Tag Archives: kripto

XRP Menuju Era Baru Regulasi, Level US$3,20 Jadi Ujian Krusial

Dunia kripto kembali menjadi sorotan setelah munculnya rancangan undang-undang (RUU) di Amerika Serikat yang berpotensi menyetarakan status XRP dengan Bitcoin dan Ethereum. Wacana regulasi ini langsung memicu perbincangan luas di kalangan pelaku pasar, khususnya terkait prospek dan prediksi harga XRP ke depan.

Draf terbaru Digital Asset Market Clarity Act disebut-sebut akan mengklasifikasikan XRP sebagai aset non-security, sejajar dengan Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH). Jika disahkan, aturan ini akan mengakhiri ketidakpastian hukum yang selama bertahun-tahun membayangi XRP dan menghambat masuknya investor institusional.

Langkah XRP Menuju Status Setara Bitcoin

Langkah ini dinilai sebagai kemenangan regulasi besar bagi ekosistem XRP. Kejelasan status hukum dinilai dapat membuka pintu adopsi yang lebih luas, terutama dari institusi keuangan besar yang selama ini bersikap hati-hati karena risiko tuntutan hukum.

Dalam rancangan tersebut, XRP akan masuk kategori “non-ancillary asset”, yakni aset utama yang diperlakukan setara dengan komoditas digital seperti BTC dan ETH. Status ini juga berlaku bagi token lain yang telah memiliki produk bursa terorganisir seperti Exchange-Traded Product (ETP).

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 15 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 15 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Meski tidak serta-merta memicu lonjakan harga dalam waktu singkat, kejelasan regulasi dianggap memiliki dampak strategis jangka panjang. Dengan payung hukum yang lebih jelas, institusi global berpeluang mulai memasukkan XRP ke dalam portofolio investasi maupun strategi perbendaharaan mereka.

Sementara dari sisi pasar, minat institusi terhadap XRP telah menunjukkan peningkatan signifikan sejak peluncuran ETF XRP pertama di Amerika Serikat. Data SoSoValue mencatat dana kelolaan ETF tersebut telah menembus angka US$1,5 miliar hanya dalam beberapa bulan terakhir.

Baca juga: XRP Naik ke US$2,15 Hari Ini! Ini Alasan Ripple Kembali Salip BNB

Prediksi Harga XRP: EMA 200 Hari Jadi Penentuh Arah Harga XRP

Dilaporkan Cryptonews, secara teknikal, XRP baru saja mencatat penguatan setelah mengalami tekanan jual selama tujuh hari berturut-turut. Namun, pergerakan harga masih menghadapi tantangan serius di level Exponential Moving Average (EMA) 200 hari, yang kini berfungsi sebagai resistance utama.

Jika harga mampu bertahan dan menembus level tersebut, analis memproyeksikan potensi kenaikan menuju area US$3,20. Sebaliknya, jika tekanan jual kembali mendominasi, XRP berisiko terkoreksi hingga ke kisaran US$1,95.

Indikator Relative Strength Index (RSI) yang berada di sekitar rata-rata pergerakan 14 hari saat ini menjadi penentu arah momentum selanjutnya, apakah tren bullish berlanjut atau justru berbalik.

Di tengah dinamika tersebut, sebagian investor juga mulai melirik proyek kripto baru, termasuk presale token Bitcoin HYPER (HYPER). Proyek layer-2 berbasis Solana untuk ekosistem Bitcoin ini dilaporkan telah menghimpun dana lebih dari US$30,5 juta atau sekitar Rp514 miliar, mencerminkan meningkatnya minat institusi terhadap inovasi teknologi blockchain di luar aset utama.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Paradigma Baru Cadangan Strategis Perusahaan

Artikel riset ini disusun oleh Tim Riset Tokocrypto sebagai bagian dari kajian mendalam terhadap transformasi manajemen keuangan korporasi di era aset digital.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan perubahan lanskap keuangan, perusahaan mulai mengevaluasi kembali strategi pengelolaan cadangan mereka. Salah satu pendekatan yang kian mendapatkan perhatian adalah Digital Assets Treasury (DAT).

Introducing: The Corporate Crypto Shift

Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan global semakin meragukan ketergantungan penuh pada kas dan instrumen keuangan tradisional. Inflasi yang masih bertahan, suku bunga tinggi dalam jangka panjang, serta meningkatnya risiko likuiditas dan stabilitas sistem keuangan global mendorong korporasi mencari alternatif penyimpanan nilai. Kondisi ini membuka jalan bagi adopsi aset kripto sebagai instrumen diversifikasi dan lindung nilai terhadap risiko makroekonomi. Dari sinilah konsep Digital Assets Treasury mulai berkembang.

Apa Itu Digital Assets Treasury (DAT)?

Digital Assets Treasury (DAT) merupakan strategi pengelolaan cadangan perusahaan dengan memasukkan aset digital ke dalam neraca keuangan. Aset digital ini digunakan baik sebagai penyimpan nilai (store of value) maupun sebagai bagian dari manajemen likuiditas perusahaan.

Menariknya, DAT tidak hanya diadopsi oleh perusahaan yang bergerak di industri kripto. Perusahaan non-kripto seperti Tesla dan Block juga telah mengintegrasikan aset kripto ke dalam strategi treasury mereka sebagai bentuk diversifikasi aset dan perlindungan dari tekanan ekonomi global.

Digital Assets vs Traditional Assets

Dibandingkan aset tradisional, aset digital memiliki karakteristik yang sangat berbeda. Aset digital beroperasi di pasar berbasis blockchain yang terdesentralisasi, sementara aset tradisional bergantung pada sistem keuangan terpusat seperti bank dan pasar modal.

