Tag Archives: crypto

Intip 4 Strategi AI Trading Crypto yang Bisa Dicoba!

AI Trading merupakan metode trading yang melibatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu kamu dalam proses pengambilan keputusan jual beli di pasar finansial.

Terdapat beberapa strategi utama yang umum digunakan dan dapat dioptimalkan oleh pemula maupun profesional, seperti Trend-Following, Mean Reversion, Sentiment Based, dan High-Frequency Trading

Yuk pelajari empat strategi populer yang sering digunakan dalam AI trading di bawah ini!

Baca lebih lengkap mengenai AI trading: Semakin Booming! Apa Itu AI Trading, Pengertian, dan Cara Kerjanya?

Trend-Following

Strategi ini fokus pada identifikasi tren yang sedang berkembang. AI dapat digunakan sebagai alat untuk mendeteksi pergerakan harga yang mulai naik—biasanya dikombinasikan dengan indikator teknikal sehingga kamu dapat mengeksekusi buy sebelum harga benar-benar breakout.

Keunggulan AI dalam strategi ini adalah kemampuannya mengenali sinyal awal lebih cepat daripada manusia. Dengan kecepatan dan kemampuan menganalisa berbagai aset dalam waktu bersamaan, strategi ini cocok untuk market bullish dan strategi swing trading.

Baca juga: Apa itu Swing Trading dan Bagaimana Cara Swing Trading Crypto?

Mean Reversion

Pernah dengar istilah buy the dip? Dengan strategi ini AI bisa kamu gunakan untuk hal tersebut lho!

Berbasis pada teori Mean Reversion yang berarti: “Mean” = rata-rata dan “Reversion” = kembali ke titik asal, teori ini mengatakan bahwa harga akan cenderung kembali ke rata-rata historis setelah mengalami pergerakan signifikan, dan AI dapat digunakan untuk hal tersebut dengan mengidentifikasi kondisi oversold atau overbought melalui alat teknikal seperti Bollinger Bands atau RSI.

Contohnya, ketika harga turun jauh di bawah rata-rata dan volume tetap tinggi, AI dapat mengenali ini sebagai potensi “bounce back” dan merekomendasikan kamu untuk membeli aset tersebut.

Baca juga: Investasi atau Trading? Mana yang Lebih Menguntungkan?

Sentiment-Based Trading

Pasar kripto sangat sensitif terhadap isu yang ada di media sosial. Faktor seperti sentimen pasar, komunitas, hingga investor cenderung dapat mempengaruhi pergerakan harga ke depannya—terutama bagi aset kripto dengan kapitalisasi pasar kecil dan sedang.

AI dapat kamu gunakan sebagai alat untuk melakukan analisis sentimen pasar, dengan Natural Language Processing (NLP), AI bisa menganalisis jutaan postingan media sosial, berita, dan forum dalam waktu singkat—termasuk konteks, struktur, dan emosi yang tercurah. Sehingga kamu dapat memanfaatkan informasi berbasis sentimen ini untuk menentukan arah pergerakan harga ke depannya.

Misalnya, jika AI mendeteksi lonjakan sentimen negatif terhadap suatu aset, AI bisa memberikan sinyal jual sebelum harga turun drastis. Sebaliknya, jika sentimen publik berubah positif, AI dapat memberikan sinyal beli sebelum pasar merespon secara penuh.

Baca juga: Cara Analisis Sentimen Crypto untuk Pemula atau gabung Telegram Official Tokocrypto untuk diskusi analisa sinyal harian bersama trader lain.

High-Frequency Trading (HFT)

AI juga sangat unggul untuk digunakan dalam high-frequency trading, yakni strategi yang mengandalkan eksekusi transaksi dalam hitungan detik, mirip seperti scalping. 

Dengan algoritma yang super cepat dan latency rendah, AI bisa melakukan ratusan bahkan ribuan transaksi kecil per hari. Meskipun keuntungan per transaksi kecil, volume yang besar dan efisiensi waktu membuat strategi HFT ini sangat menguntungkan. 

Singkatnya, strategi ini seperti robot trading, namun dengan kemampuan analitik AI yang lebih canggih.

Siap untuk trading dengan bantuan AI? Yuk deposit di Tokocrypto mulai dari Rp20.000 dan pelajari cara mudah gunakan AI trading di sini: Cara Mudah Implementasi AI Trading dengan ChatGPT dan Incite AI untuk Pemula.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Protokol Stablecoin Akan Bakar 6 Juta Token

Protokol stablecoin Resupply sedang menghadapi krisis kritis setelah terbaru dibobol sekitar $9,5 juta oleh peretas.

Menanggapi peristiwa tersebut, tim Resupply kini mengusulkan untuk membakar (burn) sebanyak 6 juta token guna menjaga stabilitas ekosistem dan memulihkan kepercayaan investor.

Bagaimana Eksploitasi Terjadi?

Pada empat hari lalu, peretas berhasil mengeksploitasi pasar berlikuiditas rendah di Resupply, memungkinkan mereka menguras dana senilai hampir $9,5 juta.

Serangan ini menggunakan mekanisme manipulasi harga exchange rate untuk menarik token lewat smart contract, sebuah vektor yang dikenal dalam DeFi dan stablecoin di mana mekanisme harga tidak cukup kuat untuk menangani pergerakan besar.

Baca Juga: Mengenal USD1: Stablecoin World Liberty Financial Bidik Pasar Institusi

Proposal Burn 6 Juta Token sebagai Jawaban

Sebagai langkah krisis, tim Resupply mengajukan usulan untuk melakukan token burn sebanyak 6 juta token sebagai bentuk emasif deflasi untuk membatasi supply dan diharapkan dapat meredam efek negatif dari kerugian akibat eksploit.

