Category Archives: Tokocrypto

Market Gonjang-ganjing, Saat yang Tepatkah untuk Nabung Kripto?

Market kripto tengah gonjang-ganjing dan secara keseluruhan sedang dalam tekanan. Namun, masih ada peluang keuntungan jangka panjang dengan strategi nabung kripto.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan salah satu faktor utama yang menyebabkan market tertekan kali ini dipengaruhi oleh drama yang melibatkan platform exchange, FTX.

Kasus tersebut membuat efek domino yang menyebabkan nilai sejumlah kripto menurun signifikan. Total likuidasi market kripto capai US$ 880 juta dalam 24 jam terakhir dan market cap anjlok ke level US$ 800 triliun.

“Faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan harga didorong oleh krisis modal FTX, ditambah dengan ketakutan investor dari kebangkrutan atas gagalnya akuisisi. Kejadian ini tentu saja memberikan pukulan keras bagi para trader yang mengharapkan kondisi pasar kripto akan pulih. Pasalnya, di pekan lalu, pasar kripto sempat terlihat sedikit membaik,” kata Afid.

market aset kripto
Ilustrasi market aset kripto.

Baca juga: Binance Batal Akuisisi FTX: Masalah Keuangan Sulit Diatasi

Afid menjelaskan kemungkinan besar selera investor terhadap market kripto akan tetap teredam, dan masih mempertimbangkan untuk menunggu data inflasi AS yang akan rilis Kamis (10/11) malam dan kasus FTX menjadi lebih jelas.

“Walaupun tetap fokus pada kasus FTX, sentimen positif yang bisa menggerakan market bisa datang dari hasil sementara pemilu sela AS. Saat ini dilaporkan sejumlah anggota parlemen pro-kripto telah memenangkan kursi mereka. Sehingga regulasi yang ramah kripto bisa terwujud di AS,” terangnya.

Waktu Tepat Nabung Kripto

Di saat market kripto yang tengah gonjang-ganjing, VP Growth Tokocrypto, Cenmi Mulyanto, menjelaskan masih ada strategi yang bisa dijalankan untuk tetap menciptakan peluang keuntungan di masa depan. Menurutnya dengan konsep nabung kripto di saat market anjlok akan mendapatkan keuntungan membeli aset dengan harga bawah atau ‘diskon.’

“Ketika market anjlok, pergerakan aset kripto cenderung sulit diprediksi. Banyak investor setuju bahwa jalan terbaik ke depan adalah dengan mengadopsi strategi Dollar Cost Averaging (DCA) dan Buy The Dip di mana membeli sejumlah aset kripto di saat pasar mengalami koreksi bearish yang signifikan. Konsep ini bisa disebut sebagai nabung kripto,” terang Cenmi.

Ilustrasi menabung kripto.
Ilustrasi menabung kripto.

Baca juga: Sam Bankman-Fried, CEO FTX Kehilangan 94% Kekayaan dalam Sehari

Menurut Cenmi, hal yang paling penting untuk dipahami adalah ketika market anjlok bukanlah akhir dari segalanya. Kabar baiknya, setidaknya secara historis, penurunan kripto akan selalu diikuti oleh kenaikan kuat yang membuat Bitcoin dan berbagai altcoin lain bisa mencapai kenaikan harga.

Pastikan Riset

Walaupun dengan terjadi penurunan harga atau ‘diskon,’ investor harus selalu melakukan riset dan tidak terbuai dengan iming-iming keuntungan yang cepat. Pelajari kembali berbagai jenis aset kripto yang saat ini tersedia di market atau mencari lebih banyak strategi investasi untuk mengurangi risiko kerugian di masa mendatang.

“Jadi, pastikan investor lakukan analisis mengapa harga turun, dan gali lebih dalam alasannya. Jangan fokus pada jenis-jenis kripto tertentu saja. Strategi nabung kripto bisa jadi peluang keuntungan di market,” ujar Cenmi.

Dari analisis teknikal, Bitcoin terlihat sempat menurun di rentang harga US$ 15.000, lalu kembali berusaha untuk rebound ke US$ 16.700. Ada upaya dari investor untuk membuat level support BTC di harga US$ 15.000 tidak jebol.



