Category Archives: Tokocrypto

Telusuri Potensi Kenaikan Harga Aset Kripto Hingga 11% pada Pekan Ini

Pasar kripto masih mengalami tren bearish, namun beberapa aset saat ini menarik perhatian karena potensi kenaikan harga hingga 11% dalam pekan ini. Analisis terperinci mengenai potensi pertumbuhan ini akan dijelaskan dalam edisi terbaru dalam video Sinyal NGOBRAS.

Dalam video ini, Fyqieh Fachrur, seorang trader dari Tokocrypto, akan menggali berbagai aset kripto dengan potensi untuk meningkatkan harga. Di antara aset yang dibahas adalah BinaryX (BNX), NEAR Protocol (NEAR), OG Fan Token (OG), dan Audius (AUDIO). Namun, sangat penting untuk diingat bahwa sebelum membuat keputusan investasi, terutama dalam pasar kripto yang terkenal dengan volatilitasnya, bijaksana untuk selalu melakukan analisis dan penelitian yang komprehensif.

Fyqieh akan menyajikan analisis teknikal dalam video ini, sambil juga mempertimbangkan faktor-faktor fundamental yang dapat memengaruhi kinerja aset kripto yang dibahas. Selain itu, perkembangan terbaru di dunia kripto dan teknologi blockchain juga akan menjadi fokus diskusi.

Baca juga: Prediksi Harga BTC, Jika ETF Bitcoin Spot Disetujui SEC

Penting untuk dicatat bahwa daftar aset yang diulas dalam video ini sebaiknya tidak dianggap sebagai nasihat keuangan. Disarankan untuk selalu melakukan penelitian mendalam terkait token atau koin yang dibahas dalam video Sinyal NGOBRAS.

Mengingat sifat pasar kripto yang sangat dinamis dan penuh fluktuasi, membuat perkiraan terkait potensi kenaikan harga suatu aset kripto harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Keputusan investasi yang cerdas harus didasarkan pada penelitian yang mendalam serta pemahaman menyeluruh mengenai situasi pasar dan proyek-proyek terkait.

Jika kamu tertarik untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai analisis mendalam terkait aset kripto dengan potensi kenaikan harga hingga 11%, video lengkapnya dapat disaksikan di bawah ini:

Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.



Sumber : news.tokocrypto.com

Prediksi Harga BTC, Jika ETF Bitcoin Spot Disetujui SEC

Pakar industri di ekosistem pasar kripto terus menyuarakan optimisme atas persetujuan ETF Bitcoin spot. Selain itu, keputusan penting dalam gugatan Grayscale dapat bertindak sebagai preseden hukum dan peraturan untuk persetujuan ETF spot di Amerika Serikat.

Sebelumnya, CoinGape melaporkan bahwa analis JP Morgan yakin Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) akan dipaksa untuk menyetujui ETF Bitcoin Grayscale menjadi ETF spot. Namun, masih harus dilihat perusahaan mana di antara perusahaan seperti Blackrock, Ark Invest, Fidelity Bitwise yang akan menerima pengajuan ETF.

Gelombang Baru Investasi Bitcoin

Penggiat komunitas kripto percaya bahwa persetujuan ETF dapat mendatangkan gelombang dana baru ke pasar aset digital. Lark Davis, seorang investor Bitcoin, mengatakan diperkirakan antara US$ 20 miliar hingga US$ 30 miliar uang tunai dapat diinvestasikan dalam Bitcoin, ketika ETF disetujui. Sebagai gambaran, jumlah ini bisa bernilai sekitar 50% dari seluruh BTC yang ada di bursa kripto saat ini.

“Perkiraannya adalah bahwa ETF Bitcoin spot akan menghasilkan US$ 20 miliar-US$ 30 miliar uang tunai segar ke dalam Bitcoin. Itu akan membeli sekitar setengah dari seluruh koin di bursa dengan harga saat ini.”

Grafik harga emas saat Gold Trust ETF diluncurkan di Amerika Serikat. Sumber: X (@TheCryptoLark).
Grafik harga emas saat Gold Trust ETF diluncurkan di Amerika Serikat. Sumber: X (@TheCryptoLark).

Baca juga: Bursa Komoditi Nusantara akan Jadi Pusat Informasi Kripto di Indonesia

Konsep ETF yang didukung oleh aset non-pemerintah secara historis berhasil dengan baik di Amerika Serikat. Misalnya, peluncuran SPDR Gold Trust ETF (GLD), dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung emas pada bulan November 2004 ternyata sukses. Setelah peluncuran ETF pertama yang didukung emas, nilai emas terus meningkat selama bertahun-tahun. Akankah harga BTC mengulangi tren serupa setelah ETF Bitcoin disetujui?

Prediksi Harga BTC

Berdasarkan angka perkiraan, pemasukan baru setidaknya dapat memicu reli Bitcoin sebesar 50% dari kisaran saat ini. Michael Saylor, salah satu pendiri MicroStrategy dan pendukung Bitcoin, terus percaya pada aset tersebut karena perusahaan memproyeksikan pembelian BTC lebih lanjut, memperkuat posisinya sebagai pemegang Bitcoin institusional terbesar.

Sementara itu, Davis menjelaskan kemenangan hukum tidak menjamin hal itu akan terjadi, tapi setidaknya SEC harus mempertimbangkan permintaan ini secara adil. Kenaikan Bitcoin menarik pasar kripto lainnya naik. Namun, kurang dari seminggu kemudian, mata uang digital terkemuka dunia ini kembali ke level US$ 26.000 dan bahkan turun sedikit.

Musim panas dan musim semi ini, beberapa pemain besar Wall Street, termasuk Ark Invest yang dijalankan oleh investor terkenal Cathie Wood, dan dana manajemen terbesar di dunia BlackRock, mengajukan pengajuan mereka ke SEC untuk mendapatkan izin meluncurkan ETF spot Bitcoin. Keputusan pengajuan Ark Invest telah ditunda oleh SEC.

Seperti dilansir U.Today baru-baru ini, pakar Bloomberg, Eric Balchunas, yakin dengan izin yang akan datang untuk meluncurkan ETF spot Bitcoin. Ia yakin kemungkinan hal tersebut kini meningkat sekitar 75% pada tahun ini dan 94% pada akhir tahun 2024.

Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bursa Komoditi Nusantara akan Jadi Pusat Informasi Kripto di Indonesia

Bursa Komoditi Nusantara (BKN) akan menjadi pusat informasi kripto yang lengkap di Indonesia. Direktur Utama BKN Subani mengatakan, bursa akan melakukan berbagai inovasi dalam rangka pengembangan dan mengenalkan perdagangan aset kripto kepada masyarakat luas.

