Tag Archives: aset kripto

Harga Pi Network Turun ke $0,174, Tertekan Sentimen Likuiditas Tipis

Pergerakan harga Pi Network dalam 24 jam terakhir menunjukkan tekanan ringan, dengan penurunan sekitar 0,78% ke level $0,174.

Meski terlihat minor, pergerakan ini mencerminkan kondisi pasar kripto secara keseluruhan yang sedang mengalami pelemahan tipis.

Penurunan ini terjadi seiring dengan koreksi pada total kapitalisasi pasar kripto global yang turun sekitar 0,31%.

Di saat yang sama, Bitcoin sebagai aset kripto utama juga mencatat penurunan sekitar 0,53%, memperkuat indikasi bahwa pergerakan Pi lebih dipengaruhi oleh sentimen pasar secara luas dibanding faktor internal.

Dalam kondisi seperti ini, Pi Network cenderung bergerak mengikuti arah pasar (beta-driven), bukan karena adanya katalis spesifik dari proyek itu sendiri.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun 1,17% di Tengah Pasar Stabil, Minim Katalis

Pergerakan Beta: Mengikuti Arah Pasar Kripto

Fenomena yang terjadi pada Pi Network saat ini dikenal sebagai beta movement, di mana harga aset bergerak mengikuti tren pasar utama. Ketika Bitcoin dan market secara umum melemah, altcoin seperti Pi biasanya ikut terdampak.

Hal ini menunjukkan bahwa saat ini Pi Network masih memiliki korelasi tinggi terhadap pergerakan pasar kripto global.

Tanpa adanya berita besar atau update signifikan dari proyek, harga cenderung “mengalir” mengikuti sentimen makro.

Bagi investor, kondisi ini menandakan bahwa analisis terhadap Pi tidak bisa dilepaskan dari pergerakan Bitcoin dan total market cap kripto.

Likuiditas Rendah Perbesar Volatilitas

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 1 April 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 1 April 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Selain faktor pasar, Coinmarketcap melaporkan (1/4) bahwa terdapat aspek lain yang memperkuat penurunan harga Pi, yaitu likuiditas yang rendah.

Data menunjukkan rasio turnover (volume terhadap market cap) hanya berada di angka sekitar 0,00944, yang tergolong sangat rendah.

Dalam kondisi likuiditas tipis seperti ini, bahkan transaksi dengan volume kecil dapat memicu pergerakan harga yang lebih besar dari biasanya. Artinya, tekanan jual ringan saja sudah cukup untuk mendorong harga turun.

Fenomena ini cukup umum terjadi pada aset dengan volume perdagangan terbatas. Dampaknya, volatilitas menjadi lebih tinggi dan harga lebih sensitif terhadap perubahan kecil dalam aktivitas trading.

Level Support $0,17 Jadi Penentu Arah Selanjutnya

Secara teknikal, level $0,17 kini menjadi area support penting bagi Pi Network. Jika harga mampu bertahan di atas level ini, maka peluang konsolidasi dalam jangka pendek masih terbuka.

Namun, jika support tersebut ditembus, maka potensi penurunan lanjutan menuju area $0,165 menjadi skenario yang perlu diwaspadai.

Di sisi lain, untuk membalikkan tren menjadi lebih positif, Pi perlu menembus level resistensi di sekitar $0,18 secara konsisten.

Tanpa dorongan tersebut, pergerakan harga kemungkinan akan tetap berada dalam fase sideways dengan kecenderungan bearish ringan.

Sentimen Pasar Masih Dihantui Ketakutan

Indikator sentimen seperti Fear & Greed Index saat ini berada di level 30, yang menunjukkan kondisi “fear” atau ketakutan di pasar.

Angka ini menggambarkan bahwa investor masih cenderung berhati-hati dan belum siap mengambil risiko besar.

Dalam kondisi seperti ini, tekanan jual biasanya lebih dominan dibandingkan minat beli. Hal ini turut menjelaskan mengapa pergerakan Pi Network masih tertahan dan belum menunjukkan momentum kenaikan yang signifikan.

Peran Bitcoin Jadi Kunci Pergerakan Altcoin

Sebagai aset kripto utama, pergerakan tetap menjadi faktor kunci yang memengaruhi altcoin, termasuk Pi Network. Saat Bitcoin melemah, sebagian besar altcoin cenderung ikut terkoreksi.

Sebaliknya, jika Bitcoin mampu stabil (misalnya bertahan di atas level psikologis seperti $67.000) maka hal ini bisa memberikan dukungan bagi altcoin untuk membentuk dasar harga.

Karena itu, investor Pi Network disarankan untuk tidak hanya memantau pergerakan token tersebut, tetapi juga perkembangan Bitcoin dan kondisi pasar secara keseluruhan.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun 3%, Tertekan Arus Keluar ETF Bitcoin

Tekanan Ringan, Outlook Netral Cenderung Bearish

Penurunan harga Pi Network dalam 24 jam terakhir lebih mencerminkan kondisi pasar kripto yang sedang melemah secara umum, bukan karena faktor fundamental dari proyek itu sendiri.

Dengan likuiditas yang masih rendah, pergerakan harga Pi cenderung lebih sensitif terhadap perubahan kecil di pasar.

Dalam jangka pendek, arah pergerakan harga Pi Network akan sangat ditentukan oleh kemampuan harga bertahan di atas support $0,17.

Outlook saat ini netral cenderung bearish ringan dengan level kunci:

  • Support: $0,17 → $0,165
  • Resistance: $0,18

Selama belum ada katalis baru, Pi Network kemungkinan akan tetap bergerak mengikuti arah pasar kripto global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Turun $67.595, Ada Tekanan Jangka Pendek

Harga Bitcoin hari ini mengalami koreksi tipis dengan penurunan 0,53% dalam 24 jam terakhir, berada di level $67.595,78 per BTC.

