All posts by 21

ASPAKRINDO Salurkan Hewan Kurban pada Idul Adha 1443H

Menyambut Hari Raya Idul Adha 1443 H/2022, Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO) kembali menjalankan aksi berbagi manfaat melalui penyaluran hewan kurban bagi masyarakat yang membutuhkan. Penyaluran hewan kurban tahun ini menggandeng Kementerian Perdagangan RI.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO), Teguh Kurniawan Harmanda, mengatakan sebagai asosiasi yang dibentuk para pedagang aset kripto yang telah mendapatkan tanda daftar dan izin di Bappebti, ASPAKRINDO hadir tidak hanya fokus pada aspek bisnis dan industri saja, tetapi juga secara konsisten terus memberikan manfaat yang inklusif bagi masyarakat. Hal tersebut juga sejalan dengan komitmen untuk memperkuat upaya kolaboratif dalam menjalankan inisiatif corporate social responsibility (CSR).

“Inisiatif ini menjadi salah satu bentuk rasa syukur kami atas pencapaian yang kami raih dalam melayani masyarakat. Pemberian hewan kurban merupakan wujud nyata dari komitmen ASPAKRINDO yang ingin terus membuka pintu kebaikan dengan berbagi dan memberikan dukungan bagi setiap lapisan masyarakat di segala kondisi. Kurban mengajarkan kerelaan memberikan yang terbaik pada yang membutuhkan, bahkan sekalipun kita sedang dalam keterbatasan,” kata Manda.

ASPAKRINDO Salurkan Hewan Kurban Melalui Kementerian Perdagangan pada Idul Adha 1443H
ASPAKRINDO Salurkan Hewan Kurban Melalui Kementerian Perdagangan pada Idul Adha 1443H.

Baca juga: 6 Tips Tetap Profit saat Bear Market Kripto

Tahun ini, ASPAKRINDO menyerahkan hewan kurban 12 ekor kambing dan 1 ekor sapi yang telah disalurkan ke Masjid “Al – Arief” Kementerian Perdagangan, Jakarta. Bantuan hewan kurban tersebut dikumpulkan dari sejumlah anggota ASPAKRINDO yang terdiri; Tokocrypto, Rekeningku, DigitalExchange, Coinbit, PINTU, Nanovest, Triv, PlutoNext, Bitocto, Koinku, Gudang Kripto dan Incrypto.

ASPAKRINDO memastikan bantuan tersebut akan disalurkan secara terarah sehingga seluruh manfaat dapat tepat sasaran dan diterima oleh penerima manfaat yang membutuhkan. Bantuan hewan kurban ditargetkan dapat didistribusikan ke sejumlah masyarakat yang membutuhkan dan berada di sekitar wilayah kantor Kementerian Perdagangan di Jakarta. 

Sama seperti tahun sebelumnya, pelaksanaan penyembelihan dan distribusi bantuan hewan kurban dilakukan dengan tetap menjalankan protokol COVID-19 dan berpedoman pada ketentuan yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia.

“Bantuan ini pun diharapkan dapat meringankan beban ekonomi yang dialami masyarakat selama masa pandemi yang masih berlangsung saat ini. Ke depan, ASPAKRINDO akan terus berkomitmen memperkuat upaya kolaboratif dengan para pemangku kepentingan untuk bergerak maju, menghadirkan semangat gotong royong dan berbagai kepada sesama,” pungkas Manda.

Baca juga: Pasar Sepekan: Market Kripto Makin Optimis Melaju, tapi Potensi Bull Trap



Sumber : news.tokocrypto.com

Cara Cuan di Market Bearish

Ketika berbicara tentang investasi, kemampuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tren pasar sangatlah penting. Apalagi dengan mengetahui berbagai tips dan cara cuan di saat kondisi market bearish sangatlah membantu investor untuk memilih keputusan yang tepat.

Pergerakan pasar selalu dalam satu arah, naik maupun turun. Dalam hal investasi aset kripto biasanya tren digambarkan sebagai bull market dan bear market. Secara sederhana, bull market mengacu pada kondisi ketika pasar sedang naik. Sebaliknya, bear trend mengacu pada kondisi ketika pasar sedang menurun. Biasanya bull market terjadi ketika harga naik 20% atau lebih sedangkan bear market dianggap sebagai penurunan harga 20% dari harga tertinggi terakhir. 

Bear market sering terjadi sebelum atau sesudah kondisi ekonomi bergerak ke dalam resesi. Banyak yang sering mengilustrasikan market bearish sebagai situasi yang buruk namun tentu saja hal ini tidak dapat dihindari. Pada 21 Juni 2021, Ethereum (ETH), cryptocurrency terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar turun 12,5% hanya dalam 24 jam dan hampir 24% selama seminggu. Bahkan Dogecoin yang dimulai sebagai koin lelucon tetapi akhirnya tumbuh menjadi salah satu mata uang kripto favorit yang sering diperbincangkan pun mengalami penurunan, kehilangan 33% nilainya hanya dalam 24 jam pada 21 Juni 2021. Kondisi umum pasar kripto tentu saja bukan lelucon tetapi kondisi ini dapat dikatakan sebagai kondisi bear market

Baca Juga: Tips Cuan Investasi Kripto Kala Market Bearish dan Kekhawatiran Stablecoin

Penurunan harga Bitcoin yang terjadi baru-baru ini bukanlah bear market pertama yang dihadapi pasar aset kripto. Sebelumnya, pasar kripto sudah melewati “musim dingin” yang lebih keras sebelumnya:

  • Pada tahun 2018, Bitcoin naik dari $20.000 ke level terendah $3.000.
  • Pada bulan Maret 2020, selama kehancuran akibat pandemi secara keseluruhan di pasar global, Bitcoin turun dari $9.000 menjadi $4.500 dalam hitungan hari.

