Category Archives: Tokocrypto

Pakai Blockchain, Korsel Percepat Ujicoba Mata Uang Digital Won

Mengejar ketertinggalannya dengan Tiongkok, Bank Sentral Korea Selatan (Korsel) akhirnya memutuskan mempercepat ujicoba mata uang digital won.

“Ujicoba ini berjalan hingga Desember 2021. Program 22 bulan bertujuan mengidentifikasi ketentuan teknis dan hukum yang diperlukan untuk membuat dan menerbitkan mata uang digital won. Di sisi teknis, itu akan menentukan rancangan mata uang digital bank sentral (CBDC), metode operasi CBDC dan apakah teknologi blockchain memang layak untuk diterapkan,” jelas Bank Sentral Korsel, Senin (6 April 2020).

Sementara itu dari segi hukum, program itu akan mengkaji tantangan legal yang diharapkan ketika memperkenalkan CBDC, dan karenanya menyiapkan rencana amandemen khusus untuk Undang-Undang Bank Korea Selatan.

Perlu dicatat bahwa Bank of Korea mengatakan, “tidak perlu menerbitkan CBDC dalam waktu dekat” karena permintaan uang tunai masih ada, di antara faktor-faktor lainnya.

Namun, masih perlu dipersiapkan untuk merespons “segera” terhadap perubahan di masa depan di sektor pembayaran.

Bank Sentral Korsel awalnya mengisyaratkan melakukan penelitian CBDC pada Desember 2019. Bank sentral saat ini mempekerjakan para ahli untuk mempelajari CBDC dan menganalisis inisiatif mata uang digital negara lain.

Bank-bank sentral di seluruh dunia tampaknya telah mempercepat upaya penelitian mata uang digital mereka. Pekan lalu, bank sentral Perancis juga meluncurkan program eksperimental untuk menguji integrasi euro digital dalam prosedur penyelesaian (settlement).

Bank Penyelesaian Internasional (BIS), yang dianggap sebagai bank sentral dari bank sentral, baru-baru ini mengatakan bahwa perubahan perilaku pembayaran yang disebabkan oleh pandemi COVID-19 dan kekhawatiran bahwa uang tunai fisik mungkin menjadi medium penyebaran penyakit, dapat memacu permintaan terhada uang digital seperti CBDC.

“Infrastruktur pembayaran yang dioperasikan oleh bank sentral yang tangguh dan mudah diakses dapat dengan cepat menjadi lebih menonjol, termasuk mata uang digital bank sentral ritel (CBDC),” kata BIS. [TheBlock/red]



Sumber : news.tokocrypto.com

GALA Naik 140% Seminggu, Dorong Token Kripto Game dan NFT Bersinar

GALA, token kripto asli yang menggerakkan ekosistem game blockchain Gala, naik 139,8 persen selama seminggu terakhir. Token ini bahkan merupakan pemenang utama di antara 100 aset kripto teratas berdasarkan kapitalisasi pasar, menurut CoinGecko.

Pada artikel ini ditulis, GALA sedang mengalami koreksi sebesar 4,53 persen ke level US$ 0,042 dalam 24 jam terakhir, dan merupakan aset kripto terbesar ke-93 berdasarkan kapitalisasi pasar.

Terlepas dari kenaikan mingguan GALA yang luar biasa, token kripto game ini masih turun 94,8 persen dari rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 0,8248 yang tercatat pada November 2021.

Menurut data dari Coinglass, posisi berjangka GALA senilai US$ 31,82 juta telah dilikuidasi selama seminggu terakhir. Dari likuidasi tersebut, sekitar 25 persen adalah posisi long, dengan sisanya berasal dari short trade yang meledak.

Penyebab Naik

Ilustrasi aset kripto GALA.
Ilustrasi aset kripto GALA. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Kripto Zilliqa Meroket, Ini Analisa Pergerakan Harga ZIL

Kenaikan token kripto ini terjadi setelah Gala Games mengumumkan bahwa ia bekerja sama dengan aktor Dwayne ‘The Rock’ Johnson dan Mark Wahlberg. Keduanya bermitra dengan Gala untuk mengembangkan dua film terpisah dengan ekosistem tersebut.

Dalam pengumuman yang dibagikan di Twitter, Gala Films mengatakan “senang mendapatkan kesempatan untuk bekerja dengan Johnson dan Wahlberg dan pasangan itu adalah dua kekuatan yang sangat besar dalam industri hiburan.”

