Category Archives: Tokocrypto

Ketua SEC Akhirnya Buka Suara Bahas Regulasi Crypto!

Ketua dari Securities and Exchange Commission (SEC) baru saja memberikan pandangannya terhadap pasar crypto secara menyeluruh.

Dari beberapa pandangannya, salah satu hal yang dijadikan sorotan utama oleh publik adalah pandangannya mengenai regulasi.

Ketua SEC Buka Suara Tentang Regulasi Crypto

Gary Gensler, Ketua SEC terbaru, baru saja memberikan pandangannya mengenai kondisi pasar crypto dan kebutuhan regulasi di Amerika Serikat.

Ia menyatakan bahwa saat ini crypto merupakan sebuah hal yang baru dan masih sangat rentan terhadap adanya perilaku kecurangan.

Pernyataan tersebut ia sampaikan akibat banyaknya transaksi yang tidak legal dan juga penipuan yang bergerak di pasar crypto.

Oleh karena itu setelah mendapatkan tuntutan dari pemerintah dan publik untuk memberi pandangannya, ia akhirnya menyampaikan suara.

Gensler menyatakan bahwa pasar crypto merupakan sebuah hal yang perlu diregulasi dengan ketat terutama oleh SEC.

Ia merasa dengan adanya regulasi yang lebih ketat dan juga adanya pengawasan dari SEC crypto di Amerika dapat tumbuh lebih baik.

Pandangan yang ia berikan bertujuan untuk melindungi investor di Amerika untuk mengadopsi crypto dengan cara yang lebih aman.

Selanjutnya, ia juga menyatakan bahwa nantinya regulasi akan lebih ketat terhadap crypto namun tidak akan membatasinya.

Gary Gensler juga memperingatkan bahwa nantinya SEC akan lebih ketat mengawasi bursa crypto dan juga perusahaan terkait crypto.

Ia bahkan mengajak pihak-pihak tersebut untuk kerja sama agar dapat dibantu dan dipandu pertumbuhannya juga oleh SEC.

Intinya melalui beberapa pernyataan resminya terkait regulasi, saat ini Gary Gensler memperingatkan bahwa regulasi terhadap crypto akan lebih ketat.

Baca Juga: Cara Bijak Atur Keuangan Awal Bulan, Check!

Masih Mendukung Crypto

Untuk diperjelas, Gary Gensler tidak menentang pertumbuhan crypto, bahkan ia menjadi salah satu pihak di pemerintah yang mengakui baiknya inovasi ini.

Ia mengakui bahwa Satoshi Nakamoto telah menciptakan suatu hal yang penting terutama dalam mendorong teknologi blockchain dan kriptografi.

Pandangan terhadap Satoshi Nakamoto dari Gary Gensler adalah sebuah pandangan yang positif sehingga dapat dianggap sebagai sebuah dukungan.

Gensler menyatakan bahwa apa yang dibawa oleh Satoshi Nakamoto dalam inovasinya di 2008 adalah sebuah hal yang mendorong adopsi internet lebih tinggi.

Ia juga menambahkan bahwa apa yang terjadi saat ini bukan sebuah hal yang akan pudar dengan cepat namun dapat bertahan.

Berikutnya ia juga menyatakan bahwa walau banyak pihak di pemerintah yang ingin crypto hilang, ia percaya teknologi ini dapat membawa hal positif.

Namun satu hal yang perlu diketahui bahwa nampaknya Gensler hanya terfokus pada Bitcoin akibat ia juga menyatakan bahwa,

“Saya sudah mempelajari bidang ini secara menyeluruh. Saya bisa menyatakan bahwa Bitcoin adalah satu-satunya inovasi nyata.”

Pernyataan tersebut diartikan banyak hal oleh pasar, namun sebagian besar menganggap hal tersebut sebagai dukungan untuk Bitcoin namun tidak untuk crypto.

Pandangan tersebut diperkuat dengan Gary Gensler yang menyatakan bahwa crypto adalah sebuah aset spekulatif dengan risiko tinggi untuk menyimpan kekayaan.

Kemungkinan Menyetujui ETF Bitcoin

Dengan banyaknya pernyataan yang terlihat mendukung teknologi Bitcoin dan inovasinya di pasar keuangan, muncul narasi baru.

Narasi tersebut adalah kemungkinan persetujuan terhadap perizinan Reksadana ETF Bitcoin yang selama ini belum disetujui SEC.

Dari pernyataan Gensler, nampaknya investor menganggap bahwa SEC dalam langkah untuk menyetujui Bitcoin ETF.

Pernyataan yang diambil dari Gary Gensler dalam potensi persetujuan ini adalah saat ia menyatakan bahwa ETF Bitcoin yang teregulasi akan aman untuk investor.

Ia juga menyinggung adanya kemungkinan untuk menciptakan ETF berbasis Kontrak Berjangka Bitcoin yang diterbitkan oleh CME atau Chicago Merchantile Exchange.

Namun satu hal yang membuat pasar bimbang adalah pernyataannya yaitu ETF akan berada di bawah regulasi Mutual Fund.

Mutual Fund berada di bawah regulasi yang sama dengan saham di Amerika, sehingga dapat membuat kerancuan antara crypto sebagai saham atau komoditas.

