All posts by 28

Pasar Kripto Kembali Lesu Setelah Reli Kuat Pekan Lalu, Kenapa?

Pasar kripto, terutama Bitcoin mengalami peningkatan volatilitas pada akhir pekan lalu, menyusul kemenangan penting Ripple melawan SEC. Saat putusan hakim federal AS menyatakan XRP bukan merupakan transaksi sekuritas, BTC melonjak dari di bawah US$ 30.500 ke puncak baru 13 bulan terakhir lebih dari US$ 31.800.

Namun, Bitcoin gagal mempertahankan momentum tersebut dan mundur beberapa ratus dolar AS pada hari Sabtu (15/7). Kemudian datanglah penolakan yang lebih keras yang mendorongnya breakdown di bawah US$ 30.000 untuk ketiga kalinya dalam minggu itu. Apa yang sebenarnya terjadi?

Trader Eksternal Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan salah satu penyebab Bitcoin dengan cepat turun kembali ke level psikologisnya US$ 30.000, karena hype pasar seputar keputusan pengadilan tentang XRP mulai memudar.

“Di samping itu, para trader berusaha merealisasikan keuntungan atau taking profit, pasca lonjakan harga. Ini terlihat terjadi volatilitas yang memicu likuidasi US$ 245 juta di seluruh pasar kripto sepanjang akhir pekan lalu,” kata Fyqieh.

Trader Ambil Profit

Bitcoin zona merah
Ilustrasi market Bitcoin masuk zona merah. Foto: Getty Images.

Baca juga: Bisakah Harga XRP Capai US$ 1? Selanjutnya Perhatikan Level Ini

Berdasarkan data likuidasi heat map yang disajikan oleh Coinglass.com selama 24 jam terakhir, terlihat bahwa XRP mendominasi dengan total likuidasi sebesar US$ 11,24 juta. Diikuti oleh Bitcoin dengan total aset trader yang terlikuidasi sebesar US$ 7,52 juta, dan ETH dengan total aset trader yang terlikuidasi sebesar US$ 5,52 juta. Heat map ini memberikan representasi visual mengenai aset mana yang mengalami likuidasi dalam pasar derivatif kripto.

“Hubungan antara aset yang terlikuidasi dengan pergerakan aset kripto secara umum, terutama untuk pasangan perdagangan seperti BTC, ETH, XRP adalah jika terjadi aksi penjualan yang besar, exchange atau bursa akan menjual aset tersebut. Banyaknya aksi penjualan ini menimbulkan koreksi di pasar kripto,” terang Fyqieh.

Penurunan ini terjadi dalam kondisi pasar yang sebelumnya positif dan bergairah. Pada pekan ke-3 Juli ini, harga Bitcoin diperkirakan akan datar karena tidak ada data indikator ekonomi AS yang besar untuk memengaruhi sentimen investor. Namun, investor harus terus memantau kabar terkait SEC vs Ripple dan nasib ETF Bitcoin yang menunjukan arah positif, karena sejumlah institusi yang mengajukan aplikasi sudah mendapat pengakuan dari SEC.

Bitcoin Fear and Greed Index. Sumber: Alternative.me

“Perlu diperhatikan bahwa fluktuasi harga aset kripto sangat sulit diprediksi, sehingga diperlukan kewaspadaan saat membuat keputusan pembelian aset kripto. Strategi yang tepat untuk saat ini adalah DCA (dollar cost averaging), karena harga ‘diskon’ untuk sejumlah kripto, terutama Bitcoin,” ujar Fyqieh.

Sentimen terkait Bitcoin mengalami perubahan signifikan menuju arah Neutral dengan poin hari ini, Senin (17/7) mencapai 54, sedangkan indeks Fear and Greed pada hari sebelumnya berada di 57.

Poin 54 menunjukkan bahwa pasar saat ini sedang mengalami keadaan sikap wait and see, tetapi masih dalam batas yang terkontrol. Pada minggu sebelumnya, sentimen Bitcoin berada di kisaran Greed dengan poin 54. Secara keseluruhan, jika melihat sentimen per minggu, penilaian cukup baik dan cenderung bullish (optimis).

Analisis Harga Bitcoin (BTC)

BTC/USD Index by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

Baca juga: Robert Kiyosaki: Harga Bitcoin Bakal Meledak di 2024 dan Dolar AS Turun

Pergerakan harga Bitcoin pada saat itu mengalami penurunan yang cukup drastis dan belum ada kepastian mengenai penyebabnya. Meskipun pasar sedang dalam sentimen positif setelah keputusan regulator SEC terkait XRP, harga Bitcoin turun di bawah level US$ 31.400 dan mencapai titik terendah sebesar US$ 30.200.

“Penurunan ini mungkin disebabkan oleh faktor-faktor seperti aksi jual besar-besaran oleh investor atau spekulan, kekurangan likuiditas di pasar, atau berita dan peristiwa lain yang dapat mempengaruhi sentimen pasar,” analisis Fyqieh.

Saat ini, belum ada konfirmasi atau tanda-tanda yang jelas mengenai arah pergerakan harga Bitcoin dalam beberapa minggu mendatang. Konfirmasi bearish atau bullish memerlukan analisis yang cermat terhadap faktor-faktor fundamental dan teknis yang mempengaruhi pasar. Harga Bitcoin pada saat ini mencapai total kapitalisasi pasar sebesar US$ 587.251.895.745 dengan jumlah Bitcoin yang beredar sebesar 19.431.331 BTC.

Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bisakah Harga XRP Capai US$ 1? Selanjutnya Perhatikan Level Ini

Aset kripto XRP tidak diragukan lagi telah menjadi berita terpanas selama beberapa minggu terakhir. Harga XRP naik hampir dua kali lipat setelah kemenangan resmi Ripple melawan US Securities and Exchange Commission (SEC). Tapi bisakah reli berlanjut setelah hampir mencapai US$ 1 atau sekitar Rp 15.000?

Dikutip Cointelegraph, harga XRP turun dikisaran US$ 0,76 setelah sebelumnya meroket didorong keputusan pengadilan federal menyatakanbahwa penjualannya di bursa kripto mematuhi undang-undang sekuritas Amerika Serikat.

Pada 14 Juli, harga XRP turun sekitar 10% menjadi US$ 0,76, tetapi dibandingkan dengan harga terendahnya pada hari sebelumnya, masih naik sekitar 65%. Sementara, pada level tertinggi dalam 24 jam terakhir, pasangan XRP/USD mencapai US$ 0,93, level terbaiknya sejak Desember 2021, hanya sedikit menyentuh angka US$ 1.

Reli XRP

Grafik harga harian XRP/USD. Sumber: TradingView.
Grafik harga harian XRP/USD. Sumber: TradingView.

Baca juga: Pasar Kripto Kembali Bergeliat Didorong Kemenangan Ripple

Indikator tertentu menunjukkan bahwa kenaikan harga XRP yang sedang berlangsung mungkin bukan hanya reaksi jangka pendek terhadap berita positif Ripple.

Misalnya, durasi reli besar-besaran XRP bertepatan dengan volume perdagangannya yang mencapai level tertinggi 10 bulan. Sementara itu, jumlah transaksi whale XRP — wallet yang menampung lebih dari US$ 100.000 — naik ke level terbaiknya pada tahun 2023, menunjukkan bahwa investor terkaya mendukung reli XRP.

“Jika wallet whale utama meningkatkan pasokan mereka ke reli ini, maka itu adalah sinyal bayangan bahwa reli mungkin baru saja dimulai, dan itu pertanda akan datangnya hal-hal baik,” kata Brian Q, seorang analis di Santiment.

Selain itu, kenaikan harga XRP sejalan dengan kenaikan pasokan yang dipegang oleh entitas dengan saldo token 100.000–10 juta. Dengan kata lain, whale tidak menjual token saat reli tetapi mengumpulkan XRP, menyarankan sebagian besar ingin memposisikan diri untuk keuntungan lebih lanjut.

