Category Archives: Tokocrypto

Ekonomi Memburuk, Argentina Pecahkan Rekor Perdagangan Bitcoin

Pekan lalu, perdagangan Bitcoin di Argentina meledak hingga mencapai rekor volume 101 juta peso Argentina (atau sekitar $ 1,4 juta). Nilai All-Time-High sebelumnya pada volume BTC mingguan, diukur dalam mata uang lokal, mencapai hampir setengahnya pada kisaran 69 juta. Lonjakan perdagangan BTC ini meningkat di tengah adanya potensi resesi ekonomi terburuk dalam sejarah Argentina.

Berita mengenai lonjakan perdagangan Bitcoin ini dilaporkan oleh pertukaran Bitcoin peer-to-peer LocalBitcoins melalui Twitter, yang menggambarkan kejadian tersebut sebagai “catatan absolut” baru bagi negara tersebut. Namun, itu tidak sepenuhnya benar.

Dalam istilah fiat, orang Argentina beralih dari memperdagangkan Bitcoin senilai 59 juta peso pada sekitar minggu di tanggal 27 Juni lalu dan pada minggu berikutnya negara itu memecahkan rekor hingga 100 juta peso. Jika dihitung menggunakan dolar AS, volume meroket dari yang tadinya hanya $ 500.000 dalam volume BTC mingguan menjadi $ 808.000, menurut situs analitik Useful Tulips. (Tingkat konversi dari Morningstar membuat peso dihargai sedikit lebih tinggi, yang menempatkan volume BTC di Argentina naik dari $ 800.000 menjadi $ 1,4 juta.)

Baca juga: Laporan Opsi Bitcoin Tunjukkan Banyak Institusi Tertarik pada Kripto

Namun, dalam hal jumlah aktual Bitcoin yang diperdagangkan, 92 BTC bergerak minggu lalu, meskipun peningkatan signifikan minggu ke minggu, artinya jika dibandingkan dengan catatan absolut ada 228 BTC yang bergerak pada April 2016. Pada sisi lain, sejak saat itu, Argentina belum pernah mencapai angka tersebut hingga hitungan minggu lalu. Tetap saja jika dilihat dari segi mana pun, volume perdagangan Bitcoin di negara ini telah berlipat ganda sejak akhir Juni lalu.

Namun, tonggak sejarah itu tidak terlalu mengejutkan, mengingat keadaan ekonomi Argentina saat ini sedang mengalami kesulitan. Pedagang di negara ini mungkin mencari aset safe haven (atau, setidaknya, aset yang relatif lebih aman) ketika krisis keuangan semakin dalam.

Masalah ekonomi di Argentina walau dengan kebijakan baru tampaknya belum juga menghasilkan hasil luar biasa seperti yang diharapkan oleh banyak orang. Sementara itu, hal ini juga membuktikan Bitcoin memperoleh dukungan di Argentina dan dipandang sebagai mata uang alternatif dan penyimpan nilai.

Informasi ini diolah dan disunting kembali dari Decrypt.co

Baca Juga: Analisis Blockchain: Bitcoin Dapat Hentikan Krisis Keuangan Masa Depan





Sumber : news.tokocrypto.com

Pendiri Apple Steve Wozniak: Bitcoin adalah Masa Depan dan Keajaiban

Salah satu pendiri Apple Steve Wozniak mengatakan bahwa dirinya sangat percaya pada Bitcoin dan cryptocurrency. Ia menyebutkan bahwa aset digital ini adalah sebuah masa depan dan keajaiban matematika.

Baca Juga: Ubah Recehan Jadi Cuan!

“Saya tidak berinvestasi dalam Bitcoin, tetapi saya percaya itu untuk masa depan,” kata Wozniak saat presentasi di Talent Land Jalisco, sebuah konferensi untuk pengusaha teknologi yang berlangsung minggu ini, lapor outlet Meksiko El Sol de Mexico.

Ia pun membandingkan Bitcoin dengan emas. Baginya, Bitcoin lebih menarik daripada emas dalam hal menyimpan nilai.

“Emas terbatas dan Anda harus mencarinya; Bitcoin adalah keajaiban matematika yang paling menakjubkan,” ujarnya.

