Tag Archives: blockchain

Kenal Aset Kripto DODO, Fundamental Protokol Blockchain DeFi Optimal

Aset kripto DODO (DODO) menjadi salah satu dari banyak project yang berkaitan erat dengan utilitas decentralized finance (DeFi). Kebanyakan dari mereka punya fungsi yang mirip, namun DODO berbeda.

DODO adalah platform decentralized exchange (DEX) yang dibangun di atas jaringan blockchain Ethereum dan Binance Smart Chain (BSC) yang bertujuan untuk membuat likuiditas DeFi lebih mudah diakses. Sebagai platform DEX, DODO memiliki sejumnlah keunggulan.

Platform DODO dibangun atas dasar kemudahan untuk pengguna. Pengguna DODO tidak akan dibuat susah untuk semua kebutuhan atau layanan DeFi atau menemukan harga kripto terbaik bagi mereka.

Tidak seperti banyak DEX lainnya, yang menggunakan algoritma Proactive Market Maker (PMM), DODO menggunakan algoritma Automated Market Makers (AMM). Menurut DODO, model PMM-nya memberikan stabilitas harga dan likuiditas yang lebih baik daripada AMM DEX.

Platform DEX, DODO. Foto: DODO.
Platform DEX, DODO. Foto: DODO.

Baca juga: Kenal Mythical Beings NFT, Proyek Seni Digital Bangun Kesadaran Restorasi Bumi

Roadmap dan Produk Unggulan DODO

Ada banyak produk unggulan yang dimiliki oleh DODO. Salah satunya, SmartTrade, yang memfasilitasi perdagangan antar token di jaringan yang sama. Ini dibangun di atas Ethereum dan BSC, secara cerdas menemukan perutean pesanan terbaik dari sumber likuiditas teragregasi untuk memberikan harga terbaik kepada trader.

Kemudian, DODO memberikan kemampuan untuk menerbitkan aset kripto baru dengan biaya terendah dan menciptakan kumpulan modal yang sangat likuid melalui Crowdpooling/IDO. Tidak ada batasan pada harga awal atau rasio dana dan token yang disediakan.

DODO menawarkan likuiditas yang cukup sebanding dengan centralized exchanges (CEX), yang dapat digunakan oleh smart contracts untuk transaksi on-chain seperti likuidasi dan lelang. Pengguna juga dapat memanfaatkan perbedaan harga antara DODO dan bursa lainnya.

DODO juga membangun platform NFT independen, DODO NFT. Sama seperti DEX DODO, platform ini didukung oleh algoritma Proactive Market Maker (PMM) DODO, solusi harga dan likuiditas yang unik. 

DODO NFT telah dibuat dengan pengalaman pengguna terbaik. Platform ini bukan hanya pasar NFT, tapi ekosistem komprehensif yang memungkinkan pengguna untuk berpartisipasi dan berdaya dalam ruang NFT dengan berbagai cara.

Platform DEX, DODO. Foto: DODO.
Platform DEX, DODO. Foto: DODO.

Baca juga: Kenal Crypto Golf Impact, Game Play-to-Earn Bisa Dapat Kripto

Adapula, DODO (DODO) adalah native token kripto dari platform DODO. Token utilitas BEP-20 dan ERC-20 ini digunakan untuk tata kelola platform, staking, dan berpartisipasi dalam Crowdpooling dan IDO, serta untuk memberi reward kepada stakers dan miners. 

Hodler DODO juga diberikan diskon biaya perdagangan dan dapat digunakan untuk mint vDODO, yang memberikan manfaat keanggotaan tambahan dan dividen dari biaya perdagangan.

DODO Tumbuh Diusia 2 Tahun

Pada 19 September 2022 lalu, platform DeFi, DODO telah menginjak usia dua tahun. sepanjang dua tahun ini, ekosistem DODO terus tumbuh lebih kuat dari sebelumnya. 

Pertumbuhan tersebut mencakup penerapan sejumlah fitur dan peningkatan baru yang menawarkan pengalaman trading terbaik kepada pengguna. Saat ini sudah lebih dari US$ 85 miliar dalam volume perdagangan dengan hampir 15 juta total transaksi di seluruh platform. Ada 1,8 juta pengguna yang setia menggunakan DEX, DODO. Protokol DODO telah diaudit oleh Certik, PeckShield, dan SlowMist.

Platform DEX, DODO. Foto: DODO.
Platform DEX, DODO. Foto: DODO.

Baca juga: Kenal Kripto Fio Protocol (FIO) dan RSK Infrastructure Framework (RIF)

Dalam rangka merayakan ulang tahunnya ini, DODO menggelar banyak acara spesial dan eksklusif. Salah satunya, beberapa orang dari komunitas CommandDODO terpilih bergabung dengan Co-founder dan tim DODO dalam jamuan eksklusif setelah acara Token2049 di Singapura.

Kemudian, bermitra dengan Tokocrypto, DODO bagi-bagi hadiah lebih dari Rp 200 juta dalam rangka “DODO Trading Anniversary.” Program ini berlangsung mulai dari 30 September-13 Oktober 2022 yang berlaku untuk pengguna Tokocrypto yang sudah menyelesaikan KYC level 1 ataupun 2. Trading berlaku hanya untuk pairing DODO/BUSD dan DODO/USDT.



Sumber : news.tokocrypto.com

Mengenal Tokenomics dan Cara Mempelajarinya

Jika Anda sering mengamati para analis, kata tokenomics tentu tidaklah asing, meski beberapa orang masih bertanya-tanya mengenai apa itu tokenomics.

Percaya atau tidak, tokenomics adalah salah satu bagian terpenting dari analisis fundamental suatu aset kripto. Sehingga, cara mempelajarinya adalah hal yang patut untuk diselami agar meningkatkan kemampuan analisis Anda sebagai investor.

Tokenomics dalam Dunia Kripto

Sebelum mengetahui apa itu tokenomics, tentu kita perlu memahami dasaran awal dari istilah ini di dunia kripto.

Sepanjang sejarah kripto saat ini, kita tentu sering melihat bagaimana sebuah aset kripto yang tidak pernah bergerak hebat tiba-tiba melesat dan harganya terapresiasi hingga ribuan persen hanya dalam hitungan bulan.

Atau, apa sih yang sebenarnya membuat aset kripto mampu bertahan dalam jangka panjang dalam daftar sepuluh besar kripto berdasarkan kapitalisasi pasar.

Tentu saja, menemukan jawaban dari beberapa fakta di atas sudah seperti semacam holy grail. Karena apa yang sesungguhnya ada di belakang semua peristiwa itu sangatlah dapat dibaca dan dipahami. Dan, istilah untuk semua hal ini biasa disebut dengan tokenomics.

Baca juga: Prediksi Harga Bitcoin: Bisa Menjadi US$10 Ribu pada Tahun 2023

illustrasi token bitcoin sebagai aset kripto

Ilustrasi aset kripto.

Apa itu Tokenomics?

Dalam istilah dasar, tokenomics adalah gabungan dari dua kata, yakni ‘token’ dan ‘economics’.

Token dimaknai sebagai objek digital bernilai yang dapat dipertukarkan dengan objek digital bernilai lain, misalnya dengan uang digital lain.

Sementara, economics adalah hal-hal yang terkait dengan aspek ekonomi token yang dimaksud.

Aspek yang dibicarakan di sini adalah besaran penerbitan unitnya (pasokan maksimal), distribusi, tingkat dan potensi penggunaan di banyak bidang, transaksi, harga dan nilai pasar (valuasi), hingga soal adopsinya di masa depan.

Ini adalah dasaran fundamental dari sebuah kripto, yang jika diibaratkan dengan saham. Maka ini adalah informasi yang biasa digunakan para value investor untuk menanamkan uang mereka di sebuah saham.

Itu artinya, tokenomics bisa digunakan oleh para investor untuk menentukan seberapa layakkah suatu aset kripto untuk diinvestasikan terlebih dalam jangka panjang.