Pasokan XRP dipegang oleh paus. Sumber: Santiment.
Pasokan XRP dipegang oleh whale. Sumber: Santiment.

XRP Capai US$ 1?

Dari sudut pandang teknis, XRP dapat menguji level kunci US$ 1 dalam beberapa hari mendatang, tetapi potensinya untuk melanjutkan reli di luarnya terlihat lemah untuk saat ini. Khususnya, pullback pada 14 Juli terjadi di dekat pertemuan resistance yang terdiri dari garis tren horizontal multi-tahun.

Selain itu, relative strength index (RSI) mingguan XRP telah berubah menjadi overbought, meningkatkan prospek koreksinya. Jika pullback terjadi, risiko harga XRP turun menuju dukungan garis tren naik multitahun di dekat US$ 0,45 pada bulan September, turun sekitar 55% dari level harga saat ini.

Grafik harga mingguan XRP/USD. Sumber: TradingView.
Grafik harga mingguan XRP/USD. Sumber: TradingView.

Baca juga: Mengenal Aset Kripto Pendle (PENDLE) dan Potensinya

Target harga lainnya termasuk rata-rata pergerakan eksponensial EMA 50 minggu di dekat US$ 0,48 dan EMA 200 minggu di dekat US$ 0,50. Di sisi lain, RSI overbought juga dapat mengakibatkan harga XRP berkonsolidasi sideways di dalam kisaran US$ 0,75–US$ 1.

Jika harga XRP secara meyakinkan menembus di atas US$ 1, maka target harga berikutnya pada bulan September kemungkinan besar akan mendekati US$ 1,35, level resistensi dari sesi Agustus hingga Desember 2021.

Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Bakal Meledak di 2024 dan Dolar AS Turun

Robert Kiyosaki yang merupakan seorang investor terkemuka asal Amerika Serikat meramalkan masa depan dolar AS yang suram dan menyarankan orang untuk fokus pada Bitcoin dan emas. Dia percaya Bitcoin dapat meroket menjadi US$ 120.000 atau sekitar Rp 1,8 miliar pada tahun 2024.

Proyeksi Kiyosaki itu sejalan dengan laporan terbaru Standard Chartered Bank yang menyebutkan harga Bitcoin (BTC) dapat naik menjadi sekitar Rp 1,8 miliar pada akhir tahun 2024. Bank multinasional Inggris itu memproyeksikan harga BTC akan terus bergerak naik mencapai harga US$ 50.000 atau sekitar Rp 759 juta pada akhir tahun ini. Kemudian, melonjak dua kali lipat di tahun 2024 mendatang.

Menurut penulis buku “Rich Dad, Poor Dad” itu, tahun ini telah dilalui dengan pasar kripto yang tidak konsisten, tetapi Bitcoin adalah pengecualian yang jelas. Selain itu, dengan masuknya pengajuan ETF Bitcoin spot, ada keyakinan bahwa aset tersebut hanya akan terus meningkat. Namun demikian, pertumbuhan BRICS yang konsisten dan faktor ekonomi makro lainnya dapat membuka jalan bagi penurunan dolar AS yang berkelanjutan.

Baca juga: Standard Chartered Yakin Bitcoin Bisa Naik Jadi Rp 1,8 M pada Akhir 2024

Afrika Selatan akan menjadi tuan rumah bagi para pemimpin Brasil, Rusia, India, dan China (sekelompok negara yang dikenal sebagai BRICS) pada Agustus tahun ini untuk membahas kemungkinan penciptaan mata uang baru. Kiyosaki mengharapkan negara-negara untuk memperkenalkan aset kripto baru yang didukung oleh emas, yang dapat merugikan dolar AS:

“US $ akan mati. Triliunan US$ buru-buru pulang. Inflasi menembus atap,” tulis Kiyosaki dalam tweet-nya.

Dia mengimbau konsumen untuk berinvestasi di emas dan perak sebagai langkah perlindungan. Seperti pernyataan sebelumnya, dia menyentuh Bitcoin, melihatnya naik menjadi US$ 120.000 pada tahun 2024.

Kiyosaki, yang merupakan salah satu dari sedikit orang yang meramalkan keruntuhan ekonomi tahun 2008, percaya bahwa BTC adalah alat investasi yang tepat pada saat terjadi kehancuran finansial atau inflasi yang parah.

Dia berargumen pada April 2020 bahwa pencetakan dolar AS massal Fed selama pandemi global COVID-19 dapat bermanfaat bagi emas dan Bitcoin, menyebutnya sebagai “investasi terbaik”. Ingatlah bahwa BTC diperdagangkan sekitar US$ 6.800 pada saat itu.

Dia tetap menjadi pendukung BTC selama bear market 2022, merekomendasikan kepada investor bahwa ini adalah peluang bagus untuk membeli penurunan.

Proyeksi Harga BTC di 2025

Harga Bitcoin Bergerak Agresif
Harga Bitcoin Bergerak Agresif.

Baca juga: Sinyal Bullish: Mantan Ketua SEC Sebut ETF Bitcoin Harus Disetujui

Kiyosaki mengkritik dolar AS sekali lagi pada bulan Februari, menggambarkannya sebagai “uang palsu”. Dia membayangkan bahwa kepercayaan yang dirusak pada mata uang cadangan dunia dapat mendorong investor menuju Bitcoin, emas, dan perak.

Akibatnya, dia yakin BTC dapat mencapai US$ 500.000 atau sekitar Rp 7,5 miliar pada tahun 2025, sedangkan logam kuning dan perak masing-masing dapat mencapai US$ 5.000 dan US$ 500. Dia juga memberi label Bitcoin sebagai “dolar AS rakyat,”sambil menamai emas “uang Tuhan”.

Tokoh lain seperti Ketua Eksekutif MicroStrategy, Michael Saylor dan CEO Ark Invest, Cathie Wood, telah memperkirakan masa depan yang lebih cerah untuk BTC, menunjukkan harganya bisa mencapai US$ 1 juta, meskipun dalam jangka waktu yang berbeda.

Mirip dengan Kiyosaki, Wood berpendapat bahwa aset digital adalah “lindung nilai besar” terhadap inflasi. Dia juga berpikir itu bisa digunakan untuk melawan deflasi dan risiko rekanan.

Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga XRP Naik 100% Setelah Ripple Menang Lawan SEC

Harga XRP dilaporkan melonjak hingga 100% setelah Ripple dinyatakan menang melawan gugatan Securities and Exchange Commission (SEC) pada Kamis (13/7) malam. Hakim Federal Distrik Selatan New York menolak gugatan SEC terhadap Ripple dan menyatakan bahwa XRP bukan sekuritas seperti yang dituduhkan.

Menurut laporan, seorang hakim di Distrik Selatan New York telah memutuskan bahwa penjualan XRP oleh Ripple bukan merupakan tawaran kontrak investasi. Ini tampaknya menjadi kemenangan besar bagi perusahaan, karena kasus ini telah berlangsung selama lebih dari tiga tahun. Putusan ini secara efektif membebaskan sebagian besar operasi Ripple dari larangan SEC.

“Penilaian hari ini merupakan langkah maju yang besar bagi industri ini,” kata Chris Martin, kepala penelitian di Amberdata, kepada CNBC.

“Dengan menilai bahwa XRP bukanlah sekuritas, kami mulai mendapatkan kejelasan tentang apa yang dimaksud dengan sekuritas dan apa yang merupakan komoditas — SEC harus merevisi taktik mereka pada beberapa kasus yang sedang berlangsung dan saya berharap keputusan ini akan melibatkan beberapa token lain sebagai non-sekuritas.”

Harga XRP Meroket

Grafik harian XRP/USDT. Sumber: CoinMarketCap.
Grafik harian XRP/USDT. Sumber: CoinMarketCap.

