6 Spot Wisata Ramah Anak dan Keluarga di Semarang, Cocok untuk Nataru!



Semarang

Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) tiba. Bagi traveler yang memutuskan berlibur ke Semarang, bisa singgah ke beberapa destinasi yang ramah anak dan keluarga lho.

Semarang dikenal sebagai salah satu tujuan yang menjadi idaman saat libur panjang tiba. Mudahnya akses hingga banyaknya destinasi menjadi pertimbangan menarik.

Berkunjung ke Semarang, traveler dapat berkunjung ke berbagai spot wisata yang menawarkan suasana alam hingga taman bermain. Namun, jika traveler mencari yang ramah keluarga, berikut ini daftarnya.


6 Tempat Wisata di Semarang yang Ramah Anak dan Keluarga:

1. Silayur Park

Silayur Park adalah tempat yang ideal untuk liburan bersama anak dan keluarga karena menawarkan beragam aktivitas menyenangkan bagi semua kalangan. Pengunjung dapat menikmati berbagai fasilitas seperti kolam renang yang dikelilingi pepohonan, serta area permainan yang cocok untuk anak-anak.

Dilihat dari akun Instagram @silayurpark, tempat wisata ini memiliki berbagai wahana seru, seperti arena outbound dengan tantangan seperti high rope. Bagi pengunjung yang suka basah-basahan, ada juga kolam renang yang menyegarkan.

Jika ingin beristirahat sejenak, Silayur Park menyediakan kafe dan restoran yang menyajikan berbagai hidangan lezat. Pengunjung bisa menikmati camilan seperti tempe kemul dan tahu krispi, atau makanan berat seperti nasi ayam bakar, magelangan, dan nasi nila bakar.

Untuk anak-anak, terdapat kebun binatang mini yang memungkinkan mereka berinteraksi dengan berbagai hewan jinak, serta area permainan yang lengkap dengan rumah-rumahan kayu, jungkat-jungkit, dan ayunan. Selain itu, tempat ini juga menawarkan suasana yang nyaman dan sejuk berkat banyaknya pepohonan rindang yang tumbuh di sekitar area.

Akses menuju Silayur Park juga sangat mudah dijangkau, menjadikannya pilihan ideal untuk liburan keluarga yang menyenangkan. Dengan fasilitas lengkap dan suasana yang asri, Silayur Park merupakan tempat yang tepat untuk bersantai dan menikmati waktu bersama orang terdekat.

Lokasi: Jalan Prof Dr Hamka, Kelurahan Ngaliyan, Kecamatan Semarang Barat

Harga tiket: Gratis

Jam buka: Setiap hari, pukul 08.00-16.00 WIB

2. Taman Bunga New Celosia

Suasana Taman Bunga New Celosia di Kabupaten Semarang, Kamis (29/6/2023).Suasana Taman Bunga New Celosia di Kabupaten Semarang, Kamis (29/6/2023). (Angling Adhitya Purbaya/detikJateng)

Dikutip dari laman resminya, Taman Bunga Celosia terletak di lereng Gunung Ungaran, kawasan Bandungan, Kabupaten Semarang. Dengan suasana pegunungan yang khas dan udara yang sejuk, tempat ini menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam.

Destinasi ini pertama kali didirikan pada tahun 2017 oleh seorang pelopor muda di bidang pertanian. Konsepnya menggabungkan taman bunga modern, spot foto menarik, wahana permainan, dan cafe garden untuk pengalaman wisata yang lengkap.

Taman Bunga Celosia cocok dikunjungi oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga keluarga. Tempat ini juga menawarkan ratusan jenis bunga hias yang menambah pesona taman dan melayani penjualan bunga dalam pot di area sekitar.

Fasilitas di Taman Bunga Celosia sangat memadai, termasuk area parkir luas yang mampu menampung banyak kendaraan. Lokasi ini menyediakan berbagai spot foto unik, seperti Little Italia, Little Korea, Dermaga Putih, hingga taman bunga yang memanjakan mata.

Selain itu, terdapat Cafe Garden Celosia yang menawarkan suasana santai untuk menikmati makanan dan minuman. Pengunjung dapat bersantai sambil memandang panorama pegunungan yang memukau dari sudut taman.

Dengan luas lebih dari 8 hektare, Taman Bunga Celosia menjadi pilihan wisata yang lengkap dan menyenangkan. Tempat ini menawarkan pengalaman berlibur yang tak hanya indah tetapi juga menyegarkan bagi siapa saja yang datang.

Lokasi: Jalan Ke Candi Gedong Songo, Beroken, Banyukuning, Bandungan, Kabupaten Semarang

Harga tiket:

  • Rp 30 ribu pada Senin-Jumat
  • Rp 35 ribu pada Sabtu-Minggu

Jam buka: Setiap hari, pukul 08.00-17.00 WIB

3. Little Ranch Sidomukti

Dikutip dari laman resminya, Little Ranch yang berada di Kawasan Wisata Umbul Sidomukti merupakan destinasi wisata edukasi yang mengusung konsep peternakan ala Selandia Baru dengan suasana khas pegunungan. Tempat ini menghadirkan pengalaman unik yang memadukan keindahan alam dan udara segar yang menyejukkan.

Sesuai dengan temanya, Little Ranch menghadirkan berbagai hewan ternak seperti domba texel, ayam arab, kelinci, kuda, dan kambing. Suasana peternakan semakin lengkap dengan keberadaan padang rumput dan kandang-kandang yang dirancang menyerupai peternakan di luar negeri.

Bangunan kandang di Little Ranch didesain menyerupai Red Barn, sebuah gaya khas peternakan di negara-negara seperti Selandia Baru, Swiss, dan Inggris. Pemandangan pegunungan yang indah, kabut tipis, serta perkebunan sekitar menambah kesan alami dan menyerupai peternakan di Eropa.

Di tempat ini, pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan hewan ternak, seperti memberi makan atau menunggangi kuda. Selain itu, tersedia berbagai aktivitas seru seperti mengendarai skuter listrik, ATV, atau sekadar bersantai menikmati suasana di cafe yang ada di area peternakan.

Untuk menikmati keindahan keseluruhan area, pengunjung bisa menggunakan jembatan tinggi atau menara yang juga cocok untuk berfoto. Spot-spot tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman yang berkesan dan pemandangan yang tak terlupakan.

Selain berbagai aktivitas utama, Little Ranch juga menyediakan wahana permainan anak seperti trampolin, memanah, dan mewarnai. Konsep ini dihadirkan untuk memberikan pengalaman yang menarik bagi pengunjung dari segala usia.

