Category Archives: Tokocrypto

Harga Ethereum Hari Ini Turun ke $2.959, Melemah 1,89%

Harga Ethereum (ETH) hari ini tercatat berada di level $2.959,78 per ETH, mencerminkan tekanan jual yang masih cukup kuat di pasar kripto.

Dalam 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat ETH mengalami penurunan sekitar 1,87%–1,89%, seiring melemahnya sentimen pasar secara keseluruhan.

Berdasarkan data terbaru, kapitalisasi pasar Ethereum saat ini mencapai sekitar $357 miliar, menjadikannya aset kripto terbesar kedua setelah Bitcoin.

Volume perdagangan harian Ethereum juga tetap tinggi di kisaran $21 miliar, menunjukkan bahwa minat trader dan investor terhadap ETH masih sangat aktif meskipun harga sedang terkoreksi.

Baca Juga: Harga Ethereum Naik 1,9%, Kembali ke Level $3.000

Pergerakan Harga ETH 24 Jam Terakhir

Dalam rentang 24 jam, harga Ethereum bergerak di antara $2.905,56 (terendah) dan $3.023,89 (tertinggi). Area psikologis $3.000 kembali menjadi zona penting yang sulit ditembus secara meyakinkan.

Koreksi harian ini juga tercermin dari perubahan harga intraday yang relatif terbatas, di mana ETH hanya turun sekitar 0,09% dalam satu jam terakhir.

Ini mengindikasikan bahwa tekanan jual masih ada, namun mulai melambat dibandingkan fase penurunan sebelumnya.

Secara jangka pendek, pasar terlihat sedang berada dalam fase konsolidasi, dengan pelaku pasar menunggu katalis baru sebelum menentukan arah pergerakan berikutnya.

Kinerja Harga Ethereum: 30 Hari Naik Tipis, 90 Hari Masih Merah

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 23 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 23 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika dilihat dari perspektif yang lebih luas, performa Ethereum menunjukkan gambaran yang beragam:

  • 30 hari terakhir: naik sekitar 0,88%
  • 60 hari terakhir: menguat sekitar 3,53%
  • 90 hari terakhir: turun tajam sekitar 24,77%

Data ini memperlihatkan bahwa meskipun ETH sempat mengalami pemulihan jangka menengah, tekanan bearish dalam tiga bulan terakhir masih mendominasi.

Penurunan hampir 25% dalam 90 hari menandakan bahwa Ethereum masih berada dalam fase pemulihan pasca koreksi besar.

Sebagai perbandingan, rekor harga tertinggi Ethereum sepanjang masa (ATH) berada di level $4.953,73.

Dengan harga saat ini, ETH masih diperdagangkan lebih dari 40% di bawah all-time high, sebuah fakta yang sering dipandang investor sebagai potensi peluang jangka panjang, namun tetap dengan risiko tinggi.

Data Pasar Ethereum Hari Ini

Beberapa indikator pasar utama Ethereum saat ini meliputi:

  • Peringkat pasar: 2 kripto terbesar
  • Kapitalisasi pasar: sekitar $357,16 miliar
  • Volume perdagangan 24 jam: sekitar $21,03 miliar
  • Pasokan beredar: 120,69 juta ETH
  • Fully Diluted Market Cap: sekitar $357,16 miliar

Tidak adanya batas maksimum pasokan (max supply) membuat valuasi Ethereum sangat dipengaruhi oleh mekanisme burning fee (EIP-1559), aktivitas jaringan, serta pertumbuhan ekosistem DeFi, NFT, dan layer-2.

Apa yang Mempengaruhi Harga Ethereum Saat Ini?

Beberapa faktor utama yang saat ini memengaruhi pergerakan harga ETH antara lain:

  1. Sentimen pasar kripto global – Ketika Bitcoin bergerak melemah atau sideways, altcoin besar seperti Ethereum cenderung mengikuti.
  2. Aktivitas jaringan Ethereum – Tingkat penggunaan DeFi, NFT, dan aplikasi Web3 berkontribusi pada permintaan ETH sebagai gas fee dan aset utilitas.
  3. Kondisi makroekonomi – Kebijakan suku bunga global dan arus modal ke aset berisiko masih menjadi faktor penting.
  4. Spekulasi investor – Data on-chain, pergerakan whale, dan volume derivatif turut membentuk volatilitas harga.

Baca Juga: Harga Ethereum (ETH) Terkoreksi 4,6%, Masih Dihantui Tekanan Jual

Prospek Ethereum ke Depan

Dengan volume transaksi yang masih tinggi dan kapitalisasi pasar yang besar, Ethereum tetap menjadi salah satu aset kripto paling berpengaruh di industri.

Koreksi jangka pendek seperti yang terjadi hari ini kerap dipandang sebagai bagian dari siklus pasar yang wajar.

Bagi trader, area $2.900–$3.000 kemungkinan akan terus menjadi zona krusial untuk menentukan arah berikutnya.

Sementara bagi investor jangka panjang, fokus masih tertuju pada perkembangan teknologi Ethereum, adopsi layer-2, serta pertumbuhan ekosistem aplikasi terdesentralisasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga ZRO Hari Ini Melejit 18%, LayerZero Jadi Magnet Pasar Kripto

Pasar kripto kembali diramaikan oleh pergerakan agresif salah satu token infrastruktur, LayerZero (ZRO).

Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Jumat (23/1), harga ZRO hari ini tercatat di kisaran $2,288 per ZRO, atau mencatat kenaikan tajam sekitar 18,17%–18,43% dalam 24 jam terakhir.

Lonjakan ini menjadikan ZRO sebagai salah satu altcoin dengan performa harian terbaik dan langsung menarik perhatian trader maupun investor.

Kenaikan harga yang signifikan ini turut mendorong kapitalisasi pasar LayerZero ke sekitar $765 juta, sekaligus mengukuhkan posisinya di sekitar peringkat ke-75 aset kripto global.

