Tag Archives: blockchain

TokoCare Gandeng BeKind dan WeCare.id, Hadirkan “Kado Lebaran”

Bulan Ramadan merupakan bulan penuh berkah yang selalu dinantikan oleh umat muslim di seluruh dunia. Salah satu tradisi yang dilaksanakan adalah berbagi kebaikan kepada pihak – pihak yang membutuhkan. Mengambil momen ini, TokoCare kembali menggandeng BeKind dan WeCare.id untuk berkolaborasi dan berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan.

TokoCare bersama BeKind dan WeCare.id menghadirkan program “Kado Lebaran” yang menargetkan pengumpulan donasi untuk dibagikan kepada anak-anak berkebutuhan khusus. Pengumpulan donasi akan dibuka di beberapa channel seperti laman donasi BeKind Hub, laman donasi WeCare.id, juga melalui NFT Charity di laman TokoMall.

Nanda Ivens, Chief Marketing Officer Tokocrypto, menjelaskan bahwa kerja sama dengan BeKind dan WeCare.id, sejalan dengan nilai kolaborasi sekaligus ingin memperkenalkan program CSR berbasis blockchain kepada masyarakat.

“Donasi dengan memanfaatkan blockchain masih sangat baru, karena itu kami perlu edukasi bersama dan memberikan beberapa pilihan bagi masyarakat baik berdonasi melalui koleksi karya NFT di TokoMall atau melalui crypto wallet lewat BeKind. Pengalaman BeKind di bidang sosial menjadikannya partner tepat dalam menjalankan program ini,” kata Nanda.

Ilustrasi berbagi terhadao sesama. Foto: Shutterstock.
Ilustrasi berbagi terhadao sesama. Foto: Shutterstock.

“Sementara itu, kami melihat masih banyak masyarakat yang mungkin ingin berpartisipasi tapi awam dengan NFT atau aset kripto, sehingga donasi melalui rekening bank atau e-wallet akan didukung penuh oleh WeCare.id. Termasuk bersama-sama memberikan rekomendasi pihak di lapangan yang membutuhkan bantuan ini.”

Baca juga: Aturan Pajak Aset Kripto di Indonesia Resmi Terbit: Terlalu Berat Bagi Investor

Cara Donasi Untuk Program Kado Lebaran

Kolaborasi ini membuka kesempatan kepada seluruh masyarakat untuk berdonasi melalui laman yang sudah tersedia. Melalui program Kado Lebaran ini diharapkan dapat berbagi kebahagiaan kepada sesama kepada mereka yang membutuhkan. Donasi bisa dilakukan dengan cara:

NFT Charity TKO Original di laman TokoMall 

Para pengguna TokoMall yang membeli karya NFT di koleksi TKO Original akan secara langsung mendonasikannya ke TokoCare. Sejumlah NFT yang hadir di TKO Original ini merupakan karya eksklusif dari Tokocrypto. Selengkapnya silakan kunjungi situs TokoMall.

Donasi Melalui BeKind Hub 

Donasi melalui BeKind Hub merupakan pilihan bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam program ini dan melakukan donasi melalui crypto wallet. Selengkapnya silakan kunjungi situs BeKind.

Fajar Jasmin, CEO BeKind, mengatakan, “BeKind berharap bisa menjadi partner strategis TokoCare untuk memberikan kontribusi nyata yang membantu anak-anak spesial di momen Ramadan, sekaligus mengedukasi masyarakat terkait pemanfaatan blockchain dan aset kripto untuk program sosial.”

Donasi Melalui WeCare.id

Donasi program Kado Lebaran juga dapat dilakukan melalui WeCare.id sebagai pilihan bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi melalui rekening bank atau e-wallet. Selengkapnya silakan kunjungi situs WeCare.id.

Gigih Septianto, Co-Founder & CEO WeCare.id, mengatakan, “Kolaborasi bersama ini akan kami alokasikan dalam bentuk paket kesehatan dan sekolah anak-anak dengan kebutuhan khusus yang berada di Yayasan Biruku Indonesia. Semoga program ini menjadi bentuk kehadiran kita untuk anak-anak Indonesia.”

Program donasi ini akan dimulai dari April 2022 dan donasi akan didistribusikan mulai dari 29 April 2022. Hasil donasi nantinya akan digunakan untuk anak-anak kurang mampu dengan kebutuhan khusus dan/atau kondisi medis khusus di area Pulau Jawa. Untuk informasi lanjut terkait program ini, bisa mengunjungi website TokoCare di care.tokoverse.io.

Baca juga: Riset: Indonesia Jadi Negara Pengadopsi Aset Kripto Tertinggi di Dunia



Sumber : news.tokocrypto.com

Perusahaan Induk Facebook, Meta Ingin Rilis Aset Kripto “Zuck Bucks”?

Meta Platforms Inc., Perusahaan induk Facebook dilaporkan akan kembali fokus mengembangkan mata uang digital, setelah sebelumnya gagal mengembangkan Libra yang kemudian berganti nama jadi Diem.

