Jelajah Rempah, Ekoturisme Keren dari Desa Sumberurip di Blitar



Blitar

Rempah lebih dikenal sebagai komoditas yang dihasilkan wilayah Indonesia bagian timur. Namun di Desa Sumberurip, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar ini, traveler bisa mengenal lebih dekat beragam tanaman rempah yang melimpah, sebagai pohon kopi sebagai budidaya utama.

Berbeda dengan destinasi wisata kopi di daerah lain, kekayaan rempah yang dihamparkan desa di lereng Gunung Kawi sisi barat ini cukup mengejutkan. Pasalnya, potensi unik ini belum pernah dimunculkan sebelumnya.

Apalagi semua jenis rempah tumbuh begitu subur di dataran dengan ketinggian sekitar 700 MDPL ini, seperti Kapulaga (Elettaria cardamomum), Merica (Pepper nigrum), Pala (Myristica fragrans) dan Vanili (Vanilia planifola).


Untuk menuju ke desa ini, traveler dari luar kota bisa turun di Stasiun Kota Blitar. Kemudian bisa menyewa kendaraan online menuju ke arah Wlingi yang berjarak sekitar 22 KM ke arah timur.

Perjalanan berlanjut ke arah Utara sekitar 15 KM dengan jalanan aspal yang meliuk dan melewati hutan jati. Lanskap Gunung Kelud dan Butak tampak jelas jika cuaca cerah. Hawa sejuk mulai terasa ketika memasuki Desa Sumberurip dengan hamparan hijau dedaunan dan suara burung yang nyaring bernyanyi.

Ekotourism Desa Sumberurip BlitarEkotourism Desa Sumberurip Blitar Foto: Erliana Riady/detikcom

Dengan mengusung konsep ekoturisme, warga lokal berkomitmen tidak akan menambah atau mengubah semua yang dibentangkan semesta, sesuai dengan keasliannya.

Lokasi ini juga masuk klasifikasi wisata dengan minat khusus, bukan mass tourism dengan banyak pengunjung. Cocok banget bagi traveler yang benar-benar ingin menikmati masa libur menyatu dengan alam yang tenang.

Traveler akan menemukan banyak pengalaman empirik, seperti menyentuh dan memetik langsung beragam rempah tersebut dari pohonnya. Sesuatu benda yang selama ini hanya tampak di meja dapur, bentuk tumbuhannya akan dihadapkan langsung di depan kita!

Bahkan, traveler bisa mengetahui bagaimana proses rempah itu diolah hingga siap menjadi bumbu dapur. Apalagi, jika waktu kunjungan bertepatan dengan masa panen rempah, suasana kesibukan warga lokal akan terekam dengan indah dalam balutan tradisi gotong royong yang masih melekat kuat disini.

“Saya gak nyangka, kalau pohon Kapulaga itu ternyata buahnya di bawah semacam umbi. Selama ini saya pikir menggelantung di dahan tumbuhan seperti merica. Panili juga, ternyata pohonnya merambat dan gak tinggi. Ini pengalaman baru yang sangat menarik,” aku Mart, owner Sabatokaliwuan provider adventure dari Yogyakarta, Jumat (4/10/2024).

Menurut Mart, destinasi wisata ekoturisme seperti yang disuguhkan Desa Sumberurip ini sedang menjadi tren baru dalam dunia pariwisata. Para traveler peminat khusus, terutama wisatawan mancanegara, kerapkali membidik tujuan wisata mereka ke lokasi seperti ini agar dapat berbaur dengan warga dengan semua kearifan lokal budayanya.

Beberapa kolega Mart di Eropa mengaku tertarik begitu diperkenalkan dengan destinasi wisata kebun kopi yang terintegrasi dengan tumbuhan rempah ini.

Jelajah rempah dimulai dari titik kumpul di rumah warga. Sebagai welcome drink, traveler disuguhi beragam minuman rempah hangat sesuai pilihan dan jajanan tradisional sebagai camilan.

Perjalanan dimulai dengan treking ringan (soft trekking) menyusuri perkampungan menuju lahan kopi yang ditanam berdampingan dengan tumbuhan rempah.

Karena topografi lahan berada di wilayah perbukitan, maka hawa sejuk dan lanskap sawah terasering akan menjadi bonus pemandangan menuju lokasi lahan. Jalan tanah setapak sangat cocok untuk traveler yang merindukan suasana tenang pedesaan.

Ekotourism Desa Sumberurip BlitarEkotourism Desa Sumberurip Blitar Foto: Erliana Riady/detikcom

Roni Yudiono, pemilik lahan seluas 50 are ini siap memberikan pengalaman baru. Mulai membedakan pohon dan biji kopi Robusta, Arabika dan Liberoid. Kemudian mengenalkan beragam tumbuhan rempah yang menjadi tanaman sela lahan kopi tersebut.

“Tanaman rempah ini sebenarnya sudah ada sejak lama. Tapi baru massif dibudidayakan sebagai tanaman sela kopi sejak COVID-19 melanda. Banyak orang mencari alternatif pengobatan herbal dan itu mengangkat harga jual rempah. Jadi kami disini juga mulai menanam bersama-sama, karena dulu rempah itu gak punya nilai jual,” tutur pria berusia 32 tahun ini.

Menurut Roni, aktifitas di lahan makin beragam ketika musim petik rempah dilakukan warga. Untuk Merica, musim panen akan tiba sekitar bulan September-Oktober. Kapulaga, musim panen biasanya dilakukan saat musim hujan.

Vanili, musim panennya jatuh di bulan Maret-April. Sedangkan jahe dan cengkeh, panen bisa dilakukan mulai September hingga akhir tahun. Untuk Pala, bisa dipetik setiap saat asalkan cuaca normal.

Durasi dua jam, dirasa cukup untuk traking pendek. Jalan pulang akan berbeda dengan jalur yang dilalui saat berangkat. Traveler akan menjumpai aktifitas warga desa dan berbaur bersama mereka dengan segala kesederhanaan dan keramah-tamahannya.

