Tag Archives: kripto

$5 Miliar USDT Masuk Bursa, Tapi Investor Bitcoin Justru Panik?

Data on-chain terbaru menunjukkan divergensi menarik di pasar kripto. Di satu sisi, cadangan USDT di bursa Binance melonjak tajam hingga miliaran dolar. Namun di sisi lain, investor Bitcoin jangka pendek justru mengalami tekanan kerugian yang semakin dalam.

Perbedaan kondisi ini memunculkan pertanyaan baru di kalangan analis: apakah pasar sedang bersiap untuk reli baru atau justru menghadapi tekanan jual lanjutan.

Cadangan USDT di Binance Melonjak

Dilaporkan Crypto Quant, data transaksi USDT melalui jaringan TRON (TRC20) menunjukkan lonjakan signifikan pada cadangan stablecoin di bursa kripto.

Dalam periode sekitar satu bulan, cadangan USDT di Binance berubah drastis dari sekitar minus US$460 juta pada 8 Januari menjadi lebih dari US$4,55 miliar pada 7 Februari. Artinya, terjadi arus masuk likuiditas lebih dari US$5 miliar.

Sepanjang Februari, cadangan tersebut juga tercatat tetap berada di atas US$4 miliar.

Lonjakan ini sering dianggap sebagai indikator adanya “dry powder”, yakni likuiditas siap pakai yang dapat digunakan investor untuk membeli aset kripto.

Tekanan Berat pada Investor Jangka Pendek

Di tengah meningkatnya likuiditas, data lain menunjukkan kondisi berbeda pada investor Bitcoin jangka pendek atau short-term holders (STH).

Indikator STH realized capitalization menunjukkan penurunan tajam hingga sekitar minus US$62,5 miliar per 3 Maret 2026.

Level ini terakhir kali terlihat pada September 2024, periode yang kemudian diikuti pembentukan dasar harga Bitcoin di sekitar US$53.000.

Penurunan ini menandakan banyak investor jangka pendek sedang menanggung kerugian belum terealisasi.

Kondisi tersebut sering memicu tekanan psikologis di pasar karena kelompok investor ini cenderung lebih cepat menjual aset ketika mengalami kerugian.

Menurut Tim Research Tokocrypto, divergensi ini berarti likuiditas siap tembak telah berkumpul, tapi banyak holder jangka pendek masih dalam posisi rugi dan rawan jual panik.

“Setup historis bisa jadi dasar bottoming, tapi timing entry tetap butuh konfirmasi,” jelasnya.

Baca juga: LayerZero Dilirik Tether! USDT0 Disebut Sudah Pindah US$70 Miliar

Kapitulasi Investor Mulai Terlihat

Data juga menunjukkan penurunan signifikan pada realized capitalization milik investor jangka pendek dalam beberapa bulan terakhir.

Sejak November 2025 hingga 2 Maret 2026, nilai realized cap kelompok ini turun dari sekitar US$658 miliar menjadi US$535 miliar. Artinya, terjadi penurunan sekitar US$123 miliar.

Penurunan tersebut terjadi bersamaan dengan turunnya harga Bitcoin dari sekitar US$88.000 ke bawah US$66.000.

Dalam siklus pasar sebelumnya, penurunan tajam seperti ini sering terjadi saat fase kapitulasi, yaitu ketika investor yang rentan mulai keluar dari pasar.

Setelah fase tersebut selesai dan tekanan jual mereda, pasar sering kali memasuki fase pemulihan yang lebih kuat.

Divergensi Pasar Jadi Sorotan

Kombinasi antara meningkatnya cadangan USDT di bursa dan tekanan pada investor jangka pendek menciptakan situasi yang cukup unik di pasar kripto.

Di satu sisi, likuiditas besar menunjukkan potensi daya beli yang sedang terbentuk. Namun di sisi lain, tekanan kerugian pada investor jangka pendek dapat memicu aksi jual tambahan.

Para analis menilai arah pasar selanjutnya akan sangat bergantung pada apakah likuiditas baru tersebut benar-benar digunakan untuk membeli Bitcoin atau justru menunggu kondisi pasar yang lebih stabil.

Baca Juga: Jelajahi Interoperabilitas Blockchain: Memahami LayerZero (ZRO)


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Sempat Tiba-Tiba Naik, Reli Sungguhan atau Bull Trap?

Kenaikan harga Bitcoin dalam beberapa waktu terakhir telah mengubah sentimen pasar dari “Extreme Fear” menjadi lebih optimistis. Namun sejumlah analis on-chain menilai reli ini masih perlu diuji lebih jauh untuk memastikan apakah merupakan pemulihan yang kuat atau hanya bull trap.

Bitcoin sempat mendekati level US$72.900 pada awal Maret 2026 setelah sebelumnya turun ke kisaran pertengahan US$60.000. Sejumlah indikator on-chain kini menjadi perhatian untuk melihat kekuatan reli tersebut.

Arus Keluar Besar dari Bursa Derivatif

Data dari CryptoQuant menunjukkan bahwa lebih dari 30.000 BTC keluar dari bursa derivatif ketika harga Bitcoin mendekati US$72.900.

Pergerakan ini sering dikaitkan dengan penutupan posisi short atau short covering oleh trader. Ketika posisi bearish ditutup, tekanan jual jangka pendek di pasar biasanya berkurang.

Kondisi tersebut juga mengindikasikan bahwa sejumlah pelaku pasar besar kemungkinan melihat area harga US$65.000 hingga US$68.000 sebagai titik dasar sementara.

Akumulasi Tersembunyi di Pasar Spot

Sementara itu, pada 18 Februari 2026 sekitar 8.000 BTC tercatat keluar dari bursa spot ketika harga berada di level rendah.

