Tag Archives: blockchain

Nilai Pasar Metaverse Diramalkan Menjadi US$ 5 Triliun pada Tahun 2030

Perusahaan konsultan global McKinsey & Company meramal nilai pasar metaverse dapat mencapai US$5 triliun pada tahun 2030. Selain itu, lebih dari 80 persen perdagangan dapat terdampak aktivitas di metaverse.

Nilai Pasar Metaverse 

News.Bitcoin.com melansir, pekan lalu McKinsey menerbitkan laporan bertajuk “Penciptaan Nilai di Metaverse”. Laporan tersebut adalah hasil survei terhadap lebih dari 3.400 konsumen dan eksekutif terkait adopsi dan potensi metaverse serta peluang perubahan perilaku.

“Kami mewawancara 13 pemimpin senior dan pakar metaverse. Pada tahun 2030, sangat mungkin lebih dari 50 persen acara live digelar melalui metaverse,” jelas McKinsey.

McKinsey menambahkan, lebih dari 80 persen perdagangan dapat terdampak aktivitas di metaverse. Sebagian besar pembelajaran, pengembangan dan kolaborasi juga dapat terjadi di dunia virtual.

Selain itu, McKinsey memprediksi pengguna internet normal akan menghabiskan hingga enam jam per hari dalam kegiatan metaverse pada tahun 2030.

Baca juga: Masih Tentang Game NFT, Begini Fitur dan Cara Kerja Game Upland!

Pada tahun 2022, sektor metaverse menerima investasi sebesar US$120 milyar, dua kali lipat nilai investasi pada tahun 2021 sebesar US$57 milyar.

Kendati data metaverse beraneka ragam, McKinsey menyatakan metaverse dapat bernilai hingga US$ 5 triliun pada tahun 2030. Perkiraan potensi dampak metaverse pada tahun 2030 didasarkan kajian terhadap kegunaan bagi konsumen dan usaha.

Selain itu, McKinsey berdiskusi dengan 20 pakar internal dan eksternal terkait metaverse. McKinsey berkata, mereka memberikan prediksi terbaik kendati ketidakjelasan teknis, regulasi dan sosial terhadap metaverse.

Laporan tersebut menyatakan, metaverse akan memiliki dampak besar terhadap kehidupan individu dan perdagangan. Dengan potensi nilai US$5 triliun pada tahun 2030, McKinsey memandang metaverse sebagai potensi yang sangat besar dan tidak dapat diabaikan.

Baca juga: Elon Musk: Saya Tak Pernah Katakan Orang Harus Berinvestasi Bitcoin dan Dogecoin

Sejumlah bank besar dan perusahaan investasi memasuki sektor metaverse, termasuk JPMorgan, HSBC, Standard Chartered dan Fidelity Investments.

Survei yang dilakukan pada bulan April lalu mengungkap metaverse akan menjadi lokasi paling populer bagi komunitas kripto. 70 persen responden setuju kemajuan kripto dan teknologi blockchain penting bagi pengembangan metaverse di masa depan.

Selain McKinsey, beragam perusahaan lain memberikan prediksi ukuran metaverse. Citigroup meramal metaverse adalah peluang senilai US$13 triliun dengan lima milyar pengguna pada 2030.

Goldman Sachs melihat metaverse sebagai peluang senilai US$8 triliun.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Apa perbedaan Bitcoin Cash dengan Bitcoin? Yuk, simak di sini!

Jual beli aset kripto hingga saat ini menjadi perbincangan yang sangat hangat. Banyak pihak yang turut meramaikan ranah ini. Bagi yang baru menyelami bidang aset kripto, pasti bingung dengan nama-nama aset yang beredar. Bahkan di antara aset-aset tersebut memiliki nama yang serupa. Sebut saja Bitcoin, Bitcoin Gold (BTG), dan Bitcoin Cash (BCH).

Kendati memiliki kemiripan, ada beberapa hal yang secara mendasar membedakan ketiganya. Untuk mengetahui perbedaannya, Yuk, kita simak sama-sama.

Apa Itu Bitcoin Cash

Di tahun 2017 ada sebuah peristiwa yang dinamakan Hard Fork. Peristiwa ini terjadi karena ada satuan kripto yang terbagi menjadi dua. Alhasil, satuan kripto yang terbagi menjadi dua tersebut menghasilkan kode lama dan kode baru, yang tidak sesuai satu sama lain. Dari peristiwa inilah memunculkan aset kripto yang bernama Bitcoin Cash.

Bitcoin Cash adalah aset kripto yang merupakan hasil dari fork dari Bitcoin. Keduanya memiliki kemiripan satu sama lain. Meski serupa, Tetapi kedua aset kripto ini memiliki perbedaan yang signifikan, yakni Bitcoin Cash memiliki sistem blockchain-nya sendiri. 

Di samping itu, para pendukungnya juga percaya bahwa, aset kripto satu ini lebih mendekati apa yang dicita-citakan oleh sang pencipta Bitcoin, Satoshi Nakamoto sebagai mata uang elektronik peer-to-peer yang pernah ia tulis di dalam white paper pada tahun 2008.

Baca juga: Cara Membuat Wallet Bitcoin Untuk Pemula, Simak Caranya Disini!

Bagaimana Cara Bitcoin Cash Bekerja

Kendati memiliki sistem blockchain sendiri, pada dasarnya aset kripto satu ini memiliki cara kerja yang identik dengan Bitcoin. Kedua aset tersebut menggunakan node peer-to-peer atau jaringan komputer yang dibangun dengan bantuan miner atau penambang. Selain itu, aset kripto ini memanfaatkan algoritma yang bernama Secure Hash Algorithm (SHA). 

Perbedaan Bitcoin dengan Bitcoin Cash 

Tidak seperti aset kripto lain, hasil fork dari Bitcoin ini merupakan salah satu yang berhasil. 

Keduanya tentu sama-sama berada di sistem blockchain. Akan tetapi, Bitcoin Cash berada di dalam sistem blockchain yang berbeda. Selain hal tersebut, ada beberapa perbedaan mendasar antara keduanya, apa sajakah itu?

1. Ukuran Block

Perbedaan pertama yang paling mendasar antara kedua aset kripto ini adalah ukuran block-nya. Bitcoin Cash memiliki ukuran block yang lebih besar dibandingkan oleh Bitcoin, yakni sebesar 32MB. Dengan ukuran block yang lebih besar, memungkinkan para trader-nya untuk bertransaksi dengan ukuran yang lebih besar. 

2. Biaya Transaksi

Di samping ukuran block-nya, keduanya memiliki perbedaan di biaya transaksinya. Ukuran block yang besar ini tentu memengaruhi biaya transaksinya. Alhasil, biaya transaksinya aset kripto ini jauh lebih murah. 