Mereka melanjutkan dengan mengatakan percaya “kehadiran mereka mungkin lebih kuat di luar layar.” Mereka juga merinci apa yang diyakininya mungkin terjadi di masa depan sehubungan dengan bagaimana blockchain dapat menembus industri film.

VOXverse adalah rumah Gala Games untuk seri avatar NFT (non-fungible token) yang dapat dikoleksi, VOX, Hogwarts adalah sekolah sihir fiksi dalam buku Harry Potter. Platfrom ini akan menggunakan GALA sebagai token gas fee-nya sendiri.

Token Game dan NFT

Kripto The Sandbox naik lebih dari 8%. Foto: The Sandbox.
Kripto The Sandbox naik lebih dari 8%. Foto: The Sandbox.

Baca juga: Mastercard Kolaborasi Polygon Bikin Program Bantu Artis Eksis di Web3

Aset kripto terkait game dan NFT, termasuk GALA, Decentraland (MANA), Apecoin (APE), dan The Sandbox (SAND), tidak terkecuali dan telah membukukan keuntungan dua digit yang lumayan selama seminggu terakhir.

Kapitalisasi pasar kripto yang lebih luas telah meningkat 6,7 persen menjadi US$ 884 miliar sejak awal tahun, menurut data dari CoinGecko.

Dikutip Decrypt, Penggerak utama di balik aksi harga naik dari sebagian besar game dan token terkait NFT ini adalah lonjakan volume perdagangan NFT selama seminggu terakhir. Menurut data dari Cryptoslam, volume perdagangan NFT meningkat 31,56 persen menjadi US$ 207,358 juta selama seminggu terakhir.

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Trader Bersiap dengan Bitcoin Long: Pertanda Apa Ini?

Nilai Bitcoin mungkin telah jatuh hingga 50% dalam sekejap di bulan Maret lalu, tetapi ini tidak menghentikan trader dari berinvestasi dalam pasar cryptocurrency. Bahkan, sejumlah sumber data menunjukkan, mayoritas investor mulai mempersiapkan posisi Bitcoin mereka, walau dengan adanya ketidakpastian ekonomi global.

Investor Bitcoin Segera Melakukan Pembelian

Menurut gambar yang dibagikan oleh Nik Patel bersumber dari broker ritel dan crypto yang berbasis di Inggris, pengguna platform broker ini sudah sejak awal berinvestasi pada Bitcoin jangka panjang. Bahkan situs IG.com juga memberikan gambaran bahwa 78% akun klien pengguna mereka menggunakan investasi jangka panjang pada cryptocurrency-nya.

Hal ini bukan satu-satunya bukti yang menunjukan bahwa mayoritas pelaku pasar crypto cenderung investor jangka panjang.

Qiao Wang dari Messari, mantan trader institusional, bari-baru ini berbagi bagan di bawah ini, yang menunjukan buku pesanan Bitcoin pada Coinbase Pro.

Meskipun tidak mewakili exchange lain, jelas bahwa ada lebih banyak trader yang ingin memiliki crypto terkemuka ini daripada menjualnya. Dengan hampir 24.000 Bitcoin berada pada harga pesananan mencapai $2.000 dan 4.000 Bitcoin berada pada $12.000. Wang juga menuliskan bahwa “tidak akan ada bullish jangka panjang dari pada ini” yang merujuk pada data.

Baca juga: 3 Skenario yang Mungkin Terjadi pada Bitcoin Masa Depan

Tanda Segera Balik Harga?

Minat beli yang kuat pada Bitcoin menunjukan kenaikan harga semakin dekat, tetapi hal tersebut mungkin merupakan tanda akan terjadi hal buruk pada pasar cryptocurrency.

Sebuah narasi besar dikemukakan oleh para trader terkemuka di kedua pasar, pasar biasa dan industi crypto, bahwa berlawanan arah dengan mayoritas atau kehendak pasar seringkali menuju ke arah perdagangan yang lebih tepat untuk dilakukan. Hal ini mengingatkan pada kutipan yang disampaikan Warren Buffet, “takut ketika orang lain serakah dan serakah ketika orang lain takut.”

Kutipan ini tampaknya berlaku untuk pasar crypto. Desember 2018 lalu, setelah Bitcoin mengalami penurunan hingga 50% dalam sebulan, ada banyak analis yang meminta cryptocurrency kembali ke posisi $1000, bahkan ada yang menempatkan return ekspektasi di posisi $800.

