Tag Archives: cryptocurrency

Alasan Indonesia Jadi Negara Pengadopsi Kripto Tertinggi di Dunia

Sebuah riset terbaru dari Gemini, platform perdagangan aset kripto global menyatakan Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan kepemilikan aset kripto tertinggi di dunia. Masyarakat melihat kripto sebagai aset pelindung kekayaan terhadap inflasi di masa depan.

Laporan bertajuk “2022 Global State of Crypto Report” ini menemukan bahwa 41 persen orang Indonesia, berusia antara 18-75 tahun dengan pendapatan lebih dari $ 14.000 (setara Rp 200 juta) per tahun, memiliki aset kripto. Dalam penelitian tersebut juga menemukan bahwa 61 persen responden Indonesia setuju dengan anggapan bahwa kripto adalah masa depan investasi dan layanan keuangan.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda, melihat ada beberapa faktor yang menyebabkan pertumbuhan industri aset kripto yang eksponensial dalam 2 tahun belakangan ini.

“Secara umum, pandemi telah menggenjot agenda digitalisasi global, tidak terkecuali Indonesia. Dengan demikian, pandemi memang telah mendorong pertumbuhan pasar kripto Indonesia. Masyarakat kini lebih giat mencari informasi soal investasi, termasuk kripto sehingga menimbulkan ketertarikan untuk mendapatkan passive income,” kata Manda.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda

Baca juga: 25% Milenial Berinvestasi di Crypto untuk Mendanai Masa Depannya

Penetrasi Internet dan Smartphone Tinggi

Selain itu, penetrasi pengguna internet yang masif juga turut andil dalam perkembangan adopsi aset kripto di Tanah Air. Menurut data We Are Social, ada 204,7 juta pengguna internet di Indonesia pada Januari 2022. Tingkat penetrasi internet Indonesia mencapai 73,7 persen dari total populasi pada awal tahun 2022.

“Industri aset kripto akan terus tumbuh. Dalam waktu 2-3 tahun bisa mencapai 30 juta investor. Masih ada banyak peluang yang bisa dioptimalkan. Jumlah investor baru 12,4 juta bandingkan dengan total penduduk Indonesia ada 277 juta jiwa,” ungkapnya.

Penetrasi pengguna smartphone juga memudahkan masyarkat dalam masuk ke industri investasi, seperti saham hingga kripto. Jumlah pengguna ponsel pintar mencapai 167 juta orang atau 89% dari total penduduk Indonesia. Hal ini membuat investasi kripto lebih bisa dijangkau semua kalangan.

Harga Bitcoin Bisa Gagal Menjadi US$13 Ribu, Ini Syaratnya
Illustrasi Bitcoin.

Baca juga: Riset: Indonesia Jadi Negara Pengadopsi Aset Kripto Tertinggi di Dunia

Bonus Demografi di Indonesia

Demografi Indonesia yang didominasi generasi muda. Jumlah penduduk Indonesia adalah 277,7 juta pada Januari 2022. Ada 39% didominasi gen Z dan milenial. Data Bappebti pada akhir 2021, saat ini ada 66% investor aset kripto di Indonesia didominasi oleh kedua generasi tersebut.
“Investasi aset kripto terbukti bisa bersaing dengan instrumen investasi lainnya yang sudah ada lebih dahulu. Kripto bisa menghasilkan imbal hasil yang lebih baik, meski high risk and high return. Dukungan pemerintah yang membuat industri aset kripto legitimate dan berada dijalur yang benar,” pungkas Manda.



Sumber : news.tokocrypto.com

Riset: Indonesia Jadi Negara Pengadopsi Aset Kripto Tertinggi di Dunia

Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan kepemilikan aset kripto tertinggi di dunia. Masyarakat melihat kripto sebagai perlindungan aset terhadap inflasi di masa depan.

Sebuah riset terbaru yang dilakukan oleh Gemini, platform perdagangan aset kripto global, menemukan bahwa 41 persen orang Indonesia, berusia antara 18-75 tahun dengan pendapatan lebih dari $ 14.000 (setara Rp 200 juta) per tahun, memiliki aset kripto.

Laporan yang bertajuk “2022 Global State of Crypto Report” ini menempatkan Indonesia dengan Brasil di peringkat teratas dari 20 negara yang disurvei oleh Gemini. Survei ini melibatkan sekitar 30.000 responden di 20 negara antara November 2021 dan Februari 2022 untuk memberikan gambaran tentang ekosistem kripto yang berkembang pesat.

Masyarakat Indonesia Mulai Percaya Aset Kripto

Dalam penelitian tersebut juga menemukan bahwa 61 persen responden Indonesia setuju dengan anggapan bahwa kripto adalah masa depan investasi dan layanan keuangan. Bandingkan dengan 23 persen di negara maju, seperti Amerika Serikat, Prancis dan Jerman.

“Banyak investor di negara ini mungkin melihat kripto sebagai lindung nilai inflasi,” kata Plt. Direktur Pelaksana dan Direktur Perdagangan Gemini Asia Pasifik, Feroze Medora dikutip Jakarta Globe.

Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan kepemilikan aset kripto tertinggi di dunia.
Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan kepemilikan aset kripto tertinggi di dunia. Foto: Gemini “2022 Global State of Crypto Report”.

“Sudah lama dipercaya gagasan bahwa Bitcoin beroperasi sebagai semacam “emas digital.” Jika nilai Bitcoin atau kripto lain yang dipilih meningkat seiring waktu, ini akan melindungi penurunan daya beli mata uang yang diakibatkan oleh hilangnya nilainya.”

Baca juga: Asosiasi ICCA dan PKHAKI Hadir Dukung Perkembangan Aset Kripto di Indonesia

Perempuan Mulai Dominasi Investasi Kripto di Indonesia

Satu hal yang menarik dari temuan riset yang dilakukan Gemini adalah terdapat 51 persen pemilik aset kripto di Indonesia adalah perempuan. Kemudian, hanya dua negara lain dalam penelitian ini, Israel dan Nigeria, yang memiliki setidaknya jumlah pria dan perempuan yang sama dalam kepemilikan kripto.

“Laporan ini telah menantang keyakinan bahwa aset kripto adalah “klub anak laki-laki,” kata Medora.