Sumber : news.tokocrypto.com

WEB3 TOUR de BALI, Hadir Dorong Kemajuan Evolusi Blockchain

Web3 Tour de Bali merupakan rangkaian kegiatan seputar perkembangan teknologi web3 yang terbagi di tiga lokasi skena komunitas Bali. Program ini merupakan inisiatif dari komunitas Nusameta.io, The Ambengan Tenten (TAT) dan THub by Tokocrypto yang melihat adanya potensi bagi komunitas di Indonesia untuk maju dan memimpin inovasi seputar pemanfaatan blockchain.

Antria Pansy selaku Community Manager THub by Tokocrypto mengatakan bahwa, “Program ini penting diadakan agar dapat merekatkan sekaligus menstimulasi penggiat web3 lokal, berawal dari Bali namun merangkul seluruh Indonesia seiring bertambahnya partisipasi berbagai pihak.”

Antria menambahkan analisanya mengenai pesona Bali yang menjadi melting pot para pelaku web3 yang datang dari berbagai belahan dunia mengerjakan beragam projects yang berdampak positif.

Berbagi Pengetahuan Tentang Blockchain

Ilustrasi metaverse. Foto: Shutterstock.
Ilustrasi metaverse. Foto: Shutterstock.

Baca juga: Market Gonjang-ganjing, Saat yang Tepatkah untuk Nabung Kripto?

Menurut riset yang dilakukan oleh tim Nusameta.io, gen-Z adalah generasi kelahiran 1995 yang jumlahnya terbesar sepanjang sejarah, yaitu sekitar 2 miliar atau 30% penduduk dunia. Mereka menghabiskan rata-rata 8 jam sehari di internet.

Saat ini di Indonesia terdapat 202 juta pengguna aktif internet dan 50 juta diantaranya teranalisa sebagai online gamers; di mana jumlah tersebut juga terbesar se-Asia Tenggara. Memperhatikan rekor sekaligus potensi ini, telah menjadi latar belakang yang kuat untuk menanggapi pengaruh baru ini bukan sekedar tren sesaat.

Program Web3 Tour de Bali berlangsung selama tiga hari (10-12 November 2022) menyuguhkan beragam format berbagi wawasan dan kelas blockchain, tanpa dipungut biaya.

Kinno Thingker, Founder dari The Ambengan Tenten (TAT) Denpasar community space menyampaikan, “Para narasumber yang dihadirkan merupakan praktisi web3 lokal yang berpengalaman dan memiliki metode pengajaran praktis untuk pemula. Tujuannya untuk meningkatkan ketertarikan di bidang ini sekaligus menginspirasi agar manfaat kehadiran evolusi teknologi baru ini dapat langsung terasa utilitasnya.”

Acara Perdana

T-Hub by Tokocrypto
Ilustrasi T-Hub by Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Mastodon, Media Sosial Desentralisasi Mirip Blockchain Pesaing Twitter

Perhelatan perdana Web3 Tour de Bali ini akan mengawali konsep inovasi penyelenggaraan yang disesuaikan dengan kearifan lokal komunitas setempat. Semangat ini kemudian sejalan dengan dukungan perdana dari multi-komunitas setempat diantaranya TAT Art Space, Nusameta Circle, Pillar Hub, Baliverse, IDNFT, Bali Blockchain Center, THub by Tokocrypto, Metarupa, NFT Indonesia, Alibaba Cloud, Sana Sini Seni, Skuy Army, Gajah Crypto, Dex Capital, S21, ARC, Kita Kolektif, Google Developer Group Bali hingga universitas dan sekolah tinggi berbasis informatika di Bali. Panitia memperkirakan akan ada 500 partisipan dan 20 narasumber yang terlibat selama 3 hari. 

Tim konseptor inisiatif Web3 Tour de Bali yang diwakili oleh Adhi Wahyudin, Community Manager Nusameta.io bernama Nusameta Circle memberikan pemahaman nyata bahwa, “Masih ada banyak celah yang perlu diisi untuk menguatkan fundamental web3 lokal (Indonesia), semangat inklusivitas dan kolaborasi perlu dihadirkan di tiap inovasi penyelenggaraan. Apalagi kini tampak perlahan tapi pasti, kehadiran proyek NFT dan metaverse lokal yang peta jalannya mengunggulkan dampak utilitas dan kesinambungan ekosistem jangka panjang.” pungkasnya.

Informasi lengkap dan detail acara dapat dilihat melalui website web3tour.io atau twitter @web3tour_io



Sumber : news.tokocrypto.com

Sam Bankman-Fried, CEO FTX Kehilangan 94% Kekayaan dalam Sehari

Sam Bankman-Fried menjadi sosok yang paling sering dibahas belakangan ini di industri aset kripto. Ia adalah pengusaha kripto yang dikenal sebagai Founder dan CEO FTX, salah satu kripto exchange terbesar di dunia.