Lokasi: Desa Sidomukti, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang

Harga tiket: Rp 20 ribu

Jam Buka: Setiap hari, pukul 08.00-18.00 WIB

4. Saloka Theme Park

Saloka Theme Park Semarang.Saloka Theme Park Semarang. (Dok Saloka)

Dikutip dari situs resminya, Saloka Theme Park merupakan salah satu destinasi wisata Pesona Indonesia yang menghadirkan taman rekreasi tematik untuk keluarga. Tempat ini mengusung konsep kearifan lokal dan terletak di titik strategis yang menghubungkan Semarang, Salatiga, Surakarta, serta Daerah Istimewa Yogyakarta.

Taman rekreasi ini dibangun di atas lahan seluas 12 hektare dan dilengkapi dengan 25 wahana modern. Semua wahana dirancang dan dibuat oleh tenaga ahli berpengalaman dengan standar internasional untuk memastikan kenyamanan dan keamanan pengunjung.

Nama Saloka terinspirasi dari legenda Rawa Pening, sebuah kawasan yang berada tak jauh dari lokasi taman ini. Cerita rakyat tersebut berkisah tentang pasangan Ki Hajar Salokantara dan Nyi Endang Sawitri yang memiliki anak bernama Baru Klinting, seekor naga yang mampu berbicara seperti manusia.

Baru Klinthing dikenal sebagai sosok naga yang baik hati dan suka membantu orang lain. Dari legenda inilah, Saloka mengadopsi filosofi keceriaan yang diwujudkan melalui maskotnya, seekor naga bernama Loka.

Dengan membawa semangat dari cerita rakyat, Saloka berupaya menghadirkan pengalaman yang menyenangkan bagi seluruh pengunjungnya. Konsep unik ini membuat Saloka tak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai lokal yang kaya.

Saloka Theme Park menawarkan lima zona seru yang bisa dijelajahi. Saat pertama kali masuk, detikers akan disambut oleh zona Pesisir, di mana dekorasi, interior, dan bentuk bangunannya dirancang menyerupai suasana pantai. Jadi, jangan lupa siapkan kacamata hitam untuk merasakan nuansa pantai yang menyenangkan!

Setelah menikmati suasana pantai, detikers dapat melanjutkan ke zona Balalantara yang menghadirkan tema hutan belantara. Di zona ini, tersedia berbagai wahana dan atraksi yang cocok untuk dinikmati bersama keluarga.

Bagi anak-anak, zona Kamayayi adalah tempat yang sempurna! Zona ini dirancang khusus untuk si kecil dengan berbagai wahana yang menyenangkan sekaligus edukatif. Tak ketinggalan, tersedia juga berbagai food stall dan kedai es krim yang siap memanjakan selera.

Jika detikers mencari sensasi mendebarkan, zona Ararya adalah pilihan yang tepat! Zona ini dirancang untuk pengunjung yang menyukai tantangan dan wahana dengan sensasi ekstrem.

Untuk yang ingin bersantai sambil menikmati kuliner, zona Segara Prada menjadi pilihan yang pas. Mengusung tema pertambangan, zona ini memungkinkan detikers menikmati waktu bersama keluarga dengan pengalaman yang santai namun tetap seru.

Lokasi: Jalan Fatmawati No.154, Gumuksari, Lopait, Kec. Tuntang, Kabupaten Semarang

Harga tiket: Rp 150 ribu

Jam buka:

  • Sabtu-Kamis, pukul 10.00-20.00 WIB
  • Jumat, pukul 12.00-20.00 WIB

5. Watu Gajah

Watu Gajah Park, Semarang.Watu Gajah Park, Semarang. (visitjawatengah.jatengprov.go.id)

Dikutip dari akun Instagramnya, @watugajahpark, tempat wisata ini menawarkan suasana alam yang cocok untuk berlibur bersama anak dan keluarga. Keindahan taman yang asri di Watu Gajah Park dengan ornamen penuh warna menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung yang ingin menikmati liburan yang menyegarkan.

Tempat wisata yang berada di daerah pegunungan ini membuat pengunjung dapat menikmati kesejukan alami sambil bersantai di berbagai spot foto yang cocok untuk diunggah ke media sosial. Dengan latar belakang alam yang indah, Watu Gajah Park menyediakan banyak area yang cocok untuk berfoto dan menikmati pemandangan.

Salah satu daya tarik unik di Watu Gajah Park adalah kebun binatang mini yang menawarkan pengalaman edukatif dengan berbagai hewan. Di sini, detikers dapat melihat berbagai jenis burung, termasuk burung love bird yang tinggal di kandang terbesar dan paling menakjubkan, di mana mereka bisa terbang bebas.

Selain kebun binatang mini, Watu Gajah Park juga menawarkan banyak wahana permainan yang menyenangkan. Ada dua kolam renang lengkap dengan seluncuran, area skate park, jogging track, flying fox, sepeda angkasa, dan kolam pemancingan yang cocok untuk seluruh keluarga.

Tidak hanya wahana, Watu Gajah Park juga memiliki taman bunga vertikal yang indah. Bunga-bunga tersebut tumbuh secara vertikal, memberikan kesan berbeda dengan taman bunga pada umumnya. Selain itu, ada juga Lorong Cinta yang terkenal dengan atap besi berbentuk hati, sering dikunjungi pasangan muda yang ingin menikmati suasana romantis.

Fasilitas yang tersedia di Watu Gajah Park cukup lengkap, mulai dari mushola, kamar mandi, gazebo, hingga area parkir yang luas. Di sekitar lokasi wisata, detikers juga dapat menemukan banyak warung makan yang menyajikan masakan khas Semarang yang lezat.

Lokasi: Jalan Fatmawati No.154, Gumuksari, Lopait, Kec. Tuntang, Kabupaten Semarang

Harga tiket:

  • Rp 25 ribu pada Senin-Jumat
  • Rp 30 ribu pada Sabtu dan Minggu

Jam buka: Setiap hari pukul 08.00-17.00 WIB

6. Pinusia Park

Pinusia Park Ungaran yang terletak di pusat Kabupaten Semarang, merupakan salah satu destinasi wisata alam yang seru bagi anak dan keluarga. Dikutip dari laman resmi Visit Jawa Tengah, tempat ini dikenal dengan keindahan hutan pinusnya yang menakjubkan, menjadikannya lokasi ideal untuk melepas lelah dari rutinitas sehari-hari.

_________________

Baca artikel selengkapnya di detikJateng

(wkn/wkn)



Sumber : travel.detik.com

Pertolongan Pertama Motor yang Terendam Banjir, Jangan Sekali-kali Lakukan Ini!



Jakarta

Gara-gara bencana banjir yang terjadi di Bekasi pada Selasa (4/3/2025), banyak motor warga yang tergenang air sebelum bisa diselamatkan. Jika motor terendam air dalam waktu yang lama, apalagi dengan kondisi hampir terendam seluruhnya, maka pemilik motor perlu melakukan beberapa hal berikut ini.

