Tag Archives: kripto

Evolusi Crypto Top 10: Siapa Bertahan, Siapa Tumbang?

Tim Research Tokocrypto melihat sejak 2017 hingga 2025, hanya segelintir aset yang mampu bertahan di peringkat Top 10 Coin. Bitcoin, Ethereum, XRP, dan ADA terbukti menjadi Top 10 Coin, sementara aset lain seperti Litecoin, Bitcoin Cash, dan IOTA tenggelam seiring perubahan tren dan beralihnya fokus investor ke proyek dengan utilitas yang lebih luas.

Pergeseran ini menunjukkan bahwa harga bukan sekadar angka, tetapi cerminan dari kepercayaan pasar terhadap relevansi dan inovasi suatu ekosistem. Namun, pertanyaan pentingnya adalah: Apakah pola yang sama akan terulang di siklus berikutnya dan Bagaimana performa Top 10 Coin pada setiap Cycle?

Keberlanjutan Top 10 Coin di Tiga Siklus Pasar (2017 → 2021 → 2025)

Coin 2017 2021 2025 Insight
Bitcoin $19,140.76 $63,326.99 $123,513.47 Konsisten di peringkat #1 setiap siklus.
Ethereum $719.98 $4,620.55 $4,515.42 Pilar utama Smart Contract,  DeFi, & L2.
USDT $1 $1 Dominasi likuiditas global.
Ripple $0.7284 $1.2175 $2.9706 Bertahan sejak 2017, harga cenderung stabil.
BNB $6.5 $650.45 $1,165.53 Lahir dari ekosistem exchange; kini posisi kuat lewat four.meme 
Solana $249.82 $228.60 Sempat jatuh di 2022, tetapi rebound kuat berkat memecoin dan performa jaringan cepat.
USDC $1 $1 Menjadi stablecoin institusional.
Tron $0.03619 $0.1046 $0.3414 Baru masuk ke Top 10 di 2025; unggul di sektor transfer stablecoin on-chain.
Dogecoin $0.005984 $0.2663 $0.253 Bertahan karena komunitas dan Elon Musk
Cardano $0.513 $2.0219 $0.8374 Bertahan di daftar Top 10, meski inovasinya melambat dan volume aktivitas menurun.

 Coin yang Bergeser dari Top 10

Coin Status Insight
Litecoin (LTC) Hilang Gagal beradaptasi; minim inovasi baru.
Bitcoin Cash (BCH) Hilang Gagal mempertahankan narrative “digital cash”.
IOTA / DASH / NEM / Monero Hilang Ditinggalkan karena kurang adopsi & stagnasi teknologi.

Dari sepuluh besar aset kripto saat ini, hanya Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Ripple (XRP), dan Cardano (ADA) yang mampu bertahan sejak 2017. Sementara enam lainnya, Tether (USDT), Binance Coin (BNB), Solana (SOL), USD Coin (USDC), Dogecoin (DOGE), Tron (TRX), baru naik ke puncak setelah 2021. Arus ini menunjukkan cepatnya rotasi kripto, di mana setiap siklus ada pemain baru sejalan tren dan narasi baru.

Top 10 Blockchain Berdasarkan Aktivitas, Transaksi, dan Biaya (1 Tahun Terakhir)

Solana unggul dengan 1,19 miliar alamat aktif (+143%) dan transaksi tertinggi, menandakan rebound kuat pasca 2022 lewat DePIN, NFT, dan memecoin.

BNB Chain dan Tron stabil di posisi atas dengan >3 miliar transaksi, didorong aktivitas retail dan stablecoin transfer.

Ethereum masih dominan di sektor DeFi dan Layer-2, mencatat 60 juta alamat aktif dan 500 juta transaksi, tetapi aktivitasnya kalah cepat dari Solana dan BNB.

Base, Aptos, dan Arbitrum mulai naik, sementara Avalanche, Polygon, dan Near stagnan, menandakan pergeseran minat ke jaringan yang lebih cepat dan efisien.
Data ini memperkuat narasi bahwa aktivitas jaringan juga menjadi penentu keberlanjutan aset di Top 10.

Proyek yang mampu mempertahankan user engagement dan transaksi tinggi, seperti Solana, BNB Chain, dan Tron, berpotensi bertahan di siklus berikutnya, sementara ekosistem yang stagnan berisiko tersingkir seperti halnya Litecoin dan Bitcoin Cash di siklus sebelumnya.

Kompetitor & Tantangan Baru: Ketika Raja Lama Bertemu Pengganti Baru

Coin Kompetitor Tantangan
ETH Solana, Sui, Base Biaya transaksi tinggi dan persaingan L1/L2 dengan TPS lebih cepat
BNB PumpFun Aktivitas tinggi tapi cenderung spekulatif yang menyebabkan risiko kualitas ekosistem BNB menurun.
SOL Sui, Aptos, NEAR Stabilitas jaringan dan momentum narrative agar tidak tergeser dengan L1 baru.
XRP SWIFT & XPL Kehilangan narrative “pengganti SWIFT” dan inovasi stagnan.
DOGE WIF, BONK, PEPE Narrative stagnan & minim pengembangan teknis.

Kesimpulan & Outlook Next Cycle

Dari sisi harga dan jaringan, hanya Bitcoin, Ethereum, XRP, dan ADA yang konsisten bertahan lintas siklus.

Aktivitas jaringan menjadi penentu utama ketahanan, di mana BNB, Solana, dan Tron menonjol lewat pengguna aktif dan volume transaksi tinggi.

Proyek yang stagnan dalam inovasi berisiko kehilangan posisi, sebagaimana yang terjadi pada token lama di siklus sebelumnya.

Kini narasi mengarah pada utilitas nyata, yang membuka peluang bagi sektor seperti:

  • Layer-2
  • RWA (Real World Assets)
  • AI & Data Layer
  • DePIN (Decentralized Physical Infrastructure)

Sektor-sektor ini berpotensi melahirkan siklus baru, seperti DeFi dan L1 mendorong Solana, BNB, dan ADA ke puncak di siklus sebelumnya.

Baca juga: Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Fase Kritis Open Network 2025, Harga Pi Network (PI) Terkatrol 0,19%

Harga Pi Network (PI) saat ini berada dalam fase tarik menarik antara optimisme pengembangan ekosistem dan tekanan pasokan yang meningkat.

Dengan peluncuran Open Network yang direncanakan pada kuartal pertama 2025, proyek ini bersiap menuju fase desentralisasi penuh, sebuah tonggak penting yang bisa menentukan arah harga Pi ke depan.

Namun, di balik potensi besar ini, tantangan seperti pembukaan token massal (unlock) dan regulasi keuangan internasional (ISO 20022) dapat mempengaruhi stabilitas nilai aset ini dalam jangka pendek.

Baca Juga: Aktivitas Mainnet Rendah, Harga Pi Network (PI) Anjlok 3,11%

Transisi Open Network

Peluncuran Open Network Pi Network di awal 2025 bertujuan menghadirkan konektivitas eksternal, smart contracts, dan aplikasi terdesentralisasi (dApps) ke dalam ekosistem.

Langkah ini diharapkan memperluas utilitas Pi di dunia nyata dan mendorong adopsi pengembang.

