Category Archives: Tokocrypto

Wick-Fishing, Sang Penghancur Posisi Trading

Dalam trading, banyak trader diajarkan untuk memasang Stop loss untuk mengantisipasi kehilangan. Namun, dunia aset kripto tidak seperti dunia trading kelas aset lainnya. Terkadang ada pergerakan tiba-tiba yang seolah-olah membuat posisi para trader hilang atau terkena stop loss. Mari kita kenali fenomena ini.

Terlihat Seperti Manipulasi

Sering terlihat di pasar aset kripto, adanya “spike” atau pergerakan tiba-tiba ke atas atau ke bawah yang membuat para trader panik.

Biasanya harga naik tiba-tiba, membuat para trader panik, FOMO dan melakukan pembelian. Atau tiba-tiba turun dan membuat para trader melakukan penjualan, hanya untuk kembali dan membuat posisi para trader yang panik tadi hilang.

Atau tiba-tiba harga meloncat melebihi batas “stop loss” wajar seorang trader dan membuat trader-trader tersebut kehilangan posisinya.

Baca Juga: Mengenal Wick-filling, Teori yang Bisa Digunakan Untuk Memprediksi “DUMP” di Bitcoin

Istilah wick-fishing dipopulerkan oleh trader aset kripto dari Inggris bernama Toray Kortan. Istilah lainnya untuk wick-fishing adalah stop loss hunt.

wick-fishing-crypto-tokocrypto

Apa yang menyebabkan wick-fishing?

Banyak teori yang mengatakan bahwa wick fishing adalah manipulasi pasar. Namun, secara teknikal, di pasar aset kripto sangat banyak order pembelian dan penjualan yang biasanya agak jauh dari harga yang ada. Wick fishing adalah pergerakan untuk memenuhi order-order tersebut.

Bagaimana cara menemukan wick fishing?

Cara termudah untuk memprediksi wick fishing adalah dengan melihat di mana harga telah membuat adanya “spike” sebelumnya. Jika harga telah mencapai tingkat tertentu secara tiba-tiba, besar kemungkinan hal itu akan terjadi lagi di masa depan.

wick-fishing-crypto-tokocrypto

Baja Juga: Mengenal Pola Barting Penjebak Trader Aset Kripto

Contoh wick fishing setelah terjadinya “spike” sebelumnyaSebagai sarana untuk “menyingkirkan trader” sebelum ada rally. Ada juga contoh wick fishing yang bisa kita lihat sebelum adanya pergerakan besar. Perhatikan gambar tersebut

wick-fishing-crypto-tokocrypto

Bagaimana menghadapi wick fishing?

Dengan analisa teknikal, lihatlah di mana secara historis harga melakukan “spike” dan antisipasi pergerakan ke sana. Manajemen resiko dan tidak melakukan overtrading juga menjadi sarana terbaik untuk kita agar tidak kehilangan uang saat trading.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kinerja Bitcoin Kalahkan Emas dan Saham Selama April 2020

Selama April 2020, kinerja Bitcoin jauh lebih baik daripada saham dan emas. Bitcoin mampu tumbuh hingga 32 persen, sedangkan emas 6 persen dan saham (Indeks S&P500) hanya 18 persen.

Bitcoin seolah-olah mulai mampu memantik dirinya sebagai aset safe haven di tengah krisis ekonomi akibat COVID-19. Ini terbukti dari kinerja aset kripto itu berbanding jenis investasi lainnya, termasuk emas selama April 2020.

Indeks saham S&P500 (SPX) naik dari 2444.10 menjadi 2908.28 point, sekitar 18,99 persen (464 point). Sedangkan Bitcoin naik dari US$6.546 menjadi US$8.651, tumbuh sekitar 32 persen (US$2.104).

Berita Terkait: Prediksi Harga Bitcoin: US$10 Ribu Sebelum Halving, US$19 Ribu Setelah Halving

Sementara itu, emas hanya mampu tumbuh 6 persen, naik dari US$1.593 per troy oz menjadi US$1.689 per troy ons.

Pun secara fundamental, investor semakin banyak melirik Bitcoin menjelang Halving pada medio Mei 2020 mendatang.

Di momen langka itu, pasokan Bitcoin baru melalui imbalan kepada para miner, tereduksi hingga 50 persen, dari 12,5 BTC menjadi 6,25 BTC per block.

