh dan gesekan menyebarkan bakteri, sebaiknya biarkan cairan mengalir dan udara mengalir dengan lancar,” katanya.

4. Douching

Meskipun douching atau membersihkan vagina dengan alat khusus setelah berhubungan sering dianggap aman dan sehat untuk mencegah kehamilan atau infeksi menular seksual, ahli justru kurang menyarankannya. Doching dapat mengubah flora normal vagina dan justru meningkatkan risiko infeksi saluran kemih.

Selain itu, ini juga dapat meningkatkan risiko infeksi jamur serta vaginosis bakterial, kondisi yang disebabkan oleh peradangan vagina saat terjadi pertumbuhan bakteri yang berlebihan.

“Douching membasmi flora bakteri alami sehingga area tersebut menjadi rentan terhadap infeksi bakteri atau jamur,” ucap DeLucia.

(avk/suc)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com/ Spacejoy

5 Alasan Seks Bisa Bikin Panjang Umur, Cegah Penyakit Jantung hingga Kanker

Jakarta

Seks bukan hanya sekadar aktivitas untuk mendapatkan kenikmatan semata. Selama beberapa tahun terakhir, sejumlah penelitian telah menemukan kaitan antara seks dan kesehatan.

Bahkan, seks bisa membuat seseorang hidup lebih lama alias panjang umur. Direktur Klinik San Diego Sexual Medicine, dr Irwin Goldstein mengatakan kehidupan seksual yang aktif dapat berkontribusi terhadap kesehatan secara keseluruhan.

Lantas, bagaimana cara seks bisa membuat seseorang hidup lebih lama? Dikutip dari Healthline, berikut penjelasannya.


1. Seks mengurangi risiko penyakit jantung

Salah satu cara utama seks membuat seseorang panjang umur adalah dengan menurunkan risiko penyakit tertentu. Beberapa penelitian menunjukkan orang yang rutin berhubungan intim memiliki risiko yang lebih kecil terkena penyakit kronis tertentu, salah satunya penyakit jantung.

Studi yang dilakukan New England Research Institute pada 2010 menemukan aktivitas seksual dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Lebih lanjut, rutinitas seks juga dapat menurunkan risiko serangan jantung dan stroke.

2. Seks mengurangi stres dan tekanan darah tinggi

Stres dan tekanan darah tinggi adalah dua faktor yang dapat meningkatkan risiko berbagai macam penyakit. Nah, seks dapat membantu mengatasi kedua hal tersebut.

Aktivitas seksual akan membuat tubuh melepaskan hormon bahagia, seperti oksitosin dan dopamin. Hormon bahagia ini tidak hanya memberikan perasaan nyaman, tapi juga menurunkan kadar kortisol, yakni hormon yang memunculkan stres.

Ketika tingkat stres menurun, pembuluh darah di dalam tubuh akan mengendur. Alhasil, aliran darah menjadi lebih lancar dan tekanan darah menurun.

Sebuah studi yang dilakukan di Australia pada 2003 menemukan pria yang sering ejakulasi memiliki risiko lebih kecil terkena kanker prostat.

Studi serupa yang dilakukan oleh National Cancer Institute menunjukkan pria yang ejakulasi setidaknya lima kali dalam seminggu, baik melalui seks atau masturbasi, memiliki peluang lebih kecil mengalami kanker prostat.

4. Seks mengurangi risiko kanker payudara

Seks tidak hanya mengurangi risiko kanker pada pria, tapi juga wanita. Goldstein mengatakan beberapa studi menunjukkan wanita yang sering melakukan seks vagina memiliki risiko lebih kecil terkena kanker payudara.

5. Seks mencegah preeklamsia

Preeklamsia adalah salah satu penyebab kematian tertinggi pada ibu hamil. Preeklamsia adalah peningkatan tekanan darah yang dapat menyebabkan kerusakan organ. Kondisi ini biasanya terjadi setelah usia kehamilan lebih dari 20 minggu.

Sejumlah penelitian menunjukkan wanita yang cukup terpapar sperma pasangannya sebelum pembuahan, memiliki kemungkinan preeklamsia yang lebih kecil.