Namun, pengembang Pi memperpanjang masa tenggang (Grace Period) untuk verifikasi KYC dan migrasi Mainnet hingga 28 Februari 2025.

Bagi pengguna yang tidak menyelesaikan KYC sebelum batas waktu ini, saldo Pi yang belum diverifikasi berisiko hangus atau tidak dimigrasikan — yang pada akhirnya dapat memengaruhi total pasokan yang beredar.

Implikasi bagi pasar:

  • Sisi Bullish: Jika transisi berjalan lancar, Pi dapat memperkuat posisinya sebagai blockchain ramah pengguna dengan ekosistem yang matang, menarik pengembang dan investor baru.
  • Sisi Bearish: Sebaliknya, jika terjadi keterlambatan atau masalah teknis dalam peluncuran, kepercayaan komunitas dapat menurun, seperti yang terjadi pada fase update sebelumnya.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Kamis, 13 November 2025. Sumber: CoinMarketCap
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Kamis, 13 November 2025. Sumber: CoinMarketCap

Pembukaan Token dan Aktivitas Whale

Salah satu risiko terbesar bagi harga Pi saat ini adalah tekanan pasokan akibat token unlock.

Rata-rata, sekitar 4,85 juta PI dibuka setiap hari (setara sekitar $1,1 juta USD dengan asumsi harga $0,225 per PI). Pada bulan Desember 2025, diperkirakan total 173 juta PI akan dilepas ke pasar.

Selain itu, data on-chain menunjukkan saldo token di bursa mencapai 426 juta PI, yang merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah Pi Network.

Angka ini menandakan meningkatnya potensi tekanan jual jika permintaan pasar tidak sebanding dengan pasokan baru.

Fakta menariknya, beberapa dompet besar (“whales”) tercatat memegang sekitar 373 juta PI, yang dapat memberikan dukungan harga jangka pendek, tetapi juga meningkatkan risiko sentralisasi karena pergerakan mereka berpotensi mempengaruhi harga secara signifikan.

Maka dari itu, selama pasokan baru terus mengalir tanpa pertumbuhan permintaan yang signifikan, risiko penurunan harga tetap tinggi.

Untuk mempertahankan stabilitas, Pi membutuhkan peningkatan aktivitas jaringan dan adopsi pengguna aktif di Open Network.

Kepatuhan ISO 20022 & Sentimen Pasar

Faktor fundamental lain yang menarik perhatian investor adalah upaya Pi Network untuk mematuhi standar ISO 20022, format global untuk komunikasi keuangan internasional yang juga digunakan oleh bank dan lembaga keuangan besar seperti SWIFT.

Langkah ini menempatkan Pi sejajar dengan proyek besar seperti Ripple (XRP) dan Stellar (XLM), yang telah lama dikaitkan dengan adopsi institusional.

Namun, kondisi makro saat ini masih menantang. Indeks Fear & Greed kripto berada di level 26/100, menandakan pasar masih cenderung berhati-hati.

Meski begitu, jika Pi berhasil menyelesaikan kepatuhan ISO 20022 sebelum batas waktu November 2025, peluang adopsi institusional bisa menjadi katalis besar bagi reli harga.

Baca Juga: Harga Pi Network (PI) Naik 2%, Terselamatkan Aksi Borong Whale

Pi di Persimpangan Penting

Arah harga Pi Network dalam beberapa bulan ke depan akan ditentukan oleh kemampuan tim pengembang dan komunitas dalam menyeimbangkan tekanan pasokan (token unlock) dengan pencapaian utilitas nyata melalui Open Network.

Fokus utama investor saat ini tertuju pada:

  • Tingkat keberhasilan KYC dan migrasi hingga Februari 2025, serta
  • Kemajuan kepatuhan ISO 20022 yang dapat membuka akses ke sistem keuangan global.

Jika kedua hal tersebut berhasil dijalankan dengan baik, Pi Network berpotensi menjadi jembatan antara dunia kripto dan sistem perbankan global.

Namun jika tidak, tekanan pasokan bisa menjadi batu sandungan yang menghambat pertumbuhan nilai token ini di 2025.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Particle Network (PARTI) Bangkit 44%: Lonjakan Tak Terduga

Harga Particle Network (PARTI) hari ini mencatat lonjakan signifikan, naik +44,66% dalam 24 jam terakhir dan diperdagangkan di kisaran $0.097779 per PARTI.

Kenaikan tajam ini menjadikan Particle Network salah satu aset kripto dengan performa terbaik hari ini di pasar global.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $41,32 juta USD dan volume perdagangan 24 jam sebesar $161,27 juta USD, lonjakan ini menunjukkan meningkatnya minat investor terhadap proyek yang mengusung konsep modular blockchain infrastructure, sektor yang sedang naik daun di dunia Web3.

Token ini memiliki jumlah sirkulasi 422,55 juta PARTI, atau sekitar 42,25% dari total maksimum 1 miliar token, dengan kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya (FDV) mencapai $97,46 juta USD.

Angka-angka ini mencerminkan potensi ekspansi harga yang masih cukup besar jika permintaan terus meningkat.

Baca Juga: PARTI Melesat 7.6% dalam Sehari, Sinyal Bullish Serius atau FOMO?

Tren Harga PARTI: Rebound Setelah Tekanan Bearish Panjang

Pergerakan historis harga PARTI menunjukkan pola pemulihan kuat dalam waktu singkat:

  • 1 Hari: +44.09%
  • 7 Hari: +75.76%
  • 30 Hari: +1.14%
  • 60 Hari: -48.07%
  • 90 Hari: -46.77%

Data tersebut mengindikasikan bahwa meskipun PARTI sempat mengalami koreksi tajam selama dua bulan terakhir, lonjakan dalam sepekan terakhir berhasil memulihkan sebagian besar kerugian tersebut.

Kenaikan lebih dari 70% dalam 7 hari menunjukkan adanya gelombang beli baru, kemungkinan didorong oleh kabar positif seputar proyek atau peningkatan adopsi teknologi yang mereka kembangkan.

Pergerakan harga Particle Network (PARTI/USDT) pada Kamis, 13 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Particle Network (PARTI/USDT) pada Kamis, 13 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

Tentang Particle Network dan Daya Tariknya di Ekosistem Blockchain

Particle Network merupakan proyek blockchain yang berfokus pada pengembangan infrastruktur modular Web3, menyediakan solusi untuk interoperabilitas, autentikasi pengguna, dan integrasi lintas rantai (cross-chain).

Dengan pendekatan ini, Particle Network bertujuan menyederhanakan pengalaman pengguna dalam menggunakan berbagai aplikasi Web3 tanpa harus berurusan dengan proses login atau dompet yang rumit.

Pendekatan modular ini kini menjadi tren utama di dunia kripto, seiring dengan meningkatnya minat terhadap proyek-proyek seperti Celestia, LayerZero, dan Arbitrum Orbit, yang semuanya mengusung interoperabilitas dan skalabilitas.

Lonjakan harga PARTI hari ini bisa jadi merupakan cerminan dari antusiasme investor terhadap sektor ini.

Analisa Teknis: Momentum Bullish Jangka Pendek

Secara teknikal, lonjakan harga PARTI menempatkannya di wilayah momentum bullish jangka pendek.