Baca Juga: Ingin Beli Polygon (MATIC)? Berikut Analisis Buy dan Sell Area nya

Wozniak merupakan salah satu pendiri perusahaan teknologi paling untung di dunia. Bersama Steve Jobs ia membangun Apple dari awal, dari sebuah garasi di San Fransisco.

Saat ini Wozniak memiliki proyek token yang diperdagangkan di bawah simbol WOZX. Token tersebut sempat mencapai harga tertinggi sepanjang masa pada bulan Desember tahun lalu ketika mencapai $3,15. Dengan kapitalisasi pasar $78 juta, token ini berada di urutan 315 di antara semua cryptocurrency berdasarkan kapitalisasi pasar.

Wozniak pun masuk dalam daftar tokoh di bidang keuangan dan teknologi yang telah bergabung dengan Bitcoin bandwagon.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Laporan: Pengguna Aktif Ethereum Berlipat Ganda di Kuartal Dua 2020

Kuartal kedua 2020 mungkin merupakan titik capaian tinggi aplikasi desentralisasi pada jaringan Ethereum.

Berdasarkan laporan kuartal dua tahun 2020 dari Dapp.com, pengguna aktif pada aplikasi berbasis Ethereum berlipat ganda dalam hanya satu kuartal dengan total kumulatif lebih dari 1 juta pengguna.

Aplikasi DeFi mendukung peningkatan ini, dengan volume transaksi mencapai $ 5,7 miliar di bulan Juni dan mencakup lebih dari 97% aktivitas di blockchain Ethereum. Laporan tersebut menunjukkan betapa pentingnya Ethereum bagi keberhasilan keuangan terdesentralisasi (DeFi), dan banyak DeFi mendominasi jaringan Ethereum dalam beberapa bulan terakhir.

Rilisnya token Compound COMP pada Juni lalu membantu mendorong kenaikan DeFi di kuartal kedua ini, lebih dari dua kali lipat total volume transaksi DeFi dibandingkan dengan Mei lalu dan mendorong total volume DeFi Ethereum menjadi lebih dari $ 10,3 miliar pada kuartal penuh. EOS dan TRON, dua pesaing terdekat Ethereum di dunia DeFi, masing-masing mencatat volume $ 1,89 miliar dan $ 260 juta setiap kuartalnya.

Pengguna Aktif Jaringan Ethereum Berlipat Ganda

Di semua jaringan blockchain, volume transaksi 24-Jam DeFi mencapai tertinggi sepanjang masa lebih dari $ 600 juta pada 21 Juni 2020.

Dapp.com mengukur pengguna dapp aktif sebagai total kumulatif semua pengguna yang berinteraksi dengan aplikasi dapp pada keseluruhan kuartal. Pengguna dapp aktif di Ethereum tumbuh dari sekitar 637.000 pada kuartal pertama menjadi lebih dari 1,25 juta pada kuartal kedua. Pengguna DeFi aktif setiap hari, dengan kategori alamat dompet yang secara teratur berinteraksi dengan produk DeFi berbasis Ethereum, juga tumbuh dari sekitar 7.700 di kurtal pertama menjadi lebih dari 11.200 pengguna di kuartal kedua.

Laporan Pasar Kuartal Dua Tahun 2020 ini juga mencatat bahwa token BAT dari browser Brave menduduki puncak peringkat dalam total volume transaksi pada kuartal tersebut, dengan jumlah masuk lebih dari $ 930 juta. Volume yang mengesankan ini dipicu oleh ‘hasil panen’ yang diambil dari keuntungan diakibatkan adanya semacam keriput kecil di sistem distribusi COMP dalam meningkatkan pendapatan mereka.

Aktivitas rahasia ini menghasilkan pemilihan tata kelola baru dalam menyesuaikan distribusi COMP untuk mendorong lebih banyak volume dan likuiditas yang diarahkan ke token dengan kasus penggunaan yang lebih luas, seperti DAB dan stablecoin USDC.

Baca Juga: Ethereum, DeFi Pecahkan Rekor Juni 2020, Bagaimana dengan Kategori Lain?