Lebih lanjut, penelitian yang dilakukan pada 2000 menemukan wanita yang sering melakukan seks oral, khususnya mereka yang menelan sperma pasangannya, memiliki risiko preeklamsia yang lebih kecil.

(ath/naf)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com/ Spacejoy

Paksu Catat, Ini 9 Makanan Penyubur Sperma Biar Istri Cepat Hamil

Jakarta

Menjaga kesehatan sperma sangat penting untuk dilakukan, terutama bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan. Ada banyak cara yang bisa dilakukan pria untuk menjaga kualitas dan kesehatan spermanya, salah satunya dengan rajin mengonsumsi makanan penyubur sperma.

Kualitas sperma sangat memengaruhi peluang kehamilan istri. Hal ini juga menjadi faktor yang menentukan apakah seorang pria subur atau tidak.

Sperma yang sehat dapat dilihat dari jumlah, bentuk, dan pergerakannya. Jika kualitas sperma baik, peluang terjadinya kehamilan tentu akan semakin besar.


Salah satu cara meningkatkan dan menjaga kualitas sperma adalah dengan menerapkan pola hidup sehat dan mengonsumsi makanan yang dapat meningkatkan kualitas sperma. Makanan-makanan ini tidak hanya bisa membuat sperma menjadi lebih ‘tokcer’, tapi juga meningkatkan libido, mengatasi disfungsi ereksi, serta mendongkrak hormon testosteron pria.

Apa saja makanan tersebut? Dikutip dari Fertility World, berikut daftar makanan penyubur sperma yang bisa dicoba.

1. Telur

Telur adalah salah satu makanan penyubur sperma yang mudah didapat. Telur mengandung vitamin E dan protein yang dapat membantu meningkatkan pergerakan atau motilitas sperma.

Mengonsumsi telur juga melindungi sperma dari efek radikal bebas, yang berpengaruh terhadap kesuburan pria. Telur juga kaya akan zinc, nutrisi yang dipercaya dapat meningkatkan pergerakan sperma.

2. Tiram

Makanan penyubur sperma selanjutnya adalah tiram. Tiram mengandung vitamin B12, zinc, dan selenium. Vitamin B12 sangat penting untuk kesehatan sperma, terutama sintesis dan integritas DNA.

Selain itu, kandungan zinc dalam tiram juga dapat meningkatkan kadar testosteron serta volume sperma.

3. Bayam

Bayam dipercaya sebagai salah satu makanan penyubur sperma karena memiliki kandungan asam folat tinggi. Asam folat sangat penting bagi pria karena berperan penting dalam menjaga bentuk sperma dan mencegah terjadinya kelainan.

4. Alpukat

Alpukat kaya akan berbagai vitamin B, terutama asam folat, yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan jumlah sperma pada pria. Karenanya, mengonsumsi alpukat dapat meningkatkan kesuburan pria.

5. Pisang

Makanan penyubur sperma satu ini mengandung vitamin B1, C, serta magnesium yang bermanfaat untuk meningkatkan motilitas dan produksi sperma. Pisang juga mengandung bromelain yang diyakini dapat meningkatkan jumlah sperma.

6. Walnut

Walnut atau kacang kenari kaya akan lemak dan protein sehat yang dibutuhkan dalam produksi membran sel sperma. Walnut juga mengandung asam lemak omega-3 yang dapat menambah volume sperma dengan cara meningkatkan aliran darah ke testis.

Walnut juga mengandung arginin, zat yang dikaitkan dengan peningkatan jumlah sperma.

7. Biji Labu

Biji labu mengandung fitosterol yang diketahui dapat meningkatkan produksi testosteron dalam tubuh. Zat ini juga membantu meningkatkan jumlah sperma dan kesuburan.

Tak hanya itu, biji labu juga mengandung asam lemak omega-3 yang dapat meningkatkan sirkulasi darah dan menambah volume air mani.

8. Coklat Hitam

Cokelat hitam mengandung asam amino yang disebut L-arginine hydrochloride. Asam amino ini berperan dalam meningkatkan jumlah dan volume sperma.