Kemudahan trading aset kripto di aplikasi bitcoin untuk android dan iOS.

Ilustrasi trading aset kripto.

Aspek Utama Tokenomics

Secara umum, tokenomics memiliki dua aspek utama, yakni permintaan (demand) dan persediaan atau penawaran (supply).

Pada pembacaan ini, permintaan dan penawaran tidak hanya sekadar apa yang terlihat di buku pesanan transaksi pada suatu kripto. Tetapi melainkan pada prospek yang lebih mendalam.

Apa yang menjadi pegangan awal dari aspek utama ini adalah adanya persediaan yang terbatas dari sebuah aset kripto.

persediaan (supply) yang terbatas tentu akan menjamin tingkat kelangkaan dalam suatu kasus tertentu, yakni ketika permintaan (demand) meningkat seiring waktu.

Tentu saja, aspek permintaan akan sangat bergantung dari kinerja proyek di belakang aset kripto tersebut, yang akan menjadi perhatian utama bagi investor untuk memprediksi, apakah demand akan meningkat atau tidak di masa depan.

Misalkan, dengan mengikuti perkembangan terbaru dari pengembang suatu proyek, kita dapat mengetahui akan seberapa berharganya kripto di masa mendatang.

Sebagai contoh, saat pengembang Shiba Inu (SHIB) mengumumkan akan meluncurkan platform metaverse-nya sendiri. Investor melihat adanya demand di masa mendatang dan ini membuat harga melonjak.

Ada harapan yang dibangun dari pembaruan yang akan direalisasikan, sehingga investor berbondong-bondong untuk membeli sebelum SHIB benar-benar dibutuhkan saat proyek sudah diluncurkan.

Kunci untuk membaca kedua aspek ini adalah, selalu update mengenai pembaruan terkait proyek suatu kripto agar tidak ketinggalan “kereta”.

Baca juga: Fakta dan Mitos NFT, Kripto dan Blockchain

Cara menggunakan Trailing stop

Ilustrasi trading aset kripto.

Faktor-Faktor Tokenomics

Selain kedua aspek di atas, faktor-faktor utama dalam memutuskan pembacaan untuk aspek utama tokenomics adalah sisi kegunaan, mutu, distribusi dan produksi dari suatu aset kripto.

Untuk sisi kegunaan dan mutu, kita biasanya perlu melihat jenis dari token yang ada, apakah itu token sekuritas (token yang mewakili kepemilikan proyek), token utilitas (sebagai hadiah atau imbalan), atau token tata kelola (pemegang hak atas keputusan dalam ekosistem proyek).

Dan untuk sisi distribusi, ini akan melingkupi porsi dan alokasi dari total token yang diterbitkan pengembang.

Penempatan porsi alokasi yang sesuai tentu akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap proyek yang dikerjakan sehingga ini bisa menjadi sinyal “sehat” bagi potensi kenaikan harga di masa mendatang.

Karena tokenomics biasalah lebih bersifat jangka panjang, investor perlu mengabaikan volatilitas harga aset kripto dalam jangka pendek. Itu agar mereka terhindar dari ketakutan jika harga justru masih bergerak lebih rendah setelah Anda membelinya.

Bagi investor, tokenomics adalah “alat” yang sangat perlu digunakan guna meningkatkan rasa percaya diri dalam menilai potensi dari suatu aset kripto. Sehingga, kita tidak asal-asalan lagi dalam menempatkan uang di sini.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Metaverse adalah Gambaran Masa Depan? Begini Cara Kerjanya

Metaverse adalah satu kata yang kerap diperbincangkan akhir-akhir ini. Pembahasannya pun tak lagi terbatas di dunia IT saja, tapi juga meluas ke bisnis dan bahkan pemerintahan. Diperkirakan, Metaverse inilah yang akan menjadi masa depan manusia. Namun, sebenarnya apa itu Metaverse dan bagaimana cara kerjanya? Untuk mengetahui jawabannya, mari simak ulasan berikut ini!

Metaverse adalah Fenomena yang Lagi Booming

Jika Anda melihat berita di TV atau mencari kabar terbaru lewat portal berita online dalam satu hari, Anda pasti menemukan pemberitaan seputar Metaverse. Mulai dari Metaverse sebagai pengganti media sosial, brand-brand besar yang mulai menjual produknya lewat Metaverse, hingga yang terbaru, kabar soal ibadah haji virtual melalui Metaverse.

Sayangnya, semakin ramai pemberitaan seputar Metaverse justru tidak diikuti dengan pemahaman yang lebih baik mengenai Metaverse itu sendiri. Akibatnya, banyak bermunculan definisi yang salah dan cenderung melenceng dari aslinya. Agar lebih memahami seputar dunia Metaverse ini, berikut penjelasan lengkapnya.

Apa Itu Metaverse?

gambaran bermain di metaverse

Metaverse adalah sebuah dunia virtual yang difokuskan pada hubungan sosial. Di dunia Metaverse, Anda akan diajak untuk berkomunikasi dengan orang lain layaknya di dunia nyata. Saat gagasan ini diciptakan, Metaverse bertujuan untuk mendobrak batas yang memisahkan antar negara.

Metaverse memang naik daun setelah CEO Meta Platforms, Mark Zuckerberg, mengubah Facebook menjadi Meta pada 2021 lalu. Namun, sebenarnya, penggunaan istilah Metaverse sendiri sudah ada sejak lama, tepatnya pada 1992. Kala itu, Metaverse adalah suatu ruang yang menjadi metafora dari dunia nyata. Bisa dibilang cukup mirip dengan Metaverse yang ada saat ini, ya.

Baca juga: 5 kripto metaverse terbesar saat ini

Apa Kegunaan Metaverse?

Lalu, apa sebenarnya yang bisa dilakukan di Metaverse? Seperti yang telah disebutkan, Metaverse adalah suatu dunia virtual yang fokus pada hubungan sosial. Artinya, seluruh kegiatan sosial bisa dilakukan di Metaverse. Meski sekarang masih terbatas, di masa mendatang tentu akan banyak sekali hal yang bisa dilakukan di Metaverse. Untuk saat ini, berikut hal-hal yang bisa Anda lakukan di Metaverse, yaitu:

1. Bermain game

game metaverse sandbox

Di Metaverse, Anda bisa bermain game. Spesialnya, di Metaverse Anda bisa bermain game dengan banyak orang meski terpisah jarak dan waktu. Anda juga dapat berinteraksi langsung dengan gamers lainnya. Beberapa game yang bisa dimainkan antara lain Axie Infinity, The Sandbox, dan Decentraland.

2. Menonton konser

Situasi pandemi membuat konser sulit diselenggarakan dengan cara konvensional. Nah, ternyata Metaverse bisa memberikan alternatif solusi. Caranya adalah dengan menggelar konser di dunia Metaverse. Di konser Meta, Anda bisa menyaksikan konser artis favorit bersama orang lain. Serunya lagi, artis pun akan hadir dalam versi Meta mereka berupa avatar, lho. Seperti yang dilakukan oleh Decentraland melalui festival musik yang diadakan pada Oktober 2021 lalu

menonton konser di metaverse

Source: https://www.instagram.com/p/CVSxspogMGk/

3. Jual-beli karya seni lewat NFT

jual beli karya seni nft di metaverse

Source: https://www.adidas.com/us/metaverse

Sudah pernah dengar soal NFT? Di Metaverse, Anda pun bisa melakukan jual beli NFT. Karya NFT yang sudah Anda beli nantinya bisa dipajang di rumah Metaverse Anda. Selain itu, Metaverse juga memberi peluang bagi Anda untuk terhubung dengan pihak yang ingin membeli dan mengoleksi NFT. 

Umumnya, NFT yang tersedia di Metaverse berupa desain avatar yang bisa digunakan untuk berkeliling Metaverse, seperti yang dilakukan oleh brand olahraga ternama Adidas yang bekerja sama dengan Bored Ape Yacht Club. Selain karya seni, ada pula collectible item yang bisa diperoleh melalui NFT game.

