Perpustakaan Erasmus Huis Senyaman Itu…, Seestetik Itu…



Jakarta

Di kawasan Jakarta Selatan terdapat perpustakaan yang menarik untuk dikunjungi, bukan hanya tentang koleksi bukunya saja. Tetapi, juga suasana perpustakaan yang bikin nyaman.

Perpustakaan itu ada di dalam Kantor Kedutaan Besar Belanda di Kuningan, Jaksel. Yakni, perpustakaan Erasmus Huis.

Perpustakaan itu bisa diakses oleh masyarakat umum. Jika ingin mengunjungi perpustakaan ini masyarakat tinggal bertanya kepada petugas penjaga yang mengarahkan ke area perpustakaan.


Suasana yang nyaman dan tentunya bersih membuat pengunjung betah untuk berlama-lama. Memang Perpustakaan Erasmus Huis itu didominasi oleh buku-buku Bahasa Belanda dan Inggris, namun ada pula koleksi buku dengan Bahasa Indonesia.

“Ada paling cuma 5% dari keseluruhan koleksi yang ada,” ujar petugas perpustakaan kepada detikTravel, Jumat (19/72024).

Koleksi buku-buku di Perpustakaan Erasmus Huis itu mencapai 6.000 buku. Seluruh buku terpajang rapi di setiap raknya, ada di rak lantai satu dan rak lantai dua.

Variasi buku di sini pun beragam seperti buku anak, biografi, sejarah hingga buku kebudayaan Indonesia Pencak Silat yang berbahasa Belanda.

Erasmus Huis di Kedutaan Belanda di Kuningan, Jakarta SelatanErasmus Huis di Kedutaan Belanda di Kuningan, Jakarta Selatan (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Salah satu pengunjung saat itu adalah Ni Eko. Dia memang ada kepentingan di Kantor Kedutaan Belanda makanya sekaligus ke perpustakaan untuk mencari buku yang diincar.

“Tujuannya itu untuk ambil visa kan udah appointment sebelumnya terus hari ini jadi terus hari ini diambil. Sekalian aja mau cari buku tentang lingkungan gitu kan, kebetulan saya dulu jurusannya Biologi tapi spesialisasinya lingkungan jadi pengen cari-cari buku tentang lingkungan,” kata dia.

Bagi Ni Eko, Perpustakaan Erasmus Huis itu nyaman untuk dikunjungi dan juga ia menyebut Perpustakaan Erasmus Huis ini menyimpan koleksi buku sulit dicari di pasaran. Dia pun kagum ketika berada di perpustakaan itu.

“Saya sukanya tuh ternyata banyak buku yang nggak disebarluaskan secara komersial gitu, banyak sih buku menarik cuma nggak sesuai dengan bidang saya. Tadi tuh banyak buku tentang kebudayaan Indonesia gitu kan, terus tentang bagaimana kondisi lanskap Indonesia di zaman kolonialisme nah itu tuh bagus soalnya belum pernah nemu,” kata Ni Eko.

Selain Ni Eko, pengunjung yang menikmati Perpustakaan Erasmus Huis ini adalah Salwa. Dia datang bersama beberapa temannya untuk mencari pengetahuan baru yang ada di dalam koleksi buku-buku.

Salwa mengetahui keberadaan Perpustakaan Erasmus Huis dari media dan teman-temannya.

“Ke sini ingin lebih tahu tentang wawasan ilmu-ilmu yang sebelumnya belum aku tahu di sini gitu, maksudnya masih banyak hal-hal yang belum aku ketahui juga. Kalau aku tahu (perpustakaan) ini dari media sosial sama rekomendasi dari teman-teman di kampus,” kataSalwa.

Tak hanya membaca buku, ia pun menjelaskan kedatangannya ke perpustakaan ini untuk kebutuhan konten. Alasannya karena tempat dan suasana di Perpustakaan Erasmus Huis bisa jadi magnet untuk para content creator membuat konten.

Di ruang samping perpustakaan juga tengah ada pameran foto dari fotografer bernama Kadir van Lohuizen yang menceritakan tentang dampak naiknya permukaan laut bagi manusia akibat dampak perubahan iklim. Terdapat sekitar 35 foto yang dipamerkan dari delapan negara dan salah satunya ada Indonesia.

Pameran foto tersebut telah dihelat dari tanggal 22 Mei hingga 3 Agustus 2024.

Jadi, buat pengunjung yang datang ke Perpustakaan Erasmus Huis Perpustakaan Erasmus Huis yang berada di komplek Kedutaan Besar Belanda di Jalan Rasuna Said Kav S3, Jakarta Selatan ini bisa sekaligus melihat pameran foto tersebut, untuk akses masuk ke perpustakaan tidak mengeluarkan biaya alias gratis.

“Ini perpustakaan buka dari hari Selasa sampai Sabtu, dari jam 10.00 sampai jam 16.00 WIB. Pameran juga mengikuti waktu buka perpustakaan, kecuali kalau lagi ada event,” kata petugas keamanan, Siti.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Pelajaran dari OB Tabrak Showroom gara-gara Salah Injak Pedal Mobil



Jakarta

Di media sosial viral sebuah mobil menabrak showroom di Palembang. Mobil yang menabrak itu dikendarai oleh seorang Office Boy (OB) bernama Abdul Majid (37) yang berniat memindahkan mobil untuk membersihkan kaca showroom.

