Tag Archives: aset kripto

ONDO Perluas Akses Institusional: Tokenized Saham dan ETF

Ondo Finance semakin memperkuat posisinya di sektor real-world assets (RWA) setelah menghadirkan akses institusional ke platform Ondo Global Markets melalui integrasi strategis dengan Talos dan dukungan likuiditas dari Gate.io.

Langkah ini membuka pintu bagi institusi keuangan untuk mengakses lebih dari 260 aset tokenized, termasuk saham, ETF, dan produk berbasis komoditas, di lebih dari 30 negara di luar Amerika Serikat.

Baca Juga: Ondo Finance: Produk dan Potensi Masa Depan

Akses Lebih Luas untuk Institusi

Dengan integrasi ini, berbagai pelaku institusional seperti bank, broker, Exchange, dan asset manager dapat mengakses pasar tokenized equities dengan lebih mudah, tanpa perlu membangun infrastruktur dari nol.

Talos sendiri dikenal sebagai platform infrastruktur trading yang banyak digunakan institusi, sehingga integrasi ini secara signifikan mengurangi friksi distribusi, salah satu hambatan utama dalam adopsi aset tokenisasi.

Ondo Global Markets menawarkan berbagai instrumen investasi yang telah ditokenisasi, termasuk saham global, Exchange-Traded Funds (ETF), hingga produk berbasis komoditas.

Dengan pendekatan ini, investor institusional dapat memperoleh eksposur terhadap aset tradisional melalui infrastruktur blockchain, yang menawarkan transparansi lebih tinggi, settlement lebih cepat, dan akses lintas batas.

Sebagaimana dikutip dari BeInCrypto, Model ini menjadi bagian dari tren besar tokenisasi aset dunia nyata yang semakin berkembang di industri kripto.

Pertumbuhan Pesat: Volume dan TVL

Sejak diluncurkan pada September 2025, Ondo Global Markets menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Beberapa metrik utama yang berhasil dicapai:

  • Volume transaksi: lebih dari US$13 miliar
  • Total Value Locked (TVL): lebih dari US$700 juta

Angka ini menunjukkan bahwa minat terhadap tokenized assets terus meningkat, terutama dari kalangan institusi yang mencari alternatif investasi yang lebih efisien.

ONDO Semakin Kuat di Narasi Tokenisasi

Dengan ekspansi ini, ONDO semakin diposisikan sebagai salah satu pemain utama dalam narasi tokenized equities.

Berbeda dengan banyak proyek lain yang masih berada di tahap awal, ONDO sudah menunjukkan produk yang berjalan, volume transaksi nyata, dan adopsi institusional.

Hal ini memberikan fondasi yang lebih kuat bagi valuasi token dalam jangka panjang.

Perspektif Industri: Bullish dari Sisi Distribusi

Menurut Tim riset dari Tokocrypto, integrasi dengan Talos menjadi faktor kunci dalam meningkatkan potensi adopsi.

“Ini bullish untuk ONDO karena mengurangi friksi distribusi ke institusi—bagian yang selama ini paling sulit dalam narasi RWA. Kalau Talos benar-benar membawa flow institusional ke tokenized equities Ondo, ONDO bisa makin diperlakukan sebagai proxy paling matang untuk tema tokenisasi saham dan ETF, bukan sekadar token governance tanpa demand nyata,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Pandangan ini menekankan pentingnya akses distribusi dalam menentukan keberhasilan proyek RWA.

Dampak ke Industri RWA

Langkah Ondo ini juga mencerminkan tren yang lebih luas dalam industri kripto, di mana tokenisasi aset tradisional mulai mendapatkan momentum.

Beberapa implikasi yang mungkin terjadi diantaranya adalah meningkatnya adopsi tokenized stocks oleh institusi, integrasi lebih dalam antara pasar tradisional dan blockchain, dan munculnya standar baru dalam perdagangan aset.

Jika tren ini berlanjut, tokenisasi dapat menjadi salah satu use case terbesar blockchain di masa depan.

Tantangan ke Depan

Meski terlihat menjanjikan, ONDO tetap menghadapi sejumlah tantangan, antara lain regulasi lintas negara, likuiditas pasar sekunder, hingga edukasi institusi.

Selain itu, keberhasilan integrasi dengan Talos akan sangat bergantung pada seberapa besar arus dana institusional yang benar-benar masuk ke ekosistem.

Baca Juga: Ondo Finance (ONDO) Naik 10,9% dalam Sehari, TVL Capai $1 Miliar

Integrasi Ondo Global Markets dengan Talos dan Gate menjadi langkah strategis dalam membuka akses institusional ke tokenized equities.

Dengan lebih dari 260 aset dan jangkauan global, Ondo semakin memperkuat posisinya sebagai pemain utama di sektor RWA.

Jika adopsi institusional terus meningkat, ONDO berpotensi menjadi salah satu token yang paling diuntungkan dari tren tokenisasi aset di masa depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Turun $66.599, Tekanan Jangka Pendek

Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan tekanan dalam perdagangan terbaru.

