Category Archives: Tokocrypto

Serba-Serbi Blockchain dan 5 Karakteristik Utamanya

Istilah “blockchain” pasti sudah tidak asing di telinga Anda, terutama bagi pegiat aset kripto. Walaupun terdengar rumit, ternyata konsep teknologi blockchain ini sangatlah sederhana. Sebagai investor, penting untuk memahami arti dari blockchain beserta karakteristiknya sebagai pengetahuan dasar. Yuk, simak penjelasan selengkapnya!

Apa Itu Blockchain?

Secara sederhana, blockchain adalah ledger digital yang terdistribusi, di mana di dalamnya dapat menyimpan berbagai jenis data. Blockchain sendiri merupakan sejenis database. Umumnya, struktur penyimpanan database adalah berupa tabel, sedangkan blockchain terdiri dari blok dan rantai. 

Misalnya, ketika transaksi masuk ke dalam blockchain, transaksi tersebut akan dilempar ke jaringan komputer yang ada di seluruh dunia untuk divalidasi oleh user, dengan cara memecahkan teka-teki matematika. Setelah valid, transaksi dikelompokkan ke dalam blok untuk dihubungkan dengan blok lain menggunakan rantai, agar history transaksi terekam dengan jelas. Setelah itu, barulah transaksi berhasil.

Kemudian blockchain memiliki sistem terdesentralisasi, yang membuat segala hal yang terekam dalam blockchain akan disebar di seluruh jaringan. Masing-masing server dalam jaringan juga saling terikat satu sama lain, sehingga setiap perubahan akan langsung terlihat dan tercatat. Hal ini juga yang membuat blockchain menjadi teknologi yang terjamin aman, karena memiliki server yang berlapis dan sulit untuk dibobol.

Teknologi blockchain sendiri sudah digunakan untuk berbagai tujuan, mulai dari perbankan, pemungutan suara, hingga yang paling populer saat ini adalah digunakan untuk cryptocurrency.

Mengapa Cryptocurrency Memakai Teknologi Blockchain?

Semuanya berawal dari koin pertama yang terdapat pada dunia cryptocurrency, yaitu Bitcoin. Di awal kehadirannya pada tahun 2009, Bitcoin dibangun di bawah protokol blockchain. Pencipta Bitcoin, Satoshi Nakamoto, memilih blockchain karena kemampuannya dalam merekam ledger secara transparan, sehingga transaksi dan kepemilikan Bitcoin bisa terlihat dan dapat menghindari pemalsuan.

Selain itu, penerbit aset kripto juga menghindari risiko yang dimiliki suatu sistem yang masih berada di bawah otoritas pusat maupun pihak tertentu, contohnya bank konvensional. Jika bank diretas, maka informasi nasabah akan berisiko tersebar luas. Lalu, jika suatu bank berada di bawah negara yang kepemimpinannya sedang tidak stabil, maka akan berdampak buruk pada mata uang negara tersebut.

Agar tidak mengulang kesalahan yang sama, para penerbit juga memilih untuk membangun dengan teknologi blockchain yang menawarkan banyak manfaat. Dengan blockchain, alur proses transaksi yang panjang bisa dipersingkat dan biaya transaksi dapat dipangkas. Ditambah lagi, transaksi jual-beli dapat dilakukan tanpa batas dengan menggunakan alat transaksi berupa aset kripto yang cenderung lebih stabil.

5 Karakteristik Utama dari Blockchain

Sebagai teknologi yang mendasari perputaran Bitcoin (BTC), Ether (ETH), dan cryptocurrency lainnya, blockchain memiliki 5 karakteristik utama, yaitu:

  • Ledger yang Terdistribusi

Seluruh informasi baik transaksi maupun perubahannya, akan tersimpan di dalam blockchain hingga salinannya. Para user dapat memvalidasi segala transaksi yang terjadi tanpa harus terikat dengan satu otoritas tertentu dan hanya mengandalkan perangkat komputer. 

Pada saat satu user mengalami kegagalan dalam memvalidasi, maka transaksi akan langsung dilempar ke user lain tanpa terjadi gangguan. Karakteristik ini membuat blockchain dianggap sebagai tempat penyimpanan yang terstruktur dan menjadi pilihan para penerbit cryptocurrency.

Sebagai suatu teknologi, karakteristik yang satu ini mutlak terdapat pada blockchain. Seluruh informasi termasuk catatan transaksi yang terjadi pada blockchain akan tersimpan secara digital. Dengan demikian, pengarsipan dokumen secara tradisional dan manual sudah tidak lagi dibutuhkan.

  • Kronologis disertai Catatan Waktu

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, blockchain terdiri dari blok-blok yang saling tersambung menggunakan rantai. Tiap blok menyimpan informasi yang berkaitan dengan suatu transaksi, kemudian terikat dengan blok sebelumnya yang juga berisi informasi tentang transaksi yang sama. 

Keterikatan antar blok ini menghasilkan rantai kronologi yang menyediakan jejak dari transaksi yang mendasarinya. Dengan demikian, setiap aktivitas yang dilakukan terhadap satu transaksi, misalnya pada Bitcoin, akan tercatat secara runtut dan dilengkapi dengan catatan waktu kapan aktivitas tersebut berlangsung. Hal inilah yang membuat transaksi dalam blockchain tidak bisa dipalsukan.

  • Disegel secara Kriptografis

Sesaat blok diterbitkan dalam jaringan dan terikat oleh rantai kronologis, blok ini sudah secara otomatis tersegel secara kriptografis dalam rantai. Maksudnya, rantai blok yang sudah dibuat tersebut tidak dapat dihapus, diubah, maupun diduplikasi. Hal ini menjadikan sistem penyimpanan blockchain memiliki ketahanan dan kepercayaan yang tinggi.

Selain itu, sistem penyimpanan pada blockchain juga cenderung jarang mengalami kegagalan. Sekalipun terjadi kegagalan, blockchain akan tetap ada, sambil mengeliminasi kegagalan yang baru saja terjadi. Oleh karena itu, data yang tersimpan dalam blockchain tidak akan pernah berubah.