Di situasi yang fluktuatif ini, adakah cara yang bisa dilakukan oleh investor untuk menghadapi market bearish agar tetap cuan?

4 Cara Cuan Di Market Bearish

Fokus pada Jangka Panjang

Sulit untuk memprediksi kondisi pasar ketika dalam kondisi market bearish. Sebaiknya jangan berinvestasi ketika hanya ingin fokus untuk menjadi kaya dalam setahun. Fokuslah pada pendekatan jangka panjang untuk berinvestasi dan asumsikan bahwa setiap aset yang dibeli saat ini akan terus dipegang selama beberapa tahun kedepan. 

Serok ketika harga sedang turun

Hal yang paling sering dilakukan dalam perdagangan aset kripto adalah mengambil keuntungan dari harga rendah sebagai titik masuk yang baik di bearish market. Harapannya adalah investor tetap dapat bisa mendapatkan keuntungan ketika harga kembali pulih. Namun, tetap pelajari teknikal analisis nya ya!

Cari tau metode lain untuk mendapatkan keuntungan dari aset kripto, TKO LOCK bisa jadi opsi!

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan keuntungan dari aset kripto selain jual-beli aset kripto. Salah satunya dengan mengikuti program TKO Lock dengan mengunci TKO kamu dalam periode tertentu untuk memperoleh keuntungan. TKO Lock dapat anda gunakan sebagai alternatif untuk mengembangkan portofolio anda, sambil menunggu pasar kembali pulih. Selengkapnya baca disini

Berinvestasi di Stablecoin

Sebagian besar investor aset kripto masih mengukur keuntungan mereka berdasarkan nilai fiat, baik melalui dollar maupun mata uang lokal mereka. Pada kondisi pasar bearish kamu bisa mengkonsolidasikan beberapa portofolio aset kripto kamu ke dalam bentuk stablecoin untuk keluar dari potensi kerugian. 

Baca Juga: Atur Strategi Investasi saat Market Aset Kripto Bearish

Meskipun pasar bearish mungkin menakutkan bagi investor, namun kondisi ini juga memiliki beberapa sisi positif karena kondisi ini memberikan beberapa pengalaman tentang bagaimana menghadapi pasar bearish. Bagi yang baru ingin memulai investasi di aset kripto, kondisi ini dapat dijadikan sebagai titik awal memulai investasi karena aset kripto cenderung berada di harga yang lebih rendah dari biasanya. 

Terlepas dari sentimen pasar yang berlaku, baik di pasar bearish atau bullish, banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi harga aset kripto. Pasar aset kripto secara historis sangat fluktuatif. Lakukan riset Anda sendiri sebelum mulai berinvestasi aset kripto dan pastikan berinvestasi pada instrumen yang sesuai dengan gaya investasimu. 



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Sepekan: Market Kripto Makin Optimis Melaju, tapi Potensi Bull Trap

Menjelang akhir pekan, market kripto tampak membuat hati investor senang. Pergerakan market aset kripto, terutama Bitcoin cukup mengejutkan, karena mampu melewati level psikologisnya di atas US$ 20.000, setelah alami penurunan yang berat.

Secara keseluruhan sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap melaju optimis ke zona hijau pada perdagangan Jumat (8/7) pukul 12.00 WIB. Misalnya saja, dari pantauan CoinMarketCap, nilai Bitcoin berada di harga US$ 21.943 atau melonjak 7,91% dalam 7 hari terakhir.

Altcoin lainnya tidak kalah sumringah. Nilai Ethereum (ETH) ikut naik 14,01% ke US$ 1.248 sepekan terakhir. Binance Coin (BNB), Solana (SOL) dan XRP bahkan naik lebih dari 6%. Dogecoin (DOGE) dan Cardano (ADA) meroket lebih dari 5% seminggu terakhir.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan reli singkat yang terjadi pada perdagangan market kripto disebabkan oleh sentimen positif dari risalah yang dikeluarkan oleh Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Rabu (7/7) lalu. Investor mengamati reaksi pasar terhadap risalah terbaru tersebut, namun tampaknya berdampak baik bagi market.

“Investor tampaknya sangat menyukai risalah FOMC, sehingga meredakan kekhawatiran komitmen The Fed untuk pengetatan kebijakan moneter. Kenaikan market kripto juga terjadi pada pasar saham yang semakin berkorelasi selama setahun terakhir,” kata Afid.

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Jaap Arriens | NurPhoto | Getty Images.

Baca juga: 6 Tips Tetap Profit saat Bear Market Kripto

Penguatan harga aset kripto juga datang dari sentimen positif dari Ethereum yang sukses merapungkan uji coba The Merge terbarunya di jaringan uji coba bernama Sepolia. Kesuksesan ini akan mendekatkan jaringan Ethereum mengubah algoritma konsensusnya dari Proof of Work (PoW) menjadi Proof of Stake (PoS).

Ada pula kabar dari Celsius yang telah membayar utangnya ke platform Maker sebesar US$ 440 juta. Hal ini mengindikasikan bahwa likuiditas Celsius sudah membaik setelah menghentikan proses penarikan (withdrawals) pada dua pekan lalu.

Selain itu, investor juga masih melakukan strategi buy the dip memanfaatkan situasi makroekonomi yang sedang mereda. Terlihat dari data on-chain exchange terjadi sedikit lonjakan yang menimbulkan harga terkonsolidasi. 

Market secara keseluruhan masih di masa konsolidasi. Dari data on-chain, aktivitas trading Bitcoin, dari trading volume, long term holder mulai beli. Dari sisi market sekitar 200-400 hari sebelum halving akan ada sedikit koreksi. Kita masih ada di bear market, belum ada tanda-tande reversal,” jelasnya.

Ilustrasi bear market
Ilustrasi bear market.

