Tag Archives: kripto

Transfer USDC Meledak, Volume Stablecoin Tembus Rekor $1,8 Triliun

Aktivitas transaksi stablecoin mencatat rekor baru pada Februari 2026 setelah volume transfer bulanan mencapai sekitar US$1,8 triliun. Menariknya, stablecoin USDC justru mendominasi sebagian besar aktivitas tersebut dan melampaui Tether (USDT) dalam volume transaksi.

Data dari platform analitik Allium menunjukkan bahwa sekitar 70% dari total volume transaksi stablecoin pada Februari berasal dari USDC. Angka ini menjadikan USDC sebagai stablecoin dengan aktivitas transfer terbesar selama periode tersebut.

USDC Salip USDT dalam Volume Transaksi

Dilaporkan Cointelegraph, volume transaksi USDC tercatat mencapai sekitar US$1,26 triliun sepanjang Februari. Angka ini lebih dari dua kali lipat dibandingkan volume transaksi USDT yang berada di sekitar US$514 miliar.

Perkembangan ini dinilai cukup mengejutkan oleh sebagian analis karena kapitalisasi pasar USDC masih jauh lebih kecil dibandingkan USDT.

Saat ini USDC memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$77,4 miliar, sedangkan USDT mencapai sekitar US$184 miliar.

Meski demikian, pendiri Moonrock Capital Simon Dedic mengatakan bahwa dalam beberapa bulan terakhir USDC secara konsisten melampaui USDT dalam hal volume transfer.

Menurut Tim Research Tokocrypto, implikasi besarnya adalah stablecoin semakin berfungsi sebagai infrastruktur settlement inti, bukan sekadar tempat parkir dana di exchange.

“Bagi pasar, kenaikan volume transfer ini mendukung pandangan bahwa pembayaran, trading, dan perpindahan modal onchain semakin terkonsolidasi di aset berbasis dolar sebagai lapisan likuiditas utama crypto,” analisanya.

Baca juga: Stablecoin Tanpa Bunga Jadi Standar? OCC Buka Babak Baru Regulasi

Pasokan USDC Tumbuh Cepat

Selain volume transaksi yang meningkat, pasokan USDC juga tercatat tumbuh lebih cepat dibandingkan USDT dalam beberapa pekan terakhir.

Perusahaan analitik blockchain Arkham melaporkan bahwa lebih dari US$3 miliar USDC telah dicetak sejak awal Maret. Sementara itu, pasokan USDT relatif tidak mengalami perubahan signifikan dalam periode yang sama.

Kinerja ini sejalan dengan laporan keuangan Circle Internet Group, penerbit USDC, yang mencatat hasil kuat pada kuartal keempat 2025 berkat pertumbuhan bisnis pembayaran dan peningkatan penggunaan USDC.

Likuiditas Stablecoin Dorong Daya Beli Pasar

Meningkatnya aktivitas stablecoin juga menjadi sinyal penting bagi pasar kripto secara keseluruhan.

Indikator Stablecoin Supply Ratio (SSR), yang membandingkan kapitalisasi pasar Bitcoin dengan kapitalisasi pasar stablecoin, menunjukkan tren pemulihan setelah sempat turun tajam pada Februari.

Menurut analis CryptoQuant Sunny Mom, perbaikan SSR menunjukkan bahwa daya beli mulai kembali ke pasar.

Pasokan stablecoin di bursa kripto juga meningkat. Data CryptoQuant menunjukkan jumlah stablecoin di exchange mencapai sekitar US$66,5 miliar, level tertinggi dalam tiga minggu terakhir.

Arus Masuk Stablecoin ke Bursa Meningkat

Lonjakan likuiditas juga terlihat dari arus masuk stablecoin ke bursa kripto.

Pada 5 Maret, total stablecoin yang dipindahkan ke exchange mencapai sekitar US$5,14 miliar, meningkat signifikan dibandingkan sekitar US$1,14 miliar pada 1 Maret.

Dalam siklus pasar sebelumnya, meningkatnya pasokan stablecoin di bursa sering menjadi indikator meningkatnya daya beli investor terhadap aset kripto.

Jika tren ini berlanjut, likuiditas yang kembali ke pasar dapat menjadi salah satu faktor yang mendukung pemulihan harga aset kripto, termasuk Bitcoin.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Whale XRP Diam-Diam Kumpulkan Likuiditas, Harga Tertekan?

Aktivitas perdagangan XRP menunjukkan tekanan jual yang masih dominan di pasar. Data order flow terbaru mengindikasikan bahwa pelaku pasar besar atau whale kemungkinan sedang mengumpulkan likuiditas dari sisi penjualan ketika harga bergerak lemah.

Saat ini XRP diperdagangkan di sekitar US$1,35 dengan kapitalisasi pasar sekitar US$83 miliar. Meskipun harga masih bergerak stabil dalam jangka pendek, struktur pasar menunjukkan dominasi order jual yang cukup kuat.

Tekanan Jual Masih Mendominasi

Dilaporkan Crypto Quant, data rasio order menunjukkan angka sekitar 0,912, yang berarti jumlah order jual agresif lebih besar dibandingkan order beli.

Dalam kondisi ini, pihak yang mengambil likuiditas di pasar adalah para penjual yang menggunakan market order. Hal tersebut menandakan adanya agresivitas dari sisi penjualan.

