Tag Archives: keluarga

Sisi Lain Gua Sunyaragi: Jadi Tempat Mancing Bocil-bocil



Cirebon

Taman Sari Gua Sunyaragi di Cirebon ternyata punya sisi lain. Bagian belakang gua ini ternyata bisa berubah menjadi tempat pemancingan yang ramai diserbu bocil-bocil.

Siang itu, suasana kompleks bersejarah Taman Sari Gua Sunyaragi tampak sepi, hanya ada beberapa anak berusia belasan tahun yang sedang asyik bermain.

Tak hanya sekedar bermain, beberapa anak juga tampak sedang memancing di area kolam yang letaknya di belakang Gua Sunyaragi.


Dengan menggunakan alat pancing seadanya, sambil duduk, tampak anak-anak fokus menunggu ikan melahap kail pancing, sambil sesekali berbicara dengan anak-anak lain di sampingnya. Terlihat juga anak-anak lain yang tidak ikut memancing sedang berlarian dengan teman sebayanya.

Menurut salah satu anak yang ikut memancing di kolam Gua Sunyaragi, Azri (14) mengaku, cukup senang bisa ikut memancing di kolam bagian belakang Gua Sunyaragi.

Menurutnya, selagi anak-anak tertib, dan tidak merusak area gua, maka tidak ada larangan untuk mancing di kolam bagian belakang Gua Sunyaragi.

“Kalau main sekedar mancing kayak gitu mah, nggak dimarahin, asalkan anak-anaknya pada anteng saja,” ucap Azri.

Kebanyakan, lanjut Azril, anak-anak yang memancing ikan merupakan anak yang tinggal di sekitar lokasi Gua Sunyaragi. Mereka masuk ke kompleks gua melalui pagar kecil yang ada di belakang, yang berbatasan langsung dengan pemukiman penduduk.

Selain Azri, anak-anak lain yang sering bermain di Gua Sunyaragi adalah Rafif (12). Menurutnya, meski ketika musim kemarau, kolam di bagian belakang Gua Sunyaragi mengering, tetapi saat musim hujan seperti sekarang, area kolam akan dipenuhi air dan juga ikan.

Biasanya, lanjut Rafif, jenis ikan yang didapat adalah ikan mujair. Sama seperti Azri, Rafif sendiri merasa senang ketika bisa mancing di kolam yang sudah berusia ratusan tahun tersebut.

“Senang mancing di situ, soalnya ada ikannya, biasanya ikan mujair. Kalau ada airnya sudah dari dulu dibuat untuk mancing, kadang ada juga orang yang mancing di sungai, terus ikannya dimasukin ke kolam, biar tambah banyak ikannya,” tutur Rafif.

Selain memancing ikan, menurut Rafif, lahan kosong di area belakang Gua Sunyaragi juga digunakan untuk bermain bola. Salah satu alasan Rafif bermain bola di Gua Sunyaragi adalah karena tidak adanya lapangan bola di dekat rumahnya.

“Iyah kadang main bola di sini juga, soalnya di sini sepi, jadi dimanfaatin buat main bola. Sama nggak ada lapangan paling dekat juga. Yang paling dekat yah lapangan yang di sini (Gua Sunyaragi),” tutur Rafif.

Menurut Rafif, tidak ada pelarangan bagi anak-anak sekitar lokasi goa Sunyaragi untuk bermain dan memancing di kolam Gua Sunyaragi. Kecuali, lanjut Rafif, ketika anak-anak sudah mulai berbuat nakal dengan naik ke area bebatuan Goa Sunyaragi.

“Yah kadang-kadang saja, kalau anak-anaknya pada nakal dan jahil, kayak pada naik ke batu-batu karang yah itu dimarahin sama penjaganya,” tutur Rafif.

Meski Rafif dan teman-temannya senang bermain di Gua Sunyaragi, tapi, Rafif dan temannya masih berharap, suatu saat nanti di sekitar rumahnya, akan ada lapangan bola sendiri.

“Yah pengen, kalau ada lapangan baru buat main di dekat sini mah,” pungkas Rafif.

Sejarah Gua Sunyaragi

Taman Sari Gua Sunyaragi merupakan kompleks bersejarah yang ada di Kota Cirebon. Taman ini didirikan pada tahun 1596, dengan diarsiteki oleh Penambahan Losari, cucu dari Sunan Gunung Jati. Untuk bahan utamanya pembuatannya, yakni menggunakan batu karang.

Dulu, Gua Sunyaragi digunakan untuk tempat bermain dan itikaf para keluarga sultan Cirebon. Gua Sunyaragi sendiri memiliki beberapa bagian bangunan yang memiliki fungsi yang berbeda-beda, seperti Gua Pengawal yang digunakan sebagai tempat istirahat, Gua Simayang sebagai pos jaga dan Mande Beling digunakan untuk tempat memberi petuah.

Pada saat masih digunakan keluarga sultan Cirebon, dahulu, area sekitar Gua Sunyaragi merupakan perairan, sehingga pada masa itu, keluarga sultan yang ingin datang ke Gua Sunyaragi harus menggunakan perahu terlebih dahulu.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Air Terjun Ini Sangat Keramat tapi juga Begitu Menawan



Jakarta

Air Terjun Murundao di Ende, NTT, menawarkan keindahan alam, trekking mudah, dan nuansa mistis. Cocok untuk liburan keluarga dan pencinta alam.

