Tag Archives: crypto

3 Tanda Onchain Menunjukkan Bitcoin Mulai Pulih

Jurrien Timmer, Direktur Divisi Makroekonomi Global dari Fidelity, salah satu perusahaan crypto terbesar di dunia baru saja mempublikasi analisis terkait Bitcoin melalui data on-chain

Ia mengatakan bahwa saat ini Bitcoin memiliki potensi untuk mulai pulih akibat adanya beberapa tanda dari data on-chain atau data transaksi langsung dari blockchain.  

Menurutnya saat ini harga Bitcoin sudah mencapai harga dasarnya dan kemungkinan tidak akan turun lebih lagi bahkan bisa bergerak naik. 

Ia mempublikasi melalui Twitternya beberapa data yang membuktikan bahwa prediksinya kemungkinan besar akan benar. Berikut adalah tiga data on-chain yang ia gunakan.  

1. Rasio Bitcoin dan Emas

Data pertama yang digunakan adalah data rasio antara Bitcoin dan Emas dimana data tersebut membandingkan rasio antara harga Bitcoin dan Emas. 

Menurut Timmer, data tersebut sering digunakan karena sudah menjadi dasaran untuk memprediksi pergerakan Bitcoin karena diikat dengan aset terlaris saat ini yaitu Emas. 

3 Tanda Onchain Menunjukkan Bitcoin Mulai Pulih
Rasio Bitcoin dan Emas dari Fidelity

Baca juga: Investor Terra LUNA Siap Laporkan Do Kwon Atas Dugaan Penipuan Investasi

Menurut grafik data tersebut, angka rasio saat ini berada di batas bawah yang baik sama dengan sebelum Bitcoin mengalami apresiasi signifikan di 2021 dan 2020. 

Melihat grafik tersebut, jika angka tersebut terjaga di batas yang terlihat, maka kemungkinan besar Bitcoin akan mulai mengalami apresiasi kembali seperti Tahun 2020 dan Tahun 2021 walau tidak seperti sebelumnya melihat saat ini sedang bear market. 

Jika bergerak kembali naik, maka Bitcoin akan melanjutkan konsolidasinya yang dimulai dari sejak akhir Tahun 2021. Kemungkinan besar Bitcoin akan kembali mencoba mencapai $ 50.000 jika data ini benar. 

2. Dormancy Flow

Data berikutnya yang ia gunakan adalah Dormancy Flow yang merupakan sebuah indikator yang melihat banyaknya Bitcoin yang dimiliki investor jangka panjang yang dijual. 

Saat ini data terlihat menunjukkan angka yang rendah yang menunjukkan investor yang menyimpan Bitcoin dalam jangka panjang terlihat meningkat. 

Timmer menyatakan bahwa dengan angka Dormancy Flow yang berada di angka terendah sejak Tahun 2014, Bitcoin memiliki harapan untuk tidak turun lebih jauh bahkan naik. 

3 Tanda Onchain Menunjukkan Bitcoin Mulai Pulih
Bitcoin Dormancy Flow dari Fidelity

Baca juga: Mengenal Dekat Kripto Wrapped Bitcoin (WBTC) dan Kava Lend (HARD)

Jika melihat pergerakan pada tahun 2014, saat itu adalah kondisi di mana bull run baru selesai dan crypto masuk ke bear market

Pada saat itu pergerakan harga mayoritas crypto terlihat bergerak stagnan namun tidak turun lebih jauh setelah koreksi yang signifikan. 

Apa bila mengacu pada pergerakan tersebut, kemungkinan besar saat ini Bitcoin akan mengalami konsolidasi yang panjang tapi tidak akan turun lebih jauh lagi terutama dari $ 28.000 yang merupakan batas bawah terkuatnya beberapa hari terakhir. 

Data tersebut disandingkan dengan model permintaan yang dinamakan S-Curve Model yang mencerminkan prediksi harga Bitcoin. 

Jika melihat pada model tersebut, kemungkinan besar jika disandingkan dengan data Dormancy Flow, kemungkinan Bitcoin hanya akan naik atau stagnan dan tidak akan turun lebih jauh. 

3. Bitcoin Holder 

Terakhir adalah data Bitcoin Holder yang merupakan data yang menunjukkan seberapa banyak investor Bitcoin jangka panjang yang menyimpan BTC-nya dan tidak menjual. 

Terlihat bahwa walau terjadi penurunan harga Bitcoin hingga 60% mayoritas investor jangka panjang atau yang biasa disebut dengan holder masih belum menjual. 

3 Tanda Onchain Menunjukkan Bitcoin Mulai Pulih
Data Bitcoin Hodlers dari Fidelity

Baca juga: Ahli Strategi Bloomberg: Bitcoin dan Ethereum akan Ungguli Pasar Saham

Terlihat bahwa saat ini masih ada 13% dari seluruh investor jangka panjang yang masih menyimpan Bitcoin-nya dan tidak menjual walau koreksi signifikan. 

Angka investor jangka panjang ini juga belum terlihat menurun sejak Tahun 2020 yang menandakan tekanan jual semakin berkurang secara garis besar. 

Melihat data tersebut bahwa bisa dikatakan bahwa investor jangka panjang yang menjual terlihat menurun yang mengecilkan kemungkinan untuk harga Bitcoin turun lebih lanjut. 

Hal ini disebabkan mayoritas investor jangka panjang memiliki Bitcoin yang disimpan dalam jumlah yang cukup besar. 

Menurut kesimpulan dari tiga data tersebut, bisa dikatakan bahwa saat ini Bitcoin kemungkinan besar akan bertahan dan tidak akan turun lebih lanjut. 

Jurrien Timmer menyatakan bahwa dengan data ini terdapat kesimpulan saat ini batas bawah Bitcoin terlihat kuat dan menjadi kesempatan yang baik untuk membeli. 

Disclaimer

Artikel ini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan saran atau ajakan untuk investasi atau trading. Risiko ditanggung masing-masing.

Sumber





Sumber : news.tokocrypto.com

Mengenal Dekat Kripto Wrapped Bitcoin (WBTC) dan Kava Lend (HARD)

Dua aset kripto Wrapped Bitcoin (WBTC) dan Kava Lend (HARD) memiliki satu kesamaan yaitu memiliki ketergantungan dengan utilitas kripto lain. WBTC menjadi aset digital ERC-20 yang didukung oleh Bitcoin (BTC) dengan cara 1:1.

Sementara, Kava Lend adalah pasar uang terdesentralisasi yang dibangun di atas Kava. Kava sendiri adalah platform DeFi yang memungkinkan pengguna untuk pinjam-meminjam aset kripto mereka tanpa melibatkan lembaga keuangan dan perantara lainnya.

So, mari kenal lebih dekat dengan aset kripto Wrapped Bitcoin (WBTC) dan Kava Lend (HARD).

Wrapped Bitcoin (WBTC)

Apa Itu Wrapped Bitcoin (WBTC)?

Wrapped Bitcoin (WBTC) adalah versi tokenized dari Bitcoin (BTC) yang berjalan di blockchain Ethereum (ETH). Wrapped Bitcoin pertama kali diumumkan pada 26 Oktober 2018, dan resmi diluncurkan pada 31 Januari 2019.

WBTC adalah bagian dari Wrapped Tokens project tidak didirikan oleh individu tetapi merupakan proyek gabungan dari tiga organisasi: BitGo, Kyber Network dan Ren.