Baca juga: Apa Itu NFT Art? Yuk Kenali Istilah dan Manfaatnya

bekerja lewat metaverse

Source: https://www.oculus.com/workrooms/

Selain untuk senang-senang, Metaverse nyatanya juga bisa dipakai bekerja. Lewat kantor virtual, nantinya Anda bisa berangkat kerja ke Metaverse. Hal ini sudah mulai diterapkan oleh Meta Platforms atau Facebook yang meluncurkan sebuah software khusus untuk meeting di Metaverse yang disebut Horizon Workrooms. Selain itu, ada juga Spatial yaitu wadah untuk pengguna Metaverse saling bertemu, membuat event, dan tentunya bekerja secara individual maupun lewat conference.

Bagaimana Cara Kerja Metaverse?

Wah, ternyata banyak juga ya yang bisa dilakukan di Metaverse! Namun, sebenarnya, bagaimana Metaverse bekerja hingga dapat menciptakan suatu dunia virtual?

Pada dasarnya, Metaverse adalah hasil dari kombinasi kerja hardware sekaligus software. Seluruh komunikasi dan interaksi sosial yang terjadi di dunia Meta hanya mungkin terjadi karena adanya software yang mendukung. Software khusus akan menghubungkan Anda dengan orang lain dan membuat grafis khusus sehingga dunia Meta terasa nyata.

Nah, agar Metaverse semakin hidup, Anda harus menggunakan hardware yang mendukung VR atau virtual reality. Saat ini, sudah ada banyak sekali perangkat VR yang dapat Anda pilih untuk menciptakan dunia virtual. Ditambah lagi, Anda juga bisa membuat avatar 3D yang mirip dengan Anda, lho! Umumnya pengguna merancang avatar menggunakan aplikasi seperti Ready Player Me untuk kemudian di-export ke Metaverse. Bagaimana, tertarik untuk mencoba?

Jika disimpulkan, Metaverse adalah suatu dunia virtual yang memungkinkan Anda untuk bisa berkomunikasi dan melakukan aktivitas sosial lainnya bersama orang lain tanpa peduli batasan jarak dan waktu. Menarik ya? Agar tidak ketinggalan informasi seputar Metaverse dan dunia kripto, jangan lupa cek update informasi di komunitas NFT TokoMall pada Discord dan Telegram serta kunjungi website  TokoMall sekarang, ya!





Sumber : news.tokocrypto.com

Fakta dan Mitos NFT, Kripto dan Blockchain

Fakta dan mitos NFT, termasuk tentu saja seputar kripto dan blockchain, berkelindan di keseharian kita. Untuk mengupas dan meluruskannya perlu argumen khusus.

Beberapa waktu yang lalu seorang dosen Universitas Padjadjaran mengirim pesan kepada saya melalui Instagram. Beliau meminta saya untuk memberi tanggapan terhadap sebuah artikel menarik karya Gamal Abdul Naser atau Gamalan. Artikel itu diunggah di situs miliknya, empat.id yang berjudul “Melawan Blockchain, Cryptocurrency, NFT

Isinya ya, sejalan dengan judulnya, memberikan sanggahan terhadap pendapat-pendapat umum seputar tiga topik ini: blockchain, cryptocurrency dan NFT (non-fungible token). Artikelnya cukup panjang, dan untuk menanggapi, tentu saja perlu dibuatkan artikel baru tentangnya.

Oh iya, artikel Gamalan memberi istilah baru pada topik-topik di atas, yakni “borkchan” untuk blockchain, “kleptocurrency” untuk cryptocurrency dan “NTF” untuk NFT.

Barangkali ini bentuk ketidaksukaan beliau terhadap topik-topik ini, tetapi yang jelas artikel saya ini akan lebih netral dalam menanggapi. Karena, bagaimanapun, tulisan Gamalan sebagian di antara ada benarnya.

Saya harus mengakui Gamalan fasih menjabarkan teknologi blockchain (atau “borkchan”, sesuai istilah pilihannya), serta asal-usul dari cryptocurrency dan NFT. Kemudian ia mulai menyebut beberapa pernyataan dan memberikan argumen bantahannya. Nah, mari kita telaah setiap pernyataan dan argumen Gamalan tersebut.

NFT Lintas Game, Lintas Blockchain

Gamalan berpendapat bahwa mustahil NFT bisa dipadupadankan untuk semua game dan antar game yang berbeda ataupun antar blockchain yang berbeda-beda.

Pendapat itu mengacu pada perkembangan metaverse saat ini yang pada prinsipnya adalah game 3 dimensi yang menggunakan game engine khusus, misalnya Unity. Metaverse (dibaca: game) Decentraland telah mampu memadukan NFT di dalamnya. Itupun memanfaatkan blockchain tertentu, yakni Ethereum.

Gamemetaverse, NFT lintas blockchain, menurut Gamalan ibarat mengisi daya listrik pada mobil diesel, berharap mobil tersebut berubah menjadi mobil elektronik. Demi Metaverse, Microsoft Beli Activision Blizzard, Setara Rp986,46 Triliun

Ya, tentu saja, kehidupan nyata tak seperti itu. Sebuah produk harus didesain sedemikian rupa sehingga mampu menyokong fitur-fitur yang diharapkan ada pada produk tersebut. Sekalipun itu ada, itu sekadar skenario, seperti yang dijelaskan di artikel ini.

Ini mungkin menjelaskan, langkah Microsoft yang membeli perusahaan game Blizzard Activision senilai lebih dari Rp900 triliun, hanya menitikberatkan pada metaverse (game). Belum ada nada pengayaan blockchain dan NFT di dalamnya.  Itu jelas lebih masuk akal, karena Microsoft sendiri adalah pengembang game termasuk alatnya, yang terhitung sukses, lewat XBox.

NFT Melindungi Kreator dan Menjamin Keaslian Karya Seni

Ada sejumlah argumen yang kurang tepat di pernyataan Gamalan itu. NFT dapat menjamin keaslian adalah kurang tepat. Tak hanya barang elektronik, bahkan barang fisik seperti lukisan pun bisa dipalsukan. Jadi, kurang tepat memang bila NFT dipakai untuk menjamin provenance dari sebuah karya.

Jika kurang yakin adanya celah replikasi NFT yang mewakili file digital (JPG, MP4, WAV), Anda bisa membaca artikel apik ini. Sesuai dengan isi artikel itu, siapapun dengan mudah dan melakukan replikasi terhadap NFT Ketua MPR Bambang Soet ini.

NFT Tidak Bisa Menyelesaikan Masalah Royalti

Gamalan juga membahas soal NFT yang ia sebut tidak bisa menyelesaikan masalah royalti. Padahal, tidak selamanya hal ini tepat. Andaikata seorang seniman mewujudkan karyanya dalam bentuk NFT, justru royalti dapat dipastikan pembayarannya. Mengapa? Karena transaksi yang terjadi, selama tereksekusi melalui smart contract, dapat mengutip persentase royalti sesuai dengan yang telah ditentukan.

Transaksi yang difasilitasi oleh pihak ketiga justru tidak mampu menjamin pembayaran persentasi royalti kepada sang artis, karena potensi fraud yang disengaja, ataupun kesalahan hitung yang tidak disengaja.

Gamalan berpendapat bahwa seorang artis yang memproduksi banyak karya tidak memerlukan blockchain karena dapat dilakukan dengan sistem yang ada.

Wah, pendapat ini memang ada benarnya. Tapi ada juga salahnya. Layaknya orang mempertanyakan keberadaan kereta api, padahal sudah ada mobil yang fungsinya sama: mendukung mobilitas manusia. Tujuannya sama, tetapi fiturnya berbeda. Sudah barang tentu hasilnya pun, berbeda pula.

NFT dan musik. Gamalan meragukan kalau kedua hal ini dapat digabungkan, karena membentuk NFT atas karya musik berarti mempublikasikan lagu tersebut untuk diakses khalayak ramai.

