Tag Archives: kripto

Melejit Diam-Diam, 3 Altcoin Oracle Ini Catat Lonjakan Harga Signifikan

Pasar kripto kembali diramaikan oleh pergerakan positif dari sektor Oracle Tokens. Berdasarkan data kapitalisasi pasar terbaru, sejumlah altcoin kategori oracle mencatat kenaikan harga dalam 24 jam hingga 7 hari terakhir.

Berikut rangkuman 3 altcoin oracle teratas yang menunjukkan performa paling menonjol dikutip CoinMarketCap.

1. SUPRA (SUPRA)

SUPRA menjadi oracle token dengan kapitalisasi pasar terbesar dalam daftar ini. Harga SUPRA tercatat di level $0.001027 dengan kenaikan 13.80% dalam 24 jam dan melonjak 44.17% dalam 7 hari terakhir.

Kapitalisasi pasar SUPRA mencapai $22,169,922 dengan volume transaksi harian sebesar $868,983. Saat ini, suplai beredar SUPRA berada di angka 21.58B token, menjadikannya salah satu proyek oracle dengan likuiditas tinggi.

2. Phala Network (PHA)

Phala Network menempati posisi berikutnya dengan harga $0.03754. Dalam 24 jam terakhir, PHA mengalami kenaikan 8.93%, sementara dalam periode 7 hari tercatat naik 4.24%.

Kapitalisasi pasar PHA mencapai $30,765,854, didukung volume perdagangan harian yang cukup besar sebesar $9,067,053. Total suplai beredar PHA saat ini berada di angka 819.43M token.

3. HAPI Protocol (HAPI)

HAPI Protocol mencatat performa impresif dengan harga $0.6643. Token ini mengalami lonjakan 25.89% dalam 24 jam dan naik 23.30% dalam 7 hari terakhir.

Kapitalisasi pasar HAPI berada di level $486,459, dengan volume transaksi harian sebesar $1,428. Jumlah suplai beredar HAPI tercatat relatif terbatas, yakni 732.24K token, yang turut memengaruhi volatilitas harga.

Secara keseluruhan, sektor oracle kembali menunjukkan geliat positif di tengah dinamika pasar kripto. Meski demikian, investor tetap disarankan mencermati risiko dan melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Baca juga: 3 Altcoin Binance Alpha Airdrops Ini Meledak Berdasarkan Market Cap


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Solana di Zona Kritis, Level US$130 Jadi Penentu Selanjutnya

Harga Solana (SOL) masih kesulitan bangkit setelah mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Hingga Jumat (20/12/2025) pukul 21.00 UTC, SOL masih tertahan di bawah level resistensi psikologis US$130 dan diperdagangkan di kisaran USD 126. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemulihan harga Solana saat ini sangat bergantung pada perilaku pemegang lama, bukan pada masuknya investor baru.

Berdasarkan data on-chain, terdapat sinyal awal stabilisasi dari indikator Chaikin Money Flow (CMF). CMF tercatat mengalami kenaikan tajam dalam beberapa hari terakhir, meskipun masih berada di bawah garis nol. Kenaikan ini mengindikasikan bahwa tekanan jual mulai mereda dan arus keluar modal perlahan melambat.

Arus Keluar Solana

Dilaporkan BeInCrypto, meredanya arus keluar menjadi faktor penting bagi prospek pemulihan Solana. Secara historis, penurunan tekanan jual sering kali mendahului fase peralihan menuju arus masuk modal. Jika tekanan beli mulai mendominasi, harga SOL berpotensi merespons dengan cepat. Perbaikan CMF yang berkelanjutan dapat menjadi sinyal kembalinya kepercayaan dari para pemegang SOL saat ini.

Namun demikian, indikator makro menunjukkan gambaran yang lebih berhati-hati. Jumlah alamat baru di jaringan Solana tercatat mengalami penurunan signifikan. Dalam sepuluh hari terakhir, jumlah alamat baru turun dari 6,077 juta menjadi 5,390 juta, atau menyusut sekitar 11,3%.

Penurunan partisipasi jaringan tersebut mencerminkan melemahnya minat spekulatif dari investor baru. Minimnya insentif jangka pendek membuat calon investor cenderung menahan diri. Kondisi ini memperbesar peran pemegang lama dalam menjaga stabilitas harga dan mendorong potensi pemulihan.

Analisis Teknikal SOL

Secara teknikal, SOL masih bergerak dalam fase konsolidasi. Level USD 130 menjadi target terdekat yang perlu direbut kembali untuk mengubah momentum jangka pendek menjadi lebih positif. Jika pemegang lama terus melakukan akumulasi dan arus masuk mulai terbentuk, tekanan beli berpeluang mendorong harga menembus level tersebut.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 27 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 27 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Meski demikian, risiko penurunan tetap ada. Apabila sentimen pasar memburuk dan tekanan jual kembali meningkat, harga Solana berpotensi turun menembus level support USD 123. Jika level ini gagal bertahan, SOL dapat melanjutkan pelemahan menuju area USD 118. Penurunan di bawah level tersebut akan membatalkan prospek pemulihan dan memperkuat tekanan bearish dalam jangka pendek.

Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga XRP Bertahan di US$1,84, Analis: Potensi Gerak Tajam 10%

Pergerakan harga aset kripto XRP tengah menjadi sorotan setelah seorang analis teknikal mengungkap potensi pergerakan signifikan dalam waktu dekat. Berdasarkan analisis teknikal pada grafik 15 menit, XRP diperkirakan berpeluang mengalami pergerakan harga hingga 10 persen, meski arah pergerakannya masih belum dapat dipastikan.

Dilaporkan Trading View, analis kripto Ali Martinez melalui platform X menyebutkan bahwa XRP saat ini bergerak di dalam pola Symmetrical Triangle atau segitiga simetris. Pola ini terbentuk ketika harga aset berkonsolidasi di antara dua garis tren yang saling mendekat, masing-masing berfungsi sebagai area resistensi dan support.

Pola Harga XRP

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 27 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 27 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: XRP Tertekan di $1,87, Token Unlock 2026 Jadi Ancaman Baru?

Dalam pola segitiga simetris, kedua garis tren memiliki kemiringan yang relatif seimbang dan berlawanan arah. Kondisi ini menandakan penyempitan volatilitas harga, yang umumnya diikuti oleh pergerakan besar saat harga berhasil menembus salah satu sisi pola tersebut.

Martinez menjelaskan bahwa pada Hari Natal lalu, harga XRP sempat menguji batas bawah pola segitiga tersebut dan berhasil bertahan, menandakan area support masih cukup kuat untuk sementara waktu. Namun, ia menegaskan bahwa penembusan ke atas maupun ke bawah dari pola ini tetap sama-sama berpeluang terjadi.

“Jika harga menembus ke atas, itu bisa menjadi sinyal bullish. Sebaliknya, jika jatuh ke bawah, maka tekanan bearish kemungkinan akan berlanjut,” tulis Martinez.

Potensi Harga XRP

Berbeda dengan pola Ascending Triangle atau Descending Triangle yang cenderung memiliki bias arah tertentu, pola segitiga simetris tidak memberikan indikasi arah yang jelas. Oleh karena itu, peluang breakout ke atas maupun ke bawah dinilai relatif seimbang.

Terkait besaran pergerakan, Martinez memperkirakan bahwa breakout dari pola konsolidasi ini dapat memicu pergerakan harga sekitar 10 persen. Proyeksi tersebut didasarkan pada prinsip analisis teknikal yang menyebutkan bahwa pergerakan pasca-breakout biasanya sebanding dengan lebar pola konsolidasi sebelumnya.

Saat artikel ini ditulis, XRP diperdagangkan di kisaran US$1,84, mencatatkan penurunan sekitar 3,3 persen dalam sepekan terakhir. Investor dan pelaku pasar kini menantikan arah pergerakan selanjutnya, seiring XRP mendekati titik penentuan dari pola segitiga tersebut.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Terkoreksi 2%, Tekanan Pendek

Harga Bitcoin (BTC) hari ini kembali berada di bawah tekanan setelah mengalami koreksi signifikan dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan data pasar terbaru, Bitcoin diperdagangkan di level $87.400,77 per BTC, turun sekitar 2% secara harian.

Koreksi ini membuat kapitalisasi pasar Bitcoin menyusut ke kisaran $1,745 triliun, meski posisinya tetap kokoh sebagai aset kripto terbesar di dunia.

Penurunan harga BTC terjadi di tengah meningkatnya volume perdagangan harian yang mencapai $36,71 miliar, mengindikasikan adanya aktivitas jual yang cukup intens dari pelaku pasar.

Kondisi ini menandakan bahwa volatilitas masih menjadi karakter utama Bitcoin dalam beberapa pekan terakhir.

Baca Juga: The Fed Rem Mendadak, Bitcoin Terancam ke US$70.000 di Awal 2026

Tekanan Harga BTC dalam Jangka Pendek

Secara intraday, Bitcoin sempat bergerak di rentang $86.628 hingga $89.459, menunjukkan fluktuasi harga yang lebar dalam satu hari perdagangan.

Level tertinggi tersebut gagal dipertahankan, sehingga mendorong BTC kembali ke zona bawah.

Dalam perspektif waktu yang lebih panjang, performa Bitcoin masih menunjukkan tekanan yang cukup dalam.

Dalam 30 hari terakhir, BTC tercatat turun sekitar 4,59%, sementara secara 60 hari, penurunannya mencapai 23,41%.

Bahkan dalam rentang 90 hari, harga Bitcoin telah terkoreksi lebih dari 20% dari level sebelumnya.

Data ini mencerminkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi besar setelah gagal mempertahankan momentum pasca mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198.