CEO Meta, Mark Zuckerberg, sedang mencari cara untuk mengembangkan koin virtual yang dijuluki “Zuck bucks”. Koin untuk pengguna Facebook dan Instagram ini merupakan bagian dari rangkaian produk yang dirancang untuk mengurangi ketergantungan platform pada pendapatan iklan di Metaverse.

Meta sedang mengembangkan berbagai produk virtual, termasuk token digital dan “koin kreator” untuk mendiversifikasi pendapatan dan merevitalisasi basis penggunanya yang semakin beralih ke pesaing baru, seperti TikTok.

Ilustrasi koin virtual "Zuck Bucks". Foto: Susan Walsh/AP.
Ilustrasi koin virtual “Zuck Bucks”. Foto: Susan Walsh/AP.

Baca juga: Kenalan dengan Anak 12 Tahun Raup Cuan Rp 14 Miliar dari NFT

Zuck Bucks” itu Aset Kripto atau Bukan?

Dalam laporan Financial Times, Zuck Bucks yang tampaknya dinamai sendiri oleh Mark Zuckerberg, dikabarkan tidak mungkin menjadi aset kripto. Koin virtual itu akan berkonsep seperti token dalam permainan, namun tidak dapat diperdagangkan seperti layaknya aset kripto.

“Sebaliknya, Meta cenderung memperkenalkan token dalam aplikasi yang akan dikontrol secara terpusat oleh perusahaan, mirip dengan yang digunakan dalam aplikasi game seperti mata uang Robux di game anak-anak populer Roblox,” menurut laporan tersebut.

Meta belum sepenuhnya menjauhkan diri dari produk blockchain, karena perusahaan juga sedang mencari cara untuk mem-posting dan berbagi NFT di platform Facebook dan Instagram.

Seperti Facebook dan Instagram, YouTube Disebut Akan Menerapkan NFT Ikut Twitter
NFT akan datang ke platform Facebook dan Instagram.

Baca juga: Mark Zuckerberg Berambisi Bawa NFT ke Instagram, Kapan?

Kemungkinan besar fitur baru itu akan diuji coba pada pertengahan Mei mendatang. Meta akan menguji keanggotaan grup Facebook berdasarkan kepemilikan NFT dan satu lagi untuk mencetak atau minting NFT.

Juru Bicara Meta, Lauren Dickson, dalam sebuah pernyataan kepada The Verge, belum bisa memberikan kabar terbaru soal kedatangan NFT di platform Facebook dan Instagram.

“Kami terus mempertimbangkan inovasi produk baru untuk orang, bisnis, dan kreator. Sebagai perusahaan, kami fokus membangun metaverse dan itu mencakup seperti apa pembayaran dan layanan keuangan.”



Sumber : news.tokocrypto.com

Satu Tahun TKO: #SiapLebih Hadirkan Banyak Manfaat dan Utilitas

Pertumbuhan industri aset kripto di Indonesia begitu pesat dalam 1-2 tahun belakangan ini. Tidak hanya berkembang dari sisi jumlah investor dan transaksi saja, tetapi juga meningkatnya berbagai proyek kripto lokal.

Salah satu proyek kripto lokal yang berhasil mencuri perhatian adalah TKO (Toko Token) dari Tokocrypto. TKO genap memasuki usia satu tahun, sebuah pencapaian berharga untuk proyek kripto lokal Indonesia pertama yang menyediakan model token hybrid unik Centralized Finance (CeFi) dan decentralized finance (DeFi).

Pang Xue Kai, CEO Tokocrypto, mengatakan melihat ke belakang, telah banyak hal yang dilalui oleh TKO dalam menghadirkan utilitas yang bermanfaat. Semuanya diawali dari mimpi Tokocrypto untuk menciptakan proyek kripto yang menjembatani CeFi dan DeFi, serta menciptakan layanan keuangan inklusif yang mudah diakses oleh semua kalangan.

“Sejalan dengan tren perkembangan ekonomi melalui digitalisasi, TKO akan memelopori pemanfaatan aset kripto lokal dalam mendorong perekonomian digital Indonesia. Tidak hanya itu TKO ini telah menjadi backbone dalam pengembangan ekosistem blockchain dari Tokocrypto bernama TokoVerse,” kata Kai.

CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai. Foto: Tokocrypto.
CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Tokocrypto No. 1 Crypto Exchange in Indonesia

TKO Pecahkan Rekor Penjualan Perdana

Tepat di usia pertama ini, TKO telah meraih berbagai pencapaian. Berawal dari pemecahan rekor penjualan perdana di Binance Launchpad pada 7 April 2021 lalu, dengan mengumpulkan 10,5 juta BNB (setara Rp 60 triliun). Kemudian, awal listing di platform Tokocrypto, harga TKO yang mulanya sebesar $ 0,1naik 3.000% ke $ 3 dalam waktu 30 menit. 