Abdul mengaku berniat memindahkan mobil itu untuk mempermudah dirinya membersihkan kaca showroom. Namun, ia salah menginjak pedal mobil manual milik PT Honda Union Palembang, yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan 9/10 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, itu.

“Saya mau bersihkan kaca showroom. Karena rawan kena mobil, jadi saya inisiatif pindahkan. Ternyata salah injak pedal,” ungkap Abdul dikutip detikSumbagsel.


Abdul mengakui waktu itu tak meminta izin ke pihak manajemen karena hanya berniat memindahkan mobil sedikit. Sayangnya ia tak sengaja menginjak pedal gas sehingga mobil melaju dan menabrak kaca showroom.

“Saya bisa bawa mobil. Tapi memang selama dua tahun kerja di sini, tidak pernah (memindahkan mobil). Niatnya injak rem, malah injak gas,” terangnya.

Warga Lorong Swadaya, Jalan Puncak Sekuning Palembang tersebut mengungkapkan permintaan maafnya terhadap perusahaan dan konsumen yang ada saat kejadian.

“Saya pribadi mohon maaf kepada perusahaan dan pelanggan yang terganggu. Ini murni kelalaian saya. Alhamdulillah tidak ada yang menjadi korban,” imbuhnya.

Dalam video yang beredar, tampak bagian depan mobil Honda Brio ringsek. Mobil tersebut terlihat berasal dari luar dan menembus masuk ke ruang tunggu showroom.

Mobil tersebut berhenti setelah menabrak tiang pondasi dan menyebabkan kaca salah satu sisi showroom pecah berserakan. Tampak juga banyak pelanggan yang sedang berada di lokasi. Beberapa bangku tunggu berwarna merah juga terlihat tertabrak.

Kecelakaan akibat salah injak pedal sudah sering kali terjadi. Niat menginjak rem, pengemudinya justru menekan pedal gas yang membuat mobil meluncur deras hingga menabrak objek di depannya.

Praktisi keselamatan berkendara yang juga Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menyebut sebelum berkendara sebaiknya pengemudi mengenali dan memahami cara kerja dan operasional sebuah kendaraan.

“Khususnya salah injak pedal bisa dipelajari di awal, mana pedal dan fungsinya serta risiko-risikonya. Seperti, menginjak pedal gas harus dalam posisi duduk siap, posisi tumit ada di depan pedal dan menginjak pedal gasnya harus smooth serta clear area,” jelas Sony kepada detikcom, belum lama ini.

Sony menekankan, posisi tumit harusnya berada sejajar dengan pedal rem. Jika tumit berada sejajar dengan pedal gas, maka kaki pengemudi akan kesulitan mengoreksi ke pedal rem di saat kaget atau tiba-tiba harus mengerem.

“Lebih baik ngeremnya sempurna dan ngegasnya nggak sempurna daripada sebaliknya,” sebutnya.

Terakhir, Sony mewanti-wanti agar pengemudi selalu menempatkan tumitnya di lantai mobil sementara yang beroperasi menginjak pedal hanya kaki bagian ujung depan. “Iya, tumit sebagai tumpuan. Nggak boleh gantung,” katanya.

(rgr/din)



Sumber : oto.detik.com

Ternyata Bekas Kuil yang Dirobohkan



Medan

Draco Waterpark sudah lama terbengkalai. Dulu, wahana air di Medan ini pernah populer pada tahun 2013. Namun sekarang, berubah jadi terbengkalai dan angker.

Wahana Draco Waterpark ini berlokasi di Jalan Mongonsidi, Kecamatan Medan Polonia, Medan. Berdasarkan pantauan di lokasi, hanya tersisa semak belukar di balik gedung eks Hermes Plaza. Tidak ada puing-puing sisa bangunan waterpark tersebut.

Desas-desus cerita mistis eks Draco Waterpark ramai beredar di masyarakat. Konon, waterpark ini sempat memakan korban seorang pegawai yang meninggal akibat kecelakaan kerja di sana.


“Udah tutup lah sekitar lima tahunan lebih lagi. Dulu itu ada yang meninggal pegawai di situ gara-gara mau menyelamatkan kalung pengunjung, dia yang merasa bertanggung jawab namun dia tersedot mesin pembuat gelombang. Dari situ mulai berkurang pengunjung di situ,” ungkap warga setempat Amel, Kamis (18/7/2024).

Warga setempat menilai waterpark tersebut menjadi angker lantaran dahulu ada kuil umat Hindu yang dirobohkan di sekitar bangunan Hermes Plaza.

“Dulu ada kuil yang dirobohkan dekat parkiran belakang Hermes, katanya ada juga yang bilang gara-gara dirobohkan itu jadi angker wahananya itu,” ujarnya.

Beberapa warga menyebut pernah mendengar pengalaman mistis seperti mendengar suara-suara aneh dan juga penampakan misterius.

