All posts by 21

Tokocrypto Market Signal 7 Juli 2022: Kripto Bergerak Hijau

Pergerakan market aset kripto di tengah pekan ini, terlihat sumringah ada sedikit reli menimbulkan kenaikkan harga. Sejak awal pekan, market terus berjuang untuk tidak anjlok lebih dalam di tengah penguatan sinyal resesi.

Melansir situs CoinMarketCap pada Kamis (7/7) pukul 09.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap sukses melaju ke zona hijau dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC) melambung 1,08% ke $ 20.505 per keping dalam sehari terakhir. 

Sementara, nasib altcoin lain seperti Ethereum (ETH) lebih baik, naik 3,28% ke $ 1.184 di waktu yang sama. Solana (SOL), Dogecoin (DOGE) dan Cardano (ADA) juga mengalami peningkatan masing-masing 3,28%, 1,69% dan 1%.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat pergerakan market kripto yang mengalami kenaikan singkat ini disebabkan karena investor yang mulai bersemangat, setelah melihat dinamika yang terjadi di indeks pasar saham AS. Investor melacak pasar ekuitas utama seperti, Nasdaq, S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average semuanya naik, meskipun sedikit.

“Investor kripto ternyata sedikit bergairah melihat market saham AS yang juga mengalami kenaikan. Hal ini wajar saja, mereka selalu berkaca pada stock market AS, untuk melihat ketertarikan market secara keseluruhan terhadap aset berisiko secara umum,” kata Afid.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

Gerak Kripto dan Pasar Saham Makin Sejajar

Laporan terbaru Coin Metrics menunjukkan, korelasi antara aset kripto dan indeks saham AS telah mencapai level terkuatnya di kuartal II 2022 sejak Maret 2020. Bisa dibilang Bitcoin dan ekuitas AS bergerak hampir sejajar.

Meski demikian, reli singkat ini kemungkinan diprediksi hanya sementara. Menurut Afid, sentimen utama market kripto belum kondusif. Investor masih mencermati dinamika makroekonomi dan efektivitas pengetatan kebijakan moneter The Fed terhadap tingkat inflasi AS. Kemudian, kegagalan platform kripto, Three Arrows Capital (3AC) dan Voyager.

“Kondisi market kripto saat ini yang belum kondisi. Masih ada banyak pukulan yang bisa menghantam lebih jauh, mulai dari ketidakpastian makroekonomi, agresivitas The Fed hingga kegagalan sistem ekosistem kripto itu sendiri. Investor menyakini tidak melihat harga naik dalam waktu dekat, kecuali perubahan tak terduga terjadi,” jelasnya.

Afid melihat investor sangat menanti data inflasi AS yang sedianya bakal dirilis pekan depan. Data tersebut mungkin menunjukkan kebijakan moneter The Fed efektif atau tidak. Jika inflasi turun dan indikator ekonomi lainnya juga melanjutkan penurunan, investor mungkin merasa lebih yakin masuk ke market kripto.

Khusus untuk pergerakan Bitcoin sendiri, Afid melihat saat ini masih cenderung konsolidasi dan ada potensi penurunan harga di kisaran US$ 18.000-US$ 20.000. Bitcoin telah ‘beristirahat’ di atas US$20.000 untuk hari ketiga berturut-turut.

Adapun altcoin yang meningkat pesat adalah Storj (STORJ) yang nilainya melonjak 16,52% dalam 24 jam terakhir. Kemudian, ada THORChain (RUNE) dan Sandbox (SAND) yang masing-masing tumbuh 8,14% dan 7,62%.

Di samping itu, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan kedua bulan Juli ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

Baca juga: Pelaku Industri Kripto Optimis Badai akan Berlalu

Daftar 5 Aset Kripto Bullish 

1. API3 (API3)

Analisis teknikal API3 (API3).

API3, membuka daftar aset kripto berpotensi bullish pekan ini. API3 sendiri adalah token Ethereum yang digunakan untuk mendukung project API3 yang dapat digunakan untuk staking dan menerima reward, serta berfungsi sebagai jaminan untuk keberlangsungan keamanan dalam jaringan. 

Afid menilai API3 dalam pekan ini bisa dibilang sebagai token keuangan terdesentralisasi (DeFi) terbaik untuk berpotensi bullish. Pemicu sentimen positifnya adalah API3 mengadakan panggilan komunitas Livestream, di mana mereka memperkenalkan Communications Lead baru mereka.

“Token API3 memiliki sentimen positif untuk masuk fase bullish. Meski akan sedikit alami penurunan terlebih dahulu diperkirakan capai harga US$ 8,4, tapi ada kemungkinan melonjak ke US$ 10,18 atau naik sekitar 18%,” kata Afid.

Peringkat API3 di CoinMarketCap pada Kamis (7/7) pukul 09.00 WIB adalah #278, dengan kapitalisasi pasar US$ 76.505.405. Pasokan yang beredar 36.907.810 koin API3 dan maksimal pasokan tidak tersedia.

2. Basic Attention Token (BAT)

Analisis teknikal Basic Attention Token (BAT).

Basic Attention Token (BAT) adalah token yang menggerakkan platform periklanan digital berbasis blockchain. Project kripto ini menarik karena dirancang untuk memberi reward yang adil kepada pengguna yang melihat iklan dan memberikan pengembalian yang lebih baik kepada pengiklan atas pembelanjaan iklan mereka.

Afid menilai selama 30 hari terakhir BAT telah naik lebih dari 12,1%, sementrara dalam seminggu terakhir telah naik lebih dari 15,5%. Reli BAT sebagian besar tampaknya didukung oleh berita Komunitas BAT yang memperpanjang batas waktu pengiriman untuk BAT Meme Contest untuk airdrop Solana BAT NFT Brave yang akan datang di platform MagicEden. 

“Ini menghasilkan minat besar dalam protokol, sehingga membawa RSI (Relative Strength Index) ke 57,53 selama sesi perdagangan intra-hari pada hari Rabu (6/7). Harga BAT bisa mencapai US$ 0,4904 dari titik support-nya US$ 0,4157 atau naik 18%,” jelas Afid.

Peringkat BAT di CoinMarketCap pada Kamis (7/7) pukul 09.00 WIB adalah #64, dengan kapitalisasi pasar US$ 642.315.114. Pasokan yang beredar 1.497.691.558 koin BAT dan maksimal pasokan 1.500.000.000 koin BAT.

3. iExec RLC (RLC)

Analisis teknikal iExec RLC (RLC).

iExec adalah platform terkemuka komputasi terdesentralisasi berbasis blockchain. Blockchain digunakan untuk mengatur jaringan pasar di mana orang dapat memonetisasi daya komputasi mereka, serta aplikasi dan bahkan kumpulan data.

Afid menilai dari pergerakan harga RLC selama 7 hari terakhir perdagangan mengarah ke peringkat risiko rendah. Alasannya pergerakan harga baru-baru ini relatif terhadap volume perdagangan memberi alasan kepada investor untuk percaya diri pada manipulasi token.

“Analisis teknikalnya memperlihatkan kenaikan secara bertahap. Titik support RLC saat ini ada di harga US$ 0,985. Lalu akan ada kemungkinan naik hingga harga US$ 1,273 dari US$ 1,046 atau melonjak 29%,” terangnya.

Peringkat BAT di CoinMarketCap pada Kamis (7/7) pukul 09.00 WIB adalah #273, dengan kapitalisasi pasar US$ 80.834.709. Pasokan yang beredar 80.999.785 koin RLC dan maksimal pasokan 86.999.785 koin RLC.

Baca juga: Bitcoin Turun Lagi, Justru Berpotensi Naik Drastis

4. Cosmos (ATOM)

Analisis teknikal Cosmos (ATOM).

Cosmos (ATOM) memiliki proyek untuk membuat teknologi blockchain tidak terlalu rumit dan sulit bagi pengembang, berkat kerangka kerja modular yang terdesentralisasi. Afid melihat ATOM telah menembus dari garis support naik jangka panjang dan dari indikator RSI harian memiliki sinyal bullish.

“Cosmos (ATOM) telah memulai sinyal pembalikan tren, menjadikannya salah satu token tren teratas. Melampaui penolakan sebelumnya di dekat EMA 50 bisa menjadi titik balik dalam proyeksi harga token ATOM. Harga ATOM berpotensi bisa menembus US$ 10,18 atau naik 18% dari level US$ 8,54,” kata Afid.

