Category Archives: Tokocrypto

Creepts: DApp Pertama yang Didukung Cartesi

Creepts adalah sebuah game turnamen tower defense pertama di dunia yang terdesentralisasi. Game open-source ini dikembangkan oleh Cartesi untuk menampilkan fitur-fitur teknologi inti Cartesi. Saat ini, Creepts dapat dimainkan di testnet Rinkeby Ethereum atau dimainkan melalui versi read-only di websitenya. 

Creepts adalah DApp yang sangat unik karena menampilkan game multiplayer yang sepenuhnya terdesentralisasi dan dikembangkan dengan menggunakan komponen perangkat lunak konvensional Linux (dioperasikan dengan Javascript) serta membutuhkan miliaran instruksi mikro-prosesor (sehingga tidak mungkin dijalankan secara on-chain).

creepts

Di Creepts, tiap pemain bersaing melawan satu sama lain untuk mendapatkan skor tertinggi dalam game Tower Defense. Para pemain yang bergabung dalam sebuah turnamen dengan mendapatkan skor tinggi lalu permainan akan dipindah ke jaringan blockchain sehingga biaya lebih rendah. Smart-contracts game ini akan menentukan siapa yang menjadi pemenang dalam turnamen tersebut. 

Berita Terkait: Menghadirkan Cartesi – Membangun DApps yang Terukur Pada Sistem Operasi Linux

Teknologi Cartesi menggabungkan beberapa fitur komponen perangkat lunak on-chain dan off-chain yang melengkapi Creepts dengan dukungan untuk desentralisasi dan turnamen penangkal kecurangan. Cartesi memungkinkan setiap pemain Creepts untuk secara otomatis mereproduksi gameplay dari skor pemain lain secara off-chain. Jika ada yang mencoba curang dengan melaporkan peningkatan skor, beberapa pemain lain secara otomatis menggunakan Cartesi untuk mendapatkan skor nyata berdasarkan gerakan permainan yang dilakukan oleh pemain yang curang. Pemain yang jujur akan secara otomatis menantang dan secara terbuka mengalahkan pemain yang curang menggunakan smart-contract Cartesi, yang menyebabkan mereka didiskualifikasi. 

Tentang Cartesi

Cartesi didirikan pada tahun 2018 oleh Erick de Moura, Augusto Teixeira, Diego Nehab dan Colin Steil yang saat ini sedang membangun sistem operasi DApps. Cartesi memungkinkan aplikasi terdesentralisasi untuk berjalan dalam sistem Linux. Proses yang complex dapat dijalankan off-chain, bebas dari batas komputasi blockchain dan biaya yang sesuai tanpa mengurangi desentralisasi. Cartesi telah menerima pendanaan dari investor terkemuka seperti SNZ, SOSV, Artesian Capital dan baru-baru ini menyelesaikan acara public-sale dengan Binance. Visi dari tim ini adalah untuk membuat pengembangan DApps yang mudah, terukur dan hemat biaya dengan menggabungkan alat yang sudah digunakan oleh para developer.

Cartesi Ecosystem Links: 

Telegram – Indonesia       Website      Twitter      Telegram      Discord      GitHub

 





Sumber : news.tokocrypto.com

Kolaborasi & Aksi Bersama Tangani COVID-19 Lewat TokoCare “Lelang Kebaikan”

#KolaborAKSI Tokocrypto bersama Public Figure & BenihBaik.com untuk  membantu penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia

Meningkatnya kasus COVID-19 di seluruh Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian banyak pihak. Tingginya kasus positif tidak sejalan dengan ketersediaan fasilitas dan tenaga kesehatan yang dapat mendukung masa pemulihan masyarakat yang terdampak.

Tokocrypto, sebagai pedagang aset kripto no 1 dan pertama teregulasi oleh Bappebti di Indonesia, melalui inisiatif TokoCare berupaya mengajak Tokonauts dan masyarakat umum untuk berkolaborasi dan beraksi membantu penanganan COVID – 19 di Indonesia. 

TokoCare merupakan sebuah inisiatif Tokocrypto untuk berKOLABORasi dan berAKSI dalam berbagai program corporate social responsibility. Kami memiliki beberapa inisiatif untuk membantu penanganan pandemi dimana salah satunya adalah lelang kebaikan bekerjasama dengan teman – teman public figure yang dekat dengan Tokocrypto. Harapannya, inisiasi #KolaborAKSI ini didukung dengan baik oleh komunitas & masyarakat umum, sehingga kita bisa saling bantu memberikan donasi yang dibutuhkan untuk penanganan COVID-19 — Nanda Ivens, CMO Tokocrypto.

Salah satu inisiatif #KolaborAKSI TokoCare ini diwujudkan melalui program Lelang Kebaikan bersama para public figure, dimana hasil lelang barang favorit milik mereka akan disalurkan melalui platform crowdfunding BenihBaik.com. Adapun beberapa public figure yang akan berpartisipasi dalam program ini adalah Arnold Poernomo, Jejouw, Bhaskara HINDIA, dan lainnya. 

