Tag Archives: kripto

Robert Kiyosaki Sarankan Beli Bitcoin Sekarang, Sebelum Pasar Jatuh

Robert Kiyosaki, penulis yang dikenal melalui karyanya, “Rich Dad Poor Dad,” baru-baru ini memberikan nasihat yang patut dipertimbangkan. Dalam posting terbarunya di media sosial, ia menyoroti pentingnya memiliki aset seperti emas, perak, dan Bitcoin (BTC) tanpa terlalu khawatir tentang spekulasi harga di masa depan.

Menurut laporan dari U.Today, melalui cuitannya di X (Twitter), Kiyosaki menegaskan bahwa mengkhawatirkan nilai masa depan emas, perak, atau Bitcoin seharusnya tidak mengalahkan kebutuhan untuk memperoleh aset-aset tersebut saat ini.

Pesan yang disampaikannya sangat jelas, yaitu mengkritik kecenderungan kita untuk terlalu fokus pada perkiraan harga di masa depan sementara melupakan pentingnya mengamankan aset-asat tersebut saat ini.

Baca juga: Berapa Biaya Transaksi dalam Dunia Blockchain?

Saat yang Tepat Punya Bitcoin

Kiyosaki meyakini bahwa saat ini adalah saat yang tepat untuk memiliki aset-aset ini, mengingat nilai yang menarik yang mereka miliki saat ini. Akan tetapi, ia juga mengingatkan kita bahwa situasi ini mungkin berubah dalam waktu dekat, terutama dengan ketidakpastian keuangan yang sedang melanda Amerika Serikat.

“Dalam hal ini, pertanyaan yang lebih relevan adalah berapa banyak emas, perak, atau Bitcoin yang Anda pegang SAAT INI? Emas, perak, dan Bitcoin dapat dibeli saat ini… namun, tidak ada jaminan di masa depan. Amerika Serikat sedang mengalami krisis finansial. Segera beli GSBC sebelum saham, obligasi, dan pasar real estat mengalami penurunan tajam, dan orang-orang berduyun-duyun untuk membeli GSBC,” demikian tulis Kiyosaki dalam cuitannya.

Sebelumnya, Kiyosaki telah menunjukkan minat yang semakin meningkat terhadap Bitcoin, dengan proyeksinya tentang potensi kenaikan nilai Bitcoin hingga mencapai level $120.000 tahun depan, dan bahkan proyeksi yang lebih besar yaitu mencapai $500.000 per BTC pada tahun 2025.

Nabung kripto sekarang, potensi panen cuan saat halving Bitcoin. Sumber: Shutterstock.
Cicil Bitcoin dan kripto sekarang, potensi panen cuan saat halving Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Transaksi Kripto di Indonesia Capai Rp 86,45 Triliun hingga Agustus 2023

Proyeksi Bitcoin

Proyeksi ini sejalan dengan kekhawatirannya tentang kebijakan Federal Reserve AS yang telah mencetak uang secara ekstensif, yang memicu kekhawatiran akan inflasi dan stabilitas mata uang konvensional seperti USD.

Nasihat Kiyosaki bukan hanya sebuah pengamatan, tetapi juga sebuah dorongan untuk bertindak. Ia mendorong individu untuk mendengarkan naluri finansial mereka dan secara aktif melindungi aset-aset seperti emas, perak, dan BTC.

Para investor tentu saja mengikuti dengan cermat perkiraan dari penulis yang terkenal ini, mengingat rekam jejaknya dalam memberikan wawasan yang tak konvensional dan telah menarik perhatian banyak orang.


Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi.





Sumber : news.tokocrypto.com

Berapa Biaya Transaksi dalam Dunia Blockchain?

Biaya transaksi di dunia blockchain memiliki peranan krusial yang mencakup dua aspek utama yang berkaitan erat dengan operasi jaringan tersebut. Pertama, biaya transaksi memberikan insentif kepada para penambang (atau validator) yang bertugas mengonfirmasi setiap transaksi, yang pada gilirannya mendukung keamanan dan kelancaran jaringan dari ancaman serangan spam.

Biaya transaksi ini bisa bervariasi, tergantung pada seberapa ramai jaringan pada saat itu. Faktor pasar juga dapat berpengaruh signifikan terhadap besarnya biaya yang diperlukan. Penting untuk dicatat bahwa meskipun biaya yang tinggi bisa menjadi kendala dalam usaha mendorong adopsi blockchain yang lebih luas, biaya yang terlalu rendah dapat mengakibatkan masalah keamanan yang serius.

Mengapa Harus Ada Biaya Transaksi?

Biaya transaksi telah menjadi elemen pokok dalam hampir semua sistem blockchain sejak awal perkembangannya. Anda hampir pasti akan berurusan dengan biaya ini saat melakukan transaksi, menyetor, atau menarik kriptokurensi.

Ada dua alasan utama mengapa sebagian besar kripto menggunakan biaya transaksi. Pertama, biaya ini berfungsi sebagai penghalang untuk mengurangi jumlah spam yang dapat mengganggu jaringan. Dengan adanya biaya, serangan spam dengan skala besar akan menjadi mahal dan tidak praktis. Kedua, biaya transaksi memberikan insentif kepada pengguna yang berperan dalam memverifikasi dan mengonfirmasi transaksi. Dalam arti sederhana, biaya ini adalah penghargaan bagi mereka yang membantu menjaga kelancaran jaringan.

Secara umum, biaya transaksi di sebagian besar blockchain relatif terjangkau, meskipun besarnya dapat berfluktuasi tergantung pada tingkat aktivitas jaringan. Sebagai pengguna, seberapa besar biaya yang ingin Anda bayar akan menentukan seberapa cepat transaksi Anda akan diproses ke dalam blok berikutnya.

Biaya Transaksi dalam Jaringan Bitcoin

Sebagai jaringan blockchain pertama di dunia, Bitcoin telah menetapkan standar dalam hal biaya transaksi yang kemudian diadopsi oleh sebagian besar kripto lainnya. Satoshi Nakamoto menyadari bahwa biaya transaksi adalah bagian penting dalam melindungi jaringan dari serangan spam skala besar dan memberikan insentif kepada para pemain yang bertindak secara benar.