Pergerakan ini sering disebut sebagai “stealth accumulation”, yaitu ketika investor besar membeli aset dan memindahkannya ke penyimpanan jangka panjang seperti cold storage.

Langkah tersebut biasanya dilakukan untuk menyimpan aset dalam jangka panjang, bukan untuk segera dijual kembali ke pasar.

Menurut Tim Research Tokocrypto, ini reli yang secara struktural sehat (“structurally sound”), bukan sekadar pump kosong. Level psikologis $70.000 adalah garis krusial di pasir.

“Dengan biaya nambang di area yang sama, support ini jadi sangat kuat. DCA tetap jadi strategi terbaik di tengah kebisingan makro,” analisanya.

Baca juga: Bitcoin Bangkit ke US$73.000 Setelah Anjlok, ETF Jadi Penyelamat

Holder Lama Tetap Bertahan

Data UTXO Age Bands menunjukkan bahwa pemegang Bitcoin jangka panjang masih mempertahankan aset mereka.

Pemegang yang telah menyimpan Bitcoin selama lebih dari lima tahun hampir tidak menunjukkan aktivitas penjualan meskipun terjadi volatilitas harga.

Selain itu, kelompok investor yang memegang BTC selama 6 hingga 12 bulan juga terus bertambah. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian investor ritel mulai berubah menjadi holder jangka panjang.

Likuiditas Stablecoin Mulai Kembali

Indikator Stablecoin Supply Ratio (SSR) saat ini berada di sekitar angka 10,6.

SSR membandingkan kapitalisasi pasar Bitcoin dengan kapitalisasi stablecoin. Nilai yang menurun biasanya menunjukkan lebih banyak stablecoin yang tersedia untuk membeli Bitcoin.

Setelah sempat melonjak pada Januari dan turun pada Februari, indikator ini kini kembali meningkat secara bertahap. Hal ini menunjukkan potensi daya beli di pasar mulai kembali, meski belum mencapai fase euforia.

Biaya Mining Jadi Batas Penting

Faktor lain yang menjadi perhatian adalah biaya produksi Bitcoin oleh para penambang. Berdasarkan laporan Marathon Digital (MARA), biaya rata-rata penambangan pada kuartal keempat 2025 berada di sekitar US$70.027 per BTC.

Dengan harga Bitcoin saat ini sekitar US$73.000, jarak dengan titik impas penambangan hanya sekitar US$3.000.

Dalam siklus sebelumnya, penurunan harga di bawah biaya produksi sering memicu capitulation dari para miner. Namun saat ini beberapa perusahaan penambang mulai mendiversifikasi bisnis mereka ke pusat data AI, yang berpotensi memperkuat level dukungan harga tersebut.

Level US$70.000 Jadi Garis Penting

Sejumlah analis menilai reli Bitcoin saat ini memiliki struktur yang cukup kuat, meskipun belum dapat dipastikan akan berlanjut menjadi tren bullish besar.

Level psikologis US$70.000 kini dianggap sebagai garis penting yang menentukan arah pasar. Jika harga mampu bertahan di atas level tersebut, sentimen positif dapat terus berlanjut.

Namun di tengah ketidakpastian ekonomi global, pergerakan Bitcoin masih sangat dipengaruhi oleh faktor makro.

Bagi investor jangka panjang, pendekatan akumulasi bertahap atau dollar-cost averaging (DCA) masih dianggap sebagai strategi yang relevan dalam menghadapi volatilitas pasar.

Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Token VVV Melejit 20% Saat Pasar Kripto Merah, Apa yang Terjadi?

Di tengah tekanan yang melanda pasar kripto global, Venice Token (VVV) justru mencatat kenaikan harga yang signifikan. Token ini melonjak lebih dari 20% dalam 24 jam terakhir dan menjadi salah satu aset dengan kinerja terbaik di antara 300 kripto teratas berdasarkan kapitalisasi pasar.

Data pasar menunjukkan VVV sempat menyentuh harga intraday sekitar US$6,78, level tertinggi sejak Februari 2025. Pada saat yang sama, total kapitalisasi pasar kripto justru turun hampir 1%, dengan sebagian besar aset utama mengalami pelemahan.

Kenaikan ini membuat VVV menonjol di tengah kondisi pasar yang cenderung bearish.

VVV Melonjak Saat Pasar Kripto Tertekan

Dilaporkan BeInCrypto, Venice Token merupakan token asli dari ekosistem Venice AI, sebuah platform berbasis kecerdasan buatan yang berfokus pada privasi dan akses tanpa sensor terhadap model AI open-source. Platform ini menyediakan layanan pembuatan teks, gambar, video, hingga kode.

Proyek ini didirikan oleh Erik Voorhees, mantan CEO ShapeShift. Token VVV sendiri diluncurkan pada Januari 2025 dan berfungsi terutama sebagai token staking dalam ekosistem Venice AI.

Melalui mekanisme staking, pengguna dapat memperoleh imbal hasil atau mencetak token DIEM. Setiap token DIEM memberikan akses API senilai US$1 per hari secara permanen.

Dalam beberapa bulan terakhir, performa VVV juga terbilang kuat. Data CoinGecko menunjukkan token ini telah mencatat pertumbuhan sekitar 7,5 kali lipat dalam tiga bulan terakhir, dengan kapitalisasi pasar yang kini melampaui US$290 juta.

Baca juga: 38% Altcoin Dekati Titik Terendah, Lebih Parah dari Krisis FTX?

Pengurangan Emisi Token Dorong Kelangkaan

Salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga VVV adalah perubahan pada mekanisme pasokan token. Venice AI mengumumkan pengurangan emisi tahunan token dari 8 juta VVV menjadi 6 juta VVV mulai 10 Februari.