Baca juga: Tokocrypto Bebaskan Biaya Trading Bitcoin untuk Stimulus Market Kripto

Afid juga mewanti-wanti akan terjadi bull trap. Investor harus masih menunggu data pekerjaan (Nonfarm Payroll/NFP) AS pada akhir pekan ini dan indeks harga konsumen AS minggu depan. Dua data tersebut seharusnya menandakan laju inflasi dan apakah The Fed terus agresif menaikkan suku bunga ketika pembuat kebijakan bertemu berikutnya pada 26-27 Juli mendatang.

“Perilisan data NFP AS akhir pekan ini bisa saja membuat harga aset kripto putar balik. Dari data historisnya, pergerakan harga aset kripto selalu kembali lesu setiap ada perilisan data makroekonomi terbaru yang negatif. Kalau, Bitcoin untuk memulai fase bullish harus menembus harga di atas US$ 23.000, untuk saat ini tren harian masih turun,” pungkas Afid.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tips Investasi Kripto di Market Bearish Agar Tetap Cuan

Sepanjang awal Mei 2022, market aset kripto terus tertekan dan cenderung bearish. Di tengah kondisi market tersebut, terjadi drama stablecoin TerraUSD (UST) yang menambah panik investor akan masa depan investasi kripto ke depan. Simak terus aritkel ini untuk tips investasi kripto agar tetap cuan!

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan ada beberapa tips investasi kripto yang bisa dilakukan oleh investor ketika kondisi market sedang bearish. Kondisi market kripto yang naik-turun menjadi siklus yang biasa dan juga terjadi pada instrumen investasi lainnya.

“Penting bagi investor untuk tidak panik dan tetap berkepala dingin. Kondisi market yang bearish masih bersifat sementara. Market kini sudah mulai stabil dan nilai pasar pun akan kembali menguat,” kata Afid.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Yuk, Ketahui Aset Underlying Adalah Aset yang Seperti Apa di Sini

Terkait kekhawatiran investor terhadap stablecoin yang dianggap sudah terlalu volatil untuk saat ini sebagai salah portofolio investasi, Afid yakin hal itu juga akan bersifat sementara dan berdampak dalam jangka pendek. 

Stablecoin memang sentimennya lagi negatif. Namun, stablecoin sendiri ini masih jadi inovasi terkuat di dunia kripto. Stablecoin bisa menjadi media investasi yang baru bagi pasar. Stablecoin yang memiliki underlying aset mata uang fiat, seperti rupiah dan dolar AS menjadi pembeda dari aset kripto lain, dari segi nilai praktis dan kegunaannya,” ungkapnya.

Di tengah situasi yang fluktuatif ini, apa yang bisa dilakukan oleh investor untuk menghadapi market bearish?

5 Tips Investasi Kripto agar Tetap Cuan

Pahami risiko yang sebelum berinvestasi

Penting untuk memahami apa yang investor hadapi sebelum berinvestasi dalam aset kripto. Pertama, sifat kriptografi blockchain harus dipahami oleh setiap investor. Investor harus memahami bagaimana transaksi dicatat dalam database terdistribusi, dan bagaimana blockchain yang berbeda mendukung koin kripto yang berbeda. 

“Misalnya, dalam kasus crash UST baru-baru ini, stablecoin seharusnya tetap stabil, bahkan jika pasar kripto berfluktuasi. Jangan kaget jika Anda melihat nilai kripto naik atau turun dengan selisih yang signifikan, karena market ini masih baru dengan segala inovasinya,” kata Afid. 

Ilustrasi candlesticks di investasi aset kripto.
Ilustrasi candlesticks di investasi aset kripto.

Baca juga: Atur Strategi Investasi saat Market Aset Kripto Bearish

Fokus pada Jangka Panjang

Sulit untuk memprediksi kondisi pasar ketika dalam kondisi market bearish. Sebaiknya jangan berinvestasi ketika hanya ingin fokus untuk menjadi kaya dalam waktu cepat. Fokuslah pada pendekatan jangka panjang untuk berinvestasi dan asumsikan bahwa setiap aset yang dibeli saat ini akan terus dipegang selama beberapa tahun kedepan. 

Lakukan strategi buy the dip ketika harga sedang turun

Hal yang paling sering dilakukan dalam perdagangan aset kripto adalah mengambil keuntungan dari harga rendah sebagai titik masuk yang baik di market bearish. Harapannya adalah investor tetap dapat bisa mendapatkan keuntungan ketika harga kembali pulih. Namun, tetap pelajari teknikal analisis masing-masing aset kripto yang dipilih.

“Bagi yang baru ingin memulai investasi di aset kripto, kondisi market bearish ini dapat dijadikan sebagai titik awal memulai investasi karena aset kripto cenderung berada di harga yang lebih rendah dari biasanya,” ungkap Afid. 

hasil konservi bitcon dalam bentuk rupiah
Ilustrasi investasi aset kripto.

Baca juga: Cara Cuan Ketika Market Bearish!

Lakukan diversifikasi portofolio

Memakai istilah menempatkan semua telur dalam satu keranjang, bukanlah strategi yang tepat di dunia kripto. Lebih baik adalah membagi pendapatan yang dapat diinvestasikan menjadi aset yang berbeda. 

Gunakan dana yang investor mampu. Jika membeli kripto apa pun, mulailah dalam jumlah kecil. Investasikan hanya uang yang tidak akan mengubah atau membahayakan gaya hidup dengan cara apa pun.

Berinvestasi di stablecoin

Walau masih diterpa sentimen negatif UST, stablecoin masih menjadi portofolio yang tergolong aman saat kondisi pasar bearish. Sebelum memilih investasi di stablecoin, lakukan riset terlebih dahulu, karena ada banyak jenis dengan dukungan aset yang berbeda, ada yang didukung uang fiat, aset kripto dan komoditi, seperti emas. Semuanya ada keuntungan dan kekurangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Strategi Menghadapi Bear Market Agar Tetap Cuan

Pasar kripto sedang mengalami fase yang sulit. Untuk itu perlu adanya strategi untuk menghadapi bear market di saat terjadinya penurunan nilai Bitcoin dan altcoin yang populer. Harga Bitcoin telah turun 70% dari harga tertinggi sepanjang masa di $ 69.044 menjadi sekitar $ 20.348 pada saat artikel ini ditulis.