Wrapped Bitcoin (WBTC)
Ilustrasi aset kripto Wrapped Bitcoin (WBTC).

WBTC sesuai dengan ERC-20 —standar kompatibilitas dasar dari blockchain Ethereum— memungkinkannya untuk diintegrasikan sepenuhnya ke dalam ekosistem pertukaran terdesentralisasi, layanan lending kripto, prediction markets, dan decentralized finance apps (dapps) yang diaktifkan ERC-20 lainnya.

WBTC juga didukung oleh Bitcoin dengan rasio 1: 1 melalui jaringan pedagang dan kustodian yang dipantau secara otomatis, memastikan bahwa harganya dipatok ke Bitcoin setiap saat dan memungkinkan pengguna untuk mentransfer likuiditas antara BTC dan jaringan ETH secara terdesentralisasi dan cara otonom.

Baca juga: Lebih Kenal Aset Kripto Akropolis (AKRO) & Tellor (TRB)

Apa yang Membuat Wrapped Bitcoin (WBTC) Unik?

Dengan “membungkus” Bitcoin dalam standar ERC-20, WBTC memungkinkan integrasi penuh aset, seperti Bitcoin ke dalam ekosistem aplikasi terdesentralisasi keuangan canggih dan membawa likuiditas besar yang terkait dengan pasar BTC.

Selain itu, Wrapped Bitcoin membuat pekerjaan menjadi lebih mudah secara signifikan untuk pertukaran, wallet, dan layanan pembayaran yang bekerja dengan Ethereum, daripada harus menjalankan dua node terpisah untuk jaringan ETH dan BTC, mereka dapat mendukung operasi WBTC hanya dengan node Ethereum.

Terakhir, rata-rata waktu pemblokiran blockchain Ethereum yang lebih cepat —masing-masing sekitar 15 detik versus 10 menit— meningkatkan kecepatan transaksi WBTC, dibandingkan dengan Bitcoin yang sebenarnya.

Wrapped Bitcoin (WBTC)
Ilustrasi aset kripto Wrapped Bitcoin (WBTC).

Tidak ada jadwal penerbitan WBTC yang telah ditentukan sebelumnya. Sebaliknya, WBTC secara otomatis dicetak atau dibakar setiap kali pengguna membeli atau menjual token mereka untuk Bitcoin melalui sistem pedagang dan kustodian.

Karena Wrapped Bitcoin selalu didukung oleh Bitcoin dengan rasio 1:1, jumlah token yang beredar secara langsung bergantung pada jumlah cadangan Bitcoin di jaringan WBTC. Pada Oktober 2020, jumlah itu hanya lebih dari 94.000 token, bernilai total sekitar $ 1 miliar.

Peringkat WBTC di CoinMarketCap pada Kamis (19/5) pukul 09.00 WIB adalah #12, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 8.104.022.728. WBTC memiliki pasokan yang beredar dari 279.953 koin WBTC dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Mengenal Aset Kripto Project Galaxy (GAL) dan Lido Dao (LDO)

Kava Lend (HARD)

Apa Itu Kava Lend (HARD)?

Kava Lend adalah pasar uang terdesentralisasi yang dibangun di atas platform Kava yang memungkinkan lending dan peminjaman aset lintas blockchain. Kava Lend mendukung deposit sisi penawaran untuk BTC, XRP, BNB, BUSD, dan USDX. Platform akan memungkinkan pinjaman dengan jaminan berlebihan untuk aset yang didukung.

Kava Lend (HARD)
Ilustrasi aset kripto Kava Lend (HARD).

Sementara, Kava sendiri adalah platform DeFi yang memungkinkan pengguna untuk pinjam-meminjam aset kripto mereka tanpa melibatkan lembaga keuangan dan perantara lainnya. KAVA sebagai token utilitas dan native token governance yang diciptakan oleh ekosistem DeFi Kava, yang terkenal dengan kapasitas pinjamannya.

Token HARD adalah token tata kelola asli Kava Lend. Semua token HARD yang didistribusikan sebagai hadiah yang dikunci oleh smart contract. Pengguna yang mengklaim token HARD dengan jadwal vesting yang lebih lama akan menerima lebih banyak token. Opsi yang tepat untuk penukaran token tunduk pada pemungutan suara tata kelola atau governance voting.

Baca juga: Mengenal Kripto AC Milan Fan Token (ACM) dan TrueFi (TRU)

Apa yang Membuat Kava Lend (HARD) Unik?

Token HARD memiliki kasus penggunaan berikut:

  • Imbalan penambangan likuiditas: Token HARD diberikan kepada pengguna yang menyimpan dan/atau meminjam aset yang didukung.
  • Pemungutan suara tata kelola: Pemegang token HARD dapat berpartisipasi dalam evolusi Kava Lend melalui pemungutan suara tata kelola dan mendapatkan imbalan HARD dalam prosesnya.
Kava Lend (HARD)
Ilustrasi aset kripto Kava Lend (HARD).

Peringkat HARD di CoinMarketCap pada Kamis (19/5) pukul 09.00 WIB adalah #549, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 27.003.880. HARD memiliki pasokan yang beredar dari 121.250.000 koin HARD dan maksimal pasokan 200.000.000 koin HARD.

Baca juga: Peserta TSBA Batch 1 Kolaborasi Tokocrypto dan BRI Ventures Raih Pendanaan US$ 40 Juta

Wrapped Bitcoin (WBTC) dan Kava Lend (HARD) Listing di Tokocrypto

Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan Anda pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Wrapped Bitcoin (WBTC) dan Kava Lend (HARD).

Trading WBTC/BTC, WBTC/ETH, HARD/USDT, HARD/BUSD, HARD/BNB dan HARD/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 17 Mei 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran WBTC dan HARD di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Beredar Dokumen Terraform Labs (Terra LUNA) Korsel Telah Bubar

Di tengah gonjang-ganjing kasus Terra LUNA dan UST, beberapa hari lalu beredar dokumen di Reddit bahwa Terraform Labs Korea Selatan sudah sah bubar oleh Pengadilan Tinggi setempat pada 4 Mei 2022, berdasarkan permohonan pihak perusahaan pada 30 April 2022.

Dokumen berkop resmi dan tampaknya cukup meyakinkan itu, tak pelak kian memicu spekulasi tambahan bahwa Do Kwon (bernama lengkap Kwon Do-hyeong) mungkin telah mengetahui kekacaubalauan yang sedang terjadi bagi Terra LUNA dan UST. Spekulasi kuat lainnya adalah, mungkin pembubabaran Terraform Labs di Korsel itu adalah sebagai langkah antisipasi meredam kerontokan lebih parah.

Seperti yang diketahui publik, harga LUNA sejatinya tak bernilai pada minggu lalu, ketika mendekati titik nol. Sementara itu stablecoin TerraUSD (UST) kehilangan pasaknya, menjadi olok-olok di dunia maya menjadi “Unstable Stable Token“.

Do Kwon, atas nama perusahaan pun mengambil sejumlah langkah, di antaranya adalah akan melakukan forking terhadap blockhain Terra, jika usulan itu disetujui lewat jajak pendapat yang akan dimulai hari ini, Rabu (18/5/2022).

