Tag Archives: blockchain

Wacana Pemilu Berbasis Blockchain Kembali Dibahas di Indonesia

Teknologi blockchain kini sudah jauh lebih berkembang dan maju pertumbuhannya dibanding lima tahun lalu. Saat ini di Indonesia, blockchain sedang menjadi topik perbincangan karena memiliki berbagai manfaat, salah satunya yaitu pemilu berbasis blockchain.

CEO Decentralized Bio Network (DAOGenics, Ltd), Pandu Sastrowardoyo, mengungkap blockchain saat ini sedang naik daun karena perbincangan banyak pihak, terutama setelah pembahasan tentang NFT sebagai salah satu produk dari teknologi baru tersebut.

Lebih lanjut, Pandu menjelaskan secara umum, blockchain adalah buku besar digital yang memungkinkan orang untuk mentransfer data peer-to-peer, dengan mendistribusikan database ke beberapa titik tanpa memerlukan satu server.

“Blockchain dapat didefinisikan sebagai teknologi yang memungkinkan pertukaran data terjadi tanpa menggunakan pihak ketiga dalam proses transaksi,” katanya dalam siaran pers yang diterima TokoNews.

Pandu Sastrowardoyo, CEO Decentralized Bio Network (Debio.network). Foto: Dok. Angin.
Pandu Sastrowardoyo, CEO Decentralized Bio Network (Debio.network). Foto: Dok. Angin.

Baca juga: Apa Itu Web3: Konsep Baru Internet di Masa Depan

Pemilu Berbasis Blockchain

Pertukaran data yang transparan, aman dan cepat membuat teknologi blockchain dianggap cocok untuk membantu proses pemilu di Indonesia. Ide pemilu berbasis blockchain belum lama ini muncul ke publik, namun kembali ramai diperbincangkan di Indonesia.

Dr. Andry Alamsyah, S.Si, M.Sc selaku anggota kehormatan Asosiasi Blockchain Indonesia (A-B-I) mengatakan digitalisasi proses pemilu ini secara khusus akan dibuat dalam bentuk e-Voting. Nantinya, jika sistem e-Voting resmi diterapkan pada pemilu nasional, maka akan menghilangkan kebutuhan akan tempat pemungutan suara (TPS) dan peran tim khusus pemilu. Skema e-voting berbasis blockchain juga diklaim memiliki banyak keuntungan.

“Ide pemilu berbasis blockchain ini cukup bagus karena dapat memangkas biaya, di mana tidak perlu mencetak kertas untuk melakukan pemilu, apalagi di masyarakat saat ini sudah sangat familiar dengan smartphone. Sehingga pemilu berbasis blockchain ini bisa membuatnya lebih mudah bagi masyarakat,” kata Andry.

“Sistem e-Voting ini juga bisa langsung diterapkan, apalagi sudah banyak yang mengetahui dan melihat ke arahnya, namun yang perlu diperhatikan adalah kesiapan teknik dan pengembangan berbasis blockchain. sistem pemilihan itu sendiri.”

sistem e-Voting
Ilustrasi sistem e-Voting.

Baca juga: Persija Rilis Fan Token Kripto untuk Penggemarnya

Kesenjangan Digital Jadi Hambatan

Senada dengan Andy, Ir. Budi Rahardjo Msc., PhD sebagai praktisi IT dan anggota kehormatan A-B-I juga menyampaikan saat ini kebanyakan orang fokus pada aset kripto, sementara e-Voting adalah implementasi Blockchain yang sempurna di Indonesia.

“Sayangnya, kesenjangan digital masih menjadi masalah di Indonesia, sehingga akan ada implementasi hybrid, berbasis online dan offline. Pemilihan berbasis blockchain ini sangat aman, karena blockchain menggunakan pencatatan multi server dan terdesentralisasi, sehingga semua pencatatan tidak hanya dilakukan pada satu server saja, tetapi semua server dalam jaringan blockchain. Jadi kalau salah satu server down, tidak akan mempengaruhi server lain atau data di dalamnya,” tutur Budi.

Soal keamanan, menurut Budi, perekaman di blockchain itu dilakukan di semua server, bukan hanya satu server. Jika mau diretas, hacker harus meretas setidaknya 50% plus satu dari total jumlah server. Jadi, jika ada satu juta komputer di blockchain, peretas harus meretas setidaknya 500 ribu plus satu komputer untuk memanipulasi data.

Asih Karnengsih, Ketua Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI).
Asih Karnengsih, Ketua Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI).

Baca juga: Potensi Aset Kripto dan NFT di Rumah Tangga hingga Industri Olahraga

Bisakan Pemilu 2024 Pakai Sistem Blockchain?

Ketua Asosiasi Blockchain Indonesia, Asih Karnengsih, mengatakan belum memungkinkan untuk menerapkan sistem e-Voting dengan teknologi blockchain pada tahun 2024 mendatang. Menurutnya, Indonesia perlu menyiapkan pengamanan partisipasi pemilu jarak jauh yang baik, hingga kecepatan perekaman voting.

“Untuk tahap awal, infrastruktur basis ‘pemilu blockchain’ ini tentunya akan memakan biaya. Kita harus kembali melihat kesiapan dari pihak penyelenggara dan juga kita sebagai pemilih, dari segi infrastruktur, diperlukan personel yang kompeten dalam membangun infrastruktur blockchain yang melibatkan banyak pemangku kepentingan, kemudian biaya juga harus diperhitungkan dalam pelaksanaannya. Pembentukan infrastruktur ini, yang pasti tidak murah,” jelas Asih.

Lebih lanjut, Asih menjelaskan bahwa teknologi blockchain tidak hanya berfungsi dalam menciptakan sistem e-Voting, NFT, atau kripto yang saat ini sedang ramai diperbincangkan oleh masyarakat umum, namun blockchain memiliki banyak manfaat lain yang bisa dimaksimalkan di bidang dan berbagai sektor lainnya.



Sumber : news.tokocrypto.com

Masih Ragu Trading? Ini 3 Keuntungan Memiliki Bitcoin

Saat ini ada berbagai jenis instrumen investasi yang dapat dipilih untuk dapat memberikan keuntungan. Masing-masing instrumen investasi tersebut memiliki tingkat resiko yang berbeda. Hal itu dapat dilihat dari prinsip investasi, semakin tinggi tinggi resiko investasi akan berbanding lurus dengan potensi keuntungannya. Maka dari itu, penting untuk mengenali keuntungan memiliki bitcoin secara mendalam dan memilih instrumen investasi yang sesuai untuk anda.