Aktivitas pasar juga melonjak drastis, dengan volume perdagangan 24 jam mencapai $173,11 juta, menandakan adanya arus modal besar yang masuk ke ZRO.

Pergerakan Harga 24 Jam: Breakout dari Zona Akumulasi

Dalam 24 jam terakhir, ZRO menunjukkan pola pergerakan yang kuat dan cenderung satu arah.

Harga bergerak dari level terendah $1,861976 dan secara bertahap menembus beberapa area resistance minor hingga mencapai puncak harian $2,289628.

Kenaikan hampir tanpa koreksi besar ini mengindikasikan adanya dominasi buyer di pasar spot.

Bahkan dalam jangka sangat pendek, ZRO masih mencatat kenaikan sekitar 2,15% dalam satu jam terakhir, menandakan bahwa momentum bullish belum sepenuhnya kehilangan tenaga.

Secara psikologis, area $2,30 kini menjadi titik krusial. Jika mampu ditembus dan bertahan di atasnya, pasar berpotensi membuka ruang menuju fase reli lanjutan.

Sebaliknya, kegagalan bertahan di area ini bisa memicu pullback jangka pendek akibat aksi ambil untung.

Baca Juga: LayerZero (ZRO) Melejit 31%, Sinyal Bullish Mulai Terbentuk

Performa Historis: ZRO Sedang dalam Fase Akselerasi

Pergerakan harga LayerZero (ZRO/USDT) pada Jumat, 23 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga LayerZero (ZRO/USDT) pada Jumat, 23 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika ditarik ke rentang waktu yang lebih panjang, performa ZRO memperlihatkan tren yang semakin konstruktif:

  • 7 hari: +38,33%
  • 30 hari: +78,67%
  • 60 hari: +78,63%
  • 90 hari: +35,59%

Lonjakan hampir 80% dalam satu hingga dua bulan menunjukkan bahwa LayerZero sedang berada dalam fase akselerasi tren naik, bukan sekadar lonjakan sesaat.

Hal ini biasanya terjadi ketika sebuah aset mulai kembali diperhatikan pasar setelah periode konsolidasi atau undervaluation.

Meski demikian, harga saat ini masih jauh dari rekor tertinggi ZRO di $7,531013. Artinya, secara struktural ZRO masih berada dalam fase pemulihan jangka panjang.

Bagi sebagian investor, jarak yang besar dari all-time high sering dipandang sebagai potensi upside. Namun bagi trader, ini juga berarti masih terdapat zona supply historis yang berpotensi menjadi hambatan di masa depan.

Data Pasar ZRO: Struktur Suplai Jadi Perhatian

Dari sisi fundamental pasar, kondisi ZRO saat ini dapat dirangkum sebagai berikut:

  • Harga: $2,288
  • Kapitalisasi pasar: ± $764–765 juta
  • Volume 24 jam: $173,11 juta
  • Pasokan beredar: 334,66 juta ZRO
  • Total maksimum: 1 miliar ZRO
  • Fully diluted market cap: ± $2,28 miliar

Artinya, saat ini baru sekitar 33,47% dari total suplai maksimum yang beredar di pasar. Struktur ini penting karena menandakan bahwa ke depan masih ada potensi penambahan suplai.

Faktor unlock token dan distribusi biasanya menjadi elemen yang sangat diperhatikan investor, karena bisa memengaruhi tekanan jual dalam jangka menengah hingga panjang.

Mengapa LayerZero Kembali Disorot?

LayerZero berada di sektor yang sangat relevan dalam industri kripto saat ini: interoperabilitas dan cross-chain infrastructure.

Seiring berkembangnya ekosistem multi-chain, kebutuhan akan protokol yang mampu menghubungkan berbagai blockchain secara efisien menjadi semakin penting.

Narasi besar yang saat ini menopang minat terhadap ZRO antara lain:

  1. Kebangkitan sektor infrastruktur Web3 – investor kembali melirik proyek yang menjadi “tulang punggung” ekosistem.
  2. Meningkatnya aktivitas lintas-chain – DeFi, NFT, dan game blockchain membutuhkan jembatan data dan likuiditas.
  3. Rotasi modal dari memecoin ke utility token – pasar cenderung beralih ke aset dengan narasi teknologi saat volatilitas meningkat.

Lonjakan volume yang tinggi menunjukkan bahwa kenaikan ZRO bukan sekadar pergerakan tipis, melainkan didukung oleh partisipasi pasar yang luas.

Prospek ZRO: Antara Peluang dan Risiko

Secara teknikal dan sentimen, ZRO saat ini berada dalam posisi yang menarik.

Momentum bullish kuat, volume tinggi, dan performa multi-mingguan yang solid menciptakan kondisi yang kondusif untuk volatilitas lanjutan.

Dalam jangka pendek, pasar akan memantau:

  • Apakah ZRO mampu bertahan di atas $2,20–$2,30
  • Apakah volume tetap tinggi atau mulai menyusut
  • Apakah reli diikuti oleh konsolidasi sehat atau koreksi tajam

Bagi trader, kondisi seperti ini sering menjadi ladang peluang sekaligus risiko tinggi.

Sementara bagi investor jangka menengah, fokus biasanya tertuju pada konsistensi tren serta perkembangan ekosistem LayerZero.

Baca Juga: Jelajahi Interoperabilitas Blockchain: Memahami LayerZero (ZRO)

Kenaikan lebih dari 18% hari ini menegaskan bahwa ZRO sedang berada dalam radar utama pasar kripto.

Dengan performa bulanan hampir +80%, volume besar, dan narasi interoperabilitas yang kembali menguat, LayerZero menjadi salah satu aset yang paling banyak diamati saat ini.

Namun, sebagaimana reli cepat pada umumnya, potensi koreksi tetap terbuka.