Bankman-Fried, yang dikenal luas sebagai SBF juga dikenal sebagai milioner muda dengan perkiraan kekayaan lebih dari US$ 15 miliar, menurut Bloomberg Billionaire Index. Namun, belakangan ia diprediksei kehilangan 94% kekayaannya dalam sehari, setelah runtuhnya FTX akibat kesulitan likuidasi.

Di tengah krisis kasus FTX, Bloomberg melaporkan bahwa kekayaan bersih SBF anjlok menjadi US$ 991,5 juta. Sebelum FTX mengalami krisis, SBF diperkirakan memiliki kekayaan bersih sekitar US$ 15,2 miliar, artinya, ia kehilangan U$ 14,6 miliar (Rp 228,2 triliun) dalam semalam.

Siapa Sam Bankman-Fried?

Setelah lulus dengan gelar di bidang fisika dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), Bankman-Fried memulai karirnya sebagai arbitrage trader di Jane Street Capital.

Sam Bankman-Fried, CEO FTX. Foto: FTX.
Sam Bankman-Fried, CEO FTX. Foto: FTX.

Baca juga: Binance Batal Akuisisi FTX: Masalah Keuangan Sulit Diatasi

Pada tahun 2017, tiga tahun setelah bergabung dengan Jane Street, ia bertemu dengan aset kripto dan mulai menerapkan spesialisasi arbitrasenya di pasar. Secara khusus, dia mulai membeli Bitcoin di AS dan menjualnya di Jepang, mendapat untung hingga 10% karena perbedaan harga.

Belakangan tahun itu, Bankman-Fried mendirikan perusahaan perdagangan kripto miliknya sendiri, Alameda Research.

Deskripsi Crunchbase-nya berbunyi: “Alameda Research adalah perusahaan perdagangan aset kripto kuantitatif yang menyediakan likuiditas di pasar aset kripto dan aset digital.”

Anak Emas di Industri Kripto

Bankman-Fried kemudian mulai membangun kerajaan kripto-nya dengan exchange FTX, yang meluncur pada Mei 2019. Itu diposisikan sebagai pertukaran yang dibangun oleh trader, untuk trader.

Exchange FTX akhirnya menjadi bagian arsitektur yang berpengaruh di dunia kripto. Pada Mei 2022, ia menyalip Coinbase (COIN) dan OKX dengan volume perdagangan pasar spot sebesar US$ 89 miliar

FTX bahkan sempat menduduki peringkat kedua terbesar di belakang Binance, sebagai platform pertukaran spot dan derivatif terbesar menurut CoinMarketCap.

Bankman-Fried terus meningkatkan reputasinya selama crypto winter ini. Setelah memberikan dukungan kepada perusahaan yang kesulitan seperti perusahaan pemberi pinjaman, Blockfi, sehingga ia digambarkan sebagai “crypto Pierpont Morgan.”

Kejatuhan FTX

Crypto exchange, FTX. Sumber: Shutterstock.
Crypto exchange, FTX. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Vitalik Buterin Ungkap Roadmap Baru Ethereum Setelah The Merge

Tapi semuanya gagal untuk Bankman-Fried minggu ini. Kesehatan keuangan Alameda Research dipertanyakan setelah diketahui menggunakan token FTT yang merupakan native crypto dari FTX sebagai jaminan.

CEO Binance, Changpeng Zhao, kemudian mengungkapkan bahwa perusahaan exchange-nya memutuskan untuk menjual kepemilikan FTT. Migrasi pelanggan menarik kripto mereka dari FTX diikuti, yang melihat pertukaran mengalami masalah likuiditas.

Binance kemudian mengumumkan pada hari Selasa 8 November bahwa mereka mengakuisisi pertukaran FTX karena berencana untuk menyelesaikan krisis likuiditasnya. Namun, belakangan gagal dan Binance tidak membuat kesepakatan baru.

FTX memberi tahu para investornya ada kemungkinan kebangkrutan tanpa dana segar untuk mengatasi masalah keuangan perusahaan. Bankman-Fried telah mengatakan kepada para investor bahwa mereka menghadapi kekurangan likuidasi hingga US$ 8 miliar.



Sumber : news.tokocrypto.com

Binance Batal Akuisisi FTX: Masalah Keuangan Sulit Diatasi

Binance telah membatalkan kesepakatan untuk mengakuisisi kripto exchange saingannya, FTX. Dalam perkembangan yang mengejutkan dari kisah antara dua platform exchange ini, tampaknya kesepakatan tidak lagi berlaku.