“Pertumbuhan aplikasi platform perdagangan aset kripto telah membuat kripto lebih mudah diakses oleh semua orang, terlepas dari jenis kelaminnya. Selain itu, maraknya materi pendidikan kripto yang bisa diakses online, mungkin telah membantu mempersempit dan bahkan mengubah keseimbangan gender dalam hal investasi kripto,” ujarnya.

Perempuan Indonesia mulai melek investasi aset kripto. Foto: Gemini "2022 Global State of Crypto Report".
Perempuan Indonesia mulai melek investasi aset kripto. Foto: Gemini “2022 Global State of Crypto Report”.

Baca juga: Siap! Transaksi Crypto di Indonesia Akan Dikenakan Pajak 0,1%

Studi Gemini tidak sepenuhnya mewakili total populasi penduduk Indonesia dan negara yang menjadi lokasi penelitiannya. Dengan mempersempit objek penelitian dan menetapkan pendapatan tahunan sebesar Rp 200 juta, riset ini hanya mewakili mereka yang berpenghasilan tinggi di Indonesia.

Namun, laporan tersebut memberikan pemahaman yang lebih baik tentang tingkat adopsi saat ini di Indonesia dan kawasan Asia Pasifik yang lebih lua.

“Masyarakat Indonesia sudah dikenal melek teknologi, sehingga mereka beradaptasi dengan kelas aset digital yang relatif baru ini,” pungkas Medora.

Jumlah investor aset kripto di Indonesia meningkat dua kali lipat. Hingga Februari 2022 saja sudah ada lebih dari 12 juta investor, menurut data dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappepti). Sebagai perbandingan, jumlah investor pasar saham Indonesia hanya di sekitar 8 juta.

Baca juga: Daftar Anak Muda yang Kaya Berkat Investasi Aset Kripto



Sumber : news.tokocrypto.com

Adopsi Teknologi Blockchain dan Kripto Berkembang Baik di Indonesia

Adopsi teknologi blockchain dan kripto berkembang kian baik di Indonesia, berdasarkan kajian terbaru Chainalysis belum lama ini. Apa saja faktor pendorongnya dan bagaimana potensi di masa depan?

Asia Tengah dan Tenggara telah lama menjadi bagian dari wacana global tentang adopsi teknologi dan kripto. Belum lama ini Chainalysis mencatat, bahwa kawasan ini adalah salah satu pasar kripto yang tumbuh paling cepat. Awalnya, pertumbuhan itu dipimpin oleh negara-negara seperti Vietnam, India dan Pakistan. Namun data terkini, ada perubahan nyata yang menempatkan Indonesia dalam sorotan.

Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan ekonomi terbesar kesepuluh di dunia dalam hal paritas daya beli, Indonesia menawarkan banyak peluang untuk pertumbuhan dan perkembangan teknologi blockchain dan kripto. Jumlah masyarakat kelas menengah pun bertambah, cerminan jutaan orang telah keluar dari kemiskinan di negara anggota G20 ini. Sementara itu, kendati pertumbuhan ekonomi terhambat oleh pandemi, pertumbuhan PDB Indonesia sudah berada di jalur yang tepat untuk pulih ke tingkat sebelum pandemi.

Pertumbuhan Adopsi Kripto di Indonesia

Indonesia memiliki basis pengguna kripto terbesar ketujuh di dunia, yang menjadikannya salah satu pemimpin global dalam kepemilikan dan adopsi kripto. Berdasarkan data Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), industri blockchain dan kripto telah berkembang menjadi lebih dari 1,5 juta pedagang kripto pada tahun 2020, mencerminkan tingkat pertumbuhan yang mengejutkan sebesar 2.263 persen sejak 2015.

Tahun lalu, Kementerian Perdagangan Indonesia melaporkan bahwa Indonesia memiliki lebih banyak pedagang kripto daripada investor di pasar saham ritel, dengan sekitar 6,5 juta investor kripto versus 5,37 juta investor ritel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Penyebabnya tentu saja, karena daya pikat peluang investasi yang lebih menggiurkan daripada kelas aset konvensional, hingga munculnya potensi lindung nilai terhadap inflasi.

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 11 Mei 2022: Investor Panik, Tren Bearish Lanjut

Blockchain dan Kripto sebagai Sistem Keuangan Alternatif

Tingkat adopsi kripto yang tinggi dapat, setidaknya sebagian, dikaitkan dengan ancaman kenaikan inflasi, yang memaksa investor Indonesia untuk beralih ke kripto sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian.

Ketika Indonesia mencatat tingkat inflasi tertinggi dalam hampir dua tahun, mereka bersiap untuk kenaikan lebih lanjut, buntut belanja besar masyarakat ketika bulan Ramadhan dan krisis energi global. Maka, tidak mengherankan jika orang Indonesia mencari solusi keuangan alternatif untuk mempertahankan nilai tabungan mereka, lewat kripto ini, walaupun mengandung risiko cukup tinggi.

Kondisi ekonomi yang kurang kondusif juga mendorong investor lokal untuk mencari peluang investasi tambahan. Kelas aset tradisional seperti saham belum memberikan imbal yang menarik dalam beberapa tahun terakhir, dengan indeks IDX80 turun sekitar 3persen  selama lima tahun terakhir.

Sebagai gambaran, pasar saham Vietnam tumbuh sekitar 105 persen, sementara Indeks Straits Times Singapura naik 2,7 persen pada periode yang sama.

Akibatnya, investor Indonesia sekarang dapat melihat kripto atau turunannya, seperti non-fungible token (NFT), sebagai pilihan investasi yang lebih menarik daripada kelas aset yang lebih tradisional.

Selebritas Ikut Ramaikan Panggung Kripto

Sementara faktor ekonomi mungkin telah membuat kripto lebih menarik bagi pengadopsi awal, selebritas dan dan sejumlah influencer Indonesia faktor pemercepat lainnya sejak tahun 2021. Lihatlah ada seperti Joe Taslim dan supermodel seperti Jessica Iskandar, masing-masing sebagai duta merek untuk crypto exchange di Indonesia dan proyek NFT.

Bahkan sejumlah selebritas lainnya langsung “turun gunung” menggarap proyek kripto mereka sendiri. Salah satu yang kontroversial adalah token ASIX besutan musisi senior, Anang Hermansyah. Tak sedikit publik menilainya tidak serius menggarap proyek itu, karena salah satu game mereka dianggap tidak memuaskan sebagai use case yang baik untuk token.