Namun perlu diingat, coklat hitam mengandung sejumlah kalori dan gula. Jadi, konsumsi makanan penyubur sperma ini dalam jumlah wajar agar tidak menyebabkan kenaikan berat badan atau efek samping lainnya.

9. Ikan

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, asam lemak omega-3 sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan sperma. Nah, salah satu makanan yang paling kaya akan zat tersebut adalah ikan.

Adapun jenis ikan yang paling banyak mengandung asam lemak omega-3 antara lain salmon, tuna, sarden, dan herring. Asam lemak omega-3 juga dapat melancarkan sirkulasi darah ke penis, sehingga membantu meningkatkan ereksi dan performa di ranjang.

(ath/sao)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com/ Spacejoy

Dokter Sebut Masih Banyak Pasutri Tak Tahu Cara Bercinta yang Benar


Jakarta

Memiliki buah hati merupakan impian dari banyak pasangan suami istri. Namun, dalam banyak kasus, tak jarang pasangan kesulitan untuk memiliki buah hati.

Spesialis obstetri dan ginekologi dr Upik Anggraheni, SpOG, SubspFER menjelaskan bahwa hal ini disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satunya masih ada banyaknya pasutri yang belum tahu bagaimana cara berhubungan intim dengan baik dan benar.

dr Upik mengatakan ada sekitar 10 persen pasangan suami istri di Indonesia rupanya belum tahu bagaimana cara berhubungan intim dengan benar. Kondisi ini membuat mereka kesulitan mendapatkan momongan meskipun sudah beberapa tahun menikah.


“Kegagalan pasangan dalam mendapatkan anak bisa terjadi apabila tidak berhubungan dengan benar dan teratur. Kenapa dikatakan ‘benar’? Ternyata tidak semua pasangan itu paham bagaimana berhubungan yang benar,” kata dr Upik ketika ditemui awak media di Jakarta Selatan, Kamis (18/7/2024).

“Cara berhubungan yang benar itu adalah terjadinya ejakulasi di dalam vagina, dia tidak di atas perut atau di luar ya, bahkan misal di kolam renang itu tidak ya,” sambungnya.

Selain masalah masih kurangnya melakukan hubungan dengan benar, dr Upik menyebut masih banyak pria yang enggan memeriksakan kesehatan reproduksinya ke dokter. Tak sedikit dari mereka yang masih menganggap hal ini merupakan aib dan takut mendapat ‘judge’ buruk dari dokter.

dr Upik mengingatkan pemeriksaan kesuburan perlu dilakukan untuk oleh pasangan yang sedang menjalani program hamil (promil). Terlebih apabila pasangan tidak kunjung hamil setelah sekian lama menjalani promil.

“Karena misalnya kita temukan ada kekurangan pada spermanya, sangat mungkin untuk diperbaiki,” ujar dr Upik.

“Kalau sperma 90 hari sekali diproduksi yang baru. Kalau perempuan tidak pernah memproduksi sel telur. Kami hanya punya cadangan sel telur saja,” sambungnya.

Beberapa kesalahan lainnya menurut dr Upik adalah bercinta terpaku pada satu posisi hingga penetrasi yang dilakukan tidak tepat.

Sebenarnya tidak ada satupun posisi seks yang menjamin wanita bisa cepat hamil, namun melakukan eksplorasi posisi sangat disarankan bagi pasangan. Hal ini penting untuk meningkatkan kenikmatan bercinta, meredakan stres hingga membantu proses pembuahan yang lebih baik.

“Banyak pasangan yang justru tidak penetrasi di lokasi yang tepat atau posisinya tepat tapi kurang dalam, memang tidak semua tapi ini bisa menghambat kehamilan,” tandasnya.

(avk/suc)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com/ Spacejoy

Apakah Minum Soda Bisa Mencegah Kehamilan? Ini Faktanya

Jakarta

Ada anggapan yang mengatakan bahwa minum soda bisa mencegah kehamilan. Di mana proses pembuahan sel telur oleh sperma dapat digagalkan dengan mengkonsumsi soda setelah berhubungan intim.