Seperti dijelaskan Yamaha dalam keterangan resmi, ada empat pertolongan pertama yang harus dilakukan pemilik motor untuk menyelamatkan motornya yang terendam air. Apa sajakah itu?

1. Jangan Hidupkan Mesin


Ingat! Apabila motor sudah terkena banjir, jangan sekali-kali langsung menghidupkan mesin motor, baik dengan electric starter atau kick starter (engkol). Kalau itu dilakukan, maka piston bisa pecah atau setang piston bengkok (water hammer) karena air yang masuk ke ruang bakar, air tersebut bisa masuk melalui lubang udara atau knalpot motor.

2. Cari Tempat Lebih Tinggi atau Kering

Tujuan mencari tempat yang tinggi atau kering agar Anda dapat melakukan pengecekan pada motor. Sembari menunggu motor kering, Anda bisa melakukan pelepasan part yang terkena air, seperti saringan udara, knalpot, dan busi. Tapi jika Anda tidak bisa melakukan itu, lebih baik serahkan ke mekanik.

Banjir akibat luapan sungai merendam sejumlah rumah di Bekasi. Tak hanya itu, motor-motor pun ikut terendam banjir.Banjir akibat luapan sungai merendam sejumlah rumah di Bekasi, Selasa (4/3/2025). Tak hanya itu, motor-motor pun ikut terendam banjir. Foto: Rifkianto Nugroho

3. Tindakan Pertama

Gunakan obeng untuk membuka cover filter udara lalu keringkan area kotak filter udara dan filter udaranya, hal ini bertujuan agar udara yang masuk bebas dari air. Lalu lepas leher knalpot menggunakan kunci T atau kunci pas agar air yang terlanjur masuk ke ruang bakar dapat keluar. Setelah itu bisa membalikkan knalpot agar sisa air dapat keluar.

Langkah terakhir membuka busi menggunakan kunci busi, lalu bersihkan busi dan rumah busi menggunakan lap kering. Busi adalah salah satu komponen penting dalam proses pembakaran di mesin, maka kondisinya harus dipastikan kering.

Setelah tiga bagian tadi dibersihkan, Anda dapat membersihkan sisa-sisa air yang berada di ruang bakar dengan cara men-starter mesin agar piston bergerak dan mendorong sisa air keluar dengan kondisi busi dan knalpot yang belum terpasang. Setelah selesai dan motor dirasa sudah kering dan aman, pasang semua part seperti semula, lalu coba starter kembali. Segera ganti oli agar terhindar dari water hammer dan kerusakan komponen mesin karena oli yang tercampur air.

4. Cek di Bengkel Resmi

Selain melakukan tindakan pertama yang sudah dijelaskan itu, disarankan buat servis motor secara berkala di bengkel resmi. Dengan servis di bengkel resmi, kualitasnya bisa lebih dijamin, juga ada garansi yang akan didapat konsumen.

(lua/rgr)



Sumber : oto.detik.com

Bijak Berkendara saat Berpuasa



Jakarta

Berkendara saat sedang berpuasa di bulan Ramadan ini penuh tantangan. Kondisi badan yang berbeda dengan biasanya mungkin dapat mempengaruhi cara kita dalam menggunakan kendaraan bermotor.

Buat yang masih harus melakukan mobilitas di tengah puasa Ramadan, ada beberapa tips agar tetap aman. Menurut instruktur safety driving di Rifat Drive Labs (RDL) dan Road Safety Commission Ikatan Motor Indonesia (IMI) Erreza Hardian, pengendara harus bisa memperhatikan potensi bahaya baru di jalan saat bulan Ramadan.

“Penyesuaian ritme tubuh, sebelumnya kita biasa bangun untuk salat subuh, itu beda kali ini karena banyak orang bangun lebih awal lagi untuk persiapan sahur lebih awal. Artinya ada bahaya waktu tidur yang berkurang, risikonya tubuh kita akan kelelahan tentunya, apalagi yang takut nggak bangun akhirnya malah memutuskan tidak tidur. Aware aja dengan kondisi ini,” kata Reza kepada detikOto, Senin (3/3/2025).


Lalu bagaimana cara mengantisipasinya? Menurut Reza, ada kebiasaan yang perlu diubah. Reza mengatakan, tanamlah pola berpikir bahwa di awal minggu ini badan perlu penyesuaian, sebaiknya dibarengi dengan tidak memacu kendaraan secara agresif. Ketika tubuh sedang dalam tahap penyesuaian, ada ruang dan waktu untuk kita berpikir dan bertindak.

“Ikuti flow arus lalu lintas saja. Ngikutin arus sekitar itu mudah kok. Kalau kita zigzag dan sering manuver ditambah sering gas rem, artinya kita tidak mengikuti arus sekitar, kita agresif di antara yang lain. Ini akan mempercepat kelelahan. Risikonya bisa juga menjadi emosi dan mengambil zona aman yang telah dibuat oleh pengguna jalan lain,” ujar Reza.

Selanjutnya, gunakan alat pelindung diri (APD) yang nyaman. APD yang tidak proper dan seadanya tidak akan membuat nyaman dalam berkendara.

“Artinya masih ada risiko lain ketika apa yang kita gunakan ini membuat tidak nyaman di jalan, ini akan menimbulkan distraksi dan cenderung buru-buru di jalan dan tidak dapat melakukan apa yang diperlukan seorang pengendara antisipatif di jalan. Boro-boro mikir harus ini itu, ditambah tubuh fisik juga sedang penyesuaian awal puasa ini, ketika kita seperti ini bijak bertindak dengan ambil saja lajur paling kiri, kita hanya akan kontrol di sisi depan dan kanan serta belakang. Ada pekerjaan mempermudah pengendara ketika kita ambil sisi paling kiri. Untuk memperkecil risiko ketidaknyamanan tadi,” ujarnya.

Tak lupa untuk pengendara sepeda motor, pakailah masker. Polusi udara akan berisiko kepada pengendara. Ketika tidak berpuasa mungkin metabolisme tubuh akan cepat mereduksinya. Tapi pada masa puasa, metabolisme tubuh akan mengalami penyesuaian.

“Maka kita cegah banyak udara kotor terhisap oleh tubuh kita. Low blood sugar, dehidrasi akan bertambah parah ketika ada zat polusi ini terhirup oleh badan kita, masker simpel tapi krusial,” pungkas Reza.

(rgr/dry)



Sumber : oto.detik.com

Konon Pintu di Gua Ini Bisa Tembus Sampai ke Negeri Arab dan China



Cirebon

Cirebon punya banyak destinasi menarik. Salah satunya gua Sunyaragi yang konon punya pintu ‘ajaib’ yang bisa tembus sampai ke Arab dan China.