BKN akan memiliki pusat informasi kripto dengan konsep crypto village. Sehingga, Bursa Aset Kripto juga menjadi pusat untuk berkumpul, belajar, dan berbagi informasi seputar perdagangan aset kripto bagi komunitas, pelaku usaha, mahasiswa, dan masyarakat. Di samping itu, crypto village juga akan menyediakan sarana edukasi dan promosi bagi para Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK).

“Sebagai sarana edukasi bagi masyarakat, BKN juga akan menyediakan informasi terkait top
PFAK, top aset kripto, dan informasi lain tentang pergerakan harga. Masyarakat juga akan
dipermudah dalam membuka akun, apabila akan melakukan transaksi aset kripto,” kata Subani dalam keterangan resminya dikutip Senin (4/9).

Integrasi Sistem

Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko. Sumber: Bappebti.
Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko. Sumber: Bappebti.

Baca juga: Elon Musk Siapkan Media Sosial Berbasis Blockchain, Bayar Pakai DOGE

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Didid Noordiatmoko, menjelaskan dalam melakukan transaksi kripto, saat ini Aplication Programming Interface (API) BKN ke Calon Pedagang Fisik Aset Kripto (CPFAK) sebagian sudah terkoneksi. Telah ada beberapa CPFAK yang melaporkan transaksinya ke BKN dan selebihnya masih terus berproses.

Dijelaskan pula oleh Didid, sistem pengawasan BKN dapat menampilkan fitur pelaku usaha teraktif dan aset kripto yang dominan ditransaksikan. Ke depan,akan diupayakan lebih banyak fitur sebagai upaya evaluasi dan edukasi. “Sistem dari BKN ini diperkirakan sudah terkoneksi dengan seluruh CPFAK pada Oktober—November 2023,” kata Didid.

Didid meminta agar BKN lebih proaktif mendorong para CPFAK untuk tepat waktu menyampaikan laporan transaksinya secara berkala sesuai dengan Surat Edaran Kepala Bappebti Nomor 49 Tahun 2022 Tentang Penyampaian Laporan Berkala dan Sewaktu-waktu atas Pelaksanaan Perdagangan Aset Kripto.

27 Anggota Bursa

Ilustrasi aplikasi Tokocrypto. Sumber: Tokocrypto.
Ilustrasi aplikasi Tokocrypto. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Tokocrypto Kuasai Pasar Kripto Sebagai Exchange No. 1 di Indonesia

Didid menjelaskan, dengan dibentuknya Bursa Berjangka Aset Kripto, semua pencatatan, pengawasan, serta pelaporan yang awalnya dilakukan oleh Calon Pedagang Fisik Aset Kripto (CPFAK), kini dilakukan oleh bursa. Saat ini, tercatat 27 CPFAK telah mendaftar sebagai anggota BKN. CPFAK tersebut selanjutnya akan mengajukan pendaftaran sebagai Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) ke Bappebti.

Didid menyampaikan, ekosistem perdagangan aset kripto di Indonesia saat ini telah lengkap. Selain pedagang, saat ini terdapat tiga kelembagaan yang telah dibangun pemerintah, yaitu Bursa Berjangka Aset Kripto (PT Bursa Komoditi Nusantara), Lembaga Kliring Berjangka Aset Kripto (PT Kliring Berjangka Indonesia), serta Pengelola Tempat Penyimpanan Aset Kripto (PT Tennet Depository Indonesia).

“Kementerian Perdagangan melalui Bappebti terus berkomitmen mendukung pengembangan perdagangan aset kripto di Indonesia. Lengkapnya pendukung ekosistem aset kripto yang telah dibangun menjadi bukti nyata dukungan pemerintah dalam menciptakan ekosistem yang baik bagi pengembangan perdagangan aset kripto di Indonesia,” terang Didid.

Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.



Sumber : news.tokocrypto.com

Elon Musk Siapkan Media Sosial Berbasis Blockchain, Bayar Pakai DOGE

Elon Musk, CEO Tesla dan SpaceX, baru-baru ini mengungkapkan rincian tentang keterlibatannya dalam proyek Dogecoin (DOGE) dan ide untuk meluncurkan platform media sosial berdasarkan blockchain.

Musk dilaporkan tertarik dalam mengembangkan Dogecoin, aset kripto yang semula diciptakan sebagai lelucon mengenai Bitcoin. Tidak hanya itu, ia juga sedang mempertimbangkan untuk menciptakan platform media sosial baru yang berbasis blockchain dengan fitur pembayaran.

Rencananya terkait platform media sosial ini terungkap dalam sebuah biografi yang dijadwalkan akan diterbitkan pada tanggal 12 September. Buku tersebut, juga menyebutkan upaya gagal mantan raja kripto Sam Bankman-Fried untuk membantu Musk mengakuisisi Twitter.

Media Sosial Basis Blockchain

Pandangan Musk terhadap Twitter melibatkan transformasinya menjadi platform pembayaran di mana pengguna dapat melakukan transfer uang, memberikan tip kepada pembuat konten, dan bahkan membayar untuk beragam konten seperti artikel, musik, dan video.

Dalam upaya untuk mengatasi masalah spam dan mencari sumber pendapatan baru, Musk mengusulkan penerapan biaya kecil sekitar US$ 2 per bulan kepada pengguna agar mereka dapat memverifikasi akun mereka.

Elon Musk ganti nama dan logo Twitter jadi X. Sumber: Getty Images.
Elon Musk ganti nama dan logo Twitter jadi X. Sumber: Getty Images.

Baca juga: 4 Kripto yang Diprediksi Capai ATH Baru di Bulan September 2023

Musk telah lama menjadi pendukung kebebasan berbicara di platform media sosial dan telah mengkritik upaya Twitter dalam mengatur apa yang dapat diungkapkan oleh penggunanya. Menurutnya, demokrasi akan lebih baik jika Twitter tidak mencoba membatasi kebebasan berbicara penggunanya.

Ide untuk memulai platform media sosial berbasis blockchain muncul dari saran saudara Elon, Kimbal Musk. Musk tertarik dengan konsep tersebut dan bahkan menyuarakan agar platform ini menggunakan Dogecoin sebagai sistem pembayaran.

Seorang bankir dari Morgan Stanley yang bekerja dengan Musk juga mendorongnya untuk berbicara dengan Sam Bankman-Fried, pendiri bursa kripto FTX, yang berniat menginvestasikan 5 miliar dolar AS (sekitar Rp 60 triliun) dalam proyek tersebut. Namun, Musk menolak tawaran ini karena ia merasa bahwa membangun jaringan sosial berbasis blockchain akan terlalu lambat untuk mendukung kecepatan posting di Twitter.