Keuntungan Memiliki Bitcoin

Salah satu instrumen investasi yang saat ini sedang menjadi tren khususnya di Indonesia adalah investasi di mata uang kripto atau cryptocurrency. Teknologi blockchain yang terdapat pada sistem cryptocurrency membuat investasi dalam mata uang kripto akan sepenuhnya aman. Blockchain sendiri merupakan teknologi sistem database yang memiliki karakter data identik unik yang disimpan di banyak ditempat secara digital dan bersifat immutable (tidak bisa diubah dan dihapus).

Salah satu mata uang kripto yang  sedang banyak diperbincangkan adalah bitcoin. Harga bitcoin yang terus menerus naik sejak awal ditemukannya pada 2009, menjadi hal yang membuat banyak investor tertarik untuk berinvestasi di mata uang kripto tersebut. Selain itu, ada beberapa keuntungan memiliki bitcoin ataupun berniat untuk investasi bitcoin, diantaranya:

1. Kenaikan Harga 

Hal yang menjadi daya tarik utama adalah kenaikan harga bitcoin yang tinggi. Nilai bitcoin pada akhir 2017 lalu, sempat mencapai valuas sebesar Rp.275 Juta untuk 1 bitcoin. Nilai tersebut menjadi nilai yang paling tinggi untuk bitcoin selama ini. Hal tersebut dikarenakan banyaknya permintaan pasar terhadap bitcoin.

2. Kebebasan dan Kecepatan

mayoritas mata uang kripto salah satunya bitcoin menggunakan teknologi blockchain tanpa melibatkan pihak ketiga dalam hal ini perbankan. Dengan demikian, tidak ada aturan yang akan berpotensi menghambat proses payment atau transaksi. Sehingga anda bisa mengirimkan dana secara cepat dan bebas dari aturan-aturan yang biasanya dilakukan oleh bank.

3. Menghindari pemalsuan uang

Salah satu masalah dari penggunaan uang kertas ataupun kartu kredit adalah pencurian dan pemalsuan. Dengan sistem blockchain yang sudah dijelaskan di atas anda akan terbebas dari  pemalsuan dan pencurian uang kripto anda.

Keuntungan Bergabung Dengan Tokocrypto

Dengan tiga keuntungan memiliki bitcoin tersebut anda dapat memaksimalkan untuk dapat berinvestasi dalam mata uang kripto khususnya bitcoin. Anda dapat memulai berinvestasi mata uang kripto bersama Tokocrypto. Sebagai platform exchange terdepan di Indoensia, Tokocyrpto juga menyediakan berbagai wadah untuk para trader untuk  mencari informasi. Contohnya seperti komunitas online yang ada pada group telegram. Ada beberapa keuntungan jika kamu bergabung dalam grup tersebut, diantaranya:

1. Sharing pengalaman dari Trader Lain

Pada group komunitas trader ini terdapat trader-trader yang sudah profesional yang sudah berpengalaman di dunia trader aset kripto. Kesempatan berkomunikasi langsung dengan trader seperti ini tentu menjadi kesempatan berharga yang tak bisa Anda dapatkan jika trading sendiri

2. Informasi yang Update

Dalam group telegram Tokocrypto, para anggota dapat mengakses berbagai informasi yang paling update dan akurat. Dengan memasukan kode command dan mengetik “/” pada kolom chat anda dapat memilih informasi apa yang anda butuhkan.

Contohnya, jika anda ingin mengetahui mengenai Arbit Opportunity, anda bisa mengetik “/c compare@tokocompare_bot” maka akan muncul perbandingan harga di berbagai exchange dan juga dilengkapi dengan persentase profit opportunity.

3. Menjalin Silaturahmi

Untuk anda para trader yang senang bersosialisasi atau kumpul bersama trader lain, grup ini sangat cocok untuk anda. Komunitas trader Tokocrypto bisa menjadi wadah ideal untuk anda menjalin relasi di dunia trading.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut seputar aset kripto dan bagaimana cara membeli bitcoin di Tokocyrpto, anda bisa mengakses website Tokocrypto dan mengunjungi seluruh media sosial kami dengan nama @Tokocyrpto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pajak Kripto Indonesia Bikin Trader Terhuyung, Zipmex yang Tanggung!

Pajak kripto Indonesia yang berlaku sejak 1 Mei 2022, praktis membuat trader terhuyung, tetapi crypto exchange Zipmex memilih menanggungnya.

“Untuk memberikan keuntungan dan kenyamanan lebih, Zipmex akan menanggung semua pajak kripto atas seluruh transaksi pengguna selama Mei 2022. Melalui kebijakan ini, pengguna tidak akan mengalami kenaikan biaya trading di Zipmex,” ujar Siska Lestari Head of Growth Zipmex Indonesia, Senin (9/5/2022) kepada sejumlah awak media.

Lanjutnya, sepanjang Mei 2022, Zipmex akan menanggung seluruh pajak yang timbul atas berbagai transaksi terkait trading aset kripto, mulai dari transaksi jual beli (trading), penarikan atau pemindahan aset kripto antar-wallet (withdrawal), hingga pendistribusian bonus aset kripto (airdrop).

Siska memastikan pengguna akan tetap dikenakan biaya pajak seperti yang telah diatur dalam undang-undang, namun biaya pajak tersebut akan ditanggung oleh Zipmex.

Zipmex akan menyetorkan pajak atas investasi aset kripto pengguna kepada negara. Dengan demikian, pengguna tidak akan mengalami perubahan ataupun kenaikan biaya trading di Zipmex.

Baca juga: Tertarik Bermain The Sandbox Game? Berikut Penjelasan Lengkapnya!

Kebijakan ini hadir seiring dengan adanya keputusan Pemerintah melalui Kementerian Keuangan pada akhir April lalu yang secara resmi menetapkan pajak atas investasi aset kripto.

Pajak kripto berlaku secara efektif pada 1 Mei 2022 melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 68/PMK.03/2022 dengan besaran sebagai berikut:

  • Tarif PPN final sebesar 0,11% dari nilai transaksi pembelian aset kripto menggunakan mata uang Rupiah.
  • Tarif PPh Pasal 22 final sebesar 0,1% dari nilai transaksi penjualan aset kripto ke mata uang Rupiah.
  • Tarif PPN sebesar 0,11% dari nilai transaksi transfer antar-wallet di dalam dan di luar platform Zipmex.
  • Tarif PPN final sebesar 0,11% dan tarif PPh pasal 22 final sebesar 0,1% dari nilai transaksi pertukaran aset kripto.
  • Pajak atas investasi kripto diterapkan untuk seluruh aktivitas trading kripto di Indonesia.

