Tag Archives: cryptocurrency

Brand Jam Tangan Mewah Swiss Terapkan Opsi Pembayaran Bitcoin

Merek jam tangan mewah asal Swiss, yakni Hublot telah mengisi daftar tambahan bisnis yang mengadopsi Bitcoin (BTC), dan memasukkannya ke dalam opsi pembayaran produk yang dijual di outlet mereka.

Hublot diketahui telah mengizinkan para pelanggan untuk membeli produk terbatas mereka menggunakan kripto utama tersebut, yang dimungkinkan bermitra dengan layanan pembayaran Bitcoin, yakni BitPay.

Hublot menjadi bagian dari bisnis fashion, yang membuka opsi pembelian menggunakan aset kripto. Hal ini tentunya berpengaruh pada fungsi BTC, sebagai uang digital yang kian melebar, terutama di merek-merek ternama. 

Baca juga: Simak Alasan Seniman NFT Memilih Aliran Kartun untuk Karyanya

Terbaru, Hublot diketahui telah meluncurkan koleksi terbatas yang disebut “Big Bag Unico Essential Grey,” yang hanya ada 200 unit saja di dunia. Produk terbaru ini hanya dapat dibeli di platform e-Boutique AS, Hublot, lantaran pelanggan dapat membawanya pulang menggunakan aset kripto.

Diketahui, harga satu unit jam tangan mewah edisi terbatas tersebut berkisar US$ 21.200, segaris dengan harga Bitcoin saat ini. Di sisi lain, jalur trem ikonik no. 42 di Praha, Republik Ceko, yang kini menjadi salah satu objek wisata, juga telah mengadopsi aset kripto untuk pembayaran jasa perjalanannya.

Diketahui, jalur trem tersebut telah menggandeng jasa pembayaran global untuk adopsi itu, sehingga para wisatawan dapat menggunakan kripto mereka untuk menaikinya. Direktur TI di Pariwisata kota Praha, Petr Soukup, mengatakan:

“Keuangan kripto adalah sumber uang yang sangat populer saat ini. Tidak ada alasan mengapa orang tidak boleh menggunakannya untuk pembayaran rutin. Mereka sekarang dapat membayar tiket dengan sepotong Bitcoin atau, misalnya, Ethereum,” ungkap Soukup, dilansir dari laman praguemorning.cz, Senin (27/6/2022).

Baca juga: Berapa Harga Terendah Bitcoin Menurut Analis Terkenal Ini?

Selain itu, para pedagang yang menerima opsi pembayaran tersebut juga dapat memilih untuk menerima transaksi dalam bentuk aset kripto, atau langsung dikonversi menjadi uang fiat. Kendati pasar sedang lesu, penerapan kripto sebagai alat bayar tampaknya masih mengarah ke arah yang positif dan akan terus berkembang, serta melebarkan jangkauannya. [iq]

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Sepekan: Investor Kripto Bisa Bernafas Lega, Awas Bull Trap

Di penghujung pekan keempat Juni 2022, investor aset kripto tampaknya bisa bernafas lega melihat kondisi market. Market kripto akhirnya bisa sedikit comeback menuju zona hijau menjelang akhir pekan.

Secara keseluruhan sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap telah tampil gemilang menuju zona hijau dalam perdagangan 24 jam terakhir. Misalnya saja, dari pantauan CoinMarketCap, Jumat (24/6) jam 13.00 WIB, nilai Bitcoin kembali tumbuh dengan harga $ 21.106 atau tumbuh 4,12%.

Altcoin lainnya pun tak kalah meroket. Nilai Ethereum (ETH) ikut naik 6,67% ke US$ 1.149. Solana (SOL) dan XRP bahkan melonjak lebih dari 10%. Binance Coin (BNB), Cardano (ADA) dan Dogecoin (DOGE) tumbuh lebih dari 5% sehari belakangan. 

Ilustrasi market aset kripto.
Ilustrasi market aset kripto.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan perdagangan market kripto bergerak positif menjelang akhir pekan disebabkan oleh investor yang mulai percaya diri untuk ramaikan pasar dengan aksi beli. Ternyata sentimen positif ini juga dirasakan oleh kinerja pasar modal yang menampilkan performa gemilang.

“Secara umum, investor kembali masuk ke market kripto, bersamaan dengan kinerja pasar modal yang juga mengalami kinerja positif. Investor yakin bisa mendapatkan keuntungan dalam jangka panjang, ketika market kripto akan kembali bullish, sehingga mereka memutuskan untuk masuk meski masih ragu-ragu,” kata Afid.

Baca juga: Solana Luncurkan Smartphone Android, Langkah Baru Menuju Adopsi Global

Selain dari sikap invetor ritel yang bersemangat untuk masuk ke market, ternyata dari sisi teknikal, aksi buy the dip yang dilakukan oleh whales juga berpengaruh untuk kenaikan harga. Buktinya, indikator Mayer Multiple menunjukkan bahwa skornya berada 50% di bawah level Moving Average (MA) BTC selama 200 hari. 

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

Meski begitu, potensi market kripto untuk bullish dalam waktu dekat masih ada hambatan. Salah satu utamannya adalah Kekhawatiran atas resesi ekonomi kian nyata, setelah Ketua The Fed, Jerome Powell kembali menegaskan, otoritas moneter AS tersebut bakal terus melawan inflasi dengan kenaikan suku bunga acuan.

Secara teori, kenaikan suku bunga bakal mengurangi minat investor untuk menyimpan hartanya di aset beresiko seperti kripto, dan saham. Investor maupun ritel cenderung akan memilih institusi keuangan tradisional atau perbankan untuk menyimpan asetnya.

Baca juga: Giatkan Literasi Aset Kripto, Tokocrypto Gelar TokoInvasion di Surabaya

Menanti Titik Bottom Bitcoin

Titik bottom atau dasar dari penurunan harga Bitcoin saat ini menjadi hal yang paling nantikan. Pasalnya, bottom ini akan menjadi akhir dari penderitaan berlarut-larut dari bear market dan membawa angin segar ke industri kripto.