Afid menjelaskan Cosmos telah digambarkan sebagai “Blockchain 3.0”, tujuan utamanya adalah memastikan bahwa infrastrukturnya mudah digunakan. Untuk tujuan tersebut, kit pengembangan software Cosmos berfokus pada modularitas. Ini memungkinkan jaringan dibangun dengan mudah menggunakan potongan kode yang ada.

Peringkat ATOM di CoinMarketCap pada Kamis (7/7) pukul 09.00 WIB adalah #22, dengan kapitalisasi pasar US$ 8.548.724.516. Pasokan yang beredar 286.370.297 koin ATOM dan maksimal pasokannya tidak tersedia.

5. Loopring (LRC)

Analisis teknikal Loopring (LRC).

LRC adalah token kripto Loopring berbasis Ethereum, protokol terbuka yang dirancang untuk membangun pertukaran crypto terdesentralisasi. Tujuan Loopring adalah untuk menggabungkan jaringan terpusat dengan penyelesaian pesanan on-blockchain yang terdesentralisasi menjadi produk hybrid.

Afid mengungkap LRC kemungkinan besar akan bullish pada pekan ini. “Dengan indikator RSI bergerak menuju wilayah overbought dan AO berkedip hijau, LRC mungkin dapat ditutup di atas US$ 0,47 pada akhir minggu ini mengingat posisinya saat ini di US$ 0,41,” tutur Afid.

Peringkat LRC di CoinMarketCap pada Kamis (7/7) pukul 09.00 WIB adalah #70, dengan kapitalisasi pasar US$ 536.222.079. Jumlah koin yang beredar 1.330.088.530 koin LRC dan maksimal pasokan 1.374.513.896 koin LRC.

Daftar 5 Aset Kripto Bearish

1. Convex Finance (CVX)

Analisis teknikal Convex Finance (CVX).

Convex Finance adalah protokol pengoptimal dan otomatisasi hasil yang dibangun di Curve Finance. Protokol ini memungkinkan pengguna untuk menerima CRV dan reward mining likuiditas yang ditingkatkan dengan usaha minimal.

Sementara, CVX adalah token asli Convex Finance untuk staking, mengeklaim biaya kinerja, dan voting tata kelola. Token ini menurut Afid berpotensi masuk ke fase bearish.

“CVX juga diperdagangkan dengan volume yang sangat rendah. Harga token saat ini berada di US$ 5,64 setelah kenaikan harga 11,96% selama sehari terakhir. CVX juga diperdagangkan dengan volume yang sangat rendah. Harga CVX potensi turun ke US$ 4,33 dari US$ 5,90 atau anjlok 25%,” ungkapnya.

Peringkat CVX di CoinMarketCap pada Kamis (7/7) pukul 09.00 WIB adalah #86, dengan kapitalisasi pasar US$ 362.694.639. Pasokan yang beredar 64.673.029 koin CVX dan maksimal pasokan 100.000.000 koin CVX.

Baca juga: Apa Itu Metaverse? Masa Depan Dunia Virtual

2. Harmony (ONE)

Analisis teknikal Harmony (ONE).

Pekan ini Harmony (ONE) tampaknya masih terjebak di fase bearish. Afid menjelaskan dampak dari kabar Bridge Horizon yang ada di jaringan Harmony Protocol mengalami peretasan masih terasa di market.

“Investor harus menaikkan harga lebih dari US$ 0,019 untuk mencegah ONE turun di bawah US$ 0,014 sebagai tanggapan terhadap berita negatif. Penurunan tidak valid jika titik support US$ 0,023 dilanggar. Untuk menjadi bullish dalam waktu dekat, candle harga harian atau mingguan ONE harus ditutup di atas US$ 0,023,” tutur Afid.

Peringkat ONE di CoinMarketCap pada Kamis (7/7) pukul 09.00 WIB adalah #119, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 220.590.910. Pasokan yang beredar 12.295.022.547 koin ONE dan maksimal pasokan tidak tersedia.

3. Lido DAO (LDO)

Analisis teknikal Lido DAO (LDO).

Lido DAO (LDO) bernasib sama dengan Harmony (ONE) yang masih “nyaman” duduk di dalam daftar aset kripto yang potensi bearish pekan ini. Penurunan nilai LDO lalgi masih dipicu oleh kekisruhan Lido yang mengusulkan skema tata kelola baru.

“Kripto LDO masih tertekan dengan kesepakatan token tata kelola jaringan yang tak kunjung usai, membuat nilainya semakin anjlok. Dari analisis teknikalnya, nilai LDO bisa turun 37% ke harga US$ 0,416 dari US$ 0,680. Sementara level resistance-nya berada di angka US$ 0,947,” kata Afid.

Peringkat LDO di CoinMarketCap pada Kamis (7/7) pukul 09.00 WIB adalah #139, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 177.261.211. Pasokan yang beredar 312.951.154 koin LDO dan maksimal pasokan yang tersedia 1.000.000.000 koin LDO.

4. Kyber Network Crystal v2 (KNC)

Analisis teknikal Kyber Network Crystal v2 (KNC).

Kyber Network Crystal v2 (KNC) harus terkoreksi dengan penurunan nilai yang cukup signifikan. Menurut Afid, KNC akan berpotensi bearish, salah satu penyebabnya adalah karena exchange, Crypto.com pada 27 Juni lalu menghapus 15 altcoin termasuk KNC dari program Crypto Earn-nya.

“Crypto.com tidak menawarkan klarifikasi apa pun tentang mengapa ia menghapus 15 koin ini dari program hadiah Crypto Earn, tapi membuat harga KNC anjlok. Harga KNC bisa turun hingga US$ 1,207 dari US$ 1,402 atau anjlok 14%,” tutur Afid.

Peringkat KNC di CoinMarketCap pada Kamis (7/7) pukul 09.00 WIB adalah #113, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 240.851.999. Pasokan yang beredar 177.809.350 koin KNC dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Game GTA VI Bakal Pakai Sistem Rewards Kripto?

5. Curve DAO Token (CRV)

Analisis teknikal Curve (CRV).

Curve (CRV) merupakan token native dari Curve DAO, pertukaran terdesentralisasi untuk stablecoin. Tujuan CRV adalah untuk berfungsi sebagai media tata kelola, struktur insentif dan metode pembayaran biaya, serta metode pendapatan jangka panjang untuk penyedia likuiditas.

Afid melihat CRV telah menembus dari garis resistensi yang menurun, sehingga sudah ada sinyal bearish. CRV telah jatuh sejak mencapai tertinggi US$ 6,40 pada Januari. Pergerakan ke bawah sejauh ini telah menyebabkan rendahnya US$ 0,535 pada 18 Juni lalu.

“Dari analisis teknikalnya, nilai CRV bisa turun 20% ke harga US$ 0,839 dari US$ 1,880,” pungkas Afid.

Peringkat CRV di CoinMarketCap pada Kamis (7/7) pukul 09.00 WIB adalah #71, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 522.037.730. Pasokan yang beredar  537.372.111 koin CRV dan maksimal pasokan 3.303.030.299 koin CRV.

Disclaimer

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pelaku Industri Kripto Optimis Badai akan Berlalu

Untuk pertama kalinya sejak Januari 2021, kapitalisasi pasar kripto global turun di bawah $1 triliun ke kisaran US$ 977 miliar sejak 13 Juni 2022. Merujuk CoinMarketCap, kapitalisasi pasar kripto global saat artikel ini ditulis mencapai US$ 854,63 milyar.

Berdasarkan Crypto Fear dan Greed Index, sentimen investor sekarang berada dalam zona “ketakutan yang ekstrem”. Meski demikian, masih banyak pelaku industri kripto yang optimis pasar bearish ini akan berlalu dan kembali menghangat.

CEO Ripple, Brad Garlinghouse, mendorong investor kripto baru untuk bersabar di tengah pasar bearish yang memburuk.

Dia mencatat bahwa situasi pasar seperti ini bukanlah hal baru dan akan segera berlalu dan pulih. Hal itu berdasarkan pengalaman dan keyakinannya setelah melihat banyak pergerakan bullish di tahun-tahun sebelumnya.

Garlinghouse mencatat pasar mungkin menyusut dalam waktu dekat tetapi kripto akan berhasil di masa depan. “Saya dan banyak lainnya memiliki keyakinan bahwa kripto akan berhasil di masa depan sebagai bagian integral dari sistem keuangan global,” jelas dia.