Berdasarkan data terkini dari Tokocrypto pada Kamis (2/4), harga Bitcoin hari ini berada di level $66.599,38 per BTC, mencatat penurunan sebesar 2,24% dalam 24 jam terakhir.

Pelemahan ini mencerminkan sentimen pasar yang masih cenderung berhati-hati di tengah kondisi makro dan dinamika pasar kripto global.

Secara intraday, BTC sempat diperdagangkan di kisaran tertinggi $69.230,36 sebelum akhirnya terkoreksi hingga menyentuh level terendah di $66.502,62.

Pergerakan ini menunjukkan adanya tekanan jual yang cukup signifikan, terutama setelah gagal mempertahankan momentum di atas area resistance psikologis $69.000.

Baca Juga: Harga Bitcoin (BTC) Menguat ke $106.816: Menuju Rebound $110.000?

Tekanan Jangka Pendek Masih Terlihat

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin mengalami penurunan harga sebesar $1.486,81 atau sekitar 2,18%. Sementara dalam rentang waktu yang lebih panjang, tekanan terlihat semakin jelas.

Selama 7 hari terakhir, BTC telah melemah sebesar 5,98%, menandakan tren koreksi jangka pendek yang mulai terbentuk.

Jika melihat data historis, performa Bitcoin dalam 30 hari terakhir juga menunjukkan pelemahan sebesar 2,56%.

Bahkan dalam 60 hari, penurunan mencapai 15,41%, dan dalam 90 hari terakhir tercatat turun hingga 24,98%.

Data ini mengindikasikan bahwa pasar masih berada dalam fase konsolidasi setelah periode volatilitas tinggi sebelumnya.

Kapitalisasi Pasar Tetap Kuat

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 2 April 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 2 April 2026. Sumber: Tokocrypto.

Meski mengalami koreksi harga, kapitalisasi pasar Bitcoin masih berada di level yang sangat besar, yakni sekitar $1,33 triliun.

Hal ini menegaskan posisi Bitcoin sebagai aset kripto terbesar di dunia dengan dominasi pasar mencapai 95,29%.

Volume perdagangan dalam 24 jam terakhir tercatat sebesar $38,73 miliar, mencerminkan aktivitas pasar yang masih cukup tinggi.

Likuiditas yang kuat ini menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga meskipun terjadi tekanan jual.

Dengan jumlah suplai beredar sebesar 20,01 juta BTC dari maksimum 21 juta BTC, kelangkaan aset ini tetap menjadi salah satu faktor fundamental yang mendukung nilai jangka panjang Bitcoin.

Jarak dari Rekor Tertinggi

Saat ini, harga Bitcoin masih berada cukup jauh dari rekor tertingginya di $126.198,07. Selisih yang signifikan ini menunjukkan bahwa ruang pemulihan masih terbuka lebar, namun juga menegaskan bahwa pasar belum sepenuhnya kembali ke fase bullish yang kuat.

Kondisi ini sering kali dimanfaatkan oleh investor jangka panjang untuk melakukan akumulasi bertahap, terutama ketika harga berada dalam fase koreksi seperti saat ini.

Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan

Beberapa faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga Bitcoin saat ini antara lain:

  • Sentimen pasar global: Ketidakpastian ekonomi makro masih menjadi faktor utama yang memicu aksi jual
  • Profit-taking: Investor yang sebelumnya masuk di harga lebih rendah mulai merealisasikan keuntungan
  • Level teknikal: Kegagalan menembus resistance kuat memicu tekanan jual lanjutan

Selain itu, volatilitas tinggi yang menjadi karakteristik pasar kripto juga turut mempercepat pergerakan harga dalam waktu singkat.

Outlook: Konsolidasi atau Lanjutan Koreksi?

Dalam jangka pendek, Bitcoin masih berpotensi melanjutkan fase konsolidasi di kisaran $65.000–$69.000.

Jika level support di sekitar $66.000 tidak mampu bertahan, maka kemungkinan koreksi lebih dalam ke area $64.000 bisa terjadi.

Namun di sisi lain, jika BTC mampu kembali menembus dan bertahan di atas $69.000, peluang untuk rebound menuju $70.000 ke atas akan semakin terbuka.

Bagi investor, kondisi saat ini menjadi momen penting untuk memperhatikan level support dan resistance kunci, serta mengelola risiko dengan baik di tengah volatilitas pasar.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun $66.098, Ada Apa?

Penurunan harga Bitcoin ke level $66.599 mencerminkan tekanan jangka pendek yang masih membayangi pasar kripto.

Meski demikian, fundamental kuat dan kapitalisasi pasar yang besar menunjukkan bahwa BTC tetap menjadi aset utama dalam ekosistem kripto.

Dengan dinamika pasar yang terus berkembang, pergerakan Bitcoin dalam beberapa hari ke depan akan sangat ditentukan oleh kekuatan support dan sentimen global yang memengaruhi minat investor.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Hari Ini Turun $0,174, Tertekan Sentimen Pasar Kripto Global

Harga Pi Network (PI) kembali mencatat pelemahan dalam 24 jam terakhir, turun sebesar 0,83% ke level $0,174, menurut catatan Coinmarketcap pada Kamis (2/4).

