Tag Archives: crypto

Bitcoin $100K–$110K: Short Meningkat, Kejutan untuk Bear?

Bitcoin (BTC) terus bergerak dalam kisaran harga antara $100.000 hingga $110.000 selama hampir sebulan terakhir. Sementara pasar terlihat stagnan di permukaan, data terbaru menunjukkan dinamika menarik yang bisa menjadi sinyal bagi pergerakan besar berikutnya.

Menurut laporan Newsbtc, di tengah konsolidasi ini, minat terhadap posisi short meningkat dengan cepat, menciptakan ketegangan baru antara pihak bull dan bear.

Posisi Short Mengejar Long di Tengah Ketegangan Pasar

Setelah mencetak All-Time High (ATH) di $111.814 bulan lalu, BTC mulai bergerak sideways tanpa arah yang jelas. Menurut data dari CryptoQuant yang dianalisis oleh kontributor BorisVest, meski posisi long masih mendominasi tipis, peningkatan minat terhadap posisi short menunjukkan potensi tekanan pasar yang tak boleh diabaikan.

Data dari Binance mengungkap bahwa rasio long terhadap short saat ini relatif seimbang, dengan tingkat pendanaan mendekati netral. Ini mencerminkan suasana pasar yang tidak pasti, di mana baik pembeli maupun penjual saling menunggu sinyal kuat.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 21 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 21 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: 6 Altcoin Potensial yang Berpotensi Melampaui Bitcoin

Namun, yang menarik, penumpukan posisi short sering kali mendahului terjadinya short squeeze, yang berpotensi mendorong harga naik secara tajam. BorisVest mengungkapkan bahwa meningkatnya aktivitas short bisa saja menjadi jebakan bagi para bear, karena pelaku pasar besar mungkin tengah melakukan akumulasi diam-diam untuk menggerakkan harga ke atas secara mengejutkan.

“Keseimbangan ini menandakan bahwa pasar berada di zona yang sangat sensitif, dan pergerakan mengejutkan bisa terjadi sewaktu-waktu,” tulis BorisVest.

Akankah Bitcoin Tembus ke Level Lebih Tinggi?

Meskipun belum ada pergerakan signifikan, sejumlah analis memprediksi bahwa BTC sedang membangun fondasi untuk lonjakan harga selanjutnya. Trader Josh Olszewics, misalnya, memperkirakan bahwa jika likuiditas tetap terjaga, Bitcoin bisa melaju hingga menyentuh $150.000.

Sementara itu, analis Mister Crypto mencatat bahwa BTC menunjukkan pola bullish inverse head & shoulders pada grafik 3 harian – sebuah sinyal teknikal yang biasanya menandakan potensi pembalikan arah ke atas.

Namun, tidak semua indikator menunjukkan optimisme. Rasio NVT (Network Value to Transactions) baru-baru ini menandakan bahwa harga berada di zona yang agak mahal, yang patut diwaspadai oleh investor jangka pendek.

Awas Pergerakan Besar di Depan Mata

Dengan harga BTC saat ini di kisaran $105.940, naik 1,1% dalam 24 jam terakhir, pasar tengah berada di titik krusial. Konsolidasi yang tampak datar ini menyimpan potensi pergerakan eksplosif, baik ke atas maupun ke bawah. Jika tekanan short terus meningkat namun tidak disertai penurunan harga yang signifikan, short squeeze besar bisa terjadi, memicu lonjakan harga mendadak yang bisa mengejutkan para bear.

Bagi investor, ini adalah momen penting untuk tetap waspada terhadap pergerakan pasar dan tidak terlena oleh ketenangan semu. Bitcoin mungkin akan segera memilih arah – dan ketika itu terjadi, pergerakannya bisa sangat tajam dan menentukan tren jangka menengah berikutnya.

Baca juga: Bitcoin Dekati Puncak, Analis Prediksi Kenaikan Lanjut


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Dekati Level Resistance MVRV Penting: Puncak Siklus atau Breakout?

Bitcoin kini berada di persimpangan penting: indikator MVRV Z‑Score menyentuh resistance menurun jangka panjang, sekaligus menjadi zona historis yang menandai puncak siklus.

Melihat kondisi ini, sekarang banyak pihak menanyakan: Apakah BTC siap melanjutkan rally atau akan mengalami koreksi?

Apa Itu MVRV Z‑Score dan Mengapa Penting?

  • MVRV Z‑Score mengukur selisih antara nilai pasar Bitcoin (market value) dan biaya rata‑rata yang dibayarkan untuk koin tersebut (realized value), lalu distandarisasi berdasarkan volatilitas historis.
    • Nilai tinggi → pasar overheated (risiko koreksi).
    • Nilai rendah → undervalued (zona akumulasi).
  • Di tiap siklus sebelumnya, saat MVRV mendekati resistance ini → puncak siklus menempel, sebelum harga terkoreksi atau konsolidasi.

Baca Juga: Arus Masuk Bitcoin Merosot, Whale dan Ritel Pilih Tahan Aset

Kondisi Saat Ini dan Potensi Respons Pasar

  • Alphractal mencatat bahwa MVRV Z‑Score BTC mendekati garis resistance jangka panjang—zona krusial antara kenaikan ekstrem atau rejection kuat.
  • Pada siklus sebelumnya, harga Bitcoin sering:
    • Menerobos resistance yang berimbas pada harga melanjutkan rally jauh lebih tinggi.
    • Ditahan resistance yang akan berbalik arah atau sideways.

Pertanyaannya: Apakah siklus 2025 ini akan mengikuti pola lama atau memulai jalan baru?