Rasa optimis yang sama disampaikan oleh miliader dan investor kripto, Mark Cuban, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Apa Itu Metaverse? Masa Depan Dunia Virtual

Dia percaya pasar akan bangkit dengan syarat pelaku industrinya dapat mengembangkan aplikasi atau platform dengan utilitas yang benar-benar berguna sehingga dapat menarik kripto dari keterpurukannya.

Terkait dengan utilitas proyek, Founder Kuncicoin, Joko Crypto, menjelaskan pihaknya concern dan memiliki fundamental dengan use case project-project menarik yang tengah dibangun dan terus dikembangkan ke depannya yang menjadikannya utilitas bagi pemanfaatan Kunci.

“Kunci ingin menunjukkan kepada publik dan global, bahwa Kunci serius dalam membangun ekosistem kripto yang jelas dan berfundamental di Indonesia,” katanya kepada portalkripto.com.

Dia juga menjelaskan potensi industri kripto di Indonesia sangat besar, karena pemanfaatan kripto dapat menjadi alternatif penyelesaian beberapa masalah yang terjadi di industri kripto.

Contohnya, kripto dapat menjadi alternatif instrumen investasi dan NFT dapat menjadi cara untuk menjaga originalitas suatu karya, menambah nilai karya seni, dan memberikan royalti yang lebih baik bagi para artis sebagai pelaku industri kreatif.

Joko optimis pasar kripto, khususnya di Tanah Air, akan pulih dan berkembang terutama karena regulasi pemerintah yang mendukung.

“Regulasi aset kripto di Indonesia sudah baik dan pemerintah juga menyambut kehadiran teknologi yang masih terhitung baru seperti tidak hanya kripto tetapi juga blockchain,” kata dia.

Baca juga: Game GTA VI Bakal Pakai Sistem Rewards Kripto?

Seperti diketahui tidak semua negara memiliki regulasi untuk mengatur kripto, apalagi mendukungnya. Setidaknya ada 12 negara yang secara terbuka menyampaikan menentang industri kripto, di antaranya Mesir, Irak, Qatar, Oman, Moroko, Algeria, Tunisia, Bangladesh, dan yang terbesar China.

Saat sebagian pelaku industri kripto optimis pasar yang sedang turun ini akan pulih, pelaku industri lainnya merasa pesimis.

Investor dan manajer hedge fund terkemuka asal AS, John Alfred Paulson, menganggap kripto adalah bubble yang akan terbukti “tidak berharga.”

Dia menyatakan bahwa kripto memiliki “limited supply of nothing” dan tidak memiliki nilai intrinsik karena volatilitas yang tinggi dibandingkan dengan yang pasar tradisional yang relatif stabil

Paulson menyimpulkan pemikirannya tentang kripto dengan dengan pernyataan tegas.

“Kripto entah dari mana mereka diperdagangkan pada akhirnya akan terbukti tidak berharga. Setelah kegembiraan habis atau likuiditas mengering, mereka akan menjadi nol. Saya tidak akan merekomendasikan siapa pun untuk berinvestasi dalam mata uang kripto,” tandasnya.

Terlepas dari optimisme dan pesimisme, teknologi blockchain dan kripto akan terus berkembang dan menawarkan fitur, fungsionalitas, dan kemampuan baru. Adopsi arus utama diprediksi semakin mungkin terjadi di tahun-tahun yang akan datang.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Turun Lagi, Justru Berpotensi Naik Drastis

Aset kripto, Bitcoin mengalami gejolak kembali di akhir Juni 2022. Di awal pekan ke-4 Juni, aset kripto terbesar tersebut turun mencapai nilai terendah.

Nilai tersebut setara dengan angka tertinggi yang pernah tercatat pada 2017 lalu, tepatnya pada angka US$ 19.500 per keping.

Menyikapi situasi tersebut, pengamat aset kripto, Gareth Soloway justru menggambarkan optimismenya. Ia bahkan memperkirakan nilai Bitcoin akan menembus angka US$ 25.000 hingga US$ 28.000 secara analisis teknis.

Gareth menjabarkan bahwa terdapat beberapa alasan bahwa situasi terkini merupakan kondisi penurunan jangka pendek. Ia menerangkan bahwa Bitcoin telah mencapai yang lebih rendah dari nilai tertingginya di tahun 2017.

Pemegang aset kripto saat ini mulai melakukan banyak pembelian dengan asumsi menahan aset. Hal tersebut menunjukkan banyak orang telah cukup banyak kembali mengambil risiko. Gareth berpendapat bahwa hal tersebut akhirnya akan menjadi serangan bunuh diri.

Baca juga: Demi Selamatkan Bumi, IMF Dukung Kripto Sebagai Alat Transaksi

“Penting untuk memperhatikan dan mengetahui orang-orang berinvestasi pada aset tersebut. Sehingga investor strategis dapat memahami bahwa telah mengikuti arus mayoritas,” ujarnya membuka analisa lanjutan.

Ia menjelaskan bahwa hal tersebut menjadi menarik, sebab mayoritas investor saat ini berada dalam posisi merugi. Sehingga keputusan tersebut juga dapat dikatakan sebagai sesuatu yang terlalu berisiko.

“Bitcoin pada tahun 2009 hanya berharga beberapa pennies. Perbandingan nilainya saat ini tentu sangat menakjubkan,” ujarnya.

Ia menggambarkan kondisi tersebut sebagai situasi yang sangat menjanjikan dalam jangka panjang pada aset kripto terkait. Namun Gareth tidak menganggap hal serupa berlaku dalam jangka pendek.

“Jika dibandingkan dengan momen penurunan Terra LUNA, maka Bitcoin telah kehilangan US$ 14.000 dari nilai sebelumnya,” ujarnya.

Baca juga: El Salvador Kembali Beli Bitcoin, Saat Bear Market

Ia menjelaskan bahwa dalam dunia trading, hal tersebut dikenal dengan waktu untuk pendekatan terukur. Situasi tersebut berkaitan dengan penurunan jangka pendek.

“Sebab durasi tersebut juga akan menjadi perkiraan yang sepadan dengan peningkatan kembali sebuah aset,” ujarnya.

Ia memperkirakan bahwa Bitcoin akan mengalami peningkatan kembali hingga titik US$ 25.000 sebagai target terdekat. Nilai tersebut berpotensi menjadi nilai stabil untuk beberapa waktu menurutnya.

“Lalu tren tersebut akan berlanjut dengan gelombang naik-turun berikutnya sebelum penurunan lain yang lebih besar,” ujar Gareth. [Im]

Artikel ini telah tayang di Cryptoharian dengan judul “Bitcoin Turun Lagi, Justru Berpotensi Naik Drastis.“



Sumber : news.tokocrypto.com

Kenali Perbedaan Ethereum dan Bitcoin

Selain bitcoin, salah satu mata uang kripto yang saat ini banyak diperbincangkan oleh investor dan trader adalah ethereum. Ethereum banyak dicari setelah harganya yang terus naik dalam satu tahun kebelakang. Dengan umurnya yang baru menginjak 6 tahun pada 2020 ini, nilai ethereum diprediksikan akan terus naik pada tahun-tahun berikutnya.

Ethereum sendiri mulai dikenalkan oleh Vitalik Buterin pada tahun 2014, berawal dari seorang penambang bitcoin. Buterin memandang bitcoin bisa digunakan untuk hal yang lebih modern dan lebih besar. Pada saat itu, Buterin dan teman-temannya mulai membuat rancangan Whitepaper tentang proyek tersebut. Buterin menyebutkan bahwa Ethereum dirilis untuk memenuhi kebutuhan transaksi Cross-Chain dan Cross-Platform dengan tujuan utamanya menghancurkan batas-batas transaksi finansial yang ada saat ini dan didominasi oleh perbankan.

Ethereum sendiri secara sederhana merupakan platform software untuk programmer membangun aplikasi yang menggunakan teknologi blockchain. Pada platform Ethereum, ada mata uang kripto  bernama Ether yang digunakan untuk bertransaksi pada jaringan tersebut. Jadi ethereum merupakan platform aplikasi, yang sebenarnya masuk ke dalam cryptocurrency adalah ether yang merupakan mata uang dari platform Ethereum.