Siska mengatakan bahwa diberlakukannya pajak atas investasi aset kripto menunjukkan bahwa Pemerintah Indonesia semakin terbuka dan mendukung perkembangan komoditas aset berbasis teknologi ini.

Baca juga: Analis: Harga Bitcoin Jatuh Terus, Bisa Menjadi US$24.300

Adanya pajak atas investasi kripto memberikan kepastian hukum yang lebih kuat serta kemudahan administrasi dan pelaporan atas perdagangan aset kripto bagi masyarakat Indonesia. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa edukasi mengenai pajak atas investasi aset kripto masih terbilang minim.

“Kami memahami mekanisme penghitungan pajak atas aset kripto merupakan hal yang baru bagi pengguna. Dibutuhkan sosialisasi dan edukasi yang menyeluruh untuk memberikan pemahaman mengenai besaran potongan dan mekanisme pengenaannya. Oleh sebab itu, sebagai bagian dari upaya kami dalam membantu proses edukasi pengguna, kami akan menanggung seluruh pajak atas investasi aset kripto yang terjadi melalui Zipmex sepanjang Mei 2022. Diharapkan dengan adanya program penanggungan pajak ini, kami dapat membantu pemerintah dalam meningkatkan penerimaan pajak sekaligus membantu pengguna untuk berinvestasi pada aset kripto dengan lebih mudah dan nyaman menggunakan Zipmex,” jelasnya.

Di luar itu, pengguna juga bisa mendapatkan keuntungan melalui bonus yang bisa didapatkan melalui produk ZipUp+. Dalam ZipUp+, pengguna bisa mendapatkan bonus atas aset kripto yang mereka simpan hingga 10% per tahun yang dibayarkan setiap harinya. 

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Adopsi Teknologi Blockchain dan Kripto Berkembang Baik di Indonesia

Adopsi teknologi blockchain dan kripto berkembang kian baik di Indonesia, berdasarkan kajian terbaru Chainalysis belum lama ini. Apa saja faktor pendorongnya dan bagaimana potensi di masa depan?

Asia Tengah dan Tenggara telah lama menjadi bagian dari wacana global tentang adopsi teknologi dan kripto. Belum lama ini Chainalysis mencatat, bahwa kawasan ini adalah salah satu pasar kripto yang tumbuh paling cepat. Awalnya, pertumbuhan itu dipimpin oleh negara-negara seperti Vietnam, India dan Pakistan. Namun data terkini, ada perubahan nyata yang menempatkan Indonesia dalam sorotan.

Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan ekonomi terbesar kesepuluh di dunia dalam hal paritas daya beli, Indonesia menawarkan banyak peluang untuk pertumbuhan dan perkembangan teknologi blockchain dan kripto. Jumlah masyarakat kelas menengah pun bertambah, cerminan jutaan orang telah keluar dari kemiskinan di negara anggota G20 ini. Sementara itu, kendati pertumbuhan ekonomi terhambat oleh pandemi, pertumbuhan PDB Indonesia sudah berada di jalur yang tepat untuk pulih ke tingkat sebelum pandemi.

Pertumbuhan Adopsi Kripto di Indonesia

Indonesia memiliki basis pengguna kripto terbesar ketujuh di dunia, yang menjadikannya salah satu pemimpin global dalam kepemilikan dan adopsi kripto. Berdasarkan data Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), industri blockchain dan kripto telah berkembang menjadi lebih dari 1,5 juta pedagang kripto pada tahun 2020, mencerminkan tingkat pertumbuhan yang mengejutkan sebesar 2.263 persen sejak 2015.

Tahun lalu, Kementerian Perdagangan Indonesia melaporkan bahwa Indonesia memiliki lebih banyak pedagang kripto daripada investor di pasar saham ritel, dengan sekitar 6,5 juta investor kripto versus 5,37 juta investor ritel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Penyebabnya tentu saja, karena daya pikat peluang investasi yang lebih menggiurkan daripada kelas aset konvensional, hingga munculnya potensi lindung nilai terhadap inflasi.

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 11 Mei 2022: Investor Panik, Tren Bearish Lanjut

Blockchain dan Kripto sebagai Sistem Keuangan Alternatif

Tingkat adopsi kripto yang tinggi dapat, setidaknya sebagian, dikaitkan dengan ancaman kenaikan inflasi, yang memaksa investor Indonesia untuk beralih ke kripto sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian.

Ketika Indonesia mencatat tingkat inflasi tertinggi dalam hampir dua tahun, mereka bersiap untuk kenaikan lebih lanjut, buntut belanja besar masyarakat ketika bulan Ramadhan dan krisis energi global. Maka, tidak mengherankan jika orang Indonesia mencari solusi keuangan alternatif untuk mempertahankan nilai tabungan mereka, lewat kripto ini, walaupun mengandung risiko cukup tinggi.

Kondisi ekonomi yang kurang kondusif juga mendorong investor lokal untuk mencari peluang investasi tambahan. Kelas aset tradisional seperti saham belum memberikan imbal yang menarik dalam beberapa tahun terakhir, dengan indeks IDX80 turun sekitar 3persen  selama lima tahun terakhir.

Sebagai gambaran, pasar saham Vietnam tumbuh sekitar 105 persen, sementara Indeks Straits Times Singapura naik 2,7 persen pada periode yang sama.

Akibatnya, investor Indonesia sekarang dapat melihat kripto atau turunannya, seperti non-fungible token (NFT), sebagai pilihan investasi yang lebih menarik daripada kelas aset yang lebih tradisional.

Selebritas Ikut Ramaikan Panggung Kripto

Sementara faktor ekonomi mungkin telah membuat kripto lebih menarik bagi pengadopsi awal, selebritas dan dan sejumlah influencer Indonesia faktor pemercepat lainnya sejak tahun 2021. Lihatlah ada seperti Joe Taslim dan supermodel seperti Jessica Iskandar, masing-masing sebagai duta merek untuk crypto exchange di Indonesia dan proyek NFT.

Bahkan sejumlah selebritas lainnya langsung “turun gunung” menggarap proyek kripto mereka sendiri. Salah satu yang kontroversial adalah token ASIX besutan musisi senior, Anang Hermansyah. Tak sedikit publik menilainya tidak serius menggarap proyek itu, karena salah satu game mereka dianggap tidak memuaskan sebagai use case yang baik untuk token.