Meskipun demikian, aktivitas pasar tetap tinggi dengan volume perdagangan mencapai $42,04 miliar, menandakan masih kuatnya partisipasi pelaku pasar.

Pergerakan ini mencerminkan fase konsolidasi jangka pendek, setelah sebelumnya Bitcoin sempat mencatat kenaikan dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun $66.098, Ada Apa?

Pergerakan Harian: Koreksi Sehat

Dalam 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat (1/4) bahwa Bitcoin bergerak dalam rentang harga yang cukup lebar dengan level terendah di $65.950,44 dan tertinggi di $68.495,27.

Penurunan sekitar $332 (-0,49%) menunjukkan adanya tekanan jual ringan, namun belum mengindikasikan perubahan tren besar. Bahkan, pergerakan 1 jam terakhir yang turun 0,2% mengindikasikan pasar masih relatif stabil.

Koreksi seperti ini sering dianggap sebagai bagian dari healthy pullback, terutama setelah fase kenaikan sebelumnya.

Volume Tinggi Jadi Sinyal Penting

Salah satu aspek menarik dari pergerakan hari ini adalah lonjakan volume perdagangan yang mencapai lebih dari $42 miliar.

Volume tinggi dalam kondisi harga turun biasanya mengindikasikan dua kemungkinan, yakni distribusi oleh pelaku pasar besar atau rotasi posisi jangka pendek.

Namun, volume besar juga bisa menjadi fondasi untuk pergerakan selanjutnya, baik ke atas maupun ke bawah, tergantung arah dominasi pasar.

Kinerja Campuran di Berbagai Timeframe

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 1 April 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 1 April 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika dilihat dari berbagai periode waktu, performa Bitcoin menunjukkan dinamika yang beragam:

  • 7 hari: turun 4,12%
  • 30 hari: naik 2,01%
  • 60 hari: turun 19,52%
  • 90 hari: turun 22,96%

Data ini menunjukkan bahwa meskipun ada pemulihan dalam jangka pendek, tren jangka menengah masih berada dalam fase koreksi.

Kenaikan 30 hari yang terbatas juga mengindikasikan bahwa momentum bullish belum sepenuhnya kembali.

Bitcoin saat ini masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07, atau terkoreksi sekitar 46% dari puncaknya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar masih dalam fase penyesuaian setelah siklus bullish sebelumnya.

Bagi investor jangka panjang, fase ini sering dianggap sebagai periode akumulasi, meskipun tetap disertai volatilitas tinggi.

Struktur Pasokan Tetap Solid

Dari sisi fundamental, Bitcoin tetap kuat dengan karakteristik suplai terbatas:

  • Sirkulasi saat ini: 20,01 juta BTC
  • Maksimum suplai: 21 juta BTC
  • Persentase beredar: 95,28%

Dengan sebagian besar suplai sudah beredar, tekanan inflasi sangat minimal, menjadikan Bitcoin tetap menarik sebagai aset jangka panjang.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh saat ini mencapai sekitar $1,42 triliun, mencerminkan potensi nilai maksimum.

Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

Dalam jangka pendek, beberapa level teknikal menjadi perhatian utama:

  • Support terdekat: $66.000
  • Support kuat: $64.000
  • Resistance terdekat: $68.500
  • Resistance utama: $70.000

Jika Bitcoin mampu bertahan di atas $66.000, maka peluang untuk kembali menguji resistance tetap terbuka.

Namun, jika level ini ditembus ke bawah, tekanan jual bisa meningkat menuju area support berikutnya.

Konsolidasi dengan Risiko Tekanan

Secara keseluruhan, kondisi pasar Bitcoin saat ini menunjukkan fase konsolidasi dengan risiko tekanan jangka pendek.

Penurunan tipis yang terjadi belum cukup untuk mengubah struktur pasar secara signifikan, namun tetap perlu diwaspadai sebagai tanda melemahnya momentum.

Arah Bitcoin selanjutnya akan sangat bergantung pada pergerakan volume, sentimen pasar global, dan respons terhadap level teknikal kunci.

Baca Juga: Harga Bitcoin Tembus $111.000, Sinyal Bullish Kembali Menguat

Analisa harga BTC hari ini mencerminkan koreksi ringan di tengah aktivitas pasar yang tinggi. Meskipun tren jangka pendek masih relatif stabil, tekanan jangka menengah belum sepenuhnya hilang.

Investor disarankan untuk memperhatikan level support penting serta memantau volume perdagangan sebagai indikator kekuatan tren selanjutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Sinyal Kripto 1 April 2026: Analisis Teknikal dan Proyeksi Pasar

Tokocrypto menyajikan market Sinyal Kripto edisi Rabu, 1 April 2026, yang merangkum analisis mendalam dan strategi perdagangan harian.

Edisi kali ini menyoroti tiga aset kripto dengan potensi pergerakan harga signifikan. Berdasarkan data pasar terkini dan indikator teknikal, informasi ini dirancang untuk membantu trader mengambil keputusan tepat di tengah dinamika pasar yang fluktuatif.

Rangkuman Berita Hari Ini

  1. Penggunaan Kartu Kripto Meningkat
    Penggunaan kartu kripto meningkat dari hampir nol di awal 2023 menjadi lebih dari US$100 juta per bulan. Lonjakan ini terjadi sejak November 2025.
  2. S&P 500 Naik Signifikan
    S&P 500 naik sekitar 2,5% setelah ada sinyal kemungkinan berakhirnya perang dengan jaminan. Kenaikan ini menambah sekitar US$1,4 triliun nilai pasar.
  3. Fee Bitcoin Turun ke Level Terendah
    Biaya transaksi Bitcoin turun ke sekitar 2,5 BTC per hari, terendah sejak 2011. Hal ini menunjukkan lemahnya permintaan aktivitas on-chain.
  4. Michael Burry Beri Sinyal Pasar
    Michael Burry menyatakan bahwa posisi short tidak akan bertahan selamanya. Pernyataan ini dianggap sebagai sinyal potensi perubahan arah pasar.