“Ada yang pernah dengar suara aneh samar-samar terus ada yang pernah lihat bayangan yang buat takut pengunjung,” kata Amel.

Kenangan Indah Warga Medan di Draco Waterpark

Namun begitu, banyak warga Medan yang memiliki kenangan indah saat berkunjung ke Draco Waterpark.

“Dulu pernah masuk waktu tahun 2012-an, seru sekali ajak anak-anak main wahana tapi ya harga lumayan ya Rp 100 ribuan per orang. Jadi paling cuma sekali dua kali lah ke sana,” kata warga Medan, Indah mengenang momen tersebut.

Sementara itu, sejarawan Azis Rizky Lubis mengakui bahwa benar adanya kuil yang dirobohkan dalam pembangunan Draco Waterpark ini. Tak hanya itu, tragedi meninggalnya pegawai di Draco Waterpark ini turut membuat masyarakat enggan untuk berkunjung ke wahana tersebut.

“Robohnya kuil itu kemungkinan penyuaraan masyarakat hindu tidak terlalu ditanggapi serius padahal begitu banyak masyarakat etnis Hindu yang bermukim di situ. Kalau ada kaitannya mistis dengan kuil yang dirobohkan juga beredar di masyarakat. Apalagi dengan adanya kasus meninggal pegawai di sana membuat penurunan pengunjung,” kata Azis.

Tak hanya waterpark, Azis menyebut banyak kasus-kasus mistis yang terjadi di Hermes Plaza.

“Suasana mencekam ini tak hanya di wahana airnya saja tapi misalnya dari arena permainan di malnya yang sempat mencekam, jadi ya terdengar angker dari tanggapan masyarakat begitu,” pungkasnya.

——-

Artikel ini telah naik di detikSumut.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

OB Tabrak Showroom Gegara Salah Injak Pedal Mobil, Begini Posisi Kaki yang Benar



Jakarta

Viral di media sosial mobil yang menabrak showroom di Palembang. Ternyata, mobil itu hendak dipindahkan oleh seorang Office Boy (OB) yang sedang membersihkan kaca showroom

Abdul Majid, OB yang mengendarai mobil tersebut, mengaku berniat memindahkan mobil itu untuk mempermudah dirinya membersihkan kaca showroom. Namun, ia salah menginjak pedal mobil manual milik PT Honda Union Palembang, yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan 9/10 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, itu.

“Saya mau bersihkan kaca showroom. Karena rawan kena mobil, jadi saya inisiatif pindahkan. Ternyata salah injak pedal,” ungkap Abdul dikutip detikSumbagsel.


Abdul mengakui waktu itu tak meminta izin ke pihak manajemen karena hanya berniat memindahkan mobil sedikit. Sayangnya ia tak sengaja menginjak pedal gas sehingga mobil melaju dan menabrak kaca showroom.

“Saya bisa bawa mobil. Tapi memang selama dua tahun kerja di sini, tidak pernah (memindahkan mobil). Niatnya injak rem, malah injak gas,” terangnya.

Warga Lorong Swadaya, Jalan Puncak Sekuning Palembang tersebut mengungkapkan permintaan maafnya terhadap perusahaan dan konsumen yang ada saat kejadian.

“Saya pribadi mohon maaf kepada perusahaan dan pelanggan yang terganggu. Ini murni kelalaian saya. Alhamdulillah tidak ada yang menjadi korban,” imbuhnya.

Agar tak salah injak pedal lagi, pengendara harus paham soal posisi kaki saat nyetir yang benar. Praktisi keselamatan berkendara yang juga istruktur dan pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, menjelaskan posisi kaki yang tepat saat mengemudi. Posisi kaki kanan adalah tumit bertumpu di lantai mobil. Untuk berpindah dari pedal gas ke pedal rem, cukup menggeser ujung kaki ke pedal rem, sementara tumit tetap di lantai.

“Kaki kanan itu bertumpu pada tumit, waktu kita mau injak pedal rem, tinggal diubah saja kemiringannya sehingga tumit kita tetap bertumpu di floor. Karena kalau kaki kanan kita angkat full untuk menginjak rem, nanti akan over pressure bahkan roda depan akan mengunci (karena tekanan berlebih pada pedal rem),” kata Jusri.

Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menyebut sebelum berkendara sebaiknya pengemudi mengenali dan memahami cara kerja dan operasional sebuah kendaraan.

“Khususnya salah injak pedal bisa dipelajari di awal, mana pedal dan fungsinya serta risiko-risikonya. Seperti, menginjak pedal gas harus dalam posisi duduk siap, posisi tumit ada di depan pedal dan menginjak pedal gasnya harus smooth serta clear area,” jelas Sony.

Sony menekankan, posisi tumit harusnya berada sejajar dengan pedal rem. Jika tumit berada sejajar dengan pedal gas, maka kaki pengemudi akan kesulitan mengoreksi ke pedal rem di saat kaget atau tiba-tiba harus mengerem.

“Lebih baik ngeremnya sempurna dan ngegasnya nggak sempurna daripada sebaliknya,” sebutnya.