Penurunan ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang secara umum juga mengalami tekanan, dengan kapitalisasi pasar global turun sekitar 2,42%.

Meski terkoreksi, pergerakan Pi terbilang relatif lebih stabil dibandingkan Bitcoin yang mengalami penurunan lebih dalam hingga 2,68% pada periode yang sama.

Hal ini menunjukkan bahwa Pi masih bergerak sejalan dengan tren pasar, namun dengan volatilitas yang sedikit lebih rendah.

Baca Juga: Pi Network Melonjak 11% Pasca Upgrade Protocol 20

Tertekan Sentimen Risk-Off Pasar

Penurunan harga Pi Network saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal dibandingkan perkembangan internal proyek.

Kondisi pasar kripto secara keseluruhan tengah berada dalam fase “risk-off”, di mana investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.

Sentimen ini juga tercermin dari indeks Fear & Greed yang berada di level 27, menandakan kondisi “Fear” atau ketakutan di kalangan pelaku pasar.

Dalam situasi seperti ini, aset kripto (terutama yang tidak memiliki katalis positif dalam jangka pendek), cenderung mengikuti arah pasar utama.

Pi Network menjadi salah satu contohnya, di mana pergerakan harga lebih dipengaruhi oleh dinamika global ketimbang faktor fundamental internal.

Minim Katalis, Volume Ikut Melemah

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Kamis, 2 April 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Kamis, 2 April 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Salah satu faktor utama yang menahan potensi kenaikan Pi adalah minimnya katalis positif. Tidak ada pengumuman besar, kemitraan strategis, maupun perkembangan signifikan yang dapat mendorong sentimen pasar terhadap aset ini.

Selain itu, volume perdagangan Pi tercatat sebesar $17,4 juta, turun sekitar 3,12%. Penurunan volume ini mengindikasikan rendahnya minat transaksi dan kurangnya keyakinan dari pelaku pasar untuk mengambil posisi baru.

Kondisi ini memperkuat asumsi bahwa pergerakan harga Pi saat ini lebih bersifat pasif, mengikuti tekanan pasar yang lebih luas tanpa dorongan internal yang berarti.

Analisa Teknikal: Uji Support Kritis

Secara teknikal, level $0,17 menjadi area support penting yang perlu diperhatikan dalam jangka pendek.

Jika harga mampu bertahan di atas level ini, maka Pi berpotensi bergerak sideways atau konsolidasi di kisaran $0,17 hingga $0,18.

Namun, jika tekanan jual berlanjut dan harga menembus di bawah support tersebut, maka potensi penurunan ke level $0,165 yang merupakan titik terendah dalam 7 hari terakhir, menjadi semakin terbuka.

Dalam kondisi pasar seperti sekarang, pergerakan harga sangat sensitif terhadap perubahan sentimen. Oleh karena itu, level support dan resistance menjadi acuan utama bagi trader dalam mengambil keputusan.

Ketergantungan pada Pergerakan Bitcoin

Sebagai aset kripto dengan kapitalisasi yang lebih kecil, Pi Network cenderung mengikuti arah pergerakan Bitcoin.

Jika Bitcoin berhasil pulih dan menunjukkan tren bullish, maka peluang rebound untuk Pi juga akan meningkat.

Sebaliknya, jika tekanan pada Bitcoin terus berlanjut, maka Pi berisiko mengalami koreksi lanjutan.

Selain itu, indikator penting lain yang perlu diperhatikan adalah pergerakan total kapitalisasi pasar kripto.

Jika market cap global mampu kembali menembus level $2,3 triliun, hal ini dapat menjadi sinyal awal kembalinya minat beli dari investor.

Outlook Jangka Pendek

Dalam jangka pendek, outlook Pi Network cenderung netral hingga bearish. Tanpa adanya katalis baru, arah pergerakan harga akan sangat bergantung pada kondisi pasar secara keseluruhan.

Beberapa skenario yang mungkin terjadi:

  • Bullish ringan: Jika support $0,17 bertahan dan pasar mulai stabil
  • Sideways: Pergerakan terbatas di kisaran $0,17–$0,18
  • Bearish lanjutan: Jika support ditembus, potensi turun ke $0,165

Investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan memperhatikan dinamika pasar global sebelum mengambil keputusan.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun 5,86%, Likuiditas Tipis Perbesar Tekanan Jual

Penurunan harga Pi Network ke level $0,174 mencerminkan tekanan pasar kripto yang lebih luas, bukan karena faktor internal proyek.

Minimnya katalis dan turunnya volume perdagangan membuat aset ini bergerak pasif mengikuti tren pasar.

Dengan sentimen yang masih didominasi ketakutan, level $0,17 menjadi kunci penting dalam menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Jika mampu bertahan, peluang konsolidasi terbuka. Namun jika tidak, tekanan bearish masih berpotensi berlanjut dalam waktu dekat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Sinyal Kripto 2 April 2026: Analisis Teknikal dan Proyeksi Pasar

Tokocrypto menyajikan market Sinyal Kripto edisi Kamis, 2 April 2026, yang merangkum analisis mendalam dan strategi perdagangan harian.