Sampai di titik kumpul, makan siang dengan menu khas tradisional Desa Sumberurip siap menambah energi yang tersisa. Dan pulangnya, free gift dan sourvernir rempah dengan kemasan yang manis, bisa dibawa pulang sebagai buah tangan yang penuh kenangan.

“Bagi traveler yang berminat menikmati jelajah rempah di sini, registrasi kami satu pintu melalui IG@javasumbercoffe.inc. Karena potensi wisata ini terintegrasi dengan semua potensi di desa kami. Trip kami buka setiap hari dengan minimal 4 orang, kecuali Jumat libur karena jam efektifnya pendek,” pungkasnya.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Desa Wisata Karawang Punya Sawah Hijau Sejauh Mata Memandang


Jakarta

Ternyata ada desa wisata di Kawarang. Desa wisata Mekarbuana itu berada di di bagian paling selatan Tegalwaru, Karawang, Jawa Barat.

Status desa wisata belum lama didapatkan Desa Mekarbuana. Yakni, mulai 2021.

Makanya, namanya belum begitu dikenal di kalangan traveler. Desa itu memiliki suasana tenang dengan pemandangan alam yang indah serta memiliki kekayaan budaya dan tradisi lokal yang kental.


Di Kaki Gunung Sanggabuana

Desa Wisata Mekarbuana memiliki pemandangan alam yang asri dan menenangkan. Dikelilingi oleh hamparan sawah hijau yang subur, kebun kopi yang harum, serta kebun durian yang lebat. Desa itu subur dengan berada di kaki Gunung Sanggabuana. Udara di sana pun sejuk.

Bagi para pendaki dan pencinta alam, Gunung Sanggabuana bisa menjadi pilihan untuk trekking bagi pemula. Karena gunung tersebut tidak terlalu curam bagi para pemula.

Pendakian menuju puncak gunung memberikan pesona alam dengan pemandangan Karawang dari ketinggian. Wisatawan bisa menikmati sunrise atau sunset yang memukau dari puncak gunung, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para fotografer dan pemburu keindahan alam.

Curug Cigentis dan Curug Bandung

Desa wisata Mekarbuana, Karawang, Jawa BaratDesa wisata Mekarbuana, Karawang, Jawa Barat (Asti Azhari/detikcom)

Selain trekking, air terjun di Desa Mekarbuana juga menjadi magnet bagi pengunjung yang ingin menikmati kesegaran air pegunungan. Air terjun Curug Cigentis dan Curug Bandung itu terletak tidak jauh dari desa, sehingga mudah dijangkau.

Suara gemericik air yang jatuh dari ketinggian serta suasana alam yang damai membuat tempat ini cocok untuk bersantai dan melepaskan penat.

Pengalaman Tanam Padi

Tidak hanya menawarkan keindahan alam, Desa Wisata Mekarbuana juga menghadirkan wisata budaya yang edukatif dan interaktif. Pengunjung diajak untuk ikut serta dalam berbagai aktivitas yang mencerminkan kehidupan sehari-hari masyarakat desa. Salah satu kegiatan yang paling diminati adalah menanam padi di sawah.

Dengan bimbingan petani setempat, wisatawan dapat merasakan bagaimana cara menanam padi dengan metode tradisional, sebuah pengalaman yang sangat berbeda dari kehidupan di kota.

Selain itu, Desa Mekarbuana juga mengajak wisatawan untuk mendapatkan pengalaman belajar menganyam kerajinan tradisional. Kerajinan anyaman di desa itu menjadi bagian penting dari budaya dan ekonomi lokal. Pengunjung dapat belajar teknik menganyam dengan menggunakan bahan alami, yang hasilnya bisa menjadi kenang-kenangan unik dari perjalanan mereka.

Bagi pecinta kuliner, kelas memasak makanan khas Karawang juga tersedia di Desa Wisata Mekarbuana. Salah satu makanan yang diajarkan di sini adalah keripik khas daerah yang memiliki cita rasa unik.

Kelas memasak itu dipandu oleh ibu-ibu desa yang telah berpengalaman dalam memasak makanan tradisional, sehingga peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar, tetapi juga resep asli yang bisa dibawa pulang.

Wisata Edukasi untuk Pelajar dan Akademisi

Desa Wisata Mekarbuana juga menjadi pilihan populer bagi sekolah-sekolah dan akademisi yang ingin mengadakan study tour atau penelitian di bidang pariwisata pedesaan. Banyak pelajar yang datang ke sini untuk belajar tentang pertanian organik, keberlanjutan lingkungan, dan pelestarian budaya lokal.

Menurut Ferry Cahyadi, ketua Pokdarwis Desa Mekarbuana, desa itu sering dijadikan lokasi pengabdian masyarakat dan penelitian oleh mahasiswa.

“Banyak akademisi yang tertarik untuk melakukan penelitian di sini karena kami memiliki potensi alam dan budaya yang sangat beragam. Para mahasiswa dan dosen turut berperan dalam membantu kami mendapatkan SK kelompok sadar wisata yang kini menjadi fondasi pengembangan wisata di desa ini,” kata Ferry.

Ferry juga menambahkan bahwa Desa Mekarbuana tidak hanya fokus pada pengembangan pariwisata, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat lokal turut aktif dalam mengelola fasilitas desa, termasuk kebersihan, parkir, dan pelayanan wisatawan. “Kami selalu menekankan pentingnya menjaga kebersihan, karena pengalaman positif dari wisatawan akan membawa mereka kembali dan merekomendasikan desa kami kepada orang lain,” ujar Pak Ferry.

Kuliner dan Produk Lokal yang Menarik

Tak lengkap rasanya berkunjung ke Desa Mekarbuana tanpa mencicipi durian lokal yang terkenal dengan rasa manis dan teksturnya yang lembut. Kebun durian yang ada di desa ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama saat musim panen tiba. Wisatawan bisa memetik durian langsung dari pohonnya dan menikmatinya di tempat.