  • Itu setara dengan sekitar 60% dari supply yang dicuri, dan mewakili 85% dari volume exploit estimate berbentuk token.
  • Rencana tersebut masih dalam diskusi komunitas: tim pengembang menyiapkan forum voting dan audit tambahan untuk memastikan keamanan setiap tindakan.

Tujuan Utama dan Harapan Komunitas

Rencana pengurangan token ini bertujuan untuk:

  1. Menyeimbangkan supply agar eksposur modal tidak terlalu longgar akibat eksploit.
  2. Meningkatkan kepercayaan pasar, menunjukkan komitmen nyata tim meski krisis terjadi.
  3. Mengurangi tekanan jual dari akumulasi pendanaan yang tentang setelah exploit.

Banyak anggota komunitas dan investor menyampaikan dukungan terbatas, tetapi sebagian lainnya meminta audit tambahan dan transparansi penuh sebelum proses burn dilaksanakan.

Risiko dan Tantangan Proses Burn

Meski strategi token burn bisa membantu, ada banyak risiko yang perlu dihadapi:

  • Legal & compliance: Token burning memerlukan hoki pemangku kepentingan, termasuk investor tahap awal—tanpa dukungan mereka, tindakan ini bisa berujung sengketa hukum.
  • Efektivitas terbatas: Jika burn tidak cukup besar atau belum diikuti kepercayaan kembali, harga token bisa tetap tertekan.
  • Kerentanan kontrak: Setelah serangan baru-baru ini, audit smart contract lanjutan sangat penting agar token burn tidak menjadi tragedi berikutnya.

Proyeksi dan Prospek Pulih

Jika rencana burn disetujui:

  • Kejatuhan harga saat ini bisa dikendalikan karena supply turun drastis.
  • Token berpotensi naik kembali jika investor yakin exploit sudah ditangani dan ekosistem kembali stabil.
  • Adanya roadmap pasca-burn seperti penggantian protokol harga otomatis, audit berkelanjutan, dan peningkatan likuiditas menjadi kunci pemulihan jangka menengah.

Namun jika inisiatif abort atau gagal menaikkan kepercayaan, protokol bisa kehilangan integritas dan pengguna.

Baca Juga: Maple Finance Hadirkan Pinjaman Stablecoin Berbasis stETH

Serangan exploit senilai hampir $10 juta menjadi ujian besar bagi Resupply. Usulan burn 6 juta token menunjukkan tim berusaha mengambil langkah tanggung jawab untuk memulihkan ekosistem.

Namun rencana ini juga penuh tantangan legal dan teknis; audit dan transparansi penuh kini menjadi kebutuhan mutlak.

Apa yang perlu dilakukan selanjutnya:

  • Menyelesaikan voting komunitas dan persetujuan investor.
  • Melaksanakan audit smart contract menyeluruh.
  • Menerbitkan roadmap kepercayaan jangka panjang, termasuk peningkatan protokol harga dan likuiditas.

Protokol DeFi mana pun dapat belajar dari kasus ini: respons cepat dan transparansi publik adalah kunci untuk bertahan kala krisis tak terduga datang.

Resupply tampak berada di ujung jalan pemulihan—tapi apakah mereka dapat membuktikan kesiapan dan kredibilitasnya di mata komunitas? Waktu dan hasil burn akan menjadi jawabannya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tren Perusahaan Bitcoin Treasury Meningkat, Resiliensi Terbatas

Tren perusahaan publik memasukkan Bitcoin (BTC) ke dalam neraca (treasury companies) semakin marak pada tahun 2025.

Namun, laporan dari VC Breed memperingatkan bahwa hanya sebagian kecil perusahaan yang akan mampu bertahan, sedangkan sisanya mungkin akan mengalami death spiral akibat tekanan harga dan risiko pendanaan.

Tahapan “Death Spiral” yang Berbahaya

Menurut laporan Breed, perusahaan Bitcoin treasury bisa memasuki tujuh fase penurunan:

  1. Penurunan harga BTC
  2. Turunnya market NAV (MNAV)
  3. Harga saham berada dekat NAV
  4. Kesulitan memperoleh modal
  5. Tekanan hutang/margin call
  6. Penjualan paksa BTC
  7. Siklus koreksi pasar berulang

Jika tekanan pendanaan muncul, akhir dari siklus ini dapat memperparah koreksi harga Bitcoin dan memicu konsolidasi ketat antar perusahaan treasury.

Baca Juga: Bitcoin Bergoyang: Leverage Terpukul dan Inflasi Kembali Bayangi Pasar

Kondisi Saat Ini: Equity vs Debt

Laporan menyebut saat ini sebagian besar perusahaan masih menggunakan pembiayaan ekuitas, bukan hutang, sehingga risiko pelepasan Bitcoin secara paksa masih terbatas .

Meski demikian, jika tren menggunakan hutang sebagai sumber dana diperluas, maka risiko spiral bisa membesar—terutama saat harga BTC turun dan pemanggilan margin terjadi .

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 29 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 29 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Kunci untuk Bertahan di Siklus Pasar

Breed menyarankan perusahaan yang ingin melewati tekanan pasar harus:

  • Mempertahankan nilai saham premium terhadap NAV (agar tetap menarik modal).
  • Dipimpin orang yang berpengalaman, strateginya jelas, dan fokus jangka panjang.
  • Konsisten menambah jumlah Bitcoin per sahamnya walau di masa turun.