Dari sisi jenis aset, Digital Assets Treasury mencakup kripto, stablecoin, token DeFi, dan aset digital lain, sedangkan treasury konvensional mengandalkan kas, deposito, obligasi, saham, serta instrumen pasar uang.

Dari aspek regulasi, aset digital masih berada dalam fase pengembangan kerangka hukum yang berbeda di tiap negara, berbeda dengan aset tradisional yang telah memiliki regulasi mapan. Keunggulan aset digital terletak pada likuiditas global 24/7 dan pembayaran instan, meskipun volatilitasnya relatif lebih tinggi.

Sementara itu, aset tradisional cenderung lebih stabil, tetapi proses transaksi dan likuiditasnya lebih lambat. Dari sisi keamanan, aset digital sangat bergantung pada pengelolaan private key, cold storage, dan smart contract, sedangkan aset tradisional mengandalkan sistem perbankan dan kustodian.

Jenis Aset Digital dalam Digital Assets Treasury

Dalam praktiknya, Digital Assets Treasury mencakup beberapa jenis aset utama. Cryptocurrencies dan NFTs digunakan sebagai alat pembayaran, instrumen investasi, hingga bukti kepemilikan aset digital yang unik. Stablecoins dan CBDCs dirancang untuk menjaga stabilitas nilai dengan dipatok pada mata uang resmi, sehingga lebih cocok untuk kebutuhan likuiditas jangka pendek. Selain itu, terdapat digital bonds dan tokenized assets, yaitu representasi instrumen keuangan atau aset tertentu di blockchain yang memungkinkan akses tanpa perantara.

Insight Singkat

Secara ringkas, Digital Assets Treasury menunjukkan bahwa aset digital kini tidak lagi sekadar instrumen spekulatif, melainkan telah menjadi bagian dari strategi pengelolaan cadangan perusahaan untuk menghadapi tantangan makroekonomi global.

Gambaran Adopsi Global Digital Assets Treasury

Perusahaan dengan strategi Digital Assets Treasury (DATCo) kini tersebar di berbagai negara. Berdasarkan data kepemilikan kripto yang dipublikasikan, tingkat adopsi dapat dikelompokkan menjadi tinggi, menengah, dan rendah.

Negara dengan tingkat adopsi tinggi memiliki cadangan kripto perusahaan yang signifikan, sementara negara dengan adopsi menengah dan rendah masih berada dalam tahap pengembangan atau uji pasar.

Perkembangan Digital Assets Treasury

Sejarah Digital Assets Treasury dapat ditelusuri sejak perusahaan penambangan kripto Hut 8 mulai mengadopsinya pada 2017. Namun, pertumbuhan signifikan terjadi setelah Strategy melakukan investasi besar dalam aset digital sebagai bagian dari treasury mereka. Hingga Oktober 2025, total aset kripto yang dikelola oleh DATCo diperkirakan mencapai sekitar USD 137 miliar, meningkat lebih dari dua kali lipat hanya dalam satu tahun.

Bitcoin menjadi aset utama dalam strategi Digital Assets Treasury. Dari sisi geografis, Amerika Serikat memimpin dalam jumlah perusahaan yang mengadopsi strategi ini, disusul oleh Kanada dan China.

Beyond Bitcoin: Diversifikasi Aset Digital

Meski Bitcoin mendominasi, sejumlah perusahaan mulai melirik aset digital alternatif. Beberapa di antaranya berinvestasi pada altcoin, mulai dari token layer-1 hingga token berbasis emas, sebagai upaya diversifikasi cadangan.

Mayoritas Digital Assets Treasury non-Bitcoin terbentuk melalui skema PIPE (Private Investment in Public Equity), di mana perusahaan menerima aset digital secara langsung dari proyek terkait.

Walaupun skalanya masih lebih kecil dibanding Bitcoin, tren ini mencerminkan semakin luasnya adopsi aset digital dalam manajemen treasury perusahaan.

Outlook: Masa Depan Digital Assets Treasury

Dominasi Bitcoin dalam treasury korporasi menunjukkan bahwa kripto mulai dipandang sebagai cadangan strategis jangka panjang. Masuknya Ethereum dan Solana ke dalam portofolio treasury perusahaan menandai awal diversifikasi Digital Assets Treasury di luar Bitcoin. Ke depan, model treasury berbasis aset digital berpotensi menjadi sumber permintaan baru yang dapat memperkuat adopsi dan stabilitas pasar kripto dalam jangka panjang.

Kesimpulan

Digital Assets Treasury mencerminkan pergeseran fundamental dalam strategi pengelolaan cadangan perusahaan. Aset digital, terutama Bitcoin, kini semakin dipandang sebagai instrumen lindung nilai dan cadangan strategis di tengah dinamika makroekonomi global yang penuh ketidakpastian. Bagi korporasi, DAT bukan sekadar tren, melainkan evolusi baru dalam manajemen treasury di era ekonomi digital.

Baca juga: Mengenal APRO: Penghubung Data Dunia Nyata ke Blockchain


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Menguat ke $96.534, Lanjutkan Tren?

Harga Bitcoin hari ini kembali menjadi pusat perhatian pasar kripto.

Berdasarkan data Tokocrypto terbaru pada Kamis (15/1), harga BTC tercatat berada di level $96.534,78 per BTC, menguat +1,33% dalam 24 jam terakhir.

Kenaikan ini memperpanjang tren positif Bitcoin yang dalam 30 hari terakhir melonjak hingga +12,41%, mencerminkan kembalinya minat beli yang cukup kuat dari pelaku pasar.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $1,928 triliun dan volume perdagangan harian sekitar $59,64 miliar, Bitcoin tetap kokoh sebagai aset kripto terbesar dan paling dominan di dunia.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat 4,8%: Volume $57 Miliar

Pergerakan Harga BTC Hari Ini: Stabil Naik, Volatilitas Tetap Tinggi

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak pada rentang harga $94.583 – $97.860.