Baca Juga: Alasan Kepala SEC Baru Berdampak Positif untuk Pasar Crypto

Tapi untuk saat ini nampaknya SEC masih dalam tahap pendalaman mengenai permasalahan tersebut agar regulasi terbentuk dengan baik.

Satu hal yang pasti adalah Gary Gensler menganggap saat ini perlindungan terhadap investor melalui regulasi masih sangat kurang.

Sehingga ke depannya akan ada beberapa regulasi dan syarat ketat sebelum ETF Bitcoin atau ETF crypto lainnya tercipta.

Jadi, terciptanya dan disetujuinya Bitcoin ETF masih menjadi sebuah hal yang mungkin, namun masih belum diketahui kapan.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

CEO Binance Yakin Bitcoin akan Mencapai $ 1 Juta, Kapan?

CEO dan pendiri pertukaran crypto Binance, Changpeng Zhao, telah mengatakan dalam wawancaranya dengan Altcoin Daily bahwa Bitcoin (BTC) nanti akan mencapai $ 1 Juta.

Namun, dia tidak mengatakan kapan dan bagaimana BTC bisa mencapai harga tersebut. Terlebih lagi, pihak Altcoin Daily hanya memberikan benar atau tidak.

Ketika ditanya apakah 1 BTC akan mencapai $1 juta, Zhao sangat cepat mengatakan benar. (Menit 43:51)

Yang lebih penting adalah, pandangan CEO Binance tentang prospek jangka panjang untuk pemimpin pasar. Berlawanan dengan prediksi harga jutaan dolarnya, ia juga percaya alternatif yang lebih besar dan lebih baik akan hadir untuk menggantikan Bitcoin di ‘beberapa titik.’

Wawancara tersebut diketahui mencakup berbagai topik.

Menariknya, dengan mempertimbangkan sifat masa lalu dan teknologi inti pada BTC, Zhao memiliki pandangan untuk jangka panjang Bitcoin seperti ini:

“Sejujurnya, saya pikir dominasi Bitcoin dari waktu ke waktu akan berkurang, bukan meningkat. Ini dapat meningkat dalam jangka pendek … ada banyak inovasi yang dilakukan orang-orang yang dapat membawa kembali ke Bitcoin, seperti solusi lapisan kedua dll. Tetapi ketika teknologi sudah keluar dan diadopsi selama sepuluh tahun, ada ruang lingkup yang relatif terbatas yang dapat Anda perbarui.”

Ia pun mengatakan, cepat atau lambat, setiap teknologi akhirnya akan digantikan oleh sesuatu yang lebih baik.

Dia menggunakan contoh-contoh seperti bahasa pemrograman yang sudah ketinggalan zaman, media sosial yang bergantian dan juga search engine sudah berganti.

Baca Juga: 4 Persamaan Bitcoin dan Emas Sebagai Alat Investasi Masa Kini

Dalam pandangannya Zhao masih berpikir bahwa Bitcoin masih akan menjadi raja cryptocurrency dalam 10-15 tahun kedepan.

Namun, cepat atau lambat sesuatu baru akan mengganti yang lama. Dia juga tidak tahu berapa lama mungkin 20 tahun atau 100 tahun kedepan.

Dia juga percaya bahwa Bitcoin tidak akan musnah karena semua orang yang mau masuk ke pasar cryptocurrency akan belajar tentang Bitcoin.

Zhao juga menambahkan untuk industri cryptocurrency untuk berhasil, Bitcoin harus berhasil.

Disisi lain, DeFi adalah contoh nyata yang saat ini terlihat akan mengungguli rekan tradisionalnya disektor keuangan, meski ini masih membutuhkan waktu yang lebih lama.

Dia mengatakan bahwa banyak proyek yang gagal dan hanya beberapa yang berhasil. Dan DeFi akan memperkuat adopsi cryptocurrency.

Untuk wawancara yang full, pembaca bisa nonton di Youtube.



Sumber : news.tokocrypto.com

S&P 500 Akan Melonjak Menuju ATH Baru: Akankah Bitcoin Mengikuti?

Bitcoin terlihat masih bergerak mendatar pada grafik. Menurut data dari Coin Market Cap, mata uang crypto terkemuka itu hanya memperoleh 0,15% dalam 24 jam terakhir pada saat penulisan artikel ini. Kinerja BTC ini berkutat hanya dalam kisaran nilai 5% yang sama selama dua minggu terakhir.

Di lain sisi, pasar saham saat ini sedang menunjukkan kekuatan ekstremnya, dan ini bisa berdampak pada rally-nya Bitcoin. Bagaimanapun, korelasi yang kuat telah terbentuk antara kedua pasar, yang seharusnya ini dapat memberikan apresiasi pada nilai BTC dalam waktu dekat.