Terletak di Desa Koanara, Kecamatan Kelimutu, air terjun ini menyajikan pemandangan alam yang memukau dan suasana yang tenang, jauh dari hiruk-pikuk kota. Dengan ketinggian sekitar 40-50 meter, Air Terjun Murundao menjadi salah satu air terjun terbesar di daerah ini.

Dikelilingi oleh hutan tropis yang rimbun, Air Terjun Murundao menawarkan suasana yang menyejukkan dan damai. Pepohonan hijau yang lebat menciptakan pemandangan yang menenangkan bagi siapa saja yang mengunjunginya.


Suara gemericik air yang jatuh dari ketinggian serta udara segar yang mengalir membuat tempat ini menjadi tempat yang sempurna untuk bersantai dan menikmati alam.

Ketika sampai di Air Terjun Murundao, pengunjung akan disambut dengan pemandangan yang memukau dan suasana yang damai. Anda dapat merasakan kesejukan udara pegunungan sambil menikmati keindahan alam sekitar.

Trekking menuju air terjun ini pun tidak terlalu sulit, cocok untuk semua kalangan, termasuk anak-anak. Jalur trekking yang ringan ini memungkinkan pengunjung untuk menjelajahi flora dan fauna lokal, sekaligus mengajak anak-anak berinteraksi dengan alam dan mengajarkan mereka untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

Selain keindahan alamnya, Air Terjun Murundao juga memiliki cerita mistis yang menambah daya tariknya. Menurut cerita rakyat setempat, air terjun ini dianggap sebagai tempat yang suci dan keramat. Banyak orang datang ke sini untuk melakukan upacara keagamaan, berdoa, atau memohon berkah. Hal ini memberi nuansa spiritual yang membuat tempat ini terasa lebih istimewa.

Air Terjun Murundao terletak sekitar 60 kilometer (km) dari ibu kota Kabupaten Ende, yang dapat dijangkau dalam waktu sekitar 2 jam dengan kendaraan. Jika Anda berasal dari kota Moni, air terjun ini hanya berjarak sekitar 400 meter, yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama 15 menit.

Jalan masuk menuju air terjun ini terletak tepat di seberang Rainbow Cafe Moni. Dari pintu masuk, Anda akan melewati jalan setapak tanah yang menurun hingga tiba di jembatan bambu yang melintasi sungai kecil yang mengalir dari air terjun. Setelah menyeberangi jembatan, Anda hanya perlu berjalan 50 meter lagi untuk mencapai dasar air terjun.

Dengan keindahan alam yang menakjubkan dan trek yang cocok untuk keluarga, Air Terjun Murundao menjadi destinasi wisata yang tepat untuk liburan bersama keluarga atau teman-teman.

Baca artikel selengkapnya di detikBali

(msl/msl)



Sumber : travel.detik.com

Libur Long Weekend ke Pulau Peucang TN Ujung Kulon, Begitu Memikat



Pandeglang

Pulau Peucang bisa menjadi pilihan untuk mengisi hari libur atau akhir pekan. Pasalnya, di Pulau Peucang menyajikan keindahan alam yang sangat alami.

Pulau Peucang terletak di ujung barat pulau Jawa atau di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Kawasan ini sudah ditetapkan sebagai Geopark Nasional Ujung Kulon.

Hal itu tertuang dalam SK Menteri ESDM RI Nomor: 393.K/GL.01/MEM.G/2023 tentang Penetapan Taman Bumi (Geopark) Nasional Ujung Kulon pada 10 November 2023. Di kawasan itu terdapat 14 situs warisan geologi (geosite), enam situs keanekaragaman hayati atau biodiversity, dan dua situs keragaman budaya (cultural sites).


Untuk menuju ke pulau, membutuhkan waktu perjalanan laut sekitar dua sampai tiga jam, dari Pelabuhan Sumur, Pandeglang. Begitu tiba di lokasi, kita akan disambut pasir putih, air laut biru dan tenang.

Di sana, kita bisa melihat ragam penghuni air dengan melakukan snorkeling atau diving. Ombak yang tenang, cocok untuk bermain air. Gerombolan ikan akan ikuti menemani saat bermain.

Pulau Peucang TN Ujung KulonPulau Peucang TN Ujung Kulon (Foto: Aris Rivaldo/detikcom)

Tak hanya itu, di kawasan Pulau Peucang bisa ditemukan satwa darat yang hidup bebas, seperti rusa, monyet, banteng, burung merak. Hewan-hewan itu tak akan mengganggu waktu liburan kita.

Pemandangan sunset atau mata hari tenggelam juga bisa dinikmati saat senja. Keindahan langit itu, bisa membuat kita ingin bertahan lebih lama.

Wajar saja jika Pulau Peucang dikunjungi wisatawan setiap liburan, atau pada saat akhir pekan. Mereka sengaja datang untuk menikmati semua jejak keindahan yang ditawarkan.