Namun, segera setelah prediksi ini menjadi arus utama, mendapatkan popularitas di forum media sosial, Bitcoin justru berbalik, menuju harga yang lebih tinggi dari $4.000, bukannya membangun posisi terendah baru.

Tren yang sama terlihat ketika Bitcoin menembus $14.000 pada pertengahan tahun 2019, dengan aset kembali ke bear market daripada menguat ke harga tertinggi baru.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin, Norma Baru untuk Generasi Z

Sejak awal terjadinya pandemi Covid-19, Aset, Obligasi, Saham dan Mata Uang Fiat di seluruh dunia nilainya turun secara substansial. Namun, ketika krisis semakin parah, orang-orang dari berbagai generasi mulai menyadari nilai Bitcoin sebenarnya.

Robert Kiyosaki, penulis buku terlaris internasional “Rich Dad Poor Dad” mempromosikan Bitcoin selama dua hari berturut-turut dalam twitter pribadinya.

Ia menyebut Bitcoin sebagai “Uang Rakyat” dan menyatakan bahwa orang-orang harus sudah memulai untuk menyimpan emas sebagai “God’s Money”dan Bitcoin sebagai “Uang Rakyat” karena nilai Dollar AS yang terus menurun seiring kebijakan pencetakan uang kertas yang merajalela.

Kicauan itu menyebar dan menjadi viral di kalangan komunitas crypto. Banyak yang berterima kasih kepada Robert karena telah meningkatkan kesadaran tentang nilai dari Bitcoin tersebut.

Cuitan ini juga berhasil menunjukan bagaimana generasi-generasi merespons krisis saat ini.

Salah satu orang membalas cuitan tersebut dengan

“Secara sederhana, silahkan lakukan hal berdasar pada standar ‘emas’ Anda sendiri. Buat presentase berdasarkan simpanan Anda dalam emas. Jika Anda termasuk generasi Z atau Y atau lebih muda dari generasi X, lakukan hal tersebut untuk rencana hari tua Anda.”

Baca juga: Generasi Milenial, Generasi Investor Bitcoin

Bitcoin adalah Norma Baru

Sylvain Saurel, editor In Bitcoin We Trust, setuju bahwa generasi Y dan Z adalah generasi yang paling mungkin memiliki pendapat positif tentang Bitcoin. Dalam salah satu postingan blognya untuk The Startup dijelaskan bahwa generasi milenial merasakan arti “kebebasan” yang mendalam terhadap Bitcoin.

Sylvain percaya bahwa generasi Z akan cenderung melihat pembayaran yang dilakukan melalui smartphone sebagai norma, dan akan menggunakan Bitcoin bahkan tanpa memikirkannya. Dia menulis

“Mereka yang penasaran untuk mengetahui seperti apa sistem moneter dan keuangan saat ini pasti akan terkejut. Mereka akan bertanya-tanya bagaimana generasi sebelumnya dapat menerima kenyataan bahwa beberapa orang secara sistematis dapat menurunkan suatu nilai dari apa yang dimiliki mayoritas orang.”

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Sebuah Peringatan: Bitcoin Masih Bisa Turun!

Setelah crash besar-besaran di pertengahan Februari lalu, harga Bitcoin mulai menunjukkan kenaikan yang signifikan. Raja aset crypto tersebut naik dari “dasar” nya di 3900 USD sejauh hampir 80% ke sekitar 6900-7000 USD. Namun, pertanda bahwa pasar sudah “bullish” masih belum terlihat.

Ada beberapa pertanda yang masih menunjukkan bahwa pasar masih “bearish”

  1. Terbentuknya pola rising wedge (perhatikan gambar).
  2. Harga bitcoin sedang mencoba mengetes resistance yang kuat di “golden pocket fibonacci 0.5” (lihat gambar).
  3. Semakin lemahnya momentum bullish dilihat dari semakin kecilnya candlestick hijau dari hari ke hari.

Setelah crash yang terjadi di pertengahan Februari, kita melihat ada banyak yang membeli aset crypto karena memang harga bitcoin di bwah 4000 USD sangatlah menarik.

Namun, terlukis pada grafik bahwa semakin lama, pembeli/bull mulai kehilangan momentumnya dilihat dari price action bitcoin beberapa hari ini.

Sehingga, kita belum bisa memastikan apakah ini adalah “bottom” dari harga bitoin.

Besarnya penurunan harga, ditambah kondisi ekonomi dunia akbat pandemik virus corona, masih memberikan ketidakpastian di pasar crypto dan pasar finansial lainnya.