TJika harga mampu bertahan di atas level $0.095, potensi kenaikan menuju $0.11 – $0.12 menjadi terbuka lebar.

Namun, perlu dicatat bahwa lonjakan cepat seperti ini juga berisiko menimbulkan aksi ambil untung (profit-taking). Jika tekanan jual meningkat, support penting berada di kisaran $0.085 – $0.09.

Menjaga level ini akan menjadi kunci bagi PARTI untuk mempertahankan tren naik yang baru terbentuk.

Indikator teknikal seperti RSI kemungkinan sudah mendekati area overbought, menandakan bahwa koreksi kecil dalam jangka pendek bisa terjadi sebelum melanjutkan tren naik berikutnya.

Faktor yang Mendorong Lonjakan Harga PARTI

Beberapa faktor potensial yang berkontribusi terhadap lonjakan harga hari ini antara lain:

  1. Kenaikan minat terhadap proyek modular blockchain.
    Investor mulai beralih ke proyek dengan solusi interoperabilitas, menjadikan Particle Network salah satu pilihan utama.
  2. Volume perdagangan tinggi dan likuiditas meningkat.
    Dengan volume lebih dari $160 juta USD, aktivitas perdagangan menunjukkan peningkatan signifikan, memperkuat momentum pasar.
  3. Sentimen positif terhadap altcoin di tengah konsolidasi pasar utama.
    Saat Ethereum dan Bitcoin bergerak stagnan, sebagian modal beralih ke altcoin dengan potensi pertumbuhan tinggi seperti PARTI.

Prospek Jangka Menengah: Potensi Pertumbuhan Masih Terbuka

Meskipun masih berstatus sebagai token menengah dengan peringkat ke-556 di pasar global, Particle Network menunjukkan perkembangan proyek yang agresif, terutama dalam mengintegrasikan solusi infrastruktur Web3 ke berbagai protokol blockchain.

Jika pengembangan ekosistem berjalan sesuai rencana dan kemitraan strategis baru diumumkan, nilai fundamental PARTI berpotensi terus meningkat.

Dalam jangka menengah, mempertahankan posisi di atas $0.10 akan menjadi sinyal kuat bahwa pasar mulai membangun zona akumulasi baru.

Baca Juga: Particle Network (PARTI) Melejit 14%, Investor Langsung Serbu!

Secara keseluruhan, harga PARTI hari ini menandai kebangkitan kuat setelah masa koreksi panjang, naik lebih dari 44% dalam sehari dan 75% dalam sepekan.

Dengan volume tinggi dan momentum pasar yang membaik, Particle Network kini menjadi salah satu token yang paling menarik perhatian di segmen proyek modular blockchain.

Investor disarankan untuk tetap memperhatikan volatilitas jangka pendek sambil memantau perkembangan teknis proyek, karena kombinasi antara likuiditas tinggi dan narasi Web3 yang kuat bisa menjadi katalis lanjutan bagi kenaikan harga PARTI.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Alchemix (ALCX) Naik 30% ke $12,19, Rebound Tajam

4Harga Alchemix (ALCX) hari ini menunjukkan lonjakan signifikan, naik +30,26% dalam 24 jam terakhir, dan kini diperdagangkan di kisaran $12,19 per token.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $30,56 juta USD dan volume perdagangan 24 jam sebesar $65,43 juta USD, token ALCX kembali mencuri perhatian di pasar aset digital, terutama di sektor DeFi (Decentralized Finance) yang tengah pulih.

Kenaikan tajam ini menandakan adanya arus beli kuat setelah fase koreksi panjang, sekaligus menempatkan Alchemix di antara aset kripto dengan performa harian terbaik minggu ini.

Baca Juga: Harga Alchemix (ALCX) Meledak 160% Dalam 24 Jam: Ada Apa?

Tren Harga ALCX: Rebound dari Tekanan Pasar

Berdasarkan data historis harga, ALCX menunjukkan tren pemulihan yang stabil dalam beberapa periode terakhir:

  • 1 Hari: +30.42%
  • 30 Hari: +51.36%
  • 60 Hari: +21.64%
  • 90 Hari: +14.76%

Meski sempat turun tajam dalam seminggu terakhir (-22.8%), lonjakan harga seehari ini menegaskan kembalinya momentum bullish di pasar ALCX.

Selama 30 hari terakhir, token ini berhasil naik lebih dari 50%, mencerminkan potensi kebangkitan minat investor terhadap proyek-proyek DeFi yang menawarkan nilai utilitas tinggi.

Dalam 24 jam terakhir, harga terendah ALCX berada di $9,37 dan sempat mencapai puncak $15,42, menandakan volatilitas tinggi namun disertai peningkatan volume yang signifikan — pertanda bahwa trader mulai masuk kembali ke pasar.

Alchemix (ALCX): Proyek DeFi yang Inovatif

Alchemix adalah platform DeFi unik yang memungkinkan pengguna untuk meminjam aset menggunakan jaminan (collateral) yang secara otomatis melunasi utangnya seiring waktu.

Mekanisme ini bekerja melalui integrasi dengan protokol yield farming seperti Yearn Finance, di mana bunga hasil investasi digunakan untuk membayar pinjaman pengguna secara otomatis.

Model ini menjadikan Alchemix salah satu proyek dengan konsep “self-paying loans” pertama di dunia kripto.

Inovasi ini memikat investor jangka panjang yang mencari solusi pembiayaan berisiko rendah di tengah volatilitas pasar kripto.

Selain itu, ALCX digunakan sebagai token tata kelola (governance token) untuk mengatur kebijakan protokol, memberikan insentif bagi pengguna, dan memperkuat partisipasi komunitas.

Pergerakan harga Alchemix (ALCX/USDT) pada Kamis, 13 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Alchemix (ALCX/USDT) pada Kamis, 13 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

Analisis Teknis: Momentum Bullish Kembali Muncul

Dari sisi teknikal, ALCX menunjukkan momentum bullish kuat setelah menembus resistensi kunci di area $10,50–$11,00.

Lonjakan harga ke atas $12 menandai potensi pembentukan tren naik baru, terutama jika mampu bertahan di atas level support baru di $11,80.

Jika tren positif berlanjut, target kenaikan jangka pendek berikutnya berada di kisaran $14,50–$15,50, sementara penembusan di atas $16 dapat membuka jalan menuju area konsolidasi berikutnya di sekitar $18.

Sebaliknya, jika tekanan jual kembali meningkat, level $10,50 akan menjadi zona pertahanan utama. Indikator RSI menunjukkan posisi mendekati area overbought, sehingga potensi koreksi minor dalam jangka pendek masih mungkin terjadi sebelum tren naik berlanjut.

Faktor Pendorong Lonjakan Harga ALCX

Beberapa faktor yang mendukung kenaikan harga Alchemix hari ini antara lain:

  1. Kenaikan Volume Perdagangan
    Volume ALCX melonjak hingga $65 juta — lebih dari dua kali lipat rata-rata sebelumnya — menunjukkan lonjakan minat beli dari investor ritel dan institusional.
  2. Pemulihan Sektor DeFi
    Setelah penurunan tajam di 2024, sektor DeFi mulai menunjukkan tanda pemulihan. Proyek-proyek dengan model bisnis berkelanjutan seperti Alchemix menjadi pilihan utama bagi investor yang mencari utilitas nyata.
  3. Spekulasi Pasar dan Likuiditas Baru
    Adanya rotasi modal dari aset besar seperti Bitcoin dan Ethereum ke altcoin berkapitalisasi menengah memicu momentum beli baru di ALCX.

