Tag Archives: blockchain

Yuk, Kenalan dengan Aset Kripto HOT Coin dan Cara Kerjanya!

Saat ini, sudah banyak teknologi yang dibuat dalam menyaingi kekuatan teknologi blockchain dari berbagai aspek, salah satunya adalah Holochain. Teknologi ini dipercaya memiliki keunikan tersendiri yang membuat dirinya lebih istimewa dan potensial dalam jangka panjang. Pendukung pergerakan HOT Coin adalah Holochain.

Apa yang Membedakan Holochain dengan Blockchain?

Berbeda dengan blockchain, Holochain menawarkan sistem kesepakatan yang tidak memerlukan validasi secara global. Sehingga, skalabilitas transaksi yang dilakukan cenderung tidak terbatas dan lebih cepat berkat teknologi Distributed Hash Table (DHT). Selain itu, Holochain tidak mengenal kegiatan penambangan atau mining. Sehingga, teknologi yang digunakan cenderung lebih ramah lingkungan.

Baca juga: Serba-Serbi Blockchain dan 5 Karakteristik Utamanya

Kenalan dengan Holochain dan HOT Coin

illustrasi hot coin di holochain

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, Holochain merupakan teknologi serupa blockchain yang menjadi framework atau kerangka kerja untuk pengembangan dApps, atau aplikasi yang terdesentralisasi. Aplikasi ini kemudian lebih dikenal dengan sebutan ‘hApps’ atau Holochain applications. Jadi, sejumlah aplikasi tersebut dijalankan dalam perangkat pribadi secara lokal, bukan lagi dalam cloud.

Nah, kemudian Holochain membuat sebuah platform bernama Holo. Platform ini berbasis peer-to-peer sebagai tempat bagi para pengembang untuk hosting sejumlah dApps. Tujuan pembuatan platform ini adalah sebagai jembatan antara Holochain dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya adalah dalam membangun ekosistem P2P dari hosting dan aplikasi.

Dari sana, terciptalah native token dengan nama yang sama yaitu Holo, yang juga dikenal dengan sebutan ‘HOT coin’, yang ICO pada bulan Maret hingga April 2018. Selayaknya sebuah native token, Tugas dari HOT coin adalah untuk menjalankan platform Holo. 

Lalu, bagaimana perkembangan harga HOT Coin dan cara kerjanya? Baca terus artikel ini, yuk!

Perkembangan Harga HOT Coin dari Masa ke Masa

Di awal kemunculannya, terdapat 177,6 miliar HOT Coin yang dicetak di pasar, jumlah ini berdasarkan permintaan dari para pegiat aset kripto. Dari jumlah tersebut, 133,2 miliar HOT Coin dibagikan untuk penjualan di pasar dan sisanya disimpan untuk proyek. Saat pertama kali dijual sepanjang bulan Maret hingga April 2018, harga HOT Coin berada di angka 0.00015 USD.

Setelah melewati masa Initial Coin Offering atau ICO, HOT Coin mulai masuk ke pasar dan terjadi peningkatan harga, yaitu menjadi 0.001 USD pada Mei 2018 melansir dari CoinMarketCap. Namun, tidak butuh waktu lama bagi HOT Coin untuk kembali koreksi, bahkan sempat mencapai 0.0003 USD pada Juli 2018. Sepanjang paruh kedua tahun 2018, harganya masih fluktuatif dan mulai mengalami peningkatan di tahun baru.

Memasuki tahun 2019, lebih tepatnya bulan Mei hingga Juni, harga HOT Coin sempat mencetak harga baru yaitu sebesar 0,002 USD. Meski begitu, tak lama setelah itu harganya kembali menurun dan cenderung bertahan di angka 0,003 hingga 0,009 USD. Alhasil, kenaikan yang terjadi pada HOT pun cenderung tidak signifikan, membuat tren ini terus bertahan mulai dari paruh kedua tahun 2019 hingga sepanjang tahun 2020. Di penghujung tahun 2020, HOT Coin mencetak harga 0,0006 USD.

illustrasi token hot coin

Performa HOT Coin kembali meningkat saat memasuki tahun 2021. Hal ini sudah bisa dilihat dengan ditemukannya tren positif pada harganya sejak bulan Februari yakni mencapai 0,03 USD dan terus berlanjut. Dapat dikatakan, kejayaan HOT Coin terjadi di tahun ini sebab berhasil mencetak all-time high di angka 0,031 USD pada bulan April.

Namun, kejayaan tersebut tidak berlangsung lama karena kembali terjadi koreksi dari harga HOT Coin. Kendati begitu, tren positif kembali terjadi pada bulan Agustus yang melonjak mencapai harga 0,12 USD dan November dengan lonjakan hingga 0,15 USD. Sama seperti sebelumnya, tren positif ini sayangnya tidak bertahan lama dan harga HOT Coin kembali merosot. 

Penurunan harga yang diselingi kenaikan kurang signifikan ini masih terus terjadi hingga Maret 2022. Per tanggal 14 Maret 2022, HOT Coin mencatat harga sebesar 0,0038 USD dan berada di peringkat 94 berdasarkan kapitalisasi pasar. Jika dibandingkan dengan harga pada satu tahun sebelumnya di bulan April 2021, telah terjadi penurunan yang tajam sebesar 87.9% nilai harganya. Walau begitu, volume perdagangannya terus meningkat yaitu berada di angka 34,9 juta. Saat ini, tersisa 173,6 HOT Coin yang tersebar di pasar.

Cara Kerja dan Potensi HOT Coin di Masa Depan

Berperan sebagai native token dari sebuah platform, HOT Coin bertugas sebagai alat pembayaran segala transaksi yang terjadi dalam platform Holo. Utamanya, HOT Coin berguna untuk pembayaran biaya hosting atau sebagai HoloFuel yang dibebankan bagi para pengembang yang hosting dApps miliknya di jaringan Holochain.

Sepanjang perjalanannya, banyak sekali faktor yang membuat harganya naik-turun. Faktor utamanya adalah terjadi peningkatan adopsi Holochain secara besar-besaran. Tentunya, penyebab dari adopsi Holochain ini adalah dikarenakan Holochain dianggap bisa memecahkan masalah yang tidak bisa dipecahkan oleh blockchain

Di antaranya seperti biaya yang lebih murah, proses transaksi yang lebih cepat, juga tidak memiliki algoritma konsensus baik Proof of Work (PoW) hingga Proof of Stake (PoS) sehingga tiap node yang ada bisa dengan mudah memvalidasi transaksi.

Baca juga: Kenali Perbedaan Proof of Work dan Proof of Stake

Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa tren harga HOT Coin masih lebih didominasi oleh tren negatif alias penurunan. Hal ini sebagian besar disebabkan karena pengembangan proyek Holochain masih berjalan, di mana masih belum melewati fase Beta. Mengutip roadmap Holochain, saat ini sedang berlangsung penerbitan dan pengujian hApps. Sehingga, besar kemungkinan bagi Holochain untuk pengembangan lebih jauh dan mendongkrak kembali harga HOT Coin.