Para penambang Bitcoin menerima biaya transaksi sebagai bagian dari proses mereka dalam mengkonfirmasi transaksi ke dalam blok baru. Transaksi yang menunggu konfirmasi ditempatkan dalam apa yang disebut sebagai “mempool.” Tentu saja, para penambang akan memberikan prioritas kepada transaksi dengan biaya yang lebih tinggi, sesuai dengan preferensi yang telah diatur oleh para pengguna saat mereka mengirim Bitcoin ke alamat lain.

Hal ini mengimplikasikan bahwa pihak jahat yang ingin mengganggu jaringan akan terpaksa membayar biaya untuk setiap transaksi yang mereka coba lakukan. Jika mereka menetapkan biaya yang terlalu rendah, para penambang akan cenderung mengabaikan transaksi tersebut. Sebaliknya, jika mereka menetapkannya pada tingkat yang sesuai, maka biaya yang harus mereka keluarkan akan menjadi sangat tinggi. Dengan cara ini, biaya transaksi juga berfungsi sebagai perangkap spam yang sederhana namun efektif.

Bagaimana Biaya Transaksi Bitcoin Dihitung?

Dalam jaringan Bitcoin, beberapa dompet kripto memungkinkan pengguna untuk mengatur biaya transaksi mereka secara manual. Meskipun mungkin mengirim Bitcoin tanpa biaya, namun para penambang kemungkinan besar akan mengabaikan transaksi tersebut, sehingga transaksi tersebut tidak akan terkonfirmasi.

Berbeda dengan apa yang mungkin diyakini oleh beberapa orang, biaya transaksi Bitcoin tidak terkait dengan jumlah Bitcoin yang dikirim, melainkan lebih tergantung pada ukuran transaksi dalam byte. Sebagai contoh, bayangkan ukuran transaksi Anda adalah 400 byte dan biaya transaksi rata-rata saat itu adalah 80 satoshi per byte. Dalam situasi ini, Anda akan perlu membayar sekitar 32.000 satoshi (atau 0.0032 BTC) untuk memiliki peluang yang baik agar transaksi Anda masuk ke blok berikutnya.

Ketika lalu lintas jaringan tinggi dan ada permintaan besar untuk mengirim Bitcoin, biaya transaksi yang diperlukan agar transaksi Anda dikonfirmasi lebih cepat akan meningkat, karena banyak pengguna Bitcoin lainnya juga akan mencoba melakukan hal yang sama. Ini terutama berlaku ketika terjadi volatilitas pasar yang tinggi.

Dengan demikian, biaya transaksi yang tinggi bisa membuat penggunaan Bitcoin untuk transaksi sehari-hari menjadi kurang praktis. Contohnya, membeli secangkir kopi seharga $3 bisa menjadi kurang efisien jika biayanya jauh lebih tinggi.

Hanya sejumlah transaksi tertentu yang dapat dimasukkan dalam satu blok, yang memiliki batasan ukuran maksimal 1 MB. Para penambang berlomba untuk memasukkan blok ini ke dalam blockchain secepat mungkin, tetapi tetap ada batasan pada kecepatannya.

Skalabilitas jaringan kripto adalah masalah krusial dalam menentukan biaya transaksi. Pengembang blockchain terus bekerja keras untuk mengatasi masalah ini. Beberapa perubahan jaringan sebelumnya, seperti implementasi SegWit dan Lightning Network, telah berhasil meningkatkan skalabilitasnya.

Biaya Transaksi dalam Jaringan Ethereum

Biaya transaksi dalam jaringan Ethereum memiliki mekanisme yang berbeda dibandingkan dengan Bitcoin. Di Ethereum, biaya transaksi mempertimbangkan jumlah daya komputasi yang diperlukan untuk memproses sebuah transaksi, yang disebut sebagai “gas.” Harga gas ini juga memiliki fluktuasi yang terkait dengan ether (ETH), yaitu token asli jaringan Ethereum.

Meskipun gas yang dibutuhkan untuk satu transaksi tertentu dapat tetap stabil, harga gas bisa naik atau turun seiring dengan tingkat lalu lintas jaringan. Jika Anda membayar harga gas lebih tinggi, maka kemungkinan besar para penambang akan lebih memprioritaskan transaksi Anda untuk dimasukkan ke dalam blok lebih cepat.

Bagaimana Perhitungan Biaya Transaksi di Ethereum?

Biaya transaksi Ethereum terdiri dari dua aspek utama: biaya gas dan limit gas. Biaya gas mencakup biaya operasi dan insentif untuk menjalankan transaksi Anda. Limit gas, di sisi lain, menentukan harga maksimum yang dapat Anda bayarkan untuk transaksi atau tugas tersebut.

Anda bisa menggambarkan biaya gas sebagai jumlah pekerjaan yang dibutuhkan, sementara harga gas adalah tarif yang dikenakan per “jam” pekerjaan tersebut. Hubungan antara keduanya, bersama dengan limit gas, akan menentukan total biaya untuk suatu transaksi Ethereum atau operasi smart contract.

Contoh, jika suatu transaksi membutuhkan 21.000 gas dan harga gas saat itu adalah 71 Gwei, maka biaya transaksi akan menjadi 1.491.000 Gwei atau setara dengan 0,001491 ETH.

Dengan Ethereum bergerak menuju model Proof of Stake (seperti yang diilustrasikan oleh Casper), diharapkan bahwa biaya gas akan mengalami penurunan. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa jumlah gas yang diperlukan untuk mengkonfirmasi transaksi akan lebih rendah, karena jaringan hanya memerlukan sebagian dari daya komputasi untuk validasi transaksi. Namun, tetap saja, lalu lintas jaringan dapat memengaruhi biaya transaksi, karena validator akan memprioritaskan transaksi dengan bayaran yang lebih tinggi.

Biaya Transaksi di Binance Chain

Binance Chain adalah jaringan blockchain yang memungkinkan pengguna untuk melakukan transaksi dan perdagangan BNB serta token BEP-2 lainnya. Pengguna juga dapat membuat dan mengedarkan token kripto mereka sendiri di platform ini. Binance Chain mengadopsi mekanisme konsensus yang dikenal sebagai Delegated Proof of Stake, di mana validator menggantikan peran penambang.

