Category Archives: Tokocrypto

Bitcoin akan Capai $ 400.000 Dalam Siklus Bulls Berikutnya Jika Sejarah Berulang

Banyak spekulasi sudah beredar mengenai level tertinggi baru sepanjang masa yang mungkin akan dicapai Bitcoin (BTC) disepanjang siklus Bullish barunya.

Ya, tidaklah aneh jika memang spekulasi semacam ini telah selalu ada untuk menggambarkan betapa antusias kepercayaan komunitas terhadap crypto utama.

Menurut pakar industri populer yang menggunakan akun Twitter Tytan Inc., Bitcoin tengah bersiap untuk mencatat keuntungan serupa seperti yang terjadi pada 2016-2017.

Baca Juga: Whale Bitcoin: Strategi Sederhana Yang Membuat Anda Kaya

Pada grafik pertama yang dia bagikan, dia menguraikan bahwa harga telah melalui pola yang sama dan berada di ambang breakout.

Dia juga menunjukkan persentase kenaikan BTC secara keseluruhan sejak peristiwa tersebut berlangsung hingga level tertinggi sepanjang masa sebelumnya di sekitar $ 20.000 dari Desember 2017. Saat itu, harga melonjak total 3.415%.

Mengingat bahwa BTC saat ini diperdagangkan sekitar $ 11.300, kenaikan serupa berarti harganya akan mencapai $ 400.000. Ini juga akan membuat total kapitalisasi pasar Bitcoin sekitar $ 7,3 triliun.

Ia juga menguraikan bahwa Bitcoin keluar dari Bullish Pennant sekitar September 2016, dan itu hanya akan mengarah ke potensi Bullish terbaru!

Menurut ahli, ketika pola ini ditembus pada tahun 2016, butuh waktu sekitar satu tahun dan tiga bulan untuk harga naik hignga 3.415%.

Jika sejarah berulang, Bitcoin akan mencapai harga $ 400.000 pada akhir 2021 atau pada awal 2022.

Ini bukan pertama kalinya seseorang menjadi begitu Bullish di BTC. Sebelumnya, analis terkemuka lainnya yang condong ke Bulls mengatakan bahwa cryptocurrency ini mungkin akan terbang tinggi ke level $ 430.000 pada akhir 2021.

Apakah Mungkin Ini Terjadi?

Menurut tim Cryptoharian, harga BTC tidak mungkin ke $400.000-an. Paling tinggi di $20.000-an, atau paling realistis di $14.000-$15.000. Dan, ini-pun harus melihat apakah BTC bisa menjadikan $12.000 support kuat (saat ini masih key resistance).

Dan yang perlu dicatat ialah, ini mendasarkan penilaiannya pada sejarah grafik, dengan mempertimbangkan kinerja BTC pada 2013 dan pertengahan 2016, dimana sikap global dan adopsi massal kemungkinan akan menjadi peran utama untuk skema Bullish ini yang tentu patut dijadikan bahan pertimbangan investasi. Bagaimana menurut Anda?

Baca Juga: Bank Sentral Menginginkan CBDC Karena Mereka Takut pada Bitcoin

artikel ini dapat dibaca kembali disini.



Sumber : news.tokocrypto.com

Korsel Ujicoba Penerbitan dan Transaksi Won Digital pada Tahun Depan

Bank Sentral Korea Selatan (Korsel) siap mengujicoba penerbitan dan transaksi won digital pada tahun depan. Langkah itu adalah lanjutan, setelah bulan lalu membentuk Dewan Penasihat Hukum.

Baca Juga: Inilah Strategi Veteran Bitcoin Yang Menghasilkan Keuntungan $ 10 Miliar

“Ujicoba itu akan serupa dengan proses peredaran uang kertas,” kata seorang pejabat Bank Sentral Korsel, dilansir oleh media lokal, KoreaHerald, 7 Oktober 2020.

Bank sentral mengatakan langkah terkait tidak dimaksudkan untuk mempersiapkan penerbitan won digital yang sebenarnya, tetapi bank membuat persiapan yang diperlukan untuk berjaga-jaga.

Sejumlah bank sentral di banyak negara mempercepat penelitian mereka tentang mata uang digital (CBDC) untuk mengantisipasi penurunan permintaan uang tunai (fisik/giral) dan munculnya aset kripto alias mata uang kripto oleh sektor swasta.