(rgr/din)



Sumber : oto.detik.com

Masjid Tua Al Mubarok, Berumur Ratusan Tahun, Tempat Sejuk buat Karyawan Jaksel



Jakarta

Di Jakarta Selatan terdapat salah satu masjid yang berumur ratusan tahun dan menjadi sebuah saksi perkembangan wilayah Kuningan. Masjid Tua Al Mubarok.

Masjid itu berdiri tegak di pinggir Jalan Gatot Subroto yang tak jauh dari Museum Satriamandala. Dari sejarahnya, masjid tersebut merupakan peninggalan dari Syekh Arkanuddin atau Pangeran Adipati Awangga yang memiliki gelar Pangeran Kuningan yang berasal dari Cirebon.

Di masjid itu terdapat sebuah prasasti yang memastikan usia bangunan tersebut. Di sana tertulis masjid tersebut dibangun pada 1527.


Tahun tersebut bukan merujuk kepada bangunan mushola yang didirikan oleh Pangeran Kuningan bersama pasukannya, yang saat itu menempati kawasan tersebut. Tetapi, tahun itu merupakan pembangunan Masjid Tua Al Mubarok oleh warga di sekitar masjid. Lokasinya pas di mushala Pangeran Kuningan.

Musala yang dibangun Pangeran Kuningan dan pasukannya itu

Bendahara Masjid Tua Al Mubarok, Budi Raharjo, menceritakan kepada detikTravel, Jumat (19/7/2024) ada hal menarik dari pembangunan awal masjid tersebut, yakni berasal dari sebuah mimpi.

Konon, masjid yang dibangun oleh Pangeran Kuningan itu hanya terbuat dari kayu dan begitu sederhana.

“Nyi Imeh itu mimpi, dulu masjid ini terkenal dengan nama Masjid Rusak karena ya udah nggak terurus gitu. Di Masjid Rusak itu banyak orang datang pake jubah, pake pakaian putih ini dalam mimpinya, dia ngeliat banyak yang sembahyang di sini, itu akhirnya ngomong sama keluarga atau masyarakat di sini akhirnya dibangun lah masjid lagi,” kata Budi.

Masjid itu dibangun pada 1850 oleh Guru Simin dan Guru Jabir. Seiring berjalannya waktu, masjid itu kembali dimakan oleh zaman, sekiranya tahun 1915. Masjid Rusak kembali mengalami renovasi karena kala itu bangunannya masih terbuat dari kayu.

“Akhirnya di tahun 1925 itu digunakan sholat berjamaah rame-rame, kalau dulu kan mungkin hanya terbatas. Nah di tahun itu bangun untuk orang-orang banyak lah,” sambungnya.

Budi juga menerangkan kala pembangunan masjid pada 1925, bangunan masih kayu meskipun jamaah sudah banyak. Dan, secara terus menerus bangunan ini selalu diperbaiki oleh masyarakat.

Masjid Tua Al Mubarok berdiri tegak di pinggir Jalan Gatot Subroto yang tak jauh dari Museum Satriamandala. Masjid ini telah berumur ratusan tahun dan menjadi sebuah saksi perkembangan wilayah Kuningan.Masjid Tua Al Mubarok berdiri tegak di pinggir Jalan Gatot Subroto yang tak jauh dari Museum Satriamandala. Masjid ini telah berumur ratusan tahun dan menjadi sebuah saksi perkembangan wilayah Kuningan. (Muhammad Lugas Pribady)

Barulah di tahun 1996 bangunan masjid diperbaiki dan menggunakan beton hingga bisa berdiri hingga saat ini. Pembangunan tersebut dikatakan oleh Budi atas inisiasi pengurus masjid kala itu di antaranya adalah Haji Wardi.

“1925 yang dibangun sama guru itu ya masjid dari kayu aja tapi besar, nah dari kayu pun itu udah berubah-ubah kan mulai dari zamannya siapa diperbaiki. Jadilah pengurus terakhir itu zamannya Haji Wardi dibangunlah masjid ini, ya sampai sekarang,” kata dia.

“Dari zaman dulu posisinya di sini zaman dulu nggak berubah titiknya di sini,” ujar Budi.

Kini, peninggalan lawas masjid itu tidak banyak lagi. Budi mengatakan satu barang yang tersisa hanya jam yang berada di dekat mimbar. namun ia juga tak yakin jam tersebut berada di dalam masjid sejak tahun berapa.

Makam Pangeran Kuningan

Selain membahas tentang perjalanan Masjid Tua Al Mubarok, Budi juga menjelaskan kenapa nama wilayah ini Kuningan adalah untuk mengenang Pangeran Kuningan yang berada di kawasan ini dari 1527 hingga meninggal pada 1579. Budi juga menjelaskan letak makam yang letaknya bukan di area masjid.

“Meninggalnya itu 1579 kalau dia datang 1527, dia meninggal dan sekarang makamnya ada di (area perkantoran) Telkom,” sebut dirinya.

detikTravel pun penasaran dengan keberadaan makam sang pangeran yang berada di tengah perkantoran. Merujuk cerita dari Budi dan informasi dar penjaga, Makam Pangeran Kuninganberada di dekat lobi gedung dan dekat dengan sebuah mini market.