Ditambah lagi, pemahaman mengenai aset kripto ramah lingkungan terus digalakkan, yang mana teknologi ini sudah diterapkan oleh Holochain. Dikarenakan tidak menggunakan algoritma konsensus, maka daya pemrosesan yang digunakan sangat sedikit jumlahnya. Bahkan, saat ini, node yang terdapat dalam jaringan Holochain sudah bisa dioperasikan pada perangkat seluler.

Jadi, itulah mengapa HOT Coin adalah aset kripto yang lebih seringkali dijadikan instrumen investasi jangka panjang. Terus, setelah membaca penjelasan di atas, apakah Anda tertarik untuk membeli aset kripto yang potensial ini? Yuk, segera selesaikan KYC Anda dan mulai berbelanja HOT Coin di Tokocrypto! Jangan lupa juga untuk bergabung di Komunitas Tokocrypto juga, ya.



Sumber : news.tokocrypto.com

GameStop akan Meluncurkan Marketplace NFT

Perusahaan ritel video game yang sempat menjadi bahan perbincangan di Reddit dan forum internasional, GameStop, telah memutuskan untuk menyelami industri kripto lebih dalam dengan akan menghadirkan marketplace NFT di tahun 2022 ini.

Rencananya, marketplace koleksi digital ini akan diluncurkan pada akhir kuartal kedua, atau sekitar akhir bulan Juli. Informasi ini dibagikan pada saat perusahaan melakukan rilis pendapatan kuartal keempat tahun 2021, yang diselenggarakan pada 17 Maret 2022 lalu.

Baca juga: Kecerdasan Buatan Bisa Digunakan untuk Investasi Aset Kripto

Diketahui, meski mereka mencetak pendapatan, tetapi ada hasil minus pada laba per saham yang membuat para pemegang saham perlu memikirkan pembenahan pada perusahaan untuk terus menghasilkan keuntungan di masa mendatang.

Dan untuk sebuah cara baru dalam menghasilkan uang, meluncurkan marketplace NFT adalah salah satu strategi dari GameStop.

Diketahui, GameStop telah mempekerjakan 20 karyawan baru untuk mengisi divisi cryptocurrency. Divisi ini akan mengembangkan pasar digital bagi orang-orang untuk membeli, menjual dan memperdagangkan NFT yang bisa digunakan dalam permainan (game), atau biasa disebut item.

Baca juga: Prediksi Harga Bitcoin Hari Ini: Teknikal Analisis (Update Setiap Hari)

Item akan mencakup hal-hal seperti skin karakter, senjata dan properti digital. Marketplace baru ini tentu akan bersaing dengan pendahulunya yang sudah besar, yakni OpenSea, yang mencetak miliaran dolar transaksi yang berjalan di jaringan Ethereum dan sudah mengadopsi Polygon juga untuk menekan biaya transaksi.

Tidak berhenti sampai di situ, GameStop juga berniat untuk menggandeng lebih banyak perusahaan crypto untuk membantunya berinvestasi dengan lebih baik ke game yang mengadopsi teknologi blockchain dan kripto, atau biasa kita lihat yang juga mengadopsi konsep Play to Earn (P2E).

Memang, perusahaan ritel ini tampak peka dengan kondisi yang ada saat ini, di mana teknologi crypto dan blockchain masih menjadi salah satu yang terpanas di kalangan investor karena prospek masa depan yang menarik dan masih terlihat menjanjikan.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Kecerdasan Buatan Bisa Digunakan untuk Investasi Aset Kripto

Selama dua tahun terakhir, investasi aset kripto telah konsisten terus tumbuh, baik dari sisi jumlah investor dan volume transaksi. Terlepas dari popularitasnya, investasi ini datang dengan banyak tantangan, termasuk kesulitan teknis.

Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi cara menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk investasi aset kripto. Ini berbeda dengan robot trading yang marak karena digunakan sebagai kedok investasi bodong, padahal mengunakan skema ponzi.

Banyak orang yang salah kaprah soal robot trading dan bantuan kecerdasan buatan dalam investasi aset kripto. Sesungguhnya AI ini digunakan untuk membantu investor melakukan tindakan investasi, semua keputusan dan perolehan keuntungan, serta kerugian kembali ke pengguna.

Kecerdasan Buatan Memudahkan Investor

Sejak aset kripto pertama memulai debutnya, ada volatilitas dan fluktuasi valuasi yang tinggi. Hal ini semakin membingungkan investor ritel dan institusional yang menyebabkan banyak keputusan investasi berbasis emosi.

Memahami pasar kripto dan menjalankan investasi membutuhkan banyak waktu dan keterampilan. Dengan munculnya lebih banyak alat berbasis teknologi, investor dan pedagang semakin mencari kecerdasan buatan dan Machine Learning (ML) untuk memahami investasi.

Ilustrasi candlesticks di investasi aset kripto.
Ilustrasi candlesticks di investasi aset kripto.

Kombinasi AI dan ML terbukti berharga di market, karena investasi kripto diadopsi oleh lebih banyak investor institusional atau pemula. Karena kripto didukung oleh teknologi blockchain, AI dapat bekerja bersama blockchain untuk mengatasi banyak tantangan.

Beberapa cara di mana AI dapat digunakan untuk investasi aset kripto, termasuk prediksi yang lebih akurat, analisis sentimen lebih cepat, perdagangan otomatis dan monetisasi yang lebih baik.

Baca juga: Kelas Kripto: Memahami Perbedaan Koin dan Token

Prediksi Market Kripto yang Lebih Akurat dengan AI

Salah satu masalah terbesar dalam perdagangan kripto adalah volatilitas pasar. Dengan popularitas yang semakin tinggi, AI dapat membantu mengatasi ketidakpastian aset kripto.

Dengan analitik data yang kuat, investor dapat memprediksi dan memperkirakan peristiwa penting di pasar kripto dan membuat keputusan investasi yang terinformasi dengan baik. Selain itu, AI dengan blockchain membuat kombinasi yang lebih kuat.

Blockchain menyimpan catatan digital tidak hanya transaksi tetapi untuk apa pun yang bernilai. Karena blockchain memungkinkan data disimpan dan dibagikan dengan cara yang aman, AI dapat digunakan untuk menganalisisnya

Transaksi Blockchain juga dapat mengungkapkan pola perilaku untuk membantu memahami penggerak di pasar kripto. Investor kemudian akan dapat menghasilkan prediksi yang akurat tentang aset kripto tertentu.

Ilustrasi investasi aset kripto yang aman dan cuan.
Ilustrasi investasi aset kripto yang aman dan cuan.

Analisis Sentimen Pasar Kripto

Untuk menentukan sentimen pasar kripto, sejumlah besar data yang bervariasi harus dikumpulkan, diproses, dan dianalisis. Ini termasuk berita, blog, artikel, forum, posting sosial, papan pesan saham dan bahkan komentar yang terkait dengannya.