Kemungkinan teraman untuk membeli bitcoin adalah menunggu terbentuk dan terkonfirmasinya pola double bottom.

Namun, hal ini belum tentu terjadi dan masih ada kemungkinan harga untuk turun lebih jauh lagi, sehingga para investor cukup disarankan untuk bersabar.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ava Labs Gandeng Amazon Percepat Adopsi Blockchain, AVAX Naik 16%

Ava Labs, tim di belakang jaringan platform smart contract, Avalanche (AVAX), telah bermitra dengan Amazon Web Services (AWS) untuk mempercepat adopsi blockchain secara meluas.

Ava Labs menjelaskan kemitraan ini bertujuan untuk mendekatkan teknologi blockchain ke perusahaan, kelembagaan, dan pemerintah. Dalam pengumumannya, AWS akan mendukung jaringan Avalanche dan ekosistem aplikasi terdesentralisasi (dapp).

“Kritisnya, operator node Avalanche dapat berjalan di AWS Govcloud untuk kasus penggunaan kepatuhan Fedramp – kemampuan vital dan prasyarat untuk perusahaan dan pemerintah,” detail pengumuman hari Rabu (11/1).

Kemitraan

Baca juga: GALA Naik 140% Seminggu, Dorong Token Kripto Game dan NFT Bersinar

Pendiri dan CEO Ava Labs, Emin Gün Sirer, mengatakan kolaborasi itu adalah hal yang besar dan dibandingkan dengan pengumuman blockchain lain yang melibatkan AWS. Dia bersikeras bahwa kemitraan ini “bermakna.”

“Ini bukan hanya ‘pengumuman kemitraan AWS.’ Mari saya jelaskan dalam bahasa Inggris sederhana. Di masa lalu, rantai lain telah membayar AWS untuk meng-hosting beberapa node, dan (telah) menyatakan ini sebagai ‘mitra AWS dengan Beberapa Rantai.’ Pada kenyataannya, ‘Some Chain’ membayar AWS — mereka adalah klien AWS. Tidak ada kemitraan yang berarti,” katanya.

Howard Wright, VP dan kepala global Kata startup AWS, menjelaskan kemampuan baru yang dibawa oleh Avalanche, memungkinkan perusahaan untuk tumbuh.

“Kami sangat senang menambahkan inovator seperti Ava Labs ke jaringan mitra kami dan mendukung alat baru untuk infrastruktur dan ekosistem Avalanche, membantu memperluas penerapannya ke geografi dan segmen pelanggan baru,” ungkapnya.

Ilustrasi aset kripto Avalanche (AVAX). Sumber: Binance Academy.
Ilustrasi aset kripto Avalanche (AVAX). Sumber: Binance Academy.

Baca juga: Bappebti dan Aspakrindo Sinergi Pengembangan Perdagangan Kripto

Token asli Avalanche, AVAX, melonjak mengikuti berita tersebut, naik 16,2 persen lebih tinggi terhadap dolar AS. AVAX sempat diperdagangkan dengan harga antara US$ 12,31 hingga US$ 14,83 per unit selama 24 jam terakhir.

Statistik tujuh hari menunjukkan bahwa AVAX naik 29,1 persen, dan market cap AVAX saat ini adalah yang terbesar ke-19, mencapai US$ 4,51 miliar pada Kamis (12/1) pukul 08:00 WIB.

Meskipun naik pesat setelah pengumuman AWS, AVAX masih turun 89 persen dari level tertinggi sepanjang masa US$ 144,96 pada 21 November 2021 lalu. Seperti Solana (SOL), Avalanche (AVAX) telah mendapat pukulan besar selama crypto winter.

AVAX pernah menjadi pesaing aset kripto sepuluh besar, ia berjuang untuk mempertahankan posisi di bawah ambang batas ke-20.

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





Sumber : news.tokocrypto.com

3 Prediksi Teratas Harga Bitcoin untuk Tahun 2023, Bakal Naik?

Banyak prediksi telah dibuat untuk harga Bitcoin pada tahun 2023. Satu hal yang menjadi pertanyaan, apakah harga Bitcoin bakal naik di tahun ini?

Beberapa analis aset kripto berkeyakinan bahwa akan ada momen bullish pada BTC, sementara yang lain memandang akan tetap bearish. Kedua pandangan tersebut tidak dapat diabaikan karena merupakan satu-satunya esensi dari cara pasar beroperasi.

Pada artikel ini, kami akan menyoroti 3 prediksi teratas dari para analis kripto terkenal mengenai harga Bitcoin di tahun 2023.

