Tag Archives: blockchain

FUD adalah Taktik Psikologi dalam Dunia Kripto, Hati Hati!

Di kehidupan sehari-hari, Anda tentu telah sering mendengar istilah FOMO atau Fear of Missing Out. Istilah ini dipakai untuk merepresentasikan seseorang yang memiliki rasa takut, gelisah, atau tak ingin ketinggalan tren yang sedang terjadi. Pada akhirnya, orang yang disebut FOMO akan mengikuti tren tersebut meski belum tentu pas untuknya.

Baca juga: Ketahui Pengertian FOMO Adalah di Dunia NFT Selengkapnya di Sini

Selain FOMO, ada juga istilah FUD yang kerap digunakan dalam pasar perdagangan, khususnya kripto. Lantas, apa itu FUD dan adakah cara agar terhindar dari FUD ini? Simak penjelasan berikut!

Apa Itu FUD?

Seperti yang telah dijelaskan secara singkat di atas, Fear, Uncertainty, and Doubt atau yang kemudian disingkat menjadi FUD adalah singkatan dari Fear, Uncertainty, and Doubt yang berarti ketakutan, ketidakpastian, dan kekhawatiran terutama yang terjadi dalam pasar perdagangan

FUD menggambarkan situasi dan kondisi ketika pasar sedang tidak stabil hingga membuat para investor mengalami rasa takut dan ragu. Istilah ini juga kerap diplesetkan menjadi Facts U Dislike. FUD sering menjadi taktik untuk memainkan psikologi seseorang yang bermain dalam pasar perdagangan.

Jika dalam kehidupan sehari-hari saja FUD banyak ditemui, apalagi dalam kripto yang dipenuhi dengan ketidakpastian. Pasalnya, harga aset kripto cenderung fluktuatif atau bisa berubah sewaktu-waktu. Inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh para investor untuk mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya, salah satunya dengan cara menyebarkan ketakutan. 

Jika ketakutan sudah tersebar, maka akan banyak investor yang menjual aset kriptonya dan dimanfaatkan para penyebar FUD tersebut untuk membeli aset kripto di harga yang amat rendah.

Jadi, tidak sedikit dari para investor yang saling menyerang agar dapat memengaruhi harga aset kripto masing-masing dari mereka. Namun, tidak sedikit pula pemain berpengalaman yang telah mengerti tentang strategi ini. Sehingga, pada akhirnya, mereka akan terus mengunci aset yang anjlok sampai harganya kembali stabil. Apakah Anda salah satunya?

4 Fenomena FUD dalam Dunia Crypto

bentuk koin bitcoin

Fenomena FUD dalam dunia kripto benar-benar pernah terjadi, terutama di tengah kondisi ekonomi yang begitu fluktuatif saat ini. Berikut ini sejumlah hal yang turut memperkuat fenomena FUD dalam dunia kripto, yaitu:

Libra (Facebook)

Sejak masa peluncurannya ke publik, terdapat beberapa fenomena FUD dalam kripto. 

Salah satu yang menjadi pemula dari seluruh fenomena FUD dalam kripto adalah ketika Facebook yang digawangi oleh Mark Zuckerberg bersiap untuk merilis aset kripto pertamanya, yakni Libra. 

Kehadiran Libra tentu menjadi angin segar. Akan tetapi, tidak sedikit dari para investor yang meragukan privasi yang ditawarkan oleh aset kripto Libra.

Pelarangan Jual-Beli Bitcoin di Tiongkok

Melansir SoFi Learn, Pemerintah Tiongkok hampir setiap tahun selalu melayangkan pelarangan jaul-beli Bitcoin di seluruh Tiongkok setiap kali terjadi suatu penurunan atau tragedi yang menimpa pasar aset kripto. Meski terkesan sebagai aturan yang diturunkan secara permanen, nyatanya pelarangan ini hanya bersifat sementara hingga isu mengenai pasar kripto reda dengan sendirinya. 

Pelarangan ini dilakukan secara masif melalui media massa kepada individu atau komunitas kripto yang ada di Tiongkok. membuat harga Bitcoin menjadi anjlok dan dipertanyakan kredibilitasnya.

Pernyataan Donald Trump

Selain Facebook dan negara Tiongkok yang sukses mengguncang dunia kripto, Donald Trump juga turut berperan membuat FUD dalam kripto lewat cuitannya di Twitter. 

Pada saat itu, Trump menyatakan bahwa dirinya bukan penggemar dari Bitcoin maupun aset kripto lainnya. Pernyataan negatif Trump tersebut dinyatakan tepat ketika harga Bitcoin sedang bullish.

Perilisan BAKKT

BAKKT adalah platform perdagangan aset kripto dari NASDAQ yang diluncurkan setelah melihat arus pengguna kripto meningkat. Akan tetapi, pada hari perilisannya, harga Bitcoin justru anjlok hingga menyentuh 2.000 USD. Hal ini menunjukkan bahwa baik situasi FOMO maupun FUD bisa terjadi dalam waktu yang amat berdekatan.

3 Tips Terhindar dari FUD Crypto

Tidak ada yang suka berada dalam ketidakpastian hingga merasakan takut dan khawatir berlebihan. Untuk itu, Anda perlu tahu bagaimana cara dan tips terhindar dari FUD, khususnya saat sedang bermain dalam instrumen investasi kripto. Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda terapkan, yaitu:

  1. Perdalam pengetahuan dan tingkatkan percaya diri

Tips pertama agar bisa terhindari dari FUD saat berinvestasi kripto adalah dengan memperdalam pengetahuan seputar aset kripto. Pastikan sebelum melakukan pembelian, Anda sudah tahu karakteristiknya, sehingga siap menghadapi risiko yang mungkin terjadi. Selain itu, tingkatkan rasa percaya diri dengan bekal pengetahuan tersebut. Saat rasa percaya diri Anda tinggi, Anda tidak akan mudah dipengaruhi oleh asumsi-asumsi negatif dari pihak lain.