Baca juga: Elon Musk Rilis Project Baru, Token Kripto AI Ini Langsung Naik

Dalam industri kripto, keputusan ini menandai momen penting. Kemampuan Ripple untuk menjunjung tinggi legalitas penjualan XRP melawan SEC memperkuat ketahanan pasar kripto. Itu bahkan memicu antusiasme investor dan akibatnya mendorong kenaikan harga XRP sebesar 100%, dari US$ 0,47 menjadi US$ 0,87 pada Jumat (14/7) dinihari.

Menurut data CoinGecko, harga XRP meledak setelah berita tersebut tersebar dan naik 100% pada jam-jam berikutnya, mencapai level tertinggi 24 jam di US$ 0,87.

Kenaikan ini memberi harapan kepada investor kripto, yang menghela nafas lega bahwa altcoin lain mungkin juga tidak dianggap sebagai sekuritas. Beberapa altcoin pun mengalami kenaikan, seperti Poligon (MATIC) naik 17,82%, Litecoin (LTC) dan Solana (SOL) melonjak 18,35%, dan Cardano (ADA) naik 20,31%.

Sementara, Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) mendapat dorongan juga, masing-masing naik lebih dari 4% dan 6%. Harga Bitcoin mengikuti jejak XRP dengan mengumpulkan hampir US$ 32.000. Meskipun lonjakan bullish awal dipicu oleh permintaan exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot, data ekonomi makro baru-baru ini tidak mendukung aset berisiko.

Coinbase dan Kraken Relisting XRP

Bitcoin, Ethereum, XRP
Ilustrasi aset kripto ripple (XRP), Bitcoin (BTC), dan Ethereum (ETH)..

Baca juga: Rahasia Sukses: Beli Bitcoin Sebelum Halving, Jual Setelah 2 Tahun

Coinbase, yang sebelumnya menghapus XRP di platform perdagangannya, men-tweet pada Kamis malam bahwa sekarang akan mengizinkan perdagangan aset itu lagi. Keputusan dari Coinbase datang saat bursa lain, termasuk Gemini, mempertimbangkan apakah akan mendaftarkan kembali XRP.

Kraken juga akan mendaftarkan kembali XRP untuk trader di Amerika Serikat. Perdagangan melalui aplikasi Kraken dan pembelian instan akan tersedia setelah kondisi likuiditas terpenuhi, kata bursa dalam posting blog mereka. Ini akan diperdagangkan melawan semua pasangan fiat serta ETH, BTC, dan USDT.

Di sisi lain, saham Coinbase, yang diperdagangkan di bawah ticker COIN, naik 25% menjelang penutupan. Saham mendekati level tertinggi 52 minggu di US$ 116.

Selama sebulan terakhir, COIN telah meroket hampir 99% setelah beberapa pengajuan ETF bitcoin spot dari raksasa keuangan tradisional BlackRock, Fidelity, dan WisdomTree. Coinbase dan Cboe “mencapai kesepakatan tentang persyaratan” untuk membuat perjanjian berbagi pengawasan untuk mengajukan banding ke SEC.

Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Penjelasan Tentang Delegated Proof of Stake (DPoS)

Banyak orang menganggap algoritme konsensus Delegated Proof of Stake (DPoS) sebagai versi yang lebih efisien dan demokratis dari mekanisme Proof of Stake (PoS).

Baik PoS maupun DPoS digunakan sebagai alternatif dari algoritme konsensus Proof of Work (PoW), karena sistem PoW membutuhkan banyak sumber daya eksternal. Algoritme Proof of Work menggunakan sejumlah besar komputasi untuk mengamankan buku besar terdistribusi yang bersifat permanen, terdesentralisasi, dan transparan.

Di sisi lain, PoS dan DPoS membutuhkan sumber daya yang lebih sedikit dan dirancang untuk menjadi lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Untuk memahami bagaimana Delegated Proof of Stake bekerja, kita perlu memahami dasar-dasar algoritme Proof of Work dan Proof of Stake yang mendahuluinya.

Proof of Work (PoW)

Sebagian besar mata uang kripto beroperasi menggunakan buku besar terdistribusi yang disebut blockchain, dan Proof of Work adalah algoritme konsensus pertama yang digunakan. PoW menjadi komponen inti dari protokol Bitcoin yang bertanggung jawab dalam menciptakan blok baru dan menjaga keamanan jaringan (melalui proses penambangan). Bitcoin diusulkan sebagai alternatif untuk sistem moneter global yang terpusat dan tidak efisien.

PoW memperkenalkan protokol konsensus yang memungkinkan transaksi keuangan yang tidak memerlukan otoritas pusat. PoW menyediakan solusi pembayaran terdesentralisasi secara real-time dalam jaringan ekonomi peer-to-peer, menghilangkan kebutuhan untuk pihak perantara dan mengurangi biaya transaksi secara keseluruhan.

Dalam sistem PoW, terdapat berbagai jenis node, dan penambangan dilakukan oleh jaringan node yang menggunakan perangkat keras khusus (ASIC) untuk memecahkan masalah kriptografi yang rumit. Blok baru rata-rata ditambang setiap 10 menit. Seorang penambang hanya dapat menambahkan blok baru ke blockchain jika berhasil menemukan solusi untuk blok tersebut.

Dengan kata lain, seorang penambang hanya dapat melakukannya setelah menyelesaikan proof of work. Sebagai imbalannya, penambang akan menerima imbalan berupa koin baru yang dibuat dan semua biaya transaksi untuk blok tersebut. Namun, proses ini membutuhkan biaya yang tinggi karena konsumsi energi yang besar dan biaya perangkat keras ASIC yang mahal.

Ilustrasi Proof of Work.
Ilustrasi Proof of Work.

Selain tantangan pengelolaan sistem, penerapan sistem PoW masih dipertanyakan, terutama dalam hal skalabilitas (batasan jumlah transaksi per detik). Namun, blockchain PoW dianggap sebagai yang paling aman dan andal, dan tetap menjadi standar untuk solusi toleransi kesalahan.

Proof of Stake (PoS)

Algoritme konsensus Proof of Stake adalah alternatif yang lebih umum dari Proof of Work. Sistem PoS dirancang untuk mengatasi beberapa ketidakefisienan dan masalah yang sering muncul dalam blockchain berbasis PoW. PoS khususnya mengatasi biaya yang terkait dengan penambangan PoW, seperti konsumsi energi dan perangkat keras yang mahal.

Pada dasarnya, blockchain Proof of Stake diamankan secara deterministik. Tidak ada penambangan dalam sistem ini, dan validasi blok baru tergantung pada jumlah koin yang di-stake. Semakin banyak koin yang di-stake oleh seseorang, semakin tinggi peluangnya untuk terpilih sebagai validator blok (juga disebut minter atau forger).

Sistem PoS mengandalkan investasi internal (mata uang kripto itu sendiri) untuk menjaga keamanan jaringan, berbeda dengan PoW yang mengandalkan investasi eksternal (konsumsi energi dan perangkat keras).

Selain itu, sistem PoS membuat serangan terhadap blockchain menjadi lebih mahal, karena serangan yang berhasil memerlukan kepemilikan setidaknya 51% dari total koin yang ada. Serangan yang gagal akan menyebabkan kerugian yang sangat besar. Meskipun PoS memiliki keunggulan dan banyak pendukung, sistem ini masih dalam tahap awal dan belum diuji pada skala yang lebih besar.

Delegated Proof of Stake (DPoS)

Algoritma konsensus Delegated Proof of Stake (DPoS) dikembangkan oleh Daniel Larimer pada tahun 2014. Beberapa proyek mata uang kripto seperti Bitshares, Steem, Ark, dan Lisk menggunakan algoritma konsensus DPoS.