1. BTC Akan Anjlok hingga Rp 169 Juta

Dikutip Watcher Guru, Founder Hex dan taipan kripto, Richard Heart, secara eksklusif mengungkapkan bahwa BTC akan jatuh ke US$ 11.000 pada tahun 2023. Menurut Heart, BTC jatuh di bawah sekitar Rp 169 juta bukan masalah ‘bagaimana’ tetapi masalah ‘kapan.’

Iustrasi aset kripto Bitcoin
Ilustrasi aset kripto Bitcoin.

Baca juga: Siap-siap! Bappebti akan Umumkan 5 Aset Kripto Lokal Baru Awal 2023

“Bitcoin akan terus turun menjadi US$ 11.000 selama ada diskon skala abu-abu untuk NAV. Ini adalah penurunan harga 85 persen normal yang dilakukan Bitcoin. Koin Mt GOX yang dirilis adalah tekanan jual yang lebih potensial,” katanya Heart.

Anehnya, Heart benar tentang sebagian besar prediksi sebelumnya dan beberapa investor kripto memanggilnya sebagai penjelajah waktu.

2. BTC Naik Jadi Rp 773 Juta

Carol Alexander, seorang profesor keuangan di Universitas Sussex memperkirakan kepada CNBC, bahwa harga Bitcoin akan menyentuh US$ 50.000 atau sekitar Rp 773 juta pada tahun 2023. Sesuai prediksi Carol yang dibuat tahun lalu, BTC akan berada di titik bawa pada periode Q1 dan Q2 dan berubah bullish di Q3 dan Q4.

Profesor itu memperkirakan bahwa whales dan institusi besar dapat mengambil BTC pada titik terendahnya di Q2, mengirimkan harganya ke US$ 50.000 di bulan-bulan mendatang.

“Kita akan melihat satu atau dua bulan tren harga yang stabil diselingi dengan periode terbatas. Dan mungkin beberapa tabrakan singkat,” prediksinya.

3. BTC Tenggelam di Harga Rp 77 juta

Bitcoin zona merah
Ilustrasi market Bitcoin masuk zona merah. Foto: Getty Images.

Baca juga: Bursa Kripto di India Alami Kerugian Rp 59 T Pasca Aturan Pajak Tinggi

Standard Chartered menerbitkan laporan terbaru pada tahun lalu yang memprediksi bahwa Bitcoin akan jatuh ke US$ 5.000 atau sekitar Rp 77 juta pada tahun 2023. Laporan tersebut menunjukkan bahwa saham-saham terkemuka dapat jatuh tahun ini yang pada akhirnya akan menyeret BTC ke dalam jurang.

“Semakin banyak perusahaan kripto dan bursa menemukan diri mereka dengan likuiditas yang tidak mencukupi. Menyebabkan kebangkrutan lebih lanjut dan jatuhnya kepercayaan investor terhadap aset digital,” kata Eric Robertsen, kepala penelitian Standard Chartered.

Saat artikel ini ditulis pada Kamis (12/1) pukul 08:22 WIB, harga Bitcoin diperdagangkan pada US$ 18.168 atau naik 3,98 persen dalam 24 jam terakhir. Jadi, prediksi siapa yang kamu yakini?

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Blockchain Mengubah Kepemilikan Jam Tangan Mewah

Pada 26 Maret 2020, Perusahaan pembuat jam tangan mewah, Breitling, merilis jam tangan Top Time dengan edisi terbatas yang disertifikasi oleh protokol Arianee.

Sebenarnya Top Time yang dirilis oleh Breitling ini, sebenarnya secara original telah dirilis pada rentang periode 1960-an. Di mana, jam tangan ini merupakan jam tangan sports yang dilengkapi dengan stopwatch.

Sertifikasi digital yang diberikan oleh protokol Arianee, membuat setiap pemilik Top Time akan diberikan identitas digital masing-masing dengan menggunakan teknologi buku besar yang terdistribusi.

Perusahaan Breitling merupakan manufaktur jam tangan mewah yang sudah berdiri sejak 1884, yang saat ini dikalim sebagai pembuat jam tangan mewah pertama yang mengeluarkan produk jam tangan dengan garansi berupa sertifikasi digital melalui teknologi blockchain. Jadi, setiap jam tangan Top Time yang dijual akan memiliki kartu garansi elektronik masing-masing, dan pemilik bisa memindai kartu garansi elektronik tersebut untuk mengunduh dompet terenkripsi yang secara aman menyimpan “paspor digital” produk.