3. Hash Rate

Usia dari Bitcoin Cash tentu jauh lebih muda dibandingkan Bitcoin. Dengan demikian, Bitcoin kini menjadi seperti ‘Dollar”-nya aset kripto. Penambangan aset kripto ini tentu dipengaruhi oleh apa yang dinamakan hash rate

Hash Rate Bitcoin pun lebih unggul, dibandingkan oleh Bitcoin Cash. Alhasil, penambang Bitcoin hingga kini juga lebih banyak. 

Cara Membeli Bitcoin Cash

Bagi Anda yang ingin membeli aset kripto ini, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan, di antaranya:

1. Membeli Bitcoin Cash dari pihak pertama

Pertama, Anda bisa membelinya dari pihak pertama. Apabila Anda pergi ke beberapa negara yang sudah mendukung transaksi dengan menggunakan aset kripto, Anda bisa mendapatkan aset kripto ini di ATM (Anjungan Tunai Mandiri/Automated Teller Machine).

2. Mendapatkan secara gratis

Apabila Anda beruntung, Anda bisa mendapatkan aset kripto ini secara gratis. Karena didapat secara gratis, tentu jumlahnya tidak sebanyak ketika Anda membelinya. Anda bisa mendapatkannya secara gratis di situs resminya. 

3. Membeli dari pihak ketiga

Cara ketiga agar Anda bisa mendapatkan aset kripto satu ini adalah dengan membelinya dari pihak ketiga. Pihak ketiga ini bisa Anda beli di beberapa situs seperti Coinbase. 

4. Berjualan

Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa beberapa negara sudah melayani transaksi dengan menggunakan Bitcoin Cash. Transaksi dengan metode ini tentu memungkinkan Anda membuka usaha dengan menggunakan transaksi ini. Nah, dari sinilah Anda bisa mendapatkan aset kripto satu ini.

Baca juga: Apakah Bitcoin Jadi Mata Uang di Singapura? Simak Faktanya!

Namun, tak bisa dipungkiri juga, nanti di masa depan justru karena kelebihan-kelebihannya, aset kripto ini bisa jadi akan lebih populer dibanding aset lainnya. Dengan ini, Anda bisa memahami aset kripto lebih dalam. Untuk informasi lebih banyak tentang aset kripto, Anda bisa mengunjungi situs resmi Tokocrypto. Dan jangan lupa untuk bergabung di Telegram dan Discord Tokocrypto sekarang juga!



Sumber : news.tokocrypto.com

Wajib Tahu, Inilah Arti dan Cara Kerja Protokol Chainlink

Dewasa ini sudah banyak sekali teknologi yang digunakan dan juga dikembangkan yang berguna dalam menghubungkan dunia blockchain dengan dunia luar (non-blockchain), salah satunya yaitu Chainlink.

Chainlink merupakan salah satu proyek ambisius yang ada pada dunia mata uang digital dan aset kripto. Walau dikatakan newbie dalam dunia aset kripto, namun ketenarannya tidak dapat dipungkiri lagi lantaran kepopulerannya dalam lingkungan masyarakat mengenai inovasinya terkait teknologi blockchain. Yuk, simak informasi selengkapnya!

Apa Itu Chainlink?

Chainlink adalah sebuah aset kripto dan juga teknologi dalam dunia digital kripto yang berguna untuk menjembatani antara dunia blockchain dengan dunia luar atau non-blockchain, sistem ini biasa disebut sebagai Oracle

Chainlink yang merupakan sebuah sistem unifikasi platform pembayaran dan data eksternal, seperti web API (Application Programming Interface), data feed, atau rekening bank umum.

Pertama kali diluncurkan pada November 2017 oleh Steve Ellis dan Sergey Nazarov yang mempublikasikan Whitepaper untuk aset kripto satu ini. 

Baca Juga: Ketahui Pengertian FOMO Adalah di Dunia NFT Selengkapnya di Sini

Cara Kerja Chainlink

Harus dipahami terlebih dahulu bahwa Chainlink bukanlah sebuah blockchain, melainkan sebuah jembatan atau perantara yang mana tanpa adanya proses mining pun akan tetap mendapatkan keuntungan melalui kumpulan blockchain yang menggunakan jaringan data aset kripto ini.

Dalam menjalankan sistem jaringannya, Chainlink memanfaatkan tiga jenis Smart Contract yang ditujukan untuk mengolah data, yakni Reputation Contract, Order-Matching Contract, dan Aggregating Contract.

1. Reputation Contract

Pada mulanya, para pengguna akan diharuskan membuat service-level agreement (SLA) sebagai persyaratan data yang dibutuhkan. Kemudian sistem software akan menggunakan SLA sebagai verifikasi pengguna dengan Oracle.

Kemudian pengguna akan mengirimkan SLA lalu menyimpan Chainlink Coin (LINK) dalam Order-Matching Contract.

2. Order-Matching Contract

Pada bagian ini, Oracle akan terhubung dengan dunia luar atau sumber eksternal dan memperoleh sejumlah data off-chain sesuai permintaan dalam SLA. Oracle nantinya memproses data-data tersebut dan mengirimkannya kembali ke dalam kontrak yang sedang berlangsung pada blockchain Chainlink.

3. Aggregating Contract

Langkah terakhir pada proses ini adalah penghitungan hasil dari pengumpulan data yang sebelumnya sudah dihimpun oleh Oracle yang kemudian dikembalikan kepada kontrak agregasi. 

Kemudian kontrak agregasi merespon, dan mengukur yang kemudian memberi validasi masing-masing pada setiap data yang diterima.

Sehingga, dengan inilah keuntungan Chainlink diperoleh dari seluruh penyedia data (Oracle) yang beroperasi di dalamnya.

cara kerja chainlink coin

Apa itu Chainlink Coin (LINK)?

Pada dasarnya Chainlink tidak memiliki koin native tersendiri, melainkan berbentuk token yang tersedia pada jaringan Ethereum ERC677. Memiliki fungsi secara aktif untuk bertransaksi dalam platform aset kripto satu ini yang didasarkan pada standar token ERC20.

LINK merupakan token yang dirancang dengan maksud dan tujuan sebagai insentif bagi penyedia data yang akurat, menjaga kontrak tetap stabil, juga sebagai imbalan bagi node yang memvalidasi transaksi.

Kemudian, LINK juga dilengkapi dengan fungsi tambahan ERC233, yakni ‘transfer and call‘ yang dapat membantunya dalam berinteraksi dengan smart contracts

Kemudian juga, apabila semakin banyak LINK yang dimiliki oleh sebuah node, maka semakin besar pula perannya dalam jaringan Proof of Stake (PoS).