Begitu juga dengan nasib aset kripto lainnya, seperti harga Ethereum yang turun lebih dari 75%, Tron turun 76% dan SOL dan AVAX yang keduanya turun hingga 88%. Sementara itu, nilai kapitalisasi market kripto sempat anjok $ 1 triliun. Untuk menghadapi bear market diperlukan strategi yang kuat untuk melewati fase sulit ini.

VP Marketing Tokocrypto, Adytia Raflein, mengatakan industri aset kripto global kini memasuki kontraksi yang mereka labeli dengan istilah “crypto winter.” Kekacauan makroekonomi dan geopolitik saat ini sebagai katalis untuk masalah tersebut.

“Sentimen pasar kripto global kini memasuki masa yang tertekan ditandai dengan ketakutan yang ekstrem, dan gejolak ekonomi global baru-baru ini menambah perubahan secara menyeluruh di industri. Investor harus melakukan penyesuaian dengan kondisi market untuk tetap mendapatkan profit dalam jangka pendek maupun panjang,” kata Adytia.

Di tengah kondisi suku bunga yang tinggi, banyak investor yang ragu untuk masuk ke investasi aset berisiko seperti kripto. Bahkan tidak sedikit investor yang menjual aset kripto mereka dengan kerugian. Jadi apa tindakan terbaik yang harus diambil oleh investor kripto? 

Strategi Menghadapi Bear Market menurut vp marketing tokocrypto adytia raflein
VP Marketing Tokocrypto, Adytia Raflein. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Cara Cuan Ketika Market Bearish!

Strategi Tepat Investasi Kripto di Tengah Tren Bear Market

Menurut Adytia, hal yang paling penting untuk dipahami adalah bahwa apa yang disebut “crypto winter” bukanlah akhir dari segalanya. Kabar baiknya adalah, setidaknya secara historis, musim dingin kripto selalu diikuti oleh kenaikan kuat yang membuat Bitcoin dan berbagai proyek altcoin mencapai titik tertinggi baru sepanjang masa.

Strategi Menghadapi Bear Market

1. Tetap Tenang

Bagi investor, strategi terbaik  yang harus dilakuka untuk menghadapi bear market adalah mencoba dan menilai situasi secara objektif. Terlalu mudah untuk membuat keputusan berdasarkan emosi ketika nilai portofolio hancur sangat tidak bijak. Mengelola emosi selama bear market terjadi tidaklah mudah. Oleh karena itu, harus tetap tenang dan mengingat kembali tujuan investasi di kripto sejak awal,” jelasnya.

2. Gunakan Strategi Dollar Cost Averaging dan Buy Dip

Strategi untuk menghadapi bear market selanjutnya adalah dengan mengamati pergerakan aset kripto cenderung sulit diprediksi. Banyak investor setuju bahwa jalan terbaik ke depan adalah dengan mengadopsi strategi Dollar Cost Averaging (DCA) dan Buy The Dip di mana membeli sejumlah aset kripto di saat pasar mengalami koreksi bearish yang signifikan.

Ilustrasi market aset kripto.
Ilustrasi market aset kripto.

“Strategi ini sendiri dapat menjadi peluang yang menguntungkan, ketika market kembali bull run. Sampai saat ini, DCA telah terbukti bisa meningkatkan nilai investasi dalam perdagangan kripto, jika melihat historis sacara market bearish beberapa waktu lalu,” ucap Adytia.

Baca juga: Tips Cuan Investasi Kripto Kala Market Bearish dan Kekhawatiran Stablecoin

3. Manfaatkan Waktu untuk Riset

Lebih lanjut, strategi short selling saat harga aset kripto turun bisa diterapkan. Short positioning ini akan menguntungkan saat nilai aset tertentu mengalami penurunan. “Namun, perlu diingat pelajari dahulu teknis short selling, karena dibutuhkan prediksi yang tepat atas pergerakan harga kripto.”

Saat bear market dan aktivitas transaksi menurun, investor bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk melakukan riset. Pelajari kembali berbagai jenis aset kripto yang saat ini tersedia di market atau mencari lebih banyak strategi investasi untuk mengurangi risiko kerugian di masa mendatang.

“Jadi, pastikan investor lakukan analisis mengapa harga turun, dan gali lebih dalam alasannya. Dan tidak lupa untuk melakukan diversifikasi investasi di berbagai aset kripto, jangan fokus pada jenis-jenis kripto tertentu saja,” pungkas Adytia.



Sumber : news.tokocrypto.com

6 Tips Tetap Profit saat Bear Market Kripto

Investor kripto kini tengah dihadapkan dengan bear market. Indikasi besarnya harga Bitcoin telah turun 70% dari pencapaian All Time High (ATH) US$ 68.789 di November 2021.

Tidak hanya itu, market cap kripto secara keseluruhan kembali di bawah US$ 1 triliun untuk pertama kalinya sejak Januari tahun 2021 lalu di tengah kondisi bear market. Melihat kondisi market bearish ini, investor bisa mengikuti beberapa tips di bawah ini agar tetap profit atau untung.

Berikut 5 tips tetap profit saat bear market untuk investor kripto:

1. Lakukan Strategi Buy the Dip dan Dollar Cost Averaging

Market aset kripto memang terkenal sangat fluktuatif, tetapi itu tidak berarti investor harus diam saja melihat portofolio anjlok di saat bear market. Sudah saatnya menerapkan strategi Buy the Dip yang mengacu pada praktik membeli sejumlah kripto setiap kali ada koreksi bearish yang signifikan di pasar.