“Berkaca pada kejadian Bitcoin crash pada 2013 dan 2017, di mana nilai BTC anjlok hingga 80% dari titik tertingginya atau ATH di kedua tahun tersebut. Sementara itu, saat ini, Bitcoin berada di kisaran US$ 21.000, atau baru jatuh sekitar 75% dari titik tertingginya US$ 68.000 di November lalu. Sehingga, banyak analis berkeyakinan titik bottom BTC nanti akan juga turun 80% sama pada 2013 dan 2017,” jelas Afid.

Pergerakan Bitcoin kini masih ditargetkan alami penurunan hingga level support US$ 19.000-US$ 15.500 dalam beberapa waktu ke depan. Level resistance BTC sekarang ada di nilai US$ 23.000. Prospek bearish juga tampak berlanjut untuk menemukan bottom yang sebenarnya, meski Bitcoin Fear & Greed Index sedikit membaiknya levelnya, walaupun masih bertahan di wilayah Extreme Fear.

Bitcoin Fear & Greed Index
Bitcoin Fear & Greed Index pada tanggal 24 Juni 2022.

Baca juga: Kenal Lebih Aset Kripto dForce (DF) dan Bonfida (FIDA)

Secara fundamental, bangkitnya nilai Bitcoin dan industri kritpto dapat terealisasi setelah meredanya gejolak ekonomi, yang menumbuhkan selera risiko investor ke aset, seperti saham dan kripto. Secara teknikal, pergerakan market saat ini telah melihat adanya peluang bottom Bitcoin sudah dekat.

“Jika inflasi dan tekanan geopolitik terus mereda, market akan kembali bergerak positif. Jika melihat histori bear market atau crypto winter pada 2018, butuh waktu kurang lebih dua tahun bear market selesai dan harga mulai kembali naik atau mencapai ATH,” kata Afid.

Jika pola ini berulang ada kemungkinan para investor yang bertahan di kondisi pasar saat ini baru akan mendapatkan imbal hasil tinggi di 2025, satu tahun setelah halving di 2024. Jadi kurang lebih dibutuhkan waktu 2-3 tahun untuk bull market datang kembali.



Sumber : news.tokocrypto.com

Mengulik Ekspektasi Bitcoin Bakal Lampaui US$ 100.000 di Tahun 2025

Aset kripto utama, Bitcoin (BTC) menjadi sorotan banyak pengamat dan investor sejak menjadi booming beberapa tahun silam. BTC juga telah mengalami pasang surut harga yang luar biasa “gila”, dengan kenaikan ribuan persen dan penurunan yang melebihi 80 persen disetiap siklus, yang nampaknya sedang terjadi saat ini.

Harga BTC telah menuju palung terdalam dari ATH terbarunya, yakni di kisaran US$68.000, dan telah menghantam industri kripto dengan sangat kuat. Kejatuhan ini mematikan beberapa bisnis di industri, termasuk pertukaran kripto yang harus sampai mengurangi staf demi bertahan hidup.

Baca juga: Mengenal Talaxeum- Green Defi Utility Token Hasil Karya Kolaborasi Komunitas Dalam Mendukung Tokenisasi Industri Riil

Sebagai aset yang terdesentralisasi alias tidak terpusat, Bitcoin tidaklah didukung atau diatur oleh pemerintah dan hanya diatas kertas. Dalam aset kripto, harusnya inflasi, kondisi ekonomi, dan faktor lainnya tidak mempengaruhi harga BTC.

Akan tetapi, kenyataan saat ini BTC telah terpengaruh sentimen global dari perekonomian, membawa harganya jatuh bersamaan dengan pasar saham.

Hal ini, lantaran investor di balik BTC telah terpengaruh kebijakan bank sentral dan kenaikan suku bunga, serta kekhawatiran inflasi. Sehingga, BTC meski terdesentralisasi para investor di belakangnya tetap “terikat” dengan aturan pemerintah tempat mereka berpijak.

Ini tentu mempengaruhi faktor utama dari penggerak harga BTC, yakni penawaran dan permintaan. Di saat selera risiko investor menyusut, permintaan menurun dan membawa penawaran menjadi naik, harga BTC pun menyusut. Begitu pula sebaliknya.

Biaya produksi dari BTC pun dapat mempengaruhi harga, yakni dari operasional penambangan Bitcoin. Biaya listrik, pajak dan lain-lain tentu menjadi landasan dalam permintaan dan penawaran karena penambang tentu tidak mau merugi.

Baca juga: Prediksi Harga Bitcoin, US$209 Ribu pada Tahun 2025

Di samping itu, regulasi menjadi penopang yang mempengaruhi harga. Pasalnya regulasi yang ramah kripto tentu akan meningkatkan peluang bertambahnya investor, serta meningkatkan permintaan dan harga.

Dalam jangka panjang, regulasi di AS tampak akan sangat baik bagi perkembangan industri kripto, di mana pajak juga telah ditentukan dengan bijak, sehingga industri telah dianggap seperti halnya komoditas atau aset investasi.

Kendati demikan, dalam pandangan beberapa investor dari pertimbangan regulasi, permintaan investor institusi dan potensi resesi pada AS, harga BTC berpeluang melampaui $100.000 di tahun 2025, setelah halving terbarunya. [st]

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Mengenal Talaxeum, Proyek Kripto untuk Menekan Dampak Emisi Karbon

Ada beragam cara perusahaan dan organisasi untuk menekan dampak emisi karbon untuk menyelamatkan Bumi. Salah satunya adalah proyek kripto Talaxeum yang selain memiliki proyek lingkungan hidup sendiri, juga memfasilitasi proyek serupa lewat pengayaan NFT (non-fungible token). Kripto Talaxeum (TALAX) memegang peran penting untuk komponen nilai antar penggunanya.

Talaxeum adalah proyek kripto yang fokus pada upaya menekan laju emisi karbon yang saat ini semakin mengkhawatirkan, karena berdampak pada kenaikan suhu Bumi dan perubahan iklim dan berdampak negatif terhadap lingkungan hidup. Kami merasa harus mengambil peran penting dalam gerakan itu melalui proyek kripto Talaxeum, di mana token TALAX diterbitkan menggunakan blockchain Binance Smart Chain (BSC). Selain kami memiliki proyek lingkungan hidup, kami juga mendukung proyek serupa yang bergabung di Talaxeum agar visi dan misi dapat lebih terpadu,” ujar Hans Sutanto CEO Talaxeum dalam keterangannya, Selasa (21/6/2022) melalui e-mail.