Persepsi ini ada benarnya. Akan tetapi, NFT adalah soal kepemilikan dan bukan aksesibilitas. Contoh saja, sebuah NFT termahal yang pernah dijual milik Beeple, The First 5000 Days, dapat diakses semua orang untuk dilihat, bahkan disalin dan disimpan. Akan tetapi, NFT ini toh tetap ada harganya!

NFT Memberikan Keuntungan yang Besar kepada Kreator

Gamalan meyakini mereka yang untung lewat NFT adalah artis yang sudah punya nama. Tetapi, argumen ini tentu dipatahkan oleh Ghozali, mahasiswa asal Semarang yang menjual foto dirinya di Opensea sebagai NFT. Karyanya telah diperjualbelikan dengan total nilai 395 ETH atau tak kurang dari Rp17 miliar rupiah. Padahal, sebelum karyanya yang berjudul “Ghozali Everyday” sukses, ia bukan siapa-siapa.

Argumennya tentang NFT tidak menyelesaikan masalah discovery, ya tentu saja tidak karena memang tidak didesain untuk tujuan itu!

Kesimpulan Gamalan tentang NFT yang tidak memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalah orginalitas karya, royalti, dan discovery, tidak disertai dengan argumentasi yang kokoh untuk memperkuat pendapatnya.

Cryptocurrency Permudah Transaksi Tanpa Bank

Gamalan sebenarnya menyetujui pernyataan di atas. Akan tetapi untuk menunjukkan ketidaksukaannya pada produk ini, ia mengalihkan pokok pembicaraan pada volatilitas nilai cryptocurrency terhadap mata uang fiat.

Padahal bila dipikir-pikir, tak ada kaitannya antara kemudahan transaksi dengan valuasi nilai cryptocurrency dengan mata uang fiat. Demikian pula sepertinya ia lupa bahwa mata uang fiat pun memiliki volatilitas harga dengan mata uang asing lain.

Lebih lanjut, menurutnya, proses pertukaran cryptocurrency dari dan ke mata uang fiat membutuhkan bank. Memang benar, akan tetapi tidak selamanya demikian.

Bila diinginkan, pertukaran dapat dilakukan langsung tanpa perantara bank. Bank, di sini, adalah alternatif media transaksi dan bukan satu-satunya cara. Berbeda halnya dengan transaksi perbankan, di mana bank adalah medium utama perpindahan aset dari satu rekening ke rekening lainnya.

Cryptocurrency Itu Jaminan Privasi

Gamalan menyerang cryptocurrency dari sisi privasi. Padahal, privasi adalah konsep yang selalu berkembang.

Dahulu, orang mudah saja memberikan informasi nama, tanggal lahir, serta alamat tempat tinggal. Kemudian, banyak orang menyadari informasi ini seharusnya privat.

Bahkan kini, menyebarkan nomor induk kependudukan (NIK) yang tak terhubung langsung dengan informasi pribadi pun sudah dikategorikan pelanggaran privasi. Tak hanya itu, penyebaran alamat surel dan nomor ponsel yang tak ada hubungan langsung dengan privasi, adalah sebuah hal yang menimbulkan polemik.

Isu privasi pada cryptocurrency juga merupakan sebuah hal yang berevolusi. Bitcoin awalnya juga disebut sebagai produk dengan privasi. Namun pengetahuan dan analisis data berkembang untuk membuktikan bahwa pendapat bitcoin sebagai produk privasi adalah kurang tepat.

Namun tidak semua blockchain tidak privat meski datanya bersifat publik. Produk seperti Monero dan Zcash masih mempertahankan statusnya sebagai aset kripto privat karena tak mudah dianalisis.

Blockchain Secara Desain Aman

Sayangnya bagian ini tidak disertai dengan penjelasan yang benar oleh Gamalan. Terlihat bagaimana lemahnya pengetahuan Gamalan di bidang keamanan siber (cybersecurity).

Keamanan pada dasarnya tidak absolut. Sebuah produk yang mengklaim diri aman selalu memiliki syarat dan ketentuan (S&K) berlaku.

Nah, S&K keamanan ini di dalam dunia akademik biasa disebut dengan asumsi keamanan (security assumption) atau model keamanan (security model), atau sering disebut juga dengan model ancaman (threat model).

Nah, sebuah produk dikembangkan berdasarkan asumsi keamanan yang sudah diterima. Akan tetapi, produk tersebut bisa saja tidak aman atas asumsi keamanan yang berbeda. Konsep ini terlihat abstrak, namun untuk mudahnya akan diberikan sebuah pengandaian.

Begini: sebuah rumah biasanya dilengkapi dengan tembok, pintu (lengkap dengan kunci dan anak kunci), serta pagar, sebagai fitur-fitur keamanannya. Asumsi keamanan yang umumnya diambil oleh para pengembang rumah adalah, rumah tersebut harus “aman dari pencuri dari luar rumah yang tidak memiliki anak kunci yang tepat”.

Namun terlihat jelas, keamanan rumah tersebut rentan dengan “pencuri dari dalam rumah”, “pencuri yang memiliki anak kunci yang tepat”, “pencuri yang mampu membobol kunci”, ataupun lebih ekstrim lagi, “pencuri yang membawa traktor untuk menghancurkan pagar sekaligus tembok”.

Baca juga : Ini Alasan NFT Ghozali Bernilai Hingga Miliaran Rupiah

Rumah tersebut dianggap aman hanya atas dasar asumsi keamanan tertentu, dan tidak aman atas asumsi keamanan lainnya. Namun, asumsi keamanan rumah tersebut sudah dianggap memadai. Risiko keamanan lainnya seperti traktor merupakan risiko keamanan yang dapat diterima, misalnya karena ada siskamling setiap malam. Tetapi, siskamling ini pada dasarnya bukan termasuk fitur yang dibangun oleh si pengembang rumah.

Nah, kembali lagi ke sistem blockchain yang dianggap tidak benar-benar aman oleh Gamalan. Gamalan mengatakan bahwa sistem blockchain amat bergantung pada hash collision. Padahal, hash collision ini tidak dapat dihilangkan sama sekali untuk protokol hashing manapun, dikarenakan birthday paradox.

Hash collision akan selalu ada, akan tetapi untuk mencapainya diperlukan usaha yang amat-sangat-luar-biasa-ekstra-keras-sekali, kecuali ada faktor keberuntungan di dalamnya.

Lebih lanjut lagi, Gamalan menyerang kelemahan pada pengelolaan private key. Memang betul, private key adalah salah satu titik lemah pada semua teknik kriptografi asimetris.

Sistem yang kompleks memiliki subsistem khusus yang mengelola private key, misalnya hardware security module (HSM). Kembali lagi, pengelolaan private key tidak termasuk di dalam asumsi keamanan sistem dasar blockchain, jadi, ya, memang tidak aman.

Ini kan, sama seperti keamanan rumah yang bergantung pada keamanan anak kunci. Bila anak kunci hilang, sangat besar peluang pencuri memasuki rumah dengan anak kunci tersebut.

Kemudian, Gamalan menambahkan studi kasus di mana seorang hacker yang mengirim token yang berisi smart contract berisikan perintah berbahaya. Jujur saja, saya tak paham apa yang ia maksudkan.

Tak hanya di blockchain, seseorang yang mengetahui nomor rekening bank tertentu bisa mengirim uang ke rekening bank tersebut tanpa izin si pemilik rekening bank, terlepas dari mana uang yang dikirim tersebut berasal. Iya kan?

Baca jugaKemendag Perketat Perdagangan Aset Kripto, Bikin Industri Sehat

Guna Blockchain Selain Cryptocurrency dan NFT

Gamalan sepertinya mulai lelah dalam memberikan argumen yang masuk akal. Argumentasi lemah Gamalan sangat mudah dipatahkan hanya dengan googling satu-dua menit saja.

Tautan ini adalah hasil pertama yang saya dapatkan dari kata kunci “blockchain use-cases”. Gamalan juga kurang memahami bahwa ada teknik kriptografi tingkat lanjut (advanced) seperti zero knowledge-proof (ZKP) dan ring signature (RS) yang bisa dipakai untuk meningkatkan privasi transaksi.