Dengan sejarah yang membersamai masjid ini jadi cerita sendiri bagi para jemaah. Selain sebagai tempat beribadah, tempat ini juga kerap dipakai untuk tempat istirahat para karyawan-karyawan di sela pekerjaan mereka.

Suasana yang rindang dan sejuk menjadi idaman di tengah-tengah panas matahari dan bisingnya jalanan Ibu Kota. Masjid Tua Al Mubarok dan makam Pangeran Kuningan oleh pemerintah daerah telah ditetapkan sebagai Monumen Ordonansi No 238 tahun 1931 melalui Lembaran Daerah No 60 tahun 1972 dan juga menjadi situs sejarah.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Catat Ya! Bawa Mobil Apa pun Ada Risikonya, Perhatikan Ini kalau Mau Selamat



Jakarta

Berkendara di jalan raya dengan berbagai karakter pengguna jalan dan kendaraannya tetap memiliki potensi bahaya. Mengendarai kendaraan jenis dan merek apa pun, pengendara tetap memiliki ancaman bahaya kalau tidak menerapkan kaidah keselamatan.

Instruktur safety driving di Rifat Drive Labs (RDL) dan Road Safety Commission Ikatan Motor Indonesia (IMI) Erreza Hardian mengatakan, apa pun jenis atau merek kendaraannya pengemudi kendaraan pasti memiliki risiko. Untuk itu, pengendara harus bisa mengantisipasinya agar tetap selamat di jalan raya tanpa harus menjadi korban kecelakaan fatal, apalagi sampai meninggal dunia di jalan.

“Pasti sudah pandai mengemudi entah di mana dan bagaimana caranya. Tetapi ketika memutuskan untuk menjadi pengemudi ber-SIM, maka tidak lepas dari tanggung jawab hukum untuk menjaga keselamatan diri dan orang lain serta lingkungan jalan,” kata Reza kepada detikOto, Selasa (25/6/2024).


Agar selamat di jalan raya, menurut Reza, ketika berada di jalan sebaiknya pengemudi mengantisipasi tiga penyebab kecelakaan, yaitu manusia, kendaraan, dan lingkungan.

“Lingkungan jalan tidak bisa kita kendalikan karena sudah seperti ini keadaan lalu lintas di negeri tercinta ini. Jadi tinggal kendaraan dan manusia, terutama kita sebagai pengemudi dan pengguna jalan,” ucap Reza.

Pengemudi harus mengenali kendaraan yang dibawa. Semua kendaraan, apa pun merek, jenis maupun tipenya pasti ada bahayanya. Makanya setiap pengendara harus memiliki surat izin mengemudi dan persyaratannya pun tinggi.

“Tentunya juga para insinyur dan pemegang merek sudah melakukan konsep luar biasa. Tidak mungkin (sebuah kendaraan) ada di pasaran kalau itu tidak bisa dikendalikan risikonya. Pengendalian risiko itu pasti akan bisa menyelamatkan manusia baik pengemudi ataupun pengguna jalan lainnnya, apalagi penumpang. Apa pun bahaya dari lingkungan jalan, akan tetap selamat dengan limitasi kendaraan dan ini harus dipahami sebagai pengendalian risiko dengan tujuan keselamatan,” jelasnya.

Ujung-ujungnya tetap di tangan manusianya sebagai pengemudi. Pengemudi harus bisa mengenali keterampilan dan kompetensi diri sendiri. “Dan tidak perlu membandingkan dengan orang lain karena jelas ada perbedaan,” katanya.

“Pola berpikir, respon dan tingkat pengetahuan kita berbeda-beda. Limitasinya adalah pengendalian dengan merujuk ke UULAJ (Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan) dan aturan baku. Semua untuk selamat dari bahaya di jalan,” pungkas Reza.

(rgr/din)



Sumber : oto.detik.com

Taman Situlembang, Destinasi Sejuk dan Asri di Jakpus



Jakarta

Taman kota bisa menjadi pilihan traveler untuk menghabiskan waktu bersama orang tercinta atau menyendiri untuk mengusir penat. Taman Situlembang di Jakarta Selatan memberikan momen tersebut.

Tak perlu mengeluarkan kocek besar, cukup dengan membeli makanan dan minuman di pinggir taman atau bahkan membawa perbekalan dari rumah, traveler sudah bisa menikmati sejuknya udara Jakarta. detikTravel pun berkunjung tepat saat sore tiba, Jumat (19/7/2024).

Saat tiba di taman, atraksi air mancur pun langsung menyambut, beruntung karena air mancur di tengah danau itu tak selalu beroperasi. Menurut petugas yang berjaga air mancur akan beroperasi dua jam sekali.


Benar saja tak lama berselang, air mancur pun terhenti. Sedikit mencari keringat dengan berkeliling beberapa kali mengitari taman yang kurang lebih 14.700 meter persegi ini cukup membuat nafas terengah-engah, selagi berjalan banyak masyarakat yang duduk santai di setiap area taman.