Sejak Maret 2020 arus masuk uang ke pasar Bitcoin juga meningkat drastis. Menurut kajian Glassnode, jumlah address Bitcoin bersaldo lebih 10.000 BTC naik menjadi 111 pada Rabu (29 April 2020).

Itu adalah tingkat tertinggi sejak 2 Agustus 2019. Dengan demikian kenaikannya menjadi 11 persen sejak awal Maret 2020.

“Peningkatan jumlah address Bitcoin bersaldo lebih dari 10.000 BTC kemungkinan merupakan hasil dari pemegang jangka panjang yang kembali masuk ke pasar untuk memperluas kepemilikan mereka,” kata Matthew Dibb, Pendiri Stack.

Peningkatan minat dari pemegang jangka panjang dan investor besar dapat dikaitkan dengan narasi bullish di sekitar faktor makro dan imbalan yang berkurang pada Bitcoin Halving Mei 2020 nanti. [red]



Sumber : news.tokocrypto.com

Sah! Bitcoin Digunakan Sebagai Alat Tukar di El Savador

Kongres dewan El Savador telah menyepakati rancangan undang-undang penggunaan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah. Dengan demikian, tinggal menunggu tanda tangan Presiden, El Savador telah resmi menjadi negara pertama yang mendukung cryptocurrency sebagai alat tukar yang sah.

Presiden Nayib Bukele mengatakan dia akan menandatangani undang-undang bersejarah nanti malam atau besok pagi, setelah kongres selesai. Mayoritas peserta kongres telah sepakat rancangan undang-undang tersebut segera disahkan.

“Ini mulai berlaku segera,” kata Bukule dalam cuitannya hari ini, Rabu, 9 Juni 2021.

Baca Juga: Elon Musk DOGE Vs BitMEX BTC; Siapa yang Akan Duluan ke Bulan?

Dalam undang-undang tersebut, selain disahkan sebagai alat pembayaran, Pemerintah El Savador memilki kewenangan untuk mewajibkan perusahaan atau unit bisnis untuk menerima Bitcoin.

“Mereka harus mengambilnya secara hukum,” kata dia. “Jika Anda pergi ke Meksiko, mereka harus mengambil peso Anda.

Setelah menandatangani keputusan kongres tersebut, Pemerintah El Savador akan melakukan sejumlah persiapan untuk mengimplementasikan UU tersebut. Salah satunya dengan mengunjungi Dana Moneter Internasional (IMF), pada hari Kamis.

Pemerintah juga akan merilis dompet Bitcoin resmi. El Savador pun berencana untuk menahan US$150 juta yang setara dengan Bitcoin dalam dana perwalian di bank pengembangannya untuk menanggung risiko pedagang.

Baca Juga: Yuk, Intip Cara Mendapatkan Keuntungan Berlipat Dari Crypto

“Saya tidak tahu ini berkembang sangat cepat. Kami tidak mengesampingkan memiliki Bitcoin dalam cadangan kami dalam waktu dekat.”

Pengumuman ini membuat pasar bereaksi. Meskipun tipis, harga Bitcoin kembali naik ke level US$ 34 ribu, setelah sebelumnya hampir terperosok ke harga US$ 30 ribu.

Berdasarkan data Coinmarketcap, sejumlah alts coin pun menunjukan penongkatan harga pada perdagangan hari ini, paska pengumuman fenomenal dari El Savador.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Berharap pada Ethereum Sebelum Bitcoin Halving

Bitcoin sempat melakukan rally yang cukup ganas di akhir bulan April lalu. Namun, raja aset kripto tadi gagal menembus resisten kunci di 9400, langsung “dump” ke zona 8400-8500, dan sekarang mulai “recovery” menuju arah 9000 USD. Bagaimana dengan harga Ethereum?

Jika dilihat di analisa time frame besar, masih ada kemungkinan Bitcoin menuju 9000-9200 USD sebelum halving, dengan potensi turun setelah halving. Bagaimanakah para trader bisa meng-kapitalisasi kesempatan ini?

Baca Juga: Ayo Bitcoin Halving, Tunjukkan Taringmu!

Altcoin terbesar, Ethereum menunjukkan kesempatan bullish di tengah-tengah gonjang-ganjing volatilitas aset kripto dan pasar finansial lainnya.

Saat ini harga harga ETH menembus zona putih dan garis hijau yng ada dalam gambar. Zona putih adalah resistance mingguan, dan garis hijau adalah resistance yang didapat dengan menggambar trendline di timeframe 1 bulan.