Dukung DOGE

Musk diam-diam mendanai pengembangan Dogecoin, menurut biografi baru pemilik Spacex dan Tesla yang akan diterbitkan pada 12 September. Aset kripto, yang dimulai sebagai lelucon satu dekade lalu, berhutang banyak pada popularitasnya di mata Musk yang juga memantapkan dirinya sebagai influencer kripto.

Komentar Elon Musk tentang Dogecoin (DOGE) diduga menggerakkan pasarnya. Dalam gugatan class action yang melibatkan koin meme awal tahun ini, penggugat menuduhnya melakukan perdagangan orang dalam dan menaikkan harga kripto. Pada akhir Maret, Musk berusaha untuk mengakhiri gugatan senilai US$ 258 miliar, bersikeras bahwa tweet yang mendukung dogecoin tidak melanggar hukum.

Ilustrasi Dogecoin (DOGE). Sumber: Shutterstock.
Ilustrasi Dogecoin (DOGE). Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Smartphone Ethereum Pertama Terjual Habis Dalam 24 Jam

Miliarder itu menjuluki dirinya sendiri “The Dogefather” dalam tweet yang mempromosikan penampilan Saturday Night Live pada Mei 2021 sementara tahun ini ia mengubah logo burung biru Twitter menjadi logo Dogecoin Shiba Inu. Dia membeli layanan mikroblog dan jejaring sosial seharga US$ 44 miliar tahun lalu dan baru-baru ini mengganti namanya menjadi X.

Ketertarikannya terhadap teknologi blockchain bukan hal baru, karena sebelumnya ia telah menunjukkan dukungannya terhadap Bitcoin dan mata uang kripto lainnya. Selain itu, Musk juga mengungkapkan bahwa ia memiliki sejumlah Bitcoin dan Dogecoin yang ditujukan sebagai hadiah untuk anak-anaknya.

Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.



Sumber : news.tokocrypto.com

4 Kripto yang Diprediksi Capai ATH Baru di Bulan September 2023

Ada sejumlah aset kripto yang diprediksi akan mencapai all-time high (ATH) baru di bulan September mendatang. Seperti yang kita tahu, dunia kripto selalu penuh dengan kejutan.

Harga dari Aset kripto bisa naik turun dengan cepat, dan ada banyak faktor yang mempengaruhinya. Bulan September 2023 diprediksi akan menjadi bulan yang menarik untuk para investor kripto.

Ada empat kripto yang diperkirakan akan mencapai ATH baru di bulan ini. Beberapa analis dan pengamat pasar telah menunjukkan minat yang besar pada beberapa kripto yang menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan yang kuat. Memahami tren ini bisa sangat bermanfaat bagi para investor yang ingin mengoptimalkan keuntungan mereka.

Meskipun pasar mata uang kripto bearish, beberapa altcoin memiliki formasi yang tampak bullish. BeInCrypto melihat kripto teratas untuk bulan September yang dapat mencapai titik tertinggi baru sepanjang masa.

OKB (OKB)

Harga token OKB telah mengalami peningkatan yang signifikan sejak Juni 2021. Kenaikan tersebut menggambarkan pola pergerakan lima gelombang ke atas (disebut sebagai gelombang putih). Jika ini benar, saat ini harga berada dalam fase gelombang empat dalam pola Elliott Wave.

Analis teknikal menggunakan teori Elliott Wave untuk mengidentifikasi arah tren dengan menganalisis pola harga jangka panjang yang berulang dan psikologi investor.

Grafik Mingguan OKB/USDT. Sumber: TradingView.
Grafik Mingguan OKB/USDT. Sumber: TradingView.

Baca juga: Manfaat Blockchain dalam Pengiriman Uang Antar Negara

Gelombang empat memiliki bentuk segitiga simetris, yang merupakan pola yang sering terjadi pada gelombang empat. Hal ini mendukung proyeksi pergerakan harga, menunjukkan kemungkinan terjadinya penembusan dari pola segitiga tersebut.

Apabila OKB berhasil menembus, level resistensi selanjutnya berada di $72,10, yang merupakan harga tertinggi dalam sejarahnya. Target ini dihitung berdasarkan perpanjangan Fibonacci 1.61 dari gelombang empat. Proyeksi ini juga sejalan dengan panjang segitiga yang diukur hingga titik penembusannya (gelombang putih). Target ini berada sekitar 70% di atas harga saat ini.

Meskipun prediksi harga OKB cenderung bullish, tetapi jika terjadi penembusan dari pola segitiga dan harga turun di bawah area support sekitar US$ 42, maka tren bearish masih dapat berlanjut. Dalam situasi ini, harga bisa turun hingga 25% ke area support selanjutnya di sekitar US$ 30.

Ocean Protocol (OCEAN)

Harga token OCEAN mengalami penurunan di bawah garis resistensi menurun setelah mencapai level tertinggi sepanjang masa di US$ 1,94 pada April 2021. Tren penurunan ini telah berlangsung selama 829 hari. Selama periode tersebut, harga telah mencoba enam kali untuk keluar dari garis tren ini (ditandai dengan ikon merah).

Karena setiap kali garis tren tersebut disentuh, kekuatannya cenderung melemah, maka peluang untuk keluar dari garis tren tersebut menjadi lebih besar.

Grafik Mingguan OCEAN/USDT. Sumber: TradingView.
Grafik Mingguan OCEAN/USDT. Sumber: TradingView.

Sejak awal Februari, harga OCEAN bergerak dalam saluran paralel menurun (ditunjukkan dalam pola putih). Pola ini biasanya menandakan gerakan korektif. Oleh karena itu, skenario harga yang paling mungkin adalah penembusan dari saluran ini. Ekspektasi ini sejalan dengan upaya berulang untuk menembus resistensi jangka panjang.

Namun demikian, mencapai kembali puncak sebelumnya akan menjadi tantangan mengingat perbedaan yang signifikan, lebih dari 500%, antara harga tertinggi sepanjang masa dan harga saat ini.

Setelah berhasil menembus resistensi jangka panjang, target yang lebih realistis adalah zona resistensi di sekitar US$ 1. Hal ini akan mewakili kenaikan sekitar 215% dari harga saat ini.

Harga Bitcoin Cash (BCH) mulai mengalami kenaikan pada bulan November 2022. Setelah mencapai titik terendah yang lebih tinggi pada bulan Juni 2023, kenaikan harga menjadi lebih cepat. Ini menghasilkan level tertinggi tahunan baru sebesar US$ 329.