Sementara itu, bitcoin lebih dahulu ditemukan oleh anonim yang bernama Satoshi Nakamoto pada tahun 2009. Bitcoin juga menggunakan teknologi blockchain dalam sistemnya. Secara sederhana perbedaan dari dua mata uang kripto ini ada pada tujuan dan fungsinya. Bitcoin menawarkan sistem uang elektronik peer-to-peer untuk pembayaran atau transfer Bitcoin. Sementara Ethereum memfokuskan blockchain-nya untuk menjalankan program terdesentralisasi, termasuk salah satunya pembayaran atau transfer Ether. Untuk lebih lengkapnya mari kita bahas bersama.

Perbedaan Ethereum dengan Bitcoin

Hampir sama seperti Bitcoin, Ethereum merupakan sistem yang terdesentralisasi. Artinya, tidak ada seseorang ataupun perusahaan yang bisa mengontrol Ethereum. Namun, pada sistem Ethereum terdapat fitur yang paling  berbeda dari bitcoin. Fitur tersebut adalah Smart Contract.

Smart Contract secara sederhana  merupakan fitur untuk perjanjian antara dua orang dalam bentuk kode pada komputer. Smart contract berada di jaringan blockchain, sehingga data tersebut disimpan di database publik dan tidak dapat diubah.

Transaksi yang terjadi menggunakan smart contract akan diproses oleh blockchain, sehingga smart contract dapat dikirim secara otomatis tanpa pihak ketiga seperti bank, pemerintah, broker, dan lain sebagainya.  Transaksi hanya terjadi pada kondisi ketika perjanjian terpenuhi. Dengan tidak adanya pihak ketiga, maka tidak ada entitas yang perlu dipercayai dalam menjalankan smart contract tersebut.

Selain fitur smart contract ada beberapa yang berbeda dari dari kedua mata uang kripto yang sedang naik daun tersebut. Diantaranya adalah: 

  • Generasi Blok: di Ethereum, Generasi Blok pada sistem blockchain memiliki kecepatan 12 detik per blok. Sedangkan pada Bitcoin, Generasi Blok memiliki kecepatan yang jauh lebih lama 10 menit per blok.
  • Kecepatan Transaksi: Karena perbedaan Generasi Blok yang sudah dijelaskan di atas, kecepatan perpindahan blok pada Ethereum berbanding jauh dari Bitcoin, sehingga proses kecepatan transaksinya pun menjadi jauh lebih cepat.
  • Biaya Transaksi: Pada bitcoin, biaya yang dikenakan per transaksi adalah tetap, namun pada Ethereum biaya transaksi berbeda-beda. Tergantung pada daya komputasi yang ada pada saat itu.
  • Fitur transaksi: Pada Ethereum terdapat fasilitas seperti exchanger yang dapat digunakan oleh user untuk menukarkan Ethereum ke bitcoin atau ke mata uang kripto lainnya. Namun, pada Bitcoin hanya mendukung transaksi antar pengguna Bitcoin saja, sehingga penukaran bitcoin ke mata uang kripto lain atau ke mata uang konvensional membutuhkan exchanger seperti Tokocrypto. 
  • Fitur EVM: Pada fitur EVM dapat diaplikasikan dalam platform lainnya sebagai penyedia layanan transaksi berbasis Ether. Evm adalah sebuah proses pencatatan transaksi yang cepat aman dan mudah. Fitur ini juga dapat diimplementasikan pada sistem lainya. 

Nah itulah perbedaan-perbedan dari ethereum dengan bitcoin. Jika anda ingin memiliki kedua mata uang kripto tersebut anda bisa mengakses websites www.tokocrypto.com atau menghubungi kami lewat media sosial dengan username @Tokocrypto.



Sumber : news.tokocrypto.com

League of Ancients, Game NFT MOBA Mirip DOTA 2 dan Mobile Legends!

MOBA bisa dibilang genre game paling favorit di dunia, termasuk di Indonesia. Sejak DOTA meraih banyak pemain di berbagai belahan dunia, akhirnya membuat banyak game serupa yang hadir, mulai League of Legends hingga yang paling populer di Indonesia kini, Mobile Legends. Hal ini yang menjadi alasan mengapa game MOBA hingga hari ini masih sangat populer. 

Penyelenggara kompetisi game atau e-sport tidak ragu menghadirkan pertandingan game MOBA, mulai dari platform PC hingga platform mobile. Melihat ceruk game MOBA yang hingga kini masih digandrungi yang dibarengi dengan mencuatnya kripto dan juga NFT, muncullah sebuah NFT game dengan aliran serupa.

Lantas, apa yang membedakan game MOBA tradisional seperti DOTA 2, League of Legends, ataupun Mobile Legends? Yuk, kita simak pembahasan game NFT MOBA League of Ancients.

League of Ancients: Game NFT yang Terinspirasi dari DOTA 2

Kemiripan gameplay yang ditawarkan oleh League of Ancients dengan DOTA 2, tak bisa dipungkiri karena terinspirasinya sang kreator game tersebut dengan DOTA 2. Game MOBA yang dikembangkan dengan sistem blockchain ini digarap oleh sebuah studio bernama Mithotech Ltd. yang berbasiskan di Malaysia. 

Sang developer ingin menawarkan ide baru dalam dunia game, terutama dunia e-sport, yakni game kompetitif yang dapat dimainkan di Binance Smart Chain. Selain itu, karena menggunakan sistem blockchain ini, game MOBA besutan negeri Jiran ini memungkinkan para pemainnya untuk menjual atau membeli skin-nya melalui marketplace League of Ancients.

Baca Juga: Mengenal Game NFT Thetan Arena

Kerja Sama Developer League of Ancients dengan Studio Dalam Negeri Anantarupa Studio

Tak hanya gamers saja yang antusias dengan kedatangan game moba nft satu ini, namun juga sebuah studio pengembang game dalam negeri, Anantarupa Studio. Studio asal Ibu Kota yang telah menelurkan banyak game ini, memutuskan untuk bermitra dengan Mithotech Ltd., sebuah perusahaan game asal Malaysia yang menggarap game MOBA NFT ini.

Dari kolaborasi ini, Mithotech dan juga Anantarupa berharap agar League of Ancients ini bisa menjadi game MOBA yang lolos ke kategori esport mobile di tahun 2022. Hal ini akan membuka kesempatan bagi dunia kripto dan blockchain bisa hadir di industri gaming

Selain itu, dengan menggunakan sistem blockchain, kedua studio yang berkolaborasi tersebut juga menginginkan dunia gaming kompetitif yang lebih sehat dengan menawarkan fitur play-to-earn yang memungkinkan upaya dan waktu pemain, salah satunya ketika membeli skin NFT. 

Fitur-Fitur Game League of Ancients

Ada beberapa fitur League of Ancients yang tentu sangat menarik untuk disimak. Apa sajakah itu?

MOBA 5v5

Sebagai game MOBA, tentu hal yang pertama yang ditawarkan adalah gameplay-nya, yakni MOBA 5v5. Seperti game MOBA lainnya yang sudah populer, League of Ancients bisa dimainkan oleh 10 pemain yang dibagi ke dalam 2 faksi yang berlawanan. Dalam mode ini, Anda bisa mendapatkan token LOA.

Play-to-Earn

Bagi Anda yang ingin meraih token LOA lebih banyak, Anda bisa memanfaatkan salah satu fitur yang disediakan yaitu Anda bisa melakukan jual-beli skin NFT melalui marketplace League of Ancients.

Free-to-Play

Apakah game ini gratis? Tentu saja! Seperti game MOBA tradisional lain yang untuk memainkannya pemain hanya butuh mengunduh aplikasinya, League of Ancients pun juga seperti itu. Namun, game ini tak hanya menawarkan fitur tersebut, di sini adalah tempat yang tepat untuk Anda yang ingin bermain sambil investasi NFT.

Baca juga: Splinterlands Game NFT yang Populer, Yuk Kenali Lebih Lanjut

Cara Mendaftar dan Memainkan League of Ancients

Bagi Anda yang penasaran memainkan game League of Ancients, ada beberapa langkah-langkah yang bisa Anda ikuti. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Buka situs https://www.leagueofancients.com/ dan klik public sale.
cara daftar league of ancient

Source Official Website League of Ancients

Asset Image Google Drive

  1. Klik Connect Wallet pada bagian kanan atas
nft sale di game league of ancient

Source Official Website League of Ancients

Asset Image Google Drive

  1. Setelah  terhubung dengan dompet kripto Anda, ubah jaringan menjadi Binance Smart Chain (BSC)
  2. Setelah masuk ke laman login wallet, klik connect

Apakah Sudah Bisa Memainkan League of Ancient

Melihat pasar game MOBA di dunia atau bahkan di Indonesia yang sangat ramai, League of Ancients cukup ditunggu-tunggu oleh para gamers. Ide revolusioner yang dibawakan di mana game ala DOTA 2, League of Legends, atau Mobile Legends dipadukan dengan sistem blockchain membuat banyak pihak tertarik. Perpaduan tersebut menjanjikan sebuah dunia game MOBA yang mampu menuai pundi-pundi bagi pemainnya. 