Selain durian, kopi lokal juga menjadi salah satu produk unggulan Desa Mekarbuana. Pengunjung bisa melihat langsung proses penanaman hingga pengolahan biji kopi yang dihasilkan dari kebun kopi yang ada di desa. Ini menjadi pengalaman menarik bagi pecinta kopi yang ingin tahu lebih dalam tentang asal-usul minuman favorit mereka.

Bagi yang suka dengan produk-produk kreatif, kerajinan anyaman yang dibuat oleh penduduk desa bisa menjadi oleh-oleh yang menarik. Produk-produk ini tidak hanya indah dan fungsional, tetapi juga merepresentasikan kekayaan budaya lokal yang terus dijaga oleh masyarakat setempat.

Akses dan Fasilitas Wisata

Untuk mencapai Desa Wisata Mekarbuana, wisatawan dapat menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum dari pusat kota Karawang. Lokasinya sekitar dua jam perjalanan dari Jakarta, menjadikannya pilihan yang ideal untuk liburan akhir pekan.

Desa itu telah menyediakan fasilitas parkir, kamar mandi, dan homestay yang dikelola oleh kelompok sadar wisata (pokdarwis) dan masyarakat setempat. Terdapat sekitar 30 homestay dengan standar kebersihan yang terjaga, di mana para tamu akan dilayani oleh induk semang lokal.

Gimana Traveler? Siap memesan paket wisata di Mekarbuana?

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Tips Jumper Aki Mobil dengan Aman



Jakarta

Pada situasi aki mobil tiba-tiba drop, ada solusi alternatif bisa dilakukan dengan cara men-jumper aki mobil. Nah, bagaimana cara yang aman?

Hyundai Gowa, sebagai salah satu dealer dari Hyundai, membagikan tips cara men-jumper dengan benar.

Sebelum masuk ke tahapan cara men-jumper aki. Tanda-tanda aki mobil Anda membutuhkan jumper dapat dikenali melalui beberapa gejala:


  • Dari starter mobil terasa lemot atau bahkan gagal sama sekali saat menghidupkan mesin. Ini adalah tanda umum bahwa daya aki mulai menurun.
  • Lampu mobil yang terlihat lebih redup dari biasanya juga bisa menjadi indikasi bahwa aki tidak mampu menyuplai listrik dengan optimal.
  • Klakson yang terdengar lemah atau tidak berbunyi sama sekali juga merupakan salah satu sinyal bahwa aki mulai melemah.
  • Terakhir, jika mesin mobil mati mendadak saat sedang digunakan, hal ini bisa saja disebabkan oleh aki yang tidak lagi mampu menjalankan fungsinya dengan baik.

Jika mobil Anda mengalami tanda-tanda tersebut, maka tidak perlu khawatir. Berikut Hyundai Gowa berikan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk jumper aki mobil Anda:

  1. Posisikan kendaraan cukup dekat sehingga kabel jumper bisa terjangkau, tapi jangan biarkan kendaraan bersentuhan.
  2. Hindari kipas atau komponen yang bergerak di kompartemen mesin setiap saat, bahkan saat kendaraan dimatikan.
  3. Matikan semua perangkat listrik seperti radio, lampu, AC, dll.
  4. Tempatkan kendaraan di posisi P (Parkir), terapkan rem parkir, dan segera matikan kedua kendaraan.
  5. Sambungkan kabel jumper sesuai urutan. Pertama, sambungkan satu kabel jumper ke terminal jumper merah positif (+) di kendaraan Anda.
  6. Hubungkan ujung lain dari kabel jumper ke terminal baterai/ jumper merah, positif (+) pada kendaraan pembantu.
  7. Hubungkan kabel jumper kedua hitam negatif (-) ke ground pada baterai/sasis kendaraan pembantu.
  8. Hubungkan ujung lain dari kabel jumper kedua hitam negatif (-) ke ground sasis kendaraan Anda. Jangan biarkan kabel jumper bersentuhan dengan apapun kecuali dengan baterai yang benar atau terminal jumper atau ground yang benar. Jangan bersandar pada baterai saat terhubung.
  9. Hidupkan mesin kendaraan pembantu dan biarkan bekerja sekitar 2.000 rpm selama beberapa menit. Kemudian hidupkan kendaraan Anda.

Itulah beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk menangani jumper aki dalam kondisi darurat. Perlu diingat bahwa jumper aki bukanlah solusi akhir untuk mengatasi aki soak. Sebagai langkah terakhir, jika kendaraan Anda masih belum dapat menyala setelah beberapa kali mencoba, mungkin sudah saatnya untuk melakukan servis. Pastikan Anda mencari bantuan dari teknisi yang berpengalaman dan terpercaya.

(riar/rgr)



Sumber : oto.detik.com

Taman Wisata Alam Gunung Pancar, Akses Sempit dengan Beragam Destinasi



Sentul

Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Pancar, Sentul, Bogor jadi sasaran wisatawan yang ingin healing dari hiruk-pikuk Jakarta. Sayang, jalanan menuju Gunung Pancar sempit.

Dengan banyaknya destinasi di kawasan tersebut memudahkan pengunjung untuk memilih destinasi mana yang akan mereka pilih. Destinasi di wilayah Sentul itu memang jadi pilihan alternatif masyarakat di wilayah sekitar untuk berlibur dengan waktu terbatas.

detikTravel berkunjung ke TWA Gunung Pancar pada Sabtu (5/10/202) pagi. Saat itu, jalan tol Jakarta – Bogor lancar sehingga hanya membutuhkan waktu tempuh sekitar satu jam perjalanan.


Sesampainya di gerbang masuk TWA Gunung Pancar banyak pengunjung yang melakukan trekking. TWA Gunung Pancar memang banyak diminati pengunjung sebagai destinasi untuk trekking santai.