Untuk menuju Pulau Peucang, kita bisa mengikuti open trip yang dibuka oleh warga lokal. Jika mengikuti open trip ongkos perjalanan akan lebih murah. Untuk harga, sekitar Rp 600 sampai 750 ribu. Tarif tersebut sudah dapat makan, dan penginapan selama kegiatan.

Sudah saatnya luangkan waktu liburan ke Pulau Peucang. Ajak keluarga atau teman dekat untuk diajak berlibur.

(msl/msl)



Sumber : travel.detik.com

Kapan Waktu yang Tepat untuk Istirahat di Rest Area saat Mudik?


Jakarta

Mudik dengan kendaraan pribadi masih menjadi opsi yang dipilih banyak masyarakat. Namun, dibutuhkan kondisi fisik yang prima agar perjalanan mudik tetap aman dan nyaman.

Jika sudah lelah dan kantuk, itu tandanya detikers harus melipir ke rest area untuk beristirahat sejenak. Namun, beberapa orang lebih memilih melanjutkan perjalanan dengan alasan agar bisa sampai di tempat tujuan dengan cepat.

Padahal, keputusan tersebut sangat berisiko karena tubuh yang sudah lelah dapat mengganggu konsentrasi berkendara. Bukan tidak mungkin bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan bahkan merenggut korban jiwa.


Lantas, kapan waktu yang tepat untuk istirahat di rest area saat perjalanan mudik? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

Kapan Harus Istirahat di Rest Area?

Saat mudik, detikers mungkin harus menempuh perjalanan jauh hingga ratusan kilometer. Jika tidak diimbangi dengan istirahat sejenak, maka tubuh bisa kelelahan akibat berkendara terlalu lama.

Founder dan Lead Instructor Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, pemudik disarankan untuk segera beristirahat di rest area jika sudah kantuk. Kondisi itu menyebabkan menurunnya refleks saat berkendara hingga berisiko terjadi microsleep.

“Mengemudi dalam keadaan lelah sangat berbahaya karena dapat mengurangi konsentrasi dan respons terhadap situasi di jalan,” kata Jusri dalam keterangan resminya yang diterima detikcom.

Selain menurunnya waktu reaksi saat berkendara, kondisi tubuh yang lelah dan kantuk juga dapat mengganggu konsentrasi. Hal ini berdampak dalam pengambilan keputusan di jalan raya, apakah harus menyalip, mengerem, atau memacu kendaraan.

“Kelelahan membuat pengemudi lambat merespons kejadian mendadak, seperti kendaraan yang tiba-tiba mengerem. Pengemudi yang lelah juga cenderung melakukan kesalahan, seperti salah memperhitungkan jarak atau kecepatan,” ungkap Jusri.

Apabila tubuh sudah lelah, sebaiknya segera mencari rest area terdekat untuk beristirahat sejenak. Istirahat minimal 15-30 menit, setelah itu pemudik bisa melanjutkan perjalanan ke kampung halaman.

Tips Mencegah Kelelahan saat Berkendara

Jusri juga membagikan sejumlah tips kepada pemudik untuk mencegah kelelahan saat mengemudi. Berikut sejumlah tipsnya:

  • Istirahat setiap 2-3 jam sekali selama perjalanan.
  • Jika pergi mudik bersama keluarga, ajak salah satu anggota untuk dijadikan sopir cadangan. Jika pengemudi utama lelah, sopir cadangan bisa menggantikan sementara.
  • Minum air putih yang cukup. Tubuh yang terhidrasi akan mudah lelah dan sulit berkonsentrasi.
  • Apabila sudah sangat mengantuk dan sulit ditahan, lebih baik melipir ke rest area untuk tidur sejenak.

Sebagai catatan, jangan istirahat terlalu lama di rest area saat periode mudik Lebaran. Soalnya, ada banyak pemudik yang juga ingin menggunakan fasilitas di rest area. Jadi, sebaiknya bergantian dengan orang lain.

Demikian penjelasan tentang waktu yang tepat untuk istirahat di rest area saat mudik Lebaran. Hati-hati di jalan!

(ilf/fds)



Sumber : oto.detik.com

Mudik Aman dan Nyaman Bareng Si Kecil



Jakarta

Perjalanan mudik menjadi momen berharga untuk berkumpul bersama keluarga. Bagi keluarga muda yang baru pertama kali mudik bersama anak, perjalanan ini bisa menjadi tantangan tersendiri.

Perlu diketahui, kendaraan pribadi masih menjadi moda favorit untuk mudik. Kementerian Perhubungan bahkan memperkirakan sekitar 33 juta masyarakat akan memilih moda transportasi ini, menunjukkan bahwa perjalanan darat masih menjadi pilihan utama bagi banyak keluarga.

Agar lebih aman dan nyaman, Suzuki memberikan 5 tips mudik bersama si kecil.

“Bagi pelanggan kami yang akan melakukan perjalanan mudik, kami sangat menghimbau agar berbagai hal bisa dipersiapkan dengan baik. Tentu saja pengendara perlu memperhatikan aspek safety driving, terutama bagi Suzuki Family yang melibatkan anak-anak dalam perjalanannya, sangat penting untuk tidak menyepelekan sisi keamanan dan keselamatan,” kata Harold Donnel, 4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales.