Pastikan untuk selalu melakukan analisis secara keseluruhan sebelum mengambil keputusan perdagangan atau trading.

XRP/USDT (🔼 +4.08%)

  • Entry : $1.3346
  • Stop Loss : $1.3078
  • Take Profit : $1.3890

XRP/USDT saat ini berada dalam fase sideways dengan indikasi breakout awal, didukung MACD yang mulai menunjukkan reversal meski tren menengah masih cenderung bearish. volume stabil mengindikasikan area ini cukup krusial, dengan peluang kenaikan  entry di 1.3346, stop loss di 1.3078, dan target take profit di 1.3890 (±4.08%).

PEPE/USDT (🔼 +7.31%)

  • Entry : $0.00000337
  • Stop Loss : $0.00000325
  • Take Profit : $0.00000361

PEPE/USDT saat ini berada di fase penentuan tren dengan pola lower high, namun ada indikasi penguatan dari MACD yang perlahan naik dan RSI di 57 yang menunjukkan demand mulai meningkat. Entry di 0.0000337, stop loss di 0.0000325, dan target take profit di 0.0000361 (±7.3%).

SAND/USDT (🔼 +5.28%)

  • Entry : $0.0749
  • Stop Loss : $0.0727
  • Take Profit : $0.0788

SAND/USDT masih dalam tren bearish (lower high), namun mulai menunjukkan potensi reversal dengan MACD yang menguat dan RSI di 55 yang menandakan tekanan buyer meningkat. entry di 0.0749, stop loss di 0.0727, dan target take profit di 0.0788 (±5.28%).

Baca juga: Strategi Dasar Crypto Futures yang Sering Digunakan Trader


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Nasabah Terbesar Prancis Kini Bisa Beli Bitcoin Langsung via Bank

Bank terbesar di Prancis, BNP Paribas, resmi menghadirkan produk kripto untuk investor ritel dengan meluncurkan enam Exchange-Traded Notes (ETNs) berbasis Bitcoin dan Ethereum mulai 30 Maret 2026.

Langkah ini menjadi terobosan penting karena membuka akses kripto bagi jutaan nasabah tanpa perlu membeli atau menyimpan aset digital secara langsung.

Investor bisa eksposur kripto tanpa pegang aset

Dilaporkan Crypto Briefing, ETN merupakan instrumen utang yang diperdagangkan di bursa dan memberikan eksposur terhadap aset tertentu melalui indeks. Dengan produk ini, investor dapat mengikuti pergerakan harga Bitcoin dan Ethereum tanpa harus memiliki koin tersebut.

Produk ini juga dirancang sesuai rbegulasi MiFID II di Eropa, yang bertujuan meningkatkan transparansi dan perlindungan investor. Artinya, akses terhadap kripto kini semakin terintegrasi dengan sistem keuangan tradisional.

Produk ETN ini akan tersedia untuk berbagai segmen nasabah, termasuk investor ritel dan private banking, dengan rencana ekspansi ke pasar internasional secara bertahap.

Menurut Tim Research Tokocrypto, ini adopsi yang serius karena salah satu bank terbesar Eropa mulai mengemas kripto ke format yang akrab bagi investor tradisional.

“Kalau distribusi ETN seperti ini berhasil, pasar Bitcoin dan Ethereum bisa dapat jalur permintaan baru dari tabungan ritel Eropa tanpa harus menunggu semua orang mau jadi native crypto user,” jelasnya.

Baca juga: Bank Dunia Lirik Aset Blockchain: Era Baru Keuangan Dimulai

Strategi jangka panjang BNP Paribas di sektor kripto

BNP Paribas bukan pemain baru dalam eksplorasi teknologi blockchain. Bank ini sebelumnya telah melakukan berbagai uji coba, termasuk dalam trade finance, settlement sekuritas, hingga tokenisasi aset.

Baru-baru ini, mereka juga menguji tokenisasi reksa dana pasar uang di jaringan Ethereum, sebagai bagian dari eksplorasi efisiensi distribusi dan operasional.

Selain itu, BNP Paribas tergabung dalam konsorsium Qivalis, yang sedang mengembangkan stablecoin berbasis euro untuk kebutuhan institusi dan ekosistem kripto, dengan target peluncuran pada akhir 2026.

Potensi arus dana besar ke pasar kripto

Langkah ini datang di tengah pertumbuhan investor ritel di Prancis yang cukup signifikan. Sekitar 2,5 juta investor aktif tercatat di pasar saham sepanjang 2025, dengan tambahan 1,6 juta investor baru dalam tiga tahun terakhir.

Dengan total simpanan likuid rumah tangga Prancis yang mencapai sekitar €2 triliun, bahkan alokasi kecil ke produk berbasis kripto berpotensi memberikan dampak besar terhadap likuiditas Bitcoin dan Ethereum.

Peluncuran ETN ini menandai fase baru integrasi kripto dengan sistem keuangan tradisional, di mana akses semakin mudah dan hambatan teknis bagi investor semakin berkurang.

Baca juga: Paxos Tak Sengaja Cetak Stablecoin $300 Triliun untuk PayPal!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Mengapa BTC Tak Lagi Anjlok Saat USD Naik?

Bitcoin menunjukkan ketahanan yang tidak biasa di tengah penguatan signifikan dolar AS sepanjang Maret 2026. Indeks Dolar AS (DXY) bahkan berhasil menembus level 100, didorong oleh kenaikan real yield dan ketegangan geopolitik global.

Dilaporkan CryptoQuant, dalam kondisi normal, penguatan dolar biasanya memberikan tekanan besar terhadap Bitcoin, seperti yang terjadi pada 2022 saat likuiditas global mengetat. Namun kali ini, pergerakan pasar menunjukkan pola yang berbeda.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kalau dulu dolar kuat cukup buat memukul BTC keras, sekarang struktur pasar terlihat lebih tebal karena ETF spot dan pool stablecoin aktif ikut menyerap tekanan risk-off.

