Category Archives: Tokocrypto

Mengenal Toko Token (TKO): Inisiatif DeFi Pertama di Indonesia

Jakarta, Oktober 2020 – Sejak tahun lalu, Decentralized Finance atau DeFi menjadi pusat perhatian banyak pihak di industri blockchain, Pasalnya, DeFi berkaitan erat dengan aspek keseharian masyarakat, yaitu aktivias keuangan. DeFi, sesuai namanya mengacu pada sistem finansial/keuangan yang terdesentralisasi yang menyediakan berbagai layanan keuangan (tabungan, pinjaman, asuransi, dll) yang bersifat terbuka, unregulated, transparan, fleksibel, dan tersedia bagi setiap saja tanpa perlu adanya pengawasan terpusat dan perantara.

Banyak proyek DeFi baru bermunculan di berbagai negara untuk menarik pengguna (nasabah) baru dengan menyediakan layanan keuangan baru yang inovatif dan menarik, sert berbasis teknologi blockchain.

Baca Juga: Hal yang Harus Diketahui Sebelum Membeli Bitcoin atau Aset Kripto Pertamamu!

Berdasarkan data DeFi Pulse per tanggal 15 Oktober 2020, jumlah valuasi aset kripto (value Lock in) mencapai nilai US$ 11,37 milliar yang terdistribusi dalam 39 aplikasi, yang mencakup sektor/kategori DEX (decentralized exchange), lending, derivatif, hingga aset. Sektor DeFi yang paling populer dan berkembang pesat adalah lending atau pinjaman. Sektor ini mirip dengan bank dalam sistem keuangan tradisonal, dimana pengguna (kreditur) meminjamkan uang dan mendapatkan bunga dari pengguna lain yang meminjam asetnya (debitur).

Bagaimana dengan di Indonesia? Perkembangan DeFi mulai mendapat momentum besar setelah Tokocrypto, sebagai pedagang aset kripto pertama yang terdaftar resmi di BAPPEBTI, untuk pertama kali kalinya melakukan inisiatif DeFi melalui Toko Token (TKO). Inisiatif DeFi tersebut secara resmi diluncurkan di pembukaan acara Indonesia Blockchain Week 2020 (IBW 2020) pada bulan Agustus lalu. Ini menandai resminya Toko Token bisa diakses dan dinikmati oleh masyarakat Indonesia dala mengakses akse kripto. 

“Tokocrypto memberikan kemudahan untuk mengakses aset kripto dan teknologi Decentralized Finance, sejalan dengan misinya yaitu untuk menjangkau masyarakat Indonesia yang belum memiliki akses terhadap layanan finansial”, kata Pang Xue Kai, CEO dan CO-Founder Tokocrypto. 

Sebagai proyek aset kripto lokal pertama di Indonesia, Toko Token (TKO) yang awalnya mendistribusikan sistem reward bagi nasabah baru bergabung dengan Tokocrypto,  kini mulai menawarkan model token hybrid yang unik dengan berbagai macam manfaat (utilitas). Tokocrypto optimis dapat memposisikan DeFi project perdana ini agar siap bersaing dengan DeFi project lainnya, baik yang berlingkup lokal maupun internasional.

Berikut adalah berbagai manfaat TKO yang dapat dinikmati nasabah Tokocrypto:

Token Platform Pertukaran

TKO menawarkan berbagai manfaat kepada para pemegang token ini, diantaranya adalah diskon biaya perdagangan, hak airdrop, penukaran merchandise dan berbagai penawaran menarik lainnya. Token ini lebih dilatarbelakangi untuk mendorong adopsi dalam penggunaan pertukaran dengan sejumlah penawaran, reward, atau insentif menarik lainnya.

Token Centralized Finance (CeFi)

Fitur ini memungkinkan para nasabah Tokocrypto untuk bergabung dalam inisiatif finansial kripto yang lebih terpusat. CeFi adalah salah satu produk yang cocok bagi nasabah pemula yang ingin berpartisipasi dalam dunia kripto namun belum percaya diri atau sepenuhnya yakin  untuk terjun dalam Decentralized Finance yang relatif baru. Dengan kata lain, token ini bisa menjadi ‘jembatan’ bagi investor tradisional untuk bertransisi ke DeFi. Pada Token CeFi ini, TKO akan berfokus untuk memberikan fasilitas berupa Tabungan (saving), Deposit, dan Cashback. 

Baca Juga: Analis: Sedikit Modal, Dapat Dorong Bitcoin Capai Kapitalisasi Pasar $ 1 Triliun

Token Decentralized Finance

Sebagai sistem keuangan/moneter terbuka yang dibangun di atas teknologi blockchain, DeFi memungkinkan terjadinya transaksi lebih cepat, mudah, dan murah tanpa adanya perantara atau pihak ketiga. Dengan begitu jika dibandingkan dengan keuangan tradisional, aktivitas staking dan lending DeFi akan menawarkan tingkat bunga yang lebih tinggi. 

Fungsi-fungsi tersebut akan diluncurkan secara bertahap dimulai dari fungsi token platform pertukaran. Untuk token Centralized Finance dan Decentralized Finance sendiri masih dalam pengembangan dan akan diumumkan secara terpisah dimasa yang akan datang.”, ujar Kai. 

Seperti halnya teknologi Fintech yang telah membuka kesempatan bagi masyarakat untuk lebih mudah dalam mengakses layanan keuangan, DeFi memperluasnya lagi dengan mendesentralisasikan proses layanan keuangan dengan dukungan smart contract dan dApps (decentralized applications). Misalnya untuk proses lending (pinjaman). Harapannya, tingkat keamanan, akuntabilitas, dan transparansi pada setiap layanan keuangan akan menjadi lebih baik bagi semua pihak.