Dengan menggunakan AI, sejumlah besar data dari internet, serta data blockchain dapat diproses dalam skala besar dan dapat dengan cepat menganalisis sentimen apakah itu negatif, netral, atau positif.

Dengan menganalisis berbagai sinyal, AI dan Machine Learning dapat mengidentifikasi manipulasi di pasar, melalui perilaku tidak biasa yang diamati dalam indikator sentimen. Setelah sentimen dilampirkan ke data, investor dapat menerapkan rekomendasi yang mereka peroleh.

Baca juga: Kementerian Malaysia Usulkan Kripto Jadi Alat Pembayaran yang Sah

Keuntungan Penggunaan AI dalam Investasi Aset Kripto

Keuntungan paling signifikan dari penggunaan AI adalah trader tidak perlu terus-menerus memantau pasar dan terus menghitung momen untuk membuka posisi.

Penggunaan AI bisa menghilangkan faktor ketakutan dan elemen emosional dalam keputusan perdagangan. Sebagian besar investor pemula kehilangan deposit semata-mata, karena ketidakstabilan psikologis dan emosional, serta mengabaikan aturan strategi perdagangan mereka sendiri.

Tokocrypto dan KepingAI Bantu Investor Raih Profit

Untuk membantu para trader dan investor pemula, Tokocrypto bekerja sama dengan KepingAI menghadirkan fitur, Tokocrypto Insight Fitur ini membantu investor menganalisa pasar kripto dan mengakses referensi sinyal trading yang dibantu menggunakan model Machine Learning dan Deep Learning.

Ilustrasi trading kripto.
Ilustrasi trading kripto.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan KepingAI juga cocok digunakan para pemula untuk yang baru ingin memulai trading dan memaksimalkan keuntungan yang dapat diperoleh. Dengan KepingAI, kamu akan mendapat sinyal atau pemberitahuan untuk setiap peluang saat trading dengan pairing USDT dan BIDR.

“Sinyal sendiri adalah rekomendasi atau referensi trading yang diberikan oleh KepingAI. Di mana, Tokocrypto bekerja sama dengan KepingAI menggunakan AI untuk menganalisa market. Cara penggunaannya pun sangat mudah. Trader pemula bisa memanfaatkannya, even dia enggak tahu analisis teknikal. KepingAI so far so good dengan probabilitas yang cukup tinggi,” kata Afid.

Bagaimana Menggunakan KepingAI Signal?

KepingAI Signal menggunakan Dollar-Cost-Averaging (DCA) atau Averaging Down. Kamu bisa mendapat rekomendasi atau sinyal trading untuk pairing USDT dan BIDR yang ada di Tokocrypto tanpa bingung menganalisa pasar secara manual.

DCA adalah strategi perdagangan yang digunakan oleh Signal Perdagangan AI untuk memastikan mekanisme keamanan dalam rangka memitigasi kondisi pelemahan pasar yang besar. Mekanisme Safety Order menggantikan mekanisme standar Stop Loss dengan tujuan untuk mengkonversikan perdagangan negatif menjadi perdagangan menguntungkan.

Rekomendasi biaya modal untuk Safety Order adalah 2 (dua) kali dari modal dasar atas rata-rata harga pembelian. Mekanisme ini akan menurunkan rata-rata harga pembelian apabila terjadi pelemahan atau koreksi pada pasar.

KepingAI bisa digunakan dengan skema berlangganan. Ada pilihan yang tersedia mulai dari gratis alias tanpa biaya, namun dengan fitur yang terbatas. Adapula paket Standard dengan biaya Rp 150.000 per bulan dan paket Premium dengan biaya Rp 190.000 per bulan. Untuk informasi lengkap dan cara berlangganan bisa buka link di sini.

Paket berlangganan KepingAI.
Paket berlangganan KepingAI.

Apakah Tepat Menggunakan AI dalam Investasi Kripto?

AI tidak akan pernah menjadi pengganti kemampuan analisis investor. Menggabungkan keterampilan analisis dengan AI dapat membawa lebih banyak nilai dan profitabilitas, terutama dalam investasi kripto.

Penerapan AI juga memerlukan kerangka kerja dan strategi yang kuat, karena investor harus paham keputusan yang diambil untuk peningkatan profitabilitas. AI akan menjadi alat yang sangat berharga bagi investor untuk tetap kompetitif dan meningkatkan efisiensi.

Tokocrypto tidak memaksa pengguna untuk melakukan jual-beli aset kripto sebagai sarana investasi atau mencari keuntungan, yang berarti semua aktivitas perdagangan merupakan keputusan individu dari Pengguna dan Tokocrypto tidak akan bertanggung jawab untuk setiap kerugian dan keuntungan yang ditimbulkan.

Baca juga: Vitalik Buterin Jadi Sampul Majalah Time, Netizen: Terlalu Jelek Buat Orang Kaya



Sumber : news.tokocrypto.com

NFT Fashion Yang Telah Diterbitkan Oleh 6 Brand Ternama

Meningkatnya popularitas NFT dalam berbagai bidang tentunya membuat NFT semakin digandrungi oleh banyak pihak, tak terkecuali kreator dan kolektor seni. Namun, tidak hanya perseorangan saja, kini mulai bermunculan brand fashion ternama di dunia yang ikut serta meluncurkan NFT fashion miliknya. Yuk, simak informasi selengkapnya!

Non-Fungible Token (NFT) dalam Brand Fashion

Tren NFT dan brand fashion dunia ini mulai ramai sejak tahun 2021. Meskipun dipatok harga yang cukup tinggi dengan jumlah yang terbatas, NFT yang dihadirkan oleh para brand fashion tersebut berhasil menarik perhatian banyak kolektor NFT di NFT marketplace, lho. Terbukti dengan penutupan lelang NFT fashion di harga yang cenderung tinggi dan penjualan yang ludes dalam waktu singkat.

Pendekatan beragam brand fashion tersebut terhadap adopsi NFT tentunya terdiri dari bentuk yang bervariasi dengan keunikannya masing-masing. Tidak hanya NFT art saja, para brand tersebut juga bereksperimen dengan NFT game dan item game, video atau short film, hingga digital collectibles berisikan desain dari produk brand tersebut.

Selain itu, sebagai brand fashion yang memproduksi barang untuk digunakan secara fisik oleh para pembelinya, beberapa brand fashion juga memungkinkan para kolektor NFT original dari brand untuk mendapatkan produk tersebut dalam bentuk fisik. Hal ini tentunya agar para pembeli bisa sambil menikmatinya di dunia nyata.

Baca juga: Inilah Alasan Banyak Orang Mengoleksi Karya Seni Digital NFT

6 Brand Ternama yang Menerbitkan NFT Fashion

Nah, berikut ini sudah kami rangkum 6 brand ternama di dunia yang telah menerbitkan NFT, di antaranya adalah:

1. Gucci

NFT Fashion Gucci

Sepanjang tahun 2021, Gucci telah terlibat dalam perilisan dua keping NFT, lho. Pertama pada bulan Maret lalu, Gucci bereksperimen dengan digital fashion membuat sneakers dalam bentuk Augmented Reality (AR), yang dibanderol harga 11.99 USD. Namun, AR sneakers tersebut bukan merupakan koleksi NFT resmi yang diterbitkan Gucci.