Program lelang kebaikan ini akan dilaksanakan setiap minggu mulai 29 Juli hingga 23 September 2021 di akun media sosial @tokocrypto. Untuk mengikuti lelang ini, setiap peserta diwajibkan untuk follow semua akun media sosial Tokocrypto (Twitter, Instagram, Facebook, TikTok, dan Youtube) dan perlu mendaftarkan diri di link https://bit.ly/RegisterLelangTokoCare untuk mengikuti lelang. Pemenang yang terpilih akan diinformasikan di akun media sosial Tokocrypto.

 “KolaborAKSI dengan tim BenihBaik.com akan membantu kami menyalurkan bantuan secara cepat dan tepat, serta tentunya transparan bagi seluruh pihak,” ujar Nanda.

Tokocrypto juga mengajak Tokonauts & masyarakat umum untuk membantu penanganan COVID-19 di Indonesia dalam bentuk donasi yang bisa disalurkan melalui laman kampanye BenihBaik.com di link https://bit.ly/KolaborAKSI_Tokocrypto mulai dari  Rp 10,000,- saja.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa cek di link ini https://bit.ly/KolaborAKSI_LelangKebaikan.

#SalamToTheMoon #KolaborAKSI



Sumber : news.tokocrypto.com

Don Tapscott: Blockchain Kian Dominasi Industri Penting

Don Tapscott, penulis buku Blockchain Revolution mengatakan bahwa kendati teknologi blockchain masih baru (bermula dari Bitcoin), ia kian mendominasi sejumlah sektor industri penting.

Hal itu disampaikannya dalam sebuah webinar belum lama ini. Kepala Blockchain Research Institute itu menegaskan bahwa teknologi blockchain membuat “gelombang” di industri layanan keuangan, kesehatan dan juga sektor minyak dan gas.

“Industri yang pertama dipikirkan orang adalah industri layanan keuangan. Ini adalah industri triliunan dolar dan aset mulai didigitalisasi. Ada beragam bagian industri ini yang sudah didominasi oleh blockchain,” jelas Tapscott.

Beberapa perusahaan berpendapat blockchain bukan hal besar, tetapi menurut Tapscott pendapat itu keliru. Blockchain justru mendominasi beberapa industri penting.

Menitikberatkan pada industri layanan keuangan, ia berkata keuangan perdagangan mulai pindah ke blockchain. Tapscott juga menyoroti mekanisme pendanaan berbasis blockchain yang sedang naik daun.

“Berdasarkan kajian kami, modal ventura akan terdisrupsi dalam sepuluh tahun mendatang. Tetapi modal ventura sudah terdisrupsi dua tahun lalu. Ada peristiwa pembuatan token digital berbasis blockchain (aset kripto) yang telah menggalang dana miliaran dolar. Hal ini memberikan kemampuan menarik dana bagi publik di luar struktur keuangan tradisional,” tambah Tapscott.

Kesehatan adalah industri lain yang sedang dirombak oleh blockchain. Tapscott memastikan bahwa itu adalah industri yang besar juga dan bisa menjadi penerapan yang bagus bagi blockchain, sebab semua orang peduli tentang kesehatan.

Teknologi blockchain bisa dipakai untuk memerangi pandemi, seperti merekam riwayat medis pasien. Sistem blockchain memberikan izin kepada peneliti untuk menggunakan data pasien dengan syarat tertentu, di mana pasien tetap mengendalikan data mereka.

“Konsorsium minyak dan gas berbasis blockchain, yang mewakili semua perusahaan migas besar di dunia Barat, bergabung ke Blockchain Research Institute. Salah seorang CEO mengatakan kepada saya ia meyakini blockchain siap untuk dipakai massal,” tambah Tapscott.

Ini adalah perancangan ulang salah satu industri paling penting di ekonomi dunia, pungkas Tapscott. [decrypt.co/ed]



Sumber : news.tokocrypto.com

Ketahui Jenis Investasi Jangka Pendek yang Menguntungkan!

Investasi jangka pendek seringkali lebih dilirik oleh para investor pemula. Bukan tanpa alasan, waktu mendapatkan keuntungan lebih singkat dan risiko yang lebih minimlah yang akhirnya membuat investor menjatuhkan pilihannya pada investasi ini. Nah jika Anda juga ingin memulai investasi jenis ini, ketahui terlebih dulu penjelasannya. Yuk, baca lebih lengkapnya!

Apa sih Investasi Jangka Pendek itu?

Investasi jangka pendek adalah produk investasi yang menyetorkan sejumlah dana untuk dikelola dalam jangka waktu yang singkat. Jadi dana dan keuntungan yang diperoleh bisa dicairkan dalam waktu yang pendek. Rata-rata orang mencairkannya menjadi dana tunai dalam waktu 3-12 bulan. 