Rencana forking memang tidak sepakati oleh komunitas sendiri, termasuk oleh Changpeng Zhao Bos Binance yang punya investasi di perusahaan itu. Baginya forking tidak memberikan nilai utuh, walaupun ada kompensasi kripto terhadap mereka yang mengalami kerugian.

Baca juga: Berikut Jenis Asic Miner yang Bisa Dipakai Untuk Mining Aset Kripto!

Terraform Labs (Terra LUNA) Korsel Bubar Pada 4 Mei 2022?

Pada dokumen di Reddit yang beredar beberapa hari lalu itu, disebutkan bahwa Terraform Labs di Korsel itu bermarkas di Busan. Pada 30 April 2022 perusahaan bermohon kepada pihak pengadilan setempat untuk membubarkan diri dan disahkan oleh pihak pengadilan pada 4 Mei 2022. Tanggal itu selaras dengan beberapa hari sebelum harga LUNA dan UST terperosok.

Dokumen itu memang sulit untuk diverifikasi kebenarannya, namun jikalau itu benar, setidaknya selaras dengan laporan dari media lokal di Korsel, yang mengklaim punya dokumen bahwa Terraform Labs Korea memutuskan membubarkan kantor mereka di Busan dan Seoul, berdasarkan rapat umum pemegang saham pada 30 April 2022.

Terraform Labs (Terra LUNA)
Terraform Labs (Terra LUNA)

Laporan itu dari media itu menambahkan bahwa markas Terraform Labs Korea dilikuidasi pada 4 Mei 2022, dan cabang Seoul dilikuidasi pada 6 Mei 2022. Berdasarkan catatan perusahaan di daftar perusahaan, nama likuidator terdaftar sebagai sang CEO, yakni Kwon Do-hyeong.

Baca juga: Terra LUNA Mencoba Bangkit, UST Akan Dikuburkan dengan Syarat Ini

Kwon mendirikan cabang Terraform Labs di Korea Selatan pada tahun 2019, setahun setelah ia ikut mendirikan perusahaan itu di Singapura.

Tetapi laporan media itu mencatat bahwa kemungkinan ada perusahaan lain yang didirikan Kwon sebelum meluncurkan Terraform, termasuk proyek stablecoin yang ia tinggalkan (dengan nama anonim) pada tahun 2017, yakni Basis Cash.

Media lokal yang sama secara terpisah melaporkan, bahwa Financial Services Commission dan Financial Supervisory Service Korsel tampaknya memulai penyelidikan terkait kasus Terra ini secara lokal. [ps]

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin dan Ethereum akan Ungguli Pasar Saham

Ahli Strategy Bloomberg, Mike McGlone, mengatakan bahwa aset crypto utama Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), akan menungguli pasar saham, karena nantinya volatilitas pada keduanya akan menyusut.

Dalam wawancaranya dengan Yahoo Finance, Mike telah meyakini bahwa Bitcoin akan mendapatkan pembelian responsif yang lebih banyak di bawah pasar. 

Menurutnya, BTC yang dalam jangka panjang akan bergerak naik, setelah the Fed mengalami kekalahan, yang tentu saja akibat dari perbuatan mereka sendiri.

Menyoroti hilangnya pasark dari USDT setelah masalah LUNA dan UST, Mike menggarisbawahi bahwa setiap terjadi hantaman pada Tether USD, ini biasanya akan menjadi semacam tanda Bear dalam jangka pendek di pasar dan Bottom untuk Bitcoin.

Baca juga: Elon Musk Prediksi Adopsi Besar untuk Kripto Dogecoin (DOGE)

Baginya, crash saat ini yang melanda pasar crypto adalah cara untuk “membersihkan” aset-aset spekulatif, salah satunya seperti UST dari Terra, sedangkan Bitcoin sedang mempersiapkan langkah untuk menjadi jaminan digital sosial.

Dari sudut pandangnya, meningkatnya sentimen risk-off membuat pasar crypto dan saham jatuh, karena aset crypto adalah investasi yang berisiko.

“Ketika the Fed menaikkan suku bunga, pembersihan terhadap aset spekulatif mulai terjadi, itu termasuk pada token seperti Dogecoin dan Shiba Inu.”

Baca jugaApakah Bitcoin Sudah Bottom? Berapa Target Harga Menurut Cryptoharian?

Secara teknis, Mike melihat bahwa titik support yang baik adalah $ 30.000 untuk BTC dan $ 2.000 untuk ETH. Ia menambahkan:

“Pasar saham akan tetap turun karena Fed mau pasar saham turun untuk mengurangi inflasi, Bitcoin dan Ethereum akan turun juga, tetapi mereka tidak turun separah saham.”

The Fed sudah bertekat untuk menaikan suku bunga hingga pasar netral. Mereka memiliki berbeda pendapat dengan kata Netral. Menurut Alex Kruger, netral berada di 2%-3%. Harga pasar berjangka berada di 3,25% di bulan Desember.

Namun, menurut analis Rekt Capital, Bitcoin telah kehilangan Kijun sebagai support. Kehilangan ini, support sudah menjadi resistensi dan secara historis Bitcoin akan turun lebih dalam.

Volatilitas pasar crypto Bitcoin dan Ethereum pun terlihat telah menurun, yang pada akhirnya ini akan membawanya menjadi aset yang benar-benar jangka panjang dan dapat mengungguli emas, serta saham, secara luas.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Market Signal 18 Mei 2022: Pasar Kripto Optimis Kembali Reli

Market kripto akhirnya kembali menunjukan pergerakan yang optimis bergerak positif, setelah tertekan sepanjang pekan lalu. Melansir CoinMarketCap pada Rabu (18/5) pukul 12.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar mulai bergerak naik ke zona hijau dalam 24 jam terakhir, meski memang pelemahannya terbilang tipis.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan pergerakan market kripto yang membaik ini, juga sejalan dengan kondisi yang terjadi di pasar saham. Pelaku pasar tampaknya mulai percaya diri untuk kembali meramaikan pasar aset berisiko, termasuk kripto.

Overall minggu ini, mungkin tidak ada pergerakan signifikan alias masih stagnan atau konsolidasi, tapi beberpa punya potensi buat mengalami kenaikan,” jelas Afid.

Lebih lanjut Afid menerangkan, harga-harga aset kripto saat ini melanjutkan proses konsolidasi yang terjadi sejak akhir pekan lalu. Itu adalah kondisi di mana harga kripto tengah meraba-raba pergerakan arah harga berikutnya.

“Kondisi ini ternyata dimanfaatkan pelaku pasar untuk melakukan price action dan mengangkat nilai harga-harga aset kripto yang anjlok sejak awal Mei. Namun, iklim kondusif di pasar kripto ini bersifat sementara,” terangnya.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto

Sentimen positif di pasar kripto juga didorong oleh niatan jaringan Terra yang berniat memulihkan nilai LUNA. Adapun salah satu upaya yang dilakukan Terra adalah melakukan hard fork atas jaringannya tanpa mengikutsertakan UST.

Nilai Bitcoin Diprediksi Tak Turun Dalam

Di sisi lain, harga Bitcoin (BTC) diyakini tidak akan mungkin turun lebih dalam. Dari data blockchain on-chain yang dipublikasi Jurrien Timmer, Direktur Divisi Makroekonomi Global dari Fidelity, dijelaskan saat ini harga Bitcoin sudah mencapai harga dasarnya dan kemungkinan tidak akan turun lebih lagi, bahkan bisa bergerak naik.

