Category Archives: Tokocrypto

Bappebti dan Aspakrindo Sinergi Pengembangan Perdagangan Kripto

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dan Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) menjalin kolaborasi dalam meningkatkan pengembangan dan pengawasan perdagangan aset kripto di Indonesia.

Plt Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko, menyatakan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Bappebti dengan Aspakrindo untuk menguatkan komitmen bersama mengoptimalkan dan mensinergikan peran pedagang aset kripto. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengembangan, pemberdayaan, dan pengawasan ekosistem penyelenggaraan perdagangan pasar fisik aset kripto.

“Berinvestasi dalam aset kripto mengandung risiko yang cukup tinggi. Sesuai sifatnya, nilai aset kripto sangat volatile. Bisa saja mengalami peningkatan dan penurunan nilai yang sangat drastis dalam kurun waktu yang pendek,” kata Didid dalam siaran pers, dikutip Jumat (7/1).

“Oleh karena itu, keberadaan Aspakrindo yang didukung PKS ini dapat membantu meningkatkan literasi dan pemahaman masyarakat mengenai aset kripto secara utuh dan tepat. Selain itu, pengawasan perdagangan aset kripto juga dapat dioptimalkan.”

Tingkatkan Perlindungan

Plt. Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko bersama Ketua Umum Aspakrindo, Teguh Kurniawan Harmanda menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) antara Bappebti dan Aspakrindo yang berlangsung di Kantor Bappebti, Jakarta, Kamis (5/1).
Plt. Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko bersama Ketua Umum Aspakrindo, Teguh Kurniawan Harmanda menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) antara Bappebti dan Aspakrindo yang berlangsung di Kantor Bappebti, Jakarta, Kamis (5/1). Sumber: Bappebti.

Baca juga: Pendiri TRON Foundation Justin Sun Singgung Pi Network dan CoreDAO

Kerja sama ini juga dapat meningkatkan perlindungan terhadap masyarakat dan pelanggan aset kripto agar tercipta perdagangan aset kripto yang teratur, wajar, efisien, efektif, dan transparan serta dalam suasana persaingan yang sehat.

Selain itu, nantinya PKS bersama ini juga menjadi dasar penyampaian data dan/atau informasi dalam rangka pengembangan, proses penanganan perselisihan, pengecekan data untuk kegiatan penegakan hukum.

Bappebti juga terus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pedagang fisik aset kripto atau calon pedagang fisik aset kripto. Kemudian, edukasi dan literasi kepada pelanggan, calon pelanggan, masyarakat serta pemangku kepentingan untuk peningkatan pemahaman terhadap aset kripto, perdagangan fisik aset kripto, serta peraturan-perundangannya.

Sinergi Positif

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) , Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Siap-siap! Bappebti akan Siapkan 5 Aset Kripto Lokal Baru Awal 2023

Ketua Aspakrindo, Teguh Kurniawan Harmanda, menyampaikan kerja sama antara Aspakrindo dan Bappebti ini merupakan langkah penting bagi pertumbuhan dan perkembangan industri aset kripto di Indonesia. Ia meyakini, dengan adanya kerja sama ini, akan tercipta sinergi yang akan berdampak positif bagi semua pihak.

“Bappebti menjadi lembaga sentral dalam sektor perdagangan aset kripto telah menjalin kemitraan strategis dengan para pelaku usaha. Kemitraan akan terus kami kembangkan dengan prinsip kooperatif, bekerja beriringan guna meningkatkan pertumbuhan industri perdagangan aset kripto di Indonesia,” terang Manda.

Manda menambahkan, Aspakrindo tumbuh menjadi lembaga dengan struktur organisasi yang kuat dan besar, melibatkan seluruh anggota yang saat ini berjumlah 22 calon pedagang aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Miners Telah Meningkatkan Penjualan Bitcoin

Bitcoin (BTC) tampaknya akan memperpanjang pergerakan bullishnya baru-baru ini, karena para miners yang bertanggung jawab untuk membuat bitcoin baru telah meningkatkan penjualan mereka.

