Benarkah Ban Jadi Mudah Kempes saat Musim Hujan?


Jakarta

Di musim hujan, ban jadi salah satu komponen kendaraan yang perlu diperhatikan sebelum melakukan perjalanan. Kondisinya harus prima dengan telapak ban cukup tebal dan tekanan anginnya sesuai agar dapat bekerja maksimal pada permukaan jalan basah dan licin.

Namun, pengendara justru kerap mengeluhkan ban kempes selama musim hujan. Padahal, tekanan ban yang kurang rentan mengalami aquaplaning atau hilangnya cengkeraman pada permukaan jalan. Kondisi bisa berbahaya karena mampu membuat pengemudi kehilangan kontrol atas kendaraannya. Lantas, benarkah ban menjadi mudah kempes saat musim hujan?

Apakah Ban Mudah Kempes saat Musim Hujan?

Ban kendaraan biasanya mudah bocor atau kempes selama musim hujan. Terdapat sejumlah penyebab mengapa hal tersebut dapat terjadi. Dilansir Dilansir WBIR.com, Consumer Reports, dan Burt Brothers, berikut alasan ban menjadi mudah kempes di kala hujan.


1. Air Hujan Membawa Sampah

Sampah berupa benda tajam seperti puing-puing, paku, sekrup, hingga staples dari pinggir jalan atau tempat lainnya dapat terbawa air hujan sampai ke tengah jalan. Benda-benda itu berukuran kecil sehingga cukup sulit terlihat saat berkendara.

Barang tajam tersebut dapat menancap di ban saat kendaraan melaju. Akibatnya, ban berlubang atau bocor dan angin di dalamnya lambat laun berkurang.

Jikalau sampah tajam itu berukuran cukup besar sehingga terlihat, pengemudi bisa saja menghindarinya dan ban pun tidak akan bocor.

2. Suhu Udara Dingin

Ban memiliki tekanan udara di dalamnya. Selama musim hujan, suhu menurun sehingga udara cenderung terasa dingin. Pada suhu dingin, molekul tekanan udara internal ban tidak bergerak. Akibatnya, molekul itu tidak dapat mengisi ruang dalam ban.

Jika ruang tersebut tidak terisi, dinding ban akan mengempis dan membuat tekanan udara ban di dalamnya menurun. Inilah yang menyebabkan ban kempes saat hujan.

3. Karet Ban Mengeras

Udara dingin juga mampu membuat karet ban menjadi keras dan menyebabkan kempes. Ketika mulai mengeras, ban tidak efektif dalam meredam guncangan dari permukaan jalan yang tidak rata. Akibatnya, pengendara bisa merasakan guncangan lebih kuat meski kendaraan telah dilengkapi suspensi.

Saat ban mengeras dan rusak, komponen yang bersinggungan langsung dengan jalan ini mungkin tidak bisa kembali ke bentuk semulanya. Sehingga detikers perlu menggantinya sesegera mungkin untuk menghindari kerusakan lebih lanjut.

Nah, itu tadi penyebab ban mudah kempes saat musim hujan. Semoga menjadi informasi bermanfaat!

(azn/row)



Sumber : oto.detik.com

Saat Davy Linggar dan Andra Matin Duet di Pameran ROH Project



Jakarta

Seniman Davy Linggar menggelar pameran temporer di galeri ROH Project. Yang bikin istimewa, pameran itu merupakan kolaborasinya dengan arsitek ternama, Andra Matin.

Davy memamerkan 40 lukisan karyanya dalam pameran bertajuk ‘View Finder’ yang merupakan seri dari ‘Following Mother Nature #1-12’ di galeri yang beralamat di Jalan Surabaya No. 66, Jakarta Pusat. Karya-karya Davy merupakan dari hasil-hasil jepretan kameranya dengan objek tangan yang bersatu, kemudian dicurahkannya dalam lukisan.

detikTravel berkunjung ke pameran itu pada Jumat (27/9/2024). Di dalam galeri itu ramai pengunjung yang menikmati karya sekaligus berfoto dengan instalasi rumah karya Andra Matin dan juga lukisan dari Davy Linggar.


Salah satu staf galeri ROH Project, yang tidak mau disebutkan namanya, menceritakan kepada detikTravel terkait pameran yang tengah digelar sejak 25 September hingga 27 Oktober ini.

“Jadi ‘View Finder’ ini diambil dari terminologi fotografi jadi bisa kita bilang ini kaya jendela bidik kaya lagi ngeker gitu, ini jendela bidik yang ada pada kamera yang fungsinya untuk melihat objek yang akan difoto. Nah ini pameran tunggal yang kedua, pameran yang pertama Mas Davy itu temanya ‘ISO’ jadi ada kaitannya,” ujarnya.

Ia juga mengatakan banyak orang-orang yang juga mengenal Davy Langgar dari dunia fotografi. Namun, kini berawal dari objek hasil kameranya itu Davy memindahkan ke dalam kanvas dengan kuas dan beragam warna.