Duduk di pinggir danau pun menjadi spot yang menyenangkan bagi masyarakat, belum lagi terdapat kawanan bebek yang tengah berenang. Tapi hati-hati juga karena terdapat dua soang yang kerap ‘iseng’ mengejar pengunjung.

Pengunjung yang menjadi sasaran angsa itu adalah Liora dan Sheila. Sempat ketakutan mereka pun akhirnya tenang setelah soang-soang itu pergi. Kedua sahabat tersebut datang dari Depok ke Taman Situlembang memang untuk menikmati sore.

Taman Situlembang, Menteng, Jakarta PusatTaman Situlembang, Menteng, Jakarta Pusat (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

“Waktu itu sih ngeliat di Instagram ada postingan taman ini viral terus kan saya sendiri juga suak taman jadi pengen lihat ke sini. Kita di sini dari jam setengah empat sih, suasananya enak nyaman karena di dalam perumahan juga sih,” katanya.

Selain cocok untuk duduk-duduk santai menghadap danau, suasana sejuk nan rimbun juga tercipta karena banyaknya pepohonan yang ada di Taman Situlembang. Berbagai pohon ada di taman ini seperti mahoni, buni, beringin, tabebuya, angsa hingga tanjung dan bunga-bunga indah yang ditanam di sisi danau.

Terlihat keluarga yang membawa anak-anak untuk bermain di area taman, ada yang bermain dengan bebek hingga bermain di wahana anak seperti perosotan dan ayunan. Novian salah satu yang mengajak keluarganya untuk berkunjung ke Taman Situlembang.

Baginya berkunjung ke sini jika sore maupun pagi adalah waktu yang tepat untuk menikmati hari, belum lagi momen bersama keluarga bisa lebih seru ketika berkunjung ke taman.

“Kalau main di sini nyaman sih sejuk apalagi kalau pagi dan sore itu suasananya dapet sih untuk kita duduk-duduk santai bareng keluarga. Saya dari Matraman sengaja untuk datang ke sini karena untuk main-main sama keluarga atau kumpul-kumpul bareng kan enak di sini,” kata Novian sambil menggendong anaknya.

Momen nyaman pun dirasakan oleh Ahmad, duduk-duduk santai di sore hari dengan minuman dingin yang ia pesan adalah kenikmatan yang tak bisa dibeli. Bersama kedua temannya ia datang dari Kwitang untuk sekadar nongkrong menikmati matahari terbenam.

Taman Situlembang, Menteng, Jakarta PusatTaman Situlembang, Menteng, Jakarta Pusat (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

“Datang ke sini udah sering sih buat nongkrong, di sini tuh udaranya seger, adem, terus banyak pohon. Biasanya di sini dari jam empat sampe sebelum Maghrib, ya gini aja nongkrong sambil ngopi,” katanya.

Taman Situ Lembaga ini menjadi tempat yang murah meriah juga mudah dicapai oleh masyarakat yang ingin menikmati suasana asri tanpa harus mengeluarkan kocek tinggi. Setiap harinya banyak masyarakat yang datang ke Taman Situlembang ini terutama di pagi dan sore hari, masyarakat juga bisa datang ke sini setiap harinya mulai dari jam 06.00 hingga 17.00 WIB.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Peran Penting Dashcam, Selamatkan Pengendara dari Tuduhan Insiden di Jalan



Jakarta

Insiden yang merugikan pengendara bisa saja terjadi di jalan raya. Berbagai modus kejahatan dilancarkan oknum tertentu yang menyasar para pengendara mobil. Salah satunya berpura-pura tertabrak mobil dan meminta pengendara bertanggung jawab.

Belum lama ini, terjadi insiden mengejutkan di wilayah Kalideres, Jakarta Barat. Seorang ibu bersama anaknya tiba-tiba terjatuh di depan mobil yang melintas.

Kejadian ini awalnya memicu kesalahpahaman di antara masyarakat yang menyaksikan. Masyarakat mengira pengemudi mobil tersebut sebagai penyebab kecelakaan. Namun, rekaman dashcam berhasil mengungkap kebenaran dan membebaskan pengemudi dari tuduhan yang tidak berdasar.


Pengemudi yang terlibat dalam insiden itu, Rizky, menggunakan dashcam sebagai bukti bahwa dirinya tidak bersalah. Dascham Dekka dengan resolusi 4K menunjukkan bahwa ibu dan anak tersebut jatuh bukan karena tertabrak mobil, melainkan karena gagal menaiki kendaraan bermotor yang sedang diparkir di tepi jalan.

“Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di jalan, namun sekarang setidaknya kita memiliki bukti yang cukup bisa diandalkan,” kata Rizky setelah menunjukkan rekaman dashcam kepada pihak berwenang dikutip dari siaran pers yang dirilis Dekka.

Dashcam DekkaDashcam Dekka Foto: Dok. Super Spring

CEO PT Superspring, produsen dashcam Dekka, Arianto Furiady, mengatakan keberadaan dashcam beresolusi tinggi semakin penting mengingat maraknya kasus kecelakaan palsu yang sudah ditargetkan di jalan-jalan yang tidak terpantau CCTV. Kasus-kasus ini sering kali bertujuan untuk meminta tebusan dari pengendara yang lewat, meski tanpa bukti.

