Category Archives: Tokocrypto

Bukan Karena Elon, Harga Bitcoin Berpotensi Menjadi US$85 Ribu

Setelah sempat menclok di US$31 ribu, harga Bitcoin hari ini naik lebih dari 11 persen dalam 24 jam di kisaran US$39 ribu. Jika mampu sentuh di atas US$40 ribu, sasaran berikutnya adalah US$85 ribu.

Kemarin, Elon Musk pun memastikan Tesla akan menggunakan Bitcoin lagi sebagai alat pembayaran.

Syaratnya hanya satu, yakni 50 persen tambang Bitcoin dunia harus menggunakan sumber listrik yang ramah lingkungan.

Sesungguhnya faktor Elon Musk sangat bisa dikesampingkan, karena data harga lebih banyak bicara.

Baca Juga: Prediksi Harga Bitcoin Menggunakan Moving Average

Per 11 Juni 2021, Bitcoin masih berada di bawah tingkat moving average kunci, tetapi tanda-tanda pemulihan mulai tampak.

Kajian oleh Decentrader menyoroti tiga indikator on-chain yang menandakan ada tren bullish akan berlanjut bagi Bitcoin terhadap dolar AS.

Bitcoin telah menjalani satu bulan di bawah moving average 200-hari (200 DMA). Hal tersebut mencemaskan dan sejumlah faktor eksternal seperti sentimen geopolitik berpengaruh terhadap sentimen.

Harga Bitcoin sempat berada di rentang antara support mingguan US$32 ribu dan resistance 200DMA di harga US$42 ribu.

Ketidakjelasan setelah harga anjlok serta ketakutan terhadap pengumuman Presiden Biden pada pertemuan G7 terkait kebijakan AS terhadap aset kripto untuk saat ini menahan harga, jelas Decentrader.

Kendati demikian, sejumlah tolok ukur on-chain menandakan kekuatan dan pemulihan dari fase bearish dalam bull market sedang berjalan.

Tolok ukur tersebut termasuk sentimen alamat aktif, spent output profit ratio (SOPR) dan deviasi stock-to-flow.

Baca Juga: Ingin Stop Loss? Gunakan Pola Candlestick Morning Star InI!

Alamat aktif mengukur apakah Bitcoin terlampau dibeli atau terlampau dijual di harga tertentu relatif terhadap jumlah alamat aktif di blockchain Bitcoin.

Indikator ini berada di posisi sama setelah bear market pada Desember 2018 dan anjlok pada Maret 2020. Jika pola tersebut berulang, maka harga Bitcoin dapat naik.

Selain itu, garis proyeksi stock-to-flow turut menunjukkan reli belanjut.

harga bitcoin

Jika hal tersebut tidak terjadi, pencipta model ini PlanB berkata itu akan sangat mengejutkan.

Di tengah harapan Bitcoin dapat menembus US$100 ribu tahun ini, Decentrader memrediksi hanya soal waktu sebelum Bitcoin kembali menguat.

Kendati reli tidak terlalu kencang saat ini, secara fundamental tidak ada yang berubah dengan Bitcoin.

“Kita hanya mengalami liputan media yang sangat negatif setelah mengalami reli kuat di awal tahun, sehingga harga dapat berlanjut meningkat ke garis stock-to-flowdi bulan-bulan mendatang. Hal ini berarti rekor baru bagi Bitcoin dapat dicapai sebelum akhir tahun, dimana garis stock-to-flow menandakan harga US$85 ribu” tandas Decentrader.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto, Pedagang Aset Kripto Pertama yang Teregulasi di Indonesia, Berhasil Raih Pendanaan dari Binance

Jakarta, 12 Mei 2020 – Tokocrypto, pedagang aset kripto pertama yang teregulasi dan terdepan di Indonesia, hari ini resmi mengumumkan keberhasilan mereka mendapatkan investasi dari Binance, perusahaan blockchain global dibalik pedagang aset kripto terbesar di dunia dari sisi volume transaksi dan pengguna.

Investasi ini akan digunakan untuk mempercepat pengembangan bisnis Tokocrypto , termasuk dalam hal produk dan layanan baru, pengembangan teknologi, menghadirkan inisiatif-inisiatif baru dalam hal edukasi blockchain di Indonesia, serta ekspansi secara nasional, seperti Surabaya, Bali, Medan, Makassar, Balikpapan, dan lainnya.

Pang Xue Kai, Co-Founder dan CEO Tokocrypto menyatakan. “Investasi di Tokocrypto ini menjadi penegasan akan kepercayaan dari pemimpin pasar aset kripto secara global terhadap potensi blockchain ekosistem di Indonesia yang sangat menjanjikan. Investasi dari Binance ini akan digunakan untuk menghadirkan dan meningkatkan layanan terbaik dari Tokocrypto di pasar Indonesia, serta mempercepat visi kami dalam menghadirkan ekosistem keuangan terbuka melalui teknologi blockchain.”

Didirikan pada awal 2018, Tokocrypto bertujuan untuk mendorong adopsi dan aksesibilitas berkelanjutan  dari aset kripto di Indonesia melalui transaksi perdagangan dan layanannya.

Pada awal berdirinya, Tokocrypto juga berhasil mendapat pendanaan putaran awal, dimana pada putaran ini, salah satu pemberi dana adalah QCP Capital, perusahaan perdagangan aset digital dan investasi yang berbasis di Singapura.

Tim ini mencapai tonggak sejarah penting pada tahun 2019 ketika Tokocrypto menjadi pedagang aset kripto pertama yang terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI).

Changpeng Zhao (CZ), Pendiri dan CEO Binance, menyatakan bahwa “dengan adopsi teknologi yang cepat, pertumbuhan ekonomi yang kuat, serta populasi terbesar keempat di dunia, Indonesia akan menjadi salah satu pusat terkemuka dari ekosistem blockchain di Asia Tenggara. Investasi kami di Tokocrypto memungkinkan kami untuk mengeksplorasi bersama peluang baru yang menarik untuk pasar Indonesia bersama mitra lokal yang telah teregulasi untuk menghadirkan kebebasan dalam hal keuangan.”