Perkuatan Sinyal Bullish

  • MVRV saat ini masih di bawah tingkat ekstrem (≈ 7–8 pada MVRV jangka panjang), menunjukkan potensi sisa ruang untuk kenaikan lanjutan.
  • Instrumen lain mendukung sentimen ini:
    • Golden cross MA 50‑hari dan 200‑hari mendorong arah bullish.
    • Breakout pola teknikal (flag) membuka target baru di kisaran $112.000–$137.000.

Risiko Penolakan Resistance

  • Banyak whale mulai mengalirkan Bitcoin ke Binance—double inflow bisa menandakan persiapan distribusi atau profit-taking.
  • Jika MVRV ditahan kuat di resistance, potensi koreksi atau fase konsolidasi mendalam sangat mungkin, sebagaimana terlihat di siklus sebelumnya.

Strategi & Rekomendasi Trader

Skenario Strategi
Breakout di atas resistance Entry saat candle 1–4 jam tutup > resistance. Target awal $112.000–115.000, selanjutnya $130.000+.
Ditahan/rejection Pasang stop-loss di atas resistance + trailing stop untuk membatasi downside.
Konsolidasi sideways Gunakan range saat ini untuk swing trading jangka pendek, perhatikan support $107.000–$105.000.
Pantau inflow/outflow & MVRV Meningkatnya inflow menjadi pertanda whale mengambil keuntungan; sedangkan rejection MVRV merupakan indikasi market cooling. Kombinasikan dengan sentimen on-chain.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 17 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 17 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Wawasan Siklus 2025

Menurut analisis oleh Bitcoin Magazine Pro, siklus ini mungkin mencapai puncaknya pada Q3–Q4 2025, sekitar 140–150 hari sebelum mencapai titik terbaik—mengikuti pola historis siklus sebelumnya.

Artinya, breakout saat ini bisa jadi tanda awal fase parabolik menjelang akhir tahun ini.

Baca Juga: Bitcoin Tembus $105.000: Menuju $175K atau Justru Jatuh ke $80K?

Secara keseluruhan, Bitcoin kini berada di zona MVRV resistance yang historis memasuki puncak siklus — sebuah momen krusial: apakah pasar akan melanjutkan rally baru atau berhenti dan mengalami koreksi?

  • Bullish: breakout → potensi lanjut ke $120k–$140k.
  • Bearish: rejection → konsolidasi atau koreksi mendalam.

Trader disarankan untuk memanfaatkan sinyal teknikal, mengikuti data on-chain, dan mempertahankan strategi manajemen risiko. Fase ini bisa menjadi penentu arah lanjutan pasar kripto tahun ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tips Deteksi Pergerakan Whale Lewat Volume dan Aktivitas Dompet

Pergerakan whale dalam dunia kripto sering kali jadi penentu pergerakan harga aset kripto, terutama aset kripto dengan kapitalisasi pasar sedang hingga rendah. Untuk mengantisipasi ini, kamu bisa menggunakan indikator seperti trading volume sebagai analisa awal yang kamu kembangkan dengan pendekatan lainnya. 

Artikel ini akan membahas cara mendeteksi pergerakan whale, apa saja ciri-cirinya, serta alat bantu yang bisa kamu manfaatkan untuk membaca pergerakan besar sebelum pasar bereaksi.

Apa Itu ‘Whale?

Dalam kripto, istilah whale merujuk pada individu, lembaga, atau dompet yang memegang jumlah aset sangat besar sehingga pergerakan mereka bisa mempengaruhi harga pasar secara signifikan.

Aktivitas dari para whale ini biasanya akan tercermin dari volume trading, karena jumlah pembelian dan penjualan yang mereka lakukan berjumlah besar.

Baca juga: Apa itu Volume Trading: Maksud dan Kegunaannya

Tips Cara Deteksi Pergerakan Whale

Lonjakan Volume

Contoh pergerakan volume pergerakan whale melalui Whale Alert.
Contoh pergerakan volume pergerakan whale melalui Whale Alert.

Salah satu tanda paling awal dari aktivitas whale adalah munculnya volume yang tiba-tiba melonjak secara tidak biasa. Ini sering terjadi saat harga sedang stagnan atau hanya naik sedikit.

Misalnya, jika volume trading tiba-tiba melonjak 2x hingga 3x dari rata-rata harian tanpa adanya berita besar, bisa jadi ada partisipasi dari whale yang sedang melakukan pembelian atau penjualan besar.

Untuk mengetahui apakah lonjakan harga ini disebabkan oleh transaksi whale atau bukan, kamu bisa menggunakan beberapa platform whale tracker seperti: Whale Alert, Whale Map, atau CoinGlass.

Baca juga: Cara Membaca Volume Trading untuk Pemula

Divergensi Volume terhadap Harga

Ilustrasi divergensi volume trading.
Ilustrasi divergensi volume trading.

Tanda lainnya adalah saat terjadi ketidaksesuaian antara pergerakan harga dan volume. Misalnya, harga terlihat stagnan atau sedikit menurun, namun volume terus meningkat. Kondisi ini bisa mengindikasikan adanya aktivitas di balik layar, di mana whale sedang melakukan akumulasi dalam jumlah besar. 

Kondisi ini dikenal dengan sebutan stealth phase—fase akumulasi senyap yang dilakukan secara perlahan untuk menghindari lonjakan harga dan menarik perhatian pasar.

Divergensi ini juga bisa dibaca dengan bantuan indikator teknikal seperti On-Balance Volume (OBV) atau Accumulation/Distribution Line, yang dapat menunjukkan tekanan beli yang tersembunyi meskipun harga belum bereaksi.

Baca lebih lengkap di sini: Kapan Volume Trading Bisa Jadi Sinyal Beli Agar Trading Lebih Akurat?