Jika membahas penghapusan transaksi yang sudah terdapat pada blockchain, rasanya akan sulit untuk dilakukan. Pasalnya, kegiatan tersebut tidak akan dapat terlaksana apabila belum mendapat persetujuan dari semua pihak yang ada di jaringan. Seluruh pihak harus memberikan konsensusnya lebih dulu, baru bisa dilakukan penghapusan. Namun, di keadaan tertentu, aturan konsensus ini bisa saja diubah untuk penyesuaian.

Sekarang Anda sudah mengetahui mengenai serba-serbi blockchain beserta karakteristik utamanya, termasuk hubungan antara cryptocurrency dengan blockchain. Nah, sebagai investor, pastikan Anda menggunakan Tokocrypto sebagai exchange jual-beli, ya. Selain karena sudah terdaftar di BAPPEBTI, investasi di Tokocrypto juga sangatlah mudah. Daftarkan diri Anda di www.tokocrypto.com sekarang!



Sumber : news.tokocrypto.com

Babak Terbaru Blockchain Tiongkok – Tokocrypto News

Penerapan teknologi blockchain di Tiongkok tak berhenti di Pidato Xi Jinping pada Oktober 2019 lalu. Asa itu berkelanjutan melalui proyek ambisius, Blockchain-based Service Network (BSN) yang didukung oleh pemerintah, bekerjasama dengan banyak perusahaan besar. 100 kota sudah terhubung sebagai node (simpul) demi efisiensi bisnis hingga 80 persen.

Konsep dasar BSN sebenarnya jauh diterbitkan sebelum pidato Xi Jinping itu. Asas BSN dibuat pada Januari 2019, yang didukung oleh State Information Center dan  Industry Research Department.

Pada Maret-April 2020 ujicoba BSN digenjot dengan 100 kota terhubung sebagai simpulnya. Hingga akhir tahun 2020, direncanakan total 200 kota.

Badan Pemerintah itu menggandeng sejumlah perusahaan, di antaranya China Mobile Group Design Institute, Research Institute of Electronic Payment (China Unionpay), China Mobile Financial Technology, Beijing Red Date Technology dan China Mobile Group Zhejiang.

Menurut BSN, jika perusahaan ingin membuat blockchain sendiri, maka perusahaan bisa menghabiskan biaya hingga US$14.000 per tahun. Itu sudah termasuk biaya pengoperasian dan pemeliharaan.

Tetapi, dengan tergabung di BSN, maka perusahaan bisa menghemat banyak biaya, cukup dengan US$300 per tahun. Programer dan pengembang dipersilahkan membuat aplikasi yang terkait bisnisnya, lalu mendistribusikannya di BSN.

Harus diakui, Tiongkok memimpin soal inovasi, pengembangan dan penerapan teknologi blockchain, menurut Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia.

Tiongkok sudah hakul yakin, bahwa blockchain jauh melampaui Bitcoin sebagai penerapan pertama di sektor uang digital baru. Bagi Tiongkok blockchain dapat digunakan untuk memverifikasi semua jenis transaksi digital secara lebih efisien.

Misalnya, JD.com, salah satu toko online terbesar asal Tiongkok. Mereka menggunakan blockchain untuk memverifikasi data rantai pasokan (supply chain). Konsumen dan mitra bisnis tak perlu lagi khawatir soal keaslian data barang-barang mewah yang dijual di JD.com. Semuanya tersimpan di blockchain dan dijamin keabsahannya.

Pemerintah juga tak tertinggal. Salah satunya adalah Administrasi Umum Kepabeanan Tingkok, untuk memantau 26 titik penyeberangan perbatasan internasional.

Hong Wan, pakar blockchain dari North Carolina State University mengatakan bahwa BSN akan menjadi pusat mata uang digital dan sistem pembayaran, yang menyaingi WeChat dan Alipay sebagai alat pembayaran digital yang popular.

Tapi, bukan tidak mungkin yuan digital yang dibuat oleh Bank Sentral Tiongkokbisa dipadukan di dalam BSN.

Namun, Wan khawatir BSN akan mengalami kelambatan kinerja karena memverifikasi begitu banyak transaksi. Dia mengatakan BSN belum menerbitkan spesifikasi teknis yang terperinci. Jadi, dia tidak tahu bagaimana perancangnya akan mengatasi masalah itu.

“Saya pikir kita berhak ragu tentang apa yang terjadi di teknologi itu. Ini masih dalam tahap pengujian,” imbuh Wan.

“Penghalang terbesar teknologi blockchain adalah biaya yang besar dan rumit. Menurut saya BSN adalah solusi yang tidak bisa dihindari,” kata Yang Xiang dari Universitas Swinburne, Australia. [IEEE.org/red]



Sumber : news.tokocrypto.com

Yuk, Pahami Jenis Indikator Trading Paling Akurat. Disini!

Kini siapa, sih, yang tak tergiur oleh cuan yang didapatkan dari hasil trading bitcoin? Yaps, nilainya yang sungguh tinggi tak ayal membuat banyak trader ingin memilikinya. Namun, jangan salah! Dalam trading bitcoin, seorang trader tentunya membutuhkan indikator yang berguna untuk membantu mereka dalam memprediksi pergerakan harga. Lantas, ada apa saja, sih, indikator trading tersebut? Dan manakah yang paling akurat? Yuk, simak selengkapnya!

Indikator Teknikal beserta Fungsinya

Dalam mengamati pasar, seorang trader menggunakan sebuah formula matematis yang dikenal dengan indikator teknikal. Pada dasarnya indikator teknikal dalam trading aset kripto sama seperti yang digunakan pada saham dan forex. 