Baca Juga: Daftar Lengkap 545 Aset Kripto Legal Terdaftar Bappebti di Indonesia

ALCX Kembali ke Panggung DeFi

Lonjakan harga Alchemix (ALCX) sebesar 30% dalam sehari menandai kebangkitan minat terhadap proyek DeFi yang memiliki inovasi dan utilitas nyata.

Dengan sistem pinjaman otomatis yang unik serta volume perdagangan yang meningkat pesat, ALCX berpotensi mempertahankan tren naik dalam jangka menengah.

Namun, investor tetap disarankan untuk memperhatikan volatilitas tinggi di sekitar level resistance saat ini.

Jika momentum positif sektor DeFi berlanjut, Alchemix dapat menjadi salah satu proyek yang kembali bersinar di tahun 2025.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Koreksi $102.434, Hadapi Konsolidasi

Harga Bitcoin (BTC) hari ini tercatat di level $102.434,61 per BTC, turun 0,85% dalam 24 jam terakhir.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,04 triliun USD dan volume perdagangan harian sebesar $66,4 miliar USD, Bitcoin masih menjadi aset kripto dengan dominasi tertinggi di pasar, meski saat ini sedang berada dalam fase koreksi setelah reli panjang pada paruh pertama tahun 2025.

Dalam 24 jam terakhir, BTC bergerak di antara harga terendah $100.836,61 dan tertinggi $105.297,23, menunjukkan volatilitas yang masih cukup tinggi di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Penurunan ini menandakan bahwa pasar tengah memasuki fase konsolidasi alami, setelah sempat menyentuh rekor tertingginya di $126.198,07 beberapa bulan sebelumnya.

Baca Juga: Analisis Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Terjun ke $104.000! Kapan Rebound?

Tren Harga BTC: Konsolidasi Setelah Fase Bullish Panjang

Jika dilihat dari data historis, Bitcoin mengalami tren penurunan bertahap selama beberapa bulan terakhir:

  • 1 Hari: -0.9%
  • 30 Hari: -9.94%
  • 60 Hari: -11.55%
  • 90 Hari: -13.94%

Meskipun demikian, sebagian besar analis menganggap koreksi ini sebagai “healthy correction” — fase normal yang menandakan penyegaran pasar setelah lonjakan besar pada kuartal kedua 2025.

Selama fase ini, para investor jangka panjang cenderung memanfaatkan penurunan harga untuk melakukan akumulasi, mengantisipasi potensi reli baru di tahun depan.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 13 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 13 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

Faktor Utama yang Mempengaruhi Harga Bitcoin Hari Ini

  1. Kebijakan Moneter dan Inflasi Global
    Prospek kenaikan suku bunga oleh The Fed menjelang akhir 2025 menekan pasar aset berisiko, termasuk Bitcoin. Investor memilih menunggu kejelasan arah kebijakan sebelum kembali agresif melakukan pembelian.
  2. Aktivitas Whale dan Profit-Taking
    Data on-chain menunjukkan peningkatan arus keluar BTC dari dompet besar ke bursa, menandakan aksi ambil untung setelah reli kuat di kuartal sebelumnya. Aktivitas ini sering kali memicu tekanan jual jangka pendek.
  3. Koreksi Pasar Kripto Secara Umum
    Tidak hanya Bitcoin, altcoin utama seperti Ethereum, Solana, dan XRP juga menunjukkan penurunan harga. Koreksi luas ini memperlihatkan adanya fase pendinginan setelah likuiditas besar masuk ke pasar beberapa minggu sebelumnya.
  4. Sentimen Jangka Panjang Masih Positif
    Meskipun tren jangka pendek menurun, prospek jangka panjang Bitcoin tetap bullish. Dengan pasokan yang sudah beredar mencapai 94,99% dari total maksimum 21 juta BTC, tekanan suplai semakin berkurang, memperkuat narasi deflasi Bitcoin.

Analisa Teknis BTC: Support Penting di Level $100.000

Secara teknikal, $100.000 menjadi level support psikologis utama bagi Bitcoin saat ini. Jika harga mampu bertahan di atas zona ini, peluang rebound menuju $108.000–$110.000 tetap terbuka.

Namun, apabila terjadi penurunan di bawah $100.000, BTC berpotensi melanjutkan koreksi ke area $97.500–$95.000.

Indikator RSI (Relative Strength Index) masih berada di zona netral, menandakan pasar belum oversold dan masih berpotensi mengalami pergerakan sideways dalam waktu dekat.

Outlook dan Prospek Bitcoin Menjelang Akhir 2025

Walau harga saat ini terkoreksi, banyak analis tetap optimis terhadap potensi Bitcoin di akhir tahun. Beberapa katalis positif yang berpotensi mendorong harga kembali naik antara lain:

  • Adopsi ETF Spot Bitcoin yang terus berkembang di berbagai negara.
  • Peningkatan permintaan institusional, terutama dari perusahaan investasi dan hedge fund.
  • Kesiapan infrastruktur blockchain yang semakin matang dengan integrasi Lightning Network dan solusi layer-2.

Jika faktor-faktor tersebut berjalan sesuai harapan, Bitcoin berpotensi mengakhiri tahun dengan penguatan baru, terutama menjelang siklus pasar berikutnya di 2026.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Stabil di $106K, Tanda Lonjakan?

Bitcoin Masih Kokoh di Tengah Koreksi

Harga Bitcoin (BTC) hari ini berada di $102.434, mencerminkan fase konsolidasi sehat di tengah tekanan makroekonomi global.

Meskipun turun hampir 14% dalam 90 hari terakhir, fundamental Bitcoin tetap kuat — baik dari sisi adopsi, struktur pasokan, maupun kepercayaan investor jangka panjang.

Dengan kapitalisasi pasar lebih dari $2 triliun, Bitcoin tetap menjadi tulang punggung ekosistem kripto global dan aset lindung nilai digital paling terpercaya.

Koreksi saat ini bisa menjadi peluang akumulasi strategis bagi investor yang percaya pada potensi Bitcoin di tahun-tahun mendatang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga ETH Hari Ini: Ethereum Naik ke $3.465, Sinyal Rebound?

Simak analisa lengkap pergerakan harga ETH, faktor penyebab, dan prospek Ethereum di akhir 2025 dalam artikel berikut.

Harga Ethereum (ETH) hari ini tercatat di level $3.465,11 per ETH, naik 0,68% dalam 24 jam terakhir.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $418,23 miliar USD dan volume perdagangan harian sebesar $36,54 miliar USD, Ethereum menunjukkan sinyal penguatan tipis setelah mengalami tekanan jual yang signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

Dalam 24 jam terakhir, ETH sempat menyentuh harga terendah di $3.373,71 dan mencapai puncak di $3.586,01.