“Nah ‘View Finder’ itu sebenarnya dia mau melihat hal-hal yang ada di sekitar Mas Davy-nya sendiri, kalau kita lihat kenapa objek-objeknya banyak tangan dengan background yang berbeda. Jadi sebenarnya kenapa tangan, bisa dijelasin juga dengan seandainya dia punya keinginan yang nggak mungkin terwujud tanpa ada tangan-tangan yang melakukannya,” kata staf itu.

Lukisan-lukisan itu berpadu dengan instalasi rumah karya Andra Matin. Mereka berteman erat.

Staf itu menjelaskan bahwa Andra Matin membuat instalasi bangunan rumah karena dia memang seorang arsitek. Dan, Davy merupakan seniman yang lebih sering mengerjakan karya di rumah daripada di studio yang dimilikinya.

“Ketika Mas Aang (sapaan karib Andra Martin) tahu Mas Davy mau pameran, dia bersukarela untuk mau bikinin instalasi rumah ini. Nah, mungkin yang jadi pertanyaan kenapa bentuknya rumah. Jadi, memang Mas Andra kan arsitek ya dan kenapa rumah, kalau kata Mas Davy sendiri karena banyak hal-hal yang ia kerjakan khususnya karya-karya yang ada di ruang pamer ini banyak dikerjakan di rumah,” kata dia.

Pengunjung tampaknya amat terkesan dengan instalasi rumah itu. Mereka menjadikannya sebagai objek mereka untuk berfoto.

Salah satu pengunjung bernama Fadli menceritakan kesannya saat berada di pameran Davy Linggar ini. Baginya karya-karya lukisan Davy, walaupun objeknya sama tetapi memiliki makna yang berbeda.

“Kalau menurut saya satu hal yang bentuknya sama atau orang ya tapi punya sifat yang berbeda-beda, jadi mencerminkan itu,” kata Fadli.

“Nah kalau ini lebih seru lagi sih (instalasi rumah) kalau dari luar kan kaya biasa aja, tapi pas kita masuk kan ada jalurnya gitu. Nah, itu jadi kaya lagi ada di suatu tempat di mana gitu seru aja,” kata dia.

Jika ingin berkunjung ke galeri ROH Project ini pengunjung tak perlu mengeluarkan biaya, untuk operasional galeri buka mulai hari Rabu hingga Minggu. Dari Rabu hingga Jumat, galeri buka sejak pukul 13.00 hingga 19.00 WIB dan Sabtu dan Minggu pukul 11.00 hingga 19.00 WIB.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

5 Penyebab Klakson Motor Tidak Bunyi dan Cara Memperbaikinya di Rumah


Jakarta

Klakson termasuk komponen penting pada sepeda motor. Komponen ini berfungsi untuk memberi peringatan atau isyarat kepada kendaraan dan pengguna jalan lain selama berkendara.

Sebelum bepergian, hendaknya mengecek kondisi klakson. Adakalanya komponen ini tidak berfungsi dengan baik, sehingga suaranya mengecil bahkan bunyi tidak terdengar sama sekali.

Kalau hal ini terjadi, detikers tidak perlu buru-buru ke bengkel. Sejumlah komponen yang berkaitan dengan klakson dapat dicek terlebih dahulu dan ditangani sendiri selagi bisa. Ketahui penyebab klakson tidak bunyi dan cara mudah memperbaikinya di bawah.


Penyebab Klakson Motor Mati

Klakson yang tidak berbunyi bisa disebabkan banyak faktor. Mengutip laman Wahana Honda dan Suzuki, berikut sejumlah penyebab dan cara mengatasinya.

1. Aki Melemah

Aki merupakan sumber energi dari sistem kelistrikan motor. Aki menyuplai arus listrik agar komponen seperti starter, lampu, hingga klakson dapat menyala.

Namun, aki yang bermasalah juga bisa mempengaruhi komponen lainnya. Contohnya, klakson menjadi tidak bersuara atau bunyinya tidak nyaring.

Solusinya, aki dapat diisi ulang dayanya. Jika masalahnya serius, aki bisa diganti baru.

2. Masalah pada Kabel Klakson

Posisi kabel klakson yang tidak presisi dapat menyebabkan bunyi yang keluar tidak lantang. Kabel yang terlepas, putus, atau terbuka juga bisa mempengaruhi suara klakson.

Bila kabel lepas, detikers dapat menyambungkannya kembali. Kalau bunyinya masih kurang terdengar atau melengking, kabel bisa diikat lebih kuat lagi.

Namun jika kabel putus atau terkelupas, maka perlu diganti yang baru agar klakson dapat berfungsi dengan normal.

3. Posisi Baut Platina Berubah

Posisi baut platina yang terletak di bagian belakang klakson bisa berubah, contohnya saat motor melewati jalan tidak rata. Nah, posisi yang berubah ini dapat mempengaruhi kinerja klakson.

Untuk mengatasinya, detikers bisa menyetel ulang baut platina dengan membuka mur pengunci menggunakan tang dan memutar baut tersebut memakai obeng. Tekan tombol klakson sambil memperbaikinya agar posisinya dapat presisi.