Cryptocurrency terbesar di dunia berdasarkan nilai pasar naik dari $ 3.867 menjadi $7.000 dalam 13 hari hingga 25 Maret, menurut Indeks Harga Bitcoin CoinDesk.

Namun, sepanjang reli pemulihan 81 persen, miners atau penambang justru menjual lebih banyak koin daripada yang mereka hasilkan, menurut angka inventaris bergulir (MRI), ukuran yang dibuat oleh perusahaan data crypto ByteTree untuk melacak perubahan tingkat persediaan yang dimiliki oleh penambang.

MRI 21 hari bergulir dan bertahan di atas 100 selama seluruh durasi pemulihan baru-baru ini dari terendah di bawah $4.000. MRI di atas 100 berarti penambang menjual lebih banyak daripada yang mereka hasilkan dalam mining dan menjalankan inventaris, sementara pembacaan MRI di bawah 100 menunjukkan penambang mengumpulkan persediaan dengan menjual lebih sedikit dari yang mereka tambang.

Karena harga terus naik, ada lebih dari cukup minat  untuk bitcoin yang diberikan para penambang ke pasar. Mining pool untuk persentase tertinggi Bitcoin mengalir ke bursa dan memiliki pengaruh signifikan terhadap harga. Namun, beberapa orang melihat reaksi pasar sebagai indikator positif.

“Ketika harga bitcoin dapat naik tajam dari posisi terendah lokal dan pembeli dapat menyerap bitcoin ekstra yang dijual oleh para penambang dengan sedikit dampak, itu adalah tanda kekuatan di pasar secara keseluruhan,” ujar Connor Abendschein, analis riset crypto di Digital Assets Data diutip dari Coindesk.

Baca juga: Grup Miners Cina Ingin Beli Tambang Bitcoin Terbesar di Amerika Latin

Miners Kehabisan Persediaan

Penambang juga kehabisan persediaan pada hari Rabu, seperti dicatat oleh pendiri dan Ketua ByteTree Charlie Morris.

“Penambang menjual 2.788 melawan 1.588 aset yang ditambang, membuat pasar terkejut tapi pasar tetap menerimanya. Inilah bullish,” cuit Morris selama jam trading Eropa dilansir dari Coindesk.

Cryptocurrency turun dari $6.700 ke $6.500 selama sesi Asia, mungkin disebabkan karena penjualan penambang, tetapi membalikkan kerugian di kemudian hari.

Analis lain, berpendapat bahwa variasi satu hari dalam penjualan penambang bersih seringkali terlalu kecil untuk membuat penilaian yang valid dari bullish pasar.

“Volume penjualan Rabu di 2.788 tidak signifikan secara statistik untuk memiliki banyak arti pada pergerakan harga bitcoin yang lebih besar.” kata Alexander S. Blum, COO di perusahaan fintech Two Prime. “Dibandingkan dengan jumlah Bitcoin di dunia, penjualan penambang kurang dari 1 persen,”

Namun karena penambang rata-rata telah menjual lebih banyak koin selama pemulihan harga, itu mungkin menandakan kekuatan pasar yang mendasarinya.

Meskipun demikian, cryptocurrency tetap rentan terhadap serangan penghindaran risiko di pasar tradisional. Ekuitas global telah mendapatkan kembali ketenangan selama beberapa hari terakhir, terutama karena stimulus fiskal dan moneter besar-besaran yang diluncurkan oleh AS.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Perempuan AS Danai ISIS Pakai Bitcoin Cs

Seorang perempuan warga Amerika Serikat (AS) mendanai ISIS senilai lebih dari US$150 ribu (Rp2,1 miliar). Sebagian besar dari dana itu dalam bentuk aset kripto Bitcoin dan aset kripto lainnya.

Adalah Zoobia Shahnaz dijatuhi hukuman penjara selama 13 tahun di New York, karena terbukti mendanai organisasi teroris ISIS.