Beredar juga anggapan bahwa minuman soda tertentulah, seperti Sprite atau Coca Cola, yang bila dikonsumsi usai seks tanpa pengaman dapat mencegah kehamilan. Namun, benarkah demikian?

Apakah Soda Bisa Cegah Kehamilan?

Dilansir Choices Pregnancy Care Center, minum soda setelah seks tidak mencegah kehamilan. Tidak ada penelitian yang menunjukkan soda bisa menggagalkan pembuahan sel telur oleh sel sperma. Sehingga kehamilan tetap dapat terjadi meski soda diminum usai berhubungan badan.


Namun, dikutip dari ScienceDaily, studi yang diterbitkan dalam jurnal Epidemiology menemukan bahwa konsumsi satu atau lebih minuman manis setiap harinya, termasuk soda, justru bisa menurunkan kesuburan baik pada pria maupun wanita.

Penelitian lain yang dilakukan terhadap 3.828 wanita berusia 21-45 tahun dan 1.045 pasangan pria mereka yang sedang merencanakan kehamilan, menganalisis efek kesuburan setelah konsumsi minuman manis selama 12 siklus menstruasi.

Para peserta menyelesaikan survei dasar mengenai riwayat kesehatan, faktor gaya hidup, dan pola makan, termasuk asupan minuman manis. Peserta wanita kemudian mengisi kuesioner tindak lanjut setiap dua bulan hingga 12 bulan atau sampai terjadi kehamilan.

Peneliti kemudian menemukan perempuan yang rutin mengkonsumsi setidaknya satu soda per hari memiliki kesuburan 25 persen lebih rendah, dan konsumsi pada peserta laki-laki dikaitkan dengan fekundabilitas 33 persen lebih rendah.

Asupan minuman energi bahkan menunjukkan penurunan kesuburan yang lebih besar, walaupun hasilnya didasarkan pada sejumlah kecil peserta. Sementara asupan jus buah atau soda diet tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kesuburan.

Di sisi lain, rutin minum manis seperti soda juga berdampak buruk lainnya terhadap kesehatan. Termasuk menyebabkan obesitas, diabetes, tekanan darah dan kolesterol tinggi, hingga penyakit jantung.

Penelitian tersebut hanya menemukan orang rutin konsumsi minuman manis seperti soda setiap harinya mengalami kesuburan yang menurun sehingga peluang untuk hamil lebih rendah. Dan tidak ada uji klinis yang menyebut bahwa soda dapat mencegah kehamilan.

Maka dari itu, anggapan bahwa minum soda bisa mencegah kehamilan bisa dikata hanyalah mitos belaka, karena tidak ada bukti secara ilmiah.

Apa yang Bisa Mencegah Kehamilan?

Alih-alih minum soda setelah berhubungan intim, salah satu cara yang dapat mencegah kehamilan adalah penggunaan kontrasepsi.

Kontrasepsi terdapat banyak jenis dan metodenya. Ada yang dapat dipakai sebelum berhubungan intim seperti kondom, diafragma, dan spermisida.

Ada pula yang hormonal seperti minum pil KB dan suntik KB. Ada juga yang dipasang seperti KB spiral dan KB implan. Semua alat kontrasepsi ini memiliki plus minusnya masing-masing, tetapi cukup ampuh mencegah kehamilan.

Dalam kasus terlanjur seks tanpa pengaman, risiko terjadinya kehamilan dapat dikurangi dengan menggunakan kontrasepsi darurat. Mengutip Health, kontrasepsi darurat hanya akan menurunkan risiko hamil dan bukan menjamin bahwa kehamilan pasti tidak akan terjadi.

Kontrasepsi darurat ada dua jenisnya: pil minum dan spiral pasang. Untuk pil kontrasepsi darurat bisa diminum dalam waktu 3 hari atau kurang setelah seks. Semakin cepat diminum, maka dapat semakin efektif. Boleh juga dikonsumsi segera usai berhubungan badan.

Adapun spiral kontrasepsi darurat dapat dipasang dalam waktu 5 hari setelah berhubungan intim untuk mengurangi risiko kehamilan.