Seluruh pergerakan naik ini dapat diartikan sebagai lima gelombang yang meningkat. Jika ini benar, maka BCH telah menyelesaikan gelombang empat dengan memantul dari level support retracement Fibonacci 0.618 pada tanggal 17 Agustus (ditandai dengan ikon hijau). Selain mengkonfirmasi support Fibonacci, pemantulan ini juga mengonfirmasi garis support dalam saluran paralel menurun.

Grafik 3 Hari BCH/USDT. Sumber: TradingView.
Grafik 3 Hari BCH/USDT. Sumber: TradingView.

Baca juga: Jumlah Investor Kripto RI Tembus 17,67 Juta hingga Juli 2023

Apabila gelombang kelima terjadi, BCH akan keluar dari saluran menurun dan mencapai level tertinggi sekitar US$ 400. Walaupun ini tidak menjadi harga tertinggi baru, tetapi mewakili kenaikan sekitar 90% dari harga saat ini.

Namun, jika harga BCH gagal menembus garis resistensi saluran, prediksi harga bullish tersebut menjadi tidak valid. Dalam skenario ini, harga bisa turun sekitar 35% menuju support terdekat di sekitar US$ 140.

Toncoin (TON)

Harga token TON telah turun di bawah garis resistensi menurun sejak Desember 2022. Penolakan pada bulan April 2023 (dinyatakan dengan ikon merah) memicu penurunan tajam yang mendorong harga ke level terendah di US$ 0,96 pada 11 Juni.

Namun sejak saat itu, harga TON mengalami peningkatan. Setelah mengalami pergerakan awal yang berbeda, TON berhasil menguat kembali di atas level horizontal US$ 1,35 dan mengkonfirmasikannya sebagai support.

Grafik 3 Hari TON/USDT. Sumber: TradingView,
Grafik 3 Hari TON/USDT. Sumber: TradingView,

TON berusaha untuk keluar dari garis resistensi menurun. Jika berhasil, harga kemungkinan akan mencapai level resistensi horizontal berikutnya di sekitar US$ 2,60. Ini akan mewakili kenaikan sekitar 50% dari harga saat ini.

Namun, prediksi harga bullish TON akan menjadi tidak valid jika harga tidak berhasil menembus resistensi tersebut. Dalam skenario ini, kemungkinan terbesar adalah harga akan turun sekitar 22% menuju support terdekat di sekitar US$ 1,35.

Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah untuk dapat keuntungan dari kenaikan di bulan September 2023.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.



Sumber : news.tokocrypto.com

Manfaat Blockchain dalam Pengiriman Uang Antar Negara

Salah satu sektor yang menunjukkan inovasi dari teknologi blockchain adalah dalam pengiriman uang lintas batas. Teknologi revolusioner blockchain, yang awalnya dikenal melalui mata uang digital Bitcoin, telah berkembang menjadi lebih dari sekadar alat untuk transaksi kripto.

Kemampuannya untuk menciptakan jejak transparan, aman, dan terdesentralisasi untuk setiap transaksi, membuat blockchain membuka peluang transformasi dalam perspektif pengiriman uang global.

Pengiriman uang, yang sering disebut remittance, merujuk pada proses transfer dana ke lokasi yang berjauhan, khususnya antara individu yang tinggal di negara yang berbeda. Kegiatan ini umumnya dilakukan oleh pekerja migran yang mengirimkan uang ke negara asal mereka.

Pada masa kini, pengiriman uang menjadi salah satu aliran dana terbesar dalam negara-negara berkembang, mengungguli investasi langsung asing dan bantuan pembangunan resmi. Berdasarkan data dari Grup Bank Dunia, sektor pengiriman uang mengalami pertumbuhan signifikan pada tahun-tahun sebelumnya, mencapai 8,8% pada 2017, dan meningkat menjadi 9,6% pada 2018.

Terdapat beberapa negara berkembang yang sangat bergantung pada aliran dana dari luar negeri, menjadikan pengiriman uang sebagai komponen penting dalam perekonomian mereka. Sebagai contoh, Haiti mengandalkan pengiriman uang internasional yang menyumbang sekitar 29% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2017, angka ini meningkat menjadi 30,7% pada tahun 2018.

Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi berbagai pemanfaatan teknologi blockchain dalam konteks pengiriman uang lintas batas, serta dampak positifnya dalam mengatasi tantangan-tantangan konvensional dalam sektor keuangan.

Tantangan yang Dihadapi

Menurut estimasi Bank Dunia, biaya rata-rata untuk pengiriman uang saat ini sebesar $200 adalah sekitar 7% dari jumlah tersebut secara global. Jika total pengiriman uang mencapai $689 miliar pada tahun 2018, maka sekitar $48 miliar harus dikeluarkan hanya untuk biaya operasional.

Selain dari biaya yang tinggi, sebagian besar solusi pengiriman uang saat ini bergantung pada layanan pihak ketiga dan institusi keuangan. Keterlibatan banyak perantara ini menyebabkan sistem yang ada menjadi tidak efisien. Selain mahalnya biaya, proses pengiriman juga memakan waktu berhari-hari, bahkan berminggu-minggu.

Dalam konteks ini, teknologi blockchain muncul sebagai alternatif yang mampu meningkatkan efisiensi dalam sektor pengiriman uang. Artikel ini akan memperkenalkan beberapa solusi yang memungkinkan, disertai contoh perusahaan yang telah bergerak di bidang ini.

Potensi Solusi Melalui Blockchain

Perusahaan-perusahaan yang berfokus pada teknologi blockchain dalam pengiriman uang bertujuan untuk menyederhanakan seluruh proses dan menghilangkan perantara yang tidak diperlukan. Konsep intinya adalah memberikan solusi tanpa hambatan dan hampir instan. Berbeda dengan layanan tradisional, jaringan blockchain tidak tergantung pada proses persetujuan transaksi yang lambat, yang melibatkan banyak perantara dan kerja manual.

Sebagai gantinya, sistem blockchain mampu menangani transaksi finansial di seluruh dunia melalui jaringan komputer terdistribusi. Hal ini berarti beberapa komputer berpartisipasi dalam proses verifikasi dan validasi transaksi, yang dapat dilakukan secara terdesentralisasi dan aman. Jika dibandingkan dengan sistem perbankan tradisional, teknologi blockchain mampu menyediakan solusi pembayaran yang lebih cepat dan dapat diandalkan, dengan biaya yang lebih rendah.

Secara sederhana, teknologi blockchain memiliki potensi untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi oleh sektor pengiriman uang, seperti biaya tinggi dan waktu transaksi yang lama. Dengan mengurangi jumlah perantara, biaya operasional dapat ditekan dengan efektif.