Binance Chain juga mendukung Binance DEX, yang merupakan bursa terdesentralisasi di mana pengguna dapat melakukan perdagangan aset kripto langsung dari dompet mereka. Biaya transaksi dalam Binance Chain dan Binance DEX dibayar menggunakan BNB (Binance Coin).

Harap diperhatikan perbedaan antara Binance Chain dan Binance Smart Chain, kedua blockchain ini beroperasi secara terpisah. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Pengantar Binance Smart Chain (BSC).

Bagaimana Biaya Transaksi di Binance Chain Dihitung?

Perhitungan biaya transaksi di Binance Chain berbeda tergantung pada jenis tindakan yang ingin Anda lakukan dan biasanya dinyatakan dalam BNB. Ada perbedaan antara biaya transaksi, seperti mengirim BNB, dan biaya transaksi di Binance DEX. Total biaya transaksi juga dapat bervariasi tergantung pada harga pasar BNB.

Untuk transaksi yang tidak terkait dengan perdagangan, seperti menarik atau menyetor BNB ke dalam dompet, biaya transaksi dibayar dengan BNB. Sementara untuk aktivitas perdagangan di Binance DEX, biaya dibayar dalam token yang diperdagangkan, meskipun ada diskon jika Anda membayar dengan BNB. Model ini dirancang untuk mendorong penggunaan BNB dan membangun basis pengguna yang kuat.

Biaya Transaksi di Binance Smart Chain

Binance Smart Chain (BSC) adalah blockchain lain yang dikembangkan oleh Binance yang beroperasi seiringan dengan Binance Chain, yang merupakan dua jaringan yang berbeda. BNB yang beroperasi di Binance Chain adalah token BEP-2, sementara BNB di BSC adalah token BEP-20.

Binance Smart Chain memungkinkan pembuatan smart contract, yang membuatnya lebih fleksibel. Struktur biaya di BSC tidak bersifat tetap seperti di Binance Chain. Alih-alih, sistem gas digunakan (mirip dengan Ethereum) yang mencerminkan daya komputasi yang diperlukan untuk mengeksekusi transaksi dan operasi smart contract.

Jaringan BSC mengoperasikan mekanisme konsensus Proof of Staked Authority. Pengguna jaringan perlu melakukan staking BNB untuk menjadi validator, dan sebagai imbalannya, mereka akan menerima biaya transaksi yang diterima oleh jaringan.

Cara Menghitung Biaya Transaksi di Binance Smart Chain

Seperti yang telah kami bahas sebelumnya, struktur biaya di Binance Smart Chain (BSC) sangat mirip dengan yang ditemukan di jaringan Ethereum. Biaya transaksi di BSC dinyatakan dalam Gwei, yang merupakan satuan kecil dari BNB dan setara dengan 0,000000001 BNB. Pengguna memiliki kemampuan untuk menentukan harga gas yang mereka ingin bayar agar transaksi mereka mendapatkan prioritas untuk dimasukkan ke dalam blok.

Untuk memantau harga gas rata-rata saat ini serta data historis, BscScan menyediakan statistik rata-rata harian, harga gas terendah, dan harga gas tertinggi yang pernah dibayarkan. Sebagai contoh, pada bulan Maret 2021, biaya rata-rata di BSC adalah sekitar 13 Gwei.

Dalam contoh di bawah ini, kita menggunakan harga gas sebesar 10 Gwei. Perhatikan bahwa limit gas yang ditetapkan adalah 622.732 Gwei, namun hanya 352.755 Gwei (atau sekitar 52,31% dari limit tersebut) yang digunakan dalam transaksi tersebut. Hal ini menghasilkan biaya transaksi sebesar 0,00325755 BNB.

Secara umum, biaya transaksi di BSC cenderung sangat terjangkau. Namun, penting untuk diingat bahwa jika Anda mencoba mengirim token tanpa memiliki saldo BNB yang cukup di akun Anda, jaringan akan memberi tahu Anda bahwa Anda tidak memiliki cukup dana untuk membayar biaya transaksi. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu memiliki sejumlah BNB tambahan di dompet Anda untuk menutupi biaya transaksi.

Penutup

Biaya transaksi adalah aspek integral dalam ekonomi jaringan blockchain kripto. Biaya ini berfungsi sebagai insentif bagi pengguna yang membantu menjaga kelancaran operasi jaringan. Selain itu, biaya transaksi juga menjadi lapisan perlindungan terhadap potensi perilaku jahat dan serangan spam.

Namun, meningkatnya volume transaksi di beberapa jaringan telah mengakibatkan kenaikan biaya transaksi yang signifikan. Sifat terdesentralisasi dari sebagian besar blockchain membuat skala menjadi tantangan yang sulit. Meskipun ada jaringan yang menawarkan skalabilitas dan kecepatan transaksi tinggi, seringkali hal tersebut datang dengan pengorbanan terhadap keamanan dan tingkat desentralisasi.

Namun, para peneliti dan pengembang terus bekerja keras untuk mencari solusi yang dapat meningkatkan inklusi dan efisiensi dalam ekosistem kripto yang terus berkembang ini.


Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

Sumber: Binance Academy Indonesia



Sumber : news.tokocrypto.com

6 Cara Main Crypto untuk Pemula, Ternyata Segampang Ini

Bagaimana sih cara main crypto untuk pemula agar cuan? Sebelum menjawab pertanyaan ini sebaiknya Anda punya mindset yang tepat dulu agar Anda tidak terperosok dalam kegagalan. Mungkin Anda sering dengar bahwa aset kripto menawarkan potensi cuan tinggi, dibanding instrumen lainnya, seperti saham dan reksadana. Apakah benar begitu?

Mari kita bahas sebentar saja.

Apa itu aset kripto?

Aset Kripto adalah aset digital atau virtual yang dirancang untuk bekerja sebagai media pertukaran. Tidak seperti mata uang tradisional, kripto beroperasi secara independen didasarkan pada teknologi blockchain terdesentralisasi.

Bagaimana perlakuan aset kripto di Indonesia?

Di Indonesia, kripto dikategorikan sebagai komoditas dan boleh diperdagangkan secara legal di bawah regulasi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan sejak tahun 2019.

Karena hanya dianggap sebagai komoditas, aset kripto tidak dapat digunakan untuk alat pembayaran di Indonesia.