Di tengah Kota Cirebon, ada sebuah tempat yang dikenal bukan hanya karena keindahan dan sejarahnya, tetapi juga karena kisah mitosnya yang unik. Tempat itu ialah Gua Sunyaragi.

Gua Sunyaragi yang berlokasi di Kelurahan Sunyaragi, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon merupakan kompleks cagar budaya yang menyimpan berbagai legenda.


Salah satu yang paling unik dari tempat ini yaitu tentang ‘pintu kemana saja’ yang dipercaya bisa menembus ruang dan waktu.

Masyarakat setempat menyebut bahwa gua ini memiliki lorong ajaib yang bisa membawa siapa saja ke negeri-negeri jauh, mulai dari Arab hingga China.

Bukan sekadar cerita kosong, mitos ini masih bertahan hingga kini dan terus melekat pada Gua Sunyaragi, serta dipercaya oleh warga Cirebon.

Alkisah, lorong menuju ke Arab dan China itu berlokasi di pelataran bangunan Argajumut, tepatnya di bagian barat Gua Sunyaragi. Di sana, terdapat dua pintu masuk.

Pintu sebelah kanan diyakini sebagai lorong menuju ke Mekah-Madinah. Sedangkan pintu sebelah kiri diyakini menuju ke China.

Meski disebut lorong, namun kedua pintu itu memiliki bentuk yang hanya sebuah ruangan berukuran 1×1 meter. Konon katanya, pintu itu sering digunakan oleh para wali untuk menuju ke Arab maupun China.

Mitos tentang keberadaan lorong menuju Arab dan China itu masih terus terjaga dan diyakini masyarakat Cirebon hingga sekarang. Namun pengelola Gua Sunyaragi sekaligus budayawan Cirebon, Jajar Sudrajat menyebut, lorong itu hanyalah filosofi tentang kehidupan.

“Lorong Mekah-Madinah dan Tiongkok itu penamaannya. Bentuknya cuma ruangan. Lorong ini memiliki filosofi bahwa kiblat pendidikan agama itu Mekah-Madinah, sedangkan ilmu itu ke Cina atau Tiongkok,” ucap Jajat saat ditemui pada Jumat 17 Agustus 2018 silam.

Lorong yang tembus langsung ke Arab Saudi dan China di Gua Sunyaragi CirebonLorong yang tembus langsung ke Arab Saudi dan China di Gua Sunyaragi Cirebon Foto: Sudirman Wamad/detikTravel

Jajat mengungkap filosofi tentang lorong tersebut. Menurut dia, tokoh pendiri Cirebon dulunya adalah orang-orang yang berasal dari Arab dan juga China. Hal itu diperkuat dengan banyaknya arsitektur bangunan di Cirebon bergaya Arab maupun Tiongkok.

“Ini juga merupakan filosofi bahwa yang meramaikan dan membangun Cirebon waktu dulu itu mereka-mereka (Arab dan Tiongkok),” kata Jajat.

Meski begitu, Jajat tidak memungkiri jika lorong menuju Arab-China itu benar-benar ada. Menurutnya, kesaktian para wali di zamannya dulu seperti Sunan Gunung Jati punya kemampuan di luar batas manusia biasa. Karenanya, mitos soal lorong itu masih terus terjaga sampai saat ini.

“Bisa juga itu benar. Namanya juga Wali Allah, bisa saja terjadi di luar dari batas kemampuan kita,” tandasnya.

——–

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Kisah Jembatan Cincin Jatinangor yang Konon Horor



Sumedang

Ada sebuah jembatan ikonik di daerah Jatinangor. Jembatan Cincin, begitu warga setempat mengenalnya. Konon, jembatan ini horor. Apa iya?

Selepas menunaikan salat Zuhur, seorang pria tua berjalan menuju ke gapura di jalan menuju Jembatan Cincin di Desa Cikuda, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Mengenakan peci hitam, kaus cokelat dan celana pendek, pria itu langsung duduk di bawah gapura yang di bawahnya memiliki teras untuk bersantai.


Pria itu bernama Aba Adi Brata. Sesampainya di gapura itu, Aba yang kini usaianya sudah 75 tahun langsung duduk untuk bersantai sejenak di teras tersebut. Menurut Aba, teras itu menjadi tempat nyaman baginya kala dia keluar rumah.

“Bukan kereta api (angkutan masyarakat umum), tapi lori, kereta angkutan yang digunakan untuk ke perkebunan,” kata Aba sambil menunjuk ke arah Jembatan Cincin.

Jembatan yang dibangun pada 1917-1918 memiliki pesona tersendiri dan pemandangannya yang sangat indah. Namun cerita-cerita horor kerap menghantui jembatan itu.

Aba pun menjelaskan pengalaman mistis yang diceritakan terkait jembatan Cincin. Rata-rata, pengalaman itu karena terbawa perasaan takut dan salah penglihatan.

“Seperti gini, waktu itu bapak (Aba) pas pulang nonton bioskop malam-malam di tempat yang gelap. Bapak lihat seperti berwujud orang yang sedang melambai. Bapak saat itu lari terbirit-birit, eh besoknya pas dilihat ternyata pohon pisang,” ujar Aba.

Menurut Aba, jembatan Cincin dianggap berbau mistis dan horor karena dulu oleh sebagian orang dijadikan tempat untuk meminta nomor togel. Kebanyakan dari mereka menganggap bahwa di jembatan tersebut bisa mendatangkan keberuntungan dari makhluk gaib.

“Itu kenapa angker karena awalnya sudah dianggap begitu, padahal itu sulit dibuktikan. Jika suatu tempat dianggap angker, makhluk selain manusia akan senang menggoda kita. Harusnya kita cukup sama Allah saja tempat meminta dan tempat menaruh rasa takut, bukan sama hal begituan (makhluk gaib),” tutur Aba.

Tak Ada Horor di Jembatan Cincin

Aba pun membantah isu yang menyebut jembatan itu mengandung nuansa mistis. Tak pernah ada kejadian apapun yang berkaitan dengan hal mistis atau horor selama dia tinggal di dekat jembatan Cincin.

“Enggak, enggak angker. Bapak orang sini asli. Pernah mahasiswa sini saya tegur, jangan macam-macam sebar isu itu. Banyak juga mahasiswa yang melintas ke sini malam-malam, tidak ada apa-apa,” tuturnya.

Jembatan Cincin di Sumedang.Jembatan Cincin Foto: Wisma Putra/detikJabar

Aba juga menyebut, jika ada yang menyebut kawasan tersebut angker itu hanya isu burung yang tidak dapat dibuktikan keasliannya.