Mengapa Anda perlu menggunakan indikator teknikal? Karena indikator teknikal dapat membantu Anda untuk melakukan trading dengan arah yang jelas. Melalui penggunaan indikator teknikal, para trader dapat menganalisa maupun mengantisipasi perubahan harga di masa mendatang. Selain itu, indikator teknikal juga berfungsi untuk mengukur volatilitas dan mengetahui kapan waktu yang tepat untuk entry ataupun exit

Indikator Trading Terbaik yang Umum Digunakan

Berikut adalah beberapa indikator trading terbaik yang bisa Anda gunakan:

MA merupakan indikator yang lazim digunakan oleh trader karena penggunaannya yang sederhana. Indikator ini digunakan untuk mengukur ke arah mana tren akan bergerak yang didasari dari perhitungan rata-rata token dalam periode tertentu (20, 50, an 200).

Nah garis MA berfungsi sebagai garis support dan resistance yang terbagi dalam: SMA (Simple Moving Average), WMA (Weighted Moving Average), dan EMA (Exponential Moving Average). Apabila keadaan market mengalami uptrend maka garis MA akan berada di bawah pergerakan harga, dan sebaliknya. 

Dilansir dari Inbizia.com, Joe Lee yang merupakan salah satu trader menyebutkan bahwa MA merupakan salah satu indikator terbaik untuk trading bitcoin karena mampu menunjukkan arah pergerakan harga dengan lebih mudah, sehingga Anda akan terhindar dari spekulasi. 

Bollinger Band adalah indikator yang dikembangkan oleh John Bollinger yang digunakan untuk mengukur volatilitas market. Nah, pada Bollinger Band terdapat 3 garis yang dapat Anda gunakan sebagai garis Support dan Resistance, yakni garis bawah, tengah, dan atas. 

Garis-garis tersebut bisa mengecil dan membesar karena volatilitas market yang tengah terjadi. Jika pergerakan harga dalam kondisi kurang kuat (sideways) maka garis akan merapat dan mengecil dan apabila pergerakan harga tengah kuat atau berfluktuasi maka garis akan bergerak membesar.

Ichimoku Cloud merupakan indikator yang menampilkan area Support dan Resistance melalui awan-awannya. Indikator ini dikembangkan oleh jurnalis bernama Goichi Hosoda dan dimuat dalam bukunya yang terbit pada tahun 1969 silam. Periode yang biasa digunakan pada setting default adalah 9, 26, 52. 

Adapun teori umum pada Ichimoku Cloud adalah apabila tren harga masih bullish, maka awan Ichimoku akan berada di bawah candlestick dan ini berfungsi sebagai Support. Begitu pula sebaliknya, ketika harga masih bearish, maka awan tersebut akan berada di atas candlestick dan berfungsi sebagaI Resistance

  • Relative Strength Index (RSI)

RSI merupakan indikator dengan batasan rentang terendah (0) hingga rentang tertinggi (100). Adapun periode RSI adalah 14, namun dapat diubah menjadi 12, 10, atau 9 hari untuk mendapatkan sinyal yang lebih sensitif. 

Rentang di bawah 30 disebut dengan area oversold dan rentang di atas 70 disebut dengan overbought. Apabila garis RSI menembus ke bawah garis rentang 70 ini menandakan sinyal bearish, sedangkan apabila garis RSI menembus ke atas garis rentang 30 ini menandakan sinyal bullish

  • Moving Average Convergence Divergence (MACD)

MACD diciptakan oleh Gerald Appeal pada tahun 1979. Umumnya, MACD digunakan untuk mengukur kekuatan tren yang sedang terjadi, mengukur momentum pasar, dan sebagai indikator apakah sedang terjadi divergensi bullish atau bearish

Indikator MACD memiliki dua garis, yakni garis sinyal dan garis MACD. Garis MACD sendiri merupakan selisih dari dua buah EMA (misal EMA 26 dan EMA 12). Cara membacanya adalah pada saat garis MACD memotong ke bawah garis sinyal maka ini merupakan sinyal jual, dan begitupun sebaliknya. 

Itulah beberapa indikator trading yang bisa Anda gunakan. Sebelum mendaftar dan trading bersama Tokocrypto, yuk tambah pengetahuan trading Anda dengan mengunjungi Tokonews ataupun ikuti media sosial Tokocrpto di Instagram dan juga Twitter untuk informasi terbaru lainnya.





Sumber : news.tokocrypto.com

Narasi Bitcoin dan Panik Corona

Apapun bentuk narasi Bitcoin yang Anda simpan dan Anda harapkan, tetap saja panik Corona menjadikannya tak pasti. Tak ada konstanta (nilai baku) di Bitcoin. Tetapi, bergaul dengan sejumlah penghayat Bitcoin, Anda akan menemukan narasi utama ini: saat-saat seperti itulah tujuan aset kripto itu dibuat.

OLEH: Vinsensius Sitepu
Pemimpin Redaksi Blockchainmedia.id

Kalimat ini sangat bermakna: “kepanikan virus Corona tidak peduli dengan narasi Bitcoin Anda.” Ketika virus Corona di Tiongkok mereda, lalu menyebar masif di negara lain, termasuk Amerika Serikat (AS), masih ada yang berpendapat bahwa saham akan runtuh dan Bitcoin sebaliknya.

Namun, yang terjadi tidak diduga, kedua instrumen bernilai itu sama-sama jatuh. Kita pun menghabiskan waktu dengan neraka pada 12-13 Maret 2020 lalu. Ambyar!

Melihat sejumlah sinyal eksternal, beberapa jam sebelum harga Bitcoin jatuh, saya menulis tulisan ini: Bitcoin Undur Diri, Sekian dan Terima Gaji.

Pun tepat ketika Bitcoin menyentuh kisaran Rp64.992.000 per Bitcoin, naluri spekulasi saya membuncah. Saya pun masuk membeli Bitcoin setara Rp747.757. Jadilah saya dapat Bitcoin di harga sangat murah 0,01150536 BTC. Asyik!