Tidak hanya di Indonesia, TKO juga punya semangat membangun komunitas secara global. Saat ini sudah ada lebih dari 600.000 anggota yang tergabung di dalamnya. 

Untuk menjaga nilai kelangkaan token, Tokocrypto melakukan TKO burn setiap kuartal. Tokocrypto menyisihkan 10% dari revenue generated berdasarkan trading volume crypto-to-crypto platform untuk burn token TKO sebanyak 10% dari total token suplai. Sampai kuartal I 2022, sudah burn 812.360 TKO senilai $ 769.242.

Adapula fitur TKO Lock yang menguntungkan bagi para pemegang token atau holders TKO. Dengan “mengunci” TKO selama pilihan periode waktu 30, 60 dan 90 hari, pengguna bisa mendapatkan reward sampai dengan 0,065 TKO per hari. Ini bisa jadi salah satu cara mendapatkan passive income dari investasi aset kripto.

Tokocrypto juga telah menjalankan program bertajuk #1TKOfor1Indonesia yang diadakan sepanjang Agustus 2021 lalu. Program yang dikhususkan merangkul masyarakat Indonesia agar dapat berperan aktif dalam ekosistem aset kripto ini membagikan total Rp 1,5 miliar dalam bentuk aset kripto TKO Token.

Baca juga: Kenalan dengan Anak 12 Tahun Raup Cuan Rp 14 Miliar dari NFT

Fitur Baru TKO Trading Fees

Tokocrypto selalu mengembangkan fitur untuk membuat TKO terus berkembang. Salah satunya yang hadir di momen TKOVersary tahun ini adalah TKO Trading Fees.  yang merupakan fitur diskon hingga 20% untuk membayar fee trading aset kripto dengan TKO di platform Tokocrypto. Diskon fee trading kini bisa digunakan semua pengguna dengan berbagai pilihan aset kripto.

Dengan fitur TKO Trading Fees, pengguna Tokocrypto tidak akan dipusingkan lagi dengan biaya fee trading, sehingga bisa dapat keuntungan yang maksimal. Diskon fee trading ini bisa digunakan semua pengguna dengan berbagai pilihan aset kripto.

“Rencana kami untuk TKO adalah untuk menopang fundamentalnya melalui pengembangan berkelanjutan dari penggunaan fungsional baru. Strateginya adalah memanfaatkan potensi teknologi blockchain untuk membangun ekosistem mulai dari GameFi, Game-ducation, DeFi dan NFT ke startup blockchain,” tutur Kai.

Ilustrasi TKO, proyek kripto dari Tokocrypto.
Ilustrasi TKO, proyek kripto dari Tokocrypto.

Baca juga: 3 Alasan Harus Beli Koleksi NFT AZNVerse

Masa Depan Token TKO

Lebih lanjut Kai, menjelaskan TKO akan berfungsi sebagai utilitas benang pemersatu yang menjalin berbagai komponen ekosistem di TokoVerse. Mulai dari TokoMall (NFT marketplace), TKO sebagai alat redeem NFT. Aplikasi learn & earn, Kriptoversity, belajar blockchain dan aset kripto bisa dapet TKO yang didapatkan bisa di klaim ke wallet kripto Tokocrypto atau bisa didonasikan via TokoCare. 

Kemudian, yang akan datang T-Launchpad adalah platform IDO multi-chain yang terdesentralisasi. Melalui T-Launchpad, berbagai proyek blockchain dapat meluncurkan tokennya ke investor di seluruh dunia dengan metode aman dan terpercaya. TKO Hodlers bisa mendapatkan keuntungan untuk mengikuti rangkaian IDO dari project-project yang ada di T-Launchpad.

Untuk lebih lengkap mengenai proyek kripto dan whitepaper TKO bisa kunjungi website tkotoken.com. Download aplikasi Tokocrypto di Google Play Store dan Apple Store Apps.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kenalan dengan Anak 12 Tahun Raup Cuan Rp 14 Miliar dari NFT

Benyamin Ahmed, di usianya yang baru menginjak 12 tahun, telah menjadi miliarder dengan hasil karyanya sendiri. Dengan bakat membuat karya digital yang dikenal sebagai non-fungible token (NFT), ia telah menghasilkan pendapatan senilai $ 1 juta (setara Rp 14,3 miliar) hanya dalam kurun waktu kurang dari setahun.

Di sela waktu sekolahnya, siswa kelas 8 asal London ini membuat 3.350 koleksi NFT yang dinamakan “Weird Whales”. Koleksinya ini menampilkan kartun pixelated paus dengan berbagai macam aksesoris seperti topi dan latar warna yang berbeda-beda. 

Karya NFT Ahmed terinspirasi dari julukan bagi para pemegang Bitcoin atau aset kripto dalam jumlah besar, yang disebut whale. NFT bergambar paus itu sangat diminati di Metaverse, bahkan beberapa telah terjual seharga $ 20.000 (Rp 287 juta).