“Aksi jual perlahan meningkat setelah BTC kembali lagi ke level support $ 30.000. Hal ini mengindikasikan bahwa pelaku pasar menganggap bursa kripto bakal terus melanjutkan kestabilan. Bisa dikatakan bahwa saat ini Bitcoin kemungkinan besar akan bertahan dan tidak akan turun lebih lanjut,” ucap Afid.

Dari data tersebut, terlihat investor jangka panjang yang menjual BTC menurun yang mengecilkan kemungkinan untuk harganya anjlok lebih lanjut. Hal ini disebabkan mayoritas investor jangka panjang memiliki Bitcoin yang disimpan dalam jumlah yang cukup besar. 

Kemudian, Afid memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan ketiga bulan Mei ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

Baca juga: TokoCare Bersama BeKind dan WeCare.id Distribusikan Kado Lebaran ke 200 Anak Spesial

Daftar 5 Aset Kripto Bullish

1. EOS (EOS)

Analisis teknikal EOS (EOS).

EOS membuka daftar aset kripto yang potensi bullish pada pekan ketiga ini. EOS merupakan kripto asli untuk mendukung proyek blockchain EOS.IO untuk pengembangan platform smart contract dan aplikasi terdesentralisasi atau decentralized application (DApp).

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan potensi bullish EOS terjadi karena akan melakukan hard fork pada jaringan blockchain-nya bernama Mandel. Hard fork akan dilaksanakan pada 19 Mei mendatang.

“Sentimen positif EOS masih kuat dari pengaktifan hard fork yang dikabarkan terjadi pada 19 Mei mendatang. Hard fork akan membuat efisiensi EOS meningkat dan membawanya lebih cepat dalam memproses transaksi,” kata Afid.

Berdasarkan analisis teknikalnya, EOS sedang perlahan bergerak naik. Kemungkinan besar EOS dapat terus bergerak menuju harga $ 1,58 atau naik sekitar 14% dari $ 1,38 dalam beberapa hari ke depan. 

Peringkat EOS di CoinMarketCap pada Rabu (18/5) pukul 12.00 WIB adalah #47, dengan kapitalisasi pasar $ 1.335.518.099. Pasokan yang beredar 989.745.397 koin EOS dan maksimal pasokan tidak tersedia.

2. Kava (KAVA)

Analisis teknikal Kava (KAVA).

KAVA masih nyaman masuk dalam daftar aset kripto yang potensi bullish pekan ini. Kabarnya, KAVA masih bisa reli dengan pergerakan harga yang meningkat cukup signifikan.

Afid mengatakan potensi kenaikan harga KAVA datang dari kabar jadwal ulang peluncuran mainnet Kava 10 yang akan dilakukan pada 25 Mei mendatang. Sebelumnya, peluncuran dijadwalkan pada 10 Mei, namun mengalami pemunduran untuk memastikan jaringan berjalan lancar.

“Meski sempat muncur, namun sentimen positif KAVA terus terjadi. Pasalnya, mainnet ini sudah ditunggu investor karena akan menghubungkan dua ekosistem terdesentralisasi terbesar antara Ethereum dan Cosmos. Tentu akan menciptakan lonjakan aktivitas di jaringan Kava,” kata Afid.

Lebih lanjut, Afid menjelaskan dari analisis teknikalnya kemungkinan besar selama batas bawah pada $ 2,63 masih terjaga, KAVA masih dapat bergerak menuju harga sekitar $ 3,45 atau naik 29% dalam beberapa hari ke depan.

Peringkat KAVA di CoinMarketCap pada Rabu (18/5) pukul 12.00 WIB adalah #92, dengan kapitalisasi pasar $ 489.038.731. Pasokan yang beredar 193.291.441 koin KAVA dan maksimal pasokan tidak tersedia.

3. THORChain (RUNE)

Analisis teknikal THORChain (RUNE).

THORChain adalah sebuah protokol blockchain terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna dengan mudah menukar aset kripto mereka dari berbagai jaringan, termasuk Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), dengan token lainnya yang tidak berada di dalam jaringan yang sama, tanpa perlu pihak ketiga, seperti Coinbase atau Binance.

Afid melihat token RUNE yang memberi kekuatan pada THORChain pada pekan ini berpotensi bullish. Alasannya, THORChain telah memastikan perilisan mainnet yang kemungkinan terjadi pada 31 Mei mendatang.

“Kenaikan harga RUNE kemungkinan dapat dikaitkan dengan pengumuman rilis mainnet pada akhir Mei nanti. Sentimen positif ini sudah menguat sehingga menggerakan harga RUNE,” kata Afid.

Berdasarkan analisis teknikalnya, RUNE sedang perlahan bergerak naik, setelah sempat terkoreksi dalam. Kemungkinan besar RUNE dapat terus bergerak menuju harga $ 4,5 atau naik sekitar 15% dari harga bawah $ 3,5 dalam beberapa hari ke depan. 

Peringkat RUNE di CoinMarketCap pada Rabu (18/5) pukul 12.00 WIB adalah #53, dengan kapitalisasi pasar $ 1.100.447.932. Pasokan yang beredar 330.688.061 koin RUNE dan maksimal pasokan 500.000.000 koin RUNE.

Baca juga: Musim Jual Bitcoin Belum Reda, Bearish Masih Mengintai

4. Tezos (XTZ)

Analisis teknikal Tezos (XTZ).

Tezos adalah salah satu jaringan blockchain open-source yang terhubung dengan token digital, XTZ. Tezos merupakan sebuah blockchain dimana pengguna dapat melakukan pembuatan aplikasi terdesentralisasi. Berbeda dengan Ethereum, Tezos ditujukan untuk pembangunan aplikasi dengan infrastruktur yang lebih kompleks.

XTZ digunakan untuk menjalankan aplikasi terdesentralisasi. Pemegang token XTZ juga memiliki hak suara dalam pengajuan proposal terkait blockchain Tezos. Afid melihat XTZ berpotensi bullish karena Nomadic Labs, pengembang blockchain Tezos, akan meningkatkan jaringan Jakarta Protocol.

“Pembaruan besar pada protokol ekonomi Tezos ini, akan mengaktifkan throughput yang lebih tinggi dengan memindahkan validasi transaksi dari rantai utama, ke Layer 2. Sentimen ini menggerakan harga XTZ naik,” kata Afid.

Berdasarkan analisis teknikalnya, XTZ sedang perlahan bergerak naik, setelah sempat terkoreksi dalam. Kemungkinan besar XTZ dapat terus bergerak menuju harga $ 2,5 atau naik sekitar 20% dari harga bawah $ 1,8 dalam beberapa hari ke depan. 

Peringkat XTZ di CoinMarketCap pada Rabu (18/5) pukul 12.00 WIB adalah #40, dengan kapitalisasi pasar $ 1.610.052.035. Pasokan yang beredar 894.951.222 koin XTZ dan maksimal pasokan tidak tersedia.

5. Cardano (ADA)

Analisis teknikal Cardano (ADA).

Cardano (ADA) menjadi salah satu aset berkinerja baik di 10 besar kripto berdasarkan kapitalisasi pasar selama 7 hari terakhir. Harga ADA kemungkinan akan melonjak pada pekan ini hingga 16% dengan harga mencapai $ 0,69.