Sebelumnya, kedua platform telah secara terbuka menyetujui persyaratan untuk melakukan aksi akuisisi, tetapi tampaknya tidak membuahkan hasil. Pernyataan resmi dari Binance telah mengindikasikan bahwa masalah dalam FTX lebih mengerikan daripada yang diasumsikan.

“Sebagai hasil dari uji tuntas perusahaan, serta laporan berita terbaru tentang dana pelanggan yang salah penanganan dan dugaan penyelidikan agensi AS, kami telah memutuskan bahwa kami tidak akan mengejar potensi akuisisi FTX.com,” Juru Bicara Binance itu mengatakan kepada CoinDesk.

Masalah FTX

Ilustrasi Binance
Ilustrasi Binance. Foto: Shutterstock.

Baca juga: Industri Blockchain Positif Ciptakan Lapangan Pekerjaan di Indonesia

Juru Bicara Binance menambahkan pada awalnya mereka berharap dapat mendukung pelanggan FTX untuk menyediakan likuiditas, tetapi masalah di luar kendali atau kemampuan perusahaan untuk membantu.

“Setiap kali pemain utama dalam suatu industri gagal, konsumen ritel akan menderita. Kami telah melihat lebih dari beberapa tahun terakhir ekosistem kripto menjadi lebih tangguh dan kami percaya pada waktunya bahwa outlier yang menyalahgunakan dana pengguna akan tersingkir oleh pasar bebas,” jelasnya.

“Ketika kerangka peraturan dikembangkan dan industri terus berkembang menuju desentralisasi yang lebih besar, ekosistem akan tumbuh lebih kuat.”

FTX Diprediksi Bangkrut?

Crypto exchange, FTX. Sumber: Shutterstock.
Crypto exchange, FTX. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Drama Binance, FTX & Alameda Research Bikin Market Kripto Kocar-kacir

Belum ada pernyataan yang dibuat oleh FTX, dengan opsi yang semakin terbatas dari hari ke hari. Perjanjian tersebut awalnya dibuat untuk melindungi pelanggan, dan terus melindungi industri. Sepertinya posisi FTX telah sulit dan diproyeksikan menuju kebangkrutan.

Token kripto FTT yang terus turun dan kesulitan likuidasi yang menghantam, FTX tampak sangat membutuhkan bantuan. Panggilan itu dijawab oleh Binance, yang setuju untuk menandatangani letter of intent untuk mengakuisisi pesaing mereka.

Dengan berita yang muncul sepanjang hari bahwa kesepakatan itu mungkin dalam bahaya, Binance telah secara resmi membatalkan akuisisi. Dalam sebuah pernyataan, terungkap bahwa masalah yang mengganggu FTX jauh lebih buruk dari yang diperkirakan sebelumnya.



Sumber : news.tokocrypto.com

Cardano Cetak Sejarah Baru Punya Enam Juta NFT di Jaringan

Jaringan Cardano telah menetapkan tonggak sejarah baru karena sekarang memiliki lebih dari enam juta NFT. Cardano telah menjelma jadi pesaing kuat Ethereum dalam industri NFT.

Menurut data Pool.pm, jumlah NFT pada blockchain Cardano saat ini adalah 6.006.497, dengan 64.611 kebijakan minting yang berbeda. Dalam hal teknologi, tidak ada banyak perbedaan antara token/aset asli dan NFT. Ini karena keduanya adalah aset asli yang dapat dibuat menggunakan Cardano node cli.

Jaringan blockchain Cardano dapat secara asli menghasilkan, berinteraksi, dan menghapus token khusus (atau “aset”). “Native” menunjukkan bahwa pengguna dapat langsung berinteraksi dengan aset khusus ini tanpa harus menggunakan smart contract.

ilustrasi konsep nft
Ilustrasi NFT.

Baca juga: Visa Luncurkan NFT Buat Penggemar Sepak Bola Piala Dunia 2022

Cardano dan NFT

NFT adalah aset asli tunggal yang tidak dapat diubah dan ada di blockchain selamanya, berbeda dengan aset kripto yang dapat dipertukarkan, yang dapat mencakup jutaan token yang dapat dipertukarkan.