Untuk traveller yang ingin berkunjung ke kawasan itu dan mencoba beberapa destinasi di sana perlu berhati-hati saat dalam perjalanannya, terlebih menggunakan kendaraan roda empat. Karena, jalanan yang kecil serta kontur jalanan yang berkelok-kelok, juga naik-turun diperlukan ekstra konsentrasi.

Saat detikTravel berada di kawasan itu pun beberapa kali harus menepikan kendaraan sejenak untuk memberikan jalan pada kendaraan dari arah berlawanan. Di sepanjang jalan di TWA Gunung Pancar itu juga terdapat beberapa destinasi seperti pemandian air panas hingga area hutan pinus.

Di sana juga terdapat deretan warung-warung yang bisa didatangi pengunjung untuk menikmati alam Gunung Pancar. Selain pemandian air panas serta hutan pinus, di kawasan juga terdapat gua yang biasa jadi tujuan trekking oleh pengunjung atau ke Bukit Paniisan.

“Kalau Gunung Pancar tahu, tapi kalau daerah ini baru pertama ke sini. Lihat dari sosial media juga bagus tempatnya buat foto,” kata Ara, salah satu pengunjung, kepada detikTravel di area Gua Agung Garunggang.

Bagi pengunjung yang ingin bermain air juga di kawasan ini pengunjung bisa menikmatinya semisal di area Curug Leuwi Asih. Atau bisa sekadar bermain air di aliran Sungai Ciherang.

Selama perjalanan pemandangan alam di kawasan tersebut cukup hijau, banyak pepohonan serta kebun-kebun milik warga. Udara sejuk juga menjadi kenikmatan tersendiri bagi pengunjung yang datang ke kawasan ini.

Untuk bisa masuk ke kawasan Taman Wisata Alam Gunung Pancar ini pengujung akan dikenakan biaya Rp 5.000 per orang di hari kerja dan Rp 7.500 di akhir pekan serta hari libur. Kemudian untuk bisa menikmati destinasi lainnya pengunjung akan dikenakan biaya yang berbeda.

(upd/fem)



Sumber : travel.detik.com

Cara Lengkap Perpanjang SIM secara Online



Jakarta

Pengemudi kendaraan bermotor wajib melakukan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) secara berkala. Perpanjangan ini harus dilakukan sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan.

Masa berlaku SIM adalah lima tahun sejak tanggal penerbitan. Jika SIM telah melewati masa berlaku dan tidak diperpanjang, maka pengendara diharuskan membuat SIM baru.

Memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM) kini semakin mudah berkat layanan online yang telah disediakan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI). Masyarakat tidak perlu lagi repot-repot mengantre di kantor pelayanan, karena semua proses bisa dilakukan dari rumah.


Mengutip Digital Korlantas, Minggu (13/10/2024), berikut adalah cara perpanjang SIM secara online lengkap dengan dokumen dan biaya yang dibutuhkan.

Dokumen yang Diperlukan untuk Perpanjangan SIM via Online

Terdapat beberapa dokumen yang perlu disiapkan sebelum melakukan perpanjangan SIM secara online. Berikut adalah dokumen yang diperlukan:

  • Foto KTP
  • Foto SIM lama
  • Foto tanda tangan menggunakan tinta berwarna hitam di atas kertas putih polos
  • Pas foto dengan wajah menghadap ke depan, latar belakang warna biru, resolusi 480×640 pixel, serta tidak menggunakan aksesoris apa pun
  • Telah melakukan tes kesehatan melalui https://erikkes.id/ dan tes psikologi melalui https://app.eppsi.id/.

Cara Perpanjang SIM via Online

Perpanjangan SIM secara online dapat dilakukan melalui aplikasi Digital Korlantas POLRI. Digital Korlantas POLRI merupakan aplikasi yang dibuat oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan Korlantas, seperti perpanjangan SIM.

Berikut adalah cara perpanjang SIM secara online melalui aplikasi Digital Korlantas POLRI:

1. Unduh aplikasi “Digital Korlantas POLRI”
2. Masukan nomor handphone
3. Verifikasi kode OTP melalui SMS
4. Buat PIN dan konfirmasi untuk keamanan aplikasi
5. Lakukan verifikasi Kartu Tanda Penduduk (KTP)
6. Lengkapi data yang dibutuhkan
7. Verifikasi email
8. Klik “SIM” pada menu utama
9. Klik opsi “Perpanjangan SIM”
10. Lengkapi seluruh persyaratan yang diperlukan
11. Lakukan konfirmasi data

Setelah semua tahapan telah selesai, SATPAS akan segera melakukan verifikasi data dan dokumen. Apabila data dan dokumen yang diperlukan sudah lengkap dan tidak bermasalah, maka SIM akan segera dicetak. SIM yang telah selesai dicetak dapat dikirim ke rumah ataupun diambil di kantor SATPAS penerbit.

Biaya Perpanjangan SIM

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 76 Tahun 2020 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia, berikut adalah biaya yang diperlukan untuk perpanjangan SIM:

  • Perpanjangan SIM A: Rp 80.000
  • Perpanjangan SIM B: Rp 80.000
  • Perpanjangan SIM C: Rp 75.000
  • Perpanjangan SIM D: Rp 30.000

Perlu diketahui, biaya tersebut belum termasuk biaya pengemasan, biaya admin, biaya pengiriman dari SATPAS, biaya tes kesehatan, dan biaya tes psikologi.

Itulah cara perpanjang SIM secara online. Dengan adanya layanan ini, mengurus SIM menjadi lebih praktis. Pastikan semua persyaratan dipenuhi, termasuk dokumen yang dibutuhkan serta tes kesehatan dan psikologi, agar proses berjalan tanpa hambatan. Jangan lupa untuk selalu perpanjang SIM sebelum masa berlaku habis agar SIM tidak mati dan harus membuat ulang.

(rgr/rgr)



Sumber : oto.detik.com

Monumen Rawagede di Karawang, Dark Heritage Simpan Luka Sejarah



Jakarta

Monumen Rawagede, destinasi dark heritage di Karawang, mengenang tragedi pembantaian 1947. Pengunjung dapat belajar sejarah dan berziarah di makam korban.