Kategori DeFi Lainnya

Jaringan Ethereum sendiri digunakan pada 45 aplikasi baru yang diluncurkan pada kuartal kedua ini, sedangkan pesaing terdekat berikutnya, TRON, mencatat 33 aplikasi baru. Data ini menunjukkan pengembang mungkin akan menghabiskan lebih banyak waktu pada aplikasi yang sudah ada daripada merilis yang baru. Hal ini mengingat hanya 99 aplikasi baru yang dirilis di semua jaringan blockchain pada kuartal kedua, dibandingkan dengan 135 aplikasi selama kuartal pertama 2020.

Kuarta kedua ini juga menjadi dominasi lain dari jaringan Ethereum. Hal ini mengingat ia berhasil mencatatkan peningkatan besar dalam pengguna dan transaksi harian baik secara berurutan atau juga dengan dibandingkan dengan protokol saingan seperti TRON dan EOS. Dengan peningkatan dan momentum DeFi berbasis Ethereum yang terus meningkat, tampaknya akan semakin sulit bagi penantang lain untuk menggeser posisi DeFi Ethereum ini dari posisinya saat ini.

Informasi ini dapat dibaca kembali di sini

Baca Juga: Pernyataan dari COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda terkait Perlindungan Pelanggan Aset Kripto di Indonesia



Sumber : news.tokocrypto.com

9 Negara ini Menunjukkan Peningkatan Minat yang Besar pada Cryptocurrency

Coinmarketcap telah mengungkapkan negara-negara teratas dengan peningkatan jumlah pengguna cryptocurrency terbesar. India, Pakistan, Kolombia, Kanada, dan Nigeria masuk ke dalam salah satu segmen yang menunjukkan negara-negara dengan pertumbuhan pengguna terbanyak pada kuartal pertama. Selanjutnya, ada negara-negara dengan pertumbuhan pengguna perempuan terbanyak, yaitu Yunani dan Rumania.

Pengguna Cryptocurrency Keseluruhan di Kalangan Dewasa Muda Naik 46%, Dipimpin Nigeria dengan 211%

Harga cryptocurrency terkemuka dan penyedia data pasar Coinmarketcap menerbitkan laporan pada hari Jumat yang menyoroti tren pasar dan pengguna kripto untuk kuartal pertama tahun ini. Perusahan tersebut menjelaskan mengenai data yang dianalisis berasal dari “data kapitalisasi pasar eksklusif dan pengetahuan dari pengguna dari basis besar pengguna kami.”

Selain tren harga cryptocurrency dan diskusi tentang peristiwa setelah crash pada tanggal 12 Maret 2020 lalu, Coinmarketcap menemukan dua tren lain yang dianggap “menjanjikan”.

Baca Juga: Deutsche Bank: Cryptocurrency Bisa Jadi Ancaman Stabilitas Politik dan Keuangan

Yang pertama dalah pertumbuhan kuartalan 43,24% dari pengguna perempuan di situs webnya dan yang lainnya adalah pertumbuhan kuartalan 46,4% dari pengguna muda (usia antara 18 dan 24).

Rincian laporannya sebagai berikut:

“Sehubungan dengan segmen pengguna dewasa muda (berusia 18-24), benua Oceania mengalami lonjakan terbesar hingga mencapai 151,95%, diikuti oleh Afrika dengan 91,47%.”

Secara khusus, Coinmarketcap menyebutkan sembilan negara mengalami peningkatan pengguna tertinggi di antara usia 18 dan 24 pada kuartal pertama ini dibandingkan dengan yang sebelumnya.

Sembilan negara dengan pertumbuhan pengguna setidaknya 80% dipimpin oleh nigeria, yang mengalami peningkatan hingga mencapai 210,6%, diikuti oleh Australia sebesar 158,07%, dan Spanyol sebesar 120,71%. Negara teratas lainnya adalah Kanada (112,45%), Meksiko(97,33%), Inggris (91,48%), Kolombia (85,07%), India (83,07%), dan Pakistan (81,79%).

Baca juga: Bitcoin Sebagai Mata Uang Kripto dengan Pertumbuhan Teratas

Peningkatan Pengguna Perempuan Keseluruhan Naik 43%, Dipimpin Yunani yang Naik Hingga 164%

Jumlah pengguna perempuan juga meningkat secara substansial di kuartal pertama, ungkap Coinmarketcap. “Meski kami secara konsisten melihat peningkatan jumlah pengguna perempuan, segmen ini melihat pertumbuhan yang kuat sebesar 43,24% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya,” perusahaan menjelaskan:

“Di dalam segmen pengguna perempuan, wilayah Amerika dan Eropa tumbuh lebih dari 50% pengguna.”