Aset digital juga harus memenuhi persyaratan lain untuk memenuhi syarat sebagai NFT, yang menunjukkan bahwa aset tersebut “tidak dapat dipertukarkan”. Oleh karena itu, token harus memiliki pengidentifikasi unik, atau kualitas yang membedakannya dari yang lain.

whitelist nft
Ilustrasi NFT.

Baca juga: Instagram Bakal Izinkan Pengguna Minting dan Juat NFT di Aplikasi

Itu menjelaskan mengapa jumlah token atau aset asli di jaringan Cardano lebih tinggi. Pool.pm memberikan jumlah aset asli menjadi 6.741.978. Cardano melihat peningkatan 170% dalam volume NFT 30 hari, menurut data OpenCNFT. Market melihat volume 30 hari sebesar 54.341.905 ADA, yang merupakan peningkatan 170%.

Jumlah perdagangan NFT juga meningkat hampir 86,39% menjadi 189.502. Jumlah NFT yang terjual juga melonjak 80% menjadi 170.122 pada periode yang sama.



Sumber : news.tokocrypto.com

Vitalik Buterin Ungkap Roadmap Baru Ethereum Setelah The Merge

Vitalik Buterin, telah menambahkan tahapan baru ke roadmap teknis Ethereum. Salah satu pendiri Ethereum itu berujar tujuan roadmap baru ini untuk meningkatkan ketahanan sensor dan desentralisasi jaringan Ethereum.

Rencana pembaruan jaringan Ethereum diungkapkan oleh Buterin dalam posting Twitter hari Sabtu (5/11), yang memperkenalkan bagian yang disebut The Scourge dalam roadmap enam tahapan yang sekarang diperluas.

Roadmap teknis yang diperbarui sekarang memasukkan The Scourge sebagai tahapan baru, dan disertai dengan segmen lain yang dikenal sebelumnya — The Merge, The Surge, The Verge, The Purge, dan The Splurge.

Tujuan Roadmap Baru

Ilustrasi The Merge Ethereum. Sumber: Getty Images.
Ilustrasi The Merge Ethereum. Sumber: Getty Images.

Baca juga: Harga Chiliz (CHZ) Melonjak 34% dalam Seminggu, Pola Bullish?

Menurut roadmap Ethereum, tujuan The Scourge adalah untuk “memastikan penyertaan transaksi yang andal dan dapat dipercaya netral dan untuk menghindari sentralisasi dan risiko protokol lainnya dari MEV (Miner Extractable Value).”

Seruan salah satu pendiri Ethereum untuk lapisan konsensus yang lebih “netral” muncul karena para penambang diketahui mengeksploitasi transaksi di jaringan Ethereum untuk kepentingan mereka.

Buterin sebelumnya menggambarkan mekanisme netral yang kredibel sebagai satu, yang “tidak mendiskriminasi atau melawan orang tertentu.”

MEV terjadi ketika penambang menjalankan peserta lain di jaringan dengan memutuskan transaksi mana yang akan ditempatkan di blok dan dalam urutan apa.

Ini memungkinkan penambang untuk menduplikasi semua transaksi yang menang dari mengumpulkan dan mengeksekusi transaksi mereka di depan pencari arbitrase atau siapa pun yang mencoba menghasilkan keuntungan.

Akibatnya, Ethereum telah dikaitkan dengan tingkat sentralisasi dan sensor yang lebih tinggi setelah transisinya ke proof-of-stake (PoS).

Detail Rahasia

Ilustrasi The Merge Ethereum. Sumber: Getty Images.
Ilustrasi The Merge Ethereum. Sumber: Getty Images.

Baca juga: Analisa: Market Kripto Anjlok Imbas Aksi Binance Akuisisi FTX

Sementara rincian lengkap The Scourge belum diungkapkan, Buterin baru-baru ini mengusulkan solusi “Partial Block Auction” di mana pembuat blok hanya diberikan hak untuk memutuskan beberapa konten blok.

Proposal lain untuk memerangi penyensoran pada lapisan konsensus telah diajukan — seperti solusi Single Unifying Auctions for Value Expression (SUAVE) perusahaan penelitian dan pengembangan Ethereum Flashbots.

Buterin juga mengkonfirmasi pembaruan ke The Verge – yang sekarang akan melibatkan integrasi teknologi Succinct Non-Interactive Argument of Knowledge (SNARK) ke Ethereum.

Penambahan SNARK akan menambahkan fitur perlindungan privasi yang sangat dibutuhkan ke jaringan Ethereum sambil tetap memungkinkan transaksi anonim dapat dilacak.