Pendekatan Peraturan yang Bijaksana dan Beban Pajak

Saya menilai Indonesia cukup baik dalam merancang dan menerbitkan peraturan yang mendukung teknologi blockchain dan kripto, yang memungkinkan masyarakat lokal mendapatkan manfaat dan rasa aman dari inovasi terbaru, sekaligus melindungi mereka dari potensi risiko, seperti proyek kripto fraud.

Misalnya, kripto memang ilegal sebagai alat tukar di Indonesia, tetapi pemerintah mengizinkannya untuk diperdagangkan sebagai komoditas. Apalagi, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) memiliki pedoman khusus yang harus dipenuhi oleh aset kripto yang diperdagangkan di Indonesia, termasuk proses penilaian resmi.

Pajak kripto (PPN dan PPh) yang berlaku sejak 1 Mei 2022 lalu juga tak kalah jadi sorotan para trader dan investor kripto. Pasalnya, pajak itu dinilai cukup membebani trader kripto harian, ditambahkan biaya trading yang sebenarnya cukup tinggi dibandingkan dengan crypto exchange popular di luar negeri.

Sejumlah pengelola layanan kripto di Indonesia juga berkali-kali mengumandangkan keberatan mereka, karena berpotensi hijrahnya trader ke layanan lain di luar negeri yang tidak membebankan pajak. Namun, di sisi lain itu menjadi “penegasan” soal legalitas kripto sebagai kelas aset baru yang menarik oleh negara.

Baca juga: Do Kwon UST Dalang di Balik Proyek Stablecoin Gagal “Basis Cash”, Kata Mantan Karyawan Terraform Labs

Saujana Kripto di Indonesia

Pertumbuhan komunitas kripto Indonesia didorong oleh banyak “pemain”, termasuk crypto exchange yang berfungsi untuk memenuhi permintaan pengguna lokal yang terus meningkat. Sebagai salah satu bursa aset digital terkemuka di Asia Tenggara, Huobi Global memandang Indonesia sebagai salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat dan optimis dengan potensi masa depannya.

Patut dicatat bahwa populasi crypto-savvy Indonesia hanya terdiri dari sekitar 2,7 persen dari total populasi, 272 juta. Anda bisa membayangkan sendiri potensi luar biasa yang belum dimanfaatkan di Indonesia dalam hal adopsi dan pertumbuhan kripto.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Daftar Aset Kripto yang Paling Banyak Dipegang Orang Indonesia

Sepanjang 2021, investor kripto di Indonesia meraup keuntungan yang direalisasikan sebesar $ 731 juta atau setara Rp 10 triliun. Secara global, investor kripto di seluruh dunia sukses dapat cuan sebesar $ 162,7 miliar, meningkat tajam dibandingkan tahun 2020 hanya $ 32,5 miliar.

Dalam laporan yang disampaikan oleh Chainalysis bertajuk “2021 Chainalysis Global Crypto Adoption Index“, Indonesia menempati peringkat 44 dari 50 negara yang dirisetnya dalam perolehan keuntungan investasi kripto paling besar sepanjang tahn 2021 lalu. Posisi Indonesia paling bawah dibanding negara di Asia Tenggara lainnya, seperti Malaysia, Thailand dan Singapura.

Laporan Chainalysis juga mengungkap aset kripto yang paling banyak dipegang oleh investor di Indonesia. Disebutkan token yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah Bitcoin, Ethereum, dan koin/token lainnya. Namun tidak dijelaskan secara rinci berapa persen jumlah penggunaan ketiga token tersebut.

Sementara itu, data lainnya yang dipaparkan Finder mengungkap dari 2.502 pengguna internet di Indonesia yang memiliki kripto paling banyak menjawab memiliki Bitcoin (36,7%), Dogecoin (29,4%), Ethereum (89,1%), Solana (28%) dan Ripple (24%).

jenis altcoin yang menarik perhatian
Ilustrasi aset kripto.

Baca juga: Riset Ungkap Cuan Investor Aset Kripto di Indonesia Selama 2021, Berapa?

Bitcoin dan Ethereum Primadona

Menurut Chainalysis, secara umum sepanjang 2021, Ethereum menjadi raja mengungguli Bitcoin dalam total keuntungan yang direalisasikan secara global. Ethereum meraih $ 76,3 miliar, sementara Bitcoin $ 74,7 miliar.

Hal tersebut mencerminkan peningkatan permintaan Ethereum akibat dari kenaikan perkembangan DeFi di tahun 2021. Kenaikan ini dipicu karena sebagian besar protokol DeFi dibangun di atas blockchain Ethereum dan menggunakan Ethereum sebagai mata uang utama mereka.

Meski, kenaikan Ethereum ini terjadi di sebagian besar negara, namun ada beberapa pengecualian. Misalnya di Jepang, Bitcoin mendapatkan keuntungan lebih tinggi sekitar $ 4 miliar, dibandingkan dengan Ethereum di angka $ 790 juta.

Dalam kesimpulannya, Chainalysis menyatakan masih ada risiko yang harus diatasi oleh pelaku industri kripto. Data tahun 2021 tidak hanya menunjukkan bahwa harga aset kripto tumbuh, tetapi juga menunjukkan bahwa aset digital tersebut menjadi sumber peluang ekonomi bagi pengguna di pasar negara berkembang, seperti Indonesia.

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Pixabay.

Baca juga: Ahli Prediksi BTC dan ETH akan Tembus Level Tertinggi di Tahun 2022

Survei: Kepemilikan Kripto di Indonesia Turun

Laporan “Finder Cryptocurrency Adoption Index” untuk April 2022 ini juga menemukan tingkat kepemilikan kripto di Indonesia adalah 18,7%, di atas Ghana (18,3%) dan Hong Kong (18,1%). Namun, angka ini lebih tinggi dari rata-rata global sebesar 14,6%.

Di sisi lain, sebenarnya kepemilikan kripto telah surut di Indonesia, dengan 16,1% responden mengatakan mereka memiliki kripto pada November 2021, 22,4% pada 22 Januari dan sekarang 18,7% mengatakan hal yang sama dalam laporan April.