Hingga pada bulan Mei, Gucci merilis NFT perdananya berupa short movie untuk memperingati hari jadi Gucci yang ke-100 tahun. Short movie yang berdurasi 4 menit ini juga berisikan sneak peek kolaborasi antara Gucci dengan Balenciaga. NFT ini dilelang di Christie’s dan terjual di harga 250.000 USD.

2. Louis Vuitton

Mirip dengan Gucci, dalam merayakan ulang tahun yang ke-200 dari sang founder, Louis Vuitton juga merilis NFT berupa game bernama “Louis the Game”. Game yang satu ini menggambarkan ikon ternama dari Louis Vuitton, Vivienne, menjelajahi dunia animasi sambil mengumpulkan lilin menuju sebuah pesta ulang tahun.

Louis Vuitton NFT Fashion

Sepanjang permainan, para pemain berkesempatan untuk mendapatkan 30 NFT berupa item dalam game. Sepuluh item di antaranya merupakan hasil karya seniman digital ternama yaitu Beeple. Namun, NFT game ini tidak dapat diperjualbelikan alias hanya sebagai digital collectible saja.

3. Burberry

nft brand fashion Burberry

Brand ternama lainnya yang merilis NFT adalah Burberry, bekerja sama dengan Mythical Games. NFT yang dirilis merupakan item dalam sebuah game bernama “Blankos Block Party”. Game multiplayer ini menceritakan sebuah brankas virtual di mana terdapat vinyl toys yang disebut Blanko sebagai karakter game yang hidup dalam blockchain

Burberry merupakan brand fashion pertama yang menciptakan karakter Blanko sendiri yaitu “Sharky B.” dalam game. Sharky B. merupakan karakter yang limited edition, sehingga ludes dengan cepat yaitu hanya dalam 30 detik. Selain Sharky B., Burberry juga merilis NFT game lain yaitu aksesoris pelengkap yang bisa dikenakan oleh Blanko.

4. Overpriced

Sedikit berbeda dengan ketiga brand fashion sebelumnya, Overpriced merilis NFT pertamanya dalam produk hoodie. Pada bagian belakang hoodie, terdapat sebuah kode yang bisa di-scan oleh para pemiliknya. Saat di-scan, para pemilik telah secara otomatis dan resmi memiliki sebuah NFT.

nft brand fashion Overpriced

Hoodie yang kemudian disebut sebagai NFT hoodie ini dijual dengan harga 26.000 USD. Overpriced juga mengatakan bahwa jika NFT hoodie yang dimiliki mengalami kerusakan atau hilang, mereka akan mengirimkan penggantinya lengkap dengan kode baru. Sementara itu, kode lama akan diblokir sehingga tidak akan bisa di-scan kembali.

5. RTFKT

Brand lainnya, yaitu RTFKT, juga merilis sebuah koleksi sneakers berbentuk NFT lengkap dengan digital merchandise. RTFKT berkolaborasi dengan visual artist FEWOCiOUS untuk NFT ini. Sebelum dirilis, RTFKT melakukan uji coba menggunakan media sosial Snapchat yang memungkinkan para calon pembeli untuk mencobanya secara virtual.

NFT Sepatu RTFKT

Produk sneakers ini terdiri dari tiga jenis desain dan partisipan lelang bisa melakukan bid terhadap ketiganya. Hal ini menghasilkan lebih dari 600 pasang sneakers yang terjual, membuat RTFKT meraup pendapatan sebesar 3.1 juta USD. Pembeli dengan nominal terbesar juga berkesempatan untuk mendapatkan sneakers dalam bentuk fisik.

6. Jimmy Choo

Lalu di akhir Oktober 2021 lalu, brand Jimmy Choo meluncurkan koleksi NFT hasil kolaborasi dengan seniman Eric Haze. NFT yang dilepas untuk lelang di Binance ini merupakan sepatu versi digital yang berputar di atas kanvas. Partisipan dengan bid tertinggi berkesempatan memperoleh sepatu tersebut dalam bentuk fisik.

nft fashion dari brand jimmy choo

Selain sepatu versi digital, Jimmy Choo juga menyediakan 8.888 mystery box yang juga dijual di marketplace NFT. Mystery box ini berisikan Jimmy Choo / Eric Haze LOVE 100 Glitter, 445 kartu digital sangat langka, 3,109 kartu digital langka, and 5,333 kartu digital biasa. Kartu digital sangat langka dan langka mencakup sneak peek koleksi NFT Jimmy Choo mendatang.

Itulah 6 brand ternama yang telah menerbitkan NFT fashion original miliknya. Jadi, apakah Anda tertarik untuk ikut serta ke dalam dunia NFT? Yuk, kunjungi www.tokomall.io dan segera daftarkan diri Anda sebagai Official Partner (seniman) atau Creator (kolektor)!



Sumber : news.tokocrypto.com

Ketika NFT Masuk ke Ranah Politik di Korea Selatan

Yoon Suk-yeol telah resmi terpilih sebagai Presiden Korea Selatan berikutnya. Sosok Suk-yeol menjadi perhatian dunia, karena sebelumnya punya cara unik kampanye yang modern.

Presiden Korea Selatan terpilih, Yoon Suk-yeol sempat mencetak gambar dan video NFT untuk merayu pemilih muda. Dalam upaya untuk memenangkan pemilihan, Suk-Yeol meluncurkan NFT yang menampilkan gambar dan videonya dan telah mencetak 4.000 token.

Menurut laporan Coingape, Suk-yeol telah mencetak sekitar 4.000 NFT di blockchain AERGO, sementara dia berencana untuk menerbikan 20.000 lagi. NFT tersebut tersedia untuk dijual dengan harga 50.000 won Korea (sekitar Rp 581.949).

Kandidat Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung (kiri) dan Yoon Suk-yeol (kanan). Foto: Blockworks.

Kandidat Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung (kiri) dan Yoon Suk-yeol (kanan). Foto: Blockworks.

Baca juga: Elon Musk Ungkap Alasan Tak Jual Bitcoin, ETH dan Dogecoin saat Inflasi

Bukan yang Pertama

Suk-yeol bukanlah yang pertama dalam perlombaan untuk merayu pemilih muda dengan NFT. Kandidat Partai Demokrat saingannya, Lee Jae-myung, juga telah menerbitkan NFT-nya ke para pendana kampanyenya. Dilaporkan bahwa NFts, Jae-myung mencetak fotonya dan salinan kebijakannya sebagai NFT.

Tidak hanya itum, Jae-myung juga membuka donasi dalam bentuk aset kripto sebagai sumbangan politik. Selain Bitcoin (BTC), pendukung juga dapat memberikan donasi dalam Ethereum (ETH), PayProtocol Paycoin (PCI) dan beberapa kripto lainnya. Sebagai gantinya, pemberi donasi akan menerima NFT.