4. Sakelar Klakson Kotor

Cek saklar klakson dan lihat apakah kondisinya kotor atau tidak. Sakelar yang berkerak dan karatan mampu menghalangi arus listrik sehingga suara klakson bisa terdengar kecil bahkan tidak berbunyi.

Solusinya, detikers dapat melepas sakelar dan membersihkannya menggunakan ampelas halus. Cairan anti karat boleh ditambahkan untuk mencegah karatan muncul kembali.

5. Baut Klakson Kendur

Baut klakson yang kurang dipasang dengan kencang bisa membuat bunyi yang keluar tidak terdengar lantang. Agar klakson berfungsi dengan baik, detikers dapat melepaskan baut dan memposisikan ulang dengan benar.

Nah, itu tadi sederet penyebab Klakson motor tidak berbunyi dan cara memperbaikinya sendiri dengan mudah di rumah.

(azn/inf)



Sumber : oto.detik.com

East Coast Phase II Destinasi Kuliner Asia Otentik di Kawasan PIK



Jakarta

Destinasi kuliner di Kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) kini semakin lengkap dan beragam dengan kehadiran East Coast Phase II. Berlokasi strategis di jantung kawasan Golf Island PIK, destinasi terbaru ini menawarkan deretan gerai F&B yang siap memanjakan pengunjung dengan pilihan kuliner Asia yang otentik.

Tidak hanya untuk bersantap, masing-masing gerai memiliki area yang luas dan nyaman. Sehingga bisa menjadi tempat yang ideal untuk menggelar acara family gathering, hangout bersama teman dan komunitas, maupun acara spesial lainnya.

Salah satu keunggulan utama dan daya tarik dari East Coast Phase II adalah kehadiran gerai premium, termasuk Michelin Guide Restaurant yang merupakan satu-satunya di Jakarta, yaitu Un-Yang-Kor-Dai. Di bawa langsung dari Singapura, restoran ini menyajikan hidangan khas Thailand & Isaan yang menggugah selera.


Tidak hanya itu, pilihan kuliner Asia yang dikurasi turut memperkaya ragam pilihan, mulai dari Halal hingga Non-halal, seperti restoran Padang modern-Tuan Mudo, Loong Ge, Dong Khoi Café, Yi Mian, Porky’s Express, dan masih banyak lagi lainnya.

adv pikDok. Arkana

Destinasi yang dikonsepkan oleh Arkana, salah satu subsidiary dari Agung Sedayu Group (ASG) ini, tidak hanya hadir sebagai perpanjangan dari fase pertamanya. Tetapi tempat tersebut juga memberikan peningkatan dalam hal keberagaman dan kualitas pengalaman bersantap. Dengan segala keunikan yang ditawarkannya, East Coast Phase II tentunya menjadi destinasi kuliner baru yang wajib dikunjungi di kawasan PIK.

“Destinasi kuliner dengan konsep terbaru ini akan memberikan pengalaman bersantap yang unik dan inovatif. Berlokasi strategis dan didesain dengan suasana yang cozy, East Coast Phase II akan semakin melengkapi deretan fasilitas di sisi timur Golf Island PIK,” kata Commercial Retail 2 Division Head Lina Huwan dalam keterangan tertulis, Senin (30/9/2024).

Bagi para pencinta kuliner, pilihan bersantap juga bisa dinikmati di East Coast PIK Phase I yang merupakan pengembangan awal dari destinasi fase kedua ini. Hadir dengan konsep alfresco dining, pengunjung dapat menikmati waktu bersantai dan berkumpul di ruang terbuka sambil menikmati udara sore.

adv pikDok. Arkana

Mulai dari kuliner lokal hingga internasional, pengunjung tentunya tidak akan kehabisan opsi bersantap. Adapun tenant yang tersedia seperti Hong Tang, Bao Face, Native, Fu You, Daikoku Suteki, Kayatiam, Secret Sushi, Nasi Tempong Bu Lika, Mugimido, Kasima, dan Spaghetto.

Selain itu, terdapat juga restoran Bipang Ambawang yang menyajikan hidangan tradisional khas Kalimantan Barat yang memanjakan lidah. Baik bersantap di East Coast PIK Phase I maupun Phase II, pengunjung dapat dengan nyaman mencicipi makanan tanpa harus berjalan jauh, karena kedua destinasi ini saling terintegrasi.

Selain tenant yang beraneka ragam, East Coast Phase II juga sangat mudah dijangkau oleh pengunjung yang tinggal di area sekitar maupun di luar PIK. Sebab karena lokasinya yang dekat dengan halte TransJakarta di Jalasena Timur. Selain itu, bagi para residen di Kawasan PIK, destinasi ini dapat dijangkau dengan layanan bus commuter gratis.

Memiliki lokasi yang strategis dan pilihan kuliner Asia otentik yang dikurasi, East Coast Phase II akan menjadi salah satu ikon kuliner di kawasan PIK untuk memanjakan lidah serta merayakan kebersamaan dengan teman maupun keluarga.

(Content Promotion/East Coast Phase II)



Sumber : travel.detik.com

Berapa Tekanan Ban Mobil Ideal saat Musim Hujan?