Mantan teknisi laboratorium di sebuah rumah sakit di Manhattan itu sebelumnya ditangkap di Bandara Internasional John F. Kennedy pada 31 Juli 2017 ketika hendak ke Suriah melalui Turki.

Departemen Kehakiman New York mengumumkan kemarin, Jumat (13 Maret 2020), bahwa Shahnaz mengirim lebih dari $150.000 kepada orang-orang dan kelompok-kelompok di Pakistan, Tiongkok dan Turki yang berafiliasi dengan ISIS.

Uang itu telah dikumpulkan secara ilegal, sebagai bagian dari perampokannya. Shahnaz juga menggunakan kartu kredit curian untuk membeli sekitar US$62.000 dalam bentuk Bitcoin dan aset kripto lainnya.

Aset kripto seperti Bitcoin digunakan untuk mendanai terorisme bukanlah hal baru. Laporan tahun lalu oleh Media Research Institute berbasis di Washington DC, mengungkapkan bahwa sejumlah kelompok teroris seperti ISIS, Al-Qaeda, Hamas, dan Ikhwanul Muslimin menggunakan aset kripto untuk pendanaan aksi-aksinya.

Namun FBI, CIA dan Departemen Kehakian Amerika Serikat sendiri, dalam beberapa tahun terakhir semakin meningkatkan kemampuannya untuk melacak kejahatan keuangan berbasis aset kripto. Chainalysis misalnya adalah perusahaan yang digandeng lembaga pemerintah AS untuk melacak itu. [Decrypt/red]



Sumber : news.tokocrypto.com

Stablecoin Booming Selama Virus Covid-19

Saat pasar saham dan crypto seperti Bitcoin mengalami penurunan paada beberapa pekan terakhir karena pandemi virus corona ataupun kondisi global yang tidak stabil. Pasar stablecoin justru mengalami lonjakan senilai $1,5 miliar pada bulan lalu dan sekarang bernilai lebih dari $7 miliar, menurut data oleh Coin Metrics.

Dalam sebuah utas tentang kenaikan stablecoin baru-baru ini, salah satu pendiri Coin Metrics, Nic Carter mengatakan hal itu bisa terkait dengan kekhawatiran tentang  pencetakan uang fiat yang dilakukan AS untuk bisa menyuntikkan  dana ke pasar agar bisa membendung dampak dari perlambatan ekonomi global.

Dengan pasar saham AS dan penjualan pasar crypto dalam beberapa minggu terakhir, di mana investor pindah ke aset yang kurang berisiko seperti uang tunai, mungkin beberapa investor melarikan diri ke stablecoin yang dipatok USD karena mereka adalah hal terdekat dengan uang tunai selama krisis likuiditas.

Menurut Carter, itu bukan satu-satunya alasan yang mungkin. “Ada penciptaan stablecoin yang terjadi, bukan hanya aset risiko crypto mengalir kembali ke stablecoin,  ada beberapa demografis di luar sana yang mengubah dolar digital menjadi fiat tokenized,”  cuitnya melalui Twitter.

Carter lebih lanjut menunjuk pada pertumbuhan stablecoin pada Ethereum, karena nilainya yang beredar di Ethereum semakin mendekati nilai Ether, cryptocurrency yang memicu blockchain.

Ketika ditanya tentang efek yang mungkin terjadi dari pertumbuhan stablecoin pada Ethereum,  dilansir dari Decrypt Carter memberikan informasi bahwa mungkin berarti bahwa jika pengguna di blockchain mulai menggunakan stablecoin dalam mata uang USD untuk menyelesaikan transaksi dan membayar biaya, itu akan mengurangi permintaan Ether.

Menurut Carter ini juga bisa berdampak negatif pada keseluruhan sistem karena mengurangi pendapatan penambang.