Baca juga: Yuk, Ketahui Cara Bermain Game Kawaii Island NFT Agar Cuan!

World Economic Forum (WEF), melalui “The Global Risk Report 2022 menegaskan, ada 10 potensi risiko global yang siap menghampiri dalam rentang waktu 10 tahun ke depan. Lima di antaranya adalah yang berkaitan dengan isu lingkungan hidup.

Menurut Hans, fakta itu cukup menyadarkan kita semua bahwa kepedulian manusia terhadap bumi atau lingkungan hidup akan sangat memengaruhi kelangsungan hidup anak cucu kita semua di kemudian hari.

Melihat kondisi yang sudah sangat mengkhawatirkan tersebut, sejumlah negara melalui KTT COP26, telah sepakat untuk menggelontorkan dana sekitar US$ 130 untuk mendanai beragam upaya untuk mengurangi emisi karbon berskala global.

“Dunia telah sadar mengenai dampak lingkungan yang saat ini telah terjadi. Dan dunia pun telah berkomitmen untuk berusaha memperbaiki dampak lingkungan yang sudah sangat masif terjadi. Oleh karena itu hadirlah sebuah solusi untuk mendukung usaha pengurangan emisi karbon yang melibatkan berbagai macam komunitas, seperi komunitas kripto, bisnis, seniman dan komunitas pegiat lingkungan melalui teknologi blockchain dengan nama Talaxeum,” ujar Hans.

Baca juga: Trading Kripto Pakai Akun Ayahnya, Mantan Petinggi Huobi Akan Disidang di Hong Kong

Hans menambahkan Talaxeum adalah “Green DeFi Utility Token” karya Anak Bangsa, yang akan berfungsi untuk mendukung proyek-proyek dari industri riil agar beralih dan berkontribusi dalam usaha pengurangan emisi karbon.

“Proyek-proyek itu nantinya akan diakomodir dalam sebuah platform yang disebut Talaverse. Itu merupakan NFT’s Marketplace Platform yang akan mengakomodir proyek-proyek berbasis “green” agar bisa mendapatkan dukungan dari berbagai pihak dengan menggunakan NFT sebagai aset token dukungan terhadap proyek-proyek itu,” pungkasnya.

Talaverse pun diklaim akan menjadi evolusi dari NFT marketplace pada umumnya, karena NFT yang diterbitkan tidak hanya memiliki nilai jual secara estetik, tapi juga memiliki nilai secara ekonomi. Pasalnya pendukung yang membeli NFT tersebut tidak hanya berhak atas hak kepemilikan atas token itu saja, tapi juga berhak atas hal imbalan atas dukungan yang telah diberikan terhadap proyek-proyek menyelamatkan lingkungan hidup.

“Kami yakin Talaxeum, dengan komitmen seluruh pelaku bisnis dalam skala global untuk bergerak bersama mengurangi emisi karbon, ditambah besarnya keinginan masyarakat secara luas untuk mendukung dan berkontribusi,” tutup Hans. [ril]

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Kenal Lebih Aset Kripto dForce (DF) dan Bonfida (FIDA)

Dua aset kripto dForce (DF) dan Bonfida (FIDA) memilik project dan utilitas yang menarik. Secara singkat, dForce bertujuan untuk membangun ekosistem protokol moneter dan keuangan terbuka dalam dunia desentralisasi.

Sementara, Bonfida dikenal sebagai pengembang infrastruktur teratas di Solana. Platform blockchain ini memiliki tujuan yang sederhana, namun realistis untuk menyediakan produk dan layanan yang akan meningkatkan blockchain Solana untuk semua penggunanya.

Penasaran apa saja keunggulan kedua aset kripto tersebut? So, mari berkenalan dengan dForce (DF) dan Bonfida (FIDA).

dForce (DF)

Apa Itu dForce (DF)?

dForce merupakan plaform blockchain yang membangun satu set lengkap protokol DeFi (Decentralized Finance) yang mencakup aset kripto, lending, trading berfungsi sebagai infrastruktur di Web3.

DForce saat ini digunakan di Ethereum, Arbitrum, Optimism, Polygon, Binance Smart Chain (BSC). Berikut adalah layanan yang dimiliki oeh platform dForce:

dForce DAO adalah proyek berbasis komunitas, dengan perubahan protokol utama yang didorong oleh komunitas dan diputuskan bersama oleh pemegang token DF melalui tata kelola.

dForce (DF)
Ilustrasi aset kripto dForce (DF).

Baca juga: Apa Itu Kripto Streamr (DATA) dan FC Barcelona Fan Token (BAR)?

Ada juga layanan dForce Lending yang merupakan protokol pinjaman multi-sisi berbasis pool yang mendukung banyak agunan dengan model suku bunga dinamis yang digerakkan oleh pasar. dForce Lending telah menjalani tinjauan kode ekstensif dan audit keamanan oleh Trail of Bits, ConsenSys Diligence, CertiK, Certora (verifikasi formal), dengan bug bounty yang diluncurkan melalui Immunefi. dForce Lending telah digunakan selama lebih dari 1 tahun dan telah teruji dalam pertempuran.

dForce Staking dForce memperkenalkan model hybrid yang menampilkan Staking dan Lock-up Staking. Staking membuka pendekatan baru bagi pemegang token DF untuk menangkap pendapatan biaya di seluruh jaringan dForce.

Apa yang Membuat dForce (DF) Unik?

dForce (DF) adalah token utilitas asli ERC-20 dari platform dForce dan terutama digunakan untuk hal-hal berikut:

  • Tata Kelola: Pemegang token DF dapat memberikan suara pada keputusan tata kelola dan mengatur parameter protokol. Penambangan likuiditas: penyedia likuiditas di dForce dihargai dengan token DF.
  • Pembayaran: pengguna diharuskan menggunakan token DF untuk membayar berbagai layanan yang disediakan oleh platform, seperti pembuatan USDx, GOLDx, dll.
  • Stabilisasi sistem: Token DF dicetak dan dilelang untuk menutupi kredit macet dan merekapitalisasi platform.
dForce (DF)
Ilustrasi aset kripto dForce (DF).