Oleh karena itu, pergerakan ZRO dalam beberapa hari ke depan akan sangat menentukan apakah lonjakan ini menjadi awal fase baru, atau hanya euforia jangka pendek.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga SCRT Naik 17% Dalam Sehari, Secret Network Dilirik Pasar

Pasar kripto kembali menyoroti salah satu proyek lama yang sempat tenggelam dari sorotan, Secret Network (SCRT).

Tokocrypto mencatat pada Jumat (23/1), harga SCRT hari ini tercatat di kisaran $0,190179 per SCRT, mencatat kenaikan sekitar 17,20%–17,83% dalam 24 jam terakhir.

Lonjakan ini langsung mengangkat kapitalisasi pasar Secret Network ke sekitar $62,8 juta, dengan volume perdagangan harian menembus $29 juta, angka yang tergolong tinggi untuk aset dengan valuasi di bawah $100 juta.

Kenaikan agresif ini menempatkan SCRT sebagai salah satu altcoin dengan performa harian terbaik, sekaligus membawa kembali token privasi ini ke dalam radar trader spekulatif maupun investor yang memburu aset berkapitalisasi kecil.

Baca Juga: Mengenal Secret Network, Kripto Diklaim Pesaing Ethereum & Polkadot

Pergerakan Harga 24 Jam: Volatilitas Tinggi, Buyer Masih Dominan

Dalam 24 jam terakhir, SCRT bergerak dari level terendah $0,164786 dan terus menguat hingga mencetak puncak harian $0,196812.

Kenaikan ini mencerminkan dorongan beli yang cukup konsisten, meskipun dalam jangka sangat pendek terlihat tanda-tanda konsolidasi.

Data menunjukkan SCRT sempat mengalami koreksi kecil sekitar -0,94% dalam satu jam terakhir, sebuah indikasi awal bahwa sebagian pelaku pasar mulai melakukan aksi ambil untung.

Meski demikian, struktur pergerakan harian masih menunjukkan dominasi buyer. Area $0,18–$0,19 kini menjadi zona penting yang diawasi pelaku pasar sebagai area penentu apakah reli ini mampu berlanjut atau berubah menjadi fase konsolidasi.

Performa Historis: SCRT Sedang dalam Fase Rebound

Pergerakan harga Secret (SCRT/USDT) pada Jumat, 23 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Secret (SCRT/USDT) pada Jumat, 23 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Lonjakan hari ini bukan peristiwa tunggal. Jika dilihat dalam rentang waktu lebih luas, performa SCRT menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang semakin solid:

  • 7 hari: +42,95%
  • 30 hari: +84,15%
  • 60 hari: +29,02%
  • 90 hari: +22,57%

Kenaikan lebih dari 84% dalam 30 hari menempatkan SCRT dalam kategori altcoin rebound, yaitu aset yang sebelumnya tertekan lama lalu mulai menunjukkan akselerasi baru.

Hal ini sering kali terjadi ketika pasar memasuki fase rotasi modal dari aset besar ke token berkapitalisasi kecil.

Namun, secara jangka panjang, posisi SCRT masih sangat jauh dari masa kejayaannya. Rekor tertinggi SCRT berada di $10,64, yang berarti harga saat ini masih lebih dari 98% di bawah all-time high.

Fakta ini menegaskan bahwa reli sekarang masih berada pada tahap awal pemulihan struktural, bukan fase euforia puncak.

Data Pasar SCRT: Small Cap dengan Aktivitas Besar

Dari sisi metrik pasar, kondisi SCRT saat ini mencerminkan karakter aset small cap yang sangat volatil:

  • Harga: $0,190
  • Kapitalisasi pasar: ± $62,5–62,8 juta
  • Volume 24 jam: ± $29,1 juta
  • Pasokan beredar: 330,22 juta SCRT
  • Fully diluted market cap: ± $65,37 juta
  • Peringkat pasar: sekitar ke-365

Menariknya, rasio volume terhadap kapitalisasi pasar tergolong tinggi.

Hal ini menandakan bahwa SCRT sedang mengalami fase distribusi dan akumulasi aktif, kondisi yang biasanya memicu pergerakan harga cepat baik ke atas maupun ke bawah.

Mengapa Secret Network Kembali Dilirik?

Secret Network dikenal sebagai blockchain yang berfokus pada smart contract dengan privasi bawaan, memungkinkan pemrosesan data terenkripsi di tingkat aplikasi terdesentralisasi.

Dalam narasi industri kripto yang semakin menyoroti isu keamanan data, AI, dan identitas digital, tema privasi kembali mendapatkan ruang.

Beberapa faktor yang bisa menjelaskan meningkatnya minat terhadap SCRT antara lain:

  1. Kebangkitan sektor privacy & infrastructure token
  2. Rotasi modal ke low-cap coin di tengah jenuhnya reli aset besar
  3. Spekulasi pasar terhadap proyek lama yang dinilai undervalued
  4. Lonjakan volume yang mengindikasikan masuknya pemain baru

Meskipun tidak selalu didorong oleh kabar fundamental langsung, pergeseran sentimen sering kali cukup untuk memicu reli tajam pada aset dengan likuiditas menengah.

Momentum Kuat, Risiko Tetap Tinggi

Dengan reli cepat dan kenaikan puluhan persen dalam sepekan, SCRT saat ini berada dalam fase yang sangat menarik sekaligus berisiko.

Secara teknikal, pasar akan mengamati apakah harga mampu bertahan stabil di atas $0,18, karena area ini berpotensi menjadi support baru.

Jika volume tetap tinggi dan tekanan jual terkontrol, SCRT bisa melanjutkan fase rebound.

Namun, sebagai aset berkapitalisasi kecil, SCRT juga sangat rentan terhadap koreksi tajam jika sentimen pasar berubah atau aksi ambil untung meningkat.

Baca Juga: Harga NEIRO Melejit 31%, Jadi Meme Coin Anjing Terpanas Saat Ini

Lonjakan lebih dari 17% hari ini dan kenaikan hampir 85% dalam sebulan menegaskan bahwa Secret Network sedang mengalami fase kebangkitan.