Pendekatan Peraturan yang Bijaksana dan Beban Pajak

Saya menilai Indonesia cukup baik dalam merancang dan menerbitkan peraturan yang mendukung teknologi blockchain dan kripto, yang memungkinkan masyarakat lokal mendapatkan manfaat dan rasa aman dari inovasi terbaru, sekaligus melindungi mereka dari potensi risiko, seperti proyek kripto fraud.

Misalnya, kripto memang ilegal sebagai alat tukar di Indonesia, tetapi pemerintah mengizinkannya untuk diperdagangkan sebagai komoditas. Apalagi, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) memiliki pedoman khusus yang harus dipenuhi oleh aset kripto yang diperdagangkan di Indonesia, termasuk proses penilaian resmi.

Pajak kripto (PPN dan PPh) yang berlaku sejak 1 Mei 2022 lalu juga tak kalah jadi sorotan para trader dan investor kripto. Pasalnya, pajak itu dinilai cukup membebani trader kripto harian, ditambahkan biaya trading yang sebenarnya cukup tinggi dibandingkan dengan crypto exchange popular di luar negeri.

Sejumlah pengelola layanan kripto di Indonesia juga berkali-kali mengumandangkan keberatan mereka, karena berpotensi hijrahnya trader ke layanan lain di luar negeri yang tidak membebankan pajak. Namun, di sisi lain itu menjadi “penegasan” soal legalitas kripto sebagai kelas aset baru yang menarik oleh negara.

Baca juga: Do Kwon UST Dalang di Balik Proyek Stablecoin Gagal “Basis Cash”, Kata Mantan Karyawan Terraform Labs

Saujana Kripto di Indonesia

Pertumbuhan komunitas kripto Indonesia didorong oleh banyak “pemain”, termasuk crypto exchange yang berfungsi untuk memenuhi permintaan pengguna lokal yang terus meningkat. Sebagai salah satu bursa aset digital terkemuka di Asia Tenggara, Huobi Global memandang Indonesia sebagai salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat dan optimis dengan potensi masa depannya.

Patut dicatat bahwa populasi crypto-savvy Indonesia hanya terdiri dari sekitar 2,7 persen dari total populasi, 272 juta. Anda bisa membayangkan sendiri potensi luar biasa yang belum dimanfaatkan di Indonesia dalam hal adopsi dan pertumbuhan kripto.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Acara Penting di Dunia Kripto Selama Tahun 2022

Terdapat beberapa agenda dan momen besar yang berhubungan dengan pasar serta aset kripto global.

Agenda-agenda tersebut akan berdampak besar pada sejumlah aset kripto dan memberi gambaran strategis bagi investor hingga akhir 2022.

Beberapa agenda berfokus pada aset kripto tertentu. Sementara agenda lain seperti rapat atau pertemuan federsi akan berdampak pada pasar kripto secara global.

Transisi GBTC

Salah satu momen yang menjadi perbincangan utama adalah pergerakan GBTC yang berusaha masuk ke dalam jajaran spot ETF. Upaya tersebut berpotensi menempatkan GBTC pada posisi yang semakin strategis.

Babak akhir dari pengajuan tersebut akan bisa didapatkan pengamat dan investor paling lambat pada Rabu, 6 Juli 2022 mendatang. Meski begitu terdapat peluang SEC (Securities and Exchange Commission) dapat memberikan putusan lebih awal.

Dalam riwayat sebelumnya, terdapat catatan penolakan atas pengajuan GBTC sebagai spot ETF. Sehingga terdapat banyak pihak yang berasumsi tentang potensi keberhasilan upaya GBTC saat ini.

Meski begitu, sejumlah pengamat menilai terdapat dua kunci utama yang berperan sebagai dorongan terhadap kepercayaan publik atas GBTC yang diasumsikan memiliki masa depan cerah.

Komisaris SEC, Hester Pierce merilis pernyataan publik yang menghimbau lembaga tersebut untuk tidak menghalangi pengajuan spot ETF dari GBTC.

Ia juga mengatakan bahwa lembaga tersebut sebaiknya mulai mengambil langkah produktif dan kooperatif untuk meregulasi aset kripto dengan pendekatan regulasi nyata yang dapat diberikan.

“Dibanding asumsi pada aset kripto, merupakan tanggung jawab investor dan SEC untuk memberikan pendekatan yang lebih produktif,” ujarnya dikutip dari dokumentasi konferensi pers SEC.

Hal tersebut diungkapkannya sebagai pernyataan publik untuk mendapatkan dukungan terhadap proses yang kini sedang berjalan.

Dari sumber lain, investor bisa menemukan informasi yang bersebrangan tentang aset kripto tersebut. Hal tersebut menunjukkan peluang pembelian GBTC yang dapat sejajar dengan Bitcoin pada harga USD30 dengan kondisi penurunan terkini.

Nilai tersebut terhitung lebih murah meski tanpa opsi penjualan atau konversi langsung sebagai ETF. Selisih antara GBTC dan Bitcoin menjadi daya tarik investor untuk mendapatkan keuntungan besar yang sangat menjanjikan.

Secara umum, investor besar akan melihat peluang tinggi pada pengajuan ETF tersebut. Hal demikian akan berdampak pembelian besar-besaran GBTC. Meski akan berdampak pada terkikisnya selisih harga, hal tersebut bukan merupakan kekhawatiran besar.

Meski begitu, faktanya GBTC juga terus meningkat masuk ke jajaran aset kripto bernilai tinggi. Selain itu, terdapat komitmen tim legal yang memiliki proyeksi proses pengadilan apabila pengajuan spot ETF tersebut tidak membuahkan hasil.

Baca juga: Digaet Binance, Cristiano Ronaldo Akan Luncurkan NFT Eksklusif

Pertemuan Federasi Reserve (FOMC Meeting)

Investor juga perlu mengamati beberapa momen dan agenda besar terkait FOMC (Federal Open Market Committee) serta berbagai rilis yang berhubungan dengan data perkiraan inflasi.

Dalam beberapa periode lalu, hal-hal tersebut tidak berdampak pada pasar kripto. Namun dengan semakin tertautnya aset kripto pada pasar tradisional, kondisi terkini pada sektor tersebut akan menjadi hal yang harus diantisipasi investor dan mendapatkan perhatian lebih.

Beruntungnya, terdapat beberapa jadwal yang telah dapat Anda akses dalam sejumlah agenda di masa depan. Sehingga investor dapat mempersiapkan strategi dan waktu. Dibanding hanya menyiapkan mental terhadap perubahan dan mengambil tindakan secara radikal.