Meskipun pergerakannya masih fluktuatif, penguatan ini memberi harapan akan potensi rebound, terutama setelah koreksi tajam dalam dua bulan terakhir yang sempat membuat harga ETH anjlok lebih dari 25%.

Tren Harga Ethereum: Rebound Setelah Tekanan Bearish Panjang

Melihat data historis, Ethereum masih berada dalam tren penurunan jangka menengah, meskipun mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi:

  • 1 Hari: +0.37%
  • 30 Hari: -16.77%
  • 60 Hari: -25.67%
  • 90 Hari: -25.50%

Penurunan tajam dalam dua bulan terakhir sebagian besar disebabkan oleh koreksi pasar kripto global, tekanan dari makroekonomi, serta arus keluar dana institusional dari altcoin utama ke aset yang lebih defensif seperti Bitcoin.

Namun, kenaikan tipis hari ini menandakan potensi fase konsolidasi, di mana investor mulai melihat area harga saat ini sebagai titik akumulasi yang menarik menjelang akhir tahun.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 13 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 13 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Harga ETH

  1. Sentimen Pasar dan Likuiditas Global
    Ethereum masih menghadapi tekanan akibat tingkat suku bunga tinggi di AS, yang membuat investor berhati-hati terhadap aset berisiko. Meski begitu, stabilnya data inflasi bulan November memberi sedikit ruang bagi aset kripto untuk bernapas.
  2. Kinerja Pasar DeFi dan NFT
    Aktivitas di jaringan Ethereum menunjukkan perlambatan. Volume transaksi DeFi dan NFT masih menurun dibanding kuartal sebelumnya. Namun, peningkatan jumlah staking ETH sejak peluncuran upgrade Shanghai membantu menjaga pasokan ETH yang beredar tetap terkendali, mendukung stabilitas harga jangka menengah.
  3. Adopsi Layer-2 dan Skalabilitas Jaringan
    Proyek-proyek seperti Arbitrum, Optimism, dan Base terus mencatat pertumbuhan pengguna aktif. Peningkatan adopsi ini memperkuat posisi Ethereum sebagai fondasi utama ekosistem Web3, meskipun belum cukup kuat untuk mengangkat harga ke tren bullish baru.
  4. Kompetisi dari Blockchain Lain
    Rival seperti Solana, Avalanche, dan Sui mulai mengambil pangsa pasar DeFi dan gaming blockchain. Namun, keunggulan Ethereum dalam keamanan dan adopsi developer masih menjadi nilai utama yang sulit disaingi.

Analisis Teknis ETH: Support Kuat di $3.350, Resistance di $3.600

Dari sisi teknikal, Ethereum menunjukkan fase konsolidasi dengan support kuat di sekitar $3.350 dan resistance jangka pendek di $3.600.

Jika ETH berhasil menembus resistance tersebut, potensi kenaikan menuju $3.750–$3.850 akan terbuka.

Namun, jika tekanan jual kembali meningkat, ETH berpotensi menguji ulang support di bawah $3.350, bahkan menuju zona $3.200.

Indikator RSI (Relative Strength Index) berada di zona netral, menunjukkan bahwa pasar belum dalam kondisi jenuh beli maupun jenuh jual. Volume perdagangan yang tinggi juga menandakan adanya aktivitas akumulasi di level harga saat ini.

Prospek Ethereum Menjelang Akhir 2025

Meski mengalami penurunan harga signifikan dalam 90 hari terakhir, fundamental Ethereum tetap kuat. Beberapa katalis potensial yang dapat mendukung pergerakan bullish di masa mendatang meliputi:

  • Peningkatan adopsi institusional terhadap ETH sebagai aset yield-bearing berkat mekanisme staking.
  • Integrasi solusi Layer-2 yang semakin matang untuk mengurangi biaya gas dan mempercepat transaksi.
  • Upgrade jaringan Ethereum berikutnya, yang akan berfokus pada efisiensi dan interoperabilitas lintas rantai.

Jika pasar global mulai pulih dan arus modal kembali ke aset digital, Ethereum berpeluang pulih menuju kisaran $3.800–$4.000 menjelang awal 2026.

Baca Juga: Analisis Harga ETH Hari ini: Ethereum Terancam Jatuh di Bawah $3.360?

Ethereum Tunjukkan Sinyal Rebound di Tengah Tekanan Pasar

Harga Ethereum (ETH) hari ini berada di $3.465, mencatat kenaikan tipis di tengah tekanan pasar yang masih kuat.

Meskipun secara jangka menengah ETH masih berada di bawah tren bearish, penguatan harian menunjukkan potensi fase stabilisasi sebelum memasuki tren kenaikan baru.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $418 miliar dan peran pentingnya dalam ekosistem DeFi serta Web3, Ethereum tetap menjadi aset kripto utama yang layak dipantau oleh investor jangka panjang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Market Sinyal Kripto: Analisis Teknikal dan Peluang 13 November 2025

Tokocrypto menghadirkan Market Sinyal Harian Kripto yang berisi analisis mendalam dan rekomendasi strategi perdagangan untuk hari Kamis, 13 November 2025. Dalam edisi kali ini, fokus tertuju pada tiga aset kripto yang menunjukkan potensi pergerakan harga yang signifikan.

Informasi ini disusun berdasarkan data pasar terkini dan indikator teknikal, guna membantu para trader mengambil keputusan yang lebih tepat di tengah dinamika pasar kripto yang terus berubah.

Peristiwa yang terjadi dalam 24 jam terakhir

  1. AS Resmi Akhiri Government Shutdown Setelah 6 Minggu
    DPR AS meloloskan RUU pengeluaran untuk mengakhiri penutupan pemerintahan selama 6 minggu, dan Presiden Trump diperkirakan akan menandatanganinya malam ini.
    Token terdampak: $BTC, $ETH, $XRP.
  2. IBM Umumkan Chip Quantum Generasi Baru untuk Keamanan Masa Depan
    IBM memperkenalkan chip quantum dengan kemampuan koreksi kesalahan 10x lebih cepat dan sistem tahan gangguan untuk target tahun 2029.
    Token terdampak: $BTC, $ETH (potensi risiko keamanan jangka panjang).
  3. Bitcoin Depot Ekspansi ke Hong Kong
    Operator ATM Bitcoin terbesar di Amerika Utara kini memperluas bisnis ke pasar Asia, dimulai dari Hong Kong.
    Token terdampak: $BTC.
  4. Sui Luncurkan Stablecoin Native “USDsui” Bersama Bridge (Stripe)
    Sui Network akan meluncurkan USDsui, stablecoin native yang diterbitkan oleh Bridge (perusahaan di bawah Stripe).
    Token terdampak: $SUI.
  5. Nasdaq Resmi Setujui Peluncuran ETF XRP Canary Capital
    Nasdaq telah menyetujui listing ETF XRP Canary Capital, yang akan diluncurkan resmi pada sesi perdagangan berikutnya.
    Token terdampak: $XRP.

Pastikan untuk selalu melakukan analisis secara keseluruhan sebelum mengambil keputusan perdagangan atau trading.