Area ini menunjukkan adanya pertarungan cukup ketat antara pembeli yang mencoba mendorong harga mendekati $100.000 dan penjual yang mulai mengambil untung di area tinggi.

Secara harian, BTC mencatat kenaikan sekitar $1.266, menandakan bahwa sentimen pasar masih cenderung positif namun hati-hati.

Meski sempat terkoreksi tipis dalam 1 jam terakhir (-0,41%), struktur pergerakan harga secara umum masih menunjukkan kecenderungan melanjutkan tren naik jangka pendek.

Kinerja BTC: Bulanan Kuat, Kuartalan Masih Konsolidasi

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 15 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 15 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika dilihat dari data historis:

  • 7 hari: +5,71%
  • 30 hari: +12,41%
  • 60 hari: +1,17%
  • 90 hari: -11,24%

Angka-angka ini menunjukkan bahwa Bitcoin sedang berada dalam fase pemulihan setelah tekanan dalam 3 bulan terakhir.

Lonjakan kuat dalam sebulan terakhir menjadi sinyal bahwa pasar mulai membangun kembali kepercayaan, meski belum sepenuhnya keluar dari bayang-bayang koreksi jangka menengah.

Dengan kata lain, BTC saat ini berada di persimpangan antara fase recovery dan potensi awal tren naik lanjutan.

Data Fundamental: Pasokan Ketat, Dominasi Tetap Kokoh

Sirkulasi Bitcoin kini mencapai 19,98 juta BTC, atau sekitar 95,12% dari total suplai maksimum 21 juta BTC. Kondisi ini mempertegas narasi klasik Bitcoin: aset langka dengan pasokan sangat terbatas.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) berada di sekitar $2,027 triliun, menandakan bahwa sebagian besar suplai BTC telah beredar.

Secara fundamental, struktur ini membuat Bitcoin semakin sensitif terhadap lonjakan permintaan, karena ruang ekspansi suplai semakin sempit.

Tak heran jika setiap peningkatan minat beli cenderung berdampak besar pada pergerakan harga.

Level Harga Bitcoin yang Jadi Perhatian Pasar

Dari sudut pandang teknikal berbasis data harga hari ini, beberapa zona kunci yang menjadi fokus pelaku pasar antara lain:

  • Resistance terdekat: $97.800 – $100.000
    Area psikologis ini berpotensi memicu tekanan jual jangka pendek.
  • Support jangka pendek: $94.500 – $95.000
    Jika area ini mampu dipertahankan, struktur tren naik tetap terjaga.
  • Support menengah: sekitar $90.000
    Penurunan ke area ini berpotensi dianggap sebagai koreksi sehat dalam tren yang lebih besar.

Pergerakan Bitcoin dalam beberapa hari ke depan kemungkinan akan sangat dipengaruhi oleh kemampuannya bertahan di atas zona $95.000.

7Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun 0,83%, Terkoreksi ke $91.259

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase bullish jangka pendek, ditopang oleh kenaikan mingguan dan lonjakan kuat dalam 30 hari terakhir.

Meski demikian, volatilitas tetap tinggi dan potensi koreksi teknikal masih terbuka, terutama jika tekanan jual di area $98.000–$100.000 semakin kuat.

Selama BTC mampu bertahan di atas support kunci dan volume tetap stabil, peluang untuk melanjutkan penguatan masih terbuka.

Namun, kegagalan mempertahankan area ini dapat membawa Bitcoin kembali ke fase konsolidasi.

Satu hal yang jelas: dengan kapitalisasi hampir $2 triliun dan dominasi pasar yang belum tergoyahkan, pergerakan Bitcoin hari ini tetap menjadi kompas utama bagi arah pasar kripto secara keseluruhan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Ethereum (ETH) Bertahan di $3.330, Koreksi Tipis 0,27%

Harga Ethereum hari ini menunjukkan pergerakan yang relatif stabil setelah reli kuat dalam sebulan terakhir.

Berdasarkan data terbaru di Tokocrypto pada Kamis (15/1), harga ETH tercatat di level $3.330,88 per koin, sedikit terkoreksi -0,27% dalam 24 jam terakhir.

Meski mengalami tekanan jangka pendek, performa Ethereum secara keseluruhan masih mencerminkan tren pemulihan yang cukup solid.

Dengan kapitalisasi pasar sekitar $402 miliar dan volume perdagangan harian mencapai lebih dari $31,8 miliar, Ethereum tetap kokoh di posisi nomor dua sebagai aset kripto terbesar di dunia, tepat di bawah Bitcoin.

Baca Juga: Ethereum Reli: Harga ETH Naik 7%, Volume $31 Miliar

Konsolidasi Setelah Reli

Dalam 24 jam terakhir, harga Ethereum bergerak di rentang $3.280 – $3.397. Area ini mencerminkan fase konsolidasi, di mana pasar mencoba menyeimbangkan antara aksi ambil untung dan minat beli baru.

Secara intraday, ETH sempat menguat mendekati $3.400 sebelum mengalami tekanan jual ringan. Koreksi tipis ini dinilai wajar, mengingat Ethereum telah mencatat kenaikan signifikan dalam beberapa minggu terakhir.

Dalam 1 jam terakhir, ETH juga terpantau melemah tipis (-0,17%), menandakan bahwa pelaku pasar masih menunggu katalis baru sebelum mendorong harga ke level berikutnya.

Bulanan Kuat, Kuartalan Masih Dalam Pemulihan

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 15 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 15 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika melihat performa berdasarkan rentang waktu:

  • 7 hari: +4,94%
  • 30 hari: +13,01%
  • 60 hari: +5,40%
  • 90 hari: -14,92%

Data ini menunjukkan bahwa Ethereum sedang berada dalam fase rebound jangka menengah.

