Mayoritas harga aset kripto terlihat bersinar pada Selasa (21/6). Namun, lonjakan harga ini belum cukup untuk memulihkan kapitalisasai pasar kripto dari kejatuhan yang terjadi pada akhir pekan lalu.
Kapitalisasi market kripto mengalami reli singkat dalam 24 jam terakhir, naik sekitar 9,7% setelah akhir pekan yang sulit yang melihat harga beberapa koin anjlok sebanyak 15%. Hal itu terlihat dari nilai Bitcoin pada perdagangan Selasa (21/6) pukul 11.00 WIB yang masih di level US$ 20.655, meski sebelumnya sempat menyentuh US$ 30.000.
Dari pantauan CoinMarketCap, Solana (SOL) dan Ethereum (ETH) memimpin kenaikan di antara 10 koin teratas berdasarkan kapitalisasi pasar dengan kenaikan 9%, sementara Cardano (ADA) dan Polkadot (DOT) naik 7%. Di luar 10 besar, Avalanche (AVAX) melonjak 14%, Polygon (MATIC) bertambah 12% dan ApeCoin (APE) naik 16%.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat sebagian besar kenaikan harga kripto datang di tengah lonjakan pasar ekuitas yang lebih luas, karena pasar AS tetap tutup untuk libur nasional di AS. Kesempatan ini ternyata dimanfaatkan oleh investor whales yang memutuskan memborong aset kripto atau buy the dip ketika harganya sedang turun.
“Beberapa analis menduga, aksi whales tersebut didorong oleh data historis yang menunjukkan bahwa investor jangka panjang akan mendapat cuan, jika melakukan buy the dip. Aksi whales tersebut setidaknya bisa menopang laju harga aset kripto dalam jangka pendek,” kata Afid.
Lebih lanjut Afid, menjelaskan bahwa sebagian besar investor kakap percaya titik US$ 20.000 sebagai level support BTC baru yang perlu dipertahankan. Sebab, mereka beranggapan bahwa BTC sudah oversold berlebihan.
“Pergerakan pasar seperti itu adalah peluang yang baik untuk trader harian, tetapi tidak bagi investor jangka panjang yang bertujuan untuk mengurangi risiko. Market kripto juga sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar global, dan ketika itu berubah, aset akan bergerak jauh lebih cepat daripada pasar lain,” jelasnya.
Sentimen negatif untuk pasar kripto sejatinya masih belum kondusif menyusul maraknya ketidakpastian ekonomi, seperti tingkat inflasi, ancaman resesi ekonomi, hingga kenaikan suku bunga acuan The Fed. Sinyal lainnya, juga muncul dari data pasar derivatif BTC. Sebab, return di produk BTC berjangka ternyata kini lebih kecil dari pasar spot untuk pertama kalinya dalam setahun terakhir.
“Saya tidak melihat Bitcoin dengan cepat kembali ke level tertinggi sepanjang masa. Kita mungkin harus bersiap untuk ketidakpastian jangka panjang selama musim dingin kripto,” pungkas Afid.
Berbicara tentang kripto, sulit untuk dilepaskan dari Bitcoin selaku salah satu aset kripto yang popularitasnya telah diakui oleh dunia. Namun, kini ada aset kripto lain yang punya potensi untuk menyaingi kehebatan Bitcoin dengan sejumlah fitur yang menawarkan lebih banyak privasi, yakni Monero (XMR).
Seperti apa aset kripto Monero (XMR), keunikan, harga, dan bagaimana cara mendapatkannya? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!
Apa Itu Monero?
Moneroadalahaset kripto yang dibangun berdasarkan prinsip tidak terhubung dan tidak terlacak. Aset kripto yang satu ini sebenarnya hasil forkdari aset kripto Bytecoin (BCN).
Bytecoin sendiri merupakan hasil implementasi dari CryptoNote yang dirilis pertama kali pada 2018 lalu.
CryptoNote adalah aplikasi yang mewadahi berbagai aset kripto termasuk Bytecoin. Kemudian, dalam perjalanannya, Bytecoin mengalami masalah saat seluruh koinnya sudah didistribusikan.
Menanggapi masalah tersebut, Bytecoin kemudian melakukan fork untuk membuat proyek kripto baru dan berganti nama menjadi
Bitmonero hingga kini menjadi Monero. Para pengembangnya sendiri terdiri dari tujuh orang, lima di antaranya belum mengungkapkan identitas aslinya, sedangkan dua lainnya adalah Riccardo Spagni atau yang dikenal sebagai Fluffypony dan David Latapie.
2 Keunikan Monero
Dibandingkan dengan berbagai jenis aset kripto lainnya, Dalam algoritma CryptoNote aset kripto satu ini menghadirkan fitur-fitur baru yang unik.