“Itu hanya isu, dikarenakan gini di sini banyak kosan paling dekat dan lainnya iri, yang dekat penuh yang lain tidak, biasa nakut-nakutin,” tambahnya.

Dindin (54), salah satu pengendara yang melintas di jalan itu mengatakan, dia sering pulang-pergi lewat jembatan itu di malam hari. Menurut Dindin, baik-baik saja.

“Enggak pernah tuh ada hantu (horor) atau apa, aman-aman saja,” ujarnya.

Dindin mengakui jika keberadaan jembatan itu sangat membantu aktivitas warga.

“Kalau enggak ada jembatan ini, yang mau sekolah harus muter, begitu juga petani. Berguna sekali, khususnya bagi anak sekolah,” tambahnya.

Sejarah Jembatan Cincin

Jembatan Cincin dulu dibangun oleh Staatsspoorwegen (SS) atau Perusahaan Kereta Api Negara pada tahun 1917/1918. Rencananya, jembatan itu untuk jalur kereta api yang menghubungkan Rancaekek-Jatinangor-Tanjungsari-Citali.

“Dulu namanya SS (Staatsspoorwegen), bukan PT KAI, bukan PJKA, tapi SS (yang membangun jembatan). Bukan jalur kereta api umum, tapi digunakan lori untuk mengangkut hasil pertanian, itu juga kata kakek bapak yang bekerja di SS,” jelas Aba.

Menurut Aba, sebelum kawasan tersebut dipenuhi pemukiman, kereta lori berlalu lalang di jembatan itu untuk mengangkut hasil-hasil perkebunan dari mulai kawasan Jatinangor hingga Tanjungsari. Hail panen itu nantinya diangkut ke kota oleh Belanda.

“Bukan jalur kereta api tapi jalur lori, seperti angkutan tebu atau barang. Anak-anak sekarang tidak tahu riwayatnya, bukan kereta api, bapak tanyakan langsung ke kakek bapak dulu,” ujarnya.

Menurut Aba, dulunya perkebunan di kawasan Jatinangor ditanami tanaman haramai yang biasa dihinggapi ulat sutera dan hasilnya di bawa ke luar negeri dijadikan kain sutra. Setelah itu, diganti tanaman teh dan diganti kembali dengan pohon karet.

“Teh itu diganti lagi, dikarenakan Jatinangor daerah panas tidak seperti Ciwidey dan Lembang. Hujan bagus, kemarau kering dan diganti lagi jadi kebun karet,” tuturnya.

Saat ini, jembatan tersebut digunakan warga sebagai jalan penghubung antar kampung. Jalan itu biasa digunakan petani, pelajar, hingga masyarakat umum.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Waspadai Bus Pariwsata Bodong saat Mudik



Jakarta

Di musim mudik lebaran, mungkin saja beredar bus pariwisata yagn tidak memiliki izin. Calon penumpang harus mewaspadai angkutan yang akan digunakan untuk perjalanan mudik lebaran nanti. Jangan sampai perjalanan mudik malah membawa petaka.

Menurut Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno, bus pariwisata jumlahnya cukup banyak digunakan mudik gratis. Namun, bus pariwisata itu kerap belum dilakukan rampcheck.

“Lantaran tidak tersedia anggaran dan menjadi bagian anggaran yang ikut dipangkas demi efisiensi anggaran,” kata Djoko dalam keterangan tertulisnya, Rabu (5/3/2025).


Djoko meminta pemerintah tetap melakukan rampcheck untuk bus pariwisata. Aktivitas rampcheck bus wisata dapat dilakukan di pool PO Bus Wisata atau lokasi wisata.

“Jangan sampai nanti ketika pemberangkatan mudik gratis ditemukan sejumlah unit bus wisata tidak laik jalan. Bus wisata yang kerap disewa untuk mudik gratis lebaran harus dalam kondisi laik jalan,” ujarnya.

Djoko menegaskan, perlu disosialisasikan bahaya mudik jika menggunakan bus pariwisata bodong atau ilegal, karena pemeliharaan armada dan pengemudi tidak jelas.

“Meskipun pengadaan armada bus diserahkan ke pihak event organizer (EO), minta disediakan armada bus yang sudah lolos rampcheck. Perjalanan jarak jauh disediakan 2 pengemudi. Apalagi kondisi mudik, waktu perjalanan bisa lebih lama dari kondisi biasanya,” ucapnya.

Menurut Djoko, para penyelenggara mudik harus bertanggung jawab terhadap keselamatan pemudik. Mereka harus memastikan bahwa bus yang digunakan adalah bus pariwisata resmi yang memiliki perizinan dan telah dilakukan rampchek oleh pemerintah.

“Ditandai dengan logo rampchek yang ditempel di kaca bagian depan,” katanya.

(rgr/din)



Sumber : oto.detik.com

Sisi Lain Gua Sunyaragi: Jadi Tempat Mancing Bocil-bocil



Cirebon

Taman Sari Gua Sunyaragi di Cirebon ternyata punya sisi lain. Bagian belakang gua ini ternyata bisa berubah menjadi tempat pemancingan yang ramai diserbu bocil-bocil.

Siang itu, suasana kompleks bersejarah Taman Sari Gua Sunyaragi tampak sepi, hanya ada beberapa anak berusia belasan tahun yang sedang asyik bermain.

Tak hanya sekedar bermain, beberapa anak juga tampak sedang memancing di area kolam yang letaknya di belakang Gua Sunyaragi.


Dengan menggunakan alat pancing seadanya, sambil duduk, tampak anak-anak fokus menunggu ikan melahap kail pancing, sambil sesekali berbicara dengan anak-anak lain di sampingnya. Terlihat juga anak-anak lain yang tidak ikut memancing sedang berlarian dengan teman sebayanya.

Menurut salah satu anak yang ikut memancing di kolam Gua Sunyaragi, Azri (14) mengaku, cukup senang bisa ikut memancing di kolam bagian belakang Gua Sunyaragi.

Menurutnya, selagi anak-anak tertib, dan tidak merusak area gua, maka tidak ada larangan untuk mancing di kolam bagian belakang Gua Sunyaragi.

“Kalau main sekedar mancing kayak gitu mah, nggak dimarahin, asalkan anak-anaknya pada anteng saja,” ucap Azri.

Kebanyakan, lanjut Azril, anak-anak yang memancing ikan merupakan anak yang tinggal di sekitar lokasi Gua Sunyaragi. Mereka masuk ke kompleks gua melalui pagar kecil yang ada di belakang, yang berbatasan langsung dengan pemukiman penduduk.

Selain Azri, anak-anak lain yang sering bermain di Gua Sunyaragi adalah Rafif (12). Menurutnya, meski ketika musim kemarau, kolam di bagian belakang Gua Sunyaragi mengering, tetapi saat musim hujan seperti sekarang, area kolam akan dipenuhi air dan juga ikan.