Jadi untuk mendapat keuntungan dari aset kripto Anda harus membeli aset kripto saat harga murah dan menjual aset kripto saat harga tinggi. Konsepnya mirip dengan investasi saham atau reksadana.

Berikut adalah cara main crypto untuk pemula yang ingin dapat penghasilan tambahan dari crypto.

Cara Main Crypto untuk Pemula

1. Pelajari Dasar-dasar Kripto

Sebelum berinvestasi dalam aset kripto, penting untuk memahami dasar-dasar teknologi blockchain.

Kripto merupakan representasi digital alat tukar, atau aset penyimpan nilai di dalam jaringan blockchain.

Aset kripto juga bersifat terdesentralisasi seperti blockchain, sehingga proses transaksi lebih cepat, murah dan transaparan.

Dengan melakukan riset, bisa memilih aset kripto yang sesuai dengan kebutuhan dan profil investasi kamu.

Ada banyak kripto yang tersedia di pasar, seperti Bitcoin, Ethereum, Ripple, dan Litecoin. Teliti dan analisis setiap teknologi kripto, tren pasar, dan kasus penggunaan sebelum mengambil keputusan.

Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstocks.
Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstocks.

Baca juga: Ketahui Perbedaan Trading Binary dan Trading Aset Kripto

2. Pahami Risiko Investasi Kripto

Investasi kripto sangat spekulatif dan membawa risiko yang signifikan. Penting untuk menginvestasikan hanya apa yang kamu mampu untuk kehilangan, dan hindari menginvestasikan semua tabungan dalam satu mata uang kripto.

Sebelum berinvestasi dalam instrumen apa pun, penting untuk meneliti dan memahami produknya, termasuk dalam kripto. Ketahui kasus penggunaan potensial dan tren pasar. Informasi ini dapat ditemukan di situs resmi, whitepaper, dan sumber berita industri terkemuka.

Pasar kripto sangat fluktuatif, jadi penting untuk melacak investasi secara teratur. Gunakan alat seperti pelacak harga dan chart untuk memantau kinerja investasi kamu. Selain itu, waspadai penipuan dan aktivitas penipuan di industri ini, seperti penipuan phishing, skema pump-and-dump, dan lainnya.

Baca: Penipuan Kripto yang Sering Terjadi dan Cara Menghindarinya

3. Pahami Fundamental dan Teknikal Analisis

Belajar soal kripto harus pahami analisis fundamental dan teknikal yang jad dua pendekatan berbeda untuk menganalisis pasar kripto, masing-masing dengan kekuatan dan kelemahannya sendiri.

Analisis fundamental adalah metode untuk mengevaluasi nilai intrinsik suatu aset dengan memeriksa faktor ekonomi dan keuangan yang mendasarinya, seperti tren pasar, teknologi, tingkat adopsi, dan regulasi.

Di pasar kripto, analisis fundamental melibatkan analisis whitepaper proyek, tim pengembangan, kemitraan, dan kasus penggunaan potensial untuk menentukan potensi jangka panjangnya. Tujuan dari analisis fundamental adalah untuk mengidentifikasi aset undervalued yang memiliki potensi kuat untuk pertumbuhan di masa depan.

Ilustrasi market kripto Bitcoin.
Ilustrasi market kripto Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Anak Bisa Belajar Tentang Manajemen Keuangan dengan Kripto

Di sisi lain, analisis teknikal adalah metode mengevaluasi pergerakan harga aset dengan menganalisis grafik dan pola. Analis teknis percaya bahwa pergerakan harga mengikuti pola dan data harga historis dapat digunakan untuk memprediksi pergerakan harga di masa depan.

Analisis teknis melibatkan analisis grafik, indikator, dan tren untuk mengidentifikasi pola harga dan membuat keputusan perdagangan. Analis teknis menggunakan berbagai alat seperti rata-rata bergerak, level support dan resistance, dan garis tren untuk menganalisis pergerakan harga.

Baca: Cara Mudah Trading Crypto untuk Pemula

4. Bangun Mental Kuat

Memiliki perspektif jangka panjang. Pasar kripto sangat fluktuatif, dan harga dapat berfluktuasi secara signifikan dalam jangka pendek. Oleh karena itu, sangat penting untuk memiliki perspektif jangka panjang dan tidak terlalu terjebak dalam fluktuasi jangka pendek.

Kendalikan emosi dan hindari membuat keputusan investasi impulsif berdasarkan emosi. Tetap berpegang pada strategi investasi kamu dan hindari terpengaruh oleh hype atau ketakutan pasar.

Tetap up-to-date dengan tren pasar, berita, dan perkembangan dalam industri kripto dengan mengikuti pakar industri terkemuka dan outlet berita. Pengetahuan ini dapat membantu kamu membuat keputusan investasi yang tepat.

5. Investasi Secara Bertahap

Mulailah investasi dari nominal yang kecil dan lakukan secara bertahap. Pasar kripto bisa sangat fluktuatif, jadi sebaiknya mulai dengan investasi kecil dan tingkatkan secara bertahap saat kamu sudah memiliki ilmu investasi yang cukup dan mental yang kuat untuk menghadapi pasar kripto yang fluktuasi.

Kamu dapat memegang kripto untuk investasi jangka panjang atau memperdagangkannya dalam jangka pendek untuk potensi keuntungan. Trading membutuhkan lebih banyak pengetahuan dan pengalaman, jadi disarankan untuk memulai dengan strategi investasi jangka panjang.

Diversifikasikan portofolio kamu. Disarankan untuk berinvestasi dalam banyak jenis kripto untuk menyebarkan risiko dan meningkatkan potensi pengembalian. Strategi ini memastikan bahwa jika satu investasi berkinerja buruk, investasi lain dapat mengimbangi kerugiannya.

Ilustrasi Tokocrypto
Ilustrasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Cara Menghasilkan Passive Income dari Aset Kripto untuk Pemula.

6. Pilih Platform Investasi Kripto

Pilih platform investasi kripto yang memiliki reputasi baik dan terdaftar resmi di Bappebti, seperti Tokocrypto. Sebelum mendaftar Anda bisa kenalan dulu dengan Tokocrypto.