Tapi, sayangnya Anda belum bisa memainkan game ini sekarang-sekarang ini, karena League of Ancient baru meluncurkan versi beta-nya di kuartal 3 tahun 2022 ini.
Sambil menunggu perilisan game ini, Anda bisa bersiap-siap dengan mempelajari seluk-beluk NFT. Selain itu, Anda juga bisa menjual hasil karya NFT Anda di marketplace NFT terpercaya seperti TokoMall. Daftarkan diri Anda sebagai Official Partner di TokoMall dan gabung di komunitas TokoMall Discord dan juga Telegram.



Sumber : news.tokocrypto.com

Mengenal Game NFT Thetan Arena

Perlahan tapi pasti, game NFT mulai menjaring banyak penggemar. Bahkan peminatnya tak hanya datang dari kelompok yang memang menggeluti dunia NFT, para pencinta games dari platform lain pun mulai menaruh minat. Terlebih, kini game NFT punya berbagai genre. Salah satu genre yang paling diminati adalah MOBA atau multiplayer online battle arena karena NFT mampu memberikan sensasi baru. Dari beberapa game MOBA NFT, ada satu yang sangat menarik perhatian, yaitu Thetan Arena.

Game yang berjalan di ekosistem BSC (Binance Smart Chain) ini memiliki sebuah fitur yang memungkinkan user untuk mengumpulkan aset NFT. Untuk lebih mengenal game moba nft satu ini, yuk simak ulasan lengkapnya berikut!

Kenalan dengan Thetan Arena

Thetan Arena adalah game NFT pertama yang memiliki genre MOBA. Permainan yang memanfaatkan teknologi blockchain ini merupakan sebuah terobosan baru karena sebelumnya game NFT yang beredar mengangkat genre card-game atau idle-game.

Meski menjadi game MOBA pertama yang berjalan di ekosistem blockchain, kualitas game ini tak kalah dengan game dari platform lain. Premisnya pun cukup umum, pemain bertarung dengan pemain lain untuk memperebutkan item tertentu.

Diluncurkan pada November 2021 lalu. Permainan yang dikembangkan oleh studio WolfFun ini tersedia di PC, perangkat Android, dan juga iOS. Selain mengangkat genre MOBA, game ini juga merupakan sebuah permainan play-to-earn. Artinya, Anda bisa mendapatkan hadiah atau item tertentu hanya dengan bermain dan berinteraksi dengan pemain lain dalam game.

Baca Juga: League of Anciet, Game Moba NFT Mirip Dota dan Mobile Legends!

Cara Bermain Thetan Arena

cara bermain thetan arena

Source by Thetan Arena

Untuk bermain game moba satu ini sebenarnya sangat simpel. Terlebih, game ini bisa didapatkan secara gratis melalui website resmi mereka. Per April 2022, game ini telah diunduh lebih dari 500 ribu kali melalui platform Google Play Store.

Jika dilihat sekilas, Thetan Arena mirip dengan game Mobile Legend yang dipadukan dengan Battle Crawl. Dengan format earn-to-play NFT game, di awal permainan Anda bisa langsung mendapatkan 3 hero secara gratis. Setelah itu, Anda bisa langsung memulai petualangan dan mengumpulkan item.

Nah, selain item yang dipakai untuk memudahkan game, Thetan Arena juga menyediakan hadiah berupa Thetan Coin (GTHC). Koin tersebut bisa didapatkan dengan bertarung melawan pemain lain. Koin GTHC nantinya bisa ditukarkan dengan aset kripto yang tentunya memiliki nilai jual.

Baca juga: 5 Rekomendasi NFT Game Gampang dan Seru Untuk Dimainkan di Android

Bagaimana Cara Dapat Pemasukan dari Thetan Arena?

Ada banyak cara untuk bisa mendapatkan cuan dari game ini. Cara pertama adalah metode konvensional yang mengharuskan Anda untuk terus bertarung dengan pemain lain. Di game ini juga terdapat beberapa misi rahasia yang memberikan aneka macam hadiah menarik.

Selain itu, ada juga beberapa kontes yang mempertemukan seluruh pemain game Thetan Arena. Jika keluar sebagai pemenang, Anda akan mendapatkan hadiah berupa aset kripto dan tentunya koin native Thetan, GTHC. Agar bisa mendapatkan cuan yang lebih banyak, jangan lupa untuk meningkatkan rank atau pangkat Anda. Terdapat 11 urutan rank mulai dari rank Tutorial hingga rank tertinggi, Super Champion.

Menukarkan Koin GTHC

Untuk bisa menggunakan koin dari game, maka Anda harus melakukan penukaran (exchange). Nah, proses penukaran ini bisa dilakukan melalui dompet kripto seperti Trust Wallet. Namun, perlu diingat, penukaran koin GTHC hanya bisa dilakukan setelah pemain berada di rank Bronze.

Sebelum melakukan penukaran, pastikan Anda sudah menghubungkan game dengan Trust Wallet. Setelah akun game terhubung dengan dompet kripto, maka aset pun bisa langsung ditukarkan.

Agar makin cuan, aset kripto yang Anda dapat dari game Thetan Arena bisa diinvestasikan di Tokocrypto. Prosesnya sangat mudah dan tidak makan waktu. Terlebih jika Anda sudah memiliki dompet kripto untuk menampung aset kripto dari game NFT.

Selain mudah, investasi aset kripto di Tokocyrpto pun terjamin keamanannya. Sebab, Tokocrypto telah memiliki izin operasional resmi dan terdaftar di Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi). Selain itu, Tokocyrpto juga menyediakan customer service yang siap sedia melayani Anda selama 24/7. Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap jangan lupa untuk bergabung dalam komunitas Tokocrypto di Telegram dan Discord, ya!



Sumber : news.tokocrypto.com

Ritel Adalah Bisnis yang Sudah Diadopsi Blockchain, Simak Selengkapnya

Di zaman yang semakin berkembang ini, kemajuan teknologi tak bisa dihindari lagi. Kemunculan teknologi blockchain, misalnya, membawa dampak hampir ke semua sektor industri. Salah satu yang ikut terdampak adalah bisnis ritel. Ritel merupakan usaha yang erat kaitannya dengan transaksi penjualan barang dan atau jasa kepada konsumen. 

Pelaku bisnis ritel harus selalu berinovasi dan mencari cara yang lebih tepat dan efisien agar usahanya bisa menjangkau pasar yang lebih besar. Apalagi sejak pandemi, penjualan secara konvensional sudah jarang dilakukan. Segalanya jadi beralih pada penggunaan teknologi digital.

Saat ini, beberapa bisnis ritel pun sudah melebarkan sayapnya dan menggunakan teknologi blockchain. Seperti apakah pengaplikasian teknologi ini dalam bisnis ritel? Simak penjelasannya di bawah ini!

Kenalan dengan Bisnis Ritel

Bisnis ritel adalah salah satu usaha yang menjual barang dalam jumlah satuan untuk dikonsumsi pribadi atau dijual kembali. Idealnya, barang yang dijual ritel akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. 

Berdasarkan jenisnya, bisnis ritel terbagi menjadi dua, yakni ritel besar dan kecil. Tak banyak perbedaan di antara keduanya. Ritel besar merupakan produsen yang langsung menjual barang dalam ukuran grosir besar kepada konsumen, sedangkan ritel kecil lebih banyak menjual dalam jumlah kecil dan satuan.

Di Indonesia sendiri, Anda dapat mengenali bisnis ritel dengan mudah, contoh nyatanya adalah seperti mini market, supermarket, dan department store. Ada juga ritel yang menjual hanya satu jenis produk seperti toko buku, perhiasan, perhiasan, atau mainan.