Baca Juga: Meningkatkan Kepatuhan AML/KYC Pada Pedagang Aset Kripto

Bitcoin Bisa Melonjak Saat S&P 500 Membuat Nilai Tertinggi Baru

Meskipun pandemi dan ketidakpastian ekonomi memburuk, S&P 500 melonjak lebih tinggi pada hari Senin, 20 Juli lalu. Proses ini dilewati setelah awal yang lambat untuk sesi perdagangan. Pada penutupan sesi pada hari Senin, indeks saham terkemuka diperdagangkan di level 0,85% lebih tinggi dari tempat awalnya. S&P 500 sekarang diperdagangkan di 3,251.84, nilai tertinggi sejak dimulainya peristiwa kapitulasi pada Februari 2020 lalu.

Kekuatan dalam S&P 500 tampaknya menanggapi dua hal berikut:

  • Kekuatan ekstrem dalam nilai perusahaan teknologi seperti Amazon, yang naik 8% pada hari itu.
  • Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin mengungkapkan bahwa RUU yang dengan stimulus pendanaan berikutnya akan melibatkan setidaknya $ 1 triliun.

Bitcoin bisa rally sekali karena saat ini tertinggal di belakang S&P 500 seperti yang ditunjukkan pada grafik di bawah ini dari trading mata uang crypto.

Bitcoin bersiap mendapatkan keuntungan dari lonjakan yang berkelanjutan di pasar saham karena korelasi antara kedua pasar.

Baca juga: Analis: Korelasi Bitcoin dan S&P 500 Bukan Hal Buruk

Mati Greenspan, pendiri Quantum Economics, menemukan pada awal tahun ini BTC dan S&P 500 memiliki nilai korelasi tertinggi sejak Januari 2011 silam.

Korelasi ini menjadi sangat jelas sehingga bahkan para analis yang tidak mengikuti pasar ini 24/7 mulai ikut memperhatikannya. Tim analis JP Morgan mencatat pada bulan Juni lalu bahwa sejak crash pada bulan Maret, “Mata uang crypto telah diperdagangkan lebih seperti ekuitas“ daripada yang mereka lakukan sebelumnya.

Apa Penyebab Korelasi?

Di balik korelasi ini konon disebabkan perbedaan pasar yang sangat tipis. Seorang trader mata uang crypto berkomentar:

“Hal itu berasal dari pasar yang sangat tipis jika mencakup secara keseluruhan. Derivatif melakukan rekor volume rendah dan secara umum belum memulihkan minat terbuka terhadap mereka secara keseluruhan. Volume harian Coinbase berada pada ~ $ 80 juta hampir setiap hari dan BitMEX terlihat terus mengikutinya ( menyeret derivat lainnya). “

Dengan harga Bitcoin masih berada di posisi datar yang sama, belum bisa bergerak secara independen dari katalis eksternal, tampaknya kekurangan likuiditas ini dapat berlanjut sampai BTC mulai bergerak.

Informasi ini disunting dan diolah kembali dari NewsBTC



Sumber : news.tokocrypto.com

Cara Bijak Atur Keuangan Awal Bulan, Check!

Awal bulan setelah gajian waktunya kamu atur strategi buat beberapa pos keuangan, bener gak? Pengen beli ini itu, jajan ini itu, wajar banget buat apresiasi kerja keras diri sendiri. Tapi pastikan dulu keuangan kamu sehat ya!

Apalagi di masa pandemi yang penuh ketidakpastian ini, mengatur keuangan dengan strategis merupakan salah satu  yang wajib dilakukan. Siapa tau ada biaya – biaya tak terduga yang harus dikeluarkan.

Lalu gimana sih caranya biar bisa atur keuangan dengan rapi dan bijak? Simak beberapa hal yang bisa kamu terapkan

 

 

Prioritas kamu menjadi penentu bagaimana kamu mengatur strategi keuangan. Tentunya, strategi itu akan berbeda jika kamu sudah berkeluarga atau masih single. Jadi gimana cara mulainya? Saat habis gajian, jangan langsung jajan! 

Coba pakai metode 50/30/20 untuk buat strategi keuangan kamu. 50% dari pendapatan kamu bisa digunakan untuk membayar kebutuhan pokok guna bertahan hidup seperti cicilan KPR, sewa rumah, makanan, asuransi kesehatan, listrik, dan lainnya. Pastikan semua kebutuhan pokok kamu tidak lebih dari alokasi ini.

Gunakan 30% dari pendapatan kamu untuk memenuhi keinginan seperti makan/jajan di luar, kebutuhan elektronik, liburan, dan lainnya. Lalu 20% sisanya digunakan untuk menabung. Nah menabung pun bisa dibagi beberapa kategori seperti tabungan dana darurat, tabungan pensiun, tabungan sekolah anak, dan lainnya.

 

 

Di masa pandemi ini khususnya, memiliki dana darurat menjadi hal yang sangat penting untuk keperluan tidak terduga jika ada keluarga sakit atau hal lainnya. Perhitungan dana darurat idealnya adalah 6 x Pengeluaran Kebutuhan Pokok (jika kamu single) dan 12 x Pengeluaran Kebutuhan Pokok (jika kamu berkeluarga). 

Melihat poin no 1 dimana tabungan diambil dari 20% pendapatan, kamu bisa set target mulai dari sekarang untuk menabung dan mengamankan dana darurat sesuai dengan priotitasmu.

 

 

Selain untuk dana darurat, kamu juga bisa mengalokasikan sebagian jatah 20% dari pendapatan kamu untuk memulai investasi. Saat ini banyak instrumen investasi yang bisa menjadi pilihan buat kamu, salah satunya adalah investasi aset kripto.