Benyamin Ahmed, anak 12 tahun telah menjadi miliarder dari hasil karya NFT. Foto: Twitter @ObiWanBenoni.
Benyamin Ahmed, anak 12 tahun telah menjadi miliarder dari hasil karya NFT. Foto: Twitter @ObiWanBenoni.

Baca juga: Tertarik Jual Foto di NFT? Baca Penjelasan Ini Dulu Yuk

Pertama Berkenalan dengan NFT

Ahmed pertama kali mempelajari NFT saat teman ayahnya, seorang programmer London stock exchange, membeli sebuah gambar Rare Pepe seharga $ 27.000. Baginya, terdengar sangatlah mahal pada saat itu, namun teman ayahnya tersebut menjual lagi NFT yang ia beli dengan harga $ 500.000 beberapa bulan setelahnya. 

“Saya jadi tertarik bahwa ternyata ada orang yang bersedia membayar sebanyak ini untuk jpeg!”, katanya dikutip New York Post

Sebenarnya, ini bukanlah suatu hal yang aneh. NFT yang paling terkenal yaitu CryptoPunks, beberapa avatarnya juga berharga jutaan. Total penjualan NFT pada 2021 bahkan mencapai $ 25 miliar.

Benyamin mempelajari dasar coding ketika usianya 5 tahun dan belajar sendiri cara menggunakan Open Sea -NFT marketplace terbesar- dan cara membuat foto profilnya sendiri. Setelah merilis “Weird Whales” pada bulan Juni 2021, ia mem-posting sebuah thread tentang pembuatan pausnya yang menjadi viral dan menjadi selebriti di NFT universe.

Benyamin Ahmed, anak 12 tahun telah menjadi miliarder dari hasil karya NFT. Foto: Twitter @ObiWanBenoni.
Benyamin Ahmed, anak 12 tahun telah menjadi miliarder dari hasil karya NFT. Foto: Twitter @ObiWanBenoni.

Baca juga: DC Comics Jual NFT Topeng Batman, Tahun 2023 Masuk Metaverse

Diajak Kolaborasi Bikin NFT 

Awalnya, Ahmed yang menyukai taekwondo dan berenang ini ingin tetap diam tentang kesuksesannya, hingga ceritanya menjadi berita utama di berbagai media global, sehingga semua teman dan keluarganya pun mulai memberi selamat kepadanya.

“Kakek saya benar-benar sakit saat ini, jadi sangat menghangatkan hati melihat kakekku mengikuti semua liputan dengan bangga,” kata Benyamin.

“Bukan uangnya tapi momen seperti ini yang paling membuatku bahagia.”

Dengan kesuksesan karya digitalnya, Ahmed berkolaborasi dengan desainer yang telah bekerja untuk Marvel dan Disney. Hingga kini, koleksi tersebut telah diperdagangkan dengan harga fantastis $ 15 juta (Rp 215 miliar). 

Ia pribadi mengantongi sekitar $ 1 juta yang disimpan dalam aset kripto, namun belum dikonversi dan belum dibelanjakan sedikitpun, karena ia tak memiliki rekening bank. Ahmed berkeyakinan, aset kripto yang disimpannya itu akan meningkat nilainya, meski ada risiko semuanya bisa menjadi nol. Selain itu, sejauh ini ia juga merasa belum membutuhkan uang.

Penulis: Mutiara Adawiyazzahra

Baca juga: Simak Panduan Cara Membuat dan Menjual NFT yang Mudah Berikut!



Sumber : news.tokocrypto.com

Intel Luncurkan Chip Alat Tambang Bitcoin Generasi Kedua

Intel mengumumkan peluncuran chip generasi kedua alat tambang Bitcoin bernama Intel Blockscale ASIC. Chip ini fokus kepada efisiensi energi dan keberlanjutan serta beroperasi dengan daya 26 J/TH. Chip ini diklaim lebih hemat daripada pesaingnya.

Chip tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi energi penambangan Proof of work (PoW). Intel memakai pengalaman penelitian dan pengembangan selama puluhan tahun di bidang chip.

Bitcoin Magazine melaporkan, Jose Rios, General Manager Solusi Bisnis dan Blockchain Grup Sistem Komputasi dan Grafik Terakselesari Intel, mengatakan Blockscale ASIC akan berperan besar membantu perusahaan penambangan Bitcoin mencapai sasaran keberlanjutan dan penambahan hash rate di masa depan.

Baca juga: Aturan Pajak Aset Kripto di Indonesia Resmi Terbit: Terlalu Berat Bagi Investor

Intel Masuk Industri Tambang Bitcoin

Setiap chip Blockscale ASIC memiliki hash rate 580 GH/s dengan efisiensi daya 26 J/TH serta mendukung hingga 256 sirkuit terintegrasi (IC). Selain itu, chip ini memiliki kapabilitas pengukuran suhu dan voltase.