Hanya segelintir perusahaan yang memiliki keunggulan inimereka yang mampu mempertahankan MNAV premium dan terus tumbuh akan bertahan.

Risiko Modal & Volatilitas

VanEck menyampaikan peringatan besar tentang erosi modal. Bila perusahaan menerbitkan saham saat harga diperdagangkan sama dengan NAV, maka penambahan modal dapat justru merugikan pemegang saham karena menciptakan dilusi yang berlebih (cointelegraph.com, cointelegraph.com).

Kasus Semler Scientific menjadi contoh nyata: meskipun memegang Bitcoin, kapitalisasinya turun hingga lebih rendah daripada nilai BTC yang dimiliki—akibat ketergantungan saham terhadap aset digital yang volatile.

Potensi Konsolidasi & Dampak Sistemik

Sebagian analisis menyebut kemungkinan konsolidasi besar akan terjadi, di mana perusahaan “zombie” akan diakuisisi atau gulung oleh entitas yang lebih kuat. Ini bisa mempersempit lanskap rumahan perusahaan treasury menjadi lebih stabil dan terpusat .

Namun sebagian pihak mengkhawatirkan hal ini akan menyebabkan peningkatan risiko sistemik jika tidak diantisipasi—termasuk kemungkinan tekanan pasar yang terlalu berat dan efek domino pada sektor kripto secara luas.

Data & Fakta: Seberapa Luas Tren Ini?

  • Lebih dari 250 organisasi publik termasuk perusahaan, ETF, lembaga pensiun, dan layanan digital menyimpan Bitcoin di neracanya.
  • MicroStrategy (sekarang Strategy) dengan pimpinan Michael Saylor menjadi pelopor, berhasil mengakumulasi lebih dari 2% pasokan global Bitcoin, yang mendorong harga sahamnya naik lebih dari 3.000%.
  • Aktivitas serupa dilirik oleh perusahaan-perusahaan seperti Trump Media dengan rencana mengumpulkan miliaran dolar untuk membeli BTC.

Fenomena perusahaan publik yang mengadopsi Bitcoin treasury menunjukkan minat institusional yang besar. Namun laporan Breed memperingatkan perilaku death spiral bisa menghancurkan mereka jika tidak memiliki struktur keuangan dan strategi yang matang.

Perusahaan yang mampu mempertahankan sahamnya di atas NAV, hanya menggunakan pembiayaan ekuitas, dan terus mengembangkan kepemilikan Bitcoin secara bertahap adalah kandidat kuat untuk bertahan. Sebaliknya, perusahaan yang terjebak dalam strategi hutang dan tidak mempertahankan perbedaan nilai saham akan menghadapi risiko besar saat koreksi pasar datang.

Bagi investor dan pengamat pasar kripto, pemilahan antara “yang layak bertahan” dan “berisiko runtuh” menjadi kunci memahami dinamika selanjutnya—khususnya dalam melihat dampak lanjutan pada harga Bitcoin dan stabilitas pasar global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Volume Futures Solana Meroket hingga 1,75 Juta Kontrak

Jaringan Solana (SOL) mencetak tonggak penting dengan volume kontrak futures mencapai rekor 1,75 juta kontrak di CME (Chicago Mercantile Exchange) pada 23–24 Juni.

Data dari Glassnode menunjukkan lonjakan ini menyusul rebound harga SOL ke sekitar $145, menandakan minat besar dari investor institusional yang mulai masuk ke pasar Solana secara agresif.

Apa Arti Lonjakan Volume Ini?

  • Volume harian 1,75 juta kontrak merupakan angka tertinggi sejak CME memperkenalkan futures SOL pada Maret 2025, dibandingkan dengan sekitar 800.000 kontrak di awal Juni, menunjukkan peningkatan aktivitas lebih dari dua kali lipat dalam sebulan terakhir.
  • Lonjakan volume ini menandakan penguatan ekstrim kepercayaan pelaku institusional terhadap potensi jangka panjang SOL, khususnya saat harga kembali menguji level $145–$150.
  • Di samping itu, Capital inflow bersih ke ekosistem Solana tercatat sebagai yang tertinggi dibanding blockchain lain—sekitar $21,55 juta dalam 24 jam terakhir, mengungguli Base, Noble, atau Ethereum.

Baca Juga: DeFi Dev Corp Gandeng Dogwifhat, Perkuat Validator Solana

Analisis Harga & Struktur Teknikal

  • SOL mengalami pemulihan cepat dari batas support di kisaran $130–$133, menggambarkan pola pembalikan membentuk struktur V‑shape recovery.
  • Saat ini SOL diperdagangkan antara $143−$146, dengan resistance awal di $150 dan potensi recovery ke zona $160$170 jika momentum bullish berlanjut.
  • Indikator teknikal seperti MACD menunjukkan divergensi negatif, sementara RSI sekitar 47 memberikan sinyal bahwa kekuatan bullish mulai melemah meski masih berada di zona netral.
Pergerakan harga Pudgy Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 27 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 27 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Signifikansi Jangka Panjang

  • Respon institusional meningkat. CME dikenal sebagai platform teregulasi bagi hedge fund dan manajer aset besar, sehingga volume tinggi di CME menjadi tanda kepercayaan terhadap SOL sebagai aset jangka panjang.
  • Momentum peluncuran kontrak futures pada Maret 2025 memperkuat kredibilitas Solana di mata regulator dan investor; ini juga memperbesar harapan persetujuan ETF spot SOL.
  • Solana kini bersaing ketat dengan Bitcoin dan Ethereum dalam hal infrastruktur dan adopsi institusional. Volume CME dan inflow modal mendukung peran SOL sebagai altcoin utama.