Sementara itu, pembeli lebih banyak bertindak pasif dengan menempatkan limit order. Artinya, pembeli masih ada di pasar, tetapi tidak memberikan tekanan beli yang cukup kuat untuk mendorong harga naik.

Menurut Tim Research Tokocrypto, cadangan di exchange yang menipis adalah sinyal berkurangnya selling pressure secara struktural.

“Kalau demand stabil, penurunan ketersediaan barang di Binance ini bakal maksa harga buat re-adjust ke atas. Bottom might be in,” analisanya.

Baca juga: XRP Tertekan di 2026, Harga Bisa Turun Lagi?

Harga XRP Bergerak Lemah

Dengan rasio di bawah angka 1, pasar saat ini menunjukkan bahwa order jual lebih dominan dalam pergerakan harga.

Akibatnya, pergerakan XRP terlihat relatif lemah karena tidak didukung oleh pembelian agresif dari investor.

Struktur pasar seperti ini biasanya menunjukkan bahwa pelaku pasar besar sedang memanfaatkan likuiditas yang tersedia dari sisi penjualan sebelum mengambil posisi lebih besar.

Potensi Tekanan Harga Berlanjut

Jika rasio order tetap berada di bawah 1 dan harga terus bergerak lemah, kondisi tersebut dapat menandakan bahwa struktur pasar masih didominasi oleh tekanan jual.

Hubungan antara rasio order dan pergerakan harga pada grafik juga menunjukkan korelasi yang cukup jelas.

Karena itu, tekanan jual terhadap XRP berpotensi bertahan dalam waktu dekat jika tidak muncul permintaan beli yang lebih kuat.

Pergerakan Harga XRP

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 9 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 9 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Data pasar menunjukkan XRP saat ini diperdagangkan di kisaran US$1,35 dengan volume transaksi 24 jam sekitar US$2,17 miliar.

Dalam 30 hari terakhir harga XRP tercatat turun sekitar 4,3%. Penurunan lebih tajam terjadi dalam jangka dua hingga tiga bulan, di mana harga turun lebih dari 34%.

Dengan suplai beredar sekitar 61,23 miliar token dari total maksimum 100 miliar, XRP masih menjadi salah satu aset kripto terbesar dengan peringkat kelima berdasarkan kapitalisasi pasar.

Ke depan, arah harga XRP akan sangat bergantung pada perubahan keseimbangan antara tekanan jual dan munculnya permintaan beli yang lebih agresif di pasar.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Co-Founder Ethereum Kirim ETH Rp2,4 Triliun ke Bursa, Sinyal Jual?

Salah satu pendiri Ethereum, Jeffrey Wilcke, kembali menjadi sorotan setelah dompet kripto yang dikaitkan dengannya memindahkan puluhan ribu ETH ke bursa kripto Kraken. Transaksi besar ini memicu spekulasi di pasar mengenai potensi tekanan jual dari pemegang besar.

DIlaporkan Crypto Briefing, data on-chain menunjukkan bahwa sekitar 79.358 ETH senilai kurang lebih US$157 juta atau sekitar Rp2,4 triliun dipindahkan ke Kraken. Transaksi tersebut pertama kali dilaporkan oleh analis blockchain @ai_9684xtpa.

Langkah ini terjadi setelah dompet tersebut tidak menunjukkan aktivitas signifikan selama beberapa bulan terakhir.

Transfer Besar Setelah Lama Tidak Aktif

Pergerakan dana ini menjadi yang terbesar dalam beberapa bulan terakhir dari dompet yang diduga milik Wilcke.

Sebelumnya, sekitar delapan bulan lalu, dompet tersebut juga sempat memindahkan ETH senilai sekitar US$41 juta. Saat itu, data dari Lookonchain menunjukkan Wilcke masih memegang sekitar 95.897 ETH.

Transaksi ke bursa kripto sering kali menarik perhatian karena aset yang dikirim ke exchange berpotensi untuk dijual di pasar.

Menurut Tim Research Tokocrypto, yang penting di sini bukan cuma potensi tekanan jual, tapi sinyal sentimen: wallet pendiri yang kirim size besar ke exchange bisa memperbesar rasa takut pasar bahkan sebelum ada penjualan yang benar-benar terkonfirmasi.

“Untuk ETH, ini menegaskan bahwa trader masih sangat memperhatikan wallet insider lama sebagai indikator risiko distribusi dan volatilitas jangka pendek,” analisanya.

Baca juga: Ethereum Sentuh US$2.200, Analis Prediksi Rebound Lebih Besar

Peran Jeffrey Wilcke di Ethereum

Jeffrey Wilcke merupakan salah satu tokoh awal dalam pengembangan Ethereum. Ia bergabung dengan tim Ethereum pada akhir 2013 dan dikenal sebagai pencipta Geth.

Geth merupakan klien Ethereum yang paling banyak digunakan untuk menjalankan node di jaringan tersebut.

Wilcke berperan dalam menjaga infrastruktur inti Ethereum hingga sekitar 2018 sebelum akhirnya mundur dari pengembangan aktif dan beralih ke industri gim melalui proyek Grid Games.

Sebagai salah satu pendiri awal Ethereum, Wilcke diperkirakan menerima sekitar 463.000 ETH pada masa awal proyek tersebut.