Baca juga:WHO Nyatakan Covid-19 sebagai Pandemi, Crypto dan Saham pun Anjlok

Efek Booming Stablecoin Lebih Terasa pada Eter Daripada Bitcoin

“Perbedaannya adalah bitcoin tidak memiliki keberadaan stablecoin yang bermakna, tether sebelumnya sangat besar pada bitcoin tetapi sebagian besar telah bermigrasi ke ETH, ” ,” ujar Carter lagi.

Namun, efek terbesar dari krisis ekonomi  dan booming stablecoin terkait kemungkinan terjadi karena percepatan  dalam penyebaran mata uang digital bank sentral (CBDCs).

“Suatu periode pemberian langsung pemerintah langsung kepada individu tentu dapat menambah urgensi menciptakan CBDC, “

Namun sayangnya CBDC saat ini tidak dapat membantu lebih jauh untuk mengatasi pandemi dan krisis global karena masih banyak negara yang sedang dalam tahap pembelajaran dan pengembangan untuk memiliki mata uang digital bank sentralnya.

“Saya tidak yakin CBDC yang berhadapan dengan ritel dapat diputar balik dengan cukup cepat untuk dapat diterapkan,” pungkas Carter

Sumber





Sumber : news.tokocrypto.com

Majalah Fortune: Bitcoin di Daftar 100 Besar Rancangan Terbaik Sepanjang Masa

Majalah Fortune menempatkan Bitcoin di daftar 100 besar rancangan terbaik sepanjang masa. Pemeringkatan itu berdasarkan survei terhadap sejumlah praktisi dan akademisi di bidang bisnis, industri, rancang grafis dan seni.

“100 besar rancangan terbaik ini diharapkan menginspirasi Anda, karena rancangan produk yang baik, lebih dari sekadar tentang mengganti tampilan. Ini tentang membuat hidup Anda lebih mudah dan sederhana. Dan itu indah,” jelas Fortunedalam pengantarnya, Senin, 16 Maret 2020.

Dari 100 besar rancangan terbaik dunia itu, Bitcoin yang dirancang oleh Satoshi Nakamoto pada tahun 2008-2009 itu, berada di posisi ke-90.

“Bitcoin tidak ditemukan (invented), tetapi dirancang sedemikian rupa, sehingga berbagai pemangku kepentingan (pengembang, investor, bisnis, penambang, individu), semuanya mendapatkan imbalan guna memperkuat adopsi mata uang digital baru ini. Bitcoin dirancang tanpa entitas terpusat ataupun otoritas pemerintahan manapun. Hanya dalam 10 tahun sejak dirilis, sekarang bernilai hampir US$200 miliar dan digunakan oleh jutaan orang lintas negara. Bitcoin secara efektif menarik perhatian orang dalam waktu singkat,” kata David Kelley, Pendiri perusahaan desain IDEO dan dosen di Universitas Stanford.

BERITA TERKAIT  SnapEx Gelar Kompetisi Trading Aset Kripto Mulai 17 Maret, Total Hadiah Hingga Rp1,7 Miliar

Di atas Bitcoin ada Rumah Sakit Mata Aravind yang dirancang oleh Dr Govindappa Venkataswamy pada tahun 1976. Sedangkan di bawah Bitcoin adalah Peta Taman Nasional Amerika Serikat yang dirancang oleh Massimo dan Lella Vignelli, pada tahun 1977. Sedangkan di peringkat pertama adalah Apple iPhone tahun 2007. [vins]



Sumber : news.tokocrypto.com

Blockchain dan AI Dikombinasikan untuk Melawan Covid-19

Di tengah-tengah banyaknya kasus Covid-19 yang meluas hingga ke penjuru dunia, para pelaku teknologi nampaknya tidak akan diam begitu saja melihat keadaan dan kondisi saat ini. Sebab, kemudahan dan kecepatan akses menjadi salah satu hal yang bisa mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh Covid-19.Hal yang bisa dilakukan adalah mempercepat dan melacak proses produksi obat-obatan di manufaktur farmasi seperti yang dilakukan oleh Mateon Therapeutics, perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan.