“Itu bukan berarti BTC otomatis bullish, tapi jelas menunjukkan perubahan rezim: downside makro masih ada, namun arus modal siap deploy membuat pasar lebih tahan banting saat drawdown,” jelasnya.

Bitcoin lebih stabil di tengah tekanan makro

Meski belum menunjukkan kenaikan signifikan, penurunan harga Bitcoin relatif lebih terbatas dibandingkan siklus sebelumnya. Hal ini mengindikasikan adanya perubahan struktur pasar yang membuat Bitcoin lebih tahan terhadap tekanan makro.

Salah satu faktor utama adalah hadirnya ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat. Produk ini membuka akses bagi investor institusional untuk masuk ke pasar secara lebih konsisten, menciptakan lapisan permintaan baru yang sebelumnya tidak ada.

Dengan adanya aliran dana institusional ini, Bitcoin mulai dipandang sebagai bagian dari portofolio investasi, bukan sekadar aset spekulatif.

Baca juga: Bitcoin Masih Terjebak di Bawah $70K: Sinyal Bearish Berlanjut?

Likuiditas meningkat, modal siap masuk kapan saja

Selain itu, aktivitas stablecoin juga mengalami peningkatan signifikan. Data on-chain menunjukkan pertumbuhan jumlah alamat aktif, yang menandakan bertambahnya partisipan sekaligus likuiditas di dalam ekosistem.

Kondisi ini menciptakan “modal siap pakai” yang dapat dengan cepat masuk ke pasar saat terjadi penurunan harga. Artinya, setiap koreksi berpotensi disambut oleh aliran dana baru, sehingga menahan penurunan lebih dalam.

Struktur pasar berubah, korelasi lama mulai tidak relevan

Saat ini, Bitcoin bergerak dalam dua kekuatan utama. Di satu sisi, tekanan makro seperti suku bunga tinggi dan dolar yang kuat masih membayangi. Di sisi lain, permintaan institusional dan likuiditas internal memberikan penopang yang cukup kuat.

Perubahan ini menunjukkan bahwa hubungan klasik antara dolar dan Bitcoin mulai bergeser. Untuk memahami pergerakan pasar saat ini, analisis tidak lagi cukup hanya melihat korelasi, tetapi juga harus mempertimbangkan arus modal dan struktur likuiditas yang terus berkembang.

Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Moonbirds Umumkan Migrasi Kontrak dan Nesting 2.0, Waspadai Link Scam

Proyek NFT Moonbirds kembali menjadi sorotan setelah tim resmi mengumumkan rencana migrasi ke kontrak baru sekaligus peluncuran portal klaim untuk Nesting 2.0.

Pengumuman ini langsung memicu atensi besar di komunitas, bukan hanya karena upgrade utilitas NFT yang dijanjikan, tetapi juga karena meningkatnya risiko phishing dan scam yang kerap menyertai fase transisi seperti ini.

Melalui kanal resminya, tim Moonbirds menegaskan bahwa saat ini belum ada link klaim atau migrasi yang live.

Mereka secara eksplisit memperingatkan holder untuk tidak mengklik tautan apa pun yang beredar di luar sumber resmi. Satu-satunya rujukan valid hanyalah akun X @moonbirds dan Discord resmi Moonbirds.

Langkah tegas ini diambil untuk meminimalkan potensi eksploitasi oleh pihak tak bertanggung jawab yang biasanya memanfaatkan momen migrasi kontrak sebagai celah untuk menipu pengguna.

Baca Juga: Azuki dan BAYC Jadi Koleksi NFT Peringkat Teratas di Tahun 2022

Migrasi Kontrak: Langkah Strategis untuk Keamanan Jangka Panjang

Migrasi kontrak pintar bukanlah hal sepele dalam ekosistem NFT.

Proses ini biasanya dilakukan untuk meningkatkan keamanan, efisiensi, atau menambahkan fitur baru yang tidak dapat diimplementasikan secara optimal di kontrak lama.

Dalam konteks Moonbirds, migrasi ini disebut sebagai bagian penting dari persiapan Nesting 2.0, sebuah pembaruan besar yang diharapkan membawa peningkatan signifikan pada mekanisme dan utilitas NFT mereka.

Terkait pengumuman ini, Tim Research Tokocrypto menilai bahwa langkah ini memiliki implikasi strategis yang kuat.

Langkah migrasi kontrak ini krusial untuk keamanan jangka panjang holder, namun fase transisi ini sangat rawan eksploitasi scammer. Holder wajib ekstra waspada (double-check via Discord).”

“Pembaruan ‘Nesting 2.0’ mengindikasikan upgrade utilitas NFT yang mungkin meningkatkan value retensi bagi holder lama,” Tim Research Tokocrypto menjelaskan.

Pernyataan ini menegaskan dua hal penting: migrasi kontrak membawa potensi nilai tambah, namun sekaligus menghadirkan risiko tinggi jika holder tidak berhati-hati.

Nesting 2.0 dan Potensi Upgrade Utilitas

Sejak awal, fitur Nesting menjadi salah satu identitas utama Moonbirds, di mana NFT yang “di-nest” menunjukkan komitmen jangka panjang holder dan kerap dikaitkan dengan reward atau utilitas tertentu.

Dengan hadirnya Nesting 2.0, komunitas berspekulasi bahwa Moonbirds tengah menyiapkan mekanisme baru yang lebih relevan dengan dinamika pasar NFT saat ini.

Upgrade ini diyakini akan berfokus pada peningkatan utilitas, kemungkinan mencakup integrasi ekosistem, reward berbasis partisipasi, atau fungsi baru yang mendorong holder untuk mempertahankan NFT mereka dalam jangka panjang.