Perusahaan ini juga menyebutkan sembilan negara lain mengalami peningkatan jumlah pengguna perempuan tertinggi pada kuartal pertama dibandingkan dengan yang sebelumnya.

Yunani memimpin segmen tersebut dengan pertumbuhan 163,67%, diikuti oleh Rumania (145,09%), Argentina (98,23%), Portugal (89,95%), Indonesia (88,92%), Ukraina (86,68%), Czechia (85,6%), Kolombia (82,03%), dan Venezuela (80,23%). Selain itu, perusahan menemukan peningkatan 41% dalam jumalh pengguna yang lebih tua dari 65 tahun.

Menurut peringkat Alexa, Situs Coinmarketcap saat ini berada di peringkat ke 569 secara global untuk lalu lintas sistus dan keterlibatan pengguna. Pada bulan April lalu, perusahaan ini diakuisisi oleh Binance Capital management, yang mengoperasikan salah satu paltform perdagangan cryptocurrency terbesar di dunia.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Pernyataan dari COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda terkait Perlindungan Pelanggan Aset Kripto di Indonesia

Salam!

Saat ini, Indonesia adalah salah satu dari sekian negara yang meregulasi digital asset/ cryptocurrency sebagai komoditi atau yang lebih dikenal dengan jual beli aset kripto. Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan No. 99 Tahun 2018 tentang Kebijakan Umum Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Aset Kripto:

Aset kripto resmi legal di Indonesia sebagai komoditas yang dapat diperdagangkan di bursa berjangka, bukan sebagai mata uang atau alat pembayaran. Untuk pembinaan, pengawasan dan pengembangan dari aset kripto diatur oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI)

Secara lebih khusus, pengaturan mengenai pelaksanaan bisnis aset kripto di Indonesia juga diatur didalam Peraturan BAPPEBTI No.5 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto di Bursa Berjangka.

Tidak hanya mengatur tentang perdagangan aset kripto, terdapat juga beberapa pasal terkait Perlindungan Pelanggan Aset Kripto: <baca disini>

Peraturan ini menjadi salah satu dasar kepastian hukum dan perlindungan hukum baik bagi pedagang (exchange) maupun pelanggan (nasabah) aset kripto di Indonesia.

Dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) no 11 Tahun 2018 juga diatur mengenai kewajiban dalam menyertakan informasi yang lengkap dan benar terkait syarat kontrak, produsen dan produk yang ditawarkan. Hal ini demi menjamin agar tidak ada pelanggan fisik aset kripto yang dirugikan akibat minimnya pengetahuan akan resiko dari aset kripto.

Dengan perkembangan industri aset kripto yang pesat menunjukkan pentingnya edukasi mengenai aset kripto baik untuk pelanggan aset kripto maupun masyarakat yang belum mengenal aset kripto. Hal ini dilakukan demi mencegah terjadinya penipuan atau tindak kejahatan dunia maya (cybercrime).

Dengan ini dapat disimpulkan bahwa Pemerintah Indonesia sudah sangat aktif dalam melindungi Pelanggan Aset Kripto melalui peraturan dan undang-undang yang telah berlaku di Indonesia. Untuk mencegah kerugian yang dialami oleh pelanggan fisik aset kripto, sebaiknya pilihlah pedagang fisik aset kripto yang terdaftar di BAPPEBTI untuk menjamin perlindungan terhadap pedagang fisik aset kripto. hal ini membantu nasabah untuk lebih memahami mengenai aset kripto dan mencegah terjadinya kerugian di masa yang akan datang. 



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP dan BNB Koin Paling Moncer Pekan ini

Pekan pertama April 2021 menjadi tonggak bagi sejumlah mata uang kripto untuk menstabilkan kembali harganya.

Setelah sebelumnya di pekan terakhir Maret 2021, pasar cryptocurrency tengah berusaha keluar dari zona sideways yang hampir menyentuh tren bearish.

Pekan pertama ini ditandai dengan tembusnya rekor kapitalisasi pasar seluruh mata uang kripto ke angka US$2 triliun atau setara dengan Rp 28 triliun. Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, nilai kapitalisasi pasar cryptocurrency hanya sebesar Rp 14 ribu triliun.