Risiko dan Perhatian

  • Ketergantungan pada leverage futures bisa memperbesar volatilitas; jika investor melakukan unwind posisi secara massal, harga SOL bisa terkoreksi tajam.
  • Break di bawah support penting $130–$133 bisa mengancam struktur bullish dan menyeret harga menuju $120 atau lebih rendah.
  • Keputusan regulasi lebih lanjut, seperti persetujuan atau penolakan ETF SOL di masa depan, bisa jadi penentu besar arah jangka menengah.

Ringkasan dan Strategi

Elemen Kunci Detail
Volume CME Tertinggi 1.75 juta kontrak
Harga SOL Saat Ini ±$145
Support Teknikal $130–$133
Resistance Target $150; kemungkinan ke $160–$170
Aliran Modal Bersih ±$21,5 juta masuk ke SOL
Risiko Potensial Volatilitas tinggi, tekanan koreksi

Strategi untuk trader dan investor:

  • Trader jangka pendek bisa memanfaatkan swing dari support ke resistance, sambil menggunakan stop-loss ketat di bawah $132.
  • Swing trader dapat memperhatikan potensi breakout di atas $150 dengan volume tinggi sebagai sinyal untuk masuk posisi.
  • Investor jangka menengah perlu memperhatikan berita ETF dan inflow institusional untuk melihat tren yang lebih besar.

Baca Juga: Solana dan Kazakhstan Sinergi, Dorong Ekonomi Kripto Asia Tengah

Lonjakan volume futures Solana di CME ke level tertinggi sepanjang sejarah menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor institusional terhadap SOL sebagai aset utama.

Saat harga kembali menyentuh zona $145 dan support teknikal terbukti kuat, momentum ini bisa menjadi katalis untuk rebound lebih lanjut menuju kisaran $160–$170.

Namun kewaspadaan tetap dibutuhkan—terutama soal volatilitas yang bisa terjadi saat posisi leveraged unwind. Investor harus memantau RSI, MACD, serta aliran modal dan keputusan ETF di masa mendatang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Kembali ke Zona Hijau, Mengincar Level $110.000

Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan performa positif setelah berhasil menembus zona $105.500. Pergerakan ini memperkuat momentum bullish yang berpotensi membawa harga menembus resistance berikutnya di atas $108.000 dan mengincar target jangka pendek di $110.000.

Bitcoin sempat mengalami tekanan di bawah $103.500, namun bulls berhasil mendorong harga kembali ke atas $104.200 dan $105.500, mengindikasikan masuknya kembali ke zona positif. Saat ini, BTC diperdagangkan di atas $106.000 dan berada di atas Simple Moving Average (SMA) 100 jam, yang menjadi sinyal kuat dukungan tren naik jangka pendek.

Menurut laporan Newsbtc, secara teknikal, grafik per jam pasangan BTC/USD menunjukkan adanya garis tren bullish dengan level support di sekitar $107.400. Resistance langsung berada di sekitar $108.000, dengan resistance kunci di $108.200. Jika harga mampu menembus level ini, peluang untuk menguji $110.000 semakin besar, bahkan bisa berlanjut hingga ke zona $112.000.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 26 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 26 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Reli Bitcoin Berlanjut: Peluang Rekor Tertinggi Baru Terbuka Lebar

Momentum Bullish

“Momentum bullish semakin menguat, dengan indikator RSI yang kini bertahan di atas level 50 dan MACD yang terus bergerak di wilayah positif,” ungkap analis teknikal kripto Aayush Jindal.

Namun, risiko koreksi tetap terbuka jika BTC gagal bertahan di atas zona $108.000. Support terdekat ada di $107.400 dan $105.500, yang berfungsi sebagai penyangga penting bagi harga. Jika harga kembali turun dan menembus level $104.000, tekanan jual bisa meningkat hingga mendorong BTC kembali ke zona $103.200.

Level Kunci yang Perlu Diperhatikan:

  • Support: $107.400, $105.500, dan $104.000
  • Resistance: $108.200, $110.000, dan $112.000
  • Indikator: RSI di atas 50, MACD menunjukkan momentum bullish

Dengan pergerakan saat ini, para pelaku pasar akan mengamati apakah Bitcoin mampu mempertahankan momentumnya dan bergerak di atas $108.500 dalam waktu dekat.

Baca juga: Pasar Kripto Hari Ini 26 Juni 2025: Bitcoin Potensi Tembus $111.000


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Arus Masuk $4 Miliar di ETF Ethereum Spot, Dipimpin BlackRock

Exchange Traded Fund (ETF) Ethereum spot di Amerika Serikat mencetak tonggak penting dengan mencatatkan arus masuk bersih kumulatif lebih dari $4 miliar per 23 Juni 2025. Capaian ini diraih hanya 11 bulan setelah peluncurannya pada 23 Juli 2024, menunjukkan antusiasme pasar terhadap produk investasi berbasis aset kripto yang makin matang.

Setelah butuh 216 hari perdagangan untuk mencapai arus masuk senilai $3 miliar, ETF Ethereum spot menambahkan $1 miliar berikutnya hanya dalam 15 sesi perdagangan—periode yang mewakili hanya 6,5% dari total 231 hari perdagangan tetapi menyumbang 25% dari total arus dana sejak debutnya.

Dominasi BlackRock dan Perlambatan Grayscale

Dilaporkan Cryptoslate, pemain utama dalam pertumbuhan ini adalah iShares Ethereum Trust (ETHA) milik BlackRock, yang memimpin pasar dengan arus masuk bruto mencapai $5,31 miliar. Di belakangnya, Fidelity (FETH) mencatat arus masuk sebesar $1,65 miliar, disusul oleh Bitwise (ETHW) dengan $346 juta.