Ada banyak use-case lain yang saya jelaskan. Tetapi saya berharap bisa berdialog langsung dengan Gamalan. Karena, menulis semua ini, akan memakan waktu yang cukup panjang dan melelahkan, dan bisa jadi tidak dapat dipublikasikan karena kepanjangan.

Blockchain Menambah Masalah pada Distribusi Software

Gamalan berargumen bahwa blockchain menambah kompleksitas saat memindahkan data dari satu software ke software yang lain. Benar, tetapi, semua orang juga tahu itu.

Sebagai usaha untuk memberikan final blow pada blockchain, Gamalan berkomentar “Tidak bisa masalah sosial diselesaikan dengan teknologi saja. It’s totally against my intelligence to support a scam.”

Tidak ada masalah sosial yang bisa diselesaikan secara sempurna dengan teknologi saja. Memang benar. Bila ada, maka Microsoft, Google, dan perusahaan besar lain pasti sudah menemukan caranya.

Tetapi penyebutan scam menunjukkan bahwa “he has no idea what he wrote”.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Daftar Kelebihan dan Kekurangan Blockchain yang Wajib Kamu Tahu!

Blockchain saat ini menjadi sorotan, seiring maraknya masyarakat yang terjun di investasi aset kripto. Blockchain pada dasarnya adalah buku besar digital yang datanya tidak dapat diganti atau diubah, dapat menyimpan dan memastikan validasi transaksi yang aman, transparan dan cepat.

Di masa depan, blockchain bisa memainkan peran penting di sektor pemerintahan, pendidikan, kesehatan, ekonomi dan akan menciptakan potensi yang besar. Riset PwC mengungkap teknologi blockchain dapat meningkatkan ekonomi global US$ 1,76 triliun pada tahun 2030. Sektor administrasi publik, pendidikan, dan kesehatan akan paling diuntungkan.

Teknologi blockchain memberikan banyak sekali keuntungan bagi banyak industri. Akan tetapi, sifat desentralisasi ini juga membawa beberapa kekurangan, apa saja? Simak keuntungan dan kekurangan blockchain yang dikutip berbagai sumber.

Kelebihan Blockchain

1. Data Terdistribusi dengan Baik

Data dalam blockchain dapat disimpan dalam ribuan perangkat dalam node jaringan yang tersebar, sistem dan datanya sangatlah kuat terhadap kegagalan teknis dan serangan siber. Setiap node jaringan dapat mereplika dan menyimpan sebuah salinan database tersebut, dan dikarenakan hal ini tidak ada sebuah titik lemah untuk masalah jaringan offline, sehingga mengganggu ketersediaan atau keamanan jaringan.

Sedangkan, saat ini banyak database konvensional yang bergantung kepada sebuah atau beberapa server. Hal tersebut sangat rentan terhadap masalah teknis dan serangan siber.

Ilustrasi blockchain.

Ilustrasi blockchain.

2. Pertukaran Data yang Stabil dan Aman

Sebuah data sudah dimasukkan ke dalam sistem blockchain, sangat susah untuk dihilangkan atau diubah. Hal ini membuat blockchain menjadi sebuah teknologi yang sangat baik untuk menyimpan riwayat finansial atau data lain.

Transaksi data finansial bisa audit, jika dibutuhkan, karena setiap perubahan dapat terlacak dan secara permanen disimpan dalam sebuah buku kas terdistribusi dan dapat diakses oleh publik.

Baca juga: Daftar Token Kripto yang Menarik di Dunia Metaverse

Sebagai contoh, sebuah bisnis dapat menggunakan teknologi blockchain untuk mencegah tindakan penipuan dari karyawan. Dalam skenario ini, blockchain dapat menyediakan sebuah riwayat untuk semua transaksi finansial yang aman dan stabil yang terjadi dalam perusahaan itu. Ini membuat sangat sulit untuk karyawan untuk menyembunyikan transaksi mencurigakan.

3. Mudahkan transfer data

Dalam kebanyakan sistem pembayaran tradisional, transaksi tidak hanya bergantung dengan kedua pihak yang bertransaksi, akan tetapi juga melibatkan pihak ketiga, seperti bank, perusahaan kartu kredit, atau penyedia layanan.

Pada saat menggunakan teknologi blockchain, hal tersebut tidak lagi diperlukan, dikarenakan jaringan node yang tersebar digunakan untuk memverifikasi transaksi tersebut melalui sebuah proses yang dikenal sebagai penambangan atau mining.

Alasan tersebut, membuat blockchain sering disebut sebagai sebuah sistem “tanpa asas percaya”. Maka dari itu, sistem blockchain menghilangkan resiko untuk mempercayai sebuah organisasi dan juga mengurangi biaya secara keseluruhan dan biaya transaksi dengan meniadakan orang tengah dan pihak ketiga.

Ilustrasi blockchain.

Ilustrasi blockchain.

Kekurangan Blockchain

1. Sulit Modifikasi Data

Satu kelemahan dari blockchain adalah setelah data ditambahkan ke dalam sistem, sangatlah sulit untuk diubah. Walaupun stabilitas adalah salah satu kelebihan dari blockchain, ini tidaklah selalu baik. Mengubah data atau kode blockchain biasanya seringkali membutuhkan sebuah hard fork, di mana satu rantai ditinggalkan, dan beralih menggunakan rantai yang baru.

2. Butuh Kunci Pribadi

Teknologi blockchain menggunakan cryptography public-key (kunci publik) atau asimetrik untuk memberikan pengguna sebuah kepemilikan dari unit mata uang digital atau data lainnya. Artinya, setiap akun blockchain atau alamat akan memiliki dua buah kunci yang sesuai: Sebuah kunci publik (yang dapat dibagikan) dan sebuah kunci pribadi (harus dirahasiakan).

Pengguna akan membutuhkan kunci pribadi untuk mengakses dana mereka. Jika seorang pengguna kehilangan kunci pribadi mereka, secara otomatis uang tersebut hilang, dan tidak ada yang dapat melakukan apa-apa mengenai hal itu.

Ilustrasi blockchain.

Ilustrasi blockchain.

Baca juga: Tips Cari Cuan Investasi Aset Kripto di Kala Market Anjlok

3. Inefisiensi

Teknologi blockchain, terutama yang menggunakan Proof of Work, sangatlah tidak efisien. Dikarenakan penambangan sangat kompetitif dan hanya ada satu pemenang setiap sepuluh menitnya, maka pekerjaan setiap penambang lainnya akan jadi sia-sia.

Penambang akan selalu mencoba untuk meningkatkan tenaga komputasi mereka, sehingga bisa dapat peluang untung yang lebih besar untuk menemukan sebuah hash blok yang valid. Sumber daya untuk penambangan yang digunakan juga akan meningkat secara pesat dan mengkonsumsi lebih banyak energi.

4. Butuh Penyimpanan yang Besar

Buku kas blockchain dapat berkembang menjadi sangat besar seiring waktu. Misalnya, Blockchain Bitcoin sekarang ini membutuhkan sekitar 200GB tempat penyimpanan. Rasio perkembangan ukuran blockchain terlihat, seperti lebih cepat dibandingkan perkembangan harddisk. Ada pula risiko kehilangan data dan transfer yang lambat, jika buku kas menjadi terlalu besar untuk seorang individu mengunduh dan menyimpannya.



Sumber : news.tokocrypto.com

Apa Itu Metahuman? Simak Penjelasan dan Contohnya

Dengan semakin berkembangnya Metaverse, teknologi yang ada di dalamnya pun ikut berkembang. Salah satu perkembangan yang menarik adalah kemunculan teknologi bernama MetaHuman. Nah, MetaHuman ini adalah “manusia” dalam versi Metaverse. Merekalah yang menghuni Metaverse dan beraktivitas di sana. Namun, sebenarnya bagaimana teknologi ini bisa berkembang? Serta apakah sudah ada contoh penerapannya? Yuk, simak selengkapnya!