Bank sentral Tiongkok tampak lebih agresif dalam mempersiapkan penerbitan CBDC. Negeri Panda itu telah meneliti dan mengembangkan yuan digital sejak tahun 2014 dan mulai mengujicoba sejak medio tahun 2020. Mereka juga berencana mengujicoba lebih luas pada Olimpiade mendatang.

CBDC adalah wujud digital uang dan mata uang yang fisik. Kelak akan melengkapi dan menggantikan 10 persen uang giral itu, selayaknya uang elektronik yang masif sejak beberapa tahun terakhir.

CBDC yang sebagian besar berteknologi blockchain ataupun distributed ledger technology memastikan efisiensi dari segi waktu, biaya dan jangkauan mata uang, sebagaimana yang terjadi pada stablecoin USDT yang bernilai dolar.

Baca Juga: Kembangkan Teknologi Blockchain, Agen CIA Bisa Dapat Cuan



Sumber : news.tokocrypto.com

Selamat Datang di Bulan Bitcoin, Altcoin Minggir Dulu

Bitcoin menginjak harga tertinggi selama 5 bulan terakhir. Pada perdagangan Rabu, 6 Oktober 2021, Bitcoin menginjak harga $ 55 ribu.

Kenaikan harga ini pun diikuti oleh menanjaknya Bitcoin dominan yang meneyntuh level 44,9%. Level ini pun menjadi titik tertinggi dominasi Bitcoin terhadap alts selama 4 bulan terakhir.

Berdasarkan analisa tim analis Portalkripto, secara teknikal pergerakan Bitcoin saat ini berada di jalur banteng. Atas analisa teknikal tersebut,, target resistensi Bitcoin terdekat berada di harga $58,9.

Baca jugaTezos (XTZ) dan Kebebasan Bersuara dalam Blockchain

Kenaikan harga BItcoin di bulan ini sudah diprediksi oleh sejumlah analis. Oktober akan menjadi tonggak kenaikan harga Bitcoin ke depannya.

Baca jugaBank of America: Bitcoin dan Industri Kripto Tak Bisa Diabaikan

Altcoin Minggir dulu

Berdasarkan indikator ​​blockchaincenter.net, bulan ini menunjukan bahwa Bitcoin akan menguasai pasar. Sedangkan, altcoin akan terpinggirkan untuk sementara waktu hingga pergerakan BTC sideways.

Seperti pada pergerakan pasar kripto pada umumnya, ketika Bitcoin dominan dan harga BTC sama-sama naik menandakan bahwa altcoin akan cenderung bearish. Altcoin akan kembali pumping ketika harga Bitcoin dominan turun tapi harga BTC terus naik.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Inilah GAP CME Bitcoin yang Baru Dibentuk yang Kemungkinan akan Segera Terisi

Prospek teknis Bitcoin telah sangat meningkat selama beberapa hari terakhir, dengan kemampuan Bulls untuk mendorong crypto utama ini dari posisi terendah $ 10.600 dan melewati level Resistance $ 11.200 yang memberikan struktur pasarnya dengan dorongan yang serius.

Di mana trend selanjutnya kemungkinan besar akan bergantung pada reaksinya terhadap level Resistance kunci berikutnya di $ 11.600, dimana level ini terlihat cukup signifikan dan dapat menyebabkan kerugian penting jika kenaikan tidak dapat berlanjut diatasnya!

Naiknya BTC, juga membawa altcoin naik melambung tinggi.

Baca Juga: Apakah Altseason Akan Kembali Datang untuk Mencerahkan Altcoin Utama?

Penting untuk diingat bahwa momentum cryptocurrency saat ini berakar pada perkembangan berita Bullish seputar keputusan Square untuk membeli BTC senilai $ 50 juta untuk disimpan sebagai aset cadangannya.

Banyak investor percaya bahwa lebih banyak perusahaan akan mengikuti, menciptakan krisis likuiditas sisi jual yang berpotensi mendorong Bitcoin lebih tinggi secara signifikan.

Ada satu GAP di CME yang baru terbentuk yang mungkin harus diisi oleh BTC sebelum dapat melihat momentum lebih lanjut.

Seorang trader menunjuk ke level ini sebagai target mundurnya jangka pendek, mencatat bahwa rebound di sini dapat mengkatalisasi kenaikan serius yang mendorong Bitcoin melewati Resistance yang saat ini sedang diusahakan untuk ditembus.