Sistem penambangan yang terdiri dari 256 chip Intel tersebut menghasilkan 148 TH/s dan “hanya” mengonsumsi listrik sebesar 3.860 W. Alat tambang terkemuka saat ini, yakni besutan Bitmain menghasilkan 140 TH/s dengan konsumsi energi 3.010 W dan 21,5 J/TH efisiensi daya.

Sebelumnya, chip tambang Bitcoin generasi pertama Intel mencakup total 4.248 mm persegi silikon yang mampu kekuatan hingga 40 Terahash per detik dengan konsumsi daya 3.600 W. Generasi pertama ini tentu saja belum sanggup berkompetisi ketat dengan Bitmain atau MicroBT asal Tiongkok.

Dengan generasi baru ini Intel hanya menjualnya kepada pihak-pihak tertentu saja, alih-alih mengirim sistem penambangan ASIC lengkap seperti pada umumnya. Argo Blockchain, Block Inc, Hive Blockchain dan GRIID Infrastructure adalah beberapa perusahaan penambang pertama yang akan sudah memesan chip Intel itu.

Baca juga: CME Group Incar Kripto Cardano (ADA) dan Solana (SOL), Untuk Apa?

Intel Ketat Bersaing dengan Pemain Lama

Industri penambangan Bitcoin mengalami kekurangan pasokan ASIC akibat gangguan rantai pasokan di tengah pandemi. Kendati Intel Blockscale bersaing dengan produsen ASIC lain, penerbitan chip baru ini justru akan membantu pertumbuhan industri penambangan Bitcoin secara jangka menengah.

Langkah Intel tersebut dapat membantu industri aset kripto memenangkan debat lingkungan, sosial dan pengaturan (ESG), terutama persoalan lingkungan. Penambang semakin mendongkrak daya agar tetap kompetitif sehingga menuai pengawasan dari pembuat kebijakan di seluruh dunia.

Dikutip dari Coindesk, pada  Maret lalu, Komite Konservasi Lingkungan pemerintah daerah New York memilih untuk mencanangkan aturan melarang penambangan PoW di negara bagian tersebut. Selain itu, sejumlah pembuat kebijakan yang dipimpin Senator Elizabeth Warren mengkritik penambangan kripto akibat dampak terhadap lingkungan. [ed]

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Studi Goldman Sachs: Eksposur Crypto Institusional Mencapai 51%

Dalam studi yang dilakukan oleh raksasa perbankan Goldman Sachs yang diterbitkan oleh Arcane Research, dari 172 klien institusi, didapatkan 51 persen suara yang menginginkan eksposur ke aset crypto.

Survei tersebut mencatat bahwa minat institusi terhadap aset crypto telah bertumbuh dengan cepat dan kuat, terutama eksposurnya yang naik dari 40 persen pada tahun lalu, menjadi 51 persen pada tahun 2022. Diperkirakan, persentase ini akan kembali meningkat di masa mendatang.

Baca juga: Harga Aset Kripto Akan Meningkat pada Kuartal 2 Tahun 2022?

Laporan tersebut juga mengatakan:

“Dari 172 klien yang disurvei, 60% menjawab bahwa mereka berharap untuk meningkatkan kepemilikan aset digital mereka dalam satu hingga dua tahun ke depan.”

Bersiap akan hal tersebut, Goldman Sachs telah memutuskan untuk masuk ke industri crypto, yang tampaknya akan menjadi tembakan peringatan dimulainya langkah raksasa ini ke aset digital.

Baca juga: PancakeSwap Beri Opsi Taruhan Jangka Tetap yang Lebih Menguntungkan

Kepala Aset Digital Global baru di divisi manajemen kekayaan pribadi Goldman, March Rich, telah mengungkapkan bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk memanfaatkan investasi di aset crypto melalui derivatif, Bitcoin fisik, atau moda investasi tradisional.

Tentunya, melalui manajemen kekayaan pribadi, Goldman akan menghadirkan produk pertamanya untuk eksposur institusi ke aset crypto.

March Rich pun mengatakan:

“Beberapa klien Goldman merasa seperti kita sedang duduk di awal Internet baru dalam beberapa hal dan mencari cara untuk berpartisipasi dalam ruang ini.”

Ia pun menegaskan bahwa seluruh tim akan bekerja sama untuk mencari cara yang terbaik dalam menawarkan eksposur tersebut. Dalam waktu dekat, diharapkan ini akan terlaksana.

Regulasi  yang kian dimatangkan untuk aset crypto juga diperkirakan akan memperlancar semua langkah besar ini, karena tentu investor akan tetap berpegang pada sisi keamanan sebelum membicarakan potensi keuntungan yang akan didapatkan dari eksposur aset crypto.