Sentimen Pasar dan Aktivitas Perdagangan

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 27 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 27 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Meski harga melemah, tingginya volume perdagangan 24 jam menunjukkan bahwa minat pasar terhadap Bitcoin tetap kuat.

Rasio volume yang besar ini sering kali menjadi indikasi bahwa pasar sedang berada dalam fase distribusi atau akumulasi, tergantung pada arah sentimen dominan.

Saat ini, Bitcoin memiliki sirkulasi pasokan sebesar 19,97 juta BTC, atau sekitar 95,08% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

Keterbatasan suplai inilah yang selama ini menjadi fondasi utama narasi bullish Bitcoin dalam jangka panjang, meskipun harga jangka pendek masih berfluktuasi tajam.

Kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya (FDV) Bitcoin berada di kisaran $1,83 triliun, menunjukkan potensi nilai penuh BTC jika seluruh suplai telah beredar.

Faktor Teknis yang Perlu Diperhatikan

Dari sudut pandang teknikal, koreksi harga BTC hari ini memperlihatkan bahwa pasar masih sensitif terhadap tekanan makro dan aksi ambil untung.

Level $86.000–$87.000 kini menjadi area support penting yang perlu dipertahankan agar tidak terjadi penurunan lebih dalam.

Sementara itu, area $89.500–$90.000 berpotensi menjadi resistance jangka pendek. Selama Bitcoin belum mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, tekanan korektif masih berpeluang berlanjut.

Pergerakan harga mingguan yang masih tercatat -0,96% menunjukkan bahwa sentimen pasar belum sepenuhnya pulih, meski tidak berada dalam fase panic selling.

Prospek Bitcoin ke Depan

Meskipun tekanan jangka pendek masih mendominasi, fundamental Bitcoin tetap kuat.

Posisi BTC sebagai aset kripto nomor satu, likuiditas tinggi, serta narasi lindung nilai jangka panjang masih menjadi daya tarik utama bagi investor institusional dan ritel.

Namun, dalam waktu dekat, pergerakan harga Bitcoin kemungkinan masih akan dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti kondisi makroekonomi global, kebijakan moneter, serta sentimen pasar kripto secara keseluruhan.

Bagi investor, fase koreksi ini sering kali dipandang sebagai periode evaluasi, bukan sekadar penurunan harga.

Manajemen risiko dan strategi jangka panjang menjadi kunci dalam menghadapi volatilitas Bitcoin yang masih tinggi.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Menguat ke $88.800, Sentimen Mulai Positif

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin sedang berada dalam fase koreksi wajar setelah reli sebelumnya.

Dengan harga di sekitar $87.400, pasar masih mencari arah yang lebih jelas. Selama support kunci mampu bertahan, Bitcoin berpotensi kembali membangun momentum.

Namun, kehati-hatian tetap diperlukan mengingat volatilitas masih menjadi faktor utama.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network (PI) Melemah 0,59%: Sentimen Bearish Masih Dominan

Pergerakan harga Pi Network (PI) kembali berada dalam tekanan setelah mencatat penurunan 0,59% dalam 24 jam terakhir ke level sekitar $0,204.

Pelemahan ini memperpanjang tren turun PI dalam 30 hari terakhir yang telah mencapai hampir 20%, mencerminkan sentimen pasar yang masih cenderung bearish terhadap aset kripto berbasis komunitas tersebut.

Tekanan harga PI saat ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Sejumlah faktor fundamental dan teknikal saling beririsan, mulai dari jadwal unlock token, lemahnya struktur grafik harga, hingga kondisi pasar altcoin yang belum pulih sepenuhnya.

Baca Juga: Masuki Fase Krusial, Harga Pi Network (PI) Relatif Stabil di Level $0,2050

Tekanan Unlock Token Masih Membayangi Harga PI

Salah satu faktor utama yang menekan harga Pi Network adalah penambahan suplai token ke pasar.

Pada 25 Desember, sekitar 8,7 juta PI atau senilai $1,76 juta resmi terbuka dan masuk ke sirkulasi. Unlock ini merupakan bagian dari total 54,7 juta PI yang dijadwalkan terbuka sepanjang Desember.

Secara historis, Pi Network kerap mengalami tekanan harga setiap kali terjadi unlock token dalam jumlah besar.

Pada November lalu, harga PI tercatat turun sekitar 15% dalam periode serupa, menunjukkan bahwa mekanisme distribusi token masih menjadi tantangan utama bagi stabilitas harga.

Dengan suplai beredar sekitar 8,37 miliar PI, penambahan token baru tanpa diimbangi lonjakan permintaan berpotensi memperbesar tekanan jual.

Kondisi ini diperparah oleh rasio perputaran harian (turnover) yang relatif rendah, menandakan likuiditas pasar PI masih terbatas dan rentan terhadap fluktuasi tajam.

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 27 Desember 2025. Sumber: CoinMarketCap
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 27 Desember 2025. Sumber: CoinMarketCap

Sinyal Teknikal Menguatkan Dominasi Seller

Dari sisi analisis teknikal, Pi Network menunjukkan sinyal yang kurang menggembirakan.