Jakarta

Tekanan angin ban termasuk hal penting yang perlu diperhatikan saat berkendara, terutama di musim hujan. Karena itu, pengendara diimbau mengecek tekanan ban sebelum bepergian.

Ada yang mengatakan bahwa tekanan ban mobil mesti dikurangi saat musim hujan. Alasannya karena ban berisiko mengalami aquaplaning sehingga tekanan perlu disesuaikan agar cengkeramannya ke permukaan jalan lebih kuat. Namun, benarkah demikian?

Apakah Perlu Menyesuaikan Tekanan Ban Mobil saat Musim Hujan?

Tekanan udara ban mobil tidak perlu dikurangi atau dilebihkan selama musim hujan. Mengutip catatan detikcom, tekanan angin yang kurang atau berlebihan justru mampu mempengaruhi performa ban dan meningkatkatkan risiko aquaplaning.


Aquaplaning merupakan kondisi ban kehilangan traksi atau penapakan pada permukaan jalan. Di kala hujan, jalan menjadi basah serta licin sehingga ban rentan mengalami kondisi tersebut. Aquaplaning bisa membuat pengemudi kehilangan kontrol atas kendaraannya.

Sport segmen Business Manager Michelin Indonesia, Refil Hidayat, menjelaskan mengapa aquaplaning bisa terjadi jika tekanan ban dikurangi. “Karena dia bebannya tidak ditampung dengan baik oleh bannya jadi ketika lewat jalan basah dia akan memiliki tingkat floating tinggi, sehingga saat floating terjadi antara karet dan aspal itu ada jarak, makanya tekanannya harus benar.”

Begitu juga sebaliknya, tekanan angin yang dilebihkan saat musim hujan membuat ban berisiko bergelembung di tengahnya. “Sehingga yang napak ke aspal tengahnya saja, kanan kiri akan memiliki jarak dengan aspal,” jelas Refil.

Di sisi lain, ban tidak perlu dikurangi atau dilebihkan tekanannya untuk berkendara di jalan raya saat hujan karena kontur jalanan aspal itu rata dan keras. Untuk mendapatkan cengkeraman yang kuat pada jalan basah akibat diguyur hujan, tekanan angin yang diperlukan sesuai dengan rekomendasi.

Tekanan Ban Mobil Ideal saat Musim Hujan

Tekanan angin ban yang ideal untuk mobil adalah mengikuti standar pabrik kendaraan. Rekomendasi tekanan udara produsen sudah melalui proses penghitungan dengan teliti sehingga cocok di kondisi jalan basah maupun kering.

“Tekanan ideal adalah yang sesuai dengan rujukan dari produsen mobil. Tidak ada istilahnya harus menurunkan tekanan ban. Justru menurunkan tekanan ban di bawah rekomendasi yang sudah ditentukan akan sangat membahayakan,” ujar Rifat Sungkar, Direktur Rifat Drive Labs.

Tekanan ban untuk tiap-tiap mobil dapat berbeda. Untuk Toyota Avanza contohnya. Dikutip dari laman Auto2000, tekanan angin yang dianjurkan untuk mobil Low MPV ini sekitar 30-32 Psi. Rujukan tekanan udara yang pas dapat dilihat di bagian pilar B atau dekat dengan pintu di kursi pengemudi.

(azn/row)



Sumber : oto.detik.com

Melihat Sisa-sisa Kamp Tahanan PKI di Pulau Kemaro



Palembang

Pulau Kemaro jadi saksi bisu penumpasan simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Sumatera Selatan. Mari lihat sisa-sisa kamp tahanan PKI di pulau itu.

Traveler mengenal pulau Kemaro di Palembang sebagai destinasi wisata. Namun, pulau ini ternyata menyimpan sejarah kelam tentang kamp tahanan PKI di bagian ujung timur Pulau Kemaro.

Luas Pulau Kemaro sekitar 24 Hektar terbagi menjadi dua, yaitu bagian hulu dan hilir. Bagian hulu merupakan permukiman penduduk. Sedangkan bagian hilir dijadikan sebagai lokasi kamp tahanan PKI tahun 1965.


Setelah Gerakan 30 September 1965, operasi penumpasan PKI dilakukan hingga ke akar-akarnya. Pihak yang dianggap terlibat, anggota, pengurus atau simpatisan PKI dibawa ke Pulau Kemaro menggunakan truk dan kereta api.

Mereka kemudian dijadikan tahanan politik (tapol) di pulau Kemaro. Menemukan bekas lokasi kamp tersebut di Kemaro tidaklah mudah. Warga sekitar yang berada di seberang Pulau Kemaro tidak mengetahui cerita tentang kamp tahanan PKI.

Setelah bertanya sana-sini, akhirnya kami bertemu salah seorang warga yang tahu soal kamp tersebut. Ia adalah Ishak (62), penduduk Kampung Air, Pulau Kemaro.

Sejak tahun 1990, ia tinggal dan bekerja sebagai sopir perahu ketek. Ia mengetahui seluk beluk pulau dari ujung timur hingga barat, termasuk soal kamp tahanan PKI.