Monumen ini berlokasi di Dusun Rawagede, Desa Rawagede, Kecamatan Rawamerta, Karawang, Jawa Barat. Monumen tersebut didirikan untuk mengenang tragedi pembantaian yang terjadi pada tahun 1947.

Dalam insiden tragis itu sekitar 431 warga sipil laki-laki, yang usianya berkisar mulai dari 15 tahun, tewas.


Di dalam kompleks monumen, para pengunjung dapat menyaksikan patung-patung, diorama yang menggambarkan suasana pembantaian, serta foto-foto dokumentasi kunjungan pemerintah dan sosok penting Kapten Lukas, yang memainkan peran besar dalam peristiwa tersebut.

Monumen Rawagede beroperasi mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Untuk masuk ke area monumen, pengunjung dikenakan biaya tiket sebesar Rp 2.500, belum termasuk biaya parkir.

Meski harga tiketnya relatif terjangkau, namun pengalaman yang didapatkan dari kunjungan ke monumen itu sangat mendalam. Terutama, bagi mereka yang ingin mengetahui lebih dalam tentang sejarah perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah.

Sejarah Monumen Rawagede

Monumen Rawagede merupakan salah satu destinasi yang dikategorikan sebagai wisata dark heritage di Indonesia yang menyimpan kisah tragis dari masa lalu. (Asti Azhari/detikcom)

Dark heritage ini menjadi destinasi wisata sejarah berkat usulan masyarakat setempat dan dipelopori oleh Bapak K. Sukarman HD, yang kala itu menjabat sebagai lurah. Dengan dukungan dari pemerintah daerah, monumen ini resmi dibuka pada 9 Desember 1996. Selain berfungsi sebagai tempat peringatan, monumen ini juga berperan sebagai sarana edukasi mengenai tragedi Rawagede, mencakup peristiwa sebelum dan setelah tragedi tersebut terjadi.

Menurut Sukarman, mantan lurah yang kini berusia 75 tahun, Monumen Rawagede awalnya dibangun sebagai tempat pemakaman bagi para korban pembantaian.

“Awalnya dibuat pemakaman dulu, jasad para korban yang dikebumikan di depan rumahnya masing-masing dipindahkan agar anak cucu generasi bangsa tahu bahwa ada peristiwa ini, sekaligus menghormati jasad para korban pembantaian,” kata Sukarman kepada tim detikTravel dalam perbincangan dengan detikTravel pada 4 Oktober 2024.

Peristiwa tragis itu bermula ketika Belanda mencari keberadaan Kapten Lukas, seorang pejuang yang melarikan diri ke Rawagede. Sayangnya, tidak ada satu pun warga yang memberikan informasi kepada serdadu Belanda.

“Salah satu penyebab pembantaian adalah, tak ada satu pun warga yang menjawab pertanyaan serdadu Belanda yang bertanya di mana Kapten Lukas berada dan para pejuang lainnya. Masyarakat memilih bungkam, meski mengetahui keberadaan Kapten Lukas dan para pejuang,” ujar Sukarman.

Akibat keheningan warga, tentara Belanda langsung menembaki warga yang telah dikumpulkan. Tragedi ini membuat sungai di sekitar Rawagede berubah menjadi merah darah, karena beberapa jasad korban dibuang ke sungai. Sukarman juga menggambarkan bagaimana para istri korban terpaksa mengubur jasad suami dan anak mereka dengan kain seadanya.

“Jasad dikubur di lubang yang tidak lebih dari 50 cm, hingga sore hari bau busuk mulai tercium,” ujar Sukarman.

Di dalam kompleks Monumen Rawagede, terdapat sekitar 181 makam korban pembantaian. Para pengunjung, termasuk traveler yang tertarik pada wisata sejarah, dapat berziarah dan mendoakan para korban di makam-makam tersebut. Setiap makam telah mendapatkan izin dari keluarga korban, sebagai bentuk penghormatan terhadap mereka yang gugur dalam peristiwa tersebut.

Salah satu pengunjung dari Karawang Barat, Fajar, mengungkapkan bahwa rasa penasaran terhadap sejarah pembantaian Rawagede membuatnya tertarik kembali mengunjungi Monumen Rawagede. Menurutnya, kunjungan sebelumnya hanya singkat dan ia belum sempat mengeksplorasi monumen secara menyeluruh.

“Penasaran sih, karena sebelumnya pernah ke sini tapi cuma sebentar, hanya sampai ke area makam, belum masuk ke monumennya,” ujar Fajar.

Saat berkunjung ke monumen tersebut, Fajar merasakan kesan yang cukup unik. “Kesan saya sih agak mistis, karena banyak makam korban pembantaian di sini, jadi sedikit merinding. Tapi, suasana terasa adem juga karena banyak pepohonan,” ujar dia.

Menurut Sukarman, monumen ini sering dikunjungi oleh pelajar dari berbagai jenjang, mulai dari TK hingga mahasiswa, serta para peneliti yang tertarik mempelajari lebih lanjut mengenai sejarah perjuangan bangsa.

Pendanaan untuk operasional dan perawatan monumen didukung oleh Yayasan Rawagede, dengan anggaran dari pemerintah Kabupaten Karawang serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karawang, yang bekerja sama dengan pemerintah daerah. Perbaikan dan pelestarian fasilitas di monumen ini juga melibatkan peran aktif masyarakat lokal.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Cara Memilih Oli Mobil yang Tepat


Jakarta

Memilih oli mesin yang tepat bisa menjadi tantangan tersendiri. Oli berperan penting dalam menjaga kelancaran kinerja kendaraan.

Banyak informasi yang tersedia mengenai berbagai jenis oli, tetapi langkah pertama yang sebaiknya dilakukan adalah melihat buku manual kendaraan. Dalam buku manual kendaraan biasanya terdapat informasi mengenai rekomendasi oli, termasuk viskositas dan standar yang diperlukan.