Dengan kapitalisasi pasar yang masih relatif kecil dan volume perdagangan yang tinggi, SCRT menjadi salah satu altcoin yang paling menarik diamati dalam waktu dekat.

Apakah reli ini akan berkembang menjadi tren jangka menengah, atau hanya lonjakan sementara, sangat bergantung pada konsistensi volume dan kondisi pasar kripto secara keseluruhan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin di $89.000, Sinyal Konsolidasi?

Harga Bitcoin (BTC) hari ini tercatat berada di level $89.894,13 per BTC, mencatat kenaikan tipis sekitar 0,12%–0,14% dalam 24 jam terakhir.

Pergerakan ini mencerminkan kondisi pasar yang relatif stabil, di mana tekanan beli dan jual terlihat cukup seimbang.

Dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,796 triliun, Bitcoin tetap kokoh di peringkat pertama aset kripto terbesar di dunia, mempertahankan dominasinya di tengah dinamika pasar kripto global.

Meski perubahannya kecil, stabilnya harga di area $89.000 menandakan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi, setelah mengalami tekanan koreksi cukup dalam dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Naik 1%, Bitcoin Menguat ke $90.000

Pergerakan Harga BTC 24 Jam: Range Trading di Bawah $90.500

Dalam 24 jam terakhir, BTC bergerak dalam rentang yang relatif terkontrol.

Tokocrypto mencatat, harga Bitcoin sempat menyentuh level terendah $88.438,45 sebelum kembali menguat hingga mendekati puncak harian $90.220,10.

Pergerakan ini menunjukkan bahwa area $88.000–$90.000 saat ini menjadi zona krusial yang diperebutkan oleh buyer dan seller.

Secara intraday, BTC mencatat kenaikan sekitar 0,12% dalam satu jam terakhir, menandakan adanya upaya mempertahankan harga di atas support jangka pendek.

Namun, belum terlihat dorongan volume yang cukup kuat untuk memicu breakout signifikan ke atas resistance psikologis $90.000–$92.000.

Kinerja Historis: Pemulihan Jangka Pendek, Tekanan Masih Terasa

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 23 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 23 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika ditarik ke perspektif waktu yang lebih panjang, performa harga Bitcoin menunjukkan gambaran yang berlapis:

  • 30 hari terakhir: +2,89%
  • 60 hari terakhir: +3,77%
  • 90 hari terakhir: -19,33%
  • 7 hari terakhir: -5,81%

Data ini mengindikasikan bahwa Bitcoin mulai membangun pemulihan perlahan dalam satu hingga dua bulan terakhir, namun masih berada dalam bayang-bayang koreksi besar yang terjadi dalam 90 hari terakhir.

Penurunan hampir 20% dalam tiga bulan menegaskan bahwa BTC masih berada dalam fase transisi pasar, belum sepenuhnya kembali ke struktur bullish jangka menengah.

Sebagai catatan, Bitcoin pernah mencetak rekor tertinggi di $126.198,07.

Dengan harga saat ini, BTC masih terkoreksi sekitar 28% dari puncaknya, sebuah kondisi yang sering dianggap pasar sebagai zona penentuan: apakah akan melanjutkan pemulihan, atau justru memperpanjang fase sideways.

Data Pasar Bitcoin Hari Ini

Dari sisi fundamental pasar, metrik utama Bitcoin saat ini menunjukkan stabilitas yang relatif kuat:

  • Harga: $89.894
  • Kapitalisasi pasar: ± $1,795–1,796 triliun
  • Volume perdagangan 24 jam: ± $34,15 miliar
  • Pasokan beredar: 19,98 juta BTC
  • Total maksimum: 21 juta BTC (≈95,14% telah beredar)
  • Fully diluted market cap: ± $1,887 triliun

Fakta bahwa lebih dari 95% pasokan maksimum BTC sudah beredar membuat Bitcoin berbeda dari kebanyakan altcoin.

Kelangkaan inilah yang sering menjadi dasar narasi nilai jangka panjang BTC, terutama di tengah kondisi makroekonomi yang masih penuh ketidakpastian.

Volume perdagangan harian di atas $34 miliar menunjukkan bahwa minat pasar terhadap Bitcoin tetap tinggi, meski volatilitasnya mulai menyempit dibandingkan periode reli maupun dump sebelumnya.

Menunggu Arah, Bukan Kekurangan Minat

Stabilnya harga BTC hari ini mencerminkan kondisi pasar yang sedang menunggu katalis.

Baik investor institusional maupun trader ritel terlihat belum cukup agresif untuk mendorong pergerakan besar, namun juga belum menunjukkan tanda-tanda distribusi masif.

Beberapa faktor yang saat ini masih memengaruhi pergerakan Bitcoin antara lain:

  1. Arah pasar global dan kebijakan moneter, yang menentukan minat terhadap aset berisiko.
  2. Pergerakan Bitcoin sebagai market leader, yang turut memengaruhi aliran modal ke altcoin.
  3. Psikologi pasar, di mana area $90.000 menjadi batas penting antara optimisme dan kehati-hatian.

Selama BTC bertahan di atas area support $88.000, struktur jangka pendek relatif masih terjaga. Namun, kegagalan mempertahankan level ini berpotensi membuka ruang koreksi lanjutan.

Prospek Harga BTC: Fase Tenang Sebelum Pergerakan Besar?

Dalam banyak siklus sebelumnya, fase konsolidasi dengan range sempit sering kali menjadi awal dari pergerakan besar berikutnya.

Saat ini, Bitcoin menunjukkan ciri klasik fase tersebut: volatilitas menurun, volume stabil, dan harga bergerak di zona yang sama selama beberapa sesi.

Jika tekanan beli meningkat, pasar akan mengamati apakah BTC mampu menembus dan bertahan di atas $90.500–$92.000.