Jika dieksekusi dengan tepat, Nesting 2.0 dapat memperkuat value retention dan menegaskan posisi Moonbirds sebagai proyek NFT yang tidak hanya mengandalkan hype visual, tetapi juga fungsionalitas.

Ancaman Phishing di Fase Transisi

Namun, di balik optimisme tersebut, tim Moonbirds menekankan bahwa periode menjelang migrasi adalah momen paling rawan.

Dalam banyak kasus sebelumnya, scammer memanfaatkan antusiasme komunitas dengan menyebarkan link palsu yang meniru situs resmi, bertujuan mencuri aset atau menguras wallet korban.

Karena itu, Moonbirds meminta komunitas untuk menerapkan prinsip “verify before interact”. Artinya, setiap informasi atau link harus diverifikasi langsung melalui akun X resmi atau Discord mereka. Tidak ada DM, situs mirror, atau link “bocoran” yang dapat dianggap valid.

Bagi holder, kewaspadaan bukan hanya soal menjaga aset pribadi, tetapi juga menjaga kesehatan ekosistem secara keseluruhan. Satu insiden besar dapat berdampak pada reputasi proyek dan kepercayaan pasar.

Apa yang Perlu Dilakukan Holder Sekarang?

Pada tahap ini, tindakan terbaik adalah menunggu pengumuman resmi. Jangan terburu-buru mencari link migrasi atau klaim.

Pastikan notifikasi aktif di akun X Moonbirds dan pantau Discord resmi mereka. Hindari berinteraksi dengan smart contract yang mengatasnamakan Moonbirds sebelum ada konfirmasi publik.

Di sisi lain, pengumuman migrasi dan Nesting 2.0 memberi sinyal bahwa Moonbirds masih aktif mengembangkan produknya, sesuatu yang krusial di tengah pasar NFT yang semakin selektif.

Baca Juga: 3 Altcoin NFT Ini Kuasai Pasar dan Cetak Kapitalisasi Raksasa

Migrasi kontrak dan kehadiran Nesting 2.0 menandai fase penting dalam evolusi Moonbirds. Potensi upgrade utilitas dapat menjadi katalis positif bagi holder jangka panjang.

Namun, fase ini juga membuka ruang besar bagi scam. Bagi komunitas, kunci utamanya sederhana namun krusial: hanya percaya pada kanal resmi, dan selalu lakukan double-check sebelum bertindak.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ondo Finance Kantongi Izin UE: Saham dan ETF Kini Ditokenisasi

Perkembangan besar kembali terjadi di sektor Real World Assets (RWA).

Ondo Finance resmi mendapatkan persetujuan regulator Uni Eropa untuk mendaftarkan batch pertama saham dan ETF yang ditokenisasi, termasuk produk seperti QQQon dan TSLAon.

Persetujuan yang juga diumumkan via akun resmi X Ondo Finance ini divalidasi oleh regulator Liechtenstein, memungkinkan produk tersebut memperoleh hak “passporting” untuk dapat diakses secara legal di seluruh wilayah Uni Eropa (EU) dan European Economic Area (EEA).

Artinya, sekitar 500 juta investor di kawasan Eropa kini berpotensi mendapatkan akses langsung ke pasar modal Amerika Serikat melalui infrastruktur blockchain.

Baca Juga: SEC Hentikan Investigasi Ondo Finance, Roadmap Baru Siap Dirilis

Apa Itu Saham dan ETF Tokenisasi?

Tokenisasi saham dan ETF merupakan proses representasi aset tradisional, seperti saham perusahaan publik atau ETF, ke dalam bentuk token digital berbasis blockchain.

Dalam kasus Ondo Finance, produk seperti QQQon merujuk pada ETF berbasis indeks Nasdaq-100, sementara TSLAon merepresentasikan saham Tesla yang terdaftar di bursa AS.

Melalui tokenisasi ini, investor dapat mengakses pasar saham AS tanpa perantara tradisional yang kompleks; bertransaksi dengan settlement lebih cepat; dan mendapatkan fleksibilitas integrasi dengan protokol DeFi.

Model ini menjadi jembatan antara pasar keuangan tradisional dan ekosistem kripto.

Validasi Regulasi dan Hak Paspor Uni Eropa

Persetujuan dari regulator Liechtenstein menjadi kunci penting dalam ekspansi ini.

Sebagai bagian dari sistem regulasi Eropa, lisensi yang divalidasi di satu negara anggota dapat memberikan hak paspor untuk menawarkan layanan di seluruh EU dan EEA.

Dengan mekanisme ini, Ondo tidak perlu mengajukan izin ulang di setiap negara anggota. Hal ini mempercepat ekspansi dan membuka akses ke pasar ritel dan institusional di seluruh Eropa.

Langkah ini juga menunjukkan bahwa model tokenisasi aset semakin diterima dalam kerangka hukum yang jelas dan terstruktur.

Dorongan Besar untuk Narasi RWA

Tim Research Tokocrypto menyebut persetujuan ini sebagai momentum besar bagi sektor Real World Assets.

“Ini adalah langkah masif bagi narasi RWA. Dengan persetujuan ini, Ondo membuka pintu bagi 500 juta investor di Eropa untuk berinvestasi di pasar modal AS via blockchain secara legal, yang berpotensi memicu lonjakan likuiditas ke protokol mereka,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Narasi RWA sendiri menjadi salah satu tema paling kuat dalam siklus kripto terbaru. Tokenisasi obligasi pemerintah, surat utang korporasi, hingga saham publik dinilai sebagai evolusi berikutnya dari DeFi.

Dampak terhadap Likuiditas dan Ekosistem DeFi

Dengan akses legal bagi investor Eropa, Ondo berpotensi mengalami peningkatan:

  1. Arus Modal Baru – Investor tradisional yang sebelumnya ragu karena ketidakjelasan regulasi kini memiliki jalur yang sah.
  2. Likuiditas Protokol – Tokenisasi saham populer seperti Tesla dan ETF Nasdaq dapat menarik volume perdagangan signifikan.
  3. Integrasi DeFi – Aset tokenisasi dapat digunakan sebagai jaminan (collateral) dalam berbagai protokol keuangan terdesentralisasi.