Harga PI gagal mempertahankan zona support penting di area $0,20–$0,195, yang sebelumnya menjadi penahan tekanan jual.

Indikator teknikal juga mengonfirmasi kondisi ini. Relative Strength Index (RSI) berada di kisaran 41, masih dalam area netral namun dengan kecenderungan melemah.

Sementara itu, MACD bergerak di bawah garis nol, menandakan momentum bearish masih dominan.

Secara struktur grafik, penolakan berulang di area $0,22–$0,24 mempertegas lemahnya minat beli.

Jika tekanan berlanjut dan support $0,192 gagal dipertahankan, maka secara teknikal PI berpotensi menguji area $0,153, yang berarti koreksi lanjutan sekitar 24% dari level saat ini.

Lemahnya Sentimen Altcoin Ikut Menekan PI

Tekanan terhadap Pi Network juga tidak terlepas dari kondisi pasar kripto secara keseluruhan. Saat ini, dominasi altcoin berada di kisaran 30%, turun dibanding bulan sebelumnya.

Sebaliknya, dominasi Bitcoin masih tinggi di atas 59%, mencerminkan pergeseran modal ke aset yang dianggap lebih aman.

Di tengah kondisi makroekonomi global yang belum stabil, investor cenderung menghindari aset spekulatif. Hal ini tercermin dari Fear & Greed Index yang masih berada di zona ketakutan.

Pi Network, yang belum memiliki likuiditas luas dan listing di bursa besar, menjadi salah satu altcoin yang paling terdampak.

Secara historis, PI saat ini masih jauh dari puncak harganya. Dari rekor tertinggi sekitar $2,98, harga PI telah terkoreksi lebih dari 90%, menegaskan betapa besar tekanan struktural yang masih dihadapi proyek ini.

Baca Juga: Harga Pi Network (PI) Naik Tipis 0,91%: Rebound Teknis atau Bukan?

Harga PI Masih Rentan Jelang Akhir Tahun

Pelemahan harga Pi Network saat ini merupakan kombinasi dari tekanan token unlock, sinyal teknikal bearish, dan sentimen negatif pasar altcoin.

Meski kondisi RSI mendekati area oversold yang berpotensi memicu pantulan jangka pendek, pemulihan berkelanjutan masih sangat bergantung pada berkurangnya tekanan suplai dan membaiknya kondisi pasar kripto secara umum.

Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada level support $0,192 menjelang akhir tahun. Jika level ini mampu bertahan, peluang konsolidasi masih terbuka.

Namun, jika tekanan jual berlanjut seiring unlock token berikutnya, PI berisiko menguji kembali level terendah sebelumnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum (ETH) Tertekan di Bawah $3.000: Harga Turun, Sentimen Lemah

Harga Ethereum (ETH) hari ini kembali bergerak di zona merah seiring tekanan jual yang masih mendominasi pasar kripto.

Berdasarkan data terbaru, ETH diperdagangkan di level $2.929,25 per ETH, turun sekitar 1,05% dalam 24 jam terakhir.

Pelemahan ini menyeret kapitalisasi pasar Ethereum ke kisaran $353,55 miliar, meskipun posisinya tetap kokoh sebagai kripto terbesar kedua secara global.

Penurunan harga ETH terjadi di tengah volume perdagangan 24 jam yang mencapai $14,98 miliar, menandakan aktivitas pasar masih cukup tinggi.

Namun, dominasi seller dalam jangka pendek membuat Ethereum belum mampu kembali ke atas level psikologis $3.000.

Baca Juga: Harga ETH Menguat ke $2.967, Ethereum Tunjukkan Stabilitas

Pergerakan Harga Ethereum Masih Volatil

Secara harian, Ethereum bergerak dalam rentang $2.894,95 hingga $2.989,26, menunjukkan volatilitas yang relatif tinggi.

Harga sempat mendekati $3.000, namun gagal bertahan dan kembali mengalami tekanan jual.

Jika dilihat dalam perspektif waktu yang lebih panjang, performa Ethereum masih berada dalam fase koreksi. Dalam 30 hari terakhir, ETH tercatat melemah sekitar 3,39%.

Tekanan semakin terasa dalam periode 60 hari, dengan penurunan mencapai 28,38%, sementara secara 90 hari, ETH telah terkoreksi sekitar 26,82%.

Data ini menunjukkan bahwa Ethereum masih berupaya mencari keseimbangan baru setelah reli sebelumnya gagal berlanjut.

Aktivitas Pasar dan Struktur Suplai

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 27 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 27 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Ethereum saat ini memiliki sirkulasi pasokan sebesar 120,69 juta ETH, tanpa batas maksimum suplai.

Kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya (FDV) berada di kisaran $353,53 miliar, relatif sejalan dengan kapitalisasi pasar aktualnya.

Tingginya volume perdagangan menunjukkan minat investor terhadap Ethereum masih terjaga.