Transaksi Dompet ke Exchange

Contoh aktivitas on-chain yang bisa dilacak melalui Arkham.
Contoh aktivitas on-chain yang bisa dilacak melalui Arkham.

Ketika whale mau menjual asetnya, mereka tidak langsung eksekusi di exchange. Biasanya, langkah awalnya adalah mengirim aset dari dompet pribadi (cold wallet) ke dompet exchange (hot wallet). Nah, peristiwa ini terjadi di jaringan blockchain (on-chain), dan bisa kamu amati sebelum aksi jualnya muncul di grafik candlestick.

Contohnya:

  • Dompet menyimpan yang menyimpan sejumlah besar BTC mengirim  5.000 BTC ke salah satu centralized exchange → Ini bisa menjadi sinyal kuat akan adanya aksi jual besar dalam waktu dekat.

Karena itu, melacak volume transaksi saja tidak cukup. Kita perlu melihat:

  • Dompet mana yang mentransfer aset
  • Tujuan transfer (exchange mana, DEX mana)
  • Jenis aset dan jumlahnya
  • Identitas dompet (apakah milik investor institusional, tim developer, VC, atau bahkan dompet hacker)

Untuk melacaknya kamu bisa menggunakan platform seperti Arkham Intelligence yang memungkinkan kamu memantau pergerakan aset kripto secara on-chain dengan sangat detail—khususnya pergerakan dompet whale. Sehingga kamu bisa jadi “detektif on-chain” yang memantau gerakan whale sebelum pasar bereaksi. 

Baca juga: Tips Swing Trading untuk Pemula dengan Modal Kecil

Apakah Semua Pergerakan Whale bisa Dideteksi dengan Trading Volume dan Data On-Chain?

Tidak Semua Aktivitas Whale Terlihat di Pasar Terbuka

Tidak semua whale melakukan transaksi secara langsung di bursa terbuka (spot exchange) atau dalam jumlah besar yang bisa terlihat di grafik volume. Beberapa dari mereka memiliki akses ke jalur transaksi alternatif, salah satunya adalah Over-the-Counter (OTC)—platform jual beli kripto yang dilakukan secara privat antara dua pihak, tanpa masuk ke order book publik.

Transaksi OTC memungkinkan whale membeli atau menjual dalam jumlah besar tanpa mengganggu harga pasar secara langsung. Karena tidak melalui exchange, aktivitas ini tidak tercermin dalam volume trading dan tidak selalu bisa dilacak secara on-chain, kecuali terjadi perpindahan aset dari atau ke exchange setelah transaksi dilakukan.

TOKOCRYPTO PRESTIG

Buat  kamu memiliki aset besar dan volume transaksi tinggi, kamu bisa gunakan jual beli kripto seperti Tokocrypto Prestige yang dirancang khusus untuk para ‘whale’ serta trader VIP & Institusional. Lihat detailnya di sini 👉 Tokocrypto Prestige

Batasan Data On-Chain

Meskipun data on-chain memberi visibilitas ke aktivitas blockchain seperti transfer antar dompet, jumlah token, dan interaksi dengan smart contract, tidak semua dompet bisa diidentifikasi secara jelas. Banyak whale yang menggunakan dompet baru (fresh wallet), wallet mixing, atau protokol privasi untuk menyamarkan identitas dan pergerakan mereka.

Selain itu, jika transaksi dilakukan langsung dalam lingkungan terdesentralisasi (misalnya antar smart contract), tidak semua sinyal tersebut bisa langsung dikaitkan dengan aksi jual-beli, kecuali disertai analisis tambahan.

Volume Besar ≠ Selalu Whale

Tidak semua lonjakan volume berarti whale sedang bergerak. Volume bisa saja disebabkan oleh trader ritel secara kolektif, bot trading, atau aktivitas manipulatif seperti wash trading— yakni membuat volume palsu untuk menarik trader ritel. 

Karena itu, volume besar perlu dikonfirmasi dengan konteks harga, sentimen pasar, dan data on-chain yang relevan.

Supaya kamu tidak ketinggalan dengan berita kripto dan data on-chain yang relevan, yuk gabung bareng ribuan trader lainnya di komunitas Tokocrypto melalui link berikut 👉 https://t.me/TokocryptoOfficial


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Dominance Capai Level Kritis, Pertanda Musim Altcoin Segera Tiba?

Berdasarkan analisis terbaru dari firma on‑chain Alphractal, pasar altcoin menunjukkan tanda‑tanda siap untuk breakout besar.

Dua indikator dominasi utama kini menyentuh level support historis, area yang seringkali mendahului rally altcoin yang kuat .

Indikator Dominasi Altcoin Kritis

1. Altcoin Dominance (ex‑Stablecoins)

Saat ini berada di sekitar 25%, level yang dalam beberapa siklus sebelumnya menjadi titik bottom sebelum altcoin kembali meroket.

2. Dominasi Altcoin (tidak termasuk ETH & Stablecoins)

Sekitar 18%, level lain yang historis menjadi trigger bagi rotasi modal ke alt‑cap kecil, mengalahkan Bitcoin.

Alphractal menegaskan bahwa meski indikator ini tidak menjamin altseason, level‑level tersebut berulang kali menjadi titik awal rally altcoin dalam beberapa siklus pasar.

Apa Artinya untuk Pasar?

  • Jika Bitcoin terus naik atau bahkan koreksi, dominasi yang melemah akan membuka ruang bagi altcoin untuk tumbuh lebih agresif seperti dalam beberapa siklus sebelumnya.
  • Dominasi Bitcoin melemah → biasnya positif untuk altcoins; momentum besar saat masa konsolidasi Bitcoin.

Baca Juga: Kapitalisasi Pasar Altcoin Tersungkur Saat Bitcoin Memimpin

Apa Sinyal Tambahan?