Sebaliknya, jika sentimen memburuk, area $86.000–$88.000 berpotensi menjadi support kunci berikutnya.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Koreksi ke $89.474, Pasar Waspada

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih bergerak dalam fase konsolidasi sehat di kisaran $89.000.

Kenaikan tipis 0,12% mencerminkan pasar yang belum menentukan arah, namun juga belum kehilangan minat.

Dengan kapitalisasi pasar yang tetap raksasa, pasokan yang semakin terbatas, dan volume perdagangan yang stabil, Bitcoin masih menjadi poros utama ekosistem kripto.

Pergerakan dalam beberapa hari ke depan akan sangat menentukan apakah fase ini menjadi fondasi pemulihan, atau hanya jeda sebelum volatilitas berikutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

21Shares Rilis ETF DOGE, Harga Dogecoin Belum Tembus US$0,13

Perusahaan manajemen aset kripto, 21Shares, resmi meluncurkan spot Dogecoin ETF yang diperdagangkan di Nasdaq dengan ticker TDOG. Produk ini memberikan eksposur 1:1 terhadap Dogecoin (DOGE) melalui instrumen yang teregulasi, sekaligus memperluas akses investor institusional dan ritel terhadap aset kripto berbasis meme tersebut.

Peluncuran ETF ini menempatkan Dogecoin sebagai salah satu meme coin yang memperoleh akses kelas institusional, tanpa mengharuskan investor menggunakan dompet kripto atau bursa aset digital secara langsung. Namun, meski sentimen fundamental bertambah kuat, pergerakan harga DOGE justru menunjukkan respons yang relatif terbatas.

Pada saat penulisan, harga Dogecoin berada di kisaran US$0,124, bergerak di dalam descending channel yang telah membentuk struktur tren turun sejak awal September. Level US$0,11734 tercatat sebagai zona permintaan utama, di mana tekanan jual sebelumnya berhasil tertahan oleh aksi beli.

ETF Hadir, Tapi Struktur Harga Masih Dominan

Dilaporkan Coingape, pengumuman peluncuran ETF DOGE oleh 21Shares sebenarnya telah beredar di pasar sebelum produk tersebut resmi diperdagangkan. Kondisi ini membuat pelaku pasar memiliki cukup waktu untuk melakukan antisipasi, sehingga efek kejutan terhadap harga menjadi terbatas.

Pasca peluncuran, DOGE tidak menunjukkan lonjakan harga yang signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa aksesibilitas melalui ETF belum mampu mengubah arah tren harga yang telah terbentuk sebelumnya. ETF dinilai lebih berperan sebagai penguatan struktur jangka panjang dibandingkan sebagai pemicu pergerakan harga jangka pendek.

Baca juga: Dogecoin Anjlok di Bawah $0.13, Tertekan Jualan Beruntun

Analisis Pergerakan Harga Dogecoin

Secara teknikal, DOGE masih bergerak di bawah Exponential Moving Average (EMA) 50 di area US$0,13399. Kegagalan harga bertahan di atas level ini membuat setiap upaya pemulihan cenderung melemah sebelum mencapai zona suplai berikutnya.

Sebelumnya, DOGE sempat mencoba reli ke area US$0,1566, namun mendapat penolakan kuat dari tekanan jual. Hal tersebut menegaskan keberadaan seller yang aktif di level resistensi atas, sekaligus membatasi peluang pembalikan tren dalam waktu dekat.

Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas EMA 50, DOGE berpotensi kembali menguji zona suplai dan membuka peluang menuju level US$0,200, yang terakhir tercapai pada Oktober lalu. Sebaliknya, jika support US$0,11734 gagal dipertahankan, tekanan turun diperkirakan berlanjut mengikuti struktur kanal menurun yang ada.

Kesimpulan

Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Jumat, 23 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Jumat, 23 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Prospek harga Dogecoin saat ini masih ditentukan oleh struktur teknikal, bukan oleh narasi ekspansi pasar. Peluncuran ETF oleh 21Shares memperkuat legitimasi DOGE dalam jangka panjang, namun belum cukup untuk menggeser tren harga yang sedang berlangsung. Selama DOGE belum mampu menembus resistensi kunci, fase konsolidasi dalam tren turun diperkirakan tetap berlanjut.

Baca juga: Dogecoin Bangkit dari Tekanan? Harga DOGE Bertahan di US$0,15


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Jelang Akhir Pekan Koreksi Tipis

Menjelang akhir pekan, pasar kripto hari ini, Jumat (23/1) bergerak dinamis dengan sejumlah altcoin seperti 0G, STG, dan ZRO mencatatkan penguatan dua digit, mencerminkan minat spekulatif yang mulai meningkat.

Di sisi makro, Tiger Research tetap optimistis dengan memproyeksikan Bitcoin berpotensi melonjak hingga $185.500 pada Q1, meski arus keluar ETF dan resistance jangka pendek masih membatasi pergerakan harga. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Daftar Altcoin Potensial Jelang Akhir Pekan

  • 0G melonjak 14% hari ini, capai level harga $0,874458.
  • STG catat kenaikan signifikan 12% sentuh $0,1881.
  • ZRO tumbuh positif 12%, harga kini di level $2,179.

Target Q1: Tiger Research Prediksi Bitcoin Tembus $185.500

  • Makro & ETF: Suku bunga positif, tapi ETF keluar $4,57M hambat harga.
  • On-chain: Support $84rb, resistance $98rb. Harga masih kategori wajar.
  • Outlook: Potensi naik 100% menuju target $185.500.

Deposit & Trade $AT Sekarang! Rebut Total Hadiah Rp100 JUTA

Inflasi PCE AS Mencapai 2,8% YoY, Bitcoin Bereaksi

  • Data inflasi PCE naik menjadi 2,8% pada bulan November, sesuai ekspektasi.
  • Bitcoin turun di bawah $89.000 di tengah rilis data inflasi.
  • Ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed tahun ini menurun menyusul rilis data makro.