Saat berbicara tentang potensi trend Bitcoin dalam waktu dekat, seorang analis mencatat bahwa dia mengarahkan pandangannya pada penurunan menuju GAP pada CME yang baru-baru ini terbentuk di level $ 11.110.

Dia mencatat bahwa penurunan di sini akan memberikan probabilitas tinggi bahwa kenaikan lebih lanjut akan segera terjadi karena Support kuat yang berada tepat di bawahnya.

“Telah menempatkan beberapa tawaran di sekitar GAP pada CME di 11.110. Berharap mereka mengisi tutup mingguan atau Senin pagi. Kemungkinan besar yang kami lakukan itu bisa menjadi perdagangan yang mudah (saya harap).”

Meski GAP biasanya dianggap sebagai peluang yang jelas, nyata, dan mudah, tentu saja sentimen keseluruhan pasar masih perlu dipertimbangkan untuk mengantisipasi seberapa jauh harga akan mencoba turun, bisa dari aksi penutupan GAP dan juga aksi Taking Profit yang perlu diwaspadai juga.

Baca Juga: Whale Bitcoin: Strategi Sederhana Yang Membuat Anda Kaya

artikel ini dapat dibaca kembali disini.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bank of America: Bitcoin dan Industri Kripto Tak Bisa Diabaikan

Bank of America (BoA) menegaskan lagi sikap positifnya terhadap Bitcoin. Kali ini, salah satu bank terbesar di Amerika Serikat itu mengatakan, bahwa Bitcoin dan industri kripto tidak bisa diabaikan.

Hal itu dituangkan melalui sebuah artikel berjudul Digital Assets Primer: Only the first inningArtikel ditulis atas nama Alkesh Shah, Kepala Divisi Global Cryptocurrency and Digital Asset Strategy BoA.

Alkesh juga memberikan analisis mendalam tentang keadaan industri blockchain saat ini dari kripto hingga DeFi dan NFT (Non-Fungible Token) yang digemari oleh banyak pesohor, termasuk VISA dan Mastercard.

Baca jugaMain Game Kripto Axie Infinity? Pasang Ronin Wallet Dulu

Bank of America Kian Yakin dengan Keunggulan Bitcoin

Inti dari artikel itu adalah, bahwa industri kripto dan layanan keuangan terdesentralisasi telah berkembang. Sehingga, bagi BoA terlalu besar untuk diabaikan.

Berdasarkan kajian bank itu, hampir 221 juta pengguna menukar kripto menggunakan layanan DeFi (decentralized finance), dengan pertumbuhan yang stabil. DeFi berseberangan dengan entitas bursa kripto sentralistik. DeFi menitikberatkan pada keamanan akses menggunakan akun yang dikendalikan penuh oleh penggunanya.

Demikian pula, peningkatan partisipasi investor institusional, merupakan indikasi yang jelas bahwa kripto lebih dari sekadar fenomena pendek yang didorong oleh kaum retail alias pemain kecil.

Sektor DeFi Tumbuh Besar

BoA  menyoroti bahwa selama paruh pertama tahun 2021 ekosistem DeFi menerima hampir US$17 miyar dalam pendanaan dari investor institusional.

Dibandingkan tahun lalu, hanya U$5,5 milyar yang tercatat selama tahun 2020. Demikian pula, merger dan akuisisi di industri kripto meningkat dari US$940 juta pada tahun 2020. 2020 menjadi US$4,2 miliar pada 2021.

Walaupun tetap mendukung keunggulan Bitcoin sebagai kripto pertama di dunia, bank itu meramalkan keungggulan kripto lain di atas Bitcoin.

“Bitcoin itu penting, tetapi ekosistem aset kripto saat ini jauh lebih penting. Penelitian kami menunjukkan, bahwa semakin banyak  mengeksplorasi implikasi di seluruh industri termasuk keuangan, teknologi, rantai pasokan, media sosial dan game,” sebut Alkesh.

Hal lainnya diramalkan akan datang di dunia blockchain dan industri kripto secara umum adalah masyaraakt bisa menggunakan teknologi blockchain untuk membuka kunci ponsel, membeli saham, rumah, menerima dividen, meminjam, meminjamkan atau menyimpan uang, atau bahkan membayar bensin atau pizza.