Afid melihat kenaikan harga ADA didorong oleh kabar akan adanya perilisan Djed sebagai stablecoin Cardano yang dalam waktu dekat melakukan testnet publik. Djed, stablecoin algoritmik yang dipatok ke token Shen, telah meluncurkan testnet publiknya sebagai persiapan untuk peluncuran mainnet pada bulan Juni tahun ini.

“Pengumuman Djed sebagai stablecoin berbasis Cardano membuat sentimen positif pada harga ADA. Nilai ADA bisa melonjak dan akan berlangsung selama sepekan ke depan,” jelas Afid.

Lebih lanjut, Afid menjelaskan dari analisis teknikalnya kemungkinan besar selama batas bawah pada $ 0,59 masih terjaga, ADA masih dapat bergerak menuju harga sekitar $ 0,69 atau naik 16% dalam beberapa hari ke depan.

Peringkat ADA di CoinMarketCap pada Rabu (18/5) pukul 12.00 WIB adalah #40, dengan kapitalisasi pasar $ 19.001.157.418. Jumlah koin yang beredar 33.752.565.071 koin ADA dan maksimal pasokan 45.000.000.000 koin ADA.

Daftar 5 Aset Kripto Bearish

1. Beta Finance (BETA)

Analisis teknikal Beta Finance (BETA).

Beta Finance (BETA) adalah platform pinjaman aset kripto dan DeFi. Beta Finance memiliki alat perdagangan untuk memfasilitasi pengalaman pengguna DeFi.

Beta Finance memang sudah dikenal luas di dunia cryptocurrency dengan status sebagai crypto yang sangat menjanjikan. Namun, Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan BETA kemungkinan besar akan terjadi penurunan harga.

“Walaupun dari analisis teknikal, terlihat saat ini BETA tengah reli, tapi kemungkinan akan bearish. Penurunan harga akan terjadi secara bertahap dari harga puncak saat ini $ 0,13 ke $ 0,12 dan bisa anjlok ke $ 0,07 atau sekitar 35% selama beberapa hari ke depan,” ucap Afid.

Peringkat BETA di CoinMarketCap pada Rabu (18/5) pukul 12.00 WIB adalah #426, dengan kapitalisasi pasar $ 46.082.340. Jumlah koin yang beredar 401.666.667 koin BETA dan maksimal pasokan tidak tersedia.

2. JasmyCoin (JASMY)

Analisis teknikal JasmyCoin (JASMY).

JasmyCoin adalah token kripto asli dari jaringan Jasmy, platform Internet of Things (IoT) yang bertujuan untuk mengembangkan infrastruktur yang memungkinkan siapa saja menggunakan data dengan aman. Token JASMY dapat digunakan untuk membayar penyimpanan data dan jenis layanan serupa lainnya yang ditawarkan oleh jaringan Jasmy.

Afid menjelaskan JASMY kemungkinan besar akan kembali masuk ke fase bearish pada pekan ini. “JASMY bisa terus turun hingga harga $ 0,011 dari $ 0,015 atau turun 22% dalam beberapa hari ke depan. Walaupun sempat rebound, JASMY belum mendapatkan sentimen positif yang membuatnya naik.”

Peringkat JASMY di CoinMarketCap pada Rabu (18/5) pukul 12.00 WIB adalah #357, dengan kapitalisasi pasar $ 63.623.139. Pasokan yang beredar 4.754.930.780 koin JASMY dan maksimal pasokan 50.000.000.000 koin JASMY.

Baca juga: Lebih Kenal Aset Kripto Akropolis (AKRO) & Tellor (TRB)

3. Cortex (CTXC)

Analisis teknikal Cortex (CTXC).

Cortex adalah infrastruktur blockchain publik yang bisa digunakan untuk pembuatan dApps yang didukung AI. Model pembelajaran mesin dapat dikombinasikan dengan smart contract dalam jaringan. CTXC menjadi token asli untuk jaringan Cortex.

Afid mengatakan CTXC memang mengalami kenaikan harga yang signifikan selama beberapa hari terakhir. Oleh karenanya investor sudah jenuh dan overbought, sehingga membuat harganya bisa terkoreksi.

“CTXC dari analisis teknikalnya sudah overbought. Kemungkinan besar akan alami penurunan 16% dari level support-nya saat ini $ 0,13 ke $ 0,11,” kata Afid.

Peringkat CTXC di CoinMarketCap pada Rabu (18/5) pukul 12.00 WIB adalah #543, dengan kapitalisasi pasar $ 28.848.718. Pasokan yang beredar 195.091.597 koin CTXC dan maksimal pasokan 299.792.458 koin CTXC.

4. Frontier (FRONT)

Analisis teknikal Frontier (FRONT).

Frontier adalah platform agregasi Decentralized Finance (DeFi) rantai-agnostik. Pengguna dapat berpartisipasi dalam pelacakan dan manajemen protokol, staking, token swap, penyediaan likuiditas, pembuatan dan pemantauan Collateralized Debt Position (CDP), dan banyak lagi.

Frontier mendukung produk DeFi di Ethereum, Binance Smart Chain, BandChain, Kava, Harmony, dan Cosmos Network. FRONT adalah token utilitas asli Frontier dengan berbagai utilitas.

“Dari analisis teknikal, terlihat saat ini FRONT kemungkinan akan bearish. Penurunan harga akan terjadi dari harga saat ini $ 0,27 ke $ 0,21 atau sekitar 21% selama beberapa hari ke depan,” kata Afid.

Peringkat FRONT di CoinMarketCap pada Rabu (18/5) pukul 12.00 WIB adalah #589, dengan kapitalisasi pasar $ 24.315.030. Pasokan yang beredar 89.956.250 koin FRONT dan maksimal pasokan 90.000.000 koin FRONT.

5. IDEX (IDEX)

Analisis teknikal IDEX (IDEX).

Idex mengklaim sebagai DEX (decentralized exchange) likuiditas hibrida pertama yang menggabungkan model buku pesanan dengan pembuat pasar otomatis. IDEX adalah token ERC-20 di Ethereum. 

IDEX telah diaudit oleh Quantstamp, pemimpin dalam keamanan blockchain yang telah bekerja dengan proyek-proyek terkemuka seperti Maker, Compound, dan Avalanche. Idex sejauh ini terbukti memenuhi standar keamanannya yang tinggi dan tidak menghadapi masalah dengan serangan peretas.

“IDEX sudah overbought dengan kenaikan harga yang sangat signifikan dalam waktu yang cepat. Alhasil harganya akan alami koreksi. Penurunan bisa terjadi sekitar 29% dari harga puncaknya $ 0,112 ke $ 0,080,” terang Afid.

Peringkat IDEX di CoinMarketCap pada Rabu (18/5) pukul 12.00 WIB adalah #353, dengan kapitalisasi pasar $ 65.539.916. Pasokan yang beredar 650.704.299 koin IDEX dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Terungkap! Ini Arus Bitcoin Milik Organisasi Terra LUNA, Sudah Dijual Semua?

Disclaimer:

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.





Sumber : news.tokocrypto.com

Musim Jual Bitcoin Belum Reda, Bearish Masih Mengintai

Harga Bitcoin masih belum aman saat ini. Meski, tergolong sideways di level $ 29-30 ribu, aksi penjualan Bitcoin masih terus berlangsung. Hal ini menandakan musim bearish masih mengintai. 