Pemotongan sekitar 25% ini mengurangi jumlah token baru yang masuk ke pasar, sehingga berpotensi menekan tekanan jual dari sisi suplai.

Dengan berkurangnya emisi token, tingkat kelangkaan VVV meningkat, yang pada akhirnya dapat memberikan dukungan terhadap harga.

Integrasi DeFi dan Pertumbuhan Pengguna

Selain perubahan pada sisi suplai, peningkatan utilitas token juga menjadi faktor pendorong kenaikan harga. VVV kini telah terintegrasi dengan beberapa platform keuangan terdesentralisasi (DeFi).

Beberapa integrasi tersebut mencakup Aerodrome untuk penyediaan likuiditas, Morpho sebagai jaminan (collateral), serta Plena untuk fitur swap tanpa biaya gas.

Di sisi lain, pertumbuhan pengguna juga menunjukkan tren positif. Venice AI dilaporkan telah memiliki lebih dari 2 juta pengguna terdaftar, dengan jumlah pengguna API yang juga terus meningkat.

Data dari platform analisis LunarCrush menunjukkan interaksi sosial terhadap VVV melonjak signifikan. Tingkat engagement tercatat 255% di atas rata-rata harian, sementara dominasi percakapan di media sosial naik hingga 424% dibandingkan pekan sebelumnya.

Prospek VVV Masih Terbuka

Meski mencatat kenaikan tajam dalam waktu singkat, harga VVV saat ini masih sekitar 70% di bawah rekor tertingginya sepanjang masa.

Kombinasi antara pengurangan suplai token, integrasi DeFi, dan pertumbuhan ekosistem Venice AI menjadi faktor utama yang mendorong reli terbaru.

Namun, keberlanjutan tren kenaikan tersebut masih akan sangat bergantung pada perkembangan ekosistem dan kondisi pasar kripto secara keseluruhan dalam beberapa waktu ke depan.

Baca juga: Waspada! 3 Altcoin Ini Bisa Picu Likuidasi Rp50 Triliun Lebih Minggu Ini


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga SOL Anjlok 57%, Tapi ETF Solana Justru Kebanjiran Dana

Harga Solana (SOL) memang mengalami penurunan tajam sejak peluncuran ETF Solana di Amerika Serikat pada Juli 2025. Namun menariknya, produk investasi berbasis ETF tersebut justru masih mencatat arus dana yang kuat.

Analis ETF Bloomberg Eric Balchunas menyebut ETF Solana berhasil mengumpulkan sekitar US$1,5 miliar arus masuk sejak peluncurannya. Hal ini terjadi meskipun harga token SOL telah turun lebih dari 57% dalam periode yang sama.

Menurut Balchunas, kondisi tersebut menunjukkan ketahanan minat investor institusional terhadap Solana.

“Sekitar 50% arus dana ETF berasal dari investor institusional. Ini menunjukkan basis investor yang serius dan merupakan sinyal positif untuk masa depan,” ujarnya.

ETF Solana Catat Kinerja Kuat

Dilaporkan Cointelegraph, jika disesuaikan dengan kapitalisasi pasar, kinerja ETF Solana bahkan disebut melampaui Bitcoin pada tahap awal peluncurannya.

Dengan kapitalisasi pasar Solana sekitar US$50 miliar dibandingkan Bitcoin yang mencapai sekitar US$1,4 triliun, arus dana ETF Solana setara dengan sekitar US$54 miliar dalam skala Bitcoin.

Angka tersebut sekitar dua kali lipat dibandingkan arus dana yang diterima ETF Bitcoin pada periode yang sama setelah peluncurannya.

Balchunas menilai angka tersebut cukup mengesankan mengingat kondisi pasar Solana yang sedang mengalami penurunan harga.

Biasanya, ETF yang diluncurkan saat harga aset dasar turun tajam akan kesulitan menarik dana investor.

“Jika sebuah aset turun 57% dalam enam bulan pertama, biasanya hampir mustahil bagi ETF untuk tetap mendapatkan arus masuk dana,” kata Balchunas.

Menurut Tim Research Tokocrypto, resiliensi institusi di SOL jauh lebih kuat dari ritel. Meski harga lumat, inflow tetap stabil.

“Ini sinyal kalau big money nggak peduli sama volatilitas jangka pendek dan lebih fokus ke akumulasi jangka panjang. SOL bukan cuma mainan memecoin lagi,” ungkapnya.

Baca juga: Solana Tiba-Tiba Meledak 14%, Aktivitas Jaringan Jadi Pemicu?

Pergerakan Dana ETF Masih Stabil

Meski secara umum masih mencatat arus dana positif, ETF Solana sempat mengalami arus keluar bersih pertama dalam lebih dari satu bulan pada Kamis, dengan sekitar US$6 juta keluar dari enam produk ETF yang tersedia.

Peristiwa tersebut terjadi sehari setelah ETF Solana mencatat arus masuk bersih sekitar US$19 juta.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun minat investor masih kuat, volatilitas tetap terjadi dalam aliran dana ETF.

Harga SOL Masih Tertekan

Harga Solana sendiri masih berada jauh di bawah rekor tertingginya. Token ini sempat mencapai all-time high di sekitar US$293 pada Januari 2025 ketika tren memecoin mendorong aktivitas jaringan.

Saat ini SOL diperdagangkan di kisaran US$88, atau sekitar 70% lebih rendah dari puncak tersebut.

Sejak awal 2026, harga Solana juga telah turun hampir 30%, mencerminkan tekanan yang masih terjadi di pasar altcoin secara umum.

Meski demikian, kuatnya arus dana ke ETF menunjukkan sebagian investor institusional masih melihat potensi jangka panjang pada ekosistem Solana.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

MYX Anjlok 95% dalam Sebulan, Bisakah Whale Menyelamatkan Harga?