Harga ETH Masih Berfluktuasi

Saat ini harga Ethereum berada di sekitar US$1.900 menurut data pasar terbaru. Dalam tujuh hari terakhir, ETH tercatat naik sekitar 4%.

Namun secara jangka panjang, harga Ethereum masih berada sekitar 60% di bawah rekor tertingginya yang mencapai sekitar US$4.900 pada Agustus tahun lalu.

Pergerakan dana dari tokoh besar seperti Wilcke sering kali menjadi perhatian pasar karena dapat memengaruhi sentimen investor.

Dalam sejarah pasar kripto, transaksi besar dari figur terkenal atau whale kerap memicu reaksi harga yang lebih kuat dibandingkan pergerakan dari dompet anonim.

Baca Juga: Tekanan Jual Anjlok 90%, Ethereum Siap Meledak Lagi?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Kasus SEC vs Justin Sun Berujung Denda $10 Juta, Tuduhan Dicabut

Otoritas pasar modal Amerika Serikat, U.S. Securities and Exchange Commission (SEC), resmi menutup gugatan hukum terhadap pengusaha kripto Justin Sun dan ekosistem TRON setelah tercapai kesepakatan penyelesaian dengan pembayaran denda sebesar $10 juta.

Denda tersebut dilaporkan dibayarkan oleh perusahaan Rainberry, entitas yang sebelumnya dikenal sebagai BitTorrent Inc., yang kini berada di bawah ekosistem Tron.

Dengan kesepakatan ini, sejumlah tuduhan yang sebelumnya diajukan oleh regulator, termasuk manipulasi pasar dan praktik wash trading, resmi dicabut.

Menariknya, penyelesaian ini dilakukan tanpa Justin Sun mengakui ataupun membantah tuduhan yang sebelumnya diajukan oleh SEC.

Baca Juga: Prediksi Harga Ethereum ala Justin Sun: Tembus $10.000

Latar Belakang Gugatan

Sebagaimana dikutip dari Cointelegraph, SEC sebelumnya menggugat Justin Sun dan beberapa perusahaan terkait pada tahun 2023.

Dalam gugatan tersebut, regulator menuduh Sun melakukan berbagai pelanggaran hukum sekuritas, termasuk manipulasi pasar terhadap token kripto tertentu.

Salah satu tuduhan utama adalah praktik wash trading, yaitu aktivitas perdagangan yang dilakukan untuk menciptakan kesan adanya volume transaksi tinggi tanpa perubahan kepemilikan aset secara nyata.

SEC juga menuding adanya promosi token yang dianggap melanggar aturan sekuritas Amerika Serikat.

Kasus tersebut menjadi salah satu dari sejumlah langkah penegakan hukum yang dilakukan regulator AS terhadap industri kripto selama beberapa tahun terakhir.

Namun setelah proses hukum berjalan, kedua pihak akhirnya mencapai kesepakatan yang mengakhiri sengketa tersebut.

Penyelesaian Tanpa Pengakuan Kesalahan

Pengusaha kripto, Justin Sun

Dalam kesepakatan tersebut, pembayaran denda dilakukan tanpa adanya pengakuan kesalahan dari pihak Justin Sun.

Model penyelesaian seperti ini cukup umum dalam kasus yang melibatkan SEC. Dengan pendekatan tersebut, regulator dapat menutup kasus melalui penyelesaian finansial tanpa harus melalui proses pengadilan panjang.

Bagi pihak yang dituduh, mekanisme ini juga memungkinkan mereka menghindari risiko keputusan pengadilan yang berpotensi lebih merugikan.

Dengan tercapainya kesepakatan ini, kasus yang sebelumnya menjadi perhatian besar di industri kripto akhirnya resmi berakhir.

Sinyal Perubahan Pendekatan Regulasi

Beberapa analis menilai penyelesaian kasus ini juga mencerminkan perubahan dinamika dalam pendekatan regulasi kripto di Amerika Serikat.

Tim Research Tokocrypto menilai nilai denda yang relatif kecil dibandingkan dengan skala bisnis Justin Sun menunjukkan bahwa regulator mungkin sedang berupaya menyelesaikan sejumlah kasus lama.

“$10 juta itu receh buat Justin Sun, apalagi dibanding dana investasi $75 juta dia di proyek World Liberty-nya Trump. Ini bukti SEC lagi mode pembersihan kasus lama Gary Gensler demi iklim yang lebih ramah di bawah administrasi baru,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan tersebut merujuk pada perubahan kepemimpinan dan kebijakan yang berpotensi memengaruhi pendekatan regulator terhadap industri kripto.

Dampak bagi Industri Kripto

Penutupan kasus ini dapat memberikan sinyal penting bagi pelaku industri kripto, terutama terkait arah regulasi di Amerika Serikat.

Selama beberapa tahun terakhir, SEC dikenal cukup agresif dalam mengambil tindakan hukum terhadap berbagai proyek kripto.

Gugatan terhadap perusahaan, bursa, maupun individu menjadi salah satu strategi utama regulator untuk menegakkan aturan sekuritas di sektor aset digital.

Namun dengan penyelesaian sejumlah kasus melalui mekanisme settlement, beberapa pengamat melihat adanya kemungkinan perubahan pendekatan menuju lingkungan regulasi yang lebih stabil.