Disebutkan, alat kontrasepsi ini terbilang efektif untuk mencegah hamil dengan persentase lebih dari 95 persen. Sisanya berarti masih ada peluang bahwa seseorang dapat hamil meski telah menggunakan kontrasepsi satu ini.

Nah, itu tadi penjelasan apakah soda bisa mencegah kehamilan atau tidak. Dan jawabannya adalah tidak. Yang dapat mengurangi risiko terjadinya kehamilan salah satunya adalah penggunaan alat kontrasepsi.

(azn/inf)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com/ Spacejoy

Paksu Wajib Paham, Ini 5 Cara Sederhana untuk Tingkatkan Kualitas Sperma

Jakarta

Kualitas sperma merupakan salah satu faktor penting dalam kesuburan pria. Ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti gaya hidup, pola makan, dan kesehatan secara keseluruhan.

Meningkatkan kualitas sperma tidak hanya bermanfaat bagi peluang pembuahan, tetapi juga penting untuk kesehatan reproduksi jangka panjang. Dikutip dari Mayo Clinic, berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas sperma:

1. Jaga Berat Badan Ideal

Menjaga berat badan yang ideal merupakan faktor penting dalam menjaga kualitas sperma. Beberapa penelitian menunjukkan naiknya indeks massa tubuh dikaitkan dengan penurunan jumlah dan pergerakan dari sperma.


Menjaga berat badan ideal dapat dilakukan melalui diet yang tepat dan berolahraga. Pilihlah makanan seperti sayur dan buah yang kaya antioksidan. Kandungan antioksidan dapat ikut membantu meningkatkan kualitas sperma.

Sedangkan untuk olahraga sendiri dapat meningkatkan kadar enzim antioksidan kuat yang dapat membantu melindungi sperma.

2. Menjaga Tingkat Stres

Masalah stres rupanya dapat berpengaruh signifikan pada kualitas sperma seseorang. Stres dapat menurunkan fungsi seksual dan mengganggu hormon yang dibutuhkan untuk produksi sperma.

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga tingkat stres meliputi olahraga teratur, mencari teknik relaksasi, menjaga kualitas tidur, makan makanan sehat, dan luangkan waktu untuk melakukan hobi atau hal apapun yang disukai.

Infeksi menular seksual seperti klamidia dan gonore dapat menjadi masalah yang mengganggu kesuburan pria. Hindari perilaku seks berisiko dan bila memungkinkan gunakan kondom ketika berhubungan intim.

Selain itu, pencegahan infeksi menular seksual bisa diminimalisir dengan pemeriksaan kesehatan rutin. Ini membantu mendeteksi dan mengobati infeksi menular seksual sejak dini dan lebih cepat.

4. Kurangi Rokok dan Alkohol

Seorang pria yang memiliki kebiasaan merokok cenderung memiliki jumlah sperma yang lebih rendah. Lakukan cara untuk berhenti merokok sama sekali atau dengan melakukan terapi tertentu.

Konsumsi alkohol yang berlebihan juga dapat memengaruhi produksi testosteron dan penurunan produksi sperma. Sebaiknya perhatikan asupan alkohol jangan sampai dapat mengganggu kesuburan.

5. Jaga Asupan Vitamin C dan D

Dikutip dari Healthline, beberapa bukti menunjukkan bahwa mengonsumsi suplemen antioksidan dapat membantu meningkatkan kesuburan pria. Lebih khusus lagi, suplemen vitamin C dapat membantu meningkatkan kualitas pria dan tingkat kehamilan pasangan.

Selain itu, penelitian lain juga menunjukkan adanya hubungan antara kadar vitamin D rendah dengan testosteron rendah yang bisa memengaruhi kesuburan pria.

(avk/naf)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com/ Spacejoy

Apakah Berhubungan Intim Pakai Kondom Masih Bisa Hamil? Ini Penjelasannya

Jakarta

Tak sedikit pasangan suami istri yang mungkin ingin menunda memiliki momongan, sehingga menggunakan kondom saat berhubungan intim.