Edisi kali ini menyoroti tiga aset kripto dengan potensi pergerakan harga signifikan. Berdasarkan data pasar terkini dan indikator teknikal, informasi ini dirancang untuk membantu trader mengambil keputusan tepat di tengah dinamika pasar yang fluktuatif.

Rangkuman Berita Hari Ini

  1. Pump.fun Rebrand Jadi “dot”
    Pump.fun mengumumkan rebranding menjadi “dot” karena perubahan dinamika pasar. Proyek ini menyebut ekosistem sudah tidak lagi seperti dulu, memicu spekulasi ini hanya April Mop.
  2. The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga
    Polymarket menunjukkan probabilitas sekitar 98% bahwa The Fed tidak akan mengubah suku bunga di April. Hal ini menandakan kebijakan moneter masih cenderung stabil.
  3. Hacker Drift Kumpulkan ETH Besar
    Eksploiter Drift Protocol dilaporkan telah mengumpulkan sekitar 38.800 ETH senilai US$82,7 juta. Aset ini berasal dari hasil eksploitasi yang terjadi sebelumnya.
  4. SEC Setujui Opsi Crypto Trust di NYSE
    SEC menyetujui listing opsi untuk multi-crypto commodity trust di NYSE. Keputusan ini membuka peluang produk derivatif kripto lebih luas di pasar tradisional.

Bank Sentral Asing Jual US Treasury
Bank sentral asing menjual kepemilikan US Treasury ke level terendah sejak 2012. Penjualan ini terjadi di tengah ketegangan geopolitik akibat konflik Iran.

Pastikan untuk selalu melakukan analisis secara keseluruhan sebelum mengambil keputusan perdagangan atau trading.

ASTER/USDT (🔼 +3.36%)

  • Entry : $0.660
  • Stop Loss : $0.644
  • Take Profit : $0.682

ASTER/USDT saat ini berada dalam fase sideways dengan kecenderungan bullish ringan, terlihat dari MACD yang sudah positif dan RSI yang mulai naik, menandakan adanya akumulasi buyer meski volume masih relatif kecil. entry di 0.666, stop loss di 0.644, dan target take profit di 0.682 (±3.36%).

  • Entry : $2.776
  • Stop Loss : $2.676
  • Take Profit :$2.979

INJ/USDT saat ini masih dalam kondisi sideways cenderung bearish, terlihat dari MACD yang kembali melemah ke area negatif dan RSI yang membentuk death cross, menandakan tekanan jual masih dominan. meski begitu, ada potensi rebound jangka pendek dengan entry di 2.776, stop loss di 2.676, dan target take profit di 2.979 (±7.24%).

CFX/USDT (🔼 +4.85%)

  • Entry : $0.05378
  • Stop Loss : $0.05225
  • Take Profit : $0.05637

CFX/USDT saat ini sedang mencoba breakout, namun momentum masih lemah terlihat dari MACD yang masih di area negatif dan RSI di bawah 50 meski mulai naik dari oversold; volume relatif stabil, sehingga potensi kenaikan tetap ada tapi belum kuat, dengan skenario entry di 0,05378, stop loss di 0,05225, dan take profit di 0,05637 (±4,85%), tetap disarankan wait & see untuk konfirmasi lanjutan.

Baca juga: Strategi Dasar Crypto Futures yang Sering Digunakan Trader


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 2 April 2026: Tunjukan Tren Pemulihan

Pasar kripto hari ini, (2/3) kembali menunjukkan tanda pemulihan pada 2 April 2026, didorong oleh sentimen geopolitik yang mulai mereda. Bitcoin berhasil menembus level $68.000 setelah Donald Trump mengklaim melalui Truth Social bahwa Iran mengajukan permintaan gencatan senjata. Pernyataan ini meningkatkan optimisme pasar, terutama dengan kemungkinan dibukanya kembali Selat Hormuz yang krusial bagi stabilitas ekonomi global.

Di tengah rebound tersebut, sejumlah altcoin mencatat lonjakan signifikan. STO memimpin dengan kenaikan ekstrem 112% ke Rp7.813,56, diikuti token D yang naik 102% ke Rp223,73. Ontology (ONT) juga menguat 43% ke Rp1.942,54. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Pantauan Altcoin Potensial Saat Pasar Rebound 2 April 2026

  • STO menguat signifikan 112% dengan posisi harga terbaru Rp7,813.56.
  • D catat lonjakan sebesar 102% dan kini berada di level Rp223,73.
  • ONT naik 43%, saat ini diperdagangkan di angka Rp1.942,54.

Trump: Iran Minta Gencatan Senjata, Bitcoin Melonjak

  • Unggahan Truth Social Trump klaim permintaan damai dari Iran.
  • Trump pertimbangkan damai jika Selat Hormuz dibuka kembali.
  • Bitcoin tembus $68.000 merespons pernyataan tersebut.