Buterin juga mencatat bahwa “peran yang lebih eksplisit untuk pembuktian kuantum” akan diimplementasikan pada berbagai tahap peta jalan Ethereum sebagai komponen penting dari protokol “permainan akhir”.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa: Market Kripto Anjlok Imbas Aksi Binance Akuisisi FTX

Performa market kripto terlihat anjlok tenggelam. Penurunan nilai yang dratis ini salah satu faktor utamanya disebabkan oleh aksi Binance yang mengakuisisi FTX.

Sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap berada zona merah pada perdagangan Rabu (9/11) pukul 10.00 WIB. Misalnya saja, dari pantauan CoinMarketCap, nilai Bitcoin berada di harga US$ 18.271, turun 11,39% selama 24 jam terakhir dan anjlok 10,97% sepekan belakang.

Altcoin lainnya juga mengalami hal yang sama. Nilai Ethereum (ETH) ikut anjlok 16,20% ke US$ 1.307 sehari terakhir dan turun 17,56% seminggu belakang. Di sisi lain, FTX Token (FTT), Solana (SOL), dan BNB juga turun masing-masing 75,99%, 21,30%, dan 7,39% dalam 24 jam terakhir.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan market kripto kembali melalui gelombang besar yang cukup menghantam. Ini terjadi setelah aksi akuisisi FTX oleh Binance yang menyebabkan kekhawatiran investor. Market kripto terpantau anjlok melemah dan menuju harga terendah sepanjang tahun.

“Ada sejumlah sentimen dari akuisisi FTX ini yang membuat investor mulai meninggalkan sementara market kripto. Pertama, kekhawatiran atas neraca keuangan FTX yang telah menyebabkan pasar berbelok tajam ke bawah. Likuidasi besar-besar dari exchange FTX menimbulkan FUD bagi investor untuk mengeluarkan uangnya,” kata Afid.

Naik-Turun Market

Bitcoin zona merah
Ilustrasi market Bitcoin masuk zona merah. Foto: Getty Images.

Baca juga: Binance Akan Akuisisi FTX, Bantu Selamatkan Krisis Likuidasi

Afid menambahkan akuisisi FTX oleh Binance sempat membuat market kembali menghijau, namun berbalik arah. Penyebabnya ada laporan yang menyebutkan FTX harus mengumpulkan US$ 6 miliar dalam pembiayaan untuk mengisi kesenjangan dalam neraca mereka, yang menempatkan kesepakatan itu berpotensi dalam bahaya.

Binance memang sepenuhnya mengakuisisi FTX, namun mereka menandatangani letter of intent (LOI). “Karena LOI tidak mengikat, Binance bisa menarik diri dari kesepakatan kapan saja. Hal ini menambah keraguan investor dengan kondisi industri kripto saat ini. Akhirnya, harga kripto tenggelam, melonjak dan kemudian tenggelam lagi,” jelasnya.

Segera setelah kesepakatan yang diumumkan, harga Bitcoin jatuh jauh di bawah US$ 20.000. Beberapa jam kemudian, harga melonjak di atas ambang batas. Tetapi, BTC kembali anjlok di bawah US$ 19.000 untuk pertama kalinya sejak pertengahan September. BTC baru-baru ini diperdagangkan sekitar US$ 18.500, turun lebih dari 10% selama 24 jam sebelumnya dan pertama kali di bawah US$ 19.000 sejak pertengahan Oktober.

Khawatir Mirip Terra Luna

Investor juga khawatir soal bank run atau penarikan dana besar-besaran dari exchange FTX dan mengingatkan kembali peristiwa runtuhnya ekosistem Terra Luna. Penyebabkan dari token FTT yang terus anjlok karena penarikan masif bisa membuat FTX diambang kebangkrutan.

CEO Binance, Changpeng Zhao dan CEO FTX, Sam Bankman-Fried.
CEO Binance, Changpeng Zhao dan CEO FTX, Sam Bankman-Fried.

Baca juga: Warning!! Mungkinkah FTT akan Crash juga seperti Luna?

Bank run yang terjadi di FTX saat ini dan kasus Terra Luna menambah banyak ketakutan investor tentang industri aset kripto pada umumnya. Penurunan ini juga menyebabkan market cap kripto kembali berada di bawah US$ 1 triliun dan volume perdagangan turun hampir lebih dari 10% di berbagai exchange.

Dari analisis teknis, harga Bitcoin jatuh jauh di bawah US$ 20.000 sebagai level support utamanya selama dua minggu terakhir. BTC bahkan terus turun di bawah US$ 19.000 untuk pertama kalinya sejak pertengahan September.