Bagi ekosistem Tron, penyelesaian ini juga dapat menghilangkan salah satu ketidakpastian hukum yang sebelumnya membayangi proyek tersebut.

Baca Juga: Diam-Diam Menggebrak! SEC Luncurkan Project Crypto, Investor Heboh!

Masa Depan Tron dan Justin Sun

Sebagai salah satu tokoh paling dikenal di industri kripto, Justin Sun kerap menjadi sorotan publik karena berbagai inisiatif bisnis dan investasi yang ia lakukan.

Selain mengembangkan ekosistem Tron, Sun juga dikenal aktif melakukan investasi di berbagai proyek blockchain dan teknologi finansial.

Dengan ditutupnya kasus SEC ini, perhatian pasar kemungkinan akan kembali berfokus pada pengembangan ekosistem Tron serta berbagai proyek baru yang terkait dengan Justin Sun.

Ke depan, dinamika hubungan antara regulator dan industri kripto di Amerika Serikat akan tetap menjadi faktor penting yang memengaruhi arah perkembangan pasar global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

AS Resmikan Aturan Pajak Aset Kripto Terbaru

Regulasi pajak terhadap aset kripto di Amerika Serikat terus mengalami perkembangan.

Otoritas pajak negara tersebut, Internal Revenue Service (IRS), mengusulkan aturan baru yang mewajibkan pengiriman formulir pajak kripto 1099-DA secara elektronik kepada pengguna.

Dalam proposal terbaru tersebut, platform perdagangan kripto atau broker aset digital diperbolehkan memutus hubungan layanan dengan klien yang menolak menerima formulir pajak dalam format digital.

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah AS untuk memperketat pelaporan transaksi kripto sekaligus meningkatkan efisiensi dalam proses administrasi perpajakan.

Baca Juga: IRS AS Merilis Panduan Pajak tentang Airdrop dan Hard Fork

Apa Itu Formulir 1099-DA?

Formulir 1099-DA merupakan dokumen pajak yang dirancang khusus untuk pelaporan transaksi aset digital seperti kripto.

Dokumen ini digunakan untuk mencatat berbagai aktivitas perdagangan, termasuk penjualan, pertukaran, maupun transfer aset kripto yang dapat memicu kewajiban pajak.

Melalui formulir ini, broker atau platform perdagangan kripto diwajibkan melaporkan aktivitas transaksi pengguna kepada otoritas pajak.

Dengan sistem pelaporan tersebut, IRS dapat memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai keuntungan maupun kerugian yang dihasilkan dari aktivitas perdagangan kripto oleh wajib pajak.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Amerika Serikat untuk menyamakan perlakuan pajak antara aset digital dengan instrumen keuangan tradisional seperti saham atau obligasi.

Fokus pada Digitalisasi Pelaporan Pajak

Dalam proposal terbaru, Cointelegraph mengabarkan bahwa IRS menekankan pentingnya digitalisasi penuh dalam proses pengiriman dokumen pajak.

Dengan pengiriman formulir secara elektronik, otoritas pajak berharap dapat meningkatkan efisiensi, mengurangi kesalahan administrasi, serta mempercepat proses pelaporan dan pengolahan data.

Selain itu, sistem digital memungkinkan data transaksi kripto lebih mudah dianalisis secara otomatis melalui sistem komputer yang dimiliki oleh pemerintah.

Bagi platform kripto, aturan ini juga berarti mereka harus menyiapkan infrastruktur yang mampu mengirimkan dokumen pajak secara digital kepada pengguna.

Jika pengguna menolak menerima dokumen dalam format elektronik, bursa kripto bahkan memiliki opsi untuk menghentikan layanan kepada klien tersebut sesuai dengan ketentuan yang diusulkan.

Pengawasan Transaksi Kripto Semakin Ketat

Proposal ini menunjukkan bahwa pemerintah AS semakin serius dalam memperketat pengawasan terhadap aktivitas kripto.

Selama beberapa tahun terakhir, transaksi aset digital kerap dianggap sulit dilacak oleh otoritas pajak karena sifatnya yang terdesentralisasi.

Namun dengan penerapan sistem pelaporan otomatis seperti formulir 1099-DA, transparansi transaksi kripto akan meningkat secara signifikan.

Menurut analis industri kripto, digitalisasi pelaporan pajak akan membuat pemerintah memiliki akses yang jauh lebih luas terhadap data transaksi pengguna.

“Paper trail makin ketat dan otomatis. IRS pengen efisiensi total dalam melacak transaksi kripto. Buat pengguna, ini artinya makin nggak ada celah buat sembunyi dari laporan pajak karena semuanya langsung sinkron digital,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa sistem pelaporan digital dapat memperkecil peluang bagi pengguna untuk menyembunyikan transaksi kripto dari kewajiban pajak.

Dampak bagi Pengguna Kripto

Jika proposal ini disetujui, pengguna kripto di Amerika Serikat kemungkinan harus lebih disiplin dalam mencatat dan melaporkan aktivitas perdagangan mereka.

Dengan sistem pelaporan otomatis yang langsung terhubung dengan otoritas pajak, setiap transaksi yang dilakukan melalui broker atau bursa kripto akan lebih mudah dipantau oleh pemerintah.

Bagi investor yang selama ini sudah melaporkan pajak secara transparan, aturan ini kemungkinan tidak akan memberikan dampak signifikan.