Saat ini, TKO bisa didapatkan oleh para nasabah Tokocrypto melalui program referral yang diadakan Tokocrypto. Dengan mengajak kerabat untuk melakukan registrasi dan KYC di Tokocrypto melalui kode referral, masing-masing pemberi dan pengguna referral akan mendapatkan 75 Toko Token. 

Tentang Tokocrypto 

Tokocrypto Digital Exchange adalah pedagang aset kripto teregulasi dan salah satu yang terbesar di Indonesia. Didirikan pada 2018, Tokocrypto lahir dari sekelompok kripto antusias dengan keyakinan kuat pada manfaat yang ditawarkan teknologi blockchain kepada publik. Tokocrypto bertujuan untuk menjadi pedagang aset kripto terdepan di Indonesia dengan menyediakan pelanggan dengan platform yang mudah, sederhana, instan, dan aman untuk bertransaksi dengan percaya diri. Tokocrypto juga merupakan pusat pendidikan dan berita tentang teknologi blockchain melalui kolaborasi erat dengan komunitas blockchain di Asia Tenggara, universitas, dan pemerintah di Indonesia. Untuk berita terbaru tentang Tokocrypto, bergabunglah dengan Telegram kami dan ikuti kami di Facebook, Twitter, Instagram, dan YouTube.

Untuk informasi lainnya, kunjungi: https://tokocrypto.com





Sumber : news.tokocrypto.com

Vitalik Buterin Si Pencipta Ethereum Tawarkan Solusi Scaling Transaksi ETH

Biaya transaksi rata-rata di jaringan Ethereum mencapai titik tertinggi dalam hampir dua tahun terakhir. Hal ini terkait dengan masalah di dalam jaringan yang mengalami kemacetan parah.

Sementara itu, pencipta Ethereum Vitalik Buterin mengkonfirmasi pada tanggal 30 Juni lalu bahwa jaringan masih harus bergantung pada solusi scaling off-chain saat ini untuk paling tidak dua tahun ke depan. Hal itu sampai kemampuan penskalaan yang telah lama direncanakan pada jaringan Ethereum 2.0 berhasil.

Lonjakan Biaya Transaksi Median Ethereum

Menurut data dari Bitinfocharts, dalam 48 jam menjelang penutupan bulan Juni, biaya transaksi median pada blockchain Ethereum melonjak hingga 60%, naik dari $ 0,23 menjadi $ 0,37. Lonjakan mendadak ini menandai kelanjutan tren yang pernah menghadapi lonjakan biaya transaksi ETH hingga 510% sejak pergantian tahun ketika biaya rata-rata hanya $ 0,06.

Saat menghitung biaya transaksi rata-rata, jumlah semua biaya dibagi dengan jumlah transaksi. Data statistik ini dapat menyesatkan jika melihat biaya khas penggunaan Ethereum karena beberapa transaksi besar dapat mendorong jumlahnya.

Biaya median memberikan gambaran yang lebih baik tentang jenis pembayaran apa yang dibayarkan secara lebih teratur oleh pengguna Ethereum. Dalam hal ini, biaya transaksi median yang terus meningkat menunjukkan peningkatan biaya penggunaan jaringan setiap harinya.

Ini juga bisa menjadi tanda lebih banyak orang menggunakan Ethereum dalam level dasar. Ini didukung oleh sebagian data yang menunjukkan peningkatan hingga 140 persen dalam jumlah transaksi Ethereum sejak Januari, ditambah dengan penurunan yang stabil dalam nilai transaksi ETH rata-rata sejak 2018.

Baca juga: Seseorang Pecahkan Rekor Biaya Transaksi ETH Senilai $2,5 Juta!

Vitalik Buterin Berikan Rencana Scaling Sementara untuk Dua Tahun ke Depan

Di tengah meningkatnya biaya penggunaan Ethereum, pencipta jaringan blockchain ini, Vitalik Buterin memberikan beberapa informasi mengenai rencana penskalaan jangka pendek pada Ethereum 2.0. Salah satu pendiri Ethereum itu menawarkan ringkasan teknis mengenai bagaimana Ethereum, dan Ethereum 2.0, dapat meningkatkan skala dalam jangka pendek.

Vitalik Buterin memberikan cuitan pribadinya di Twitter,

Penskalaan ETH2 pada data akan segera tersedia *sebelum* penskalaan ETH2 pada perhitungan umum. Hal ini menyiratkan bahwa akan ada rollup yang menjadi paradigma penskalaan dominan dengan setidaknya pada beberapa tahun ini: pertama ~ 2-3k TPS dengan eth1 sebagai lapisan data, kemudian ~ 100k TPS dengan eth2 (fase 1). Menyesuaikan dengan hal tersebut.

– vitalik.eth (@VitalikButerin) 30 Juni 2020

Dalam istilah Layman, Ethereum 2.0 akan dapat menangani data dalam jumlah besar sebelum memiliki kemampuan dalam menghitung data tersebut. Oleh karena itu, untuk sementara, teknologi yang dikenal sebagai ZK-rollups akan digunakan sebagai stop-gap untuk dua tahun ke depan.

Roll-up ZK beroperasi dengan menumpuk banyak transaksi ke dalam satu smart-contract, tanpa harus divalidasi oleh rantai utama. Kontrak kemudian divalidasi pada rantai utama di kemudian hari. Hal ini bertindak sebagai solusi penskalaan layer-2 pada Ethereum karena pengguna dapat mempertahankan fungsionalitas penuh, sementara tekanan pada blockchain berkurang.