Saat semuanya tertembus, kemungkinan bullish untuk jangka pendek-menengah (paling tidak sampai bitcoin halving) terbentuk. Terlebih lagi, Ethereum telah melakukan retest di area zona putih, mempersiapkan pondasi untuk naik lebih lanjut.

Baca Juga: Prediksi Harga Bitcoin: US$10 Ribu Sebelum Halving, US$19 Ribu Setelah Halving

Diperkirakan bahwa halving 11 Mei akan membuat crypto turun cukup keras, dengan sedikit bullish dari sekarang hingga hari-H.

Target kenaikan Ethereum, harga bisa naik hingga daily resistance yang terbentuk (zona kuning) atau bahkan area trendline wick-ke-wick bulanan, hingga saat sekitaran halving BTC , semuanya turun besar-besaran.

Secara sepintas, Ethereum mempunyai potensi gain yang lebih besar daripada Bitcoin hingga halving nanti



Sumber : news.tokocrypto.com

Simak Tips Trading Crypto Berikut Agar Makin Cuan

Salah satu tips trading crypto agar Anda bisa mendapatkan keuntungan tambahan adalah dengan mengikuti acara yang sedang diselenggarakan oleh Tokocrypto. Melalui acara tersebut, Anda berkesempatan untuk memperoleh keuntungan tambahan aset kripto. Yuk, simak selengkapnya!

Keuntungan Tambahan dari Trading Kripto

Melakukan deposit BIDR dan membeli aset kripto pilihan dengan BIDR yang telah dideposit, merupakan hal yang pertama dilakukan bagi seorang trader yang ingin memulai trading kripto. 

Umumnya keuntungan yang didapat oleh  seorang trader dari aktivitas trading, ketika menjual aset kripto disaat aset kripto mengalami tren kenaikan harga. Namun, trader juga bisa mendapat keuntungan tambahan berupa aset TKO. Bagaimana caranya? bisa saja jika trader mengikuti dan menyelesaikan daily task yang diadakan oleh Tokocrypto.

Saat ini Tokocrypto sedang menyelenggarakan program Daily Task dengan hadiah giveaway TKO. Bagi trader yang melakukan pembelian aset kripto TKO dengan nominal berapapun untuk trading serta menukarkan BIDR dengan koin pilihan berkesempatan untuk mendapatkan hadiah TKO. Tentunya, keuntungan tambahan yang didapat dapat dijadikan modal dalam kegiatan trading.

Syarat dan Ketentuan Daily Task Tokocrypto

Tentunya terdapat syarat dan ketentuan yang berlaku dalam menyelesaikan daily task yang diadakan oleh Tokocrypto. Berikut syarat dan ketentuan yang perlu Anda perhatikan saat menyelesaikan daily task:

  1. Misi harian hanya diperuntukan untuk pengguna yang telah menyelesaikan KYC tingkat 1
  2. Semua misi harian akan terulang pada jam 00:00 waktu JKT (Waktu Indonesia bagian Barat)
  3. Setiap pengguna hanya dapat menyelesaikan sebanyak 4 (empat) daily task, masing-masing satu kali di setiap harinya.
  4. Ketika misi baru ditambahkan, misi lama akan secara otomatis menjadi kadaluarsa (tidak berlaku lagi).
  5. Hadiah akan Anda dapatkan setelah misi terselesaikan.
  6. Hadiah akan otomatis masuk pada halaman ‘Riwayat Distribusi’ setelah Anda melakukan klaim hadiah.
  7. Apabila Anda tidak melakukan klaim hadiah, hadiah akan otomatis hangus pada keesokan harinya.
  8. Setiap harinya terdapat 800 TKO yang dapat diperebutkan oleh seluruh nasabah Tokocrypto.

Tips Saat Melakukan Daily Task

Untuk menyelesaikan daily task dari Tokocrypto, tentunya diperlukan strategi agar Anda dapat dengan mudah menyelesaikan dan memperoleh keuntungan. Berikut tips yang dapat Anda gunakan saat melakukan daily task:

  • Mengalihkan Dana “latte factor” dengan Menyetor BIDR

Bagi Anda yang belum mengetahui, latte factor sendiri adalah berbagai pengeluaran kecil yang rutin dilakukan tanpa Anda sadari, contohnya seperti berbelanja cemilan, membeli air mineral kemasan, biaya saat melakukan transfer antar bank, hingga biaya top-up uang elektronik. 