  1. Gunakan logika Anda

Dalam mengambil keputusan, Anda tentu perlu berpikir mendalam dengan logika. Biasanya, keputusan yang diambil secara terburu-buru menggunakan perasaan disebabkan oleh rasa FOMO atau takut ketinggalan tren. Pada akhirnya, FOMO akan mengarahkan Anda pada FUD. Jadi, jangan sampai terlalu banyak menggunakan perasaan saat akan mengambil keputusan dalam investasi kripto.

  1. Siapkan dana darurat

Tips terakhir agar terhindar dari FUD adalah dengan menyiapkan dana darurat. Artinya, Anda harus menyiapkan uang cadangan sebagai antisipasi bila terjadi kerugian saat berinvestasi kripto. Jika Anda memiliki dana darurat untuk menghadapi kerugian yang mungkin terjadi, Anda akan lebih tenang dan tidak mengambil keputusan tanpa melakukan analisis terlebih dahulu.

Pada akhirnya, sebelum mulai berinvestasi kripto, Anda harus memiliki bekal pengetahuan yang cukup tentang karakteristik aset kripto serta risiko yang mungkin terjadi seperti FUD.Tentu masih banyak sejumlah hal lain yang memengaruhi ketidakpastian dalam dunia kripto. Untuk memperoleh informasi lengkap seputar kripto, bergabunglah di komunitas Discord Tokocyrpto dan website Tokonews. Untuk mulai berinvestasi aset kripto, daftar dan selesaikan KYC Anda di Tokocrypto sekarang!



Sumber : news.tokocrypto.com

Cara Mining Dogecoin: Panduan dan Tips Agar Cuan

Pernah mendengar soal mining dogecoin? Dogecoin, atau sering juga disebut Doge, merupakan salah satu aset kripto. DOGE diperkenalkan pada 2013 oleh software engineer bernama Billy Markus dan Jackson Palmer. Sejak diluncurkan, Doge memiliki banyak penggemar karena punya nilai yang cenderung rendah.

Namun, DOGE melesat jauh setelah CEO Tesla sekaligus SpaceX, Elon Musk, menunjukkan ketertarikannya. Dukungan Musk bahkan mampu menaikkan nilai per koin Doge hingga 800% hanya dalam 24 jam. Nah, untuk mendapatkan Dogecoin sendiri ada beberapa cara. Salah satu cara yang populer adalah melalui mining Dogecoin. Bagaimana cara kerjanya? Baca terus artikel ini!

Dogecoin sebagai Alternative Coin Potensial

Seperti yang telah disinggung pada bagian pembuka, Dogecoin memiliki beberapa potensi untuk menjadi alternative coin atau altcoin yang menguntungkan. Selain karena nilainya yang relatif rendah, DOGE juga memiliki banyak penggemar. Jadi, layaknya aset kripto yang grafiknya fluktuatif, masa depan DOGE tampaknya akan terus cerah.

Jika melihat perkembangannya saat ini, nilai Dogecoin memang cenderung turun karena adanya koreksi. Hal tersebut sangat wajar terjadi. Sebab, Dogecoin baru saja mencapai all-time high atau nilai tertingginya pada Mei 2021 lalu, yaitu senilai $0.7376 (DOGE USD) dilansir dari CoinMarketCap. Selain itu, tidak bisa dipungkiri bahwa pergerakan harga altcoin juga mengikuti pergerakan harga Bitcoin (BTC USD) yang saat ini sedang mengalami penurunan. Aset kripto ini akan berangsur-angsur pulih apabila penggunaannya semakin masif.

Baca juga: Mengenal Altcoin Season dan 5 Altcoin Terpopuler di 2021

Mengenal Mining Dogecoin

Mengenal dogecoinTertarik untuk mulai mengumpulkan Dogecoin? Sama seperti aset  kripto lainnya, Dogecoin bisa didapatkan melalui beberapa cara seperti jual-beli aset kripto. Cara lain yang banyak diterapkan adalah dengan mining Dogecoin.

Apa itu mining Dogecoin?

Mining Dogecoin adalah cara mendapatkan aset kripto berupa Dogecoin dengan menambang. Menambang di sini berarti memecahkan beberapa masalah matematika kompleks. Alat yang digunakan untuk menambang pun bukan bor, ya, melainkan dengan perangkat komputer khusus.

Meski mining Dogecoin pada dasarnya mirip dengan mining pada aset kripto lain, tentu ada beberapa hal yang membedakannya.

Misalnya, dari segi algoritma atau hash yang merupakan aturan untuk menambang aset baru. Selain itu, ada juga block time yang berarti rata-rata waktu untuk memeriksa blok transaksi aset baru sebelum bisa ditambahkan ke blockchain.

Cara Kerja Mining Dogecoin

Ada dua opsi yang bisa Anda pilih untuk mulai mining Dogecoin, yaitu solo mining dan pool mining. Mari simak perbedaannya berikut ini.

1. Solo Mining

solo mining

Dogecoin menerapkan algoritma Scrypt yang cenderung hemat energi. Jadi, opsi untuk melakukan solo mining atau penambangan mandiri pun selalu terbuka. Anda hanya perlu menyediakan sebuah CPU dengan kecepatan setidaknya 100-200 kH/s untuk bisa mulai menambang Dogecoin.

Selain karena lebih ramah energi, Dogecoin juga tidak memerlukan graphic card dalam proses penambangannya. Dengan begitu, konsumsi listrik pun jauh lebih hemat jika dibandingkan saat Anda mining aset kripto lain.

Untuk mulai solo mining, unduh Dogecoin Core yang tersedia di official website Dogecoin.

Choose wallet before mining cryptoApa itu dogecoin core?

Dogecoin Core sendiri adalah dompet digital untuk menyimpan aset kripto Anda yang berupa Dogecoin. Selanjutnya, masuklah ke menu Encrypt Wallet untuk melindungi aset Anda. Terakhir, core akan mulai mengunduh blok yang ada ke CPU Anda. Proses ini bisa memakan waktu berhari-hari.

2. Pool Mining

Mining Crypto

Jika Anda tidak memiliki hardware yang mumpuni untuk solo mining, pool mining bisa jadi solusi yang efisien. Melalui pool mining, Anda tidak perlu lagi mengunduh core dan blok mining. Caranya adalah dengan bergabung pada pool yang memang menyediakan layanan mining Dogecoin.