EDU/USDT (🔼 +9.86%)

  • Entry: $0.1644
  • Stop Loss: $0.1577
  • Take Profit: $0.1808

EDU/USDT saat ini sedang menunjukkan tanda-tanda awal kebangkitan dari fase konsolidasi panjang, dengan area entry ideal di $0.1644 dan target profit di $0.1808 (+9.86%). Harga terlihat mulai menembus batas atas range konsolidasi dengan volume yang meningkat, menandakan mulai adanya dorongan beli yang sehat. Indikator MACD mulai berbalik arah ke zona positif, mengisyaratkan momentum bullish mulai terbentuk.

RED/USDT (🔼 +5.32%)

  • Entry: $0.3115
  • Stop Loss: $0.3019
  • Take Profit: $0.3306

RED/USDT saat ini berada dalam fase pullback sehat setelah memantul kuat dari area support $0.3019, yang menjadi benteng bawah utamanya. Selama harga bertahan di atas level entry $0.3115, peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju take profit $0.3306 (+6.11%) masih terbuka lebar.

Struktur harga menunjukkan pola higher low kecil, menandakan buyer mulai mengambil alih setelah fase tekanan singkat. Sementara itu, MACD sudah mulai mengerem momentum bearish dan bersiap membentuk potensi cross up, yang biasanya menjadi sinyal awal kebangkitan harga.

EIGEN/USDT (🔼 +10.01%)

  • Entry: $0.736
  • Stop Loss: $0.703
  • Take Profit: $0.810

EIGEN/USDT mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah memantul dari area demand $0.703, yang saat ini menjadi pagar terakhir sebelum tren turun kembali berlanjut. Selama harga bergerak stabil di atas zona entry $0.736, momentum buyer berpotensi mendorong kenaikan menuju resistance kuat $0.810 (+10%). Struktur candle memperlihatkan pola “rebound pelan tapi pasti”, sementara MACD masih negatif namun mulai merapat—ibarat mesin yang sedang memanas sebelum kembali melaju


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

7 Indikator Trading Chart di Aplikasi Tokocrypto dan Cara Menggunakannya

Trading kripto tidak hanya bisa mengandalkan sekadar insting, tapi balik setiap keputusan beli atau jual, ada analisis teknikal yang membantu trader memahami arah pasar. 

Nah, di aplikasi Tokocrypto, kamu bisa menemukan berbagai indikator bawaan yang biasa digunakan trader profesional untuk membaca momentum, tren, dan potensi pembalikan harga lho!

Indikator seperti MA, EMA, BOLL, VOL, MACD, KDJ, dan RSI ini bisa kamu gunakan dengan mudah di aplikasi Tokocrypto hanya dengan sekali tap! 

Yuk pelajari satu persatu indikator trading yang tersedia di aplikasi Tokocrypto beserta cara menggunakannya!

1. MA (Moving Average)

Moving Average (MA) adalah indikator paling dasar dan paling sering digunakan di dunia trading. MA menghitung rata-rata pergerakan harga dalam periode tertentu, misalnya jam, hari, atau minggu.

Di Tokocrypto, kamu dapat menggunakan indikator Moving Average dengan menekan tombol MA pada bagian bawah chart harga, lalu indikator MA akan muncul dalam bentuk beberapa garis berbeda warna yang merepresentasikan periode MA.

Kamu dapat menggunakan indikator MA sebagai alat bantu untuk mengidentifikasi tren, seperti:

  • Jika harga berada di atas garis MA → tren cenderung naik (bullish).
  • Jika harga berada di bawah garis MA → tren cenderung turun (bearish).

Selain untuk membantu mengidentifikasi tren, perpotongan antara MA pendek dengan MA panjang juga bisa menjadi sinyal seperti golden cross (bullish) atau death cross (bearish).

  • Golden Cross → MA jangka pendek menembus ke atas MA jangka panjang.
  • Death Cross →  MA jangka pendek menembus ke bawah MA jangka panjang.

2. EMA (Exponential Moving Average)

EMA (Exponential Moving Average) adalah versi lebih sensitif dari MA. Indikator ini memberikan bobot lebih besar pada harga terbaru, sehingga lebih cepat menangkap perubahan tren pasar.

Sama seperti MA di aplikasi Tokocrypto, kamu dapat menggunakan indikator Exponential Moving Average dengan menekan tombol EMA pada bagian bawah chart harga, lalu indikator EMA akan muncul dalam bentuk beberapa garis berbeda warna yang merepresentasikan periode EMA.

Kamu dapat menggunakan indikator EMA sebagai alat bantu untuk mengidentifikasi tren, seperti:

  • Jika harga berada di atas garis EMA → tren cenderung naik (bullish).
  • Jika harga berada di bawah garis EMA → tren cenderung turun (bearish).

Selain untuk membantu mengidentifikasi tren, perpotongan antara EMA pendek dengan EMA panjang juga bisa menjadi sinyal seperti golden cross (bullish) atau death cross (bearish).

  • Golden Cross → EMA jangka pendek menembus ke atas MA jangka panjang.
  • Death Cross →  EMA jangka pendek menembus ke bawah MA jangka panjang.

Pelajari lebih lengkap: Apa Itu Moving Averages?

3. BOLL (Bollinger Bands)

Bollinger Bands adalah indikator volatilitas yang menunjukkan sebaran harga di sekitar nilai rata-rata. Indikator Bollinger Bands terdiri dari:

  • Upper band (batas atas)
  • Lower band (batas bawah)
  • Middle band (garis tengah atau pergerakan rata-rata)

Upper band dan lower band akan bereaksi terhadap pergerakan harga, dengan melebar saat fluktuasi tinggi (meninggalkan middle band) dan menyempit saat fluktuasi rendah (menuju middle band).

kamu dapat menggunakan indikator Bollinger Bands dengan menekan tombol BOLL pada bagian bawah chart harga, lalu indikator Bollinger Bands akan muncul dalam bentuk seperti saluran yang mengapit harga dalam upper band, lower band, dan middle band.

Kamu dapat menggunakan indikator Bollinger Bands untuk menginterpretasikan pergerakan harga dengan sebagai berikut:

  • Ketika harga mendekati upper band, pasar dianggap overbought (harga sudah dianggap terlalu tinggi dari rata-rata).
  • Ketika harga mendekati lower band, pasar dianggap oversold (harga masuk ke level rendah dari rata-rata).
  • Ketika band atas dan bawah yang terus menyempit, menandakan pasar sedang tenang, sementara band yang melebar menunjukkan volatilitas tinggi.

Bollinger Bands cocok digunakan untuk trader yang mencari peluang dari pergerakan harga jangka pendek.

Pelajari lebih lengkap: Apa Itu Bollinger Band?

4. VOL (Volume)

Volume adalah indikator yang menampilkan jumlah transaksi (pembelian dan penjualan) pada periode waktu tertentu.

Untuk menampilkan indikator trading volume, kamu hanya perlu menekan tombol VOL yang ada di bawah chart harga, lalu indikator dalam bentuk batang vertikal dengan warna merah dan hijau akan muncul di bagian bawah chart harga.

  • Hijau: volume beli lebih besar dari volume jual.
  • Merah: volume jual mendominasi.

Semakin tinggi batangnya, semakin besar volume transaksi pada periode waktu tersebut. Volume dapat membantu kamu untuk memvalidasi momen breakout atau pembalikan tren (reversal) berdasarkan minat pasar.