Tentunya, pengeluaran kecil sehari-hari ini tidak begitu penting, akan tetapi sudah menjadi kebiasaan sehingga cukup sulit dihilangkan. Namun, Anda bisa mengalokasikan latte factor tersebut untuk melakukan setoran BIDR melalui akun Bank Anda, alih-alih dana Anda berkurang justru Anda memperoleh hadiah berupa tambahan aset kripto TKO.

  • Menukarkan BIDR ke TKO, BNB, dan DOGE

Disarankan untuk Anda melakukan penukaran BIDR ke salah satu koin (TKO, BNB, DOGE) di setiap harinya untuk memperoleh hadiah. Anda bisa membuat catatan/note pada ponsel Anda, agar Anda tidak melewatkan penukaran BIDR.

  • Mengajak Teman Setiap Harinya

Anda dapat mengajak 2 (dua) hingga 3 (tiga) teman Anda untuk mendaftarkan akun Tokocrypto menggunakan kode referral Anda. Setelah teman Anda menyelesaikan proses pendaftaran menggunakan kode refferal Anda, Anda akan diberikan hadiah berupa aset TKO.

Keuntungan yang didapat setelah melakukan deposit dan trading TKO merupakan salah satu tips trading crypto untuk memperoleh keuntungan lebih dari kegiatan trading. Ayo, mulai trading TKO untuk menyelesaikan daily task dari Tokocrypto dan menangkan 800 TKO di setiap harinya!



Sumber : news.tokocrypto.com

“Paus” Bitcoin Tidak Berniat Menjual dengan Harga Saat Ini

Seorang “Paus” Bitcoin (BTC) memegang sekitar 68.000 BTC atau mencapai 523 Juta dalam dolar Amerika, belum juga memindahkan asetnya tersebut selama lebih dari lima tahun dan data yang ada pada rantai blockchain (on-chain) menunjukkan paus lain juga memegang BTC mereka selama rata-rata 4,7 Tahun.

Meskipun Bitcoin adalah cryptocurrency peringkat teratas di CoinMarketCap, paus yang memegang aset digital tanpa menjual selama bertahun-tahun tidak melindungi BTC dari tren turun yang curam. Pada 12 Maret lalu, harga turun hingga mencapai $3.600 dan banyak paus tidak juga memindahkan dana mereka pada saat itu.

Bagaimanapun, data menunjukkan banyak paus merasa nyaman memegang BTC meskupun ada risiko koreksi yang signifikan terhadap area dukungan multi-tahun di harga $3.000 hingga $4.000. Ini menggambarkan tren jangka panjang yang optimis pada pasar cryptocurrency dan kesabaran dari investor-investor ini bernilai sangat tinggi.

Baca Juga: Perkembangan Teknologi Penambangan Bitcoin

Apa yang Sebenarnya Diinginkan “Paus”?

Sejak 2015, infrastruktur yang mendukung pasar cryptocurrency telah meningkat secara eksponensial. Semakin banyak lembaga kustodian yang terpercaya membuka beragam pertukaran berjangka yang lebih besar dan ada juga yang menyediakan pertukaran spot regional berskala besar yang didukung oleh layanan perbankan yang stabil.

Baik investor ritel maupun institusional secara aktif mengakumulasi Bitcoin setelah koreksi yang intens. Sebuah laporan analitik yang diterbitkan oleh Coinbase menemukan setelah turun menjadi $3.750 di bulan Maret kemarin, investor ritel segera membeli pada harga penurunan tersebut.

Data dari laporan kuartil pertama tahun 2020 Grayscale juga menunjukkan peningkatan nyata dalam permintaan Bitcoin dari investor institusi dan sedang dalam pengamatan.

Hal ini disebabkan karena semakin banyak investor yang mengakumulasi Bitcoin, pasokan BTC yang beredar juga semakin menurun dan ini dapat melemahkan tren turun utama pada pasar.

Seiring waktu, ada pula kemungkinan fase korektif akan menjadi lebih lemah dan lebih cepat ketika Bitcoin mendekati pasokan tetap sebesar 21 Juta.

Selain itu, “paus” dan pemegang jangka panjang lainnya mungkin memandang Bitcoin sebagai aset terbaik untuk dimiliki dalam jangka panjang. Hal ini mengingat fakta bahwa kehilangan dana tidak dapat dipulihkan atau dikembalikan seperti semula, persedian koin akan ditutup, dan halving akan mengurangi tingkat pasokan baru yang tersedia.