Salah satu pool yang banyak digunakan adalah Aikapool. Di Aikapool, Anda cukup mendaftar dan melakukan instalasi software CPU Mining multi versi 1.3.1 Windows 64 bit. File software pun sudah disediakan di Aikapool. Apabila proses instalasi selesai, Anda tinggal mengekstrak folder pool dan mengikuti instruksi yang tersedia.

Hal-hal yang Perlu Dipersiapkan untuk Mining

Mining DOGE Coin

Sebelum mulai mining Dogecoin, jangan lupa untuk mempersiapkan peralatan yang diperlukan. Berikut adalah beberapa perangkat yang harus ada dalam melakukan mining aset kripto:

  1. PC yang menggunakan sistem operasi Windows, Linux, atau OS X.
  2. Sambungan internet yang stabil dan berkecepatan tinggi.
  3. Dompet digital atau wallet kripto, gunanya untuk menyimpan aset yang didapat dari mining.
  4. Proses mining Dogecoin akan lebih lancar jika Anda menyediakan graphic card serta Scrypt ASIC Miner pada PC.

Bagaimana, tertarik untuk mulai mining Dogecoin? Setelah mendapat aset kripto Dogecoin, Anda bisa melakukan exchange ke aset kripto lainnya melalui Tokocrypto. Di Tokocrypto, Anda bisa trading Bitcoin dan Dogecoin dan aset kripto lain dengan mudah dan tentunya aman. Yuk, mulai investasikan set kripto hasil mining Dogecoin Anda melalui Tokocrypto sekarang juga!



Sumber : news.tokocrypto.com

Pria Ini Berhasil Kalahkan Bos Tokocrypto di Cerdas Cermat Kriptoversity

Seorang mahasiswa bernama Edo Asri Rizal berhasil mengalahkan Chief Strategy Officer (CSO) Tokocrypto, Chung Ying Lai dalam kompetisi Cerdas Cermat Kriptoversity. Menariknya, Edo berhak membawa pulang hadiah Rp 15 juta, berkat kemahirannya itu.

Untuk bertanding melawan Ying, Edo mampu mengalahkan ratusan peserta dalam babak eliminasi. Kompetisi Cerdas Cermat Kriptoversity sendiri berlangsung sejak 18 Mei 2022, di mana babak eliminasi pertama di lakukan di platform Discord komunitas Tokocrypto.

Selanjutnya, babak eliminasi ke-2 hingga ke-4 dilakukan setiap hari Rabu digelar di platform Telegram komunitas Tokocrypto. Total akan dipilih 30 orang selama 3 minggu babak eliminasi, di mana Top 30 akan masuk ke tahap selanjutnya untuk mendapatkan Top 10 yang akan berkompetisi di minggu ke-4 untuk menentukan Juara 1 dan melawan CSO Tokocrypto.

Grand Final Cerdas Cermat Kriptoversity
CSO Tokocrypto, Chung Ying Lai (kiri atas) dan Edo Asri Rizal (kanan atas) dalam pertandingan Grand Final Cerdas Cermat Kriptoversity.

Satu hal yang menarik dari kompetisi ini adalah ada hadiah mingguan mulai dari Rp 400.000 hingga Rp 45.000 per orang. Tidak hanya itu, ada hadiah di babak eliminasi dari pemenang pertama mendapat Rp 1,5 juta, pemenang kedua Rp 1 juta, pemenang ketiga Rp 750.000 dan pemenang ke-4 hingga 10 dapat Rp 500.000 per orang.

Baca juga: Disaat Gelombang PHK, Binance Malah Buka Lowongan Kerja Baru

Jalannya Grand Final Cerdas Cermat Kriptoversity

Grand Final Cerdas Cermat Kriptoversity yang digelar Kamis (16/6) berlangsung sangat sengit. Total ada 15 pertanyaan yang harus dijawab oleh Ying dan Edo.

Peraturannya, jika Edo memiliki skor lebih besar dari Ying, maka berhak mendapatkan hadiah Rp 15 juta. Sementara itu, jika Edo memiliki skor lebih rendah dari Ying, maksimal berbeda 3 poin (contoh: Skor Ying 9, skor Edo 6) berhak mendapatkan hadiah Rp 3.625.000.

Pertanyaan dari final ini diambil dan dipilih berdasarkan submit pertanyaan dari komunitas. Pertanyaan terpilih berhak mendapatkan total hadiah Rp 5.250.000 untuk 15 orang pemenang.

Jalannya pertandingan pun cukup ketat. Diawal pertandingan, secara mengejutkan Edo memimpin dengan selisih skor yang jauh. Tidak menyerah, Ying berhasil menyalip Edo pada pertanyaan ke-5 dengan masing-masing skor 3522 dan 2789.

Grand Final Cerdas Cermat Kriptoversity
Edo Asri Rizal kalahkan CSO Tokocrypto, Chung Ying Lai dalam pertandingan Grand Final Cerdas Cermat Kriptoversity.

Ying tampak lengah di pertanyaan ke-7, hingga bisa dengan mudah skornya disalip oleh Edo. Kejar-kejar skor pun berlangsung ketat dan tipis. Namun akhirnya, Ying harus mampu mengakui kecepatan dan kepintaran Edo yang berhasil menduduki podium pertama dengan skor tipis 9736 dan 9411. Masing-masing mampu menjawab 11 dari 15 pertanyaan dengan benar.

“Terima kasih khususnya untuk Tokocrypto yang sudah mengadakan event ini. Luar biasa,” kata pria berusia 21 tahun itu.

Baca juga: Kapan Bear Market Crypto Selesai? Ini Prediksinya

Kriptoversity, Aplikasi Edukasi Soal Blockchain dan Kripto

Aplikasi Kriptoversity merupakan inisiatif Tokocrypto sebagai sarana belajar terkait aset kripto dan blockchain. Uniknya, ini merupakan aplikasi edukasi blockchain pertama di Indonesia dengan konsep learn & earn yang bisa mendapatkan aset kripto.

Aplikasi Kriptoversity yang kini bisa diunduh gratis di Google Play Store dan Apple Apps Store memiliki sejumlah topik pembelajaran. Pengguna dapat memilih topik yang ingin dipelajari, mulai dari pengenalan terhadap teknologi blockchain, project blockchain, aset kripto, NFT hingga literasi crypto finance. Aplikasi ini juga dibalut dengan UI (user interface) yang apik untuk memudahkan proses pembelajaran.

