Cara Menghitung Kompresi Motor dan Rentang Tekanan yang Baik


Jakarta

Menghitung kompresi motor merupakan salah satu langkah penting dalam memastikan kinerja optimal mesin kendaraan. Kompresi yang tepat berperan besar dalam efisiensi pembakaran bahan bakar dan daya yang dihasilkan oleh mesin.

Dengan memahami cara menghitung kompresi, pemilik kendaraan bisa mengidentifikasi masalah potensial yang akan terjadi.

Cara Menghitung Kompresi Motor

Dilansir laman Astra Daihatsu, berikut merupakan rumus menghitung rasio kompresi mesin motor yaitu menggunakan volume silinder (V1) ditambah volume ruang bakar (V2), lalu dibagi volume ruang bakar (V2).


Berikut rumusnya rasio kompresi mesin::

CR = (V1 + V2) / V2

Keterangan:
CR = Rasio kompresi.
V1 = Volume silinder.
V2 = Volume ruang bakar.

Sebagai contoh, diibaratkan motor berkapasitas 150 cc (tanpa ruang bakar) dengan volume ruang bakar 15 cc. Berikut adalah rasio perhitungan kompresi motornya:

CR = (150 + 15) / 15 = 11

Artinya, rasio kompresinya adalah 11 : 1 atau 11 banding 1 untuk motor tersebut.

Berapakah tekanan kompresi motor yang baik? Rentang tekanan kompresi mesin yang baik adalah antara 9,5 hingga 15 bar.

Nilai minimum kompresi mesin yaitu 7 bar. Jika, kompresi dalam silinder mesin (tanpa ruang bakar) berada di bawah 7, maka itu bisa disebabkan karena penuaan mesin maupun adanya karat di piston. Dengan mengetahui rasio kompresi mesin bermanfaat dalam pemilihan dan penyesuaian jenis BBM kendaraan.

Menggunakan BBM yang sesuai dengan kompresi mesin bisa membuat performanya optimal. Tak cuma itu, mesin juga bisa jadi lebih panjang umur. Jika jenis BBM tak sesuai dengan rasio kompresi mesin berisiko membuat mesin rusak.

(khq/fds)



Sumber : oto.detik.com

5 Tips Sebelum Berkunjung ke Bali Zoo, Destinasi Favorit Keluarga di Bali



Jakarta

Bali Zoo adalah salah satu taman satwa paling populer di Bali yang menawarkan pengalaman wisata edukatif sekaligus menyenangkan. Terletak di Gianyar, Bali, Bali Zoo menjadi destinasi favorit keluarga yang ingin mengenal lebih dekat berbagai macam satwa dari seluruh dunia.

Tidak hanya melihat beragam hewan, pengunjung juga bisa merasakan pengalaman seru seperti Elephant Expedition, di mana kamu bisa berinteraksi langsung dengan gajah sambil menjelajahi Bali Zoo.

Agar kunjunganmu ke Bali Zoo semakin seru dan nyaman, berikut 5 tips yang bisa kamu ikuti!

1. Pakai Pakaian yang Nyaman

Saat berkunjung ke taman satwa Bali, kamu akan banyak berjalan-jalan di area terbuka. Kenakan pakaian yang ringan dan nyaman, seperti kaos dan celana pendek, serta sepatu yang cocok untuk berjalan jauh. Jangan lupa bawa topi dan kacamata hitam untuk melindungi diri dari terik matahari!


2. Bawa Sunblock dan Air Minum

Cuaca di Bali bisa cukup panas, jadi pastikan kamu membawa sunblock untuk melindungi kulit dari sinar matahari. Selain itu, bawa juga air minum sendiri agar tetap terhidrasi sepanjang perjalanan mengelilingi Bali Zoo.

3. Datang Lebih Awal

Agar kamu bisa menikmati semua atraksi dan aktivitas yang ada, usahakan datang lebih awal. Bali Zoo memiliki berbagai pertunjukan satwa yang diadakan pada waktu tertentu. Dengan datang pagi, kamu punya kesempatan lebih banyak untuk mengikuti setiap acara tanpa terburu-buru.