Ilustrasi Korea Selatan dan Metaverse. Foto: Totalkrypto.

Ilustrasi Korea Selatan dan Metaverse. Foto: Totalkrypto.

Taruhan Korea Selatan pada Kripto

Patut dipuji bahwa kandidat Presiden Korea Selatan telah melibatkan aset kripto dan NFT dalam proses demokrasi di negara tersebut. Ini memberikan petunjuk bahwa Korea Selatan berencana untuk menjadi pemain kunci dalam ekosistem metaverse.

Namun, Korea Selatan belum mengesahkan undang-undang khusus blockchain sampai sekarang. Di sisi lain, dilaporkan, ada 14 RUU terkait kripto yang beredar di legislatif.

Ini adalah berita positif juga bagi para penggemar kripto karena invasi Rusia ke Ukraina telah membuat pasar berdarah dan masih tidak stabil.

Baca juga: Korea Selatan Investasikan Rp 2,6 Triliun Ambisi Jadi Raja Metaverse



Sumber : news.tokocrypto.com

Blockchain Bisa Ciptakan Peluang Ekonomi Digital Baru di RI

Perkembangan aset kripto dan ekosistem blockchain semakin menarik perhatian. Presiden Indonesia, Joko Widodo, bahkan sempat menyinggung teknologi blockchain dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri yang digelar di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Selasa (1/3).

“TNI-Polri juga harus memiliki talent digital, karena eranya sudah era seperti ini, harus punya jago-jago AI (artificial intelligence), cloud computing, digital design, mengerti mengenai masalah blockchain,” ujar Jokowi saat memberi sambutan dalam acara itu.

Presiden Jokowi juga menyatakan sektor ekonomi digital di Indonesia memiliki potensi yang besar. Pada 2025, potensi ekonomi digital Indonesia diperkirakan menyentuh angka 146 miliar dolar AS atau sekitar Rp 2.000 triliun.

Selain itu, kontribusi Indonesia di dunia ekonomi digital juga diproyeksikan mengalami kenaikan hingga delapan kali pada 2030, yakni senilai Rp 4.531 triliun. Faktor pendorong ekonomi digital tersebut, tidak lain adalah teknologi 5G, Internet of Things (IoT), blockchain, kecerdasan buatan, dan cloud computing.

Ilustrasi blockchain.

Ilustrasi blockchain.

Baca juga: Belajar dari Joe Biden Soal Kripto: Langkah Besar ke Arah yang Benar

Peluang Blockchain Ciptakan Ekonomi Digital Baru

Di sisi lain, Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda, mengatakan teknologi blockchain, di mana termasuk aset kripto dan NFT bisa menciptakan multiplier effect positif yang meluas yang dapat mempengaruhi peningkatan pendapatan dan konsumsi.

“Blockchain saat ini sudah menjadi salah satu teknologi yang krusial secara global. Teknologi ini dapat diaplikasikan di banyak sektor dan memberi manfaat yang luas bagi masyarakat secara langsung maupun tidak. Langkah baiknya, blockchain memberi harapan dukungan efisiensi dan transparansi sehingga Indonesia dapat mengantisipasi perubahan dunia yang sangat cepat,” kata pria yang akrab disapa Manda.

Lebih lanjut, Manda mengatakan perkembangan teknologi blockchain begitu cepat dan saat ini masih dalam tahap awal atau early. Indonesia seharusnya bisa mengadopsinya lebih cepat dan memimpin perkembangan teknologi blockchain di kawasan Asia Tenggara.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.

“Peluang pengaplikasian project blockchain di Indonesia juga luar biasa luasnya. Blockchain bisa diimplementasikan dalam berbagai sektor, meliputi perbankan, media sosial, periklanan, hiburan, kesehatan, asuransi, properti, olahraga, energi, pemerintahan, dan berbagai industri lainnya,” ungkapnya.

Blockchain dan aset kripto masih dalam tahap pertumbuhan dan memerlukan waktu yang panjang untuk adopsi massal. Keuntungan menjadi yang awal adalah, peluang untuk mendapat manfaat masih cukup besar. Tantangannya kemudian, bagaimana menyeleksi project yang benar-benar akan bertahan dan diadopsi oleh masyarakat luas.

Baca juga: Mengenal NanoByte, Token Kripto Lokal Didukung Sinar Mas & Tokocrypto

Literasi dan Lapangan Pekerjaan Sektor Blockchain di Indonesia

Salah satu hambatan perkembangan teknologi blockchain di Indonesia adalah persoalan literasi. Sebagian masyarakat awam masih memandang blockchain adalah aset kripto atau bahkan menyebutnya dengan Bitcoin. Faktanya kedua hal itu berbeda, walaupun saling berkaitan.

Peningkatan pemahaman literasi konsep teknologi blockchain juga beriringan dengan menciptakan kualitas sumber daya manusia. Pemanfaatan teknologi blockchain membutuhkan akselerasi penguasaan teknologi digital, sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan baru yang lebih luas dan masif.

Ragam Jenis NFT yang Diperjualbelikan

Ilustrasi blockchain.

“Menelisik lebih jauh, tak bisa dipungkiri seiring dengan meningkatnya pamor aset kripto, banyak orang yang ingin terlibat lebih jauh dalam pekerjaan di bidang blockchain, dalam berbagai proyek serta yang tak kalah penting peran teknologi di belakangnya yang bahkan mampu menggeser pekerjaan di sektor konvensional,” tutur Manda.

Pertumbuhan investasi aset kripto yang eksponensial turut membuat masyarakat semakin tertarik dengan teknologi blockchain. Maka demikian, bisa dibilang perdagangan aset kripto di Indonesia sebagai perintis penggunaan blockchain yang telah diatur resmi oleh Bappebti di bawah Kementerian Perdagangan.

Kepastian regulasi dan literasi yang masif tidak menutup kemungkinan banyak pemangku kepentingan yang akan lebih terbuka menerima teknologi ini di masa mendatang. “Percayalah bahwa semua akan ter-blockchain pada waktunya,” pungkas Manda.

Baca juga: Dunia Blockchain, Kripto dan NFT Bisa Jadi Tempat Ramah Perempuan



Sumber : news.tokocrypto.com

Perempuan Semakin Tertarik Investasi Kripto, tapi Minim Ilmu

Sebuah survei dari BlockFi mencatat perempuan semakin tertarik menjadi investor aset kripto dan teknologi blockchain, namun masih ada kesenjangan pengetahuan yang signifikan dalam hal topik tersebut.

BlockFi mencatat bahwa panel survei melakukan penelitian pada 28 Januari 2022, dan termasuk 1.031 wanita Amerika Serikat yang mengidentifikasi antara usia 18 dan 65 tahun. Survei fokus pada perubahan sikap perempuan terhadap aset kripto dan blockchain.