Menurut sejumlah analis, peningkatan nilai kapitalisasi pasar ini didorong oleh rally besar-besaran sejumlah Alts coin (sebutan koin selain BItcoin).

Meski, di awal pekan ini harga Bitcoin cenderung melambat, namun tidak dengan Alts Coin. Sebut saja Binance Coin (BNB), Ethereum (ETH), Ripple (XRP), dan Polkadot (DOT).

Baca Juga: Pasar Bitcoin Mulai Jenuh, Siap-siap ALTs Season!

Koin-koin tersebut mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Bahkan, ETH mampu menembus all time high nya pada awal April ini.

BNB Berlari Kencang Menuju Bulan

coinmarketcap tren harga 3 bulan terakhir
coinmarketcap tren harga 3 bulan terakhir

Apabila ditanya koin apa yang paling meyakinkan di tahun 2021 ini, jawabannya adalah Binance Coin (BNB).  BNB menjadi koin dengan laju peningkatan harga yang sangat meyakinkan di kuartal pertama tahun ini.

Di awal tahun, berdasarkan data coinmarketcap, harga BNB berada di angka Rp 550 ribu. Bulan-bulan berikutnya tren BNB sangat mengejutkan. Pada saat ini saja, BNB sudah mencapai harga Rp 7,1 juta.

Kebayang kan kalau kalian menahan BNB sejak Januari dan ditarik pada hari ini sudah cuan berapa?

Secara fundamental, BNB memang menjadi koin yang cukup potensial tahun ini. BNB yang dimiliki oleh exchange atau bursa terbesar di dunia BInance, memiliki teknologi blockchain yang diprediksi bakal menyaingi chain Ethereum.

Baca Juga: Tiga Faktor yang Bikin Bitcoin Akan Kembali Injak All Time High

XRP Si Kuda HItam yang Mulai Ngacir

XRP meroket lampaui USD$1 setara dengan Rp 14 ribu untuk pertama kalinya sejak 2018. Rally tersebut membuat XRP berhasil naik 75% dalam sepekan terakhir. Dan, saat ini, XRP menjadi koin rangking nomor 4 berdasarkan volume terbesar versi Coinmarketcap.

Sinyal kenaikan harga XRP ini tak bisa dilepaskan dari keputusan U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) menuntut Ripple atas penjualan XRP melalui penawaran sekuritas yang tidak terdaftar.

Disclaimer:

Perdagangan atau investasi digital asset atau mata uang kripto (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi. Sebelum memutuskan untuk mulai berinvestasi ketahui dulu resikonya. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.

Kami tidak memaksa Anda untuk membeli atau menjual aset digital ini, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Pahami dulu lebih dalam sebelum memutuskan berinvestasi mata uang kripto.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analis Blockchain: Bitcoin Dapat Hentikan Krisis Keuangan Masa Depan

Tampaknya Bitcoin kebal terhadap pencetakan uang berlebihan baru-baru ini yang dilakukan oleh Federal Reserve (Fed) di Amerika. Pernyataan ini dilontarkan oleh analis blockchain dari Weiss Crypto Ratings yang mengecam keputusan terbaru yang dilakukan oleh Fed dalam membeli junk bonds (obligasi sampah) korporasi dengan leverage 7 banding 1.

Tindakan pencetakan uang ini diumumkan pada bulan lalu. Dengan dana talangan yang akan ditambahkan ke pasar kredit korporasi berjumlah hingga 750 miliar USD. Uang itu akan memberikan tambahan likuiditas dan kredit pada perusahaan-perusahaan besar.

Sedangkan, analis dalam naungan Weiss ini, Bruce Ng dan Juan Villaverde, berpendapat dalam sebuah posting pada 1 Juli lalu bahwa langkah tersebut tidak akan memperbaiki gagalnya ekonomi di Amerika yang disebabkan karena pandemi virus corona.

Baca Juga: Bitcoin, Alternatif di Tengah Krisis Ekonomi

“Membeli hutang perusahaan besar yang terhubung secara politis (yang akan bangkrut jika bukan karena dana talangan yang tak ada habisnya tersebut) juga tidak akan menciptakan lapangan kerja baru,” kata para analis di Weiss. Mereka juga menambahkan “Juga tidak akan menghasilkan miliaran laba yang hilang akibat adanya pembatasan sosial dari krisis pandemi ini.”