Michael Saylor Beri Kode Tambah Muatan Bitcoin

  • Akumulasi: MicroStrategy kini resmi pegang 700.000+ BTC.
  • Trader bertaruh kepemilikan capai 740.000 BTC per 28 Februari.
  • Kondisi Saham: MSTR melemah seiring koreksi harga Bitcoin.

Baca juga: Riset Kripto 12-16 Jan 2026: Bitcoin Bullish! Target Harga Berikutnya?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Satoshi Nakamoto Masih Jadi Raja Crypto, Total Kekayaan Capai Rp2 Kuadriliun

Satoshi Nakamoto, sang pencipta anonim Bitcoin, terus menjadi figur paling misterius sekaligus terkaya di dunia cryptocurrency. Dengan estimasi kepemilikan sekitar 1,1 juta BTC yang belum pernah disentuh selama lebih dari 15 tahun, kekayaannya sering disebut mencapai angka fantastis.

Pada puncak harga Bitcoin di Oktober 2025 (sekitar $126,272 per BTC), nilai aset Satoshi mencapai sekitar $138 miliar USD atau setara dengan lebih dari Rp2 kuadriliun.

Meskipun harga BTC mengalami koreksi dari harga tertingginya, Satoshi Nakamoto masih memegang tahta sebagai raja crypto Indonesia juga dunia, dengan kekayaan 1 juta Bitcoin yang tersimpan aman on-chain.

Siapa Raja Crypto Satoshi Nakamoto?

Satoshi Nakamoto adalah nama samaran yang digunakan untuk menerbitkan whitepaper Bitcoin pada Oktober 2008 dan meluncurkan jaringan pada Januari 2009.

Ia aktif berkomunikasi di forum hingga akhir 2010, lalu menghilang sepenuhnya. Tidak ada yang tahu identitas aslinya—bisa individu, kelompok, atau bahkan lembaga. 

Beberapa kandidat yang sering disebut merupakan Satoshi Nakamoto termasuk Hal Finney, Nick Szabo, Craig Wright, atau bahkan tim dari NSA, sampai sekarang tidak memiliki bukti yang kuat untuk meyakinkan publik bahwa mereka adalah Satoshi Nakamoto.

Estimasi Kekayaan Raja Crypto Satoshi Nakamoto

Total kekayaan Satoshi Nakamoto dari tahun 2016 sampai hari ini. Sumber: Arkham Intelligence.

Satoshi memiliki total Bitcoin sebanyak 1.096.358 atau 5.23% dari total suplai Bitcoin. Dengan jumlah Bitcoin yang dimiliki Satoshi Nakamoto ini maka total kekayaannya:

  • Saat Bitcoin dalam harga tertinggi di 2025 ($126,272): $138,5 miliar atau Rp 2.338 triliun (kurs Rp16,880/USD)
  • Saat Bitcoin dalam harga terendah di 2025 ($74,434): $81,7 miliar atau Rp 1.377 triliun
  • Saat Bitcoin dalam harga sekarang ($89,586): $98,3 miliar atau Rp 1.660 triliun

Meski fluktuasi harga BTC menyebabkan kekayaan Satoshi naik-turun, Satoshi tetap menempati posisi nomor satu sebagai pemegang BTC individu terbesar.

Meskipun Satoshi Nakamoto tidak melakukan apa pun terhadap aset Bitcoin miliknya, kekayaan Satoshi Nakamoto akan terus bertambah sejalan dengan kenaikan harga Bitcoin.

Dompet Bitcoin Satoshi Nakamoto masih bertambah dari kiriman Bitcoin tak dikenal. Sumber: Arkham Intelligence.

Menariknya, hingga saat ini wallet Satoshi masih menerima kirim-kiriman Bitcoin dari berbagai alamat anonim. Sebagian besar transfer tersebut berupa sejumlah kecil dust transactions hingga ratusan atau ribuan dolar sebagai tanda penghormatan dari komunitas.

Mengapa Satoshi Jadi Raja Crypto?

  • Tidak Pernah Menjual: Tidak seperti whale lain, koin Satoshi tetap diam, tanpa ada pergerakan dari semenjak dirinya menghilang.
  • Dominasi Pasar: Memiliki 1.096.358 atau 5.23% dari total supply Bitcoin yang beredar, yakni maksimal 21 juta.
  • Perbandingan dengan Orang Terkaya Lain: Pada puncak harga Bitcoin, Satoshi mampu melampaui kekayaan Bill Gates (~$134 miliar) dan Michael Dell (~132 miliar).
  • Dampak Potensial: Jika koin-koin ini bergerak atau identitas terungkap, bisa menyebabkan volatilitas pasar Bitcoin. Namun, hingga kini, tidak ada tanda-tanda tersebut.

Kesimpulan

Satoshi Nakamoto masih jadi raja crypto Indonesia maupun dunia dengan total kekayaan yang mencapai Rp2 kuadriliun dan akan terus bertambah sejalan dengan harga Bitcoin.

Kekayaannya bukan berasal dari ambisi pribadi, tetapi karena keberhasilan menciptakan sistem moneter digital yang revolusioner. Sejalan dengan semangat privasi komunitas crypto, sosok paling kaya di dunia kripto adalah yang paling tidak terlihat.

Selama Bitcoin terus digunakan, ditambang, dan dipercaya, nama Satoshi Nakamoto mungkin akan tetap sebagai miliarder yang membawa era baru keuangan digital.

Mau punya Bitcoin seperti Satoshi Nakamoto? Yuk beli di exchange Indonesia yang resmi dan terpercaya seperti Tokocrypto.

Dapatkan potongan 20% biaya trading selamanya dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Outlook Bitcoin Q1 2026 Target Harga $185.500

Tiger Research merilis laporan valuasi Bitcoin untuk kuartal pertama (Q1) 2026 dengan target harga sebesar $185.500. Meski target ini mengalami penyesuaian turun dibanding laporan sebelumnya, pandangan bullish jangka menengah hingga panjang tetap dipertahankan. Penurunan lebih mencerminkan perlambatan momentum jangka pendek, bukan perubahan fundamental yang signifikan.