Hal itu menggambarkan bahwa teknologi blockchain sudah menjadi mainstream dan digunakan luas lintas sektor dan bisnis.

Bank of America juga menyoroti bahwa pertumbuhan NFT merupakan kejutan bagi semua orang. Para peneliti menekankan ketakutan mereka bahwa penilaian besar dari beberapa bagian NFT seperti karya seni yang difraksinasi atau NFT dari permainan crypto. Loot bisa menjadi gelembung yang mempengaruhi banyak investor yang tidak mengetahui risiko yang mereka hadapi.

Baca jugaBitcoin Naik Usai Ketua SEC Tegaskan Tidak Melarang Crypto

Beda Waktu, Beda Sikap

Bisnis perbankan perlu penelitian yang mendalam, melihat dan menguji secara langsung sektor yang bisa menguntungkan dirinya.

Itulah sebabnya pernyataan kali sangat kontras dengan pernyataan beberapa tahun sebelumnya. Bank of America pernah berpendapat Bitcoin terlalu volatil dan tidak praktis sebagai aset store-of-value.

Bahkan pada pada Maret 20201 bank itu merilis sebuah laporan yang memastikan bahwa kenaikan Bitcoin menjadi US$60.000 pada dasarnya didorong oleh spekulasi dan bukan oleh keunggulan yang melekat pada kripto.

Namun, setelah lonjakan besar pada April 2021 lalu itu. Bank ini justru mendirikan divisi penelitian khusus tentang kripto, mengikuti langkah bank besar lainnya.

Bahkan pada Juli 2021 lalu, BoA mengatakan berencana akan menerbitkan produk Bitcoin berjangka, yang debutnya dimulai oleh CME pada Desember 2017 silam.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Whale Bitcoin: Strategi Sederhana Yang Membuat Anda Kaya

Seorang Whale Bitcoin yang dikenal karena telah membuat pendapatnya bisa dibaca oleh publik, telah mempromosikan strategi investasi yang menurutnya telah diabaikan oleh sebagian besar trader crypto.

Trader pseudonim yang dikenal sebagai ‘Joe007’ mengatakan bahwa trader pintar perlu memantau pergerakan harga jangka panjang Bitcoin, menjual posisi mereka ketika BTC telah meningkat 10x dan membeli ketika Bitcoin telah turun 5x dari puncaknya.

Baca Juga: Cara Staking Aset Crypto untuk Mendapatkan Passive Income

Joe007, yang dikenal karena menempatkan taruhan besar di bursa Bitfinex, menyebut metode ini sebagai “strategi investasi sederhana dan efektif yang memungkinkan siapa pun menjadi Whale dalam jangka waktu yang wajar.”

Meskipun hasil yang berkurang pada akhirnya akan menendang dan menghilangkan kelangsungan strategi tersebut.

Joe percaya aturan 10x / 5x akan bertahan setidaknya untuk beberapa siklus berikutnya. Ia pun yakin kalau saat ini harga masih terlalu tidak stabil untuk mengambil pendekatan “beli dan jangan pernah jual.”

Joe mengatakan, gelombang High dan Low yang berulang cocok dengan desas-desus yang ada tentang BTC.

“Beli BTC ketika turun, semua orang akan menggonggong tentang bagaimana itu akan segera nol, dan jual ketika naik dan tetangga boomer akan meminta Anda untuk tips bagaimana masuk ke ‘Bitcoin berikutnya’.”

Ia pun juga mengatakan kalau halving Bitcoin akan mulai mengurangi masalah siklus-ke-siklus.

“Halving mungkin telah menjadi pendorong utama ketidakseimbangan penawaran / permintaan pada siklus awal, tetapi seiring waktu perubahan di sisi permintaan akan memainkan peran yang jauh lebih besar.”

Dalam hal portofolio pribadinya, ia mengatakan bahwa selain Bitcoin, ia menyimpan sejumlah uang di Tether (USDT) untuk melindungi nilai dari “kegagalan sistem perbankan.”

Baca Juga: Apakah Dorian Nakamoto Adalah Satoshi Nakamoto?