Sementara itu, Grayscale yang mengonversi produk lamanya (ETHE) menjadi ETF, justru mencatat arus keluar sebesar $4,28 miliar, meskipun perlambatan penukaran Grayscale turut membantu mendorong arus agregat ETF Ethereum ke arah positif.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 25 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 25 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Harga Ethereum Terkoreksi, Mengapa Whale Ogah Angkat Kaki?

Biaya Rendah dan Rebalancing Portofolio Jadi Daya Tarik

Faktor pendorong lonjakan arus masuk ini berasal dari kombinasi biaya manajemen rendah, kekuatan hubungan institusional, dan strategi alokasi multi-aset yang berkembang. ETHA dan FETH sama-sama mengenakan biaya 0,25%, jauh lebih kompetitif dibanding ETHE milik Grayscale yang membebankan biaya 2,5%.

Laporan dari CoinShares menyebut bahwa sejumlah pengelola kekayaan mulai memasukkan Ethereum ke dalam portofolio sebagai bagian dari diversifikasi strategis, bukan sekadar spekulasi aset digital. Tren ini juga diperkuat oleh panduan dari IRS terkait perlakuan pajak atas pendapatan staking dalam struktur ETF, yang menambah kepercayaan institusional terhadap produk ini.

Dengan batas waktu pelaporan kuartalan Formulir 13F yang jatuh pada pertengahan Juli, publik akan segera mengetahui apakah lonjakan ini turut didorong oleh peningkatan alokasi dari manajer investasi profesional. Saat ini, ETF Ethereum spot masih didominasi oleh investor ritel, dengan institusi besar hanya menguasai sekitar 33% dari total aset per 31 Maret lalu—menandakan masih adanya ruang pertumbuhan yang luas di sektor ini.

Baca juga: Rebound Kuat, Harga Ethereum Tembus $2.350


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Reli Bitcoin Berlanjut: Peluang Rekor Tertinggi Baru Terbuka Lebar

Harga Bitcoin kembali menunjukkan momentum positif dengan menembus zona penting $105.000 dan bertahan di atas level support utama. Jika tekanan beli terus berlanjut, BTC berpotensi menuju level all-time high (ATH) berikutnya.

Saat ini, BTC diperdagangkan di atas $105.000 dan Simple Moving Average (SMA) 100 jam, menunjukkan kekuatan tren jangka pendek. Para bull berhasil mendorong harga melewati level resistance $103.500 dan bahkan menyentuh zona $106.500, membuka peluang untuk reli lanjutan.

Dilaporkan Newsbtc, grafik BTC/USD menunjukkan garis tren bullish yang terbentuk dengan support di area $106.000. Jika harga mampu bertahan di atas zona support kuat ini, maka potensi kenaikan ke level resistance $107.200 hingga $108.500 terbuka lebar.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 25 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 25 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Bitcoin Melonjak ke $106.000 Usai Gencatan Senjata Iran-Israel

Analisis Bitcoin

Breakout di atas $108.500 bisa mendorong harga menguji $110.000, bahkan menuju $112.000 dalam jangka menengah.

Namun, jika gagal menembus $106.500, BTC bisa menghadapi koreksi jangka pendek. Support terdekat berada di $106.000, disusul $105.500 dan $104.200. Penurunan di bawah level ini bisa membawa harga kembali ke area $103.500 atau bahkan $102.000, yang menjadi support utama untuk menghindari tren bearish lebih lanjut.

Indikator teknikal menguatkan peluang bullish:

  • MACD per jam menunjukkan momentum di zona positif.
  • RSI berada di atas 50, menandakan tekanan beli masih dominan.

Secara keseluruhan, prospek jangka pendek Bitcoin tetap positif selama harga bertahan di atas $104.200. Bulls kini fokus mempertahankan tekanan untuk membawa BTC ke level resistance krusial berikutnya.

Baca juga: Pasar Kripto Hari Ini 25 Juni 2025: Bitcoin Menyentuh $106.000


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kelebihan dan Kekurangan AI Trading, Bisa Bikin Rugi?

Kemampuan AI dalam trading untuk menganalisis data dan membantu dalam hal pengambilan keputusan berdasarkan algoritma belakangan ini banyak menarik perhatian, karena dipandang dapat memberikan insight yang lebih objektif sebagai pertimbangan pengambilan keputusan.

Namun di balik kelebihannya, AI trading juga menyimpan sejumlah risiko yang tidak boleh diabaikan karena bisa membuat kerugian. 

Simak lebih lengkap mengenai kelebihan dan kekurangan AI trading pada artikel ini.

Baca juga: Semakin Booming! Apa Itu AI Trading, Pengertian, dan Cara Kerjanya?

Kelebihan AI Trading

1. Eksekusi Super Cepat dan Real-Time

AI mampu mengeksekusi ratusan hingga ribuan order dalam hitungan milidetik dan memonitor banyak pasar sekaligus. Kecepatan ini sangat berguna untuk menangkap peluang seperti arbitrase dan momentum trading.

2. Eliminasi Emosi dalam Trading

Tanpa rasa takut, serakah, atau panik, sistem AI dapat bekerja sepenuhnya berdasarkan logika dan data. Ini dapat membantu menjaga konsistensi strategi dan mencegah keputusan impulsif yang sering dilakukan trader.

3. Analisis Data dalam Skala Besar (Big Data)

AI dapat memproses data historis harga, volume, sentimen berita, hingga indikator teknikal dalam waktu bersamaan—menyediakan insight lebih dalam yang sulit dicapai jika hanya dilakukan secara manual.