Namun, situasi itu tak lama berlangsung, hingga Kamis, 19 Maret lalu. Indeks saham di AS terjepit menguat tipis, sedangkan Bitcoin melesat lebih dari 50 persen. Jadilah saya menjual Bitcoin itu di harga Rp93 juta per BTC pada 19 Maret 2020. Asyik! (lagi). Sejak itu, harga Bitcoin terus melambung di atas Rp100 juta.

BERITA TERKAIT  Bitcoin Bisa sebagai Safe Haven Asalkan…

Sekali lagi, ini tak diduga, tapi patut ditafsirkan, bahwa arus uang lebih banyak mengalir ke Bitcoin, sebagian ke emas dan sebagian lagi di saham.

Tentu ini mengingatkan kita kembali ke pesan masa lalu oleh Satoshi Nakamoto, ketika ia menciptakan Bitcoin. Ketika itu di masa-masa krisis 2008-2009.

Dia menulis pesan ini dalam blok transaksi perdana Bitcoin pada 4 Januari 2009: “The Times 03/Jan/2009 Chancellor on the brink of a second bailout for banks.” Pesan itu, mengutip judul berita utama (headline) surat kabar Inggris, The Times, ketika Bank Sentral Inggris memutuskan memberikan dana talangan kepada bank-bank yang sedang bangkrut.

A Deep Dive Into Satoshi's 11-Year Old Bitcoin Genesis Block

Image result for Chancellor on the brink

Satoshi Nakamoto tidak pernah menjelaskan apa arti pesan ini. Namun, sulit untuk tidak melihat bahwa Bitcoin adalah reaksi terhadap krisis keuangan global di kala itu, yang dimulai pada September 2008.

“Kita akan terkejut ketika Bitcoin turun di situasi seperti ini. Kita berharap sebaliknya,” kata Brian Armstrong, CEO Coinbase di Twitter pada 9 Maret 2020. Beberapa hari setelah itu, 12-13 Maret 2020, Bitcoin terbantai, kehilangan nilainya lebih dari 40 persen.

Namun, kurang dari 7 hari, pada 19 Maret 2020 malam hari, Bitcoin terbang ke angkasa, naik lebih dari 50 persen. Impas!

Dalam praktiknya, seperti kita ketahui bersama, Bitcoin terlalu lambat dan tidak efisien untuk bertindak seperti uang elektronik biasa, karena dia naik-turun lebih cepat daripada harga emas.

Sebaliknya, banyak penggemar dan penghayatnya saat ini melihatnya sebagai bentuk “emas digital.” Emas asli telah lama dianggap sebagai penyimpan nilai yang andal, dan investor cenderung melihatnya sebagai bentuk asuransi terhadap penurunan ekonomi.

Jadi, dalam usianya masih muda itu, Bitcoin telah berubah dari aset yang sangat tidak jelas, yang sebagian besar dimiliki oleh orang sangat percaya menjadi “sekadar aset keuangan lainnya.”

Mengingat krisis keuangan global terbaru, Bitcoin mungkin tidak terlihat seperti tempat yang aman. Tetapi dalam konteks lain, seperti di negara-negara dengan inflasi tinggi, seperti Venezuela, Bitcoin adalah sebaliknya, setidaknya dibandingkan dengan mata uang nasional.

Mari kita berandai-andai. Satu dekade dari sekarang, seberapa berbedakah Bitcoin akan terlihat sebagai aset? Akankah masih lebih seperti emas digital daripada uang digital?

Siapa yang akan berinvestasi di dalamnya, dan mengapa? Apakah Bitcoin terikat untuk terus berubah bersama dengan faktor-faktor itu? Begitu juga gagasan tentang peran yang dapat dimainkannya bagi investor dan di masyarakat, “safe haven” atau tidak?

Pun setelah Halving, masih banyak pertanyaan yang terus menghujam kita, karena Bitcoin belum pernah melalui masa-masa kritis absolut seperti ini. Sebuah pelajaran untuk masa depan. Dan semoga para penambang Bitcoin masih kuat mental dan kuat modal. [vins]



Sumber : news.tokocrypto.com

Apa Itu Bullish Divergence? Yuk, Simak Penjelasannya Disini!

Salah satu teknik menganalisa kondisi pasar dan melihat peluang ke depan yang bisa digunakan oleh seorang trader adalah dengan mengenali pola divergence. Divergence sendiri memiliki dua bentuk, yakni bullish divergence dan bearish divergence. Sinyal divergence memang sudah jauh digunakan terlebih dahulu oleh para trader saham dan ini pun berlaku juga dalam trading aset kripto. 

Sebelum lebih jauh membahas bullish divergence, mari simak terlebih dahulu pengertian dari divergence. Divergence merupakan tanda awal pada perubahan market yang dapat menunjukkan kapan market kehilangan kekuatan. Ketika market sedang bergerak ke satu arah, kekuatan sesungguhnya sedang bersiap-siap untuk berbalik arah 

Mudahnya, divergence adalah pola yang berguna untuk memberikan informasi mengenai potensi arah tren yang kuat. Divergence sendiri berguna bagi Anda agar dapat mengidentifikasi kapan sebuah tren akan berlanjut serta kapan sebuah tren mulai melambat dan bahkan cenderung berbalik arah atau reversal.

Pada grafik, divergence berbentuk seperti pola yang bergerak melawan arah harga sesungguhnya. Nah, divergence sendiri seringkali ditemukan pada indikator momentum seperti: MACD, RSI dan Stochastic Oscillator.

Apa itu Bullish Divergence?

Bullish divergence dapat didefinisikan sebagai harga terendah baru yang belum dikonfirmasi oleh indikator rendah baru yang menandakan bahwa tren yang terjadi sedang lemah, dan siap untuk berbalik atau reversal

Bullish divergence sendiri cukup sederhana untuk mengidentifikasi dan menunjukkan ketika bear kehilangan kekuatan, dan bull yang siap untuk menguasai kendali market kembali. Keuntungan dengan menggunakan bullish divergence adalah Anda bisa melihatnya secara jelas, sedangkan yang menjadi kelemahannya adalah ia tidak dapat memberikan sinyal beli yang tepat. 