Bisa dikatakan, untuk jangka panjang, Joe007 menganut sebuah sistem gelombang (mirip Elliot Wave) yang sistematis untuk meraih keuntungan dipasar Bitcoin, dimana penurunan 5x bisa disebut sebagai Corrective Wave (Koreksi), dan kenaikan 10x bisa disebut sebagai Motive Wave (kelanjutan trend), sehingga ia akan cenderung mengabaikan hal-hal diluar ini dengan memilih untuk menunggu dan mengamati saja (wait and see). Bagaimana menurut Anda?

artikel ini dapat dibaca kembali disini.





Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Naik Usai Ketua SEC Tegaskan Tidak Melarang Crypto

Dominasi Bitcoin naik karena harganya melonjak menjadi $51.500. Kenaikan tersebut bertepatan dengan komentar Gary Gensler, Ketua SEC yang mengkonfirmasi bahwa Amerika Serikat tidak memiliki rencana untuk melarang crypto.

Tak berjarak jauh dengan itu, salah satu Bank terbesar di Amerika Serikat juga mengungkapkan akan meluncurkan solusi penyimpanan crypto yang didukung oleh NYDIG

Sayangnya, untuk saat ini solusi tersebut hanya akan menawarkan Bitcoin, dengan maksud untuk mendukung koin tambahan dari waktu ke waktu.

Baca JugaGubernur The Fed Tegaskan Mereka Tidak Melarang Crypto!

“Bulan ini semua mata tertuju pada persetujuan potensial SEC atas Bitcoin ETF. Semua itu akan lebih relevan mengingat dua perkembangan terakhir pada konferensi minggu lalu”.  Ungkap Gary Gensler menyinggung preferensinya untuk Bitcoin ETF.

Selain tidak berniat melarang cryptocurrency, Gensler juga mencatat jika masalah stabilitas keuangan akan dapat terangkat oleh stablecoin sebagai prioritas agensi.

Perwakilan anggota DPR Amerika Serikat. Patrick McHenry kemudian membidik tindakan dan sikap yang diambil oleh SEC mengenai aset digital di bawah kepemimpinan Gensler selama persidangan.

McHenry menuduh kepala SEC gagal bertindak sesuai dengan praktik lama yang dipegang oleh agensi untuk memperhatikan komentar tentang pembuatan peraturan dan prosedur.

“Beberapa komentar yang dibuat telah menimbulkan pertanyaan di pasar dan membuat segalanya menjadi kurang jelas. Orang-orang seharusnya membuat pernyataan yang tampaknya tidak masuk akal lebih dulu tanpa mengabaikan pembuatan aturan dengan mengeluarkan pernyataan tanpa proses yang semestinya. Lagipula, pada dasarnya orang-orang tersebut telah bertindak kasar terhadap investor Amerika.” Gensler memberi konfirmasi bahwasanya SEC mengikuti tindakan prosedur administratif.

McHenry juga mengutip komentar yang dibuat oleh Gensler kepada Komite pada tahun 2019 ketika ia mengajar di MIT dan mengkritik keputusan sebelumnya dari SEC yang mengklasifikasikan BTC dan ETH sebagai komoditas.

Baca jugaDC Comics Akan Meluncurkan NFT Batman dan Superman

Ketika ditanya tentang pandangannya saat ini tentang masalah terkait masalah tersebut, Gensler menyatakan,

“Saya tidak akan masuk ke satu token pun, tetapi saya pikir undang-undang sekuritas cukup jelas dan jika mereka mengumpulkan uang kemudian investasi publik dan memiliki ekspektasi keuntungan yang wajar berdasarkan upaya orang lain, itu telah sesuai dengan undang-undang sekuritas.”

Sementara itu, sidang dilakukan pada hari yang sama ketika McHenry mengusulkan Clarity for Digital Tokens Act of 2021, yang sangat mengacu pada proposal safe harbour yang diajukan oleh Komisaris SEC pro-crypto, Hester Peirce, pada Februari 2020.

Selama persidangan, McHenry menekan Gensler apakah dia telah meluangkan waktu untuk meninjau proposal Peirce.

“Komisaris Peirce dan saya telah membicarakan pemikirannya tentang potensi pelabuhan yang aman. Saya pikir tantangan bagi publik Amerika adalah jika kita tidak mengawasi ini dan membawa perlindungan investor, orang akan dirugikan.”