4. Operasional 24/7

AI trading bisa terus bekerja tanpa henti, memastikan tidak ada peluang yang tertinggal, terlebih lagi jika kamu melakukan trading seperti di pasar kripto yang beroperasi 24 jam.

5. Backtesting dan Optimasi Otomatis

AI mampu menguji ribuan strategi dan parameter terhadap data historis untuk menemukan konfigurasi optimal—membantu mempercepat proses  trial and error dibandingkan jika dilakukan secara manual.

6. Personalisasi Strategi yang Adaptif

Seperti di sektor finansial dan marketing, AI dapat membentuk strategi spesifik berdasarkan profil risiko atau karakteristik pasar tertentu. Seperti bisa belajar dan menyesuaikan diri dalam kondisi pasar yang berbeda.

Kekurangan & Risiko AI Trading

1. Bias terhadap Data Historis

Algoritma AI pada umumnya dirancang untuk memberikan keputusan berdasarkan data historis yang dipelajari sebelumnya—namun, yang jadi masalah adalah pergerakan harga pasar tidak sepenuhnya ditentukan oleh performa historis. Faktor lain seperti kondisi market yang terus berubah, bisa membuat data historis tidak terlalu relevan.

2. Ketergantungan pada Data dan Algoritma

Sistem trading berbasis AI rentan terhadap gangguan teknis seperti kesalahan perangkat lunak, masalah jaringan, dan kerusakan sistem lainnya. Masalah lain seperti input data yang tidak relevan atau bug pada algoritma dapat memicu kesalahan eksekusi yang berpotensi mengakibatkan kerugian.

3. Biaya dan Kompleksitas Pengelolaan

Membangun dan memelihara sistem AI trading tidak murah. Biaya server, lisensi data, tim developer, monitoring sistem, atau sesimpel biaya langganan bulanan— bisa menjadi hambatan khususnya bagi trader retail.

4. Kurangnya Sensitivitas Sentimen Pasar Mendadak

AI dapat membaca pola statistik dengan cepat, tapi kurang sensitif terhadap konteks terkini, seperti rumor instan, perubahan regulasi, atau sentimen mendadak—yang sering menyebabkan volatilitas ekstrim.

Apakah AI Trading Bisa Bikin Rugi?

Jawabannya, bisa

Jika kamu menganggap AI trading sebagai alat yang bisa menghasilkan uang secara otomatis, maka kamu salah besar. Pada dasarnya, AI hanyalah alat bantu untuk me-leverage skill yang kamu miliki— bukan mesin pengganda uang.

AI mengolah data dan mengeksekusi strategi berdasarkan parameter yang telah ditentukan manusia. Tanpa fondasi pengetahuan tentang trading, market, manajemen risiko, dan logika di balik strategi yang digunakan, kamu justru bisa terjerumus pada pengambilan keputusan yang keliru, hingga akhirnya mengalami kerugian.

Baca juga: Sinyal Trading Kripto Harian atau gabung Telegram Official Tokocrypto untuk diskusi analisa sinyal harian bersama trader lain.

Strategi Mengurangi Risiko AI Trading

  • Backtesting dan Simulasi
    Selalu uji strategi di akun demo atau mode simulasi sebelum dipakai secara live.
  • Audit & Monitoring Rutin
    Terapkan pengawasan manual secara berkala, pastikan algoritma berjalan sesuai ekspektasi.
  • Manajemen Risiko yang Ketat
    Gunakan stop loss, trailing stop, serta target dan batas trading yang jelas.
  • Diversifikasi Strategi dan Model
    Jangan bergantung pada satu AI atau strategi, kombinasikan beberapa untuk mengurangi risiko model gagal.
  • Biasakan Adaptasi dan Retraining
    Terus perbarui model AI saat pasar berubah, latih ulang dengan data terbaru agar tetap relevan.

Baca juga: Analisa Volume Trading BTC, Bisa Deteksi Breakout dan Fakeout?

Penutup

AI trading memang menawarkan kecepatan, efisiensi, dan kemampuan analisis data dalam skala besar yang dapat membantu trader saat trading. Namun, di balik kecanggihannya, terdapat risiko dan strategis yang tak bisa diabaikan.

Alih-alih dianggap sebagai jalan pintas menuju keuntungan besar, AI trading seharusnya dilihat sebagai alat bantu yang memperkuat keterampilan dan disiplin yang sudah dimiliki trader itu sendiri.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.

Sumber:

Tradespect (2023). What Are the Pros and Cons of AI Trading?

WSI (2023). The Pros and Cons of AI in the Bank Marketing World



Sumber : news.tokocrypto.com

Rebound Kuat, Harga Ethereum Tembus $2.350

Ethereum (ETH) kembali menunjukkan kekuatannya usai rebound lebih dari 8%, berhasil menembus resistance krusial di $2.350.

Menurut laporan terbaru dari NewsBTC pada Selasa (24/6), terdapat beberapa faktor pemicu kenaikan ini dan berpotensi menimbulkan efek domino di Masa depan.

Pemantik Rebound dari $2.120

Rebound ini bermula saat ETH mempertahankan support penting di $2.120, yang berfungsi sebagai dasar rebound teknikal utama. Pendorong momentum tersebut antara lain:

  • Penembusan area resistance di $2.200–$2.250 dan 100-hourly SMA.
  • Breakout garis downtrend yang menahan selama beberapa hari, tepat di $2.240 pada grafik satu jam.
  • Penembusan Fibonacci 61,8% dari rentang tertinggi-ke-terendah sebelumnya ($2.568 menjadi $2.114).