4. Coba Elephant Expedition

Selain melihat satwa dari jarak dekat, jangan lewatkan Elephant Expedition, salah satu atraksi andalan di Bali Zoo. Kamu bisa menaiki gajah dan menjelajahi area khusus sambil berinteraksi langsung dengan hewan besar ini. Pastikan untuk mencoba pengalaman unik ini bersama keluarga!

5. Beli Tiket Secara Online

Untuk menghindari antrean panjang, disarankan untuk membeli tiket masuk Bali Zoo secara online. Dengan begitu, kamu bisa lebih santai dan langsung menikmati keseruan di dalam taman. Kamu bisa membeli tiket dengan mudah di detikevent.

Dengan mempersiapkan semua kebutuhan sebelum berkunjung ke Bali Zoo, pengalaman liburanmu bersama keluarga pasti akan semakin menyenangkan dan tak terlupakan.

Ikuti tips-tips di atas agar perjalananmu lebih nyaman dan penuh keseruan. Jangan lupa, beli tiket secara online di detikevent untuk menghemat waktu dan menikmati Bali Zoo tanpa antre! Beli tiketnya sekarang juga di sini!

(ddn/fem)



Sumber : travel.detik.com

Mobil Lebih Kuat Lewat Tanjakan Jika Berjalan Mundur, Mitos atau Fakta?


Jakarta

Saat berkendara ke luar kota, detikers mungkin akan menemukan jalanan yang menanjak dan menurun. Jangan anggap remeh jalanan yang menanjak dan menurun karena banyak pengendara yang kesulitan saat melewatinya.

Soalnya, sering terjadi kasus mobil gagal melibas tanjakan curam. Oleh sebab itu, banyak pengendara yang berpikir bagaimana cara melintasi tanjakan dengan benar dan aman.

Nah, salah satu caranya adalah dengan berjalan mundur. Sebab, beberapa orang meyakini jika mobil berjalan mundur maka akan lebih kuat menanjak.


Namun, apakah hal tersebut benar adanya? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

Apakah Mobil Berjalan Mundur Lebih Kuat Di tanjakan?

Mengutip situs Spot Dem, sebenarnya mobil bisa lebih kuat menanjak dengan cara berjalan mundur jika mobil tersebut berpenggerak roda depan atau front wheel drive (FWD).

Sebab, gigi mundur (reverse) memiliki rasio gigi yang lebih rendah daripada gigi maju (drive). Oleh sebab itu, mobil yang berjalan mundur mungkin akan lebih kuat melibas tanjakan.

Saat mobil dalam gigi mundur, distribusi bobot juga berubah dengan beban yang lebih besar didistribusikan ke roda belakang. Mobil juga dapat menanjak dengan lebih mudah karena memiliki daya cengkeram yang lebih baik.

Apakah Aman Mobil Berjalan Mundur saat Nanjak?

Meski begitu, melintasi tanjakan dengan cara mundur dinilai kurang aman dan tidak efisien. Sebab, transmisi, mesin, dan komponen lainnya pada mobil disetel untuk bergerak maju dan berbelok, bukan mundur ke belakang.

Selain itu, bergerak mundur dan menanjak dapat memberikan tekanan pada mesin dan transmisi mobil. Hal ini bisa menyebabkan mesin cepat panas sehingga mengalami overheat dan memicu kerusakan pada komponen lainnya.

Dari segi keselamatan, berkendara mundur di tanjakan juga menyulitkan pengendara karena keterbatasan visual. Meski mobil keluaran terbaru sudah dilengkapi kamera belakang untuk mundur, tapi tetap saja berbahaya karena jarak pandangnya terbatas.

Tips Melintasi Tanjakan dengan Mobil

Daripada harus berjalan mundur yang bikin kamu repot sendiri, lebih baik bergerak maju ketika melewati tanjakan. Jika takut mobil tak kuat nanjak, ada sejumlah tips agar detikers lancar saat melalui tanjakan.

Mengutip situs Astra Daihatsu, berikut tips melewati jalanan menanjak dengan berkendara mobil:

1. Pakai Gigi Rendah

Jika kamu menggunakan mobil manual, gunakan gigi rendah atau 1 saat melintasi jalanan tanjakan. Pada mobil matic, kamu bisa memindahkan gigi dari ‘D’ ke ‘L’ agar mendapatkan torsi yang besar untuk melibas tanjakan.