Gensler pun mengelak dan menjawab apakah dia telah meninjau proposal Peirce secara khusus.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Merosot Gara-Gara Trump Tunda Stimulus Covid-19 Kedua

Donald Trump tunda paket stimulus Covid-19 kedua hingga pemilu AS 2020 rampung digelar. Pengumuman ini datang di saat genting, yaitu jelang pemilu AS yang ditetapkan akan terlaksana pada 3 November mendatang.

Trump yang sedang dalam masa pemulihan ini memposting sebuah tweet :

“Kami membuat tawaran yang sangat murah hati sebesar $ 1,6 Triliun dolar dan, seperti biasa, dia (Nancy Pelosi) tidak bernegosiasi dengan itikad baik.”

Tweet Trump lebih lanjut, “Saya telah menginstruksikan perwakilan saya untuk berhenti bernegosiasi sampai setelah pemilihan ketika segera setelah saya menang, kami akan mengesahkan RUU Stimulus utama yang berfokus pada pekerja keras Amerika dan Bisnis Kecil.”

Menurut CNBC, Trump nampak bertentangan dengan dirinya sendiri, setelah mendesak partai Democratic dan Republican menyepakati paket stimulus pada 3 hari lalu.

Negosiasi stimulus Covid-19 telah berlangsung selama berbulan-bulan di AS, karena ekonomi AS yang memburuk dan jutaan warga AS jadi pengangguran dampak dari pandemi virus corona.

Baca Juga: Mengapa Bitcoin Bisa Bernilai?

Meski Nancy Pelosi sebagai Ketua DPR AS dan Steven Mnuchin sebagai Menteri Keuangan AS telah berbulan-bulan mendiskusikan hal ini, tapi dilaporkan bahwa Trump belum juga terlibat dalam hal ini.

Tak lama setelah tweet presiden AS tersebut, tren pasar saham terpancing dengan Dow Jones Industrial Average yang turun sebesar 1,3%.

Sementara pasar crypto juga bergejolak dimana harga Bitcoin turun hingga 1,4% dalam 7 hari terakhir. Dan, harga semua altcoin turun, termasuk DeFi YFI, turun lebih dari 55% dalam 30 hari terakhir.

Hal tersebut membuktikan bahwa ruang crypto masih berkorelasi dengan pasar saham. Beberapa analis berspekulasi kalau crypto butuh waktu beberapa tahun untuk memisahkan diri dari pasar saham tradisional. Tetapi fiat khususnya dolar AS masih jadi patokan dan referensi nilai cryptocurrency.

Trader mengantisipasi kesepakatan stimulus ekonomi kedua ini, karena banyak bisnis yang berjuang untuk bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19.

Sayangnya, stimulus nampaknya telah mengeringkan likuiditas yang mendukung pasar. Bagaimana menurut Anda? Apakah keputusan Trump menunda stimulus kedua ini sudah tepat?

Baca Juga: Begini Prediksi Pengaruh Pemilu AS Terhadap Bitcoin

artikel ini dapat dibavca kembali disini.





Sumber : news.tokocrypto.com

IMF Merekomendasikan CBDC dan Standar Crypto Global untuk Stabilitas Keuangan

Pasar crypto yang kian besar telah menarik banyak sekali peminat, baik di kalangan investor profesional, maupun ritel.

Tentu saja, ini telah menarik langkah para regulator untuk melakukan”penyeimbangan” antara pasar crypto dengan roda ekonomi saat ini, sehingga tentu ini akan menjadi sebuah sinar baru untuk masa depan crypto.

Belum lama ini, IMF telah merilis serangkaian kebijakan untuk pasar negara berkembang dan negara maju untuk memastikan stabilitas keuangan di tengah adopsi crypto global.

IMF percaya pada potensi aset crypto sebagai alat untuk pembayaran lintas batas yang lebih cepat dan lebih murah. Mengutip peningkatan dramatis dalam nilai pasar crypto meskipun tren Bearish mulai terbentuk sejak pertengahan Mei 2021.

Baca juga :Analisa Teknikal Mingguan SUSHI, DOT dan TKO

Laporan tersebut mengaitkan pengembalian yang tinggi, biaya transaksi dan kecepatan serta pengurangan standar Anti Pencucian Uang (AML) sebagai pendorong utama untuk adopsi crypto.

