Tag Archives: kripto

dYdX Usul Naikkan Limit Order, Kapasitas Trading Melejit!

Komunitas platform derivatif kripto terdesentralisasi dYdX kembali menggelar proses governance melalui proposal terbaru di jaringan dYdX v4.

Proposal yang dikenal sebagai Prop 357 ini memasuki tahap voting komunitas pada 5–7 Maret, dengan fokus utama meningkatkan kapasitas perdagangan di jaringan.

Usulan tersebut bertujuan untuk menaikkan batas limit order per 100 block menjadi 50 stateful orders, sebuah parameter teknis yang dinilai penting untuk meningkatkan throughput transaksi serta mendukung aktivitas market-making di platform.

Langkah ini mencerminkan upaya berkelanjutan komunitas dYdX untuk mengoptimalkan performa jaringan, terutama seiring meningkatnya volume perdagangan di sektor decentralized derivatives exchange (DEX).

Baca Juga: Market Sinyal Kripto: Analisis Teknikal dan Peluang 29 September 2025

Fokus pada Peningkatan Kapasitas Perdagangan

Dalam proposal tersebut, perubahan utama terletak pada peningkatan jumlah stateful orders yang dapat diproses oleh jaringan dalam setiap interval blok.

Stateful orders merupakan yang Coinmerketkap jenis order yang disimpan langsung di dalam state blockchain, sehingga memungkinkan proses eksekusi yang lebih efisien dan terintegrasi dengan sistem order book on-chain.

Dengan menaikkan batas order menjadi 50 stateful orders per 100 blokjck, jaringan dYdX diharapkan mampu memproses lebih banyak aktivitas perdagangan tanpa mengorbankan stabilitas sistem.

Peningkatan kapasitas ini juga penting bagi para market maker, yaitu pihak yang menyediakan likuiditas di pasar dengan menempatkan order beli dan jual secara simultan.

Semakin tinggi kapasitas order yang tersedia, semakin mudah bagi market maker untuk menjaga likuiditas pasar, yang pada akhirnya dapat membantu meningkatkan efisiensi harga dan pengalaman trading bagi pengguna.

Upaya Optimasi Infrastruktur dYdX

Upgrade parameter seperti yang diusulkan dalam Prop 357 merupakan bagian dari pengembangan teknis yang rutin dilakukan dalam ekosistem dYdX.

Sejak peluncuran dYdX v4, komunitas terus melakukan berbagai penyesuaian terhadap parameter jaringan untuk memastikan platform mampu menangani aktivitas perdagangan yang semakin besar.

Sebagai salah satu platform derivatif terdesentralisasi terbesar di industri kripto, dYdX memiliki basis pengguna yang cukup aktif. .Oleh karena itu, peningkatan throughput menjadi faktor penting agar sistem tetap dapat beroperasi secara optimal.

Perubahan teknis ini juga menunjukkan bagaimana model governance berbasis DAO memungkinkan komunitas untuk berpartisipasi langsung dalam pengembangan jaringan.

Dampak terhadap Harga Token

Meski peningkatan kapasitas trading dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi ekosistem dYdX, dampaknya terhadap harga token biasanya tidak terlalu signifikan dalam jangka pendek.

Tim Reserach Tokocrypto menilai proposal ini lebih bersifat upgrade teknis dibandingkan perubahan fundamental pada struktur ekonomi token.

“Ini murni upgrade teknis/throughput parameter. Bagus buat kapasitas trading dan MM, tapi nggak nyentuh sisi tokenomik atau revenue sharing. Jarang narik perhatian spekulan besar, jadi dampaknya ke harga kemungkinan minim banget,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa investor spekulatif biasanya lebih tertarik pada perubahan yang berkaitan langsung dengan tokenomik, seperti mekanisme pembakaran token, pembagian pendapatan, atau peningkatan utilitas token.

Peran Governance dalam Ekosistem DeFi

Proposal Prop 357 juga menunjukkan bagaimana mekanisme governance memainkan peran penting dalam pengembangan proyek Decentralized Finance (DeFi).

Melalui sistem voting komunitas, pemegang token memiliki kesempatan untuk menentukan arah pengembangan protokol. Hal ini menjadi salah satu ciri khas DeFi yang membedakannya dari platform keuangan tradisional.

Keputusan yang diambil melalui governance tidak hanya memengaruhi parameter teknis, tetapi juga dapat menentukan strategi jangka panjang platform.

Dengan semakin banyaknya pengguna yang terlibat dalam proses voting, sistem DAO seperti yang digunakan oleh dYdX berpotensi menciptakan ekosistem yang lebih transparan dan partisipatif.

Baca Juga: Token COOKIE Naik 26%, Cookie DAO Umumkan Kemitraan Strategis

Prospek dYdX

Jika proposal ini disetujui oleh komunitas, peningkatan limit order dapat membantu memperkuat infrastruktur perdagangan dYdX dan meningkatkan kapasitas platform dalam menangani aktivitas pasar.

Meskipun dampaknya terhadap harga token kemungkinan terbatas dalam jangka pendek, peningkatan performa jaringan tetap menjadi faktor penting bagi pertumbuhan ekosistem DeFi secara keseluruhan.

Dengan terus melakukan penyesuaian teknis dan pengembangan infrastruktur, dYdX berupaya mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam pasar derivatif kripto terdesentralisasi yang semakin kompetitif.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Regulator Dubai Perintahkan KuCoin Hentikan Operasi Tanpa Lisensi

Regulator aset virtual di Dubai mengambil langkah tegas terhadap aktivitas perdagangan kripto tanpa izin.

Virtual Assets Regulatory Authority (VARA) mengeluarkan perintah stop-and-desist kepada entitas yang berada di balik bursa kripto KuCoin karena dinilai beroperasi tanpa lisensi resmi di wilayah Dubai.

Dalam pernyataan resminya, sebagaimana dilansir dari Cointelegraph, VARA menegaskan bahwa KuCoin tidak memiliki izin untuk menyediakan layanan perdagangan kripto kepada penduduk Dubai.

Otoritas juga memperingatkan masyarakat mengenai potensi risiko finansial jika menggunakan layanan dari platform yang tidak terdaftar atau tidak diatur oleh regulator setempat.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Dubai untuk memperketat pengawasan terhadap industri kripto yang berkembang pesat di wilayah tersebut.