Token MYX Finance mengalami salah satu penurunan paling tajam di pasar kripto dalam beberapa waktu terakhir. Dalam sebulan terakhir, harga MYX tercatat anjlok sekitar 95%, mencerminkan tekanan jual yang terus mendominasi pasar.

Saat ini MYX diperdagangkan di kisaran US$0,30. Penurunan drastis tersebut terjadi di tengah melemahnya kepercayaan investor dan minimnya katalis positif yang mampu mendorong pemulihan harga.

Tekanan Jual Masih Mendominasi

Dilaporkan BeInCrypto, indikator Chaikin Money Flow (CMF) menunjukkan kondisi yang masih negatif untuk MYX. Selama sebulan terakhir, indikator ini berada jauh di bawah garis nol, menandakan arus keluar dana yang terus berlanjut.

Posisi CMF di wilayah negatif menunjukkan lebih banyak modal keluar dari aset dibandingkan yang masuk. Kondisi ini menegaskan bahwa sentimen pasar terhadap MYX masih didominasi oleh sikap pesimistis.

Tekanan jual yang konsisten tersebut membuat peluang pemulihan harga dalam jangka pendek terlihat terbatas tanpa perubahan besar dalam sentimen investor.

Menurut Tim Research Tokocrypto, sentimen negatif di pasar futures semakin memperburuk situasi dengan risiko likuidasi besar jika harga menembus ke bawah $0,45.

“Pemulihan signifikan hanya mungkin terjadi jika bursa mampu membalikkan level $0,399 menjadi support untuk menargetkan kembali angka psikologis $1,” jelasnya.

Baca juga: MYX Finance Anjlok 70% dan Masuk Zona Oversold, Koreksi Berlanjut?

Risiko Likuidasi di Pasar Derivatif

Selain tekanan dari pasar spot, data dari pasar derivatif juga menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut. Peta likuidasi menunjukkan bahwa trader bearish bersiap menghadapi kemungkinan penurunan harga tambahan.

Jika harga MYX turun di bawah level US$0,45, likuidasi sekitar US$2,6 juta dapat terjadi di pasar futures. Kondisi ini menunjukkan banyak trader memposisikan diri untuk penurunan harga lebih lanjut.

Dominasi posisi bearish tersebut memperkuat pandangan bahwa pasar masih memperkirakan tekanan turun pada harga MYX.

Whale Mulai Akumulasi

Di tengah kondisi pasar yang lemah, investor besar atau whale mulai meningkatkan kepemilikan mereka. Data menunjukkan alamat yang memegang lebih dari US$1 juta dalam MYX telah meningkatkan kepemilikannya sekitar 24%.

Saat ini kelompok investor tersebut memegang lebih dari 253.013 token MYX. Meski langkah ini dapat menunjukkan kepercayaan sebagian investor besar, akumulasi tersebut sejauh ini belum mampu membalikkan tren penurunan harga.

Analis menilai bahwa tanpa perubahan sentimen pasar secara luas, pembelian oleh whale saja kemungkinan belum cukup untuk menghentikan tekanan jual.

Level Harga Penting MYX

Dari sisi teknikal, MYX masih menghadapi risiko penurunan lebih lanjut. Jika harga turun di bawah support US$0,209, aset ini berpotensi jatuh ke level sekitar US$0,138 bahkan hingga US$0,091.

Namun skenario tersebut dapat berubah jika pasar kripto secara keseluruhan mengalami pemulihan. Jika MYX mampu menembus dan mempertahankan level US$0,399 sebagai support, harga berpotensi naik menuju resistance di sekitar US$1,005.

Untuk saat ini, MYX masih berada dalam tekanan kuat, dengan arah harga ke depan sangat bergantung pada perubahan sentimen pasar serta potensi katalis baru yang dapat mengembalikan kepercayaan investor.

Baca Juga: 5 Token IDO Teratas di Binance Wallet: MYX Finance Meroket 66%


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Token HYPE Melonjak, Potensi Naik 90% ke Rekor Harga Baru

Token Hyperliquid (HYPE) mencatat kenaikan signifikan dalam beberapa pekan terakhir, memicu spekulasi bahwa harga aset ini berpotensi mencapai rekor tertinggi baru. Sejak 24 Februari, HYPE telah naik sekitar 31% dan saat ini diperdagangkan di kisaran US$32.

Kinerja ini bahkan melampaui beberapa aset kripto besar seperti Bitcoin, Ethereum, dan Solana yang masih mencatat pelemahan dalam periode 30 hari terakhir. Analis menilai kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya aktivitas perdagangan aset keuangan tradisional di platform Hyperliquid.

Hyperliquid Buka Akses TradFi 24 Jam

Dilaporkan BeInCrypto, Hyperliquid menarik perhatian karena menawarkan perdagangan derivatif aset tradisional seperti minyak, emas, perak, hingga saham secara 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu.

Berbeda dengan pasar keuangan tradisional yang memiliki jam operasional terbatas, platform ini memungkinkan trader memperdagangkan aset seperti NVIDIA atau komoditas energi kapan saja menggunakan kontrak perpetual.

Lonjakan aktivitas terlihat pada akhir pekan 1–2 Maret ketika volume perdagangan di platform tersebut melampaui US$6,4 miliar hanya dalam satu hari. Perdagangan kontrak perpetual minyak bahkan dilaporkan melonjak hampir 20%.

Data dari Delphi Digital juga menunjukkan bahwa aset tradisional yang ditokenisasi kini menyumbang sekitar 31,6% dari total volume perdagangan Hyperliquid, meningkat tajam dari kurang dari 5% hanya sebulan sebelumnya.