Perbedaan Antara Bullish Divergence dan Bearish Divergence

Umumnya, yang menjadi perbedaan antara keduanya adalah bullish divergence berarti harga akan berbalik ke atas, sedangkan bearish divergence berarti pembalikan harga ke bawah. 

Jenis-jenis Divergence

Secara umum, divergence dapat dibagi menjadi 2 jenis, yakni regular divergence, dan hidden divergence. Berikut penjelasan lebih lengkap yang bisa membedakan kedua kondisi dari bullish divergence dan bearish divergence:

  • Regular Divergence Trading

Umumnya, regular divergence menunjukkan tanda adanya indikasi pembalikan tren yang tengah berlangsung. 

  1. Bullish Divergence

Bullish divergence terjadi apabila harga berada dalam posisi lower low namun indikator berada dalam posisi higher low, kondisi ini menunjukkan adanya pembalikan tren (reversal) dari tren turun ke tren naik.

2. Bearish Divergence

Nah sedangkan bearish divergence terjadi apabila harga yang ada pada grafik berada dalam posisi higher high, sedangkan indikator berada pada posisi lower high. Nah, tanda ini menunjukkan indikasi adanya pembalikan tren, yakni dari tren naik ke tren turun. 

Secara umum, hidden divergence menunjukkan tanda adanya indikasi penerusan tren yang sedang berjalan.

  1. Hidden Bullish Divergence

Kondisi hidden bullish divergence ditunjukkan jika harga berada di posisi higher low, sedangkan indikator berada dalam posisi lower low. Kondisi ini menunjukkan adanya indikasi tren naik (bullish) akan terus berlanjut.

2. Hidden Bearish Divergence

Hidden bearish divergence terjadi jika harga pada grafik berada di posisi lower high, sedangkan indikatornya berada dalam posisi higher high. Nah, tanda ini menunjukkan bahwa tren bearish yang sedang berlangsung dan berpotensi akan terus berlanjut. 

Nah, bagi Anda yang ingin mendalami trading aset kripto dan ingin langsung mempraktikkan bullish divergence ini, daftarkan diri Anda dan selesaikan KYC segera di www.tokocrypto.com

Tak hanya pengalaman trading dan investasi saja yang akan Anda dapatkan di Tokocrypto, melainkan Anda juga bisa membaca berita terbaru mengenai perkembangan aset kripto dan juga tips and trick yang tentunya akan selalu menambah pemahaman Anda. 

Tunggu apa lagi? Yuk, kunjungi segera!



Sumber : news.tokocrypto.com

Bloomberg: Bitcoin Menunjukkan Sinyal Beli Pertama Sejak Dimulainya Corona

Bitcoin (BTC) telah mampu melanjutkan trend kenaikannya dalam beberapa hari terakhir dan dengan cepat telah berhasil berada di atas level penting di $ 11.000.

Hal ini menunjukan, untuk pertama kalinya dalam 4 minggu, BTC telah kembali berada diatas level ini, yang tentu bisa dianggap sebagai sinyal positif bagi sang crypto utama.

Pada saat pers, harga Bitcoin telah stabil di $ 10.900-an d. Kapitalisasi pasar masih $ 202 miliar dan dominasi Bitcoin berdiri di 57,5%.

Menurut perusahaan berita dan media Bloomberg, Bitcoin menunjukkan sinyal beli pertama yang jelas sejak dimulainya pandemi corona pada bulan Maret. Ini adalah kesimpulan dari laporan baru yang mempertimbangkan GTI (Global Strength Indicator).

Baca Juga: Cara Staking Aset Crypto untuk Mendapatkan Passive Income

Indikator tersebut lebih lanjut juga menunjukkan bahwa Bitcoin dapat mencapai level tertinggi tahunan baru jika naik di atas $ 12.000.

Nigel Green, Kepala Eksekutif dan pendiri deVere Group, menyatakan dalam pengertian ini bahwa Bitcoin memenuhi reputasinya sebagai emas digital:

“Itu (BTC) sudah mendapatkan label ‘emas digital’ dan saya yakin statusnya dalam hal ini akan tumbuh secara eksponensial selama satu atau dua tahun ke depan.”

Penggerak harga lainnya adalah masuk dan berkembangnya investor institusional. Misalnya, pada bulan Agustus, raksasa keuangan Fidelity Investments meluncurkan Bitcoin Fund institusional pertamanya, yang terus menarik minat kelas kakap di sektor keuangan.

Steve Ehrlich, Chief Executive Officer dan salah satu pendiri Voyager Digital, juga sangat optimis dengan BTC, ia mengatakan:

“Harga Bitcoin mencerminkan keyakinan bahwa Bitcoin adalah lindung nilai terhadap ekonomi global secara keseluruhan.”

Secara teknikal memang, keberadaan harga diatas level $ 11.000, yang telah menjadi Resistance dan Support kunci di masa lalu, akan menjadi penentu psikologis bagi optimisme pasar, yang diiringi kekhawatiran global terhadap dolar AS, maupun ekonomi global di masa pandemi.

Level $ 11.000 kini menjadi semacam Support kunci bagi BTC, yang akan menjadi ‘penjaga’ dari kekuatan Bullish yang sedang memegang kendali dalam optimisme investor dan trader. Kita lihat saja.

Baca Juga: Jumlah ATM Bitcoin Lampaui 10.000 ATM di Seluruh Dunia



Sumber : news.tokocrypto.com

Ikuti 3 Tips Ini untuk Dapatkan Manfaat Investasi Kripto!

Dewasa ini investasi tak hanya familiar di kalangan orang tua saja. Kalangan milenial pun sudah banyak yang melek investasi. Bukan tanpa alasan, akhirnya banyak milenial yang sadar jika memiliki investasi sedari dini sangatlah penting. Apalagi manfaat investasi dapat membantu mereka di tengah ketidakpastian situasi pandemi COVID-19 yang masih berlangsung hingga kini. 