Tokocrypto sendiri juga didukung oleh dewan penasihat yang sangat berpengalaman dalam dunia aset kripto, termasuk Joshua Ho dan Darius Sit dari QCP Capital, serta Shaun Djie dari Digix, yang telah menjadi penasihat tim sejak 2018.

“Tokocrypto juga akan tetap mengembangkan berbagai inisiatif baru, termasuk melanjutkan kerjasama dan kolaborasi dengan para pemangku kebijakan di Indonesia seperti BAPPEBTI dan PPATK, serta menjalin kerjasama strategis dengan para pelaku industri lainnya”, tutup Teguh Kurniawan Harmanda, COO Tokocrypto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ingin Stop Loss? Gunakan Pola Candlestick Morning Star InI!

Dalam aktivitas trading aset kripto, biasanya para trader memaksimalkan stop loss. Saat pergerakan harga menyentuh nilai yang telah ditentukan, maka sistem secara otomatis akan menutup order atau posisi tersebut. Pada kesempatan kali ini, akan membahas cara membaca morning star candlestick sebagai salah satu teknik yang dapat Anda gunakan dalam kegiatan trading.

Namun sebelum itu, yuk simak dulu mengenai bearish market serta floating loss!

Apa itu Bearish Market?

Istilah “bearish” merupakan istilah yang tidak asing bagi para trader. Bagi Anda yang belum mengetahui istilah “bearish” atau “bearish market” ialah merujuk pada pergerakan harga aset kripto di pasar yang sedang bergerak turun. Banyak trader yang menjauhi aset kripto mereka, karena kepercayaan dari bearish market yang rendah.

Anda dapat dengan mudah mengetahui sebuah pasar yang memiliki ciri bearish market, cukup dengan melihat nilai dari suatu aset yang mengalami penurunan secara konsisten. Berikut beberapa faktor penyebab bearish market:

Ketika pasar mengalami Bearish Market, nilai penawaran lebih tinggi sedangkan nilai permintaan rendah. Hal ini akan membuat harga akan jatuh, karena lebih banyak trader yang ingin menjual asetnya dibandingkan membeli aset tersebut.

Sering sekali Bearish Market dihubungkan dengan pelemahan ekonomi. Tentunya hal tersebut membuat para trader menjauh, dikarenakan mereka akan sedikit menggunakan uang mereka di saat pelemahan ekonomi.

Umumnya emosi dan psikologi manusia mendorong pasar. Terkadang Anda dapat menemukan Bearish Market saat kepercayaan pada pasar menurun. Hal tersebut dapat diakibatkan oleh berbagai faktor, misalnya seperti faktor FUD: Fear (takut), Uncertainty (ketidakpastian), serta Doubt (keraguan).

Hal Dasar bagi Setiap Trader: Floating Loss

Saat melakukan aktivitas trading aset kripto hal dasar yang wajib dipahami oleh setiap trader adalah konsep floating loss. Dalam investasi aset kripto, floating loss dapat diartikan sebagai kerugian sementara trader berdasarkan penurunan nilai aset yang terjadi saat itu. Sederhananya, floating loss adalah kerugian yang belum terealisasi.

Jadi, sebenarnya trader tidak rugi? Tentu mengalami kerugian, akan tetapi kerugian tersebut masih belum ditentukan. Kerugian akan terealisasi, apabila seorang trader memutuskan untuk menjual aset kripto miliknya dalam upaya mengurangi kerugiannya lebih dalam. Ketika aset kripto dijual di bawah harga rata-rata, maka kerugian secara nyata sudah terjadi. 

Berikut dampak floating loss terhadap trading jangka panjang dan jangka pendek:

  • Floating Loss terhadap Trading Jangka Panjang

Ketika Anda melakukan investasi dalam jangka panjang, floating loss merupakan kondisi yang wajar dan masih aman, mengingat kondisi pasar yang memang volatil. Umumnya untuk investasi aset kripto dengan jangka panjang, Anda membeli aset kripto dengan fundamental baik serta yakin akan potensinya di masa depan. Sehingga, kerugian sementara tidak terlalu berpengaruh.

  • Floating Loss terhadap Trading Jangka Pendek

Sedangkan untuk investasi dalam jangka pendek, floating loss akan sangat berpengaruh dengan keuntungan investasi. Namun, jika Anda memasang posisi berdasarkan analisa dan menetapkan titik stop loss serta take profit dengan tepat, maka seharusnya Anda tidak perlu khawatir lagi.

Jika Anda benar-benar ragu, cobalah untuk melakukan analisa teknikal. Apakah nantinya pasar memasuki tren penurunan atau mungkin sebaliknya. Analisa tersebut dilakukan agar Anda bisa menyesuaikan kembali posisinya. 

Cara Membaca Pola Candlestick Morning Star

Candlestick Morning Star adalah pola candle yang terbentuk pada akhir suatu penurunan harga yang panjang. Perlu diketahui bahwa Candlestick Morning Star terdiri dari 3 (tiga) candle yang berbeda. Hal tersebut menandakan akan terjadi reversal atau pembalikan arah dari pergerakan harga yang terjadi.

Pola Candlestick Morning Star, terbentuk setelah sebelumnya didahului oleh downtrend, candle pertama berwarna merah, lalu terbentuk candle kedua dengan body kecil berwarna hijau dan Anda dapat melihat jarak candle kedua terpisah (gap) dengan candle pertama.

Selanjutnya, terbentuknya candle ketiga sebagai konfirmasi akan terjadi reversal. Perlu Anda perhatikan, pada candle ketiga semakin panjang body-nya berwarna hijau maka menandakan terjadi kenaikan yang cukup signifikan.

Teknik morning star candlestick dapat langsung Anda gunakan dalam aktivitas trading Anda. Gunakan pola tersebut dan mulai investasi di Tokocrypto. Anda tidak perlu khawatir, karena Tokocrypto secara resmi telah terdaftar di BAPPEBTI. Yuk, mulai investasi di Tokocrypto sekarang!