Dikutip dari Cleveland Clinic, kondom adalah alat kontrasepsi eksternal yang dapat membantu mengurangi risiko kehamilan. Tak hanya itu, kondom juga dapat melindungi seseorang dari risiko penyakit menular.

Kondom sudah ditemukan sejak 1.000 masehi. Namun, saat itu kondom masih terbuat dari bahan alami dan bukan bahan sintetis seperti sekarang.


Umumnya, penggunaan kondom bertujuan agar air mani dan sperma tidak masuk ke rahim, sehingga mencegah kehamilan. Namun, apakah alat kontrasepsi ini benar-benar efektif untuk mencegah kehamilan?

Apakah Kondom Efektif Mencegah Kehamilan?

Faktanya, tidak ada satupun alat kontrasepsi yang 100 persen efektif mencegah kehamilan. Dikutip dari Medicine Net, tingkat efektivitas kondom dalam mencegah kehamilan adalah 98 persen. Namun, kebanyakan orang mengatakan kondom hanya efektif sekitar 85 persen. Artinya, 15 dari 100 wanita bisa saja hamil meski sudah menggunakan kondom saat berhubungan intim.

Ada beberapa hal yang memengaruhi tingkat efektivitas kondom. Pertama, ada atau tidaknya alat kontrasepsi tambahan yang digunakan bersama kondom. Jika kondom dikombinasikan dengan alat kontrasepsi lain, seperti pil KB atau IUD, tentu efektivitasnya semakin tinggi dan peluang kehamilan lebih kecil.

Faktor lain yang memengaruhi adalah cara penggunaannya tepat atau tidak. Dikutip dari Planned Parenthood, kehamilan bisa terjadi jika cairan preejakulasi atau precum mencapai sel telur sebelum kondom dipasang dengan benar.

Begitu pula dengan penggunaan kondom yang rusak, robek, atau bocor. Karenanya, kualitas dan pemakaian kondom harus diperhatikan.

(ath/suc)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com/ Spacejoy

dr Boyke Bagikan Tips agar Cepat Hamil Meski Frekuensi Bercinta Minim


Jakarta

Bagi pasangan suami istri yang sedang mencoba untuk hamil, bulan Ramadan memberikan tantangan tersendiri. Pasalnya, selama bulan puasa pasutri tidak memiliki waktu yang terbatas sehingga tidak bisa leluasa bercinta.

Alhasil, frekuensi bercinta semakin berkurang. Hal ini tentu akan memengaruhi peluang untuk bisa hamil. Lantas, apakah Ramadan memang menyulitkan pasutri yang merencanakan kehamilan?

Pakar seks dr Boyke Dian Nugraha mengatakan selama Ramadan memang terjadi penurunan aktivitas seksual. Berdasarkan penelitian yang ada, rutinitas seks selama bulan puasa menurun sekitar 40 hingga 60 persen.


Kendati demikian, penurunan frekuensi seks tidak harus selalu memengaruhi rencana kehamilan. dr Boyke mengungkapkan ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk meningkatkan peluang kehamilan. Misalnya, melakukan hubungan intim di hari-hari subur istri.

“Pilih betul-betul hari ke-11 sampai hari ke-17 di hari haid pertama, itu adalah posisi masa suburnya. Kita anggap aja siklus umum lah 28 hari, nah pada saat itu 2 hari sekali dia melakukan hubungan seksual,” ujar dr Boyke saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

dr Boyke menambahkan mengetahui posisi rahim juga dapat meningkatkan peluang untuk bisa hamil. Sebab, setiap wanita memiliki posisi rahim yang berbeda-beda.

“Secara umum kan 65 persen wanita posisi rahimnya itu di depan, tapi ada 35 persen yang ke belakang atau retrofleksi, yang ke depan antefleksi,” jelasnya.

Karena itu, istri yang ingin cepat hamil dan mendapatkan anak harus mengetahui posisi bercinta yang tepat sesuai dengan posisi rahimnya.

“Tetap aja posisi Missionary yang pertama, yang rahim ke depan kan posisi Missionary akan sangat membantu. Setelah itu nungging (doggy style), itu membantu posisi rahim yang mulutnya ke belakang,” pungkasnya.