Pertemuan FOMC berjalan delapan kali dalam satu tahun. Dalam catatan terkini, empat di antara pertemuan tersebut telah berjalan di tahun 2022. Masing-masing pertemuan umumnya berjalan selama dua hari penuh.

Namun, perhatian besar dapat ditempatkan pada hari kedua di masing-masing agenda. Momen tersebut menjadi rutinitas pengumuman perkembangan nilai tukar dan Ketua FOMC, Jerome Powel akan menyampaikan konferensi tentang ekspektasi ekonomi di masa depan.

Data inflasi juga dapat diketahui melalui penerbitan CPI setiap bulannya. Hal tersebut menjadi catatan penting atas performa satu bulan terakhir.  Data tersebut berhubungan erat dengan hal yang akan menjadi kebijakan FOMC pada setiap pertemuan.

The Merge

Agenda The Merge menjadi momen penting bagi pasar kripto yang belum diketahui secara pasti pelaksanaannya. Namun informasi teranyar mengungkapkan bahwa agenda tersebut akan digelar dalam beberapa bulan ke depan.

The Merge sebelumnya telah mengalami beberapa kali penundaan. Sehingga banyak pihak berspekulasi akan kepastian proses tersebut.

Proses yang dijanjikan dalam The Merge telah mencapai Robsten TestNet yang merupakan pengujian jaringan serupa dengan rantai utama Ethereum.

“Beberapa pihak menduga bahwa The Merge akan berjalan mendekati akhir tahun 2022,” dikutip dari Bloomber BNN Canada.

Penundaan tersebut menjadikan penantian terhadap proses The Merge yang dapat disaksikan publik kembali tertunda hingga Agustus 2022.

Co-founder Ethereum, Vitalik Buterin sebelumnya mengungkapkan bahwa Agustus 2022 menjadi ekspektasi terhadap The Merge apabila segala hal berjalan dengan baik. Namun ia juga mengungkapkan bahwa terdapat potensi penundaan hingga Oktober.

Meski begitu, agenda The Merge akan menjadi peningkatan terbesar bagi jaringan Ethereum sejak perilisannya. Pasalnya, hal tersebut tidak hanya mentransisikan ETH menjadi blockchain yang ramah investor dan hemat biaya pembakaran (burn fee).

Agenda The Merge akan menjadikan ETH lebih mudah diakses oleh institusi yang berkaitan dengan regulasi burn fee berskala rendah. Di saat yang sama, hal tersebut juga akan berdampak pada gejolak pasar.

Baca juga: Bos Binance: Bearish Pasar Kripto Mungkin Segera Usai

Setelah momen “The Merge”, isu tentang ETH diprediksi akan semakin menurun secara signifikan hingga titik burn fee tersebut akan mendorong deflasi pada token ETH. Meski begitu, prediksi kontradiktif beredar di komintas kripto.

Dalam perkiraan tersebut, pasar tidak akan secara spontan dibanjiri ETH merespon proses yang direncakan dalam The Merge. Saat ini terdapat sekitar 10% dari total pasokan yang terkunci dalam kontrak ETH.

Pihak ETH tidak akan merilis asetnya secara sporadis, justru aset kripto tersebut diprediksi bahwa baru kembali tersedia mengikuti peningkatan lanjutan dalam enam bulan berikutnya.

Lebih jauhnya, setelah agenda tersebut diperkirakan masih terdapat beberapa mekanisme lain yang menjaga pasokan agar tidak semua pihak meraup aset tersebut sekaligus.

Panic Dump Juli 2022

Agenda lain yang perlu diantisipasi oleh investor adalah histeria masal pada Juli 2022 mendatang. Asumsi tersebut berkembang dalam opini pada artikel yang dirilis oleh analis Arthur Hayes.

Momen tersebut diprediksi terjadi pada pekan perdana Juli 2022 mendatang. Dalam artikel tersebut, Hayes mengungkapkan akan adanya satu atau lebih histeria masal (panic dump).

Pekan tersebut menjadi babak akhir dari kuartal kedua tahun 2022. Bersamaan dengan momen tersebut, Juli 2022 juga menjadi agenda peningkatan utama dari bank sentral di Eropa.

Ia juga mengungkapkan bahwa pada periode tersebut, federasi Amerika Serikat akan memulai proses penjualan aset. Hal tersebut berkaitan dengan penyesuaian neraca di pertengahan tahun.

Tidak hanya berdampak pada bursa tradisional, hal tersebut juga akan berkontribusi pada penurunan likuiditas Dollar Amerika Serikat dalam beberapa waktu.

Baca juga: Memahami Aset Kripto, NFT dan Gagasan “Greater Fool Theory”

Apabila penurunan nilai yang terjadi saat ini terus berlanjut, maka sejumlah aset kripto dan platformnya berpotensi menutup penukaran dan transaksi pengguna. Alternatif lain juga mengindikasikan akan adanya penjualan holding kripto untuk meningkatkan fiat.

Umumnya, volume dan likuiditas menurun selama akhir pekan dan libur nasional. Sehingga dorongan lain seperti penutupan withdrawal atau likuidasi besar-besaran akan mengguncang pasar dan meyebabkan histeria masal.

Pada momen tersebut, lembaga perbankan tidak akan memiliki cukup fiat untuk menangani tekanan tersebut hingga sekitar 5 Juli 2022.

Meski hal tersebut masih bersifat spekulasi, namun tidak ada salahnya investor melakukan antisipasi apabila hal tersebut benar-benar terjadi.

Artikel ini telah tayang di Cryptoharian dengan judul “Catat! Acara Penting Untuk Dunia Kripto Pada Tahun 2022



Sumber : news.tokocrypto.com

Bos Binance: Bearish Pasar Kripto Mungkin Segera Usai

Bos bursa kripto Binance, Changpeng Zhao, telah mengutarakan pendapat terbarunya mengenai kondisi bearish pasar kripto saat ini, yang menurutnya mungkin akan segera usai.

Bearish pasar kripto terbaru ini telah benar-benar menghantam industri dengan kuat, memaksa beberapa bisnis terkait untuk gulung tikar, memangkas jumlah staf dan bahkan menutup sebagian operasi cabang mereka.

Meski begitu, para pengembang tetap bergerak di balik layar untuk memoles proyek mereka, mengikuti upaya regulasi yang tampak akan lebih ramah terhadap aset kripto. Membangun ulang industri kripto tampak sedang berjalan di balik kondisi bearish.

Akankah Bearish Pasar Kripto Usai?

Berdasarkan laporan Market Watch, Bos Binance, Changpeng Zhao, telah membahas bearish pasar kripto di konferensi Point Zero Forum, di Zurich, Swiss.