Menurut laporan dari AInvest:

  • 23% altcoin sudah mengungguli Bitcoin, menandakan pergeseran awal aliran dana ke altcoin (ainvest.com).
  • Ethereum juga menunjukkan pola cup-and-handle di chart ETH/BTC, sinyal kuat tengah menciptakan basis sebelum breakout lebih tinggi — juga membuka jalur lebih luas ke altcoin.
  • Total pendanaan Web3 mencapai $3,8 miliar hanya di Q1 2025, mayoritas mendukung proyek alt unggulan seperti AI, gaming, dan modular blockchain.
  1. Pantau dominasi altcoin: jika breakout di atas 25% (atau 18% tanpa ETH), ini sinyal kuat altcoin season.
  2. Perhatikan rotasi modal ke sektor spesifik seperti AI, gaming, modular chain—potensinya signifikan.
  3. Gunakan TA: garis support/resistance dominasi, pola teknikal ETH/BTC, serta volume dan RSI tiap altcoin.
  4. Diversifikasi portofolio: siapkan sebagian alokasi untuk altcoin kecil dan menengah yang memiliki potensial besar saat musim alt.

Risiko yang Perlu Diwaspadai

  • False breakout: Dominasi bisa rebound kembali ke Bitcoin, memicu koreksi altcoin.
  • Volatilitas tinggi: Kondisi awal altcoin season biasanya ditandai dengan fluktuasi ekstrem.
  • Faktor eksternal: berita makro, regulasi, atau perubahan sentimen institusional bisa mengubah arah secara tiba‑tiba.

Baca Juga: Harga BNB Mendekati Rekor Tertinggi, Saat Altcoin Lain Masih Tertinggal

Musim altcoin bisa semakin dekat karena dua indikator dominasi altcoin saat ini sedang di area histori support penting (25% & 18%).

Lebih dari sepertiga altcoin sudah menunjukkan performa relatif baik dibanding Bitcoin, ditambah sinyal teknikal Ethereum dan meningkatnya pendanaan Web3 yang berfokus pada altcoins.

Semua ini menunjukkan bahwa pasar tengah memasuki fase persiapan rotasi modal besar.

Bagi investor dan trader, ini saatnya bersiap, baca chart dominasi, cermati tren pendanaan, dan jaga portofolio tetap variatif untuk memanfaatkan potensi keuntungan dari altseason yang mungkin segera datang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

7 Pengajuan S‑1 Resmi Diajukan ke SEC

Tujuh manajer aset besar telah mengajukan atau memperbarui Formulir S‑1 untuk ETF spot Solana (SOL) ke SEC AS pada 13 Juni.

Hal ini menunjukkan percepatan proses di tengah harapan investor bahwa produk ini bisa segera disetujui.

Siapa Saja yang Mengajukan?

Dikutip dari Cointelegraph pada Sabtu (14/6), pengajuan terbaru ETF Spot Solana mencakup:

  • Fidelity untuk produk SOL‑ETF spot,
  • Amendemen S‑1 dari 21Shares, Franklin Templeton, Grayscale, Bitwise, Canary Capital, dan VanEck yang pertama mengajukan S‑1 sejak Juni 2024.

Investor berharap bahwa persetujuan SEC segera mengikuti setelah ada kesepahaman dalam komunikasi proses yang berjalan.

Baca Juga: Soal Aktivitas Harian Dan Volume Transaksi, Solana Rajai Blockchain

Staking Language” Masuk Formulir

Semua formulir terbaru kini mencakup klausul tentang staking SOL, menurut analis ETF Bloomberg, James Seyffart.

Ini merupakan pendekatan baru yang penting, memunculkan pertanyaan: apakah staking bisa diakomodasi di dalam produk ETF?

Seyffart mencatat bahwa klausul staking merupakan tambahan yang signifikan karena sebelumnya SEC tampak enggan menyetujui produk ETF yang menyertakan skema staking di dalam struktur keuangan mereka.

Proses “Back-and-Forth” & Takada Jalan Singkat

Seyffart juga memperingatkan bahwa proses persetujuan tidak akan mulus seperti pada kasus Bitcoin; perlu ada dialog lanjut antara penerbit ETF dan SEC sebelum akhirnya ada keputusan akhir—mirip pola saat peluncuran ETF Spot Bitcoin.

Meski demikian, menurut Bloomberg Intelligence, peluang persetujuan masih tinggi—sekitar 90% dalam tahun 2025.

Waktu Respons Dipercepat: Dalam 3–5 Minggu?

Beberapa laporan menyebut bahwa SEC telah meminta para penerbit agar mengajukan ulang versi S‑1 hanya dalam waktu minggu ini.

Bila terpenuhi, kemungkinan keputusan bisa muncul dalam 3–5 minggu berikutnya, walau batas waktu regulasi hingga Oktober masih berlaku .

Langkah cepat ini mengisyaratkan kemungkinan terobosan cepat untuk altcoin ETF, yang akan menandai kepercayaan SEC berkembang tidak hanya pada Bitcoin atau Ethereum, tapi juga aset seperti SOL.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 14 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 14 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Implikasi Besar jika Disetujui

  • Akses institusional: Investor tradisional bisa mendapatkan paparan SOL lewat platform seperti E-Trade, Schwab, Fidelity, tanpa harus memegang token langsung.
  • Likuiditas & kepercayaan: Persetujuan ETF spot SOL akan memperkuat legitimasi pasar Solana dan mendukung arus modal besar.
  • Langkah menuju altcoin ETF summer?: Menurut analis Eric Balchunas, SOL berpotensi menjadi produk ETF altcoin terdepan, membuka pintu untuk aset lain seperti LINK atau ADA.