Sekilas Mengenai Metaverse

ilustrasi metaverse

Membahas tentang MetaHuman tidak akan lengkap tanpa membahas Metaverse itu sendiri. Sederhananya, Metaverse yang saat ini populer adalah sebuah dunia virtual dengan kualitas grafis yang canggih dan interaktif, di mana para penggunanya bisa melakukan hal yang biasa dilakukan di dunia nyata. Sebut saja seperti membeli lahan, membangun rumah, bekerja kantoran, hingga mengunjungi festival musik. Metaverse sendiri bisa berjalan dengan memanfaatkan teknologi blockchain.

Namun, jika ditarik ke belakang, istilah “metaverse” sendiri pertama kali muncul dalam sebuah novel sci-fi berjudul Snow Crash (1992) karya Neal Stephenson. Dalam novel tersebut, metaverse merupakan sebuah dunia yang menerapkan realitas virtual. Sedangkan, Metaverse yang ramai belakangan ini muncul karena pengembangan generasi internet terbaru, web 3.0.

Sebenarnya, konsep Metaverse sudah diterapkan sejak lama. Anda bahkan mungkin sudah pernah mencobanya. Salah satu contoh penerapannya adalah dunia virtual yang ada dalam game. Beberapa jenis game (misalnya game multiplayer online) menghadirkan sebuah realitas alternatif yang memungkinkan pemain berinteraksi dengan pemain lain meski mereka terpisah jarak.

Baca juga: Metaverse adalah Gambaran Masa Depan? Begini Cara Kerjanya

Kini, teknologi Metaverse sudah semakin berkembang. Paling baru ada sebuah dunia VR (virtual reality) yang dirancang oleh Facebook pada 2019. Dalam dunia tersebut, pengguna dapat “masuk” ke dunia virtual dan bersosialisasi dengan pengguna lainnya.

Bersamaan dengan perkembangan pesat Metaverse, muncul teknologi lain yang berjalan di dunia virtual tersebut. Salah satu yang menarik perhatian yaitu teknologi manusia virtual yang dinamakan MetaHuman. 

Apa Itu MetaHuman?

MetaHuman adalah sebuah teknologi yang digunakan untuk membuat “manusia virtual” yang nantinya akan tinggal di Metaverse. Jadi, sederhananya teknologi ini menciptakan “penduduk” Metaverse. 

Untuk bisa menciptakannya sebenarnya butuh proses yang kompleks, sebab teknologi ini dirancang untuk sebisa mungkin mirip dengan manusia asli. Namun, istilah MetaHuman sendiri berasal dari sebuah game engine bernama Unreal Engine yang dikembangkan oleh studio Epic Games. 

Game engine tersebut telah melahirkan berbagai game dengan grafis super-realistis seperti Valorant dan Final Fantasy. Unreal Engine juga menangani CGI untuk film-film Hollywood, utamanya yang ber-genre sci-fi. Salah satunya film seri The Mandalorian (2019) karya Jon Favreau.  

Baca juga: Hubungan Game Play to Earn dengan NFT dan 5 Game yang Potensial

Cara Kerja Pembuatan MetaHuman dengan Unreal Engine

metahuman avatar creation

Source: Unreal Engine

MetaHuman Creator dari Unreal Engine pertama kali diperkenalkan pada Februari 2021. Kala itu, Unreal Engine memperkenalkan dua sampel MetaHuman yang memiliki tampilan super-realistis, nyaris menyerupai manusia. Mulai dari tampilan hingga cara gerak, semuanya mirip manusia asli.

Pada April 2021, Unreal Engine membuka pendaftaran untuk pembuatan manusia virtual ini. Anda bisa mendesain karakter sesuai dengan keinginan. Setelah jadi, Unreal Engine akan mengirimkannya langsung pada Anda dan bisa langsung diunduh atau diterapkan pada aplikasi DCC (Digital Command Control) seperti Autodesk Maya.

Untuk bisa meniru manusia asli, pengembang aplikasi MetaHuman Creator mengumpulkan data mengenai anatomi dan gerakan tubuh manusia. Setelah itu, dengan bantuan AI, data tersebut dipilih hingga akhirnya muncul sosok manusia virtual yang lengkap dan bisa melakukan berbagai aktivitas.

Melansir Unreal Engine, berikut adalah langkah-langkah yang harus diselesaikan dalam membuat dan mengedit sebuah karakter MetaHuman di Unreal Engine, yaitu:

  1. Kunjungi https://metahuman.unrealengine.com/ dan login dengan akun Epic Games
  2. Klik Create MetaHuman dan pilih presetnya
  3. Lakukan inspeksi awal terhadap MetaHuman yang Anda pilih
  4. Klik Next dan selesai
  5. Buka menu My MetaHuman, pilih preset yang sudah Anda miliki
  6. Klik Edit Selected dan mulai edit MetaHuman Anda
  7. Klik Next dan selesai

QVerse, Contoh Penerapan MetaHuman

Sekarang ini, teknologi Metaverse satu ini sudah mulai beredar. Beberapa diantaranya bahkan sudah “menjadi” selebritas. Misalnya, YuA yang merupakan idol virtual asal Korea Selatan. Contoh lainnya yang sempat viral adalah QVerse yang dijalankan oleh maskapai penerbangan Qatar Airways.

qatar airway qverse

Source: Qatar Airways

Apa itu Qverse

QVerse adalah sebuah teknologi keluaran maskapai ternama dunia, Qatar Airways, yang menawarkan sebuah pengalaman VR untuk seluruh pengguna maskapai Qatar Airways. Teknologi berbasis cloud tersebut memiliki tugas memberikan tur kepada pelanggan dan melakukan navigasi di area check-in untuk executive lounge Qatar Airways di Hamad International Airport. Selain itu, QVerse juga didukung oleh awak kabin MetaHuman bernama Sama.

Meski berformat virtual, Sama mampu memberikan pengalaman interaktif yang menarik bagi para penumpang. Mereka dapat menghadirkan sebuah perjalanan virtual sambil menampilkan berbagai fitur unik.  Untuk saat ini, Sama telah hadir di kelas Bisnis dan Ekonomi Qatar Airways. Anda pun bisa mencoba tur virtual tersebut dengan mengunjungi situs resmi Qverse.

Selain MetaHuman, masih ada banyak sekali teknologi yang berkembang dalam dunia Metaverse. 

Nah, agar tidak ketinggalan informasi tersebut, Anda bisa mengakses Tokonews untuk informasi seputar dunia kripto, blockchain, NFT, juga Metaverse.

_______

Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.



Sumber : news.tokocrypto.com

Gila, Transaksi XRP Futures di CME Tembus $235 Juta Dalam Sehari!

Hanya dalam satu sesi perdagangan pada 11 Juli, XRP futures di CME Group mencatat rekor mengejutkan: lebih dari $235 juta volume notional, mendorong total transaksi sejak peluncuran mencapai $1,6 miliar!

Lonjakan ini menjadi sinyal kuat bahwa institusi mulai serius melirik XRP, dan berpotensi untuk mengawali momentum terbesar sepanjang sejarah XRP.

Data terbaru menunjukkan bahwa pada hari itu, kombinasi dari kontrak CME XRP futures dan micro futures menembus angka spektakuler $235 juta volume notional—mengalahkan rekor sebelumnya.

Ini menandakan minat besar-besaran dari institusi dan lembaga keuangan yang mulai memasuki market XRP.

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 16 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 16 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Rahasia Lonjakan Harga XRP: Semua Berasal Dari Negeri Ginseng

Total Volume Sejak Peluncuran: $1,6 Miliar

Sejak diluncurkan, total volume XRP futures di CME telah menembus $1,6 miliar.

Hal ini menunjukkan pertumbuhan yang konsisten dalam arus modal institusional yang ingin mendapatkan eksposur terhadap XRP tanpa harus menyimpan token secara langsung .

Mengapa Signifikan?