2. Injak Gas Sesuai Kebutuhan

Saat melintasi jalanan yang menanjak, injak pedal gas sesuai kebutuhan. Apabila tanjakan dirasa curam dan panjang, maka diperbolehkan menginjak gas dalam-dalam agar mobil bisa melalui tanjakan.

Jika tanjakan tidak begitu curam, maka detikers tak perlu menginjak pedal gas terlalu dalam. Jadi, bisa disesuaikan dengan tanjakan yang dilalui.

3. Aktifkan Hill Start Assist

Beberapa mobil keluaran terbaru telah dilengkapi dengan fitur Hill Start Assist (HSA). Fitur keselamatan ini berfungsi untuk mengendalikan mobil agar tidak merosot ketika berada di posisi menanjak.

Biasanya, mobil yang sedang berhenti di tanjakan dan akan mulai jalan kembali, mobil akan sedikit mundur sebelum dapat berjalan maju. Dengan mengaktifkan fitur HSA, maka mobil tidak akan mundur saat pengemudi akan kembali melaju.

Selain itu, Hill Start Assist juga dapat mengendalikan mobil saat akan mulai menanjak agar akselerasi yang dihasilkan dapat berjalan mulus. Dengan begitu, roda mobil dapat berfungsi optimal dan meminimalisir terjadinya selip.

Demikian penjelasan mengenai apakah mobil berjalan mundur lebih kuat ditanjakan. Semoga bermanfaat!

(ilf/fds)



Sumber : oto.detik.com

Bekantan, Maskot Ancol, Ada di Faunaland



Jakarta

Siapa bilang harus pergi jauh ke Kalimantan untuk melihat bekantan? Di Faunaland Ancol pengunjung dapat menikmati pengalaman dekat dengan bekantan.

Bekantan (Nasalis larvatus) merupakan primata langka yang berasal dari Kalimantan. Lewat hidungnya, traveler akan langsung mengingat maskot tempat wisata di Dufan.

Bekantan memiliki warna bulu yang bervariasi yaitu coklat kemerahan hingga orange. Bukan cuma memiliki pembeda pada hidung panjangnya, ternyata primata ini pandai berenang lho!


Faunaland Berlokasi di Ecovention Building – Ecopark, Jalan Lodan Raya, Pademangan, Ancol, Jakarta Utara, dekat juga dengan Stasiun KRL Ancol.

detikTravel datang ke sana, Selasa (24/09/2024) untuk bertemu langsung dengan primata endemik Kalimantan itu. Saat tiba, kami menyebrangi jembatan berwarna coklat tua dengan nuansa keasrian pohon-pohon, menjadikan perjalanan menuju primata unik ini semakin mengesankan.

Saat tiba, bekantan sedang santai. Di sini traveler bisa mengamati perilaku, karakteristik, warna bulu, cara makan, dan bentuk fisiknya secara lebih dekat.

Bekantan di Faunaland, Ancol, Jakarta UtaraBekantan di Faunaland, Ancol, Jakarta Utara (Amalia Novia Putri/detikcom)

“Ciri fisik khas bekantan ada di hidungnya, perbedaan fisik terlihat jelas pada 1 bekantan jantan bernama Simon memiliki hidung yang besar dan panjang, 2 bekantan betina bernama Melani dan Stephani anaknya memiliki hidung cenderung lebih pendek. Hidung pada bekantan jantan jika semakin besar dan panjang menjadi daya tarik lebih bagi bekantan betina,” kata Febri, dokter hewan di Faunaland.

Selain memiliki ciri fisik yang mencolok yaitu hidung besar dan panjang yang khas, bekantan juga memiliki kemampuan luar biasa dalam hal berenang. Mereka hidup di sepanjang sungai dan hutan bakau, menjadikannya primata yang sangat terampil menyelam di dalam air.

“Tak hanya bergelantungan di ranting-ranting pohon maupun di pagar kandang, bekantan juga pandai berenang karena memiliki selaput di sela-sela jari kakinya,” ujar Febri.