Fitur Chainlink apa saja yang tersedia?

konsep chainlink coin

Fitur yang terdapat dalam Chainlink yaitu Distribusi Oracle, Sumber distribusi, Agregasi, Reputasi, Pembayaran Penalti, dan Sertifikat Pelayanan. Simak dibawah ini untuk penjelasannya!

Distribusi Oracle

Platform ini menawarkan distribusi Oracle dalam satu buah kontrak yang berguna untuk memperoleh data dari sumber yang sama atau menggunakan node guna menghasilkan data dari berbagai sumber.

Sumber distribusi

Berperan sebagai perantara, maka aset kripto ini juga berperan sebagai sumber distribusi data. Dalam artian, node yang berada pada jaringan ini dapat memperoleh data dari berbagai sumber yang ada.

Agregasi

Chainlink menggunakan sistem agregasi untuk menghimpun data dari node, baik itu mengambil berdasar sumber tertentu, mengeliminasi data dengan sumber kurang terpercaya, atau bahkan memperolehnya dari berbagai sumber.

Baca Juga: Ketahui Apa Itu Blockchain dan Pemanfaatannya di Berbagai Industri

Reputasi

Untuk memperkuat keamanan dan kepercayaan pada sistemnya, Chainlink berkomitmen untuk menjaga reputasi dengan mengukur sebuah node dengan berbagai aspek, diantaranya riwayat kinerja, total tugas yang diselesaikan, jumlah permintaan, total pinalti, hingga tingkat waktu responnya.

Pembayaran penalti

Smart contract yang memungkinan penalti untuk menjamin kesesuaian pengumpulan data berdasarkan kontrak. Penalti ini berupa asuransi jaminan apabila terjadi kekeliruan dalam menginput data.

Sertifikat Pelayanan

Pemberian sertifikat pelayanan ini merupakan sebuah fitur menarik yang diberikan kepada Oracles yang dinilai terpercaya. Hal ini akan menjadi bukti betapa hebat dan bagusnya penyedia tersebut dalam menjamin keamanan.

Itulah penjelasan singkat mengenai arti dan juga cara kerja aset kripto ini dan juga token LINK yang memiliki fitur-fitur menarik. Ikuti informasi seputar Chainlink dan aset kripto lainnya di Tokonews. Gabung juga dalam komunitas Discord Tokocrypto dan mulai investasi serta trading kripto di Tokocrypto sekarang!



Sumber : news.tokocrypto.com

AOA Coin, Aset Digital yang Menguntungkan

AOA coin adalah aset kripto P2P yang dikembangkan di Islandia. Selain itu, aset kripto ini merupakan salah satu aset kripto yang tak hanya menawarkan harga terjangkau, namun juga bisa memberikan jaminan keuntungan. 

Banyak pegiat kripto yang tidak bisa membeli Bitcoin akhirnya beralih membeli aset kripto ini sebagai alternatif investasi. Apa saja yang ditawarkan dari aset kripto satu ini? Lalu bagaimana cara membeli aoa coin? Simak artikel di bawah ini!

Menjadi salah satu protokol blockchain

AOA atau Aurora adalah salah satu protokol blockchain. Artinya, mereka bisa dimanfaatkan untuk membuat token serta ekosistem blockchain seperti Bitcoin dan Ethereum. AOA juga mengeluarkan aset kripto berupa koin bernama AOA coin yang menjadi jawaban atas permasalahan sistem keuangan di negara Islandia. 

Aset kripto satu ini telah muncul sejak 2014 lalu dan diciptakan oleh seseorang dengan nama samaran Baldur Friggjar Insson atau Odinson dan hadir sebagai alternatif di Islandia untuk Bitcoin. Melalui database di Islandia, tercatat bahwa sang pencipta aset kripto ini sudah mendistribusikan AOA Coin untuk 330.000 orang. Kemudian pada 2021 lalu, aset kripto ini berada di peringkat ke-738 sebagai salah satu aset kripto yang jumlahnya sudah mencapai ribuan.

Baca juga: Yuk, Kenalan dengan Mata Uang Digital Populer di Indonesia!

Teknologi yang Ditawarkan oleh AOA/Aurora

Sama halnya dengan Bitcoin dan Ethereum, Aurora Chain juga menawarkan teknologi yang canggih dan pintar. Aurora Chain sendiri memiliki sebuah slogan dan misi untuk membangun dunia blockchain yang indah serta penuh warna layaknya aurora. 

Agar Aurora chain bisa meraih misi tersebut, mereka membuat rangkaian solusi untuk memecahkan masalah blockchain.

Teknologi yang mereka tawarkan adalah :

  1. Mekanisme konsensus proof-of-stake (POS), 
  2. Toleransi Patahan Bizantium (BFT), 
  3. Peer to peer stereo net
  4. Intelligent application isolation
  5. Multi-chain asset launching dan parallel operation
  6. Upgradeable blockchain, dan juga 
  7. Pengelompokan kluster untuk mewujudkan TPS dengan keamanan tinggi dan tanpa batas.

Dengan teknologi yang ditawarkan, AOA Coin bisa memberikan platform pintar yang mampu melakukan ekspansi paralel multi-chain.

Hal ini berguna untuk menciptakan TPS yang aman serta berkualitas. Selain itu, Aurora Coin juga bisa menyederhanakan prosedur peluncuran aset, mempercepat proses, serta memperluasnya. 

Terakhir, teknologi upgradeable blockchain-nya dapat mendukung peningkatan dan pengelompokan teknologi. Karena itulah AOA Coin bisa melakukan verifikasi transaksi serta menurunkan biaya pengguna supaya mereka dapat menyimpan data.

Baca juga: Yuk Kenali Blockchain Beserta Cara Kerja dan Manfaatnya

Apakah Permasalahan Blockchain yang Ingin AOA Benahi?

ilustrasi blockhain di web3

Teknologi yang sudah dibuat oleh Aurora Chain tentunya bukan tanpa tujuan. Mereka ingin menjawab permasalahan blockchain

Beberapa permasalahan yang Aurora Chain selesaikan adalah 

Industri Video Game

Aurora Coin berharap bisa mengintegrasikan mata uang, data, serta aturan game dengan blockchain. Segalanya akan mengalami tokenized sebagai bagian dari perekonomian yang terbuka. 

Kecerdasan Buatan

Dalam lingkup kecerdasan buatan, AOA Coin ingin menghubungkan keamanan data serta sinergi. Hal ini dilakukan dengan menjauh dari konsep jaringan terpusat. 

Internet of Things (IoT)

Aurora juga ingin menjadi pondasi dari sistem IoT yang terdesentralisasi, dengan demikian akan mendapatkan untung dari transaksi serta kolaborasi antar perangkat yang terhubung.