Blockchain berbasis DPoS beroperasi dengan sistem pemungutan suara. Para pemangku kepentingan mendelelegasikan tugas mereka kepada pihak ketiga, yang berarti mereka dapat memilih beberapa delegasi untuk mengamankan jaringan atas nama mereka. Delegasi ini juga dikenal sebagai saksi, yang bertanggung jawab dalam mencapai konsensus saat pembuatan dan validasi blok baru.

Kekuatan suara dalam pemungutan suara berbanding lurus dengan jumlah koin yang dimiliki oleh setiap pengguna. Sistem pemungutan suara dapat berbeda antara proyek yang satu dengan yang lain, tetapi umumnya setiap delegasi menyajikan proposal terpisah untuk dipilih. Imbalan yang dikumpulkan oleh delegasi dibagi secara proporsional kepada pemilih mereka masing-masing.

Dengan demikian, algoritma DPoS menciptakan sistem pemungutan suara yang bergantung pada reputasi delegasi. Jika node yang terpilih berperilaku buruk atau tidak bekerja secara efisien, mereka akan diganti dengan node lainnya.

Dalam hal kinerja, blockchain DPoS lebih mudah diskalakan karena mampu memproses jumlah transaksi per detik (TPS) yang lebih tinggi dibandingkan PoW dan PoS.

Ilustrasi Proof of Stake.
Ilustrasi Proof of Stake.

DPoS vs PoS

Meskipun PoS dan DPoS memiliki kesamaan dalam hal kepemilikan, DPoS membawa inovasi sistem pemungutan suara demokratis yang digunakan untuk memilih produsen blok. Karena sistem DPoS dikelola oleh pemilih, delegasi didorong untuk bertindak secara jujur dan efisien, jika tidak, mereka akan dipecat. Selain itu, blockchain DPoS cenderung lebih cepat dalam hal TPS dibandingkan PoS.

DPoS vs PoW

PoS berusaha mengatasi kelemahan PoW, sementara DPoS berusaha menyederhanakan proses produksi blok. Oleh karena itu, sistem DPoS mampu memproses jumlah transaksi blockchain yang lebih banyak dengan cepat. Saat ini, DPoS tidak digunakan dengan cara yang sama seperti PoW atau PoS, karena PoW masih dianggap sebagai algoritma konsensus yang paling aman. Akibatnya, sebagian besar transaksi menggunakan PoW.

PoS lebih cepat daripada PoW dan memiliki potensi penggunaan yang lebih luas. DPoS membatasi penggunaan staking pada pemilihan produsen blok. Berbeda dengan sistem PoS yang kompetitif, produksi blok dalam DPoS sudah ditentukan sebelumnya. Setiap saksi bergantian memproduksi blok. Beberapa berpendapat bahwa DPoS seharusnya dianggap sebagai sistem Proof of Authority (PoA).

DPoS berbeda secara signifikan dari PoW dan bahkan PoS. Kombinasi pemungutan suara pemangku kepentingan berfungsi sebagai cara untuk menentukan dan memberikan insentif kepada delegasi yang jujur dan efisien. Namun, produksi blok sebenarnya cukup berbeda dari sistem PoS. Pada sebagian besar kasus, sistem ini memberikan kinerja yang lebih tinggi dalam hal TPS.

Kesimpulan

Delegated Proof of Stake (DPoS) adalah algoritma konsensus yang dianggap lebih efisien dan demokratis dibandingkan Proof of Stake (PoS). DPoS menggunakan sistem pemungutan suara yang melibatkan delegasi yang dipilih oleh pemangku kepentingan untuk mengamankan jaringan. 

Reputasi delegasi sangat penting dalam sistem DPoS karena mereka dapat digantikan jika berperilaku buruk. Blockchain DPoS memiliki kinerja yang lebih tinggi dalam hal transaksi per detik (TPS) dibandingkan PoW dan PoS.

DPoS memiliki perbedaan signifikan dengan PoW dan PoS. DPoS menghadirkan sistem pemungutan suara demokratis untuk memilih produsen blok, sementara PoS hanya menggunakan staking koin sebagai dasar validasi. PoW masih dianggap sebagai algoritma konsensus yang paling aman. 

DPoS punya potensi penggunaan yang lebih luas daripada PoW dan PoS karena dapat memproses lebih banyak transaksi dengan cepat. Namun, DPoS masih dalam tahap awal pengembangan dan belum diuji pada skala yang lebih besar.

Secara keseluruhan, DPoS adalah langkah maju dalam menciptakan sistem konsensus yang efisien dan demokratis. Dengan menggunakan sistem pemungutan suara dan delegasi, DPoS mampu meningkatkan kinerja jaringan blockchain dan mengurangi biaya yang terkait dengan PoW. Meskipun masih ada tantangan dan pengujian yang perlu dilakukan, DPoS memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu algoritma konsensus yang dominan di masa depan.

Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

Sumber: Binance Academy Indonesia



Sumber : news.tokocrypto.com

Apa Itu Serangan 51% di Ekosistem Aset Kripto?

Sebelum kita membahas tentang serangan 51%, penting bagi kita untuk memiliki pemahaman yang baik tentang mining dan sistem berbasis blockchain dalam ekosistem aset kripto.

Salah satu kekuatan utama Bitcoin dan teknologi blockchain adalah sifat terdistribusi yang digunakan dalam membangun dan memverifikasi data. Para node yang terdesentralisasi bekerja untuk memastikan bahwa aturan protokol diikuti dan semua peserta jaringan setuju dengan kondisi terkini dari blockchain. Dengan kata lain, mayoritas node harus mencapai konsensus secara teratur mengenai proses mining, versi perangkat lunak yang digunakan, validitas transaksi, dan lain sebagainya.

Algoritme konsensus Bitcoin (Proof of Work) memastikan bahwa seorang miner hanya dapat memvalidasi blok transaksi baru jika node-node jaringan secara kolektif setuju bahwa hash yang dihasilkan oleh miner tersebut akurat. Hash blok tersebut membuktikan bahwa miner telah melakukan pekerjaan yang memadai dan menemukan solusi yang valid untuk masalah blok tersebut.

Infrastruktur blockchain, sebagai buku besar terdesentralisasi dan sistem terdistribusi, mencegah entitas terpusat memanfaatkan jaringan untuk kepentingan mereka sendiri. Inilah sebabnya mengapa tidak ada otoritas tunggal dalam jaringan Bitcoin.

Namun, apa yang terjadi ketika kekuatan hash tidak didistribusikan dengan baik? Apa yang terjadi jika, misalnya, sebuah entitas atau organisasi dapat memperoleh lebih dari 50% dari kekuatan hashing? Salah satu kemungkinan yang timbul adalah serangan 51%, juga dikenal sebagai serangan mayoritas.

Apa Itu Serangan 51%?

Serangan 51% adalah ancaman yang mungkin terjadi pada jaringan blockchain di mana entitas atau organisasi tunggal mengendalikan lebih dari 50% dari total kekuatan hash, yang berpotensi menyebabkan gangguan pada jaringan.

Dalam situasi tersebut, penyerang akan memiliki kekuatan mining yang cukup untuk mengesampingkan atau mengubah urutan transaksi dengan sengaja. Mereka juga dapat membatalkan transaksi yang telah dilakukan dan pada saat yang sama tetap memiliki kendali atas jaringan, sehingga terjadi masalah pembelanjaan ganda (double spending).

Serangan mayoritas yang berhasil juga dapat menyebabkan penyerang mencegah konfirmasi dari beberapa atau semua transaksi (penolakan layanan transaksi), atau menghentikan beberapa atau semua miner dalam melakukan mining, sehingga terjadi monopoli dalam proses mining.

Ilustrasi Serangan 51%. Sumber: Binance.
Ilustrasi Serangan 51%. Sumber: Binance.