Deposit Panen Reward dengan VA BCA di Tokocrypto

STO fluktuasi 166,9% akibat aksi whale dan fitur baru

  • Whale akumulasi 25,5 juta STO ($4,85 juta) dalam 20 jam.
  • Stone Wallet rilis fitur QR, dongkrak utilitas produk.
  • Volume dagang & Open Interest melonjak tajam.

Prediksi SOL Jika BTC Tembus $80.000 pada April 2026

  • SOL bertahan di $80 di tengah pemulihan pasar.
  • BTC ke $80.000 berpotensi picu lonjakan besar SOL.
  • Pertumbuhan on-chain dukung prospek positif jangka panjang SOL.

Baca juga: Riset Kripto 23-27 Mar 2026: Bitcoin Lesu, Krisis Minyak Global Ancam RI


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 1 April 2026: Masih Bergerak Dinamis

Memasuki 1 April 2026, pasar kripto hari ini, masih bergerak dinamis dengan kombinasi tekanan dan peluang. Sejumlah altcoin justru mencuri perhatian di tengah kondisi pasar yang belum sepenuhnya stabil. NOM melonjak 49% ke Rp84,21, STO naik 37% ke Rp3.315,82, dan KERNEL menguat 36% ke Rp1.736,86. Kenaikan ini mencerminkan adanya minat spekulatif yang kembali muncul, terutama pada aset dengan momentum jangka pendek.

Di sisi lain, pergerakan Bitcoin masih dipengaruhi oleh dinamika pelaku besar. Meski aksi jual whale sempat menekan harga di sekitar $70.000 sepanjang kuartal pertama 2026, investor jangka panjang justru mulai melakukan akumulasi. Korporasi tercatat menyerap lebih dari 88.000 BTC saat harga melemah, menunjukkan kepercayaan terhadap prospek jangka panjang. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Pantauan Altcoin Potensial 1 April 2026

  • NOM catat lonjakan sebesar 49% dan kini berada di level Rp84,21.
  • STO menguat signifikan 37% dengan posisi harga terbaru Rp3.315,82.
  • KERNEL naik 36%, saat ini diperdagangkan di angka Rp1.736,86.

Investor Jangka Panjang Mulai Borong BTC

  • Aksi jual whale tekan harga di level $70.000 hingga Q1 2026.
  • Korporasi serap 88.000+ BTC di tengah penurunan harga.
  • Rotasi ETF hambat arus masuk, sentimen institusi masih abu-abu.

Absen aplikasi + Undang Teman Dapet Hadiah Rp60 Juta!

Prediksi BTC & XRP Pasca Pengesahan RUU CLARITY

  • Harga fluktuatif di dekat level support kritis.
  • RUU CLARITY berpotensi definisikan ulang regulasi kripto AS.
  • ETF perkuat dominasi Bitcoin, namun tekan posisi XRP.

3 Meme Coin pantauan April 2026

  • BONK hindari pola bearish imbas lonjakan volume DEX Solana.
  • Keyakinan PENGU melemah, open interest anjlok 23%.
  • Pasokan SIREN terpusat (90%), muncul sinyal bearish RSI.

Baca juga: Riset Kripto 23-27 Mar 2026: Bitcoin Lesu, Krisis Minyak Global Ancam RI


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

3 Altcoin RWA Siap Meledak di April: Whale Mulai Akumulasi Masif!

Di tengah kondisi pasar altcoin yang masih tertekan, beberapa token berbasis Real World Assets (RWA) justru mulai menunjukkan sinyal positif. Kombinasi antara penguatan teknikal dan aktivitas whale membuat tiga token ini menjadi sorotan menjelang April 2026.

Stellar (XLM) mulai bentuk pola bullish

Dilaporkan BeInCrypto, Stellar menjadi salah satu token yang menarik perhatian setelah mencatat lebih dari $1,2 miliar nilai aset dunia nyata yang ditokenisasi di jaringannya. Dukungan regulasi dari SEC dan CFTC serta peluncuran produk institusional turut memperkuat posisinya.

Secara teknikal, XLM sedang membentuk pola inverse head and shoulders, yang sering dianggap sebagai sinyal pembalikan tren. Jika harga mampu menembus area $0,176 hingga $0,189, potensi kenaikan hingga sekitar 20% menuju $0,229 terbuka.

Baca Juga: Tren RWA: Altcoin Utilitas Mulai Mandiri dari Bitcoin

Zebec (ZBCN) didorong akumulasi whale

Zebec Network menjadi salah satu token dengan performa terbaik dalam 30 hari terakhir, mencatat kenaikan sekitar 14%. Kenaikan ini didukung oleh akumulasi whale yang meningkat sebesar 3,52%, menunjukkan adanya keyakinan dari investor besar.

Dari sisi teknikal, ZBCN juga menunjukkan sinyal bullish dengan potensi crossover pada indikator EMA. Jika harga mampu bertahan di atas level kunci, maka peluang kenaikan lanjutan masih terbuka.