Pada perdagangan hari ini, 17 Mei 2022, Bitcoin diperdagangkan di level $ 30,374, naik sekitar 3% selama 24 jam terakhir. Sejumlah altcoin pun terapresiasi satu digit. Meski, secara keseluruhan kondisi pasar masih belum aman.

harga bitcoin
BTC/USDT 1 day. Tradingview

Baca juga: Belajar dari Kripto UST dan LUNA, Stablecoin Masih Aman Jadi Instrumen Investasi?

Dikutip dari Cointelegraph, sentimen jangka pendek masih menandakan bearish. Hal ini terlhat dari sentimen dari sejumlah indikator, di antaranya, fear and greed indeks Bitcoin masih berada pada level ketakutan ekstrem. 

Selain itu, exchanges inflow BTC berdasarkan data CryptoQuant masih cukup tinggi. Ini menadakan aksi jual masih akan terus berlanjut. Data Cryptoquant menunjukan cadangan BTC yang masuk ke bursa, perhari ini meningkat 3% atau masuk sekitar 200 ribu koin.

Bitcoin: Exchange Inflow (Total) – All Exchanges

Baca juga: Lebih Kenal Aset Kripto Akropolis (AKRO) & Tellor (TRB)

Berdasarkan analisis teknikal dari Cointelegraph, pergerakan BTC saat ini berpotensi menenggelamkan BTC ke level support di harga $ 28.805. 

Namun, jika harga rebound dari $ 28.805, pembeli diperkirakan kembali mencoba mendorong BTC ke rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 20 hari ($ 33.646). Ini adalah level yang penting untuk diperhatikan karena penembusan dan penutupan di atasnya dapat mengindikasikan bahwa bulls mencoba untuk kembali. Pasangan ini kemudian bisa naik ke simple moving average (SMA) 50 hari ($ 39.300).

Sebaliknya, jika harga tergelincir di bawah $ 28.805, BTC bisa turun ke $ 26.700. Jika support ini bisa dibobol, harga dapat melanjutkan tren turunnya dan harga mungkin turun ke $ 25.000 dan kemudian ke $ 21.800.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ini Arus Bitcoin Milik Organisasi Terra LUNA, Sudah Dijual Semua?

Organisasi Terra LUNA, yakni Luna Foundation Guard (LFG) punya ribuan Bitcoin (BTC) yang sedianya untuk menstabilkan nilai UST. Tapi yang terjadi adalah sebaliknya. Ke manakah Bitcoin miliaran dolar itu mengalir? Sudah dijual?

Pada Maret 2022 lalu, LFG, organisasi asal Singapura yang terafiliasi dengan Terraform Labs, menggelar program praktik “Bitcoin Standard” agar nilai stablecoin UST tak hanya menggunakan kripto LUNA sebagai pasaknya.

Jadilah terungkap kala itu, bahwa pembelian Bitcoin besaran-besaran sudah dilakukan sejak awal tahun.

Hingga beberapa pekan lalu, LFG masih punya cadangan Bitcoin setara $ 3,5 miliar. Namun, setelah harga UST dan LUNA jatuh ke titik nadir, publik bertanya apakah benar BTC itu digunakan untuk menyelamatkan kedua kripto itu? Atau apakah sudah dijual semua dan menjadikan pasar kripto semakin kritis?

Ada banyak jawaban. Salah satu yang cukup terperinci adalah hasil kajian Dr Tom Robinson dari lembaga penelitian Elliptic, pada Jumat (13/5/2022) lalu.

“Pekan ini kita menyaksikan harga UST jatuh. Alih-alih nilainya setara 1 dolar AS, harganya malah jatuh menjadi $ 0,04. Pemegang UST bernilai miliaran dolar pun rugi sangat parah,” kata Tom di awal kajian itu.

Nilai UST yang jauh di bawah 1 dolar. Sumber: Coinmarketcap.

Baca juga: Cara Membaca Candlestick dengan Simpel dan Akurat

LFG memang mencanangkan program sangat mencengangkan. Mereka berencana membeli Bitcoin setara $ 10 miliar dalam jangka panjang dan sekitar US$3 miliar dalam jangka pendek.

Bitcoin sebanyak itu sedianya akan digunakan sebagai pasak nilai untuk UST, selain menggunakan kripto LUNA.

“Antara Januari dan Mei 2022, ada sekitar 80.394 BTC senilai $ 3,5 miliar pada saat itu, dibeli oleh LFG,” sebut Tom.

Ia melanjutkan, ketika nilai UST mulai turun pada 9 Mei 2022, LFG mengumumkan bahwa mereka akan mulai membuang cadangan Bitcoin-nya itu dan membeli UST.

Inilah langkah pertama untuk mencoba mempertahankan pasak UST agar tetap 1 banding 1 terhadap dolar AS.

“Selama hari beberapa hari berikutnya, Bitcoin LFG itu justru dikosongkan. Saldonya kini nol. Nah, karena nilai stablecoin UST terus merosot, publik bertanya tentang nasib cadangan bitcoin LFG itu, dan apakah itu benar-benar digunakan untuk mendukung nilai stablecoin UST. Di sini kami punya jawabannya, setidaknya soal ke mana aliran dana BTC itu,” sebut Tom.

Salah satu address milik Luna Foundation Guard (LFG) yang sudah kosong. Sumber: Blockchair.

Baca juga: Michael Saylor: Kripto Longsor Akan Percepat Regulasi Stablecoin

Melacak Bitcoin Milik Organisasi Terra LUNA

Pada pagi hari 9 Mei 2022, LFG mengumumkan bahwa mereka akan meminjamkan BTC senilai $ 750 juta ke perusahaan perdagangan OTC (over the counter) untuk membantu melindungi pasak UST.

Pendiri Terralabs, Do Kwon, kemudian mengklarifikasi bahwa Bitcoin akan “digunakan untuk trading“.

Pada waktu yang hampir bersamaan, 22.189 BTC (senilai $ 750 juta saat ini) dikirim dari address Bitcoin yang terkait dengan LFG, ke address baru.

Kemudian malam itu, 30.000 BTC lainnya (senilai $ 930 juta pada saat itu) dikirim dari dompet LFG lainnya, ke address yang sama ini.

Aliran dana BTC ke Gemini.

Dalam beberapa jam, keseluruhan 52.189 BTC ini kemudian dipindahkan ke satu akun di bursa kripto Gemini, di AS, dengan beberapa transaksi.

“Sayangnya, sulit untuk melacak aliran aset lebih lanjut atau mengidentifikasi apakah BTC itu dijual untuk mendukung harga UST,” Tom mengaku.

Lanjutnya, ini menyisakan 28.205 BTC dalam cadangan Terra. Pada 01:00 UTC pada 10 Mei 2022, BTC itu dipindahkan secara keseluruhan, dalam satu transaksi, ke satu akun di Binance.

Supply LUNA yang terus bertambah, kini menjadi lebih dari 6,5 triliun LUNA. Sumber: Messari.

“Sekali lagi tidak mungkin untuk mengidentifikasi apakah aset ini dijual atau kemudian dipindahkan ke dompet lain,” katanya.

Aliran BTC ke Binance.