Sebelum memulai investasi, pelajari dulu teknologi blockchain dan aset kripto apa yang sesuai dengan profil investasi kamu. Meskipun banyak yang bilang investasi kripto pasti cuan, tetap ada risikonya ya jadi kamu harus berhati – hati dan memahami teknisnya. Jangan tergiur cuan dengan menggunakan alokasi dana darurat apalagi kebutuhan pokok!

Pastikan kamu melakukan investasi aset kripto di pedagang aset yang mengedepankan keamanan dan kenyamanan dalam bertransaksi. Seperti Tokocrypto yang merupakan pedagang aset pertama yang teregulasi oleh Bappebti.

Nah, khusus di Agustus ini, Tokocrypto bersama GoPay menghadirkan promo spesial buat para pengguna Tokocrypto. Seluruh pengguna Tokocrypto berkesempatan mendapatkan cashback hingga Rp 35.000 jika melakukan deposit melalui GoPay yang berlaku pada 1 – 31 Agustus 2021. Menarik dan pastinya mudah banget nih buat kamu yang baru mau mulai investasi, yuk langsung trading di Tokocrypto!

Mau tau detailnya, cek langsung di sini ya! #salamtothemoon



Sumber : news.tokocrypto.com

Meningkatkan Kepatuhan AML/KYC Pada Pedagang Aset Kripto

Trulioo, perusahaan penyedia verifikasi identitas global mengatakan peningkatan kepatuhan untuk AML dan KYC dapat menjadi pembeda besar bagi perusahaan kripto. 

Kemampuan untuk memverifikasi dokumen dan mematuhi persyaratan anti pencucian uang/ anti-money laundering (AML) dan know-your-customer (KYC) sekarang menjadi pembeda dalam perusahaan kripto, kata Trulioo. 

Anatoly Kvitnitsky, VP Growth Trulioo mengatakan kepada tim Cointelegraph bahwa sebagaimana kripto melintasi banyak perbatasan, siapapun yang ingin menonjol dan mungkin menarik mereka yang ingin bertukar crypto ke fiat atau sebaliknya akan mematuhi aturan dan persyaratan. 

“Ini adalah ide bagus untuk meningkatkan pendekatan dunia kripto terhadap kepatuhan, terutama karena pertukaran (aset kripto) menjadi makin umum”, kata Kvitnitsky. “Tentu saja sesuatu seperti verifikasi dokumen sangat berbeda dan hal tersebut adalah sesuatu yang kami lihat telah berubah dalam dua tahun terakhir. Dunia kripto benar-benar membutuhkan solusi ini”.

Trulioo meluncurkan EmbedID, alat yang menyematkan verifikasi identitas untuk KYC melalui API, pada 8 Juli. Ini ditargetkan bagi perusahaan dengan tim kepatuhan kecil untuk membuat kegiatan KYC dan AML lebih otomatis. Kvitnitsky mengatakan Trulioo dan EmbedID sudah menghitung beberapa perusahaan kripto sebagai pelanggan. 

Kvitnitsky mengatakan bahwa Trulioo ingin membuat dokumen dan verifikasi identitas semudah mungkin bagi klien yang tidak memiliki akses ke teknologi perbankan. Pertukaran kripto dan manajer aset, kata Kvitnitsky, sering ditemukan memiliki tim yang sangat kecil untuk mengurus semua dokumen yang diberikan klien mereka untuk memastikan bahwa hal tersebut memenuhi peraturan. 

Yuridiksi regulatori juga memiliki persyaratan KYC dan AML yang berbeda, kata Kvitnitsky, sehingga akan menjadi sangat sulit untuk mencocokkan dokumen yang diperlukan untuk setiap negara. Ia mengatakan sifat kripto yang inheren internasional dan tanpa batas sangat cocok untuk Trulioo. 

Baca Juga: Blockchain Kian Dominasi Industri Penting 

“Jika sebuah perusahaan sangat ingin bekerja dengan regulator, anda akan melihat pendekatan yang lebih utama terhadap kepatuhan”, kata Kvitnitsky. 

Beberapa pemerintah telah meningkatkan pemantauan terhadap perusahaan kripto meski hanya beberapa yang memiliki regulasi khusus. Otoritas Perilaku Keuangan Inggris mendesak bisnis kripto lokal untuk mendaftar dengan pengawas sebagai sarana untuk membantu pengawasan terhadap aktivitas anti pencucian uang atau AML. Komisi perdagangan komoditas dan berjangka Amerika Serikat juga menjanjikan kerangka kerja kripto yang baru. 

sumber: baca disini



Sumber : news.tokocrypto.com

Tertarik Investasi Jangka Panjang? Pilihlah Aset Kripto!

Berbagai pilihan instrumen investasi memang terkadang membingungkan. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk menentukan jenis investasi apa yang akan dipilih, tujuan Anda dalam berinvestasi, dan juga jangka waktu yang ditetapkan. Kali ini akan dibahas lebih lengkap mengenai investasi jangka panjang, khususnya pada aset kripto! Penasaran dengan informasinya? Yuk, simak selengkapnya!