Ilustrasi Kriptoversity by Tokocrypto.
Ilustrasi Kriptoversity by Tokocrypto.

“Pengguna Kriptoversity diberi insentif untuk menyelesaikan kursus dan kuis berupa token TKO yang dapat disimpan dan ditransfer ke wallet akun Tokocrypto mereka atau didonasikan melalui TokoCare. Solusi menarik dan sederhana ini secara efektif mendorong masyarakat memahami apa yang pelajari dalam aplikasi,” ungkap Chung Ying Lai, CSO Tokocrypto.

Aplikasi Kriptoversity akan terus mengalami perkembangan dan berinovasi untuk membuat pengguna semakin nyaman belajar. Tim riset Tokocrypto akan mengembangkan topik, dan kurikulum yang sesuai dengan minat dan perkembangan aset kripto dan ekosistem blockchain agar tetap relevan.

Baca juga: Harga Bitcoin Agresif, Pasca The Fed Naikkan Suku Bunga Tertinggi



Sumber : news.tokocrypto.com

The Fed Menaikan Suku Bunga 75 Basis Poin, CEO Ini Siap Beli Bitcoin

Seorang pesohor dikabarkan akan memborong kripto saat nilainya sedang mengalami penurunan signifikan di beberapa minggu lalu. Pesohor tersebut bernama, Raoul PAL yang merupakan CEO dari Real Vision Group & Investor Makro Global. 

Dalam prediksinya, pasar kripto akan berada di bawah untuk lima minggu kedepan. Ia berencana untuk memborong lebih awal di minggu depan. Hal ini, lantaran ia berkaca seperti tahun 2014 saat penurunan kripto terjadi. Siapapun yang membeli aset saat nilai sedang dibawah, lanjutnya, berpotensi mengeruk keuntungan bahkan 10 kali lipat.

Dari analisnya soal Relative Strength Index (RSI) mingguan bitcoin, yang saat ini berada di 31 dan sedikit di atas ATL di 28 dia memperkirakan bagian bawah akan berlangsung selama lima minggu. 

“Saya mungkin akan mulai berbelanja minggu depan, karena memang mengatur timing pada saat dibawah itu sesuatu yang hampir tidak bisa dilakukan. Karena saya melihat kripto sebagai aset jangka panjang, bukan aset perdagangan” ungkap Raoul dikutip dari website Cryptopotato, Kamis (16/6/2022).

Sementara itu, milyuner Amerika dan Co-Founder of The Carlyle Group David Rubenstein menyatakan bahwa masyarakat dunia tidak akan meninggalkan kripto meskipun mengalami kehancuran besar dalam beberapa minggu ini. 

“Orang-orang tidak akan meninggalkan konsep di balik kelas aset hanya karena efek samping dalam beberapa minggu terakhir,” ujarnya.

Baca juga: CEO MicroStrategy Tepis Kekhawatiran Margin Call Saat Bitcoin Anjlok ke Angka US$21.000

Aset Bitcoin diketahui telah mengalami hantaman serius di beberapa lalu. Peningkatan inflasi global, konflik militer antara Rusia dan Ukraina, krisis energi dan masalah lainnya telah menjatuhkan harga aset hingga US$30.000 dalam waktu hampir sebulan.

Namun saat banyak pihak mulai memiliki pandangan buruk soal kripto kedepan, David tidak berada diantara mereka. Dia berpendapat bahwa harga aset koin digital ini akan terus berfluktuasi, tetapi aset tidak akan menghilang. 

“Saya mencatat kemajuan dalam dekade terakhir. Penilaian USD lebih dari $20.000 adalah pencapaian yang signifikan mengingat beberapa investor membelinya (Bitcoin) dengan harga kurang dari satu dolar bertahun-tahun yang lalu,” kata David.

Pengusaha itu juga mengklaim penurunan kripto tidak mengherankan karena ekonomi global saat ini tidak dalam kondisi terbaiknya dan pasar keuangan tradisional juga turun. Menurutnya, orang akan menjaga kepercayaan mereka pada teknologi blockchain dan konsep di balik aset digital meskipun ada tren negatif.

Baca juga: Mengenal Kripto Paris Saint-German Fan Token (PSG) dan Beam (BEAM)

Pengumuman The Fed Kenaikan Suku Bunga Tertinggi Dalam 28 Tahun, Bitcoin Untung

The Fed atau bank sentral Amerika pada hari Rabu menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin, atau tiga perempat poin persentase. Ini adalah kenaikan suku bunga terbesar dalam 28 tahun, yang mana merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menurunkan inflasi yang melonjak. 

Inflasi yang terjadi saat ini telah mengguncang ekonomi dan pasar dari saham dan obligasi hingga mata uang kripto.

Bank sentral AS juga mengumumkan akan terus mengurangi ukuran neraca pada tingkat yang diumumkan pada bulan Mei, menurut sebuah pernyataan oleh Federal Open Market Committe (FOMC), yang menetapkan kebijakan moneter Fed.

Menurut data dari Coingecko pada Kamis (16/6/2022), Bitcoin (BTC) telah berpindah tangan sekitar US$22.544, sekitar satu jam pasca pertemuan. Harga tersebut naik dari $21.076 ketika keputusan itu dirilis. Sebagian besar analis sudah menetapkan harga dalam kenaikan pada hari-hari menjelang pertemuan.

Kendati demikian, The Fed juga mengklaim bahwa aktivitas ekonomi secara keseluruhan tampaknya telah meningkat setelah turun pada kuartal pertama. 

“Kenaikan pekerjaan telah kuat dalam beberapa bulan terakhir, dan tingkat pengangguran tetap rendah. Inflasi tetap tinggi, mencerminkan ketidakseimbangan penawaran dan permintaan terkait pandemi [virus corona], harga energi yang lebih tinggi, dan tekanan harga yang lebih luas,”pungkas The Fed.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Sah! Suku Bunga The Fed Naik 75 Basis Poin, Pasar Kripto Lesu?