Buterin kemudian menyarankan bagi orang-orang yang baru saja memindahkan token di Ethereum harus melihat ke dalam jaringan menggunakan alat ZK-rollup ini (banyak yang sudah melakukannya).

“Siapa pun yang *hanya* memindahkan token ETH / ERC20 / ERC721 harus melihat cara masuk ke rollup hari ini. Harga transaksi pada rantai dasar mungkin akan sangat rendah jika hanya digunakan pada hal-hal yang lebih kompleks,” kata Buterin pada 30 Juni.

Mengingat bahwa ini akan menyebabkan menurunnya biaya transaksi rata-rata dan rata-rata Ethereum, sebagian besar pengguna Ethereum mungkin akan memiliki sentimen berbeda dari Buterin.

Informasi ini dapat dibaca kembali di sini

Baca Juga: Minat Boomer dan Gen-X Terhadap Bitcoin Melonjak Sejak Pandemi



Sumber : news.tokocrypto.com

Mastercard Meningkatkan Fitur Dompet Crypto dan Bisnis Pertukaran

Industri crypto telah menarik banyak minat, termasuk para pemain besar dan utama disektor ini, dan Mastercard adalah salah satunya.

Mastercard belum lama ini mengumumkan akan meningkatkan fungsi dan eksperimennya untuk dompet dan pertukaran cryptocurrency ke klien mereka. Penerbit kartu bekerja sama dengan beberapa perusahaan crypto untuk mempermudah konversi crypto dan uang fiat tradisional.

Dalam sebuah pernyataan , Mastercard mengungkapkan ambisinya untuk meningkatkan program kartu crypto yang ada dengan banyak mitra.

Sementara itu, Paxos dan Circle akan menggunakan platform mereka untuk mengubah crypto menjadi fiat melalui stablecoin yang didukung fiat, kelas cryptocurrency yang menawarkan stabilitas harga dan didukung oleh aset cadangan.

Raj Dhamodharan, wakil presiden eksekutif aset digital dan produk & kemitraan blockchain di Mastercard, menyambut baik kemitraan tersebut dan berkata:

“Tidak semua perusahaan crypto memiliki infrastruktur dasar untuk mengubah cryptocurrency menjadi mata uang fiat tradisional dan kami membuatnya lebih mudah… Mastercard berharap dapat memenuhi janji pilihan konsumen kami untuk memberikan opsi kepada orang-orang di seluruh dunia tentang bagaimana dan kapan harus membayar.”

Baca Juga: Analisa Teknikal 22 Juli: Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH)

Mastercard memahami meningkatnya permintaan pembayaran digital dari pelanggannya. Lebih dari 93% klien mempertimbangkan untuk mengadopsi metode pembayaran inovatif, seperti biometrik, mata uang digital, dan kode QR.

Oleh karena itu, platform pembayaran telah mengumumkan pada bulan Februari untuk mendukung pembayaran crypto langsung dengan memungkinkan pemegang kartu untuk bertransaksi crypto di jaringannya tahun ini secara langsung.

Sementara itu, Visa, salah satu pesaing utama Mastercard, pemegang kartu visa mereka telah menghabiskan lebih dari $1 miliar crypto dalam enam bulan pertama tahun ini oleh konsumen secara global.

Baca Juga: Mengenal NFT: Peluang Besar Industri Kreatif di Indonesia Merambah Pasar Global

Baru-baru ini, Visa memperluas bisnisnya di Australia dengan menyetujui CryptoSpend startup Australia untuk mengeluarkan kartu debit bagi pelanggannya untuk dikonsumsi melalui cryptocurrency.

Dengan banyak perusahaan besar masuk ke dunia crypto, bisa dinyatakan bahwa pasar crypto tidak akan mati (BTC=0) dan sebuah koreksi adalah hal yang wajar.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Faktor Ini Menyiratkan Bitcoin Sudah Berada dalam Downtrend Yang Kuat Untuk Jangka Pendek

Pergerakan kuat pada Bitcoin (BTC) dalam menyikapi batasan pergerakan ranging mingguannya telah mengaduk-aduk emosi para investor dan pedagang, dimana berbagai pandangan untuk Bulls maupun Bears tercipta sama kuat sehingga pasar seperti dipermainkan bak bola ping pong.

Aksi harga yang berubah-ubah ini masih terlihat mirip dengan pergerakan harga di pasar saham AS, sehingga asumsi korelasi antara keduanya masih terlihat kuat yang tentu menggambarkan bagaimana pasar melihat posisi BTC ditengah kondisi global saat ini.

Dan kini, BTC tengah bertahan disekitaran batas bawah dari pola ranging mingguan, dimana menurut analis, batas bawah yang merupakan Support ini tampaknya mulai semakin melemah yang perlu diantisipasi.

Sekarang, ada faktor yang tampak jelas menunjukan kalau Bitcoin kini telah memasuki Downtrend (trend turun) dan penurunan lebih lanjut bisa saja terjadi!

Ini terlihat saat para analis mencatat bahwa reaksinya terhadap penurunan yang berpotensi dikisaran level $ 8.600 dapat menentukan nasib BTC dalam beberapa hari, minggu, dan bahkan beberapa bulan ke depan.

BTC telah diperdagangkan di sekitaran atas level Rp 132 juta-an selama beberapa hari terakhir, tetapi ketidakmampuannya untuk mendorong ke wilayah tengah atau di atas level tersebut tampaknya menunjukkan kelemahan mendasar di antara para pembeli.