Rekomendasi Investor

Segment Investor Strategi
Trader & spekulan Persiapkan strategi jangka pendek menjelang berita persetujuan—efek harga tinggi.
Investor jangka menengah Jadwalkan entry saat respons SEC menguat; staking SOL via ETF bisa memberi yield tambahan.
Institusi & Ritel Pendinginan regulasi telah menunjukkan ruang untuk masuk lewat ETF—monitor timeline SEC.

Baca Juga: Whale Solana Melepas $17 Juta Setelah 4 Tahun, Investor Khawatir?

Pengajuan Formulir S‑1 baru untuk ETF Spot Solana oleh tujuh nama besar, lengkap dengan klausul staking, menandai perkembangan penting dalam ekosistem crypto.

Meski prosesnya belum selesai, dialog konstruktif antara penerbit dan SEC memperlihatkan potensi persetujuan cepat dalam beberapa minggu ke depan.

Jika benar disetujui, Solana bisa jadi aset altcoin pertama yang memiliki produk ETF spot, menempatkannya sejajar dengan Bitcoin & Ethereum dalam pasar mainstream.

Masa depan ETF altcoin bahkan bisa semakin terang dan Solana tampak bersiap menjadi sorotan utama.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Foundation Danai Pembelaan Roman Storm Sebesar $1,25 Juta

Ethereum Foundation (EF) menunjukkan sikap tegas mendukung privasi dan pengembangan kode open-source dengan menyediakan paket dana sebesar $1,25 juta.

Upaya ini dilakukan sebagai langkah perlawanan terhadap tekanan hukum yang dihadapi Roman Storm, salah satu pendiri Tornado Cash yang saat ini menanti persidangan di Amerika Serikat .

Rincian Dana Bantuan

  • $500.000 akan langsung diberikan oleh EF untuk membiayai pengacara dan proses hukum Roman Storm.
  • EF juga akan menyesuaikan donasi komunitas hingga $750.000, sehingga total kontribusi bisa mencapai $1,25 juta.

Melalui unggahan di platform X (Twitter), EF menyatakan komitmennya, “privasi adalah hal yang normal, dan menulis kode bukanlah sebuah kejahatan.”

Pernyataan ini menegaskan bahwa menurut EF, menulis kode open-source privacy bukanlah sebuah kejahatan.

Tuduhan & Perspektif Hukum

Roman Storm dijadwalkan menghadapi sidang 14 Juli 2025 di pengadilan federal Manhattan atas tuduhan:

  1. Konspirasi menjalankan pengirim uang tanpa izin,
  2. Konspirasi pencucian uang,
  3. Konspirasi melanggar sanksi AS.

Mereka yang membela Storm berargumen bahwa tuntutan ini merupakan serangan terhadap prinsip open-source dan DeFi, menekankan perbedaan antara kode yang ditulis dan penggunaannya, bahwa penulis tidak harus bertanggung jawab atas penyalahgunaan yang terjadi.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 14 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 14 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Kronologi Singkat Tornado Cash

  • Diluncurkan Desember 2019, Tornado Cash dirancang untuk mencampur (mixer) aset kripto, memberikan privasi dengan menyembunyikan jejak transaksi publik Ethereum.
  • Pada Agustus 2022, OFAC melabelinya sebagai alat pencucian uang karena dianggap telah memfasilitasi pencucian dana lebih dari US$7 miliar sejak 2019 .
  • Salah seorang pengembang utama lainnya, Alexey Pertsev, dijatuhi hukuman 5 tahun 4 bulan penjara oleh pengadilan Belanda pada Mei 2024.
  • Pada Maret 2025, sebagian sanksi dicabut, yakni OFAC menarik larangan langsung terhadap smart contract Tornado Cash.

Baca Juga: Pendukung Ethereum Yakin ETH Salah Harga

Aksi Komunitas dan Tokoh Terkemuka

  • Co-founder Ethereum, Vitalik Buterin, sebelumnya donasi 50 ETH (sekitar US$170.000) pada Januari 2025 untuk mendukung pertahanan hukum Storm dan Pertsev melalui dana “Free Pertsev and Storm” di JusticeDAO.
  • Berbagai organisasi dan individu di ekosistem DeFi, termasuk Coinbase dan Paradigm, telah menandatangani petisi mendesak agar DOJ menghentikan apa yang disebut “penuntutan yang menindas pengembang open-source”.

Mengapa Ini Berpengaruh Signifikan?

  1. Preseden hukum terhadap kode open-source – Apabila Storm dinyatakan bersalah, hal ini bisa membuka jalan bagi penuntutan lebih agresif terhadap pengembang perangkat lunak.
  2. Perdebatan privasi vs regulasi – Kasus ini menjadi ujian bagi batasan regulasi atas teknologi yang memungkinkan anonimitas dan kebebasan transaksional di blockchain.
  3. Solidaritas komunitas kripto – Dukungan EF hingga community matching menunjukkan kekuatan komunitas dalam melawan tindakan regulasi yang dianggap berlebihan.

Baca Juga: Analis: Ethereum Hadapi Risiko Bearish Meski Reli 9%

Ethereum Foundation bersama komunitas Web3 telah mengambil langkah signifikan dengan mengalokasikan total dana maksimal $1,25 juta untuk mendukung pertahanan hukum Roman Storm sebelum sidang 14 Juli 2025.

Ini bukan hanya tindakan dana semata, tetapi penegasan sikap tentang nilai privasi, kebebasan berkarya, dan pertahanan terhadap serangan regulasi yang dianggap berlebihan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solana Meroket 4-5% Usai Sinyal Green Light ETF Spot SOL

Harga Solana (SOL) melonjak 4%–5% yang dipicu oleh laporan yang menyebut bahwa regulator AS kemungkinan besar akan memberikan persetujuan untuk ETF SPOT berbasis SOL.