Para peneliti di CoinMetrics mengatakan:

“Paus Bitcoin baru saja menjadi pemegang selama 5 tahun berturut-turut. Pekan lalu 68k BTC pindah dari pasokan aktif selama 5 tahun, yang menunjukkan terakhir kali mereka pindah on-chain adalah pada bulan April 2015.”

Bahkan dengan halving yang akan terjadi kurang lebih 13 hari lagi, masih ada kemungkinan BTC akan mengalami pullback parah terlepas dari keenganan paus menjual kepemilikannya tersebut. Namun, sikap optimis paus ini mengurangi kemungkinan jatuh misalnya kejatuhan kapitulasi dalam waktu dekat.

Baca juga: Bitcoin Whale: Dunia dalam Kejutan Ekonomi Terbesarnya

Apakah “Harga Sebenarnya” BTC akan Turun di Bawah $3.000?

Hanya dalam 24 jam setelah Bitcoin jatuh ke $3.600, harga kembali naik di atas $4.000, dan akhirnya kembali ke $7.000 dalam rentang waktu satu bulan.

Seperti yang dilansir Cointelegraph, penurunan tajam dari $8.000 ke $3.600 terjadi karena kasekade likuidasi di seluruh bursa berjangka, terutama BitMEX. Dengan demikian, pedagang yang terlalu banyak likuidasi yang justru memicu penurunan, bukan penjualan dari “paus” di perdagangan spot.

Pergerakan pemegang BTC juga menambah validitas teori mengenai BTC yang seharusnya tidak pernah turun harga di bawah $5.000 sama sekali dan investor yang membeli penuruna ke kisaran $3.000 hingga $4.000 tidak mungkin menjual dalam waktu dekat.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Yuk, Intip Cara Mendapatkan Keuntungan Berlipat Dari Crypto

Saat ini aset kripto menjadi hal yang diminati masyarakat. Pasalnya aset kripto dapat mengalami peningkatan harga dalam periode tertentu, hal tersebut yang membuat sebagian orang menjadikannya sebagai aset investasi. Tentunya dibutuhkan pemahaman serta cara agar dapat untung dari crypto.

Tokocrypto adalah perusahaan berbasis digital Indonesia yang teregulasi, bergerak dalam bidang perdagangan aset kripto. Sebelum membahas cara agar bisa mendapatkan keuntungan melalui Tokocrypto, yuk simak fakta menarik tentang Tokocrypto!

Fakta Tokocrypto

Tokocrypto merupakan perusahan yang berdiri pada tahun 2017. Berawal dari sekelompok antusias atau penggemar kripto di Indonesia yang  memiliki keyakinan terhadap manfaat yang dapat ditawarkan oleh teknologi blockchain kepada masyarakat. 

Para penggemar kripto tersebut dikomandoi oleh Pang Xue Kai yang saat ini menjabat sebagai CEO Tokocrypto. Pada awal pendiriannya, perusahaan ini didukung oleh perusahaan yang berasal dari Singapura, yaitu QCP Capital.

Pada tanggal 15 September tahun 2018, Tokocrypto secara resmi diperkenalkan kepada masyarakat. Pada awal peluncurannya, Tokocrypto memiliki tujuan untuk membagikan konten dan informasi terkini terkait aset digital kepada masyarakat.

Selain itu, Tokocrypto juga menjangkau komunitas-komunitas blockchain dan aset kripto untuk berbagi pengetahuan dan pemahaman, serta melibatkan masyarakat dalam kegiatan aset digital di Indonesia. Tidak hanya di Indonesia, Tokocrypto juga ingin menjangkau masyarakat di kawasan Asia Tenggara.

  • Tokocrypto  Pertama yang Terdaftar di BAPPEBTI

Dihitung setelah dua tahun sejak lahirnya Tokocrypto, tepat pada November tahun 2019 Tokocrypto secara resmi terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Dengan begitu Tokocryto menjadi exchanger aset kripto pertama yang terdaftar pada lembaga pemerintahan di bawah naungan Kemendag.

  • Mendapat Dukungan dari Binance serta Rilis Versi 2.0

Pada bulan Mei 2020, Tokocrypto mendapat dukungan dari Binance, yaitu sebuah perusahaan perdagangan aset kripto serta pengembang blockchain global yang berpusat di Malta.