Sumber : news.tokocrypto.com

Jangan Panik! Lakukan Tips Ini Saat Harga Bitcoin Anjlok

Baru-baru ini, harga Bitcoin anjlok, pasalnya pada minggu terakhir di Bulan Mei 2021 Bitcoin mengalami penguatan sebesar 11,33%, sehingga Bitcoin mengalami kenaikan seharga Rp 522,69 juta. Namun, baru-baru ini Bitcoin justru kembali mengalami penurunan harga. 

Tentunya, turunnya harga Bitcoin membuat sejumlah trader menjadi panik karena hal ini berpengaruh kepada aset kripto yang mereka miliki. Sebelum membahas tips yang dapat Anda lakukan ketika harga kripto anjlok. Yuk, simak artikel ini untuk mengetahui penurunan harga Bitcoin dan DOGE!

Penurunan Harga Bitcoin dan DOGE

Pada hari Selasa (8/6), harga Bitcoin jatuh menuju titik terendah setelah lebih dari seminggu terakhir. Berdasarkan data yang dikutip melalui CoinDesk, harga Bitcoin semula seharga $ 32.825 turun sebanyak 10,49% menjadi seharga $ 32.211, menyusul prospek perubahan kebijakan moneter Amerika Serikat serta pengetatan regulasi aset kripto di China.

Sementara itu, di saat yang bersamaan harga DOGE berada di $ 0,325488 atau turun sebanyak 13,13% jika dibandingkan dengan posisi sehari sebelumnya pada jam yang sama. Aset kripto yang berasal dari sebuah meme ini sempat terjungkal ke level $ 0,316550.

Penurunan Bitcoin dan DOGE: Hal yang Normal atau Tidak?

Terjadinya penurunan harga aset kripto yang terjadi pada Bitcoin dan DOGE baru-baru ini, merupakan hal yang normal terjadi. Pasalnya, penurunan harga aset kripto dapat disebabkan oleh banyak faktor misalnya sentimen dari orang terkenal di dunia seperti yang pernah dilakukan oleh CEO Tesla, Elon Musk pada pertengahan bulan Mei lalu.

Selain itu, beberapa kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah setempat terhadap aset kripto juga memiliki pengaruh yang kuat terhadap pergerakan harga aset kripto di pasar. Penurunan harga akan menjadi semakin parah, apabila banyak trader yang ramai menjual aset kripto mereka lantaran khawatir akan mengalami kerugian yang lebih besar.

Ketika Harga Kripto Turun, Jangan Panik! Lakukan Tips Berikut

Anda tidak perlu panik ketika harga kripto turun, sebisa mungkin untuk membuat diri Anda tetap tenang dan tidak terlalu panik, agar Anda dapat berpikir untuk mencari tahu hal yang menyebabkan harga kripto menjadi turun. Berikut beberapa hal yang dapat Anda lakukan agar tidak panik ketika harga di market sedang turun, yaitu:

  • Kuatkan Mental dan Psikologis

Ketika harga kripto turun, tentunya Anda akan merasa takut, khawatir, dan gelisah bahwa nilai aset-aset kripto akan jatuh. Sebisa mungkin Anda menguatkan kondisi psikologis setelah dirusak oleh kekhawatiran dan asumsi, maka Anda tidak akan mudah panik dan terbawa emosi. 

  • Cobalah Untuk Menggunakan Logika

Pergunakan logika Anda untuk menganalisa keadaan, Anda harus pandai dalam menyaring berita atau informasi. Hal yang wajar, jika terdapat trader yang kemakan informasi yang salah dan hanya ikut-ikutan saja tanpa menganalisis pergerakan harga aset kripto tersebut.

Ketika Anda melihat berita FUD atau rumor, cobalah untuk menanyakan kepada diri sendiri “apakah kabar ini benar adanya?”, “apakah berita ini akan mempengaruhi pasar secara signifikan?”, “apakah benar dapat terjadi dalam waktu dekat ini?”

Anda harus tetap disiplin dalam melakukan analisis pribadi, selalu ingat tujuan dan strategi awal Anda. Karena FUD dan FOMO sering kali menjadi penyebab seseorang untuk mengikuti jejak orang lain, hal ini tentunya dapat menghilangkan kedisiplinan. 

Cobalah untuk melihat dari berbagai sudut pandang, memang betul jika harga kripto turun akan mempengaruhi harga jual aset kripto yang Anda miliki. Namun, di lain sisi justru dapat dijadikan sebagai peluang bagi Anda untuk menambah lagi aset kripto Anda dengan membeli aset kripto yang sedang mengalami penurunan harga. 

Keadaan market yang volatil mengharuskan Anda untuk memiliki pemahaman fundamental serta mindset yang baik, agar Anda tidak gegabah dalam mengambil keputusan serta tetap bisa berpikir rasional.

Suatu ketika, apabila Anda menjumpai harga bitcoin anjlok, Anda dapat menerapkan tips di atas. Jika Anda memilih untuk tetap melakukan Buy the Dip, bermodalkan Rp 50.000 Anda sudah dapat memulai investasi di Tokocrypto, lho. Yuk, mulai investasi di Tokocrypto!



Sumber : news.tokocrypto.com

Waspada! Bearish Bitcoin Membayang-bayangi – Tokocrypto News

Setelah bullish selama 8 pekan berturut-turut, akhirnya Bitcoin menyentuh zona US$8 ribuan. Apakah ini pertanda berakhirnya bullish Raja Aset Kripto itu?

Menjelang Bitcoing Halving, dengan banyaknya euforia dan sentimen optimistik, kemudian harga Bitcoin sempat menyentuh US$10 ribu, membuat para “moon bois” yakin akan Raja Aset Kripto itu akan terus naik.

Namun, pagi ini, Minggu 10 Mei 2020, Bitcoin malah turun ke zona sekitar US$8 ribu-an dan membuat candlestik minggu ini menjadi merah setelah 8 minggu berturut-turut berwarna hijau (bullish).