Namun bagi pengguna yang sebelumnya mengandalkan celah dalam sistem pelaporan, kebijakan ini dapat membuat proses pengawasan menjadi jauh lebih ketat.

Baca Juga: Trump Batalkan Aturan IRS, Apa Motif dan Dampaknya?

Tren Global Pengawasan Pajak Kripto

Langkah IRS ini juga mencerminkan tren global di mana pemerintah di berbagai negara mulai memperkuat aturan pajak terhadap aset digital.

Banyak otoritas pajak kini berupaya membangun sistem pelaporan otomatis yang memungkinkan transaksi kripto dapat dipantau dengan lebih akurat.

Dengan meningkatnya adopsi kripto secara global, pemerintah juga ingin memastikan bahwa aktivitas perdagangan aset digital tetap berada dalam kerangka regulasi pajak yang jelas.

Jika aturan ini diterapkan secara penuh, era pelaporan manual dalam transaksi kripto kemungkinan akan semakin berkurang, digantikan oleh sistem digital yang lebih transparan dan terintegrasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Regulator AS Tegaskan Kesetaraaan Sekuritas Tokenisasi

Regulator keuangan Amerika Serikat memberikan kejelasan baru terkait perlakuan aset keuangan berbasis blockchain.

Tiga otoritas utama, yaitu Federal Reserve, Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC), dan Office of the Comptroller of the Currency (OCC), dilaporkan Cointelegraph telah mengonfirmasi bahwa sekuritas yang ditokenisasi akan diperlakukan sama dengan sekuritas tradisional dalam hal persyaratan modal bank.

Kebijakan ini menegaskan pendekatan “technology neutral”, di mana regulasi tidak membedakan antara aset yang diterbitkan melalui sistem tradisional maupun yang diterbitkan menggunakan teknologi blockchain.

Dengan kata lain, bank tidak akan dikenakan persyaratan modal tambahan hanya karena sekuritas tersebut diterbitkan dalam bentuk token digital.

Baca Juga: Nasib Pasar Prediksi Terpaku pada Hasil Uji Regulasi Polymarket

Apa Itu Sekuritas yang Ditokenisasi?

Tokenisasi sekuritas adalah proses mengubah instrumen keuangan tradisional, seperti saham, obligasi, atau aset investasi lainnya, menjadi token digital yang tercatat di blockchain.

Teknologi ini memungkinkan kepemilikan aset dapat dibagi menjadi unit yang lebih kecil dan diperdagangkan secara lebih efisien melalui jaringan blockchain.

Dalam beberapa tahun terakhir, tokenisasi menjadi salah satu inovasi yang paling menarik perhatian dalam industri keuangan karena potensinya untuk meningkatkan likuiditas, transparansi, dan efisiensi pasar.

Konsep ini juga menjadi bagian penting dari tren Real World Assets (RWA), yaitu integrasi aset dunia nyata ke dalam ekosistem blockchain.

Regulasi “Technology Neutral”

Pendekatan technology neutral yang diambil oleh regulator AS berarti aturan tidak didasarkan pada teknologi yang digunakan, melainkan pada karakteristik ekonomi dari aset tersebut.

Jika sebuah sekuritas memiliki profil risiko yang sama dengan sekuritas tradisional, maka persyaratan modal yang dikenakan kepada bank juga akan sama.

Dengan kebijakan ini, bank tidak perlu menambah cadangan modal hanya karena sekuritas tersebut diterbitkan dalam bentuk token digital di blockchain.

Langkah ini memberikan kepastian regulasi yang sangat dibutuhkan oleh institusi keuangan yang ingin mengeksplorasi teknologi blockchain dalam layanan mereka.

Peluang Besar bagi Pasar RWA

Keputusan regulator tersebut dianggap sebagai sinyal positif bagi perkembangan pasar tokenisasi aset di Amerika Serikat.

Dengan adanya kepastian bahwa sekuritas tokenisasi tidak akan menghadapi beban regulasi tambahan, institusi keuangan besar kini memiliki insentif yang lebih kuat untuk mengadopsi teknologi blockchain.

Beberapa perusahaan investasi global bahkan sudah mulai mengeksplorasi tokenisasi aset sebagai cara baru untuk memperluas akses investasi.

Salah satu contoh yang sering disebut dalam diskusi industri adalah perusahaan manajemen aset raksasa BlackRock yang telah menunjukkan minat besar terhadap teknologi blockchain dan tokenisasi aset keuangan.

Sinyal Positif bagi Integrasi Keuangan Tradisional dan Blockchain

Analis industri kripto menilai keputusan regulator ini dapat menjadi momentum penting bagi integrasi antara sistem keuangan tradisional dan ekosistem blockchain.

Tim Research Tokocrypto menilai kebijakan tersebut dapat membuka jalan bagi masuknya modal institusional dalam jumlah besar ke ekosistem on-chain.

“Green light buat RWA (Real World Assets)! Dengan aturan ini, bank nggak perlu nambah cadangan modal cuma gara-gara asetnya ada di blockchain. Ini karpet merah buat BlackRock dan kawan-kawan buat bawa triliunan dolar ke on-chain,” kata Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan ini menyoroti potensi besar tokenisasi aset dunia nyata dalam mentransformasi cara aset keuangan diperdagangkan dan dikelola.