Ishak memandu tim detikSumbagsel menuju ujung timur Pulau Kemaro. Perjalanan menyusuri Sungai Musi sekitar 2 km atau 20 menit menggunakan perahu ketek, satu-satunya transportasi yang bisa digunakan.

Bekas lokasi kamp tahanan PKI itu jarang dijamah manusia. Sesekali ada anak muda datang untuk bermain atau warga lokal yang mencari kayu. Kapal besar yang bersandar kemudian ditunjuk Ishak.

Menurutnya, di hadapan kapal itulah lokasi kamp PKI dulu berada. Ketika ditelusuri, tidak ada sisa bangunan sama sekali. Hanya ada hamparan pasir, pohon dan rumput yang sudah meninggi.

“Sepengetahuan saya, di sinilah tempatnya,” ujar Ishak, Kamis (12/9) lalu.

Lokasi Kamp Tahanan PKI Itu Sudah Tak Berbentuk

Dalam jurnal berjudul Tinjauan Historis tentang Fungsi Pulau Kemaru di Palembang, Sumatera Selatan Tahun 1965-2012 yang disusun Anisah, Ali Imron, dan Muhammad Basri dari FKIP Unila, diterangkan bahwa sebelum peristiwa Gerakan 30 September 1965, pulau tersebut ditempati PT Waskita Karya.

Pulau tersebut menjadi tempat untuk menimbun besi tua. Di sana ada dua bedeng berukuran 7 x 20 meter berbentuk L, berdinding papan jarang, berlantai semen kasar, pintunya satu, dan tidak berplafon.

Bedeng itu dipakai sebagai tempat tinggal para buruh. Namun setelah peristiwa Gerakan 30 September, bedeng itu dialihfungsikan untuk menahan tahanan politik (tapol) yang dianggap sebagai anggota atau simpatisan PKI.

Pulau Kemaro menjadi saksi bisu penumpasan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Sumatera. Sejarah kelam yang ditinggalkan yakni tentang kamp tahanan PKI di bagian ujung timur Pulau Kemaro.Pulau Kemaro menjadi saksi bisu penumpasan anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) di Sumatera. Foto: Candra Setia Budi

Namun dalam penelusuran, bangunan bedeng berbentuk L itu sudah tidak ada. Hanya ada pecahan batu bata dan tembok yang hancur menyatu dengan daratan, yang ditumbuhi rumput liar serta pohon.

Menurut Ishak, bangunan kamp PKI itu tak bertingkat, dan bagian yang terbuat dari batu bata masih teringat jelas olehnya.

Ishak lalu menunjuk salah satu pohon besar yang sudah tumbang. Menurutnya, itu adalah titik awal bangunan kamp tahanan PKI. Terbentang sepanjang 150 meter ke arah Palembang dan jaraknya jauh dari bibir Sungai Musi.

“Ini bangunan awalnya. Batasnya itu dari sini (pohon tumbang) sampai ke ujung, memanjang ke arah Palembang sekitar 150 meter,” ceritanya.

Ishak mengambil pecahan batu bata berwarna oranye yang sudah menyatu dengan pasir. Ia ingat betul batu bata itu bagian dari bangunan kamp tahanan PKI. Tampak juga bongkahan tembok dan genting.

Dulu terdapat pos penjaga yang berfungsi untuk memantau tahanan supaya tidak kabur. Pos tersebut juga digunakan untuk menghalangi warga lokal memasuki kawasan kamp. Kini, lokasi pos sudah menyatu dengan sungai.

“Kalau dulu tempat posnya ada, di ujung. Sekarang tidak ada lagi,” tutupnya.

Sejarawan Benarkan Lokasi Kamp Tahanan PKI di Pulau Kemaro

Sejarawan Palembang, Dedi Irwanto membenarkan lokasi kamp tahanan PKI yang dijelaskan Ishak. Bagian hilir Pulau Kemaro yang dijadikan kamp kini sudah tidak menyisakan bangunan.

“Di bagian hilir. Sudah tidak ada lagi (bangunan),” ujar Dedi saat dihubungi, Jumat (13/9) lalu.

Secara historis, keberadaan tapol tidak lepas dari peristiwa G/30S/PKI. Berdasarkan sumber yang Dedi temukan, ada sekitar ratusan tapol dari berbagai daerah di Sumatera khususnya Palembang, Lampung, Bengkulu dan Jambi ditahan dan dikonsentrasikan di Pulau Kemaro.

Lokasi kamp di ujung timur Pulau Kemaro karena terdapat bangunan milik PT Wakita Karya yang berfungsi sebagai gudang untuk menyimpan besi pembangunan Jembatan Ampera.

Ada dua bedeng berukuran sekitar 7 x 20 berbentuk L kemudian berdinding papan. Lantainya terbuat dari semen kasar dan pintunya cuma satu.

“Setelah tapol diangkut dari berbagai daerah dibawa ke Pulau Kemaro di bagian timur, karena ada bekas gudang tadi,” jelasnya.