Dengan jelas Zhao mengatakan bahwa dirinya tidak melihat potensi penurunan besar lanjutan dari harga kripto dalam waktu dekat. Menurutnya, ada kemungkinan bearish pasar kripto akan segera usai.

Ilustrasi Binance
Ilustrasi Binance. Foto: Shutterstock.

Baca juga: Ajang Pencarian Project Web3, Supernova Live Events Sukses Digelar di T-Hub Bali

Dan pada topik “bursa dan lending kripto,” Zhao memperingatkan bahwa hanya bisnis yang berfokus pada keberlanjutan yang akan mampu bertahan. Sementara, bisnis yang berfokus dalam jangka pendek, hanya meraih banyak pelanggan, tidak akan bisa.

“Jika Anda hanya mendapatkan pengguna karena Anda menggunakan insentif untuk menarik pengguna, itu bukan model bisnis yang sebenarnya. Nanti Anda akan kehabisan uang dan Anda akan crash,” ujarnya.

Memang, Zhao tidak menjelaskan secara rinci, alasan di balik pandangannya tersebut. Tetapi, kemungkinan ia merujuk pada kekhawatiran yang mulai merambah soal ketakutan resesi.

Beberapa hari ini, ketakutan akan resesi telah menekan dominasi dolar AS di pasar mata uang, yang juga memicu pemulihan di beberapa aset kripto.

Cara Cuan Ketika Bearish Market
Ilustrasi Bear Market.

Baca juga: Investor Aset Kripto di Indonesia Tembus Lebih dari 14 Juta Pelanggan

Tentu saja, ini belum menjadi tanda pemulihan pasar skala besar, tetapi setidaknya telah menyusutkan tekanan dolar AS terhadap beberapa aset berisiko.

Selain itu, kabar terbaru mengenai potensi penambangan Bitcoin dalam mengurangi dampak perubahan iklim yang buruk juga menjadi sentimen positif baru.

Alih-alih membuang gas metana ke udara, penambangan BTC dapat menjadi solusi mengurangi metana dengan mengubahnya menjadi energi listrik murah. Ini adalah satu-satunya solusi terbaik, murah dan berkelanjutan bagi masalah tersebut. [st]

Artikel ini telah tayang di blockchainmedia.id dengan judul “Bos Binance: Bearish Pasar Kripto Mungkin Segera Usai



Sumber : news.tokocrypto.com

Digaet Binance, Cristiano Ronaldo Akan Luncurkan NFT Eksklusif

Mega bintang sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo, menandatangani kesepakatan sponsorship dengan exchange kripto, Binance. Ronaldo menjadi pesohor terbaru yang menjalin kemitraan bisnis dengan Binance meskipun pasar sedang dilanda krisis.

Kapten Tim Nasional Portugal yang karirnya mentereng bersama tim elite dunia, seperti Manchester United, Juventus dan Real Madrid, akan bekerja dengan Binance untuk membuat koleksi non-fungible token (NFT) yang akan dijual secara eksklusif.

“Hubungan saya dengan para penggemar sangat penting bagi saya. Jadi, ide untuk menghadirkan pengalaman dan akses yang belum pernah ada sebelumnya melalui platform NFT ini adalah sesuatu yang saya ingin wujudkan,” kata Ronaldo.

Sementara CEO Binance, Changpeng Zhao, menyambut baik kerja sama ini. “Cristiano Ronaldo adalah salah satu pesepakbola terbaik dunia dan menjadi ikon di berbagai industri,” jelasnya.

Kesepakatan Ronaldo dengan Binance terjadi di tengah harga Bitcoin yang turun lebih dari 70% dari harga tertinggi sepanjang masanya pada musim gugur lalu.

Aksi jual Bitcoin yang terjadi minggu ini telah memicu krisis bagi beberapa pedagang dan pemberi pinjaman terbesar yang memicu ketakutan akan menyebar ke pelaku industri kripto lainnya.

Rival abadi Ronaldo, Lionel Messi dari Paris Saint-Germain dan timnas Argentina, sebelumnya sudah meneken kerja sama dan menjadi duta merek global untuk perusahaan token penggemar kripto Socios pada Maret.

Perusahaan dan industri kripto sedang gencar menggaet bintang olahraga atau menjadi sponsor event olahraga dunia yang nilainya bisa mencapai jutaan dolar.

Pada November 2021, Crypto.com mencapai kesepakatan dengan pemilik dan operator Staples Center di Los Angeles untuk mengganti venue paling terkenal di AS itu menjadi Crypto.com Arena. Kontrak berjangka 20 tahun tersebut bernilai US$ 700 juta.

Harga kripto terus mengalami penurunan dari level tertingginya pada November lalu meskipun jutaan dolar sudah dihabiskan untuk menarik investor baru. Pemilik kripto yang membeli Bitcoin setelah Super Bowl pada Februari 2022 ditaksir mengalami kerugian sekitar 50 persen.

Penurunan harga dan perlambatan dalam perdagangan telah memukul pendapatan exchange kripto. Misalnya Coinbase, Gemini dan Crypto.com termasuk di antara perusahaan yang mengumumkan PHK dalam beberapa pekan terakhir.

Namun, Binance mengatakan perusahaannya secara finansial tetap sehat dan bahkan membuka lowongan untuk 2000 posisi.

Bintang olahraga yang mempromosikan aset digital atau menjadi brand ambassador kripto tertentu memicu reaksi dari regulator keuangan di beberapa negara.

Pada November lalu, Binance terlibat perselisihan dengan Komisi Pasar Sekuritas Nasional Spanyol dan bintang sepak bola, Andrés Iniesta atas posting media sosial.

Kemudian Otoritas Perilaku Keuangan Inggris (FCA) pada bulan Mei memperingatkan konsumen tentang risiko berinvestasi dalam aset kripto. Peringatan tersebut disampaikan beberapa hari setelah eks pesepakbola, Michael Owen mempromosikan NFT yang dia klaim tidak dapat kehilangan nilai awalnya.

“Kami melihat beberapa postingan media sosial baru-baru ini mengenai aset kripto dan token yang tidak dapat dipertukarkan. Jika Anda membeli aset kripto, Anda harus siap kehilangan semua uang. Anda berinvestasi,” tulis FCA.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Supernova Live Events Sukses Digelar di T-Hub Bali

Supernova Live Events, ajang pencarian project Web3 dan blockchain lokal sukses digelar di T-Hub Bali by Tokocrypto. Acara ini sudah berjalan sejak awal Juni 2022, diadakah setiap hari Jumat dan per pekannya dihadiri oleh ratusan peserta secara offline.