Jika likuiditas meningkat, ekosistem DeFi secara keseluruhan dapat memperoleh manfaat dari aliran modal lintas batas yang lebih efisien.

Posisi Strategis Eropa dalam Adopsi Kripto

Uni Eropa dalam beberapa tahun terakhir dikenal progresif dalam membangun kerangka regulasi aset digital, termasuk melalui regulasi MiCA (Markets in Crypto-Assets).

Persetujuan terhadap produk tokenisasi Ondo menunjukkan bahwa regulator Eropa tidak hanya fokus pada pengawasan, tetapi juga membuka ruang inovasi.

Hal ini menempatkan Eropa sebagai salah satu kawasan paling ramah terhadap integrasi blockchain dan pasar keuangan tradisional.

Risiko dan Tantangan

Meski peluang besar terbuka, terdapat beberapa tantangan:

  • Fluktuasi harga saham dasar tetap berlaku pada token
  • Risiko kustodian dan smart contract
  • Ketergantungan pada kepatuhan lintas yurisdiksi

Namun dengan validasi regulator dan kerangka hukum yang jelas, risiko tersebut dinilai lebih terkelola dibanding model tokenisasi tanpa izin.

Baca Juga: Ondo x Chainlink Buka Era Baru, Token Saham AS Bisa Jadi Jaminan

Persetujuan Uni Eropa terhadap Ondo Finance untuk meluncurkan saham dan ETF tokenisasi menandai babak baru integrasi pasar modal tradisional dengan blockchain.

Dengan hak paspor di seluruh EU dan EEA, akses terhadap pasar saham AS kini semakin terbuka bagi 500 juta investor Eropa melalui infrastruktur digital.

Langkah ini tidak hanya memperkuat posisi Ondo dalam sektor RWA, tetapi juga mempertegas bahwa tokenisasi aset dunia nyata bukan lagi eksperimen — melainkan bagian dari evolusi sistem keuangan global berbasis blockchain.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

ERC-8004 Gelar Agentic Brunch: Integrasi AI dan DeFi di Filecoin.

Komunitas builder ERC-8004 menggelar acara bertajuk Agentic Brunch di San Francisco, Amerika Serikat, sebagaimana dilaporkan Coinmarketcal pada Kamis (26/2).

Agenda ini menjadi forum diskusi teknis bagi para pengembang dan pelaku industri untuk membahas perkembangan agen AI, konsep Agentic Finance, serta integrasi gaming di atas jaringan Filecoin dan ekosistem Ethereum, pasca peluncuran mainnet ERC-8004.

Acara ini menegaskan semakin kuatnya narasi konvergensi antara kecerdasan buatan (AI) dan keuangan terdesentralisasi (DeFi), terutama dalam membangun infrastruktur yang memungkinkan agen AI bertindak sebagai entitas ekonomi otonom di atas blockchain.

Baca Juga: Filecoin Resmi Luncurkan Onchain Cloud di Mainnet, Harga Akan Naik?

Fokus pada Agen AI dan Agentic Finance

Dalam diskusi teknis tersebut, para builder menyoroti bagaimana agen AI dapat beroperasi secara mandiri untuk melakukan transaksi, mengelola likuiditas, hingga berpartisipasi dalam protokol DeFi tanpa intervensi manusia secara langsung.

Konsep ini dikenal sebagai Agentic Finance, yakni model keuangan baru di mana agen cerdas dapat menjadi aktor ekonomi aktif di jaringan blockchain.

ERC-8004 sendiri dirancang sebagai standar atau kerangka kerja yang memungkinkan interaksi lebih terstruktur antara agen AI dan smart contract.

Dengan hadirnya mainnet ERC-8004, pengembang kini memiliki fondasi teknis untuk membangun aplikasi berbasis AI yang dapat memanfaatkan transparansi, keamanan, serta interoperabilitas blockchain.

Tak hanya itu, diskusi juga mencakup potensi integrasi sektor gaming, di mana agen AI dapat berperan dalam ekonomi game berbasis blockchain, mulai dari pengelolaan aset digital hingga interaksi dinamis dengan pemain lain dalam ekosistem terdesentralisasi.

Filecoin dan Ethereum Jadi Fondasi Infrastruktur

Pemilihan jaringan Filecoin dan Ethereum sebagai basis pengembangan bukan tanpa alasan.

Ethereum dikenal sebagai pelopor smart contract dan DeFi, sementara Filecoin menyediakan infrastruktur penyimpanan terdesentralisasi yang dapat mendukung kebutuhan data skala besar untuk aplikasi AI.

Kombinasi keduanya dinilai relevan untuk membangun ekosistem AI on-chain yang lebih matang.

Penyimpanan data model AI, log transaksi agen, hingga integrasi dengan protokol DeFi dapat berjalan dalam satu ekosistem yang saling terhubung.

Menurut Tim Research Tokocrypto, acara ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat arah pengembangan teknologi di sektor kripto.

“Acara ini memperkuat narasi konvergensi antara AI dan DeFi (Agentic Finance) di ekosistem Filecoin. Meskipun dampaknya terhadap harga FIL mungkin minimal karena bersifat networking, ini menunjukkan perkembangan infrastruktur AI yang semakin matang di atas blockchain,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Dampak terhadap Harga FIL

Secara jangka pendek, event seperti Agentic Brunch umumnya tidak memberikan dampak langsung terhadap harga token, termasuk Filecoin (FIL). Pasalnya, acara ini lebih bersifat networking dan diskusi teknis ketimbang pengumuman produk besar atau kemitraan strategis berskala luas.

Namun, dalam jangka menengah hingga panjang, penguatan narasi AI di atas blockchain berpotensi meningkatkan daya tarik ekosistem Filecoin sebagai infrastruktur pendukung aplikasi berbasis data dan agen otonom.