Alasan lainnya, karena lokasi dipisahkan aliran sungai sehingga mudah untuk dijaga. Penduduk setempat dilarang melintas ke area kamp. Batas yang diperbolehkan hanya 200 meter dari pulau. Jika ada yang mendekat langsung ditembak petugas jaga.

Jumlah pos penjaga yang mengawasi kamp ada 6 yakni di setiap sudut. Pos ini dijaga anggota militer yang baru lulus pendidikan. Aturan itu membuat kamp benar-benar tertutup dari masyarakat umum.

“Jadi kalau ada perahu yang lewat itu ditembak oleh petugas. Dari 6 pos, ada 4 pos boleh menembak siapapun yang mendekat. Seperti penjara di pulau,” ungkapnya.

Bukan hanya dijaga ketat, terdapat juga pagar kawat berduri dua lapis setinggi 4 meter. Kehidupan para tahanan berjalan seperti biasa, mereka menjalani berbagai kegiatan yang diatur oleh penjaga. Masa tinggal tahanan PKI berjalan kurang lebih selama tiga tahun dan selesai pada 1967.

——–

Artikel ini telah naik di detikSumbagsel.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Begini Cara Memaksimalkan Jarak Tempuh Mobil Listrik



Jakarta

Sebuah mobil listrik saat ini diklaim oleh pabrikannya memiliki jarak tempuh yang jauh saat baterai terisi penuh. Namun, jarak tempuh itu akan lebih maksimal kalau pengendaranya menerapkan teknik berkendara yang benar.

Product Expert Hyundai Motors Indonesia Bonar Pakpahan mengatakan, ada beberapa tips untuk memaksimalkan daya jangkau mobil listrik. Pertama, hindari akselerasi dan deselerasi mendadak.

“Selain dari aspek keselamatan, dengan menghindari akselerasi maupun deselerasi mendadak, itu kita bisa memberikan kesempatan kepada si mobil untuk bisa menghemat penggunaan energinya. Jadi ketika kita akselerasi, kalau kita menekan pedal akselerator dengan cepat dan dalam, tentu aja motor listriknya akan meminta energi listrik dari baterainya dalam jumlah yang besar,” kata Bonar di sela-sela media test drive Hyundai Kona Electric ke Semarang, Rabu (2/10/2024).


“Begitu juga pada saat deselerasi, ketika deselerasi itu dilakukan dalam tempo yang cepat, mobil menjadi tidak memiliki kesempatan untuk melakukan regeneratif braking. Regeneratif braking adalah sebuah kondisi di mana mobil itu bisa meng-capture atau menangkap kembali energi yang harusnya terbuang dikonversi menjadi energi listrik untuk bisa disimpan ke dalam baterai,” sambungnya.

Selain itu, pengendara juga harus memanfaatkan momentum. Selalu perhatikan arus lalu lintas. Dengan begitu, kita harus tahu kapan harus mengerem dan menambah kecepatan sehingga tidak melakukan akselerasi atau deselerasi mendadak.

“Jadi dengan kita memperhatikan traffic flow atau arus lalu lintas di sekitar kita, driving management atau manajemen mengemudi kita itu bisa kita atur sedemikian rupa untuk memaksimalkan jarak tempuh atau meminimalkan penggunaan energi listrik,” kata Bonar.

Berikutnya, hindari melakukan pengisian daya gadget atau alat elektronik yang tidak perlu. Memang, di Kona Electric ini sudah dilengkapi dengan fitur Vehicle 2 Load (V2L) sehingga daya listriknya bisa dimanfaatkan untuk beragam kegunaan.

“Tapi kalau misalnya (baterai) laptop masih penuh, tidak perlu di-charge. Ya, karena bagaimanapun juga meskipun kita menghadirkan fitur-fitur di dalam kendaraan seperti USB charger dan seterusnya, pada akhirnya mereka tetap menggunakan energi listrik yang ujung-ujungnya akan terambil dari baterainya,” jelas Bonar.

Kemudian, tutup jendela agar meminimalkan hambatan udara. Gunakan mode sirkulasi AC sehingga AC tidak terlalu kerja berat.

“Karena kalau kita mengambil udara dari luar berarti kita nanti juga akan meminta sistem AC untuk mendinginkan atau memanaskan udara dari luar tersebut. Dan itu juga membutuhkan energi,” katanya.

Untuk memaksimalkan daya tempuh mobil listrik, lebih disarankan menggunakan Eco Mode, kecepatan maksimal 90 km/jam, dan menggunakan AC dengan temperatur 17 derajat celcius dengan fan speed atau kecepatan kipas 1. Penggunaan AC dengan fan speed 1 diyakini lebih irit energi ketimbang fan speed di atasnya.

(rgr/dry)



Sumber : oto.detik.com

Sensasi Tanjakan Langit di Lembang yang Tak Lagi Sama



Bandung Barat

Beberapa waktu lalu, viral ‘Tanjakan Langit’ di Lembang yang bikin pesepeda ‘angkat tangan’. Tapi sayang, sekarang tanjakan itu sudah kehilangan sensasinya.