Para analis berpendapat, adanya dana talangan seperti itu justru akan menjadi hal pendorong, untuk orang-orang mulai melihat Bitcoin dan mata uang digital lainnya.

Baca Juga: Regulasi Crypto Dapat Mencegah Krisis Keuangan

Mereka melanjutkan: “Inilah mengapa Bitcoin (dan aset crypto lainnya) akan menjadi masa depan uang. Bank-bank sentral sekarang menghancurkan mata uang kertas utama dunia — dan tidak ada kekuatan di bumi ini yang dapat menghentikan mereka. ”

Bagaimana Bitcoin Dapat Menghentikan Krisis Keuangan di Masa Depan?

Jawabannya, menurut Weiss, adalah bahwa komunitas Bitcoin bertanggung jawab atas kebijakan moneternya, bukan hanya para penambangnya, seperti yang diasumsikan oleh banyak orang.

Baca juga: Analis: Harga Bitcoin Terkini Mungkin Dipengaruhi Penambang

“Penambang Bitcoin tidak menetapkan kebijakan moneter. Hal itu dilakukan berdasarkan konsensus SELURUH anggota komunitas yang menggunakan Bitcoin,” tulis para analis.

“Inilah sebabnya mengapa sangat sulit mengubah bahkan detail terkecil terkait dengan bagaimana Bitcoin beroperasi,” tulis Weiss. Ia juga menambahkan “Mayoritas pengguna harus setuju. Atau tidak akan ada yang terjadi.”

Sebagai buktinya, orang tidak perlu menghadapi lebih jauh drama baru seputar “pajak penambang” Bitcoin Cash (BCH), atau rencana pendanaan infrastruktur (IFP), yang akan mendanai pengembangan jaringan dengan mengenakan pajak kepada para penambang.

Baca Juga: ZUBR Research: Permintaan Ritel untuk BTC akan Melebihi Pasokan

Meskipun banyak perusahaan tambang crypto terbesar setuju mengenai proposal tersebut, tetapi yang lain tidak menyetujuinya. Hal ini menyebabkan banyak keributan yang terjadi di media sosial dan menyebabkan penarikan kebijakan moneter BCH.

Weiss Crypto Ratings mengatakan, cryptocurrency sekarang adalah satu-satunya bentuk uang yang dapat mencapai prestasi seperti itu dan menumbangkan sistem keuangan saat ini.

“Dan jika mereka melakukannya (bailout) sekali saja, mereka pasti bisa kembali pulih. Hal ini membuat cryptocurrency sebagai satu-satunya alternatif andal pada krisisnya sistem moneter secara moral yang kita miliki saat ini,” pungkas postingan tersebut.

Informasi ini dapat dibaca kembali di sini



Sumber : news.tokocrypto.com

Sah! Coinmarketcap Pastikan Diakusisi Binance

Situs data pasar aset kripto ternama, Coinmarketcap baru saja memastikan bahwa mereka memang benar diakuisisi oleh bursa aset kripto Binance.

Sebelumnya tersiar rumor yang dilaporkan TheBlock, bahwa Binance mengakuisisi Coinmarketcap senilai US$400 juta (Rp6,5 triliun).

Sejumlah pengamat mengkhawatirkan itu bisa membuat reputasi Coinmarketcap menjadi tercoreng, karena mungkin tak bisa bersikap independen dan imparsial.

Dalam keterangan resmi Coinmarketcap malam ini kepada Blockchainmedia, mereka enggan memastikan nilai akuisisi seperti yang dilaporkan oleh TheBlock kemarin.

“Melalui akuisisi ini Binance dan Coinmarketcap bekerja secara bersama-sama, tetapi masing-masing tetap independen untuk memperluas adopsi aset kripto secara global. Coinmarketcap pun secara khusus memanfaatkan keunggulan Binance, mulai dari keahlian, sumber daya dan daya jangkaunya, tanpa mencampuri sisi operasional Binance,” sebut Carylyne Chan, CEO Interim Coinmarketcap dalam keterangannya kepada Blockchainmedia malam ini.