Baca Juga: Nasib Pasar Prediksi Terpaku pada Hasil Uji Regulasi Polymarket

Regulator Ingatkan Risiko bagi Pengguna

VARA menyatakan bahwa setiap platform yang ingin menawarkan layanan aset virtual kepada masyarakat Dubai harus memperoleh lisensi resmi terlebih dahulu.

Tanpa izin tersebut, maka secara hukum aktivitas operasional dianggap melanggar kerangka regulasi yang berlaku.

Selain itu, regulator menekankan bahwa pengguna yang bertransaksi melalui platform tanpa lisensi berpotensi menghadapi berbagai risiko, termasuk kurangnya perlindungan hukum dan potensi kerugian finansial.

Dubai dalam beberapa tahun terakhir memang dikenal sebagai salah satu pusat industri kripto global, namun pemerintah setempat juga berusaha memastikan pertumbuhan tersebut tetap berjalan dalam kerangka regulasi yang jelas.

VARA sendiri dibentuk untuk mengawasi aktivitas perdagangan aset digital di Dubai, termasuk bursa kripto, layanan kustodian, serta penyedia layanan lainnya yang beroperasi di sektor ini.

Dubai Perketat Standar Kepatuhan Bursa Kripto

Kasus KuCoin menambah daftar platform kripto yang mendapat perhatian regulator di berbagai negara.

Banyak otoritas keuangan global kini semakin aktif menindak perusahaan yang beroperasi tanpa izin di yurisdiksi mereka.

Langkah tegas ini menunjukkan bahwa pemerintah Dubai ingin mempertahankan reputasinya sebagai pusat inovasi kripto yang tetap memiliki standar regulasi yang kuat.

Dengan mewajibkan perusahaan kripto memperoleh lisensi lokal, regulator berupaya menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi investor sekaligus memastikan kepatuhan terhadap aturan keuangan internasional.

Bagi bursa global, kondisi ini berarti mereka tidak lagi bisa mengandalkan model operasional lintas negara tanpa kehadiran resmi di yurisdiksi tertentu.

Sinyal Kuat bagi Bursa Global

Menurut analis industri kripto, tindakan VARA terhadap KuCoin mencerminkan tren global di mana regulator semakin memperketat aturan bagi perusahaan kripto yang ingin beroperasi di pasar lokal.

Tim Research Tokocrypto menilai langkah ini merupakan sinyal bahwa era operasi di wilayah “abu-abu” mulai berakhir bagi banyak bursa kripto internasional.

“Regulator Dubai makin galak soal kepatuhan. Setelah Austria, sekarang Dubai yang ngetok palu buat KuCoin. Ini sinyal kalau bursa global nggak bisa lagi main di ‘abu-abu’ di hub kripto utama; lisensi lokal sekarang harga mati,” kata Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan tersebut menggambarkan perubahan lanskap regulasi kripto global yang semakin ketat, terutama di wilayah yang ingin menjadi pusat industri aset digital.

Baca Juga: Bursa Kripto KuCoin Didakwa Pelanggaran Pencucian Uang di AS

Dampak bagi Industri Kripto

Langkah regulator Dubai berpotensi berdampak pada strategi ekspansi banyak perusahaan kripto.

Bursa global kemungkinan perlu mempercepat proses perizinan di berbagai negara jika ingin terus menjangkau pengguna di pasar internasional.

Di sisi lain, pengetatan regulasi juga dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap ekosistem kripto yang lebih teratur dan transparan.

Bagi Dubai sendiri, pendekatan ini bertujuan menjaga keseimbangan antara mendorong inovasi teknologi blockchain dan melindungi investor dari risiko yang tidak perlu.

Seiring meningkatnya perhatian regulator terhadap industri kripto, perusahaan yang ingin bertahan di pasar global kemungkinan harus lebih serius dalam memenuhi standar kepatuhan di setiap yurisdiksi.

Dengan langkah tegas terhadap platform yang tidak memiliki izin, Dubai menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat kripto dunia yang tidak hanya inovatif, tetapi juga memiliki kerangka regulasi yang semakin matang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tingkatkan Transparansi, DAO Bongkar Rahasia Kelola Token!

Ekosistem Decentralized Autonomous Organization (DAO) kembali menghadirkan inisiatif baru untuk meningkatkan transparansi dalam pengelolaan token.

Proposal BIP045 saat ini sedang menjalani proses voting komunitas pada 3–7 Maret untuk meresmikan Yecho Buyback Dashboard sebagai tracker resmi pembelian kembali (buyback) token BIM di jaringan Base.

Inisiatif ini bertujuan memberikan visibilitas yang lebih jelas kepada komunitas mengenai aktivitas buyback token yang berlangsung di ekosistem BIM.

Dengan adanya dashboard tersebut, data mengenai pembelian kembali token dapat dipantau secara real-time, sehingga meningkatkan kepercayaan publik terhadap mekanisme yang berjalan di dalam proyek.

Baca Juga: Gawat! Solana Curiga Base Mau Mengambil Alih Ekosistem Mereka

Meningkatkan Transparansi Buyback Token

Buyback token merupakan salah satu strategi yang cukup umum digunakan dalam ekosistem kripto untuk mengelola suplai token di pasar.

Melalui mekanisme ini, proyek membeli kembali token dari pasar dengan tujuan tertentu, seperti stabilisasi harga atau penguatan nilai ekosistem.

Namun, dalam banyak kasus, komunitas sering kali kesulitan memverifikasi sejauh mana proses buyback benar-benar dilakukan oleh tim proyek.

Proposal BIP045 mencoba menjawab tantangan tersebut dengan menghadirkan dashboard pelacakan buyback yang dapat diakses secara terbuka oleh publik.

Melalui Yecho Buyback Dashboard, komunitas dapat melihat aktivitas pembelian kembali token BIM secara langsung di jaringan Base, termasuk volume transaksi dan data yang relevan lainnya.

Dengan pendekatan ini, DAO berharap dapat menciptakan tingkat transparansi yang lebih tinggi dalam ekosistem serta memberikan kejelasan mengenai implementasi kebijakan buyback.