Biasanya, lanjut Rafif, jenis ikan yang didapat adalah ikan mujair. Sama seperti Azri, Rafif sendiri merasa senang ketika bisa mancing di kolam yang sudah berusia ratusan tahun tersebut.

“Senang mancing di situ, soalnya ada ikannya, biasanya ikan mujair. Kalau ada airnya sudah dari dulu dibuat untuk mancing, kadang ada juga orang yang mancing di sungai, terus ikannya dimasukin ke kolam, biar tambah banyak ikannya,” tutur Rafif.

Selain memancing ikan, menurut Rafif, lahan kosong di area belakang Gua Sunyaragi juga digunakan untuk bermain bola. Salah satu alasan Rafif bermain bola di Gua Sunyaragi adalah karena tidak adanya lapangan bola di dekat rumahnya.

“Iyah kadang main bola di sini juga, soalnya di sini sepi, jadi dimanfaatin buat main bola. Sama nggak ada lapangan paling dekat juga. Yang paling dekat yah lapangan yang di sini (Gua Sunyaragi),” tutur Rafif.

Menurut Rafif, tidak ada pelarangan bagi anak-anak sekitar lokasi goa Sunyaragi untuk bermain dan memancing di kolam Gua Sunyaragi. Kecuali, lanjut Rafif, ketika anak-anak sudah mulai berbuat nakal dengan naik ke area bebatuan Goa Sunyaragi.

“Yah kadang-kadang saja, kalau anak-anaknya pada nakal dan jahil, kayak pada naik ke batu-batu karang yah itu dimarahin sama penjaganya,” tutur Rafif.

Meski Rafif dan teman-temannya senang bermain di Gua Sunyaragi, tapi, Rafif dan temannya masih berharap, suatu saat nanti di sekitar rumahnya, akan ada lapangan bola sendiri.

“Yah pengen, kalau ada lapangan baru buat main di dekat sini mah,” pungkas Rafif.

Sejarah Gua Sunyaragi

Taman Sari Gua Sunyaragi merupakan kompleks bersejarah yang ada di Kota Cirebon. Taman ini didirikan pada tahun 1596, dengan diarsiteki oleh Penambahan Losari, cucu dari Sunan Gunung Jati. Untuk bahan utamanya pembuatannya, yakni menggunakan batu karang.

Dulu, Gua Sunyaragi digunakan untuk tempat bermain dan itikaf para keluarga sultan Cirebon. Gua Sunyaragi sendiri memiliki beberapa bagian bangunan yang memiliki fungsi yang berbeda-beda, seperti Gua Pengawal yang digunakan sebagai tempat istirahat, Gua Simayang sebagai pos jaga dan Mande Beling digunakan untuk tempat memberi petuah.

Pada saat masih digunakan keluarga sultan Cirebon, dahulu, area sekitar Gua Sunyaragi merupakan perairan, sehingga pada masa itu, keluarga sultan yang ingin datang ke Gua Sunyaragi harus menggunakan perahu terlebih dahulu.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

11 Wisata Sekitar Candi Prambanan, Spot Berenang-Lihat City Light


Jakarta

Candi Prambanan termasuk objek wisata yang kerap dikunjungi bukan hanya oleh wisatawan lokal tetapi juga turis mancanegara. Lokasinya berada di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dan berbatasan dengan Klaten di Jawa Tengah.

Prambanan menjadi candi bercorak Hindu terbesar di Tanah Air dan diyakini dibangun sekitar abad ke-9. Meski termasuk wisata sejarah, berbagai pertunjukan seni dan acara seperti Sendratari Ramayana, konser musik, hingga event olahraga lari sering diadakan di kompleks Candi Prambanan.

Selain itu, di sekitar Prambanan juga terdapat banyak destinasi wisata menarik yang sayang dilewati saat berkunjung ke sana. Apalagi kalau traveler berasal dari luar kota. Jadi, apa saja wisata yang ada di sekitar Candi Prambanan?


Daftar Wisata Sekitar Candi Prambanan

Merangkum dari Google Review, berikut deretan objek wisata di sekeliling Candi Prambanan yang patut didatangi:

1. Keraton Ratu Boko

Ratu BokoRatu Boko (Putu Intan/detikcom)
  • Lokasi: Jl. Raya Piyungan-Piyungan, Bokoharjo, Prambanan, Sleman, DIY
  • Jam Buka: Setiap hari, 07.00 – 17.00 WIB
  • Harga Tiket Masuk: Rp 20.000-85.000

Keraton Ratu Boko kerap disebut Candi Ratu Boko, padahal situs ini merupakan reruntuhan sebuah kerajaan. Menurut riwayat, situs ini adalah istana Ratu Boko, ayah Lara Jonggrang. Keraton Ratu Boko diperkirakan dibangun pada abad ke-8.

Di sana terdapat kompleks Ratu Boko mencakup gerbang ikonik, teras, dan sisa-sisa bangunan istana. Selain itu terhampar taman luas yang memiliki panorama cantik.

Kompleks Ratu Boko berada sekitar 3 km di selatan Candi Prambanan. Lokasinya dapat diakses melalui Jalan Laksda Adisucipto dan Jalan Raya Solo-Yogya ke arah timur. Di persimpangan Pasar Prambanan ambil Jalan Prambanan-Piyungan, sekitar 3 km dari sana akan ada penunjuk jalan ke Ratu Boko yang terletak di bukit sebelah kiri.

2. Tebing Breksi

Sandiaga awalnya meninjau lokasi di Tebing Breksi yang memajang beberapa produk UMKM dari BUMDes Sambi Mulyo.Tebing Breksi (Kemenparekraf)
  • Lokasi: Jl. Desa Lengkong, Sambirejo, Prambanan, Sleman, DIY
  • Jam Buka: Setiap hari, 08.00 – 21.00 WIB
  • Harga Tiket Masuk: Rp 10.000

Tebing Breksi dulunya merupakan bekas pertambangan batu. Susunan batuan di sana telah terbentuk sejak jutaan tahun lalu. Selain dikembangkan menjadi tempat wisata, lokasi ini juga menjadi laboratorium alam untuk kepentingan pendidikan.

Pagelaran seni hingga event musik kerap diselenggarakan di Tebing Breksi. Selain itu, traveler dapat menyaksikan pemandangan elok dari ketinggian seperti Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Candi Prambanan, dan Keraton Ratu Boko di arah utara serta Kota Jogja dan landasan pacu Bandara Adisucipto di arah barat.

Dari Candi Prambanan, Tebing Breksi berjarak kisaran 6-7 km dengan waktu tempuh 15 menit.