Pemegang token DF dapat mengusulkan dan memberikan suara untuk secara kolektif memutuskan perubahan protokol yang diusulkan, termasuk onboarding aset baru, mendukung agunan baru, dan memutuskan batas pasokan/pinjaman setiap aset.

Peringkat DF di situs CoinMarketCap pada Kamis (23/6) jam 13.00 adalah #643, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 14.375.117. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 421.032.332 koin DF dan maksimal pasokan 999.934.977 koin DF.

Baca juga: Mengenal Kripto Paris Saint-German Fan Token (PSG) dan Beam (BEAM)

Bonfida (FIDA)

Apa Itu Bonfida (FIDA)?

Bonfida menyediakan rangkaian produk lengkap yang menjembatani kesenjangan antara Serum, Solana, dan basis pengguna yang berkembang secara aktif berdagang di Serum DEX. Sebagai GUI (Graphical user interface) Serum unggulan, platform ini menghadirkan analitik data Solana pertama ke ekosistem, yang bertujuan menjadikan Bonfida solusi satu atap untuk mereplikasi pemain terkemuka di ekosistem Ethereum DeFi.

Bonfida APIsaat ini digunakan oleh beberapa pembuat pasar terbesar di industri aset kripto dan telah mengalami pertumbuhan yang mengesankan dengan lebih dari 25%, peningkatan penggunaan dari minggu ke minggu.

Bonfida (FIDA)
Ilustrasi aset kripto Bonfida (FIDA).

Sementara, Bonafida (FIDA) adalah token Solana yang mengatur Bonfida, produk yang bertujuan untuk membangun antarmuka pengguna, API, dan analisis data untuk Serumpertukaran terdesentralisasi. Selain itu, Bonfida bertujuan untuk membangun solusi untuk layanan nama terdesentralisasi dan platform untuk pertukaran NFT di Solana.

Baca juga: Mengenal Aset Kripto Ontology Gas (ONG) dan VIDT Datalink (VIDT)

Apa yang Membuat Bonfida (FIDA) Unik?

FIDA adalah token asli platform, digunakan untuk fungsi berikut:

  • Akrual nilai: Persentase biaya yang dihasilkan dari produk Bonfida (Perpetual Swap, Name Services, Bonfida Bot) akan digunakan untuk membeli dan membakar FIDA.
  • Mempertaruhkan hadiah: Pengguna akan menerima FIDA sebagai hadiah dengan mempertaruhkan token FIDA mereka.
  • Diskon biaya: Pengguna dapat menikmati diskon berjenjang pada biaya platform untuk produk seperti swap abadi dan layanan nama, berdasarkan jumlah FIDA yang dimiliki.
  • Tata Kelola: Pemegang Token akan dapat mengajukan dan memberikan suara pada proposal tata kelola untuk memengaruhi pengembangan platform dan manajemen perbendaharaan. Fungsi tata kelola diharapkan akan aktif sekitar Q1-Q2 2022.
Bonfida (FIDA)
Ilustrasi aset kripto Bonfida (FIDA).

Protokol terdiri dari komponen utama berikut yang bekerja bersama:

  • Perpetual swap: Protokol Audaces adalah protokol berjangka abadi pertama yang dibangun di atas Solana.
  • Layanan nama: Layanan nama Solana menyediakan cara yang terdesentralisasi dan terjangkau untuk memetakan nama domain (.sol) ke on-chain.
  • Bot Bonfida: Layanan ini menggunakan smart contract untuk mengotomatiskan strategi perdagangan dan menyalin perdagangan di atas Serum DEX, dan mendukung fitur TradingView.

Peringkat FIDA di situs CoinMarketCap pada Kamis (23/6) jam 13.00 adalah #629, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 15.183.557. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 44.729.964 koin FIDA dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin FIDA.

dForce (DF) dan Bonfida (FIDA) Listing di Tokocrypto

Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti dForce (DF) dan Bonfida (FIDA).

Trading DF/USDT, DF/BUSD, FIDA/USDT, FIDA/BUSD dan FIDA/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 21 Juni 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran DF dan FIDA di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Token Pariwisata: Mengenal Aset Kripto yang Hits Diperbincangkan

Pernahkah Anda membayangkan berjalan-jalan ke luar negeri dan membayarnya menggunakan aset kripto? Nampaknya, fenomena ini akan datang dalam waktu yang dekat. Seiring semakin gencarnya pengadopsian aset kripto di berbagai sektor lini kehidupan, hal ini bukan lah suatu yang mustahil! Dan, ya! Token pariwisata hadir untuk menjawab pertanyaan tersebut. 

Penasaran dengan apa itu token pariwisata? Lalu, token mana sajakah yang termasuk token pariwisata? Yuk, baca selengkapnya!

Kehadiran Token Pariwisata

Dilansir dari Media Indonesia, tren investasi menjadi primadona dan mampu menarik minat banyak orang. Berdasarkan data yang dihimpun dari Kementerian Perdagangan (Kemendag), sampai Mei 2021 saja sudah ada lebih dari 6,5 juta masyarakat Indonesia yang mempercayakan dirinya untuk berinvestasi di instrumen investasi ini. Bahkan, total nilai investasi yang ada sudah lebih dari Rp370 triliun!

Bermula dari awal Pandemi COVID-19 tahun lalu yang membuat semua aset instrumen investasi goyah, aset kripto mampu bertahan dengan stabil. Kondisi inilah yang membuat para investor sadar jika aset kripto merupakan salah satu aset safe haven

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, alasan lain datang dari hadirnya para investor yang berasal dari institusi besar atau perusahaan skala global yang mempercayakan diri mereka untuk berinvestasi di aset kripto ini dan menerima aset kripto sebagai salah satu alat pembayaran mereka. Sebut saja Paypal, Rakuten, Whole Foods, bahkan Microsoft adalah sebagian kecil perusahaan besar tersebut.