Berita Terkait: Harga Bitcoin Diprediksi Berlipat Ganda dalam Beberapa Hari Mendatang

Analisis Teknikal Sederhana

Sebenarnya, “dump” yang terjadi di Minggu pagi ini, hanyalah reaksi biasa setelah tersentuhnya resistance psikologis US$10 ribu. Itu juga berbarengan dengan garis tren yang terbentuk sejak bull run di akhir 2017 (seperti terlihat di garis hijau pada gambar di atas).

Support berikutnya yang perlu menahan agar harga tidak turun lebih jauh adalah area US$8 ribuan. Jika ini jebol clean break, maka bisa diperkirakan Bitcoin akan jatuh lebih jauh lagi.

Ada Sinyal Bearish

Bitcoin Halving yang kurang dari 3 hari lagi (diperkirakan pada 12 Mei 2020 di block ke-630.000), membuat ekspektasi para pelaku pasar melambung tinggi. Namun, indikator RSI mengatakan ada dump akan membayang-bayangi.

Jika dilihat di timeframe 1 hari, RSI sudah keluar dari zona overbought, dan telah keluar dari garis tren.

Untuk perlu kembali bullish, maka kenaikan harga Bitcoin perlu cukup cepat dan kuat agar RSI bisa kembali ke garis tren dan tidak membuat failure swing.

Para trader disarankan untuk berhati-hati dalam menghadapi Halving ini, karena volatilitas yang tinggi bisa membuat trader kehilangan posisinya. [red]



Sumber : news.tokocrypto.com

Volatilitas dan Sinyal Bullish Bitcoin

Mike McGlone, Ahli Strategi Komoditas Bloomberg dalam kajiannya terbarunya, 5 Mei 2020, mengatakan, bahwa volatilitas Bitcoin 180 hari terendah sepanjang masa adalah penting sebagai sinyal bullish yang pernah terjadi mulai tahun 2015 dan berakhir pada 2017.

McGlone juga membandingkan keunggulan Bitcoin dengan emas dalam konteks pasokan (supply) dan demand (permintaan).

“Tak seperti emas, harga Bitcoin yang lebih tinggi tidak akan mendorong pasokan BTC yang baru ke dalam pasar dalam besaran yang serupa,” kata Mike McGlone.

McGlone memaparkan fakta, bahwa di sebagian besar pasar komoditas (seperti emas), permintaan (demand) yang lebih besar mengarah pada harga yang lebih tinggi. Itu, yang pada gilirannya mengarah pada produksi komoditas yang lebih besar dan stabilnya harga.

Berita Terkait: Prediksi Harga Bitcoin: US$10 Ribu Sebelum Halving, US$19 Ribu Setelah Halving

“Sedangkan Bitcoin, pasokan Bitcoin baru murni dikendalikan oleh kode-kode komputer secara digital. Nah, pada Halving 12 Mei 2020 mendatang, pasokannya direduksi sebanyak separuh [12,5 BTC menjadi 6,25 BTC-Red],” katanya.

Kata McGlone lagi, kombinasi antara Bitcoin Halving dan program stimulus ekonomi oleh Bank Sentral, malah akan menciptakan “lingkungan yang sempurna” bagi Bitcoin untuk mengungguli pasar lain.

“Pasokan terbatas Bitcoin berarti adalah takaran yang penting untuk adopsi lebih lanjut terhadap aset kripto ini. Karakter unik itu tentu saja sangat berseberangan dengan mekanisme pelonggaran kuantitatif [menambah pasokan uang ke dalam pasar-Red] oleh Bank Sentral,” kata McGlone.

Volatilitas dan Sinyal Bullish
Menurut McGlone, takaran penting lainnya, juga menunjukkan kekuatan Bitcoin. Volatilitas 180 hari telah mencapai titik terendah sepanjang masa. Ini pernah terjadi sebelumnya, yang memantik kenaikan harga Bitcoin secara besar-besaran.

Berdasarkan data dari Digitalik.net dalam grafik Meyer Multiple Price Band, harga Bitcoin pada 20 Oktober 2015 (US$300 per BTC) sampai 5 Desember 2017 (US$11.300) berada di wilayah bullish dan bullish extension. Sebagai catatan, Bitcoin Halving Kedua terjadi pada 9 Juli 2016.

Baru kemudian masuk ke wilayah overbought pada 16 Desember 2017, sekitar US$19.345. Itulah harga puncak tertinggi Bitcoin sepanjang masa, sebelum jatuh ke wilayah US$3 ribu per BTC. [Cointelegraph/red]



Sumber : news.tokocrypto.com

5 Crypto Potensial dari Sisi Fundamental untuk Diperhatikan Pekan Ini

Pekan ini nampaknya angin badai mulai mereda di pasar crypto dengan awal pekan yang terlihat positif bersama apresiasi dari Bitcoin.

Walaupun begitu apresiasi ini masih belum menandakan berakhirnya konsolidasi dari pergerakan mayoritas crypto.

5 Crypto Potensial Pekan Ini

Namun pada pekan ini terdapat beberapa kabar yang berpotensi mendorong beberapa crypto untuk bergerak naik.

Dalam artikel ini akan diberikan pandangan mengenai lima crypto potensial yang memiliki kemungkinan untuk bergerak naik pada pekan ini.

1. Ethereum (ETH)

Pertama adalah Ethereum yang diprediksi dapat mengalami apresiasi dari sentimen positif sisi fundamental teknologinya.

Dikabarkan bahwa pekan ini, tepatnya pada 16 Juni 2021, Ethereum akan menjalankan uji coba pembaruan jaringannya yang membawanya semakin dekat ke Ethereum 2.0.

Uji coba ini akan dilakukan pada Testnet Goerli yang akan berlanjut pada Testnet Rinkeby di 23 Juni 2021, dan berujung pada London Hardfork di Juli 2021.