Ketiga konfirmasi teknikal ini menjadi sinyal kuat bahwa tren pemulihan mulai membentuk.

Level Resistance Berikutnya: $2.460–$2.500

Pergerakan saat ini menunjukkan ETH berkonsolidasi di $2.300–$2.350, dengan target jangka pendek di berikutnya:

  1. Resistance pertama di $2.440–$2.460, mendekati level Fibonacci 76,4%.
  2. Jika breakout, jalan terbuka untuk menyentuh $2.500, dan bila momentum bull bertahan, potensi hingga $2.550$2.650 dalam beberapa sesi ke depan.

Baca Juga: Harga Ethereum Terkoreksi, Mengapa Whale Ogah Angkat Kaki?

Risiko Koreksi Kembali

Namun, jika ETH gagal menembus $2.460, potensi koreksi kembali terbuka dengan support penting di:

  • Potensi harga Ethereum di rentang $2.340–$2.320,
  • Jika area tersebut tembus → target berikut di $2.250, dan
  • Jika break lebih dalam → $2.150, menyentuh kembali area support awal di $2.120.

Indikator MACD harian sudah mulai kehilangan momentum bullish, dan RSI baru naik di atas 50 yang menandakan ruang kenaikan masih ada, namun potensi pelemahan juga perlu diantisipasi.

Rangkuman Level & Strategi

Area Signifikansi Rekomendasi
$2.350–$2.360 Konfirmasi breakout awal Entry perlahan; target awal di $2.440–$2.460
$2.460–$2.500 Resistance kuat Jika tembus, pertimbangkan target tambahan hingga $2.650
$2.320–$2.340 Support jangka pendek Entry jika rebound; gunakan stop-loss di bawah $2.320
$2.120–$2.150 Support utama Jika kembali ke area ini, peluang rebound lebih besar

Outlook dan Tips untuk Trader/Investor

  1. Trader jangka pendek: Entry beli di $2.350–$2.360 dengan target $2.440–$2.500; stop-loss di $2.320.
  2. Swing trader: Simak reaksi ETH di resistance 2.460; breakout dengan volume bisa membuka peluang lebih tinggi.
  3. Investor jangka menengah: Konsolidasi di atas $2.350–$2.400 memberi sinyal pemulihan, tapi tetap antisipasi koreksi jika kondisi makro memburuk.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 24 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 24 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: ETF Ethereum Anjlok, Harga ETH Terjun di Bawah $2.400

Ethereum menunjukkan rebound teknikal yang signifikan berdasarkan breakout di $2.350 dan beberapa konfirmasi teknikal positif. Resistance utama berikutnya berada di kisaran $2.460–$2.500. Penembusan sukses bisa mempercepat kenaikan menuju $2.550–$2.650.

Namun bila momentum melemah, peluang koreksi kembali ke tingkat support solid $2.320–$2.120 harus diantisipasi.

Gerakan harga selanjutnya akan sangat bergantung pada kemampuan menembus level resistance kritikal serta konfirmasi indikator teknikal yang solid.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Semakin Booming! Apa Itu AI Trading, Pengertian, dan Cara Kerjanya?

AI makin populer karena kemampuannya menganalisis data tanpa campur tangan emosi. Kini tidak sedikit para trader yang melibatkan AI dalam aktivitas trading, atau lebih dikenal dengan AI trading.

Tapi, sebenarnya apa itu AI trading dan bagaimana cara kerjanya? Artikel ini akan membahas pengertian, cara kerja, hingga jenis-jenis strategi yang biasa digunakan dalam dunia AI trading.

Apa Itu AI Trading?

AI Trading merupakan metode trading yang melibatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu kamu dalam proses pengambilan keputusan jual beli di pasar finansial.

Metode ini bisa sepenuhnya tanpa melibatkan campur tangan manusia atau hanya sekadar membantu untuk mengumpulkan data historis, identifikasi tren, hingga pola dengan algoritma. 

Baca juga: Kapan Volume Trading Bisa Jadi Sinyal Beli Agar Trading Lebih Akurat?

Kenapa AI Trading Semakin Populer?

Dalam beberapa tahun terakhir, dunia trading mengalami transformasi besar dengan semakin pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Jika sebelumnya aktivitas trading hanya bisa dilakukan oleh mereka yang berpengalaman dan punya waktu menganalisis grafik sepanjang hari, kini teknologi AI hadir sebagai “asisten” yang bisa menganalisis data secara real-time dan membantu mengambil keputusan cepat.

Hasilnya? Banyak orang mulai menggunakan AI sebagai salah satu tools saat melakukan trading, baik pemula maupun profesional. 

Sebelum mendalami tren ini lebih lanjut, mari pahami terlebih dahulu cara kerjanya!

Bagaimana Cara Kerja AI Trading?

AI trading bekerja dengan mengandalkan kecanggihan machine learning dan analisis data untuk memahami pasar keuangan, menghitung prediksi harga, mengidentifikasi penyebab fluktuasi, hingga membantu keputusan dalam eksekusi.

Berikut beberapa contoh penggunaan AI dalam trading:

Analisa Sentimen Pasar

AI dapat membantu trader dalam mengidentifikasi tren yang sedang terjadi di pasar. Kesimpulan dari sentimen ini bisa diketahui dengan cepat, melalui AI yang mengumpulkan informasi yang tersedia di internet seperti berita terbaru, forum diskusi, hingga percakapan yang terjadi di media sosial.