Dari laporan Finder yang terbaru ini menemukan kepemilikan kripto di Indonesia, 62,3% adalah pria dan 37,7% adalah perempuan. Artinya pria kira-kira 1,7 kali lebih mungkin memiliki kripto daripada perempuan. Ada kesenjangan yang lebar dalam adopsi kripto antara pria dan perempuan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Riset Ungkap Cuan Investor Aset Kripto di Indonesia Selama 2021

Indonesia menjadi salah satu dari banyak negara yang merasakan gelombang pertumbuhan aset kripto selama tahun 2021 lalu. Aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum mampu membangun momentum positif yang diperoleh pada akhir tahun 2020 dan mencapai nilai tertinggi baru sepanjang masa pada tahun 2021.

Berdasarkan data Chainalysis, Indonesia masuk dalam daftar 50 negara teratas yang memperoleh keuntungan yang besar dari aktivitas investasi aset kripto yang direalisasikan. Riset tersebut mengungkap sepanjang 2021, investor kripto dari Indonesia total meraup keuntungan hampir $ 731 juta (setara Rp 10 triliun) selama tahun 2021.

Total keuntungan investor kripto di Indonesia masuk urutan ke-44 dari 50 negara. Indonesia masih kalah dari Malaysia ($ 811 juta), Thailand ($ 1,1 miliar), Filipina ($ 1,3 miliar) dan Singapura ($ 1,7 miliar). Namun, Indonesia menang dari Denmark ($ 690 juta), Uni Emirat Arab ($ 642 juta) dan Yunani ($ 619 juta).

Daftar 50 negara yang untung dari investasi aset kripto.
Daftar 50 negara yang untung dari investasi aset kripto. Foto: Dok. Chainalysis

Baca juga: Riset: Indonesia Jadi Negara Pengadopsi Aset Kripto Tertinggi di Dunia

Aset Kripto yang Bikin Untung Investor di Indonesia

Dalam riset yang sama, terungkap juga aset kripto yang banyak memberi keuntungan bagi investor di Indonesia. Faktanya, Bitcoin, Ethereum dan koin/token lainnya menjadi aset kripto yang paling banyak bawa untung untuk investor.

Menurut Chainalysis, yang merupakan perusahaan analis blockchain, menjelaskan secara keseluruhan, investor di seluruh dunia meraih total keuntungan sebesar $ 162,7 miliar pada tahun 2021, dibandingkan dengan hanya $ 32,5 miliar pada tahun 2020.

Chanalysis menggunakan metode pengukuran aliran transaksi level makro on-chain dari semua aset kripto yang dilacak ke setiap bisnis mata uang kripto. Kemudian, mereka memperkirakan total, keuntungan kolektif yang dibuat pada setiap aset dengan mengukur perbedaan antara nilai dolar AS dari semua penarikan aset dan nilai semua simpanan aset.

Tim riset kemudian mendistribusikan keuntungan atau kerugian tersebut berdasarkan negara berdasarkan pangsa lalu lintas web yang dicatat setiap negara di situs web masing-masing bursa atau exchange.

Ilustrasi market kripto di Indonesia.
Ilustrasi market kripto di Indonesia.

Baca juga: Alasan Indonesia Jadi Negara Pengadopsi Kripto Tertinggi di Dunia

Amerika Serikat Paling Untung dari Investasi Kripto

Dalam 50 negara teratas, Amerika Serikat yang dapat keuntungan terbesar dari aset kripto, nilainya mencapai $ 46,9 miliar di sepanjang 2021 lalu. AS memang diibaratkan menjadi kiblat perkembangan dan pertumbuhan aset kripto.

Faktanya, hampir seluruh bursa kripto global berbasis di AS, atau paling tidak menjadikan AS sebagai pasar terbesarnya. Peningkatan keuntungan atas kripto di AS pada tahun lalu juga mencetak rekor. Sepanjang 2020 lalu, keuntungan investor kripto di AS hanya mencapai $ 8,1 miliar atau melesat 476%.

Negara berikutnya yang mengantongi keuntungan terbesar dari aset kripto setelah AS adalah Inggris. Keuntungan investor kripto di Inggris pada tahun 2021 lalu, mencapai $ 8,1 miliar.

Lalu, di posisi ketiga adalah Jerman dengan keuntungan investor kriptonya sepanjang tahun 2021 sebesar $ 5,8 miliar. Baik Inggris dan Jerman sepanjang tahun lalu membukukan pertumbuhan keuntungan sebesar 431% dan 423%.

Baca juga: Indonesia Bisa Jadi Pusat Ekonomi Digital Dunia, Lewat Aset Kripto



Sumber : news.tokocrypto.com

4 Dasar Rekt Capital Klaim Bottom Absolut dari Bitcoin (BTC) Sudah Dekat

Level bottom atau dasar dari penurunan harga Bitcoin (BTC) saat ini menjadi hal yang paling nantikan. Pasalnya, bottom ini akan menjadi akhir dari penderitaan berlarut-larut, dan membawa angin segar ke industri kripto.

Secara fundamental, bangkitnya iklim industri dapat terealisasi pasca meredanya gejolak ekonomi, yang menumbuhkan selera risiko investor ke aset seperti saham dan kripto. Secara teknikal, analis dari Rekt Capital melalui laporan analisis teknikal bagi para pelanggannya, telah melihat adanya peluang bottom Bitcoin sudah dekat.

Log Channel Bitcoin 

Berdasarkan dua gambar pemetaan teknikal di atas, pada Log Channel harga BTC terlihat merosot sekitar 49%,. Hal itu juga terjadi di bulan Maret 2020, ketika Bottom pola Channel hilang sebagai Support kali pertama.

Potensi penurunan masih bisa terjadi lantaran Log ini terus menyoroti sisi Oversold dari harga kripto utama. Selain itu, semakin rendah harga maka semakin bersar peluang untuk pemulihan yang lebih kuat.

Tingkat Volume yang Ekstrim

Melirik indikator volune, saat ini harga di grafik Weekly telah melihat volume jual yang ekstrim. Ini sama seperti beberapa Bottom di masa lalu dan berpotensi bakal segera terbentuk, meski masih sekadar kemungkinan dari sudut pandang teknikal.

MA 200-Minggu

Saat berada di bawah MA 200-minggu dengan minus 14% hingga 28%, harga BTC biasanya akan bergerak naik lagi.

Dari grafik di atas, BTC telah memiliki dua penutupan mingguan di bawah MA ini, yang berperan sebagai Support. Ini bisa menjadi tanda upaya pemulihan dapat terjadi di sini. Apabila tidak, maka MA akan berubah menjadi Resistance, namun tidak akan turun terlalu jauh untuk penemuan Bottom selanjutnya.