Apa itu Investasi Jangka Panjang?

Sebelumnya mari simak terlebih dahulu pengertian investasi jangka panjang. Investasi ini adalah investasi dimana daya yang digunakan akan dijalankan terus menerus dan baru bisa dicairkan ketika jangka waktu tersebut telah jatuh tempo, minimal satu tahun. Karena jangka waktu yang diperlukan terbilang lama, maka Anda harus bersedia untuk bersabar. Tapi, jangan salah! Potensi keuntungan yang akan Anda dapatkan bisa terbilang tinggi, lho!

Adapun tujuan dari berinvestasi ini antara lain mendapatkan penghasilan pasif dalam setiap periode (seperti bunga, dividen, atau bunga sewa). Selain itu, investasi ini cocok bagi Anda yang ingin meminimalisir risiko dalam berinvestasi. Terakhir, investasi ini juga dapat membantu Anda ketika sedang mengarahkan dana khusus untuk keperluan yang spesifik, seperti biaya pendidikan Anak di masa mendatang ataupun dana pensiun. 

Aset Kripto Sebagai Pilihan Investasi Jangka Panjang

Salah satu instrumen investasi yang patut Anda pilih ketika ingin memilih berinvestasi jangka panjang adalah aset kripto. Pada investasi ini maksudnya, Anda bisa membeli aset kripto dan kemudian menyimpannya sesuai dengan periode waktu yang diinginkan, minimal dalam jangka waktu satu tahun. Menjatuhkan pilihan pada aset kripto terjadi bukan tanpa alasan.

Pertama, dapat dilihat harga aset kripto sejak kemunculannya hingga sekarang mengalami pergerakan yang cenderung naik. Misalnya pada Bitcoin, ia mengalami kenaikan harga dari tahun ke tahun. Hal ini dapat dilihat melalui harga bitcoin pada 1 Januari 2020 yang hanya sebesar Rp 99 juta per btc, sedangkan di awal tahun 2021, harganya mampu naik berkali-kali lipat, bahkan menembus Rp 408 juta per btcnya! Jadi jika Anda membelinya tahun ini dan menjualnya di tahun yang akan mendatang, bisa jadi Anda akan mendapatkan keuntungan berlipat ganda. 

Namun, satu hal yang perlu ditekankan adalah Anda harus tetap mengatur emosi (tidak FOMO) dan diperlukan manajemen risiko yang baik agar tidak terpengaruh dengan adanya perubahan pada harga bitcoin maupun aset kripto lainnya

Selanjutnya, telah banyak orang yang akhirnya melakukan investasi jangka panjangnya dengan aset kripto atau aset digital karena investasi ini dinilai lebih mudah dan tidak perlu memperhatikan pasar setiap waktu. Banyak investor yang telah percaya jika aset kripto ini pasti memiliki harga jual yang tinggi di masa depan. 

Rekomendasi Koin untuk Investasi Jangka Panjang

Inilah beberapa koin yang bisa Anda beli saat ingin berinvestasi dalam jangka waktu yang lama:

Berbicara koin manakah yang cocok untuk investasi jangka panjang tentunya tidak akan lepas dari Bitcoin. Siapa sih yang tak kenal dengan Bitcoin? Aset kripto yang dijuluki sebagai king of cryptocurrency ini memang sudah dikenal banyak orang, tak tanggung-tanggung Bitcoin dipakai insitusi maupun perusahaan yang ada di dunia, seperti Microsoft dan Tesla. 

Koin yang pertama kali diciptakan oleh Satoshi Nakamoto pada tahun 2009 ini memiliki persediaan yang terbatas, yakni hanya 21 juta koin yang tersebar di seluruh dunia! Karena jumlahnya yang terbatas dan berpotensi mengalami kelangkaan, maka harga Bitcoin di masa depan diprediksi akan menjadi sangat tinggi. 

Koin yang launching pada 30 Juli 2015 silam ini memiliki persediaan sebanyak 72 juta koin di awal peluncurannya. Ethereum memiliki kelebihan, yakni ia menduduki posisi top 3 yang memiliki market cap besar di antara semua aset kripto yang ada di dunia. Selain itu, kini ethereum sedang mengembangkan ethereum 2.0 yang akan diluncurkan di beberapa tahun kedepan pun digadang-gadang akan lebih baik dibanding ethereum sebelumnya.

Koin ketiga adalah BNB, koin ini merupakan koin utama yang dijalankan oleh Binance, yang merupakan exchange terbesar di dunia. Koin yang digadang-gadangkan sebagai koin pengganti ethereum oleh penciptanya ini memiliki kelebihan biaya transaksi yang murah. Koin ini bisa Anda pilih jika dirasa koin sebelumnya memiliki harga yang terlalu mahal bagi Anda. 

Tunggu apa lagi? Kini sudah saatnya untuk memilih aset kripto sebagai investasi jangka panjang Anda! Daftarkan segera diri Anda dengan berinvestasi aset kripto yang aman, terpercaya, dan mudah hanya di Tokocrypto!