Makro Ekonomi Masih Mendukung, Namun Momentum Melambat

Bitcoin saat ini diperdagangkan di kisaran $96.000, turun sekitar 12% sejak laporan terakhir pada 23 Oktober 2025. Di balik koreksi tersebut, kondisi makro global sebenarnya masih relatif kondusif.

The Federal Reserve telah memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin sebanyak tiga kali sepanjang September hingga Desember 2025. Suku bunga acuan kini berada di rentang 3,50%–3,75%, dengan proyeksi dot plot Desember menunjukkan level 3,4% pada akhir 2026. Meskipun pemangkasan agresif (≥50 bps) dinilai kecil kemungkinannya dalam waktu dekat, arah kebijakan tetap dovish.

Selain itu, potensi pergantian Ketua The Fed setelah berakhirnya masa jabatan Jerome Powell pada Mei mendatang, terutama jika pemerintahan Trump menunjuk figur yang lebih dovish—dapat memperpanjang siklus pelonggaran moneter.

Arus Keluar ETF Tekan Harga, Korporasi Justru Akumulasi

Di tengah membaiknya kondisi makro, minat institusional justru mengalami perlambatan. ETF spot Bitcoin mencatat arus keluar sebesar $4,57 miliar pada November–Desember, yang menjadi arus keluar terbesar sejak produk tersebut diluncurkan. Arus masuk bersih tahunan turun menjadi $21,4 miliar, atau merosot 39% dibanding tahun sebelumnya.

Meski rebalancing awal tahun mendorong arus masuk kembali, keberlanjutannya masih belum pasti. Sebaliknya, perusahaan-perusahaan publik terus menunjukkan keyakinan kuat terhadap Bitcoin. MicroStrategy kini menguasai 673.783 BTC, setara dengan 3,2% dari total suplai, sementara Metaplanet dan Mara juga konsisten menambah kepemilikan mereka.

CLARITY Act Berpotensi Jadi Katalis Baru

Dari sisi regulasi, CLARITY Act muncul sebagai katalis penting. RUU yang telah disahkan DPR AS ini memperjelas batas kewenangan antara SEC dan CFTC, sekaligus mengizinkan bank untuk menyediakan layanan kustodi dan staking aset digital.

Jika disahkan di tingkat Senat, dengan pembahasan dijadwalkan pada 15 Januari—undang-undang ini berpotensi membuka pintu bagi partisipasi lebih luas dari lembaga keuangan tradisional yang selama ini menunggu kepastian hukum.

Likuiditas Global Tinggi, Bitcoin Masih Tertinggal

Likuiditas global (M2) mencapai rekor tertinggi sejak Q4 2024 dan terus meningkat. Secara historis, Bitcoin cenderung bergerak lebih awal dibanding siklus likuiditas: reli sebelum puncak M2, lalu berkonsolidasi saat likuiditas mencapai puncaknya.

Saat ini, ekspansi likuiditas masih berlangsung, sehingga ruang kenaikan lanjutan tetap terbuka. Jika pasar saham dinilai semakin mahal, rotasi modal ke Bitcoin bisa kembali terjadi.

Penyesuaian Faktor Makro Diturunkan Menjadi +25%

Meskipun arah makro secara umum tidak berubah, Tiger Research menurunkan faktor penyesuaian makro dari +35% menjadi +25%. Penurunan ini mencerminkan beberapa risiko: melambatnya arus masuk institusional, ketidakpastian kepemimpinan The Fed, serta meningkatnya tensi geopolitik.

Namun demikian, bobot +25% tetap mencerminkan pandangan positif, didukung oleh ekspansi M2 dan kemajuan regulasi.

On-Chain Netral: Support Kuat di $84.000, Resistance di $98.000

Data on-chain mengonfirmasi kondisi pasar yang relatif seimbang. Selama koreksi November 2025, permintaan beli terkonsentrasi di sekitar $84.000, membentuk zona support yang kuat. Sementara itu, level $98.000, yang merupakan biaya rata-rata holder jangka pendek—berfungsi sebagai resistance psikologis.

Indikator utama seperti MVRV-Z (1,25), NUPL (0,39), dan aSOPR (1,00) telah keluar dari area undervalued dan masuk ke zona keseimbangan. Ini menunjukkan reli berbasis euforia ekstrem mungkin terbatas, namun potensi profit masih terbuka.

Struktur pasar saat ini juga dinilai lebih sehat dibanding siklus sebelumnya, dengan porsi kepemilikan jangka panjang dan institusional yang lebih besar. Risiko panic selling ala ritel menjadi lebih kecil, dan koreksi cenderung terjadi melalui rebalancing bertahap.

Target Direvisi ke $185.500, Potensi Kenaikan Masih Sekitar 100%

Dengan menggunakan kerangka TVM (Total Value Model) untuk Q1 2026, Tiger Research menetapkan valuasi dasar netral Bitcoin di $145.000, turun dari $154.000 pada laporan sebelumnya. Dengan penyesuaian fundamental 0% dan faktor makro +25%, target harga direvisi menjadi $185.500.

Penyesuaian fundamental dinaikkan dari -2% menjadi 0%, seiring stabilnya aktivitas jaringan dan meningkatnya perhatian terhadap ekosistem BTCFi, yang menyeimbangkan sinyal positif dan negatif.

Penurunan target ini bukan sinyal bearish. Bahkan setelah revisi, model masih menunjukkan potensi kenaikan sekitar 100% dari level saat ini. Penyesuaian lebih mencerminkan volatilitas jangka pendek, sementara nilai intrinsik Bitcoin dinilai terus meningkat dalam jangka menengah hingga panjang.