Selain itu, saat ini berkat Polygon (MATIC) yang memberikan solusi lapisan kedua untuk Ethereum, biaya transaksi sedang mengalami penurunan.

Biaya transaksi pada Blockchain Ethereum baru saja turun ke sekitar $4 per transaksi dari sebelumnya di Bulan Mei naik ke sekitar $70 per transaksi.

Semua ini terjadi berkat bantuan dari Polygon yang memberikan solusi untuk masalah efisiensi transaksi pada Blockchain Ethereum.

Lapisan kedua oleh Polygon ini telah mencapai lebih dari 7 Juta transaksi dari Blockchain Ethereum, yang mencerminkan signifikansi bantuan Polygon untuk Ethereum.

Oleh karena itu, saat ini nampaknya Ethereum mulai dapat bergerak normal jika kondisi ini bertahan, bersama dengan ketertarikan dari institusi yang meningkat terhadapnya.

Dari sisi teknikal, Ethereum nampaknya sedang berusaha untuk mencoba bergerak naik kembali setelah melewati bear trap beberapa hari yang lalu

grafik eth
Grafik Harian ETHUSD

Kemungkinan besar saat ini ETH akan berusaha untuk menembus batas atas pada $2.606 atau sekitar Rp37,07 Juta.

Batas pengaman apresiasi yang harus dijaga terlihat berada pada $2.397 atau Rp34,09 Juta yang jika ditembus dapat menghilangkan potensi apresiasi pekan ini.

Jika terus naik, kemungkinan besar target pada pekan ini dapat mencapai $2.878 atau Rp40,93 Juta namun harus melewati batas atas yang ada saat ini.

2. Kusama (KSM)

Crypto kedua yang terlihat memiliki potensi untuk naik pekan ini adalah Kusama, akibat adanya lelang tempat atau slot untuk parachain Polkadot (DOT).

Hubungan Kusama dan Polkadot adalah, Kusama sendiri berperan sebagai jaringan awal sebelum proyek masuk ke Parachain Polkadot.

Namun mereka memiliki teknologi yang saling melengkapi dimana Kusama melengkapi teknologi Polkadot untuk bergerak stabil.

Dikabarkan akan ada lelang untuk tempat di parachain Polkadot melalui Kusama yang akan terjadi pada 15 Juni 2021.

Kabar ini berpotensi mengangkat harga Kusama akibat lelang ini menjadi sentimen positif bahwa adopsinya terus berlanjut.

Melihat lelang ini akan membuat proyek-proyek berebutan untuk berada di jaringan Polkadot, kemungkinan besar berita tersebut akan berdampak besar.

Sehingga melihat kabar ini juga menjadi kabar terbaru untuk memastikan “kehidupan” Polkadot dan Kusama terus berjalan, kemungkinan besar akan ada sentimen positif.

Namun, saat ini dari sisi teknikal nampaknya Kusama terlihat lebih positif dari Polkadot yang masih berusaha juga untuk naik.

grafik ksm
Grafik Harian KSMUSD

Dapat dilihat bahwa sejak beberapa hari terakhir, menuju lelang ini, Kusama terlihat masih dalam pergerakan apresiasi, dan kemungkinan akan terus berlanjut.

Saat ini batas atas yang harus dilewati terlihat berada pada $436,6 atau Rp6,21 Juta sebelum dapat naik hingga $525,1 atau Rp7,46 Juta pada pekan ini.

Tapi apresiasi ini harus menjaga batas pengaman pada $395 atau Rp5,61 Jutayang jika ditembus dapat menghilangkan potensi apresiasi pekan ini.

3. Theta Fuel (TFUEL)

Berikutnya adalah Theta Fuel, crypto yang digunakan sebagai biaya transaksi dan imbalan dalam penggunaan jaringan Blockchain Theta Network (THETA).

TFUEL akhir-akhir ini sedang mendapatkan ketertarikan yang cukup tinggi akibat 30 Juni 2021.

Dikabarkan bahwa pada 30 Juni 2021 Theta Network akan meluncurkan blockchain versi 3.0-nya, yang mendorong pembelian TFUEL.

Dorongan beli terlihat terus kuat kepada TFUEL terlihat terjadi akibat penggunaan Blockchain Theta Network untuk Staking.

Tujuannya adalah agar dapat menjadi validator utama, terutama dengan perpindahan jaringan versi-versi kecil yang sedang terjadi saat ini.

Pada Jumat pekan lalu, THETA baru saja resmi meluncurkan jaringan versi pembaruan untuk pada node atau validator utama penggerak jaringannya.

Dengan peluncuran pada Jumat lalu, para node dan validator juga resmi mendapatkan imbalannya dari Bulan Mei lalu.

Sehingga kabar tersebut memperjelas imbalan yang dapat dihasilkan sebagai validator dan staking di Theta Network.

Sentimen positif juga terlihat masih terfokus pada 30 Juni 2021, dimana peluncuran Theta Network 3.0 akan resmi terjadi.

Baca Juga: THETA Masih Terlihat Kuat Akibat 30 Juni 2021, Ini Analisis Harganya

Dari sisi teknikal, saat ini TFUEL sedang mengalami pergerakan yang lebih kuat dibandingkan THETA akibat kegunaannya yang lebih besar sebagai biaya transaksi dan imbalan.

grafik tfuel
Grafik Harian TFUELUSD

TFUEL saat ini terlihat masih bergerak dalam zona apresiasi dan kemungkinan besar dapat terus naik dengan banyaknya sentimen positif di sekitarnya.

Untuk saat ini kemungkinan besar koreksi akan terjadi untuk menormalisasi apresiasi dalam jangka pendek, kemungkinan besar menuju ke $0,52 atau Rp7.396.

Setelah itu, jika dorongan beli terjadi lagi, kemungkinan besar apresiasi dapat terus belanjut menuju $0,66 atau Rp9.388 jika berhasil menembus batas atas pada $0,57 atau Rp8.108.

Batas pengaman apresiasi terlihat berada pada $0,48 atau Rp6.827 yang jika ditembus dapat menghilangkan potensi apresiasi pekan ini.