Seperti yang telah diproyeksikan pelaku pasar sebelumnya, The Fed hari ini, Rabu (15/6) waktu setempat, akhirnya menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin, pasar saham dan pasar kripto pun semakin loyo, dengan harga BTC ambruk ke kisaran US$ 20.300, setelah berada di kisaran US$ 21.700 beberapa jam sebelumnya.

“Komite berusaha untuk menekan laju inflasi pada tingkat 2 persen dalam jangka panjang. Untuk mendukung tujuan itu, komite memutuskan untuk menaikkan kisaran target suku bunga dana federal menjadi 1‑1/2 hingga 1-3/4 persen [naik 75 basis poin-Red],” sebut The Fed mengumumkan hasil Rapat Komite Pasar Terbuka (FOMC), Rabu (15/6/2022) waktu setempat atau Kamis (16/6/2022), pukul 01.00 WIB.

Sejak Senin lalu, pasar memang mulai mengantisipasi laju kenaikan suku bunga yang agresif ini dan kala itu pejabat The Fed dianggap mempertimbangkannya.

Pasalnya, inflasi justru belum mencapai puncaknya dan belum mencapai target, yakni 2 persen. Justru pada akhir Mei 2022 lalu, inflasi menguat 8,6 persen year-on-year, tertinggi selama 40 tahun terakhir.

Itulah yang memaksa The Fed menaikkan suku bunga jauh lebih besar daripada yang diperkirakan sebelumnya, agak lunak, yakni 50 basis poin.

Bahkan pada Selasa lalu, Goldman Sachs mengubah ekspektasinya sendiri dari 50 basis poin menjadi 75. Pada konferensi pers terakhirnya pada Mei, Powell menolak kenaikan 75 basis poin.

Dengan kenaikan besar itu, sesuatu yang belum pernah dilakukan dalam 28 tahun, kenaikan yang serupa bisa juga terjadi pada Juli 2022, diikuti dengan 50 basis poin pada September dan 25 basis poin pada November dan Desember. Jikalau itu terjadi, maka suku bunga acuan masuk di kisaran 3,25-3,5 persen pada akhir tahun ini.

Baca juga: Mengenal Kripto Paris Saint-German Fan Token (PSG) dan Beam (BEAM)

“Pemicu yang paling mungkin untuk pergeseran ke langkah pengetatan yang lebih agresif adalah kejutan terbalik dalam laporan IHK (Indeks Harga Konsumen) Mei 2022 dan kenaikan lebih lanjut Jumat lalu dalam ukuran ekspektasi inflasi jangka panjang survei konsumen Michigan yang kemungkinan telah didorong sebagian besar oleh kenaikan harga bahan bakar lebih lanjut,” kata Kepala Ekonom Goldman Jan Hatzius, beberapa hari lalu, dilansir dari CNBC.

Mengacu pada laman Fed Watch CME Group, sebelumnya pasar meramalkan kemungkinan 96 persen masuk menjadi 75 basis poin per Senin malam.

Dengan kenaikan agresif ini pula, lonjakan imbal hasil obligasi diperkirakan akan terus naik, termasuk indeks dolar (DXY) yang sudah berada di atas 105, tertinggi sejak 25 November 2002.

TradingView Chart

Suku Bunga The Fed Berdampak ke Pasar Kripto

Mengikut pasar saham yang melemah sejak sepekan terakhir, pasar kripto juga setali tiga uang. Bitcoin sebagai kripto nomor satu misalnya, sempat terjerumus dekat ke US$ 20.000 per BTC, harga yang pernah dicapai pada Desember 2017 sebagai harga tertinggi sepanjang masa sejak 2008. Harga tertinggi sebelumnya adalah US$ 69 ribu pada November 2021 lalu. Pasar kripto keseluruhan sempat rontok hingga di bawah US$ 1 triliun, yakni US$ 903,3 milyar.

Iklim pasar kripto memang baru kali ini mengalami situasi makroekonomi pengetatan kuantitatif, setelah selama kurang lebih 13 tahun berada di pasar global dengan dolar yang melimpah, dampak resesi keuangan 2008.

Kendati tidak diduga sebelumnya, pelaku pasar kripto punya beberapa harapan, hanya jika resesi baru terjadi lagi, karena skenario seperti itu akan memaksa The Fed menggelontorkan dolar lagi untuk menyelamatkan ekonomi dan menekan suku bunga ke tingkat yang lebih rendah.

Secara teknikal, jika harga BTC turun di bawah US$ 20.000 berpotensi melorotkan harganya di bawah US$ 15.000 per BTC bahkan lebih.

Baca juga: Harga Bitcoin Turun Mendekati Support, Bos Rekeningku: Pasar Masih Tak Pasti

Risiko US$ 13.800 per BTC

Sam Callahan dari Swan Bitcoin misalnya percaya bahwa, berdasarkan pengalaman dari pasar bearish sebelumnya, ada kemungkinan Bitcoin bisa turun lebih dari 80 persen dari harga tertinggi sepanjang masa, seperti yang terjadi pada Desember 2018, ketika jatuh ke hanya di atas US$ 3.000. Itu berarti Bitcoin jatuh serendah US$ 13.800 pada siklus ini.

Robohnya pasar kripto ini pun sekaligus menegaskan bahwa kripto tidak dapat diandalkan dalam situasi inflasi kritis dengan tipe seperti ini.

Di tengah lesunya pasar kripto, Peter Brandt, yang menjadi salah satu analis popular di Twitter, memiliki pandangan baru terhadap harga Bitcoin.

TradingView Chart

Menurut analisis teknikalnya, harga kripto utama ini dapat jatuh ke US$ 13.000, namun masih ada peluang untuk tidak terjadi, meski tipis sekali peluangnya.

Menurut Peter, kejatuhan ini akan gagal jika harga berhasil menutup weekly candle di atas level tertinggi di 31 Mei, di sekitar US$ 32.206. 

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Satu Alasan Kecil Kenapa Terra Luna Hancur Lebur

Suku bunga Anchor Protocol mengalami peningkatan yang signifikan, dari semula 3,6%, menjadi 20%. Suku bunga ini sendiri berasal dari kebijakan Pendiri Terraform Labs, Do Kwon. Kenaikan tersebut, terjadi seminggu sebelum penerapan baru yang diklaim Do Kwon sebagai cara untuk menarik minat investor.