Pelajari lebih lengkap: Cara Membaca Volume Trading untuk Pemula

5. MACD (Moving Average Convergence Divergence)

MACD adalah indikator momentum yang digunakan untuk mengukur kekuatan momentum dan tren perubahan arah harga. Di aplikasi Tokocrypto, kamu dapat menekan tombol MACD di bawah grafik harga untuk memunculkan indikator tersebut.

MACD terdiri dari dari tiga elemen yang bergerak di sekitar garis nol:

  • Garis MACD: Membantu menentukan momentum naik atau turun (tren pasar) dengan mengurangkan dua Exponential Moving Average (EMA).
  • Garis Sinyal: Sebuah EMA dari garis MACD (biasanya EMA 9-periode). Analisis kombinasi garis sinyal dengan garis MACD dapat membantu mengidentifikasi potensi pembalikan atau titik masuk dan keluar.
  • Histogram: Representasi grafis dari Divergence dan Convergence dari garis MACD. Dalam kata lain, histogram dihitung berdasarkan perbedaan antara dua garis.

Kamu dapat menggunakan indikator MACD untuk menginterpretasikan pergerakan harga dengan sebagai berikut:

  • MACD di atas garis nol (0) → tren cenderung naik (bullish).
  • MACD di bawah garis nol (0) → tren cenderung turun (bearish).
  • Ketika garis MACD melintasi ke atas garis sinyal → peluang beli (bullish crossover).
  • Ketika garis MACD melintasi ke bawah garis sinyal → peluang jual (bearish crossover).
  • Histogram di atas nol (hijau) → momentum naik semakin kuat.
  • Histogram di bawah nol (merah → momentum turun semakin kuat.

MACD menjadi favorit trader menengah hingga berpengalaman karena mampu memberikan konfirmasi tren yang lebih jelas dibandingkan indikator tunggal seperti MA.

Baca lebih lengkap: Penjelasan Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD)

6. KDJ (Stochastic Indicator)

KDJ merupakan pengembangan dari Stochastic Oscillator, dengan tambahan komponen garis J yang membuatnya lebih sensitif terhadap perubahan harga.

Indikator KDJ adalah alat analisis teknikal yang digunakan untuk mengukur momentum pasar dan mengidentifikasi peluang pembalikan harga. 

Indikator ini memiliki tiga komponen utama dalam bentuk garis: K, D, dan J.

  • K line → menunjukkan tren jangka pendek.
  • D line → rata-rata dari K line, lebih halus.
  • J line → garis tambahan yang menunjukkan deviasi K dan D, membuat sinyal lebih tajam.

Kamu dapat memunculkan indikator KDJ di aplikasi Tokocrypto dengan menekan tombol KDJ yang ada di bawah grafik harga.

Cara Membacanya:

  • Jika garis J > 100 maka pasar berpotensi dalam kondisi overbought (potensi turun).
  • Jika garis J < 0 maka pasar berpotensi dalam kondisi oversold (potensi naik).
  • Sinyal beli: Garis K menembus ke atas garis D terutama ketika ada di area oversold (<20)
  • Sinyal jual: Garis K menembus ke bawah garis D terutama ketika ada di area overbould (>80)

7. RSI (Relative Strength Index)

RSI adalah indikator momentum yang digunakan untuk mengukur kekuatan tren harga dalam periode tertentu (biasanya 14 hari).

Saat momentum meningkat (RSI naik), ini mengindikasikan bahwa aset sedang aktif dibeli di pasar. Sebaliknya, jika momentum menurun (RSI turun), ini adalah tanda bahwa minat pedagang dalam saham atau aset tersebut sedang berkurang.

Singkatnya, RSI bisa membantu kamu dalam mengidentifikasi kondisi jenuh beli (overbought) atau jenuh jual (oversold).

Di aplikasi Tokocrypto kamu hanya perlu menekan tombol RSI yang ada di bagian bawah chart harga untuk memunculkan indikator RSI.

Cara menggunakannya cukup mudah:

  • RSI >80 → aset dianggap overbought, berpotensi koreksi turun.
  • RSI <20 → aset dianggap oversold, berpotensi rebound naik.

RSI sangat populer karena mudah dipahami dan bisa digunakan untuk mengonfirmasi sinyal dari indikator lain, seperti EMA atau MACD.

Pelajari lebih lengkap: Mengenal Lebih Dekat Indikator Relative Strength Index (RSI)


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Dogecoin di Ambang Kehancuran? Q4 2025 Jadi Mimpi Buruk Bagi Holder!

Dogecoin, koin meme yang dulu menjadi bintang di setiap akhir tahun, kini menghadapi kuartal keempat (Q4) paling suram sejak 2020. Biasanya, periode ini selalu membawa keuntungan besar bagi komunitas DOGE, namun 2025 justru ditutup dengan penurunan lebih dari 26% sejauh ini.

Pertanyaannya: apakah masih ada harapan untuk kebangkitan di detik-detik terakhir tahun ini?

Whales Kabur, Holder Lama Kehilangan Keyakinan

Jika Dogecoin tampak lemah kali ini, penyebabnya bukan hanya sentimen pasar, tetapi juga perilaku para pemegang besar dan jangka panjang (whales dan HODLers).

Beberapa tahun terakhir, Q4 selalu menjadi momen emas bagi DOGE:

  • 2022: naik 14.2%
  • 2023: naik 44.2%
  • 2024: melesat 176.6%

Namun di 2025, tren itu patah total.
Data HODL Waves menunjukkan bahwa:

  • Pemegang jangka pendek (1–3 bulan) turun dari 17.47% menjadi hanya 7.24%.
  • Pemegang jangka panjang (1–2 tahun) anjlok dari 40.32% ke 21.87%.

Artinya, banyak koin keluar dari dompet dan kembali ke pasar, tanda meningkatnya tekanan jual.

Whales Bergerak Tak Seirama

Whale tracker menunjukkan pergerakan signifikan:

  • Dompet besar berisi 10–100 juta DOGE menjual masif sejak 11 Oktober, mengurangi kepemilikan dari 24.61 miliar ke 20.33 miliar DOGE, setara sekitar 730 juta dolar di harga saat ini.
  • Sementara itu, kelompok super besar (di atas 1 miliar DOGE) bertransaksi bolak-balik tanpa arah jelas.
  • Satu-satunya kelompok yang menambah posisi adalah mid-tier whales (100 juta–1 miliar DOGE), naik dari 27.68 miliar ke 32.38 miliar sejak akhir Oktober.

Masalahnya, ketika whales tidak bergerak searah, momentum harga sulit terbentuk. Inilah yang membuat Q4 kali ini menjadi yang paling lesu sejak 2020, bahkan dengan kabar positif soal ETF crypto.

Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Rabu, 12 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Rabu, 12 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

Volume dan Derivatif Menunjukkan Tekanan Berat

Dilaporkan BeInCrypto, Indikator On-Balance Volume (OBV), yang mengukur apakah kenaikan harga didukung oleh volume nyata, baru saja menembus tren naiknya untuk pertama kali sejak awal 2025.
Ini berarti setiap pantulan harga baru-baru ini tidak benar-benar didorong oleh pembelian nyata. Dengan kata lain, rebound yang terjadi berisiko mudah memudar.