Peran Jaringan Base dalam Ekosistem

Menurut laporan Coinmarketcal, integrasi dashboard buyback dengan jaringan Base juga menjadi bagian penting dari proposal ini.

Base merupakan jaringan Layer 2 Ethereum yang dirancang untuk menawarkan transaksi lebih cepat dan biaya yang lebih rendah dibanding jaringan utama Ethereum.

Dengan memanfaatkan infrastruktur Base, proses pencatatan dan pelacakan transaksi buyback dapat dilakukan secara efisien sekaligus tetap mempertahankan transparansi berbasis blockchain.

Penggunaan jaringan Layer 2 juga memungkinkan lebih banyak aktivitas on-chain tanpa menimbulkan biaya transaksi yang terlalu tinggi, sehingga mempermudah pemantauan data oleh komunitas.

Fokus pada Transparansi dan Pengalaman Pengguna

Menurut pengamat industri, proposal BIP045 lebih menekankan pada peningkatan transparansi dan pengalaman pengguna (user experience) daripada perubahan mendasar dalam struktur ekonomi token.

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa inisiatif ini dapat memperkuat kepercayaan komunitas terhadap proyek, meskipun dampaknya terhadap harga token kemungkinan tidak terlalu signifikan dalam jangka pendek.

“Ini upgrade di sisi transparansi dan UX, bukan perubahan tokenomik (jumlah buyback nggak nambah). Bagus buat kepercayaan komunitas jangka panjang, tapi pengaruh ke harga kemungkinan minim karena nggak ada mekanisme value-accrual baru,” papar Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa meskipun langkah ini penting dari sisi tata kelola dan akuntabilitas, investor biasanya mencari mekanisme tambahan yang secara langsung dapat meningkatkan nilai ekonomi token.

Pentingnya Transparansi dalam DAO

Dalam ekosistem DAO, transparansi menjadi salah satu prinsip utama yang membedakan model ini dari organisasi tradisional.

Karena keputusan dan pengelolaan proyek dilakukan secara kolektif oleh komunitas, akses terhadap informasi yang jelas dan terbuka menjadi hal yang sangat penting.

Dashboard seperti yang diusulkan dalam BIP045 dapat membantu menciptakan sistem yang lebih transparan dan mudah diaudit oleh publik.

Dengan data yang tersedia secara real-time, komunitas dapat memantau apakah kebijakan yang disepakati benar-benar dijalankan sesuai rencana.

Langkah ini juga dapat meningkatkan partisipasi anggota komunitas dalam proses governance karena mereka memiliki akses terhadap informasi yang lebih lengkap sebelum mengambil keputusan dalam voting.

Baca Juga: Jupiter DAO Gelar Voting Net-Zero Emissions, Dampak ke Harga JUP?

Dampak terhadap Ekosistem BIM

Jika proposal BIP045 disetujui dalam voting DAO, maka Yecho Buyback Dashboard akan menjadi alat resmi untuk memantau aktivitas buyback token BIM.

Meski tidak menghadirkan perubahan pada jumlah buyback atau mekanisme tokenomik baru, kehadiran dashboard tersebut tetap memiliki nilai penting dalam membangun kepercayaan jangka panjang di dalam komunitas.

Dalam industri kripto yang sering menghadapi isu transparansi dan kepercayaan, inisiatif seperti ini dapat menjadi langkah strategis untuk menunjukkan komitmen proyek terhadap tata kelola yang lebih terbuka.

Ke depan, keberhasilan implementasi dashboard ini juga dapat menjadi contoh bagi proyek DAO lainnya untuk menghadirkan sistem pemantauan yang lebih transparan bagi komunitas mereka.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Naik 15% Saat Pasar Kripto Melemah, Rotasi ke Altcoin

Harga Pi Network (PI) mencatat lonjakan signifikan dalam 24 jam terakhir.

Aset kripto tersebut naik sekitar 15,40% ke level $0,228, bahkan ketika kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan justru turun sekitar 2,91%.

Pergerakan yang berlawanan arah ini menunjukkan bahwa Pi saat ini menjadi salah satu altcoin yang diuntungkan oleh rotasi modal dari Bitcoin dan aset besar lainnya ke altcoin berisiko lebih tinggi.

Dalam kondisi pasar yang melemah, kenaikan tajam Pi menunjukkan adanya minat spekulatif terhadap altcoin yang memiliki potensi imbal hasil lebih besar.

Namun, berdasarkan data yang tersedia, tidak ditemukan katalis spesifik yang secara langsung memicu lonjakan harga Pi dalam periode tersebut.

Rotasi Altcoin Jadi Pendorong Utama

Faktor utama yang mendorong kenaikan harga Pi tampaknya berasal dari fenomena rotasi altcoin.

Indikator yang sering digunakan untuk melihat tren ini adalah Altcoin Season Index, yang menunjukkan apakah kinerja altcoin sedang mengungguli Bitcoin.

Dalam 30 hari terakhir, Coinmarketcap mencatat indeks tersebut meningkat sekitar 38,46% hingga mencapai angka 36.

Meskipun angka ini masih berada di bawah ambang batas yang menandakan “altcoin season” penuh, peningkatan tersebut menunjukkan adanya aliran modal yang mulai berpindah dari Bitcoin menuju altcoin.

Kondisi ini menjelaskan mengapa Pi mampu mencatat kenaikan harga yang cukup tajam meskipun pasar kripto secara umum sedang mengalami tekanan.

Dalam fase seperti ini, investor biasanya mencari aset kripto dengan potensi volatilitas lebih tinggi untuk mengejar peluang keuntungan yang lebih besar.

Pi, yang masih tergolong altcoin dengan kapitalisasi relatif kecil dibanding aset besar seperti Bitcoin atau Ethereum, sering kali bergerak lebih agresif ketika rotasi modal terjadi.

Minim Katalis Fundamental

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 7 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 7 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Meski kenaikan harga Pi cukup signifikan, data yang tersedia tidak menunjukkan adanya berita besar, pengumuman proyek, atau perkembangan fundamental baru yang menjadi pemicu langsung pergerakan tersebut.

Tidak ada indikasi aktivitas on-chain yang luar biasa, lonjakan minat di pasar derivatif, atau momentum sektor tertentu yang secara khusus berkaitan dengan ekosistem Pi Network.