RSI Bulanan

Terakhir, yakni indikator RSI bulanan (monthly), telah mencapai level terendah yang pernah ada. Hal ini menandakan sudah dekatnya pembentukan Bottom. Tentu saja, pemulihan tidak akan begitu fantastis karena akan menghadapi momen Halving terlebih dahulu yang biasanya akan berlanjut dengan penguatan. [st]

Artikel ini telah tayang di Cryptoharian dengan judul “4 Dasar Rekt Capital Klaim Bottom Absolut dari Bitcoin (BTC) Sudah Dekat



Sumber : news.tokocrypto.com

Acara Penting di Dunia Kripto Selama Tahun 2022

Terdapat beberapa agenda dan momen besar yang berhubungan dengan pasar serta aset kripto global.

Agenda-agenda tersebut akan berdampak besar pada sejumlah aset kripto dan memberi gambaran strategis bagi investor hingga akhir 2022.

Beberapa agenda berfokus pada aset kripto tertentu. Sementara agenda lain seperti rapat atau pertemuan federsi akan berdampak pada pasar kripto secara global.

Transisi GBTC

Salah satu momen yang menjadi perbincangan utama adalah pergerakan GBTC yang berusaha masuk ke dalam jajaran spot ETF. Upaya tersebut berpotensi menempatkan GBTC pada posisi yang semakin strategis.

Babak akhir dari pengajuan tersebut akan bisa didapatkan pengamat dan investor paling lambat pada Rabu, 6 Juli 2022 mendatang. Meski begitu terdapat peluang SEC (Securities and Exchange Commission) dapat memberikan putusan lebih awal.

Dalam riwayat sebelumnya, terdapat catatan penolakan atas pengajuan GBTC sebagai spot ETF. Sehingga terdapat banyak pihak yang berasumsi tentang potensi keberhasilan upaya GBTC saat ini.

Meski begitu, sejumlah pengamat menilai terdapat dua kunci utama yang berperan sebagai dorongan terhadap kepercayaan publik atas GBTC yang diasumsikan memiliki masa depan cerah.

Komisaris SEC, Hester Pierce merilis pernyataan publik yang menghimbau lembaga tersebut untuk tidak menghalangi pengajuan spot ETF dari GBTC.

Ia juga mengatakan bahwa lembaga tersebut sebaiknya mulai mengambil langkah produktif dan kooperatif untuk meregulasi aset kripto dengan pendekatan regulasi nyata yang dapat diberikan.

“Dibanding asumsi pada aset kripto, merupakan tanggung jawab investor dan SEC untuk memberikan pendekatan yang lebih produktif,” ujarnya dikutip dari dokumentasi konferensi pers SEC.

Hal tersebut diungkapkannya sebagai pernyataan publik untuk mendapatkan dukungan terhadap proses yang kini sedang berjalan.

Dari sumber lain, investor bisa menemukan informasi yang bersebrangan tentang aset kripto tersebut. Hal tersebut menunjukkan peluang pembelian GBTC yang dapat sejajar dengan Bitcoin pada harga USD30 dengan kondisi penurunan terkini.

Nilai tersebut terhitung lebih murah meski tanpa opsi penjualan atau konversi langsung sebagai ETF. Selisih antara GBTC dan Bitcoin menjadi daya tarik investor untuk mendapatkan keuntungan besar yang sangat menjanjikan.

Secara umum, investor besar akan melihat peluang tinggi pada pengajuan ETF tersebut. Hal demikian akan berdampak pembelian besar-besaran GBTC. Meski akan berdampak pada terkikisnya selisih harga, hal tersebut bukan merupakan kekhawatiran besar.

Meski begitu, faktanya GBTC juga terus meningkat masuk ke jajaran aset kripto bernilai tinggi. Selain itu, terdapat komitmen tim legal yang memiliki proyeksi proses pengadilan apabila pengajuan spot ETF tersebut tidak membuahkan hasil.

Baca juga: Digaet Binance, Cristiano Ronaldo Akan Luncurkan NFT Eksklusif

Pertemuan Federasi Reserve (FOMC Meeting)

Investor juga perlu mengamati beberapa momen dan agenda besar terkait FOMC (Federal Open Market Committee) serta berbagai rilis yang berhubungan dengan data perkiraan inflasi.

Dalam beberapa periode lalu, hal-hal tersebut tidak berdampak pada pasar kripto. Namun dengan semakin tertautnya aset kripto pada pasar tradisional, kondisi terkini pada sektor tersebut akan menjadi hal yang harus diantisipasi investor dan mendapatkan perhatian lebih.

Beruntungnya, terdapat beberapa jadwal yang telah dapat Anda akses dalam sejumlah agenda di masa depan. Sehingga investor dapat mempersiapkan strategi dan waktu. Dibanding hanya menyiapkan mental terhadap perubahan dan mengambil tindakan secara radikal.

Pertemuan FOMC berjalan delapan kali dalam satu tahun. Dalam catatan terkini, empat di antara pertemuan tersebut telah berjalan di tahun 2022. Masing-masing pertemuan umumnya berjalan selama dua hari penuh.

Namun, perhatian besar dapat ditempatkan pada hari kedua di masing-masing agenda. Momen tersebut menjadi rutinitas pengumuman perkembangan nilai tukar dan Ketua FOMC, Jerome Powel akan menyampaikan konferensi tentang ekspektasi ekonomi di masa depan.

Data inflasi juga dapat diketahui melalui penerbitan CPI setiap bulannya. Hal tersebut menjadi catatan penting atas performa satu bulan terakhir.  Data tersebut berhubungan erat dengan hal yang akan menjadi kebijakan FOMC pada setiap pertemuan.

The Merge

Agenda The Merge menjadi momen penting bagi pasar kripto yang belum diketahui secara pasti pelaksanaannya. Namun informasi teranyar mengungkapkan bahwa agenda tersebut akan digelar dalam beberapa bulan ke depan.

The Merge sebelumnya telah mengalami beberapa kali penundaan. Sehingga banyak pihak berspekulasi akan kepastian proses tersebut.

Proses yang dijanjikan dalam The Merge telah mencapai Robsten TestNet yang merupakan pengujian jaringan serupa dengan rantai utama Ethereum.

“Beberapa pihak menduga bahwa The Merge akan berjalan mendekati akhir tahun 2022,” dikutip dari Bloomber BNN Canada.