Berikut dua fitur yang bisa jadi bahan pertimbangan Anda saat ingin mulai berinvestasi di dunia kripto, yaitu:
1. Bersifat fungible
Keunikan yang cukup memberikan perbedaan signifikan antara Monero dengan berbagai aset kripto lainnya adalah sifatnya yang fungible. Bagaimana maksudnya? Jadi, koin Monero memungkinkan untuk ditukar dengan koin lainnya tanpa perlu menilik riwayat transaksi sebelumnya yang mungkin digunakan untuk membeli barang-barang tertentu.
2. Menjunjung privasi
Keunikan lainnya dari aset kripto ini adalah privasinya yang sangat dijunjung tinggi. Berbeda dengan Bitcoin yang bisa ternoda reputasinya ketika dipakai untuk bertransaksi atas barang-barang ilegal, riwayat transaksi yang dilakukan dengan blockchainMonero tidak akan ditampilkan.
Jadi, pemilik aset kripto ini tetap memiliki harga tukar yang sama meski sebelumnya sudah pernah digunakan untuk bertransaksi atas barang tertentu, sebab tidak ada penurunan nilai hingga membuat koin menjadi ternoda.
Hal ini bisa berjalan pada protokol Monero dikarenakan menerapkan ring signature dan stealth address. Dalam membuat ring signature, aset kripto ini memanfaatkan kombinasi private keys juga public keys, sehingga tidak akan terungkap identitas seseorang yang menandatangani dan melakukan validasi transaksi.
Selain itu, Monero menambah privasi dengan stealth address. Jika ring signature membantu seorang validator tidak terlacak, maka stealth address bisa membantu agar alamat tujuan dan penerima aset kripto tidak terdeteksi.
Perkembangan Harga Monero dari Waktu ke Waktu
Sebagai salah satu aset kripto, aset kripto ini memiliki perkembangan harga yang cukup baik dari waktu ke waktu. Pada Agustus 2020, harga Monero mencapai 89,12 USD dengan kapitalisasi pasar 1,58 miliar USD. Sementara itu, pada 2021, harganya telah berhasil mengalami kenaikan hingga 295,05 USD dengan kapitalisasi pasar 5,3 miliar USD.
Kemudian memasuki tahun 2022, harga XMR kembali meroket pada akhir bulan Maret hingga awal bulan April mengutip Bein Crypto. Setelah sebelumnya mengalami keterpurukan pada bulan Februari dengan mencatat harga senilai 132,1 USD saja per kepingnya, XMR mengalami peningkatan harga hingga 272 USD pada 12 April. Fantastis, bukan?
Selayaknya aset kripto pada umumnya, XMR juga mengalami koreksi tidak lama setelah peningkatan tersebut. Sampai artikel ini ditulis, harga koin yang menduduki peringkat ke-27 di berdasarkan kapitalisasi pasar ini per kepingnya memiliki nilai 127,02 USD per tanggal 14 Juni 2022.
Cara untuk Mendapatkan Monero
Setelah mengetahui lika-liku, keunikan, dan perkembangan harga aset kripto Monero (XMR) dari waktu ke waktu, kini saatnya Anda mengetahui bagaimana cara mendapatkan Monero. Koin ini bisa Anda peroleh dengan cara membelinya di broker kripto atau dengan menambangnya (mining). Berikut penjelasan selengkapnya!
Membeli
Jika Anda memilih untuk membeli aset kripto Monero (XMR), pastikan untuk membelinya di bursa atau exchangekripto tepercaya yang sudah mengantongi izin resmi dari pemerintah, yaitu Bappebti di Indonesia. Selain itu, Anda juga bisa membelinya lewat penjual yang melakukan transaksi jual-beli kripto secara perorangan atau lewat ATM yang telah diintegrasikan dengan kripto.
Menambang
Opsi lain yang bisa Anda lakukan jika ingin memiliki aset kripto ini adalah dengan melakukan mining atau penambangan. Artinya, Anda bisa mendapatkan koin Monero Anda sendiri dengan mengandalkan perangkat komputer dan beberapa hardware serta software lainnya.
Namun, tak perlu khawatir, untuk melakukan mining Monero (XMR), Anda tak perlu perangkat komputer khusus dan canggih seperti saat melakukan penambangan Bitcoin. Beberapa software mining Monero yang banyak digunakan antara lain MinerGate, CC Miner, dan XMR Stak.
Baca juga: Tertarik Litecoin Mining? Ini Dia Caranya Buat Kamu Pemula!Itulah perkenalan singkat dengan aset kripto satu ini yang memiliki fitur-fitur istimewa berkat sifatnya yang fungible dan privasinya yang terjaga. Ikuti informasi seputar Monero dan aset kripto lainnya di Tokonews. Gabung juga dalam komunitas Discord Tokocrypto dan mulai investasi serta trading kripto di Tokocrypto sekarang!