Tren global saat ini menunjukkan meningkatnya minat terhadap integrasi AI dan blockchain.

Jika adopsi Agentic Finance berkembang pesat, jaringan yang lebih dulu menyediakan fondasi teknis yang kuat berpotensi mendapatkan keuntungan dari sisi utilitas dan adopsi.

Konvergensi AI dan Blockchain: Tren yang Semakin Nyata

Beberapa bulan terakhir, wacana tentang AI Agents dan ekonomi otonom menjadi topik hangat di kalangan pengembang Web3.

Agen AI tidak lagi sekadar alat bantu, tetapi mulai diproyeksikan sebagai entitas yang mampu mengambil keputusan ekonomi, melakukan pembayaran, hingga berkoordinasi lintas protokol.

Konsep ini membuka kemungkinan baru, seperti agen AI yang mengelola portofolio DeFi secara otomatis; sistem gaming dengan karakter AI yang memiliki dompet kripto sendiri; dan protokol keuangan yang berinteraksi langsung dengan model AI untuk manajemen risiko.

Dengan peluncuran mainnet ERC-8004, langkah konkret menuju realisasi visi tersebut mulai terlihat.

Baca Juga: Harga Filecoin Naik 53%, Reli di Tengah Tekanan Pasar Kripto

Acara Agentic Brunch yang digelar komunitas ERC-8004 di San Francisco menjadi sinyal kuat bahwa integrasi AI dan DeFi bukan sekadar wacana, melainkan arah pengembangan nyata di industri blockchain.

Fokus pada agen AI, Agentic Finance, dan integrasi gaming di atas Filecoin dan Ethereum menunjukkan kematangan infrastruktur yang semakin berkembang.

Meski dampak harga FIL dalam jangka pendek kemungkinan terbatas, penguatan ekosistem dan kolaborasi teknis seperti ini berpotensi menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan jangka panjang.

Dalam lanskap kripto yang terus berevolusi, konvergensi AI dan blockchain bisa menjadi salah satu tema dominan dalam siklus berikutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Cara Kerja Perpetual Futures Crypto: Funding Rate dan Mekanismenya

Perpetual futures menjadi salah satu instrumen yang paling sering digunakan dalam trading kripto. Berbeda dengan futures biasa, kontrak ini tidak memiliki tanggal kedaluwarsa, sehingga trader bisa menahan posisi selama yang diinginkan.

Namun, karena tidak adanya kadaluarsa ini, muncul satu mekanisme penting yang menjaga harga tetap stabil dan mendekati harga pasar, yaitu funding rate.

Lalu, bagaimana sebenarnya cara kerja funding rate dalam perpetual futures? Yuk simak penjelasannya!

Apa Itu Funding Rate dan Bagaimana Mekanismenya?

Funding rate adalah biaya periodik yang dilakukan antar trader yang memegang posisi long dan short untuk menjaga harga kontrak tetap selaras dengan harga pasar spot.

Jika harga perpetual lebih tinggi dari harga spot, funding menjadi positif dan trader long membayar trader short. Sebaliknya, jika harga perpetual lebih rendah dari spot, funding menjadi negatif dan trader short membayar trader long. Mekanisme timbal balik ini memastikan harga perpetual tidak melenceng jauh dari harga aset dasarnya.

Funding rate ini memiliki nominal yang terlihat kecil. Misalnya, funding rate sebesar 0,03%  tetapi pada posisi dengan leverage 10× yang ditahan selama beberapa minggu, biaya ini bisa diam-diam menguras modal yang kamu miliki meski posisi terlihat untung.

Bayangkan kamu membuka posisi long dengan modal Rp25.000.000 menggunakan leverage 20×. Jika funding rate sebesar 0,03% setiap 8 jam, maka:

  • Biaya per 8 jam = 0,03% × Rp25.000.000 = Rp7.500
  • Biaya per hari (3 siklus 8 jam) = Rp7.500 × 3 = Rp22.500
  • Biaya per minggu (7 hari) = Rp22.500 × 7 = Rp157.500

Jadi, hanya untuk mempertahankan posisi selama seminggu, kamu bisa kehilangan sekitar Rp157 ribu, meski harga BTC tidak bergerak sama sekali.

Bagaimana Funding Rate Mempengaruhi Trader?

Karena perhitungan funding mempertimbangkan besarnya leverage, funding rate bisa sangat memengaruhi untung-rugi. Dengan leverage tinggi, trader yang harus membayar funding bisa merugi bahkan di pasar dengan volatilitas rendah, hingga berisiko likuidasi.

Sebaliknya, menerima pembayaran funding bisa sangat menguntungkan, terutama di pasar yang bergerak dalam pergerakan harga yang sempit. Intinya, funding rate dirancang untuk mendorong trader mengambil posisi yang menjaga harga kontrak perpetual tetap sejalan dengan harga spot.

Korelasi dengan Sentimen Pasar

Secara historis, funding rate kripto cenderung berkorelasi dengan tren aset dasarnya. Dikutip dari Binance, korelasi ini bukan berarti funding rate menggerakkan harga spot, melainkan sebaliknya: funding rate mencerminkan arah pasar.

Contoh funding rate Bitcoin. Sumber: CryptoQuant.

Contohnya, dari data di atas, menunjukkan funding rate turun seiring harga BTC yang melemah. Funding rate yang masih tinggi saat BTC mengalami penurunan mencerminkan keyakinan pasar akan potensi kenaikan kembali, hingga akhirnya banyak yang sadar biaya funding yang meningkat, dan harga futures kembali selaras dengan spot.

Kamu bisa mengetahui lebih lengkap perbandingan funding rate di berbagai exchange, melalui situs seperti Glassnode atau CryptoQuant.

Mekanisme Pembayaran Funding Rate

Pembayaran funding rate biasanya dilakukan setiap 8 jam tergantung platform yang kamu gunakan. 