“Idenya adalah, jika harga kripto yang dibeli sebelumnya kembali ke level tertinggi, investor akan mendapatkan keuntungan yang bagus. Meskipun membeli kripto di saat harga turun dapat dilakukan dalam satu perdagangan, strategi yang paling direkomendasikan adalah menerapkan Dollar Cost Averaging (DCA),” kata VP Marketing Tokocrypto, Adytia Raflein.

VP Marketing Tokocrypto, Adytia Raflein. Foto: Tokocrypto.

DCA ini melibatkan pembelian kripto menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan melakukan beberapa perdagangan dari waktu ke waktu. Misalnya, kamu punya cadangan dana sebesar Rp 1 juta. Strategi DCA yang baik adalah memecah jumlah tersebut menjadi lima tahap senilai Rp 200 ribu atau bahkan 10 tahap sebesar Rp 100 ribu dan menempatkan perdagangan menggunakan jumlah yang lebih kecil tersebut.

Biasanya lebih baik membeli kripto dengan nominal kecil dan menunggu untuk melihat apakah aset jatuh harga lebih lanjut. Jika ya, belilah sedikit lagi, dan seterusnya. Melakukan hal ini biasanya akan mendapatkan hasil yang jauh lebih baik daripada kamu telah menginvestasikan semua modal dalam satu perdagangan.

Baca juga: Tokocrypto Bebaskan Biaya Trading Bitcoin untuk Stimulus Market Kripto

2. Kelola Risiko Lebih Ketat

Mungkin bagi sebagian orang investasi aset kripto punya tujuan yang berbeda-beda. Jadi jangan sampai melakukan kesalahan yang sama seperti orang lain dengan faktor risiko yang berbeda tingkatannya.

Jadi, tetapkan batas berapa banyak kamu berinvestasi dalam aset kripto tertentu dan jangan tergoda untuk berinvestasi dengan lebih banyak uang daripada yang bisa ditanggung, jika mengalami kerugian.

“Investasi kripto adalah instrumen berisiko tinggi, terlebih saat bear market seperti ini, investor dituntut untuk lebih ketat dalam mengelola risiko dan dana yang bisa diinvestasikan. Pastikan pengelolaan finasial berjalan baik,” saran Adytia.

Ilustrasi perempuan semakin tertarik investasi aset kripto.
Ilustrasi perempuan semakin tertarik investasi aset kripto.

3. Gunakan Indikator untuk Temukan Titik Masuk Terbaik

Untuk investor yang memiliki pemahaman dasar atau lebih tinggi tentang analisis teknis, yaitu praktik memprediksi pergerakan harga aset berdasarkan tren, indikator dan pola grafik dimungkinkan untuk menggunakan indikator tertentu untuk mengukur kapan aset telah mencapai titik terendah atau bottom.

Tentu saja, tidak ada indikator yang benar secara mutlak, tetapi sering kali dapat memberi sinyal yang kuat saat harus membeli di saat harga kripto mengalami penurunan. Salah satu, metode yang populer adalah dengan menggunakan indikator Relative Strength Index (RSI), yang bisa menandakan di mana titik oversold dan overbought kripto untuk sinyal bullish dan bearish.

4. Diversifikasi Portofolio Kripto

Investor juga wajib melakukan diversifikasi aset kripto yang dimiliki. Mungkin saat bear market ini, altcoin lebih menguntungkan dibanding Bitcoin. Jadi mengakumulasi dan trading altcoin cenderung lebih untung, karena ada banyak sentimen yang menggerakannya.

Tidak ada gunanya berinvestasi terlalu banyak dalam satu aset kripto tunggal. Seperti halnya saham, sebarkan dana di antara berbagai aset kripto. Ini berarti investor tidak mengambil risiko yang tinggi, jika salah satu dari mereka jatuh nilainya terutama karena harga pasar dari investasi ini sangat fluktuatif.

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 7 Juli 2022: Kripto Bergerak Hijau

5. Tetap Tenang dan Jangan panik

Ini mungkin tampak sederhana, tapi sulit dilakukan. Mengelola emosi selama bear market tidak semudah kedengarannya. Faktanya, ini sering digambarkan sebagai hal yang paling sulit untuk dikuasai ketika mempelajari cara berinvestasi kripto secara profesional.

Ilustrasi sukses investasi aset kripto.
Ilustrasi sukses investasi aset kripto.

Langkah penting adalah menyadari bahwa ketakutan dan keserakahan adalah motivator yang kuat dan sering kali dapat menyebabkan pengambilan keputusan cepat yang berakhir dengan kehilangan keuntungan. Memiliki rencana konkret, sebelum melakukan investasi dapat menghasilkan keuntungan.

Pergerakan market kripto sangat fluktuatif, sehingga investor mungkin frustasi, jika melewatkan kesempatan untuk membeli di saat harga penurunan kali ini. Pastikan untuk memilih strategi berinvestasi dengan tepat, kemudian menyimpan sejumlah modal sebagai cadangan untuk tetap tenang saat bear market yang berkepanjangan.

6. Ikut Promo dari Tokocrypto

Untuk tetap untung saat bear market, Tokocrypto membebaskan biaya trading Bitcoin dengan pairing fiat untuk seluruh penggunanya. Benefit ini bisa didapatkan langsung dengan mudah.

Program Zero-Fee Bitcoin Trading ini bisa digunakan untuk seluruh pengguna Tokocrypto. Promo ini berlaku untuk perdagangan dengan pairing BTC yang dapat nikmati mulai 8 Juli 2022.

Ilustrasi program program Zero-Fee Bitcoin Trading di Tokocrypto
Ilustrasi program program Zero-Fee Bitcoin Trading di Tokocrypto.