Chan menambahkan, sejak awal Coinmarketcap berdiri pada tahun 2013, mereka terus berkomitmen untuk tetap netral, menghindari dikte, sensor dari proyek blockchain ataupun sejumlah bursa aset kripto.

BERITA TERKAIT  Survei Terbaru: 10 Persen Orang Indonesia Punya Aset Kripto

“Kami lebih suka membiarkan pengguna membuat keputusan sendiri berdasarkan data yang yang ada. Kami senang Binance menjamin cara kerja kami tetaplah sama,” imbuhnya. [red]



Sumber : news.tokocrypto.com

Binance mendukung Tokocrypto, Proyek DeFi Indonesia pertama di Binance Smart Chain

Jakarta, March 10, 2020 Tokocrypto, platform pertukaran kripto teregulasi pertama di Indonesia di bawah Badan Pengatur Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (BAPPEBTI) untuk mendorong adopsi yang lebih besar dari blockchain di Indonesia dengan membangun proyek CeDeFi di atas Binance Smart Chain (BSC).

BSC menyediakan biaya yang rendah, kecepatan transaksi cepat, layanan andal dan mudah digunakan, yang berfungsi untuk memberdayakan produk keuangan berbasis blockchain generasi berikutnya untuk berkembang dan memanfaatkan industri Fintech yang sedang berkembang di Indonesia. Dengan visi untuk menyebarkan kebebasan finansial kepada semua, Binance senantiasa mendukung Tokocrypto, platform perdagangan aset kripto dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia, untuk meningkatkan adopsi blockchain dan mendorong penetrasi aplikasi BSC di negeri ini.

“Indonesia adalah salah satu komunitas BSC yang paling aktif. Kami harap kerjasama dengan Tokocrypto ini akan memberikan dukungan kepada proyek-proyek blockchain dan mempromosikan adopsi kripto di Indonesia ”,  kata Xiaoguang, koordinator ekosistem BSC

Tokocrypto akan mengembangkan token CeDeFi (TKO) hybrid pertama di Indonesia di atas Binance Smart Chain. TKO menggabungkan yang terbaik dari Keuangan Terpusat (CeFi) dan Keuangan Terdesentralisasi (DeFi). Produk peminjaman dan passive income DeFi dapat membantu mempercepat adopsi di antara populasi yang tidak memiliki rekening bank di Indonesia serta inklusi keuangan yang lebih besar, sementara CeFi menawarkan produk yang mudah digunakan dan lebih umum. Untuk menjembatani kesenjangan antara pengguna Tokocrypto dan DeFi. Tokocrypto di awal akan fokus untuk memberikan edukasi kepada pengguna tentang keuangan kripto dan pengembangan utilitas CeFi, seperti Setoran TKO, Tabungan TKO & Cashback TKO di Tokocrypto.

Selain itu, Tokocrypto dan Binance menjadi co-host Indonesian Blockchain Week 2020 dan BSC Indonesia Summit pada 20 Maret 2021. Event ini bertujuan untuk mengumpulkan para pemimpin industri dan influencer dari berbagai proyek BSC kelas dunia. untuk berpartisipasi dalam serangkaian sesi online yang menarik, informatif dan menggugah pemikiran seputar ekosistem blockchain.

“Binance selalu menjadi pendukung kuat kami di Tokocrypto. Melalui kolaborasi yang lebih erat ini, harapannya akan dapat mendorong adopsi kripto melalui token TKO ke lebih banyak wilayah di Indonesia. Ini juga akan memungkinkan kami memanfaatkan sumber day manusia dan dukungan di seluruh ekosistem BSC, ” kata Pang Xue Kai, CEO Tokocrypto.

Inisiatif lain sebagai bagian dari kolaborasi ini adalah proyek dana pengembang untuk memberdayakan proyek-proyek yang akan muncul dan mendorong kolaborasi antara Keuangan Terpusat (CeFi) dan Keuangan Terdesentralisasi (DeFi). Proyek ini menyediakan pendanaan, berbagai program dan inisiatif yang memberikan manfaat ekonomi dan sosial jangka panjang yang berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.