Pemanfaatan Teknologi Blockchain dalam Pengiriman Uang

Aplikasi di Era Mobile

Banyak perusahaan saat ini sedang menguji teknologi blockchain untuk menciptakan solusi pembayaran baru. Beberapa dompet kripto mobile memungkinkan pengguna untuk melakukan pengiriman dan penerimaan aset digital di seluruh dunia, serta menukarkan antara mata uang kripto dan fiat dengan cepat.

Contoh konkret dari aplikasi dompet mobile adalah Coins.ph. Aplikasi ini menyediakan beragam fitur, termasuk kemampuan pengguna untuk melakukan pengiriman uang lintas negara, membayar tagihan, membeli pulsa permainan, atau bahkan berdagang Bitcoin dan mata uang kripto lainnya. Selain itu, beberapa layanan finansial bahkan dapat diakses tanpa memerlukan rekening bank.

Platform Digital

Beberapa perusahaan sedang mengembangkan infrastruktur yang berinteraksi langsung dengan sistem keuangan tradisional. Misalnya, BitPesa adalah platform online yang menerapkan teknologi blockchain di benua Afrika. Didirikan pada tahun 2013, BitPesa menyediakan solusi pembayaran dan pertukaran mata uang dengan biaya rendah dan kecepatan tinggi.

Protokol Stellar adalah contoh lain dari platform blockchain yang memberikan layanan dalam industri pengiriman uang. Berdiri pada tahun 2014, Stellar awalnya bertujuan untuk mempromosikan akses keuangan global dengan menghubungkan individu dengan institusi keuangan di seluruh dunia.

Stellar menggunakan jaringan dengan buku besar terdistribusi yang memiliki mata uang sendiri, yang dikenal sebagai Stellar lumens (XLM). Token asli ini berfungsi sebagai jembatan antara mata uang, memfasilitasi perdagangan global antara fiat dan aset kripto. Seperti BitPesa, platform Stellar memungkinkan pengguna dan institusi keuangan untuk melakukan pengiriman dan penerimaan uang dengan biaya transaksi yang lebih rendah.

ATM Sebagai Solusi

Selain aplikasi mobile dan platform online, penggunaan ATM juga bisa menjadi solusi untuk pengiriman uang global. Pendekatan ini mungkin sangat efektif, terutama di daerah-daerah dengan keterbatasan akses internet atau sistem perbankan yang terbatas.

Perusahaan seperti Bit2Me dan MoneyFi sedang mengembangkan sistem pengiriman uang yang mengintegrasikan teknologi blockchain dengan ATM. Tujuan mereka adalah untuk meluncurkan kartu prabayar yang memiliki beragam fungsi.

Melalui penggabungan teknologi blockchain dengan ATM, potensi untuk mengurangi keterlibatan perantara semakin besar. Pengguna tidak lagi tergantung pada rekening bank, dan biaya yang dikenakan oleh perusahaan ATM pun mungkin menjadi lebih terjangkau dalam proses ini.

Tantangan dan Kendala Saat Ini

Walaupun manfaat teknologi blockchain terhadap industri pengiriman uang sudah jelas, masih banyak hal yang perlu diselesaikan. Berikut adalah beberapa hambatan dan keterbatasan utama yang dihadapi, beserta kemungkinan solusinya.

  • Pertukaran Kripto-Fiat. Meskipun mata uang dunia masih berbasis fiat, menukar antara mata uang kripto dan fiat tidak selalu sederhana. Dalam banyak kasus, rekening bank masih diperlukan. Transaksi peer to peer (P2P) bisa mengurangi ketergantungan pada bank, tetapi pengguna tetap perlu menukarkan fiat ke kripto sebelum bisa menggunakannya.
  • Ketergantungan pada Ponsel dan Internet. Jutaan orang tinggal di negara-negara miskin yang tidak memiliki akses internet, dan sebagian besar dari mereka tidak memiliki ponsel. Seperti yang disebutkan sebelumnya, ATM yang bekerja dengan teknologi blockchain mungkin bisa menjadi solusi untuk ini.
  • Regulasi. Regulasi terkait mata uang kripto masih dalam tahap awal. Di beberapa negara, bahkan belum jelas atau belum ada regulasi yang berlaku, terutama di negara-negara yang mengandalkan aliran uang dari luar negeri. Namun, dengan adopsi teknologi blockchain yang semakin luas, proses regulasi ini kemungkinan akan semakin dipercepat.
  • Kompleksitas. Penggunaan mata uang kripto dan teknologi blockchain membutuhkan pemahaman tentang konsep teknis yang khusus. Banyak pengguna masih bergantung pada layanan pihak ketiga karena pengoperasian dan penggunaan blockchain bukanlah hal yang mudah. Selain itu, banyak dompet kripto dan platform perdagangan yang belum menyediakan panduan edukatif yang memadai dan antarmuka yang intuitif.
  • Volatilitas. Pasar mata uang kripto masih relatif baru dan cenderung volatil. Oleh karena itu, mata uang kripto tidak selalu cocok untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari karena nilainya bisa berfluktuasi dengan cepat. Selain itu, mata uang dengan volatilitas tinggi kurang cocok bagi mereka yang hanya ingin mengirim uang dari satu tempat ke tempat lain. Namun, permasalahan ini mulai dapat teratasi dengan adanya stablecoin yang menawarkan stabilitas nilai.

Penutup

Industri pengiriman uang telah mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam dekade terakhir dan kemungkinan akan terus berkembang di masa mendatang. Tingkat migrasi manusia yang terus meningkat untuk mencari pekerjaan atau peluang pendidikan menjadi salah satu faktor utamanya. Menurut Laporan World Migration 2018, jumlah migran internasional diperkirakan mencapai 244 juta pada tahun 2015, meningkat sekitar 57% dari angka 155 juta pada tahun 2000.

Namun, lingkungan pengiriman uang masih memiliki tantangan dan ketidakefisienan. Karena itu, banyak perusahaan berharap teknologi blockchain dapat memberikan solusi yang lebih efisien, dan kemungkinan besar kita akan melihat adopsi yang semakin besar oleh para pekerja migran di masa depan.

Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

Sumber: Binance Academy Indonesia



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Terjun Bebas, Potensi Penurunan Lebih Lanjut?

Harga Bitcoin dan pasar kripto keseluruhan terpantau terjun bebas pada Jumat (1/9) pagi usai SEC memutuskan menunda aplikasi ETF BTC spot dari enam perusahaan keuangan tradisional, termasuk BlackRock, Fidelity, dan Lainnya. Tekanan harga pada BTC ini kemungkinan kuat masih akan besar jelang akhir pekan.