4. Algorand (ALGO)

Algorand juga menjadi salah satu crypto yang memiliki potensi untuk naik sebab dukungan positif yang berada di sekitarnya.

Saat ini Algorand baru saja mendapatkan dana investasi untuk memperluas ekosistemnya dari Arrington Capital.

Dikabarkan bahwa perusahaan investasi tersebut baru saja memberikan dana senilai $100 Juta atau Rp1,42 Triliun untuk membantu pertumbuhan ekosistem ALGO.

Kabar ini menjadi salah satu sentimen positif yang dapat meningkatkan kepercayaan terhadap Blockchain Algorand, yang memiliki teknologi cukup kuat.

Selain itu, saat ini Blockchain Algorand juga baru saja mendapatkan kerja sama yang cukup signifikan dengan perusahaan pembayaran di bidang kesehatan bernama MA Pay.

Dikabarkan bahwa MA Pay akan menggunakan Blockchain Algorand untuk memperluas sistem pembayaran bidang kesehatan lebih luas di daerah Bermuda.

Nantinya jika berhasil, Blockchain Algorand akan memproses dana lebih dari $800 Juta atau Rp11,37 Triliun.

Oleh karena banyaknya sentimen positif ini, kemungkinan besar ALGO memiliki potensi yang cukup signifikan untuk naik pekan ini.

Dari sisi teknikal saat ini ALGO juga sedang berusaha bergerak naik walau belum terlihat signifikan pada pembukaan perdagangan hari ini.

grafik algo
Grafik Harian ALGOUSD

Saat ini jika ingin naik lebih tinggi, kemungkinan besar ALGO harus melewati batas atas pada $1,03$ atau Rp14.651 sebelum dapat naik hingga $1,24 atau Rp17.638pada pekan ini.

Batas pengaman apresiasi yang harus dijaga terlihat berada pada $0,97 atau Rp13.798 yang jika ditembus dapat mengurangi potensi apresiasi pekan ini.

5. Stellar Lumen (XLM)

Terakhir adalah Stellar Lumen yang dikabarkan akan segera melantai atau listing  di Bursa Zipmex secara global.

Dengan kabar ini, kemungkinan besar akan ada dorongan beli akibat kemudahan untuk investor membeli melalui bursa tersebut.

Selain itu, nampaknya XLM juga sedang bersiap untuk  membangun kerja sama dan adopsi baru dengan menyediakan USD Coin (USDC) pada platformnya.

Namun untuk saat ini, XLM masih terlihat lemah akibat korelasinya dengan Ripple (XRP) yang masih terikat kasus dengan pemerintah Amerika.

Tapi dari sisi teknikal, saat ini XLM sedang berusaha untuk mulai bergerak naik terutama setelah bergerak turun beberapa hari terakhir.

Grafik Harian XLMUSD

Jika ingin naik lebih tinggi, kemungkinan besar XLM harus melewati batas atas yang berada pada $0,36 atau Rp5.190 sebelum dapat naik hingga menuju $0,42 atau Rp5.974.

Namun saat ini volume beli masih terlihat kecil, yang membuat harganya sedang menguji batas bawah pada $0,33 atau Rp4.692.

Jika terus bergerak turun dan melewati $0,31 atau Rp4.409 kemungkinan besar potensi apresiasi akan hilang pada pekan ini.

Untuk saat ini terdapat beberapa crypto lain yang juga bersifat potensial, namun dari sisi fundamental berita lima crypto ini nampak memiliki kabar terbaik, di luar Bitcoin.

Baca Juga: Analisis Pasar Bitcoin, Apakah Sudah Saatnya Trader Masuk Lagi?

*Disclaimer

Perlu diingat bahwa artikel ini bersifat analisis pribadi dan bukan saran atau ajak untuk investasi atau trading.

Selalu gunakan manajemen keuangan dan manajemen risiko yang baik serta analisis pribadi sebelum membeli atau menjual crypto. Risiko ditanggung masing-masing.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Diprediksi Berlipat Ganda dalam Beberapa Hari Mendatang

Harga Bitcoin diprediksi berlipat ganda dalam beberapa hari mendatang. Jake Yocom-Piatt, Pendiri Decred juga meramalkan, bahwa akibat Bitcoin Halving pada Mei 2020 nanti, bisa mendorong para penambang (miner) menjual Bitcoin (BTC) mereka di harga paling tinggi daripada saat ini.

“Kita tahu Bitcoin Halving akan mengurangi imbalan BTC sebanyak separuh untuk jenis operasi yang relatif sama kepada penambang. Inilah yang kelak melipatgandakan biaya menambang yang juga relatif tak terjangkau oleh sebagian besar penambang kecil,” katanya.

Baca Juga: Kinerja Bitcoin Kalahkan Emas dan Saham Selama April 2020

Tambahnya, dengan biaya penambangan yang tetap, untuk mempertahankan margin laba yang sama, mereka akan terdorong menjual Bitcoin di harga yang lebih tinggi.

“Dengan kata lain, kita akan melihat kenaikan Bitcoin berlipat ganda daripada harga hari ini dalam beberapa hari ke depan. Tetapi, prediksi jelas jangka panjang sulit dibuat. Namun, dalam jangka panjang, menggunakan model stock-to-flow (StF), harga bisa meningkat secara substansial,” pungkasnya.

Berdasarkan data dari Digitalik.net, menggunakan model StF, harga BTC bisa mencapai US$265 ribu per BTC pada 20 Oktober 2021. [Cointelegraph/red]



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisis Pasar Bitcoin, Apakah Sudah Saatnya Trader Masuk Lagi?

Pergerakan harga Bitcoin saat ini membuat mayoritas trader sedikit cemas. Sideways yang berkepanjangan dan cenderung berada terus berada di garis support membuat banyak trader yang ragu untuk kembali masuk ke pasar.

Tetapi, apabila dianalisa dengan seksama, Bitcoin saat ini masih berada dalam fase konsolidasi. Di mana Bitcoin masih dalam titik untuk menentukan resistance atau malah kembali anjlok.