Namun, kondisi pasar yang cenderung risk-off membuat banyak pelaku memilih bersikap defensif, terutama di tengah tekanan harga jangka pendek.

Pergerakan ETH juga masih sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar kripto secara keseluruhan, termasuk pergerakan Bitcoin dan arah likuiditas global.

Sinyal Teknikal: Support Kritis Mulai Diuji

Dari sudut pandang teknikal, Ethereum saat ini berada di area krusial. Penurunan 2,05% dalam tujuh hari terakhir mengindikasikan tekanan bearish masih aktif.

Level $2.900 kini menjadi area support penting yang perlu dipertahankan. Jika level ini jebol, Ethereum berpotensi melanjutkan koreksi ke zona yang lebih rendah.

Sebaliknya, untuk membalikkan sentimen jangka pendek, ETH perlu kembali menembus dan bertahan di atas $3.000, yang kini berfungsi sebagai resistance psikologis utama.

Pergerakan harga yang relatif datar dalam satu jam terakhir menunjukkan pasar masih menunggu katalis baru untuk menentukan arah berikutnya.

Prospek Ethereum ke Depan

Meski harga Ethereum masih berada dalam tekanan, fundamental jangka panjang ETH tetap dinilai kuat.

Ethereum masih menjadi fondasi utama bagi ekosistem DeFi, NFT, Web3, dan smart contract, dengan tingkat adopsi yang luas.

Namun, dalam jangka pendek, pergerakan harga ETH diperkirakan masih akan fluktuatif, mengikuti dinamika sentimen global dan kondisi pasar kripto secara umum.

Tanpa katalis kuat, Ethereum berpotensi bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan melemah.

Baca Juga: Harga ETH Hari Ini Bergerak Datar, Ethereum Konsolidasi di $2.900-an

Harga Ethereum hari ini yang turun ke level $2.929 mencerminkan tekanan jangka pendek yang masih membayangi pasar.

Meski demikian, volume perdagangan ETH yang tetap tinggi menunjukkan minat investor belum sepenuhnya surut.

Investor disarankan mencermati pergerakan ETH di sekitar level support dan resistance utama sambil tetap menerapkan manajemen risiko yang ketat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Lonjakan Volume Picu Aksi Beli Agresif

Harga APRO (AT) hari ini mencuri perhatian pasar kripto setelah mencatat lonjakan tajam dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan data terbaru, token AT diperdagangkan di level $0,155564 per AT, menguat signifikan sekitar 46,52% secara harian.

Reli harga ini turut mendorong kapitalisasi pasar APRO ke kisaran $38,89 juta, menempatkannya sebagai salah satu aset kripto dengan performa harian terbaik saat ini.

Lonjakan harga AT terjadi seiring dengan melonjaknya volume perdagangan 24 jam yang mencapai $169,78 juta, jauh melampaui kapitalisasi pasarnya.

Rasio volume terhadap market cap yang tinggi ini mengindikasikan adanya aktivitas trading agresif, baik dari trader jangka pendek maupun spekulan yang memburu momentum.

Baca Juga: Mengenal APRO: Penghubung Data Dunia Nyata ke Blockchain

Pergerakan Harga AT Tunjukkan Volatilitas Tinggi

Secara intraday, harga APRO bergerak di rentang $0,104764 hingga $0,175643, mencerminkan volatilitas yang sangat tinggi dalam satu hari perdagangan.

Setelah menyentuh level tertinggi harian, harga AT sedikit terkoreksi, namun tetap bertahan di zona hijau. Dalam skala mingguan, performa AT terlihat semakin impresif.

Token ini tercatat menguat sekitar 65,27% dalam tujuh hari terakhir, memperkuat narasi bahwa AT tengah berada dalam fase momentum bullish jangka pendek.

Namun jika ditarik ke periode yang lebih panjang, pergerakan AT masih terbilang fluktuatif.

Dalam 30 hari terakhir, harga AT masih terkoreksi sekitar 26,63%, dan dalam 60 hari, penurunannya mencapai lebih dari 52%.

Sebaliknya, secara 90 hari, AT justru mencatat kenaikan sekitar 55,30%, menandakan pola pergerakan harga yang tidak linier dan sangat dipengaruhi sentimen pasar.

Pergerakan harga APRO (AT/USDT) pada Sabtu, 27 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga APRO (AT/USDT) pada Sabtu, 27 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Volume Tinggi Jadi Katalis Utama

Salah satu faktor utama di balik lonjakan harga APRO adalah lonjakan volume perdagangan. Dengan volume harian mendekati $170 juta, likuiditas AT melonjak drastis dibanding periode sebelumnya.

Kondisi ini sering kali menjadi sinyal masuknya minat spekulatif yang kuat, terutama dari trader jangka pendek yang memanfaatkan volatilitas.

Namun, volume tinggi juga perlu dicermati secara hati-hati. Dalam banyak kasus, lonjakan volume ekstrem dapat diikuti oleh fase koreksi jika aksi ambil untung mulai mendominasi pasar.