Tujuan investasi ini pun beragam, mulai dari untuk menambah cash flow atau pemasukan dalam jangka waktu yang singkat, sebagai bentuk passive income, atau memperoleh tambahan dana dari uang yang telah diinvestasikan dalam periode singkat. 

Jenis-jenis Investasi Jangka Pendek yang Menguntungkan

Adapun jenis-jenis instrumen pada investasi jangka pendek antara lain:

Reksa dana adalah produk investasi yang mana dana dari investor nantinya akan dikelola oleh manajer investasi agar memperoleh keuntungan. Secara umum, terdapat 2 jenis reksa dana, yakni reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, dan reksa dana campuran. Nah biasanya jenis reksa dana pasar uang merupakan pilihan investasi jangka pendek sebab periode waktunya hanya satu tahun dan tingkat risikonya rendah. 

Deposito adalah produk tabungan di bank dengan menyetorkan dan mencairkan sejumlah dana dalam waktu yang singkat. Baik dalam jangka waktu tiga bulan, enam bulan atau bahkan hingga satu tahun. Namun walaupun waktunya singkat, Anda tidak bisa menarik dana tersebut secara tiba-tiba, dana hanya bisa diambil pada tanggal jatuh tempo saja. 

  • Peer to Peer (P2P) Lending

P2P lending merupakan sebuah platform investasi yang di dalamnya mempertemukan orang-orang yang membutuhkan pinjaman dana dengan orang yang mau meminjamkan dana. Waktu periode investasi dapat bebas dipilih oleh investor, mulai dari 6 bulan, 1 tahun, sampai 2 tahun.

Ada beberapa kriteria yang bisa Anda jadikan sebagai ukuran dalam menetapkan aset kripto sebagai pilihan investasi jangka pendek Anda, lho! Kriteria tersebut antara lain, memiliki nilai cap rendah, memiliki volume trading yang tinggi, memiliki ICO atau Initial Coin Offering (upaya pengumpulan dana melalui penawaran aset kripto baru, dan popularitas yang tinggi pada koin ataupun token.

Nah, berinvestasi jangka pendek pada aset kripto bisa dilakukan dengan trading dan menggunakan teknik scalping. Trading Scalping merupakan trading aset yang berfokus mendapatkan keuntungan dari aksi jual menjual aset secara cepat. Dalam trading scalping, Anda bisa membeli aset dalam harga rendah dan langsung menjualnya kembali ketika harganya mengalami peningkatan. Yups, karena pada trading ini memang memegang konsep lebih baik mengambil cuan sedikit demi sedikit akan lebih menguntungkan dibanding menggenggam aset di jangka panjang. Makanya teknik scalping ini memang cocok untuk berinvestasi jangka pendek.

Tips Berinvestasi Aset Kripto dalam Jangka Pendek Agar Menguntungkan

Inilah beberapa tips yang bisa diterapkan ketika berinvestasi jangka pendek dengan aset kripto!

Melakukan investasi dan trading aset kripto bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Bahkan tak jarang ini bisa dilakukan pada saat santai, seperti saat hendak tidur, atau di sela-sela waktu istirahat. Namun, fleksibilitas ini bisa menjadi bumerang bagi Anda, apalagi di saat aktivitas ini sudah mulai menyita banyak perhatian Anda

Untuk itu, siapkan jadwal khusus untuk fokus pada saat melakukan investasi aset kripto. Hendaknya Anda melakukan identifikasi peluang investasi, mempelajari dan mengembangkain strategi yang tepa, dan yang terpenting persiapkan diri untuk mengelola risiko yang terjadi sepanjang trading. 

  • Mulai Investasi dari Modal yang Kecil

Saat ingin memulai berinvestasi, mulailah dengan jumlah yang kecil baru setelahnya tingkatkan secara bertahap ketika Anda merasa sudah lebih memahami dunia trading dan aset yang dipilih. Karena seperti yang diketahui, investasi jangka pendek tentu melibatkan banyak resiko. 

Apakah Anda sudah siap untuk berinvestasi jangka pendek? Yuk, daftar sekarang juga di Tokocrypto! Oh iya, Anda juga bisa mengetahui tips dan trik dalam dunia aset kripto lainnya dengan mengunjungi Tokonews, lho!



Sumber : news.tokocrypto.com

Peraturan-Peraturan Tentang Aset Kripto di Indonesia (Part 1) oleh TK Harmanda, COO Tokocrypto. 

Baru-baru ini, COO Tokocrypto Teguh Kurniawan Harmanda atau yang akrab disapa Manda, menulis tentang “Peraturan-peraturan Tentang Aset Kripto di Indonesia”. 

Seperti yang diketahui bersama, pemahaman terkait aset kripto di Indonesia tergolong masih sangat minim. Belum banyak yang tahu mengenai apa itu aset kripto, bagaimana regulasinya di Indonesia serta berbagai macam hal-hal lainnya terkait aset kripto. 