Meski saat ini industri kripto mengalami kerugian dan keseluruhan kapitalisasi pasarnya turun menjadi US$ 830 miliar, namun CEO Tesla dan Space X, Elon Musk, tetap menyatakan dukungannya untuk Dogecoin.
Pada 19 Juni 2022 dia mencuit “I will keep supporting Dogecoin”. Cuitannya itu cukup untuk membuat DOGE melonjak 8% menjadi $0,058.
Tentu saja, kenaikan 5,8 sen ini sangat jauh bila dibandingkan dengan penurunan 72 sen yang dialami Dogecoin sesaat setelah Musk menjadi pembawa acara “Saturday Night Live”. Musk saat itu hadir dan memperkenalkan diri sebagai The Doge Father.
Elon pertama kali mencuit soal Doge pada April 2019. Dia menulis “Doge kemungkinan menjadi mata uang kripto favorit saya. Keren banget lah”.
Sejak itu, cuitannya menjadi viral dan menjadi perbincangan. Dampaknya Doge melejit dari semula kurang dari US$ 0,01 pada Januari 2021 menjadi US$ 0,73 pada 8 Mei 2021 yang merupakan rekor tertingginya.
Beberapa minggu yang lalu, Musk mengumumkan bahwa SpaceX akan menerima Dogecoin sebagai pembayaran sejumlah merchandise-nya. Dia juga melontarkan ide, setelah mengakuisisi Twitter, menambahkan Dogecoin sebagai metode pembayaran untuk mendapatkan akses premium seperti Twitter Blue.
Merujuk harga di coinmarketcap pada saat artikel dibuat, Dogecoin berada di kisaran US$ 0,059464 dengan volume perdagangan 24 jam sebesar US$ 1,151,410,669, dan kapitalisasi pasar US$ 7.889.098.705.
Aktivitas dari investor whaleBitcoin (BTC), telah mengalami lonjakan hingga ke level tertinggi 4 bulan. Hal ini, lantaran pihak whale diketahui memborong aset BTC yang harganya mengalami penurunan. Aksi “Buy the Dip” tersebut, dilakukan saat harga BTC mendekati level USUS$20.000, di mana harga saat ini sudah berada di bawah level tersebut.
Dari laporan perusahaan analitik IntotheBlock, aliran masuk besar dari whale mulai terlihat pada bulan Februari lalu, yang manaa pada minggu ini telah ada 116.000 BTC yang diborong senilai US$ 2,5 miliar dalam sehari.
Dilansir dari media cryptoglobe.com. hal ini merujuk pada pembentukan bottom baru bagi harga Bitcoin, dikarenakan pembelian besar ini merujuk pada koreksi pasar yang terus mencetak level harga rendah. Meski sudah ada aksi pump, harga BTC masih terus bergerak lebih rendah dari US$20.000. Pasalnya, kondisi global masih memaksa para pemegang yang merugi untuk menutup posisi mereka.
Menurut data dari Glassnode, whale tampak cenderung menjual “saat harga tinggi” dan membeli “saat harga rendah”. Aktivitas tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah dompet dengan saldo BTC minimal 10.000 koin di saat harga crypto utama ini terus tersungkur jatuh.
Robert Kiyosaki, seorang pengarang buku best seller “Rich Dad Poor Dad” mengatakan bahwa kejatuhan harga BTC adalah peluang besar bagi investor untuk menjadi kaya.
“Ada baiknya untuk kita membeli banyak emas, perak dan Bitcoin karena AS dalam pandangannya akan terhantam resesi.” ungkap Robert, Sabtu (19/6/).
Ia menilai kejatuhan BTC adalah berita bagus, karena ia menunggu harganya jatuh di bawah US$ 20.000 untuk memborongnya dalam jumlah besar.
Sementara itu, Pendiri Dogecoin Billy Markus menyatakan bahwa pasar kripto pun pada akhirnya akan kembali bangkit, dalam rentang empat tahun, atau pasca Halving terbaru. Lantaran. seperti itulah siklus yang biasa terjadi di pasar kripto.
Terbukti hingga halving terakhir di tahun 2020, dan harga melesat kuat di tahun 2021.
Kendati demikian, kedua pihak ini setuju bahwa kejatuhan harga adalah “momen” terbaik untuk berinvestasi karena harga pada akhirnya akan melesat lagi ke ATH-nya, bahkan mencetak yang baru, jika melirik sejarah pergerakan harga.
Pendiri dan bos Binance, Changpeng Zhao, berkata musim bearish bagi pasar kripto dapat bertahan untuk waktu lama. Hal tersebut diutarakan Zhao di tengah kondisi pasar yang menghadapi longsor harga besar saat ini.