Ada 6 spot trading pairs yang dibebaskan untuk biayanya mulai dari BTC/BIDR, BTC/BUSD, BTC/DAI, BTC/TUSD, BTC/USDC dan BTC/USDT. Syarat untuk mendapatkan gratis trading fee Bitcoin, pengguna Tokocrypto harus menyelesaikan verifikasi KYC (Know Your Costumer) Level 1.

Tidak hanya itu, Tokocrypto juga meluncurkan fitur baru, yaitu TKO Trading Fee, di mana pengguna bisa membayar biaya trading menggunakan TKO dan mendapatkan diskon sebesar 25%. Hadirnya fitur TKO Trading Fee yang memberikan keuntungan untuk para holders TKO.

Dengan fitur TKO Trading Fee, pengguna Tokocrypto tidak akan dipusingkan lagi dengan biaya trading fee, sehingga bisa dapat keuntungan yang maksimal. Diskon trading fee ini bisa digunakan semua pengguna dengan berbagai pilihan aset kripto.

Untuk mengetahui informasi lebih lengkap terkait program Zero-Fee Bitcoin Trading bisa simak di link ini dan TKO Trading Fee di link ini.

Baca juga: Bitcoin Turun Lagi, Justru Berpotensi Naik Drastis



Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Bebaskan Biaya Trading Bitcoin untuk Stimulus Market Kripto

Situasi market aset kripto masih dalam tekanan memasuki kuartal III 2022. Kapitalisasi pasar atau market cap kripto kembali di bawah US$ 1 triliun untuk pertama kalinya sejak Januari tahun 2021 lalu di tengah kondisi bear market.

Bitcoin sebagai aset kripto terpopuler sejagat pun mengalami penurunan hingga 70% saat bear market ini. Bitcoin pernah mencapai All Time High (ATH) dengan harga hingga US$ 68.789 pada bulan November 2021.

Melihat kondisi market yang bearish dan ingin menciptakan peluang yang besar untuk para investor mendapatkan untung, Tokocrypto membebaskan biaya trading Bitcoin dengan pairing fiat untuk seluruh penggunanya. Benefit ini bisa didapatkan langsung dengan mudah.

Ilustrasi program program Zero-Fee Bitcoin Trading di Tokocrypto
Ilustrasi program program Zero-Fee Bitcoin Trading di Tokocrypto.

Baca juga: 5 Aset Kripto yang Paling Diminati Investor Indonesia

Program Zero-Fee Bitcoin Trading ini bisa digunakan untuk seluruh pengguna Tokocrypto. Promo ini berlaku untuk perdagangan dengan pairing BTC yang dapat nikmati mulai 8 Juli 2022. Bitcoin merupakan salah satu aset kripto dengan transaksi terbesar di Tokocrypto, bersama Tether (USDT) dan Ethereum.

Bear market ini telah menjadi perhatian besar bagi kita semua. Ada banyak investor yang baru merasa bear market, sehingga menimbulkan kekhawatiran untuk portofolio mereka. Untuk menstimulus market dan memberikan kenyamanan dan kemudahan investor di tengah bear market ini, Tokocrypto membebaskan biaya trading untuk pembelian Bitcoin agar #SiapLebihCuan,” kata VP Marketing Tokocrypto, Adytia Raflein.

Ada 6 spot trading pairs yang dibebaskan untuk biayanya mulai dari BTC/BIDR, BTC/BUSD, BTC/DAI, BTC/TUSD, BTC/USDC dan BTC/USDT. Syarat untuk mendapatkan gratis trading fee Bitcoin, pengguna Tokocrypto harus menyelesaikan verifikasi KYC (Know Your Costumer) Level 1.

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 7 Juli 2022: Kripto Bergerak Hijau

Tidak hanya itu, Tokocrypto juga meluncurkan fitur baru, yaitu TKO Trading Fee, di mana pengguna bisa membayar biaya trading menggunakan TKO dan mendapatkan diskon sebesar 25%. Hadirnya fitur TKO Trading Fee yang memberikan keuntungan untuk para holders TKO. 

Dengan fitur TKO Trading Fee, pengguna Tokocrypto tidak akan dipusingkan lagi dengan biaya trading fee, sehingga bisa dapat keuntungan yang maksimal. Diskon fee trading ini bisa digunakan semua pengguna dengan berbagai pilihan aset kripto.

Untuk mengetahui informasi lebih lengkap terkait program Zero-Fee Bitcoin Trading bisa simak di link ini dan TKO Trading Fee di link ini.



Sumber : news.tokocrypto.com

Apa itu Digital Asset? Simak Pengertian dan Contohnya Disini!

Dahulu seseorang dinilai memiliki kekayaan jika ia mempunyai aset nyata yang bisa dilihat secara langsung. Seperti, tanah, rumah atau logam mulia. Seiring terus berkembangnya jaman, kini bentuk kekayaan seseorang tidak melulu dilihat dari fisiknya saja. Namun ada aset lain, yang dinamakan aset digital atau digital asset.

Apa itu Digital Asset?

Menurut Securities.io, digital asset adalah segala sesuatu yang ada dalam data biner yang berdiri sendiri, dapat diidentifikasi secara unik, dan memiliki nilai atau kemampuan untuk digunakan. 

Digital asset memiliki kelebihan dari segi kemudahan, kecepatan, dan juga fleksibilitas. Yang berarti, Anda dapat mudah dalam mengakses aset tersebut, memperoleh, dan juga Anda tak perlu menyiapkan tempat penyimpanan yang besar. Berbeda jika Anda memiliki aset nyata seperti emas atau surat berharga, Anda pun pastinya membutuhkan penyimpanan tersendiri yang aman, dan tak jarang bahkan harus memakai jasa bank untuk menyimpannya. 