Tujuan dan Ciri-ciri Bisnis Ritel

Bisnis ritel dibentuk dengan tujuan untuk menyediakan segala bentuk produk yang dibutuhkan oleh pelanggan, dengan memungkinkan para pelanggan untuk membeli suatu produk dalam jumlah yang lebih kecil hingga satuan yang diperoleh dari distributor

Nah, untuk semakin memudahkan Anda dalam mengenali bisnis ritel, pahami ciri-ciri dari bisnis ritel sebagai berikut:

  1. Menjual barang dalam jumlah satuan dan sesuai kebutuhan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, suatu bisnis yang menjual produk dalam satuan unit terkecil, seperti satuan, dapat dikategorikan sebagai bisnis ritel. Berkat hal ini, biasanya bisnis ritel pun dilengkapi dengan stok produk yang mencukupi sehingga selalu siap sedia. 

Selain itu, bisnis ritel juga biasanya sudah mengetahui apa produk yang sedang dibutuhkan dan dicari pelanggan. Dengan demikian, para bisnis bisa menyediakan barang tersebut di toko. Mulai dari menjual salah satu produk tertentu saja, seluruh produk yang umum dibutuhkan, hingga produk eceran yang dijual secara digital (tanpa toko).

  1. Berhubungan langsung dengan pelanggan

Ciri-ciri selanjutnya dari bisnis ritel adalah berhubungan langsung dengan pelanggan. Sebab, bisnis ritel berperan sebagai penyambung pasokan produk dari distributor. Apabila pelanggan membutuhkan barang tersebut, maka pelanggan bisa langsung mengunjungi dan mendapatkannya di bisnis ritel.

Permasalahan Umum dalam Bisnis Ritel

Permasalahan umum dan utama yang sering dihadapi oleh bisnis ritel adalah perubahan ekspektasi konsumen. Bisnis ritel harus berurusan dengan banyaknya lapisan elemen yang terus bergejolak, salah satunya adalah ekspektasi konsumen. Melihat fakta di lapangan, harapan konsumen dapat dengan mudah dan cepat berubah sehingga bisnis ritel sulit mengikuti. 

Perubahan musim dan tren menjadi faktor utama perubahaan harapan konsumen ini. Misalnya, bisnis ritel pakaian harus bisa menyesuaikan produk yang dijualnya berdasarkan musim. Sebagai contoh, merek pakaian X mengeluarkan pakaian tipis untuk musim panas, namun pakaian ini tak akan terpakai di musim hujan. Karenanya, industri ritel perlu cerdas menghadapi perubahan tersebut.

Selain itu, permasalahan yang berkaitan dengan metode penjualan konvensional juga sangat memengaruhi. Jadi, bisnis ritel harus bisa mengikuti perkembangan zaman dan mengadopsi strategi marketing yang lebih modern.

Pemanfaatan Blockchain dalam Bisnis Ritel 

apa itu ritel

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, saat ini sudah banyak bisnis ritel yang memanfaatkan teknologi blockchain. Meskipun terdengar asing, hal ini sudah banyak diadopsi di Amerika. Perusahaan ritel yang sudah menggunakan blockchain dalam prosesnya antara lain adalah Amazon, Alibaba, Carrefour, dan IKEA. 

Lantas, apa saja solusi yang diberikan blockchain bagi para pihak yang bergerak di bisnis ritel?

  1. Bagi pelanggan

Bisnis ritel yang menggunakan blockchain dapat mengatur program loyalitas pelanggan menjadi lebih mudah. Hal ini karena segalanya bisa dilakukan secara digital. Program loyalitas ini tak hanya menguntungkan bagi perusahaan, tapi juga pelanggan. 

Misalnya, pelanggan harus mendapatkan poin setiap kali melakukan pembelajaan. Namun, karena tidak menggunakan teknologi blockchain, sering kali terjadi kesalahan perhitungan poin. Blockchain dapat menjadi solusi untuk mengautomasi proses tersebut. 

Terbaru, Starbucks mengumumkan rencananya akan meluncurkan NFT pada akhir 2022. Walaupun belum diketahui dengan pasti jenis teknologi blockchain apa yang akan dipakai, Starbucks mengusung konsep merek “tempat ketiga”. Nantinya, hal ini memungkinkan para pelanggan mengumpulkan NFT serta mengakses konten ekslusif lainnya.  

  1. Bagi transaksi pada ritel

Salah satu masalah terbesar dari penerapan transaksi digital adalah risiko kejahatan cyber. Kejahatan cyber ini juga termasuk adanya fraud dan peretasan data. Namun, dengan menggunakan teknologi blockchain, bisnis ritel dan pelanggan bisa lebih tenang. 

Pasalnya, tingkat keamanan transaksi di jaringan blockchain sangat tinggi. Protokol keamanan yang ditawarkan oleh blockchain dapat menghalangi terjadinya fraud atau peretasan data. Dengan begitu, transaksi antara penjual dan pembeli menjadi lebih aman karena dilengkapi dengan sistem keamanan yang ketat.

  1. Bagi rantai pasok

Rantai pasok adalah sebuah sistem yang meliputi penjadwalan dan pengendalian barang dalam bisnis ritel. Dengan menggunakan blockchain, perusahaan bisa memanfaatkan manajemen persediaan menjadi lebih tertata secara otomatis.

Sistem yang sudah otomatis bekerja akan memudahkan perusahaan dalam mengontrol pasokan barang dan mengurangi biaya penyimpanan. Manajemen persediaan yang baik tentunya akan meningkatkan kinerja perusahaan untuk melayani pelanggan. Akhirnya, pelanggan pun juga akan terpuaskan dengan rantai pasokan yang efisien.

IBM, sebuah perusahaan Amerika Serikat yang memproduksi dan menjual software maupun hardware menghadirkan blockchain service bagi perusahaan retail yang bernama Food Trust. Dilansir dari IBM.com, salah satu perusahaan ritel yang menggunakannya adalah Walmart. Dengan jasa ini, rantai pasokan yang ada akan transparan. Sehingga keamanan pangan yang ada pun meningkat. Nah, hal ini bisa dilacak melalui platform blockchain IBM. 

Keuntungan Blockchain bagi Ritel

Dari penjabaran pemanfaatan di atas, dapat Anda tarik kesimpulan bahwa blockchain memberi banyak keuntungan bagi bisnis ritel. Beberapa diantaranya antara lain:

  1. Perusahaan ritel yang juga menggunakan teknologi blockchain yaitu berkaitan dengan pembayaran pajak yang lebih efisien bagi penjualan eceran. Setiap tahun, perusahaan harus membayarkan pajak atas penjualan mereka. Sayangnya, data dapat tersebar apalagi jika transaksi dilakukan secara online. Sering kali perusahaan tidak bisa mengatasi masalah ini. Dengan blockchain, pengumpulan data perpajakan menjadi lebih otomatis dan efisien. 

Baca juga: Apa Itu Blockchain dan Bagaimana Pemanfaatannya?

  1. Bagi supply chain yang diterapkan oleh perusahaan ritel juga akan menadapatkan manfaat supply chain aman. Karena memungkinkan untuk perusahaan untuk melacak ulang data ke sumber asli dan tidak ada satupun yang bisa merubah data yang sudah tersimpan pada blockchain.
  2. Tak hanya aman, perusahaan ritel yang menerapkan teknologi supply chain berbasis blockchain tentu akan transparan. Mari kita melihat contoh yang telah disebutkan di atas pada Walmart, konsumen tentu menginkan proses pengiriman barang yang cepat, dan sejauh mana barang mereka telah dikirmkan, dan darimana barang tersebut diproduksi. 

Masih ada banyak keuntungan blockchain yang bisa dirasakan oleh bisnis ritel atau industri secara umum. Hal ini penting karena bisnis ritel adalah bisnis sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Untuk mengetahui lebih banyak tentang blockchain, kunjungi Tokonews sekarang dan jangan lupa juga untuk gabung di komunitas Tokocrypto di Telegram dan Discord!



Sumber : news.tokocrypto.com

Si Juki, Berawal dari Webtoon hingga ke NFT

Bagi Anda pencinta komik atau karya visual, mungkin sudah tidak asing lagi dengan kartun asli asal Indonesia bernama Si Juki. Karakter kartun ini mulai terkenal pada 2012. Berkat popularitasnya yang terus meningkat, karakternya pun terus berkembang dan banyak muncul di media atau platform lain. Contohnya kehadiran karya visual satu ini dalam bentuk film dan web series, serta yang baru-baru ini ramai adalah dalam bentuk NFT. 