Pakai Kursi Khusus Anak

Untuk berkendara bersama buah hati, pastikan kendaraan telah dilengkapi ISOFIX agar memudahkan pemasangan kursi khusus anak (car seat). Demi keamanan, gunakan kursi khusus anak untuk perjalanan mudik.

Selain itu, keberadaan fitur keselamatan seperti sabuk pengaman, fitur electronic stability program(ESP) dan airbag menjadi faktor penting dalam memberikan perlindungan optimal. Dengan demikian, pengendara hingga penumpang bisa merasa lebih tenang.

Bawa Perlengkapan Si Kecil

Perjalanan dengan anak kecil memerlukan persiapan perlengkapan yang lebih banyak, seperti popok, susu, pakaian ganti, dan perlengkapan medis dasar. Untuk menjaga keteraturan dalam kabin, manfaatkan ruang penyimpanan secara efisien. Kebanyakan mobil modern telah menyediakan ruang penyimpanan fleksibel, sehingga semua barang kebutuhan si kecil bisa tersimpan dengan rapi selama perjalanan.

Siapkan Hiburan untuk Anak

Perjalanan jauh dapat menjadi tantangan bagi anak-anak karena bisa saja mudah merasa bosan. Maka dari itu, menyediakan hiburan yang sesuai menjadi langkah penting. Buku cerita, permainan edukatif, serta pemanfaatan fitur hiburan dalam kendaraan dapat membantu menjaga suasana tetap menyenangkan. Mudahnya, seperti menggunakan fitur smartphone mirroring pada peranti head unit untuk memutar musik atau video di layar utama. Ketika berhenti di lokasi parkir, fitur hiburan tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai momen kebersamaan.

Hindari Menggunakan Gadget Berlebihan

Gadget mungkin menjadi solusi hiburan paling praktis. Namun, penggunaan gadget yang berlebihan dapat mengurangi interaksi antar anggota keluarga. Sebagai alternatif, orang tua dapat mengajak anak berpartisipasi dalam permainan interaktif sederhana yang melibatkan seluruh keluarga, seperti tebak-tebakan atau mengenali berbagai kendaraan di sepanjang perjalanan. Dengan demikian, mudik tidak hanya menjadi perjalanan fisik, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan keluarga.

Pakai Mobil yang Tepat

Pastikan menggunakan kendaraan yang nyaman dan efisien untuk perjalanan jarak jauh seperti mudik. Ruang kabin lega, fitur keselamatan lengkap, serta efisiensi konsumsi bahan bakar menjadi aspek utama dalam memilih kendaraan paling sesuai.

Suzuki mengklaim, Suzuki New XL7 Hybrid hadir sebagai pilihan ideal bagi keluarga yang mengutamakan kenyamanan dan efisiensi. Dukungan teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki memberikan pengalaman berbeda saat menjelajahi berbagai kota.

“Kami harap produk dan layanan dari Suzuki mampu memberikan pengalaman berkendara lebih aman, nyaman, dan menyenangkan. Suzuki Indonesia mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh pelanggan dan masyarakat yang merayakan,” tutup Harold.

(rgr/dry)



Sumber : oto.detik.com

10 Tempat Honeymoon Romantis di Indonesia, Mana Favoritmu?


Jakarta

Indonesia memiliki banyak destinasi romantis untuk honeymoon, mulai dari pantai hingga pegunungan yang sejuk. Setiap pasangan tentu menginginkan bulan madu mereka menjadi kenangan yang berkesan.

Tak usah ke luar negeri, di Indonesia ada berbagai tempat untuk honeymoon yang begitu eksotis. Tempat-tempat romantis ini bisa menjadi pilihan untuk menghabiskan waktu bersama pasangan.

10 Tempat Honeymoon Romantis di Indonesia

Ubud, Labuan Bajo, hingga Raja Ampat menyuguhkan keindahan alam yang begitu memukau dengan suasana romantis. Berikut informasi lengkapnya.


1. Ubud, Bali

Tak hanya jadi tempat liburan yang banyak dipilih untuk keluarga, Bali juga cocok menjadi destinasi untuk bulan madu. Keindahan pantainya memberikan suasana yang begitu romantis.

Bahkan, menurut Kemenparekraf, Bali dinobatkan menjadi destinasi bulan baru terbaik tahun 2024 oleh Tripadvisor. Penelitian ini berdasarkan kualitas dan kuantitas ulasan, serta peringkat wisatawan di seluruh dunia selama 12 bulan terakhir. Mayoritas wisatawan memilih Ubud sebagai destinasi favorit selama bulan madu.

Beberapa wisata yang terkenal di Ubud yaitu Terasering Tegalalalng, Ubud Monkey Forest, hingga Arung Jeram Sungai Ayung. Mengutip salah satu situs agen travel, ada banyak juga penginapan dengan keasrian alam yang menenangkan.

2. Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur

Labuan Bajo merupakan surga tersembunyi di Indonesia Bagian Timur. Seperti Bali, Labuan Bajo juga menawarkan keindahan pantainya yang cantik. Menurut laman Kemenparekraf, ada Pink Beach dengan kecantikan laut biru dengan pasir berwarna merah jambu.