Biasanya, pelaku dari kejadian seperti ini sudah bekerja sama dengan preman setempat, menjadikan pengendara sebagai korban yang mudah dieksploitasi. Peran dashcam dalam kasus ini tidak hanya membantunya membuktikan ketidakbersalahannya, tetapi juga menjadi bukti betapa pentingnya perangkat ini dalam menjaga keamanan di jalan raya.

Dengan rekaman beresolusi tinggi, setiap insiden bisa dianalisis dengan tepat, menghindarkan pengendara dari kesalahpahaman dan potensi kerugian yang lebih besar.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua pengendara untuk selalu waspada dan mempertimbangkan penggunaan dashcam berkualitas tinggi sebagai langkah preventif dalam menghadapi situasi tak terduga di jalan.

“Dekka menawarkan complete-solution artinya harga yang kami tawarkan itu gratis biaya pasang, gratis memory-card, dan juga sudah termasuk hard-wire kit. Pembeli tidak perlu repot lagi mencari bengkel tempat pasang dan tidak ada biaya tersembunyi lainnya,” kata Arianto.

Dashcam Dekka juga memiliki garansi selama 2 tahun. Jika dalam masa garansi terdapat kerusakan, garansi ganti baru. T

Berikut Tipe dan Harga Lengkap Dashcam DEKKA :

  • DK10 1 Camera: Free Memory 64 GB, harga Rp 999.000
  • DK20 2 Camera: Resolusi 2k, Free Memory 64 GB, harga Rp 1.999.000
  • DK40 2 Camera: Resolusi 4K, Free Memory 128 GB, harga Rp 2.499.000.

(rgr/riar)



Sumber : oto.detik.com

4 Tempat Camping di Cibodas, Suguhkan Pemandangan Indah dan Udara yang Sejuk



Jakarta

Cibodas menjadi salah satu tujuan wisata yang banyak disukai. Alam yang indah dan juga sejuk membuat wisatawan betah belama-lama di kawasan ini.

Salah satu aktivitas seru yang bisa dilakukan di Cibodas adalah berkemah. Ada beberapa kawasan Cibodas yang menyediakan area berkemah dengan fasilitas yang cukup lengkap.

Tempat Camping di Cibodas

Beberapa tempat camping di Cibodas di antaranya yaitu Bumi Perkemahan Mandalawangi, Bukit Golf Cibodas, Bumi Perkemahan Mandala Kitri, serta Glamping Cibodas. Berikut informasinya.


1. Bumi Perkemahan Mandalawangi Cibodas

Bumi Perkemahan MandalawangiBumi Perkemahan Mandalawangi Foto: Luthfi Hafidz/detikcom

Lokasi:

Komplek Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Cimacan, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Gerbang area perkemahan terletak tepat di samping Kantor Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Harga tiket:

  • Camping: Rp 27.500/orang/malam
  • Kunjungan: Rp 13.500/orang
  • Paket camping: Rp 195.000-295.000/orang/malam.

Bumi Perkemahan Mandalawangi Cibodas berada di area yang asri dan sejuk di bawah kaki Gunung Gede Pangrango. Wisatawan bisa camping di area pinggir sungai dengan pepohonan yang indah.

Pengunjung dapat menyusuri sungai atau langsung menuju ke area Danau Mandalawangi yang menyejukkan. Untuk camping, wisatawan bisa menyewa peralatan camping di sini, jadi, tidak perlu membawa peralatan tersebut dari rumah.

Di area perkemahan, wisatawan akan menemukan patung komodo raksasa dengan mulut yang terbuka. Patung ini merupakan terowongan untuk masuk ke area perkemahan. Bagi wisatawan yang suka rintangan, ada jungle track dan fasilitas high rope seperti flying fox, lintas tali pohon, lintas danau, dan juga spider net.

2. Bukit Golf Cibodas

Bukit Golf CibodasBukit Golf Cibodas Foto: (Yulianto Adi/d’travelers)

Lokasi:

Jl. Kebun Raya Cibodas, Sindangjaya, Kec. Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Tepatnya berada di sebelah kiri barat atau pintu keluar dari Kebun Raya Cibodas dan berada di sebelah Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Harga tiket: .

  • Camping di padang rumput hijau: Rp 35.000/orang untuk kegiatan camping 24 jam
  • Paket Camping meliputi booking tiket, peralatan hingga makan: Mulai dari Rp 195.000- Rp 295.000.

Sama seperti Mandalawangi Cibodas, Bukit Golf Cibodas berada tepat di bawah kaki Gunung Gede Pangrango. Luasnya mencapai 40 hektar dengan pemandangan padang rumput dan pohon hijau yang rimbun.

Saking luasnya, Bukit Golf Cibodas bisa menampung peserta hingga 10.000 orang. Selain sejuk dan memiliki pemandangan indah, tempat camping di Cibodas ini dilengkapi area parkir dan toilet untuk banyak orang.