Big Data

Lalu, terakhir adalah permasalahan big data. AOA Coin hadir untuk melakukan peningkatan keamanan serta manajemen data.

Meski tidak semahal harga Bitcoin, AOA Coin juga bisa menjamin keuntungan bagi Anda, lho. Agar untung yang didapat bisa maksimal, pelajari lebih lanjut soal berbagai aset kripto lainnya di Tokocrypto.

Pastikan pula untuk followInstagram dan Twitter Tokocrypto agar tak ketinggalan update terkini seputar dunia kripto. Jangan lupa bergabung juga dalam komunitas Discord Tokocrypto  dan mulai berinvestasi serta trading kripto di Tokocrypto!





Sumber : news.tokocrypto.com

Mengenal Monero (XMR) dan Fitur-Fiturnya yang Menarik

Berbicara tentang kripto, sulit untuk dilepaskan dari Bitcoin selaku salah satu aset kripto yang popularitasnya telah diakui oleh dunia. Namun, kini ada aset kripto lain yang punya potensi untuk menyaingi kehebatan Bitcoin dengan sejumlah fitur yang menawarkan lebih banyak privasi, yakni Monero (XMR). 

Seperti apa aset kripto Monero (XMR), keunikan, harga, dan bagaimana cara mendapatkannya? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Monero?

Monero adalah aset kripto yang dibangun berdasarkan prinsip tidak terhubung dan tidak terlacak. Aset kripto yang satu ini sebenarnya hasil fork dari aset kripto Bytecoin (BCN)

Bytecoin sendiri merupakan hasil implementasi dari CryptoNote yang dirilis pertama kali pada 2018 lalu. 

CryptoNote adalah aplikasi yang mewadahi berbagai aset kripto termasuk Bytecoin. Kemudian, dalam perjalanannya, Bytecoin mengalami masalah saat seluruh koinnya sudah didistribusikan.

Menanggapi masalah tersebut, Bytecoin kemudian melakukan fork untuk membuat proyek kripto baru dan berganti nama menjadi 

Bitmonero hingga kini menjadi Monero. Para pengembangnya sendiri terdiri dari tujuh orang, lima di antaranya belum mengungkapkan identitas aslinya, sedangkan dua lainnya adalah Riccardo Spagni atau yang dikenal sebagai Fluffypony dan David Latapie.

2 Keunikan Monero

Dibandingkan dengan berbagai jenis aset kripto lainnya, Dalam algoritma CryptoNote aset kripto satu ini menghadirkan fitur-fitur baru yang unik. 

Berikut dua fitur yang bisa jadi bahan pertimbangan Anda saat ingin mulai berinvestasi di dunia kripto, yaitu:

1. Bersifat fungible

Keunikan yang cukup memberikan perbedaan signifikan antara Monero dengan berbagai aset kripto lainnya adalah sifatnya yang fungible. Bagaimana maksudnya? Jadi, koin Monero memungkinkan untuk ditukar dengan koin lainnya tanpa perlu menilik riwayat transaksi sebelumnya yang mungkin digunakan untuk membeli barang-barang tertentu.

2. Menjunjung privasi

Keunikan lainnya dari aset kripto ini adalah privasinya yang sangat dijunjung tinggi. Berbeda dengan Bitcoin yang bisa ternoda reputasinya ketika dipakai untuk bertransaksi atas barang-barang ilegal, riwayat transaksi yang dilakukan dengan blockchain Monero tidak akan ditampilkan. 

Jadi, pemilik aset kripto ini tetap memiliki harga tukar yang sama meski sebelumnya sudah pernah digunakan untuk bertransaksi atas barang tertentu,  sebab tidak ada penurunan nilai hingga membuat koin menjadi ternoda.

Hal ini bisa berjalan pada protokol Monero dikarenakan menerapkan ring signature dan stealth address. Dalam membuat ring signature, aset kripto ini memanfaatkan kombinasi private keys juga public keys, sehingga tidak akan terungkap identitas seseorang yang menandatangani dan melakukan validasi transaksi. 

Selain itu, Monero menambah privasi dengan stealth address. Jika ring signature membantu seorang validator tidak terlacak, maka stealth address bisa membantu agar alamat tujuan dan penerima aset kripto tidak terdeteksi.

Perkembangan Harga Monero dari Waktu ke Waktu

konsep microscopic monero

Sebagai salah satu aset kripto, aset kripto ini memiliki perkembangan harga yang cukup baik dari waktu ke waktu. Pada Agustus 2020, harga Monero mencapai 89,12 USD dengan kapitalisasi pasar 1,58 miliar USD. Sementara itu, pada 2021, harganya telah berhasil mengalami kenaikan hingga 295,05 USD dengan kapitalisasi pasar 5,3 miliar USD.

Kemudian memasuki tahun 2022, harga XMR kembali meroket pada akhir bulan Maret hingga awal bulan April mengutip Bein Crypto. Setelah sebelumnya mengalami keterpurukan pada bulan Februari dengan mencatat harga senilai 132,1 USD saja per kepingnya, XMR mengalami peningkatan harga hingga 272 USD pada 12 April. Fantastis, bukan?

Selayaknya aset kripto pada umumnya, XMR juga mengalami koreksi tidak lama setelah peningkatan tersebut. Sampai artikel ini ditulis, harga koin yang menduduki peringkat ke-27 di berdasarkan kapitalisasi pasar ini per kepingnya memiliki nilai 127,02 USD per tanggal 14 Juni 2022.

Cara untuk Mendapatkan Monero

Setelah mengetahui lika-liku, keunikan, dan perkembangan harga aset kripto Monero (XMR) dari waktu ke waktu, kini saatnya Anda mengetahui bagaimana cara mendapatkan Monero. Koin ini bisa Anda peroleh dengan cara membelinya di broker kripto atau dengan menambangnya (mining). Berikut penjelasan selengkapnya!

Membeli

Jika Anda memilih untuk membeli aset kripto Monero (XMR), pastikan untuk membelinya di bursa atau exchange kripto tepercaya yang sudah mengantongi izin resmi dari pemerintah, yaitu Bappebti di Indonesia. Selain itu, Anda juga bisa membelinya lewat penjual yang melakukan transaksi jual-beli kripto secara perorangan atau lewat ATM yang telah diintegrasikan dengan kripto.

Menambang

Opsi lain yang bisa Anda lakukan jika ingin memiliki aset kripto ini adalah dengan melakukan mining atau penambangan. Artinya, Anda bisa mendapatkan koin Monero Anda sendiri dengan mengandalkan perangkat komputer dan beberapa hardware serta software lainnya. 