(ath/kna)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com/ Spacejoy

Penetrasi Adalah? Apakah Mungkin Kehamilan Terjadi tanpa Proses Ini?

Jakarta

Penetrasi seringkali dikaitkan dengan peluang kehamilan. Dapat dikatakan, penetrasi adalah tindakan dimana organ reproduksi pria masuk ke saluran reproduksi wanita.

Adakah waktu penetrasi yang ideal? Lalu, apakah mungkin kehamilan terjadi tanpa melakukan penetrasi? Simak informasi lengkapnya berikut ini.

Penetrasi Adalah

Menurut KBBI penetrasi berarti penerobosan, penembusan, dan perembesan. Menurut Britannica, penetrasi digunakan untuk menggambarkan aktivitas seksual, dimana pria memasukkan penisnya ke dalam vagina.


Mengutip buku Teori Kesehatan Reproduksi oleh Hairil Akbar dkk, penetrasi adalah masuknya penis ke vagina, sehingga sperma dapat dikeluarkan yang nantinya bertemu sel telur di saluran telur wanita dan terjadi proses pembuahan. Penetrasi terjadi saat penis mengalami ereksi.

Selain itu seperti dijelaskan dalam laman Rumah Sakit dr. Reksodiwiryo Padang, organ kelamin wanita telah menyiapkan diri sebelum penetrasi. Vagina telah mengeluarkan pelumas sehingga penetrasi tidak terasa sakit.

Berapa Lama Waktu Penetrasi?

Menurut Health Guide, lama waktu seks bergantung pada keputusan kedua belah pihak pasangan. Studi menunjukkan bahwa rata-rata durasi penetrasi yang diinginkan yaitu 7-13 menit. Adapun berbagai faktor yang membuat waktu seks lebih pendek atau lebih kama yaitu usia, disfungsi ereksi atau ejakulasi dini.

Selain itu, menurut dokter urologi dan ahli bedah panggul dunia Rena Malik, terdapat sebuah penelitian dilakukan pada 500 pasangan di seluruh dunia. Hasilnya, durasi yang ideal untuk pria adalah 16 menit, walaupun sebenarnya mereka memperkirakan lebih dekat ke 9 menit. Meski begitu menurut penelitian, rata-rata seks dari awal penetrasi hanya 5,7 menit.

Waktu penetrasi juga bervariasi berdasarkan lokasi. Misalnya Turki memiliki rata-rata waktu seks 4,4 menit (sejak penetrasi rendah), sementara Inggris Raya mempunyai waktu penetrasi tertinggi yaitu sekitar 10 menit.

Penelitian ini pun hanya mengukur durasi seks sebagai lamanya waktu yang dibutuhkan pasangan pria untuk mencapai orgasme selama penetrasi. Hal ini tidak memperhitungkan apa yang lebih disukai atau ideal untuk wanita.

Apakah Bisa Hamil Tanpa Melakukan Penetrasi?

Menurut National Health Service, ada beberapa situasi yang bisa meningkatkan peluang hamil tanpa penetrasi. Kondisi ini disebut sebagai splash pregnancy. Kehamilan bisa terjadi jika sperma bersentuhan dengan vagina, misalnya:

  • Pasangan berejakulasi sangat dekat dengan vagina
  • Penis pasangan bersentuhan dengan area genital (vagina atau vulva).

Mengutip Heath Grades, selama air mani yang mengandung sperma bersentuhan dengan vagina dan menuju leher rahim, kehamilan mungkin terjadi. Meskipun begitu, risiko hamil dengan cara ini sangat rendah. Sebab, sperma hanya bisa bertahan sebentar di luar tubuh. Namun, bagi Anda yang belum merencanakan kehamilan, perlu diketahui bahwa kehamilan dengan cara ini mungkin terjadi.

Itulah informasi mengenai penetrasi, lama waktu penetrasi dan mengenai splash pregnancy. Semoga artikel ini membantumu ya.

(elk/row)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com/ Spacejoy