Kondisi Pasar Funding Rate Siapa Membayar Siapa?
Bullish kuat (Perpetual > Spot) Positif Long bayar Short
Bearish kuat (Perpetual < Spot) Negatif Short bayar Long

Sederhananya:

  • Jika harga perpetual lebih tinggi dari harga spot → trader long membayar trader short.
  • Jika harga perpetual lebih rendah dari harga spot → trader short membayar trader long.

Pembayaran ini dihitung berdasarkan nilai posisi yang kamu miliki. Contoh sederhana:

  • Posisi long BTC/USDT senilai $10.000.
  • Funding rate +0,01% (positif).
  • Kamu membayar $1 ke trader short setiap 8 jam, dikalikan leverage yang kamu miliki. Maka jika kamu memiliki leverage 10x kamu harus membayar $10.

Seperti contoh perhitungan yang sudah diungkapkan pada sub judul sebelumnya, meskipun perhitungan ini terlihat kecil jika posisi ditahan berhari-hari atau berminggu-minggu, biaya ini tentunya bisa menumpuk hingga ratusan dolar. Banyak juga yang tidak sadar kalau:

  • Biaya ini menumpuk seiring waktu: Persentase kecil yang diperbesar oleh leverage bisa diam-diam menggerus margin.
  • Funding rate mencerminkan perilaku pasar: Lonjakan funding menandakan posisi long terlalu penuh, sering kali jadi sinyal pembalikan arah.
  • Funding rate bisa berubah cepat: Dalam hitungan jam, funding bisa berbalik dari positif ke negatif, membuat trader yang lengah terkena dampak besar.

Kesimpulan

Perpetual futures menawarkan fleksibilitas karena tidak memiliki tanggal kadaluarsa, tetapi sebagai gantinya menggunakan mekanisme funding rate untuk menjaga keseimbangan harga dengan pasar spot.

Memahami cara kerja funding rate, margin, dan likuidasi menjadi kunci sebelum menggunakan instrumen ini dalam trading. Semoga dengan pemahaman yang lebih baik, trader dapat memanfaatkan peluang yang ada sekaligus mengelola risiko dengan lebih bijak.

Apa pun strategi yang digunakan, selalu berhati-hati dalam mengambil keputusan trading dan pastikan menggunakan exchange terpercaya seperti Tokocrypto yang telah terdaftar resmi, serta berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.


Investasi dan trading crypto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset crypto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Sumber:

Binance: What Is Futures Funding Rate And Why It Matters
Investopedia: Understanding Perpetual Futures: A Guide for Cryptocurrency Traders
Leverate Trading: Funding Rates in Crypto Futures: Hidden Costs & Risk Explained



Sumber : news.tokocrypto.com

Minat Institusi Melemah dan Indikator Negatif

Pergerakan terbaru XRP menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam dinamika pasar, terutama dari sisi permintaan institusional. Hal ini terlihat dari indikator Coinbase Premium yang kini berbalik ke zona negatif.

Indikator premium berubah arah, sinyal permintaan melemah

Indikator Coinbase vs Binance Price Premium sebelumnya berada di zona positif, yang berarti harga XRP di Coinbase lebih tinggi dibanding Binance. Kondisi ini umumnya mencerminkan tingginya permintaan dari investor institusional dan pasar Amerika Serikat.

Pada periode 10 hingga 22 Maret, premium sempat stabil di kisaran +0,04 hingga +0,05, seiring harga XRP yang bertahan di atas $1,35 hingga $1,40. Namun, sejak 23 Maret, indikator ini mulai mengalami penurunan secara bertahap hingga akhirnya menyentuh -0,0364.

Dilaporkan CryptoQuant, perubahan ini menunjukkan bahwa harga XRP di Coinbase kini lebih rendah dibandingkan Binance, menandakan adanya penurunan minat beli atau meningkatnya tekanan jual di platform tersebut.

Baca juga: Sinyal Tersembunyi XRP: Awal dari Tren Bullish?

Likuiditas bergeser, tekanan pasar meningkat

Peralihan premium ke zona negatif sering kali diartikan sebagai sinyal awal perubahan tren pasar. Dalam konteks ini, kondisi tersebut mengindikasikan melemahnya permintaan dari investor institusional.

Di sisi lain, harga XRP yang relatif lebih tinggi di Binance menunjukkan adanya peningkatan aktivitas dari investor ritel, terutama di luar pasar Amerika Serikat. Hal ini mengindikasikan bahwa likuiditas mulai bergeser dari institusi ke pasar ritel global.

Kondisi ini juga memperlihatkan bahwa momentum yang sebelumnya kuat di pertengahan Maret mulai kehilangan tenaga, dengan penurunan yang terjadi secara konsisten dalam beberapa hari terakhir.

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 30 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 30 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kalau Coinbase Premium XRP masuk negatif, itu biasanya bukan noise receh tapi tanda minat institusional mulai loyo.

“Saat dorongan harga berpindah dari tangan institusi ke retail offshore, struktur on-chain XRP jadi lebih rapuh dan lebih rawan kena tekanan jual lanjutan,” ujarnya.

Potensi tekanan harga dalam jangka pendek

Masuknya indikator premium ke zona negatif sering dikaitkan dengan potensi tekanan harga lanjutan atau fase koreksi. Hal ini terjadi karena berkurangnya dukungan dari investor besar yang biasanya menjadi penggerak utama pasar.

Jika tren ini berlanjut, XRP berpotensi menghadapi tekanan harga dalam jangka pendek, terutama jika tidak diimbangi dengan peningkatan permintaan dari sisi lain.

Untuk saat ini, pergerakan indikator tersebut menjadi sinyal penting bahwa pasar XRP sedang mengalami perubahan struktur, dengan melemahnya peran institusi dan meningkatnya dominasi aktivitas ritel di pasar global.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com