3. Bumi Perkemahan Mandala Kitri Cibodas

Lokasi: Jalan Kebun Raya Cibodas Km. 7, Cipanas, Cimacan, Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Harga tiket untuk berkemah: Rp 21.000/orang (Weekday) dan Rp 25.000/orang (Weekend).

Bumi Perkemahan Mandala Kitri Scout Camp Cibodas memiliki area yang sangat luas. Total luas tempat camping di Cibodas ini mencapai 5 hektar, dengan daya tampung mencapai tiga ribu orang.

Berlokasi di kawasan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango da Kebun Raya Cibodas, Mandala Kitri Scout Camp Cibodas menyuguhkan panorama indah dan suasana yang sejuk. Tempat ini cocok untuk healing dan relaksasi bersama keluarga, teman dekat, atau kolega di kantor.

Di sini, ada beberapa penyewaan tenda dengan kapasitas 4 orang hingga 8-10 orang, extra bed, matras, sleeping bag, hingga terpal. Ada juga paket api unggun untuk sekolah yang mau mengadakan kegiatan di area ini.

4. Glamping Cibodas

Lokasi: Bumi Perkemahan, Mandalawangi, Cibodas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Harga tiket: Rp 500.000 per malam (minimal 3 orang).

Pengunjung Glamping Cibodas akan menikmati wisata camping mewah, layaknya yang ada di hotel berkelas. Tentunya, pengunjung glamour camping tetap bisa merasakan pesona alam bebas dan hawa sejuk.

Tak heran jika tempat camping di Cibodas ini menjadi pilihan utama untuk relaksasi dan mempererat hubungan dengan orang terdekat. Beberapa fasilitas yang dimiliki oleh tempat tidur, televisi, water heater, dapur umum, hingga dapur umum. Kawasan ini juga mempunyai kebun strawberry yang buahnya bisa dipetik oleh wisatawan.

Itulah 4 tempat camping di Cibodas dengan yang menyuguhkan keindahan alam dan suasana yang sejuk. Informasi ini didapatkan dari berbagai website wisata. Informasi harga mungkin bisa berubah. Jadi kamu bisa mengecek website atau menghubungi contact person di setiap wisata untuk mengetahui harga terupdatenya.

(elk/row)



Sumber : travel.detik.com

Seberapa Penting Coating untuk Mobil Baru?



Jakarta

Eksterior mobil adalah salah satu bagian yang rentan rusak seiring pemakaian. Apakah pemilik mobil perlu melapisi cat bodi kendaraannya dengan teknologi coating agar cat terlindungi dan bertahan lama?

Meski mobil dalam kondisi baru, bukan berarti tanpa perawatan. Pentingnya menjaga tampilan mobil kesayangan, meski baru keluar dari pabrik atau showroom, ada baiknya menambah proteksi tambahan pada bagian eksterior hingga interiornya.

Seperti dijelaskan Scuto Indonesia dalam keterangan resminya, mobil baru disarankan diberi proteksi pada bagian cat, yaitu coating. Coating menjadi lapisan tambahan yang bisa memproteksi cat dari oksidasi. Selain itu jika cat mulai rusak, seperti warna pudar atau kusam, maka biaya cat ulang tentu akan merogoh kocek lumayan mahal.


Mobil listrik bisa tampil lebih kece dengan nano ceramic coatingMobil listrik bisa tampil lebih kece dengan nano ceramic coating Foto: Dok. Scuto Indonesia

Manfaat coating diklaim membuat bodi mobil menjadi lebih tahan terhadap bercak air, dan berbagai serangan jamur akibat adanya water repellent effect. Istilah ini berkaitan dengan efek daun talas pada permukaan mobil, sehingga air dan berbagai kotoran tidak akan mudah menempel.

Salah satu treatment coating yang disarankan yakni laminating mobil yang mengadopsi produk pelindung cat mobil berbahan dasar cairan nano ceramic. Teknologi ini diklaim bisa memberikan lapisan perlindungan khusus terhadap cuaca ekstrem dan sinar UV, cat bodi mobil tidak memudar dan tetap prima dengan efek warna berkilap (glossy look) dengan efek hydrophobic layaknya efek daun talas ketika permukaan bodi kendaraan dalam kondisi basah.

“Cara kerjanya dikemas dengan teknologi nano yang mampu menutup pori-pori cat dan menyatu dengan lapisan cat, sehingga memproteksi lapisan cat dari jamur atau kotoran yang masuk ke dalam pori-pori tersebut,” bilang Sugiarto Ongko selaku CEO Scuto Group.

“Scuto Pride hadir untuk memberikan proteksi dan perlindungan ekstra bagi pemilik kendaraan dengan tahun produksi 2023 dan 2024. Keuntungan lain, konsumen mendapat penambahan masa jaminan perawatan (garansi) menjadi 5 tahun,” tambah Sugiarto.

Benefit program Scuto Pride adalah penambahan masa garansi selama 3 tahun, yang sebelumnya hanya 2 tahun garansi. Dengan garansi ini, konsumen mendapat potongan untuk treatment ulang perawatan sebesar Rp 1 juta. Scuto Pride berlaku selama periode Juli sampai September 2024.

(lua/riar)



Sumber : oto.detik.com