Namun, tak perlu khawatir, untuk melakukan mining Monero (XMR), Anda tak perlu perangkat komputer khusus dan canggih seperti saat melakukan penambangan Bitcoin. Beberapa software mining Monero yang banyak digunakan antara lain MinerGate, CC Miner, dan XMR Stak.

Baca juga: Tertarik Litecoin Mining? Ini Dia Caranya Buat Kamu Pemula!Itulah perkenalan singkat dengan aset kripto satu ini yang memiliki fitur-fitur istimewa berkat sifatnya yang fungible dan privasinya yang terjaga. Ikuti informasi seputar Monero dan aset kripto lainnya di Tokonews. Gabung juga dalam komunitas Discord Tokocrypto dan mulai investasi serta trading kripto di Tokocrypto sekarang!



Sumber : news.tokocrypto.com

Apa itu MBL Coin? Simak Pengertian dan Cara Kerja Ekosistemnya Disini!

Beberapa tahun terakhir, industri perfilman global dan dalam negeri sedang amat produktif. Meski sempat tersendat karena pandemi, berbagai jenis film tetap terus lahir. Hal ini membuka banyak kesempatan baru, salah satunya adalah adopsi blockchain di dunia perfilman, seperti yang dilakukan oleh platform MovieBloc beserta MBL coin miliknya. 

Penasaran? Yuk, baca terus artikel ini!

Apa itu MovieBloc?

platform perfilman MovieBloc

MovieBloc adalah sebuah platform perfilman berbasis blockchain asal Korea Selatan yang diluncurkan pada Mei 2019 lalu. Melalui platform ini, para filmmaker dan kreator bisa mendistribusikan beragam koleksi film dan konten yang mereka ciptakan. Kemudian, film dan konten tersebut dapat diakses secara global dan membawa pendapatan bagi para pembuatnya setiap kali film tersebut ditonton.

Tujuan utama dari dibentuknya platform ini adalah untuk meningkatkan transparansi di industri perfilman, terutama dalam hal distribusi suatu karya film. Hal ini disebabkan umumnya produksi dan distribusi film dikuasai oleh perusahaan-perusahaan besar dan tertentu saja, sehingga sulit bagi para pelaku berskala kecil dan menengah untuk mendapatkan kesempatan yang sama. Maka dari itu, MovieBloc dibangun di blockchain sehingga segala transaksi dilengkapi oleh smart contract.

Baca juga: Serba-Serbi Blockchain dan 5 Karakteristik Utamanya

Ekosistem MovieBloc terbagi ke dalam 3 lapisan, yaitu:

1. Block Layer

Lapisan ini mewadahi para pengguna untuk berkomunikasi dan berkontribusi terhadap karya masing-masing maupun pengguna lainnya. Misalnya, pengguna bisa saling berinteraksi dan membagikan rekomendasi film, dengan memberikan rating atau komentar.

2. Market Layer

Sementara itu, seperti namanya lapisan ini mewadahi seluruh aktivitas yang berkaitan dengan transaksi. Seperti memungkinkan para distributor film untuk membiayai suatu film, para penonton untuk menonton sebuah film, hingga para kreator untuk membayar jasa penerjemah untuk film miliknya.

3. Fundraising

Lapisan terakhir memungkinkan para pengguna untuk berdonasi terhadap koleksi film dan konten yang tersedia pada MovieBloc. Nantinya, donasi ini bertujuan untuk mengusung koleksi film untuk ikut serta dalam berbagai festival film.

Selain itu, genre film yang tersedia di MovieBloc sangat beragam, lho. Mulai dari dokumenter, horor, komedi, hingga animasi. Tidak sedikit pula koleksi film yang menghiasi festival film kenamaan dunia ikut tersedia di platform ini. Bentuk dan durasi filmnya juga bervariasi, sehingga para penggemar short movie pun bisa menemukan banyak pilihan tontonan

MovieBloc juga mengeluarkan token yang lebih dikenal dengan sebutan MBL coin. Koin satu ini sudah listing di 11 exchange aset kripto besar dunia, salah satunya adalah Binance. 

Ingin tahu lebih banyak mengenai MBL coin yang kerap menjadi buah bibir ini? Simak penjelasan lengkapnya sebagai berikut!

Serba-serbi MBL Coin dan Manfaatnya bagi MovieBloc

1. Pembayaran untuk semua transaksi di platform

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, MBL coin adalah native token dari platform MovieBloc. MBL bergerak di bawah protokol Ontology atau OEP-4. Selayaknya native token, MBL berperan dalam segala transaksi yang terjadi dalam platform. Namun, hal ini tidak terbatas pada pembayaran untuk menonton film dan konten premium saja, lho.

2. Imbalan bagi para pihak yang terlibat

Manfaat lain dari MBL dalam ekosistem MovieBloc antara lain adalah sebagai imbalan bagi para pihak yang terlibat seperti kurator atas jasa kurasi, partisipasi pengguna dalam melakukan report serta rekomendasi melalui kolom komentar, imbalan bagi penerjemah atas hasil terjemahannya ke dalam bahasa lain, donasi antar pengguna, hingga biaya promosi film dan konten.

3. Voting

Pada MovieBlock, terdapat sebuah program yang diberi nama ‘PICK’. Program ini menyediakan sederet koleksi film yang bisa dipilih oleh para pengguna, biasanya berlangsung selama empat hari. Nantinya, akan terdapat dua film teratas yang paling banyak dipilih oleh para pengguna. Pengguna yang melakukan vote terhadap dua film tersebut berkesempatan untuk mendapatkan total hadiah senilai 1.8 juta MBL.

Nah, untuk melakukan voting, pengguna wajib memiliki sejumlah tiket terlebih dahulu. Satu tiket voting akan diberikan pada pengguna yang melakukan staking 20,000 MBL coin selama PICK berlangsung. Jumlah tiket voting berlaku kelipatan, sehingga semakin banyak staking, semakin banyak kesempatan pengguna untuk voting.

Baca juga: Tips Cari Cuan Investasi Aset Kripto di Kala Market Anjlok

Perkembangan MBL Coin dari Masa ke Masa

Tidak bisa dipungkiri, sepanjang tahun 2021, MBL coin banyak mencapai titik keemasannya, seperti menyentuh harga tertingginya sebesar 0.04599 USD pada bulan April. Selain itu, MovieBloc juga menjalin banyak kerja sama yang membuat harganya tetap stabil di pasaran. Beberapa di antaranya adalah kerja sama dengan distributor short movie asal Eropa bernama Radiator IP dan mengadakan festival film bersama Asiana.