Agar Anda bisa memilih oli yang sesuai, penting untuk memahami bagaimana oli berfungsi dan perannya bagi mesin. Berikut ini adalah beberapa panduan untuk membantu Anda menentukan pilihan yang tepat saat mengganti oli kendaraan dikutip dari Motoreasy, Senin (14/10/2024).


Perhatikan Tingkat Viskositas

Viskositas mengukur seberapa cair atau kental suatu oli. Anda mungkin pernah melihat kode-kode seperti “10W-40” pada kemasan oli. Angka-angka ini menunjukkan tingkat viskositas, di mana angka sebelum “W” menggambarkan ketahanan oli terhadap dingin (seberapa cair oli pada suhu rendah), dan angka setelah “W” menunjukkan kekentalan oli pada suhu tinggi. Semakin tinggi angka, semakin kental oli tersebut dalam kondisi panas.

Menggunakan oli dengan viskositas yang sesuai sangat penting agar mesin bekerja optimal. Ada dua jenis tingkat viskositas, yang pertama untuk cuaca panas dan yang kedua untuk cuaca dingin. Pastikan Anda selalu memeriksa buku manual mobil atau tutup oli untuk mengetahui tingkat viskositas yang direkomendasikan.

Perhatikan Sertifikasi Oli pada Bungkus

Setiap oli mesin telah memiliki sertifikasi. Oli mesin umumnya dibuat untuk memenuhi standar industri, seperti yang dikeluarkan oleh SAE (Society of Automotive Engineers) atau API (American Petroleum Institute). Selain itu, ada juga sertifikasi dari organisasi internasional seperti JASO (Japanese Automotive Standards Organisation), ACEA (Association des Constructeurs Européens d’Automobiles), dan ILSAC (International Lubricant Standardization and Approval Committee).

Sertifikasi ini penting karena menjamin oli yang Anda pilih sesuai dengan spesifikasi yang direkomendasikan oleh pabrikan mobil. Dengan mengikuti sertifikasi tersebut, Anda dapat memastikan bahwa oli yang Anda gunakan memenuhi standar kinerja yang dibutuhkan mesin kendaraan.

Ketahui Jenis Oli Mesin

Pemilihan jenis oli mesin harus disesuaikan pada jenis kendaraan dan mesin Anda.Dengan memahami perbedaan antara berbagai jenis oli mesin, Anda dapat membuat keputusan yang tepat untuk mesin kendaraan.Berikut adalah berbagai jenis oli yang patut Anda ketahui:

  • Mineral oil: Oli ini memiliki ketahanan yang lebih rendah terhadap panas dan oksidasi, namun cocok untuk kendaraan lama. Oli mineral biasanya bertahan sekitar 5.000 km sebelum harus diganti.
  • Full Synthetic oil: Oli ini diformulasikan secara khusus untuk memberikan perlindungan maksimal bagi mesin. Oli sintetis biasanya bisa bertahan hingga 10.000 km dan menawarkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik.
  • Semi-Synthetic oils: Oli ini adalah campuran antara oli sintetis dan mineral. Oli ini memberikan kombinasi manfaat dari kedua jenis oli tersebut, dengan perlindungan yang lebih baik dibandingkan oli mineral.

Memilih oli mesin yang sesuai tidak hanya memperpanjang usia mesin, tetapi juga meningkatkan performanya. Pastikan untuk memperhatikan tiga aspek utama yakni viskositas, sertifikasi, dan jenis oli mesin. Selalu cek buku manual kendaraan untuk panduan spesifik dan jangan ragu untuk berkonsultasi dengan orang yang lebih paham jika Anda masih merasa bingung.

(rgr/rgr)



Sumber : oto.detik.com

Bukan di Swiss, Pemandangan Secantik Ini Ada di Banyumas



Banyumas

Percaya tidak, pemandangan secantik ini bukan di Swiss, tapi di Banyumas. Mari kita berkenalan lebih dekat dengan Menggala Ranch Banyumas.

Destinasi wisata ini menawarkan pengalaman berlibur yang lebih dekat dengan alam, dengan pemandangan hijau yang menyegarkan dan udara yang bersih.

Selain itu, terdapat berbagai aktivitas outdoor yang bisa dilakukan bersama keluarga, seperti berkuda, bersepeda, atau sekadar berjalan-jalan santai.


Destinasi ini juga sangat menarik karena menawarkan keindahan alam yang mempesona seperti di Swiss. Berikut ulasan tentang Menggala Ranch Banyumas:

Lokasi dan Rute Menuju ke Menggala Ranch Banyumas

Menggala Ranch terletak di Tumiyang, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Untuk mencapai lokasi ini, kita bisa memulai dari Alun-Alun Kota Purwokerto.

Dari sana, arahkan kendaraan ke selatan menuju Jl Pengadilan, lalu lanjutkan ke Jl Bumiayu-Purwokerto. Setelah itu, ikuti Jl Curug Cipendok hingga sampai di tujuan. Meskipun jalannya sedikit menanjak, pemandangan yang indah sepanjang perjalanan membuatnya terasa menyenangkan.

Jam Buka Menggala Ranch

Menggala Ranch buka setiap hari dengan jam operasional yang berbeda untuk weekday dan weekend. Pada hari kerja, kita dapat mengunjungi tempat ini mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, sedangkan pada akhir pekan, waktu kunjung dimulai lebih awal, yaitu pukul 07.00 hingga 16.00 WIB.

Harga Tiket Masuk

Untuk menikmati semua fasilitas dan aktivitas di Menggala Ranch, pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp 25.000, yang sudah termasuk pakan hewan.

Fasilitas Menggala Ranch

Tempat ini menyediakan berbagai fasilitas untuk kenyamanan pengunjung. Terdapat toilet, area berteduh, tempat sampah, dan penjual jajan yang siap memenuhi kebutuhan kita selama berada di sana.