Quantitative Trading (Quant Trading)

Quant trading memanfaatkan model matematika dan statistik untuk menganalisis data harga dan volume secara mendalam. AI digunakan untuk menyaring jutaan data dan mencari peluang investasi yang optimal. Biasanya dipakai oleh institusi keuangan besar untuk eksekusi dalam jumlah besar sekaligus.

Algorithmic Trading (Algo-Trading)

Algo-trading menggunakan serangkaian aturan otomatis berbasis data historis untuk menentukan kapan harus membeli atau menjual. Algoritma AI-nya bekerja dengan mempertimbangkan berita ekonomi, sentimen sosial, dan pola teknikal dengan bantuan machine learning.

High-Frequency Trading (HFT)

HFT mengandalkan AI dan kecepatan komputasi ekstrem untuk mengeksekusi ribuan bahkan jutaan transaksi per detik. Target utamanya adalah mendapatkan margin keuntungan kecil dari perbedaan harga dalam waktu sangat singkat. Jenis ini banyak digunakan oleh hedge fund dan perusahaan investasi besar.

Automated Trading

Automated trading mengeksekusi transaksi secara otomatis sesuai strategi yang telah diprogram. Dalam konteks AI, sistem ini lebih canggih karena mampu belajar dan beradaptasi dari perubahan pasar. AI akan terus mengoptimalkan strategi berdasarkan data real-time dan performa sebelumnya.

Arbitrage Trading

Arbitrage memanfaatkan perbedaan harga aset di dua pasar berbeda. Dengan bantuan AI, sistem dapat mendeteksi peluang arbitrase secara cepat dan mengeksekusi transaksi simultan: membeli di pasar lebih murah dan menjual di pasar yang lebih mahal.

Baca juga: Apa itu Swing Trading dan Bagaimana Cara Swing Trading Crypto?

Contoh Penggunaan: Trading dengan Bantuan AI ChatGPT

Kamu bisa menggunakan ChatGPT sebagai salah satu AI untuk membantu kamu trading—Tapi sebelum itu, pastikan kamu menggunakan bursa terpercaya seperti Tokocrypto yang terdaftar resmi dan diawasi oleh OJK agar aktivitas trading atau investasi kamu senantiasa aman. Deposit mulai dari Rp20.000 di sini.

Untuk mulai mencoba trading dengan bantuan AI ChatGPT, ikuti beberapa langkah berikut:

Daftar dan buat akun ChatGPT— Kamu bisa gunakan ChatGPT gratis atau ChatGPT Plus untuk respons yang lebih baik.

Selanjutnya kamu bisa screenshot grafik pergerakan harga yang ingin dianalisis dan upload pada bagian kolom chat, ChatGPT. Seperti gambar di bawah ini:

Contoh prompt ChatGPT untuk menganalisa pergerakan harga.
Contoh prompt ChatGPT untuk menganalisa pergerakan harga.

Setelah itu kamu hanya perlu memberikan perintah berupa prompt, untuk melakukan analisa. Prompt ini akan lebih baik jika kamu menjelaskan lebih terperinci, mulai dari level harga, support resistance, volume dan indikator lain yang kamu miliki sebagai pertimbangan AI nantinya. 

Contoh promptnya seperti ini:

“Sebagai seorang trader profesional, analisis pergerakan harga Bitcoin saat ini berdasarkan grafik harian di atas. (Harga saat ini di $72.000) Dengan mempertimbangkan level kunci garis kuning untuk support dan resistance, tren RSI (saat ini sekitar 60), serta perpotongan moving average (MA9 dan MA21), bagaimana kemungkinan arah pergerakan selanjutnya? Apakah ada potensi kelanjutan tren, retracement, atau sinyal breakout? Jelaskan analisisnya dengan dukungan konfluensi indikator teknikal atau pola candlestick.”

ChatGPT akan memberikan jawaban berupa skenario berdasarkan data yang telah kamu berikan. Seperti di gambar di bawah ini.

Contoh jawaban ChatGPT sebagai AI Trading.
Contoh jawaban ChatGPT sebagai AI Trading.

Skenario 1 dan 2 dari ChatGPT di atas berhasil menjadi prediksi yang kurang-lebih tepat, di mana BTC mengalami kenaikan yang signifikan setelah mengalami retracement sebelum berhasil close di atas $72.000. Seperti gambar di bawah:

Perbandingan data yang diberikan dan pergerakan harga.
Perbandingan data yang diberikan dan pergerakan harga.

*Simulasi ini berbasis data lampau alias backtest, bukan real-time. Jadi, jangan dianggap patokan akurat—disajikan untuk tujuan edukasi dan tidak dimaksudkan sebagai saran finansial atau rekomendasi investasi.

Baca juga: Analisa Volume Trading BTC, Bisa Deteksi Breakout dan Fakeout?

Penutup

AI memang dapat membuka peluang baru bagi trader untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengambilan keputusan. Namun, AI trading bukan berarti menjadi sinyal mutlak untuk beli atau jual. Seperti halnya strategi, strategi trading dengan menggunakan AI atau AI trading tetap membutuhkan pemahaman dasar, pengujian sistem, serta pengelolaan risiko yang baik. 

Jika kamu mendapat iming-iming untuk menggunakan AI trading atau robot trading dengan garansi keuntungan tertentu, sudah selayaknya kamu curiga. Sebab tidak ada sistem yang bisa menjamin profit secara konsisten tanpa risiko. 

AI trading berfokus untuk membantu efisiensi analisis dan eksekusi strategi berbasis data—bukan menjanjikan hasil instan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.

Sumber: Builtin. “AI Trading: How AI Is Used in Stock Trading“. 2024.



Sumber : news.tokocrypto.com