Kelahiran produk aset kripto berbasis rupiah dengan nama Binance IDR atau BIDR merupakan bentuk kerjasama antara Tokocrypto dan Binance. Selanjutnya, Tokocrypto memperbarui sistem perdagangannya dengan meluncurkan versi terbarunya, yaitu Tokocrypto 2.0. Dimana terdapat peningkatan terhadap kecepatan transaksi serta sistem keamanan yang lebih baik. 

Tepat pada akhir bulan Maret 2021, secara resmi Tokocrypto telah menghadirkan Toko Token (TKO) yang merupakan proyek aset kripto lokal Indonesia. Proyek tersebut menjadi proyek pertama yang menyediakan model token hybrid dengan sifat Desentralisasi Finance atau DeFi dan Centralized Finance atau CeFi.

Cara Mendapatkan Keuntungan Lewat Tokocrypto

Anda berkesempatan untuk mendapatkan keuntungan lewat Tokocrypto, lho! Saat ini, Tokocrypto sedang mengadakan giveaway TKO untuk seluruh nasabah yang dapat menyelesaikan misi harian yang diberikan oleh Tokocrypto. 

Misi harian yang harus diselesaikan, yaitu membagikan referral TKO, membeli TKO, menukar BIDR dengan koin pilihan, serta melakukan deposit fiat. Nasabah yang dapat menyelesaikan misi sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku berkesempatan untuk memenangkan total hadiah sebesar 72.000 TKO.

Misi Harian Tokocrypto

Berikut rincian misi harian yang harus diselesaikan oleh setiap nasabah:

Anda dapat membagikan kode referral milik Anda, tunggu sampai seorang pengguna mendaftarkan akun Tokocrypto dengan menggunakan kode referral Anda. Anda akan mendapatkan 0,004 TKO.

Anda diharuskan untuk melakukan pembelian TKO dalam nominal berapapun untuk mendapatkan 0,004 TKO.

  • Tukarkan BIDR dengan Koin Pilihan

Untuk menyelesaikan misi ini dan mendapatkan 0,004 TKO sebagai imbalannya. Anda dapat melakukan perdagangan jual maupun beli (pairing) BIDR dengan koin lain. Misalnya DOT (BIDR/DOT) ataupun ZIL (BIDR/ZIL).

Misi terakhir dapat terselesaikan, apabila Anda melakukan deposit dengan setoran Fiat IDR dalam nominal berapapun. Hadiah senilai 0.004 TKO akan Anda dapatkan setelah menyelesaikan deposit.

Tentunya Anda bisa menyelesaikan misi harian tersebut sambil melakukan trading sebagai cara alternatif untuk dapat untung dari crypto. Tunggu apalagi? Ayo, segera selesaikan misi harian dari Tokocrypto dan menangkan hadiah TKO sekarang!



Sumber : news.tokocrypto.com

Prediksi Harga Bitcoin: US$10 Ribu Sebelum Halving, US$19 Ribu Setelah Halving

Harga Bitcoin diprediksi bisa mencapai US$10 ribu per BTC sebelum Halving, medio Mei 2020. Sedangkan setelah Halving (sekitar 12-18 bulan) bisa menembus US$19 ribu seperti bull run 2016-2017.

“Kami memprediksi adanya kemungkinan harga Bitcoin akan naik lebih dari US$10.000 sebelum Halving,” kata Simon Peters, analis aset kripto di eToro.

Peters juga menyebutkan sejumlah faktor yang dapat mendorong harga Bitcoin selama beberapa minggu ke depan. Pertama, penambang (miner) terus mengakumulasi imbalan Bitcoin baru mereka alih-alih menjual dalam jumlah banyak

Kedua, banyak pengguna baru yang membeli Bitcoin, baik itu dari kalangan pemain besar atau pun ritel.

Ketiga, banyak orang mulai khawatir akan datangnya inflasi akibat kebijakan moneter oleh sejumlah bank sentral di seluruh dunia.

“Seberapa tinggi faktor itu mendorong harga Bitcoin naik lebih tinggi, itu bisa jangka panjang, di tengah prospek ekonomi memburuk untuk ekonomi AS dan kemungkinan pasokan moneter yang terus meningkat, yang melemahkan dolar AS dan memicu kekhawatiran inflasi. Kami percaya itu dapat dengan mudah menguji harga tertinggi Bitcoin sebelumnya, di atas US$19.000, karena investor mencari tempat berlindung yang aman dari aset tradisional [saham, surat utang-Red],” kata Peters.