Seorang analis berbicara tentang pentingnya level ini, menjelaskan bahwa pertahanan yang kuat dari level ini bisa cukup untuk mendorong BTC hingga ke level $ 10.500.

Sebaliknya, penurunan di bawahnya bisa mengagalkan potensi Uptrend multi-bulan dan memaksanya untuk bergerak lebih rendah dengan kuat. Ia mengatakan:

“Bitcoin: Semua tergantung pada kemampuan $ 8.600-8.800. Jika ya, kita punya Divergensi Bullish tersembunyi (saya tidak melakukan banyak hal dengan mereka secara teratur). Dan HL lainnya. Tes berikutnya sebesar $ 10.500 = kemungkinan besar terjadi breakout. Kehilangan $ 8.600 -> pembatalan.”

Sementara itu, platform data Coinalyze berbicara tentang kemungkinan Downtrend ini dalam cuitannya dengan menjelaskan bahwa ada tiga faktor yang mampu mendukung gagasan ini.

Mereka mencatat bahwa penurunan harga ditambah dengan meningkatnya minat terbuka dan penurunan Volume Kumulatif Volume (CVD), dapat menandakan bahwa penurunan lebih lanjut mungkin akan segera terjadi.

“Bitcoin 4 jam: Secara teoritis ini adalah trend turun yang kuat. Turunnya harga + pertumbuhan OI + penurunan CVD = trend turun yang kuat.”

Seperti yang disampaikan oleh Cryptoharian, beberapa analis lainnya, masih merasa bullish terhadap Bitcoin untuk jangka menengah dan panjang.

Baca Juga: 10 Altcoins ini Capai All-Time-High Baru di Tengah Pergolakan Bitcoin dan Ethereum





Sumber : news.tokocrypto.com

5 Crypto dengan Kabar Wajib Diperhatikan Pekan Ini Saat Market Masih Labil

Pasar crypto saat ini terlihat bergerak dengan fluktuasi yang tinggi dengan beberapa crypto yang bergerak naik dan turun secara cepat dan signifikan.

Fluktuasi ini terjadi akibat Bitcoin (BTC) yang nampaknya masih belum memiliki pergerakan yang jelas akibat masih banyaknya sentimen negatif dan positif bersamaan.

Untuk saat ini nampaknya banyak investor yang menunggu pergerakan signifikan dari Bitcoin pada tanggal 21 Juli akibat adanya acara “The B Word”.

Tapi dalam volatilitas ini ada lima crypto yang kemungkinan akan bergerak signifikan akibat adanya kabar dari sisi internalnya.

Berikut adalah lima crypto yang berpotensi tergerak akibat adanya kabar dari berita internal adopsi atau pembaruan sistem proyek.

Baca Juga: Inilah Kesalahpahaman Terhadap Seni Crypto yang Sering Terjadi

1. Ethereum Classic (ETC)

Kabar pertama datang dari Ethereum Classic yang dikabarkan akan resmi meluncurkan pembaruan pada jaringan blockchainnya.

Sebelumnya, ETC telah berhasil melakukan uji coba jaringan barunya di awal Juli 2021, dan nampaknya pada tanggal 21 Juli 2021, pembaruan akan resmi terjadi.

Pembaruan tersebut adalah Hard Fork Magneto yang tidak seperti induknya Ethereum, Hard Fork terlihat akan berjalan sesuai rencana dan tidak diundur.

Pembaruan ini akan membuat jaringan Ethereum Classic lebih efisien dan juga lebih rendah dalam biaya, sehingga kemungkinan dapat menjadi sentimen positif.

Namun nampaknya sentimen ini akan berpengaruh secara perlahan bersamaan dengan proses migrasinya para validator ke jaringan baru.

Dari sisi teknikal, saat ini Ethereum Classic masih terlihat bergerak bersama mayoritas pasar, dan kemungkinan akan berubah setelah pembaruan ini.

Grafik Harian ETCUSD

Saat ini ETC masih terlihat bergerak di daerah batas bawahnya pada sekitar $40.2 yang jika terus menurun kemungkinan akan menuju $24.6.

Tapi jika berhasil naik kemungkinan besar target berikutnya berada pada $58 yang jika terus naik dapat menuju $72.8 hingga $94 kembali.

Namun pergerakan tersebut kemungkinan akan butuh waktu yang panjang mengingat kondisinya yang masih turun saat ini.

2. Origin Protocol (OGN)

Kedua adalah Origin Protoccol yang dikabarkan akan menerima peluncuran Non-Fungible Token atau NFT baru di Launchpad atau platform penerbitannya.

NFT ini adalah salah satu NFT yang nampaknya ditunggu oleh pasar akibat temanya yang berkaitan dengan kesejahteraan lingkungan.

NFT ini dikabarkan adalah milik seorang fotografer utama di National Geographic, sehingga akan mengundang banyak perhatian terhadap Origin Protoccol.

Kabar ini juga ditunggu oleh mayoritas pasar akibat NFT ini menjadi salah satu jenis NFT yang sedang diperbincangkan pasar.

Sehingga, kemungkinan besar banyak pihak yang akan merespon positif terhadap pergerakan OGN dari kabar ini.

Grafik Harian OGNUSD

Kemungkinan besar melihat harganya yang telah mulai bergerak naik dari batas bawahnya di sekitar $0.613, harganya dapat bergerak naik.