Selain itu, ada pula kolam ikan, kandang kambing, serta area bermain anak yang cocok untuk keluarga. Kita juga bisa membeli pakan hewan seperti rumput untuk domba dengan harga terjangkau.

Daya Tarik Menggala Ranch

Menggala Ranch menawarkan sejumlah daya tarik bagi para wisatawan. Apa saja itu?

1. Suasana Asri

Menggala Ranch dikelilingi oleh pemandangan hijau yang menenangkan, memberikan pengalaman berlibur yang jauh dari hiruk-pikuk kota. Udara segar dan lingkungan yang sejuk sangat cocok untuk bersantai sambil menikmati keindahan alam.

2. Interaksi dengan Hewan

Menggala Ranch, Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Kamis (6/6/2024).Menggala Ranch, Banyumas Foto: Anang Firmansyah/detikJateng

Di sini, pengunjung, terutama anak-anak, dapat memberi makan domba, ikan, dan burung merpati. Kegiatan ini tidak hanya menyenangkan tetapi juga edukatif, memungkinkan anak-anak belajar tentang hewan dan cara merawatnya.

3. Fasilitas Ramah Keluarga

Tempat ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti toilet, area berteduh, dan tempat bermain anak. Ini menjadikan Menggala Ranch pilihan ideal untuk liburan keluarga, memberikan kenyamanan bagi semua anggota keluarga.

4. Kegiatan Edukatif

Selain memberi makan hewan, anak-anak dapat belajar tentang berbagai spesies hewan seperti domba, unggas, dan marmut. Pengalaman ini bisa memperkaya pengetahuan mereka tentang alam dan lingkungan.

5. Area Bermain Anak

Terdapat area khusus untuk bermain yang dirancang bagi anak-anak, menjadikannya tempat yang aman dan menyenangkan bagi mereka untuk beraktivitas. Dengan berbagai permainan, anak-anak bisa bersosialisasi dan bermain sambil mengeksplorasi.

6. Spot Foto yang Menarik

Meskipun spot foto terbatas, suasana alami dan kehadiran berbagai hewan membuatnya menjadi latar belakang yang menarik untuk mengabadikan momen bersama keluarga. Foto-foto di sini akan membawa kenangan indah dari liburan keluarga.

——-

Artikel ini telah naik di detikJateng.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

5 Tanda Air Radiator Mobil Habis dan Cara Mengisi Ulangnya dengan Benar


Jakarta

Radiator termasuk komponen penting pada mobil. Fungsinya sebagai pendingin mesin kendaraan. Agar dapat berfungsi maksimal, komponen ini memerlukan air radiator atau coolant.

Namun air radiator bisa habis dan harus segera diisi ulang. Jika tidak, sejumlah permasalahan yang dapat membahayakan mungkin terjadi. Lantas, apa ciri-ciri air radiator mobil habis?

Tanda Air Radiator Mobil Habis

Mengutip Auto2000 dan Astra Daihatsu, berikut ciri-ciri air radiator mobil habis dan perlu diganti:


1. Suara Mesin Kasar

Saat air radiator habis, suara kasar dari mesin bisa terdengar. Suara ini ditimbulkan dari suhu mesin yang meningkat sehingga mempengaruhi sistem pembakaran.

Ketika air radiator masih cukup, proses pembakaran mesin berjalan normal. Proses ini dapat berlangsung lebih cepat jika coolant habis sehingga suara knocking pada mesin bisa terdengar.

2. Performa Mesin Kurang Bertenaga

Air radiator yang habis dapat mempengaruhi kinerja mesin. Mesin akan menjadi kurang bertenaga saat mobil melaju pada putaran tinggi atau ketika pedal gas telah ditekan lebih dalam.

3. AC Kurang Dingin

Tanda air radiator habis dapat dilihat dari kondisi suhu AC mobil. Jika udara AC kurang terasa sejuk padahal sudah dinyalakan dalam waktu lama dan kondisi freonnya masih bagus, maka bisa jadi air radiatornya habis.

4. Mesin Mobil Overheat

Selama perjalanan, mesin mobil bisa mengalami overheat. Jika hal ini terjadi, kemungkinan menandakan air radiator yang habis. Jadi pastikan mengecek komponen radiator sebelum bepergian jauh dan kalau bisa siapkan air radiator cadangan.

5. Lampu Indikator Menyala Merah

Detikers juga dapat memperhatikan lampu indikator temperatur mobil di bagian dashboard. Apabila lampunya menyala merah atau arah jarumnya berada di tanda merah maka bisa mengindikasikan air radiator habis dan perlu diisi ulang.

Cara Mengisi Air Radiator Mobil dengan Benar

Jika air radiator habis maka detikers perlu segera mengisinya kembali. Dikutip dari laman Suzuki, berikut tata cara mengisi ulang air radiator secara mandiri dengan benar:

1. Pastikan Mesin dalam Kondisi Dingin

Sebelum mengganti air radiator, pastikan mesin mobil sudah dalam keadaan dingin. Jika mesin berkondisi panas, air radiator juga kemungkinan masih panas. Saat hendak mengisi ulang, air radiator panas itu dapat mengenai kulit dan menyebabkan luka.

Oleh sebab itu, matikan mobil dan tunggu hingga mesinnya benar-benar dingin agar pengisian ulang air radiator berjalan aman.

2. Periksa Level Air Radiator

Ketika hendak mengisinya, cek terlebih dahulu bagian luar tangki reservoir air radiator yang bertanda garis level air radiator. Apabila garisnya menunjukkan di bawah minimum, tandanya air radiator menipis dan perlu segera ditambahkan.

3. Cek Kondisi Air Radiator

Selain itu, periksa juga kondisi air radiatornya. Jika airnya masih bersih dan tersisa sedikit, detikers dapat langsung mengisi ulang coolant.