Paspor digital pada produk Top Time, dapat memberikan informasi seperti nomor seri dan stempel waktu yang menunjukkan tanggal pertama kali ketika garansi digital produk diaktifkan.

“Garansi elektronik ini hanya bisa diaktifkan oleh pemilik Top Time, yang perlu dilakukan aktivasi melalui dompet terkenkripsi, di mana paspor digital di Top Time mencakup fitur transfer yang memungkinkan pemilik untuk membuktikan apakah jam tangan Top Time yang dimiliki asli atau palsu, dan juga kepemilikan secara sah,” Hal ini diungkapkan lewat situs web Breitling.

Di mana, ketika pemilik Top Time ingin menjualnya, mereka tinggal menggunakan fitur transfer yang terdapat di paspor digital produk tersebut, dan melakukan otentikasi kepada pemilik baru dari jam tangan tersebut.

Emmanuale Collet, salah satu Founder dan CMO, Arianee, mengatakan bahwa “Kami bangga dengan membantu meningkatkan pengalaman kepemilikan bagi pemilik Top Time Breitling melalui layanan sertifikasi digital.”

Memang saat ini, pihak Arianee sedang mengincar Digital Identification of Luxury Fashion, yang mana penyedia protokol blockchain ini telah memelopori identitas digital untuk jam tangan. Dengan telah bekerja sama dengan Vacheron, perusahaan pembuat jam tangan dan jam dinding yang telah berdiri sejak 1755.

Kemitraan Arianee dan Vacheron, untuk mengidentifikasi identitas digital dari masing-masing produk Vacheroon dengan bantuan teknologi blockchain.

Penggunaan sertifikasi identitas digital berbasis blockchain untuk membantu industri sudah menuju pemanfaatan yang lebih masif atau mainstream. Sebab, sudah banyak perusahaan  yang sudah menerapkan sertifikasi identitas digital berbasis blockchain seperti teknologi ID karyawan seluler, yang merupakan hasil kemitraan antara SK Telecom dan Samsung.

Selain itu, Kementrian Pengembangan Masyarakat Uni Emirat Arab (MOCD), saat ini mereka bergantung pada identitas digital berbasis blockchain untuk menerbitkan dokumen, pasca penutupan kantor MOCD di Uni Emirat Arab akibat kebijakan lockdown karena Covid-19.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Bertenaga Blockchain, Ini Cara Jualan di Origin Protocol

Decentralized Web alias website desentralistik berbasis teknologi blockchain kini menjadi nyata. Salah satunya disediakan oleh Origin Protocol, khususnya websiteberjenis toko online (e-commerce). Berikut tutorial lengkap cara membuatnya.

Secara teknis pembuatan website berbasis blockchain, semua data (teks, gambar, video, audio) tidak disimpan secara langsung ke blockchain. Data disimpan ke sejumlah komputer yang terhubung secara peer-to-peer di jaringan IPFS (Interplanetary File System).

Semua data selanjutnya di-hashing, lalu direkam ke dalam blockchain. Dalam hal ini, menggunakan Origin Protocol, hashed data selanjutnya direkam ke dalam blockchain Ethereum.

Lantas, apa bedanya dengan toko online biasa? Perbedaan utama terletak pada bagaimana data itu disimpan. Kalau toko online biasa, semua data disimpan di sejumlah komputer server, tetapi ada entitas sentral yang mengendalikannya. Kelemahan di sistem seperti ini, ketika satu komputer server mengalami gangguan, maka toko online bisa tak jalan.

Sedangkan toko online desentralistik berbasis blockchain+IPFS ini, tidak ada entitas sentral. Sehingga, jika satu komputer server misalnya diretas, maka server lain menyediakan datanya secara realtime.

Dalam hal ini pihak Origin Protocol sudah menyediakan satu toko online, namanya ShopOrigin. Di situ Anda bisa mendaftar sebagai pedagang dan menampilkan produk (barang dan jasa untuk dijual).

Tampilan toko online ShopOrigin yang merupakan situs web desentralistik bertenaga blockchain dan IPFS. Sumber: https://shoporigin.com/#/

Anda sebenarnya bisa membuat toko online seperti itu, sebagaimana yang sudah dibuat oleh Brave belum lama ini, bernama store.brave.com. Namun, langkahnya melibatkan cara yang khusus dan relatif rumit.

BERITA TERKAIT  Bitcoin “Terbang” Rp8,3 Juta, Gara-gara Bitcoin Berjangka Bakkt?