Struktur Suplai dan Risiko Dilusi

Dari sisi tokenomics, APRO memiliki sirkulasi pasokan sebesar 250 juta AT, atau sekitar 25% dari total suplai maksimum 1 miliar AT.

Artinya, masih terdapat porsi suplai yang cukup besar yang berpotensi masuk ke pasar di masa depan.

Kondisi ini tercermin pada Fully Diluted Valuation (FDV) APRO yang mencapai sekitar $155,55 juta, jauh lebih tinggi dibanding kapitalisasi pasar saat ini.

Bagi investor, perbedaan ini menjadi faktor penting yang perlu diperhitungkan, karena potensi dilusi suplai dapat memengaruhi pergerakan harga jangka menengah hingga panjang.

Sinyal Teknikal: Momentum Kuat, Tapi Perlu Waspada

Secara teknikal, lonjakan 46% dalam satu hari menunjukkan momentum yang sangat kuat. Namun, pergerakan harga yang terlalu cepat sering kali diikuti oleh fase konsolidasi atau koreksi sehat.

Terlebih, perubahan harga 1 jam terakhir yang tercatat -1,35% bisa menjadi indikasi awal aksi ambil untung jangka pendek.

Area $0,15 kini menjadi level psikologis penting yang perlu dipertahankan agar momentum bullish tetap terjaga.

Sementara itu, area $0,175–$0,18 berpotensi menjadi resistance terdekat jika harga kembali mencoba melanjutkan kenaikan.

Baca Juga: 6 Top AI & Big Data Tokens yang Bisa Meledak Minggu Ini!

Lonjakan harga APRO (AT) hari ini menandai meningkatnya minat pasar terhadap token ini, didorong oleh volume perdagangan yang sangat tinggi dan momentum jangka pendek yang kuat.

Meski demikian, volatilitas ekstrem dan struktur suplai yang belum sepenuhnya beredar membuat investor perlu tetap berhati-hati.

Bagi trader, AT menawarkan peluang dari sisi momentum. Sementara bagi investor jangka menengah, pemantauan terhadap distribusi suplai dan stabilitas harga menjadi kunci sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Token BIFI Turun Drastis: Harga Beefy.Finance Anjlok 16% Setelah Reli

Harga Beefy.Finance (BIFI), yang kerap dijuluki komunitas kripto sebagai token “daging” karena suplainya yang sangat terbatas, mengalami koreksi tajam pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data terbaru, harga BIFI tercatat di level $252,30 per BIFI, turun sekitar 16,57% dalam 24 jam terakhir.

Penurunan signifikan ini terjadi setelah BIFI mencatat reli agresif dalam beberapa pekan terakhir.

Meski terkoreksi harian, performa jangka menengah token ini masih menunjukkan tren positif, memicu perdebatan di kalangan trader apakah koreksi ini sekadar aksi ambil untung atau awal pembalikan arah.

Baca Juga: Pasokan Terbatas, Harga Beefy.Finance (BIFI) Melesat 89%!

Koreksi Tajam di Tengah Volume Tinggi

Seiring turunnya harga, volume perdagangan 24 jam BIFI justru mencapai $21,24 juta, hampir menyamai kapitalisasi pasar sebesar $20,18 juta.

Rasio volume terhadap market cap yang sangat tinggi ini menandakan aktivitas jual beli yang intens, khas fase distribusi setelah lonjakan harga besar.

Dalam satu hari perdagangan, harga BIFI tercatat turun sekitar $46,59, mencerminkan tekanan jual yang kuat dari pelaku pasar jangka pendek.

Bahkan dalam satu jam terakhir, harga masih melemah sekitar 3,31%, mengindikasikan volatilitas belum sepenuhnya mereda.

Dari Reli Kencang ke Koreksi Sehat?

Meski terlihat dramatis secara harian, koreksi harga BIFI perlu dilihat dalam konteks pergerakan yang lebih luas.

Dalam 30 hari terakhir, harga BIFI justru melonjak lebih dari 116%, sementara dalam 60 hari menguat hampir 80%, dan dalam 90 hari naik sekitar 52%.

Bahkan secara mingguan, BIFI masih mencatatkan kenaikan impresif sekitar 145%, menjadikannya salah satu token DeFi dengan performa terbaik dalam periode tersebut.

Data ini menunjukkan bahwa penurunan hari ini kemungkinan besar dipicu oleh aksi ambil untung (profit taking) setelah reli ekstrem, bukan semata-mata perubahan fundamental mendadak.

Pergerakan harga Beefy.finance (BIFI/USDT) pada Sabtu, 27 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Beefy.finance (BIFI/USDT) pada Sabtu, 27 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Token “Daging” dengan Suplai Super Terbatas

Salah satu keunikan utama Beefy.Finance adalah struktur suplai tokennya. BIFI memiliki total dan maksimum suplai hanya 80.000 token, dan seluruhnya telah beredar di pasar.