Dilansir dari Antara News, Donald Crestofel Lantu ST MBA Ph D menuturkan jumlah investor milenial yang ada di Indonesia meningkat selama pandemi COVID-19 berlangsung. Ia pun merinci berdasarkan data terakhir yang dihimpun saat ini jumlah investor di Indonesia mencapai 2,4 juta orang dan jumlah tersebut mengalami peningkatan sebanyak 20-30% sejak tahun 2015. Kenaikan ini banyak disumbang dari kalangan milenial yang lahir di antara tahun 1980-2000.  

3 Jenis Investasi Populer di 2021 

Adapun jenis instrumen investasi yang populer di Indonesia khususnya di tahun 2021 ini antara lain: 

Instrumen investasi satu ini memang sudah tak asing didengar oleh Anda. Mengacu pada situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), saham memang merupakan salah satu instrumen pasar keuangan yang paling populer. Bentuk dari instrumen investasi saham ialah berupa kepemilikan pada perusahaan tertentu, dan nantinya Anda akan mendapatkan dividen ketika perusahaan tersebut memperoleh keuntungan

Selanjutnya adalah reksa dana. Instrumen investasi ini kian populer di kalangan anak muda. Hal ini disebabkan karena banyaknya produk reksadana yang bisa dipilih. Saat ini setidaknya terdapat 4 jenis reksa dana yang populer, yakni reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, dan reksa dana saham. 

Aset kripto berhasil menarik perhatian para pelaku investor lama maupun investor baru dari kaum milenial. Berdasarkan Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Nomor 5 Tahun 2019, aset kripto adalah komoditi tidak berwujud yang berbentuk digital aset, menggunakan kriptografi, jaringan peer-to-peer, dan buku besar yang terdistribusi, untuk mengatur penciptaan unit baru, memverifikasi transaksi, dan mengamankan transaksi tanpa campur tangan pihak lain.

Investasi aset kripto ini dilakukan sepenuhnya secara digital. Anda dapat menyimpan aset kripto dalam bentuk token di dompet digital dan kemudian melakukan transaksi jual-beli melalui pertukaran online.

Manfaat Investasi dengan Aset Kripto

Berbicara manfaat atau keuntungan dari berinvestasi menggunakan aset kripto sangatlah beragam. Salah satunya adalah Anda bisa mendapatkan keuntungan yang tinggi. Seperti yang sudah pernah terjadi pada bitcoin, ia mampu meningkat cukup drastis. Hanya perlu waktu yang singkat, bahkan dalam hitungan bulan saja nilainya dapat menembus all time high yang baru. Tercatat pada tahun 2020, harga bitcoin pernah naik hingga ratusan kali lipat.

Kunci Raih Manfaat Investasi Aset Kripto

Kendati demikian, berinvestasi di semua instrumen investasi tentunya tidak bisa asal-asalan dan hal ini pun berlaku ketika Anda berinvestasi di aset kripto. Yuk, simak tipsnya!

Ketika Anda ingin memulai investasi, pastikan Anda sudah punya dana tabungan maupun dana darurat terlebih dahulu. Selanjutnya yang tak kalah penting adalah pastikan Anda melakukan investasi kripto dengan uang dingin.

Istilah uang dingin ini adalah dana menganggur yang pastinya tidak dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, misalnya uang untuk keperluan hiburan atau sebagainya. 

Dengan menggunakan uang dingin, kebutuhan sehari-hari Anda pun tidak terganggu dan  Anda akan siap dengan berbagai hal yang mungkin terjadi, karena investasi di aset mana pun selain memiliki potensi keuntungan, tentu ada pula risiko kerugian yang dihadapi.

  • Sesuaikan dengan Kebutuhan 

Hal lain yang tak kalah penting untuk berinvestasi adalah tentukan terlebih dahulu apa tujuan dari investasi yang Anda lakukan. Apakah investasi dilakukan untuk jangka panjang? Atau jangka pendek? Dengan begini Anda bisa menghitung berapa jumlah dana yang dikeluarkan untuk membeli aset kripto tersebut dan tentunya hal tersebut akan kembali sesuai dengan kebutuhan Anda masing-masing.

  • Selalu Upgrade Informasi Terkait Aset Kripto yang Diinvestasikan

Harga aset kripto dikenal memiliki karakteristik yang volatil atau cepat berubah. Untuk itu, penting untuk Anda selalu mencari tahu dan selalu menambah informasi-informasi mengenai aset kripto yang telah Anda beli. Kini sudah banyak sumber yang dapat Anda baca dan pelajari. Mulai dari buku, artikel yang ada di internet dan Tokonews, webinar yang diisi oleh pakarnya, video di Youtube, atau bahkan media sosial dapat Anda temukan berbagai informasi terbaru tentang aset kripto.   

Sudah siap untuk berinvestasi aset kripto? Daftarkan diri Anda dan selesaikan KYC Anda segera di exchange terpercaya di Indonesia yakni Tokocrypto! Yuk, kunjungi www.tokocrypto.com dan rasakan manfaat investasi aset kripto ini segera!



Sumber : news.tokocrypto.com

TikTok Memilih Oracle – Apa Artinya Ini untuk Pasar Cryptocurrency?

TikTok, platform video pendek yang lagi booming digunakan oleh para remaja bahkan orang dewasa di berbagai belahan dunia, telah memilih Oracle Corporation sebagai mitra teknologinya di Amerika daripada Microsoft.

Berita itu pun muncul pada saat yang genting setelah Presiden AS Donald Trump dengan tegas memutuskan bahwa TikTok harus menjual operasinya di Amerika Serikat sebelum 15 September, menetapkan bahwa aplikasi media sosial tersebut adalah ancaman bagi keamanan nasional karena diam-diam mengumpulkan informasi pengguna, seperti diungkapkan oleh analisis dari Wall Street Journal.