Apa itu Token Pariwisata?

Mudahnya, token pariwisata adalah salah satu pengadopsian yang lahir dari aset kripto yang memungkinkan orang untuk melakukan pembayaran traveling menggunakan token ini. 

Mulai melandainya kasus penyebaran virus COVID-19, kenaikan angka total orang yang sudah divaksin, dan mulai pemberlakuan dibukanya beberapa negara diharapkan menjadi salah satu angin segar bagi sektor pariwisata yang seakan mati suri selama pandemi. 

Hadirnya token pariwisata seakan menjadi masa depan dan cara baru dalam transaksi pembayaran di sektor pariwisata.

Baca Juga: Tertarik Investasi Jangka Panjang? Pilihlah Aset Kripto!

Ragam Token Pariwisata

Nah, berikut adalah beberapa ragam token pariwisata yang harus Anda ketahui:

1. Travala (AVA)

Token AVA adalah token native dari travala.com yang berjalan di atas jaringan Binance Smart Chain. Nah, travala.com merupakan sebuah platform online booking yang sudah ada sejak tahun 2017. Travala (AVA) hadir sebagai pionir dari diadopsinya teknologi aset kripto di sektor pariwisata. Oh iya, token AVA ini juga token pertama yang terlisting di Binance, lho!

Keseluruhan total pasokan dari token AVA di dunia yakni berjumlah 61,3 juta, dan yang sudah terdistribusi berjumlah 52 juta. Dengan token AVA, Anda bisa mendapatkan cashback di setiap pemesanan hotel yang dilakukan di travala.com, Selain itu, yang tak kalah penting adalah, token AVA ini bisa diperjualbelikan di exchange

2. Ariva (ARV)

Masih sama dengan token pariwisata sebelumnya, ARV juga berjalan di atas jaringan Binance Smart Chain. Token ARV diluncurkan dari platform Ariva.co. Ariva.co hadir untuk memungkinkan para pengguna untuk terhubung dengan berbagai penyedia pariwisata yang lebih luas agar dapat memesannya melalui blockchain dan juga melakukan transaksi pembayaran menggunakan aset kripto.

Token ARV memiliki total pasokan 100 miliar dan pasokan beredar sekitar 50 miliar. Berdasarkan Coinmarketcap, saat  ini (10/11/2021) token ARV berdiri di peringkat 883 dengan harga Rp6.28 per satu ARV-nya 

3. Travel Care (TRAVEL)

Selanjutnya adalah TRAVEL. Sama dengan kedua token sebelumnya, token TRAVEL hadir karena adanya platform online booking bernama Travel Care. Walaupun token ini belum sepopuler kedua token sebelumnya, token Travel ini patut dipertimbangkan. Berdasarkan Coinmarketcap, setidaknya saat ini (10/11/2021) token TRAVEL mampu berada di peringkat 4408 dengan harga Rp0.06403 per satu TRAVEL-nya. 

4. Baby Bali Token

Token pariwisata terakhir datang dari dalam negeri. Baby Bali Token merupakan pionir token pariwisata di Indonesia, lho! Berdasarkan whitepaper-nya, Baby Bali Token menggabungkan 4 elemen sektor pariwisata, marketplace (hotel dan akomodasi), games dan giveaway menjadi satu kesatuan. Tentunya dengan memfokuskan sektor pariwisata yang ada di Bali. 

Itulah deretan token pariwisata yang bisa kami hadirkan. 

Ingin belajar investasi/trading kripto? Yuk, gabung dengan Group Telegram Tokocrypto! Mulai investasi aset kripto Anda, daftar hingga KYC selesai di www.tokocrypto.comDan jangan lupa, ikuti terus perkembangan dunia kripto hanya di Tokonews. Salam to the moon!



Sumber : news.tokocrypto.com

Nilai Pasar Metaverse Diramalkan Menjadi US$ 5 Triliun pada Tahun 2030

Perusahaan konsultan global McKinsey & Company meramal nilai pasar metaverse dapat mencapai US$5 triliun pada tahun 2030. Selain itu, lebih dari 80 persen perdagangan dapat terdampak aktivitas di metaverse.

Nilai Pasar Metaverse 

News.Bitcoin.com melansir, pekan lalu McKinsey menerbitkan laporan bertajuk “Penciptaan Nilai di Metaverse”. Laporan tersebut adalah hasil survei terhadap lebih dari 3.400 konsumen dan eksekutif terkait adopsi dan potensi metaverse serta peluang perubahan perilaku.

“Kami mewawancara 13 pemimpin senior dan pakar metaverse. Pada tahun 2030, sangat mungkin lebih dari 50 persen acara live digelar melalui metaverse,” jelas McKinsey.

McKinsey menambahkan, lebih dari 80 persen perdagangan dapat terdampak aktivitas di metaverse. Sebagian besar pembelajaran, pengembangan dan kolaborasi juga dapat terjadi di dunia virtual.

Selain itu, McKinsey memprediksi pengguna internet normal akan menghabiskan hingga enam jam per hari dalam kegiatan metaverse pada tahun 2030.

Baca juga: Masih Tentang Game NFT, Begini Fitur dan Cara Kerja Game Upland!

Pada tahun 2022, sektor metaverse menerima investasi sebesar US$120 milyar, dua kali lipat nilai investasi pada tahun 2021 sebesar US$57 milyar.

Kendati data metaverse beraneka ragam, McKinsey menyatakan metaverse dapat bernilai hingga US$ 5 triliun pada tahun 2030. Perkiraan potensi dampak metaverse pada tahun 2030 didasarkan kajian terhadap kegunaan bagi konsumen dan usaha.

Selain itu, McKinsey berdiskusi dengan 20 pakar internal dan eksternal terkait metaverse. McKinsey berkata, mereka memberikan prediksi terbaik kendati ketidakjelasan teknis, regulasi dan sosial terhadap metaverse.

Laporan tersebut menyatakan, metaverse akan memiliki dampak besar terhadap kehidupan individu dan perdagangan. Dengan potensi nilai US$5 triliun pada tahun 2030, McKinsey memandang metaverse sebagai potensi yang sangat besar dan tidak dapat diabaikan.