Di dalam tulisannya, Manda menyatakan bahwa aset kripto mulai diatur oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan dan secara spesifik dirumuskan oleh badan khusus di bawahnya, yaitu Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Hal ini ditandai dengan keluarnya Peraturan Menteri Perdagangan No. 99 Tahun 2018 tentang Kebijakan Umum Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Aset Kripto (Crypto Asset).

“Pertimbangan dari pembuatan peraturan ini karena Bitcoin, dan produk lainnya yang saat itu lebih dikenal dengan istilah cryptocurrency, penggunaannya sudah meluas di masyarakat dan dipergunakan dengan berbagai tujuan hingga menuai beberapa kontroversi. Dari hal tersebut kemudian Bappebti mengaturnya sebagai komoditi yang dinamai Aset Kripto, sehingga layak dijadikan subjek kontrak berjangka yang dapat diperdagangkan di Bursa Berjangka.”

Indonesia adalah salah satu negara yang mengakui aset kripto sebagai komoditi. Hal ini membuat kripto di Indonesia tidak berlaku sebagai mata uang namun sebagai komoditas, dimana aset kripto relatif mudah untuk diperdagangkan, dapat disimpan dalam jangka waktu tertentu dan dapat dipertukarkan dengan produk lainnya dengan jenis yang sama, yang dapat dibeli atau dijual oleh investor melalui bursa berjangka. 

Tentu saja, pengguna memerlukan perlindungan hukum dan pemerintah juga harus memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha dalam melakukan transaksi aset kripto di Indonesia. Peraturan Bappebti No.3 Tahun 2019 tentang Komoditi yang Dapat Dijadikan Subjek Kontrak Berjangka, Kontrak Derivatif Syariah, dan Kontrak Derivatif Lainnya yang Diperdagangkan di Bursa Berjangka adalah jawabannya. 

Dalam peraturan tersebut sangat jelas bahwa aset kripto diakui sebagai komoditi yang dapat dijadikan subjek kontrak berjangka yang termasuk dalam komoditi di bidang aset digital.

Selain itu, peraturan penting bagi pengguna dan penyelenggara perdagangan aset kripto juga tertuang pada Peraturan Bappebti No.5 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka (Peraturan Bappebti No.5/2019). Dalam peraturan ini juga dibahas mengenai hal-hal teknis yang harus dipenuhi oleh para pelaku usaha aset kripto, yaitu:

  1. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam perdagangan aset kripto

    1. Prinsip tata Kelola perusahaan yang baik,
    2. Tujuan dari Pasar Fisik Aset Kripto adalah sebagai pembentuk harga yang transparan,
    3. Kepastian hukum,
    4. Perlindungan pelanggan aset kripto,
    5. Memfasilitasi inovasi, pertumbuhan, dan perkembangan dari kegiatan usaha perdagangan aset kripto.
  2. Persyaratan dari aset kripto agar dapat diperdagangkan:

    1. Berbasis distributed ledger technology,
    2. Aset kripto utilitas atau aset kripto beragun aset,
    3. Nilai kapitalisasi masuk dalam 500 besar coinmarketcap,
    4. Memiliki manfaat ekonomi,
    5. Telah dilakukan penilaian risikonya.
  3. Persyaratan untuk mendapatkan Persetujuan dari Bappebti sebagai Bursa Berjangka, Lembaga Kliring Berjangka, Pedagang Fisik Aset Kripto, Pengelola Tempat Penyimpan Aset Kripto.

  4. Mekanisme perdagangan.

  5. Transaksi Aset Kripto.

  6. Penarikan Aset Kripto dan Penarikan Dana.

  7. Sanksi bagi pihak yang melanggar peraturan, dapat berupa pembatalan persetujuan.

  8. Penyelesaian Perselisihan.

 

*bersambung*

selengkapnya, dapat dibaca disini



Sumber : news.tokocrypto.com

Goldman Sachs: Suku Bunga Rendah adalah Alasan Perusahaan Besar Berinvestasi Kripto

Goldman Sachs, bank investasi multinasional asal AS mengatakan, bahwa suku bunga yang rendah di bank adalah salah satu alasan banyak perusahaan dan individu berinvestasi di kripto.

Hal itu berdasarkan hasil jajak pendapat yang digelar perusahaan itu belum lama ini kepada beberapa klien Goldman Sachs.

“Lebih dari separuh dari semua responden sudah berinvestasi atau tertarik untuk berinvestasi kripto. Inflasi yang tinggi dan suku bunga bank rendah adalah beberapa alasan utama mereka berinvestasi di kripto,” sebut Goldman Sachs, dilansir dari Bloomberg, Rabu (21/7/2021).

Baca Juga: Mastercard Meningkatkan Fitur Dompet Crypto dan Bisnis Pertukaran

Jumlah responden yang disurvei sebanyak 150 klien Goldman Sachs lintas negara, khusus kategori family office.