‘Tanjakan Langit’ di daerah Cijengkol, Desa Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) sempat jadi primadona para penghobi sepeda di Bandung Raya.

Tanjakan tersebut bisa dibilang istimewa karena konturnya yang menanjak curam dari sisi bawah. Sementara dari sisi atasnya juga menurun sangat curam.


Namun tak diketahui berapa kemiringan sudut tanjakan tersebut, sebab tak pernah ada yang mengukur dengan metodologi ilmiah.

Tanjakan yang menyambungkan Kampung Teropong Bintang, Desa Gudang Kahuripan, dengan Kampung Areng, Desa Lembang, itu punya ceruk yang adak dalam di bagian tengah. Bahkan untuk sekadar jalan kaki, pasti membuat ngos-ngosan.

Sejak beberapa tahun belakangan, tanjakan yang juga dikenal dengan nama Tanjakan Cijengkol itu dikerubuti oleh pesepeda dari berbagai daerah. Mereka sengaja datang demi menjajal tanjakan tersebut.

Bentuk Tanjakan Langit Sekarang Sudah Berubah

Namun kini ada yang berbeda dengan bentuk tanjakan tersebut. Jalan di bagian puncaknya, terutama sebelah kiri dari arah bawah yang terkenal sangat mendongak, sudah dibangun fondasi beton.

Tapi di bagian atas, di tembok sebuah bangunan berwarna biru masih terlihat jejak ketenaran tanjakan langit itu, dengan tulisan ‘Bintang Uphill Road, Taklukkan Tanjakannya Ceritain Rasanya’.

“Iya sekarang jalannya sudah dibangun, belum tahu buat apa nantinya. Cuma memang jadi lebih sempit,” kata Yana, warga setempat, Minggu (29/9/2023).

Warga Beraktivitas di Tanjakan Langit Lembang yang bentuknya sudah berubahBentuk Tanjakan Langit Lembang sekarang sudah berubah Foto: Whisnu Pradana

Hal itu berimbas pada menurunnya kunjungan pesepeda ke wilayah tersebut. Sebab daerah Cijengkol mendadak ramai disatroni lantaran pesepeda penasaran menjajal tanjakan tersebut.

“Ya sekarang mah enggak terlalu ramai, cuma ada beberapa yang masih datang. Kagetnya pas datang karena sekarang jadi sempit tanjakannya,” kata Yana yang sudah tinggal puluhan tahun di tempat tersebut.

Menurut Yana, tak ada larangan pesepeda datang ke tempat tersebut. Namun terkadang, mereka justru membahayakan. Contohnya, menyimpan sepeda sembarangan saat sedang beristirahat.

“Ya kalau buat warga, mau datang terus sepedahan ke sini silakan. Cuma jangan membahayakan, jadi parkir sepeda terus istirahat itu di pinggir. Kalau diam di tanjakan seperti dulu, kan bahaya. Kasihan mobil atau motor yang bawa barang dari bawah, kesulitan,” kata Yana.

Tanjakan Langit Cijengkol di LembangBentuk Tanjakan Langit Cijengkol di Lembang dulu Foto: ( Whisnu Pradana/detikcom)

Kini tanjakan itu kembali seperti dulu. Hanya rutin dilintasi kendaraan warga yang beraktivitas. Seperti Yana, yang biasanya membawa kayu bakar dan hasil tani menuju pasar maupun ke rumahnya.

“Ya ini akses utama buat warga, meskipun curam. Kalau enggak lewat ini, ada jalan lain cuma mutar. Harus hati-hati kalau lewat sini. Tapi kalau warga kan sudah terbiasa, apalagi sekarang jalannya sudah mulus, diaspal swadaya warga,” ujar Yana.

——–

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Penting! Ini Dua Jenis Garansi Yamaha Nmax Turbo



Jakarta

Yamaha Nmax Turbo sudah menggunakan teknologi transmisi canggih bernama YECVT atau Yamaha Electric Continuously Variable Transmision. Untuk menjamin rasa aman konsumen terhadap teknologi baru tersebut, Yamaha memberikan dua jenis garansi. Apa saja?

Sebelumnya perlu diketahui, YECVT adalah sebuah teknologi mutakhir yang dikembangkan oleh Yamaha Indonesia Motor Mfg. Tak seperti pendahulunya yang menggunakan CVT konvesional dengan roller, Nmax Turbo menggunakan jenis CVT Primary Sheave Assy tanpa roler yang telah tersambung pada komponen elektris di motor.

Dari segi perawatan, YECVT pada Nmax Turbo diklaim juga jauh lebih unggul. Tidak seperti CVT konvensional yang harus diperiksa dan dirawat secara rutin pada saat servis berkala, YECVT bersifat free maintenance karena tidak menggunakan komponen roller, sehingga dapat meningkatkan efisiensi, baik dari segi waktu maupun biaya pada saat perawatan.