Kenaikan lebih dari 13% dalam 30 hari terakhir menjadi sinyal kuat bahwa sentimen pasar kembali membaik, meskipun secara 90 harian ETH masih berada di zona negatif.

Artinya, Ethereum saat ini belum sepenuhnya keluar dari tekanan kuartalan, tetapi telah berhasil membangun struktur harga yang lebih sehat dibanding bulan-bulan sebelumnya.

Likuiditas Tinggi, Dominasi Tetap Kuat

Ethereum saat ini memiliki jumlah pasokan beredar sekitar 120,69 juta ETH.

Tidak seperti Bitcoin, Ethereum tidak memiliki batas maksimum suplai, namun mekanisme pembakaran (burn) dan staking membuat suplai efektifnya cenderung lebih terkendali.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh tercatat di kisaran $401,85 miliar, hampir identik dengan market cap saat ini.

Hal ini menandakan bahwa hampir seluruh suplai ETH sudah beredar, sehingga pergerakan harga sangat dipengaruhi oleh perubahan permintaan pasar.

Tingginya volume perdagangan 24 jam yang melampaui $32 miliar menunjukkan bahwa likuiditas Ethereum masih sangat kuat, menjadikannya salah satu aset kripto paling aktif diperdagangkan secara global.

Level Harga Ethereum yang Jadi Sorotan

Berdasarkan data harga hari ini, beberapa zona penting yang menjadi perhatian pelaku pasar antara lain:

  • Resistance terdekat: $3.400 – $3.500
    Jika berhasil ditembus, area ini berpotensi membuka jalan menuju struktur tren naik lanjutan.
  • Support jangka pendek: $3.280 – $3.300
    Area ini sejauh ini berfungsi sebagai zona pertahanan pembeli.
  • Support menengah: sekitar $3.000
    Penurunan ke area ini bisa menjadi ujian utama bagi kekuatan tren pemulihan ETH.

Selama Ethereum mampu bertahan di atas $3.200, sentimen pasar cenderung tetap konstruktif.

Baca Juga: Harga Ethereum (ETH) Tertekan di $3.109, Masuk Fase Penentuan Arah

Harga ETH hari ini memperlihatkan Ethereum sedang berada dalam fase konsolidasi sehat setelah mencatat kenaikan signifikan dalam sebulan terakhir.

Koreksi harian yang tipis tidak mengubah gambaran besar bahwa ETH masih berada dalam jalur pemulihan.

Dengan kapitalisasi pasar di atas $400 miliar, volume besar, dan performa bulanan yang solid, Ethereum masih menjadi salah satu aset kripto utama yang paling diperhatikan investor.

Pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada kemampuannya menembus resistance $3.400 atau bertahan kuat di zona support.

Bagi pasar kripto secara keseluruhan, stabilitas Ethereum sering menjadi indikator penting apakah altcoin lain berpotensi mengikuti arah yang sama.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Internet Computer (ICP) Meroket 26%, Volume Tembus $703 Juta

Harga Internet Computer (ICP) hari ini mencatatkan lonjakan tajam dan menjadi salah satu aset kripto dengan performa terbaik di pasar.

Berdasarkan data terbaru via Tokocrypto pada Kamis (15/1), harga ICP naik 26,77% dalam 24 jam terakhir ke level $4,52 per koin, dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,48 miliar.

Kenaikan ini didukung lonjakan volume perdagangan harian yang sangat signifikan, yakni $703,73 juta, mencerminkan arus masuk modal yang kuat ke aset ini.

Pergerakan ini memperpanjang tren positif ICP dalam sepekan terakhir. Dalam 7 hari, harga tercatat melesat 41,15%, sementara secara 30 hari ICP sudah menguat hampir 52%.

Meski masih sempat tertekan dalam 60 hari terakhir (-14,88%), pemulihan agresif dalam beberapa minggu terakhir menandakan perubahan sentimen pasar terhadap proyek blockchain besutan DFINITY tersebut.

Baca Juga: Harga Internet Computer (ICP) Melonjak 30% Berkat Inovasi AI

Lonjakan Harga Didukung Volume Tinggi

Kenaikan ICP hari ini tidak terjadi dalam kondisi pasar sepi.

Volume perdagangan yang menembus $703 juta menunjukkan bahwa reli ini disertai partisipasi pasar yang besar, bukan sekadar lonjakan spekulatif sesaat.

Dalam analisis pasar kripto, kombinasi kenaikan harga + volume tinggi sering diartikan sebagai tanda bahwa tren sedang mendapatkan konfirmasi dari pelaku pasar.

Dengan kapitalisasi pasar $2,48 miliar, ICP kini menempati jajaran aset kripto menengah-besar dan berada di peringkat sekitar urutan ke-38 kripto terpopuler. Jumlah pasokan beredar 547,22 juta ICP menunjukkan likuiditas yang relatif baik, sehingga pergerakan harga cenderung lebih stabil dibanding token berkapitalisasi kecil.

Kinerja ICP: Mingguan dan Bulanan Makin Solid

Pergerakan harga Internet Computer (ICP/USDT) pada Kamis, 15 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Internet Computer (ICP/USDT) pada Kamis, 15 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika ditarik lebih luas, performa ICP terlihat semakin konstruktif:

  • +26,68% dalam 24 jam
  • +41,15% dalam 7 ha,ri
  • +51,87% dalam 30 hari
  • +44,97% dalam 90 hari

Data ini menunjukkan bahwa reli ICP bukan hanya fenomena harian, melainkan bagian dari fase pemulihan menengah.

Walaupun sempat melemah dalam 60 hari terakhir, lonjakan terbaru menandakan tekanan jual mulai berkurang dan pembeli kembali menguasai pasar.