Gunakan platform investasi terkemuka yang memiliki reputasi baik dan menyediakan fitur keamanan yang memadai untuk melindungi investasi kamu. Tokocrypto juga memiliki fitur-fitur menarik yang dapat membantu tradingmu.

Teliti sejarah perusahaan, reputasi, dan langkah-langkah keamanan sebelum membuat keputusan.

Tokocrypto juga sudah mengantongi sertifikasi ISO 27001:2013 (Information Security Management System) dan ISO 27017:2013 (Information Security Management System for Cloud Provider).

Sertifikasi ini penting untuk menyediakan teknologi dan layanan perdagangan aset kripto di Indonesia yang selaras dengan aspek kerahasiaan, integritas dan ketersediaan informasi yang dikelola.

Kesimpulannya, investasi kripto bisa menjadi pilihan investasi yang menguntungkan, tetapi membutuhkan penelitian yang signifikan, kesabaran, dan disiplin untuk menavigasi pasar dengan sukses.

Demikianlah artikel tentang cara main crypto untuk pemula. Kami berharap para pemula dapat belajar tentang investasi kripto dan mulai berinvestasi dengan percaya diri.



Sumber : news.tokocrypto.com

Transaksi Kripto di Indonesia Capai Rp 86,45 Triliun hingga Agustus 2023

Pasar kripto terlihat melambat secara global, tapi di Indonesia mengalami pertumbuhan yang menarik dalam nilai transaksi perdagangan aset digital. Data dari Kementerian Perdagangan menunjukkan bahwa pada bulan Agustus lalu, nilai transaksi aset kripto meningkat sebesar 13,5% dibandingkan dengan bulan sebelumnya, mencapai total Rp 10,64 triliun.

Selama delapan bulan pertama tahun 2023, total transaksi kripto yang tercatat oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) telah mencapai Rp 86,45 triliun. Sementara pada periode yang sama tahun sebelumnya, total transaksi kripto di Indonesia masih mencapai level Rp 249,3 triliun. Ini mengindikasikan penurunan transaksi yang tajam sebanyak 65,32% secara tahunan.

“Minat masyarakat Indonesia untuk berinvestasi di perdagangan aset kripto terus berkembang pesat dan pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang aman dan adil bagi para pelaku serta untuk melindungi kepentingan masyarakat. Kripto diregulasi sebagai komoditas sehingga disebut aset kripto, bukan sebagai alat pembayaran,” kata Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga.

Setelah mencapai puncaknya pada tahun 2021, ketika total transaksi aset kripto mencapai angka luar biasa Rp 859,5 triliun, nilai transaksi di dalam negeri selama beberapa tahun terakhir terus menunjukkan tren penurunan.

Sebagai perbandingan, pada akhir tahun lalu, nilai transaksi kripto di Indonesia juga terpengaruh oleh sentimen negatif akibat keruntuhan pasar kripto global, dan akhirnya mencapai angka Rp 306,4 triliun.

Minat Masyarakat Masih Tinggi

CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis. Sumber: IDNFT.
CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis. Sumber: IDNFT.

Baca juga: Tingkat Adopsi Kripto di Indonesia Naik, Tanda Pertumbuhan Menjanjikan

Di sisi lain, minat masyarakat terhadap perdagangan aset kripto tetap kuat. Menurut data Kemendag hingga bulan Agustus 2023, jumlah pelanggan kripto yang tercatat mencapai 17.789.974 orang. Jumlah ini terus meningkat, dengan tambahan 119.410 pelanggan dalam satu bulan terakhir, menunjukkan peningkatan jumlah pelanggan sebesar 466.382 setiap bulannya.

CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis, menegaskan bahwa minat masyarakat yang tetap tinggi meskipun ada penurunan nilai transaksi dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki keyakinan kuat terhadap masa depan aset kripto.

“Meskipun nilai transaksi kripto di Indonesia mengalami fluktuasi, minat masyarakat terhadap aset kripto terus berkembang. Ada beberapa alasan kuat di balik minat ini. Pertama, kripto merupakan alternatif investasi yang menarik. Kondisi ekonomi yang tidak pasti membuat banyak orang mencari peluang investasi yang lebih stabil, dan aset kripto telah terbukti sebagai pilihan yang menarik,” kata Yudho.

Pendorong Pertumbuhan

Ilustrasi aset kripto di Indonesia.
Ilustrasi aset kripto di Indonesia.

Baca juga: Reaksi Harga Bitcoin, Saat The Fed Pertahankan Suku Bunga AS

Dorongan untuk mengembangkan aset kripto ini selaras dengan data dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS). Menurut CELIOS, salah satu dari tiga produk investasi utama yang dimiliki masyarakat Indonesia adalah aset kripto, dengan proporsi mencapai 21,1%.

Selain itu, Yudho juga mengakui peran penting regulasi yang semakin jelas dalam mendukung pertumbuhan pasar kripto di Indonesia. “Regulasi yang lebih jelas dan terstruktur membantu menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih aman dan terpercaya. Ini memberikan kepercayaan kepada masyarakat untuk berinvestasi dan bertransaksi dengan aset kripto tanpa banyak keraguan,” tambahnya.

Dengan minat yang terus meningkat dan dukungan dari regulasi yang semakin baik, pasar aset kripto di Indonesia masih memiliki potensi pertumbuhan yang signifikan di masa depan. Yudho berharap bahwa industri ini akan terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta ekonomi Indonesia secara keseluruhan.


Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi.



Sumber : news.tokocrypto.com

Reaksi Harga Bitcoin, Saat The Fed Pertahankan Suku Bunga AS

Bitcoin berreaksi terhadap dari keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga pada level sebelumnya pada Kamis (21/9) dinihari. Harga Bitcoin menunjukkan sedikit perubahan setelah pengumuman tersebut, hanya turun 0,17% dan masih diperdagangkan di level US$ 27.000 dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan pengumuman The Fed, bank sentral memutuskan untuk mempertahankan kisaran target suku bunga pada 5,25-5,5%. Sementara, Indeks Dolar AS (DXY) berada di atas 105, mendekati level tertinggi dalam enam bulan, sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 2 tahun bertahan di atas 5,1% dan mendekati level tertinggi dalam 22 tahun.