Dilansir dari CoinMarketCap, harga satu keping MBL coin per tanggal 17 Januari 2021 berada di angka 0.00736 USD, setara dengan Rp 14.372,00 dan volume perdagangan mencapai 4,336,678 USD. MBL coin saat ini menduduki peringkat 430 berdasarkan kapitalisasi pasarnya dengan total supply sebanyak 30 miliar keping dan sudah ada 13.53 miliar keping yang beredar di pasar.

vision of MovieBloc

Tidak menutup kemungkinan harga MBL akan terus meningkat di masa yang akan datang. Sebab, MovieBloc berencana untuk terus melakukan pengembangan bisnis untuk menciptakan sebuah platform berisi konten yang sifatnya global, mencakup NFT video, multi-channel, serta dilengkapi dengan layanan pembayaran yang lebih terintegrasi.

Jadi, apakah Anda pecinta film dan tertarik berinvestasi aset kripto? MBL coin adalah pilihan yang tepat. Meski begitu, Anda tetap harus memperhatikan strategi dan susunan portofolio yang Anda miliki agar volatilitas pasar tidak berdampak buruk bagi Anda, ya, di mana hal ini juga berlaku pada aset kripto selain MBL. 

Untuk informasi serta tips and trick investasi kripto lainnya, kunjungi Tokonews dan segera gabung bersama kami di komunitas Discord Tokocrypto!



Sumber : news.tokocrypto.com

Aktivitas Whale Bitcoin Tunjukkan Adanya Lompatan ke Level Tertinggi

Aktivitas dari investor whale Bitcoin (BTC), telah mengalami lonjakan hingga ke level tertinggi 4 bulan. Hal ini, lantaran pihak whale diketahui memborong aset BTC yang harganya mengalami penurunan. Aksi “Buy the Dip” tersebut, dilakukan saat harga BTC mendekati level USUS$20.000, di mana harga saat ini sudah berada di bawah level tersebut.

Dari laporan perusahaan analitik IntotheBlock, aliran masuk besar dari whale mulai terlihat pada bulan Februari lalu, yang manaa pada minggu ini telah ada 116.000 BTC yang diborong senilai US$ 2,5 miliar dalam sehari.

Dilansir dari media cryptoglobe.com. hal ini merujuk pada pembentukan bottom baru bagi harga Bitcoin, dikarenakan pembelian besar ini merujuk pada koreksi pasar yang terus mencetak level harga rendah. Meski sudah ada aksi pump, harga BTC masih terus bergerak lebih rendah dari US$20.000. Pasalnya, kondisi global masih memaksa para pemegang yang merugi untuk menutup posisi mereka.

Baca juga: Tak Hanya FOMO, Pahami Juga Istilah FUD dalam Dunia Kripto

Menurut data dari Glassnode, whale tampak cenderung menjual “saat harga tinggi” dan membeli “saat harga rendah”. Aktivitas tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah dompet dengan saldo BTC minimal 10.000 koin di saat harga crypto utama ini terus tersungkur jatuh.

Robert Kiyosaki, seorang pengarang buku best seller “Rich Dad Poor Dad” mengatakan bahwa kejatuhan harga BTC adalah peluang besar bagi investor untuk menjadi kaya.

“Ada baiknya untuk kita membeli banyak emas, perak dan Bitcoin karena AS dalam pandangannya akan terhantam resesi.” ungkap Robert, Sabtu (19/6/).

Ia menilai kejatuhan BTC adalah berita bagus, karena ia menunggu harganya jatuh di bawah US$ 20.000 untuk memborongnya dalam jumlah besar. 

Sementara itu, Pendiri Dogecoin Billy Markus menyatakan bahwa pasar kripto pun pada akhirnya akan kembali bangkit, dalam rentang empat tahun, atau pasca Halving terbaru. Lantaran. seperti itulah siklus yang biasa terjadi di pasar kripto. 

Baca juga: Prediksi Harga Bitcoin 2022: Analisa BTC Mingguan

Terbukti hingga halving terakhir di tahun 2020, dan harga melesat kuat di tahun 2021.

Kendati demikian, kedua pihak ini setuju bahwa kejatuhan harga adalah “momen” terbaik untuk berinvestasi karena harga pada akhirnya akan melesat lagi ke ATH-nya, bahkan mencetak yang baru, jika melirik sejarah pergerakan harga.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Potensi Industri Aset Kripto di Indonesia saat Bear Market

Market  kripto diketahui tengah dalam fase bearish, namun industri aset kripto di Indonesia masih memiliki potensi yang cukup besar. Bappebti mencatat hingga April 2022, transaksi untuk aset kripto sudah mencapai Rp 160 triliun. Meski, angka tersebut jauh lebih kecil dibanding tahun lalu, lantaran beberapa nilai aset kripto mengalami penurunan. 

Sementara, jumlah investor aset kripto kini sudah mencapai 13,04 juta investor, masih jauh lebih besar dibandingkan investor saham. Sementara, jumlah pedagang aset kripto yang resmi terdaftar di Bappebti sudah mencapai 25 perusahaan, tumbuh dari 11 perusahaan di penghujung tahun 2021 lalu.

“Kami menyambut baik pertumbuhan jumlah calon pedagang aset kripto yang terdaftar resmi di Indonesia. Jika dari market atau masyarakat melihat akan semakin banyak kompetitor, namun kami melihat ini sebagai bukti bahwa industri kripto di Indonesia terus tumbuh dan sehat, serta punya potensi untuk berkembang, karena menarik banyak pemain untuk masuk ke industri ini,” jelas VP Growth Tokocrypto, Cenmi Mulyanto.

flag pattern chart
Ilustrasi market aset kripto.

Baca juga: Atur Strategi Investasi saat Market Aset Kripto Bearish

Prospek ke depan, industri kripto masih menjanjikan dan akan terus tumbuh, bersamaan dengan adopsi teknologi blockchain yang semakin luas. Kripto nantinya tidak akan dilihat lagi sebagai instrumen investasi, namun sebagai backbone ekosistem yang bisa menyelimuti banyak sektor.

Oleh karena itu, Tokocrypto tidak hanya fokus mengembangkan bisnis exchange yang sudah dimulai sejak 2017. Kami melebarkan lini bisnis dengan menciptakan ekosistem blockchain, TokoVerse, yang meliputi project kripto (TKO), NFT marketplace (TokoMall), program akselerator startup (TokoLabs), crypto hub (T-Hub), aplikasi edukasi (Kriptoversity) dan lainnya.

“Investor bisa melihat industri aset kripto di Indonesia lebih luas lagi. Dampaknya akan besar tidak hanya sebagai instrumen investasi, tetapi membangun industri blockchain yang bisa meliputi banyak sektor. Kami terus menguatkan edukasi dan literasi aset kripto dan ekosistem blockchain kepada masyarakat di segala golongan usia. Diharapkan fokus utama kami ini, bisa membuahkan hasil yang baik dan ciptakan trust kepada masyarakat,” jelas Cenmi.