Penundaan tersebut menjadikan penantian terhadap proses The Merge yang dapat disaksikan publik kembali tertunda hingga Agustus 2022.

Co-founder Ethereum, Vitalik Buterin sebelumnya mengungkapkan bahwa Agustus 2022 menjadi ekspektasi terhadap The Merge apabila segala hal berjalan dengan baik. Namun ia juga mengungkapkan bahwa terdapat potensi penundaan hingga Oktober.

Meski begitu, agenda The Merge akan menjadi peningkatan terbesar bagi jaringan Ethereum sejak perilisannya. Pasalnya, hal tersebut tidak hanya mentransisikan ETH menjadi blockchain yang ramah investor dan hemat biaya pembakaran (burn fee).

Agenda The Merge akan menjadikan ETH lebih mudah diakses oleh institusi yang berkaitan dengan regulasi burn fee berskala rendah. Di saat yang sama, hal tersebut juga akan berdampak pada gejolak pasar.

Baca juga: Bos Binance: Bearish Pasar Kripto Mungkin Segera Usai

Setelah momen “The Merge”, isu tentang ETH diprediksi akan semakin menurun secara signifikan hingga titik burn fee tersebut akan mendorong deflasi pada token ETH. Meski begitu, prediksi kontradiktif beredar di komintas kripto.

Dalam perkiraan tersebut, pasar tidak akan secara spontan dibanjiri ETH merespon proses yang direncakan dalam The Merge. Saat ini terdapat sekitar 10% dari total pasokan yang terkunci dalam kontrak ETH.

Pihak ETH tidak akan merilis asetnya secara sporadis, justru aset kripto tersebut diprediksi bahwa baru kembali tersedia mengikuti peningkatan lanjutan dalam enam bulan berikutnya.

Lebih jauhnya, setelah agenda tersebut diperkirakan masih terdapat beberapa mekanisme lain yang menjaga pasokan agar tidak semua pihak meraup aset tersebut sekaligus.

Panic Dump Juli 2022

Agenda lain yang perlu diantisipasi oleh investor adalah histeria masal pada Juli 2022 mendatang. Asumsi tersebut berkembang dalam opini pada artikel yang dirilis oleh analis Arthur Hayes.

Momen tersebut diprediksi terjadi pada pekan perdana Juli 2022 mendatang. Dalam artikel tersebut, Hayes mengungkapkan akan adanya satu atau lebih histeria masal (panic dump).

Pekan tersebut menjadi babak akhir dari kuartal kedua tahun 2022. Bersamaan dengan momen tersebut, Juli 2022 juga menjadi agenda peningkatan utama dari bank sentral di Eropa.

Ia juga mengungkapkan bahwa pada periode tersebut, federasi Amerika Serikat akan memulai proses penjualan aset. Hal tersebut berkaitan dengan penyesuaian neraca di pertengahan tahun.

Tidak hanya berdampak pada bursa tradisional, hal tersebut juga akan berkontribusi pada penurunan likuiditas Dollar Amerika Serikat dalam beberapa waktu.

Baca juga: Memahami Aset Kripto, NFT dan Gagasan “Greater Fool Theory”

Apabila penurunan nilai yang terjadi saat ini terus berlanjut, maka sejumlah aset kripto dan platformnya berpotensi menutup penukaran dan transaksi pengguna. Alternatif lain juga mengindikasikan akan adanya penjualan holding kripto untuk meningkatkan fiat.

Umumnya, volume dan likuiditas menurun selama akhir pekan dan libur nasional. Sehingga dorongan lain seperti penutupan withdrawal atau likuidasi besar-besaran akan mengguncang pasar dan meyebabkan histeria masal.

Pada momen tersebut, lembaga perbankan tidak akan memiliki cukup fiat untuk menangani tekanan tersebut hingga sekitar 5 Juli 2022.

Meski hal tersebut masih bersifat spekulasi, namun tidak ada salahnya investor melakukan antisipasi apabila hal tersebut benar-benar terjadi.

Artikel ini telah tayang di Cryptoharian dengan judul “Catat! Acara Penting Untuk Dunia Kripto Pada Tahun 2022



Sumber : news.tokocrypto.com

Persija Rilis Fan Token Kripto untuk Penggemarnya

Persija, menjadi klub sepak bola kedua di Indonesia yang bakal merilis Fan Token kripto. Sebelumnya, Persib sudah lebih dahulu menyatakan komitmen yang sama untuk mengadopsi aset kripto dan teknologi blockchain dalam bisnis mereka.

Persija menjalin kemitraan global dengan platform fans engagement berlabel Socios.com untuk menyambut Liga 1 2022/2023. Dalam kerja sama ini, Persija akan meluncurkan Fan Token, yaitu aset kripto yang memberikan akses kepada seluruh penggemar Persija ke layanan digital.

“Kami senang bisa bekerja sama dengan Socios.com. Kami sangat terbuka dengan berbagai inovasi yang dapat meningkatkan hubungan kami dengan para pendukung Persija,” kata Direktur Komersial Persija, Ivi Sumarna Suryana dalam keterangan resminya.

Persija bergabung dengan 150 klub besar dari berbagai belahan dunia lainnya yang telah bermitra dengan Socios.com. Dari mulai raksasa Eropa, seperti Paris Saint-Germain, FC Barcelona, ​​​​Valencia, Atlético de Madrid, Manchester City, Arsenal, Juventus, AC Milan dan Inter Milan, hingga klub dari Amerika Selatan, River Plate, Flamengo dan Korintus.

Persija
Klub sepak bola, Persija bakal rilis Fan Token kripto. Foto: Dok. Persija.

Baca juga: Mengenal Kripto AC Milan Fan Token (ACM) dan TrueFi (TRU)

Banyak Benefit Pemegang Fan Token Persija

Socios.com memproyeksikan nantinya para pemegang Fan Token $PRSJ memungkinkan untuk mempengaruhi keputusan klub yang diambil dari suara pendukung tentang berbagai hal. Mulai dari desain jersey, pemilihan nomor punggung, dan lagu disaat klub merayakan kemenangan.

Para holder $PRSJ juga akan memberi penghargaan kepada lebih banyak penggemar. Sekitar 17.000 penggemar akan mendapatkan kesempatan menonton langsung pertandingan di periode 2022.