Menurut Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, sebenarnya Bitcoin telah terlihat dalam tren menurun dalam rangkaian publikasi data perekonomian Amerika Serikat yang terjadi sejak kemarin, pasca lonjakan harga yang didorong kemenangan Grayscale. Saat ini diprediksi bahwa Bitcoin akan lanjut bergerak turun pada awal September 2023. 

“Sebelumnya, Amerika Serikat baru saja melakukan publikasi data prediksi pertumbuhan ekonomi kuartalannya yang tumbuh sekitar 2,1%. Angka ini lebih baik dari pertumbuhan sebelumnya, namun sayangnya lebih buruk dari prediksi pasar. Data ini menjadi sentimen positif untuk Dolar AS sehingga terlihat menguat terhadap beberapa aset berisiko, termasuk kripto,” kata Fyqieh.

Selanjutnya, data terkait inflasi melalui data PCE atau Price Consumption Expenditure pada bulan Juli naik 4,2% YoY sejalan dengan ekspektasi para analis. Data ekonomi tetap penting untuk kripto karena investor menyesuaikan pandangan mereka mengenai prospek suku bunga, yang telah didorong oleh The Fed ke level tertinggi sejak Maret 2022. 

Ilustrasi market aset kripto. Sumber: Shutterstock.
Ilustrasi market aset kripto. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Bitcoin Terjun ke US$ 25K Usai SEC Tunda ETF untuk BlackRock dkk

Lebih lanjut, Fyqieh menjelaskan tanda-tanda perlambatan ekonomi dapat mendorong The Fed untuk menunda kenaikan suku bunga dan mungkin mempertimbangkan untuk memotong biaya pinjaman lebih cepat, menjadikan laporan pekerjaan atau Non-Farm Payroll (NFP) bulan Agustus pada hari Jumat (1/9) nanti malam sebagai fokus utama setelah laporan inflasi PCE.

“Data ini menjadi salah satu pertanda bagaimana kondisi inflasi di AS saat ini apakah masih buruk atau sudah mulai membaik. Prediksi saat ini adalah NFP masih akan naik sehingga dapat menjadi sentimen negatif untuk Dolar AS,” ujarnya. 

Oleh karena itu, ada kemungkinan koreksi akan terjadi menuju batas bawah harga Bitcoin saat ini untuk kemudian naik kembali jika data NFP sesuai dengan prediksi dan dianggap oleh investor sebagai pertanda buruk bagi perekonomian AS. 

Dari segi sentimen, pasar kripto memang dalam tren bearish. Dilihat dari Bitcoin Fear and Greed Index pada Jumat (1/9) menginjak level Fear turun dari Neutral pada sehari sebelumnya. Kondisi bearish pasar kripto menurunkan kepercayaan diri investor. Pelaku pasar kripto masih menunggu pergerakan impulsif dari para whale untuk mengakumulasi Bitcoin dan altcoin saat data ekonomi AS sudah terlihat sedikit membaik.

Fakta bahwa banyak aset kripto mengalami koreksi signifikan selama bulan Agustus menunjukkan betapa pentingnya melakukan riset dan analisis sebelum melakukan investasi atau trading. Dalam pasar yang berfluktuasi seperti kripto, strategi diversifikasi (memiliki berbagai macam aset) dan strategi dollar cost averaging (DCA) dapat membantu mengelola risiko.

Mengingat pergerakan harga yang cukup signifikan dalam bulan Agustus, ini bisa menjadi kesempatan bagi mereka yang memiliki rencana investasi jangka panjang untuk mempertimbangkan strategi DCA.

“Pendekatan ini melibatkan pembelian secara berkala dengan jumlah tetap, tanpa terpengaruh oleh fluktuasi harga harian atau bulanan. Ini membantu mengurangi dampak volatilitas pasar dalam jangka panjang,” saran Fyqieh.

Analisis Pergerakan Harga Bitcoin (BTC)

BTC/USDT 4H Time Frame by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

Baca juga: Smartphone Ethereum Pertama Terjual Habis Dalam 24 Jam

Kemungkinan besar, saat ini BTC akan bergerak turun ke daerah US$ 25.900 atau sekitar Rp 395 juta, jika hasil NFP memberikan dampak buruk. Hal ini sesuai dengan perspektif pasar yang lebih bearish, banyak di antaranya menyerukan pengembalian ke US$ 25.000 atau lebih rendah.

Namun, apabila Bitcoin telah melewati garis EMA 50 yang menjadi garis batas bawah rata-rata pergerakannya saat ini, menjadi pertanda bahwa BTC akan mulai bergerak turun. Dari indikator RSI dan MACD dapat dilihat bahwa saat ini volume jual juga sudah mulai naik yang mendukung kemungkinan bahwa Bitcoin memiliki potensi turun. 

“Beberapa level harga kunci dapat diperhatikan, jika Bitcoin berhasil menembus area US$ 27.500, ada potensi untuk kembali mencapai kisaran US$ 30.000. Namun, jika Bitcoin berada di bawah harga US$ 25.471, diprediksi bahwa kemungkinan akan terjadi penurunan lanjutan, dengan target harga sekitar US$ 24.000,” analisis Fyqieh.

Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.



Sumber : news.tokocrypto.com

Smartphone Ethereum Pertama Terjual Habis Dalam 24 Jam

Pre-order smartphone berbasis Ethereum (ETH) ternyata sukses besar. Dalam waktu 24 jam, 50 perangkat seluler pertama dengan sistem operasi berbasis jaringan smart contract Ethereum ini terjual habis.

“Ethereum Phone” didasarkan pada Google Pixel 7a dan hadir dengan sistem operasi open source yang unik: ethOS. Ini adalah kependekan dari sistem operasi Ethereum tetapi juga berarti “karakter” dalam bahasa Yunani.

Perangkat ini dibedakan dari ponsel pintar Web3 lainnya dengan klien ringan Ethereum yang ada di dalamnya. Fitur ini memungkinkan sistem operasi ethOS untuk memvalidasi blok secara independen, menjadikan perangkat sebagai “light node” di jaringan Ethereum.

Smartphone Ethereum memiliki beberapa alat bawaan untuk menangani pembayaran dan menerima serta mengirim pesan. Selain itu, perangkat seluler menyertakan integrasi untuk Ethereum Name Services (ENS), yang memungkinkan pengguna melakukan pembayaran dengan cara yang lebih mudah. Selain itu, ia mendukung Ethereum Virtual Machines (EVM) dan jaringan penskalaan Layer-2.

Smartphone Ethereum pertama terjual habis dalam 24 Jam. Sumber: X (Twitter).
Smartphone Ethereum pertama terjual habis dalam 24 Jam. Sumber: X (Twitter).