Menurut laporan Benzinga pada Rabu (11/6), margin persetujuan tersebut disebut mencapai 90%, menurut analis pasar.

Regulator Minta Revisi Formulir S‑1

The Securities and Exchange Commission (SEC) dikabarkan telah meminta revisi formulir S‑1 dari sejumlah calon penerbit ETF berbasis Solana.

Setelah revisi tersebut diserahkan, SEC akan memberikan komentar dalam waktu 30 hari ke depan. Langkah ini dianggap sebagai tahap penting dalam proses regulasi.

Analisis dari Benzinga dan CoinDesk menilai bahwa SEC sedang mempercepat evaluasi, dan peluang persetujuan sangat tinggi dengan probabilitas di kisaran 90%.

Reaksi Pasar: SOL Melonjak & Volatilitas Menguat

  • Setelah berita tersebut tersiar, harga SOL melonjak dari sekitar $158 naik ke sekitar $164–$165, mencerminkan kenaikan harian sekitar 4–5%.
  • Data dari FXEmpire juga menunjukkan level harga tersebut, menegaskan rebound pasar dan tingginya antusiasme investor saat ini.

Lonjakan ini juga tercermin dalam volume perdagangan yang menguat, mencerminkan masuknya investor ritel dan institusi yang bereaksi cepat terhadap sinyal ETF.

Mengapa ETF SOL Penting Sekarang?

Sejak debut ETF spot Bitcoin dan Ethereum di AS, asset manager lain seperti Fidelity, Grayscale, Franklin Templeton, dan VanEck kini mencari persetujuan untuk produk berbasis SOL.

Pendirian ETF resmi akan memberikan akses yang lebih luas bagi investor tradisional dan institusi untuk eksposur SOL tanpa harus langsung memegang token.

Baca Juga: Whale Solana Melepas $17 Juta Setelah 4 Tahun, Investor Khawatir?

Faktor Risiko dan Pengawasan Regulasi

  • Ketergantungan pada Formulir S‑1
    Keputusan akhir bergantung pada kelengkapan revisi S‑1 dan respons SEC dalam 30 hari mendatang. Jika gagal memenuhi persyaratan, proses bisa tertunda.
  • Volatilitas Pasar
    Reaksi pasar masih sangat dinamis; jika ETF tertunda atau ditolak, harga SOL bisa turun tajam akibat profit-taking dan sentimen negatif.
  • Persaingan Produk
    ETF lain bisa mengalihkan peluang institusional. Misalnya, jika produk SOL tidak segera disetujui, minat investor bisa berpindah ke ETF alternative seperti LTC atau XRP.

Dampak Jangka Pendek & Panjang

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 11 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 11 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Jangka pendek:
Spekulasi dan FOMO masih tinggi. Jika SEC mengeluarkan komentar positif setelah revisi, SOL bisa melanjutkan kenaikan menuju level $170–180.

Jangka panjang:
Persetujuan ETF spot SOL akan membuka jalan bagi adopsi institusi lebih luas—terutama karena SOL dikenal cepat dan murah untuk transaksi smart contract. Ini bisa meningkatkan likuiditas dan stabilitas harga.

Strategi untuk Investor & Trader

  • Trader jangka pendek:
    • Entry setelah konfirmasi revisi S‑1, dengan target $170 dan stop-loss di bawah $155 untuk melindungi jika ada kegagalan regulasi.
  • Investor jangka panjang:
    • Pertimbangkan menambah posisi saat koreksi, jika percaya bahwa ETF akan disetujui.
    • Pantau perkembangan SEC dan proses revisi untuk menetapkan timing masuk pasar.

Baca Juga: Solana Naik Drastis Usai Sepakat dengan Regulator Dubai

Laporan terbaru menyebut peluang 90% bagi persetujuan ETF spot SOL, mendorong lonjakan harga 4–5%.

Permintaan revisi formulir dari SEC menunjukkan bahwa proses berjalan lancar, dengan waktu respons sekitar 30 hari.

Untuk jangka pendek, momentum tetap positif, namun volatilitas tinggi masih menghantui. Jika ETF benar-benar disetujui, SOL berpotensi menjadi kelas aset yang solid, menarik investor institusional dan mendorong likuiditas hingga fase pasca-debut ETF.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Akses US Treasuries di XRP Ledger dengan RLUSD dan OUSG

Ondo Finance resmi meluncurkan produk tokenized US Treasury jangka pendek mereka, OUSG, di XRP Ledger (XRPL).

Integrasi ini memanfaatkan stablecoin RLUSD dari Ripple sebagai alat settlement, menyederhanakan akses institusional terhadap obligasi pemerintah AS—atau US Treasuries secara on‑chain.

Apa Itu OUSG dan RLUSD?

  • OUSG (Ondo Short‑Term US Government Treasuries) adalah produk tokenized yang memegang obligasi jangka pendek AS, dikelola oleh Ondo Finance, dengan TVL global mencapai $670–$690 juta.
  • RLUSD adalah stablecoin enterprise-grade milik Ripple, yang kini dapat digunakan untuk minting dan redeeming OUSG langsung di XRPL, hanya dalam satu kali transaksi, lengkap dengan finalitas tinggi—sekitar 3–5 detik.