Penurunan ini masih akan retest menuju level support terkuatnya di harga US$ 17.581. Altcoin lainnya seperti FTT, Solana (SOL), dan BNB menjadi aset kripto berkinerja buruk dan bisa masuk fase bearish lebih dalam pada pekan ini.

Ketiga altcoin tersebut masih berhubungan dengan spekulasi aksi korporasi Binance, FTX, dan Alameda Research yang mungkin harus membuang beberapa kepemilikannya dalam upaya untuk meningkatkan likuiditas.

“Investor masih akan terus wait and see atau menjauh dari market kripto karena sentimen negatif masih membayangi, terlebih masih ada hasil pemilu sela di AS yang belum keluar dan pada Kamis (10/11) nanti ada perilisan data inflasi AS Oktober,” pungkas Afid.



Sumber : news.tokocrypto.com

Binance Akan Akuisisi FTX, Bantu Selamatkan Krisis Likuidasi

Drama panjang di industri aset kripto mungkin akan segera berakhir. Binance akan mengakuisisi saingannya, FTX untuk menyelamatkan mereka dari krisis likuidasi dan melindungi para investor.

CEO Binance, Changpeng “CZ” Zhao, mengatakan pada hari Selasa (8/11) bahwa pihaknya telah menandatangani letter of intent untuk mengakuisisi FTX. Kesepakatan tersebut seperti klimaks dari kisruh yang sempat memanas antara Changpeng Zhao dan pendiri FTX, Sam Bankman-Fried di media sosial.

CZ mengatakan Binance mencapai keputusan setelah FTX meminta bantuan resmi untuk mengatasi masalah likuidasi di platform mereka. “Untuk melindungi pengguna, kami menandatangani LOI yang tidak mengikat, bermaksud untuk sepenuhnya mengakuisisi FTX dan membantu menutupi krisis likuiditas. Kami akan melakukan DD penuh dalam beberapa hari mendatang,” katanya dalam tweet.

Baca juga: Warning!! Mungkinkah FTT akan Crash juga seperti Luna?

Jika kesepakatan berhasil, itu akan menyatukan dua perusahaan crypto terbesar dan memperkuat status pendiri Binance, Changpeng Zhao, sebagai salah satu tokoh paling kuat yang membentuk masa depan industri kripto.

Akuisisi Penuh

Berita itu dikonfirmasi dalam tweet oleh Bankman-Fried. Dia berkata: “Segalanya telah menjadi berhubungan, dan investor pertama, dan terakhir FTX.com tetap sama: kami telah mencapai kesepakatan tentang transaksi strategis dengan Binance untuk FTX.com (menunggu DD dll).”

Kesepakatan itu akan membuat FTX diakuisisi sepenuhnya oleh Binance, sebagai imbalan untuk membantu perusahaan keluar dari masa krisis. Ketentuan lebih lanjut tidak diungkapkan oleh salah satu pihak.

Crypto exchange, FTX. Sumber: Shutterstock.
Crypto exchange, FTX. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Drama Binance, FTX & Alameda Research Bikin Market Kripto Kocar-kacir

Baik Binance.US dan FTX.US, bursa terkait yang diatur Amerika Serikat dari kedua perusahaan, akan tetap independen.

Binance adalah pertukaran crypto paling berharga di dunia, diperkirakan bernilai lebih dari US$ 300 miliar. FTX bernilai US$ 32 miliar dalam putaran pendanaan terbarunya (Seri C) pada Januari tahun ini.

Sequoia, BlackRock, Tiger Global, Paradigma, Thoma Bravo, SoftBank, Ribbit Capital, Insight Partners, Lightspeed Venture Partners, Altimeter Capital, Coinbase Ventures, Sino Global, Bond dan Iconiq Growth berada dalam daftar investor FTX.





Sumber : news.tokocrypto.com

Warning!! Mungkinkah FTT akan Crash juga seperti Luna?

Lagi dan lagi market kripto menghadapi masalah besar tahun ini, setelah kehancuran Terra dan asetnya USTC serta LUNC yang menyebabkan kehancuran market, kali ini ini Token FTT milik Sam Bankman Fried membuat kekacauan market dengan penurunan yang sangat drastis karena drama yang terjadi antara Changpeng Zhao dari Binance dan SBF atau Sam Bankman Fried dari FTX.