Secara teknikal, lonjakan hampir 27% dalam sehari biasanya menempatkan aset pada fase momentum kuat.

Dalam kondisi seperti ini, perhatian investor umumnya tertuju pada dua hal utama: kelanjutan volume dan kemampuan harga bertahan di level yang lebih tinggi.

Apa Arti Reli Ini Bagi Investor?

Kenaikan tajam ICP hari ini mengirim beberapa sinyal penting ke pasar:

  1. Minat terhadap ICP kembali tumbuh
    Volume ratusan juta dolar menunjukkan banyak trader dan investor mulai aktif memperdagangkan ICP, baik untuk spekulasi jangka pendek maupun akumulasi.
  2. Sentimen jangka pendek berubah positif
    Kinerja mingguan dan bulanan yang solid memperkuat narasi bahwa ICP sedang berada dalam fase rebound.
  3. Volatilitas masih tinggi
    Lonjakan cepat sering kali diikuti fase konsolidasi. Investor jangka pendek perlu mewaspadai potensi koreksi sehat setelah reli tajam.

Bagi investor jangka menengah, reli ini membuka kembali diskusi tentang potensi Internet Computer sebagai infrastruktur blockchain yang berfokus pada pengembangan aplikasi terdesentralisasi langsung di atas jaringan tanpa server tradisional.

Level yang Perlu Diperhatikan

Meski data low dan high harian tidak tersedia, dari perspektif pergerakan harga, area yang kini menjadi fokus pasar adalah:

  • Zona psikologis $4,00 sebagai support terdekat
  • Area $4,50 – $4,80 sebagai wilayah konsolidasi baru
  • Jika volume tetap tinggi, peluang uji resistance lanjutan terbuka

Pergerakan lanjutan ICP akan sangat bergantung pada apakah volume mampu bertahan di atas rata-rata dan apakah pasar kripto secara umum tetap mendukung sentimen risk-on.

Baca Juga: Internet Computer (ICP) Naik 6,7%, Momentum Bullish Mulai Terbentuk

Internet Computer (ICP) tampil impresif hari ini dengan lonjakan harga lebih dari 26%, didukung volume perdagangan masif $703 juta.

Kinerja mingguan dan bulanan yang kuat memperlihatkan bahwa reli ini bukan pergerakan acak, melainkan bagian dari pemulihan yang lebih luas.

Meski potensi volatilitas tetap tinggi, lonjakan ini menempatkan ICP kembali ke radar utama trader dan investor kripto.

Dalam jangka pendek, pasar akan mengamati apakah ICP mampu mempertahankan level harga barunya atau memasuki fase konsolidasi sebelum menentukan arah berikutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga DRX Token Naik Hampir 25%, Mulai Bangkit dari Tekanan Panjang

Harga DRX Token (DRX) hari ini mencatatkan pergerakan signifikan di pasar kripto.

Berdasarkan catatan Tokocrypto, harga DRX berada di level $0.003671, menguat sekitar +24,93% dalam 24 jam terakhir.

Kenaikan ini menjadi sorotan karena terjadi setelah periode tekanan panjang yang membuat harga DRX anjlok tajam dalam beberapa bulan terakhir.

Dengan kapitalisasi pasar sekitar $2,4 juta, DRX tergolong sebagai aset kripto mikro (micro-cap).

Meski demikian, reli harian ini cukup mencolok, terutama karena dibarengi kenaikan volume perdagangan harian hingga sekitar $190 ribu.

Lonjakan volume ini menandakan mulai adanya peningkatan aktivitas pasar dan minat spekulatif terhadap DRX.

Baca Juga: Token DRX Naik 18% dalam 24 Jam, Pasar Tetap Waspadai Tekanan

Performa Harian Menguat, Mingguan Ikut Positif

Dalam 24 jam terakhir, DRX mencatat kenaikan hampir 25%, sementara secara 7 hari harga sudah menguat sekitar 22,92%.

Data ini menunjukkan bahwa reli DRX bukan hanya pergerakan sesaat, tetapi mulai membentuk pemulihan jangka sangat pendek.

Namun jika ditarik lebih jauh, kondisi jangka menengah hingga panjang masih berat:

  • 30 hari: -43,60%
  • 60 hari: -84,60%
  • 90 hari: -89,68%

Angka ini menegaskan bahwa lonjakan hari ini terjadi dari level harga yang sangat tertekan.

Dalam konteks pasar, situasi seperti ini sering dikategorikan sebagai technical rebound atau pantulan harga dari zona bawah, bukan konfirmasi tren naik jangka panjang.

Sinyal Kebangkitan DRX?

Pergerakan harga DRX Token (DRX/USDT) pada Kamis, 15 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga DRX Token (DRX/USDT) pada Kamis, 15 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Ada beberapa poin penting yang bisa dibaca dari pergerakan DRX:

Aktivitas pasar mulai hidup kembali

Volume harian yang mendekati $190 ribu terbilang cukup besar untuk aset berkapitalisasi kecil.

Ini mengindikasikan adanya rotasi modal ke token mikro yang biasanya diburu trader agresif saat mencari peluang volatilitas tinggi.

Momentum jangka pendek terbentuk

Kenaikan harian (+24,93%) dan mingguan (+22,92%) memperlihatkan bahwa tekanan jual ekstrem mulai berkurang.

Dalam jangka pendek, ini bisa membuka peluang kelanjutan reli teknikal selama minat beli bertahan.

Risiko tetap sangat tinggi

Dengan kapitalisasi pasar hanya sekitar $2,6 juta dan pasokan maksimum 45 miliar token, DRX sangat rentan terhadap fluktuasi tajam.