Mekanisme Akses & Keunggulan XRPL

  1. Pemegang Qualified Purchasers (lembaga tertentu) bisa langsung mencetak (mint) atau menebus (redeem) OUSG menggunakan RLUSD tanpa batas waktu kerja.
  2. Sistem bersifat atomic settlement. Ini berarti, token OUSG otomatis dibakar atau dihasilkan bersamaan dengan transfer RLUSD, menghilangkan risiko settlement tertunda.
  3. XRPL sudah memiliki infrastruktur siap pakai: order book terdesentralisasi, biaya rendah, identitas terverifikasi (DID), dan dukungan untuk tokenisasi tanpa wrapper rumit.
Pergerakan harga Xrp (XRP/USDT) pada Kamis, 12 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Xrp (XRP/USDT) pada Kamis, 12 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Dampak Nyata: Likuiditas & Efisiensi Modal

  • Dengan integrasi ini, institusi kini dapat mengakses US Treasuries dan memutar modal kapan saja—tidak terikat batas jam bank tradisional—meningkatkan efisiensi modal intraday.
  • Ripple & Ondo sudah menyediakan likuiditas untuk pasangan RLUSD–OUSG dan RLUSD ke USD off-chain, menjamin spread rendah & stabilitas pasar saat peluncuran (ainvest.com).
  • Ini juga menjadi loncatan penting bagi XRP Ledger dalam menjembatani TradFi–DeFi, terutama produk fixed-income yang sangat dibutuhkan institusi.
  • Baca Juga: VivoPower Gelontorkan $121 Juta untuk XRP dalam Model Bitcoin

Pengembangan RWA dan Ekspansi Ekosistem XRPL

  • XRPL kini menjadi salah satu platform pilihan untuk tokenisasi aset dunia nyata (real-world assets). OUSG melengkapi peluncuran lain di ekosistem, seperti komersial paper oleh Guggenheim dan program fixed-income lainnya.
  • Ripple & Boston Consulting Group memproyeksikan bahwa pasar tokenisasi akan tumbuh hingga $19 triliun pada 2033, dengan US Treasuries sebagai entry point utama .

Risiko & Tantangan Ke Depan

  • Regulasi & KYC: Hanya Qualified Purchasers yang bisa akses, perlu sistem kepatuhan kuat seperti DID dan allow-list.
  • Volatilitas pasar treasury: Meskipun low-risk, obligasi jangka pendek tetap bisa mengalami fluktuasi suku bunga dan harga.
  • Kompetisi platform: Tokenisasi US Treasuries juga berjalan di Ethereum, Solana, dan lainnya—XRP Ledger perlu memenangkan adopsi lewat efisiensi biaya dan kinerja.

Baca Juga: XRP Berpeluang Melambung: Optimisme ETF Kripto Semakin Kuat

Secara keseluruhan, peluncuran OUSG di XRPL menggunakan RLUSD menandai terobosan penting dalam adopsi finansial institusional, menggabungkan obligasi US Treasuries dengan teknologi blockchain siap-pakai.

Ini memperlihatkan bahwa XRP Ledger bukan hanya alat pembayaran cepat, tetapi juga platform modern untuk manajemen aset institusional.

Dengan efisiensi settlement, likuiditas on-chain, dan dukungan dari lembaga besar, XRPL semakin matang sebagai jembatan antara TradFi dan DeFi.

Antisipasi selanjutnya: peluncuran pasar sekunder RLUSD–OUSG di DEX, integrasi sebagai jaminan dalam lending protocol XRPL, dan ekspansi tokenisasi aset lain seperti commercial paper dan surat daerah.

Transformasi tokenisasi ini menunjukkan potensi besar bagi investor besar, jika dijalankan dengan strategi compliance dan eksekusi teknis yang matang, XRPL bisa menjadi backbone pasar aset digital baru.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pendukung Ethereum Yakin ETH Salah Harga

Sejumlah pendukung utama Ethereum meyakini bahwa harga ETH saat ini masih “sangat salah harga” (significantly mispriced).

Di kalangan komunitas pendukung Ethereum, hal ini dinilai mencerminkan belum sepenuhnya mencerminkan fundamental atau adopsi institusional yang telah berkembang signifikan.

Mengapa ETH Dinilai Salah Harga?

  • Kesalahpahaman institusional: Menurut laporan dari The Block, banyak investor institusional belum memahami secara penuh potensi ETH, baik sebagai aset digital, solusi infrastruktur blockchain, maupun sumber yield melalui staking dan DeFi.
  • Performa harga vs fundamental: Meskipun teknologi, ekosistem, dan dukungan Ethereum terus berkembang, harga ETH tidak meningkat seiring ekspektasi jangka panjang, yang mencerminkan gap antara pasar dan realitas proyek.

Baca Juga: Analis: Ethereum Hadapi Risiko Bearish Meski Reli 9%

Faktor Pendukung Fundamental ETH

  1. Ekosistem Layer‑2 yang berkembang
    Ethereum kini menjadi pusat bagi lebih dari 120 jaringan Layer‑2, seperti Optimism, Arbitrum, dan Base dari Coinbase.
  2. Jaringan ini telah meningkatkan throughput, menjaganya mencapai 300–450 juta transaksi per hari, dengan biaya transaksi di Layer‑2 yang rata‑rata di bawah satu sen per kali jalan.
  3. Tantangan skala teratasi
    Ciptaan awal Ethereum yang dikritik karena skalabilitas kini teratasi melalui strategi rollup-centric. Solusi ini diterima sebagai pendekatan modular yang memungkinkan peningkatan skala tanpa mengorbankan keamanan .
  4. Transisi ke PoS sukses
    Sejak The Merge (September 2022), Ethereum sukses menjadi blockchain Proof-of-Stake, mengurangi konsumsi energi hingga 99% dan meningkatkan beragam mekanisme insentif seperti staking dan yield on-chain.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 13 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 13 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Pandangan Jangka Panjang: “Markets Will Catch Up”

Paul Brody (EY) dan Josh Stark (Ethereum Foundation) menyatakan optimisme bahwa pasar pada akhirnya akan mengenali nilai Ethereum.