Sumber : news.tokocrypto.com

FBI Menyita Kripto Setara Rp488 Miliar dari Warga Florida

Pada 4 April 2022, Departemen Kehakiman (DOJ) dan Kantor Kejaksaan AS Florida Selatan mengungkapkan bahwa FBI telah menyita aset kripto senilai US$34 juta (Rp488 miliar) dari seorang pria, warga Florida.

Menurut aparat pria tersebut diduga melakukan lebih dari 100 ribu transaksi di pasar darknet, menjual informasi akun daring yang terkait dengan akun Netflix, HBO dan Uber milik orang lain.

DOJ dan Kantor Pengacara Florida Selatan mengumumkan pada hari Senin bahwa US$34 juta dalam bentuk kripto itu telah diserahkan kepada pemerintah federal, dilansir dari Bitcoin.com.

Baca juga: 19 Juta Bitcoin Telah Ditambang dan Tersisa 2 Juta Lagi, Apa Dampaknya?

Dana tersebut berasal dari penduduk Florida Selatan yang diduga menjual informasi secara daring, seperti rincian keuangan yang terkait dengan layanan web tertentu seperti Netflix, Uber, HBO dan banyak lainnya.

Dilaporkan, pria tersebut menawarkan data informasi pribadi ke pasar darknet di Internet menggunakan browser Tor. Data itu dijual menggunakan kripto.

Pria yang tak disebutkan namanya itu dituduh melakukan lebih dari 100 ribu penjualan dengan informasi curian.

Sementara otoritas federal menyita aset kripto senilai US$34 juta, dari tersangka dari kota pinggiran Parkland, Florida.

Penegakan hukum AS memang mengatakan itu adalah salah satu tindakan penyitaan kripto terbesar yang pernah diajukan oleh Amerika Serikat.

Baca juga: Ini Aturan Lengkap Pajak Aset Kripto di Indonesia, Berlaku Mulai 1 Mei 2022

Menurut siaran pers DOJ, tersangka di Parkland itu diduga menggunakan layanan “crypto mixing” untuk mengaburkan jejak transaksi.

Penyitaan berdasarkan operasi khusus yang dijuluki “TORnado,” dan melibatkan sejumlah besar lembaga penegak hukum federal, negara bagian, dan lokal.

Selain DOJ, “RS-CI, FBI, DEA, Investigasi Keamanan Dalam Negeri (HSI), dan Layanan Inspeksi Pos AS (USPIS) menyelidiki kasus ini” juga.

Penegakan hukum AS, khususnya DOJ, belakangan disibukkan dengan berbagai kasus kriminal yang melibatkan aset kripto.

Pada akhir Maret, DOJ mengungkapkan bahwa agensi tersebut mendakwa dua orang dalam penipuan “NFT rug pull” bernilai jutaan dolar.

Pada pertengahan November 2021, DOJ membuka kasus US$56 juta dana Bitconnect yang disita yang berasal dari “promotor nomor satu” Ponzi kripto. DOJ juga terlibat dengan penyitaan 94.636 BTC baru-baru ini yang berasal dari peretasan Bitfinex 2016. [ps]

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Aset Kripto Akan Meningkat pada Kuartal 2 Tahun 2022?

Bitcoin memasuki pergerakan yang lebih tinggi sejak 3 Maret. Pada saat penulisan, aset crypto raksasa tersebut berhasil menetapkan level harga $ 46.499. 

Dengan relinya BTC, deretan altcoin terkemuka seperti Ethereum dan Cardano juga mendapat sentimen positif. Sikap bullish ini telah terbentuk pada grafik crypto setelah dampak invasi Rusia ke Ukraina yang membawa pandangan bearish.

Akankah aset crypto akan melanjutkan kenaikan harga mereka pada kuartal 2 2022? Simak artikel di bawah ini untuk mendapatkan jawabannya.

Bitcoin Akan Semakin Reli di Kuartal 2?

Harga Bitcoin saat ini telah mencapai level tertingginya selama tiga minggu. Pada 1 Maret lalu, BTC diperdagangkan di rentan $ 43.000 dengan resistance harga $ 45.000 yang akhirnya berhenti pada supportnya di sekitar wilayah $ 39.000 pada tanggal 6 Maret.

Pergerakan harga di periode tersebut kemungkinan besar berkaitan dengan perselisihan antara Rusia dan Ukraina, karena sejak peperangan berlangsung memang banyak sentimen yang dengan cepat mendorong dan menjatuhkan harga aset.

Pergerakan Harga Bitcoin. Sumber: TradingView

Sementara momentum harga BTC selama beberapa hari terakhir sebagian besar berkaitan dengan fenomena di market saham, termasuk perombakan Wall Street minggu lalu.

Baca juga: Siap! Transaksi Crypto di Indonesia Akan Dikenakan Pajak 0,1%

Sebuah perusahaan bank investasi Goldman Sachs belum lama ini mengumumkan, bank yang berbasis di AS telah melakukan transaksi over-the-counter (OTC) revolusioner di Bitcoin, di mana mereka membeli opsi non-deliverable (NDO) dari Galaxy Digital.