Ada juga bukit cinta dengan view yang memanjakan mata. Mulai dari lautan biru, daratan bukit dengan pepohonan hijau, hingga kapal-kapal yang lewat di kejauhan.

Tak sampai di situ, salah satu resor yang ada di Pulau Komodo, Plataran Komodo Resort & Spa berhasil memenangkan penghargaan Conde Nast sebagai hotel romantis se-Asia, Afrika, Timur Tengah, Maladewa, dan Oseania. Pemandangan resor ini langsung menghadap ke Pantai Waecicu.

3. Raja Ampat, Papua Barat

Raja ampat terkenal dengan keindahan bawah lautnya. Gugusan pulau-pulau di Raja Ampat menjadi pelengkap keindahan wisata ini.

Traveler bisa berenang,snorkeling, atau diving ke dasar lautnya. Pada tahun 2022, Raja Ampat terpilih menjadi satu dari enam destinasi global dari seluruh dunia yang direkomendasikan sebagai destinasi yang harus dikunjungi (must visit location) dari Lonely Planet.

4. Danau Toba, Sumatera Barat

Danau Toba di Sumatera Utara merupakan salah satu danau terbesar di Indonesia dengan pemandangan eksotis. Traveler bisa naik kapal keliling danau toba bersama pasangan dan mengunjungi beberapa spot wisata di Danau Toba.

Ada banyak hotel di pesisir Danau Toba dengan view yang begitu indah. Untuk destinasi lainnya, ada Bukit Holbung atau Bukit Teletubbies dengan hamparan rumput hijau yang luas. Banyak wisatawan yang berkemah di tenda di atas bukit. Mereka menikmati keindahan matahari terbenam di bukit ini.

5. Gili Trawangan, Lombok

Gili Trawangan merupakan pulau yang dikenal dengan suasana pantai yang indah dan air laut yang jernih. Meski jadi destinasi populer, Gili Trawangan mempertahankan atmosfer yang santai dengan tidak adanya kendaraan bermotor. Sepeda dan cidomo gerobak kuda) menjadi alat transportasi utama bagi masyarakat Gili dan juga wisatawan

Bersama pasangan, traveler bisa menikmati senja sambil mengayuh sepeda mengelilingi pulau. Selanjutnya, kamu dan pasangan bisa menikmati makan malam romantis dengan view pantai. Untuk penginapan, terdapat hotel di pinggir pantai dengan view ciamik.

6. Pulau Cinta, Gorontalo

Pulau Cinta mempunyai bentuk yang unik dengan bentuk ‘love’. dengan pantai indah di sekelilingnya. Banyak yang menyebut pulau ini merupakan Maldives Island Indonesia.

Lautnya begitu jernih dengan pasir putih yang lembut. Ditambah, hembusan anginnya menyejukkan. Di sekitarnya, terdapat resort yang dibangun di atas air.

Menurut laman Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, tempat ini menjadi rekomendasi untuk wisatawan yang datang bersama pasangan. Suasananya begitu romantis dengan kondisi alam yang masih terjaga.

7. Pulau Moyo, Nusa Tenggara Barat

Pulau Moyo berada di sisi utara Kabupaten Sumbawa. Mengutip laman Dinas Pariwisata NTB, pulau ini memiliki luas daratan mencapai 350 km2 yang dikelilingi oleh pantai dan hamparan laut. Pada beberapa bagian, pasir pantainya berwarna merah muda atau pink.

Mengutip laman Portal Informasi Indonesia, selain pantainya yang cantik, ada air terjun Mata Jitu dengan air yang jernih. Traveler bisa menghabiskan waktu di pulau ini dengan pasangan, jauh dari hiruk pikuk perkotaan.

8. Dieng, Jawa Tengah

Dieng berada di ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut. Kawasan wisata romantis ini dikenal dengan julukan negeri di atas awan.

Wisatawan bisa merasakan udara sejuk dan dingin. Salah satu destinasi populernya adalah Bukit Sikunir. Saat momen sunrise, traveler dan pasangan bisa menyaksikan terbitnya matahari di balik siluet Gunung Sindoro dan Sumbing. Namun, traveler harus mendaki tangga selama 30-40 menit untuk sampai di puncak.

9. Gunung Bromo, Jawa Timur

Gunung Bromo di Jawa Timur juga dapat menjadi pilihanmu dan pasangan sebagai tujuan honeymoon. Menurut laman Indonesia Travel, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan kawasan gunung berapi terbesar di Jawa Timur.

Di kawasan ini, wisatawan bisa menyaksikan panorama matahari terbit dari ketinggian, melihat keindahan telaga warna dan menyusuri padang pasir dengan jeep. Setelah seharian berkeliling, terdapat penginapan berupa homestay, hotel, hingga glamping yang bisa dipilih.

10. Pulau Macan, Kepulauan Seribu

Ingin mencari destinasi bulan madu di sekitar Jakarta? Pulau Macan bisa jadi pilihan. Mengutip laman Pulau Macan, dari Jakarta, diperlukan waktu 90 menit dengan naik speedboat.

Kamu dan pasangan bisa snorkeling untuk melihat keindahan bawah laut atau sekedar menikmati indahnya pemandangan di pesisir pantai. Beberapa penginapannya menyuguhkan pemandangan laut.