Dilansir Cointelegraphhasil survei menemukan 92% perempuan yang disurvei telah mendengar tentang kripto, dengan hampir satu dari empat (24%) sudah memilikinya. Sebaliknya, 80% masih merasa sulit untuk memahami dan 72% percaya bahwa berinvestasi terlalu berisiko.

Ilustrasi perempuan pandai investasi.

Ilustrasi perempuan pandai investasi.

Baca juga: 5 Perempuan Hebat di Balik Industri Teknologi Blockchain Indonesia

Adopsi Kripto Bagi Kalangan Perempuan Masih Rendah

Menurut penelitian, lebih dari sepertiga wanita berniat untuk membeli aset kripto pada tahun 2022, dengan 60% responden mengatakan mereka akan membeli aset digital tersebut dalam tiga bulan ke depan.

Studi ini menunjukkan bahwa sementara adopsi aset kripto yang lebih luas masih rendah, mayoritas perempuan membeli dan HODLing. Ada 70% responden adalah HODLers, yang telah memperoleh aset tetapi tidak pernah menjualnya.

Pada tahun 2022, pasar crypto telah melihat banyak volatilitas. Namun, kepercayaan perempuan dalam investasi kripto jangka panjang tidak tergoyahkan, dengan sebagian besar mereka membeli Bitcoin (BTC) 71%, Dogecoin (DOGE) 42%, dan Ethereum (ETH) 18%.

Ilustrasi investasi aset kripto yang aman dan cuan.

Ilustrasi investasi aset kripto yang aman dan cuan.

Baca juga: Jurus Memulai Investasi Layaknya Pacaran & Menikah ala Aliyah Natasya

Kesetaraan Gender di Industri Kripto dan Blockchain

Sebuah penelitian pada tahun 2021 lalu, mengungkapkan bahwa kesetaraan gender di industri kripto dan blockchain masih jauh. Menurut Laporan “April 2021 Global Gender Gap Report” oleh World Economic Forum, dibutuhkan hampir 135,6 tahun untuk menutup kesenjangan gender sebagai akibat dari pandemi COVID-19.

Namun, ini tidak menghalangi para perempuan, yang menggunakan teknologi blockchain dan kripto untuk mengatasi berbagai masalah sosial. Seperti dilansir Cointelegraph, sebuah penelitian yang diterbitkan pada Desember 2021, menemukan bahwa jumlah perempuan Australia yang berinvestasi dalam kripto meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

Sebuah survei baru-baru ini oleh KuCoin menunjukkan distribusi yang lebih merata antara pengguna kripto laki-laki dan perempuan di Turki. KuCoin menemukan bahwa investor perempuan di Turki menyumbang 47% investor dan 63% crypto-curious.

Baca juga: Kiat Perempuan Memulai Investasi Aset Kripto agar Mandiri Finansial



Sumber : news.tokocrypto.com

5 Perempuan Hebat di Balik Industri Teknologi Blockchain Indonesia

Blockchain adalah teknologi paling mutakhir saat ini dan sedang menjadi pembahasan di banyak tempat seluruh dunia. Namun, industri blockchain masih saja didominasi oleh kaum laki-laki, perempuan hanya menempati porsi kecil, sama halnya dengan sektor teknologi lain.

Meski begitu, seiring waktu kehadiran perempuan di dunia teknologi blockchain mulai meningkat. Persepsi maskulinitas di dunia desentralisasi mulai berubah.

Belakangan, kaum hawa kini terus berupaya menempatkan sudut pandang blockchain di segmen dan pasar yang sangat aksesibel untuk perempuan lainnya. Mereka membuat komunitas atau bahkan project dengan konsep women support women.

“Adanya teknologi blockchain mampu membuat perempuan merasakan inklusi keuangan, mengurangi kemiskinan, meningkatkan pendidikan dan secara keseluruhan berdampak kepada kehidupan rumah tangga,” kata Kristin Boggiano, Co-Founder of CrossTower dikutip Cointelegraph.

Selain Boggiano, ada perempuan berpengaruh lainnya di dunia blockchain, mulai dari Laura Shin, Lily Katz, Kristina Lucrezia Corner hingga Rachel Wolfson. Mereka punya peran masing-masing dalam memajukan industri blockchain. Lalu, bagaimana dengan Indonesia?

Jangan salah, ada beberapa perempuan hebat di Indonesia yang sudah lama mendalami dunia blockchain dan berkiprah di bidangnya masing-masing. Penasaran siapa saja? Simak terus daftarnya di bawah ini.

Pandu Sastrowardoyo

Pandu Sastrowardoyo, CEO Decentralized Bio Network (Debio.network). Foto: Dok. Angin.

Pandu Sastrowardoyo, CEO Decentralized Bio Network (Debio.network). Foto: Dok. Angin.

Bicara sosok perempuan Indonesia di dunia blockchain, tidak bisa menyebut nama Pandu Sastrowardoyo. Perempuan kelahiran tahun 1938 ini, sudah memberikan edukasi dan advokasi mengenai industri blockchain.

Pandu merupakan alumni dari Jurusan Teknik Lingkungan FTSL ITB, tetapi tidak membuatnya terpaku pada pekerjaan sebagai lulusan Teknik Lingkungan. Ia memilih fokus di bidang Blockchain.

Pandu sendiri sudah mendirikan perusahaan konsultasi, Blockcain Zoo sudah punya banyak klien baik dari dalam dan luar negeri, seperti FidentiaX dan Tokenomy. Ia juga tercatat sebagai Founder & CEO Decentralized Bio Network (Debio.network), platform anonim pertama untuk data medis dan bioinformatika.

Selain aktif mengembangkan bisnis di industri blockchian, Pandu juga aktif dalam berorganisasi. Ia saat ini menjabat sebagai Supervisory Board di Asosiasi Blockchain Indonesia.

Baca juga: Dunia Blockchain, Kripto dan NFT Bisa Jadi Tempat Ramah Perempuan

Merlina Li

Merlina Li, salah satu pendiri Indonesia Blockchain Network (IBN). Foto: Dok. Angin.

Merlina Li, salah satu pendiri Indonesia Blockchain Network (IBN). Foto: Dok. Angin.

Merlina Li adalah salah satu pendiri Indonesia Blockchain Network (IBN), sebuah komunitas kolektif yang berisikan para penggiat Blockchain. Melalui IBN, Merlina ingin mengedukasi masyarakat Indonesia tentang blockchain, menghilangkan penipuan dari industri ini.

Perempuan yang pernah menjabat sebagai salah satu manajer proyek wanita pertama di tim Gojek ini, mengakui sudah tertarik pada dunia teknologi sejak kuliah. Menurut Merlina, Indonesia adalah tempat yang baik bagi blockchain untuk berkembang.

“Sebenarnya, beberapa orang Indonesia lebih berpikiran terbuka untuk menerima teknologi baru, jadi saya pikir blockchain dapat berkembang dengan cara yang akan lebih membantu mereka,” kata Merlina dikutip Angin.