Keputusan ini sebagian besar telah diprediksi oleh pasar dan menandakan potensi puncak dari kenaikan suku bunga The Fed yang dimulai awal tahun lalu. Sementara Ketua Fed, Jerome Powell mengungkapkan potensi kenaikan suku bunga lagi pada tahun ini.

Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.
Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.

Baca juga: Altcoin Ini Diprediksi Naik Lebih dari 20% pada Pekan Ini, Penasaran?

Kebijakan The Fed Hati-hati

Pernyataan The Fed tetap berhati-hati terhadap masa depan inflasi, dan tidak ada jaminan bahwa kondisi inflasi akan menjadi lebih longgar.

“Dalam menilai sikap kebijakan moneter yang tepat, Komite akan terus memantau implikasi informasi yang masuk terhadap prospek perekonomian. Komite akan siap untuk menyesuaikan sikap kebijakan moneter jika muncul risiko yang dapat menghambat pencapaian tujuan Komite,” lanjut rilis tersebut.

Potensi kesimpulan dari kenaikan suku bunga The Fed dapat menandakan momen penting bagi Bitcoin dan aset digital lainnya. Saat kita mendekati titik ini, pasar kripto mungkin berada di persimpangan jalan di mana “Kemungkinan berakhirnya proses pengetatan dapat menghilangkan hambatan terhadap penilaian kripto, dan memungkinkan harga untuk lebih melacak peningkatan fundamental industri.”


Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi.



Sumber : news.tokocrypto.com

Perkiraan Suku Bunga The Fed dari BlackRock, Bitcoin (BTC) Meningkat?

Pasar kripto dan Bitcoin akan selalu menjadi sorotan dalam penentuan kebijakan moneter yang diambil oleh The Federal Reserve (The Fed) di Amerika Serikat. The Fed memiliki kendali atas suku bunga, yang kemudian memiliki dampak besar pada berbagai aset keuangan, termasuk kripto terkemuka, seperti Bitcoin (BTC).

Saat ini, sejumlah entitas keuangan dan analis pasar telah memberikan perkiraan terkait dengan arah yang mungkin diambil oleh The Fed dalam hal suku bunga, dan salah satu perusahaan yang menonjol dalam hal ini adalah BlackRock, salah satu manajer investasi terbesar di dunia.

BlackRock telah menjadi suara yang sangat dihormati dalam dunia keuangan, dengan aset di bawah manajemennya mencapai triliunan dolar AS. Perusahaan ini memiliki sejarah panjang dalam membuat prediksi yang akurat terkait dengan perkembangan ekonomi dan kebijakan moneter.

Oleh karena itu, ketika BlackRock memberikan perkiraan terkait dengan suku bunga The Fed, banyak orang di seluruh dunia keuangan cenderung mendengarkannya dengan seksama.

Proyeksi Suku Bunga The Fed

BlackRock makin mantap melangkah ke market kripto incar investor kaya. Sumber: Jeenah Moon/Bloomberg.
BlackRock makin mantap melangkah ke market kripto incar investor kaya. Sumber: Jeenah Moon/Bloomberg.

Baca juga: Dominasi Bitcoin Meningkat! Bagaimana Akan Pengaruhi BTC dan Altcoin?

BlackRock, mengatakan bahwa The Fed kemungkinan akan mempertahankan suku bunga tetap tinggi hingga tahun 2024.

Pada titik ini, Laura Cooper, ahli strategi investasi makro senior di BlackRock, mengatakan kepada Dow Jones Newswires bahwa The Fed harus mempertahankan suku bunga dalam wilayah pembatasan hingga tahun 2024 karena tekanan inflasi yang sedang berlangsung.

“Meskipun ada tanda-tanda kuat penurunan inflasi, inflasi kemungkinan akan tetap berada di atas target FED sebesar 2% karena tekanan harga. Pada titik ini, kami memperkirakan FED akan mempertahankan suku bunga stabil pada hari Rabu namun tetap membuka pintu bagi kenaikan suku bunga di masa depan,” kata Cooper.

Gagasan untuk tetap berpegang pada data ekonomi AS akan meluas karena Ketua Fed Jerome Powell tetap siap untuk mempertahankan opsi pengetatan lebih lanjut jika diperlukan.

“Di sini kami berpendapat bahwa suku bunga harus tetap berada di zona pembatasan hingga pertengahan tahun 2024, setelah itu suku bunga harus disesuaikan kembali ke arah netral,” tambah Cooper.

Bitcoin naik?

Ilustrasi aset kripto Bitcoin dan XRP. Sumber: FX Empire.
Ilustrasi aset kripto Bitcoin dan XRP. Sumber: FX Empire.

Baca juga: Asosiasi dan OJK Kolaborasi Perkuat Perdagangan Kripto di Indonesia

Sebelumnya, Bitcoin mencapai puncaknya sebesar $69.000 pada November 2021, ketika FED mulai menaikkan suku bunga.

Karena pasar bearish berikutnya berhubungan langsung dengan kenaikan suku bunga FED, perubahan kebijakan diperkirakan akan mengakhiri pasar bearish dan BTC dapat kembali ke masa lalu.

Seperti yang mungkin Anda ingat, BlackRock mengajukan permohonan ke SEC untuk mendapatkan ETF Bitcoin spot pada bulan Juni. Penerapan ini berdampak positif pada harga BTC sehingga menyebabkan BTC naik.


Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi.



Sumber : news.tokocrypto.com

Dominasi Bitcoin Meningkat! Bagaimana Akan Pengaruhi BTC dan Altcoin?

Bitcoin, yang lebih stabil pada bulan September dibandingkan bulan Agustus, naik di atas US$ 27.000 atau sekitar Rp 415 juta sebelum keputusan The Fed. BTC yang mengalami penurunan akibat dampak sidang kasus Binance SEC, kembali pulih dan kembali naik di atas US$ 27.000.

Dominasi pasar BTC, saat ini sebesar US$ 27.100, juga meningkat. Tingkat dominasi pasar Bitcoin, yang melacak pangsa BTC terhadap total pasar aset digital, naik menjadi 50,2%, mencapai level tertinggi dalam sebulan.

Pada angka 50,2%, dominasi Bitcoin mendekati level 52% yang terlihat pada akhir Juni, level tertinggi dalam 26 bulan terakhir.