Perusahaan kesehatan ini bermitra dengan Meridian IT, yang mengembangkan penggunaan platform blockchain  agar sesuai dengan proses pembuatan obat-obatan sesuai dengan ketentuan Food and Drug Administration (FDA), sebuah badan pengawas makanan dan obat-obatan di Amerika Serikat.

Yang mana, hal ini bertujuan agar produsen bisa mencapai tingkat Return of Investment (ROI) dengan memangkas biaya tenaga kerja. Namun tetap mempercepat produksi obat-obatan. Ini menjadi salah satu hal yang penting dalam memerangi Covid-19.

Hal ini dirasa penting untuk semakin mempercepat dan meningkatkan produktifitas pembuatan obat-obatan, sebab, saat ini masih banyak produsen obat yang memproduksi obat-obatannya secara manual, yang terkadang proses pembuatannya tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku oleh FDA.

Divisi AI Mateon yakni EdgePoint, akan menyediakan mesin teknologi AI untuk platform di Mateon, di mana layaknya toko-toko otomatis tanpa kasir yang sudah dimplementasikan oleh EdgePoint di Amazon Go Store.

Di mana, teknologi yang digunakan di Amazon Go Store, ingin coba digunakan dalam industri manufaktur farmasi untuk produk utama milik Mateon yakni OT-101, yang diuji untuk Covid-19.

Jadi, Meridian IT akan membantu proses produksi obat-obatan di lantai produksi untuk produk farmasi dengan bantuan blockchain agar bisa melacak produk-produknya dengan secara cepat dan akurat dan mengefisiensikan proses kerja namun tetap sesuai dengan ketentuan FDA.

Platform Meridian IT dan Mateon yang dikembangkan sudah memiliki kesepakatan kerja sama oleh perusahaan manufaktur obat-obatan, iBIO Inc, yang berguna untuk menguji dan mengotomasikan prosedur-prosedur proses produksi obat-obatan di perusahaan tersebut. Pihak perusahaan iBIO Inc ingin melihat dan mengetahui terlebih dahulu utilitas atau manfaat dari teknologi blockchain dan AI machine yang dipasang di area lantai produksi mereka.

Hal ingin dilihat oleh iBIO Inc, adalah tingkat ROI dari pemasangan mesin AI, biaya langganan, dan biaya transaksi. Agar mereka benar-benar memiliki gambaran bahwa memang penggunaan mesin AI yang dikembangkan Mateon dan Meridian IT bisa mempercepat proses produksi obat-obatan dengan memangkas biaya tenaga kerja. Sebab, proses kerja sudah diawasi oleh blockchain dan AI machine yang sesuai dengan prosedur-prosedur pembuatan produk farmasi di manufaktur yang berlaku.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

5 Cara Blockchain Menghadapi Virus Corona

Ketika wabah Covid-19 semakin meluas, peran supply chain managementsemakin dibutuhkan untuk memastikan bahwa suplai produk-produk farmasi untuk membantu para pasien yang terinfeksi virus corona (Covid-19) menjadi kian penting saja.

Masalah-masalah yang dihadapi untuk melawan Covid-19 adalah kebutuhan produk, kredibilitas pemasok, pembayaran, sertifikasi dari bea cukai, dan pelacakan transportasi. Dari kelima tantangan tersebut, teknologi blockchain dapat memberikan solusinya antara lain:

  1. Kebutuhan produk, blockchain memberikan sebuah mekanisme untuk sistem kesehatan guna secara berkala memperbaruhi kebutuhan produk kesehatan dan spesifikasinya, hampir seperti production auction.
  2. Kredibilitas pemasok, memberikan cara bagi sistem kesehatan untuk menilai secara kredibel pabrik mana yang memiliki kontrol kualitas paling tinggi, dan memenuhi spesifikasi dan volume produksi yang dibutuhkan.
  3. Pembayaran, membantu proses pembayaran di muka, untuk pabrik-pabrik yang bisa langsung digunakan oleh para pabrik untuk memulai proses produksi kebutuhan farmasi yang telah disepakati sebelum dan ketika proses suplai bergerak ke langkah selanjutnya dari rantai pasokan yang terjadi.
  4. Sertifikasi Bea Cukai, pendistribusian obat-obatan dan peralatan medisnya pasti harus melalui departemen bea cukai. Hal ini akan dibantu oleh blockchain dengan sertifikasi bea cukai digital, yang dapat digunakan untuk mengatur kegiatan ekpor dan impor.
  5. Pelacakan Transportasi, persediaan obat-obatan harus dapat dilacak oleh seluruh dunia untuk memastikan transparansi dalam rantai pasokan, yang dapat dilakukan oleh blockchain.

Blockchain memang merupakan salah satu teknologi yang sangat bisa diandalkan dalam kegiatan rantai pasok di sebuah perusahaan, khususnya untuk mengawasi transparansi dari masing-masing titik rantai pasok dan memastikan bahwa produk-produk yang diproduksi di perusahaan manufaktur farmasi sesuai dengan badan pengawas obat-obatan yang berlaku. Di mana, ketika salah satu titik rantai pasok tidak sesuai dengan prosedur yang telah diatur dalam blockchain, proses rantai pasok tersebut tidak bisa melanjutkan kegiatannya ke langkah selanjutnya.  Karena, hal ini bisa mengurangi bottleneck, yang menyebabkan adanya penundaan saat proses produksi dan suplai sehingga membuat distribusi produk-produk farmasi menjadi terganggu karena panjangnya antrian. Karena tidak adanya sistem manufaktur kesehatan yang mampu mengawasi setiap prosedur-prosedur produksi di pabrik.

Contoh Kasus Penggunaan Blockchain untuk Melacak Produk Farmasi Demi Mengatasi Virus Corona

Seperti yang sudah dilakukan oleh Mateon dan Meridian IT, yang menggabungkan AI dan blockchain agar bisa mempercepat produksi produk farmasi yang dapat disesuaikan prosedur produksinya  di pabrik berdasarkan FDA (badan pengawas obat-obatan AS).

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Membalikkan Kerugian Setelah The Fed Melakukan Langkah Ini

Jelajahcoin.comBitcoin (BTC), cryptocurrency terbesar membalikkan kerugian hari ini setelah Federal Reserve AS (Fed). Mengumumkan langkah-langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mendukung perekonomian. (Diperbarui pada 13:47 UTC: diperbarui di seluruh teks)

Pada saat itu, Bitcoin (BTC) diperdagangkan pada US $6.283, dan naik 3% dalam sehari. Sebelumnya pada hari Senin kemarin, Bitcoin berada di bawah USD 5.900 sebelum rally ke USD 6.535. Ethereum (ETH) naik kurang dari 1%, menjadi USD 131. Koin lainnya dari 10 teratas naik sekitar 1% -2% hari ini.

Langkah oleh Fed pada hari Senin menandai perubahan besar dari pengaturan pembelian aset sebelumnya seperti program Quantitative Easing (QE) yang banyak dibahas. Yang selalu memiliki batas atas yang terkait dengannya.

Namun, kali ini, aset akan dibeli dalam jumlah tak terbatas. Dan tidak akan berhenti sampai The Fed menentukan bahwa ia telah mencapai tujuannya. Peter Boockvar, kepala investasi di Bleakley Advisory Group, mengatakan dalam sebuah catatan, seperti dilansir CNBC:

“Kami sekarang berada di infinity [pelonggaran kuantitatif], lagi.”

Sebagian besar aset tradisional, termasuk saham, logam mulia, dan minyak semuanya diperdagangkan lebih tinggi setelah The Fed menjanjikan pembelian aset seperti Bitcoin tanpa batas untuk mendukung pasar. Pasar saham, khususnya, bereaksi positif terhadap berita tersebut. Membalikkan penurunan tajam sebelumnya dalam perdagangan berjangka S&P 500, yang sekali lagi diperdagangkan “membatasi turun” semalam.