Hal ini menunjukkan bahwa pergerakan harga Pi saat ini lebih dipengaruhi oleh sentimen pasar dan dinamika rotasi modal, bukan oleh perkembangan fundamental proyek itu sendiri.

Situasi seperti ini sering terjadi di pasar kripto, terutama ketika likuiditas berpindah dari aset besar ke altcoin yang lebih spekulatif.

Namun, kenaikan yang tidak didukung katalis kuat juga cenderung lebih rentan terhadap pembalikan arah jika sentimen pasar berubah.

Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

Dalam jangka pendek, harga Pi menghadapi level resistensi penting di sekitar $0,25.

Area ini dianggap sebagai batas psikologis sekaligus zona teknikal yang sebelumnya menjadi titik penolakan harga.

Di sisi lain, support utama berada di sekitar $0,20. Jika Pi mampu bertahan di atas level tersebut, peluang untuk menguji kembali area $0,25 masih terbuka.

Namun, jika tekanan jual meningkat dan harga turun di bawah $0,20, maka potensi koreksi menuju $0,18 bisa terjadi.

Selain level harga tersebut, investor juga disarankan untuk memantau perkembangan Altcoin Season Index.

Jika indeks ini berhasil menembus angka 50, hal itu biasanya menjadi sinyal bahwa fase altcoin season yang lebih kuat sedang berlangsung.

Sebaliknya, jika dominasi Bitcoin kembali meningkat, aliran modal ke altcoin berpotensi berkurang dan dapat menekan harga aset seperti Pi.

Baca Juga: Harga Pi Network Melonjak 7,55% ke $0,183, Ikuti Arus Reli Pasar Global

Prospek Jangka Pendek Pi Network

Secara keseluruhan, prospek jangka pendek Pi saat ini dapat dikategorikan cautiously bullish atau bullish secara hati-hati.

Momentum kenaikan masih ada, tetapi sangat bergantung pada keberlanjutan rotasi modal ke altcoin.

Jika tren tersebut berlanjut dan Pi berhasil membangun basis harga di atas $0,20, maka peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju $0,25 bahkan lebih tinggi masih terbuka.

Namun tanpa katalis fundamental yang jelas, pergerakan harga Pi tetap rentan terhadap perubahan sentimen pasar secara tiba-tiba.

Karena itu, pelaku pasar perlu memperhatikan dua faktor utama dalam waktu dekat, yaitu arah pergerakan Altcoin Season Index serta kemampuan Pi mempertahankan level support $0,20.

Jika kedua faktor tersebut tetap positif, Pi berpotensi melanjutkan momentum kenaikannya di tengah dinamika pasar kripto yang masih fluktuatif.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Walrus Jadi Backend Data untuk AI Agents, Perkuat Narasi AI di Web3

Ekosistem kripto kembali menunjukkan perkembangan menarik di sektor AI dan data verifikasi.

Proyek blockchain Walrus resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Talus Labs, MyriadMarkets, dan ZarkLab untuk menghadirkan integrasi data terverifikasi yang dapat digunakan oleh AI agents serta platform prediction market.

Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam menghubungkan teknologi blockchain dengan kecerdasan buatan.

Melalui integrasi tersebut, data yang digunakan oleh AI maupun platform prediksi dapat diverifikasi secara transparan dan tidak dapat dimanipulasi, meningkatkan kepercayaan terhadap sistem yang dibangun di atasnya.

Menurut laporan Coinmarketcal, salah satu poin utama dari kerja sama ini adalah keputusan MyriadMarkets untuk sepenuhnya menggunakan infrastruktur Walrus dalam aspek verifiability atau verifikasi data.

Dengan basis pengguna yang telah mencapai lebih dari 500.000 pengguna, integrasi ini menjadi bukti nyata penerapan teknologi Walrus di lingkungan aplikasi yang sudah aktif digunakan.

Baca Juga: Volume Perdagangan Menguat, Harga Walrus (WAL) Hari Ini Naik 14%

Walrus Perkuat Posisi di Infrastruktur Data AI

Dalam beberapa bulan terakhir, narasi AI x Crypto menjadi salah satu tema paling panas di industri blockchain.

Banyak proyek berlomba menghadirkan solusi yang memungkinkan AI beroperasi dengan data yang transparan dan dapat diverifikasi.

Walrus mencoba menempatkan diri sebagai backend data layer yang dapat menyediakan data terpercaya bagi berbagai aplikasi AI.

Dengan menggunakan teknologi blockchain, data yang diproses oleh sistem dapat memiliki jejak verifikasi yang jelas dan tidak mudah dimanipulasi.

Kolaborasi dengan Talus Labs dan ZarkLab juga memperluas potensi penggunaan teknologi ini.

Kedua pihak dikenal aktif dalam pengembangan teknologi berbasis AI serta eksperimen pada model aplikasi Web3 yang memanfaatkan otomatisasi agen cerdas.

Integrasi tersebut memungkinkan AI agents untuk mengambil keputusan berdasarkan data yang telah diverifikasi, sehingga mengurangi risiko manipulasi informasi atau penggunaan data yang tidak valid.

Prediction Market Butuh Data yang Dapat Diverifikasi

Prediction market merupakan salah satu aplikasi blockchain yang bergantung pada akurasi informasi.

Platform ini memungkinkan pengguna untuk memprediksi berbagai peristiwa, mulai dari harga aset kripto hingga hasil peristiwa global.

Namun, keandalan prediction market sangat bergantung pada kualitas data yang digunakan. Tanpa mekanisme verifikasi yang kuat, potensi manipulasi data dapat merusak integritas sistem.

Di sinilah teknologi Walrus memainkan peran penting. Dengan menyediakan sistem penyimpanan dan verifikasi data berbasis blockchain, informasi yang digunakan oleh prediction market dapat dipastikan keasliannya.

Integrasi penuh MyriadMarkets dengan Walrus menandai langkah besar menuju sistem prediction market yang lebih transparan dan terpercaya.

Dampak Terhadap Sentimen Pasar

Kolaborasi strategis seperti ini sering kali menjadi katalis positif bagi sentimen pasar, terutama ketika melibatkan proyek dengan basis pengguna yang cukup besar.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kerja sama Walrus dengan sejumlah mitra teknologi tersebut memperkuat posisi proyek ini dalam narasi AI yang sedang berkembang pesat.