Namun, serangan mayoritas tidak memungkinkan penyerang untuk membatalkan transaksi dari pengguna lain atau mencegah transaksi baru dibuat dan disiarkan ke jaringan. Mengubah reward blok, menciptakan koin tanpa dasar yang jelas, atau mencuri koin yang bukan milik penyerang juga dianggap sebagai hal yang tidak mungkin terjadi.

Seberapa Tinggi Kemungkinan Serangan 51%?

Karena blockchain dijalankan oleh jaringan node yang terdistribusi, semua peserta bekerja sama untuk mencapai konsensus. Ini menjadikan blockchain relatif aman, terutama jika ukuran jaringan semakin besar. Semakin besar jaringannya, semakin kuat perlindungan terhadap serangan dan manipulasi data.

Pada blockchain dengan algoritma konsensus Proof of Work, semakin besar kekuatan hash yang dimiliki oleh seorang miner, semakin tinggi kemungkinannya untuk menemukan solusi yang valid untuk blok berikutnya. Hal ini masuk akal karena proses mining melibatkan sejumlah besar percobaan hash, dan semakin besar kekuatan komputasi yang dimiliki, semakin banyak percobaan yang dapat dilakukan dalam satu detik.

Sejumlah miner awal bergabung dengan jaringan Bitcoin dengan tujuan untuk berkontribusi pada pertumbuhan dan keamanannya. Dengan meningkatnya harga Bitcoin sebagai mata uang, semakin banyak miner baru yang bergabung dalam upaya untuk bersaing mendapatkan reward blok (saat ini sebesar 6,25 BTC per blok).

Sifat kompetitif tersebut adalah salah satu faktor yang mendukung keamanan Bitcoin. Tidak ada insentif bagi miner untuk menginvestasikan sumber daya yang besar kecuali mereka bertindak dengan jujur dan berusaha untuk memperoleh reward blok.

Oleh karena itu, serangan 51% pada Bitcoin memiliki kemungkinan yang sangat kecil karena ukuran jaringannya yang besar. Setelah blockchain tumbuh cukup besar, kemungkinan seseorang atau kelompok memiliki kekuatan komputasi yang cukup untuk mengungguli semua peserta lainnya menjadi sangat rendah.

Apakah Serangan 51% Sulit Dilakukan?

Selain itu, semakin sulit bagi seseorang untuk mengubah blok yang telah dikonfirmasi seiring dengan bertumbuhnya rantai blok, karena setiap blok terhubung melalui bukti kriptografis. Semakin banyak konfirmasi yang diterima oleh suatu blok, semakin tinggi biaya yang harus dikeluarkan untuk mengubah atau membatalkan transaksi di dalamnya. Oleh karena itu, serangan yang berhasil hanya akan mampu mengubah beberapa blok terbaru dalam jangka waktu yang singkat.

Bayangkan jika entitas jahat, tanpa motif keuntungan, memutuskan untuk menyerang jaringan Bitcoin dengan tujuan menghancurkannya dengan cara apa pun. Meskipun penyerang tersebut mampu mengganggu jaringan, perangkat lunak dan protokol Bitcoin akan dengan cepat beradaptasi dan berubah sebagai respons terhadap serangan tersebut.

Ilustrasi peretasan kripto dan NFT. Foto: Shutterstock.
Ilustrasi peretasan. Foto: Shutterstock.

Ini akan mengharuskan node jaringan lainnya mencapai konsensus dan setuju dengan perubahan yang diperlukan, namun dalam situasi darurat, proses ini dapat terjadi dengan cepat. Bitcoin telah terbukti sangat tahan terhadap serangan dan dianggap sebagai mata uang kripto yang paling aman dan andal saat ini.

Meskipun mendapatkan mayoritas kekuatan komputasi di jaringan Bitcoin sulit dilakukan, hal ini tidak berlaku untuk mata uang kripto yang lebih kecil. Dibandingkan dengan Bitcoin, tingkat kekuatan hash yang menjaga keamanan blockchain altcoin lebih rendah. Tingkat kekuatan hash yang rendah ini memungkinkan serangan 51% untuk terjadi. Beberapa contoh mata uang kripto yang menjadi korban serangan mayoritas termasuk Monacoin, Bitcoin Gold, dan ZenCash.

Kesimpulan

Serangan 51% adalah ancaman potensial pada jaringan blockchain di mana entitas atau organisasi mampu mengendalikan lebih dari 50% dari kekuatan hash, yang dapat menyebabkan gangguan serius pada jaringan. Dalam serangan semacam ini, penyerang dapat memanipulasi transaksi, melakukan pembelanjaan ganda, atau bahkan memonopoli proses mining.

Namun, serangan 51% pada Bitcoin memiliki kemungkinan yang sangat rendah karena ukuran jaringannya yang besar dan partisipasi miner yang tersebar. Semakin besar jaringan, semakin kuat perlindungan terhadap serangan semacam itu. Selain itu, mengubah blok yang telah dikonfirmasi akan semakin sulit seiring dengan bertambahnya jumlah konfirmasi, sehingga membatasi dampak serangan yang berhasil hanya pada blok-blok terbaru.

Bitcoin telah terbukti tahan terhadap serangan dan dianggap sebagai mata uang kripto yang paling aman dan andal saat ini. Protokol dan perangkat lunaknya dapat beradaptasi dengan cepat sebagai respons terhadap serangan. Namun, altcoin dengan ukuran jaringan yang lebih kecil rentan terhadap serangan 51%, seperti yang terjadi pada Monacoin, Bitcoin Gold, dan ZenCash.

Dalam upaya menjaga keamanan blockchain, penting bagi jaringan untuk terus tumbuh dan melibatkan partisipasi yang luas dari para peserta. Dengan mempertahankan sifat terdistribusi dan memastikan partisipasi yang seimbang dari miner, kemungkinan serangan 51% dapat diminimalkan.

Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

Sumber: Binance Academy Indonesia



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Kembali Bergeliat Didorong Kemenangan Ripple

Sepekan terakhir para pelaku pasar sempat putus asa dengan situasi market kripto yang terus sideways. Data inflasi AS bulan Juni pun nyaris tidak menggerakkan pasar kripto, tetapi kemenangan Ripple pada hari Kamis (13/7) berhasil mendorong kenaikan harga yang dinantikan cukup lama.

Trader Eksternal Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, Efek berita kemenangan Ripple pun mampu mengirim Bitcoin dan aset digital utama lainnya meroket lebih tinggi. Bahkan nilai XRP sempat naik 100% dari US$ 0,47 menjadi US$ 0,87 pada Jumat (14/7) dinihari.

“Nilai Bitcoin juga sempat melesat ke level US$ 31.700 atau sekitar Rp 473 juta tertinggi lebih dari satu tahun. Menilik ke belakang, BTC telah merana di zona level psikologis terkuatnya antara US$ 30.000 dan US$ 31.000 selama tiga minggu terakhir, karena beberapa investor resah atas potensi salah langkah The Fed untuk menekan inflasi dan menunggu katalis harga yang signifikan,” kata Fyqieh.

Perilaku perdagangan Bitcoin yang relatif tenang dalam beberapa minggu terakhir kemungkinan telah menghilangkan motivasi investor jangka pendek atau trader untuk menjual aset mereka. Sementara investor BTC jangka panjang cenderung mempertahankan posisi mereka, berbeda dengan trader yang kurang sabar terhadap fluktuasi harga, sehingga siap untuk melikuidasi aset BTC kapan pun.

Berita kemenangan Ripple atas gugatan SEC pun mengubah sikap investor dan trader. Menurut Glassnode, jumlah pemegang Bitcoin jangka panjang meningkat dengan banyak melakukan akumulasi. Sementara itu, Bitcoin yang dikirim ke bursa kripto terus turun, artinya ada sinyal untuk memegang aset lebih lama.

pasar-crypto-ripple-coin-xrp-cryptocurrency
Ilustrasi aset kripto XRP. Sumber: FX Empire.