Memangnya, siapakah kreator di balik karakter yang populer ini? Lalu, bagaimana kartun Indonesia ini berhasil menjadi NFT? Simak penjelasannya di bawah ini!

Beberapa dari Anda mungkin sudah mengenal tokoh kartun satu ini. Tokoh Si Juki merupakan seorang anak laki-laki yang terlihat cuek, usil, menyebalkan, tidak tahu malu, namun anehnya ia selalu dipenuhi keberuntungan. Bahkan, itulah asal mula namanya. Juki merupakan singkatan dari Juru Hoki. Maka, tidak salah jika karakter utama dari kartun ini sering beruntung.

Karakter yang seronok ini muncul pertama kali dalam komik online berjudul DKV4 pada akhir 2011. Kemudian, penerbit Bukune menerbitkannya dalam judul ‘Ngampus! Buka-bukaan Aib Mahasiswa’. Sebelum komik Si Juki naik cetak, sang kreatornya terlebih dahulu memanfaatkan media online. Komik yangi muncul melalui media sosial pada 2012. Bahkan sejak komik ini semakin terkenal di dunia online, sang kreatornya pun akhirnya membuka website serta menjual merchandise Si Juki.

Hingga 2021, sudah ada tujuh buku di mana Si Juki menjadi karakter utama dalam komik. Seri komiknya pun terdiri dari tiga macam. Seri pertama bercerita tentang kehidupan Juki sebagai mahasiswa, yang kedua bercerita saat Juki menjadi anak kelas tiga SMA, dan yang terakhir bercerita tentang Juki yang mencari kerja.

Dengan followers Instagram yang sudah mencapai 796 ribu, tak hanya muncul sebagai karakter komik, Karakter satu ini juga sudah muncul dalam sebuah film berjudul ‘Si Juki the Movie’ dan web series berjudul ‘Si Juki Anak Kosan’. Ketenarannya sudah tidak perlu dipertanyakan lagi dalam dunia kartun Indonesia.

Saat ini, webtoon ini sudah mulai merambah dalam membagikan karya seninya di dunia NFT. Selain dengan menjalankan proyek NFT ‘Jukiverse NFT’, Si Juki juga aktif minting karya seni NFT di marketplace NFT dalam negeri yaitu TokoMall.

Sebelum membahas kiprah Si Juki di dunia NFT lebih dalam, kenalan dulu dengan orang di balik tokoh ini, yuk!

Sosok di Balik Kesuksesan Webtoon Ini

Bila berbicara tentang kesuksesan komik Si Juki, tak lengkap rasanya bila tidak mengetahui sosok di balik karakter tersebut. Kreator dari komik ternama ini dikenal dengan panggilan Faza Meonk. Faza adalah seorang desainer grafis yang lahir dengan nama asli Faza Ibnu Ubaidillah Salman.

Pria kelahiran 23 Agustus 1991 ini sudah bercita-cita menjadi komikus sejak SMP. Pasalnya, saat ia masih duduk di bangku SMP, Faza sangat senang membaca komik. Akhirnya, ia pun mengejar cita-citanya tersebut dengan melanjutkan ke jenjang pendidikan SMK di jurusan animasi. Setelah itu, ia mengambil jurusan DKV – Animasi di Universitas Bina Nusantara atau BINUS.

Pada saat ia berkuliah, banyak teman-temannya yang menyukai hasil karya yang Faza buat. Bagi mereka, komik buatan Faza sangat kreatif dan juga memiliki pesan yang menyentil pembaca. 

Saat ini, Faza sudah memiliki toko komiknya sendiri yang berdiri di kawasan komplek M Bloc Space, Melawai, Jakarta Selatan. Harga komiknya dibanderol dengan harga mulai dari Rp40.000.

Kartun Si Juki Merambah ke Dunia NFT

nft glass box

Sukses muncul sebagai komik, film dan juga web series, kini karakter Juki tampil dalam bentuk NFT. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, awal mula Si Juki terjun di dunia NFT adalah dengan mengadakan rangkaian pameran Jukiverse NFT. 

Sebelum mengadakan pameran NFT yang terdiri dari ragam koleksi ‘Lost in Jukiverse’, Si Juki mengawalinya dengan koleksi yang diberi nama ‘Jukiverse X’. Koleksi ini terdiri dari 34 keping NFT yang masing-masing memiliki ciri khas berbeda. Sebab, setiap kepingnya dibuat oleh seniman dalam negeri yang diajak untuk berkolaborasi. 

koleksi nft si juki

Source: OpenSea – #17 Owange Monkibot – Kong Andri

Sejumlah koleksi tersebut diperjualbelikan melalui marketplace NFT OpenSea dengan harga yang beragam. Keping NFT dari koleksi ‘Jukiverse X’ yang mencatat harga tertinggi saat ini adalah ‘#17 Owange Monkibot – Kong Andri’. NFT tersebut dibanderol harga senilai 9 ETH atau senilai lebih dari Rp150 juta, lho!

Dalam pameran Jukiverse NFT yang digelar pada 3-12 Juni 2022 lalu di Sarinah, Faza merilis sebanyak 3456 koleksi NFT berjudul ‘Lost in Jukiverse’. Hebatnya, koleksi tersebut habis terjual dalam hitungan menit saja. Luar biasa, bukan? Pameran Jukiverse NFT sendiri merupakan pameran NFT hybrid pertama di Indonesia. Artinya, pameran ini diselenggarakan offline dan di metaverse secara bersamaan.

Source: Jukiverse

Pameran ini merupakan upaya memperkenalkan karakter karya anak bangsa ke dunia internasional. Faza berharap keberadaan karakter buatannya semakin dikenal ke pasar yang lebih luas. Sang kreator juga mengungkapkan bahwa komunitas Jukiverse NFT sendiri sudah berkembang sangat pesat. Kini, pengikutnya di Twitter mencapai 90.000. Komunitas tersebut tentunya diisi oleh orang-orang dari berbagai negara seperti Amerika, Italia, Filipina, India, dan China.

Baca juga: Metaverse adalah Gambaran Masa Depan? Begini Cara Kerjanya

Popularitas dan kualitas karya anak bangsa tentu tidak perlu dipertanyakan lagi. Sekarang, media atau platform untuk memperkenalkan karya sudah semakin banyak dan mudah untuk dicapai, salah satunya lewat marketplace NFT seperti TokoMall. 

Bagi para Creator (Kolektor) dan Official Partner (Kreator) yang ingin membeli, mengoleksi atau memamerkan karya seni NFT seperti Si Juki, Anda dapat melakukannya melalui TokoMall. Gabung juga di komunitas TokoMall pada Discord dan juga Telegram agar tidak ketinggalan berita seputar dunia NFT!



Sumber : news.tokocrypto.com

Upland: Kenalan dengan Game NFT Jual Beli Properti Secara Virtual

Perkembangan teknologi yang semakin canggih telah mengubah berbagai aspek kehidupan, tak terkecuali dunia game. Saat ini, pengembang game pun sudah beralih membuat permainan berbasis teknologi blockchain. Salah satu game tersebut yaitu Upland. Game NFT ini memungkinkan para pemainnya menjual serta membeli tanah virtual! Artinya, Anda bisa mendapatkan keuntungan hanya dengan memainkan game nft ini. 

Anda tertarik mencoba memainkan game yang satu ini? Simak terlebih dahulu penjelasan mengenai game nft satu ini serta cara bermainnya disini!

Apa Itu Game NFT Upland?

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, Upland merupakan game berbasis blockchain. Para pemain bisa melakukan aktivitas jual-beli properti virtual yang mereka miliki di dunia nyata. Upland adalah game real estate yang akan menjadikan pemainnya memiliki predikat pemilik tanah digital. 

Melalui game Upland, Anda bisa memiliki dan membangun properti yang diinginkan serta mendapatkan koin UPX. Game ini dibuat dan dikembangkan oleh Uplandme, Inc. Berkat menggunakan blockchain EOS, setiap properti di dalam game nft ini akan terikat dalam bentuk NFT.

Tak hanya membangun properti, Anda juga bisa memperdagangkan aset properti Anda dengan menggunakan koin UPX tersebut. Untuk mendapatkan UPX, Anda bisa melakukan investasi di properti yang memberi lebih banyak keuntungan.