Berita Terkait: Total Volume Perdagangan Bitcoin Cs Mencapai US$8,8 Triliun pada Kuartal Pertama 2020

Setelah Halving tahun 2016, harga Bitcoin melonjak kurang dari US$1.000 per BTC, lalu naik sekitar US$19.800 dalam waktu kurang dari 12 bulan.

Petinggi bursa aset kripto Binance US, Catherine Coley juga turut bullish terhadap Raja Aset Kripto itu.

“Pada Halving kedua tahun 2016, reli yang sebenarnya terjadi adalah 18 bulan kemudian. Ini bisa saja terjadi pada Bitcoin setelah Halving Mei 2020 nanti. Saya relatif bullish dalam jangka panjang,” katanya. [Forbes/red]



Sumber : news.tokocrypto.com

1% Bitcoin Terkunci di Blockchain Ethereum, Ini Artinya

Tercatat bahwa saat ini terdapat sekitar $6 Miliar atau Rp85,5 Triliun dalam Bitcoin (BTC) yang telah ditokenisasi dan terkunci di Blockchain Ethereum (ETH).

Bitcoin ini telah berubah wujud menjadi Wrapped Bitcoin dimana istilah Wrapped adalah salah satu cara untuk memindahkan crypto dalam blockchain yang berbeda.

Perlu diingat bahwa Blockchain Bitcoin tidak memiliki fitur cross chainatau lintas blockchain sehingga diubah menjadi versi Wrapped.

Ini alasan mengapa kabar terkuncinya Wrapped Bitcoin di Blockchain Ethereum dapat berujung positif untuk pasar crypto.

1% Bitcoin Terkunci di Blockchain Ethereum

Bitcoin senilai sekitar $6 Miliar atau Rp85,5 Triliun yang merupakan 1% dari keseluruhan Bitcoin yang beredar saat ini sudah di tokenisasi.

Bitcoin tersebut telah diubah menjadi Wrapped BTC (WBTC) yang saat ini disimpan pada Blockchain Ethereum.

Pencapaian ini ditekankan oleh salah satu manajer investasi di BitGo, Kia Mosayeri, yang menyatakan jumlah ini pada Twitter.

BitGo sendiri adalah salah satu kustodian atau pengelola protokol WBTC yang diluncurkan pada Januari 2019 melalui Blockchain Ethereum.

Menurut data dari  Etherscan, terdapat sekitar 187.610 Bitcoin yang telah berubah menjadi WBTC dan beredar di protokol tersebut.

Saat ini jumlah persediaan Bitcoin yang telah beredar sudah mencapai 18,73 Juta Bitcoin menurut data dari CoinGecko.

Hal tersebut memastikan bahwa jumlah WBTC yang terkunci pada Blockchain Ethereum telah mencapai 1% dari keseluruhan Bitcoin yang beredar.

Baca Juga : Dana Institusi Keluar dari Produk Investasi Berbasis Bitcoin, Tidak Sepenuhnya Buruk

BTConEthereum membuat estimasi bahwa terdapat 240.620 Bitcoin yang telah ditokenisasi untuk berbagai penggunaan di Blockchain Ethereum.

Jumlah keseluruhan Bitcoin yang beredar di Blockchain Ethereum tersebut berarti berada pada $7,91 Miliar atau Rp112,83 Triliun.

Wrapped Bitcoin (WBTC) saat ini masih mendominasi Blockchain Ethereum dalam jenis-jenis Bitcoin yang ditokenisasi, dengan dominasinya yang mencapai 78%.

Ini Artinya Untuk Bitcoin

Saat ini nampaknya permintaan terhadap Bitcoin yang ditokenisasi di Blockchain lain sedang terus meningkat.

Dominasi tersebut terlihat tetap berada pada Blockchain Ethereum yang membuat signifikansi Blockchain Ethereum cukup besar.

Tokenisasi dari Bitcoin atau proses Wrapping diperlukan untuk memudahkan Bitcoin bergerak pada blockchain lain.

Hal ini disebabkan Bitcoin memiliki blockchainnya sendiri namun tidak memiliki fitur operasional lintas blockchain yang menghalangnya bergerak di blockchain lain secara nyata.

Oleh karena itu, tokenisasi ini telah dilakukan oleh banyak pihak dan Wrapped Bitcoin ini menjadi pilihan yang paling tenar.