Pemegang Fan Token pun akan menerima hadiah yang unik, seperti aset digital, termasuk NFT, serta merchandise dan jersey pertandingan. Sementara yang memenuhi syarat bisa mengakses diskon eksklusif yang terkait dengan sponsor klub dan penawaran serta insentif khusus lainnya. Socios.com pun akan meningkatkan gamification pada aplikasi, meluncurkan berbagai game mobile bertema olahraga khusus untuk pemegang Fan Token.

“Kami senang menyambut Persija di Socios.com. Kami tahu ada banyak gairah untuk sepak bola di Indonesia dan platform kami memberikan akses kepada seluruh penggemar,” kata CEO Chiliz and Socios.com, Alexandre Dreyfus.

Persija
Klub sepak bola, Persija bakal rilis Fan Token kripto. Foto: Dok. Persija.

Baca juga: Persib Luncurkan Fan Token Kripto Ikuti Jejak AC Milan dan Barcelona FC

“Kami berkomitmen untuk membangun jaringan di tingkat domestik dan menciptakan peluang keterlibatan dan pengalaman bagi para suporter Persija. Kami berharap dapat meningkatkan pengalaman penggemar Persija dan para pendukungnya,” tuturnya lagi.

Langkah Persija ini tidak hanya ditujukan untuk suporternya yang berada di Indonesia saja, namun dapat merangkul pendukungnya di seluruh dunia. Selain itu, memiliki peluang baru untuk mendapatkan keuntungan serta keakraban baru dengan para pendukung klub sepak bola asal Jakarta tersebut.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kenalan Kripto AirSwap (AST) dan Adventure Gold (AGLD)

Dua aset kripto AirSwap (AST) dan Adventure Gold (AGLD) mencuri perhatian akhir-akhir ini. AirSwap memiliki project yang membuat protokol perdagangan terdesentralisasi dengan transaksi yang cepat menggunakan blockchain Ethereum.

Kalau Adventure Gold (AGLD), memiliki fungsi token ERC-20 proyek NFT, Loot. AGLD awalnya dikerahkan melalui airdrop ke anggota komunitas Loot NFT. Itu baru sedikit penjelasan soal AST dan AGLD, penasaran apa keunggulannya? So, mari berkenalan lebih dekat AirSwap (AST) dan Adventure Gold (AGLD).

AirSwap (AST)

Apa Itu AirSwap (AST)?

AirSwap adalah DAO (Decentralized Autonomous Organization) yang fokus pada sistem perdagangan terdesentralisasi. Platform ini berfungsi sebagai pertukaran untuk koin kripto yang relatif baru dan token asli platform.

AirSwap menjadi semakin populer karena koinnya, token kripto aslinya AST. Platform ini memungkinkan pengguna untuk memperdagangkan token Ethereum secara langsung satu sama lain.

Dibandingkan dengan pertukaran terdesentralisasi lainnya, AirSwap tidak membebankan biaya perdagangan atau biaya apa pun untuk setoran dan penarikan. Mereka juga tidak memberlakukan batasan pada setoran, penarikan, dan swap.

AirSwap (AST)
Ilustrasi aset kripto AirSwap (AST).

Baca juga: Apa Itu Aset Kripto IRISnet (IRIS) dan BitShares (BTS)?

Pengguna juga tidak dipaksa untuk mendaftar ke AirSwap untuk menggunakan fitur-fiturnya. Meski begitu, pertukaran ini sangat aman bagi investor kripto dan memberikan pengalaman pengguna yang luar biasa, terutama untuk volume perdagangan yang tinggi.

AirSwap dikenal sebagai penyedia layanan mandiri. Tidak menggunakan bantuan pihak ketiga untuk menyimpan dan mengelola dana para pedagang. Pengguna di bursa memegang kendali penuh atas dana kripto mereka. Mereka dapat langsung melakukan perdagangan antara berbagai pihak dan tetap anonim karena platform tidak mengharuskan proses pendaftaran akun.

Apa yang Membuat AirSwap (AST) Unik?

AirSwap (AST) adalah token Ethereum untuk AirSwap, jaringan perdagangan peer-to-peer terdesentralisasi. Airswap bertujuan untuk membuat pembelian dan penjualan token aman, sederhana dan tanpa biaya. Token AST terutama berfungsi sebagai sarana bagi pembuat pasar untuk mengatur pasar di AirSwap.

AST berfungsi sebagai aset digital bagi para pedagang. Token dirancang untuk melindungi pedagang dari risiko rekanan penipuan dan selip harga. Token AST juga digunakan untuk menguji pedagang yang dikenal sebagai front running.

Untuk mengeksekusi perdagangan, pengguna harus memiliki 100 AST. Dengan jumlah AST ini, platform memungkinkan staking. Ini juga membantu pengguna dalam mengunci AST ini selama tujuh hari. Setelah durasi penguncian, pengguna mendapatkan kendali atas mekanisme tata kelola.

AirSwap (AST)
Ilustrasi aset kripto AirSwap (AST).

Baca juga: Kenal Lebih Aset Kripto dForce (DF) dan Bonfida (FIDA)

Harga token AST tumbuh secara signifikan. Kapitalisasi pasar total AST pernah mencapai US$ 27,2 juta. Pada tahun 2021, platform tersebut telah mengedarkan sedikit lebih dari 150 juta koin AST.

Peringkat AST di situs CoinMarketCap pada Rabu (29/6) jam 08.00 adalah #626, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 16.701.270. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 150.000.000 koin AST dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Adventure Gold (AGLD)

Apa Itu Adventure Gold (AGLD)?

Adventure Gold (AGLD) adalah token ERC-20 asli dari proyek Loot NFT. Loot adalah proyek NFT yang dirancang secara acak berbasis teks yang dihasilkan dan disimpan secara on-chain, dibuat oleh salah satu pendiri media sosial, Vine, Dom Hofmann.

Proyek Loot tidak memiliki antarmuka front-end, gambar, statistik atau fungsionalitas. Sebaliknya, ini didasarkan pada satu set 8.000 NFT berbasis teks yang terbuka untuk bagaimana komunitas ingin menafsirkannya. NFT berisi teks mulai dari tulisan “Holy Greaves of Giants” hingga “Grim Shout.”