Baca Juga: Donald Trump Desak The Fed Pangkas Suku Bunga 2 Poin

Masa Depan Tokenisasi Aset

Dengan semakin jelasnya kerangka regulasi, banyak pelaku industri percaya bahwa tokenisasi dapat menjadi salah satu tren terbesar dalam sektor keuangan dalam beberapa tahun ke depan.

Tokenisasi memungkinkan berbagai jenis aset, mulai dari obligasi pemerintah hingga properti, diperdagangkan secara lebih efisien melalui blockchain.

Selain meningkatkan likuiditas pasar, teknologi ini juga dapat memperluas akses investasi bagi investor ritel yang sebelumnya sulit mengakses instrumen keuangan tertentu.

Keputusan regulator AS untuk mengadopsi pendekatan technology neutral menunjukkan bahwa pemerintah mulai melihat teknologi blockchain bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai infrastruktur baru yang dapat meningkatkan efisiensi sistem keuangan global.

Jika tren ini terus berkembang, integrasi antara keuangan tradisional dan teknologi blockchain berpotensi menciptakan ekosistem investasi yang lebih terbuka, transparan, dan inklusif di masa depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Stabil di $67.000, Tunggu Momentum

Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan pergerakan relatif stabil dalam perdagangan hari ini dengan bertahan di atas level $67.000.

Berdasarkan data pasar terbaru, BTC diperdagangkan di kisaran $67.193 per koin, mencatat kenaikan tipis sekitar 0,26% dalam 24 jam terakhir.

Kenaikan moderat ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang cenderung bergerak sideways, dengan pelaku pasar menunggu katalis baru yang dapat mendorong pergerakan harga yang lebih signifikan.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai sekitar $1,34 triliun, Bitcoin tetap menjadi aset kripto terbesar di dunia dan mendominasi pasar dengan suplai beredar sekitar 20 juta BTC dari total maksimum 21 juta BTC.

Baca Juga: Harga Bitcoin Sempat Tiba-Tiba Naik, Reli Sungguhan atau Bull Trap?

Pergerakan Harga Bitcoin 24 Jam Terakhir

Dalam perdagangan 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang harga yang cukup lebar.

Level terendah harian tercatat di sekitar $65.639, sementara itu, Tokocrypto mencatat level tertinggi sempat menyentuh $68.177.

Pergerakan ini menunjukkan bahwa volatilitas masih tetap hadir, meskipun tren jangka pendek masih cenderung stabil.

Volume perdagangan Bitcoin dalam 24 jam terakhir juga cukup tinggi, mencapai sekitar $37 miliar, yang menunjukkan aktivitas transaksi yang masih aktif di pasar global.

Namun demikian, pergerakan harga dalam jangka pendek masih relatif terbatas. Dalam satu jam terakhir, harga Bitcoin bahkan sempat mengalami koreksi kecil sekitar 0,61% sebelum kembali stabil di kisaran saat ini.

Kinerja Bitcoin dalam Beberapa Periode

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 9 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 9 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika melihat performa Bitcoin dalam beberapa periode waktu, tren jangka pendek menunjukkan pergerakan yang relatif datar.

Dalam 7 hari terakhir, harga BTC hanya naik sekitar 0,69%, menandakan fase konsolidasi setelah periode volatilitas sebelumnya.

Namun jika ditarik lebih jauh, Bitcoin masih mencatat koreksi cukup dalam dari beberapa bulan terakhir. Berikut perbandingan pergerakan harga BTC:

  • 24 jam: +0,26%
  • 7 hari: +0,69%
  • 30 hari: -5,76%
  • 60 hari: -25,90%
  • 90 hari: -25,68%

Data ini menunjukkan bahwa meskipun ada pemulihan kecil dalam jangka pendek, Bitcoin masih berada dalam fase koreksi dibandingkan performa beberapa bulan lalu.

Kapitalisasi Pasar dan Fundamental Bitcoin

Saat ini, kapitalisasi pasar Bitcoin mencapai sekitar $1,34 triliun, menjadikannya aset digital dengan valuasi terbesar di industri kripto.

Dengan suplai beredar sekitar 20 juta BTC, berarti lebih dari 95% dari total suplai maksimum telah berada di pasar.

Kondisi ini memperkuat narasi kelangkaan Bitcoin yang sering disebut sebagai salah satu faktor utama yang mendukung nilainya dalam jangka panjang.

Jika dihitung menggunakan total suplai maksimum, valuasi fully diluted market cap Bitcoin diperkirakan mencapai sekitar $1,41 triliun.

Di sisi lain, Bitcoin juga masih memegang posisi sebagai aset kripto paling populer di pasar global, menempati peringkat 1 dalam kapitalisasi pasar.

Level Teknis yang Perlu Diperhatikan

Dalam analisis teknikal jangka pendek, beberapa level harga penting menjadi perhatian para trader dan analis.

Level support utama saat ini berada di area $65.000–$66.000, yang sebelumnya menjadi zona penahan tekanan jual.

Sementara itu, level resistance terdekat berada di kisaran $68.000–$70.000. Jika harga mampu menembus area ini secara konsisten, potensi kenaikan menuju level psikologis berikutnya bisa terbuka.