  • Legitimasi Institusional – CME adalah salah satu bursa derivatif terbesar dan paling teregulasi di dunia. Lonjakan volume berarti harga XRP kini lebih valid secara struktural di mata investor profesional.
  • Arus Modal Besar – Angka notional setinggi ini menyiratkan bahwa dana institusional bukan main-main: mereka menempatkan uang besar di XRP.
  • Leverage dan Hedging – Futures memungkinkan pemain besar melakukan hedging atau mengambil posisi strategis, bukan sekadar spekulasi ritel.

Apa Dampaknya untuk Harga XRP?

Meningkatnya aktivitas di futures biasanya menandakan dua hal:

  1. Volatilitas yang Lebih Tinggi – Dengan peningkatan leverage, pergerakan harga spot bisa lebih tajam.
  2. Bullish Jangka Menengah – Jika dominasi posisi long (beli), XRP bisa mengalami inflow yang mengerek harganya ke area baru.

Tentu, arah akhir tergantung dominasi sentimen long vs short – volume tidak mengatakan segalanya, tapi rekornya jelas sinyal kuat .

Strategi Trader di Tengah Gejolak Ini

Strategi Aksi yang Dianjurkan
Trader Swing Masuk saat retest support kuat jika breakout datang dari futures.
Trader Harian (Intraday) Manfaatkan lonjakan volatilitas dengan stop-loss ketat.
Investor Jangka Panjang Amati data posisi futures; jika long dominen, patut dikoleksi.

Waspadai Risiko Overheating

  • Liquidation risk – Lonjakan leverage meningkatkan risiko likuidasi otomatis saat terjadi retrace mendadak.
  • Regulasi – Meskipun CME regulasi tinggi, perubahan kebijakan SEC bisa memberi efek dingin.
  • Arus Modal Keluar – Kalau futures melemah, dana bisa mengalir keluar cepat dan menekan harga.

Baca Baca: Analis: Peluang Persetujuan ETF XRP Capai 95%

Rekor $235 juta dalam satu hari di CME bukan sekadar angka, melainkan sebuahfr pengakuan nyata dari institusi besar terhadap XRP.

Dengan total volume futures mencapai $1,6 miliar, momentum ini membawa XRP masuk tahap baru dalam evolusi kripto: dari token spot ke aset derivatif yang valid.

Jika Anda trader agresif, ini peluang modalizing volatilitas. Jika Anda investor jangka panjang, ini sinyal legislasi dan adopsi institusi akan semakin kuat. Namun seperti biasa, manajemen risiko wajib diatur.

XRP futures kini telah resmi “panas”. Apakah Anda sudah siap berspekulasi atau mengamati gelombang institusi ini?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Naik 217% di Sektor Aset Nyata, Solana Siap Patahkan Dominasi ETH!

Solana tidak hanya panggung meme coin atau DeFi semata.

Tahun ini, protokol ini mencatat pertumbuhan luar biasa di ruang tokenisasi aset dunia nyata (RWA) – naik lebih dari 200% dan memasuki posisi ketiga di pasar global.

Apa artinya bagi pertumbuhan Solana dan industri blockchain secara keseluruhan? Berikut uraian lengkapnya.

Baca Juga: Proyeksi Gila Harga Solana Naik ke $331, Mungkinkah Terjadi?

Lonjakan 217% – Dari Layar Meme ke Aset Nyata

Solana RWA melonjak dari sekitar $173,8 juta pada Januari menjadi lebih dari $553,8 juta menjelang Juli, sekaligus menandai kenaikan spektakuler 218% sepanjang tahun.

Pertumbuhan ini jauh melampaui rata-rata pasar RWA global yang “hanya” berkisar +62% selama periode sama.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 16 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 16 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

Posisi Strategis di Tengah Geng RWA

Saat ini, Ethereum masih memimpin dengan $7,7 miliar aset tokenisasi, namun Solana menempati posisi keempat di belakang Ethereum (58.4%), ZKsync Era (17.2%), dan Aptos (4%) dengan pangsa pasar sebesar 3,9%.

Meski jumlah mutlaknya kecil, laju pertumbuhannya yang cepat pantas membuat Solana menarik perhatian.

Protokol Unggulan: Ondo & ONe Memegang Kendali

Dua kilang utama asset di Solana adalah Ondo Finance dan ONe.

Keduanya mendominasi RWA non-stablecoin hingga $277 juta, didorong oleh token seperti USDY dan dana yield U.S. Treasury lainnya.

Ondo sendiri mencatat volume lintas-chain sekitar $2,7 juta per hari, menghasilkan fee jaringan signifikan untuk Solana.

Daya Tarik Infrastruktur: Cepat, Murah & Ekosistem Solid

Menurut Messari dan RWAxyz, popularitas Solana di sektor ini bukan kebetulan.

Blockchain ini menawarkan throughput tinggi, biaya gas sangat rendah, serta dukungan ekosistem developernya kuat dan ideal untuk tokenisasi aset seperti saham, treasury, dan ETF institusional.

Momentum Adopsi: Dompet Bertambah Signifikan

Dalam 30 hari terakhir, jumlah dompet unik yang memegang tokenized stocks di Solana melonjak 684%, dari sekitar 7.400 dompet menjadi lebih dari 58.000 dompet aktif.

Hal Inu menunjukkan bahwa adopsi RWA bukan hanya datang dari institusi besar, tapi juga dari para investor ritel.

BlackRock Masuk Panggung – Validasi Institusional

Salah satu katalis terbesar: integrasi dana treasury tokenized BUIDL by BlackRock ke jaringan Solana.

Sebagian besar asetnya berada di Ethereum, namun Solana kini menerima aliran dana senilai lebih $25,2 juta, menegaskan kredibilitasnya sebagai platform alternatif untuk ekosistem keuangan tradisional.

Solana tidak hanya menjadi “jalan cepat” untuk aset tokenized, tetapi juga membangun infrastruktur penting:

  • Integrasi enterprise via R3 Corda, memungkinkan interoperabilitas data dan settlement antara sektor korporat dan blockchain publik.
  • Kemitraan dengan Switchboard untuk oracle khusus RWA—fundamental untuk data off-chain dan akurasi harga real-time

Apa Artinya bagi Investor & Industri?

  • Bag developer DeFi: Solana semakin menarik untuk membangun produk tokenized, treasury, dan cross‑chain defi.
  • Bagi institusi & tradfi: keberadaan dana tokenized besar dan partner institusional seperti BlackRock membawa peluang custodian, listing, dan layanan berbasis blockchain.
  • Bagi investor kripto: Solana bukan hanya spekulatif; ia menjadi aset jangka panjang berbasis fundamental tradfi.

Solana telah bertransformasi dari “playground meme” menjadi pemain serius di bidang tokenisasi aset.

Dengan pertumbuhan lebih dari +217% YTD dalam RWA, dukungan oleh dana institusional, dan ekosistem yang siap pakai, blockchain ini kini menantang dominasi Ethereum dan ZK-focused chain.

Meskipun tantangan seperti stabilitas jaringan dan regulasi masih ada, momentum Solana dalam RWA dapat membuka bab baru dalam adopsi blockchain global—dari hype ke real-world utility.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bisakah AI Trading Crypto Dimulai dengan Modal Kecil?

AI trading sekarang jadi salah satu tren di dunia trading kripto—sebab bisa membantu trader mengambil keputusan cepat, dan berbasis data.

Lalu apakah AI trading di dunia kripto ini bisa dilakukan dengan dengan modal kecil, seperti dengan uang Rp20.000?

Artikel ini bakal kupas tuntas jawabannya, lengkap dengan tips praktis buat kamu yang baru mulai terjun ke dunia AI trading. Simak lebih lengkap di bawah ini.

Baca juga: 3 Indikator Trading Berbasis AI untuk AI Trading Crypto

AI Trading Modal Kecil 

Salah satu yang menjadi kelebihan utama dari trading dan investasi kripto adalah kemudahan dalam aksesnya, trading kripto bisa dimulai hanya dengan minimal deposit Rp20.000—seperti yang bisa kamu lakukan di Tokocrypto, deposit mulai Rp20.000 dan trade mulai Rp1.700 di sini.