Baca Juga: Kampanye “Tetap Aman dan Legal” dari ABI dan Exchange resmi Bappebti

Menanggapi pilihan TikTok pada Oracle, Microsoft pun menerbitkan pernyataan resmi beberapa hari lalu:

“ByteDance memberi tahu kami hari ini bahwa mereka tidak akan menjual operasi TikTok AS ke Microsoft. Kami yakin proposal kami akan baik untuk pengguna TikTok, sekaligus melindungi kepentingan keamanan nasional.”

Jika president Trump masih memutuskan untuk melanjutkan pelarangan pada TikTok, ini dapat menciptakan peluang bagi platform media sosial terdesentralisasi lainnya untuk beraksi di AS.

Block.one, platform blockchain berkinerja tinggi yang menghosting platform media sosialnya ‘Voice’, akan menjadi salah satu yang dapat memanfaatkan pelaranganan TikTok di Amerika.

Jika kemitraan ini tidak memuaskan untuk sang Presiden, maka raksasa media sosial berbasis blockchain lainnya akan sangat diuntungkan, dan tentunya ini akan dapat menyebabkan ledakan pada pasar mata uang crypto dan juga Bitcoin (BTC).

Ethereum mungkin akan lebih diuntungkan daripada Bitcoin karena, Ethereum terkenal dengan platform terdesentralisasi.

Meski BTC sendiri tengah terkoreksi karena berbagai hal, salah satunya aksi jual para penambang, tentu saja ha-hal dari sisi fundamental akan dapat mengembalikan kepercayaan investor akan kekuatan sang crypto utama, sehingga adopsi dan aksi para perusahaan blockchain, khususnya di sektor media sosial seperti yang tengah dibahas ini, akan dapat memicu tren positif kembali pada pasar crypto dan meningkatkan gairah berinvestasi.

Pada saat pers, harga Bitcoin sudah menduduki Rp 160 juta karena ketidakpastian ekonomi di Amerika.

Intinya, semua bergantung dari pandangan pemerintahan AS terhadap kemitraan TikTok dan Oracle ini, apakah dirasa masih akan mengganggu dan meresahkan, atau justru akan dirasa baik-baik saja? Kita lihat saja!

Baca Juga: 6 Terobosan Proyek Harmony



Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Ulang Tahun Ke-3, Wujudkan Berbagai Proyek Blockchain di Indonesia

Tokocrypto, pedagang aset kripto no 1 di Indonesia merayakan ulang tahunnya yang ketiga pada hari ini, Rabu (15/9). Didukung oleh kepercayaan dari Tokonauts, di tahun ketiga ini Tokocrypto berhasil menjadi crypto exchange pertama serta memiliki lebih dari 1 juta user dan lebih dari 300,000 anggota komunitas.

“Pencapaian ini bisa terwujud atas dukungan dan kepercayaan dari para investor terhadap Tokocrypto, dimana sebelumnya di bulan April lalu kami meluncurkan Toko Token (TKO) proyek kripto lokal Indonesia pertama yang menyediakan model token hybrid unik serta mengkombinasikan tiap keunggulan dari dua dunia dalam blockchain, yaitu CeFi dan DeFi. Selain itu, TokoMall, sebagai NFT marketplace juga telah hadir di bulan Agustus lalu, sebagai proyek pengembangan utilitas dari TKO.” – Pang Xue Kai, CEO Tokocrypto

Di ulang tahun ke-3 ini,  Tokocrypto juga menghadirkan deretan program dan fitur bagi para pengguna, antara lain:

Koleksi NFT Anniversary “Tokoscape”

Resmi diluncurkan pada pertengahan Agustus kemarin, TokoMall berhasil menarik perhatian para kolektor hingga kreator untuk bergabung. Hingga saat ini, TokoMall telah memiliki lebih dari 8,000 kolektor, 3500+ koleksi artworks, dan 30+ merchant partners.

Chung Ying Lai, Chief Strategy Officer Tokocrypto mengatakan bahwa, “Antusiasme masyarakat akan TokoMall sangat baik khususnya para kreator lokal. Saat ini ada lebih dari 1000 kreator yang mendaftar untuk bergabung dan sedang dalam proses verifikasi.”

Para kreator lokal ini nantinya akan menambah deretan merchant partner yang sudah bergabung di TokoMall seperti Si Juki, DAMN! I Love Indonesia, Nevertoolavish. Soresore, MrKinur, Jakarta Metaverse, Banyan Core, Maximall Footwear, dan lainnya.

Sebagai platform NFT marketplace terdepan di Indonesia, TokoMall juga meramaikan ulang tahun Tokocrypto dengan menghadirkan koleksi NFT spesial yaitu Tokoscape.

“Koleksi NFT Tokoscape ini spesial hadir di ulang tahun ketiga Tokocrypto dimana menggambarkan keseluruhan ekosistem blockchain yang kami bangun seperti TKO, TokoMall, T-Hub, TokoLaunchpad, dan TokoCare. Koleksi TokoScape ini akan hadir secara eksklusif sebanyak 300 edisi. Total transaksi yang terkumpul dari koleksi ini akan disalurkan untuk donasi melalui TokoCare guna membantu penanggulangan isu sosial hingga kesehatan di Indonesia,” tambah Ying.

1TKO1Indonesia

Program 1TKO1Indonesia merupakan sebuah movement dari Tokocrypto untuk mengajak seluruh masyarakat Indonesia lebih mengenal ekosistem kripto di Indonesia, sekaligus memahami visibilitas Tokocrypto dan TKO.

Harapannya dengan 1TKO1Indonesia, setiap masyarakat Indonesia bisa memiliki setidaknya 1 TKO dimana dalam roadmapnya akan dikembangkan untuk mendukung kebutuhan market Indonesia dalam beberapa hal seperti penggunaan TKO untuk redeem NFT di TokoMall.

Khusus di ulang tahun kali ini, Tokocrypto memberikan program spesial untuk anggota baru Tokonauts yakni gratis 3 TKO jika melakukan registrasi dan verifikasi data langsung pada periode 10 – 21 September 2021, juga doorprize senilai 3 BTC bagi 30 orang beruntung.