Sebaliknya, jika tekanan jual kembali meningkat dan harga turun di bawah $65.000, maka Bitcoin berpotensi memasuki fase konsolidasi yang lebih dalam.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Koreksi 3%, Bitcoin Turun ke $68.059

Prospek Harga Bitcoin ke Depan

Meskipun pergerakan saat ini relatif stabil, banyak pelaku pasar masih optimistis terhadap prospek jangka panjang Bitcoin.

Hal ini didukung oleh beberapa faktor seperti adopsi institusional yang terus berkembang, meningkatnya minat terhadap aset digital, serta narasi Bitcoin sebagai store of value di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Namun dalam jangka pendek, pasar kemungkinan masih akan bergerak dalam fase konsolidasi sampai muncul katalis baru yang mampu mendorong arus modal yang lebih besar ke pasar kripto.

Untuk saat ini, investor dan trader cenderung memantau perkembangan volume perdagangan serta pergerakan harga di sekitar level support dan resistance utama.

Jika Bitcoin mampu mempertahankan stabilitas di atas $67.000, peluang untuk menguji kembali area $70.000 masih terbuka dalam beberapa waktu ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 9 Maret 2026: Awal Pekan Disambut Koreksi

Pasar kripto hari ini, Senin (9/3) memulai pekan dengan tekanan signifikan setelah Bitcoin turun hingga ke kisaran $66.000. Penurunan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong harga minyak melonjak hingga $111 per barel. Selain itu, pergantian kepemimpinan tertinggi di Iran serta kekhawatiran terkait suku bunga global memicu rotasi aset dari kripto ke instrumen lain yang dianggap lebih aman.

Di tengah kondisi pasar yang melemah, sejumlah altcoin justru mencatat kenaikan tajam. DEGO memimpin dengan lonjakan 64% hingga mencapai $0,618, diikuti COS yang naik 53% ke $0,001281 dan MBOX yang menguat 32% ke level $0,021. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Altcoin Potensial di Tengah Tekanan Pasar Awal Pekan

  • DEGO naik tajam 64% hingga mencapai level $0,618.
  • COS melesat 53% dan kini menyentuh angka $0,001281.
  • MBOX menguat 32% ke posisi harga saat ini $0,021.

Penyebab Kripto Merah: Bitcoin Anjlok ke $66.000

  • Minyak tembus $111 per barel akibat konflik Iran.
  • Mojtaba Khamenei jadi Pemimpin Tertinggi Iran; IRGC patuh.
  • Bitcoin turun di bawah $66.000 dipicu isu suku bunga & rotasi aset.

Spesial Ramadan, Kesempatan Dapat Total Hadiah Rp 250JUTA!*

Potensi SHIB, PEPE, & DOGE: Cek Support & Likuidasi

  • SHIB pantau pola double-bottom untuk arah harga.
  • Derivatif PEPE $457 Juta; Trader cenderung waspada.
  • DOGE tertahan $0,091; Leverage picu volatilitas.

XRP Turun 64% dari ATH: Saatnya Beli?

  • XRP diskon 64% dari rekor tertinggi; potensi akumulasi.
  • Momentum lemah & arus modal keluar picu sentimen bearish.
  • Support kunci $1,33; jika jebol, target ke $1,25.

Baca juga: Riset Kripto 2-6 Mar 2026: Bitcoin Bullish di Tengah Ketegangan Geopolitik


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Tertekan di 2026, Harga Bisa Turun Lagi?

Harga XRP masih berada dalam tren penurunan sepanjang 2026 dan belum menunjukkan tanda pemulihan yang kuat. Dalam beberapa minggu terakhir, aset kripto ini bergerak dalam fase konsolidasi di antara level harga penting.

Saat ini XRP diperdagangkan di sekitar US$1,35, terjebak dalam rentang antara support US$1,34 dan resistance US$1,47. Kondisi ini mencerminkan tekanan pasar yang masih kuat dan membuat pergerakan harga relatif terbatas.

Indikator MVRV Tunjukkan Tekanan Pasar

Dilaporkan BeInCrypto, salah satu indikator yang menjadi sorotan adalah MVRV Extreme Ratio, yang membandingkan nilai pasar dengan nilai realisasi aset.

Data menunjukkan rasio MVRV XRP berada di bawah level 1,0 sekitar 15% dari hari perdagangan. Kondisi ini sering dianggap sebagai tanda bahwa aset berada dalam kondisi undervalued, tetapi juga mencerminkan lemahnya momentum pasar.

Dalam beberapa kasus sebelumnya, kondisi ini dapat memicu pemulihan jangka pendek. Namun dalam situasi pasar yang lemah, rasio MVRV rendah juga dapat diikuti penurunan harga lebih lanjut.

Baca juga: XRP Makin Sedikit di Bursa, Apakah Tekanan Jual Mulai Hilang?

Sentimen Pasar Masih Lemah

Selain indikator valuasi, tekanan juga terlihat dari perubahan momentum pasar secara keseluruhan.

Data Exchange Net Position Change menunjukkan peningkatan arus masuk XRP ke bursa. Kondisi ini sering diartikan sebagai sinyal meningkatnya potensi penjualan karena investor memindahkan aset ke bursa untuk diperdagangkan.

Ketika arus masuk ke bursa meningkat sementara permintaan melemah, tekanan jual di pasar biasanya ikut meningkat.

Kombinasi antara rendahnya momentum beli dan meningkatnya aktivitas penjualan membuat prospek jangka pendek XRP masih terlihat terbatas.