Dengan modal kecil tersebut, kamu bisa melakukan AI trading berkat hadirnya berbagai platform yang menawarkan paket gratis hingga langganan dengan biaya rendah. Contohnya, kamu bisa memanfaatkan chatbot AI seperti ChatGPT, Grok AI, Gemini, hingga Incite AI untuk untuk melakukan AI trading.

Baca tutorial AI trading lebih lengkap: Cara Mudah Implementasi AI Trading dengan ChatGPT dan Incite AI untuk Pemula

Kelebihan Memulai dengan Modal Kecil

Belajar dengan Risiko Minimal
Memulai dengan modal kecil membantu kamu belajar cara kerja bot, strategi, dan membaca hasil analisis AI tanpa khawatir kehilangan modal besar.

Uji Strategi
Cocok untuk backtesting dan forward-testing strategi yang disarankan AI.

Fleksibel
Dengan modal kecil, kamu bisa mengukur performa bot secara realistis sebelum memutuskan meningkatkan modal.

Baca juga: Strategi Identifikasi Tren Harga dengan Trading Volume: On Balance Volume (OBV) 

Tantangan Memulai dengan Modal Kecil

Meskipun AI trading bisa dimulai dengan modal kecil, ada beberapa tantangan yang harus diperhatikan:

⚠️ Profit Relatif Kecil
Jangan berharap profit besar dengan modal kecil. Sebab, fokus utama adalah belajar dan mengembangkan strategi.

⚠️ Keterbatasan Akses Data
Beberapa model AI hanya akan memberikan akses regular tanpa didukung oleh data yang lebih menyeluruh dan realtime, kecuali jika kamu berlangganan akun premium.

⚠️ Tidak Ada Ruang Diversifikasi
Dengan modal yang kecil, kamu harus fokus pada satu aset dan hindari over diversifikasi.

Baca juga: Pentingnya Diversifikasi Portofolio

Contoh Prompt untuk AI Trading dengan Modal Kecil

Berikut beberapa contoh prompt yang bisa kamu coba, jangan lupa untuk sertakan gambar grafik pergerakan harga beserta indikator teknikal yang kamu miliki agar analisis lebih optimal.

Trend Following Sederhana

“Buatkan strategi trend following untuk BTC/USDT dengan timeframe 1 jam yang cocok untuk modal kecil. Sertakan indikator yang mudah dibaca dan stop loss yang ketat.”

Scalping di Pasar Sideways

“Rancang strategi scalping dengan modal Rp100.000 untuk ETH/USDT pada timeframe 15 menit. Tolong sertakan kapan entry dan kapan exit dengan target profit kecil.”

Swing Trading untuk Pemula

“Tolong jelaskan cara setting swing trading dengan modal kecil (Rp500.000) di BTC/USDT di exchange spot seperti Tokocrypto. Sertakan strategi masuk dan jumlah pembelian DCA yang optimal.”

Backtesting Strategi

“Simulasikan backtest strategi mean reversion dengan RSI dan Bollinger Bands di timeframe 4 jam untuk BTC, modal awal kecil. Berapa tingkat win rate dan drawdown?”

Optimasi Biaya & Risiko

“Bagaimana cara meminimalkan biaya trading dan risiko slippage saat menggunakan bot AI dengan modal kecil di Tokocrypto?”

Baca juga: Contoh Strategi AI Trading untuk Bitcoin dan Ethereum

Kesimpulan

Apakah AI trading crypto bisa dimulai dengan modal kecil? Ya, AI trading crypto bisa dimulai dengan modal kecil. 

Dengan strategi yang tepat, dan pemilihan platform yang sesuai seperti Tokocrypto, AI bisa menjadi alat bantu belajar yang efektif sebelum kamu melangkah ke level berikutnya. Yang penting adalah konsistensi dan evaluasi strategi, bukan sekadar modal besar.

Siap buat mulai eksplor strategi trading kamu dengan bantuan AI? Yuk, gabung juga dengan komunitas Tokocrypto untuk dapat insight lebih lanjut!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

SharpLink Gaming Borong 60.000 ETH dalam 5 Hari, Saham Naik 17%

SharpLink Gaming membuat gebrakan besar di industri kripto dengan membeli Ether (ETH) senilai $180 juta hanya dalam waktu lima hari. Langkah agresif ini menjadikan perusahaan asal Minneapolis tersebut sebagai pemegang ETH terbesar di antara perusahaan publik saat ini.

Akuisisi Bertahap, Stok ETH Tembus 270.000 Token

Menurut data dari platform analitik blockchain Lookonchain, pembelian terakhir SharpLink terjadi pada 14 Juli, di mana perusahaan membeli 16.374 ETH senilai sekitar $49 juta. Secara keseluruhan, mereka kini menguasai 270.000 ETH, menjadikannya pemegang cadangan ETH terbesar di kalangan perusahaan yang terdaftar di bursa.

Dilaporkan Crypto Potato, SharpLink memulai akumulasi ETH pada 26 Mei dan berhasil mengumpulkan lebih dari 176.000 ETH hingga pertengahan Juni. Sebagian besar pendanaan berasal dari program penjualan saham (ATM equity program) yang menghasilkan dana sebesar $79 juta.

Pada akhir Juni, perusahaan kembali menambah 7.689 ETH senilai $19,2 juta, diikuti dengan pembelian 10.000 ETH dari Ethereum Foundation senilai $25,7 juta. Chairman SharpLink, Joseph Lubin, menyatakan dukungan terhadap misi jangka panjang Ethereum:

“Di saat Ethereum memasuki era relevansi institusional yang baru, kami bangga mendukung kekuatan dan desentralisasi jaringan ini.”

Baca juga: GameSquare Alokasikan $100 Juta untuk Ethereum Treasury

Imbal Hasil dari Staking dan Lonjakan Harga Saham

Seluruh cadangan ETH yang dimiliki SharpLink digunakan dalam protokol staking dan restaking untuk mendapatkan imbal hasil on-chain. Antara 28 Juni hingga 4 Juli saja, SharpLink berhasil meraih 100 ETH dari staking rewards. Sejak awal program, total imbal hasil yang dikumpulkan telah mencapai sekitar 322 ETH.

SharpLink juga memperkenalkan metrik performa bernama ETH concentration, yang mengukur jumlah ETH per 1.000 saham terdilusi. Dalam tiga minggu terakhir, angka ini naik dari 2,00 menjadi 2,37 ETH, mencerminkan pertumbuhan sebesar 19%.

Reaksi pasar terhadap langkah ini pun positif. Saham SharpLink (SBET) yang tercatat di NASDAQ melonjak 17,15% dalam 24 jam terakhir, ditutup pada harga $21,65 pada 14 Juli, menurut data dari Google Finance.

Perusahaan Publik Mulai Beralih ke Ethereum

Fenomena ini bukanlah kejadian tunggal. Sejumlah perusahaan publik lainnya juga mulai mengalihkan strategi treasury mereka ke Ethereum. GameSquare, misalnya, berencana membangun cadangan ETH senilai $100 juta bekerja sama dengan Dialectic, menargetkan imbal hasil antara 8% hingga 14%.

Sementara itu, Bitmine bahkan meluncurkan strategi yang lebih besar dengan komitmen senilai $250 juta. Bit Digital pun telah memindahkan seluruh aset treasury-nya ke ETH setelah menjual semua kepemilikan Bitcoin dan mengumpulkan modal sebesar $172 juta, mengoleksi lebih dari 100.000 ETH.

Langkah SharpLink dan perusahaan lain menunjukkan pergeseran besar menuju Ethereum sebagai aset strategis utama di kalangan institusi publik, menandai babak baru dalam adopsi kripto secara institusional.

Baca juga: Reli ETH: ETF Ethereum Cetak Rekor Arus Masuk $907 Juta!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com