Mereka menekankan bahwa Ethereum membutuhkan penyampaian narasi yang lebih jelas dan terkoordinasi agar fundamentalnya dapat dipahami benar oleh institusi dan publik.

Tantangan yang Perlu Diatasi

  • Masih ada persepsi kompleks
    Ethereum memang menawarkan utilitas yang luas—dari smart contract hingga DeFi—namun bagi investor institusi, narasi ini tampak rumit dibanding sekadar “digital gold”.
  • Fragmentasi ekosistem Layer‑2
    Kendati peluang, banyak Layer‑2 masih berada di tahap awal pengembangan. Arsitektur modular masih dihadapkan pada risiko keamanan dan fragmentasi yang harus terus dioptimasi.
  • Komunikasi dan kepemimpinan
    Para pendukung menilai bahwa Ethereum Foundation perlu memperkuat kepemimpinan roadmap dan menyampaikan keunggulan teknis secara lebih persuasif agar ekosistem tidak kalah dalam persaingan naratif.

Strategi & Outlook bagi Investor

Investor Strategi
Institusi Perlu mempelajari kreditasi teknis dan potensi hasil DeFi/staking; pertimbangkan alokasi ke ETH sebagai aset teknologi.
Trader jangka menengah Pantau adopsi Layer‑2 yang mendominasi volume; forecast breakout jika inflow ETF terus meningkat.
Investor ritel Gunakan penurunan sebagai peluang beli; fokus pada jangka panjang karena gas fee rendah dan yield on-chain.

Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 11 Juni 2025: Ethereum Tunjukkan Sinyal Bullish

Pandangan bahwa ETH saat ini sangat salah harga menegaskan bahwa pasar institusional belum sepenuhnya masuk, meski fundamental jaringan seperti Layer‑2, staking, dan pengesahan PoS sudah matang.

Tantangan berikutnya adalah menyelaraskan narasi teknis dengan pemahaman institusi dan investor arus utama.

Momentum adopsi on-chain yang didorong oleh penggunaan Layer‑2, ditambah inflow dari ETF, bisa menjadi katalis jangka menengah hingga panjang.

Pasar mungkin lambat merespons, namun jika fundamental terus diperkuat dan komunikasi dipoles, optimisme bahwa “markets will catch up” tampaknya bukan sekadar impian.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Mengapa Harga Alpaca Finance (ALPACA) Tiba-Tiba Melonjak?

Token Alpaca Finance (ALPACA) menjadi sorotan pasar kripto setelah mencatat lonjakan harga spektakuler lebih dari 400% dalam waktu singkat — hanya beberapa jam setelah pengumuman penghapusan pencatatan dari Binance.

Dari Anjlok 90% ke Lonjakan 422%

Dilaporkan Coinpedia, pengumuman Binance pada 24 April tentang rencana delisting ALPACA dan tiga token lainnya langsung menekan harga token ini. Dalam hitungan jam, ALPACA jatuh hingga lebih dari 90%, menyentuh titik nadir di sekitar $0,18. Banyak pelaku pasar menganggap itu adalah akhir dari token ini.

Namun, pasar justru memberikan kejutan. Dalam waktu kurang dari sehari, ALPACA melonjak hingga $0,95, menandai kenaikan sekitar 422%. Kenaikan drastis ini dipicu oleh fenomena short squeeze, di mana trader yang bertaruh terhadap harga harus menutup posisi mereka akibat lonjakan mendadak — yang justru mendorong harga semakin tinggi.

Efek Short Squeeze dan Spekulasi Pasar

Setelah pengumuman delisting, banyak pedagang melakukan short selling, meyakini harga ALPACA akan terus turun. Namun, ketika harga mulai naik secara tiba-tiba, mereka terpaksa melakukan pembelian kembali untuk membatasi kerugian. Pembelian massal ini memicu lonjakan harga lebih lanjut.

Fenomena ini menciptakan efek bola salju di tengah pasar kripto yang memang sedang dalam fase menguat, dengan Bitcoin stabil di sekitar $95.000. Kondisi ini membuat trader jangka pendek melirik aset berkapitalisasi kecil seperti ALPACA demi peluang cuan cepat.

Pergerakan harga Alpaca (ALPACA/USDT) pada Kamis, 1 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Alpaca Finance (ALPACA/USDT) pada Kamis, 1 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Binance Umumkan Delisting, Harga ALPACA Melejit Naik 71%

Perdagangan Volatil dan Ketidakpastian Ke Depan

Sejak 24 April, pergerakan harga ALPACA sangat fluktuatif: sempat turun 52%, lalu naik 171% dalam satu hari. Pergerakan liar terus berlanjut selama beberapa hari, bahkan sempat naik 245% dalam satu sesi sebelum kembali terkoreksi.

Pada 29 April, Binance melakukan penyesuaian terhadap batas tingkat pendanaan (funding rate) ALPACA menjadi ±4%. Langkah ini kembali memicu antusiasme pasar dan memperkuat reli spekulatif menjelang penghapusan pencatatan yang dijadwalkan pada 2 Mei.

Apa Selanjutnya untuk ALPACA?

Meskipun lonjakan harga ALPACA terlihat mengesankan, sebagian besar analis sepakat bahwa reli ini lebih didorong oleh spekulasi jangka pendek dibandingkan kekuatan fundamental proyek. Dengan jadwal delisting dari Binance yang sudah di depan mata, masa depan ALPACA masih penuh ketidakpastian.

Namun satu hal yang jelas: reli ini menjadi pengingat bahwa di dunia kripto, bahkan kabar negatif seperti penghapusan pencatatan bisa membuka peluang — jika dimainkan dengan strategi yang tepat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com