(elk/fds)



Sumber : travel.detik.com

Rekomendasi 6 Tempat Ngabuburit di Bekasi


Jakarta

Traveler yang tinggal atau bekerja di Bekasi bisa memilih tempat ini untuk ngabuburit. Mulai dari alun-alun Bekasi, pusat kuliner, hingga area wisata.

Suasana sore yang sejuk dengan aktivitas menarik tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang ingin menikmati waktu sebelum berbuka. Tak hanya sekadar menunggu waktu, ngabuburit juga bisa menjadi momen untuk bersantai dan berkumpul bersama keluarga atau teman.

Beberapa tempat di Bekasi menawarkan berbagai hiburan yang cukup menarik. Dengan banyaknya alternatif tempat ngabuburit di Bekasi, warga tak perlu bingung mencari lokasi yang sesuai dengan suasana yang diinginkan.


Berikut ini adalah enam rekomendasi tempat ngabuburit seru di Bekasi:

1. Alun-Alun Kota Bekasi

Alun-Alun Kota Bekasi merupakan salah satu lokasi favorit untuk ngabuburit. Dengan luas sekitar 2 hektar, tempat ini menawarkan ruang terbuka yang nyaman untuk bersantai sambil menikmati senja. Selain itu, terdapat banyak pedagang kaki lima yang menjual berbagai macam makanan dan minuman untuk berbuka puasa.

2. Gedung Juang 45 Tambun

Bagi pecinta sejarah, Gedung Juang 45 Tambun bisa menjadi pilihan tepat untuk ngabuburit. Gedung bersejarah dengan arsitektur khas Belanda ini telah direvitalisasi dan kini tampak semakin indah. Pengunjung dapat menikmati suasana sejarah sambil berkeliling di taman sekitar gedung untuk melepas penat.

3. Taman Rusa Kemang Pratama

Taman Rusa Kemang Pratama menawarkan suasana asri yang cocok untuk ngabuburit bersama keluarga. Di sini, pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan rusa dan memberi mereka makan. Selain itu, area taman yang luas dan hijau membuat suasana menunggu waktu berbuka menjadi lebih menyenangkan.

4. Summarecon Mall Bekasi

Sebagai salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Bekasi, Summarecon Mall Bekasi menyediakan taman yang luas dan nyaman untuk ngabuburit. Pengunjung dapat duduk santai sambil menikmati pemandangan kolam ikan yang cukup luas, serta memesan makanan dan minuman untuk berbuka puasa.

5. Danau Marakash

Terletak di kawasan Pondok Ungu, Kecamatan Babelan, Danau Marakash menjadi tempat ngabuburit yang asyik dan murah meriah. Pengunjung dapat menikmati pemandangan danau sambil menunggu waktu berbuka.

6. Perumahan Grand Wisata

Taman di perumahan Grand Wisata, Lambang Jaya, Tambun, Bekasi, menjadi tempat ngabuburit menarik bersama keluarga atau teman. Selain menikmati keindahan panorama, taman ini juga menjadi spot yang bagus untuk berfoto.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Cara Ini Bisa Buat Kamu Selamat, Saat Hendak Balik dari Mudik


Jakarta

Keselamatan berkendara mutlak hukumnya saat berada di jalanan, terlebih saat hendak balik ke Jakarta setelah mudik ke kampung halaman. Namun banyak dari pengendara yang meremehkan hal tersebut, padahal agar selamat di jalan itu sangat mudah jika mengetahui tips berkendara.

Seperti yang disampaikan Andry Berlianto, Praktisi Keselamatan Berkendara Global Defensive Driving Consulting (GDDC), ada 5 tips yang bisa dilakukan agar pengendara bisa selamat sampai rumah kembali setelah balik ke kampung halaman.

1. Pribadi sehat fisik dan mental

Tekanan tinggi pada perjalanan mudik memaksa pemudik harus dalam kondisi fit dan bugar guna mengantisipasi bahaya dan risiko yang mungkin terjadi selama perjalanan.


Pastikan fisik dan mental siap untuk berada di belakang kemudi.

2. Kendaraan yang sehat dan laik jalan

Perjalanan panjang menuntut kendaraan berperforma maksimal tanpa hambatan karena kondsi tersebut dapat menurunkan risiko terjadinya insiden di tengah perjalanan.

3. Atur waktu perjalanan

Atur rute dan jam perjalanan serta turunkan risiko kecelakaan serendah mungkin. Utamakan istirahat dan hindari mengemudi saat tubuh sudah kelelahan.

4. Devensive Driving dan Riding

– Ikuti arahan dan himbauan petugas saat berada di perjalanan karena itu adalah arahan untuk keselamatan diri Anda dan keluarga.

– Atur barang bawaan agar tidak melebihi batas muatan pada kendaraan.

– Mengemudilah sewajarnya dan hindari membuka ruang konflik di perjalanan.

– Pantau batas kecepatan, jaga jarak aman antar kendaraan
Bersabar.

5. Evaluasi

Evaluasi kembali perjalanan yang sudah dilakukan saat berangkat dan pelajari hal-hal apa saja yang perlu dikoreksi atau perlu ditingkatkan karena masih akan ada perjalanan pulang kembali ke kota asal

Pastikan mampu mengantisipasi bahaya dari risiko target Zero Accident saat balik ke rumah tercinta.