Dominasi Bitcoin Dapat Naik

Seperti yang mungkin diingat, pada bulan Juni, BlackRock, manajer aset terbesar di dunia, mengajukan permohonan ETF Bitcoin spot. Setelah penerapan ini, dominasi BTC meningkat menjadi 52%.

Berbicara pada titik ini, para analis menyatakan bahwa dominasi Bitcoin dapat meningkat lebih jauh, dengan mengatakan bahwa harapan untuk persetujuan ETF Bitcoin spot dan tindakan regulasi dapat menjadi katalis lebih lanjut untuk harga BTC.

koin bitcoin
Ilustrasi aset kripto Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: 17 Altcoin Akan Token Unlock Pekan Ini, Antisipasi Gerak Harga Kripto

Menunjukkan bahwa altcoin berada di ambang potensi penurunan, kepala penelitian Matrixport, Markus Thielen mengatakan:

“Risiko di pasar altcoin termasuk penjualan token oleh bursa FTX yang bangkrut, penurunan pendapatan protokol Ethereum, dan pembukaan kunci token yang mengakibatkan investor modal ventura menjual token.”

Jika kita melihat Bitcoin, BTC mencapai puncaknya pada Juli 2023, dan altcoin terbesar Ethereum (ETH) mencapai puncaknya pada bulan April.

“Pada titik ini, meskipun berita spot BTC ETF telah menjadi katalis untuk harga BTC, hal itu belum benar-benar menguntungkan altcoin, bahkan ETH,” tambah Thielen.


Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pekan Sibuk Pasar Kripto Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed

Pasar kripto berada dalam masa tenang, meskipun ada potensi besar untuk perubahan dramatis dalam waktu dekat, terkait suku bunga The Fed. Bitcoin (BTC), yang saat ini diperdagangkan sekitar US$ 26.638 pada pagi hari Senin (18/9), menunjukkan kenaikan sebesar 0,40% dalam 24 jam terakhir, tetapi belum mampu menciptakan sentimen positif yang kuat di pasar.

Dengan banyak peristiwa besar, pasar kripto sedang bersiap menghadapi minggu yang penuh gejolak. Fokus semua orang saat ini terpusat pada keputusan suku bunga The Fed yang sangat dinanti-nantikan.

Menurut Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, para pelaku pasar kripto dengan cemas menanti keputusan The Fed mengenai suku bunga tahun 2023. Setelah mengalami sepuluh kenaikan berturut-turut dan jeda di bulan Juni lalu, suku bunga telah naik menjadi 5,25-5,50% pada bulan Juli.

Keputusan yang akan diumumkan pada hari Rabu (20/9) mendatang akan sangat bergantung pada data CPI AS, terutama inflasi inti. Dengan CPI bulan Agustus yang naik sebesar 3,7% YoY (naik dari 3,2% di bulan Juli) dan CPI Inti sebesar 4,3% (turun dari 4,7% di bulan Juli), baik The Fed maupun pasar masih ragu.

Kebijakan The Fed

Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.
Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.

Baca juga: Asosiasi dan OJK Kolaborasi Perkuat Perdagangan Kripto di Indonesia

“Ketika Ketua The Fed, Jerome Powell, dan timnya berkumpul pekan ini, mereka tidak akan menunjukkan tanda-tanda bahwa mereka sudah selesai dengan kenaikan suku bunga, mengingat inflasi yang masih bertahan di atas sasaran 2%,” kata Fyqieh.

Jerome Powell juga dijadwalkan akan mengadakan konferensi pers segera setelah pengumuman, dan keputusan ini akan memiliki dampak besar pada pasar keuangan global.

Meskipun data CPI minggu lalu tidak menghasilkan volatilitas yang signifikan di pasar Bitcoin, pengumuman suku bunga Fed diprediksi akan memicu volatilitas hingga 1% berdasarkan tren terkini.

FedWatch Tool dari CME Group menyebutkan peluang terjadinya skenario kejutan hanya sebesar 2% untuk kenaikan suku bunga lanjutan.Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$ 26.000, yang jelas jauh di atas level bearish.

Pada saat ini, pasar kripto memasuki minggu yang berpotensi penuh peristiwa penting dengan sentimen yang cenderung lebih tinggi daripada bearish. Hal ini terlihat dari peningkatan indeks Fear and Greed dibandingkan dengan beberapa minggu sebelumnya, dengan nilai pada Senin (18/9) berada dalam kategori “Fear,” sekitar 46 poin.

Analisis Harga Bitcoin (BTC)

BTC/USDT Daily Time Frame by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

Baca juga: Apa Itu Dogecoin?

Pekan lalu, Bitcoin (BTC) telah menunjukkan beberapa tanda kekuatan dengan mencapai level resistance kunci sekitar US$ 26.800. Namun, sayangnya, BTC belum berhasil melakukan breakout dari resistance tersebut, dan pada Senin pagi (18/9) pukul 08:00 WIB, harga Bitcoin berada di sekitar US$ 26.468.

Saat ini, kita akan mengamati kemungkinan pergerakan selanjutnya untuk Bitcoin. Dalam jangka pendek, khususnya menjelang FOMC ada kemungkinan Bitcoin berpotensi bergerak menuju area support dinamis, yang dalam hal ini adalah Moving Average (MA) dengan periode 20, area support ini berada di sekitar US$ 26.100. 

Sementara itu, berikut adalah level support US$ 25.000 dan resistance US$ 26.800 yang perlu diperhatikan. Level-level ini adalah titik-titik penting dalam analisis teknis. Jika Bitcoin mampu melewati resistance di US$ 26.800, maka ini bisa menjadi sinyal positif untuk kenaikan lebih lanjut. Di sisi lain, jika harga turun di bawah support di US$ 25.000, ini bisa menunjukkan tekanan jual yang lebih kuat.

Keputusan FOMC dan suku bunga akan menimbulkan beberapa volatilitas, namun Bitcoin kemungkinan akan terus diperdagangkan dalam kisaran US$ 25.000 – US$ 27.000 dalam jangka pendek. Saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk berharap pada “bull run” (periode pertumbuhan besar-besaran) dalam pasar ini.


Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Naik di Atas Rp 415 Juta Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed

Ini adalah minggu yang penting bagi Bitcoin dan pasar kripto, pasalnya pada pekan ini, Federal Reserve AS (The Fed) akan mengumumkan keputusan suku bunganya. Upaya Bitcoin (BTC) pada reli yang cukup besar berhasil dihentikan pada hari Selasa (19/9), tetapi berhasil mempertahankan level US$ 27.000 selama 24 jam terakhir.

The Fed pada hari Rabu (20/9) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap stabil, namun investor akan memantau proyeksi ekonomi baru dan konferensi pers Ketua Powell untuk mendapatkan petunjuk tentang arah kebijakan masa depan.

Meskipun data inflasi AS yang diumumkan pekan lalu melampaui ekspektasi, BTC tetap tenang dan bertahan di level $26.000. Selain itu, karena tidak ada katalis untuk menaikkan harga BTC dan altcoin, Bitcoin diperdagangkan antara US$ 26.000-US$ 27.000.

Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.

Baca juga: Altcoin Ini Diprediksi Naik Lebih dari 20% pada Pekan Ini, Penasaran?

Proyeksi Bitcoin dan Pasar Kripto

Para analis memperingatkan bahwa harga mungkin bergerak turun, menyatakan bahwa keputusan suku bunga FED dapat memberikan tekanan pada aset berisiko seperti aset kripto. Berbicara kepada CoinDesk, analis eToro, Simon Peters mengatakan bahwa keputusan suku bunga FED dapat memberikan tekanan pada aset berisiko seperti kripto.

“Data penting dari Inggris dan Amerika diharapkan muncul. Saat ini, meskipun kami memperkirakan bank sentral kedua negara akan mengumumkan keputusan suku bunga baru pada akhir minggu ini, pasar mungkin akan tegang dalam beberapa hari ke depan. Meskipun inflasi menurun di kedua negara tersebut, terdapat tanda-tanda bahwa penurunan tersebut mungkin belum sepenuhnya terasa,” kata Peters.

“Seperti aset berisiko lainnya, mata uang kripto sensitif terhadap ekspektasi suku bunga. Oleh karena itu, setiap pernyataan bank sentral yang lebih keras dapat menyebabkan penurunan sentimen investor,” tambahnya.

Kebijakan The Fed

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Federal Reserve AS akan mengakhiri pertemuan kebijakan dua harinya pada hari Rabu. FOMC secara umum diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan Fed Funds pada kisaran 5,25%-5,50%, namun pelaku pasar akan fokus pada proyeksi ekonomi terkini bank sentral dan konferensi pers pasca-pertemuan Ketua Jerome Powell untuk mendapatkan petunjuk mengenai masa depan. arah kebijakan moneter.

Raksasa manajemen aset, BlackRock memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga kebijakannya tetap datar pada pertemuan FOMC. Prediksi tersebut sejalan dengan ekspektasi pasar dan diduga oleh para analis menawarkan Bitcoin (BTC) dorongan harga jangka pendek yang berarti.

Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

Baca juga: Arthur Hayes Bocorkan Rahasia: Potensi Harga Bitcoin ke Rp 1 Miliar

Menurut Marilyn Watson – kepala Strategi Pendapatan Fundamental Global BlackRock – tingkat target dana federal bank sentral akan tetap sama hingga akhir tahun – melalui pertemuan bulan September, November, dan Desember.

Namun, Watson juga memperkirakan target suku bunga The Fed akan tetap tinggi hingga pertengahan tahun 2024 sebelum serangkaian pemotongan kecil akan menurunkannya sebesar 1% dari level saat ini pada akhir tahun depan.

“Dari segi inflasi sudah moderat, sudah turun, tapi masih di atas target,” kata Watson kepada Bloomberg. “Saya pikir yang perlu kita lihat adalah kemerosotan aktivitas ekonomi… dan saat ini kita belum melihatnya melalui data.”


Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi.



Sumber : news.tokocrypto.com

Altcoin Ini Diprediksi Naik Lebih dari 20% pada Pekan Ini, Penasaran?

Dalam tengah tren pasar kripto yang sedang mengalami kecenderungan bearish, ada altcoin yang diprediksi akan mengalami kenaikan lebih dari 20% pada pekan ketiga bulan September 2023.

Dalam video terbaru dari seri Sinyal NGOBRAS, Fyqieh Fachrur, seorang trader berpengalaman dari Tokocrypto, akan mengulas berbagai aset kripto yang memiliki potensi untuk mengalami kenaikan harga. Beberapa dari aset yang akan menjadi perbincangan meliputi Hifi Finance (HIFI), 1inch Network (1INCH), ApeCoin (APE), Filecoin (FIL), dan sejumlah lainnya.

Fyqieh akan memberikan analisis teknikal mendalam dalam video tersebut, sekaligus mempertimbangkan faktor-faktor fundamental yang mungkin memengaruhi performa aset kripto yang sedang dibahas. Tidak hanya itu, perkembangan terbaru dalam dunia kripto dan teknologi blockchain juga akan menjadi fokus utama dalam diskusi.

Namun, sangat penting untuk diingat bahwa sebelum Anda membuat keputusan investasi, terutama dalam pasar kripto yang dikenal sangat volatile, bijaksana untuk selalu melakukan analisis dan penelitian yang cermat.

Daftar kripto yang potensi alami kenaikan pekan ini. Sumber: Tokocrypto.
Daftar kripto yang potensi alami kenaikan pekan ini. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Ulang Tahun ke-5, Tokocrypto Dorong Pertumbuhan Kripto di Indonesia

Perlu dicatat bahwa daftar aset yang dibahas dalam video ini tidak boleh dianggap sebagai saran keuangan. Selalu disarankan untuk melakukan penelitian yang menyeluruh terkait dengan token atau koin yang dibahas dalam video Sinyal NGOBRAS.

Dalam menghadapi karakteristik pasar kripto yang sangat dinamis dan fluktuatif, membuat perkiraan mengenai potensi kenaikan harga aset kripto harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Keputusan investasi yang bijak harus didasarkan pada penelitian mendalam dan pemahaman menyeluruh tentang situasi pasar serta proyek-proyek yang terkait.

Jika Anda tertarik untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai analisis mendalam terkait aset kripto yang memiliki potensi kenaikan harga pada pekan ini, Anda dapat menonton video lengkapnya di bawah ini:


Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi.



Sumber : news.tokocrypto.com