Menurut Mr.B yang merupakan pengembang protokol, suku bunga di 3,6% saja sudah relatif tinggi. Namun, ia berani memilih untuk menaruh angka yang jauh lebih tinggi, guna mengalahkan penawaran dari bank-bank tradisional.

Nilai Return of Investment (ROI), dianggap dapat menstabilkan jaringan blockchain. Hal tersebut, dikarenakan dana yang tersimpan di Anchor Protocol meningkat.

Meski begitu, Mr.B telah menyarankan kepada Do Kwon supaya mengurangi angka suku bunga tersebut. Namun, tawaran tersebut mendapatkan penolakan di tahun 2019 lalu. 

“Jika perusahaan tidak dapat membayar 20% ROI kepada investor, maka LUNA dapat menghentikan program tersebut,” ungkap Kwon.

Baca juga: Token Kripto Metaverse Terus Tumbuh, meski Market Bearish

Nasihat dari Mr. B pun menjadi kenyataan, saat stablecoin algoritmik Terra, UST jatuh akibat suku bunga yang terlampau tinggi melebihi dana yang terkunci dalam jaringan. Ketidakseimbangan ini perlahan menekan harga UST, yang pada akhirnya terjun bebas dengan sangat cepat dan tiba-tiba.

Seperti yang diinformasikan, Mr.B bukanlah satu-satunya pihak yang menuduh Do Kwon sebagai dalang di balik kejatuhan ekosistem Terra. Pada bulan Mei, salah seorang staf Terra juga mengatakan bahwa meskipun fase pengujian protokol gagal, Do Kwon tetap saja meluncurkan LUNA.

Saat ini, Do Kwon tengah menghadapi berbagai tuntutan dan tengah dalam penyelidikan ketat regulator Korea Selatan. Dirinya dianggap bertanggungjawab penuh atas jatuhnya token Luna yang lama, sekarang disebut Luna Classic (LUNC), serta UST.

Baca juga: CEO MicroStrategy Tepis Kekhawatiran Margin Call Saat Bitcoin Anjlok ke Angka US$21.000

Kendati demikian, para pengamat masih banyak menyarankan untuk investor, terutama yang baru supaya menjauh dari LUNA yang baru. Pasalnya, asset baru ini masih sarat akan kejatuhan seperti pendahulunya.

Terlebih, LUNA baru belum memiliki kejelasan fungsi dan daya saing, untuk terlihat lebih baik dibandingkan ribuan crypto yang ada. Selain itu, LUNA juga memiliki track record yang lebih baik tentunya dari pada token Terra.

Dari perkembangan LUNA, sekaligus melihat bagaimana kasus Do Kwon serta bagaimana langkah untuk memulihan LUNC dan UST, merupakan hal yang penting dilakukan sebelum memutuskan secara tergesa-gesa untuk berinvestasi di LUNA yang baru. 

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Bisa Gagal Menjadi US$ 13 Ribu, Ini Syaratnya

Bearish pasar kripto yang kembali mendominasi telah membawa prediksi harga Bitcoin untuk jatuh ke US$13.000. Tetapi, ini masih bisa gagal meski peluangnya rendah.

Analis veteran dan trader senior, Peter Brandt, telah secara akurat memprediksi kejatuhan harga dari Ether (ETH), ke US$ 1.200, saat harganya masih berada di kisaran US$ 1.800.

Tentu saja, ini membawa para pengikutnya di Twitter untuk melirik prediksinya pada harga Bitcoin (BTC), yang ia lihat memiliki potensi untuk jatuh lebih dalam, ke US$ 13.000.

Baca Juga: Nasib Harga Bitcoin dan Kripto Lain Ditentukan Hari Ini, Akankah Suku Bunga Acuan di AS Naik Lebih Agresif?

Harga Bitcoin Bisa Sentuh US$ 13.000?

Pasar kripto kian merana sejak bank sentral AS, the Fed, mengambil kebijakan yang agresif dalam menaikan suku bunga, pengetatan kuantitatif, serta melepas aset seperti obligasi.

Ini semakin memperparah arus bearish yang tercipta sejak November 2021 di pasar kripto, yang relasinya kian kuat dengan pasar saham saat selera risiko kian padam.

Investor semakin ketakutan akan prospek inflasi, bahkan hiper-inflasi, yang membuat banyak uang lari ke dolar AS. Indeks dari mata uang AS ini pun melesat ke level tertinggi 20 tahun karena langkah agresif the Fed.

Di tengah lesunya pasar kripto, Peter Brandt, yang menjadi salah satu analis popular di Twitter, memiliki pandangan baru terhadap harga Bitcoin.

Menurut analisis teknikalnya, harga kripto utama ini dapat jatuh ke US$ 13.000, namun masih ada peluang untuk tidak terjadi, meski tipis sekali peluangnya.

Baca Juga: Mengenal Aset Kripto Ontology Gas (ONG) dan VIDT Datalink (VIDT)

Menurut Peter, kejatuhan ini akan gagal jika harga berhasil menutup weekly candle di atas level tertinggi di 31 Mei, di sekitar US$ 32.206.

Tentu saja, ini terlihat sangat sulit digagalkan karena harga, pada saat penulisan, masih berada di bawah US$ 25.000. Butuh upaya ekstra untuk dapat menutup di atas target yang dibicarakan.

Juga, Peter berpendapat bahwa pola double top pada puncak harga BTC saat ini bersifat masif. Artinya, kejatuhan yang dibentuk setelahnya akan sangat kuat secara teknikal, sehingga US$ 13.000 menjadi target potensial karena berasal dari lower high sebelumnya.

Selain Peter, beberapa pengamat juga melihat BTC dapat jatuh lebih rendah hingga ke US$ 18.000 sampai US$ 11.000.

Sumber





Sumber : news.tokocrypto.com

Blockware: 8 Tahun Lagi 10% Penduduk Dunia Gunakan Bitcoin

Perusahaan infrastruktur pertambangan dan jaringan Bitcoin, Blockware Solutions, merilis hasil riset yang menyebutkan di tahun 2030 10% penduduk dunia akan mempunyai atau mengadopsi Bitcoin. 