Selain adanya edukasi kepada pengunjung, Faunaland juga mengambil langkah dalam menjaga kelestarian bekantan, dari ancaman kepunahan melalui upaya konservasi. Itu sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan peluang kelangsungan hidup bekantan yang terancam punah, dengan memantau dan menjaga perkembang-biakan bekantan dengan teknologi USG, agar memastikan kesehatan dan pertumbuhan janin bekantan.

“Kita mencoba untuk mengembangbiakan bekantan. kita terus pantau perkembangannya, biasanya saat sudah satu bulan kemungkinan perkembangbiakan berhasil, kita terus pantau dan USG untuk menjaga kehamilan bekantan betina” kata Febri.

Dikutip dari WWF.id masa depan bekantan berada dalam keadaan yang bisa dibilang kritis. Satwa khas dari Kalimantan ini banyak diburu untuk dikonsumsi dagingnya karena dipercaya dapat menambah stamina. Selain itu, bekantan banyak diperdagangkan untuk dipelihara. Karena inilah populasi bekantan di habitatnya terus menerus dan terancam punah (9/01/2024).

Faunaland Ancol bisa dikunjungi mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 16.30 WIB setiap hari. detikTravel menyarankan datanglah pagi karena selain bisa melihat primata bekantan traveller juga bisa melihat siamang putih di pulang amang dengan menaiki sampan di perairan Faunaland.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Motor Injeksi Sering Kehabisan Bensin? Ini Dampaknya


Jakarta

Motor injeksi jangan sering dibiarkan kehabisan bensin. Ini dampaknya motor injeksi kehabisan bensin.

Motor injeksi kian populer di kalangan masyarakat. Penggunaan bahan bakar yang efisien dibandingkan motor karburator menjadi salah satu alasan motor injeksi makin populer. Untuk diketahui, teknologi injeksi bahan bakar memberikan kontrol yang lebih presisi terhadap campuran udara dan bahan bakar yang masuk ke ruang bakar.

Dampak Sering Membiarkan Tangki Bensin Motor Injeksi Kosong

Bila kamu pengguna motor injeksi, ada satu hal penting yang harus diperhatikan. Motor injeksi jangan sering dibiarkan kehabisan bensin. Dikutip laman Suzuki Indonesia, motor injeksi yang sering dibiarkan kehabisan bensin bisa memberikan dampak buruk. Berikut ini 5 dampak buruk membiarkan tangki motor injeksi kehabisan bensin.


1. Pompa Bahan Bakar Berpotensi Rusak

Motor injeksi dilengkapi dengan pompa bahan bakar yang berfungsi untuk mengalirkan bensin dari tangki ke injektor dengan tekanan yang tepat. Pompa ini biasanya terendam dalam bensin di dalam tangki, yang juga berfungsi sebagai pendingin.

Tangki bensin yang sering dibiarkan kosong akan membuat pompa bahan bakar bekerja keras tanpa pendingin yang cukup. Alhasil, ini memicu terjadinya overheating. Overheating bisa membuat kerusakan permanen pada pompa. Kalau sudah begini, kamu harus mengganti pompa bahan bakar.

2. Injektor Bermasalah, Performa Tak Optimal

Injektor berfungsi menyemprotkan bensin ke ruang bakar dengan tekanan tinggi. Dengan begitu, campuran udara dan bahan bakar bisa menghasilkan tenaga maksimal. Bila tangki bensin sering dibiarkan kosong, injektor berpotensi tersumbat oleh kotoran atau partikel kecil yang mungkin tersedot dari dasar tangki saat posisinya kosong. Injektor yang tersumbat itu mengakibatkan pembakaran tidak sempurna. Performa mesin pun jadi terganggu.

3. Risiko Kavitasi pada Pompa Bahan Bakar

Kavitasi adalah fenomena di mana gelembung-gelembung udara terbentuk dalam cairan yang sedang di pompa. Gelembung-gelembung ini kemudian pecah dengan kekuatan yang cukup besar, merusak komponen-komponen di sekitarnya.

Dalam konteks motor injeksi, jika tangki bensin sering kosong atau hampir habis, udara bisa masuk ke dalam sistem bahan bakar, menyebabkan kavitasi pada pompa bahan bakar. Kavitasi ini dapat merusak bagian dalam pompa, mengurangi efisiensi pengaliran bahan bakar, dan akhirnya menyebabkan kegagalan pompa.