Di artikel ini, tim portalkripto.con akan menjabarkan analisa Bitcoin dari sisi pergerakan kapitalisasi pasar, dominasi Bitcoin, hingga teknikal pergerakan harga.

Total Market Cap Cryptocurrency 

Total market cap cryptocurrency berhasil mencapai $2.572T sebagai titik ATH (All Time High). Namun, tak lama mengalami penurunan secara drastis (dump) sebesar 53% hingga ke titik $1.183T.

Saat ini pergerakan total market cap crypto sedang mengalami sideways dari range $1.397T – $1.498T.

Apabila total market cap berhasil breakout dari resistance nya pada titik $1.498T, maka kemungkinan total market cap cryptocurrency akan mengejar untuk mencapai resistance berikutnya pada titik $1.99T.

Baca Juga: Bitcoin Dominan Terus Naik, Jangan Membabi Buta di Alts Coin!

Hal tersebut tentu saja menjadi sesuatu yang baik bagi market cryptocurrency untuk kembali bergairah.

Tetapi apabila pergerakan total market cap berhasil menembus supportnya pada titik $1.397T, maka kemungkinan market cap cryptocurrency akan mengejar support berikutnya pada titik $1.274. Fase ini pun membuktikan bahwa  tingkat ketakutan (fear) market cryptocurrency masih tinggi.

Bitcoin Dominance 

Setelah mencapai titik 39.69% pada titik terbawah saat bitcoin dominance dump beberapa waktu lalu, akhirnya bitcoin dominance berhasil merangkak naik pada titik 40%, bahkan pada 17 Mei 2021 sempat menyentuh 48.44%.

Saat ini Bitcoin dominance berada pada titik 44.66% dan berusaha naik untuk menyentuh resistance terdekatnya pada titik 48.44%. Apabila berhasil breakout maka ada kemungkinan bitcoin dominance akan menyentuh titik 52.47% yang merupakan harmonic resistance fibonacci retracement ratio 0.382 nya.

Hal tersebut akan menjadi sesuatu yang positif apabila bitcoin dominance berhasil menyentuh 50% kembali. Karena kemungkinan akan berpengaruh pada pergerakan harga Bitcoin, tentu saja sebagai fundamental yang positif.

Baca Juga: Sah! Bitcoin Digunakan Sebagai Alat Tukar di El Savador

Tetapi apabila bitcoin dominance kembali koreksi dan berhasil menembus support nya pada titik 39.69%, maka kemungkinan pergerakan dominasi bitcoin akan kembali koreksi hingga menyentuh titik 35.82%.

Teknikal Analisis Bitcoin 

Pergerakan harga Bitcoin (BTC) masih dalam laju sideways, yaitu pada range harga $33,5 ribu – $39,4 ribu. Terlihat sudah 3 kali pergerakan harga Bitcoin mengalami rejection atau penolakan saat mencapai harga $40 ribu, dan sudah terjadi 3 kali rejection juga saat harga Bitcoin mencapai harga $30 ribu.

Dari data tersebut terlihat bahwa pergerakan harga Bitcoin sedang dilema, sideways dan konsolidasi untuk menentukan apakah akan breakout resistance nya dan memilih untuk naik, atau breakdown dan menembus supportnya dan memilih untuk melanjutkan koreksinya.

Apabila pergerakan harga Bitcoin memilih untuk breakout resistance nya, maka target kenaikan selanjutnya adalah pada harga $47,9 ribu – $51 ribu.

Tetapi apabila pergerakan harga Bitcoin lebih memilih untuk breakdown dan menembus supportnya, maka target koreksinya selanjutnya berada pada harga $25 ribu – $27 ribu.

Kesimpulan

Kesimpulannya, dari 3 data di atas (Total Market Cap, Dominasi Bitcoin, dan Pergerakan Harga Bitcoin), terlihat bahwa pada saat ini market Bitcoin sedang dalam trend sideways dan konsolidasi untuk menentukan arah selanjutnya.

Pada kondisi saat ini, sebagai seorang trader sebaiknya kita selalu menjaga money management dan risk management dalam melakukan trading, jangan terlalu terburu-buru untuk melakukan action, selalu perhatikan fundamental dan teknikal analisa.

Disclaimer:

Perdagangan atau investasi digital asset atau mata uang kripto (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi. Sebelum memutuskan untuk mulai berinvestasi ketahui dulu resikonya. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.

Kami tidak memaksa Anda untuk membeli atau menjual aset digital ini, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Pahami dulu lebih dalam sebelum memutuskan berinvestasi mata uang kripto.

Semua informasi di artikel ini bukan bersifat financial advisor. Kami hanya mengiformasikan keadaan pasar atau keadaan ekonomi dan situasi global yang berkaitan dengan mata uang kripto beserta ekosistemnya.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Inflasi Amerika dan Beberapa Sentimen Ini Bantu Jaga Bitcoin di Atas Rp500 Juta

Akhir pekan ini Bitcoin terlihat berhasil terjaga di atas Rp497 Juta dan sedang bergerak di atas Rp500 Juta hingga pembukaan perdagangan hari ini.

Pergerakan ini nampaknya dibantu oleh beberapa sentimen positif yang salah satunya baru saja terjadi kemarin, yaitu publikasi data perekonomian Amerika.

Inflasi Amerika Naik Tinggi

Salah satu yang menarik perhatian publik dan membawa sentimen positif untuk Bitcoin dan aset berisiko lainnya dalam jangka panjang adalah inflasi.

Amerika baru saja mempublikasi data inflasinya kemarin yang nampaknya mengalami peningkatan lebih cepat dari antisipasi pasar.

Data inflasi yang diambil dari Consumer Price Index atau Indeks Harga Konsumen (IHK) pada laporan 10 Juni 2021 menyatakan bahwa inflasi naik dalam tempo yang cepat.

Nampaknya kecepatan peningkatan inflasi ini adalah dampak dari pencetakan uang Dolar Amerika yang terjadi dalam tempo yang juga cepat sejak pandemi dimulai.