Baca juga: Elon Musk: Saya Tak Pernah Katakan Orang Harus Berinvestasi Bitcoin dan Dogecoin

Sejumlah bank besar dan perusahaan investasi memasuki sektor metaverse, termasuk JPMorgan, HSBC, Standard Chartered dan Fidelity Investments.

Survei yang dilakukan pada bulan April lalu mengungkap metaverse akan menjadi lokasi paling populer bagi komunitas kripto. 70 persen responden setuju kemajuan kripto dan teknologi blockchain penting bagi pengembangan metaverse di masa depan.

Selain McKinsey, beragam perusahaan lain memberikan prediksi ukuran metaverse. Citigroup meramal metaverse adalah peluang senilai US$13 triliun dengan lima milyar pengguna pada 2030.

Goldman Sachs melihat metaverse sebagai peluang senilai US$8 triliun.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Apa perbedaan Bitcoin Cash dengan Bitcoin? Yuk, simak di sini!

Jual beli aset kripto hingga saat ini menjadi perbincangan yang sangat hangat. Banyak pihak yang turut meramaikan ranah ini. Bagi yang baru menyelami bidang aset kripto, pasti bingung dengan nama-nama aset yang beredar. Bahkan di antara aset-aset tersebut memiliki nama yang serupa. Sebut saja Bitcoin, Bitcoin Gold (BTG), dan Bitcoin Cash (BCH).

Kendati memiliki kemiripan, ada beberapa hal yang secara mendasar membedakan ketiganya. Untuk mengetahui perbedaannya, Yuk, kita simak sama-sama.

Apa Itu Bitcoin Cash

Di tahun 2017 ada sebuah peristiwa yang dinamakan Hard Fork. Peristiwa ini terjadi karena ada satuan kripto yang terbagi menjadi dua. Alhasil, satuan kripto yang terbagi menjadi dua tersebut menghasilkan kode lama dan kode baru, yang tidak sesuai satu sama lain. Dari peristiwa inilah memunculkan aset kripto yang bernama Bitcoin Cash.

Bitcoin Cash adalah aset kripto yang merupakan hasil dari fork dari Bitcoin. Keduanya memiliki kemiripan satu sama lain. Meski serupa, Tetapi kedua aset kripto ini memiliki perbedaan yang signifikan, yakni Bitcoin Cash memiliki sistem blockchain-nya sendiri. 

Di samping itu, para pendukungnya juga percaya bahwa, aset kripto satu ini lebih mendekati apa yang dicita-citakan oleh sang pencipta Bitcoin, Satoshi Nakamoto sebagai mata uang elektronik peer-to-peer yang pernah ia tulis di dalam white paper pada tahun 2008.

Baca juga: Cara Membuat Wallet Bitcoin Untuk Pemula, Simak Caranya Disini!

Bagaimana Cara Bitcoin Cash Bekerja

Kendati memiliki sistem blockchain sendiri, pada dasarnya aset kripto satu ini memiliki cara kerja yang identik dengan Bitcoin. Kedua aset tersebut menggunakan node peer-to-peer atau jaringan komputer yang dibangun dengan bantuan miner atau penambang. Selain itu, aset kripto ini memanfaatkan algoritma yang bernama Secure Hash Algorithm (SHA). 

Perbedaan Bitcoin dengan Bitcoin Cash 

Tidak seperti aset kripto lain, hasil fork dari Bitcoin ini merupakan salah satu yang berhasil. 

Keduanya tentu sama-sama berada di sistem blockchain. Akan tetapi, Bitcoin Cash berada di dalam sistem blockchain yang berbeda. Selain hal tersebut, ada beberapa perbedaan mendasar antara keduanya, apa sajakah itu?

1. Ukuran Block

Perbedaan pertama yang paling mendasar antara kedua aset kripto ini adalah ukuran block-nya. Bitcoin Cash memiliki ukuran block yang lebih besar dibandingkan oleh Bitcoin, yakni sebesar 32MB. Dengan ukuran block yang lebih besar, memungkinkan para trader-nya untuk bertransaksi dengan ukuran yang lebih besar. 

2. Biaya Transaksi

Di samping ukuran block-nya, keduanya memiliki perbedaan di biaya transaksinya. Ukuran block yang besar ini tentu memengaruhi biaya transaksinya. Alhasil, biaya transaksinya aset kripto ini jauh lebih murah. 

3. Hash Rate

Usia dari Bitcoin Cash tentu jauh lebih muda dibandingkan Bitcoin. Dengan demikian, Bitcoin kini menjadi seperti ‘Dollar”-nya aset kripto. Penambangan aset kripto ini tentu dipengaruhi oleh apa yang dinamakan hash rate

Hash Rate Bitcoin pun lebih unggul, dibandingkan oleh Bitcoin Cash. Alhasil, penambang Bitcoin hingga kini juga lebih banyak. 

Cara Membeli Bitcoin Cash

Bagi Anda yang ingin membeli aset kripto ini, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan, di antaranya:

1. Membeli Bitcoin Cash dari pihak pertama

Pertama, Anda bisa membelinya dari pihak pertama. Apabila Anda pergi ke beberapa negara yang sudah mendukung transaksi dengan menggunakan aset kripto, Anda bisa mendapatkan aset kripto ini di ATM (Anjungan Tunai Mandiri/Automated Teller Machine).

2. Mendapatkan secara gratis

Apabila Anda beruntung, Anda bisa mendapatkan aset kripto ini secara gratis. Karena didapat secara gratis, tentu jumlahnya tidak sebanyak ketika Anda membelinya. Anda bisa mendapatkannya secara gratis di situs resminya. 

3. Membeli dari pihak ketiga

Cara ketiga agar Anda bisa mendapatkan aset kripto satu ini adalah dengan membelinya dari pihak ketiga. Pihak ketiga ini bisa Anda beli di beberapa situs seperti Coinbase. 

4. Berjualan

Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa beberapa negara sudah melayani transaksi dengan menggunakan Bitcoin Cash. Transaksi dengan metode ini tentu memungkinkan Anda membuka usaha dengan menggunakan transaksi ini. Nah, dari sinilah Anda bisa mendapatkan aset kripto satu ini.