Pertumbuhan adopsi Bitcoin diprediksi akan lebih cepat dari perkiraan sejumlah ahli. Bahkan, hasil riset tersebut meneybutkan bahwa pertumbuhan adopsi BTC akan lebih kencang dari penggunaan internet. 

Dalam laporan yang dirilis pada Rabu, 8 Juni 2022,  perkiraan ini dihitung berdasarkan kurva adopsi dari sembilan jenis kategori teknologi disruptif. Diantaranya, mobil, tenaga listrik, smartphone, internet dan media sosial. Laporan ini pun menghitung kurva adopsi BTC sejak tahun 2009.

“Semua teknologi yang mendisrupsi mengikuti pola kurva S eksponensial yang serupa, tetapi […] teknologi berbasis jaringan yang lebih baru terus diadopsi jauh lebih cepat daripada yang diperkirakan pasar,” tulis laporan tersebut. 

Sumber: Blockware Solutions

Baca juga: Mengenal Aset Kripto Ontology Gas (ONG) dan VIDT Datalink (VIDT)

Berdasarkan metrik Cumulative Sum of Net Entities Growth (CAGR) dan prediksi Bitcoin, laporan tersebut memperkirakan dalam 8 tahun ke depan 10% penduduk bumi atau sekitar 780 juta jiwa (berdasarkan jumlah perkiraan penduduk bumi 2022: 7,8 milyar) akan memilki Bitcoin.

 “CAGR 60% kami memperkirakan bahwa adopsi Bitcoin global akan menembus 10% pada tahun 2030,” tulis laporan itu. 

Prediksi terkait kurva adopsi BTC pun sebelumnya pernah dilakukan oleh sejumlah lembaga dan analis. Salah satu yang dibuat oleh mantan karyawan Google, Michael Levin.

Levin mengatakan, dalam 12 tahun  mendatang, mengutip laporan Visbitcoin, BTC akan mencapai 1 miliar pengguna pada tahun 2025. Prediksi serupa telah dibuat oleh analis Willy Woo. Mereka berdua setuju bahwa Bitcoin akan mencapai tonggak sejarah 1 miliar penggunanya dalam rentang waktu lebih cepat setengahnya dari pertumbuhan pengguna internet. 

Sumber: Visbitcoin melalui Michael Levin

Baca juga: Token Kripto Metaverse Terus Tumbuh, meski Market Bearish

Pertumbuhan Pengguna BTC Berkembang Pesat

Adopsi aset kripto telah berkembang pesat selama beberapa tahun terakhir. Menurut data dari TripleA, gateway pembayaran aset kripto global, pada tahun 2021, tingkat penggunaan aset kripto global mencapai rata-rata 3,9%, atau sekitar 300 juta pengguna. di seluruh dunia, 

Se,entara itu, platform data blockchain, Chainalysis tahun lalu mengungkapkan bahwa adopsi global Bitcoin dan aset kripto melonjak 881% dari Juli 2020 hingga Juni 2021. Di mana adopsi tertinggi akan terjadi di wilayah Asia. 

Pada bulan April, sebuah survei yang dilakukan oleh pertukaran aset kripto, Gemini menemukan bahwa adopsi kripto meroket pada tahun 2021 di negara-negara seperti India, Brasil dan Hong Kong.  Karena lebih dari setengah responden dari 20 negara yang disurvei menyatakan bahwa mereka mulai berinvestasi di kripto pada tahun 2021.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

CEO Ini Justru Yakin Harga Bitcoin Mampu Mencapai US$ 250 Ribu

Ketika sebagian besar investor kecil masih merasa “ngeri-ngeri sedap” dengan kondisi Bitcoin (BTC) saat ini, seorang CEO ternama ini justru yakin harga kripto itu bisa mencapai US$250 ribu, dengan perusahaan manajemen investasi dan pemerintah memegang peranan utama. “Agak laen?”

Faktanya saat ini, pasar kripto terus merunduk, dengan Bitcoin gagal berada di atas US$31 ribu. Pasalnya dolar terus menguat, dampak dari kenaikan suku bunga The Fed.

Bahkan kenaikan itu akan semakin tinggi, karena inflasi tahunan di AS per Mei 2022 sudah mencapai 8,6 persen. Inilah yang tertinggi sejak 41 tahun terakhir pada periode serupa, tahun di mana dolar AS sejatinya memulai kehilangan nilainya, akibat deregulasi.

Inflasi parah menyeret pasar saham merosot, termasuk pasar kripto dan tentu saja Bitcoin yang untuk kali pertama masuk di lingkungan pengetatan kuantitatif.

Berangkat pada penguatan dolar AS di masa silam, ini bisa berefek luas pada turunnya nilai mata uang negara lain, khususnya negara berkembang.

Baca juga: Nasib Aset Kripto LUNA 2.0 dan LUNC di Indonesia, Bisakah Diperdagangkan?

Kenyataan pahit ini dinilai tak dapat dihindari, imbas dari jenuhnya jumlah dolar AS di pasar akibat kebijakan pelonggaran kuantitatif di masa lalu.

Namun, ada masa di mana pasar akan rebound lebih baik, tetapi dalam jangka sangat panjang. Itulah yang disampaikan oleh CEO perusahaan manajemen investasi VanEck, Jan van Eck.

Khusus kripto Bitcoin, sebagai kripto nomor satu, ia justru sangat optimis bahwa harga Bitcoin (BTC) akan naik luar biasa.

Jan mengatakan bahwa harga Bitcoin bisa naik sekitar 732 persen dari harga saat ini, mencapai US$ 250.000 per BTC.

Namun, proyeksi itu bisa memakan waktu puluhan tahun, dengan kapitalisasi pasar Bitcoin akan menjadi sekitar 50 persen dari kapitalisasi pasar emas.

“Investor melihat Bitcoin sebagai pelengkap aset emas, karena Bitcoin memiliki persediaan terbatas; pasokan jelas dan transparan. Selain itu perlu cara yang kompleks untuk diproduksi dan hampir tidak mungkin untuk mengubahnya. Bitcoin akan mencapai setengah kapitalisasi pasar emas, atau sekitar US$250.000 per BTC. Tetapi itu bisa memakan waktu puluhan tahun,” katanya, dilansir dari Barron’s, Sabtu (11/6/2022).