4. Mesin Rusak

Pada tangki bensin yang hampir kosong, akan ada ruang tersisa dan berisi udara. Udara di dalam tangki itu bisa menimbulkan embun sehingga menghasilkan tetesan air dalam tangki. Air itu bila tercampur dengan sistem bahan bakar bisa menimbulkan masalah saat pembakaran dan merusak komponen mesin. Selain merusak mesin, korosi pada tangki juga tak terhindarkan.

5. Sistem Bahan Bakar Lebih Cepat Aus

Jika keseringan membiarkan tangki kosong, akan berdampak pada sistem bahan bakar dalam jangka panjang. Sistem bahan bakar yang sering terpapar kotoran, udara, dan air akan lebih cepat mengalami keausan dan kerusakan. Komponen seperti filter bahan bakar, regulator tekanan, dan injektor akan memerlukan perawatan dan penggantian lebih sering

(dry/rgr)



Sumber : oto.detik.com

Sejarah Kelam Jembatan Bantengan, Jadi Lokasi Eksekusi Mati Anggota PKI



Klaten

Sebuah jembatan di Kecamatan Karanganom, Klaten, yang menyimpan sejarah kelam tentang tragedi Gerakan 30 September 1965 (G 30 S). Bagaimana kisahnya?

Jembatan Bantengan begitulah warga mengenalnya. Menurut warga sekitar, dulu ada sejumlah orang yang diduga terlibat Partai Komunis Indonesia (PKI) yang dieksekusi mati di jembatan itu.

Jembatan Bantengan berada di jalan Klaten-Karanganom, tepatnya di perbatasan Desa Tarubasan dan Desa Kadirejo, Kecamatan Karanganom. Jembatan itu panjangnya sekitar 30 meter, berada di jalan yang menurun.


Sekitar jembatan itu merupakan lahan pertanian dan di tepi sisi utaranya digunakan untuk tempat pembungan sampah (TPS). Aspal di jembatan itu terbilang mulus.

Salah satu warga sekitar, BN (75) mengatakan Jembatan Bantengan dulunya jembatan sesek dari bambu dan kayu. Setelah meletus tragedi G 30 S, dia bilang para tokoh PKI diangkut ke jembatan itu menggunakan truk.

Nggih ngertos, kulo pun pemuda, lahir 1949 dan gegernya itu 1965. Nggih ngge nembaki ten kidul mriko (Ya tahu, saya sudah pemuda, lahir tahun 1949, dan geger PKI itu 1965. Yang untuk menembaki PKI di selatan sana),” ucap BN, Senin (30/9/2024) siang.

Nggih (ya) tentara. Tapi sinten mawon yang ditembak mboten ngertos (tapi siapa saja yang ditembak saya tidak tahu). Bukan warga sini, tapi tokoh-tokohnya (PKI),” sambung dia.

BN mengingat, para tahanan itu biasanya dibawa ke jembatan saat sore hari. Sebelumnya, warga sekitar sudah diberi pengumuman akan ada eksekusi mati di jembatan itu.

“Sore, sore warga sudah diberitahu, lalu sini penuh orang. Setelah ditembak ditinggal di lokasi. Paginya warga PKI sekitar sini yang menyerah diminta mengubur,” ujar BN.

Menurut BN, ada sekitar 127 orang yang ditembak mati di jembatan itu. Truk yang membawa para tahanan PKI itu datang dari arah kota Klaten.

Saking mriko (dari sana, arah selatan). Mayatnya ya dikubur di situ, pokoknya itu terjadi habis Jakarta mbledhos (meletus G 30S),” kata BN.

BPD Desa Tarubasan, Kecamatan Karanganom, Kusdiyono membenarkan ada cerita tentang jembatan itu dulu untuk menembaki para tokoh PKI.

“Dibawa dengan truk oleh tentara, siapa dan orang mana tidak ada yang tahu. Bukan warga sini,” kata Kusdiyono.

Jembatan Bantengan, sebut Kus, dulunya jembatan sesek bambu. Setelah digunakan untuk mengubur orang-orang PKI, jembatan itu kemudian dibangun.