Sumber : news.tokocrypto.com

Cara Blockchain Menumpas Korupsi Agar Menciptakan Pemerintah yang Bersih

Seluruh masyarakat di seluruh dunia, pasti menginginkan setiap jajaran pejabat dalam pemerintah selalu menjaga integritasnya. Salah satu bentuk integritasnya yang diharapkan oleh masyarakat luas adalah pemerintahan yang bersih dari aksi korupsi dari level terendah hingga tertinggi sekalipun.

Untuk membuat para koruptor-koruptor tersebut jerah, bukan hanya dengan menjatuhkan mereka hukuman penjara dan sanksi denda saja. Melainkan, setiap negara juga perlu memperbaiki sistem pemerintahan mereka agar tidak mudah ditembus dengan praktik-praktik transaksi yang hanya mementingkan kepentingan pribadi di atas kepentingan bersama.

Bila kita membicarakan sistem, hal ini tidak bisa dilepaskan begitu saja dari perkembangan teknologi yang sangat pesat berkembang saat ini. Contohnya, blockchain banyak digunakan oleh perusahaan swasta hingga lembaga keuangan untuk mengurangi tindakan-tindakan kejahatan seperti mempekerjakan karyawan di bawah gaji yang semestinya, hal ini sudah diterapkan oleh perusahaan Coca-Cola dengan bantuan blockchain.

Baca Juga: Peraturan-Peraturan Tentang Aset Kripto di Indonesia (Part 2) Oleh TK Harmanda

Belum lagi, banyaknya kasus yang terjadi di Afrika terkait bantuan sosial yang tidak sampai kepada masyarakat miskin di sana karena masih menggunakan cara-cara konvensional dalam penyaluran bantuannya. Sehingga, berpotensi dikorupsi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Namun, dengan bantuan platform blockchain kini penyaluran aksi sosial di sebuah negara bisa dilakukan secara lebih aman dan transparan dengan menggunakan Bitcoin atau jenis cryptocurrency lainnya. Bukan hanya aman, namun secara transaksi fee juga relatif lebih murah ketika harus melakukan transfer uang lintas batas.

Di mana, untuk mengatasi masalah korupsi yang kemungkinan besar akan semakin banyak terjadi akibat beberapa negara di dunia sedang mengalami krisis finansial akibat pandemi Covid-19. Teknologi blockchain bisa menjadi jawaban sebagai pengawal terbaik dalam hal yang berhubungan dengan keamanan, penyaluran dana, pengiriman barang, dan lain sebagainya.

Setidaknya, ada beberapa cara bagi sebuah negara untuk menekan angka korupsi yang terjadi melalui digitalisasi lewat blockchain di antaranya;

  • Pendaftaran Tanah dan Properti lewat Blockchain, Seperti diketahui dalam proses jual beli tanah dan properti banyak sekali masyarakat yang melakukannya dengan cara yang tidak benar dan tidak memiliki sertifikat tanah yang sah secara hukum. Namun dengan adanya blockchain penerbitan sertifikat tanah palsu bisa dihilangkan seperti yang sudah diterapkan oleh negara Rusia.
  • Voting. Bila kita membicarakan pemilu, tentu saja praktik kecurangan dengan membeli suara sulit untuk dihindari. Namun dengan blockchain saat ini, setiap negara bisa melakukan pemunggutan suara yang lebih transparan seperti yang telah dikembangkan di negara Rusia.

Bahkan, belum lama ini kita mendengar bahwa ada desakan dari pejabat Amerika Serikat untuk mendukung blockchain untuk membantu penyaluran dana stimulus Covid-19 bagi keluarga dan UMKM yang terdampak.  Cara ini dianggap efektif dalam mempercepat penyaluran bantuan agar tepat sasaran bagi mereka yang benar-benar membutuhkan dibanding dengan cara pencairan cek di lembaga keuangan yang bisa memakan waktu hingga berbulan-bulan.

Baca Juga: 5 Faktor ini Menyiratkan Bitcoin Bisa Naik Besar-Besaran



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Dominance Bergerak Turun, Altcoins Season Diprediksi Terjadi

Bitcoin Dominance seringkali dijadikan alat untuk memprediksi pergerakan mayoritas Altcoins, akibat berdasarkan data umumnya ada korelasi antar keduanya.

Korelasi tersebut adalah saat Bitcoin Dominance turun, maka Altcoins relatif bergerak naik, namun kondisi ini umumnya terjadi saat harga Bitcoin mulai naik.

Saat ini Bitcoin Dominance diprediksi akan turun lagi dan membuat mayoritas pasar memprediksi adanya pergerakan naik pada Altcoins.

Namun masih banyak investor yang sulit untuk memahami apa sebenarnya Bitcoin Dominance itu dan bagaimana dampaknya ke pasar.

Baca Juga: Siap-siap! Amazon Akan Segera Masuk ke Pasar Kripto

Dampak Bitcoin Dominance untuk Altcoins

Bitcoin Dominance akhir-akhir ini terlihat bergerak terus menurun dan sedang berada di daerah sekitar 48%.

Angka tersebut berarti 48 % dana yang beredar di pasar crypto tersimpan pada Bitcoin, dan sisanya tersimpan pada Altcoins.

Dalam kondisi tersebut, terdapat asumsi bahwa saat ini permintaan pasar terhadap Altcoins sedang lebih besar dibandingkan terhadap Bitcoin.