Tapi jika harga kembali turun dan batas tersebut dilewati, kemungkinan besar OGN akan kembali turun bahkan hingga mencapai $0.46.

Namun jika terus bergerak naik, kemungkinan besar OGN akan terus naik hingga menuju $1.19 hingga $1.42 jika batas atas pada $0.79 dan $0.95 berhasil dilewati.

Baca Juga: Crust Network Kenalkan Driver Berbasis Blockchain

3. Hedera Hashgraph (HBAR)

Kabar ketiga berasal dari HBAR yang dikabarkan akan resmi meluncurkan jaringan uji coba untuk pembaruan keseluruhan ekosistem.

Jaringan uji coba ini akan mengalami peluncuran pembaruan untuk membawa HBAR menuju versi jaringan yang lebih efisien.

Mayoritas pasar terlihat menunggu pembaruan tersebut akibat kemungkinan dapat menonjolkan potensi asli dari HBAR.

Saat ini Hedera Hashgraph menjadi salah satu jaringan utama yang memiliki biaya transaksi dan kebutuhan energi terendah.

Sehingga pembaruan ini kemungkinan dapat terus menyadarkan banyak developer terhadap hal tersebut dan membawa perkembangan terhadap ekosistem HBAR.

Dari sisi teknikal, saat ini HBAR terlihat sedang terlihat masih bergerak naik dari daerah batas bawahnya di sekitar $0.16.

Grafik Harian HBARUSD

Jika terus bergerak naik kemungkinan besar HBAR dapat naik hingga menuju $0.25 jika batas tatas pada $0.19 dan $0.21 berhasil dilewati.

Namun apresiasi ini harus menjaga batas bawah pada $0.16 hingga $13 yang jika ditembus dapat membawa koreksi turun lebih jauh.

4. Nervos Network (CKB)

Keempat adalah Nervos Network yang dimana salah satu proyeknya yang berfungsi sebagai DAS atau Decentralized Account System akan meluncurkan pembaruan.

Pembaruan tersebut adalah peluncuran jaringan Alpha yang kemungkinan besar dapat menarik ketertarikan lebih tinggi terhadap CKB.

Peluncuran ini akan terjadi pada 21 Juli 2021, yang kemungkinan akan menjadi sentimen positif untuk CKB akibat akan menambah volume pada jaringan Nervos Network.

DAS sendiri saat ini sedang mengalami ketertarikan yang tinggi akibat kegunaannya yang bertujuan untuk mengganti sistem Centralized Account System (CAS).

CAS sendiri dapat dicontohkan sebagai alamat email, nomor telepon, dan domain alamat internet, dimana semua identitas tersebut tersimpan oleh satu pihak.

Dengan adanya DAS, nantinya semua hal tersebut tidak diperlukan dan satu identitas bisa digunakan untuk semua dan tersimpan secara terdesentralisasi.

Inovasi ini adalah bagian dari Web 3.0 yang ke depannya akan merevolusikan cara masyarakat menggunakan internet ke depannya.

Dari sisi teknikal, saat ini CKB sedang bergerak turun dan dapat mulai naik jika berhasil keluar dari daerah batas bawahnya pada sekitar $0099 hingga $0.0077.

Grafik Harian CKBUSD

Jika kabar tersebut berhasil mengangkat harga CKB naik, kemungkinan besar target berikutnya berada pada $0.013 hingga $0.017.

5. IoTeX (IOTX)

Terakhir adalah IoTeX yang dikabarkan akan meluncurkan jaringan utama barunya pada 22 Juli 2021 yaitu Mainnet v.1.3.

Nantinya dalam pembaruan tersebut, jaringan IoTeX akan lebih efisien dan juga akan lebih sanggup menampung beberapa proyek berteknologi lebih tinggi.

Salah satu teknologi yang akan masuk ke dalam pembaruan tersebut adalah sistem komputasi zk-SNARKs.

Sistem ini nantinya akan mempermudah proyek baru berbasis Web 3.0 dan aplikasi terdesentralisasi (DApps) lainnya yang termasuk dalam generasi baru untuk bergerak pada jaringan IoTeX.

Oleh karena itu, kemungkinan besar pembaruan ini akan menarik banyak perhatian terhadap IoTeX tidak hanya koinnya namun juga jaringannya.

Dari sisi teknikal saat ini IOTX terlihat sedang berusaha untuk bergerak naik keluar dari batas bawah harganya namun masih terlihat kesulitan.

Grafik IOTXUSD

Saat ini IOTX berada pada sekitar $0.19 yang kemungkinan besar akan terus naik hingga $0.3 hingga $0.4 jika kabar baik tersebut berhasil memberi pengaruh.

Namun apresiasi ini harus menjaga batas bawah pada $0.19 hingga $0.14 yang jika ditembus dapat membawa koreksi lebih dalam.

*Disclaimer

Seluruh analisis dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan saran atau ajakan untuk investasi atau trading. Risiko ditanggung masing-masing.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Gandeng Shopee Bagi Bagi 5.000 Voucher Cashback

Kini, semakin banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan dengan daftar dan KYC di Tokocrypto 2.0. Tidak hanya jaminan transaksi yang mudah dan aman, kamu juga berkesempatan mendapatkan voucher cashback koin shopee sebesar 30% jika berhasil melalukan KYC di platform kami. 

Hal ini merupakan bentuk kerjasama antara Shopee dan Tokocrypto untuk memberikan pengalaman menyenangkan bagi para nasabah dalam bertransaksi di Tokocrypto. Ada 5.000 voucher cashback dari Shopee yang siap dibagikan bagi para nasabah baru maupun nasabah lama Tokocrypto. 