3. Waterpark Galuh Tirtonirmolo

  • Lokasi: Jl. Manisrenggo, Tlogo, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah
  • Jam Buka: Setiap hari, 07.00 – 17.00 WIB
  • Harga Tiket Masuk: Rp 20.000

Di Waterpark Galuh Tirtonirmolo terdapat 12 kolam, mulai kolam renang dewasa dan anak hingga kolam kuda laut. Ada juga banyak papan seluncur dan air mancur. Selain itu, traveler dapat menemukan berbagai wahana seperti flying fox, bombom car, sampai kereta gantung.

Lokasinya berjarak 1,5 km dari Candi Prambanan sehingga cukup dicapai dalam 5 menit menggunakan kendaraan.

4. Candi Sewu

Candi SewuCandi Sewu (Rudi Chandra/d’Traveler)
  • Lokasi: Jl. Raya Solo-Yogyakarta, Bugisan, Prambanan, Klaten, DIY
  • Jam Buka: Setiap hari, 08.00 – 17.00 WIB
  • Harga Tiket Masuk: Rp 20.000-40.000

Kata ‘sewu’ dalam bahasa Jawa berarti seribu. Candi ini dikaitkan dengan legenda Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Yang mana Bandung Bondowoso diminta membuat 1.000 candi dalam waktu semalam jika hendak menjadikan Roro Jonggrang sebagai istri.

Meski begitu, traveler hanya akan menemukan sekitar 249 candi di kompleks candi bercorak Buddha yang telah ada sejak abad ke-8 ini. Kompleks Candi Sewu terletak sekitar 800 meter di utara Candi Prambanan dan bisa dicapai dalam waktu hanya beberapa menit.

5. Bukit Bintang

Bukit Bintang di YogyakartaView dari Bukit Bintang Yogyakarta (ivan satriyadi pratama/d’traveler)
  • Lokasi: Jl. Jogja-Wonosari, Patuk, Gunung Kidul, DIY
  • Jam Buka: Setiap Hari, 24 jam
  • Harga Tiket Masuk: Gratis

Bukit Bintang termasuk spot nongkrong di Jogja yang terkenal dengan panoramanya. Dari ketinggian, traveler dapat menyaksikan citylight Yogyakarta yang cantik di malam hari. Di sekitar sini terdapat banyak kafe dan warung yang menjual aneka jajanan.

  • Pemandangan hijau dari atas di pagi hari juga tidak kalah cantik kok. Bahkan bisa melihat panorama Gunung Merapi dan Merbabu serta aktivitas pesawat di Bandara Adisucipto.Bukit Bintang berada 14 km dari Candi Prambanan dan bisa dicapai dalam waktu 23-25 menit.

6. Blue Lagoon Jogja

Pemandian dengan Air Berwarna Hijau Kebiruan di Blue Lagoon Jogja.Kolam alami Blue Lagoon Jogja dengan air jernih berwarna hijau kebiruan (Fida Afra’ Effendi/detikcom)
  • Lokasi: Desa Widodomartani, Ngemplak, Sleman, DIY
  • Jam Buka: Setiap Hari, 06.00 – 17.00 WIB
  • Harga Tiket Masuk: Rp 15.000

Kalau ingin berenang juga bisa ke Blue Lagoon Jogja. Kolam di sini bersumber dari mata air alami sehingga airnya segar dan jernih plus bersih. Meski berada di dekat permukiman warga, lokasinya masih asri dan adem dengan dikelilingi pepohonan dan bebatuan.

Dari Candi Prambanan, Blue Lagoon Jogja berjarak 11 km dengan waktu tempuh sekitar 20 menit.

7. Obelix Hills

Obelix HillsObelix Hills (dok. Obelix Hills)
  • Lokasi: Dusun Klumprit, Wukirharjo, Prambanan, Sleman, DIY
  • Jam Buka: Setiap Hari, 10.00 – 21.00 WIB
  • Harga Tiket Masuk: Rp 25.000-30.000

Sejumlah spot foto Instagramable dapat ditemukan di Obelix Hills, muulai ayunan langit, Eagle Nest, Sky Deck, hingga Pottery Cave. Lokasinya berada di ketinggian juga menawarkan pemandangan cantik Kota Jogja sekaligus sunsetnya.

Ada resto outdoor dengan berbagai menu lezat di sini. Yang paling epic, panggung live musicnya membelakangi panorama sehingga traveler bisa menonton performance with the view. Obelix Hills berjarak kisaran 10 km dari Candi Prambanan dan dapat dicapai dalam waktu 25 menit.

8. Candi Plaosan Lor

Candi Plaosan Lor di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, KlatenCandi Plaosan Lor di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten (Achmad Hussein Syauqi/detikcom)
  • Lokasi: Jl. Candi Plaosan, Bugisan, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah
  • Jam Buka: Setiap Hari, 07.30 – 16.30 WIB
  • Harga Tiket Masuk: Rp 2.000-10.000

Situs candi ini terdiri dari dari Candi Plaosan Lor di utara dan Candi Plaosan Kidul di selatan serta mandapa atau bangunan yang digunakan untuk ritual. Jarak antar kedua candinya sekitar 200 meter dan di sekelilingnya terdapat 58 candi pendamping serta 194 stupa.

Candi bercorak Buddha ini dibangun pada awal abad ke-9 dan berlokasi kurang lebih 3 km dari Candi Prambanan dengan waktu tempuh 5 menit.

9. Waterboom Jogja

Keseruan para pengunjung yang sedang berenang di Waterboom Jogjga.Waterboom Jogjga. (Instagram @waterboomjogja)
  • Lokasi: Jl. Jenengan Raya, Maguwoharjo, Depok, Sleman, DIY
  • Jam Buka: Setiap Hari, 09.00 – 16.00 WIB
  • Harga Tiket Masuk: Rp 85.000-90.000

Traveler bisa pula berenang di Waterboom Jogja. Tempatnya luas dan dilengkapi 19 wahana seru yang dapat dijajal traveler. Tidak hanya kolam renang, terdapat taman dipenuhi pepohonan hijau dan thematic park di sini. Ada juga museum air “Water for Life” yang menyediakan informasi tentang air hingga manfaatnya.

Dari Candi Prambanan, lokasinya berada sekitar 12-15 km dengan waktu tempuh kurang lebih 23-25 menit.

10. Gerbang Banyu Langit

  • Lokasi: Jl. Bintaran Kulon, Srimulyo, Piyungan, Bantul, DIY
  • Jam Buka: 08.00 – 18.30 WIB
  • Harga Tiket Masuk: Gratis

Gerbang Banyu Langit menyuguhkan suasana pedesaan yang asri dikelilingi pepohonan dan arsitektur bambu. Di sini terdapat taman, food court, kolam renang, hingga penyewaan kano.