Baca Juga: League of Kingdoms, Game NFT yang Bisa Bikin Cuan, Lihat Cara Mainnya di Sini

Fitur-fitur yang ditawarkan oleh game NFT Upland

tampilan game nft upland

Source: https://www.upland.me/

Dalam setiap game, pasti terdapat fitur-fitur menarik. Upland juga mempunyai fitur yang perlu Anda ketahui terlebih dahulu sebelum memainkannya. 

1. Token

Fitur yang pertama adalah token. Cara melakukan penjualan aset adalah dengan token UPX. Pihak Upland akan merilis token tersebut setiap bulan, jadi para pemilik akan mendapatkan penghasilan bulanan yang dikirimkan pihak pengembang. 

Upland memberikan Anda kemungkinan melakukan perdagangan real estate. Jika Anda berhasil menjualnya, maka uang akan ditransferkan ke akun Paypal Anda secara nyata. Menarik, bukan? 

2. Property Hunting

Tak hanya itu, Anda juga bisa melakukan property hunting. Pengembang game ini mempunyai pasar bagi para pemain untuk membeli NFT real estate. Pemain juga diberikan sebuah robot penjelajah untuk menemukan area baru di game.

3. Uplander

Pemain game ini akan menjadi Uplander saat nilai token UPX serta real estate yang dimiliki sudah mencapai 10 ribu token UPX. Jika sudah demikian, NFT yang di peroleh baru bisa sepenuhnya Anda miliki.

Cara Kerja Game Upland

Cara kerja game ini sebenarnya tidak sulit. Karena Anda bisa memainkan game ini melalui PC atau bahkan ponsel pintar Anda. 

Aplikasi tersedia untuk ponsel dengan sistem operasi iOS dan juga Android. Jadi, Anda dapat menemukan game ini di App Store atau Google Play Store. 

Siapa saja bisa memainkan game ini dengan melakukan pendaftaran terlebih dahulu pada situs web mereka.

Langkah-langkah Bermain Game Upland

game nft upland

Source: https://www.upland.me/

Langkah-langkah bermain game Upland ini tak begitu sulit. 

  1. Anda dapat melakukan pendaftaran di situs Upland dan mengunduh game di ponsel Anda. 
  2. Setelahnya, Anda bisa membuat akun dan melakukan misi pertama, yaitu memilih Explorer atau Block Explorer. 
  3. Block Explorer merupakan kunci untuk membuka setiap fitur yang ditawarkan oleh game Upland, sedangkan Explorer akan menjadi peta Anda selama dalam permainan.
  4. Sesudah itu, Anda akan menerima sejumlah UPX untuk melakukan permainan. Anda bisa membeli, menukar, atau menjual aset digital yang Anda terima. 
  5. UPX bisa Anda dapatkan dengan membelinya atau mengumpulkannya melalui properti yang Anda miliki. 
  6. Untuk membeli properti, Block Explorer akan membawa Anda menjelajahi kota terpilih. 
  7. Properti yang tersedia untuk dibeli akan memiliki tanda hijau. Setelah melakukan pembelian, properti pun menjadi milik Anda.
  8. Anda bisa melakukan penjualan properti dengan mendaftarkannya di marketplace pilihan. Caranya sangat mudah, pilihlah properti yang ingin dijual dan pencet tombol ‘Sell’. Jangan lupa untuk memberikan harga yang Anda inginkan. 
  9. Anda juga bisa membuka kesempatan bagi pemain lain untuk menawar properti dalam bentuk UPX atau trade property.

Bagaimana? Bermain sebagai pemilik real estate di game Upland sangat mudah dan menyenangkan, bukan? Dengan game ini, Anda berpotensi memiliki keuntungan bahkan di dunia nyata! Tertarik untuk tahu lebih banyak tentang perkembangan Upland dan NFT? Yuk, Join Discord dan Telegram TokoMall agar Anda bisa mendapatkan informasi terkini tentang NFT!



Sumber : news.tokocrypto.com

Memahami Aset Kripto, NFT dan Gagasan “Greater Fool Theory”

Pembahasan mengenai gagasan “Greater Fool Theory” terhadap investasi aset kripto dan NFT ramai dibicarakan akhir-akhir ini. Pemicunya Bill Gates dalam interview dengan TechCrunch, mengatakan bahwa NFT dan kripto adalah “100 persen didasarkan pada greater fool theory.” 

Tidak hanya Gates, Warren Buffett pada tahun 2020, menyebutkan “aset kripto pada dasarnya tidak memiliki nilai. Anda tidak dapat melakukan apa pun dengannya kecuali menjualnya kepada orang lain.” Poin yang dibuat Gates dan Buffett adalah bahwa kripto tidak menawarkan nilai “dunia nyata”. 

Dengan dua pandangan tokoh tersebut, seberapa adil analisis mereka dalam memandang aset digital, seperti kripto dan NFT ini?

ilustrasi bentuk fisik non fungible token
ilustrasi bentuk fisik non fungible token atau NFT.

Apa Itu Greater Fool Theory?

VP Growth Tokocrypto, Cenmi Mulyanto, mencoba menjelaskan aset kripto dan NFT dari sudut pandang yang berbeda. Ia mengakui saat ini meskipun benar bahwa hanya ada sedikit aplikasi kripto dan NFT di kehidupan nyata, masih terlalu dini untuk mengatakan dengan pasti apakah Bitcoin atau aset kripto lainnya praktis tidak berguna. 

“Sebelumnya kita pahami dulu “Greater Fool Theory” dalam literatur keuangan adalah Anda tidak boleh berinvestasi dalam sesuatu, jika nilainya hanya bergantung pada penjualannya kepada orang lain dengan harga lebih tinggi. Kripto dan NFT kini hanya dipandang hanya sebatas permukaan dari potensi besar Bitcoin dan teknologi blockchain,” kata Cenmi.

Cenmi menganalogikan Bitcoin seperti komoditas minyak bumi pada tahun awal penemuannya, di mana kegunaannya hanya sebatas menjadi penerangan, tetapi belum bisa digunakan untuk menggerakkan mobil, pesawat, dan lainnya. Sama seperti Bitcoin, minyak bumi adalah adalah komoditas yang terbatas, tetapi penggunaan di dunia nyata bermakna. 

ilustrasi token bitcoin
ilustrasi token Bitcoin.

Baca juga: Ini 5 Game NFT Gratis yang Dapat Memberi Keuntungan

“Bitcoin saat ini penggunaannya masih terbatas, hanya untuk menyimpan tabungan di luar sistem mata uang fiat, transfer uang melintasi perbatasan dan untuk menyelesaikan transaksi besar dengan cepat dan tidak dapat diubah. Di negara-negara tertentu, ini merupakan terobosan yang dinantikan untuk revolusi layanan keuangan sentralisasi,” terangnya.

Adopsi Kripto Masih Dipermukaan

Investor yang membeli Bitcoin hari ini bertaruh akan ada penggunaan masa depan yang dibangun di atas kemampuan yang sekarang dengan bantuan teknologi blockchain dan bisa berdampak lebih besar daripada kapitalisasi pasarnya saat ini. 

Bitcoin dan minyak bumi sama-sama terbatas atau langka. Logika di balik nilai Bitcoin bagi investor saat ini, bukan hanya tentang berharap untuk ‘orang bodoh’ membeli lebih besar, melainkan membeli aset yang langka sebelum permintaan berkembang sepenuhnya. 

Ilustrasi Bitcoin vs emas.
Ilustrasi Bitcoin vs emas.

Baca juga: Kenal Lebih Aset Kripto dForce (DF) dan Bonfida (FIDA)

“Membeli Bitcoin hari ini seperti membeli minyak pada abad ke-18 setelah melihat kegunaan awalnya. Dan tidak seperti minyak, dengan Bitcoin, investor tidak terburu-buru, karena sebagai aset digital, dapat menyimpannya dengan murah selama bertahun-tahun sambil menunggu permintaan meningkat,” tutur Cenmi.

Perkembangan dunia digital tergolong skeptis pada awalnya. Orang tidak mengira media digital akan menggantikan surat kabar, tidak percaya bahwa iklan digital dapat bersaing dengan media cetak dan TV, dan sangat skeptis bahwa e-commerce bersaing dengan toko fisik. Bitcoin dan teknologi blockchain dalam jalan yang sama untuk adopsi yang lebih besar dan bermanfaat bagi masyarakat di berbagai sektor.



Sumber : news.tokocrypto.com