“Walrus memposisikan diri sebagai backend data untuk narasi AI yang lagi panas. Kolaborasi dengan MyriadMarkets (500k+ users) ngasih real use-case buat Walrus. Sentimen jangka pendek positif, tapi butuh capital commitment yang lebih besar buat pump harga struktural,” kata Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan ini menegaskan bahwa meskipun kolaborasi dapat mendorong sentimen positif dalam jangka pendek, kenaikan harga token yang lebih signifikan biasanya membutuhkan faktor tambahan seperti peningkatan penggunaan jaringan dan masuknya modal besar ke dalam ekosistem.

Baca Juga: Sui Network Ungkap Rencana 2025 dalam AMA Tokocrypto

Masa Depan Integrasi AI dan Blockchain

Integrasi antara AI agents, prediction markets, dan blockchain semakin menunjukkan potensi besar di industri kripto.

Dengan semakin banyaknya aplikasi yang membutuhkan data terpercaya, proyek yang mampu menyediakan infrastruktur verifikasi data berpeluang memainkan peran penting dalam ekosistem tersebut.

Kolaborasi Walrus dengan Talus Labs, MyriadMarkets, dan ZarkLab dapat menjadi salah satu contoh nyata bagaimana teknologi blockchain digunakan untuk memperkuat fondasi sistem berbasis AI.

Jika implementasi ini berhasil meningkatkan keandalan prediction market dan memperluas penggunaan AI agents, Walrus berpotensi menjadi salah satu pemain penting dalam sektor data infrastructure untuk AI di Web3.

Ke depan, perkembangan integrasi ini akan menjadi faktor penting yang menentukan seberapa besar adopsi teknologi Walrus di industri kripto dan teknologi terdesentralisasi secara keseluruhan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Vana Perkuat Narasi AI dan Data Privacy, Ini Hasilnya

Ekosistem Web3 kembali menghadirkan inovasi di sektor pengelolaan data pribadi.

Teranyar, Coinmarketcal menggambarkan proyek blockchain Vana mengadakan sesi Ask Me Anything (AMA) di Discord pada pukul 17.00 UTC untuk membahas peluang pengembangan aplikasi data portabel menggunakan Vana Connect SDK.

Agenda ini menjadi bagian dari strategi Vana dalam memperkuat ekosistem developer sekaligus mendorong adopsi teknologi data privat berbasis blockchain.

Dalam sesi tersebut, tim Vana memaparkan bagaimana pengembang kini dapat memanfaatkan template starter berbasis Next.js untuk membangun aplikasi yang memungkinkan pengguna mengelola dan memonetisasi data pribadi mereka secara lebih aman dan transparan.

Inisiatif ini dinilai sebagai langkah penting dalam pengembangan konsep Data as an Asset, sebuah narasi yang semakin populer di industri kripto dan Web3.

Melalui Vana Connect SDK, developer dapat mengintegrasikan sistem data portabel langsung ke dalam aplikasi yang mereka bangun.

Dengan pendekatan ini, pengguna tidak lagi hanya menjadi sumber data bagi platform teknologi, melainkan memiliki kendali penuh atas data yang mereka hasilkan.

Baca Juga: Harga Vanar (VANRY) Hari Ini Naik ke $0,0102, Volume Trade $50 Juta

Infrastruktur Penting bagi Ekosistem Data Web3

Peluncuran perangkat pengembangan seperti SDK menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekosistem teknologi.

Dalam konteks Vana, SDK ini dirancang untuk mempermudah developer membangun aplikasi berbasis data pribadi yang dapat digunakan di berbagai platform.

Penggunaan Next.js starter template juga menjadi langkah strategis karena framework tersebut sudah populer di kalangan developer web modern.

Dengan template siap pakai, pengembang dapat mempercepat proses pembangunan aplikasi tanpa harus memulai dari nol.

Hal ini membuka peluang lahirnya berbagai aplikasi berbasis data pribadi, mulai dari platform analitik pribadi, marketplace data, hingga layanan berbasis AI yang memanfaatkan data pengguna secara transparan dan terkontrol.

Jika berhasil menarik minat developer, ekosistem aplikasi yang dibangun di atas teknologi Vana berpotensi menciptakan ekonomi data baru di mana pengguna dapat memperoleh nilai dari data mereka sendiri.

Narasi AI dan Data Privacy Semakin Menguat

Di tengah meningkatnya perhatian global terhadap keamanan data dan kecerdasan buatan, pendekatan yang menggabungkan AI dengan privasi data semakin relevan.

Banyak perusahaan teknologi menghadapi kritik terkait penggunaan data pengguna tanpa transparansi yang memadai.

Dalam konteks tersebut, Vana mencoba menawarkan solusi berbasis blockchain yang memungkinkan data tetap berada di bawah kendali pemiliknya. Data dapat digunakan oleh aplikasi atau model AI, tetapi hanya dengan izin pengguna.

Tim Research Tokocrypto menilai langkah Vana memperkenalkan SDK developer merupakan sinyal penting bagi penguatan narasi ini di industri kripto.

“Vana makin agresif di sektor AI x Data Privacy. Meski AMA jarang gerakin harga secara instan, rilis dev kit (SDK) adalah infrastruktur krusial buat narasi Data as an Asset. Pergerakan harga bakal nunggu adopsi real aplikasi di atas SDK ini,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa dampak terbesar dari inovasi seperti ini bukan pada pergerakan harga jangka pendek, melainkan pada perkembangan ekosistem teknologi dalam jangka panjang.

Harga Token Biasanya Menunggu Adopsi Nyata

Dalam banyak kasus di industri kripto, peluncuran produk atau pengumuman teknologi tidak selalu langsung berdampak pada harga token.

Investor biasanya menunggu bukti adopsi nyata, seperti jumlah developer yang menggunakan teknologi tersebut atau banyaknya aplikasi yang dibangun di atasnya.

Hal yang sama kemungkinan terjadi pada Vana. Meski AMA dan rilis SDK dapat meningkatkan perhatian komunitas, katalis harga yang lebih kuat biasanya muncul ketika ekosistem mulai menunjukkan pertumbuhan nyata.