Acara yang diprakarsai oleh ICP Network (Dfinity) ini telah menampilkan lebih dari dua puluh project blockchain terpilih dari seluruh komunitas web3 di Bali. Para developer project tersebut mempresentasikan proposal mereka dalam upaya untuk mendapatkan pendanaan sebesar US$ 100.000 dari Dfinity Foundation. Ada lima project web3 yang sudah melakukan pitching di antaranya: Balicoop, Clubconscious, Favourse, Happnow, dan Qui-Xi.

Supernova Live Events Bali adalah salah satu dari rangkaian acara hackathon blockchain terbesar yang pernah diselenggarakan oleh ICP Network (Dfinity). Saat ini, sudah ada lebih dari 4.000 developer blockchain bergabung dari seluruh dunia untuk mendapatkan hadiah utamanya pendanaan lebih dari US$ 6 Juta sebagai apresiasi proyek kripto mereka di Supernova Demo Day yang digelar 30 Juni 2022.

Supernova Live Events sukses digelar di T-Hub Bali
Supernova Live Events sukses digelar di T-Hub Bali.

Baca juga: Investor Aset Kripto di Indonesia Tembus Lebih dari 14 Juta Pelanggan

“Sebagai penyelenggara Supernova Live Events, kami atas nama Dfinity merasa terhomat menjadi perjalanan yang luar biasa bagi perkembangan dunia blockchain dan web3 di Bali. Suasana yang dibangun oleh komunitas dan kualitas proyek yang muncul sungguh luar biasa, menunjukkan betapa substansial industri blockchain di Indonesia dan betapa pentingnya bagi pemain utama seperti IC untuk menjadi “glocal” dan “phygital,” Kata Emilio Canessa, Special Projects of ICP Network (Dfinity).

Rangkaian acara ini telah menyatukan seluruh spektrum komunitas kripto hingga web3 di Bali, baik lokal maupun ekspatriat, menarik lebih dari 500 orang secara total dari semua latar belakang: NFT, kripto, Blockchain dan DAO. Mengutip data internal Tokocrypto, jumlah pengguna kripto di Bali telah melonjak menjadi 37.660 investor per Februari 2022, naik dari hanya 808 investor pada awal tahun 2021.

Supernova Live Events sukses digelar di T-Hub Bali
Supernova Live Events sukses digelar di T-Hub Bali.

Baca juga: Memahami Aset Kripto, NFT dan Gagasan “Greater Fool Theory”

“Antusiasme yang ditunjukkan orang-orang untuk acara ini semakin memperkuat keyakinan bahwa Bali telah menjadi salah satu episentrum pengembangan proyek blockchain di Asia yang harus diperhitungkan,” ungkap Antria Pansy, Senior Community Engagement Tokocrypto.

Kegiatan Supernova Live Events selaras dengan visi dan misi T-Hub Bali by Tokocrypto, untuk menjadi hub yang aman bagi komunitas kripto untuk berkumpul, berjejaring, dan berkolaborasi. Dengan lebih banyak acara kolaboratif, seperti Supernova Live Events, perkembangan industri kripto dan blockchain di Bali dan Indonesia, dapat didorong untuk selalu tumbuh dan berkembang.

Tokocrypto meluncurkan T-Hub di Bali pada Januari lalu, sebagai bentuk dukungan upaya pemulihan perekonomian daerah, sekaligus diharapkan membawa multiplier effect untuk membangkitkan ekonomi nasional melalui pengembangan ekonomi digital dan akselerasi industri berbasis wisata dan hospitality.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solana Luncurkan Smartphone Android

Pendiri Solana Labs, Anatoly Yakovenko, baru saja mengumumkan bahwa Solana bersiap meluncurkan beberapa produk untuk integrasi ke smartphone.

Kabar tersebut ditambah dengan rencana Solana untuk membuat smartphone sendiri yang terintegrasi ke teknologi Web 3.0.

Solana Masuk ke Dunia Smartphone

Pada 23 Juni 2022, CEO Solana mengumumkan di New York bahwa Solana akan mulai masuk lebih serius ke dunia smartphone

Ia mengumumkan bahwa Solana sedang membentuk Software Development Kit atau SDK agar developer lebih mudah membuat aplikasi terdesentralisasi smartphone berbasis Web 3.0 bernama Solana Mobile Stack atau SMS. 

Dalam pengumuman di New York tersebut, ia juga mengumumkan bahwa Solana akan meluncurkan smartphone sendiri bernama Saga

Smartphone ini akan menggunakan sistem operasional android dan bertujuan untuk mempermudah penggunaan aplikasi terdesentralisasi berbasis Web 3.0. 

Diperkirakan bahwa harga smartphone ini adalah sekitar $1,000 atau Rp 14,8 Juta dan akan dapat dibeli pada Tahun 2023. Nantinya, smartphone tersebut akan memiliki spesifikasi yaitu prosesor Snapdragon 8+ Gen 1, layar  6.67″ OLED, RAM sebesar 12GB, and ruang penyimpanan sebesar 512GB.

CEO Solana
CEO Solana memaparkan rencana smartphone proyek di New York.

Baca juga: Giatkan Literasi Aset Kripto, Tokocrypto Gelar TokoInvasion di Surabaya

Dalam smartphone tersebut nantinya akan ada aplikasi bernama Solana Pay untuk mempermudah transaksi melalui Kode QR dan tempat penyimpanan seed phrase

Saat ini, Solana menerima deposit sebesar $100 atau Rp 1,48 Juta untuk investor yang mau ikut serta dalam tahap penjualan awal atau presale smartphone ini.

Nantinya investor yang memberi deposit akan mendapatkan NFT sebagai tanda terima deposit. 

Raj Gokal, salah satu pendiri Solana menyatakan bahwa SDK bernama SMS tersebut akan mempermudah adopsi Web 3.0 yang selama ini membutuhkan komputer. 

“Solana dapat mengubah banyak hal yang kita lakukan setiap hari, tapi kita perlu membuka kesempatan untuk aplikasi terdesentralisasi bergerak di smartphone kita agar perubahan dapat terjadi.”

Pendiri Solana Labs, Anatoly Yakovenko

CEO FTX, Sam Bankman Fried, menyatakan dukungannya terhadap inovasi Solana karena teknologi Web 3.0 di smartphone masih jauh tertinggal. 