Perusahaan investasi jenis ini fokus pada pengelolaan dana/aset investasi berskala besar dari keluarga-keluarga kaya raya.

“22 persen aset yang dikelola bernilai US$5 milyar atau lebih dan 45 persen mengelola aset antara US$1 milyar dan US$4,9 milyar,” sebut Goldman Sachs.

Meena Flynn, Co-Head of Private Wealth Management di Goldman Sachs, mengomentari minat family office di kripto.

“Ada banyak yang berpikir bahwa aset ini akan berdampak sama seperti Internet dari sudut pandang efisiensi dan produktivitas,” sebut Flynn.

Ketertarikan terhadap kripto dari family office adalah bagian dari tren besar keuangan dunia saat ini.

Pada Mei 2021, Goldman Sachs membuka bisnis baru terkait kripto, dengan produk derivatif kripto yang menyasar pada perusahaan.

Bitcoin US$130 Ribu

Bank investasi lain, JPMorgan menyatakan pada April 2021, bahwa peningkatan investasi perusahaan dapat membuat Bitcoin mencapai target harga sebesar US$130.000.

Tentu saja ini adalah perubahan sangat drastis, sangat berbeda jauh dengan tahun 2018-2019, bank-bank besar cenderung “kritis” terhadap kripto, karena dianggap terlalu spekulatif dan tidak memiliki nilai fundamental.

Bahkan di masa depan, berdasarkan program dari NYIG, ratusan bank di Amerika Serikat kelak bisa memperdagangkan Bitcoin, tanpa perlu nasabahnya menjadi pengguna di bursa kripto Coinbase.

Baca Juga: JP Morgan: Klien Kami Suka Kripto

Proyeksi bullish lainnya datang sejak awal tahun ini dari Mike McGlone, analis senior Bloomberg Intelligence.

Ia meyakini harga Bitcoin bisa menjadi US$100 ribu pada tahun 2021 ini. Koreksi yang terjadi sejak pertengahan April 2021, menurutnya masih normal dan mustahil turun di bawah US$20 ribu per BTC.

Namun ia tak menyiratkan, apakah US$100 ribu itu merupakan harga puncak setelah masuk Halving III sejak Mei 2020 (cycle repeat), seperti Halving sebelumnya yang memuncak di US$20 ribu lalu merosot hingga 80 persen.



Sumber : news.tokocrypto.com

DeFi Berperan Jaga Harga Bitcoin?

Bitcoin meresahkan banyak investor, sebab pergerakan harganya tidak berubah banyak setelah Halving III pada Mei 2020 lalu. Telah banyak narasi yang dituduh jadi penyebabnya, tetapi belum ada analis yang menyoroti harga Bitcoin bisa longsor lebih dalam jika tidak ada peran lonjakan US$3 miliar di sektor DeFi.

DeFi (Decentralized Finance) memiliki beragam bentuk, termasuk peminjaman, derivatif, bursa dan pembayaran. Sektor yang baru dan seru ini menyebabkan token protokol DeFi mengalami lonjakan dan penurunan harga yang luar biasa.

Siklus gelembung terbaru dalam DeFi adalah di bidang liquidity mining (penambangan likuiditas). Hal ini adalah program insentif oleh protokol DeFi untuk menarik pengguna baru. Program ini umumnya menyebarkan governance token (token pengaturan) kepada penyedia likuiditas yang disebut dengan yield farmer (“peternak” imbal hasil).

Kendati tidak baru, program insentif DeFi merupakan metode pertumbuhan yang menghasilkan lonjakan partisipasi dalam jaringan, total modal yang disetor, serta kapitalisasi pasar governance token.

Contoh yang paling terkenal adalah Compound, protokol peminjaman desentralistik di mana pengguna bisa meminjam dan meminjamkan aset jaminan (collateral). Modal yang disetor dalam Compound serta kapitalisasi pasarnya meroket setelah penambangan likuiditas dan distribusi token pengaturan COMP dimulai, dengan nilai masing-masing US$668 juga dan US$497 juta.

Penambangan likuiditas tampak memiliki korelasi dengan pergerakan harga Bitcoin. Agar “peternak imbal hasil” menerima imbalan governance token, mereka harus berpartisipasi dalam jaringan sebagai peminjam atau pemberi pinjaman.

Hal ini membutuhkan penyetoran, di mana peminjam bisa menarik dana jika mereka memberikan agunan yang cukup. Pemberi pinjaman bisa meraup bunga pinjaman di atas harga pasar ditambah cuan dari peningkatan harga token COMP.

Modal paling besar yang disetor di DeFi berbentuk token Ether (ETH) senilai US$715 juta, disusul Bitcoin senilai US$141 juta.

Salah satu token paling panas di Ethereum saat ini adalah WBTC atau wrapped BTC, sebuah token ERC-20 yang dipatok 1:1 terhadap Bitcoin.