Untuk mengatasi tantangan stabilitas keuangan yang dihasilkan sebagai akibat dari peningkatan perdagangan aset crypto, IMF merekomendasikan bahwa:

“Pembuat kebijakan harus menerapkan standar global untuk aset crypto dan meningkatkan kemampuan mereka untuk memantau ekosistem crypto dengan mengatasi kesenjangan data. Pasar negara berkembang yang menghadapi risiko kriptoisasi harus memperkuat kebijakan makroekonomi dan mempertimbangkan manfaat dari penerbitan mata uang digital bank sentral.”

Baca jugaDC Comics Akan Meluncurkan NFT Batman dan Superman

Laporan IMF menunjukkan bahwa penilaian pasar crypto telah berkembang melampaui Bitcoin, bersama dengan peningkatan tajam dalam penawaran Stablecoin.

Data IMF selama tiga tahun menunjukkan bahwa pengembalian yang disesuaikan dengan risiko dari aset kripto non-Stablecoin seperti Bitcoin. Sebanding dengan tolok ukur arus utama lainnya seperti S&P500, seperti yang dirinci pada gambar di bawah ini:

Selain penerbitan mata uang digital bank sentral (CDBC). IMF lebih lanjut merekomendasikan “peraturan yang proporsional terhadap risiko dan sejalan dengan Stablecoin global”. Selain implementasi CBDC, kebijakan de-dolarisasi akan membantu pemerintah mengatasi risiko keuangan makro.

Tentu saja, ini adalah suatu hal yang sangat positif. Mengingat posisi IMF yang cukup penting dalam industri ekonomi dan perkembangan negara.

Crypto pun terlihat akan berjalan beriringan dengan Stablecoin di masa mendatang. Begitu pula dengan CBDC, sehingga semua akan berjalan baik saja.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

DC Comics Akan Meluncurkan NFT Batman dan Superman

Penerbit buku komik Amerika, DC Comics, bermitra dengan Palm NFT Studio untuk meluncurkan koleksi NFT. NFT itu mewakili gambar pahlawan super seperti Superman, Batman, Wonder Woman dan banyak lagi.

Baca juga5 Cara Hasilkan Uang dari Game Kripto Axie Infinity

NFT Superhero

Salah satu perusahaan buku komik AS terbesar dan tertua, DC Comics, semakin merasuki dunia NFT lewat penerbitan NFT terbarunya.

NFT itu akan tersedia mulai 5 Oktober 2021. Satu situs khusus dibuat untuk pembagian gratis itu di  DC FanDome.

“DC telah bermitra dengan Palm NFT Studio untuk secara resmi memasuki dunia teknologi blockchain dengan koleksi NFT pertama kami,” sebut DC Comics dalam keterangan resminya, Rabu (29/9/2021).

Jim Lee, Penerbit dan Chief Creative Officer DC Comics, akan memilih sendiri koleksi digitalnya, karena akan mencakup karakter seperti Batman, Superman, Wonder Woman, Green Lantern, dan Harley Quinn.

Inisiatif ini juga akan memberikan kesempatan untuk mengumpulkan tiga sampul untuk setiap karakter dalam tiga tingkat kelangkaan.

Sebagai contoh, penggemar Wonder Woman dapat mengumpulkan Common NFT (1987’s Wonder Woman #1 oleh George Pérez), NFT Langka (2021’s Nubia and the Amazons #1 oleh Alitha Martinez), dan NFT Legenda (Yara Flor pada 2021’s Future State: Wonder Woman #1 oleh Jenny Frison.)

Baca juga4 Kategori Unik di NFT Marketplace TokoMall yang Wajib Kamu Cek!

Marvel Tidak Tertinggal

Tak hanya DC Comics yang masuk ke dunia NFT ini untuk mengumpulkan pendapatan baru. Pesaing kuatnya, Marvel terlebih dahulu masuk ke cabang pasar aset kripto ini.

Sebelumnya Marvel bermitra dengan VeVe dalam penerbitan NFT Spider-Man resmi pertama. Seri awal termasuk lima variasi superhero, dengan harga US$40 dan US$400.

Presiden Marvel Entertainment. Dan Buckley, berpendapat bahwa NFT Spider-Man hanyalah permulaan, karena mungkin akan meluncurkan lebih banyak koleksi digital superhero dalam waktu dekat.

Tak lama setelah itu, Marvel Entertainment memperluas jagat raya NFT dengan merilis koleksi digital baru dengan pahlawan yang lebih ikonik, termasuk Captain America, Bucky Barnes dan Red Skull.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com