Ilustrasi Tokocrypto
Ilustrasi Tokocrypto.

Baca juga: Kolaborasi Tokocrypto dan UKI Dirikan Pusat Inovasi dan Literasi Blockchain

Regulasi Kripto di Indonesia

Dalam laporan terbaru dari exchange global, Gemini, saat ini ada 41 persen dari total penduduk Indonesia yang memiliki aset kripto. 64 persen orang Indonesia juga percaya bahwa aset digital mampu melindungi nilai terhadap inflasi. Kemudian, ada lebih dari 60 persen orang Indonesia juga yang memercayai bahwa kripto adalah masa depan uang.

Di samping itu, dukungan regulasi dari pemerintah juga mendorong pertumbuhan industri aset kripto. Sebagaimana diketahui aset kripto telah diregulasi dan dinyatakan sebagai komoditas yangdiperdagangkan secara sah dan legal yang diatur oleh Bappebti. Kemudian, ada aturan perpajakan PMK 68 dari Kementerian Keuangan menambah legitimasi kripto di Indonesia.

“Tujuan utamanya adalah untuk memberikan keamanan hukum dan untuk melindungi kepentingan konsumen kripto Indonesia. Dibutuhkan dukungan seluruh ekosistem untuk membawa adopsi dan manfaat kripto dan blockchain kepada masyarakat,” pungkas Cenmi.

Baca juga: Market Awal Pekan: Nilai Bitcoin Rebound Setelah Terpuruk Ditekan Inflasi



Sumber : news.tokocrypto.com

Apa itu SpookySwap? Mengenal DEX Terbesar dalam Jaringan Fantom

Saat ini, dunia kripto semakin mendapatkan banyak perhatian. Banyak pengembang menciptakan layanan jual beli aset kripto. Dalam hal jual beli aset kripto, diperlukan adanya bursa yang bisa memfasilitasi kegiatan tersebut. Salah satunya adalah Fantom sebagai aplikasi decentralized finance (DeFi) yang populer. Di dalam Fantom terdapat banyak sekali jaringan, yang salah satu yang terkenal dan populer yaitu SpookySwap. 

Simak penjelasan lebih lanjut untuk mengetahui pengertian dan cara kerjanya di bawah ini!

Apa Itu SpookySwap?

SpookySwap adalah pertukaran terdesentralisasi atau decentralized exchange (DEX) yang paling besar dalam jaringan Fantom. Berdasarkan DeFiLlama per Februari 2022, saat ini menjadi protokol aplikasi DeFi dengan nilai USD 1,33 miliar. Aplikasi ini memiliki tampilan UI yang sangat mudah dimengerti. Karena itu, SpookySwap sangat digemari dan mendapat perhatian lebih. 

Anda bisa melakukan banyak aktivitas langsung di halaman utama mereka. Aplikasi ini bisa menjadi jembatan dari jaringan blockchain lain ke Fantom ataupun sebaliknya. Selain itu, SpookySwap juga memiliki koleksi NFT tersendiri yang bernama MagiCat yang nantinya akan terintegrasi dengan ekosistem DEX serta token BOO. Token BOO itu bisa Anda beli atau dapatkan sebagai imbalan sebagai penyedia likuiditas atau LP.

Perkembangan SpookySwap

bentuk ilustrasi web3

Sama seperti kebanyakan aplikasi pada umumnya, SpookySwap pun terus melakukan perkembangan. Saat ini, aplikasi ini sudah masuk dalam tahap pengembangan kemitraan. Pengembang juga sedang melakukan penyesuaian penambangan yang berdasarkan kinerja, whitelisting token, serta memperbaiki bug website dan memperbaiki kualitasnya.

Ke depannya, SpookySwap akan menjadi platform yang lebih baik dengan BOO buybacks yang terdesentralisasi, implementasi Prop-015 atau Protocol Owned Liquidity dari Trade Fees, CEX listing, serta pemanfaatan NFT yang lebih kuat lagi.

Fitur apa saja yang tersedia?

SpookySwap merupakan Automated Market Maker atau AMM untuk menyediakan likuiditas dalam pool likuiditas. Harganya ditentukan secara otomatis dan juga berubah tergantung pada jumlah token yang ada dalam likuiditas. 

Anda bisa melakukan pembelian dengan harga tertentu, namun pembelian itu baru akan terverifikasi jika harganya tercapai. Artinya, Anda bisa tidak dikenakan biaya sampai pembelian Anda diproses. Fitur tersebut terbukti signifikan meningkatkan fleksibilitas perdagangan serta merencanakan masa depan.

Selain itu, fitur yang bisa Anda dapatkan yaitu:

1. Swap Token 

Fitur pertama yang bisa Anda dapatkan adalah swap token. Fitur ini, memungkinkan Anda untuk menukarkan berbagai macam token dengan biaya transaksi yang murah

2. Staking BOO

Staking BOO berguna saat Anda menjadi LP atau penyedia likuiditas. Setelah mendapat imbalan BOO, Anda bisa melakukan staking yang nantinya dapat dijual atau digunakan untuk staking berikutnya

3. Memindahkan Token 

Kemudian, fitur lainnya adalah memindahkan token dari jaringan blockchain ke Fantom. Proses ini hanya membutuhkan waktu minimal sepuluh menit hingga beberapa jam saja. 

Baca juga: Pahami Pengertian Leverage Adalah dan Fungsinya dalam Kripto!

Lebih Jauh tentang Token SpookySwap (BOO)

Seperti yang sudah sempat disebutkan sebelumnya, BOO merupakan token resmi SpookySwap. Token BOO ini akan memberi pemegang sebuah hak kuasa atas perubahan platform di masa depan. Para pemegang BOO juga bisa memperoleh bagian pendapatan dari biaya perdagangan. 

Para pemegang token diharapkan bisa menggunakan hak suaranya dengan bijak. Untuk harga BOO sendiri diperkirakan akan mencapai level tertingginya selama tahun 2022 ini, yakni di angka USD 25. Bahkan pada 2023, harga BOO bisa mencapai sekitar USD 63. Harga tersebut tentunya diprediksi akan terus meningkat.