Ditambah lagi, sudah lebih banyak perusahaan investasi crypto yang mulai bertindak sebagai mitra bank likuiditas untuk Bitcoin futures trading desk. 

Hal ini menandakan transaksi Bitcoin kini sudah lebih mainstream dilakukan, yang mana investor tidak perlu ragu lagi untuk mengadopsi aset.

Jika sentimen berlanjut, kemungkinan harga Bitcoin akan membaik di kuartal 2 tahun ini dan mendorong harga altcoin lainnya.

Bagaimana Nasib Altcoin?

Jika membahas tentang performa, kinerja Ethereum bahkan telah melampaui BTC. Pada saat penulisan, Ethereum telah berkonsolidasi di harga $3.490 dengan pergerakan harga seperti yang diilustrasikan pada grafik di bawah ini.

Pergerakan Harga Ethereum

Sentimen positif ini dihasilkan dari desas-desus seputar migrasi jaringan Ethereum ke Proof-of-Stake yang saat ini menggunakan Proof-of-Work. 

Penggabungan ini telah dicoba dan terbukti efektif di testnet ‘Kiln’ yang secara luas dianggap sebagai pengubah permainan untuk ekosistem Ethereum.

Dengan pemberitaan upgrade tersebut saja, sentimen investor telah meningkat secara positif. Dan sekarang, pengembang tengah mencari solusi yang baru untuk memasok permintaan Ethereum yang akan segera terjadi.

Akahkan skenario tersebut akan di jalankan pada kuartal 2 tahun ini?

Baca juga: 5 Crypto Potensial Pekan Ini: KAVA, MBOX, SNP, EOS, IRIS

Menutup soal Ethereum, kini saatnya berpindah ke grafik Cardano yang juga mengikuti reli Bitcoin dengan kenaikan 5,9% selama seminggu, dan menetapkan harga $1,18 pada saat penulisan.

Indikator MA-7 dan 21 pada Cardano berpotongan di level $1,2 yang menandakan reli naik berkelanjutan mengawali periode kuartal 2 ini.

Cardano sendiri terus membangun keuntungannya dengan peningkatan jaringan yang akan segera terjadi. Selain itu, pengembang Cardano, IOG, baru-baru ini mengumumkan proposal untuk meningkatkan memori skrip Plutus jaringan.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

19 Juta Bitcoin Telah Ditambang dan Tersisa 2 Juta Lagi, Apa Dampaknya?

Tanggal 1 April 2022 jadi momen penting bagi Bitcoin. Aset kripto terpopuler sejagat itu telah mencapai 19 juta keping BTC yang ditambang. Artinya sisa 2 juta keping BTC lagi dari total 21 juta. Lalu, apa dampaknya?

Analisis dari blockchain memperlihatkan blk 730.034 dari blockchain menghasilkan penambangan Bitcoin ke-19 juta pada 1 April 2022, sehingga Bitcoin mencapai tonggak sejarah baru.

Mengutip Gizchina, penambangan Bitcoin yang terakhir diperkirakan terjadi pada 2140, sesuai prediksi Satoshi Nakamoto, pria yang disebut-sebut sebagai pembuat Bitcoin.

Total Jumlah Bitcoin Telah Berkurang

Ketika Satoshi Nakamoto menciptakan jaringan Bitcoin, telah menetapkan pasokan maksimum menjadi 21 juta, dan penelitian menunjukkan bahwa jumlahnya kurang dari 21 juta. Beberapa perkiraan menunjukkan hanya akan ada 20.999.817,31 BTC.

Ilustrasi Bitcoin.
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Transaksi Aset Kripto di Indonesia Bakal Kena Pajak, Kapan dan Berapa Tarifnya?

Dasbor bitcoin di clarkmoody.com , yang dimanfaatkan untuk mencatat 19 juta bitcoin yang ditambang menjadi ada pada hari Jumat, menunjukkan hanya ada 1.999.781,23 BTC yang tersisa untuk ditemukan.

Setiap kali sebuah blok ditemukan oleh penambang, penerbitan koin meningkat sebesar 6,25 bitcoin per blok ($ 289.656) yang ditemukan. Sebuah blok ditemukan kira-kira setiap sepuluh menit dan pembagian hadiah blok berikutnya diharapkan terjadi pada atau sekitar 3 Mei 2024.

Setelah halving berikutnya terjadi, penambang akan mendapatkan 3.125 bitcoin per blok dan halving berikutnya akan terjadi pada tahun 2028. Penerbitan BTC diprogram, matematis, dan pada akhirnya dapat diprediksi dan inilah mengapa orang dapat memperkirakan kerangka waktu antara perubahan penyesuaian kesulitan dan ketika halving berikutnya terjadi.

Bitcoin Jadi Aset Kripto Paling Langka

Bitcoin pun jadi mata uang kripto yang kian langka. Pasalnya kini 90 persen Bitcoin sudah beredar di pasaran.