WBTC sendiri tidak diciptakan secara mandiri namun akan terus melihat persediaan Bitcoin sehingga harganya selalu terikat berdasarkan Bitcoin.

Jadi jika WBTC yang terkunci adalah 1% dari keseluruhan Bitcoin yang beredar saat ini, terdapat 1% dari persediaan Bitcoin yang tidak dapat dijual.

Baca Juga: Pendukung Shiba Inu (SHIB) Menanti ShibaSwap

Bitcoin tersebut dapat menjadi penghalang untuk tekanan jual terhadap Bitcoin yang signifikan akibat terkunci dan tidak bisa dijual.

Ditambah dengan protokol lain yang memiliki Bitcoin terkunci, pemilik Bitcoin yang tidak menjual, serta Bitcoin yang hilang, nampaknya masih ada “penjaga” harga Bitcoin.

Untuk data jumlah tersebut masih terlihat belum pasti dengan adanya estimasi untuk Bitcoin yang hilang berada di angka 21% dari jumlah peredaran yang berada.

Ditambah dengan banyaknya Bitcoin yang terkunci, hal ini dapat menciptakan kelangkaan untuk Bitcoin dan jika permintaan terus naik, maka harganya dapat terus naik.

Selain itu, dengan adanya halving atau pengurangan imbalan hasil tambang Bitcoin, maka diprediksi persediaannya akan semakin langka.

Jika adopsi semakin luas, maka kemungkinan besar dalam jangka panjang harga Bitcoin dapat terus mengalami apresiasi.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tembus US$ 9.000, Pergerakan Bitcoin Sulit Diprediksi Jelang Halving Day

Jelang periode halving day pada Mei 2020, harga bitcoin cenderung sulit diprediksi dalam beberapa pekan terakhir.

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Jelang periode halving day pada Mei 2020, harga bitcoin cenderung sulit diprediksi dalam beberapa pekan terakhir. Kamis (30/4), harga bitcoin sempat menyentuh level US$ 9.447 per btc pukul 15:56 WIB.

Halving day adalah momen bagi para penambang bitcoin untuk mendulang cuan.

Chief Operating Officer (COO) Tokocrypto Teguh Harmanda mengatakan, pergerakan bitcoin jadi sulit diprediksi di minggu-minggu terakhir ini. Menurutnya, kenaikan harga yang terjadi saat ini tidak bisa dijadikan acuan untuk memastikan ke depan masih akan naik.

“Pada halving 1 dan halving 2 juga diperhatikan pergerakannya mirip. Hingga (tidak bisa dipastikan) sampai dengan benar-benar proses halving itu selesai,” kata Harmanda kepada Kontan, Kamis (30/4).

Baca Juga: Tembus level US$ 9.000, harga bitcoin bakal terkoreksi lagi

Jelang periode halving, Harmanda memperkirakan kenaikan harga bitcoin masih akan terjadi, bahkan hingga beberapa waktu ke depan sampai terbentuk harga baru, atau sekitar 5-7 bulan ke depan. Secara history, di 2012 kenaikan harga bitcoin mencapai 8.000% dan 2016 kenaikan 280%.

“Maka range kenaikan maksimal 100% sudah sangat baik pergerakannya untuk halving kali ini,” ujarnya.

Adapun sentimen yang menjadi penggerak bitcoin ke depan sangat bergantung pada kondisi eksternal dan situasi yang terjadi saat ini. Harmanda meyakini bahwa harga bitcoin akan kokoh selama periode halving dan ke depannya.

Selama halving terjadi, bitcoin juga bakal membentuk harga baru dan harganya selalu positif meningkat. Dia menilai, jika bitcoin menjadi safe haven maka, disisi lain trader yang baru masuk akan kesulitan untuk memanfaatkan stabilitas harga.

Untuk saat ini, Harmanda menilai level harga bitcoin masih sangat menarik untuk dilirik investor, sembari mengikuti arus halving wave. Bahkan, kebanyakan pelaku pasar memprediksi pergerakan bitcoin bakal berada di rentang US$ 10.000 per btc hingga US$ 16.000 per btc.

“Nanti, setelah mendapatkan keuntungan halving, sesegera mungkin untuk convert ke stable coin agar saat akan trading lebih lanjut bisa lebih efektif,” kata Harmanda.

Baca Juga: Harga bitcoin kembali reli dan berpotensi menuju ke US$ 8.000



Sumber : news.tokocrypto.com