Cz menegaskan bahwa Binance akan menjual semua kepemilikan FTT setelah terungkap masalah baru baru ini, setelah Binance mengumumkan bahwa akan memulai proses likuidasinya, FTT mengalami penurunan sangat drastis mirip seperti Terra Luna pada saat itu.

Baca juga: Harga Luna Classic (LUNC) Error karena serangan Exploit pada Mirror Protocol

Menurunnya FTT tentu menimbulkan ketakutan di masyarakat. Beberapa melanjutkan untuk membandingkan peristiwa runtuhnya Terra. Star Xu, pendiri platform crypto terkemuka OKX turun ke Twitter dan membagikan pandangannya tentang drama Binance – FTX.

Beberapa orang juga memperingatkan tentang potensi jatuhnya FTT

Di tengah ini, beberapa percaya bahwa FTX menuju kebangkrutan. Namun, SBF membantah rumor kebangkrutan yang dimulai tepat setelah Binance mengisyaratkan likuidasi.

FTT turun menjadi $17

Selama beberapa jam terakhir, token FTT telah turun dalam sekali. Aset anjlok ke level terendah $15,56 menyusul penurunan harian 20,85 persen. Perlu dicatat bahwa ini adalah penurunan tertinggi $23,15.

This image has an empty alt attribute; its file name is image-27-1024x447.png

elain itu, Binance hanya melikuidasi sebagian dari kepemilikan FTT senilai $500 juta. Oleh karena itu, beberapa komunitas takut dan mempertanyakan altcoin akan bertahan dari seluruh proses likuidasi yang dilakukan oleh Binance.





Sumber : news.tokocrypto.com

Drama Binance, FTX & Alameda Research Bikin Market Kripto Kocar-kacir

Market kripto terganggu dengan drama yang terjadi antara Binance, FTX, dan Alameda Research. Sejak awal pekan Senin (7/11) pasar kripto sebagian besar berada di zona merah karena industri aset digital terus berurusan dengan kontroversi atas neraca perusahaan perdagangan Alameda Research.

Dikutip Coindesk, native token exchange FTX, FTT yang merupakan sejumlah besar aset Alameda, telah turun lebih dari 23%. Salah satu penyebabnya karena CEO Binance, Changpeng Zhao, secara terbuka berselisih dengan CEO Alameda, Caroline Ellison, tentang penjualan kepemilikan FTT di Binance.

Crypto exchange, FTX. Sumber: Shutterstock.
Crypto exchange, FTX. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: NGOBRAS Season 2: Harga MATIC Reli hingga Likuidasi Token FTT

Saldo pertukaran FTT juga melonjak, menurut data yang disediakan oleh Glassnode. Biasanya, saldo pertukaran yang tinggi menyiratkan bahwa ada banyak likuiditas untuk membeli dan menjual token. Ini biasanya menghasilkan tren harga yang turun karena trader ingin menjual token.

Arus Keluar FTX

Data dari Nansen menunjukkan bahwa FTX menderita lonjakan besar arus keluar pertukaran. Selama minggu lalu, sekitar US$ 292 juta dalam stablecoin telah keluar dari FTX. Trader dapat meninggalkan bursa karena kekhawatiran masalah likuiditas, karena Alameda adalah pembuat pasar besar di FTX.

Sementara itu, Solana, token yang didukung oleh Alameda dan FTX, turun 11% hari ini, Selasa (8/11). Menurut salinan neraca Alameda yang dilihat oleh CoinDesk, Alameda memegang US$ 292 juta “unlocked SOL”, US$ 863 juta “locke SOL” dan US$ 41 juta “SOL collatera.”

Crypto investment company, Alameda Research on screen in front of web page. Sumber: Shutterstock.
Crypto investment company, Alameda Research on screen in front of web page. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Mastodon, Media Sosial Desentralisasi Mirip Blockchain Pesaing Twitter

Kemudian, terjadi gejolak pasar dengan token BNB Binance, yang turun 4%. Mungkin ketakutan akan krisis likuiditas besar-besaran dilebih-lebihkan karena pemimpin pasar Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) tetap stabil.

Indeks Pasar CoinDesk saat ini berada di 1.041. Bitcoin , aset digital terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, saat ini berada di US$ 19.758, turun 4,95% hari ini. Volatilitas tersirat Bitcoin, atau ekspektasi trader opsi untuk turbulensi harga selama periode tertentu, terus bergerak ke samping, menunjukkan sedikit tanda kepanikan.



Sumber : news.tokocrypto.com