Di sisi lain, ada perkembangan yang luar biasa untuk ekosistem kripto, SEC telah mengakui aplikasi Bitwise untuk produk ETF Bitcoin spot. Pengakuan SEC atas aplikasi Bitwise ETF Bitcoin spot sangat penting bagi industri kripto karena hal ini membuat potensi ETF Bitcoin yang diatur lebih dekat dengan kenyataan.

Walaupun belum sampai disetujui, langkah tersebut mampu memberi angin segar untuk persetujuan ETF Bitcoin dari institusi lainnya, seperti BlackRock. 

Analisis Pergerakan Harga 

“Kemenangan XRP membuat pasar aset kripto mengalami bullish dan XRP menjadi top gainer di Tokocrypto dengan kenaikan lebih dari 71% dalam waktu 24 jam dan disusul oleh XLM 56,9%. Pasar kripto pada hari Jumat (14/7) dibuka dengan bullish yang kuat hal ini menandakan bahwa pasar kripto sedang bergairah,” jelas Fyqieh.

Namun, saat ini, kenaikan pasar kripto juga didukung oleh likuidasi besar-besaran dalam perdagangan short. Dalam 24 jam terakhir, total likuidasi mencapai US$ 251 juta, dengan 69.924 trader terlikuidasi di beberapa bursa. 

Perdagangan yang paling banyak terkena likuidasi adalah perdagangan Bitcoin, di mana total kerugian trader mencapai US$ 60,67 Juta, diikuti oleh XRP dengan US$ 52,42 Juta, ETH dengan US$ 40,04 Juta USD, dan aset lainnya dengan total US$ 97,87 Juta. Likuidasi ini juga berperan sebagai salah satu faktor yang mendorong pergerakan pasar karena aset trader terjual paksa di pasar derivatif setelah mencapai harga likuidasi mereka.

“Kapitalisasi pasar aset kripto saat ini mengalami kenaikan yang signifikan sebesar 6,73% dalam 16 jam terakhir. Terjadi penambahan total kapitalisasi sebesar US$ 77 miliar. Lonjakan ini telah menyebabkan kenaikan harga yang cukup tinggi bagi altcoin dan Bitcoin,” analisis Fyqieh.

Bitcoin Fear and Greed Index. Sumber: alternative.me.

Baca juga: Data CPI AS Bulan Juni Jadi Sinyal Bullish untuk Pasar Kripto dan Bitcoin

Kapitalisasi pasar keseluruhan untuk seluruh aset kripto, termasuk altcoin dan Bitcoin, saat ini mencapai US$ 1,21 triliun. Ini adalah kabar baik karena banyak investor yang mulai berinvestasi di aset kripto setelah kemenangan Ripple Labs dalam kasus yang melibatkan SEC.

Sentimen terkait Bitcoin mengalami perubahan signifikan menuju arah Greed dengan poin sentimen hari ini pada tanggal 14 Juli 2023 mencapai 60, sedangkan indeks Fear and Greed pada hari sebelumnya berada di 56. Poin 60 menunjukkan bahwa pasar saat ini sedang mengalami keadaan greed, tetapi masih dalam batas yang terkontrol. Pada minggu sebelumnya, sentimen Bitcoin berada di kisaran Greed dengan poin 64. Secara keseluruhan, jika melihat sentimen per minggu, penilaian cukup baik dan cenderung bullish (optimis).

1. Bitcoin (BTC)

BTC/USD Index by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

Dalam situasi ini, harga Bitcoin diprediksi akan mengalami tren bullish setelah berhasil menembus area harga US$ 32.000. Hari ini, Bitcoin sudah mencapai harga US$ 31.700, yang menunjukkan adanya dominasi bullish yang kuat. 

Menurut Fyqieh, sebelum pengumuman kemenangan XRP, harga Bitcoin berada di kisaran US$ 30.500 dan langsung melonjak ke US$ 31.700. Bitcoin memiliki potensi untuk terus bergerak menuju level harga US$ 32.000 setelah mendapatkan konfirmasi breakout di atas harga US$ 31.400.

“Jika Bitcoin kembali mencapai harga US$ 31.700, maka kemungkinan besar akan menuju ke level US$ 32.000 dalam waktu singkat. Hal ini sejalan dengan potensi dan sentimen positif yang ada saat ini,” terangnya.

2. Cardano (ADA)

ADA/USDT TF 4H by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

Dalam 24 jam terakhir, Cardano (ADA) mengalami kenaikan harga lebih dari 23% setelah kemenangan XRP dalam kasus yang melibatkan SEC. Kemenangan XRP tersebut mempengaruhi pergerakan pasar aset kripto secara keseluruhan, terutama aset kripto yang dianggap sebagai “security token” oleh SEC. 

ADA dan XRP adalah dua aset yang digugat oleh SEC sebagai security token. ADA diprediksi akan mengalami tren bullish dalam waktu dekat, tetapi kemungkinan akan mengalami koreksi kecil untuk mencari pijakan support sebelum melanjutkan tren bullish-nya. 

“Dalam jangka waktu dekat, potensi support untuk ADA berada di kisaran harga US$ 0,33, sementara resisten berada di kisaran harga US$ 0,354 dan US$ 0,385 sebagai target harga. Harga US$ 0,385 merupakan level harga sebelum terjadinya gugatan oleh SEC,” ujar Fyqieh.

3. Ripple (XRP)

XRP/USDT by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

Baca juga: Harga XRP Naik Lebih 100% Setelah Ripple Menang Lawan SEC

Kemenangan sementara XRP dalam gugatan telah memberikan dampak positif pada pasar aset kripto secara keseluruhan, menyebabkan kenaikan yang signifikan. Dari segi indikator teknikal, XRP saat ini sudah memperlihatkan tanda-tanda overbought berdasarkan indikator RSI dengan skor 81, yang mengindikasikan kemungkinan adanya koreksi kecil. 

Dengan menggunakan Fibonacci Retracement, dapat ditemukan area support di sekitar US$ 0,758 dan US$ 0,7 sebagai level support yang potensial. Dalam hal sentimen, XRP mengalami sentimen yang kuat dengan kenaikan lebih dari 80% dalam satu hari.

Menurut pandangan pribadi, target harga terdekat XRP dalam seminggu ke depan adalah US$ 0,93. Namun, perlu diingat bahwa sentimen yang baik tidak selalu menjamin kenaikan harga aset kripto. Faktor lain yang perlu dipertimbangkan adalah FOMO (Fear of Missing Out) yang dapat mempengaruhi pergerakan pasar,” pungkas Fyqieh.

Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Elon Musk Rilis Project Baru, Token Kripto AI Ini Langsung Naik

CEO Twitter, Elon Musk meluncurkan startup AI generatif baru yang disebut xAI sebagai pesaing ChatGPT. Hal tersebut langsung membuat sejumlah aset kripto yang terkait proyek Artificial Intelligence (AI), seperti Render Network (RNDR), SingularityNET (AGIX) dan Fetch.ai (FET) terlihat naik positif.

Dilaporkan Cryptonews, xAI diduga akan menjadi pesaing langsung ChatGPT OpenAI, sebagai aplikasi tercepat di dunia yang mencapai 100 juta pengguna awal tahun ini setelah diluncurkan November lalu. Musk masuk kembali ke perlombaan AI (dia sebelumnya menjadi anggota pendiri di OpenAI) membawa perhatian baru ke sektor teknologi yang berkembang cepat, sehingga membawa perhatian baru ke aset kripto berbasisi AI.

Desas-desus tentang upaya AI Musk muncul awal tahun ini ketika dilaporkan bahwa dia telah membeli ribuan prosesor GPU untuk mendukung produk AI generatif yang akan datang. Perusahaan barunya xAI, didirikan di Nevada pada Maret 2023, mencantumkan Musk sebagai direkturnya dan Jared Birchall, direktur kantor keluarga Musk, sebagai sekretarisnya.