Satoshi Nakamoto memperhitungkan dilema koin yang hilang ketika penemunya mengatakan bahwa Bitcoin yang tidak dapat diperoleh akan membuat aset kripto lebih langka dan karenanya lebih berharga.

Ilustrasi penambang kripto, Bitcoin.
Ilustrasi penambang kripto, Bitcoin.

Baca juga: Tiga Alasan Kenapa Harga Bitcoin Bisa di Atas Level $ 47.000

“Koin yang hilang hanya membuat koin orang lain sedikit lebih berharga. Anggap saja sebagai sumbangan untuk semua orang,” kata Nakamoto dikutip Bitcoin.com.

Setelah 21 juta Bitcoin telah ditambang, nantinya tak bisa lagi untuk menambang uang baru. Pasalnya, kode Bitcoin tidak mengizinkan penambangan token baru setelah mencapai ambang batas ini.

Jumlah Bitcoin juga ada batas layaknya emas. Kini, Bitcoin tengah memantapkan diri sebagai bentuk penyimpanan nilai. Pengurangan jumlah Bitcoin membuat nilainya makin meningkat.

Inilah yang membuat analis percaya, harga Bitcoin akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang.



Sumber : news.tokocrypto.com

Siap! Transaksi Crypto di Indonesia Akan Dikenakan Pajak 0,1%

Mulai 1 Mei 2022, setiap transaksi crypto di Indonesia akan dikenakan pajak capital gain sebesar 0.1% serta pajak penambahan nilai atau PPN.

Juru bicara kantor pajak Indonesia, Hestu Yoga Saksama, mengatakan bahwa pemerintah akan segera memberlakukan “pajak penghasilan dan PPN” pada aset cryptocurrency.

Hal ini karena aset digital didefinisikan sebagai komoditas dan bukan sebagai mata uang oleh kementrian perdagangan.

Namun, penerapan pajak di Indonesia ini masih dalam pertimbangan tentang bagaimana cara menerapkan pajak tersebut pada crypto.

Pada Februari 2022, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), mengkonfirmasi bahwa transaksi crypto di Indonesia mencapai 83,8 triliun Rupiah.

Selain itu, jumlah pemegang crypto meningkat lebih dari 11%, dari 11,2 juta orang pada 2021 menjadi 12,4 juta orang.

Saat ini, BAPPEBTI mengakui lebih dari 200 cryptocurrency sebagai komoditas, yang dapat diperdagangkan secara legal.

Selain itu, ada juga 13 bursa sebagai bisnis crypto yang memiliki lisensi dan boleh beroperasi secara legal pada Februari 2021.

Baca juga: Asosiasi ICCA dan PKHAKI Hadir Dukung Perkembangan Aset Kripto di Indonesia

Pajak negara, dan budaya di Indonesia menjadi faktor adopsi arus utama crypto

Disamping persiapan pemerintah tentang penerapan pajak untuk setiap transaksi aset crypto di Indonesia, budaya juga menjadi faktor adopsi arus utama.

Pada bulan November 2021, Majelis Ulama Indonesia (MUI), mengatakan crypto sebagai alat transaksi yang dilarang berdasarkan hukum agama Islam.

Dan pada Januari 2022, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah melarang lembaga jasa keuangan di Indonesia untuk memfasilitasi crypto kepada para penggunanya.

Hal itu dilontarkan karena OJK merasa bahwa Bitcoin dan Altcoin lainnya memiliki risiko yang sangat besar karena fluktuasi harga yang ditingkatkan.

Selain menyebutkan argumen yang biasa dengan volatilitas crypto, OJK juga menunjukkan bahwa penipuan skema Ponzi dapat berkembang di crypto.

Baca juga: Bitcoin Bisa Bernilai 68,9 Miliar Rupiah per Koin Jika Hal Ini Terjadi, Kata VanEck

BI Akan Luncurkan CBDC untuk Lawan Crypto Swasta

Seperti yang dilaporkan Jelajahcoin sebelumnya, Bank Indonesia (BI), bersedia untuk mengeluarkan Central Bank Digital Currency (CBDC) nya dengan maksud untuk melawan aset crypto swasta.

BI percaya bahwa CBDC yang akan mereka luncurkan akan lebih kredibel daripada aset crypto swasta lain seperti Bitcoin, Ethereum, dan yang lainnya.

Pada bulan Mei 2021, Gubernur Perry Warjiyo menegaskan bahwa CBDC yang akan dikeluarkan sedang dalam proses, namun, Perry tidak mengungkapkan tanggal peluncuran yang spesifik.

Saat itu, BI mencatat bahwa selama pandemi COVID-19, penduduk setempat telah beralih dari pembayaran tunai ke pembayaran digital.

Dengan demikian, CBDC yang dipantau dan dikendalikan oleh pihak berwenang akan menjadi pilihan terbaik untuk transisi moneter tersebut. 

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com