Promo ini berlaku dari tanggal 1 Juli hingga 1 Agustus 2020. #CobaAjaDulu daftar dan nabung aset kripto di Tokocrypto dan nantikan promo-promo menarik lainnya!

Syarat dan Ketentuan berlaku. Selengkapnya, baca disini

Nantikan informasi dan promo menarik seputar Tokocrypto di semua kanal resmi Tokocrypto. 

Telegram Grup: Telegram Group

Instagram: @Tokocrypto

Facebook: Tokocrypto

Twitter: twitter.com/Tokocrypto

LinkedIn: Tokocrypto

Baca Juga: Binance dan Tokocrypto Resmi Perdagangkan BIDR, Stablecoin Berbasis Rupiah





Sumber : news.tokocrypto.com

Korelasi Positif Bitcoin-Pasar Modal Kembali Seperti Maret 2020

Korelasi positif Bitcoin (BTC) dengan pasar modal kembali seperti Maret 2020, setelah periode dasarnya nol sepanjang Mei.

Seperti yang diukur oleh korelasi Pearson antara imbal hasil indeks saham S&P 500 per jam dan BTC/USD pada di bursa aset kripto Coinbase, korelasi saat ini berada di 0,31.

Itu memang angka yang rendah, tetapi signifikan secara statistik. Selama Mei 2020, korelasi mencapai 0 yang berarti tidak ada korelasi. Itu sangat kontras dari Januari 2020, ketika Bitcoin menunjukkan korelasi negatif yang rendah tetapi signifikan secara statistik.

Sebaliknya, korelasi antara S&P 500 dan emas juga melonjak ke tingkat historis pada akhir Maret 2020 dan awal April 2020. Tetapi logam mulia itu tidak berkorelasi.

Tren terbaru dari korelasi yang tumbuh antara S&P 500 dan Bitcoin tidak ada antara S&P 500 dan emas, seperti yang ditunjukkan grafik kedua di atas.

Korelasi pasar aset kripto secara umum dan harga Bitcoinsecara khusus dengan dinamika pasar modal kian menjadi perhatian. Pasalnya telah berkali-kali turunnya harga Bitcoin terkait erat atau senada juga dengan turunnya kinerja pasar modal, yakni indeks saham S&P 500.

Fenomena itu setidaknya bisa dimanfaatkan oleh trader Bitcoin untuk mengantisipasi pasar secara cermat, bahwa pasar saham di AS sangat dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah dan sejumlah regulator terkait, The Fed misalnya.

Kebijakan itu dikaitkan dengan pertimbangan pelonggaran ataupun pengetatan aktivitas warga karena pandemi COVID-19. Dengan kata lain, pelonggaran lock-down kelak bisa membawa rebound ke pasar modal, sekaligus pasar aset kripto. [Theblockcrypto/red]



Sumber : news.tokocrypto.com

Inilah Kesalahpahaman Terhadap Seni Crypto yang Sering Terjadi

Siapa yang menyangka jika selama pandemi berlangsung, aset kripto terus naik daun. Seperti kegilaan semua orang terhadap koin ataupun token sudah tidak terbendung lagi. Tidak terkecuali pada NFT. Aset kripto yang digadang-gadangkan sebagai seni crypto ini mampu menarik berbagai pihak di dunia seni, mulai dari musisi, seniman, bahkan Michael Jordan!

Namun, masih banyak kesalahpahaman yang terjadi di tengah hype-nya NFT ini. Untuk itu, mari simak penjelasan lengkapnya mengenai NFT!

Kepopuleran NFT Selama Pandemi

NFT atau kepanjangan dari non-fungible token merupakan aset kripto yang memiliki keunikan karena tidak bisa dipertukarkan dengan aset lainnya. Kenapa bisa dibilang seperti itu? Pada mata uang kripto lainnya bisa dipertukarkan. Misalnya jika Anda menukarkan selembar uang kertas pecahan Rp100.000 dengan dua lembar pecahan Rp50.000 nilainya akan tetap sama, begitu juga pada mata uang kripto. Sedangkan pada NFT, setiap token berbeda, karena tidak adanya perhitungan yang pasti untuk menentukan nilai dari suatu NFT.  

Dilansir dari artikel “The History of Non-Fungible Tokens (NFTs) yang ditulis oleh pengamat NFT, Andrew Steinwold yang menuliskan NFT bermula dari Colored Coins pada tahun 2012. Colored Coins ini sendiri merupakan teknologi dalam blockchain. Nah teknologi ini berfungsi untuk mengautentikasi aset tertentu seperti kupon, saham, token akses, atau benda koleksi digital.

Butuh beberapa tahun untuk NFT berkembang. Tahun 2017 merupakan awal dari kegilaan NFT. Sebuah perusahaan asal Vancouver, Axiom Zen, meluncurkan CryptoKitties dalam blockchain ethereum. CryptoKitties merupakan permainan perdagangan digital yang berbasis blockchain. Dimana di dalamnya memungkinkan pemain untuk mengadopsi, mengembangbiakkan, dan memperdagangkan kucing. Bahkan transaksi yang ada dalam perdagangan tersebut mampu menyentuh $6.7juta hanya dalam hitungan hari! 

Pandemi yang berlangsung sampai saat ini secara tidak langsung membawa kelesuan bagi para pekerja seni. Bagaimana tidak? Karena adanya pembatasan pertemuan orang-orang di ruang publik, banyak dari seniman yang tidak bisa melakukan pameran ataupun menjual-belikan secara langsung hasil-hasil karya mereka. 