Ilustrasi aset kripto SingularityNET (AGIX). Sumber: SingularityNET.
Ilustrasi aset kripto SingularityNET (AGIX). Sumber: SingularityNET.

Baca juga: Data CPI AS Bulan Juni Jadi Sinyal Bullish untuk Pasar Kripto dan Bitcoin

Token kripto yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI) naik lebih dari 3% pada hari Rabu (12/7), setelah Musk meluncurkan xAI.

RNDR adalah mata uang kripto yang menggerakkan Jaringan Render , solusi rendering AI berbasis GPU yang terdesentralisasi. Sementara, AGIX adalah token yang menggerakkan ekosistem kripto yang berfokus pada AI yang terdesentralisasi dari SingularityNET.

Token kripto terkait AI mendapatkan dorongan jangka pendek awal tahun ini karena daya tarik teknologi yang semakin utama dan setelah pembuat chip Nvidia (NVDA) mengungkapkan prospek bullish untuk penjualan AI.

Analisis Harga

Token RNDR awalnya memompa berita Musk, sejak itu berbalik lebih dari 3% lebih rendah pada hari itu.

Pada level saat ini di area US$ 1,93 berada di bawah 21, 50 dan 100-Day Moving Averages (DMA) dan sekali lagi mengancam potensi penembusan di bawah struktur umbul jangka menengah.

Penembusan di bawah struktur ini dapat membuka pintu untuk penurunan jangka pendek menuju resistensi yang berubah menjadi dukungan di area US$ 1,60.AGIX, sementara itu, mengalami resistensi jangka menengah utama dalam bentuk tren turun dari tertinggi bulan Maret.

Harga AGIX, grafik 4 jam. Sumber: AGIXUSDT di TradingView.com.
Grafik harga AGIX/USDT 4 jam. Sumber: TradingView.com.

Baca juga: Rahasia Sukses: Beli Bitcoin Sebelum Halving, Jual Setelah 2 Tahun

Dengan AGIX juga menemukan resistensi pada DMA 21 dan 50, bears mungkin melihat level saat ini menarik untuk menambah posisi short.Pengujian ulang terendah Juni di dekat US$ 0,17, lebih dari 25% di bawah level harga saat ini di area US$ 0,235, adalah kemungkinan yang kuat.

Prospek FET terlihat sama menantangnya, mengingat FET juga sedang menguji tren turun jangka panjang.Pada level saat ini tepat di atas US$ 0,21 di mana juga di bawah DMA 21 dan 50, FET dapat dengan mudah jatuh kembali ke posisi terendah tahunan di area US$ 0,16, yang akan menandai penurunan kasar sebesar 25% dari level saat ini.

Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Apa Itu Ransomware dan Bagaimana Cara Melindungi Diri Anda

Ransomware, sebuah jenis malware yang dapat menginfeksi sistem secara individu atau melalui jaringan seperti bisnis, rumah sakit, bandara, dan lembaga pemerintahan, terus berkembang dan semakin rumit sejak kemunculannya pada tahun 1989. Berbeda dengan malware umumnya yang berformat sederhana, ransomware modern menggunakan metode kriptografi untuk mengenkripsi file yang terinfeksi, membuatnya tidak dapat diakses.

Selain mengenkripsi file, ransomware juga dapat mengunci perangkat keras seperti hard drive, dengan tujuan menghalangi korban untuk mengakses sistem operasi. Serangan ransomware bertujuan utama memaksa korban membayar tebusan dekripsi, biasanya dalam bentuk mata uang digital yang sulit dilacak seperti Bitcoin. Namun, tidak ada jaminan bahwa pembayaran tebusan akan dihormati oleh penyerang.

Popularitas ransomware telah meningkat secara signifikan dalam sepuluh tahun terakhir, terutama dalam serangan kejahatan cyber di bidang keuangan. Ancaman serangan malware ini menjadi perhatian utama, seperti yang dilaporkan oleh Europol (IOCTA 2018).

Bagaimana Seseorang Bisa Menjadi Korban Ransomware?

Phishing adalah salah satu bentuk distribusi ransomware yang paling umum. Korban biasanya terinfeksi melalui lampiran email yang telah terinfeksi sebelumnya atau tautan yang disamarkan menjadi mirip dengan tautan yang sah. Dalam jaringan komputer, cukup satu korban untuk menginfeksi seluruh organisasi.

Exploit Kits, paket yang berisi berbagai alat jahat dengan kode eksploitasi sebelumnya, juga digunakan untuk menyebarkan malware. Paket ini dirancang untuk mengeksploitasi masalah dan kerentanan dalam perangkat lunak dan sistem operasi, terutama yang tidak aman atau sudah usang.

Malvertising adalah taktik lain yang dimanfaatkan penyerang untuk menyebarkan malware melalui jaringan iklan.

Bagaimana Cara Melindungi Diri dari Serangan Ransomware?

  • Pertama, lakukan backup secara teratur menggunakan sumber eksternal sehingga Anda dapat memulihkan arsip setelah menghapus potensi infeksi.
  • Kedua, berhati-hatilah terhadap lampiran email dan tautan yang mencurigakan. Hindari mengklik iklan dan tautan yang berasal dari sumber yang tidak dikenal.
  • Ketiga, pasang aplikasi antivirus yang terpercaya dan pastikan perangkat lunak dan sistem operasi Anda selalu diperbarui.
  • Keempat, aktifkan opsi ‘Tampilkan Ekstensi File’ di pengaturan Windows agar Anda dapat dengan mudah mengenali jenis file. Hindari file dengan ekstensi seperti .exe, .vbs, atau .scr.
  • Kelima, hindari mengunjungi situs yang tidak menggunakan protokol HTTPS (terlihat dari awalan “https://”). Namun, perlu diingat bahwa beberapa situs jahat juga dapat menggunakan protokol HTTPS untuk menipu korban. Protokol saja tidak cukup untuk menjamin keamanan situs.
  • Terakhir, kunjungi situs NoMoreRansom.org yang dibuat oleh lembaga penegak hukum dan perusahaan keamanan TI. Situs ini menyediakan alat dekripsi gratis bagi korban ransomware dan juga memberikan petunjuk pencegahan.

Contoh Ransomware yang Terkenal

GrandCrab (2018)

Ilustrasi ransomware GrandCrab. Sumber: Binance Academy.
Ilustrasi ransomware GrandCrab. Sumber: Binance Academy.

Pada bulan Januari 2018, muncul sebuah ransomware yang dikenal sebagai GrandCrab. Dalam waktu kurang dari sebulan, ransomware ini berhasil menginfeksi lebih dari 50.000 korban sebelum akhirnya dihentikan oleh upaya kolaboratif antara lembaga otoritas Romania, Bitdefender, dan Europol. Sebagai langkah pemulihan, sebuah paket pemulihan data disediakan secara gratis.

GrandCrab menyebar melalui malvertising dan phishing email, dan menarik perhatian karena ransomware ini merupakan yang pertama kali menuntut pembayaran tebusan dalam bentuk mata uang digital DASH. Jumlah tebusan awal bervariasi antara 300 hingga 1500 Dolar Amerika.

WannaCry (2017)

Ilustrasi ransomware WannaCry. Sumber: Binance Academy.
Ilustrasi ransomware WannaCry. Sumber: Binance Academy.

WannaCry adalah serangan cyber berskala global yang menginfeksi lebih dari 300.000 komputer dalam waktu hanya 4 hari. Serangan ini menyebar melalui eksploitasi yang dikenal sebagai EternalBlue, yang menargetkan sistem operasi Microsoft Windows (terutama Windows 7).

Serangan WannaCry berhasil dihentikan setelah Microsoft merilis pembaruan darurat untuk sistem operasi mereka. Meskipun ada tuduhan bahwa Korea Utara bertanggung jawab atas serangan ini, tidak ada bukti yang dapat disediakan untuk mendukung klaim tersebut.