Contoh Aset Digital  

Kepemilikan digital asset akan dicatat dengan ketat secara digital dan dikendalikan langsung oleh pemiliknya. Berikut adalah contoh-contoh digital asset yang bisa Anda miliki: 

Kedua instrumen investasi ini memang sudah dikenal banyak orang sejak lama. Lantas, apa sih yang membuat kedua instrumen investasi ini bisa menjadi bentuk asset digital? Karena kini transaksi dari kedua instrumen investasi tersebut sudah bisa dilakukan secara online melalui sebuah sekuritas. 

Nantinya, Anda bisa melihat, memantau, top-up atau bahkan menjual saham atau reksa dana melalui aplikasi sekuritas tersebut secara online

Jaman sekarang siapa sih yang tak asing dengan penggunaan sosial media? Akun sosial media ini adalah salah satu bentuk asset digital, lho! Nah, agar sosial media Anda bisa dikatakan sebagai asset digital, penting bagi Anda harus memiliki beberapa pencapaian. Misalnya, membuat isi konten yang fokus pada satu tema atau bidang tertentu, dan juga mempunyai kualitas konten yang baik. 

Baca Juga: Withdraw Artinya dan Cara Melakukan Withdraw Aset Digital

Link afiliasi ini biasa disematkan pada platform online, seperti pada blog, akun youtube, instagram dan yang terbaru di TikTok. Kini banyak sekali e-commerce yang menawarkan untuk Anda bergabung menjadi anggotanya. Anda akan mendapat komisi jika pengunjung mengklik link afiliasi dan berbelanja melalui link yang disediakan. Anda juga bisa lho menjadikan afiliasi ini sebagai asset digital. Karena secara tidak langsung melalui cara ini Anda dapat menghasilkan pundi-pundi uang.

Aset kripto merupakan sebuah komoditas yang bisa diperjualbelikan, namun tidak memiliki wujud secara fisik. Aset kripto memiliki sistem yang terdesentralisasi, dan juga menggunakan kriptografi untuk memfasilitasi transaksi.

Baca juga: Biaya Trading Bitcoin 0% di Tokocrypto. Cek harga BTC USD atau BTC IDR

Manfaat Mempunyai Aset Digital

Lantas manfaat apa sih yang bisa didapatkan jika kita memiliki digital asset? Ini dia manfaatnya:

Manfaat yang pertama dengan memiliki digital asset adalah Anda dapat memiliki pasif income.  Pendapatan pasif sendiri berarti uang yang didapatkan seseorang atas kegiatan ekonomi yang telah ia lakukan tanpa perlu aktif dalam kegiatannya tersebut. 

Sehingga Anda tetap bisa fokus dengan pekerjaan utama, namun tetap bisa mendapatkan cuan dari memiliki aset-aset tersebut

Selain menjadi pasif income, aset tersebut juga bisa sebagai dana darurat Anda. Dengan kemudahan dalam mencairkan digital asset, Anda tidak perlu khawatir ketika mengalami kesulitan dan mempunyai kebutuhan yang mendesak.

Aset digital yang Anda kelola bisa dipindahtangankan kepada istri, anak, ataupun keluarga lainnya yang dianggap berhak mendapatkan aset tersebut. Nah makanya, manfaat terakhir dari memiliki digital asset adalah Anda bisa mewariskannya kepada keluarga. Karena aset ini sifatnya bisa disimpan dalam rentang waktu yang lama sekalipun, sehingga Anda bisa mewariskannya kepada keluarga jika nantinya Anda sudah tidak ada. 

Itulah penjelasan lengkap mengenai aset digital beserta manfaat dan contohnya. Nah, jika Anda ingin memiliki aset dalam bentuk digital pada aset kripto, daftarkan diri Anda dan segera selesaikan proses KYC di www.tokocrypto.com! Selain itu, Anda juga bisa mengikuti media sosial Tokocrypto untuk mengetahui informasi lengkap lainnya.

DISCLAIMERBukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Pastikan selalu melakukan research sendiri terlebih dahulu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisis Nilai Bitcoin yang Kembali Masuk ke Harga $ 30.000

Bitcoin (BTC) akhirnya kembali meluncur ke titik pivot penting di harga $ 30.000 per keping, setelah reli singkat awal pekan ini menjadi sekitar $ 31.700. Ternyata pergerakan Bitcoin ini masih dipengaruhi oleh sejumlah sentimen negatif.

Aset kripto terbesar sejagat itu baru-baru ini berpindah tangan sekitar $ 30,100, turun 3,31% pada Kamis (9/6) pukul 9.00 WIB yang terpantau di CoinMarketCap. Sementara, nilai Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua berdasarkan nilai pasar, turun 1,4% menjadi $ 1.788.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat pergerakan Bitcoin masih sangat bergantung dengan kemungkinan hasil pertemuan kebijakan moneter Bank Sentral Eropa pada hari Kamis ini. Dan, ada kemungkinan bank sentral di luar Federal Reserve AS mungkin mulai memegang kendali atas pasar.

“Investor masih belum menunjukkan tanda-tanda bakal melakukan aksi jual dengan agresif. Pasalnya, mereka mengantisipasi hasil rapat Bank Sentral Eropa hari ini dan perilisan inflasi AS Mei keesokannya,” kata Afid.

Investor Bitcoin Jangka Panjang Mulai Serok, Tanda Apa?
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 8 Juni 2022: Pasar Kripto Comeback ke Zona Hijau

Lebih lanjut Afid menerangkan, ketika bank sentral mulai menaikkan suku bunga, secara teoritis membuat investor akan menahan uang mereka karena lebih menarik dibandingkan masuk ke investasi yang berisiko, seperti kripto.

Hal tersebut bisa berimplikasi pada Bitcoin karena harganya biasanya dalam mata uang dolar AS, dan trennya sering kali bertepatan dengan pergerakan greenback versus mata uang regional utama.