Baca juga: Bitcoin Terjun ke US$ 25K Usai SEC Tunda ETF untuk BlackRock dkk

Smartphone Ethereum Terbatas

Hanya 50 perangkat seluler yang tersedia selama pre-order. Agar memenuhi syarat untuk membeli ponsel pintar Ethereum ini, pembeli yang berminat harus membeli non-fungible token (NFT) ethOS. Mereka dapat membakar atau menghancurkannya untuk menyimpan ponsel mereka.

Sebuah postingan di X (Twitter) memperingatkan pengguna tentang NFT palsu di OpenSea , platform perdagangan NFT terbesar.

Beberapa NFT ethOS dijual di OpenSea seharga tiga Ethereum (ETH), atau hampir US$ 5.000. Dibandingkan dengan Google Pixel 7a biasa, yang dijual seharga US$ 499 di AS, perbedaannya 10x lipat.

Meskipun pra-penjualan ponsel pintar Ethereum sukses besar, ponsel pintar Solana ( SOL ) memiliki awal yang kurang sukses . Hanya lebih dari 2.000 unit yang telah terjual sejak dirilis, menurut catatan Flipside.

Untuk meningkatkan penjualan ponsel kripto Solana yang ramah pengguna, Solana Labs baru-baru ini menurunkan harga dari US$ 1.000 menjadi US$ 599. Penurunan harga terjadi setelah pengumuman peluncuran perdana smartphone Ethereum yang akan berlangsung pada musim gugur 2023.

Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Terjun ke US$ 25K Usai SEC Tunda ETF untuk BlackRock dkk

Harga Bitcoin langsung terjun turun ke level US$ 25.000 saat SEC menunda keputusan mengenai aplikasi ETF BTC Spot dari BlackRock dan lima perusahaan lainnya. Dalam waktu kurang dari sehari, Bitcoin telah kehilangan hampir seluruh keuntungan yang diperoleh dari kemenangan pengadilan Grayscale Investment melawan SEC.

Dikutip Cointelegraph, pada tanggal 29 Agustus, Bitcoin melonjak ke level tertinggi dalam dua minggu setelah hakim memutuskan bahwa SEC “sewenang-wenang dan berubah-ubah” ketika menolak aplikasi ETF Bitcoin spot Grayscale.

Namun, penundaan SEC baru-baru ini terhadap tujuh aplikasi ETF Bitcoin yang tertunda telah menyebabkan harga Bitcoin turun hampir 5% dalam 24 jam terakhir.

Data Cointelegraph Markets Pro menunjukkan harga BTC saat ini berada di kisaran US$ 25.991 pada Jumat (1/9) pukul 09.00 WIB, turun tajam dari sekitar level US$ 27.300 yang dipertahankan sejak kemenangan Grayscale.

Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.
Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.

Baca juga: Bitcoin Masih di Bawah Level Kunci, Meskipun Ada Lonjakan Grayscale

Penundaan ETF Bitcoin

BlackRock, WisdomTree, VanEck, Bitwise, Valkyrie dan Fidelity bersama dengan dana bersama oleh Invesco dan Galaxy semuanya ditunda pada 31 Agustus oleh SEC.

Penurunan harga terjadi meskipun beberapa pihak memperkirakan penundaan akan terjadi termasuk analis ETF Bloomberg, Eric Balchunas dan James Seyffart.

Penundaan SEC memberikan waktu 45 hari lagi untuk menyetujui, menolak, atau menunda lagi permohonan.

Batas waktu keputusan berikutnya untuk permohonan ETF adalah antara 16 Oktober dan 19 Oktober, meskipun SEC juga dapat memilih untuk menunda pengambilan keputusan hingga sekitar pertengahan Maret tahun depan, ketika SEC akan dipaksa untuk mengambil keputusan.

BlackRock makin mantap melangkah ke market kripto incar investor kaya. Sumber: Jeenah Moon/Bloomberg.
BlackRock makin mantap melangkah ke market kripto incar investor kaya. Sumber: Jeenah Moon/Bloomberg.

Baca juga: Jumlah Investor Kripto RI Tembus 17,67 Juta hingga Juli 2023

Namun, Balchunas mengatakan pada 30 Agustus bahwa kemungkinan SEC menyetujui ETF Bitcoin spot tahun ini adalah 75% – naik dari prediksi sebelumnya sebesar 65%.

Dia menekankan kemungkinan kenaikan pada kemenangan Grayscale di pengadilan dengan mengatakan bahwa penolakan hakim dengan suara bulat terhadap argumen SEC berarti “akan kesulitan untuk membenarkan penolakan lebih lanjut karena menghadapi tenggat waktu.”

Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pengenalan Konsep Ethereum Casper – Tokocrypto News

Dalam evolusi teknologi blockchain, Ethereum telah tetap menjadi pionir dalam inovasi. Salah satu langkah signifikan dalam perkembangan Ethereum adalah pengenalan protokol konsensus yang dikenal sebagai “Casper”.

Casper, berbeda dengan metode Proof-of-Work (PoW) yang telah lama mendominasi dunia blockchain, merupakan pendekatan revolusioner dalam menciptakan mekanisme konsensus yang bertujuan meningkatkan skalabilitas, keamanan, dan efisiensi energi dalam jaringan Ethereum.

Dalam artikel ini, kami akan menggali lebih dalam mengenai konsep Ethereum Casper, bagaimana cara operasinya, serta dampak yang diantisipasi ketika konsep ini diimplementasikan dalam ekosistem blockchain secara keseluruhan.

Konsep Ethereum Casper

Casper merupakan implementasi yang pada akhirnya akan mengubah Ethereum menjadi sebuah blockchain berbasis Proof of Stake (PoS) (juga dikenal sebagai Ethereum 2.0). Meskipun Ethereum awalnya diluncurkan pada musim panas tahun 2015 sebagai blockchain berbasis Proof of Work (PoW), para pengembang telah merencanakan transisi jangka panjang menuju model staking. Setelah transisi ini selesai, aktivitas penambangan tidak lagi menjadi bagian integral dari jaringan Ethereum.

Hingga saat ini, terdapat dua implementasi Casper yang sedang dikembangkan secara bersama-sama dalam ekosistem Ethereum: Casper CBC dan Casper FFG. Versi CBC awalnya diajukan oleh peneliti dari Ethereum Foundation, Vlad Zamfir. Meskipun penelitian awal terkait CBC berfokus pada protokol PoS untuk blockchain publik, bidang penelitian ini telah berkembang menjadi area yang lebih luas, melibatkan beberapa model PoS.