Bad Rabbit (2017)

Ilustrasi ransomware Bad Rabbit. Sumber: Binance Academy.
Ilustrasi ransomware Bad Rabbit. Sumber: Binance Academy.

Ransomware Bad Rabbit menyebar sebagai pembaruan palsu untuk Adobe Flash yang diunduh dari situs yang terinfeksi. Mayoritas komputer yang terinfeksi berlokasi di Rusia, dan infeksi ini memerlukan instalasi manual dari file arsip .exe. Harga untuk mendekripsi data saat itu adalah sekitar 280 Dolar Amerika atau sekitar 0,05 BTC.

Locky (2016)

Ilustrasi ransomware Locky. Sumber: Binance Academy.
Ilustrasi ransomware Locky. Sumber: Binance Academy.

Locky biasanya menyebar melalui email dengan lampiran yang mengatasnamakan faktur pembayaran. Pada tahun 2016, sebuah pusat medis di Hollywood, California, menjadi korban infeksi Locky dan membayar tebusan sebesar 40 BTC (setara dengan 17.000 Dolar Amerika saat itu) untuk mendapatkan kembali akses ke sistem komputer mereka.

Kesimpulan

Ransomware merupakan jenis malware yang terus berkembang dan semakin kompleks seiring waktu. Artikel-artikel di atas mengulas beberapa contoh ransomware yang pernah menimbulkan ancaman serius terhadap keamanan digital.

GrandCrab, WannaCry, Bad Rabbit, dan Locky adalah beberapa contoh ransomware yang telah menyebabkan kerugian besar bagi ribuan korban di seluruh dunia. Metode penyebaran ransomware meliputi malvertising, phishing email, serta eksploitasi kerentanan dalam perangkat lunak dan sistem operasi.

Dalam upaya melindungi diri dari serangan ransomware, penting untuk selalu menjaga kewaspadaan terhadap lampiran email yang mencurigakan, tautan yang tidak dikenal, dan iklan yang tidak aman. Selain itu, langkah-langkah seperti melakukan backup data secara teratur, memperbarui perangkat lunak dan sistem operasi, serta memasang aplikasi antivirus terpercaya juga dianjurkan.

Dalam situasi terkena serangan ransomware, para korban harus berhati-hati dalam membayar tebusan, karena tidak ada jaminan bahwa pembayaran akan mengembalikan akses ke data yang terenkripsi. Situs seperti NoMoreRansom.org juga dapat menjadi sumber daya yang berguna bagi korban, menyediakan alat pemulihan data secara gratis dan memberikan petunjuk pencegahan.

Mengingat perubahan konstan dalam taktik dan teknik ransomware, penting bagi individu dan organisasi untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan terkini dalam keamanan digital untuk melindungi diri mereka dari serangan yang terus berkembang.

Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

Sumber: Binance Academy Indonesia



Sumber : news.tokocrypto.com

Data CPI AS Bulan Juni Jadi Sinyal Bullish untuk Pasar Kripto dan Bitcoin

Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat telah menerbitkan data inflasi bulan Juni 2023, yang mencerminkan kenaikan Indeks Harga Konsumen (CPI) bulanan sebesar 0,2%, dan kenaikan tahunan atau year-on-year (YoY) sebesar 3,0%,  lebih rendah dari ekspektasi 3,1%. Ini menandai penurunan yang signifikan dari angka bulan sebelumnya sebesar 4,0%.

Setelah data CPI AS terbaru diumumkan pada Kamis (12/7) malam, Bitcoin (BTC) sempat melonjak menjadi US$ 30.905 dari US$ 30.750 sebelum jatuh ke US$ 30.802,40 beberapa menit kemudian. Sebagian besar altcoin dalam 10 aset kripto teratas berdasarkan kapitalisasi pasar mencatat kenaikan di bawah 1% dalam 24 jam terakhir.

Trader External Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, melihat data CPI untuk bulan Juni 2023, telah mengirimkan riak optimisme ke seluruh pasar kripto dan Bitcoin. Angka-angka terbaru mengungkapkan penurunan inflasi yang mengejutkan, yang telah memicu harapan akan prospek positif. Namun, investor belum bergairah untuk langsung masuk meramaikan pasar guna melakukan akumulasi.

“Sering kali ada reaksi pasar awal yang menggembirakan terhadap rilis CPI yang positif. Reli ini sering berlangsung antara 5 dan 15 menit, namun setelah itu mulai melemah dan menjadi bull trap. Harga kripto, terutama Bitcoin kemudian cenderung mencari likuiditas,” kata Fyqieh.

Sentimen Pasar Kripto

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Jaap Arriens | NurPhoto | Getty Images.

Baca juga: Pepe Coin dan Shiba Inu Tergelincir, Koin Meme Ini Tetap Bullish

Menurut Fyqieh, salah satu penyebab gagalnya kenaikan harga Bitcoin adalah pelaku pasar masih yakin kebijakan The Fed akan memutuskan mendukung kenaikan suku bunga 0,25 basis poin pada pertemuan 25-26 Juli mendatang. 

Data CME FedWatch tools, pelaku pasar yakin 91% bahwa kenaikan suku bunga 0,25% akan terjadi pada Pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) berikutnya. Keputusan itu akan membawa suku bunga ke kisaran 5,25% hingga 5,50%. Angka inflasi AS bulan Juni kemungkinan besar akan mempengaruhi keputusan The Fed.

“Sejauh ini, upaya The Fed tampaknya membuahkan hasil, dengan inflasi tahunan turun 1% dari bulan lalu. Namun,  pembacaan data inflasi yang sangat bagus tidak mungkin menghalangi Fed untuk menaikkan suku bunga bulan ini. Namun, perlu dicatat bahwa kenaikan suku bunga nanti berpotensi menjadi yang terakhir dalam siklus saat ini,” jelas Fyqieh.

Penting untuk dicatat bahwa pekerjaan inflasi The Fed mungkin belum selesai. Meskipun inflasi utama cenderung lebih rendah dan mendekati target 2% dengan cepat, namun indeks harga konsumen untuk makanan dan energi masih sangat tinggi, menyebabkan ketakutan akan munculnya kembali inflasi yang lebih tinggi.

Analisis Harga Bitcoin

Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.
Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.

Baca juga: Robert Kiyosaki: Harga Bitcoin Bakal Meledak di 2024 dan Dolar AS Turun

Grafik harian menunjukkan resistensi uji Bitcoin di level yang lebih rendah dari rentang US$ 30.750–US$ 31.250 untuk hari 21 berturut-turut. Namun, BTC tetap di atas EMA 50-day (US$ 29.051) dan 200-day (US$ 26.432), menandakan momentum bullish dalam jangka pendek dan panjang.

Khususnya, EMA 50-day terus menjauh dari EMA 200-day dan mencerminkan momentum bullish. Selanjutnya, harga BTC memasuki fase korektif yang ditandai dengan aksi harga sideways. Sementara itu, harga telah membentuk pola wedge naik, umumnya menunjukkan kemungkinan pembalikan. Penurunan di bawah batas bawah irisan menunjukkan potensi pembalikan prospek jangka menengah.

Penting untuk disebutkan bahwa level resistensi US$ 30.000 juga memiliki resistensi psikologis yang signifikan, meningkatkan kemungkinan penolakan jangka menengah dari level harga kritis ini. Namun, jika penolakan benar-benar terjadi, target Bitcoin selanjutnya adalah wilayah dukungan statis di US$ 28.800.

“Namun demikian, penembusan di atas zona resistensi US$ 30.000 dapat memicu lonjakan harga yang cepat menuju level resistensi yang lebih tinggi. Jika berhasil breakout di level resistensi tersebut, BTC akan naik menuju level US$ 31.150-US$ 32.250,” pungkas Fyqieh.

Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com