Baca juga: Perbedaan yang Perlu Diketahui antara Koin dan Token pada Aset Kripto

Sebagai salah satu jaringan terbesar dalam Fantom, SpookySwap membuktikan bahwa mereka dapat bertahan lama serta banyak melakukan transaksi dan mampu menyediakan layanan yang tak ada sebelumnya di Fantom sehingga sukses meraih popularitas.Jika Anda tertarik untuk mempelajari lebih banyak mengenai SpookySwap, kunjungi website Tokonews sekarang juga!. Bergabunglah juga dalam Telegram dan Discord Tokocrypto dan mulai berinvestasi serta trading kripto di Tokocrypto!



Sumber : news.tokocrypto.com

Staking adalah Cara Alternatif Dapatkan Aset Kripto Impianmu

Berinvestasi dalam kripto sering membuat para investor berpikir, sebaiknya membelinya secara langsung di broker kripto atau dengan melakukan mining (penambangan), yakni membuat aset kripto yang baru. Semua cara itu sah-sah saja dilakukan. Namun, ada cara lain yang juga bisa menguntungkan Anda selaku investor dalam investasi kripto.

Cara lain yang bisa Anda lakukan adalah dengan staking. Staking adalah salah satu metode untuk memperoleh keuntungan dari kripto. Lantas, apa yang disebut dengan staking, bagaimana cara kerja, dan kelebihannya? Simak informasi lengkapnya berikut ini!

Apa Itu Staking?

Staking adalah metode yang digunakan saat bergelut dalam investasi kripto. Alih-alih membelinya secara langsung atau membuat aset kripto yang baru dengan melakukan mining, staking dilakukan dengan cara mengunci aset yang sudah dimiliki agar dapat memperoleh keuntungan maksimal.

Dengan melakukan staking, Anda sama seperti menaruh uang dalam bank untuk ditabung. Tentu saja, Anda membiarkan uang tersebut selama beberapa saat agar memperoleh bunga atau keuntungan. Inilah yang juga terjadi dalam staking kripto, Anda menaruh dan mengunci aset kripto Anda dan berharap mendapatkan reward atas upaya tersebut.

Staking juga bisa menjadi salah satu cara untuk mendapatkan keuntungan tambahan atau passive income. Ini bisa terjadi berkat adanya algoritma Proof of Stake (PoS) yang dijalankan dalam sistem jaringan blockchain, yang memungkinkan Anda bisa melakukan verifikasi transaksi sesuai dengan jumlah aset yang Anda miliki.

Baca Juga: Pahami Apa Itu Deposit dan Penerapannya dalam Aset Kripto!

Bagaimana Cara Kerja Staking Aset Kripto?

Setelah mengetahui arti staking, kini saatnya Anda memahami bagaimana cara kerja staking kripto yang bisa memberikan pendapatan tambahan atau passive income bagi Anda. 

Pada dasarnya, staking adalah metode yang cocok untuk dipilih oleh orang-orang yang tidak punya waktu atau tidak terlalu mengerti tentang naik-turunnya harga aset kripto.

Anda hanya tinggal mengunci aset kripto pada jaringan blockchain yang menerapkan sistem konsensus Proof of Stake (PoS)

Dalam hal ini, seorang pemilik aset kripto yang melakukan staking disebut sebagai validator. 

Nantinya, Anda akan memperoleh keuntungan sesuai dengan jumlah aset dan berapa lama waktu Anda mengunci aset kripto tersebut.

Sebagai validator, Anda akan memperoleh keuntungan setiap kali berhasil memverifikasi transaksi. 

Kemudian, sistem PoS-lah yang akan membagikan keuntungan pada setiap validator. Oleh karena itu, semakin banyak aset kripto yang dikunci, semakin besar pula peluang keuntungan yang Anda dapatkan.

Kelebihan dan Risiko Staking

ilustrasi susunan token bitcoin

Kelebihan staking adalah investor hanya harus menunggu mendapatkan keuntungan dengan cara mengunci aset.

Staking seperti terlihat aman karena investor hanya perlu mengunci aset. Namun bukan berarti staking tidak memiliki risiko. 

Risiko dari staking adalahcmungkin saja harga aset kripto yang Anda kunci sedang anjlok dan Anda tidak bisa menjualnya.

Oleh karena itu, penting untuk memilih broker kripto tepercaya saat akan melakukan staking. Dengan bermain di broker kripto tepercaya, Anda akan disuguhi oleh pilihan aset kripto yang memiliki harga relatif lebih stabil. 

Meski demikian, Anda harus tetap menggali informasi sebanyak-banyaknya seputar karakteristik aset kripto tersebut agar sesuai dengan profil risiko Anda.

Baca Juga: Temukan Pengertian Tapering Adalah dan Dampaknya dalam Transaksi Kripto di Sini!

Aset Kripto yang Bisa Diperoleh Lewat Staking

Tidak semua aset kripto bisa dimainkan dengan metode staking. Namun, ada beberapa di antaranya yang bisa Anda pilih sesuai profil risiko dan modal yang Anda miliki.

  1. Ethereum (ETH)
landing page website ethereum

Source: https://ethereum.org/en/staking/

Sebagai aset kripto yang paling banyak dikenal, Ethereum (ETH) juga bisa dibeli dan diperlakukan dengan cara staking atau mengunci aset. Minimal jumlah yang harus Anda miliki adalah 32 ETH dengan keuntungan yang ditawarkan sebesar 5-17 persen per tahunnya.

  1. Tezos (XTZ)
cara staking tezos coin

Tezos (XTZ) adalah salah satu jaringan blockchain terbuka yang memiliki aset kriptonya sendiri dengan nama XTZ. Aset kripto ini juga bisa di-stake di berbagai platform atau jaringan yang mendukung. Potensi keuntungan yang bisa Anda dapatkan dari aset kripto ini adalah sekitar 6 persen setahun.

  1. Cardano (ADA)
landing page website cardano

Source: https://cardano.org/stake-pool-delegation/

Sama seperti Ethereum (ETH) yang telah banyak dikenal, Cardano (ADA) juga menjadi salah satu aset kripto multilayer yang memiliki beragam fungsi, salah satunya bisa untuk staking. Keuntungan yang ditawarkan saat melakukan staking Cardano (ADA) bisa mencapai 24 persen pada pertengahan 2021.

Staking merupakan salah satu cara untuk mendapatkan keuntungan lewat kripto tanpa perlu terus-terusan memantau fluktuasi harganya. Meski demikian, staking bukan berarti tanpa risiko, sebab Anda harus mengetahui karakteristik setiap aset kripto yang Anda kunci. Untuk memperoleh informasi lengkap seputar kripto, bergabunglah di komunitas Discord Tokocyrpto.

Selain itu, ikuti juga informasi yang disampaikan lewat website, Instagram, dan Twitter Tokocrypto. Untuk mulai berinvestasi, trading, maupun staking aset kripto, Anda bisa melakukannya dengan klik link ini!





Sumber : news.tokocrypto.com