Quant (QNT) paling solid secara teknikal

Quant menjadi token dengan struktur paling kuat di antara ketiganya. Selain mencatat kenaikan di berbagai timeframe, aktivitas whale juga menunjukkan akumulasi yang konsisten sejak akhir Maret.

Secara teknikal, QNT menunjukkan bullish divergence pada RSI serta membentuk pola cup and handle. Jika harga menembus area $84, potensi kenaikan hingga sekitar $110 bisa terjadi.

Analisa Tim Research Tokocrypto, ini setup onchain yang bersih: smart money menambah eksposur justru saat momentum bearish melemah.

“Kalau akumulasi whale bertahan dan harga mampu menembus area kunci di atas US$75,65 lalu US$84,33, QNT punya jalur paling kredibel untuk memimpin rotasi RWA di awal April,” jelasnya.

Pasar masih lemah, tapi peluang tetap ada

Meskipun ketiga token ini menunjukkan sinyal positif, kondisi pasar secara keseluruhan masih belum stabil. Oleh karena itu, pergerakan harga tetap perlu dikonfirmasi oleh peningkatan volume dan sentimen pasar yang lebih luas.

Namun, kombinasi antara adopsi aset dunia nyata, dukungan institusional, serta aktivitas whale menjadikan XLM, ZBCN, dan QNT sebagai aset yang patut diperhatikan di bulan April.

Baca juga: Rekor Baru! Dana Tokenisasi Tembus $17 Miliar, RWA Jadi Perhatian


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Ripple Gandeng Convera Perluas Pembayaran Stablecoin Global

Ripple kembali membuat gebrakan dengan menggandeng Convera, perusahaan fintech yang sebelumnya merupakan bagian dari Western Union, untuk mengembangkan sistem pembayaran lintas negara berbasis blockchain dan stablecoin.

Kerja sama ini dinilai sebagai langkah besar dalam upaya menggabungkan sistem keuangan tradisional dengan teknologi kripto.

Kolaborasi untuk percepat pembayaran global

Dikutip The Block, Convera merupakan perusahaan yang menangani lebih dari 140 mata uang di hampir 200 negara. Dengan jaringan sebesar ini, kolaborasi dengan Ripple membuka potensi besar dalam meningkatkan efisiensi pembayaran internasional.

Dalam kerja sama ini, kedua perusahaan akan menggunakan model yang disebut “stablecoin sandwich”. Artinya, transaksi dimulai dan diakhiri dalam mata uang fiat, namun menggunakan stablecoin di tengah proses untuk mempercepat dan menekan biaya transaksi.

Pendekatan ini memungkinkan perusahaan untuk memanfaatkan teknologi blockchain tanpa harus berhadapan langsung dengan kompleksitas aset kripto.

Menurut Tim Research Tokocrypto, ini cerita adopsi yang kuat karena blockchain tidak dijual sebagai produk spekulatif, tetapi sebagai rel backend untuk FX dan cross-border payments skala enterprise.

“Kalau model seperti ini berhasil, nilai praktis stablecoin akan makin jelas bagi korporasi yang mau efisiensi tanpa harus memegang aset digital secara langsung,” katanya.

Baca juga: Ripple Akuisisi Perusahaan Australia Demi Lisensi

Stablecoin jadi jembatan sistem lama dan baru

Kolaborasi ini menunjukkan tren yang semakin jelas, yaitu integrasi antara sistem pembayaran tradisional dan teknologi blockchain. Stablecoin menjadi komponen kunci karena mampu menghubungkan dua dunia tersebut secara efisien.

Ripple sendiri terus memperluas jaringan globalnya, termasuk melalui stablecoin RLUSD dan pengembangan XRP Ledger. Sebelumnya, Ripple juga terlibat dalam inisiatif bank sentral Singapura untuk menguji pembayaran lintas negara berbasis blockchain.

Langkah ini memperkuat posisi Ripple sebagai salah satu pemain utama dalam infrastruktur pembayaran digital global.

Arah baru industri keuangan mulai terlihat

Kerja sama antara Ripple dan Convera mencerminkan perubahan besar dalam industri keuangan. Perusahaan kini mulai mencari solusi yang lebih cepat, fleksibel, dan efisien untuk transaksi global, tanpa harus sepenuhnya beralih ke sistem kripto.

Dengan meningkatnya adopsi stablecoin dan dukungan dari institusi besar, masa depan pembayaran lintas negara berpotensi menjadi lebih seamless, murah, dan terintegrasi secara digital.

Kolaborasi ini menjadi sinyal bahwa transformasi sistem keuangan global tidak lagi sebatas wacana, tetapi sudah mulai terjadi secara nyata.

Baca Juga: RLUSD Jadi Kunci? Masa Depan XRPL di Tangan Stablecoin Ripple


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Aave V4 Resmi di Ethereum: Era Baru Likuiditas Terintegrasi

Aave kembali membuat gebrakan di sektor DeFi dengan meluncurkan Aave V4 secara resmi di jaringan Ethereum mainnet.