Yups, NFT seakan membawa angin segar bagi para seniman. Dengan NFT terdapat kemungkinan bagi seniman untuk mendapatkan komisi dari karya mereka dan juga dapat meningkatkan nilai karya mereka. Seniman asli akan menerima komisi untuk setiap penjualan ulang pada karya mereka. Hal inilah yang akhirnya membuat banyak seniman mendapatkan keuntungan selama pandemi. 

Kesalahpahaman Tentang NFT

Seiring dengan kepopuleran NFT, ternyata masih ada kesalahpahaman yang masih membayangi NFT sendiri. Mungkin Anda pun pernah bertanya, “Apakah NFT ini hanya para kreator besar saja yang bisa menjajakkan karyanya?” Jawabannya, tidak. Nyatanya tidak ada batasan kreator seperti apa saja yang hanya bisa menjual karya mereka. Beberapa kreator yang baru memulai pun dapat menjual karya mereka. Tapi satu hal yang tetap harus diingat, untuk memasuki dunia NFT ini persiapan karya yang matang tetap dibutuhkan, agar karya yang dihasilkan pun bisa bernilai.

Kesalahpahaman tentang NFT selanjutnya adalah “Apakah orang yang membeli karya di NFT hanya bisa dilakukan oleh kolektor besar saja?” Jawabannya, tidak. Jadi jika Anda tertarik untuk memulai menjadi kolektor, Anda pun bisa membelinya.  

Tokocrypto Luncurkan Marketplace NFT

Sebagai salah satu exchange aset kripto terpercaya di Indonesia, Tokocrypto akan meluncurkan marketplace NFT untuk memudahkan perdagangan bagi para seniman dan kolektor. Di marketplace ini, Anda dapat menukarkan sejumlah TKO untuk mendapatkan NFT yang Anda minati. Nantinya NFT yang Anda miliki dapat ditukarkan dalam bentuk merchandise fisik atau bisa juga ditawarkan kembali ke calon kolektor lain. Gimana? Menarik banget kan? Tunggu peluncurannya, ya!

Kunjungi Tokocrypto news untuk mengetahui berita seputar NFT atau seni crypto lainnya. Dan jangan lupa untuk ikuti media sosial Tokocrypto di Instagram maupun Twitter agar terus mendapatkan info terbaru seputar NFT dan aset kripto lainnya.





Sumber : news.tokocrypto.com

10 Altcoin Ini Capai All-Time-High Baru di Tengah Pergolakan Bitcoin dan Ethereum

Pekan lalu, harga Bitcoin turun dari tertinggi $ 9.800 ke terendah $ 8.900. Ethereum turun lebih dari 10% dari $ 248 menjadi $ 215. Di lain sisi, sementara aset crypto populer tersebut harganya tampak terus menurun, beberapa altcoin dengan kapitalisasi rendah mencatat rekor all-time-high baru mereka.

Apa sebenarnya yang menyebabkan altcoin yang diunggulkan ini mengalami rally sedangkan aset crypto utama terus berjuang di bawah kondisi pasar yang sama?

Bitcoin dan Ethereum Terus Berjuang Dengan Perlawanan

Bitcoin dan Ethereum terus berjuang dengan perlawanan masing-masing di atas $ 10.000 dan $ 250. Kabar buruk yang ada sekarang ini kedua aset cryptocurrency utama yang mendominasi pasar ini, sedang mengalami kesulitan dengan level di bawahnya.

Adanya ketidakpastian pasar saham dan munculnya kasus-kasus baru dari krisis pandemi Covid-19 ini membawa kekhawatiran kembali terjadi di pasar crypto.

Peluang pemulihan berbentuk V memudar dari hari ke hari. Alih-alih, sebagian besar aset utama tidak melakukan apa pun selain menetapkan tinggi harga rendahnya, yang merupakan tanda tren turun yang akan datang.

Harga lebih rendah dari terendah hari ini bisa saja terjadi di kemudian hari, membenarkan adanya tren turun yang lebih dalam lagi. Risiko seperti itu saja telah mengurangi momentum bullish yang dimiliki aset-aset ini pada awal tahun 2020 dan dalam beberapa minggu terakhir.

Lebih lanjut, sementara aset crypto yang paling populer ini mengalami kesulitan, altcoin dengan kapitalisasi rendah telah melonjak dalam kondisi dan sentimen yang sama. Mengapa hal ini terjadi?

Baca Juga: Tahun 2020, Debat Bitcoin vs Altcoins Kembali Memanas!

10 Altcoin dengan Kapitalisasi Pasar Rendah Menciptakan Rekor All-Time-High Baru Selama Tren Turun Crypto

Pekan lalu, sementara Bitcoin dan Ethereum tampaknya semakin tenggelam, altcoin dengan kapitalisasi pasar rendah tidak hanya melonjak, mereka membuat rekor baru. Menurut data, 10 altcoin tersebut berada di enam bursa berbeda menetapkan rekor all-time-high baru.

10 Altcoin itu meliputi:

  • Universal Market Access (UMA)
  • Ren (REN)
  • DMM: Governance (DMG)
  • Synthetic Network Token (SNX)
  • Celsius Network (CEL)
  • THORChain (RUNE)
  • Reserve Rights Token (RSR)
  • pNetwork (PNT)
  • Balancer (BAL)
  • Aleph.im (ALEPH)

Hanya sedikit dari daftar yang telah memasuki seratus cryptocurrency teratas berdasarkan kapitalisasi pasar. Jika digabungkan, kesepuluh cryptocurrency di atas bahkan tidak bernilai $ 1 miliar dalam kapitalisasi pasar dengan total lebih dari $ 775 juta.