(lth/din)



Sumber : oto.detik.com

Mushola di Palembang yang Dibangun Abad ke-18 dan Khusus buat Laki-laki



Palembang

Di Palembang, ada mushola bersejarah yang dibangun pada abad ke-18. Uniknya, mushola ini dikhususkan hanya untuk laki-laki saja. Perempuan tidak boleh!

Mushola Al-Kautsar merupakan salah satu mushola tertua di Palembang. Mushola yang berada di Lorong Sungai Buntu, Kelurahan Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Kota Palembang itu sudah dibangun sejak abad ke-18.

Saat berkunjung ke mushola ini, ada sejumlah pengurus mushola yang terlihat di sana. Mereka merupakan jemaah laki-laki yang baru saja menunaikan ibadah salat Asar di mushola tersebut.


Mushola ini hampir sama dengan mushola pada umumnya. Menariknya, mushola ini berada di pinggir Sungai Musi. Lokasinya cukup sulit dijangkau dengan kendaraan roda empat lantaran akses menuju ke sana harus melalui lorong kecil yang diapit oleh dua bangunan milik warga.

Sebelum masuk ke area mushola, pengunjung dapat memarkirkan kendaraan roda duanya di sepanjang lorong tersebut. Saat masuk ke area mushola, pengujung tak akan melihat ornamen atau hiasan yang mencolok. Sebab bangunan mushola ini hanya dikelilingi pagar besi berwarna hijau.

Mushola ini sebagian besar dibuat dari kayu, termasuk lantai terasnya. Inilah yang membuat suasana di mushola itu adem dan nyaman.

Di sisi teras mushola, jemaah bisa melihat langsung Sungai Musi yang terbentang. Ini menambah daya tariknya, sebab dari sana bisa langsung melihat kapal-kapal yang melintas di Sungai Musi.

Cucu pendiri Mushola, Abdullah bin Alwi Bin Husein menjelaskan mushola ini memiliki luas kurang lebih 10×12 meter yang mana di dalamnya hanya terdapat 1 mimbar. Ada anak tangga di teras belakang mushola yang langsung berdampingan ke Sungai Musi.

“Mushola ini dibangun di akhir abad ke-8. Mushola ini sempat rusak akibat dibom oleh Belanda saat Perang 5 Hari 5 Malam di Palembang, pada tahun 1947 Masehi,” jelasnya, Senin (3/3/2025).

Mimbar di dalam Mushola Al-Kautsar Palembang.Mushola Al-Kautsar Palembang Foto: Rio Roma Dhoni

Mushola ini, kata dia, dibangun oleh Habib Husein bin Abdullah Alkaf dan dipergunakan sebagai tempat beribadah dan menyiarkan agama Islam.

“Dari dulu emang dibangun di pinggir Sungai Musi. Masjid ini dijaga dari generasi ke generasi oleh keluarga Syekh Abu Bakar,” katanya.

Abdullah menjelaskan, saat perang 5 hari 5 malam di Kota Palembang, mushola tersebut dibom oleh Belanda sehingga menyisakan sebagai bangunan mushola.

Kemudian dibangun kembali oleh Habib Muhksin Syekh Abu Bakar dan hingga saat ini bangunan di dalam mushola masih seperti awal dibangun, tidak ada perombakan.

“Untuk bagian dalamnya itu masih seperti dulu, tidak berubah, dari kayunya. Perbaikan hanya satu kali setelah dibom, itu saja. Paling ada penambahan kanan dan kiri ini saja, sebab masyarakat kita bertambah jadi diperluas bagian kanan dan kirinya,” ujarnya.

Ia menyebut, sampai saat ini mushola tersebut dimanfaatkan untuk salat lima waktu. Namun, kata dia, hanya dikhususkan bagi jemaah laki-laki saja.

“Jemaah perempuan tidak diperbolehkan salat di dalam mushola, sesuai dengan hukum syariat Islam. Jadi untuk jemaah perempuan, diarahkan untuk salat di masjid atau mushola lain,” kata dia.

——–

Artikel ini telah naik di detikSumbagsel.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

7 Tempat Kuliner Ramah Keluarga di Tangsel, Cocok untuk Bukber


Jakarta

Tangerang Selatan atau Tangsel punya sejumlah tempat makan ramah keluarga yang ideal untuk menggelar perkumpulan bahkan acara buka bersama (bukber) di bulan puasa. Tempatnya nyaman, luas, dan memiliki area duduk lesehan.

Sejumlah restoran ini menyediakan variasi menu dengan cita rasa Indonesia. Sajiannya lezat dan cukup ramah di kantong. Simak deretan tempatnya di bawah ini.

Kuliner Ramah Keluarga di Tangerang Selatan

Merangkum Google, berikut rekomendasi tempat kuliner ramah keluarga di Tangsel yang menyuguhkan masakan lezat:


1. Gubug Berkah Resto

Gubug Berkah Resto di Tangerang SelatanGubug Berkah Resto Foto: (Syanti Mustika/detikcom)

Datangi Gubug Berkah Resto kalau ingin makan lesehan di saung-saung. Masakan yang disajikan khas nusantara, mulai dari aneka seafood hingga menu sayur dan sambal.