“Setelah kejadian itu baru diloning tembok. Saat banjir besar ada tulang-tulang yang hanyut dulu,” kenang Kusdiyono.

——-

Artikel ini telah naik di detikJateng.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

6 Dampak Buruk Membiarkan Oli Motor Sampai Habis


Jakarta

Oli mesin merupakan salah satu komponen penting bagi sepeda motor. Fungsi utama dari oli adalah untuk melumasi, mendinginkan, dan membersihkan komponen di dalam mesin agar dapat bekerja secara optimal.

Pada umumnya, oli mesin perlu diganti setiap 3.000 km atau dalam waktu dua bulan sekali. Apabila kamu sering mengendarai sepeda motor, maka oli harus diganti lebih sering agar performa motor tetap optimal.

Sayangnya, banyak pengendara motor yang menyepelekan tentang mengganti oli mesin. Bahkan, oli sengaja tidak diganti hingga benar-benar habis. Kondisi itu ternyata bisa berdampak buruk bagi kesehatan mesin, lho.


Lantas, apa dampak yang ditimbulkan jika motor kehabisan oli mesin? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

Penyebab Oli Mesin Motor Habis

Ada sejumlah faktor yang menyebabkan oli mesin sepeda motor habis. Dilansir situs Wahana Honda, berikut sejumlah penyebabnya:

  1. Terjadi kebocoran pada seal oli akibat pengisian oli mesin yang melebihi kapasitas atau usia seal yang sudah tua.
  2. Terlalu banyak oli yang terbakar akibat kondisi shielding pada ring piston yang kondisinya sudah tidak baik.
  3. Oli mesin jarang diganti akibat pemakaiannya yang terlalu panjang. Misalnya, oli mesin baru diganti setelah menempuh jarak 10.000 km.

Akibat Membiarkan Oli Mesin Motor Sampai Habis

Mungkin, banyak pengendara motor yang sering lupa kapan waktunya mengganti oli mesin, sehingga tidak sadar jika oli sudah habis. Namun, jika kamu sering membiarkan oli motor sampai habis, maka siap-siap saja motor kesayanganmu mengalami berbagai kerusakan.

Berikut sejumlah dampak membiarkan oli mesin sepeda motor sampai benar-benar habis:

1. Terasa Getaran di Bagian Mesin

Dampak yang pertama dan umum dialami banyak pengendara adalah muncul getaran yang tidak nyaman di bagian mesin. Hal ini karena jumlah volume oli yang sudah habis sehingga tidak bisa melumasi komponen mesin.

Akibatnya, mesin harus bekerja lebih keras lagi yang memicu timbulnya gesekan besar, sehingga menyebabkan getaran sekaligus suara kasar dari mesin motor yang bikin tidak nyaman.

Salah satu alasan kenapa detikers perlu mengganti oli mesin secara rutin adalah agar performa motor tetap optimal. Kalau oli jarang diganti bahkan dibiarkan sampai benar-benar habis, maka dapat mempengaruhi performa mesin.

3. Boros Bahan Bakar

Dampak berikutnya adalah bahan bakar jadi lebih boros. Sebab, mesin motor harus bekerja lebih keras lagi karena oli sudah terkontaminasi kotoran.

Alhasil, mesin membutuhkan tenaga yang lebih besar agar dapat bekerja secara optimal. Nah, kondisi tersebut yang menyebabkan bahan bakar jadi lebih cepat habis.

4. Mesin Alami Overheat

Tak hanya sebagai pelumas, oli juga berfungsi sebagai pendingin mesin. Apabila kamu telat mengganti oli atau bahkan membiarkan oli sampai benar-benar habis, hal itu menyebabkan mesin lebih cepat panas hingga mengalami overheat.

Perlu diingat, mesin yang sudah overheat dapat mempengaruhi performa motor. Bahkan, motor bisa saja mengalami mogok karena suhu mesin sudah terlalu panas.

Oli mesin juga berperan penting dalam menjaga daya tahan dan keawetan mesin. Maka dari itu, jika kamu terlambat mengganti oli maka bisa ‘memangkas’ usia mesin motor. Soalnya, banyak komponen di mesin motor yang cepat rusak akibat jarang mengganti oli.