Solana Luncurkan Smartphone Android, Langkah Baru Menuju Adopsi Global
Solana Luncurkan Smartphone Android, Langkah Baru Menuju Adopsi Global.

Memperluas Adopsi Web 3.0

Anatoly Yakovenko menyatakan bahwa inovasi ini dapat membawa perkembangan pada adopsi Web 3.0 secara menyeluruh.

“Ini adalah awal dari langkah besar menuju adopsi crypto di smartphone. Saat ini langkah terbaik adalah untuk membuat fitur yang mempermudah transaksi Web 3.0 pada smartphone, agar aset digital bisa dibawa kemana saja,” katanya.

Pendiri Solana Labs, Anatoly Yakovenko

Ia percaya bahwa ini adalah langkah besar untuk adopsi Web 3.0 yang bisa menjadi inovasi dan solusi dari perusahaan teknologi besar yang kurang menyediakan ruang inovasi di dunia kripto dan blockchain.

Baca juga: Ini 5 Game NFT Gratis yang Dapat Memberi Keuntungan

Selanjutnya ia menambahkan bahwa Solana sedang mencoba untuk memberikan solusi baru untuk penyimpanan dana yang lebih mudah untuk pengguna smartphone

Walau saat ini sudah banyak tempat kustodi atau penyimpanan dana, Yakovenko merasa bahwa potensinya belum didorong ke tahap terbaiknya, terutama di sektor smartphone

“Setiap hari saya mendengar cerita investor-investor yang sedang jauh dari komputer harus kembali ke komputer untuk konfirmasi transaksi crypto. Semua transaksi tersebut dapat menjauhkan investor dari kehidupan sehari-hari.”

Pendiri Solana Labs, Anatoly Yakovenko

Pernyataan tersebut menjadi dasar alasan mengapa inovasi sangat dibutuhkan dalam mengakomodir transaksi kripto, terutama melalui smartphone yang pada dasarnya sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari karena akses yang diberikan. 

Data dari Yakovenko menyatakan bahwa terdapat 44% peningkatan dalam pengguna blockchain yang aktif sejak Desember 2021. 

Data tersebut dapat menjadi dasar bagaimana pentingnya adopsi teknologi Web 3.0 di smartphone karena akan mempermudah pengguna-pengguna tersebut dan menciptakan efek domino untuk adopsi lebih luas. 

Sumber





Sumber : news.tokocrypto.com

Mengenal Talaxeum, Proyek Kripto untuk Menekan Dampak Emisi Karbon

Ada beragam cara perusahaan dan organisasi untuk menekan dampak emisi karbon untuk menyelamatkan Bumi. Salah satunya adalah proyek kripto Talaxeum yang selain memiliki proyek lingkungan hidup sendiri, juga memfasilitasi proyek serupa lewat pengayaan NFT (non-fungible token). Kripto Talaxeum (TALAX) memegang peran penting untuk komponen nilai antar penggunanya.

Talaxeum adalah proyek kripto yang fokus pada upaya menekan laju emisi karbon yang saat ini semakin mengkhawatirkan, karena berdampak pada kenaikan suhu Bumi dan perubahan iklim dan berdampak negatif terhadap lingkungan hidup. Kami merasa harus mengambil peran penting dalam gerakan itu melalui proyek kripto Talaxeum, di mana token TALAX diterbitkan menggunakan blockchain Binance Smart Chain (BSC). Selain kami memiliki proyek lingkungan hidup, kami juga mendukung proyek serupa yang bergabung di Talaxeum agar visi dan misi dapat lebih terpadu,” ujar Hans Sutanto CEO Talaxeum dalam keterangannya, Selasa (21/6/2022) melalui e-mail.

Baca juga: Yuk, Ketahui Cara Bermain Game Kawaii Island NFT Agar Cuan!

World Economic Forum (WEF), melalui “The Global Risk Report 2022 menegaskan, ada 10 potensi risiko global yang siap menghampiri dalam rentang waktu 10 tahun ke depan. Lima di antaranya adalah yang berkaitan dengan isu lingkungan hidup.

Menurut Hans, fakta itu cukup menyadarkan kita semua bahwa kepedulian manusia terhadap bumi atau lingkungan hidup akan sangat memengaruhi kelangsungan hidup anak cucu kita semua di kemudian hari.

Melihat kondisi yang sudah sangat mengkhawatirkan tersebut, sejumlah negara melalui KTT COP26, telah sepakat untuk menggelontorkan dana sekitar US$ 130 untuk mendanai beragam upaya untuk mengurangi emisi karbon berskala global.

“Dunia telah sadar mengenai dampak lingkungan yang saat ini telah terjadi. Dan dunia pun telah berkomitmen untuk berusaha memperbaiki dampak lingkungan yang sudah sangat masif terjadi. Oleh karena itu hadirlah sebuah solusi untuk mendukung usaha pengurangan emisi karbon yang melibatkan berbagai macam komunitas, seperi komunitas kripto, bisnis, seniman dan komunitas pegiat lingkungan melalui teknologi blockchain dengan nama Talaxeum,” ujar Hans.

Baca juga: Trading Kripto Pakai Akun Ayahnya, Mantan Petinggi Huobi Akan Disidang di Hong Kong

Hans menambahkan Talaxeum adalah “Green DeFi Utility Token” karya Anak Bangsa, yang akan berfungsi untuk mendukung proyek-proyek dari industri riil agar beralih dan berkontribusi dalam usaha pengurangan emisi karbon.

“Proyek-proyek itu nantinya akan diakomodir dalam sebuah platform yang disebut Talaverse. Itu merupakan NFT’s Marketplace Platform yang akan mengakomodir proyek-proyek berbasis “green” agar bisa mendapatkan dukungan dari berbagai pihak dengan menggunakan NFT sebagai aset token dukungan terhadap proyek-proyek itu,” pungkasnya.

Talaverse pun diklaim akan menjadi evolusi dari NFT marketplace pada umumnya, karena NFT yang diterbitkan tidak hanya memiliki nilai jual secara estetik, tapi juga memiliki nilai secara ekonomi. Pasalnya pendukung yang membeli NFT tersebut tidak hanya berhak atas hak kepemilikan atas token itu saja, tapi juga berhak atas hal imbalan atas dukungan yang telah diberikan terhadap proyek-proyek menyelamatkan lingkungan hidup.

“Kami yakin Talaxeum, dengan komitmen seluruh pelaku bisnis dalam skala global untuk bergerak bersama mengurangi emisi karbon, ditambah besarnya keinginan masyarakat secara luas untuk mendukung dan berkontribusi,” tutup Hans. [ril]

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com