Baca Juga: Hyperliquid Dirikan Policy Center di Washington, Sinyal Baru Lobi DeFi

Mekanisme Burn Dorong Tekanan Pasokan

Kenaikan aktivitas perdagangan ini berdampak langsung pada mekanisme deflasi token HYPE. Sekitar 97% biaya transaksi di platform dialokasikan ke sistem yang secara otomatis membeli token HYPE dari pasar dan membakarnya secara permanen.

Selain itu, biaya gas dari HyperEVM juga ikut dibakar, sehingga setiap transaksi di platform secara langsung mengurangi suplai token.

Data terbaru menunjukkan platform menghasilkan sekitar US$2,74 juta biaya transaksi dalam 24 jam dan sekitar US$16,96 juta dalam tujuh hari terakhir. Selama periode tersebut, sekitar US$9,22 juta token HYPE telah dibakar.

Saat ini jumlah token yang dibakar setiap hari mencapai lebih dari 48.000 HYPE, sementara emisi token baru dari staking hanya sekitar 26.790 HYPE per hari. Artinya, tingkat pembakaran token sekitar dua kali lebih cepat dibandingkan pencetakan token baru.

Smart Money Dominan Posisi Long

Data on-chain juga menunjukkan perbedaan strategi antara investor institusional dan investor ritel. Menurut analisis Nansen AI, dompet yang dikategorikan sebagai smart money memegang posisi long sekitar US$8,5 juta pada HYPE, sementara posisi short hanya sekitar US$70.000.

Beberapa investor besar seperti Arrington XRP Capital dan Selini Capital juga tercatat membuka posisi long pada token tersebut.

Sebaliknya, trader ritel justru lebih banyak membuka posisi short. Data peta likuidasi menunjukkan potensi likuidasi short cukup besar di atas level harga US$34, yang dapat memicu short squeeze jika harga berhasil menembus area tersebut.

Menurut Tim Research Tokocrypto, mekanisme burn flywheel Hyperliquid yang menghanguskan biaya transaksi dari perdagangan aset TradFi menciptakan tekanan suplai negatif yang sangat kuat.

“Secara teknis, keberhasilan menembus resistance $34 dapat memicu short squeeze menuju target jangka panjang di area $62,” jelasnya.

Target Harga Hingga US$62

Dari sisi teknikal, harga HYPE baru saja kembali menembus indikator 20-day exponential moving average (EMA), yang sebelumnya juga menjadi titik awal reli besar pada Januari.

Pada saat itu, harga HYPE melonjak sekitar 81% hingga mencapai US$43 sebelum mengalami koreksi.

Jika pola serupa terulang, analis memproyeksikan beberapa level resistance penting di sekitar US$34, US$39, dan US$43. Jika harga mampu menembus level tersebut, target berikutnya berada di kisaran US$48 hingga US$62.

Level US$62 akan menandai rekor harga baru bagi HYPE, melampaui puncak sebelumnya di atas US$59 pada September 2025.

Namun skenario bullish ini dapat berubah jika harga turun di bawah US$30. Penurunan lebih dalam hingga US$25 berpotensi membatalkan struktur kenaikan yang sedang terbentuk.

Baca Juga: Eks Co-Founder Multicoin Capital: Hyperliquid Salah Dalam Segala Hal!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Cardano Naik, Tapi Sinyal Bahaya Muncul, Harga ADA Bisa Jatuh Lagi?

Harga Cardano (ADA) sempat mencatat pemulihan sekitar 10% dari titik terendah pada 4 Maret seiring dengan kenaikan pasar kripto secara umum. Dalam 24 jam terakhir, token ini juga naik sekitar 5%, memberi sedikit kelegaan bagi investor setelah periode tekanan harga yang berlangsung beberapa minggu.

Namun di balik kenaikan tersebut, sejumlah indikator teknikal dan data on-chain menunjukkan risiko penurunan masih membayangi. Analis menilai reli terbaru Cardano kemungkinan masih menghadapi tekanan jual yang signifikan.

Sinyal Bearish Tersembunyi Muncul

Dari sisi teknikal, grafik 12 jam Cardano saat ini membentuk pola head and shoulders, pola yang sering dikaitkan dengan potensi pembalikan tren.

Struktur pola ini mulai terbentuk sejak awal Februari dengan bagian left shoulder, head, dan right shoulder yang kini terlihat jelas. Garis neckline dari pola tersebut berada di sekitar level US$0,26.

Pada 4 Maret, harga sempat mencoba menembus support ini sebelum akhirnya kembali naik mengikuti reli pasar kripto yang lebih luas.

Namun indikator Relative Strength Index (RSI) menunjukkan sinyal hidden bearish divergence. Dalam periode 2 hingga 4 Maret, harga ADA membentuk lower highs sementara RSI justru mencatat higher highs.

Kondisi ini biasanya menunjukkan bahwa tren turun masih berpotensi berlanjut meskipun harga sempat mengalami kenaikan sementara.

Menurut Tim Research Tokocrypto, lonjakan on-chain coin movement sebesar 54% baru-baru ini menandakan bahwa banyak holder lama mulai memindahkan asetnya untuk melakukan aksi ambil untung atau exit.

“Jika support $0,25 gagal dipertahankan, ADA berisiko merosot lebih dalam hingga 18% menuju area $0,21,” analisanya.

Pergerakan Koin Meningkat

Dilaporkan BeInCrypto, data on-chain dari Santiment memperkuat kekhawatiran tersebut. Metrik Spent Coins Age Band yang melacak aktivitas pergerakan koin lama menunjukkan peningkatan tajam dalam beberapa hari terakhir.

Pada 3 Maret, sekitar 93 juta ADA berpindah di jaringan. Dua hari kemudian, jumlah ini meningkat menjadi lebih dari 143 juta ADA atau naik sekitar 54%.