Ada banyak spot foto ‘ndeso’ di sini, yang paling ikonik adalah gerbang bambunya yang menjulang tinggi. Dari Candi Prambanan, lokasinya berjarak 14 km dengan waktu tempuh 25 menit.

11. HeHa SkyView

Pemandangan dari Heha Skyview YogyakartaPemandangan dari Heha Skyview Yogyakarta (Pradikta Kusuma/d’traveler)
  • Lokasi: Jl. Dlingo-Patuk, Bukit, Patuk, Gunung Kidul, DIY
  • Jam Buka: 08.00 – 21.00 WIB
  • Harga Tiket Masuk: Rp 25.000

Di HeHa SkyView, traveler juga dapat menyaksikan panorama Kota Jogja dari ketinggian. Kecantikan sunset dan city light Jogja dari sini tidak boleh dilewatkan. Dapat ditemukan pula spot foto Sky Glass dan Sky Balloon. Untuk anak-anak terdapat area panjang tebing aman yang bisa dicoba.

Lokasi HeHa Skyview berada sekitar 15 km dari Candi Prambanan dengan waktu tempuh kisaran 30 menit.. Dari Tugu Jogja, letaknya sekitar 21 km dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam.

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com

Teliti Lagi, Ini 7 Ciri Mobil Bekas Pernah Terendam Banjir



Jakarta

Dalam membeli mobil bekas kita harus selektif. Jangan sampai mobil bekas yang kita pilih justru malah bikin susah ke depannya karena banyak perbaikan yang harus dilakukan. Salah satu jenis mobil bekas yang banyak dihindari adalah mobil bekas banjir.

Mobil bekas yang pernah terkena banjir sering kali membawa berbagai masalah tersembunyi yang tidak langsung terlihat. Untuk itu, kamu yang sedang mencari mobil bekas harus lebih teliti agar tidak mendapatkan unit bekas banjir.

Dikutip Auto2000, setidaknya ada 7 ciri mobil bekas pernah terendam banjir yang perlu dihindari. Apa saja?


Berkarat

Mobil bekas yang pernah terendam banjir biasanya akan menimbulkan karat di berbagai komponennya. Mungkin secara kasat mata sulit dikenali. Tapi coba cek beberapa bagian seperti baut di bagian rem tangan. Kalau sudah bahasa atau berkarat, ada kemungkinan mobil tersebut pernah terendam banjir. Periksa dengan teliti hingga detail seperti di bagian bumper agar bisa melihat kondisinya lebih jelas.

Interior Rusak

Biasanya, meski sudah dibersihkan dan dikeringkan, mobil bekas banjir memiliki interior yang kurang baik. Misalnya ada bau kurang sedap, karpet dasar bernoda, doortrim rusak, dan jok berbau atau berjamur.

Bunyi Mesin Kasar

Suara mesin juga bisa menjadi indikasi mobil bekas banjir. Mobil yang pernah terendam banjir biasanya mengeluarkan bunyi mesin yang lebih kasar. Hal itu disebabkan oleh air yang masuk ke mesin dan bercampur dengan oli sehingga menyebabkan gesekan berlebih.

Bunyi kasar juga bisa disebabkan oleh bearing fan belt atau bearing kompresor AC. Di dalam bearing terdapat butiran atau bola besi berlapis gemuk untuk pelumas saat berputar. Bila komponen itu terendam banjir, gemuk akan menghilang dan menyebabkan bola besi kering dan korosif. Imbasnya muncul bunyi kasar ketika mesin bekerja akibat bearing yang berputar seret.

Harga Terlalu murah

Kalau mendapat tawaran harga mobil bekas terlalu murah dibanding harga pasaran, sebaiknya lebih hati-hati. Mungkin itu menjadi salah satu ciri mobil bekas banjir.

Ada Bau Tidak Sedap

Banjir yang sampai masuk ke bagian interior akan meninggalkan aroma tidak sedap. Aroma ini bisa muncul seperti bau apek atau menyengat. Terkadang masih ada endapan kotoran atau lumpur.

Daerah Asal Mobil

Ada beberapa daerah yang langganan banjir. Maka, sebaiknya calon pembeli mobil bekas mengecek asal muasal atau lokasi mobil tersebut. Jika memang berasal dari daerah rawan banjir, sebaiknya pikir-pikir lagi untuk membeli mobil bekas tersebut.

Riwayat Perawatan Mobil

Mobil yang dirawat dengan baik memiliki perawatan yang jelas. Pembeli mobil bekas bisa melakukan pengecekan riwayat perawatan mobil dari perangkat elektronik, mesin, hingga jok. Mungkin ada juga riwayat klaim asuransi sehingga kita sebagai calon pembeli mobil bekas bisa dapat gambaran apakah mobil tersebut bekas banjir atau tidak.

(rgr/dry)



Sumber : oto.detik.com

Gua Ngerong Nan Mistis di Tuban, Ada Ikan yang Tak Boleh Dibawa Pulang



Tuban

Tuban punya destinasi gua Ngerong yang menyimpan mitos. Konon, ikan-ikan yang ada di sana tak boleh dibawa pulang kalau tidak mau celaka.

Gua Ngerong adalah salah satu destinasi wisata alam yang berada di Jalan Raya Rengel, Tuban, Jawa Timur. Destinasi ini tidak pernah sepi pengunjung.

Lokasi gua ini menawarkan pemandangan alam yang indah namun menyimpan cerita mistis. Cerita mistis itu berpusat pada ikan-ikan yang hidup di sungai di sekitar gua Ngerong.


Goa Ngerong TubanIkan-ikan di ga Ngerong Tuban Foto: Ainur Rofiq/detikJatim

Menurut pedagang setempat, Mbak Mah, ikan-ikan di sungai ini tidak pernah dibawa pulang oleh pengunjung, karena takut kena celaka.

“Orang-orang percaya ada cerita mistis di balik keberadaan ikan-ikan ini,” tuturnya.

Selain daya tarik itu, pengunjung juga bisa menikmati pemandangan alami gua Ngerong. Untuk menikmati panorama tersebut, pengunjung harus membayar tiket seharga Rp 5.000 untuk anak-anak dan Rp 7.000 untuk orang dewasa.

Di dalam lokasi, pengunjung dapat menikmati bermain air sungai yang jernih dengan ribuan ikan dan kelelawar yang bergelantungan di dinding gua.

“Kami bisa memberi makan ikan dengan roti atau biji kapas. Mereka berebut makanan,” kata Sari, pengunjung dari Bojonegoro, Minggu (10/1).

Pengunjung dapat berenang atau mandi dengan pelampung karet yang disewakan oleh pengelola dan warga sekitar. Lapak-lapak pedagang makanan dan biji kapas juga tersedia di lokasi.

——–

Artikel ini telah naik di detikJatim.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com