Namun bila warna airnya keruh, kamu perlu mengurasnya terlebih dahulu sebelum menambahkan air radiator baru. Sebab air yang keruh dapat menyebabkan pampat dan mempengaruhi performa mesin.

4. Hindari Isi Ulang dengan Air Biasa

Berdasarkan catatan detikcom, tidak dianjurkan mengisi radiator dengan air biasa. Sebaiknya gunakan coolant atau cairan khusus untuk radiator. Kandungan sejumlah bahan di dalam cairan tersebut dapat bantu radiator bekerja lebih optimal.

Air biasa mesti dihindari sebab mobil di masa kini memiliki mesin berkinerja dengan kompresi tinggi. Menggunakan air biasa dapat membuat radiator kurang bekerja maksimal. Bahkan pemakaiannya mampu menyebabkan overheat pada mobil diesel.

Selain itu, penggunaan air biasa di komponen radiator dikhawatirkan membuatnya mudah berkarat. Sehingga disarankan mengisi ulang air radiator dengan coolant.

5. Gunakan Bantuan Corong

Lubang tabung radiator berukuran kecil maka detikers dapat menggunakan corong untuk mengisi ulang coolant. Air radiator yang tumpah berisiko membahayakan apabila mengenai komponen mobil lain, seperti menyebabkan karatan dan korsleting pada sistem kelistrikan kendaraan.

6. Isi Air Radiator dengan Jumlah Tepat

Volume coolant yang diisi harus tepat, jangan sampai melebihi batas maksimal ataupun kurang. Detikers mungkin akan menemukan jarak antara tutup reservoir dengan batas maksimum yang cukup jauh. Tapi kamu tetap harus mengikuti batasnya saat mengisi ulang coolant lantaran itulah standar yang telah ditetapkan produsen mobil.

7. Tutup Tabung Radiator dengan Rapat

Setelah pengisian, tabung radiator harus ditutup dengan rapat. Tutup tabung berisiko terpental saat mesin dihidupkan jika tidak dipasang dengan kencang. Jika tutupnya terlepas, air radiator pun dapat tumpah ke berbagai komponen kendaraan.

Nah, itu tadi ciri-ciri air radiator mobil habis dan cara mengisi ulangnya dengan benar. Jadi, harap segera mengisi kembali coolant apabila sudah habis.

(azn/inf)



Sumber : oto.detik.com

Misteri Sungai Abadi di Celebes Canyon yang Tak Pernah Kering



Barru

Celebes Canyon merupakan salah satu destinasi wisata alam populer di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Di sini, ada sungai abadi yang tak pernah kering.

Wisata alam ini terkenal dengan tebing batuan cadas yang menjulang kokoh bak Grand Canyon di Amerika. Keindahan Celebes Canyon juga ditambah dengan aliran air terjun mini yang mengalir di sela-sela bebatuan cadas.

Aliran air terjun dan batuan cadas ini terbentuk secara alami sehingga menawarkan panorama eksotis. Menariknya, aliran air sungai yang ada di Celebes Canyon ini disebut ‘abadi’ atau tak pernah kering bahkan saat musim kemarau sekalipun.


Sungai ‘Abadi’ di Celebes Canyon

Diketahui air sungai yang mengalir di kawasan Celebes Canyon ini berasal dari Sungai Ule (Sungai Watu) di Dusun Watu, Desa Libureng, Kabupaten Barru. Air sungai ini memang dikenal selalu mengalir sepanjang tahun bahkan tak berkurang meski musim kemarau sekalipun.

“Memang kondisi alamnya itu yah seperti itu bahwa sungainya ini memang dari dulu sampai sekarang itu tidak pernah kering,” ujar Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Barru Amiruddin.

sungaiCelebes Canyon Foto: (Nawir H Mustika/detikTravel)

Dosen Teknik Geologi Universitas Hasanuddin (Unhas) Dr Ir Kaharuddin MS, M.T menjelaskan, bahwa air terjun di Celebes Canyon tidak pernah kering karena dilewati Sungai Watu yang bersifat permanen.

“Sungainya itu masih sungai permanen. Kalau sungai tidak permanen itu, kalau musim kemarau tidak ada airnya. Tapi ini sepanjang masa tetap ada air,” ucap Kaharuddin, Senin (23/9).

Kaharuddin menjelaskan, sifat permanen dari sungai terjadi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor. Seperti banyaknya penurunan pada dataran yang dilewati aliran sungai serta hutan di sekitarnya yang terbilang lebat sehingga dapat menampung cadangan air tanah.

“Jadi kenapa dia bersifat permanen, memang banyak penurunan di situ. Kemudian (wilayah) penurunan masih termasuk agak lebat dia punya hutan, masih bisa menampung air,” kata dia.

Alasan Sungai Ule Tak Pernah Kering

Namun, secara spesifik Sungai Ule tidak pernah kering karena dilewati oleh retakan pada kerak Bumi (sesar) atau dikenal sebagai patahan geologi. Dari patahan tersebutlah keluar air tanah yang menjadi cadangan ketika musim kemarau tiba.

Itulah yang menjadi alasan sungai dan air terjun di Celebes Canyon tidak pernah mengalami kekeringan meskipun sudah memasuki musim kemarau.

Adapun hulu Sungai Ule yang melewati Celebes Canyon berada di kawasan Bulu Dua perbatasan Kabupaten Soppeng dan Barru.

“Sungai Watu itu hulunya di Bulu Dua perbatasan Soppeng dengan Barru. Jadi sungai ini mengalir dari pegunungan Bulu Dua dari selatan, juga mengarah ke Barat,” jelas Kaharuddin.

Adapun mengenai penamaan Sungai Watu dan Sungai Ule itu sama saja. Setelah alirannya sampai di Celebes Canyon, sungai yang mengalir ke bawah disebut masyarakat sebagai Sungai Ule.

“Jadi satu (aliran) itu. Tergantung misalnya kepentingan, ada bilang sungai Watu ada yang bilang sungai Ule,” tambahnya.

——

Artikel ini telah naik di detikSulsel.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com