“Dalam cryptocurrency, wanita dapat langsung terjun, dan kemudian mulai belajar langkah demi langkah tentang teknologi, tentang cara kerja dasar-dasarnya. Saya pikir apa yang mereka butuhkan di industri blockchain adalah keterbukaan pikiran. Karena jika mereka tidak berpikiran terbuka, maka akan sulit untuk memulai di industri apa pun.”

 

Asih Karnengsih

Asih Karnengsih, Ketua Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI).

Asih Karnengsih, Ketua Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI). Foto: Dok. Asosiasi Blockchain Indonesia.

Asih Karnengsih adalah Ketua Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI). Ia mengemban tugas yang besar untuk menghubungkan pelaku industri blockchain dengan pemerintah melalui ABI.

Asosiasi Blockchain Indonesia mempunyai tujuan untuk menggalang dan mengorganisir pelaku usaha teknologi Blockchain dalam menciptakan lingkungan berusaha yang berkualitas yang memacu pemahaman, pemanfaatan, kemajuan serta daya saing teknologi Blockchain, dalam kaitannya dengan revolusi industry 4.0, baik pada tataran nasional maupun internasional.

Di bawah kepemimpinan Asih, ABI akan menjadi wadah sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha terkait teknologi Blockchain dan revolusi industry 4.0, sehingga didapatkan pemahaman dan pemanfaatan yang optimal.

Selain itu akan mendorong kajian, rumusan dan advokasi kebijakan kepada institusi pemerintah maupun non pemerintah untuk terciptanya sistem regulasi yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan teknologi Blockchain Indonesia yang berdaya saing tinggi.

Baca juga: Investasi Aset Kripto Bisa Jadi Passive Income untuk Perempuan

Irene Umar

Irene Umar, Co-founder dan Indonesia Country Manager of Yield Guild Games South East Asia (YGGSEA).

Irene Umar, Co-founder dan Indonesia Country Manager of Yield Guild Games South East Asia (YGGSEA). Foto: Dok. YGGSEA.

Irene Umar merupakan Co-founder dan Indonesia Country Manager of Yield Guild Games South East Asia (YGGSEA). Bagi kamu yang belum tahu YGGSEA, ini merupakan bagian dari Yield Guild Games, organisasi otonom terdesentralisasi (DAO) yang berdiri pada Juli 2021.

YGGSEA fokus pada pengembangan game online play-to-earn dan berbasis blockchain. Sementara ini YGGSEA fokus pada industri game di Indonesia, Vietnam, Singapura, dan Thailand sebelum menyasar negara lain di kawasan Asia Tenggara.

Misi YGGSEA, yang merupakan anggota pendiri Asia Blockchain Gaming Alliance, adalah menciptakan ekonomi virtual play-to-earn terbesar, sehingga memungkinkan pemain mendapatkan aset atau item digital untuk diperdagangkan.

Baca juga: Jurus Memulai Investasi Layaknya Pacaran & Menikah ala Aliyah Natasya

Mutia Rachmi

Mutia Rachmi, CEO Rantai Oxygen Indonesia (ROXI). Foto: Instagram.

Mutia Rachmi, CEO Rantai Oxygen Indonesia (ROXI). Foto: Instagram.

Mutia Rachmi adalah seorang professional di bidang pengembangan bisnis model blockchain. Kini, ia merupakan CEO Rantai Oxygen Indonesia (ROXI), perusahaan teknologi yang memanfaatkan blockchain sebagai sistem untuk mendukung mitigasi emisi dan membawa nilai ekonomi untuk mempercepat pembangunan berkelanjutan.

Sebelum menjadi CEO ROXI, Mutia berkarier di salah satu perusahaan telekomunikasi Indonesia dengan posisi terakhir sebagai pimpinan dari Squad Blockchain Financial and Services. Perkenalan Mutia dengan teknologi blockchain terjadi tepat setelah dirinya menyelesaikan pendidikan pasca sarjana di tahun 2016 di Institut Teknologi Bandung.

Saat Mutia melakukan riset di India, ia mengikuti berbagai kursus dan seminar yang memperkaya wawasannya dalam bidang teknologi blockchain dan aset kripto. Pengalamannya semakin kuat saat Mutia bekerja pada perusahaan blockchain di Singapura dan Malaysia. Termasuk potensi memanfaatkan teknologi blockchain untuk kepentingan penanganan lingkungan hidup.

Baca juga: Kiat Perempuan Memulai Investasi Aset Kripto agar Mandiri Finansial



Sumber : news.tokocrypto.com

Dunia Blockchain, Kripto dan NFT Bisa Jadi Tempat Ramah Perempuan

Seperti banyak sektor teknologi lainnya, stigma dunia blockchain, kripto dan Non-Fungible Token (NFT) secara signifikan masih didominasi oleh laki-laki. Ternyata sudut pandang seperti ini menjadi salah satu penyebab ketimpangan gender di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di Indonesia.

Ironisnya, kripto, blockchain, NFT lahir dan dirancang untuk menciptakan level playing field yang sama atau desentralisasi untuk mengatasi banyak bias yang ditemukan di area konvensional. Namun, perbedaan gender untuk kripto, mirip dengan yang ditemukan di bidang-bidang, seperti keuangan dan teknologi.

Mega Septiandara, seorang pengacara dan konsultan blockchain mengakui untuk masuk ke dunia kripto bagi seorang perempuan itu penuh tantangan. Kripto dan blockchain hingga saat ini masih menjadi dunia yang identik dengan maskulinitas.

Lebih lanjut, Mega bercerita selain dominasi laki-laki, keterbatasan informasi dan pengetahuan menjadi hambatan perempuan untuk mendalami dunia kripto, blockchain dan NFT. Perempuan yang aktif di komunitas Girls in Bali ini punya trik khusus agar, para wanita lain bisa masuk dan menikmati dunia kripto dan ekosistemnya.

Baca juga: Korea Selatan Investasikan Rp 2,6 Triliun Ambisi Jadi Raja Metaverse

“Untuk challenge pribadi menurut aku itu emang industri ini overwhelming banget dan aku berusaha buka internet it’s like jungle, susah banget untuk baca what’s blockchain, itu kaya enggak ada yang bisa jelasin secara simpel. Jadi cara untuk atasinya itu kita harus punya teman atau gabung komunitas yang bisa support kita,” kata Mega dalam IG Live Women in Crypto & NFT bersama Tokocrypto, Selasa (1/3).

Senada dengan Mega, seorang penguasa muda dan blockchain enthusiast, Cath Halim, mengatakan bagi perempuan yang ingin masuk ke ekosistem kripto, seperti NFT harus aktif di komunitas dan menggali pengetahuan yang lebih dalam. Alasannya, sama seperti bidang teknologi lainnya, dalam dunia kripto, blockchain dan NFT banyak istilah-istilah yang tidak mudah dipahami oleh perempuan pada umumnya.