Baca juga: Apakah Bitcoin Jadi Mata Uang di Singapura? Simak Faktanya!

Namun, tak bisa dipungkiri juga, nanti di masa depan justru karena kelebihan-kelebihannya, aset kripto ini bisa jadi akan lebih populer dibanding aset lainnya. Dengan ini, Anda bisa memahami aset kripto lebih dalam. Untuk informasi lebih banyak tentang aset kripto, Anda bisa mengunjungi situs resmi Tokocrypto. Dan jangan lupa untuk bergabung di Telegram dan Discord Tokocrypto sekarang juga!



Sumber : news.tokocrypto.com

Wajib Tahu, Inilah Arti dan Cara Kerja Protokol Chainlink

Dewasa ini sudah banyak sekali teknologi yang digunakan dan juga dikembangkan yang berguna dalam menghubungkan dunia blockchain dengan dunia luar (non-blockchain), salah satunya yaitu Chainlink.

Chainlink merupakan salah satu proyek ambisius yang ada pada dunia mata uang digital dan aset kripto. Walau dikatakan newbie dalam dunia aset kripto, namun ketenarannya tidak dapat dipungkiri lagi lantaran kepopulerannya dalam lingkungan masyarakat mengenai inovasinya terkait teknologi blockchain. Yuk, simak informasi selengkapnya!

Apa Itu Chainlink?

Chainlink adalah sebuah aset kripto dan juga teknologi dalam dunia digital kripto yang berguna untuk menjembatani antara dunia blockchain dengan dunia luar atau non-blockchain, sistem ini biasa disebut sebagai Oracle

Chainlink yang merupakan sebuah sistem unifikasi platform pembayaran dan data eksternal, seperti web API (Application Programming Interface), data feed, atau rekening bank umum.

Pertama kali diluncurkan pada November 2017 oleh Steve Ellis dan Sergey Nazarov yang mempublikasikan Whitepaper untuk aset kripto satu ini. 

Baca Juga: Ketahui Pengertian FOMO Adalah di Dunia NFT Selengkapnya di Sini

Cara Kerja Chainlink

Harus dipahami terlebih dahulu bahwa Chainlink bukanlah sebuah blockchain, melainkan sebuah jembatan atau perantara yang mana tanpa adanya proses mining pun akan tetap mendapatkan keuntungan melalui kumpulan blockchain yang menggunakan jaringan data aset kripto ini.

Dalam menjalankan sistem jaringannya, Chainlink memanfaatkan tiga jenis Smart Contract yang ditujukan untuk mengolah data, yakni Reputation Contract, Order-Matching Contract, dan Aggregating Contract.

1. Reputation Contract

Pada mulanya, para pengguna akan diharuskan membuat service-level agreement (SLA) sebagai persyaratan data yang dibutuhkan. Kemudian sistem software akan menggunakan SLA sebagai verifikasi pengguna dengan Oracle.

Kemudian pengguna akan mengirimkan SLA lalu menyimpan Chainlink Coin (LINK) dalam Order-Matching Contract.

2. Order-Matching Contract

Pada bagian ini, Oracle akan terhubung dengan dunia luar atau sumber eksternal dan memperoleh sejumlah data off-chain sesuai permintaan dalam SLA. Oracle nantinya memproses data-data tersebut dan mengirimkannya kembali ke dalam kontrak yang sedang berlangsung pada blockchain Chainlink.

3. Aggregating Contract

Langkah terakhir pada proses ini adalah penghitungan hasil dari pengumpulan data yang sebelumnya sudah dihimpun oleh Oracle yang kemudian dikembalikan kepada kontrak agregasi. 

Kemudian kontrak agregasi merespon, dan mengukur yang kemudian memberi validasi masing-masing pada setiap data yang diterima.

Sehingga, dengan inilah keuntungan Chainlink diperoleh dari seluruh penyedia data (Oracle) yang beroperasi di dalamnya.

cara kerja chainlink coin

Apa itu Chainlink Coin (LINK)?

Pada dasarnya Chainlink tidak memiliki koin native tersendiri, melainkan berbentuk token yang tersedia pada jaringan Ethereum ERC677. Memiliki fungsi secara aktif untuk bertransaksi dalam platform aset kripto satu ini yang didasarkan pada standar token ERC20.

LINK merupakan token yang dirancang dengan maksud dan tujuan sebagai insentif bagi penyedia data yang akurat, menjaga kontrak tetap stabil, juga sebagai imbalan bagi node yang memvalidasi transaksi.

Kemudian, LINK juga dilengkapi dengan fungsi tambahan ERC233, yakni ‘transfer and call‘ yang dapat membantunya dalam berinteraksi dengan smart contracts

Kemudian juga, apabila semakin banyak LINK yang dimiliki oleh sebuah node, maka semakin besar pula perannya dalam jaringan Proof of Stake (PoS).

Fitur Chainlink apa saja yang tersedia?

konsep chainlink coin

Fitur yang terdapat dalam Chainlink yaitu Distribusi Oracle, Sumber distribusi, Agregasi, Reputasi, Pembayaran Penalti, dan Sertifikat Pelayanan. Simak dibawah ini untuk penjelasannya!

Distribusi Oracle

Platform ini menawarkan distribusi Oracle dalam satu buah kontrak yang berguna untuk memperoleh data dari sumber yang sama atau menggunakan node guna menghasilkan data dari berbagai sumber.

Sumber distribusi

Berperan sebagai perantara, maka aset kripto ini juga berperan sebagai sumber distribusi data. Dalam artian, node yang berada pada jaringan ini dapat memperoleh data dari berbagai sumber yang ada.

Agregasi

Chainlink menggunakan sistem agregasi untuk menghimpun data dari node, baik itu mengambil berdasar sumber tertentu, mengeliminasi data dengan sumber kurang terpercaya, atau bahkan memperolehnya dari berbagai sumber.

Baca Juga: Ketahui Apa Itu Blockchain dan Pemanfaatannya di Berbagai Industri

Reputasi

Untuk memperkuat keamanan dan kepercayaan pada sistemnya, Chainlink berkomitmen untuk menjaga reputasi dengan mengukur sebuah node dengan berbagai aspek, diantaranya riwayat kinerja, total tugas yang diselesaikan, jumlah permintaan, total pinalti, hingga tingkat waktu responnya.