Jika developer mulai memanfaatkan Vana Connect SDK untuk membangun aplikasi data portabel, potensi pertumbuhan ekosistem bisa menjadi faktor utama yang mendorong nilai proyek dalam jangka panjang.

Baca Juga: AI Select Hari Ini: PIVX, VANA, dan MOVR Jadi Sorotan Pasar

Masa Depan Ekonomi Data di Web3

Konsep data sebagai aset digital menjadi salah satu narasi yang berkembang pesat di dunia Web3.

Dalam model ini, pengguna tidak lagi sekadar menjadi objek pengumpulan data, melainkan pemilik yang dapat mengontrol, membagikan, bahkan memperoleh manfaat ekonomi dari data mereka.

Langkah Vana menghadirkan SDK developer menunjukkan bahwa proyek ini berupaya membangun infrastruktur yang memungkinkan konsep tersebut menjadi kenyataan.

Dengan semakin banyaknya aplikasi yang memanfaatkan data pribadi secara transparan dan terdesentralisasi, masa depan ekonomi data di Web3 berpotensi menjadi salah satu sektor paling menjanjikan dalam industri blockchain.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Coreum dan SOLO Resmi Bermigrasi ke Token TX, Supply Awal 1,9 Miliar

Migrasi besar dalam ekosistem kripto kembali terjadi setelah token Coreum dan Sologenic resmi bertransformasi menjadi token baru bernama TX pada 6 Maret 2026, sebagaimana dilaporkan Coinmarketcal.

Langkah ini menandai fase penting dalam evolusi proyek blockchain yang sebelumnya berjalan secara terpisah.

Melalui proses Token Generation Event (TGE), kedua ekosistem tersebut kini disatukan dalam satu struktur token yang diharapkan mampu meningkatkan utilitas jaringan sekaligus memperbaiki model ekonomi token.

Salah satu sorotan utama dari peluncuran ini adalah jumlah pasokan beredar awal (circulating supply) yang hanya sebesar 1,9 miliar token TX.

Angka ini jauh lebih kecil dari rumor yang sempat beredar di komunitas kripto yang menyebut supply token baru tersebut bisa mencapai 100 miliar.

Baca Juga: Mengapa Pasar Kripto dan Bitcoin Turun Hari Ini (6/6)?

Klarifikasi Tokenomics: Supply Awal 1,9 Miliar

Sebelum peluncuran resmi, komunitas kripto sempat diramaikan dengan berbagai spekulasi mengenai tokenomics TX.

Salah satu yang paling banyak dibahas adalah potensi jumlah pasokan token yang disebut-sebut bisa mencapai 100 miliar unit.

Rumor ini memicu kekhawatiran mengenai potensi tekanan jual besar di pasar, karena jumlah supply yang terlalu besar dapat meningkatkan risiko inflasi token.

Namun setelah pengumuman resmi TGE, data menunjukkan bahwa circulating supply awal TX hanya 1,9 miliar token, sehingga kekhawatiran tersebut tidak terbukti.

Tim Research Tokocrypto menilai klarifikasi ini menjadi faktor penting yang dapat memperbaiki sentimen investor terhadap proyek tersebut.

“FUD soal supply 100B terbantahkan. Dengan awal supply yang jauh lebih rendah, tekanan jual (supply overhang) berkurang drastis. Struktur vesting 7 tahun untuk PSE menunjukkan komitmen jangka panjang tim untuk stabilitas ekosistem TX,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Dengan pasokan awal yang lebih kecil, potensi tekanan jual dalam fase awal perdagangan dapat ditekan sehingga memberikan peluang bagi harga token untuk berkembang lebih stabil.

Skema Vesting 7 Tahun untuk Emisi Token

Selain pasokan awal yang relatif terbatas, proyek TX juga menerapkan mekanisme vesting jangka panjang untuk distribusi sisa token.

Sisa emisi token yang dikenal sebagai Programmatic Supply Emissions (PSE) tidak akan dilepas secara langsung ke pasar.

Sebaliknya, token tersebut akan didistribusikan secara bertahap melalui periode vesting selama 7 tahun atau sekitar 84 bulan.

Pendekatan ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara likuiditas pasar dan stabilitas harga.

Model vesting jangka panjang semakin banyak digunakan oleh proyek blockchain modern karena dinilai mampu mengurangi risiko dump token dalam jumlah besar sekaligus memberikan insentif jangka panjang bagi tim pengembang dan investor awal.

Integrasi Ekosistem Coreum dan Sologenic

Migrasi ke token TX juga membuka peluang integrasi yang lebih dalam antara teknologi yang sebelumnya dikembangkan oleh Coreum dan Sologenic.

Coreum dikenal sebagai blockchain layer-1 yang dirancang untuk mendukung aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi), smart contract, serta tokenisasi aset digital dengan performa tinggi.

Di sisi lain, Sologenic memiliki fokus kuat pada tokenisasi aset dunia nyata (Real World Assets/RWA) dan integrasi dengan sistem keuangan tradisional.

Melalui penggabungan ini, token TX diharapkan dapat menjadi tulang punggung ekosistem baru yang menghubungkan berbagai layanan blockchain, mulai dari DeFi, tokenisasi aset, hingga aplikasi finansial berbasis blockchain.

Baca Juga: Tokocrypto Luncurkan T-Hub Solo Perluas Adopsi Blockchain dan Aset Kripto

Reaksi Pasar dan Prospek ke Depan

Peluncuran token TX menjadi salah satu agenda penting dalam kalender kripto pada awal Maret 2026. Bagi investor dan komunitas blockchain, kejelasan tokenomics menjadi faktor penting dalam menilai potensi jangka panjang suatu proyek.

Klarifikasi mengenai pasokan awal serta skema vesting jangka panjang memberikan sinyal bahwa tim pengembang berupaya menjaga stabilitas ekonomi token.

Namun seperti banyak proyek kripto lainnya, keberhasilan token TX tidak hanya bergantung pada struktur tokenomics, tetapi juga pada tingkat adopsi dan penggunaan nyata di dalam ekosistem.

Jika integrasi antara teknologi Coreum dan Sologenic mampu menghasilkan aplikasi yang menarik bagi pengguna dan pengembang, token TX berpotensi mendapatkan momentum baru di pasar kripto.