Artinya, tidak ada risiko inflasi atau unlock token di masa depan, sebuah karakteristik langka di dunia kripto.

Dengan suplai yang sangat terbatas, pergerakan harga BIFI cenderung sangat sensitif terhadap perubahan permintaan.

Lonjakan minat sedikit saja bisa mendorong harga naik tajam, namun sebaliknya, tekanan jual dalam jumlah relatif kecil juga dapat memicu koreksi besar.

Karakteristik inilah yang membuat BIFI dijuluki sebagai token “daging” yang langka, bernilai, namun pergerakannya bisa ekstrem.

Perspektif Teknikal: Waspada Volatilitas

Dari sudut pandang teknikal, koreksi 15–16% dalam sehari setelah reli ratusan persen masih tergolong wajar dalam pasar kripto, khususnya untuk token dengan suplai kecil.

Namun, trader perlu mencermati apakah harga mampu bertahan di zona support terdekat untuk menjaga struktur tren naik.

Jika tekanan jual berlanjut, BIFI berpotensi memasuki fase konsolidasi sebelum menentukan arah selanjutnya.

Sebaliknya, jika volume mulai menurun dan harga stabil, koreksi ini bisa menjadi fondasi untuk pergerakan lanjutan.

Baca Juga: Beefy Finance (BIFI) Melonjak 23% Berkat Peluang Yield di Sei Network

Penurunan harga Beefy.Finance (BIFI) hari ini menandai fase koreksi tajam setelah reli besar yang mengesankan.

Meski token “daging” ini turun drastis secara harian, performa jangka menengahnya masih mencerminkan tren bullish yang kuat.

Dengan suplai super terbatas dan kapitalisasi pasar yang relatif kecil, BIFI tetap menjadi aset berisiko tinggi dengan potensi volatilitas ekstrem.

Investor dan trader disarankan untuk memperhatikan manajemen risiko, terutama di tengah pergerakan harga yang cepat dan tidak terduga.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Dogecoin Disinyalir Masuk Fase Akumulasi, Level US$0,15 Jadi Kunci

Dogecoin (DOGE) kembali menjadi sorotan setelah seorang analis kripto menilai pergerakan harganya saat ini mengulang pola akumulasi besar seperti yang terjadi pada 2020, sebelum reli tajam pada 2021.

Analis kripto Cryptollica (@Cryptollica di X) dalam analisis mingguan di TradingView pada 23 Desember 2025 menyebut grafik Dogecoin sedang membentuk rounded base atau dasar membulat, dengan volatilitas yang menurun dan momentum yang dianggap “di-reset”. Kondisi ini ia sebut sebagai fase “calm before the storm”.

Dalam analisis berjudul “DOGE: The Cycle Repeats (1W Timeframe)”, Cryptollica menyatakan struktur harga Dogecoin saat ini merupakan fractal setup yang “tekstual”, mengacu pada empat titik struktur historis dalam siklus jangka panjang DOGE. Menurutnya, pasar kini berada di “Point 4”, yang dinilai mirip dengan fase akumulasi sebelum bull run sebelumnya.

Volatilitas Dogecoin

Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Jumat, 26 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Jumat, 26 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Dogecoin 2025: Sempat Tembus US$58 Miliar, Kini Harga Anjlok 65%

Dilaporkan Trading View, Cryptollica menjelaskan bahwa Zona 1 dan Zona 2 pada siklus terdahulu merupakan fase “kebosanan”, di mana volatilitas rendah dan harga bergerak mendatar, namun justru menjadi periode akumulasi. Zona 2 bahkan disebut sebagai landasan awal reli parabolik Dogecoin pada 2021. Kondisi saat ini, yang ia sebut sebagai Zona 4, diklaim menunjukkan pola serupa dengan pembentukan dasar harga yang kuat.

Selain struktur harga, indikator Relative Strength Index (RSI) juga menjadi dasar argumen. Cryptollica menyoroti level RSI mingguan di sekitar 32 yang menurutnya berulang kali menjadi “lantai historis”. Ia menyatakan bahwa setiap kali RSI mingguan DOGE menyentuh area tersebut pada siklus sebelumnya, hal itu menandai titik dasar makro. Saat ini, RSI dinilai kembali berada di area tersebut, yang diinterpretasikan sebagai tanda kelelahan penjual.

Meski demikian, tidak semua pihak sepenuhnya sepakat. Pengguna TradingView lain, ZarinSyed, memberikan catatan kehati-hatian. Ia menilai analisis fraktal memang menarik, namun tidak bersifat deterministik. Menurutnya, kondisi makro dan arus likuiditas dapat mengubah hasil yang diharapkan.

Pergerakan Dogecoin

ZarinSyed menyebut konfirmasi bullish baru akan lebih valid jika Dogecoin mampu mencatatkan penutupan mingguan di atas kisaran US$0,15–US$0,17. Ia juga menambahkan bahwa indikator RSI idealnya perlu bergerak stabil di atas level tengah 50 untuk mengonfirmasi perubahan momentum. Tanpa itu, DOGE berisiko bergerak sideways dalam waktu lebih lama.