Ia menegaskan, menuju skenario positif itu, investor institusional dan pemerintah yang mengambil peran.

Baca juga: Harga Bitcoin Tergelincir Setelah Dolar dan Inflasi AS Naik Lagi

“Bitcoin memiliki apresiasi harga lebih lanjut dengan adopsi besar dari perusahaan dan pemerintah yang akan meningkat setiap tahun. Dunia akan melihat Bitcoin sebagai aset yang berguna,” tegasnya.

Menyinggung perbandingan apresiasi Bitcoin dengan emas, ia melihat Bitcoin sebagai pelengkap aset investasi.

“Orang yang membeli emas, tetap juga akan membeli Bitcoin dan kita berada di fase siklus adopsi itu dan ada kenaikan lebih lanjut,” tutup Jan.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Nasib Aset Kripto LUNA 2.0 dan LUNC di Indonesia

Pendiri Terra, Do Kwon, terus melakukan upaya memulihkan ekosistem Terra pasca kolapsnya Terra (LUNA) dan stablecoin algoritmik, USDTerra (UST) beberapa waktu. Salah satu upaya tersebut adalah dengan meluncurkan jaringan baru Terra pada tanggal 28 Mei 2022.

Peluncuran jaringan baru Terra ini menjadi LUNA 2.0 (LUNA) yang membuat aset kripto Terra dan TerraUSD berubah ticker. Blockchain dan token Terra lama diubah menjadi Luna Classic (LUNC) dan UST Classic (USTC). Terbitnya, jaringan baru ini membuat sejumlah investor aset kripto di Indonesia bertanya akan nasib perdagangan LUNA 2.0 dan status airdrop mereka.

Sejatinya, saat ini aset kripto LUNA 2.0 belum diperdagangkan atau listing di exchange lokal yang terdaftar resmi di Bappebti. Akibatnya pendistribusian airdrop sebagai kompensasi kepada jutaan holder dan komunitas pengembang yang terkena dampak dari keruntuhan Terra belum bisa direalisasikan sepenuhnya.

Terra LUNA
Ilustrasi Terra LUNA. Sumber: Beincrypto.

Baca juga: Serangkaian Aksi dan Reaksi Dibalik Anjloknya UST dan Terra (LUNA)

Government Relations Tokocrypto, Albert Endi, menjelaskan saat ini aset kripto LUNA 2.0 (LUNA) belum bisa diperdagangkan di Indonesia karena belum mendapatkan lisensi dari Bappebti. Ia juga menjelaskan saat ini Tokocrypto masih melakukan pengkajian mendalam terkait aspek fundamental terkait token LUNA sebelum bisa dilisting di platform.

“Adanya usulan penambahan aset kripto, harus ada proses pengkajian terlebih dahulu. Sejak tanggal 27 Mei itu, Tokocrypto sedang mengkaji sedalam-dalamnya kripto LUNA 2.0 ini. karena seperti yang kita lihat tanggapan di media dan komunitas semua masih ragu dengan produk ini,” kata Endi saat berbicara di Twitter Space yang diadakan Tokocrypto pada Kamis (9/6) malam.

Lebih lanjut, Endi mengatakan Tokocrypto selalu patuh dan tunduk pada peraturan mengenai perdagangan aset kripto di Indonesia. Oleh karena itu untuk memperdagangkan kripto LUNA 2.0 harus melalui persetujuan Bappebti. Perlindungan investor menjadi prioritas bagi Tokocrypto.

“Kalo sekarang mengajukan, kami mesti yakin aset (LUNA 2.0) ini berguna di masa depan. Kita tidak mau nanti merugikan investor yang akhirnya memperdagangkan membeli dan sebagainya berinvestasi di LUNA ternyata tidak cukup kuat fundamentalnya,” jelasnya.

Sementara, Tokocrypto mendukung migrasi dan pergantian ticker LUNA dan UST menjadi LUNC dan USTC. Pasangan perdagangan spot di-pairing dengan LUNA/BUSD dan UST/BUSD.

Baca juga: Tragedi Terra (LUNA), UST dan Bitcoin: Raksasa BlackRock, Citadel dan Gemini Dalangnya?

Hak Airdrop LUNA 2.0 Tetap Diberikan

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan Terra sudah menjalankan airdrop LUNA 2.0 sebagai kompensasi bagi investor yang terkena dampak dari keruntuhan jaringan. Airdrop dibagi menjadi dua kategori Pre-attack dan Post-attack.

Airdrop LUNA yang baru memang ada sudah di-annouce oleh Terra Labs ada 2 kategori, ada Pre-attack (7 mei) dan Post-attact (27 mei). Para holder yang hold token LUNA lama di antara dua tanggal itu, bisa dapat airdrop defencing sebesar 30%, 70% akan defencing selama 2 tahun. Itu dikirim ke alamat wallet terakhir,” tutur Afid.

Apa Itu Terra (LUNA) Crypto? Pengertian Untuk Pemula
Ilustrasi aset kripto, Terra (LUNA).

Baca juga: Belajar dari Kripto UST dan LUNA, Stablecoin Masih Aman Jadi Instrumen Investasi?

Melihat perkembangan yang ada saat ini, Afid mengatakan airdrop LUNA 2.0 belum bisa dilakukan di wallet akun Tokocrypto, karena aset kripto tersebut belum terdaftar di Bappebti. LUNA 2.0 masih menjalani pengkajian untuk memenuhi due diligence sebagai aset kripto terdaftar sesuai dengan Peraturan Bappebti No. 7 Tahun 2020 Tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Dapat Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto.

Airdrop dan hak investor akan tetap diperjuangkan. Namun, benar tidak bisa diperdagangkan di Tokocrypto untuk saat ini karena belum legal terdaftar di Bappebti. Hak investor tetap tersalurkan menunggu kajian. Investor bisa melakukan withdraw atau wallet address lainnya di luar Tokocrypto untuk sementara,” tambah Endi.



Sumber : news.tokocrypto.com