Lonjakan aktivitas ini dapat mengindikasikan banyak investor memindahkan koin mereka selama reli harga, yang berpotensi berkaitan dengan persiapan untuk menjual aset.

Risiko dari Posisi Leverage

Selain itu, pasar derivatif juga menunjukkan potensi risiko tambahan. Data peta likuidasi Binance menunjukkan posisi long pada pasangan ADA/USDT lebih besar dibandingkan posisi short.

Nilai leverage long tercatat sekitar US$22 juta, sementara posisi short sekitar US$17 juta. Artinya, posisi long sekitar 26% lebih besar dari posisi short.

Jika harga mulai turun, posisi long yang terlalu besar dapat memicu likuidasi berantai yang mempercepat penurunan harga.

Sementara itu, data dompet menunjukkan investor besar atau whale belum meningkatkan akumulasi secara signifikan. Sebagian besar alamat dengan kepemilikan lebih dari 100 juta ADA mempertahankan saldo mereka tanpa perubahan besar.

Level Harga Penting

Saat ini Cardano diperdagangkan di sekitar US$0,27, mendekati area support utama dari pola head and shoulders.

Resistance terdekat berada di sekitar US$0,28. Penutupan candle 12 jam di atas level ini dapat menunjukkan bahwa pembeli mulai kembali menguasai pasar.

Jika momentum terus menguat, harga berpotensi menguji resistance berikutnya di sekitar US$0,29 hingga US$0,31. Penembusan di atas US$0,31 akan membatalkan struktur bearish yang ada.

Sebaliknya, jika harga turun di bawah US$0,25, pola head and shoulders akan terkonfirmasi. Dalam skenario tersebut, ADA berpotensi turun hingga sekitar US$0,21 atau sekitar 18% dari level neckline.

Untuk saat ini, reli 10% Cardano memang berhasil menunda potensi penurunan. Namun kombinasi sinyal teknikal, peningkatan pergerakan koin, dan dominasi posisi long menunjukkan pasar masih menghadapi ujian penting dalam beberapa hari ke depan.

Baca Juga: Viral Rumor Cardano Shutdown, Tapi Laporan Resmi Justru Bikin Kaget!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

X Money Muncul ke Publik, Platform Elon Musk Segera Integrasi Kripto?

Platform media sosial X (sebelumnya Twitter) mulai memperlihatkan tampilan pertama layanan finansial barunya, X Money. Peluncuran gambar antarmuka awal ini langsung memicu spekulasi luas mengenai kemungkinan integrasi aset kripto dalam layanan tersebut.

Dilaporkan BeInCrypto, X Money merupakan bagian dari ambisi Elon Musk untuk mengubah X menjadi super-app keuangan yang mampu menangani berbagai transaksi finansial dalam satu platform.

Menurut Tim Research Tokocrypto, ambisi Musk untuk mengubah X menjadi “Everything App” memerlukan infrastruktur pembayaran yang skalabel dan efisien.

“Jika integrasi kripto beneran terwujud, X bakal jadi katalis adopsi massal terbesar dalam sejarah pembayaran digital global,” ucapnya.

Tampilan Pertama X Money Terungkap

Informasi mengenai X Money pertama kali dibagikan oleh aktor William Shatner, yang dikenal melalui perannya sebagai Captain Kirk dalam serial Star Trek. Ia juga mengajak pengguna untuk mencoba program beta layanan tersebut.

Dari tangkapan layar yang beredar, antarmuka X Money terlihat sederhana dan berfokus pada tiga menu utama, yakni Account, Rewards, dan Activity.

Melalui aplikasi ini, pengguna dapat mengirim dan menerima uang, meminta pembayaran, serta melakukan deposit dana. Salah satu fitur yang menarik perhatian adalah kemampuan menerima direct deposit dan memperoleh imbal hasil hingga sekitar 6% APY.

Baca juga: Dogecoin Tembus US$0,12, Melejit Usai Elon Musk Puji CEO Nvidia

Spekulasi Integrasi Kripto Muncul

Kemunculan X Money memicu diskusi mengenai kemungkinan integrasi kripto di dalam platform tersebut. Akun analisis Teslaconomics memperkirakan bahwa layanan ini pada akhirnya akan mendukung berbagai aktivitas finansial, termasuk investasi saham, pinjaman, rekening pasar uang, hingga pengelolaan aset digital.

Prediksi tersebut juga menyebut kemungkinan integrasi kripto langsung di dalam timeline X, memungkinkan pengguna melihat harga aset dan melakukan transaksi secara langsung dari platform.

Elon Musk sendiri me-repost unggahan tersebut, yang dianggap sebagai sinyal tidak langsung bahwa fitur-fitur tersebut bisa menjadi bagian dari rencana pengembangan X Money.

Stablecoin Diprediksi Jadi Fokus

Sebelumnya muncul spekulasi bahwa X Money akan menerima pembayaran menggunakan Dogecoin atau XRP. Namun analis pasar Chamath Palihapitiya menilai kemungkinan terbesar adalah penggunaan stablecoin sebagai fondasi sistem pembayaran di platform tersebut.

Menurutnya, model tersebut berpotensi menciptakan sistem finansial yang memungkinkan keuntungan lebih besar bagi pengguna dibandingkan platform.

Meski Elon Musk belum secara langsung mengonfirmasi integrasi kripto, komentarnya menunjukkan dukungan terhadap arah pengembangan tersebut.

Menuju Super-App Keuangan

Dengan lebih dari 600 juta pengguna aktif bulanan, integrasi layanan finansial di X berpotensi memberikan dampak besar terhadap industri pembayaran digital.

Proyek X Money sendiri telah memperoleh lisensi pengiriman uang di lebih dari 40 negara bagian di Amerika Serikat, yang menjadi langkah penting menuju peluncuran layanan secara nasional.