Selain itu, ia menyoroti perbedaan konteks pasar. Berbeda dengan 2020, pasar kripto saat ini dinilai lebih matang dengan pengaruh aliran dana institusional, termasuk produk berbasis ETF, yang dapat membuat pola berbasis ritel tidak sepenuhnya berulang.

Secara keseluruhan, klaim Cryptollica menempatkan Dogecoin pada fase akumulasi dengan keyakinan tinggi dalam kerangka waktu mingguan. Namun, sejumlah pelaku pasar menilai konfirmasi lanjutan tetap diperlukan sebelum menyimpulkan bahwa DOGE benar-benar siap mengulang reli besar seperti siklus sebelumnya.

Baca juga: Dogecoin Tertekan Jelang Akhir Tahun, Harga Terjebak di $0,12


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

The Fed Rem Mendadak, Bitcoin Terancam ke US$70.000 di Awal 2026

Kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve/The Fed) pada kuartal pertama 2026 berpotensi memberi tekanan besar pada pasar kripto. Bitcoin (BTC) diperkirakan bisa turun hingga level US$70.000 dan Ethereum (ETH) melemah ke sekitar US$2.400 apabila The Fed memutuskan untuk menahan pemangkasan suku bunga di tengah tekanan inflasi yang masih bertahan.

The Fed tercatat telah memangkas suku bunga acuan sebanyak tiga kali sepanjang 2025, mayoritas dilakukan pada kuartal keempat, seiring meningkatnya angka pengangguran dan tanda-tanda inflasi yang mulai melandai. Namun, respons pasar kripto justru berlawanan dengan ekspektasi.

Ancaman Aksi Jual

Alih-alih reli, Bitcoin, Ethereum, dan sejumlah altcoin utama mengalami aksi jual. Total kapitalisasi pasar kripto tercatat menyusut lebih dari US$1,45 triliun dari rekor tertingginya pada Oktober 2025.

Sejumlah pejabat The Fed, termasuk Presiden The Fed New York John Williams, menegaskan bahwa bank sentral masih bersikap hati-hati dan bergantung pada data terbaru. Williams menyatakan belum melihat urgensi untuk kembali melonggarkan kebijakan moneter dalam waktu dekat, dengan fokus utama tetap pada penurunan inflasi ke target 2% tanpa merusak pasar tenaga kerja.

Meski data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS pada November berada di level 2,63% dan meningkatkan peluang pemangkasan suku bunga pada awal 2026, ketidakpastian masih membayangi. Gangguan akibat penutupan pemerintahan AS sebelumnya dilaporkan menghambat pengumpulan data oleh Bureau of Labor Statistics, sehingga memunculkan kekhawatiran distorsi data inflasi.

Ketidakpastian inilah yang dinilai menjadi salah satu penyebab pasar kripto gagal merespons positif pemangkasan suku bunga sebelumnya.

Chief Operating Officer bursa kripto BTSE, Jeff Mei, memperkirakan bahwa jika The Fed mempertahankan suku bunga sepanjang kuartal pertama 2026, Bitcoin berpotensi turun ke US$70.000, sementara Ethereum bisa melemah hingga US$2.400.

Tekanan Penurunan Harga

Namun demikian, tekanan penurunan harga tersebut berpotensi tertahan oleh langkah kebijakan lain The Fed. Sejak 1 Desember, bank sentral AS secara resmi menghentikan kebijakan quantitative tightening dan beralih ke mekanisme rollover penuh untuk obligasi pemerintah dan surat berharga berbasis hipotek yang jatuh tempo.

Dilaporkan Cointelegraph, The Fed juga meluncurkan Reserve Management Purchases (RMPs) senilai sekitar US$40 miliar dalam bentuk pembelian surat utang jangka pendek. Kebijakan ini dinilai sejumlah analis sebagai bentuk “quantitative easing terselubung” atau stealth QE karena berfungsi menyuntikkan likuiditas ke sistem keuangan.

Jika RMPs berlanjut hingga awal 2026 meski dalam skala lebih kecil, langkah tersebut dinilai dapat menopang selera risiko investor dan membantu menstabilkan harga aset kripto, meskipun tanpa pemangkasan suku bunga agresif.

Jeff Mei menambahkan, dengan dukungan arus masuk dana ETF Bitcoin yang diperkirakan menembus US$50 miliar serta akumulasi institusional, harga Bitcoin masih berpeluang naik ke kisaran US$92.000–US$98.000. Sementara itu, Ethereum berpotensi menguat menuju US$3.600, didorong oleh peningkatan teknologi layer-2 dan imbal hasil restaking yang menarik minat pengguna DeFi.

Baca juga: Turun Mendadak! Dogecoin Anjlok Meski Suku Bunga Dipangkas The Fed


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com