Bancakan nasi liwet yang disajikan di atas daun pisang bisa dipesan jika menggelar perkumpulan keluarga di sini. Ragam lauk bancakannya dapat dipilih sesuai selera.

  • Lokasi: Depan Taman Kota 2 BSD, Jl. Ciater Barat No. 54, Serpong, Tangerang Selatan.
  • Jam Buka: Setiap Hari, 10.00-22.00 WIB.

2. Lubana Sengkol

Lubana Sengkol mulanya hanyalah area pemancingan dan kini berkembang menjadi wisata keluarga yang dilengkapi restoran. Hasil pancingannya dapat dimasak langsung atau dibawa pulang, bisa juga dengan sistem tangkap lepas. Aktivitas ini cocok banget buat ngabuburit menunggu waktu berbuka.

Untuk restonya menyuguhkan sajian seafood dengan aneka bumbu. Tersedia juga olahan daging ayam dan sapi, mi dan nasi, serta sayuran. Aneka snack yang bisa dijumpai di sini antara lain cireng bumbu rujak, chicken popcorn, hingga onion ring.

  • Lokasi: Jl. Lingkar Selatan, Setu, Tangerang Selatan.
  • Jam Buka: Setiap hari, 10.00-22.00 WIB.

3. Omah Badok

Omah Badok : Ada Liwetan Sedap di Resto Suasana Kampung yang AsriOmah Badok Foto: detikFood

Omah Badok punya dapur berkonsep open kitchen sehingga pelanggan dapat melihat proses memasaknya. Lokasinya sejuk karena dikelilingi pepohonan hijau dan area makannya lesehan saung.

Sajiannya bercita rasa Indonesia dengan menu garang asem, tumis pucuk ubi, hingga nasi liwet plus lalapan dan sambal. Tersedia juga jajanan pasar seperti gemblong, kue talam, bugis, hingga ongol-ongol.

  • Lokasi: Jl. Pengairan No. 71, Pondok Aren, Tangerang Selatan.
  • Jam Buka: Senin-Jumat (10.00-21.00 WIB), Sabtu-Minggu (08.00-21.00 WIB).

4. Lembur Kuring

Kalau cari restoran seafood di Tangsel, datangi Lembur Kuring. Cabangnya yang di dekat bandara jadi tempat makan langganan para pejabat, artis, bahkan presiden. Tentunya, rasa dan kualitas masakan di Lembur Kuring sudah approved.

Sajian ikan, kepiting, hingga udangnya beragam dan ada juga olahan ayam dan sayuran. Menunya diolah dengan berbagai saus dan bumbu seperti gulai, asam manis, lada hitam, tauco, sampai sup. Terdapat mini playground untuk anak di restoran ini.

  • Lokasi: Sunburst BSD Lot II, Jl. Boulevard BSD Timur, Serpong, Tangerang Selatan.
  • Jam Buka: Setiap hari, 10.30-21.00 WIB.

5. Restoran Waroeng Sunda

Restoran Waroeng SundaRestoran Waroeng Sunda Foto: dok. Instagram @waroengsunda

Variasi menu seafood, pepes, hingga sup dapat dicicipi di Restoran Waroeng Sunda. Pengunjung yang bersantap di area makan pendopo indoor dan outdoor ini akan mendapat free refill lalapan dan sambal.

Menariknya, ada becak mini yang bisa ditumpangi pengunjung anak-anak di Restoran Waroeng Sunda ini.

  • Lokasi: Jl. Raya Serpong KM 7, Pd. Jagung, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan.
  • Jam Buka: Senin-Jumat (10.00-21.00 WIB), Sabtu-Minggu (10.00-22.00 WIB).

6. Pondok Kemangi

Pondok Kemangi menyajikan masakan tradisional Indonesia dengan spesialisasi makanan Sunda. Berbagai olahan ikan, udang, cumi, ayam, hingga iga tersedia. Ada aneka pepes dan sajian sayur seperti genjer tauco dan pucuk labu.

Tempatnya besar dengan bagian tengahnya terbuka. Restorannya estetik dengan penempatan tanaman hijau di sejumlah titiknya.

  • Lokasi: Jl. Alam Sutera Boulevard No. 16D, Serpong, Tangerang Selatan.
  • Jam Buka: Setiap hari, 10.00-21.00 WIB.

7. Warung Kondre

Warung KondreWarung Kondre Foto: detikcom/Riska Fitria

Warung Kondre milik selebriti Andre Taulany memiliki konsep rumah joglo khas Jawa. Tempatnya asri dengan areanya dipenuhi pepohonan hijau.

Hidangan lezat yang disajikan punya cita rasa tradisional. Ada tongseng kambing, bakmie goreng Jawa, hingga teri tumis kecombrang. Camilan seperti gabin tape, donat kampung, hingga cireng juga bisa dicicipi.

  • Lokasi: Jl. Masjid Arriyadh, Cipayung Ciputat, Tangerang Selatan.
  • Jam Buka: Senin-Jumat (10.00-22.00), Sabtu-Minggu (07.30-22.00).

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com