Seiring meningkatnya persaingan di sektor pembayaran berbasis stablecoin yang juga melibatkan perusahaan besar seperti Visa, Stripe, dan Meta, X Money diperkirakan akan menjadi salah satu pemain utama dalam ekosistem keuangan digital yang sedang berkembang.

Baca juga: Dogecoin Tertekan Jelang Akhir Tahun, Harga Terjebak di $0,12


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

PI Turun 6% ke $0,210 Setelah Reli Mingguan

Harga Pi Network (PI) mengalami koreksi dalam perdagangan 24 jam terakhir setelah sebelumnya mencatat reli kuat sepanjang minggu.

Berdasarkan data pasar terbaru dari Coinmarketcap pada Minggu (8/3), harga PI turun sekitar 6,49% ke level $0,210, menjadikannya salah satu altcoin yang mengalami tekanan jual setelah lonjakan tajam sebelumnya.

Penurunan ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang juga melemah. Aset kripto terbesar dunia, Bitcoin (BTC), tercatat turun sekitar 1,53%, sementara kapitalisasi pasar kripto global dilaporkan menyusut lebih dari $50 miliar dalam periode yang sama.

Meskipun demikian, analis menilai koreksi ini lebih mencerminkan fase konsolidasi alami setelah reli besar, bukan perubahan tren jangka panjang yang signifikan.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik 15% Saat Pasar Kripto Melemah, Rotasi ke Altcoin

Profit-Taking Setelah Reli Tajam

Faktor utama yang memicu penurunan harga Pi dalam 24 jam terakhir adalah aksi ambil untung (profit-taking) oleh trader setelah kenaikan harga yang cukup agresif.

Dalam sepekan terakhir, harga PI melonjak lebih dari 23% dan bahkan sempat menyentuh level tertinggi dalam tiga bulan di sekitar $0,233 pada 7 Maret.

Kenaikan tersebut didorong oleh sejumlah perkembangan positif di ekosistem Pi, termasuk pembaruan protokol versi v19.9 serta rencana pengembangan teknologi distributed AI computing.

Namun dalam pasar kripto, reli tajam sering kali diikuti oleh fase koreksi jangka pendek ketika investor mulai mengamankan keuntungan mereka.

Kondisi ini juga sering terjadi ketika indikator teknikal menunjukkan bahwa aset berada dalam kondisi overbought, sehingga pasar membutuhkan waktu untuk melakukan penyesuaian sebelum melanjutkan tren berikutnya.

Jika volume perdagangan mulai menurun dalam beberapa hari ke depan, hal tersebut dapat menjadi tanda bahwa tekanan jual mulai mereda dan pasar memasuki fase konsolidasi.

Tekanan dari Pasar Altcoin dan Kekhawatiran Token Supply

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 8 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 8 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Selain aksi ambil untung, penurunan harga Pi juga dipengaruhi oleh sentimen negatif di pasar altcoin secara keseluruhan.

Ketika Bitcoin mengalami penurunan, banyak altcoin biasanya ikut terdampak karena aliran likuiditas di pasar kripto cenderung mengikuti pergerakan aset utama.

Dalam kondisi pasar yang lebih berhati-hati atau risk-off, investor sering mengurangi eksposur terhadap altcoin yang dianggap memiliki risiko lebih tinggi.

Selain itu, komunitas juga masih menyoroti jumlah pasokan token Pi yang sangat besar serta potensi unlock token di masa depan.

Faktor tokenomik seperti ini sering kali menjadi perhatian investor karena pelepasan token baru ke pasar dapat meningkatkan tekanan jual dalam jangka panjang.

Meski belum ada perubahan langsung pada jadwal unlock, kekhawatiran tersebut tetap menjadi faktor psikologis yang dapat memengaruhi sentimen pasar terhadap Pi.

Level Kunci yang Harus Diperhatikan

Dalam jangka pendek, level $0,200 menjadi area support psikologis yang sangat penting bagi pergerakan harga Pi.

Jika harga mampu bertahan di atas level ini, PI berpotensi memasuki fase konsolidasi sebelum mencoba kembali menguji area $0,233, yang merupakan level tertinggi terbaru.

Namun jika tekanan jual terus meningkat dan harga turun di bawah $0,200, maka potensi koreksi yang lebih dalam menuju area $0,180 bisa terbuka.

Selain faktor teknikal, pasar juga menantikan perkembangan dari tim Pi Network menjelang **Pi Day yang jatuh pada 14 Maret.

Hari tersebut sering menjadi momentum penting bagi komunitas Pi karena proyek ini kerap mengumumkan pembaruan atau inisiatif baru di sekitar tanggal tersebut.

Baca Juga: Harga Pi Network Melonjak 8%, Dipicu Upgrade Jaringan dan Pi Day

Prospek Jangka Pendek Pi Network

Secara keseluruhan, koreksi harga PI saat ini masih dapat dianggap sebagai konsolidasi sehat setelah kenaikan parabolik dalam beberapa hari terakhir.

Namun, kondisi pasar kripto yang masih diliputi ketidakpastian serta kekhawatiran terkait suplai token membuat prospek jangka pendek Pi berada dalam tekanan moderat.

Dalam 24 hingga 48 jam ke depan, pergerakan harga di sekitar support $0,200 akan menjadi indikator penting untuk menentukan arah tren selanjutnya.

Jika level tersebut mampu dipertahankan, Pi berpotensi membangun basis harga baru sebelum mencoba melanjutkan momentum kenaikan.

Sebaliknya, jika support tersebut ditembus, tekanan jual bisa meningkat dan mendorong harga menuju area support berikutnya di sekitar $0,180.