WBTC diburu peternak imbal hasil agar mereka bisa turut serta dalam jaringan Compound dan meraih token COMP.

Jika Bitcoin dan WBTC digabung, maka ada Bitcoin senilai US$241 juta yang disetor dalam DeFi, mengurangi suplai di pasar terbuka dan menopang harga Bitcoin.

Selain itu, partisipasi dan pertumbuhan harga di sektor DeFi selama tiga bulan terakhir membantu kembalinya alt season, yaitu musim di mana harga altcoins melonjak.

Sebagian besar altcoins diperdagangkan dengan Bitcoin. Investor baru yang memasuki sektor kripto harus membeli BTC sebelum membeli altcoinsehingga menjadi faktor tambahan yang mendukung Bitcoin.

Kendati demikian, DeFi juga membawa risiko. Sebagai contoh, pasar aset kripto sangat fluktuatif, sehingga sentimen yang mendorong harga melambung tinggi akan berbalik arah.

Katalis yang menyebabkan perubahan arah termasuk eksploitasi kode dalam protokol desentralistik yang sering terjadi selama ini, atau berakhirnya musim altcoin.

Tidak pasti bagaimana gelembung DeFi akan meletus, tetapi kemungkinan besar Bitcoin akan turut diseret jika hal itu terjadi. [forbes.com/ed]

Baca Juga: Cartesi Token Resmi Diperdagangkan di Tokocrypto



Sumber : news.tokocrypto.com

Mengenal NFT: Peluang Besar Industri Kreatif di Indonesia Merambah Pasar Global

Perkembangan teknologi blockchain saat ini merupakan salah satu yang perlu diantisipasi oleh masyarakat dan para pelaku bisnis. Setelah diramaikan oleh Decentralized Finance (DeFi) pada akhir tahun 2020, kini salah satu pengembangan blockchain yang sedang ramai diperbincangkan adalah Non-Fungible Token atau biasa disingkat NFT.

NFT mulai hadir sejak tahun 2014, namun semakin disorot sejak salah satu digital artist bernama Mike Winklemann (Beeple) menjual karya NFT “Everyday: The First 5000 Days” dengan rekor penjualan termahal di Christie dengan nilai $69.3 juta pada Maret lalu. 

Tokocrypto sebagai salah satu pedagang aset kripto terbesar di Indonesia, melaksanakan sebuah survei online kepada komunitas terkait pendapat dan pemahaman mereka atas tren NFT.

Hasil survei yang dilaksanakan pada 5 – 8 Juli 2021 lalu pada 400 responden, sebanyak 67,9% responden memahami NFT sebagai karya seni digital, 23,8% responden menjawab token digital, sementara sisanya menjawab NFT sebagai platform seni atau lainnya.

Baca Juga: Mastercard Meningkatkan Fitur Dompet Crypto dan Bisnis Pertukaran

NFT sendiri dapat dikatakan sebagai aset digital yang unik dan merepresentasikan karya seni dari kreator di berbagai kategori seperti musik, foto, video, digital arts, komik, apparel, merchandise, dan lainnya. Kebanyakan NFT dibangun di atas Ethereum blockchain, sehingga menjamin bukti kepemilikan, riwayat perpindahan NFT akan selamanya tercatat di Blockchain.

Melalui NFT, kreator dan kolektor bisa melakukan transaksi secara online dengan menggunakan mata uang kripto sebagai alat pembayaran. Setiap NFT memiliki kode unik tersendiri, dimana ada bukti kepemilikan dan keaslian NFT sebagai jaminan kolektor yang membeli karya tersebut. Sementara di sisi kreator, hal ini bisa mengantisipasi adanya duplikasi atau replikasi karya seni yang dibuat.

Nevertoolavish (NTL) sebagai salah satu sneaker customizers paling bergengsi di Indonesia melihat bahwa NFT merupakan sebuah medium baru sebagai seni digital dengan eksplorasi kreativitas yang tidak terbatas.

“Setelah eksis di dunia artisan customizer, kami memutuskan terjun di NFT dan melihat bahwa sistem serta mediumnya sangat menarik, dimana secara ekosistem dapat menguntungkan dari sisi kreator maupun kolektor,” ujar Muhammad Haudy, CEO & Co-Founder Nevertoolavish

Baca Juga: 3 Crypto dengan Apresiasi Tertinggi di Semester Satu 2021

Sementara itu, Winny Wong selaku CEO Banyan Core menambahkan bahwa “Indonesia memiliki banyak sekali artist bertalenta seperti arsitek, desain interior, digital artist, pelukis, penulis lagu, aktor, dan lainnya. Namun sayangnya, mereka tidak banyak terekspos ke global market, bahkan secara umum karya yang dimiliki belum diapresiasi dengan harga yang setimpal. NFT akan menjadi kesempatan besar bagi para kreator bertalenta untuk menunjukkan passion dan kreativitas yang dimiliki, dan menjadi strategi dalam mendorong bisnis kreatif di Indonesia.”