Oleh karena itu sangat masuk akan jika mayoritas investor memprediksi pergerakan Atcoins berdasarkan Bitcoin Dominance akibat pernyataan tersebut.

Umumnya kondisi positif untuk Altcoins terjadi saat Bitcoin Dominance mengalami penurunan setelah harga Bitcoin naik.

Bisa dilihat bahwa saat hal yang sama terjadi, yang juga mencerminkan kondisi pada awal 2021 saat mayoritas crypto mengalami apresiasi.

Saat kondisi ini terjadi, umumnya apresiasi harga akan dipimpin oleh Ethereum yang akan mendorong mayoritas Altcoins lain naik.

Hal ini disebabkan Ethereum yang telah lama menjadi pemimpin untuk Altcoins akibat kapitalisasi pasarnya yang tinggi.

Selain itu potensi apresiasi ini juga diperkuat dengan adanya London Hard Fork, pembaruan jaringan dari Blockchain Ethereum.

Dengan adanya pembaruan ini, blockchain Ethereum dikabarkan akan lebih efisien dan lebih rendah dalam biaya.

Salah satu hal penting lainnya adalah mekanisme burn dimana nantinya jumlah Ethereum yang beredar akan berkurang sekitar 1,4% per tahun.

Mekanisme ini dilakukan dengan menghilangkan 70% dari biaya transaksi yang ada pada Ethereum setelah digunakan.

Oleh karena itu ada kemungkinan Ethereum akan semakin langka yang dapat membuat harganya naik lebih tinggi jika permintaannya naik.

Jika Ethereum naik, ada kemungkinan mayoritas Altcoins lainnya dapat naik lebih tinggi akibat adanya sentimen positif berdasarkan pergerakan sebelumnya.

Baca Juga: CZ Lakukan Pertemuan dengan Regulator, Kabar Baik untuk Binance

Dampak untuk Bitcoin

Perlu diketahui bahwa Altcoins yang naik dalam dominasi pasar bukan berarti akan menurunkan harga dari Bitcoin.

Hal ini disebabkan saat mayoritas harga Altcoins naik bersama permintaannya, tidak selalu berarti akan ada tekanan jual untuk Bitcoin.

Bitcoin bisa jadi akan terus bergerak dalam konsolidasi jika Altcoins naik akibat umumnya kondisi tersebut yang terjadi saat pasar mulai positif.

Dominasi Bitcoin yang turun juga merupakan hal yang wajar akibat bersama dengan perkembangan teknologi, sangat mungkin untuk muncul proyek baru.

Proyek crypto baru ini dapat menciptakan ketertarikan tinggi yang membuat dominasi berpindah sedikit dari Bitcoin.

Saat ketertarikan proyek tersebut naik maka ketertarikan Altcoins naik karena crypto selain Bitcoin disebut dengan Altcoins.

Sehingga apresiasi dari Altcoins tidak akan menurunkan nilai Bitcoin, namun akan banyak investor yang menyebut Altcoin Season.

Altcoin Season ini adalah istilah untuk masa dimana Altcoins naik lebih tinggi daripada Bitcoin yang mencerminkan ketertarikan lebih tinggi pada Altcoins.

grafik btc.d
Grafik Bitcoin Dominance (BTC.D)

Untuk saat ini dapat dilihat bahwa Bitcoin Dominance sedang berada pada batas atasnya dan kemungkinan akan terus turun di daerah tersebut.

Tujuan selanjutnya jika turun berada pada 46% yang dapat membuat adanya apresiasi dalam Altcoins jika harga Bitcoin tetap stagnan.

Namun untuk saat ini pasar masih menunggu kedaluwarsa kontrak options Bitcoin yang kemungkinan dapat mempengaruhi sentimen pasar di Agustus.

Hal ini disebabkan posisi terbukanya kontrak options dapat menjadi salah satu pandangan bagaimana Agustus akan terjadi.

Sebab hubungan antara derivatif dan spot adalah hubungan yang dapat dijadikan sebagai alat bantu dalam menentukan arah pasar.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Siap-siap! Amazon Akan Segera Masuk ke Pasar Kripto

Selain Tesla, Apple, dan juga Coca-Cola yang sudah menerima jenis pembayaran melalui bitcoin, kini dikabarkan Amazon juga mulai menerima pembayaran melalui bitcoin.

Awal minggu ini surat kabar London City A.M. menuliskan bahwa Amazon berencana menerima pembayaran bitcoin mulai akhir tahun ini. Tidak hanya itu, raksasa ritel buatan Jeff Bezos ini pun tengah mempersiapkan token mereka sendiri yang rencananya akan diluncurkan pada 2022 mendatang. 

Isu tersebut semakin kuat dengan kabar yang menyebutkan bahwa Amazon telah memposting lowongan pekerjaan untuk posisi cryptocurrency dan juga blockchain lead. Pencarian untuk dua posisi ini semakin menunjukkan keseriusan Amazon pada pasar cryptocurrency seperti Bitcoin.