Tom menutup kajian itu dengan pernyataan, bahwa mereka yang ingin mendapatkan “ganti rugi” akibat runtuhnya UST, sangat bergantung pada status Bitcoin LFG itu.

Kalimat itu dapat ditafsirkan, bahwa LFG bisa saja bertanggung jawab soal kerugian dan tidak transparan soal Bitcoin sebagai bagian dari pasak UST. [ps]

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Lebih Kenal Aset Kripto Akropolis (AKRO) & Tellor (TRB)

Aset kripto Akropolis (AKRO) dan Tellor (TRB) memiliki kesamaan memiliki project protokol keuangan terdesentralisasi berbasis Ethereum. Namun, kedua punya tujuan project masing-masing yang berbeda. Apa saja?

So, mari berkenalan lebih dekat dengan aset kripto Akropolis (AKRO) dan Tellor (TRB).

Akropolis (AKRO)

Apa Itu Akropolis (AKRO)?

Akropolis sendiri adalah perusahaan yang mengoperasikan protokol keuangan terdesentralisasi berbasis Ethereum. Akropoli didirikan pada tahun 2017 oleh Ana Andrianova, dengan Kate Kurbanova bergabung kemudian sebagai salah satu pendiri.

Akropolis berupaya menyediakan ekosistem keuangan otonom untuk menyimpan dan menumbuhkan kekayaan, termasuk melalui pinjam-meminjam. Untuk melakukannya, Akropolis menawarkan serangkaian produk termasuk AkropolisOS, sebuah sistem untuk mengembangkan organisasi otonom terdesentralisasi yang mencari keuntungan, melalui dua platform.

Kedua platform itu adalah Sparta, platform untuk pinjaman tanpa agunan, dan Delphi, agregator farming hasil dan alat untuk untuk melakukan dollar-cost averaging (DCA).

Akropolis (AKRO)
Ilustrasi aset kripto Akropolis (AKRO).

Proyek ini menggunakan token ERC-20, AKRO, untuk tata kelola protokol di seluruh rangkaian produknya. Akropoli pertama kali diumumkan pada Maret 2018, diluncurkan di mainnet Ethereum pada Juni 2020.

Baca juga: Belajar dari Kripto UST dan LUNA, Stablecoin Masih Aman Jadi Instrumen Investasi?

Apa yang Membuat Akropolis (AKRO) Unik?

Akropolis dipahami sebagai dana tabungan dan pensiun yang didistribusikan, sebuah solusi untuk menghindari runtuhnya sistem pensiun negara yang bisa terjadi kapan saja. Tetapi pada Agustus 2020, perusahaan menyatakan bahwa mereka telah mengalihkan fokusnya untuk membangun sistem yang mendasari terciptanya AkropolisOS untuk memungkinkan perusahaan mendapatkan modal lebih cepat.

Akropolis mengklaim bahwa AkropolisOS tidak seperti protokol DeFi lainnya, produknya mengurangi risiko yang terkait dengan pinjaman ini dengan memberikan insentif komunitas dalam bentuk AKRO kepada mereka yang memberikan penilaian risiko yang akurat.

Akropolis (AKRO)
Ilustrasi aset kripto Akropolis (AKRO).

Akropolis memiliki persediaan maksimum tetap sebesar 4 miliar token AKRO. Peringkat AKRO di CoinMarketCap pada Selasa (17/5) pukul 13.00 WIB adalah #665, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 16.689.283. GAL memiliki pasokan yang beredar dari 4.878.577.183 koin AKRO dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Market Kripto Anjlok Berlarut: Investor Tak Perlu Panik

Tellor (TRB)

Apa Itu Tellor (TRB)?

Tellor adalah protokol oracle terdesentralisasi berbasis Ethereum. Tellor diluncurkan pada tahun 2019 oleh tim yang berbasis di AS dengan tujuan untuk mengatasi masalah oracle pada blockchain Ethereum.

Oracle adalah bagian penting dari infrastruktur blockchain yang memperbarui data off-chain yang berharga, membuatnya tersedia untuk smart contract on-chain. Tellor didirikan oleh Brenda Loya, Nick Fett dan Michael Zemrose.

Oracle Tellor memasok data yang dapat diminta, divalidasi, dan ditempatkan di blockchain tanpa izin dengan pelapor data yang bersaing untuk mendapatkan insentif dari TRB. Reporter data membawa informasi berharga secara on-chain untuk berbagai aplikasi DeFi.

Tellor (TRB)
Ilustrasi aset kripto Tellor (TRB).

Baca juga: Do Kwon Persiapkan LUNA Baru yang Tidak Akan Terhubung dengan UST

Apa yang Membuat Tellor (TRB) Unik?

Oracle Tellor bekerja dengan memberi insentif kepada reporter data untuk menempatkan data yang valid secara on-chain, sementara juga mendisinsentifkan laporan buruk melalui perselisihan dan pemotongan.

Menjadi reporter tidak memerlukan proses verifikasi. Siapa pun di mana pun di dunia dapat menjadi reporter menggunakan perangkat lunak open source, karakteristik unik di antara oracle blockchain.

Ketika pengguna oracle meminta nilai titik data off-chain (misalnya BTC/USD), reporter data bersaing untuk menambahkan nilai ini ke bank data on-chain, dapat diakses oleh semua smart contract di jaringan yang didukung Teller (Ethereum, Polgyon, Algorand, dll). Frekuensi pembaruan data hanya dibatasi oleh seberapa banyak atau seberapa sering pengguna memberi “tip” feed dengan TRB.

Tellor (TRB)
Ilustrasi aset kripto Tellor (TRB).

Tujuan token asli Tellor, Tributes (TRB), adalah untuk menghubungkan dan menyelaraskan reporter data, pengguna oracle, dan tata kelola komunitas. Keamanan dicapai melalui kontrak tata kelola Tellor, yang menggunakan mekanisme sengketa sederhana untuk mencapai konsensus masyarakat atas data yang dilaporkan.

Peringkat TRB di CoinMarketCap pada Selasa (17/5) pukul 13.00 WIB adalah #658, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 16.897.884. GAL memiliki pasokan yang beredar dari 1.703.442 koin TRB dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Mengenal Aset Kripto Project Galaxy (GAL) dan Lido Dao (LDO)

Akropolis (AKRO) dan Tellor (TRB) Listing di Tokocrypto

Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan Anda pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Akropolis (AKRO) dan Tellor (TRB).

Trading AKRO/USDT, TRB/USDT, TRB/BUSD dan TRB/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 13 Mei 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran AKRO dan TRB di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Do Kwon Persiapkan LUNA Baru yang Tidak Akan Terhubung dengan UST

Pada hari Senin, 13 Mei 2022, pendiri blockchain Terra Luna, Do Kwon, mengumumkan revisi rencana untuk memulihkan ekosistem setelah mengalami kombinasi volatilitas pasar yang signifikan sehingga menghapus sebagian besar kapitalisasi pasar blockchain.

Dikatakan Kwon, Terraform Labs akan mengajukan proposal tata kelola baru pada 18 Mei untuk mem-fork blockchain Terra Luna yang disebut Terra (LUNA).

Namun, dalam chain yang baru itu tidak akan ditautkan ke stablecoin TerraUSD (UST). Sedangkan, untuk blockchain Terra akan tetap ada dan tertaut dengan UST dan akan disebut Terra Classic (LUNC). Jika rencana disetujui, maka blockchain LUNA yang baru akan live mulai 27 Mei 2022.