Menurut Tim Research Tokocrypto, konsentrasi whale bisa menjadi bantalan, tapi jika mereka mulai distribusi, penurunan bisa tajam karena pasokan efektif terpusat.

“Pantau realized profit dan inflow exchange sebagai early warning,” jelasnya.

Level Harga Penting XRP

Dari sisi teknikal, level US$1,34 menjadi support penting yang telah beberapa kali diuji. Jika level ini ditembus, harga XRP berpotensi turun ke sekitar US$1,21.

Penurunan tersebut dapat memperpanjang tren bearish yang sudah berlangsung sejak awal tahun.

Sebaliknya, jika tekanan jual mereda dan minat beli kembali meningkat, XRP berpeluang menembus resistance di US$1,47.

Jika berhasil melewati level tersebut, harga dapat bergerak menuju US$1,58 dan bahkan membuka peluang menuju area US$1,70.

Untuk saat ini, arah pergerakan XRP masih sangat bergantung pada perubahan sentimen pasar serta kekuatan permintaan dari investor.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Cadangan Ether di Bursa Turun ke Level Terendah, Harga ETH Melonjak?

Cadangan Ether (ETH) di bursa kripto terpusat dilaporkan turun ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir. Penurunan ini terjadi ketika harga ETH masih berjuang bertahan di sekitar level US$2.000.

Dilaporkan Cointelegraph, data terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 31,6 juta ETH ditarik dari bursa selama Februari 2026. Angka tersebut menjadi arus keluar bulanan terbesar sejak November dan memunculkan spekulasi mengenai potensi tekanan pasokan di pasar.

Arus Keluar ETH dari Bursa Meningkat

Analis kripto Arab Chain menyebut bahwa arus keluar ETH dari bursa kripto meningkat signifikan sepanjang Februari.

Binance mencatat penarikan terbesar dengan sekitar 14,45 juta ETH, hampir setengah dari total arus keluar. Sementara itu, OKX mencatat sekitar 3,83 juta ETH dan Kraken sekitar 1,04 juta ETH.

Ketika aset kripto ditarik dari bursa dan dipindahkan ke dompet pribadi atau platform staking, ketersediaan koin untuk diperdagangkan di pasar spot biasanya berkurang.

Kondisi ini berpotensi memperketat likuiditas di order book dan meningkatkan volatilitas harga jika permintaan tiba-tiba meningkat.

Menurut Tim Research Tokocrypto, supply di exchange yang rendah bisa memperketat likuiditas dan mendorong harga naik jika demand meningkat.

“Namun, ini juga berarti selling pressure langsung bisa terbatas karena token berada di wallet dingin,” analisanya.

Baca juga: Ethereum Sentuh US$2.200, Analis Prediksi Rebound Lebih Besar

Cadangan ETH di Binance Sentuh Level Terendah

Selain arus keluar besar, cadangan Ether di Binance juga turun tajam. Data CryptoQuant menunjukkan cadangan ETH di bursa tersebut kini berada di sekitar 3,46 juta ETH.

Angka ini menjadi level terendah sejak 2020.

Pada siklus pasar sebelumnya, cadangan ETH di Binance sempat berada di atas 5 juta ETH sebelum kemudian mengalami tren penurunan bertahap.

Penurunan cadangan ini membuat pasar semakin sensitif terhadap perubahan permintaan, terutama ketika harga ETH masih berada di bawah level psikologis US$2.000.

Jika permintaan meningkat sementara cadangan terus berkurang, tekanan pasokan dapat mendorong pergerakan harga yang lebih tajam.

Pasar Terbelah antara Investor Ritel dan Whale

Data perdagangan menunjukkan adanya perbedaan perilaku antara investor kecil dan investor besar.

Menurut data Hyblock, cumulative volume delta (CVD) untuk transaksi kecil bernilai US$0 hingga US$10.000 menunjukkan angka positif sekitar US$95 juta. Hal ini menandakan adanya tekanan beli dari investor ritel.

Namun situasi berbeda terlihat pada transaksi bernilai lebih besar. Transaksi US$10.000 hingga US$100.000 mencatat CVD sekitar minus US$162 juta, sementara transaksi di atas US$100.000 mencapai sekitar minus US$357 juta.

Angka tersebut menunjukkan bahwa investor besar atau whale masih cenderung melakukan penjualan.

Open Interest Turun Saat Harga Konsolidasi

Data derivatif juga menunjukkan penurunan open interest di pasar Ether.

Total open interest saat ini berada di sekitar US$9,41 miliar, turun dari hampir US$10 miliar pada akhir Februari.

Penurunan ini menunjukkan bahwa sebagian posisi leverage telah ditutup ketika harga ETH bergerak dalam fase konsolidasi antara US$1.900 hingga US$2.000.

Jika akumulasi dari investor ritel terus berlanjut dan tekanan jual dari whale mulai berkurang, pasar berpotensi memasuki fase yang lebih seimbang.

Dalam skenario tersebut, berkurangnya cadangan ETH di bursa dapat memperbesar pergerakan harga jika ETH berhasil menembus area resistensi sekitar US$2.000 hingga US$2.150.

Baca Juga: Tekanan Jual Anjlok 90%, Ethereum Siap Meledak Lagi?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com