Adventure Gold sendiri diluncurkan pada 2 September 2021, dan memungkinkan setiap pemilik Loot NFT untuk mengklaim 10.000 token secara gratis. Pada 8 September 2021, harga floor price NFT Loot di OpenSea adalah 8,56 ETH. Banyak proyek turunan sedang dibangun di sekitar Loot.

Adventure Gold (AGLD)
Ilustrasi aset kripto Adventure Gold (AGLD).

Baca juga: Lebih Kenal Aset Kripto Akropolis (AKRO) & Tellor (TRB)

NFT dihasilkan sebagai item untuk digunakan dalam game atau proyek yang dibuat oleh komunitas. Ini telah menyebabkan generasi komunitas, alat pengembang, developer tools, guilds, market trackers, dan derivative projects menggunakan NFT Loot di dunia mereka.

Loot telah menerima banyak hype karena sifatnya yang inovatif. Meskipun tidak menambahkan fitur atau utilitas baru, inilah yang sebenarnya membuatnya begitu populer. Kebebasan untuk menggunakan Loot sesuai keinginan membuatnya sangat serbaguna.

Apa yang Membuat Adventure Gold (AGLD) Unik?

Adventure Gold mengikuti pendekatan bottom-up. Sementara para pendiri proyek NFT lain mengarahkan pengembangan NFT ciptaannya. Di Loot, komunitaslah yang menentukan nilainya dan cara menggunakannya. Segera setelah pembuatan Loot, komunitas dan proyek telah berkembang untuk menggunakan setiap NFT Loot dengan cara yang unik.

Kesederhanaan dan keunikan Loot itu sendiri mengilhami komunitas web3 untuk membuat banyak proyek turunan berdasarkan kodenya, Adventure Gold sendiri bertujuan untuk digunakan sebagai token tata kelola dan meminta pengguna memilih kredit dalam game di masa depan atau membangun mint di masa depan atas Loot dan mengadopsi AGLD.

Grup multisig yang terdiri dari Papper dan “anggota komunitas yang sangat bereputasi baik yang menyukai Loot” dapat menjalankan izin kontrak, seperti membuat keputusan dan proposal tata kelola lainnya.

Adventure Gold (AGLD)
Ilustrasi aset kripto Adventure Gold (AGLD).

Baca juga: Kenal Lebih Aset Kripto Golem (GLM) dan Optimism (OP)

Kecepatan pengembangan Loot dan Adventure Gold dan desas-desus seputar proyek juga telah menyebabkan lingkungan perdagangan yang unik, didorong oleh keputusan bursa kripto, seperti FTX untuk mendaftarkan AGLD hanya 30 jam setelah peluncurannya.

Peringkat AGLD di situs CoinMarketCap pada Rabu (29/6) jam 08.00 adalah #483, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 31.156.921. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 70.170.001 koin AGLD dan maksimal pasokan tidak tersedia.

AirSwap (AST) dan Adventure Gold (AGLD) Listing di Tokocrypto

Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti AirSwap (AST) dan Adventure Gold (AGLD).

Trading AST/BTC, AGLD/USDT, AGLD/BUSD dan AGLD/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 28 Juni 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran AST dan AGLD di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bos Binance: Bearish Pasar Kripto Mungkin Segera Usai

Bos bursa kripto Binance, Changpeng Zhao, telah mengutarakan pendapat terbarunya mengenai kondisi bearish pasar kripto saat ini, yang menurutnya mungkin akan segera usai.

Bearish pasar kripto terbaru ini telah benar-benar menghantam industri dengan kuat, memaksa beberapa bisnis terkait untuk gulung tikar, memangkas jumlah staf dan bahkan menutup sebagian operasi cabang mereka.

Meski begitu, para pengembang tetap bergerak di balik layar untuk memoles proyek mereka, mengikuti upaya regulasi yang tampak akan lebih ramah terhadap aset kripto. Membangun ulang industri kripto tampak sedang berjalan di balik kondisi bearish.

Akankah Bearish Pasar Kripto Usai?

Berdasarkan laporan Market Watch, Bos Binance, Changpeng Zhao, telah membahas bearish pasar kripto di konferensi Point Zero Forum, di Zurich, Swiss.

Dengan jelas Zhao mengatakan bahwa dirinya tidak melihat potensi penurunan besar lanjutan dari harga kripto dalam waktu dekat. Menurutnya, ada kemungkinan bearish pasar kripto akan segera usai.

Ilustrasi Binance
Ilustrasi Binance. Foto: Shutterstock.

Baca juga: Ajang Pencarian Project Web3, Supernova Live Events Sukses Digelar di T-Hub Bali

Dan pada topik “bursa dan lending kripto,” Zhao memperingatkan bahwa hanya bisnis yang berfokus pada keberlanjutan yang akan mampu bertahan. Sementara, bisnis yang berfokus dalam jangka pendek, hanya meraih banyak pelanggan, tidak akan bisa.

“Jika Anda hanya mendapatkan pengguna karena Anda menggunakan insentif untuk menarik pengguna, itu bukan model bisnis yang sebenarnya. Nanti Anda akan kehabisan uang dan Anda akan crash,” ujarnya.

Memang, Zhao tidak menjelaskan secara rinci, alasan di balik pandangannya tersebut. Tetapi, kemungkinan ia merujuk pada kekhawatiran yang mulai merambah soal ketakutan resesi.

Beberapa hari ini, ketakutan akan resesi telah menekan dominasi dolar AS di pasar mata uang, yang juga memicu pemulihan di beberapa aset kripto.

Cara Cuan Ketika Bearish Market
Ilustrasi Bear Market.

Baca juga: Investor Aset Kripto di Indonesia Tembus Lebih dari 14 Juta Pelanggan

Tentu saja, ini belum menjadi tanda pemulihan pasar skala besar, tetapi setidaknya telah menyusutkan tekanan dolar AS terhadap beberapa aset berisiko.

Selain itu, kabar terbaru mengenai potensi penambangan Bitcoin dalam mengurangi dampak perubahan iklim yang buruk juga menjadi sentimen positif baru.

Alih-alih membuang gas metana ke udara, penambangan BTC dapat menjadi solusi mengurangi metana dengan mengubahnya menjadi energi listrik murah. Ini adalah satu-satunya solusi terbaik, murah dan berkelanjutan bagi masalah tersebut. [st]

Artikel ini telah tayang di blockchainmedia.id dengan judul “Bos Binance: Bearish Pasar Kripto Mungkin Segera Usai



Sumber : news.tokocrypto.com