Bagi investor dan trader, periode ini menjadi fase krusial untuk memantau apakah reli sebelumnya masih memiliki tenaga, atau justru memasuki fase koreksi yang lebih dalam.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Turun ke $66.947, Dibayangi Tekanan

Harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami koreksi dalam perdagangan 24 jam terakhir.

Berdasarkan data pasar terbaru via Tokocrypto pada Minggu (8/3), harga BTC hari ini berada di kisaran $66.947,28 per koin, turun sekitar 1,68% hingga 1,72% dibandingkan hari sebelumnya.

Penurunan ini terjadi di tengah aktivitas perdagangan yang masih cukup aktif di pasar kripto global.

Volume perdagangan Bitcoin dalam 24 jam mencapai sekitar $24,1 miliar, sementara kapitalisasi pasar BTC berada di sekitar $1,33 triliun, mempertahankan posisinya sebagai aset kripto dengan nilai pasar terbesar di dunia.

Meski mengalami tekanan jangka pendek, Bitcoin masih mendominasi pasar kripto dengan pasokan beredar sekitar 20 juta BTC, atau sekitar 95% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Koreksi 3%, Bitcoin Turun ke $68.059

Pergerakan Harga BTC dalam 24 Jam

Dalam periode 24 jam terakhir, Bitcoin menunjukkan volatilitas yang relatif moderat.

Harga sempat mencapai level tertinggi harian di $68.211, sebelum akhirnya terkoreksi hingga menyentuh level terendah di $66.878.

Rentang pergerakan ini menandakan bahwa tekanan jual masih cukup kuat ketika BTC mencoba mendekati area $68.000.

Setelah gagal mempertahankan level tersebut, harga mulai bergerak turun dan kembali stabil di kisaran $66.000 hingga $67.000.

Secara jangka sangat pendek, pergerakan harga juga terlihat relatif stabil. Dalam satu jam terakhir, perubahan harga tercatat sekitar -0,15%, menandakan pasar masih berada dalam fase konsolidasi.

Sementara itu, jika dilihat dari perspektif mingguan, Bitcoin mengalami sedikit penurunan sekitar 0,71% dalam tujuh hari terakhir, yang menunjukkan bahwa pasar masih mencoba mencari arah tren berikutnya.

Kinerja Harga Bitcoin dalam Beberapa Bulan

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 8 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 8 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika melihat pergerakan harga dalam jangka waktu yang lebih panjang, performa Bitcoin menunjukkan dinamika yang cukup besar.

Dalam 30 hari terakhir, harga BTC justru mencatat kenaikan sekitar $2.144 atau sekitar 3,31%.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi koreksi harian, tren jangka menengah masih memiliki momentum positif.

Namun jika melihat periode yang lebih panjang, koreksi yang lebih signifikan terlihat.

Dalam 60 hari terakhir, harga Bitcoin turun sekitar $25.711 atau sekitar 27,75%. Sementara dalam 90 hari terakhir, BTC juga masih mencatat penurunan sekitar 26,65%.

Koreksi ini terjadi setelah Bitcoin sebelumnya mencapai rekor harga tertinggi sepanjang masa di $126.198.

Setelah mencetak rekor tersebut, pasar kripto memasuki fase konsolidasi yang cukup dalam, yang sering terjadi setelah reli besar.

Kapitalisasi Pasar dan Dominasi Bitcoin

Dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,33 triliun, Bitcoin tetap menempati posisi 1 sebagai aset kripto paling bernilai di dunia.

Selain itu, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (fully diluted market cap) Bitcoin diperkirakan mencapai sekitar $1,40 triliun, yang mencerminkan valuasi jika seluruh suplai maksimal BTC telah beredar di pasar.

Struktur suplai Bitcoin yang terbatas menjadi salah satu faktor utama yang membuat aset ini sering dianggap sebagai “digital gold” oleh banyak investor.

Keterbatasan suplai tersebut juga menjadi salah satu alasan mengapa Bitcoin sering menjadi aset utama dalam portofolio investor kripto, terutama ketika pasar mengalami ketidakpastian.

Level Teknis yang Perlu Diperhatikan

Dari perspektif analisis teknikal, terdapat beberapa level penting yang kini menjadi perhatian pelaku pasar.

Area $66.800 hingga $67.000 saat ini berfungsi sebagai support jangka pendek.

Jika harga mampu bertahan di atas level tersebut, Bitcoin berpotensi kembali mencoba menguji resistance di sekitar $68.000 hingga $69.000.

Namun jika tekanan jual meningkat dan harga turun di bawah support tersebut, maka BTC berpotensi mengalami koreksi lebih lanjut menuju area $65.000.

Untuk kembali membangun momentum bullish yang lebih kuat, Bitcoin perlu menembus dan bertahan di atas area $69.000 hingga $70.000.

Baca Juga: Riset Kripto 2-6 Mar 2026: Bitcoin Bullish di Tengah Ketegangan Geopolitik

Prospek Bitcoin ke Depan

Meskipun mengalami penurunan dalam jangka pendek, fundamental Bitcoin sebagai aset kripto terbesar masih tetap kuat.

Likuiditas pasar yang tinggi, kapitalisasi besar, serta minat investor institusional yang terus berkembang membuat BTC tetap menjadi indikator utama bagi pergerakan pasar kripto secara keseluruhan.

Dalam waktu dekat, pergerakan Bitcoin kemungkinan akan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk sentimen pasar global, arus modal investor, serta perkembangan regulasi kripto di berbagai negara.

Bagi trader dan investor, fase volatilitas seperti saat ini sering kali menjadi periode penting untuk menentukan arah tren berikutnya.

Jika Bitcoin mampu mempertahankan level support utama dan kembali menarik minat beli, peluang pemulihan harga dalam jangka menengah masih tetap terbuka.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com