Dilansir dari Cryptobriefing, upgrade ini menghadirkan perubahan fundamental dalam cara likuiditas dikelola, sekaligus membuka potensi baru bagi pengembangan aplikasi keuangan terdesentralisasi.

Peluncuran ini menandai langkah besar Aave dalam berevolusi dari sekadar protokol lending menjadi infrastruktur likuiditas yang lebih modular dan fleksibel.

Baca Juga: Aave Perkenalkan Pembaruan Aavenomics, Apa yang Baru?

Arsitektur Hub-and-Spoke: Likuiditas Lebih Efisien

Salah satu inovasi utama dalam Aave V4 adalah penggunaan arsitektur hub-and-spoke, yang membagi likuiditas ke dalam tiga liquidity hub utama: Core, Prime, dan Plus.

Pendekatan ini memungkinkan likuiditas tidak lagi terfragmentasi dalam pool terpisah seperti pada versi sebelumnya, melainkan menjadi lapisan bersama yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai use case DeFi.

Dengan sistem ini, efisiensi modal berpotensi meningkat karena aset dapat digunakan secara lebih fleksibel di berbagai skenario, termasuk lending, borrowing, hingga strategi DeFi lanjutan.

Rollout Bertahap dengan Cap Konservatif

Meski membawa inovasi besar, Aave memilih pendekatan rollout bertahap dengan menetapkan supply dan borrow cap yang konservatif.

Strategi ini bertujuan untuk mengurangi risiko sistemik, memberikan waktu adaptasi bagi pengguna, hingga memastikan stabilitas protokol sebelum ekspansi lebih luas.

Pendekatan hati-hati ini mencerminkan fokus Aave pada keamanan dan keberlanjutan, terutama mengingat kompleksitas arsitektur baru yang diperkenalkan.

Aave Pro: Antarmuka Baru yang Lebih Canggih

Sebagai bagian dari upgrade, Aave juga memperkenalkan Aave Pro, sebuah antarmuka baru yang dirancang untuk memberikan pengalaman pengguna yang lebih komprehensif.

Melalui Aave Pro, pengguna dapat memantau interest rates secara real-time, mengelola health factor posisi mereka, dan melihat risk premium di berbagai liquidity hub.

Fitur ini menjadi penting karena arsitektur baru membawa kompleksitas tambahan, sehingga transparansi data menjadi kunci dalam pengambilan keputusan pengguna.

Transformasi Menuju Infrastruktur Likuiditas

Dengan Aave V4, protokol ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai platform pinjam-meminjam, tetapi mulai bertransformasi menjadi lapisan likuiditas bersama untuk ekosistem DeFi.

Konsep ini membuka peluang integrasi dengan berbagai aplikasi lain, termasuk derivatif on-chain, structured products, dan protokol yield optimization.

Jika berhasil, Aave dapat menjadi fondasi utama bagi berbagai inovasi finansial di blockchain.

Perspektif Industri: Upgrade Besar Tapi Bertahap

Menurut Tim riset dari Tokocrypto, peluncuran ini merupakan langkah strategis yang signifikan, namun dampaknya kemungkinan tidak instan.

“Ini upgrade besar karena Aave tidak lagi cuma mengandalkan pasar lending yang silo, tapi mulai mengubah likuiditas jadi lapisan bersama untuk use case DeFi yang lebih modular. Kalau eksekusinya mulus, AAVE bisa makin mengunci dominasi di lending onchain, tapi cap konservatif berarti ekspansi volume kemungkinan bertahap, bukan langsung meledak,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Pandangan ini menegaskan bahwa meskipun potensinya besar, pasar tetap perlu waktu untuk mengadopsi dan memvalidasi model baru ini.

Dampak ke Token AAVE

Dari sisi token, peluncuran Aave V4 berpotensi memberikan dorongan positif, terutama jika diikuti oleh peningkatan penggunaan dan likuiditas.

Namun, dengan adanya batasan awal yang konservatif, lonjakan volume kemungkinan tidak terjadi secara langsung.

Investor cenderung akan memantau beberapa indikator utama, yaitu pertumbuhan TVL di masing-masing hub, aktivitas borrowing dan lending, serta adopsi Aave Pro oleh pengguna.

Baca Juga: Harga AAVE Melonjak 22% dalam Sehari, Sentuh Level Tertinggi Baru

Peluncuran Aave V4 di Ethereum menjadi tonggak penting dalam evolusi DeFi, dengan membawa pendekatan baru dalam pengelolaan likuiditas.

Dengan arsitektur hub-and-spoke dan integrasi likuiditas, Aave berpotensi memperkuat posisinya sebagai salah satu protokol lending terbesar di industri.

Namun, dengan strategi rollout yang konservatif, dampak terhadap pasar kemungkinan akan terjadi secara bertahap, seiring meningkatnya adopsi dan kepercayaan pengguna terhadap sistem baru ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Aster Pangkas Suplai 97%: Strategi Baru Lawan Inflasi Token

Aster mengambil langkah drastis dalam mengubah struktur tokenomics dengan memangkas emisi token hingga sekitar 97%.