Sedikit aliran dana masuk atau keluar bisa berdampak besar pada harga.

Struktur Pasokan dan Dampaknya

Saat ini, pasokan beredar DRX sekitar 664 juta token, yang berarti baru sekitar 1,48% dari total pasokan maksimum 45 miliar.

Secara teori, hal ini membuat valuasi fully diluted DRX bisa mencapai $176 juta jika seluruh token beredar di harga saat ini.

Bagi pasar, struktur pasokan seperti ini menyimpan dua sisi:

  • Peluang: harga bisa bergerak cepat jika permintaan naik.
  • Risiko: potensi dilusi besar jika pasokan bertambah di masa depan.

Karena itu, pergerakan harga DRX cenderung lebih cocok dikategorikan sebagai aset spekulatif berisiko tinggi.

Baca Juga: DRX Token Listing di Tokocrypto: Dukung Ekspansi Proyek Web3 Lokal

Perspektif Investor dan Trader

Bagi trader jangka pendek, lonjakan DRX hari ini menunjukkan bahwa token ini sedang berada dalam fase volatilitas tinggi, kondisi yang sering diburu untuk strategi trading cepat.

Selama volume tetap meningkat dan harga bertahan di atas area konsolidasi barunya, peluang lanjutan pergerakan masih terbuka.

Namun bagi investor jangka menengah dan panjang, data 30–90 hari yang masih merah tebal menjadi pengingat penting bahwa tren besar DRX masih berada dalam fase pemulihan awal, belum masuk kategori uptrend yang stabil.


DRX Token hari ini tampil mengejutkan dengan kenaikan hampir 25% dalam 24 jam, didukung oleh lonjakan volume dan sentimen spekulatif.

Secara jangka pendek, momentum terlihat mulai. Namun, tekanan besar dalam beberapa bulan terakhir menempatkan DRX sebagai aset dengan profil risiko sangat tinggi.

Dalam waktu dekat, pasar akan mengamati apakah reli ini mampu berlanjut menjadi fase konsolidasi sehat, atau hanya pantulan sementara sebelum menentukan arah berikutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Inflasi AS Melunak, Trump Desak The Fed Pangkas Suku Bunga

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mendesak Federal Reserve (The Fed) untuk segera menurunkan suku bunga acuan setelah laporan inflasi terbaru menunjukkan tekanan harga yang semakin mereda. Data Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) Amerika Serikat untuk Desember mencatat inflasi tahunan sebesar 2,7%, sesuai ekspektasi pasar.

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menyebut angka inflasi tersebut sebagai “sangat bagus” dan meminta Ketua The Fed Jerome Powell untuk memangkas suku bunga secara signifikan. Trump menilai The Fed terlalu lambat merespons kondisi ekonomi dan memperingatkan bahwa penundaan pemangkasan suku bunga dapat menghambat pertumbuhan serta membuat biaya pinjaman tetap tinggi.

Faktor Laporan CPI Desember

Baca juga: The Fed Rem Mendadak, Bitcoin Terancam ke US$70.000 di Awal 2026

Laporan CPI Desember menunjukkan inflasi tetap stabil dan tidak mengalami percepatan. Sementara itu, inflasi inti (core CPI) yang tidak memasukkan harga pangan dan energi tercatat sebesar 2,6% secara tahunan, lebih rendah dari perkiraan pasar. Data ini memperkuat pandangan bahwa tekanan harga di AS mulai mereda secara bertahap.

Trump menilai data tersebut sebagai bukti bahwa The Fed “tertinggal” dalam kebijakan moneternya. Ia menegaskan bahwa penurunan suku bunga diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan permintaan kredit. Trump juga mengklaim kebijakan tarifnya telah memperkuat produksi domestik tanpa memicu lonjakan inflasi.

Pasar merespons positif rilis data inflasi tersebut. Harga Bitcoin melonjak dan sempat menembus level USD 92.000, mencerminkan meningkatnya selera risiko investor di tengah harapan pemangkasan suku bunga di masa depan. Secara umum, suku bunga yang lebih rendah dinilai dapat meningkatkan likuiditas dan mendorong aset berisiko seperti saham dan kripto.

Peluang Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Meski demikian, pasar menilai peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat masih kecil. Berdasarkan FedWatch Tool milik CME Group, terdapat sekitar 95% probabilitas bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Januari 2026. Peluang penurunan sebesar 25 basis poin masih tergolong rendah.

Risalah rapat The Fed terbaru menunjukkan para pembuat kebijakan masih bersikap hati-hati dan menginginkan bukti tambahan bahwa inflasi benar-benar menurun secara berkelanjutan. Sejumlah bank besar, termasuk JPMorgan, bahkan tidak lagi memproyeksikan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat meskipun data inflasi melemah.

Selain itu, ketidakpastian terkait kebijakan fiskal dan tarif juga menjadi perhatian para pejabat The Fed, yang ingin menilai dampaknya terhadap inflasi dalam beberapa bulan ke depan. Meski pernyataan Trump kerap memengaruhi sentimen pasar, The Fed sejauh ini tetap menunjukkan independensinya dalam menentukan arah kebijakan moneter.

Ekspektasi pemangkasan suku bunga diperkirakan dapat menguat pada paruh kedua tahun ini apabila inflasi tetap stabil atau terus menurun. Data CPI terbaru kini menjadi amunisi utama bagi pihak-pihak yang mendukung pelonggaran kebijakan moneter di Amerika Serikat.

Baca juga: Turun Mendadak! Dogecoin Anjlok Meski Suku Bunga Dipangkas The Fed


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

3 Altcoin Trading Card Game Ini Meledak, Salah Satunya Naik Hampir 40%

Pasar kripto kembali diramaikan oleh pergerakan token berbasis Trading Card Game (TCG). Sejumlah altcoin di sektor ini mencatatkan kenaikan signifikan baik dari sisi harga maupun volume perdagangan dalam 7 hari terakhir.