Kesimpulan

Koreksi terbaru Bitcoin dipandang sebagai rebalancing yang sehat, bukan awal dari tren penurunan struktural. Dengan dukungan makro yang masih positif, potensi katalis regulasi melalui CLARITY Act, serta struktur pasar yang semakin matang, outlook bullish Bitcoin untuk jangka menengah hingga panjang tetap utuh, meski investor perlu bersiap menghadapi volatilitas jangka pendek.

Baca juga: Outlook Kripto 2026: Suku Bunga Turun, Institusi Masuk, Market Bangkit?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

3 Altcoin Pump Fun Ecosystem Ini Meledak Hingga 158% Sepekan

Tiga aset kripto dari kategori Pump Fun Ecosystem mencatatkan lonjakan harga signifikan dalam sepekan terakhir.

Data CoinMarketCap menunjukkan Rifampicin (RIF), The White Whale (WHITEWHALE), dan TROLL (SOL) menjadi altcoin dengan performa paling menonjol berdasarkan kapitalisasi pasar dan persentase kenaikan harga.

Rifampicin (RIF)

Rifampicin (RIF) mencatatkan kenaikan tertinggi. Token ini diperdagangkan di level US$0,005829 dengan lonjakan 117,80% dalam 24 jam dan 158,75% dalam tujuh hari terakhir.

Kapitalisasi pasar RIF mencapai US$5,82 juta dengan volume transaksi harian sebesar US$390 ribu. Dari sisi suplai, RIF memiliki circulating supply sebesar 67,76 juta token dari total suplai hampir 1 miliar token.

Baca juga: 3 Altcoin AI Agents Ini Melejit dan Jadi Sorotan Pasar Kripto

The White Whale (WHITEWHALE)

Sementara itu, The White Whale (WHITEWHALE) menunjukkan performa kuat dengan harga US$0,04945. Dalam 24 jam terakhir, WHITEWHALE naik 67,49% dan mencatatkan kenaikan 47,15% dalam sepekan.

Kapitalisasi pasarnya menyentuh US$49,44 juta dengan volume perdagangan harian yang sangat tinggi, mencapai US$42,95 juta. Saat ini, jumlah token yang beredar berada di angka 868,57 juta WHITEWHALE.

TROLL (SOL)

Altcoin lainnya, TROLL (SOL), juga mengalami kenaikan signifikan meski lebih moderat. Token ini diperdagangkan di harga US$0,03188 dengan kenaikan 58,70% dalam 24 jam dan 7,58% dalam tujuh hari terakhir.

Kapitalisasi pasar TROLL tercatat sebesar US$31,84 juta dengan volume transaksi harian US$11,53 juta. Jumlah token yang beredar mencapai 358,90 juta dari total suplai hampir 1 miliar token.

Lonjakan harga pada tiga altcoin ini menunjukkan meningkatnya minat pasar terhadap Pump Fun Ecosystem. Namun, volatilitas tinggi tetap menjadi risiko utama yang perlu diperhatikan oleh investor sebelum mengambil keputusan.

Baca juga: 3 Altcoin Binance Alpha Airdrops Ini Meledak Berdasarkan Market Cap


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Terbongkar! Bank Sentral Iran Kumpulkan Stablecoin Rp8 Triliun

Perusahaan analisis blockchain Elliptic mengungkap bahwa Bank Sentral Iran (Central Bank of Iran/CBI) secara diam-diam membangun cadangan stablecoin senilai lebih dari 500 juta dolar AS atau sekitar Rp8 triliun.

Dilaporkan Bitcoin.com, dana tersebut dikumpulkan dalam bentuk USDT, stablecoin yang didukung dolar AS, dan diduga digunakan untuk melewati sanksi internasional sekaligus menahan kejatuhan nilai tukar rial Iran.

Dalam laporan terbarunya, Elliptic menyebut sedikitnya 507 juta dolar AS USDT dapat dikaitkan langsung dengan dompet blockchain milik CBI. Analisis ini dipimpin oleh pendiri sekaligus Chief Scientist Elliptic, Dr. Tom Robinson, yang memetakan jaringan dompet dengan tingkat keyakinan tinggi.

Angka tersebut disebut sebagai batas minimum, karena hanya mencakup dompet yang dapat diidentifikasi secara konklusif. Dana USDT itu diketahui mengalir melalui Nobitex, bursa kripto terbesar di Iran, sebelum disimpan, diperdagangkan, atau dikonversi ke rial.

Baca juga: Internet Iran Diputus Total, Warga Masih Bisa Pakai Kripto?

Faktor Akumulasi Stablecoin

Aktivitas akumulasi stablecoin ini meningkat seiring tekanan berat terhadap mata uang Iran, di mana nilai rial dilaporkan merosot hampir 50 persen dalam delapan bulan. Elliptic menilai CBI kemungkinan menggunakan stablecoin untuk menyuntikkan likuiditas dolar ke pasar domestik, menyerupai operasi pasar terbuka yang seharusnya terhalang oleh sanksi.

Pada Juni 2025, setelah Nobitex diretas oleh kelompok pro-Israel, aliran dana bergeser ke jembatan lintas rantai dari Tron ke Ethereum, lalu diproses melalui bursa terdesentralisasi dan terpusat hingga akhir 2025.

Elliptic menyebut strategi ini membentuk sistem “eurodollar digital di luar pembukuan,” yang memungkinkan Iran menyimpan dan memindahkan nilai dolar di luar sistem perbankan global. Meski demikian, perusahaan menegaskan bahwa aktivitas tersebut tetap dapat dilacak karena berjalan di atas blockchain publik.

Elliptic juga mencatat bahwa Tether telah membekukan jutaan token USDT yang terkait dengan dompet CBI, menunjukkan bahwa penerbit stablecoin dan platform bursa masih memiliki kemampuan untuk menegakkan sanksi, meski menimbulkan perdebatan etis dan geopolitik yang kompleks.

Baca juga: Indonesia Blockchain Week 2025 Siap Digelar, Percepat Ekonomi Digital


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com