“Jika Bank Sentral Eropa menaikkan suku bunga acuannya, maka The Fed pun kemungkinan bakal ikutan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin bulan ini. Kenaikan suku bunga acuan agresif menaikkan daya tarik instrumen berpendapatan tetap dan nilai Dolar AS,” jelasnya.

Aset berisiko dipandang tidak menarik di mata investor dan membeli aset kripto menjadi lebih mahal, mengingat harganya selalu diukur dalam denominasi dolar AS. Faktor makroekonomi sangat mempengaruhi keputusan investor institusi untuk keluar-masuk pasar kripto. Dengan demikian, ada kemungkinan harga aset kripto bakal kembali berbalik arah dalam beberapa waktu mendatang.

Regulasi aset kripto dan angka ekonomi yang lemah jelas membebani sentimen investor dan data derivatif menunjukkan investor Bitcoin menghindari posisi long leverage, ditambah mereka enggan mengambil risiko penurunan.

Saat ini, jelas bahwa kondisi bear market menetapkan $ 32.000 sebagai level resistance dan penurunan berulang ke level $ 28.200 kemungkinan akan berlanjut.

Baca juga: Persib Luncurkan Fan Token Kripto Ikuti Jejak AC Milan dan Barcelona



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Agresif, Pasca The Fed Naikkan Suku Bunga Tertinggi

Market aset kripto ternyata bergerak positif pasca, Bank Sentral AS, The Fed menaikkan suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin alias kenaikan tertinggi sejak tahun 1994. Satu yang mengejutkan, harga Bitcoin yang sempat anjlok ke US$ 20.000, kini bergerak agresif menuju zona hijau.

Melansir CoinMarketCap pada Kamis (16/6) pukul 09.00 WIB, nilai Bitcoin (BTC) naik 1,57% dalam sehari terakhir menjadi di US$ 22.594. Sementara itu, nilai Ethereum (ETH) juga naik 1,18% ke US$ 1.232 di waktu yang sama.

Performa mengejutkan dari sejumlah altcoin, seperti Solana (SOL), Polkadot (DOT) dan Dogecoin (DOGE) kompak meroket lebih dari 10% dalam 24 jam terakhir. Altcoin yang menjadi juara adalah Aragon (ANT) yang meluncur 53,99% dalam sehari terakhir. Selain itu, terdapat pula Basic Attention Token (BAT) yang tumbuh 24,05% di waktu yang sama.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat ini dampak positif dari keputusan The Fed yang menaikkan suku bunga acuan untuk menekan inflasi AS yang terus meninggi. Selain itu, investor menangkap kebijakan The Fed ini hanya berdampak sementara, sehingga market kembali bergairah, seperti saham dan kripto.

“Peningkatan ini memulihkan sebagian besar kerugian yang dialami oleh investor selama enam hari terakhir. Kenaikan ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan, karena dalam market ada istilah “sell on rumor buy on news.” Karena ekspektasi suku bunga naik 75 basis poin dan ternyata terjadi, maka investor jual dulu dan beli setelah udah benar naik 75 basis poin,” jelas Afid.

illustrasi tampilan token bitcoin
illustrasi tampilan aset Bitcoin.

Baca juga: CEO Binance: Musim Dingin Kripto Potensi Baik untuk Bisnis

Investor Kripto Bersikap Tenang

Kenaikan atau rebound pada market kripto bisa saja tidak terjadi, jika The Fed menaikan suku bunga acuan hingga 100 basis poin, karena investor yang terlanjur melakukan aksi jual, tidak akan kembali beli. Hal ini terjadi ketika pengumuman data inflasi AS pada Jumat (10/5) lalu, investor tidak melakukan aksi beli karena salah prediksi, yang diperkirakan akan turun, tetapi malah meninggi.

Investor juga perlahan tenang setelah ketua The Fed, Jerome Powell, mengatakan bahwa mereka hanya akan mengerek suku bunga acuan dengan kencang pada saaat tertentu saja. Akibatnya, pengetatan kebijakan moneter tersebut hanya untuk sementara dan tidak berencana mengerek suku bunganya secara agresif di jangka panjang.

“Sinyal terkait kepastian kebijakan moneter tersebut menuntun pelaku pasar kembali ke market kripto dan meninggalkan aset berpendapatan tetap. Aset digital secara signifikan berkorelasi dengan pasar keuangan AS dalam beberapa bulan terakhir, yang keduanya terus melemah,” tutur Afid.

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Pixabay.

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 15 Juni 2022: Kripto Bangkit, tapi Rentan “Sakit”

Proyeksi harga Bitcoin dan Ethereum Setelah Rebound

Gerakan rebound ini mungkin hanya sementara, sentimen negatif masih membayangi market kripto. Seperti, Bank Sentral Eropa mengadakan pertemuan yang tidak dijadwalkan untuk mempertimbangkan masalah pasar yang lebih luas, termasuk meningkatnya biaya pinjaman di antara negara-negara berutang di benua itu.

Sementara itu, industri kripto terus memperhitungkan dampak dari Celsius dan runtuhnya stablecoin TerraUSD (UST) dan token LUNA bulan lalu.

Jika, bear market masih terus berlanjut harga Bitcoin bisa turun dari zona overhead ini dan mencoba untuk melanjutkan tren dengan menarik pasangan di bawah US$ 20.000. Jika berhasil turun, harga BTC bisa ke level support berikutnya di US$ 17.500 dan kemudian US$ 16.000.

Sementara, Ethereum bisa menembus di bawahUS $ 1.000, ini akan menandakan dimulainya kembali tren turun. ETH kemudian bisa turun ke US$ 900 di mana pembeli akan kembali mencoba menahan penurunan.

Baca juga: Harga Bitcoin Bisa Gagal Menjadi US$ 13 Ribu, Ini Syaratnya



Sumber : news.tokocrypto.com