Mengeksplorasi NFT akan memberikan beberapa manfaat baik dari sudut pandang kreator maupun sebagai kolektor. Dari sisi kolektor, NFT dapat membantu mereka memperluas eksposur karya seninya mencakup pasar lokal dan internasional juga kesempatan untuk mendapatkan royalti atas karya NFT meskipun telah berpindah tangan ke kolektor lainnya.

Sementara di sisi kolektor, rasa kepemilikan dan keaslian atas karya NFT dari artist yang disukai menjadi daya tarik utama untuk memiliki NFT, ditambah beberapa NFT memungkinkan pemiliknya untuk menukarkan NFT tersebut ke dalam bentuk barang fisik atau menjadikannya sebagai salah satu investasi jangka panjang. 

Tokocrypto sendiri akan meluncurkan platform NFT lokal sejalan dengan pengembangan utilitas dari TKO Token. Platform yang rencananya akan hadir di Agustus 2021 ini diharapkan bisa menjadi wadah bagi kreator lokal Indonesia di berbagai kategori untuk memamerkan karyanya dan menjangkau pasar yang lebih luas melalui platform ini.

Sebelum peluncurannya, Tokocrypto mengundang para NFT antusias untuk bergabung dan melakukan pre sign-ups di mall.tokocape.com, dimana berkesempatan mendapatkan total hadiah $7000 dan 30 NFT merchandise dari beberapa official merchant partner seperti Nevertoolavish, Banyan Core, dan Maximall Footwear.

 



Sumber : news.tokocrypto.com

Cartesi Token Resmi Diperdagangkan di Tokocrypto

Jakarta, 14 Juli 2020 – Tokocrypto, pedagang aset kripto teregulasi di Indonesia resmi memperdagangkan Token Cartesi (CTSI), Sistem Operasi untuk DApps yang menjembatani perangkat lunak open-souce Linux dengan teknologi Blockchain. Cartesi mulai dapat diperjual belikan pada hari ini, 14 Juli 2020 pukul 10.00 WIB dan dapat diperdagangkan dengan Bitcoin (BTC) maupun USD Tether (USDT). 

Baru-baru ini, Cartesi meluncurkan Portal Dokumentasi Pengembangan Perangkat Lunak Descartes (Descartes SDK Documentation Portal) yang siap menghadirkan kenyamanan dan skalabilitas bagi para pengembang aplikasi yang didesentralisasi (decentralized applications). 

“Kami sangat senang menyambut kehadiran Cartesi, sebuah proyek yang bertujuan untuk memecahkan masalah skalabilitas dan kegunaan industri Blockchain. Ini merupakan salah satu dari tujuan kami untuk memberikan lebih banyak pengalaman menarik di dunia kripto bagi para nasabah Tokocrypto”, kata Pang Xue Kai, CEO Tokocrypto. 

Erick Demoura, CEO Cartesi mengatakan,”Kami sangat senang bisa membawa Cartesi di Pasar Indonesia melalui kolaborasi dengan Tokocrypto. Kerjasama ini adalah salah satu dari berbagai inisiatif kami untuk membawa token CTSI lebih dikenal secara global”. 

Pada Februari 2020, Cartesi juga mengumumkan DApp pertamanya, Creepts, infrastruktur game terdesentralisasi pertama di dunia yang dibangun dengan Linux. Cartesi ditempatkan untuk menjadi sistem operasi bagi jutaan aplikasi open-source Linux di blockchain. 

Tentang Cartesi

Cartesi adalah didirikan pada tahun 2018 oleh Erick de Moura, Augusto Teixeira, Diego Nehab dan Colin Steil yang saat ini sedang membangun sistem operasi DApps. Cartesi memungkinkan aplikasi terdesentralisasi untuk berjalan dalam lingkungan Linux. Proses yang complex dapat dijalankan off-chain, bebas dari batas komputasi blockchain dan biaya yang sesuai tanpa mengurangi desentralisasi. Cartesi telah menerima pendanaan dari investor terkemuka seperti SNZ, SOSV, Artesian Capital dan baru-baru ini menyelesaikan acara public-sale dengan Binance. Visi dari tim ini adalah untuk membuat pengembangan DApps yang mudah, terukur dan hemat biaya dengan menggabungkan alat yang sudah digunakan oleh para developer

Tautan Cartesi:

Telegram – Indonesia       Website      Twitter      Telegram      Discord      GitHub

Tentang Tokocrypto

Tokocrypto adalah pedagang asset kripto No.1 di Indonesia yang terpercaya. Kami adalah pedagang asset kripto pertama yang terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI).  

Didirikan pada akhir tahun 2017, Tokocrypto bekerjasama dengan Binance, pedagang asset kripto terbesar di dunia untuk memperbaharui platform kami menjadi Tokocrypto v2.0 dengan keamanan dan teknologi terbaru. Hal ini memungkinkan user mengakses finansial mereka dengan cara yang efisien, transparan dan terukur, tentunya dengan jaminan keamanan dan likuiditas tingkat industri.