Jika perubahan rasio pada CVT konvensional harus disesuaikan dengan besaran rpm, maka hal itu tidak berlaku bagi YECVT pada Nmax Turbo. Melalui teknologi YECVT para bikers dapat mengubah rasio CVT-nya di berbagai rpm secara otonom sesuai kebutuhan mereka melalui fitur Y-Shift. Dengan begitu, pengendara bisa menyesuaikan rasio putaran mesin sesuai dengan pilihan Y-Shift yang dikehendaki untuk mendapatkan performa akselerasi maupun deselerasi secara cepat.

Terkait masa garansi, Yamaha secara khusus memberikan 2 jenis garansi yang menguntungkan kepada seluruh konsumen Nmax Turbo. Garansi pertama, dua Tahun Garansi Kelistrikan Khusus, meliputi Motor Assy, Sensor Primary, Speed Sensor (Secondary), dan Transmission Control Unit Assy.

Sementara garansi yang kedua adalah, tiga Tahun Garansi Mesin, yang meliputi komponen Camp Comp, Fixed Screw Assy, Sliding Screw Assy, dan juga Primary Sheave Assy.

(lua/riar)



Sumber : oto.detik.com

Ada si ‘Raja Biawak’ di Balik Keindahan Rawa Talanca



Sukabumi

Di balik keindahan Rawa Talanca Sukabumi, ada cerita tentang si Raja Biawak yang ‘menguasai’ tempat itu. Bagaimana kisahnya?

Rawa Talanca berlokasi di Kampung Talanca, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Rawa ini dikenal sebagai spot favorit para pemancing.

Di lokasi yang merupakan bagian dari kali atau sungai mati itu, siapa saja bebas melontarkan kail mereka. Berbagai jenis ikan menanti untuk dipancing di rawa ini.


Namun, siapa sangka, di balik rimbunnya tanaman eceng gondok, tersembunyi seekor biawak yang konon berukuran besar, bahkan nyaris mencapai panjang 1,5 meter.

Warga setempat bahkan menjuluki hewan tersebut sebagai ‘Raja Biawak’. Amih Raram (60), seorang pemilik warung kecil di sekitar rawa, tak akan pernah melupakan hari saat ia pertama kali bertemu sang ‘Raja Biawak’.

Suara gedebuk keras mengagetkannya sore itu. Penasaran, Amih segera mendekati sumber suara, dan apa yang ia lihat benar-benar membuatnya terpaku.

“Awalnya saya kira suara itu cuma hewan biasa, tapi waktu saya lihat ternyata ada dua ekor biawak sedang kawin. Yang satu besar sekali, panjangnya kurang lebih 1,5 meteran. Rasanya merinding waktu itu,” cerita Amih dengan raut wajah serius, belum lama ini.

Saat berada di lokasi, kondisi sekitar rawa itu hampir setengah permukaannya tertutup eceng gondok. Tidak heran, tanaman dengan bunga berwarna ungu atau biru muda ini memang dikenal berkembang biak dengan cepat.

Rawa Talnaca di Kabupaten Sukabumi.Rawa Talnaca di Kabupaten Sukabumi. Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar

Sekilas, seekor biawak terlihat berenang dengan tenang menuju rimbunan eceng gondok, namun ukurannya hanya beberapa sentimeter, bukan sang ‘Raja Biawak’ yang diceritakan Amih.

“Bukan itu, itu mah yang kecil. Walau ukurannya hanya segitu, tapi sudah beberapa kali bikin repot karena memangsa ayam peliharaan saya. Tapi mau bagaimana lagi, warung saya memang dekat sekali dengan rawa,” tukas Amih sambil tersenyum, seolah mengerti saat detikJabar menatap lekat biawak kecil itu.

Amih mengungkap, tidak sedikit orang yang datang ke rawa untuk berburu biawak. Beberapa dari mereka bahkan membawa senapan angin. Biawak-biawak itu, katanya, diburu untuk dimakan dagingnya, yang konon dipercaya memiliki khasiat dalam mengobati penyakit gatal.

“Entah benar atau tidak, tapi beberapa dari mereka bilang daging biawak yang dimasak dan dibumbui itu enak dan bagus untuk mengobati penyakit gatal. Kalau saya mah, boro-boro. Ngebayanginnya saja sudah geli,” ujar Amih lirih.

Kembali ke soal Raja Biawak, Amih menjelaskan bahwa hewan besar itu biasanya muncul ketika air di rawa naik atau setelah hujan deras.

Biawak tersebut sering terlihat berenang di antara rimbunan eceng gondok atau naik ke permukaan dan berjalan di pinggiran rawa.

“Kalau lihat manusia, biasanya dia tidak langsung lari. Dia tidak akan menyamperi, tapi kalau merasa terancam, ya, dia akan menghindar. Kalau tidak didekati, dia tidak akan kabur. Tapi, kalau saya sih ngeri, ya, melihatnya saja sudah bikin takut,” pungkasnya.

Keberadaan biawak raksasa tersebut tidak mjadi suatu yang menakutkan bagi para pehobi mancing di daerah tersebut. Bagi mereka, Rawa Talanca adalah sebuah berkah.

Dengan ketenangan airnya yang dalam, rawa ini memang menjadi tempat favorit bagi para pemancing dari desa sekitar karena habitat ikannya yang beragam.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com