Selain sebagai altcoin dengan kapitalisasi rendah, aset-aset ini memiliki beberapa kesamaan. Dengan sedikit korelasi, tampaknya tidak ada rima atau alasan tertentu mengapa aset crypto ini terus naik sementara Bitcoin dan Ethereum mengalami penurunan lebih jauh.

Daya pikat peluang di tempat lain pada pasar crypto mungkin mendorong aksi ambil untung dalam Bitcoin dan Ethereum. Teori lain hanya menunjuk pada aset likuiditas rendah ini terdorong naik melalui suntikan modal yang sangat sedikit.

Dengan total modal di bawah $ 1 miliar, dan dengan beberapa proyek senilai hanya $ 1 juta dalam kapitalisasi pasar, dibutuhkan sedikit uang untuk menggerakkan harga aset-aset ini.

Dengan kapitalisasi pasar yang rendah dan volume perdagangan yang ada, aktivitas apa pun dalam aset ini dapat menghasilkan keuntungan yang lebih besar. “Paus” yang ada telah mengetahui hal ini dan bisa menggunakan altcoin tersebut dalam meningkatkan kepemilikan BTC dan ETH mereka sebelum akhirnya breakout.

Pada akhirnya, pengambilan laba dikatakan mengalir keluar dari altcoin-altcoin tersebut, ke altcoin dengan kapitalisasi menengah. Dari sana, uang akhirnya kembali ke altcoin besar seperti Ethereum, lalu kembali ke Bitcoin. Saat itulah pasar bull dapat dimulai, dan kemudian siklus akan berulang kembali.

Informasi ini dapat dibaca kembali di sini

Baca Juga: Harga Bitcoin Turun, Bagaimana Analisis Selanjutnya?



Sumber : news.tokocrypto.com

Agresif Mengedukasi Masyarakat Terkait Aset Kripto, Tokocrypto Dorong Adopsi Blockchain di Indonesia dengan Menyelenggarakan TKO Summit 2021

Sudah satu dekade, aset kripto telah terbukti menjadi salah satu inovasi signifikan dan telah sepenuhnya mengubah cara kerja ekonomi keuangan di seluruh dunia. Sudah lebih dari 10 tahun terlihat bagaimana aset digital dan blockchain berkembang pesat dan bagaimana teknologi ini berpengaruh besar dalam berbagai aspek. 

Industri aset kripto di Asia menyumbang sejumlah besar pengguna kripto, perusahaan, penambang, pedagang, dan banyak lagi. Peneliti cryptocurrency dan blockchain dari messari.io, Mira Christanto, menjelaskan bahwa Asia memiliki “sejarah diktator, depresiasi mata uang, dan capital control – semuanya siap untuk disrupsi.” Hal inilah yang memungkinkan Asia menjadi pasar kripto yang paling aktif. Di Indonesia sendiri, popularitas aset kripto meningkat drastis dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan pada bulan Mei 2021 terdapat lebih dari 6 juta masyarakat Indonesia yang menjadi investor aset kripto. Volume transaksi aset kripto pun meningkat drastis. Pada akhir 2020, tercatat nilai transaksi aset kripto sebesar Rp 64,9 Triliun dimana pada Akhir April 2021 nilai transaksi aset kripto mencapai Rp 327 triliun. 

Tokocrypto sebagai salah satu pedagang aset kripto teregulasi di Indonesia menunjukkan komitmennya untuk selalu memberikan edukasi bagi masyarakat agar dapat memahami lebih jauh tentang aset kripto. Setelah sukses mengadakan Inblocks dan Indonesia Blockchain Week pada tahun 2019 dan 2020 serta mengenalkan Decentralized Finance serta Binance Smart Chain pada awal tahun 2021, Tokocrypto akan menggelar TKO Summit 2021 pada 24 Juli 2021 mendatang. 

T.K.O Summit 2021 (Total Kripto Overview) akan fokus pada pengenalan utilitas token TKO, proyek token lokal pertama di Indonesia dengan utilitas CeFi dan DeFi, salah satunya adalah Non-Fungible Token (NFT). T.K.O Summit 2021 akan diadakan pada 24 Juli 2021 selama kurang lebih 5 jam penuh dengan menghadirkan proyek-proyek crypto global seperti Binance, CoinGecko, Kardiachain, KryptoGo, Tomochain dan masih banyak lagi.

“T.K.O Summit, merupakan wujud nyata Tokocrypto untuk lebih aktif dan agresif dalam menumbuhkan pemahaman lebih dalam tentang aset kripto dan blockchain, seiring dengan menguatkan posisi TKO Token, yang telah dirilis di launchpad pada akhir Maret 2021 dan berhasil menciptakan rekor baru dengan mengumpulkan 10,5 Juta BNB yang setara dengan 4,2 miliar dolar AS, ” kata Pang Xue Kai, CEO Tokocrypto. 

Baca Juga: 5 Crypto dengan Potensi Kabar Positif untuk Pergerakan Pekan Ini

Tidak hanya berhenti disini, Rangkaian TKO Summit 2021 juga akan memperkenalkan dan mengulas lebih dalam tentang berbagai proyek inisiasi utilitas TKO seperti proyek inkubator dan crypto hub yang akan dibangun di beberapa wilayah di Indonesia. 

Info seputar TKO Summit 2021 dapat dilihat disini

 





Sumber : news.tokocrypto.com