Tokocrypto juga merupakan pusat pendidikan dan berita tentang teknologi blockchain, melalui kolaborasi erat dengan komunitas blockchain, universitas, dan pemerintah di Indonesia dan Asia Tenggara. 

Baca Juga: Staking, Cara Mudah Dapat Passive Income dari Aset Kripto





Sumber : news.tokocrypto.com

Inilah 5 Pola Candlestick Bearish yang Harus Diketahui Para Trader Kripto

Mirip seperti dua pola sebelumnya, pola Evening Star diawali dengan candle Bulls berbodi panjang yang mantap (sumbu pendek diatas dan bawahnya) yang berlanjut dengan candle kecil dan dilanjut dengan candle Bears panjang, yang ukurannya minimal hampir sama atau lebih dari candle Bulls diawalnya.

Candle kecil bisa terbentuk dengan GAP dari harga penutupan candle Bulls, tetapi bisa juga tidak (tanpa GAP), sehingga candle kecil ini bisa berupa candle Doji, Hammer, ataupun Pinbar.

Ini mencerminkan kekuatan awal dominasi dari Seller yang telah dibentuk sehingga bisa menjadi awal dari perubahan trend dalam jangka waktu yang menyesuaikan time framenya berada, termasuk berada tidaknya pola ini pada Resistance utama.

Shooting Star adalah bentuk yang cukup spesifik, dimana candle awalnya adalah candle Bulls berbodi panjang, yang berlanjut dengan candle bersumbu atas panjang dan bodinya kecil (bisa seperti hammer terbalik).Ini merupakan sinyal kekuatan dari aksi Seller saat harga mencoba bergerak lebih tinggi, dimana ini pun bisa berlanjut sebagai Evening Star yang akan memperkuat validasi dari sinyal trend selanjutnya.

Hanging Man

Bearish Harami Pattern
Tidak seperti pola lainnya diatas, Hanging Man adalah sinyal Bearish tunggal yang dibentuk oleh satu jenis candle saja seperti bentuk pada gambar (berbentuk palu, sumbu bawah panjang, dan body candle kecil).Ini menunjukan sebuah upaya bertahan dari para Seller di puncak suatu tekanan Bullish, sehingga memberikan sinyal bagi masuknya kembali aksi jual yang akan membentuk trend penurunan, yang kembali bergantung dari kondisi ada tidaknya Resistance ataupun volatilitas untuk mendukung kekuatannya.

Nah itu dia 5 pola candlestick Bearish yang harus diketahui oleh para trader kripto khususnya Anda, dengan mengetahui dan mempelajari hal ini tentunya akan meningkatkan kemampuan analisa candlestick Anda di dunia kripto yang sangat dinamis ini.

Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi blockchain semakin maju setiap tahunnya. Berbagai sistem dan token baru mulai diciptakan dan dikenalkan setiap tahunnya, seperti token berbasis CeFi (Centralized Finance) dan DeFi (Decentralized Finance), bahkan gabungan dari keduanya (CeDeFi).

CeFi merupakan layanan terstruktur sehingga semua pesanan dikendalikan oleh satu bursa pusat tanpa pihak lain yang bersaing, yang bertujuan untuk melakukan perdagangan yang adil, dan meningkatkan proses pembelian dan penjualan.

Berbeda dengan CeFi, DeFi yang dibuat dengan protokol smart contract  merupakan sebuah sistem yang transparan, terbuka, tanpa izin serta fleksibel dan tidak diperlukannya pengawasan terpusat dan perantara.

Pertumbuhan DeFi yang semakin tinggi ini membuat banyak token yang diciptakan di atas blockchain berbasis DeFi. Saat ini yang paling terkenal sebagai blockchain tempat pembuatan token DeFi adalah Ethereum.

Beberapa contoh dari project DeFi yang terkenal seperti Compound, Curve, YFI dibangun di atas blockchain Ethereum. Sedangkan untuk DeFi lokal dari Indonesia, hal ini masih sangat terbatas.

Untuk mendukung pertumbuhan DeFi di Indonesia, Tokocrypto meluncurkan Toko Token (TKO) yang dibangun di atas Binance Smart Chain dan berfungsi sebagai token hybrid (CeDeFi) pertama di Indonesia dengan utilitas mulai dari exchange platform token, CeFi, dan DeFi.

Toko Token ini nantinya akan berperan sebagai token platform penukaran yang mencakup berbagai benefit di dalamnya, yang akan memudahkan pengguna dalam mengelola aset crypto yang dimiliki. Tentunya hal ini sangat menarik mengingat hal seperti ini baru pertama kali ada di Indonesia. Kalau Anda ingin tahu lebih banyak tentang Token TKO bisa cek di sini.



Sumber : news.tokocrypto.com