Sebaliknya, tanpa pertumbuhan aktivitas jaringan yang signifikan, peluncuran token baru ini bisa saja hanya menjadi momentum sementara di tengah dinamika industri blockchain yang sangat kompetitif.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

38% Altcoin Dekati Titik Terendah, Lebih Parah dari Krisis FTX?

Pasar altcoin kembali berada di bawah tekanan setelah sekitar 38% aset kripto alternatif kini diperdagangkan di dekat level terendah sepanjang masa (all-time low). Kondisi ini bahkan disebut lebih buruk dibandingkan periode setelah runtuhnya bursa kripto FTX pada 2022.

Dilaporkan Cointelegrph, analis CryptoQuant Darkfost menyebut situasi pasar saat ini tidak kondusif bagi aset berisiko seperti altcoin. Menurutnya, investor masih menunjukkan sikap hati-hati dan minat terhadap altcoin terus melemah.

“Untuk perbandingan, metrik ini mencapai 35% pada April 2025 dan 37,8% tepat setelah krisis FTX. Grafik ini menggambarkan kondisi altcoin saat ini dengan sangat jelas,” kata Darkfost.

Banyak Altcoin Mendekati Rekor Terendah

Beberapa altcoin besar juga tercatat berada sangat dekat dengan titik terendahnya. Cardano (ADA) saat ini diperdagangkan hanya sekitar US$0,10 di atas all-time low di level US$0,17.

Sementara itu Polkadot (DOT) sempat mencetak all-time low di sekitar US$1,13 bulan lalu, meskipun kini telah naik sekitar 33% dari level tersebut. Polygon (POL) juga berada tidak jauh dari rekor terendahnya, diperdagangkan sekitar US$0,10 atau hanya sekitar US$0,02 di atas titik terendah sepanjang masa.

Secara keseluruhan, kondisi ini menunjukkan banyak altcoin masih kesulitan pulih setelah penurunan besar yang terjadi pada Oktober 2025.

Tim Research Tokocrypto menjelaskan kondisi market sekarang bener-bener gak ramah buat aset berisiko. Altcoin kehilangan narasi “digital gold” dan dukungan institusional yang dinikmati BTC.

“Ini peluang beli buat yang punya napas panjang, tapi hati-hati: oversupply token bikin pemulihan makin berat,” tutur.

Likuiditas Berpindah ke Aset Lain

Menurut Darkfost, salah satu penyebab utama pelemahan altcoin adalah perpindahan likuiditas dari pasar kripto ke aset lain seperti saham dan komoditas.

Volume perdagangan kripto harian sempat mencapai lebih dari US$417 miliar pada 10 Oktober 2025, hari ketika pasar kripto mengalami penurunan besar. Namun dalam beberapa bulan terakhir, volume harian hanya berkisar antara US$49,4 miliar hingga US$268 miliar.

Sementara itu indikator Total3, yang mengukur kapitalisasi pasar kripto tanpa Bitcoin dan Ethereum, telah kembali ke level yang terakhir terlihat pada November 2024.

Minat Investor Terhadap Altcoin Menurun

Selain tekanan harga, minat investor terhadap altcoin juga menurun secara signifikan. Data dari platform analisis sentimen Santiment menunjukkan pembahasan mengenai altcoin di media sosial turun ke level terendah dalam dua tahun terakhir.

Pencarian global untuk kata kunci “altcoins” di Google juga jatuh ke level terendah dalam satu tahun berdasarkan data Google Trends.

Co-founder platform likuiditas Axis, Jimmy Xue, menyebut altcoin saat ini mengalami fenomena yang disebut “liquidity drain”, di mana sedikit perubahan sentimen dapat memicu penurunan harga yang besar.

Hal ini terjadi karena altcoin tidak memiliki dukungan institusional yang kuat seperti Bitcoin, yang sering diposisikan sebagai “emas digital”.

Jumlah Token Terlalu Banyak

Analis juga menyoroti meningkatnya jumlah proyek kripto sebagai salah satu faktor yang menekan pasar altcoin. Saat ini tercatat lebih dari 36,8 juta token kripto terdaftar di CoinMarketCap.

Persaingan yang sangat besar untuk menarik modal investor membuat likuiditas tersebar ke terlalu banyak proyek.

Di sisi lain, kehadiran produk investasi seperti ETF Bitcoin juga dinilai mengubah dinamika pasar dengan menyerap sebagian likuiditas yang sebelumnya mengalir ke altcoin.

Meski demikian, Darkfost menilai penurunan tajam altcoin saat ini juga dapat menjadi peluang bagi investor jangka panjang, karena koreksi besar sering kali terjadi sebelum fase pemulihan pasar berikutnya.

Baca juga: Waspada! 3 Altcoin Ini Bisa Picu Likuidasi Rp50 Triliun Lebih Minggu Ini


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Sentuh US$2.200, Analis Prediksi Rebound Lebih Besar

Harga Ether (ETH) menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah melonjak hingga menyentuh US$2.200 pada perdagangan terbaru. Kenaikan ini terjadi setelah ETH sempat jatuh ke bawah US$1.800, level terendah dalam beberapa tahun terakhir.

Analis pasar menilai tren kenaikan mulai terbentuk setelah Ether berhasil mencatat pemulihan sekitar 25% dari titik terendahnya. Namun, momentum bullish ini dinilai sangat bergantung pada kemampuan harga bertahan di atas level support penting di sekitar US$2.100.

Permintaan ETH Mulai Kembali

Dilaporkan Cointelegraph, data dari CryptoQuant menunjukkan tekanan jual di pasar derivatif mulai melemah. Hal ini terlihat dari indikator net taker volume yang kembali berubah menjadi positif setelah hampir dua bulan berada di zona negatif.

Net taker volume merupakan indikator yang mengukur ketidakseimbangan antara pembeli dan penjual di pasar derivatif. Ketika indikator ini berada di wilayah positif, hal tersebut menandakan aktivitas pembelian mulai mengungguli tekanan jual.

Analis CryptoQuant MorenoDV_ menyebut perubahan ini sering kali menjadi tanda awal reli jangka pendek yang dipicu oleh short covering dan peningkatan likuiditas pasar.