Dalam revisi tersebut, token LUNA yang baru akan dikirimkan ke pemegang LUNC, pemegang UST, dan pengembang penting dari blockchain Terra Classic.

stablecoin TerraUSD (UST).
Ilustrasi stablecoin TerraUSD (UST).

Baca juga: Market Kripto Anjlok Berlarut: Investor Tak Perlu Panik

Selain itu, dompet Terraform Labs dengan alamat terra1dp0taj85ruc299rkdvzp4z5pfg6z6swaed74e6 akan dihapus dari daftar putih untuk airdrop, sehingga menjadikan Terra milik komunitas sepenuhnya.

Pasokan LUNC yang diusulkan dibatasi sebesar 1 miliar, dimana 25%-nya masuk ke kumpulan komunitas, 5% ke pengembang penting, dan 70% ke pemegang LUNC dan UST di berbagai snapshot acara di bulan Mei, tergantung pada kondisi vesting.

Sebelumnya, Luna Foundation Guard yang penjaga ekosistem LUNA mengungkapkan bahwa mereka menggunakan sebagian besar cadangan mata uang kriptonya untuk mempertahankan pasak UST selama aksi jual pasar. Namun dengan aksi ini, kecil kemungkinan ekosistem Terra dapat menyelamatkan dirinya sendiri tanpa bantuan modal eksternal.

CEO Binance, Changpeng Zhao, mengatakan bahwa dia akan mendukung komunitas Terra dalam usaha recovery ini, namun dia ingin melihat lebih banyak transparansi dari entitas terkait.

Baca juga: Belajar dari Kripto UST dan LUNA, Stablecoin Masih Aman Jadi Instrumen Investasi?



Sumber : news.tokocrypto.com

Market Kripto Anjlok Berlarut: Investor Tak Perlu Panik

Kondisi market aset kripto dalam beberapa waktu terakhir mengalami banyak tekanan. Alhasil, penurunan market terus terjadi dan sejumlah aset kripto masih nyaman berada di zona merah dalam sepekan terakhir.

Di samping itu, pasar crypto juga telah diguncang oleh stablecoin algoritmik dari TerraUSD (UST) yang nilainya runtuh dan gagal menjaga persamaan nilai tukarnya terhadap dolar AS. Kemudian, LUNA, aset kripto di jaringan Terra juga kehilangan lebih dari 99% dari harga tertingginya.

Dari dalam negeri, aturan pajak aset kripto telah resmi diberlakukan 1 Mei 2022. Ini juga menarik perhatian investor soal potensi industri kripto di Indonesia. Beberapa peristiwa di atas, membuat pelaku pasar mulai memikirkan masa depan dari industri aset kripto secara global maupun nasional.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo), Teguh Kurniawan Harmanda, menyikapi kondisi market sebagai siklus yang terkadang naik dan turun. Maka, dari itu pelaku pasar perlu menyikapi kondisi ini dengan tenang dan sikap kehati-hatian.

“Ruang kripto masih merupakan pasar baru di mana pertumbuhan dan siklus bisa naik dan turun. Kondisi penurunan market saat ini, tidak hanya terjadi di kripto saja. Pasar modal pun mengalami hal yang serupa. Inflasi pun relatif tetap mendekati level tertinggi. Tidak pernah ada tempat berlindung yang aman, ketika badai sedang dalam kekuatan penuh,” kata pria yang akrab disapa Manda.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda

Baca juga: Pasar Sepekan: Sentimen Negatif Masih Kuat, Aset Kripto Sekarat

Pasar Kripto akan Kembali Pulih

Manda menambahkan melihat aksi jual yang luas di market, sepertinya tidak dapat dihindarikan, namun ini bukan saatnya untuk panik. Pasar kripto sebagian besar mulai kembali stabil. Jadi, jika pasar modal kembali pulih, diharapkan hal serupa terjadi di kripto.

Ada ketidakpastian lain yang mengganggu sentimen investor secara bersamaan. Ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina, inflasi yang memburuk, masalah rantai pasokan, fluktuasi harga minyak, pertumbuhan yang melambat di China dan kekhawatiran tentang dampak wabah COVID-19 di sana juga berkontribusi terhadap kecemasan.

“Banyak aset telah naik cukup tinggi dalam beberapa bulan dan tahun terakhir, mungkin sampai-sampai mereka diperdagangkan lebih dari yang seharusnya. Saat situasi sangat tidak pasti seperti sekarang, volatilitas pasar selalu lebih tinggi,” katanya.

Industi kripto telah tumbuh dengan berbagai inovasi yang dapat mengubah kehidupan. Apa yang dimulai sebagai konsep ekonomi, seperti investasi kini telah merambah ke dunia ekosistem blockchain. Sebuah inovasi bisa saja gagal dan berhasil, termasuk stablecoin algoritmik adalah salah satunya.

Ilustrasi market aset kripto.
Ilustrasi market aset kripto.

“Drama yang terjadi saat ini sedang menguji stablecoin algoritmik untuk melihat apakah mereka berhasil atau gagal. Namun, ada banyak sisi baik dari stablecoin dengan konsep yang berbeda. Diharapkan para pengembang project kripto dapat menemukan inovasi mutakhir dalam waktu dekat melalui proyek-proyek baru,” ucapnya.

Baca juga: Belajar dari Kripto UST dan LUNA, Stablecoin Masih Aman Jadi Instrumen Investasi?

Pajak Kripto Dorong Industri Tumbuh

Industri aset kripto sudah masuk babak, ketika Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/PMK.03/2022 resmi berlaku 1 Mei 2022. Beleid itu mengatur tentang pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penghasilan (PPh) atas transaksi perdagangan aset kripto.

Aturan tersebut sudah dijalankan oleh semua pedagang fisik aset kripto (PFAK) yang terdaftar resmi di Bappebti. Mereka membuat skema masing-masing untuk memungut pajak dan menaati peraturan yang berlaku.

“Langkah pemerintah tersebut patut diapresiasi sebagai upaya untuk menciptakan same level of playing field dalam pemajakan instrumen investasi. Pedagang aset kripto kini semua telah menjalankan aturan tersebut sesuai dengan beleid PMK 68,” kata Manda.

Pajak Kripto Indonesia Bikin Trader Terhuyung, Zipmex yang Tanggung!
Ilustrasi pajak kripto Indonesia.

Diharapkan dengan adanya aturan PMK 68 ini bisa mendorong pertumbuhan industri kripto di dalam negeri, karena ada kepastian hukum yang lebih kuat dan memberikan kenyamanan dan keamanan bagi investor. Para pelaku pasar dapat berkontribusi dalam pembangunan ekonomi negara melalui pajak transaksi aset kripto yang dibayarkan.

Saat ini, asosiasi dan para pedagang aset kripto masih terus melakukan sosialisasi dan edukasi yang menyeluruh untuk memberikan pemahaman mengenai mekanisme penerapan PMK 68, besaran potongan dan dampaknya bagi investor. Diharapkan aturan ini bisa memberikan dampak yang besar untuk pertumbuhan jumlah investor dan volume transaksi kripto di dalam negeri.

Baca juga: Jajal Web3, Google Akan Saingi Amazon dan Microsoft



Sumber : news.tokocrypto.com