“Dunia blockchain itu emang overwhelming banget, enggak semua orang itu akan langsung paham. Bahasa-bahasa yang digunakan di dunia ini lumayan intense. Tapi, seniman mau berkarya dan belajar tentang NFT, bisa join komunitas. Pasti ada tips yang dibagikan untuk orang yang baru mau berkarya di NFT,” jelas Cath yang diketahui juga konten kreator dan sering membantu project NFT.

Ilustrasi perempuan dan kripto.

Ilustrasi perempuan dan kripto.

Baca juga: Tips Kelola Gaji untuk Investasi Kripto #SiapLebihCuan Bareng Tokocrypto dan GoPay

Keterbatasan Informasi jadi Hambatan Besar

Lebih lanjut, Cath menerangkan dalam dunia teknologi blockchain ini masih banyak pekerjaan dan kesempatan yang bisa dieksplor, khususnya untuk perempuan. “Menurut aku, (perempuan) jangan terlalu takut, satu mungkin ngobrol dulu dengan orang yang paham mengenai dunia blockchain, kripto atau NFT untuk dapat perspektif yang berbeda,” tambahnya.

Di sisi lain, konten kreator NFT, Aprilia muktirina, juga mengakui keberadaan komunitas menjadi jalan yang penting dirinya untuk terjun ke dunia aset digital ini. Aprilia menceritakan sempat kebingungan dalam mendigitalisasikan karyanya ke dalam bentuk NFT hingga untuk mendapatkan profit.

“Aku kan ndeso ya istilahnya, hal-hal kaya gitu (blockchain, kripto dan NFT) itu mumet banget. Untungnya ada komunitas yang bantu. Kalo tidak dibantu, mungkin aku udah banting HP, soalnya ribet. Buat teman-teman yang ingin terjun ke dunia NFT, mending cari mentor atau masuk ke komunitas biar ada yang kasih semangat,” tuturnya Aprilia dengan sedikit canda.

Ilustrasi karya Aprilia muktirina.

Ilustrasi karya Aprilia muktirina.

Baca juga: Cermat Pilih Aset Kripto Lokal yang Tepat, Jangan Mudah Ikut Hype

Dunia blockchain sendiri memiliki prospek yang baik ke depannya bagi perempuan. Menurut Mega, industri ini tidak hanya berbicara soal cuan atau keuntungan saja dari investasi aset kripto, melainkan ada potensi yang lebih besar untuk masa depan.

“Blockchain dan Web3 itu potensinya sangat besar untuk 3-5 tahun ke depan, kita bisa lihat, perubahan cultural dan teknologi. Sama seperti kita sebelum kenal media sosial dan awalnya dilihat sebelah mata, dan sekarang semua orang menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam hidup. Hal ini akan terjadi juga pada blockchain dan akan jauh lebih besar,” terang Mega yang juga Founder Your Crypto Babe dan Gamesta Guild.

Perempuan tidak perlu lagi ragu untuk terjun ke dunia blockchain, kripto dan NFT. Ketiga industri tersebut bisa menjadi revolusi yang harus membawa kesetaraan dan inklusivitas serta menormalkan kehadiran perempuan di dalamnya. Kesenjangan gender pun akhirnya bisa mulai menyusut.

Dalam rangka peringatan Hari Perempuan Internasional 2022 yang jatuh pada tanggal 8 Maret nanti, Tokocrypto menggelar berbagai program menarik, mulai dari IG live yang membahas soal pemberdayaan perempuan di dunia blockchain dan ekosistemnya hingga program Bulan Perempuan Cuan yang bertujuan mendorong tingkat partisipasi wanita di investasi kripto.

Sambut Hari Perempuan Internasional 2022 bersama Tokocrypto.

Sambut Hari Perempuan Internasional 2022 bersama Tokocrypto.





Sumber : news.tokocrypto.com

Korea Selatan Investasikan Rp 2,6 Triliun Ambisi Jadi Raja Metaverse

Pemerintah Korea Selatan akan menyediakan dana sebesar $ 186,7 juta atau sekitar Rp 2,6 triliun untuk merangsang pertumbuhan platform Metaverse yang diharapkan akan membuat bisnis dan industri di Negeri Ginseng itu akan berkembang. Dana ini akan digelontorkan melalui Kementerian TIK, Sains, dan Perencanaan Masa Depan Korea Selatan.

Dalam sebuah pernyataan resmi pemerintah Korea Selatan pada hari Minggu (28/2), dijelaksan dana akan dihabiskan untuk menyelesaikan empat tujuan utama dalam menciptakan ekosistem Metaverse dengan nama “Expanded Virtual World.” Ekosistem tersebut akan menjadi platform untuk memperluas pertumbuhan industri kota virtual, pendidikan dan media.

Ilustrasi Metaverse.

Ilustrasi Metaverse.

Baca juga: Ukraina Terima Donasi Bitcoin dan Ethereum Capai Rp 530 M di Tengah Perang

Konten kreator akan menjadi target yang diuntungkan dengan dukungan investasi ini. Mereka bakal menikmati dukungan di berbagai bidang untuk menarik bakat yang tepat guna membantu membangun platform. Pemerintah Korea Selatan mengatakan bahwa ekosistem itu akan menjadi tuan rumah kegiatan kreatif berorientasi komunitas, kontes pengembang Metaverse dan hackathon.

Sektor swasta di Korea Selatan Sudah Kembangkan Metaverse

Simon Kim, CEO Hashed, perusahaan blockchain asal Korea Selatan melihat platform Metaverse baru akan memiliki fokus khusus untuk meningkatkan ekspansi komersial dengan memberikan dukungan keuangan bagi para konten kreator.

Lebih lanjut, Kim mengatakan saat ini sektor swasta sudah secara aktif berinvestasi di pasar Metaverse. Salah satunya Hashed yang telah berinvestasi dalam proyek Metaverse seperti Decentraland dan The Sandbox.

“Ini masalah regulasi yang harus lebih diperhatikan pemerintah. Di Korea, penerbitan game NFT dilarang, dan penerbitan token juga dilarang.” kata Kim dilansir Cointelegraph.

Metaverse Bisa Bermutu Baik, Jika Digital Ownership Lewat Kripto Kian Nyata

Ilustrasi Metaverse.

Baca juga: Cermat Pilih Aset Kripto Lokal yang Tepat, Jangan Mudah Ikut Hype

Sementara, Park Yungyu, Kepala Departemen Komunikasi dan Kebijakan di kementerian, menyatakan dalam pengumuman bahwa inisiatif untuk membangun platform Metaverse ini adalah bagian dari “Digital New Deal” yang lebih luas di Korea Selatan.

Digital New Deal adalah serangkaian kebijakan yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan teknologi digital. Menurut Park, Kementerian juga mengharapkan platform Metaverse-nya memiliki jangkauan global karena akan ada akses tanpa batas ke perusahaan Korea Selatan dari waktu ke waktu. Ini termasuk rencana memberikan dukungan untuk pertumbuhan perusahaan dengan menawarkan dukungan keuangan dan pengembangan teknologi.



Sumber : news.tokocrypto.com