Hasilnya saat ini angka inflasi dikabarkan sedang berada pada tingkat setinggi Tahun 2008, saat krisis keuangan terjadi.

grafik indeks amerika
Grafik Indeks Harga Konsumen Amerika 2001 – 2021

Angka inflasi ini menunjukkan angka tertinggi dalam 13 Tahun terakhir, yang juga menurut mayoritas analis adalah satu hal yang di luar ekspektasi pasar.

Saat ini nampaknya Dolar Amerika akan terus kehilangan nilainya akibat di Bulan April sudah turun 0,8% dan di Bulan Mei turun 0,6% menurut data IHK.

Inflasi yang naik signifikan ini membuat mayoritas perusahaan terutama yang memiliki dana simpanan besar, mulai berpikir untuk mencari alternatif.

Alternatif yang dimaksud adalah alternatif dalam penyimpanan kekayaannya akibat inflasi membuat kekayaannya dalam Dolar Amerika terus menurun.

Baca Juga: Bank Sentral Amerika Mulai Dukung Crypto, Tapi Ada Satu Syarat

Hal tersebut dapat membuka jalan untuk aset berisiko menjadi tempat penyimpanan kekayaan, seperti Bitcoin yang sedang mengalami ketenaran saat ini.

Sebab, menurut analis walau naik dengan cepat, data IHK ini masih relatif rendah dari target awal inflasi bank sentral, sehingga masih mungkin terus naik.

Namun kondisi ini juga membuka kemungkinan untuk bank sentral mulai melakukan tapering atau mengurangi jumlah uang beredar untuk menormalisasi apresiasi inflasi.

Tapi melihat hal tersebut tidak bisa dilakukan dengan instan, nampaknya aset berisiko masih akan terus berjaya dengan inflasi yang tinggi.

Beberapa Sentimen Positif Lain Bantu Bitcoin Bertahan

Sentimen positif lain untuk Bitcoin nampaknya datang dari kondisi ketenagakerjaan Amerika yang masih terlihat lemah.

Menurut mayoritas analis saat ini kondisi upah untuk tenaga kerja sedang berada di kondisi lemah.

Jika disesuaikan inflasi, tenaga kerja justru semakin berkurang upahnya.

Kondisi ini adalah kondisi yang terjadi di sekitar 1970, menandakan masih lemahnya daya beli masyarakat, membuka jalan untuk kebijakan ekspansif terus berlanjut.

Selain itu, dari kondisi adopsi Bitcoin sendiri di luar faktor makroekonomi, nampaknya terdapat beberapa sentimen positif lainnya.

Sentimen positif pertama datang dari El Salvador dan beberapa negara Amerika Latin lainnya yang terlihat dalam rencana mengadopsi Bitcoin.

El Salvador sendiri saat ini sudah terlihat dekat dengan peresmian Bitcoin.

Namun terdapat kabar yang beredar potensi diskusi dengan IMF atau International Monetary Fund.

Namun walau IMF memberikan beberapa kekhawatiran tentang adopsi ini, kekhawatiran tersebut nampaknya bukan sentimen negatif.

Hal ini disebabkan IMF tidak memiliki wewenang untuk menghentikan adopsi tersebut.

Selain itu, saat pandemi, IMF juga belum terlihat membantu perekonomian El Salvador.

Bantuan yang sebelumnya diharapkan melalui dana atau perbaikan infrastruktur dikabarkan belum datang. Tapi saat adopsi Bitcoin terjadi, tanggapan IMF terlihat cepat.

Sehingga melihat dari kondisi tersebut, nampaknya dampak kekhawatiran IMF belum akan berdampak signifikan. Namun signifikansi masih bergantung pada Presiden El Salvador.

Baca Juga: Sah! Bitcoin Digunakan Sebagai Alat Tukar di El Savador 

Selain itu, sentimen positif lainnya nampak berasal dari MicroStrategy dan Victory Capital yang bersiap membeli Bitcoin dalam jumlah cukup besar.

Dikabarkan bahwa MicroStrategy dalam tahap pembelian Bitcoin dengan surat utang senilai $500 Juta atau Rp7,09 Triliun.

Selain itu, dikabarkan bahwa Victory Capital akan membeli produk investasi berbasis crypto dengan mayoritas alokasi menuju ke Bitcoin  dan Ethereum.

Walau belum jelas jumlahnya, gambaran besar dampak Victory Capital dapat dilihat dari dana yang dikelolanya yaitu $157 Miliar atau Rp2.228,3 Triliun.

Pasar Derivatif Mendukung Apresiasi

Kondisi ini nampaknya berhasil membentuk sentimen positif di sekitar pasar crypto, dan terlihat juga berdampak pada pasar derivatif.

Grafik Open Interest Kontrak Options Bitcoin

Dikabarkan bahwa menjelang kedaluwarsa kontrak options 11 Juni 2021, open interest optons atau jumlah posisi kontrak options yang terbuka terlihat positif.

Terlihat dari grafik di atas bahwa trader percaya terhadap apresiasi Bitcoin akibat mayoritas kontrak options terbuka adalah call atau beli.

Kondisi open interest umumnya dapat dijadikan salah satu tanda untuk melihat kondisi pergerakan harga dan sentimen pasar.

Open interest bersifat positif saat jumlahnya kontrak options yang terbuka mengalami kenaikan dalam kondisi beli bersama harga yang naik, terdapat tanda potensi apresiasi.

Potensi apresiasi yang dimaksud adalah kenaikan harga pada aset nyatanya dan bukan hanya pada kontrak derivatifnya.

Melihat kondisi tersebut adalah yang terjadi saat ini, kemungkinan besar Bitcoin masih memiliki harapan untuk mengalami apresiasi kembali.

Namun, untuk saat ini Bitcoin masih terlihat berkonsolidasi. Untuk naik harus menembus batas atas pada sekitar Rp570 Juta hingga Rp600 Juta.



Sumber : news.tokocrypto.com