Toko online Brave yang menggunakan kode sumber toko online Origin Protocol.

Jadi, di tutorial ini kami hanya memaparkan cara Anda sebagai pedagang baru di toko online ShopOrigin tersebut. Jadi, kita sekadar menggunakan yang sudah tersedia.

Sebelum memulai, Anda diharuskan memiliki satu akun baru di wallet Metamask. Dua tutorial lengkapnya bisa Anda ikuti di sini dan di sini. Metamask selanjutnya digunakan untuk sign up, sign in dan menambahkan produk.

MetaMask sekaligus sebagai software yang menghubungkan Anda dengan blockchain Ethereum. Jadi, pada langkah selanjutnya, kami mengasumsikan Anda sudah memiliki akun MetaMask.

BAGIAN PERTAMA: Membuat Profile Baru

  1. Masuk ke website ShopOrigin (https://shoporigin.com). Klik Sign In di sudut kanan atas dan tombol Sign In pada kotak dialog yang muncul berikutnya.
  2. Pada kota dialog MetaMask, klik tombol Sign In.
  3. Kini Anda telah terhubung ke ShopOrigin menggunakan MetaMask yang terpadu dengan blockchain Ethereum. Klik profile icon di sudut kanan atas untuk memastikan Anda sudah terhubung. Tetapi di tahap ini Anda belum memiliki profile.
  4. Klik tombol Create a Profile. Pada laman baru yang muncul, isikan alamat e-mail Anda dan lanjutkan dengan mengklik tombol Continue.
  5. Periksa e-mail Anda, temukan kode verifikasi dan masukkan ke baris verifikasi. Jika sudah benar, klik tombol Verify.

  6. Langkah berikut Anda diminta memasukkan Nama dan Foto profil Anda. Ini adalah sekaligus nama merchant Anda di toko online ShopOrigin ini. Klik pada icon gambar, pilih logo yang Anda inginkan. Lanjutkan dengan mengisi nama depan dan belakang. Jika sudah lanjutkan dengan mengklik tombol Publish.
  7. Klik tombol Got It pada kota dialog yang muncul untuk memulai Sign menggunakan MetaMask.
  8. Klik tombol Enable Origin Messaging untuk memasang fitur chat box.
  9. Lanjutkan klik Sign pada kotak dialog MetaMask untuk menyetujui pemasangan fitur itu.
  10. Tampilan berikutnya memastikan Anda telah men-sign sebanyak dua kali. Lanjutkan dengan mengklik tombol Continue.
  11. Pada dua kotak dialog berikutnya, masing-masing klik No, Thanks dan I’m Sure.

Nah, di sini Anda sudah sah memiliki satu akun baru, sesuai dengan nama merchantyang Anda tentukan sebelumnya dan sudah terhubung ke blockchain Ethereum berkat MetaMask.

BAGIAN KEDUA: Menambah Produk 

 

  1. Klik menu Add Listing untuk memulai menambah produk. Pada jenis produk pilih salah satu. Dalam hal ini kami pilih For Sale dan dilanjutkan dengan Autoparts, sesuai dengan produk kami.
  2. Buat nama produk dan keterangan di bagian bawah. Lanjutkan dengan mengklik tombol Continue.
  3. Masukkan jumlah barang yang tersedia dan lanjutkan dengan harga per unit. Kemudian pilih metode pembayaran yang tersedia.

  4. Berikutnya tentukan beberapa gambar produk Anda sebanyak mungkin. Lalu lanjutkan dengan mengklik tombol Continue, lalu Publish.
  5. MetaMask kemudian muncul untuk meminta persetujuan Anda. Klik tombol Sign. Tunggu sesaat hingga proses perekaman ke blockchain selesai.
  6. Tahapan ini, produk Anda sudah terekam di blockchain Ethereum dan sudah tersedia di ShopOrigin. Dengan demikian produk Anda sudah siap dibeli oleh orang lain. Klik pada View My Listing untuk melihat produk Anda tersebut. Dalam contoh ini, produk tersebut bisa dilihat di tautan ini: https://shoporigin.com/#/listing/1-001-2125.

BAGIAN KETIGA: Memulai Transaksi 

Menggunakan akun yang berbeda di aplikasi mobile OriginMarketplace, produk itu sudah tersedia dan siap dibeli. Bahkan Anda bisa chat langsung dengan penjualnya menggunakan chat box yang tersedia.