Keputusan ini diambil dengan menghentikan skema monthly ecosystem unlock yang sebelumnya mencapai 78,4 juta ASTER per bulan, dan menggantinya dengan model distribusi baru berbasis staking-only rewards.

Langkah ini langsung menjadi perhatian pasar karena berpotensi menciptakan tekanan suplai yang jauh lebih rendah dibandingkan sebelumnya.

Baca Juga: Aster vs Hyperliquid: Perbandingan Platform Perpetual DEX

Emisi Turun Drastis

Dalam struktur baru, distribusi token ASTER kini dibatasi hanya sekitar 450.000 ASTER per epoch mingguan.

Menurut laporan Cryptobriefing, jika dihitung dalam skala bulanan, angka ini berkisar antara 1,8 juta hingga 2,25 juta ASTER.

Bandingkan dengan model lama yang mencapai puluhan juta token per bulan, perubahan ini jelas sangat signifikan.

Penurunan emisi sebesar ini mengindikasikan tekanan jual dari token unlock berkurang drastis, inflasi token menurun tajam, sehingga potensi kelangkaan meningkat

Dalam bahasa sederhana, Aster mencoba menciptakan supply shock melalui kebijakan tokenomics yang lebih ketat.

Peralihan ke Staking-Only Rewards

Model baru ini juga menandai perubahan arah insentif dalam ekosistem Aster.

Alih-alih mendistribusikan token secara luas melalui unlock rutin, proyek kini hanya memberikan reward kepada pengguna yang aktif melakukan staking.

Pendekatan ini memiliki beberapa tujuan, seperti mendorong partisipasi jangka panjang, mengurangi spekulasi jangka pendek, dan menjaga stabilitas harga.

Namun, model ini juga membawa tantangan, terutama dalam menjaga keseimbangan antara partisipasi pengguna dan likuiditas pasar.

Dampak ke Dinamika Pasar

Pemangkasan emisi biasanya dianggap sebagai sinyal bullish karena mengurangi tekanan suplai. Dalam kasus Aster, dampaknya bisa cukup signifikan mengingat skala pemotongan yang mencapai 97%.

Beberapa efek yang mungkin terjadi akibat perubahan tokenomics ini utamanya pada harga yang berpotensi menguat akibat berkurangnya suplai baru.

Pasalnya, volatilitas menurun jika tekanan jual berkurang dan minat staking meningkat karena menjadi satu-satunya sumber reward

Namun, penting untuk dicatat bahwa pengurangan suplai saja tidak cukup untuk menjamin kenaikan harga.

Perspektif Industri: Bullish Tapi Perlu Validasi

Menurut Tim riset dari Tokocrypto, langkah ini jelas memberikan dampak positif dari sisi suplai, namun tetap membutuhkan validasi dari sisi permintaan.

“Ini perubahan tokenomics yang jelas bullish ke sisi suplai karena tekanan inflasi bulanan dipotong brutal tanpa perlu narasi muluk-muluk. Tapi pasar tetap akan menilai apakah staking-only rewards cukup buat menjaga partisipasi dan likuiditas ASTER, karena supply shock yang sehat tidak otomatis berarti demand ikut muncul,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Secara tidak langsung, keberhasilan strategi ini sangat bergantung pada respons pasar.

Tantangan: Likuiditas dan Partisipasi

Salah satu risiko utama dari model staking-only adalah potensi penurunan likuiditas di pasar.

Jika terlalu banyak token terkunci dalam staking, maka volume perdagangan bisa menurun, spread harga bisa melebar, dan akses keluar-masuk posisi menjadi lebih sulit.

Selain itu, proyek juga harus memastikan bahwa reward staking cukup menarik untuk menjaga partisipasi pengguna.

Jika tidak, ekosistem bisa mengalami penurunan aktivitas meskipun suplai berkurang.

Supply Shock vs Demand Reality

Konsep supply shock memang menarik secara teori, namun dalam praktiknya tetap harus diimbangi dengan pertumbuhan demand.

Beberapa faktor yang akan menentukan keberhasilan strategi ini antara lain adalah adopsi proyek secara keseluruhan; penggunaan token dalam ekosistem; dan kepercayaan komunitas.

Tanpa faktor-faktor tersebut, pengurangan suplai bisa jadi hanya memberikan dampak sementara.

Baca Juga: ASTER di $0,70, Aster Umumkan 0% Maker Fee untuk Semua Market

Langkah Aster memangkas emisi token hingga 97% menjadi salah satu perubahan tokenomics paling agresif dalam waktu terakhir.

Dengan beralih ke model staking-only rewards, proyek ini berusaha menciptakan ekosistem yang lebih stabil dan berorientasi jangka panjang.

Namun, seperti yang diingatkan pelaku industri, keberhasilan strategi ini tidak hanya ditentukan oleh pengurangan suplai, tetapi juga oleh kemampuan menciptakan permintaan yang berkelanjutan.

Ke depan, pasar akan memantau apakah kombinasi antara supply shock dan mekanisme staking ini mampu benar-benar meningkatkan nilai dan utilitas ASTER secara nyata.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com