Berdasarkan data kapitalisasi pasar, terdapat 3 token TCG yang saat ini mendominasi dan menarik perhatian pelaku pasar dikutip CoinMarketCap.

Axie Infinity (AXS)

Pergerakan harga Axie Infinity (AXS/USDT) pada Rabu, 14 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Axie Infinity (AXS/USDT) pada Rabu, 14 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Axie Infinity (AXS) masih menjadi token TCG dengan kapitalisasi pasar terbesar. AXS diperdagangkan di level $1.26 dengan kenaikan 32.71% dalam 24 jam dan 29.96% dalam 7 hari terakhir.

Kapitalisasi pasarnya mencapai $212,864,972 dengan volume transaksi harian sebesar $309,527,027. Kenaikan ini menunjukkan minat pasar yang kembali menguat terhadap ekosistem game berbasis NFT yang sempat mengalami penurunan pada periode sebelumnya.

Collector Crypt (CARDS)

Collector Crypt (CARDS) menempati posisi berikutnya dengan performa yang lebih agresif. Token ini diperdagangkan di harga $0.09813 dan mencatatkan lonjakan 42.89% dalam 24 jam serta 39.78% dalam 7 hari.

Kapitalisasi pasar CARDS berada di angka $37,401,402 dengan volume harian $6,663,222. Lonjakan harga ini menjadikan CARDS sebagai salah satu token TCG dengan performa terbaik dalam sepekan terakhir.

Echelon Prime (PRIME)

Sementara itu, Echelon Prime (PRIME) juga masuk dalam jajaran 3 besar token TCG berdasarkan kapitalisasi pasar. PRIME diperdagangkan di level $0.7783 dengan kenaikan 6.28% dalam 24 jam dan 5.52% dalam 7 hari.

Kapitalisasi pasarnya tercatat sebesar $27,844,009 dengan volume transaksi harian mencapai $12,717,672. Meski kenaikannya lebih moderat, stabilitas volume menunjukkan adanya aktivitas akumulasi dari investor.

Pergerakan ketiga token ini menunjukkan bahwa sektor Trading Card Game masih memiliki daya tarik di tengah fluktuasi pasar kripto. Namun, investor tetap perlu memperhatikan risiko volatilitas serta melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Baca juga: 3 Altcoin Binance Alpha Airdrops Ini Meledak Berdasarkan Market Cap


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

DOGE di US$0,14, Tapi ETF Spot Bisa Dorong Harga ke US$0,50?

Dogecoin (DOGE) berpotensi memasuki babak baru dalam sejarah aset kripto. Manajer aset digital 21Shares resmi mengajukan prospektus final kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC), membuka jalan bagi peluncuran ETF spot Dogecoin yang akan diperdagangkan di bursa Nasdaq dengan kode TDOG. Produk ini disebut bisa mulai diperdagangkan paling cepat pada pekan ini.

Jika resmi meluncur, Dogecoin akan bergabung dalam kelompok terbatas aset kripto yang memiliki lebih dari satu ETF spot aktif di pasar Amerika Serikat. Saat ini, ETF spot Dogecoin dari Grayscale dan Bitwise telah lebih dulu beredar di pasar.

ETF Dogecoin Jadi Pendorong?

Dilaporkan Coinspeaker, ETF Dogecoin milik 21Shares dirancang untuk melacak harga spot DOGE secara langsung melalui CF Dogecoin-Dollar US Settlement Price Index. Produk ini tidak menggunakan leverage maupun instrumen derivatif. Aset DOGE hanya akan masuk atau keluar dari dana kelolaan ketika terjadi proses pembuatan atau penebusan unit ETF dalam kelipatan 10.000 unit saham.

Dari sisi biaya, ETF ini mengenakan management fee sebesar 0,50 persen, yang dibayarkan setiap minggu dalam bentuk Dogecoin, tanpa adanya skema pembebasan biaya. Untuk pengelolaan operasional, Bank of New York Mellon ditunjuk sebagai administrator, sementara kustodian aset dipegang oleh Coinbase Custody Trust, Anchorage Digital Bank, dan BitGo. Wilmington Trust bertindak sebagai wali amanat (trustee).

Baca juga: Dogecoin Anjlok ke US$0,1348, DOGE Bangkit atau Jatuh Lebih Dalam?

Pergerakan Harga Dogecoin

Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Rabu, 14 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Rabu, 14 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Di pasar, harga Dogecoin saat ini bergerak di kisaran US$0,14, setelah berbulan-bulan mengalami pergerakan sideways. Secara teknikal, harga DOGE masih bertahan di atas level terendah US$0,089, sembari menguji garis tren turun jangka panjang.

Indikator Relative Strength Index (RSI) berada di area tengah, menandakan kondisi pasar yang belum overbought maupun oversold. Volume perdagangan juga tercatat relatif rendah.

Selama harga Dogecoin mampu bertahan di atas zona support US$0,12–US$0,10, risiko koreksi masih membayangi. Penurunan bersih di bawah area tersebut berpotensi membawa harga kembali menguji level US$0,089, yang menjadi support utama terakhir pada grafik.

Sebaliknya, apabila DOGE berhasil menembus garis tren turun, target kenaikan terdekat berada di area US$0,18. Jika level tersebut terlampaui, peluang kenaikan menuju US$0,30 terbuka. Dalam skenario yang lebih agresif, didukung arus masuk dana ETF dan kondisi pasar yang kondusif, harga Dogecoin berpotensi mengarah ke US$0,50, bahkan hingga mendekati US$1.

Namun demikian, kegagalan mempertahankan level US$0,12 akan melemahkan struktur teknikal. Penurunan di bawah US$0,10 berisiko membatalkan skenario bullish yang saat ini terbentuk.