Penelitian mengenai Casper FFG diprakarsai oleh pendiri Ethereum, Vitalik Buterin sendiri. Proposal awal melibatkan sistem campuran PoW/PoS, tetapi implementasinya masih dalam tahap pengembangan, dan proposal baru mungkin akan menggantikan pendekatan awal ini dengan model PoS yang murni.

Secara spesifik, Casper FFG direncanakan untuk memulai peluncuran Ethereum 2.0. Namun, ini tidak mengindikasikan bahwa Casper CBC tidak akan memiliki nilai sama sekali. Bahkan, Casper CBC mungkin akan menggantikan atau melengkapi peran Casper FFG di masa depan.

Meskipun kedua versi ini tengah dibangun untuk digunakan dalam jaringan Ethereum, model Casper sebagai PoS juga memiliki potensi untuk diadopsi dan diimplementasikan dalam jaringan blockchain lainnya.

Mekanisme Operasi Casper

Transisi dari Ethereum 1.0 ke 2.0 disebut sebagai update “Serenity”. Proses ini melibatkan tiga tahap. Pada tahap awal (Fase 0), akan diluncurkan sebuah blockchain baru yang dikenal sebagai Beacon Chain. Aturan-aturan dari Casper FFG akan mengontrol mekanisme konsensus dalam blockchain baru yang berbasis PoS ini.

Berbeda dengan PoW yang melibatkan penambang yang menggunakan perangkat khusus untuk menciptakan dan memvalidasi blok-blok transaksi, implementasi Casper akan menghilangkan proses penambangan dalam konteks Ethereum.

Dengan kata lain, kemampuan voting dari setiap validator akan ditentukan oleh jumlah ETH yang mereka staking. Sebagai contoh, individu yang telah melakukan staking sebesar 64 ETH akan memiliki kemampuan voting yang dua kali lipat dibandingkan dengan mereka yang hanya melakukan staking dengan jumlah minimum. 

Untuk menjadi validator blok pada tahap awal Serenity, pengguna harus melakukan staking minimal sebesar 32 ether (ETH) – jumlah ini akan di-depositokan melalui smart contract khusus yang berbasis pada blockchain Ethereum sebelumnya (1.0).

Apabila tahap ini berjalan sukses, komite validator akan dipilih secara acak untuk mengajukan blok-blok baru dan sebagai imbalan, mereka akan diberikan hadiah blok atas kontribusi mereka. Hadiah blok kemungkinan hanya akan terdiri dari biaya transaksi karena tidak ada insentif blok.

Namun, perlu dicatat bahwa setiap implementasi PoS dapat memiliki pendekatan yang berbeda, termasuk model hadiah yang berbeda pula. Model Casper masih dalam pengembangan, dan banyak detail mengenai hal ini belum ditentukan.

Keunggulan Ethereum Casper

Salah satu aspek menguntungkan dari Ethereum Casper yang memungkinkan adopsi staking adalah kontribusinya terhadap aspek keberlanjutan lingkungan. Ketika berbicara tentang penggunaan daya listrik dan komputasi, model Proof of Work (PoW) yang dominan saat ini memberikan tantangan besar. 

Di sisi lain, model Proof of Stake (PoS) jauh lebih efisien dalam hal ini. Dengan implementasi model PoS secara menyeluruh dalam Ethereum, aktivitas penambangan yang membutuhkan sumber daya besar tidak lagi diperlukan, sehingga permintaan terhadap sumber daya menjadi lebih terkendali.

Keuntungan lain yang potensial dari Casper terkait dengan aspek keamanan. Intinya, Casper akan berperan sebagai mekanisme pemilihan, bertugas mengatur urutan blok-blok dalam rantai. Pada dasarnya, Casper akan bertindak sebagai “akuntan” dalam buku besar Ethereum 2.0. 

Jika validator berperilaku mencurigakan, mereka akan segera dihapus dan dikenakan sanksi. Sanksi tersebut berupa stake (dalam bentuk ETH) yang dimiliki oleh validator tersebut, mengindikasikan bahwa melanggar aturan dalam jaringan ini sangat mahal. Meski demikian, para pengembang masih memperdebatkan kemungkinan serangan dengan persentase 51%.

Terakhir, beberapa individu berpendapat bahwa Casper akan memberikan kontribusi signifikan terhadap tingkat desentralisasi di dalam jaringan Ethereum. Saat ini, mereka yang memiliki sumber daya kuat mendominasi jaringan karena dapat menjalankan operasi penambangan. Namun, di masa depan, setiap individu yang mampu membeli jumlah ether yang memadai akan dapat turut serta dalam mengamankan blockchain.

Keterbatasan dan Tantangan

Perjalanan menuju implementasi penuh Casper masih memerlukan waktu dan upaya yang signifikan. Saat ini, efisiensi dan tingkat keamanan Casper masih perlu diuji lebih lanjut. Ada banyak aspek rinci yang harus ditetapkan dan disesuaikan. Hingga versi yang stabil diluncurkan pada Fase 0 dari pembaruan Serenity, kita tidak dapat dengan pasti memprediksi bagaimana hasil akhirnya akan terlihat dan beroperasi.

Namun demikian, karena adanya keterbatasan teoritis, Casper tidak akan dapat mengatasi situasi ketika sistem validasi Ethereum mengalami gangguan. Dalam struktur saat ini, Casper tetap rentan terhadap serangan dengan persentase 51%. Selain itu, spesifikasi formal masih dibutuhkan untuk menguraikan aturan fork yang mungkin diperlukan sebagai respons terhadap serangan.

Kesimpulan

Ethereum sedang beralih dari model penambangan ke staking, di mana para pengguna akan melakukan staking pada ether (ETH) di alamat deposit untuk mengamankan blockchain. Casper adalah teknologi yang akan mengelola penyelesaian blok-blok ini, memberikan pondasi bagi perkembangan lanjutan Ethereum 2.0. 

Selain itu, Casper didesain untuk merampingkan transisi ke model PoS. Dengan sifat open-source alamiah dalam ekosistem blockchain, manfaat dari Casper dapat diadopsi, dimodifikasi, dan dikembangkan oleh proyek-proyek lain secara berkelanjutan.

Ketika Casper akhirnya dijalankan secara resmi, ini akan menjadi tonggak bersejarah dalam perjalanan Ethereum. Tanggal pasti peluncuran masih dalam proses konfirmasi, namun peneliti Ethereum, Justin Drake, pernah mengindikasikan kemungkinan peluncuran Fase Pertama Casper pada 3 Januari 2020 (peringatan ulang tahun Bitcoin yang ke-11). Namun, tanggal ini masih bersifat tentatif dan peluncuran dapat terjadi kapan saja dalam tahun 2020.

Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

Sumber: Binance Academy Indonesia



Sumber : news.tokocrypto.com