“Perubahan dari tekanan jual berkepanjangan ke wilayah positif sering kali mendahului reli rebound setelah periode penjualan besar,” tulisnya.

Permintaan Investor AS Menguat

Kembalinya permintaan terhadap ETH juga tercermin dari Coinbase Premium Index, yang kembali naik ke level yang terakhir terlihat pada Desember 2025.

Indikator ini sebelumnya berada di wilayah negatif selama beberapa bulan terakhir. Perubahan menjadi positif menunjukkan meningkatnya tekanan beli dari investor di Amerika Serikat.

Analis CryptoQuant lainnya, CW8900, menilai kenaikan indeks ini menjadi sinyal penting bagi potensi lanjutan reli harga Ether.

“Jika Coinbase Premium terus meningkat, reli harga ETH berpotensi semakin kuat,” ujarnya.

Selain itu, produk ETF Ether spot juga mencatat arus masuk dana yang cukup besar. Pada Rabu, ETF Ether mencatat inflow sebesar US$169,4 juta, yang menunjukkan kembalinya minat investor institusional terhadap aset tersebut.

Level Harga yang Dipantau

Meski menunjukkan pemulihan, analis menilai beberapa level harga tetap menjadi penentu arah pergerakan ETH berikutnya.

Menurut analis Crypto Patel, support utama yang harus dipertahankan berada di sekitar US$1.750. Jika level ini ditembus, tekanan bearish berpotensi kembali mendominasi pasar.

Sebaliknya, jika momentum kenaikan tetap terjaga, ETH berpotensi menuju kisaran US$2.500 hingga US$2.600 dalam jangka menengah.

Analis lain juga menyebut bahwa jika harga mampu bertahan di atas US$2.100 setelah koreksi jangka pendek, ETH dapat membuka peluang kenaikan lebih lanjut bahkan menuju US$3.400.

Selain itu, penutupan harga harian di atas US$2.100 dinilai dapat membuka jalan menuju level rata-rata pergerakan 50 hari di sekitar US$2.381, yang menjadi indikasi bahwa fase koreksi kemungkinan telah berakhir.

Menurut Tim Research Tokocrypto, dominasi seller mulai pudar, dan ini biasanya awal dari short covering rally. $2.100 jadi support krusial; kalau bertahan, target berikutnya $2.500-$2.600.

“Bullish divergen di Coinbase Premium adalah sinyal kuat kalau institusi US mulai “belanja” lagi di harga diskon,” analisanya.

Baca Juga: Tekanan Jual Anjlok 90%, Ethereum Siap Meledak Lagi?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solana Tiba-Tiba Meledak 14%, Aktivitas Jaringan Jadi Pemicu?

Harga Solana (SOL) mencatat lonjakan signifikan sebesar 14% dalam 24 jam terakhir, mengakhiri fase konsolidasi yang berlangsung hampir empat minggu. Reli ini membawa SOL menembus kisaran harga sebelumnya di antara US$77 hingga US$88, sekaligus menghidupkan kembali sentimen positif di pasar.

Saat ini Solana diperdagangkan di sekitar US$90,5 dan berhasil bertahan di atas level support baru di US$88. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya aktivitas jaringan serta dukungan investor yang kembali mengalir ke ekosistem Solana.

Alamat Baru Solana Naik 17%

Salah satu faktor utama yang mendorong reli SOL adalah meningkatnya jumlah alamat baru di jaringan Solana. Dalam dua minggu terakhir, jumlah alamat baru harian naik sekitar 17%, dari 7,42 juta menjadi sekitar 8,7 juta.

Kenaikan ini menunjukkan meningkatnya partisipasi pengguna dan minat terhadap jaringan Solana. Pertumbuhan alamat baru sering dianggap sebagai indikator masuknya modal baru ke dalam ekosistem kripto.

Semakin banyak pengguna yang berinteraksi dengan jaringan, semakin besar potensi permintaan terhadap token SOL.

Baca juga: Sinyal Balik Arah Solana Muncul, Tapi Data Ini Peringatkan Koreksi 7–10%

Tekanan Beli Mulai Menguat

Dilaporkan BeInCrypto, indikator Money Flow Index (MFI), yang mengukur tekanan beli dan jual berdasarkan volume transaksi, juga menunjukkan perbaikan signifikan.

Setelah sebelumnya berada dalam fase tekanan jual, MFI kini kembali masuk ke wilayah positif. Hal ini menandakan bahwa aliran modal mulai kembali masuk ke Solana dan permintaan mulai mengungguli tekanan jual.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kenaikan harga SOL tidak semata dipicu oleh spekulasi jangka pendek, tetapi juga oleh peningkatan aktivitas dan minat investor terhadap jaringan.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kenaikan alamat baru adalah bukti aktivitas real network, bukan cuma spekulasi. Kalau 8 bertahan, target berikutnya 7.

“Solana ngebuktiin dirinya masih jadi “center of attention” buat on-chain activity meskipun market lagi tertekan,” jelasnya.

Dominasi Whale Sedikit Menurun

Di sisi lain, data distribusi suplai menunjukkan perubahan kecil dalam dominasi pemegang besar atau whale. Investor yang memegang lebih dari 100.000 SOL tercatat sedikit mengurangi kepemilikannya dalam dua minggu terakhir.

Porsi suplai yang mereka kuasai turun dari sekitar 59% menjadi 58,6%. Hal ini mengindikasikan sebagian whale menjual aset mereka saat reli terjadi.

Namun penjualan tersebut tampaknya diserap oleh investor yang lebih kecil dan alamat baru di jaringan, sehingga membantu menjaga stabilitas harga.

Level Penting Harga SOL

Setelah menembus kisaran konsolidasi, Solana kini menghadapi resistance berikutnya di sekitar US$97. Jika momentum kenaikan tetap terjaga, harga berpotensi melanjutkan reli menuju US$105 dalam jangka pendek.

Namun skenario bullish ini dapat berubah jika tekanan jual kembali meningkat. Penurunan di bawah level support US$88 berpotensi membawa harga kembali ke area konsolidasi sebelumnya di sekitar US$77.

Jika support tersebut juga gagal dipertahankan, harga SOL berpotensi turun lebih dalam menuju sekitar US$67.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com