Sumber : news.tokocrypto.com

ZUBR Research: Permintaan Ritel untuk BTC akan Melebihi Pasokan

Laporan terbaru dari ZUBR Research menjelaskan bahwa pada tahun 2028, permintaan ritel untuk Bitcoin akan melebihi pasokan baru. Dilansir dari Bitcoin.com laporan ini menyoroti bahwa dalam delapan tahun ketika laju pasokan Bitcoin menurun alamat ukuran ritel akan mulai menggunakan semua persediaan baru yang ada sendiri.

Bahkan ketika halving berikutnya pada  2024 nanti. Laporan tersebut melihat menurut  akuntansi ritel untuk bisa  mengakuisisi 50% Bitcoin yang beredar.

Belum lama berselang, para pendukung cryptocurrency sudah menyaksikan halving ketiga Bitcoin (BTC) pada 11 Mei 2020. Tepat sebelum BTC ketiga penerbitan pasokan aktif atau tingkat inflasi sekitar 3,8%.

Baca juga: Halving Bisa Buat Miners Kecil Gulung Tikar

Hari ini jumlah itu terus menurun dan pada saat publikasi, tingkat inflasi BTC adalah 3,51%. Pada tanggal 29 Juni, sebuah laporan penelitian yang diterbitkan oleh ZUBR Research merinci bahwa dalam delapan tahun, permintaan ritel akan lebih tinggi dari laju penerbitan Bitcoin.

Studi yang disebut ” “Retail Investors Steady in Physical Bitcoin Snatch-Up” ini menjelaskan bagaimana jaringan BTC telah memasuki “era hadiah berikutnya.”

“Dengan 90% dari semua Bitcoin sudah ditambang, sisa pasokan diperkirakan akan memakan waktu hampir 120 tahun untuk dipasarkan. Angka ini – 10% sisanya membutuhkan 120 tahun lagi – menunjukkan betapa langka mata uang cryptocurrency, ” tulis ZUBR.

Pada saatnya, salah satu beban terbesar adalah likuiditas dan “Bitcoin fisik menjadi lebih sulit didapat.”

ZUBR: COVID-19 Berikan Beberapa Skenario Potensial

Temuan peneliti juga menunjukkan bahwa Covid-19  memberikan beberapa skenario potensial bagi cryptocurrency. ZUBR Research juga membahas pertanyaan apakah Bitcoin adalah versi emas yang lebih baik atau tidak.

Studi ini mengatakan bahwa investor harus mempertimbangkan keputusan ini karena permintaan telah menurun untuk emas dan semakin memperluas celah yang tersedia di pasar selama krisis Covid-19.

“Tidak diragukan lagi, Bitcoin melihat permintaan kuat setelah pandemi Covid-19. Permintaan juga disaksikan untuk emas, ” tulis laporan itu menyoroti.

Namun, ada perbedaan yang sangat kritis terhadap emas. Kendala pasokan Bitcoin tidak akan disebabkan oleh peristiwa black swan, tetapi sifat abadi permanen dari mata uang kripto yang yang dirancang untuk memotong pasokan baru .

Studi ini mencatat bahwa para peneliti memanfaatkan data dari perusahaan analisis Chainalysis. ZUBR memperkirakan bahwa permintaan ritel akan terus tumbuh tahun ini dan pada tahun 2028 permintaan akan jauh lebih besar daripada penerbitan.

Sama seperti dengan pasar emas, permintaan bitcoin sambil tetap langka bisa membuat harga BTC melambung tinggi. Membagi dua berikutnya akan menelan banyak permintaan ritel dan investor tetapi separuh kelima akan menjadi tekanan pembelian yang tidak terkendali.

“Mengekstrapolasi permintaan di masa depan dengan kecepatan ini menunjukkan perubahan yang sangat dramatis pada tahun 2028. Ketika laju pasokan Bitcoin semakin menurun dan alamat ukuran ritel ini mulai memakan semua pasokan baru sendirian,” perkiraan ZUBR.

Makalah ini diakhiri dengan menekankan:

Dengan investor ritel yang bekerja keras, kendala pasokan ini mungkin datang lebih cepat daripada nanti jika pertumbuhan permintaan dari investor kecil tetap stabil seperti dalam setengah dekade terakhir.

Baca Juga: Catat! Sekarang Bitcoin Sering Diperdagangkan Selama Jam-Jam Berikut Ini



Sumber : news.tokocrypto.com