Baca Juga: Ketahui Jenis-Jenis Investasi Jangka Pendek yang Menguntungkan 

Dilansir dari CNBC Indonesia, Andy Jassy CEO Amazon yang kala 2017 lalu menjabat sebagai CEO Amazon Web Service, mengatakan bahwa pada sat itu Amazon tengah mengawasi dengan cermat perkembangan cryptocurrency.

Unit usaha Amazon yang bergerak di teknologi cloud sebelumnya sudah merilis layanan managed blockchain. Namun sampai hari ini, Amazon belum menerima pembayaran dalam bentuk aset kripto apa pun.

Meskpun begitu di tahun 2013 lalu Amazon merilis Amazon Coins yang bisa digunakan oleh para penggunanya untuk membeli konten game dan aplikasi.

Tampaknya di bawah kendali Andy Jassy yang menggantikan Jeff Bezos pada bulan lalu dari posisi CEO, Amazon akan mulai agresif memasuki pasar cryptocurrency. Terlebih di Amerika Serikat seperti yang diberitakan oleh Investopedia, ada sekitar 36% pelaku UKM di Amerika Serikat yang menerima bitcoin sebagai salah satu metode pembayaran.

Kepercayaan masyarakat terhadap inovasi dan teknologi blockchain semakin kuat. Terlebih beragam raksasa ritel dan teknologi sudah melakukan hal serupa. Apple yang mengumumkan bahwa para penggunanya bisa membeli Bitcoin lewat Apple Pay. Dan Coca-Cola yang sudah memiliki 2.000 mesin penjual otomatis yang menerima bitcoin sebagai opsi pembayaran di Australia dan Selandia Baru.

 



Sumber : news.tokocrypto.com

Peraturan-Peraturan Tentang Aset Kripto di Indonesia (Part 2) oleh TK Harmanda, COO Tokocrypto.

Tidak lama setelah dikeluarkannya Peraturan Bappebti No.5/2019, dikeluarkan lagi Peraturan Bappebti Nomor 9 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Bappebti No.5 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka (Peraturan Bappebti No.9/2019).

Perubahan yang signifikan dari keluarnya peraturan ini adalah mengenai batas minimum modal dari pelaku usaha aset kripto. Berikut adalah perbandingan batas minimum modal antara Peraturan Bappebti No.5/2019 dengan apa yang diatur dalam Peraturan Bappeti No.9/2019.

Image for post
Perbedaan Peraturan Bappebti No.5/2019 dan No.9/2019

Selain perubahan modal seperti yang sudah dicantumkan di atas, terdapat berbagai perubahan lainnya, seperti:

  • Semua jenis Lembaga harus memiliki sistem pelaporan transaksi perdagangan yang diaudit oleh Certified Information System Auditor (CISA),
  • Untuk Pedagang Fisik Aset Kripto (Pedagang) harus memiliki 1 (satu) orang yang lulus uji kepatutan dan kelayakan Bappebti, baik itu Direksi, Komisaris, Pemegang Saham, atau pemilik manfaat,
  • Pedagang wajib untuk mempertahankan rasio hutang terhadap rasio ekuitas dengan perbandingan 2:1,
  • Pedagang hanya dapat menyimpan aset kripto sebanyak 50% dari total aset kripto yang dimiliki pelanggan, sisanya wajib disimpan oleh Pengelola Tempat Penyimpan Aset Kripto, dan
  • Kriteria dari Pengendali dan/atau Pemilik Manfaat dari Pedagang dan Pengelola Tempat Penyimpan Aset Kripto.

Baca Juga: Peraturan-Peraturan Tentang Aset Kripto di Indonesia (Part 1) oleh TK Harmanda, COO Tokocrypto

Selanjutnya, Bappebti mengeluarkan Peraturan No.2 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Bappebti No.5 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka (Peraturan Bappebti No.2/2020).

Terdapat perubahan mengenai batas minimal modal yang akan dijelaskan melalui tabel di bawah ini:

Image for post
Perbedaan Peraturan Bappebti No.9/2019 dan No.2/2020

Pada Peraturan Bappebti No.2/2020 ini juga diatur 30 (tiga puluh) hari sejak Bursa Berjangka, Lembaga Kliring Berjangka, dan Pengelola Tempat Penyimpan Aset Kripto disetujui oleh Bappebti, maka Calon Pedagang yang sudah memiliki Tanda Daftar wajib memperoleh Persetujuan sebagai Pedagang dari Bappebti. Diatur juga mengenai perpanjangan periode Pendaftaran sebagai calon Pedagang hingga 31 Maret 2020. Hal ini mengubah periode Pendaftaran yang sebelumnya diatur 1 (satu) tahun sejak ditetapkannya Peraturan Bappebti No.5/2019.

Peraturan terakhir adalah Peraturan Bappebti No.3 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Bappebti No.5 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka (Peraturan Bappebti №3/2020). Peraturan ini hanya mengubah periode Pendaftaran sebagai calon Pedagang hingga 29 Mei 2020. Hal ini dilakukan berdasarkan dengan terjadinya pandemi akibat virus Corona di Indonesia.

Hingga saat ini, Bappebti belum mengeluarkan peraturan terbaru untuk mengubah Peraturan Bappebti No.5/2019.

Selengkapnya baca disini



Sumber : news.tokocrypto.com