Pembayaran penalti

Smart contract yang memungkinan penalti untuk menjamin kesesuaian pengumpulan data berdasarkan kontrak. Penalti ini berupa asuransi jaminan apabila terjadi kekeliruan dalam menginput data.

Sertifikat Pelayanan

Pemberian sertifikat pelayanan ini merupakan sebuah fitur menarik yang diberikan kepada Oracles yang dinilai terpercaya. Hal ini akan menjadi bukti betapa hebat dan bagusnya penyedia tersebut dalam menjamin keamanan.

Itulah penjelasan singkat mengenai arti dan juga cara kerja aset kripto ini dan juga token LINK yang memiliki fitur-fitur menarik. Ikuti informasi seputar Chainlink dan aset kripto lainnya di Tokonews. Gabung juga dalam komunitas Discord Tokocrypto dan mulai investasi serta trading kripto di Tokocrypto sekarang!



Sumber : news.tokocrypto.com

AOA Coin, Aset Digital yang Menguntungkan

AOA coin adalah aset kripto P2P yang dikembangkan di Islandia. Selain itu, aset kripto ini merupakan salah satu aset kripto yang tak hanya menawarkan harga terjangkau, namun juga bisa memberikan jaminan keuntungan. 

Banyak pegiat kripto yang tidak bisa membeli Bitcoin akhirnya beralih membeli aset kripto ini sebagai alternatif investasi. Apa saja yang ditawarkan dari aset kripto satu ini? Lalu bagaimana cara membeli aoa coin? Simak artikel di bawah ini!

Menjadi salah satu protokol blockchain

AOA atau Aurora adalah salah satu protokol blockchain. Artinya, mereka bisa dimanfaatkan untuk membuat token serta ekosistem blockchain seperti Bitcoin dan Ethereum. AOA juga mengeluarkan aset kripto berupa koin bernama AOA coin yang menjadi jawaban atas permasalahan sistem keuangan di negara Islandia. 

Aset kripto satu ini telah muncul sejak 2014 lalu dan diciptakan oleh seseorang dengan nama samaran Baldur Friggjar Insson atau Odinson dan hadir sebagai alternatif di Islandia untuk Bitcoin. Melalui database di Islandia, tercatat bahwa sang pencipta aset kripto ini sudah mendistribusikan AOA Coin untuk 330.000 orang. Kemudian pada 2021 lalu, aset kripto ini berada di peringkat ke-738 sebagai salah satu aset kripto yang jumlahnya sudah mencapai ribuan.

Baca juga: Yuk, Kenalan dengan Mata Uang Digital Populer di Indonesia!

Teknologi yang Ditawarkan oleh AOA/Aurora

Sama halnya dengan Bitcoin dan Ethereum, Aurora Chain juga menawarkan teknologi yang canggih dan pintar. Aurora Chain sendiri memiliki sebuah slogan dan misi untuk membangun dunia blockchain yang indah serta penuh warna layaknya aurora. 

Agar Aurora chain bisa meraih misi tersebut, mereka membuat rangkaian solusi untuk memecahkan masalah blockchain.

Teknologi yang mereka tawarkan adalah :

  1. Mekanisme konsensus proof-of-stake (POS), 
  2. Toleransi Patahan Bizantium (BFT), 
  3. Peer to peer stereo net
  4. Intelligent application isolation
  5. Multi-chain asset launching dan parallel operation
  6. Upgradeable blockchain, dan juga 
  7. Pengelompokan kluster untuk mewujudkan TPS dengan keamanan tinggi dan tanpa batas.

Dengan teknologi yang ditawarkan, AOA Coin bisa memberikan platform pintar yang mampu melakukan ekspansi paralel multi-chain.

Hal ini berguna untuk menciptakan TPS yang aman serta berkualitas. Selain itu, Aurora Coin juga bisa menyederhanakan prosedur peluncuran aset, mempercepat proses, serta memperluasnya. 

Terakhir, teknologi upgradeable blockchain-nya dapat mendukung peningkatan dan pengelompokan teknologi. Karena itulah AOA Coin bisa melakukan verifikasi transaksi serta menurunkan biaya pengguna supaya mereka dapat menyimpan data.

Baca juga: Yuk Kenali Blockchain Beserta Cara Kerja dan Manfaatnya

Apakah Permasalahan Blockchain yang Ingin AOA Benahi?

ilustrasi blockhain di web3

Teknologi yang sudah dibuat oleh Aurora Chain tentunya bukan tanpa tujuan. Mereka ingin menjawab permasalahan blockchain

Beberapa permasalahan yang Aurora Chain selesaikan adalah 

Industri Video Game

Aurora Coin berharap bisa mengintegrasikan mata uang, data, serta aturan game dengan blockchain. Segalanya akan mengalami tokenized sebagai bagian dari perekonomian yang terbuka. 

Kecerdasan Buatan

Dalam lingkup kecerdasan buatan, AOA Coin ingin menghubungkan keamanan data serta sinergi. Hal ini dilakukan dengan menjauh dari konsep jaringan terpusat. 

Internet of Things (IoT)

Aurora juga ingin menjadi pondasi dari sistem IoT yang terdesentralisasi, dengan demikian akan mendapatkan untung dari transaksi serta kolaborasi antar perangkat yang terhubung.

Big Data

Lalu, terakhir adalah permasalahan big data. AOA Coin hadir untuk melakukan peningkatan keamanan serta manajemen data.

Meski tidak semahal harga Bitcoin, AOA Coin juga bisa menjamin keuntungan bagi Anda, lho. Agar untung yang didapat bisa maksimal, pelajari lebih lanjut soal berbagai aset kripto lainnya di Tokocrypto.

Pastikan pula untuk followInstagram dan Twitter Tokocrypto agar tak ketinggalan update terkini seputar dunia kripto. Jangan lupa bergabung juga dalam komunitas Discord Tokocrypto  dan mulai berinvestasi serta trading kripto di Tokocrypto!





Sumber : news.tokocrypto.com