Bitcoin melonjak setelah berita diumumkan

Bitcoin melonjak segera setelah berita itu diumumkan oleh The Fed:

Hal yang sama juga berlaku untuk indeks saham luas S&P 500:

Selain rencana pembelian aset, The Fed juga mengumumkan program pinjaman baru senilai US $300 miliar untuk bisnis non-keuangan. Meskipun rincian spesifik masih langka. Semua langkah baru dari Fed datang di atas langkah-langkah sebelumnya yang diumumkan minggu lalu, termasuk pengenalan kembali QE.

Pembayaran langsung ke rumah tangga yang sering disebut sebagai “uang helikopter,” dan fasilitas kredit baru di pasar uang, yang sekarang akan diperluas untuk mencakup berbagai sekuritas. Menurut CNBC, pengumuman dari The Fed mewakili “intervensi pasar paling agresif yang dilakukan Fed hingga saat ini,” dan secara efektif “komitmen terbuka untuk program QE.”

Reaksi pasar atas pengumuman The Fed muncul ketika para pelaku pasar crypto semakin tidak sabar tentang korelasi antara saham dan crypto. Dengan beberapa anggota komunitas mengklaim bahwa bitcoin akan “terlepas” dari pasar saham. Sentimen yang sama juga dibagikan oleh Mike Novogratz, CEO & Pendiri bank pedagang aset digital Galaxy Digital, yang menulis di Twitter bahwa tahun ini “akan dan perlu tahun BTC.”

The Fed umumkan tindakan berikut hari ini:

  • Dukungan untuk fungsi pasar yang kritis. Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) akan membeli sekuritas Treasury dan sekuritas yang didukung hipotek dalam jumlah yang diperlukan untuk mendukung kelancaran fungsi pasar dan transmisi efektif kebijakan moneter ke kondisi keuangan dan ekonomi yang lebih luas. FOMC sebelumnya mengumumkan akan membeli sekurang-kurangnya $500 miliar sekuritas Treasury dan setidaknya $200 miliar sekuritas yang didukung hipotek. Selain itu, FOMC akan mencakup pembelian sekuritas yang didukung hipotek komersial agen dalam pembelian keamanan yang didukung hipotek agensinya.
  • Mendukung aliran kredit kepada pengusaha, konsumen, dan bisnis dengan membangun program baru yang. Secara bersama-sama, akan menyediakan hingga $300 miliar dalam pembiayaan baru. Departemen Keuangan, menggunakan Exchange Stabilization Fund (ESF), akan memberikan $30 miliar dalam ekuitas untuk fasilitas ini.
  • Pembentukan dua fasilitas untuk mendukung kredit kepada pengusaha besar. Fasilitas Kredit Korporasi Pasar Primer (PMCCF) untuk penerbitan obligasi dan pinjaman baru dan Fasilitas Kredit Korporasi Pasar Sekunder (SMCCF). Untuk menyediakan likuiditas untuk obligasi korporasi yang beredar.
  • Pembentukan fasilitas ketiga, Term Loan Asset-Backed Securities Facility (TALF), untuk mendukung aliran kredit kepada konsumen dan bisnis. TALF akan memungkinkan penerbitan sekuritas yang didukung aset (ABS) yang didukung oleh. Pinjaman mahasiswa, pinjaman mobil, Pinjaman kartu kredit, pinjaman yang dijamin oleh Small Business Administration (SBA), dan aset tertentu lainnya.
  • Memfasilitasi aliran kredit ke kotamadya dengan memperluas Fasilitas Likuiditas Reksa Dana Pasar Uang (MMLF) untuk memasukkan sekuritas yang lebih luas. Termasuk catatan tingkat bunga variabel kota (VRDN) dan sertifikat deposito bank.
  • Memfasilitasi aliran kredit ke kota dengan memperluas Fasilitas Pendanaan Kertas Komersial (CPFF) untuk memasukkan kertas komersial berkualitas tinggi yang bebas pajak sebagai surat berharga yang memenuhi syarat. Selain itu, harga fasilitas telah berkurang.