Pasar derivatif juga menunjukkan bias bearish yang ekstrem:

  • Posisi short: 776.75 juta dolar
  • Posisi long: hanya 151.77 juta dolar

Rasio lebih dari 5:1 menunjukkan bahwa mayoritas trader bertaruh melawan Dogecoin hingga akhir Desember.

Namun, ketimpangan besar ini juga bisa menciptakan potensi short squeeze — jika harga naik sedikit saja, para short bisa terpaksa menutup posisi, memicu lonjakan harga jangka pendek.

Titik Penentuan di $0.17, Bertahan atau Runtuh?

Secara teknikal, Dogecoin masih berada di dalam kanal naik (ascending channel) yang dimulai April 2025. Namun kini harganya menyentuh batas bawah di sekitar $0.17.

Jika area ini jebol dan DOGE menutup minggu di bawahnya, target berikutnya bisa turun ke $0.15, dan itu akan menjadi breakdown struktural pertama dalam tujuh bulan terakhir.

Meski begitu, belum semua harapan hilang.
RSI menunjukkan adanya “hidden bullish divergence,” di mana harga membentuk higher low sementara RSI justru lower low. Pola ini sering kali menandakan potensi pemulihan terakhir dalam tren besar.

Skenario Rebound: Keajaiban Akhir Tahun?

Jika DOGE mampu mempertahankan support $0.17 dan memantul, rebound 33% ke $0.22 masih mungkin terjadi, tepat di level Fibonacci retracement 0.5.
Faktor pemicu tambahan bisa datang dari peluncuran Bitwise Spot ETF akhir November, yang berpotensi menarik volume baru ke pasar crypto.

Namun, jika gagal mempertahankan channel ini, Dogecoin bisa kehilangan struktur bullish multi-kuartal dan terancam turun ke bawah $0.15 atau lebih rendah menjelang akhir tahun.

Q4 Terburuk, Tapi Masih Ada Harapan Tipis

Dogecoin 2025 adalah kisah tentang kehilangan keyakinan di tengah volatilitas.
Whales menjauh, volume menipis, dan pasar derivatif memojokkan DOGE. Namun selama level $0.17 belum ditembus, peluang comeback tetap terbuka — meski kecil.

Apakah Dogecoin akan bangkit seperti 2024, atau justru jatuh menembus $0.15 dan menutup tahun dalam zona merah? Investor kini menatap satu angka: $0.17, garis kehidupan terakhir bagi Dogecoin.

Baca juga: Lonjakan Dogecoin Picu Harapan Reli Wyckoff Bullish


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Prediksi Harga Solana: Bisa Tembus $200 Sebelum 2025 Berakhir?

Pasar kripto kembali bergejolak, dan kali ini semua mata tertuju pada Solana (SOL), aset digital yang disebut-sebut sebagai “pesaing terkuat Ethereum”. Namun dengan harga yang anjlok 6% dalam 24 jam terakhir, pertanyaannya kini: apakah Solana masih bisa menembus level $200 sebelum 2025 berakhir?

Kondisi Terkini: Solana Masih Dalam Tekanan, Tapi Ada Harapan

Saat artikel ini ditulis, harga Solana berada di kisaran $155,76, turun 5,2% dalam 24 jam terakhir. Meskipun sempat menguat di awal minggu, tekanan jual kembali mendominasi, membuat investor bertanya-tanya: apakah ini akhir dari momentum bullish?

Menurut data pasar, volume perdagangan harian Solana turun 3% menjadi sekitar $5,54 miliar, sementara fear and greed index menunjukkan angka 26, sinyal ketakutan di pasar kripto. Indikator teknikal seperti MACD dan Awesome Oscillator menunjukkan tren negatif, dengan level resistensi terdekat di $172.

Namun menariknya, indikator RSI masih netral, memberi peluang rebound dalam waktu dekat. Beberapa analis memprediksi SOL dapat kembali naik ke $172 akhir bulan ini, meski kemungkinan koreksi ke $120–$150 masih terbuka.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 12 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 12 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

Kekuatan di Balik Solana: Ekosistem, ETF, dan Institusi

Meski pasar sedang merah, ekosistem Solana justru menunjukkan ekspansi besar-besaran. Dana institusional mengalir deras ke ETF Solana, dengan total lebih dari $300 juta inflow, menjadikan SOL salah satu aset kripto paling diminati oleh investor besar.

Dilaporkan Bitemycoin, produk seperti Bitwise’s BSOL dan Grayscale’s GSOL menawarkan staking yield 5–7% per tahun, membuat Solana semakin menarik bagi portofolio institusional. Selain itu, pembaruan jaringan dan aktivitas staking yang meningkat berpotensi mendorong reli harga dalam beberapa bulan mendatang.

Baca juga: Solana Bangkit Lagi! Harga Mantul dari $155, Siap Menuju $200?

Analisis Teknikal: Peluang Bullish Masih Terbuka

Secara teknikal, Solana memang masih berada di bawah EMA 10, 20, dan 50 hari, yang kini menjadi level resistensi penting. Namun, analis menilai bahwa dukungan kuat di kisaran $146–$150 dapat menjadi pijakan bagi kebangkitan harga.

Jika Solana berhasil menembus resistensi $190–$205, harga berpotensi menuju retest all-time high di $294,33, yang sempat tercapai 10 bulan lalu. Banyak analis percaya, momentum ini bisa saja dimulai pada kuartal pertama 2025, terlebih jika dukungan regulasi dan adopsi institusional terus meningkat.

Prediksi Harga: Menuju $200 di 2025, Tapi Tidak Mudah

Prediksi jangka menengah menunjukkan bahwa Solana bisa menutup tahun 2025 di sekitar $185, mendekati level psikologis $200. Analis memperkirakan harga SOL akan bergerak di antara $156–$185, dengan rata-rata tahunan $168,62, memberi potensi return on investment sekitar 17,9%.

Untuk jangka panjang, proyeksi bahkan lebih optimistis. Berikut prediksi harga Solana 2025–2030:

Tahun Harga Minimum Harga Rata-rata Harga Maksimum
2025 $155 $230 $400
2026 $215 $300 $425
2027 $220 $290 $435
2028 $230 $310 $450
2029 $240 $320 $475
2030 $250 $340 $500

Dengan pertumbuhan ekosistem yang cepat dan dukungan investor besar, SOL berpotensi menembus $500 pada 2030. Namun, perlu diingat bahwa pasar kripto sangat fluktuatif, dan perjalanan menuju $200 tidak akan mudah.

Kesimpulan: Solana Masih Punya Taring, Tapi Waspadai Volatilitas

Meski sedang melemah, Solana belum kehilangan momentumnya. Kombinasi dari adopsi institusional, ETF baru, dan potensi kenaikan aktivitas staking dapat menjadi pemicu reli besar berikutnya. Namun, investor tetap disarankan melakukan riset mendalam dan memahami risiko, karena volatilitas di pasar kripto bisa berubah dalam hitungan jam.

Apakah Solana bisa menembus $200 di 2025? Jawabannya: ya, bisa, tapi dengan perjuangan.

Baca juga: ETF Jadi Penentu, Akankah Solana Oktober Ini Reli 30%?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com