Pekan depan kita akan mempelajari cara bertransaksi, khususnya menggunakan token OGN, yang di Indonesia, bisa dibeli di Tokocrypto.com. Token ini kelak bermanfaat untuk menampilkan produk Anda di laman depan ShopOrigin di bagian atas agar tampak menonjol dibandingkan produk lain. Selamat mencoba. [red]



Sumber : news.tokocrypto.com

Jaringan ATM Crypto AS Membantu Gerakan Social Distancing

Bitcoin Depot, operator jaringan ATM Bitcoin terbesar di dunia, telah mulai mematikan beberapa mesinya dalam upaya menghentikan penyebaran Covid-19.

Mengingat sebagian besar penduduk dunia berada dalam masa karantina, Bitcoin Depor memilih untuk sementara menonaktifkan ATM Crypto yang berada pada daerah tinggi pengguna. Perusahaan ini ikut berpartisipasi dalam Gerakan Social Distancing yang dianjurkan WHO untuk dilakukan di seluruh dunia.

“Kami akan terus memantau situasi. Diperkirakan jumlah lokasi yang harus offline sementara akan meningkat,” direktur pengembangan produk Bitcoin Depot, Alona Lubovnaya.

Melalui surat elektronik kepada Cointelegraph, Lubovnaya juga menambahkan:

“Kami terus memantau lokasi (yang masih aktif digunakan) yang menghambat pengguna kami dalam melakukan Social Distancing. Kami memperkirakan 10% dari mesin kami akan dikunci untuk sementara waktu hingga akhir April, atau sampai pemberitahuan lebih lanjut.”

Bitcoin Depot tercatat memiliki lebih dari 600 ATM Bitcoin, atau disebut BTM, dalam jaringan yang mencakup 25 Negara Bagian AS.

ATM Crypto Sedang Naik Daun

Dalam beberapa tahun terakhir, nomor ATM Crypto telah berkembang secara global. Mesin ini memungkinkan penggunanya untuk melakukan trading dollar fiat untuk cryptocurrency di mesin fisik di seluruh dunia.

Pada awal Maret 2019, berdasarkan data dari CoinATMRadar, dunia berbangga diri dengan munculnya 7.014 mesin BTM. Jumlah itu lalu berkembang menjadi 7.384 mesin BTM saat waktu peluncuran.

“Tujuan kami adalah untuk berkontribusi pada keselamatan dan kesehatan pengguna kami. Dengan tetap mempertahankan protokol yang tinggi terkait dengan kebersihan mesin kami,” ujar CEO Depot Bitcoin, Brandon Mintz, terkait pandemi global Covid-19.

Mintz juga menambahkan

“Dalam hal ini, artinya mematikan BTM tertentu untuk mencegah penyebaran pandemi saat ini. Kami berharap operator ATM Bitcoin lainnya akan mengikuti langkah kami dan melakukan segala daya untuk menjaga pengguna tetap aman.”

Baca Juga: Game AR berhadiah Crypto Ini Bantu Promosikan Social Distancing

Aset Digital Menciptakan Dorongan Social Distancing

Sudah sejak awal, konsep cryptocurrency memang tidak membutuhkan pertemuan sosial. Pengguna dapat mengirim dana atau nilai tertentu secara langsung dari satu orang atau entitas ke orang atau entitas lainnya, tanpa perlu untuk bertemu mereka.

ATM Bitcoin memiliki tujuan untuk memungkinkan para penggunanya membeli dan menguangkan aset Blockchain mereka. Hal ini membantu memperluas akses pembayaran digital tanpa perlu transaksi bank, yang banyak diantaranya tidak dapat melakukan transaksi online. Selain itu, ATM Bitcoin juga dapat mengaktifkan pembayaran di perusahaan yang tidak menerima mata uang virtual.

Namun, jika tetap digunakan ATM Bitcoin akan memaksa pengguna untuk melakukan kontak dekat, apalagi ketika pengguna berada di tempat-tempat dengan aktivitas sosial tinggi, seperti mal. Layar dan tombol pada ATM Bitcoin dapat menjadi sarang penyebaran virus dan penyakit jika tidak dijaga kebersihannya.

Bitcoin Depot telah mengerahkan tim khusus untuk menonaktifkan mesin selama pandemi ini berlangsung. “Kami memiliki teknisi lapangan terbaik yang bekerja tanpa lelah untuk mendesinfeksikan dan membersihkan BTM kami yang terkena dampak,” ujar Lubovnaya.

Baru-baru ini, Presiden AS memperpanjang masa penutupan darurat semua bisnis dari 12 April hingga akhir bulan April 2020.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com