Baca juga: Dogecoin Bangkit dari Tekanan? Harga DOGE Bertahan di US$0,15


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Solana Tertahan di Area Kritis, Tembus US$150?

Harga Solana (SOL) bergerak mendatar di kisaran US$144–US$145 pada perdagangan Rabu, setelah mencatat pemulihan tajam dari level terendah Desember di sekitar US$120. Kenaikan cepat tersebut kini kehilangan momentum, dengan pergerakan harga beralih dari fase rebound impulsif ke konsolidasi.

Meski reli mulai melambat, struktur harga menunjukkan tanda stabilisasi, bukan tekanan jual agresif. Pasar saat ini memasuki fase penentuan arah, di mana konfirmasi teknikal dinilai lebih penting dibanding kecepatan pergerakan.

Pemulihan Bertahan, Namun Tren Masih Korektif

Pada grafik harian, Solana berhasil kembali ke atas exponential moving average (EMA) 20 hari, sebuah sinyal awal yang konstruktif setelah periode pelemahan panjang. Namun, tren yang lebih luas masih dibatasi oleh rata-rata pergerakan jangka menengah dan panjang yang cenderung menurun.

Dilaporkan Traders Union, zona kompresi harga saat ini berada di antara EMA 50 hari di sekitar US$137 dan EMA 100 hari di kisaran US$149. Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas area US$150–US$160, pergerakan ini masih dikategorikan sebagai pemulihan dalam tren turun yang lebih besar, bukan pembalikan tren penuh.

Secara struktur, reli dari US$120 memang mematahkan pola lower low yang terbentuk sejak November. Namun, Solana belum mencetak higher high pada kerangka waktu harian. Selama harga bertahan di atas US$135, struktur pemulihan dinilai masih aman. Sebaliknya, penurunan di bawah level tersebut berpotensi membuka kembali risiko pelemahan ke area US$125–US$130.

Indikator momentum mendukung stabilisasi, tetapi juga memberi peringatan. Relative Strength Index (RSI) harian naik ke area awal 60-an, mencerminkan membaiknya tekanan beli. Namun, level ini kerap muncul pada reli korektif jika tidak disertai penembusan resistance yang kuat. RSI yang mulai mendatar mengindikasikan potensi jeda kenaikan jika tidak ada permintaan baru.

Tekanan Jangka Pendek Meningkat

Pada kerangka waktu lebih rendah, kontrol jangka pendek pembeli mulai melemah. Di grafik 30 menit, indikator Supertrend terlihat mendatar, sementara Parabolic SAR bergerak mendekati harga, menandakan berkurangnya momentum arah.

Area US$147–US$148 kini menjadi zona penolakan intraday yang jelas. Upaya kenaikan berulang kali tertahan di level tersebut, menunjukkan kehadiran penjual yang konsisten. Selama harga berada di bawah US$148, bias jangka pendek cenderung bergerak sideways hingga sedikit melemah.

Support terdekat berada di kisaran US$142–US$143. Jika area ini ditembus, harga berisiko turun menuju US$138 dan kemudian US$135. Sebaliknya, penutupan intraday yang bersih di atas US$148 akan memperbaiki struktur jangka pendek dan membuka peluang pengujian ulang level psikologis US$150.

Baca juga: Solana Masuk Ekosistem X Elon Musk, Analis Prediksi Naik US$145

Arus Dana dan Leverage Batasi Keyakinan Pasar

Data arus spot menunjukkan gambaran yang beragam. Sesi terakhir mencatat arus masuk bersih sekitar US$6 juta, namun dalam beberapa pekan terakhir terlihat pola distribusi saat harga menguat. Hal ini mengindikasikan investor besar masih berhati-hati dan cenderung memanfaatkan reli untuk mengurangi eksposur.

Di pasar derivatif, open interest meningkat hingga di atas US$8,8 miliar seiring kenaikan volume, menandakan partisipasi trader yang kembali tumbuh. Rasio long-short sedikit condong ke posisi long, namun masih relatif seimbang sehingga belum memicu risiko squeeze besar. Data likuidasi menunjukkan tekanan lebih besar pada posisi long dalam 12 hingga 24 jam terakhir, mengisyaratkan koreksi saat ini lebih banyak menghapus pembeli terlambat daripada memicu kepanikan.

Kombinasi meningkatnya partisipasi tetapi lemahnya keyakinan ini konsisten dengan pergerakan harga yang cenderung range-bound.

Level Kunci Penentu Arah Selanjutnya

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 14 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 14 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Secara teknikal, Solana membutuhkan penutupan harian di atas US$150 untuk mengonfirmasi fase pemulihan yang lebih luas. Jika level tersebut berhasil ditembus dan dipertahankan, target berikutnya berada di sekitar US$160 hingga EMA 200 hari yang menurun.

Sebaliknya, kegagalan menembus US$150 akan mempertahankan SOL dalam fase korektif, dengan risiko penurunan kembali ke area US$135 jika momentum memudar. Hingga ada konfirmasi dari penembusan resistance utama yang didukung arus spot kuat, pergerakan Solana dinilai lebih cocok untuk strategi trading dalam rentang harga dibanding posisi arah jangka panjang.

Pergerakan harga saat ini sejalan dengan analisis sebelumnya yang menilai reli Solana pasca-penurunan November akan menghadapi hambatan kuat di sekitar rata-rata pergerakan harian yang menurun. Solana memang mulai stabil, tetapi masih tertahan di bawah level kunci yang diperlukan untuk mengonfirmasi pembalikan tren yang berkelanjutan.

Baca juga: Resmi Meluncur Januari 2026, Token SKR Solana Mobile Siap Dibagikan


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com