6. Turun Mesin

Dampak yang terakhir dan paling merugikan pemilik motor adalah turun mesin. Hal ini diakibatkan motor terus dikendarai sampai oli mesin benar-benar habis.

Biaya turun mesin tentu tidak sedikit, apalagi jika kerusakan yang ditimbulkan sudah merembet ke komponen lain. Bisa jadi, kamu harus mengeluarkan uang sampai jutaan rupiah hanya untuk memperbaiki mesin.

Daripada harus merogoh kantong dalam-dalam hanya untuk memperbaiki mesin yang rusak, sebaiknya detikers rutin mengganti oli secara rutin. Selain menjaga keawetan mesin, rutin mengganti oli juga mampu menjaga performa motor tetap baik.

Demikian enam dampak membiarkan oli mesin motor sampai benar-benar habis. Jangan lupa rutin ganti oli mesin, ya!

(ilf/fds)



Sumber : oto.detik.com

Dulu Diskotek Hits, Kini Gedung Ini Kisahnya Tragis



Medan

Gedung di Medan ini sudah terbengkalai selama bertahun-tahun. Dulunya, gedung ini adalah sebuah diskotek hits. Namun akhirnya, kisahnya berujung tragis.

Traveler yang melintasi Jalan Gatot Subroto Medan pasti bisa melihat dengan jelas gedung ini. Bangunan ini ternyata punya kenangan mengerikan yang diingat warga Medan saat itu.

Gedung eks M City itu terletak di Jalan Gatot Subroto. Letaknya berseberangan dengan bundaran SIB. Tak ada aktivitas apapun yang tampak dari gedung tersebut.


Dari luar gedung, kondisi fisik gedung tampak tak terawat dengan dinding atap yang sudah jebol. Selain itu, halaman dalam gedung juga ditumbuhi rumput liar dan semak belukar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, gedung ini sudah terbengkalai beberapa tahun terakhir. Terlebih pasca mengalami kebakaran hebat pada akhir tahun 2009 lalu.

Banyak warga Medan yang masih mengenang tragedi kebakaran tersebut. Bagaimana tidak, kebakaran ini menewaskan 20 orang, termasuk di antaranya ajudan Gubernur kala itu.

Warga Medan Dihantui Kisah Mistis

Pasca kebakaran tersebut, nama M City kemudian berganti nama menjadi Elegant. Warga Medan Mirna mengaku mengalami pengalaman mistis saat berada di lokasi yang sudah berganti nama.

“Dulu pernah ke sini waktu ganti nama jadi Elegant. Pernah waktu itu tutup mata terus di dalam room VIP itu berasa ramai dan banyak suara minta tolong. Penjaganya juga bilang pernah beberapa kali juga dengar suara minta tolong,” ungkap Mirna.

Tak hanya itu, beberapa masyarakat juga bercerita kenangan saat rekan ataupun sahabatnya selamat dalam tragedi mengerikan tersebut.

“Saya saksi hidup karyawan di tempat itu waktu kejadian kebakaran. Saat itu pergantian shift pukul 20.30 WIB. Rekan saya menjadi korban pada kebakaran itu, mereka meninggal karena asap yang tebal,” tutur Sinaga.

“Itu salah satu tempat yang merenggut nyawa kakak angkat, namanya Dara, dia meninggal akibat sesak napas tapi tidak terbakar hangus,” tutur Rama, warga Medan lainnya.

Dulu Diskotek Hits

Sejarahwan Budi Agustono mengungkapkan tempat hiburan malam M City ini populer di awal tahun 2000-an. Bahkan, dulunya hanya kalangan menengah atas yang sering nongkrong di sini.

“Tahun awal 2000an M City ini menjadi pusat hiburan sangat elit. Banyak sekali kelas menengah atas yang sebagian besar nongkrongnya di M City ini, itu sangat terkenal dan relatif bebas saat itu,” ujar Budi.

Budi bercerita bahwa M City dulunya banyak dipilih sebagai tempat nongkrong lantaran memiliki banyak fasilitas dan memberikan rasa nyaman kepada pengunjungnya.