Sumber : news.tokocrypto.com

QCP – Pergerakan Bitcoin Vs Emas Vs S&P Futures

Adanya konvergensi makro singkat beberapa saat lalu tampaknya berpengaruh langsung terhadap prilaku pasar apalagi setelah adanya pengumuman QE.

Ditengah ketidakpastian ekonomi global dan dengan adanya isu Covid-19 yang secara alamami membuat komoditas emas terangkat sebagai komoditas yang paling diburu dan merupakan penerima paling langsung dari sistem yang dibanjiri dengan uang tunai. Dan tampaknyajuga memberikan beberapa lift terhadap bitcoin juga yang saat ini mengungguli S&P Futures.

(Bagan di atas: BTC – kuning, S&P futures – abu-abu & Emas – oranye)

QCP mengungkapkan bahwa mereka masih menunggu untuk melihat apakah RUU coronavirus Senat akan disahkan yang dapat memberikan dorongan tambahan untuk aset berisiko. Pada saat yang sama, situasi koronavirus yang memburuk di AS dan UE tetap menjadi risiko jangka pendek yang penting”

Dalam jangka panjang, dengan pelonggaran moneter global yang belum pernah terjadi sebelumnya, potongan-potongan tersebut mulai berlaku untuk uptrend BTC. Bitcoin masih tetap bullish untuk jangka panjang.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tidak Perlu Menunggu Bulan Mei, 2 Aset Kripto Ini Akan Halving Duluan Sebelum Bitcoin!

Bitcoin halving adalah event yang ditunggu-tunggu oleh para pecinta aset crypto. Banyak yang bilang bahwa dengan adanya halving, berarti supply bitcoin berkurang dan dengan demand yang sama atau lebih besar, harga akan menjadi naik secara dramatis.

Per Minggu, 22 Maret 2020, Bitcoin halving diperkirakan akan terjadi di 13 Mei 2020.

sumber: bitcoinhalf.com

Namun, tidak perlu menunggu selama 6 minggu lagi, karena ada aset crypto lain yang akan segera halving juga!

Apakah itu?

Aset crypto yang akan mengalami halving adalah BITCOIN CASH dan BITCOIN SV! (BCH dan BSV)

Kedua aset yang merupakan fork dari Bitcoin ini (BSV adalah fork dari BCH), akan mengalami halving lebih cepat daripada “orangtua” mereka, bitcoin (BTC)

Bitcoin Cash

BCH adalah aset crypto yang tercipta pada tahun 2017 karena adanya perbedaan pendapat di dalam komunitas Bitcoin. Saat ini, aset crypto BCH diperdagangkan di banyak pasar internasional seperti Bitstamp, Kraken, Gemini, dan Bitfinex>

BCH akan mengalami halving diperkirakan di 8 April 2020

Sumber: coingecko.com

Bitcoin SV

BSV adalah fork dari BCH. Aset crypto ini tercipta dari fork yang terjadi di tahun 2018. Diperkirakan halving akan terjadi 3 hari setelah BCH, yaitu tanggal 11 April 2020

sumber: coingecko.com

Signifikasi Dari Halving BCH dan BSV

Untuk sekarang, kita belum bisa berspekulasi akan bagaimana harga akan bergejolak setelah halving kedua aset crypto tadi. Kedua aset crypto tadi baru akan mengalami halving pertamanya.

Namun, kita dapat mempelajari bagaimana harga dan pasar bereaksi saat BCH dan BSV halving nanti untuk dijadikan acuan saat bitcoin (BTC) halving di bulan Mei nanti. Apapun itu, perlu diingat bahsa investasi di aset crypto adalah investasi beresiko tinggi dan berpotensi keuntungan tinggi



Sumber : news.tokocrypto.com