Baca juga: Spesial Ulang Tahun Ke-3 Tokocrypto untuk Indonesia, Bawa Pulang 3 BTC dan TKO Sekarang!

Kehadiran CryptoHero bot di platform Tokocrypto

Dari sisi exchange, salah satu fitur yang akan segera hadir adalah CryptoHero Bot, yang akan membantu para pengguna untuk melakukan trading secara lebih mudah.

“Feedback dari Tokonauts merupakan salah satu prioritas kami dalam membangun produk ataupun menambahkan fitur tertentu. Kehadiran CryptoHero ini merupakan salah satu yang dinantikan oleh Tokonauts berdasarkan survei yang kami jalankan beberapa waktu lalu. Nantinya Tokonauts bisa memfungsikan bot ini untuk trading di website Tokocrypto,” tambah Kai.

CryptoHero adalah platform bot perdagangan aset kripto berbasis cloud yang dapat melakukan trading 24/7 di bursa kripto. Bot CryptoHero ini dirancang sederhana dan intuitif untuk diatur dan dioperasikan oleh pemula kripto. Dengan kolaborasi Tokocrypto dan CryptoHero Bot, berbagai kemudahan dapat dinikmati para user Tokocrypto, antara lain; materi dengan Bahasa Indonesia dan pairing BIDR yang dapat ditemukan di CryptoHero Bot serta beberapa kemudahan lainnya yang akan diumumkan dalam waktu dekat.

Small Balance Conversion

Sebagai wujud dari kepedulian Tokocrypto terhadap masukan-masukan yang diberikan Tokonauts, Fitur small balance conversion dihadirkan kembali di platform Tokocrypto. Fitur ini memudahkan para investor untuk mengkonversikan saldo yang tersisa dari wallet crypto yang tidak dapat diperdagangkan karena jumlahnya yang terlalu kecil. Adapun aset yang dikategorikan sebagai aset kecil adalah aset dengan nilai <0,0003 BTC.

Kedepannya kami akan terus membangun ekosistem teknologi blockchain dan industri aset kripto yang lebih mapan melalui beberapa inisiatif seperti TokoLaunchpad (proyek akselerator pertama yang memberdayakan start-up dengan teknologi blockchain dan tokenisasi di Indonesia), TokoCare (inisiatif CSR Tokocrypto), T-Hub (pusat pendidikan bagi komunitas, enterpreneur dan masyarakat umum untuk mengenal lebih lagi industri aset kripto dan teknologi blockchain), TokoScholar (program beasiswa yang juga membuka jalan bagi mahasiswa dan masyarakat umum untuk mendapatkan pendapatan tambahan dari investasi aset kripto) dan akan masih banyak lagi kehadiran proyek – proyek pengembangan utilitas TKO.



Sumber : news.tokocrypto.com

6 Terobosan Proyek Harmony – Tokocrypto News

Baru-baru ini, Tokocrypto kehadiran token Decentralized Finance baru di Platformnya, yaitu Harmony Token (ONE). Sebuah kabar baik bagi para Tokonauts, karena token ONE kini juga dapat diperdagangkan dengan Binance IDR (BIDR) di platform Tokocrypto. 

Harmony adalah blockchain berbasis sharding yang sepenuhnya dapat terukur, terbukti aman dan hemat energi. Harmony mengatasi masalah blockchain yang ada dengan menggabungkan hasil penelitian terbaik dan praktik teknik dalam sistem yang diatur secara optimal. 

Secara khusus, Harmony membuat terobosan dalam aspek-aspek berikut: 

  • Fully Scalable: Harmony tidak hanya memecah komunikasi jaringan dan validasi transaksi seperti Ziliqa, tetapi juga memecah status blockchain. Ini membuat Harmony menjadi blockchain yang sepenuhnya terukur. 
  • Secure Sharding: Proses sharding harmony terbukti aman berkat proses Distributed Randomness Generation (DRG) atau proses generasi keacakan terdistribusi yang tidak dapat diprediksi, tidak bias, dapat diverifikasi dan terukur. Harmony juga merombak jaringan dengan cara non-interupsi untuk mencegah Bizantium adaptif yang lambat.
  • Efficient and Fast Consensus: Tidak seperti blockchain berbasis sharding lainnya yang memerlukan PoW untuk memilih validator, Harmony didasarkan pada PoS dan karenanya hemat energi. Konsensus dicapai dengan adanya algoritme BFT yang dapat diskalakan secara linier yang 100 kali lebih cepat daripada PBFT. 
  • Adaptive-Thresholded PoS: Threshold of stake diperlukan agar node dapat bergabung dengan jaringan, disesuaikan berdasarkan volume total staking. Batasnya cukup rendah sehingga pemain kecil masih dapat berpartisipasi dalam jaringan dan mendapatkan hadiah. 
  • Scalable networking infrastructure: Dengan kode RaptorQ, Harmony dapat menyebarkan blok dengan cepat, baik di dalam pecahan maupun di seluruh jaringan dengan menggunakan algoritme Penyebaran Informasi Adaptive (Adaptive Informal Dispersal Algorithm). 
  • Consistent Cross-Shard Transactions: Harmony mendukung transaksi lintas pecahan dengan pecahan-pecahan berkomunikasi langsung satu sama lain. Mekanisme penguncian atom digunakan untuk memastikan konsistensi transaksi lintas pecahan.

Dengan terobosan-terobosan ini, Harmony berjanji untuk menyediakan blockchain yang aman dan scalable yang dapat mendukung ekonomi terdesentralisasi. Banyaknya komunitas yang aktif dibalik proyek Token ONE ini membuat ONE mengalami peningkatan adopsi dan kenaikan harga token karena ONE adalah token asli Harmony yang merupakan blockchain EPoS yang memberi penghargaan kepada mereka yang memegang token ONE. 

Baca Juga: Mengenal Harmony Token: Mengaktifkan Desentralisasi dalam Skala Besar



Sumber : news.tokocrypto.com