“Di Medan tahun 2000an itu semacam urban entertaiment yang salah satunya diskotek atau tempat hiburan M City. Sebelum terbakar sangat populer sekali. Selain diskotek kan juga ada hotel, ada spa dan tempat itu relatif aman karena mungkin waktu itu ada wilayah Olo Panggabean jadi relatif terjaga dan menimbulkan penikmat hiburan malam tahun 2000-an awal,” pungkasnya.

——-

Artikel ini telah naik di detikSumut.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

4 Kebiasaan yang Salah dalam Merawat Mobil



Jakarta

Sebagai pemilik kendaraan, merawat mobil dengan benar merupakan langkah penting untuk memastikan performa kendaraan tetap optimal serta meningkatkan kenyamanan berkendara. Tapi terkadang ada beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan dalam merawat kendaraannya. Apa saja ya?

1. Memanaskan Mobil Terlalu Lama

Banyak pemilik mobil beranggapan bahwa memanaskan mesin dalam waktu lama akan meningkatkan performa kendaraan. Padahal, kebiasaan ini justru memboroskan bahan bakar. Untuk mobil konvensional, durasi ideal pemanasan hanya sekitar 2-5 menit, sedangkan untuk mobil berteknologi injeksi cukup 30 detik hingga 1 menit.


National Sales Manager PCR (Passenger Car Radial) Hankook Tire Sales Indonesia, Apriyanto Yuwono, bilang, “Proses pemanasan mobil cukup sampai mesin mencapai kondisi idle, di mana putaran mesin menjadi stabil. Memanaskan mobil terlalu lama tak hanya boros bahan bakar, tetapi juga mempercepat keausan komponen mesin seperti piston dan dinding silinder akibat mesin bekerja tanpa beban yang memadai.”

2. Mencuci Mobil Menggunakan Deterjen

Meski terlihat efektif, deterjen ini mengandung bahan kimia, yang bisa merusak lapisan cat mobil, membuat warna cepat pudar, serta mengikis lapisan pelindung seperti wax. Deterjen yang terlalu kuat juga bisa menyebabkan korosi pada bagian logam seperti chrome atau trim. Untuk menjaga tampilan mobil dan melindungi cat, sebaiknya gunakan sabun khusus cuci mobil yang diformulasikan aman bagi cat dan memberikan perlindungan ekstra.

3. Mencuci Dashboard dengan Air

Membersihkan dashboard langsung dengan air dapat berisiko merusak sistem kelistrikan yang terhubung dengan perangkat audio atau sensor lain di dalamnya. Lebih aman menggunakan kain microfiber atau kanebo yang sedikit basah untuk membersihkan tanpa risiko korsleting. Alternatif lainnya yaitu menggunakan vacuum cleaner untuk membersihkan debu di area dashboard secara lebih menyeluruh.

4. Hanya Mengganti Oli

Seringkali pemilik mobil hanya fokus pada penggantian oli, tetapi melupakan perawatan komponen lain seperti kaki-kaki kendaraan seperti suspensi dan ban diabaikan oleh pemilik mobil. Ban yang aus dan suspensi yang tidak terawat dapat menyebabkan setir kemudi tidak stabil, aus ban tidak merata, dan meningkatkan risiko kecelakaan.

“Ban merupakan salah satu komponen vital yang sering diabaikan. Selain pemilihan ban yang tepat, perawatan rutin ban adalah langkah penting untuk menjaga performa kendaraan. Pengendara perlu rutin memeriksa tekanan angin ban agar tetap sesuai, melakukan rotasi ban setiap 10.000 km, dan memeriksa keseimbangan (balancing) dan keselarasan (alignment) secara berkala. Dengan perawatan minimal tersebut, pengendara dapat memperpanjang umur ban dan meningkatkan kenyamanan berkendara,” kata Apriyanto.

(lua/dry)



Sumber : oto.detik.com

https://oto.detik.com/tips-and-tricks-motor/d-7585285/bule-soroti-motor-naik-trotoar-ditabrak-ojol-mau-dikeroyok-emak-emak?single=1

https://oto.detik.com/tips-and-tricks-motor/d-7585285/bule-soroti-motor-naik-trotoar-ditabrak-ojol-mau-dikeroyok-emak-emak?single=1



Sumber : oto.detik.com