Pandangan Bos Binance
CEO Binance tersebut menjelaskan industri kripto umumnya mengalami siklus empat tahun yang terdiri dari dua tahun tren bullish disusul oleh dua tahun tren bearish.
Selama tujuh bulan terakhir, kapitalisasi pasar kripto mengalami penurunan valuasi sebesar US$ 2 triliun. Akibatnya, kapitalisasi kripto mencapai di bawah US$1 triliun.
Aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC), termasuk yang mengalami longsor tajam. BTC menurun 56 persen dibanding awal tahun 2022 dan mencapai harga di bawah harga rekor sebelumnya pada bull market tahun 2017, yakni US$20 ribu.
Perusahaan data kripto Glassnode berkata harga BTC dapat turun lebih lanjut sebesar 64 persen. Bila hal tersebut terjadi, BTC akan diperdagangkan pada harga di bawah US$10 ribu.
Kendati pasar kripto sedang menghadapi panik massal, Zhao tetap percaya diri dan menghimbau investor kripto untuk bersikap positif.
“Saya tidak membantah kondisi sekarang merupakan bencana yang buruk. Tetapi ketika bencana terjadi, ada pula peluang yang terbuka,” jelas CEO Binance tersebut, dikutip dari Watcher Guru.
Zhao menambahkan, peluang tersebut mencakup munculnya sosok-sosok terbaik di industri serta perusahaan dengan potensial besar yang diambil alih dengan valuasi murah.
Sikap Zhao yang positif menjelaskan keputusan Binance untuk membuka lowongan bagi dua ribu posisi di bursa kripto global tersebut. Di saat yang sama, beragam bursa kripto lainnya seperti Coinbase mengumumkan kebijakan untuk memPHK sebagian karyawan dikarenakan kondisi pasar lesu.
Bursa Binance tidak bebas dari masalah ketika harga kripto berjatuhan. Penarikan Bitcoin di bursa tersebut ditangguhkan sementara ketika terjadi transaksi yang tersangkut pada bursa. Tidak lama kemudian, penarikan BTC berjalan normal kembali.
Binance turut mengalami kemajuan dan kemitraan selama beberapa pekan terakhir. Belum lama ini, Binance mengumumkan Triple A mengaktifkan jalur pembayaran kripto global bagi Binance Pay.
Selain itu, Binance mengumumkan dana sebesar US$500 juta yang akan digunakan untuk mendanai proyek-proyek web 3.
Saat terjun dalam dunia kripto, ada beragam istilah yang perlu Anda ketahui selaku investor aset kripto. Salah satu istilah yang perlu Anda pahami adalah hash atau hashing. Hashing adalah istilah yang digunakan untuk proses penambangan (mining) atau pembuatan aset kripto.
Cara ini dilakukan agar dapat menciptakan ekosistem transaksi yang aman dan tidak mudah diubah dalam jangka waktu permanen. Lantas, apa itu hashing, apa saja komponen, jenis-jenis, dan penggunaannya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!
Apa Itu Hashing?
Sebelum beranjak pada pengertian hashing, pahami dahulu apa yang disebut sebagai hash. Hash adalah kode yang dipakai untuk mewakili sebuah pesan, kata, atau data. Kode ini mempunyai dua karakteristik. Pertama, sebuah kode input akan selalu menghasilkan output yang sama. Kedua, sebuah kode hash tidak bisa digunakan untuk mengembalikan output menjadi input.
Apa Bedanya Hashing dan Encryption?
Hash sering kali disamakan dengan enkripsi. Padahal, keduanya memiliki arti dan fungsi yang berbeda. Lain halnya dari hash yang hanya dapat bekerja satu arah, enkripsi dapat melakukan fungsinya secara dua arah. Itulah yang menjadi perbedaan mendasar antara enkripsi dan hash.
Di sisi lain, hashing adalah proses memasukkan rumus matematika sebagai input agar dapat menghasilkan satu output yang sama untuk setiap input tersebut. Rumus matematika yang digunakan dalam proses hashing ini kemudian disebut sebagai hash function. Hashing dilakukan untuk mencegah duplikasi dan peretasan terhadap data dalam database.
Untuk melakukan proses hashing, ada beberapa komponen yang harus dimiliki. Tiga komponen tersebut di antaranya data masukan, hash function, dan digest yang akan diuraikan dalam penjelasan berikut ini.
Data masukan
Komponen pertama yang wajib ada saat akan melakukan proses hashing adalah data masukan atau input. Ada beragam data yang bisa menjadi input, seperti video, teks, password, file, dan sebagainya. Apa pun jenis datanya, yang terpenting itu adalah data biner.
Hash function
Setelah mempunyai data masukan, diperlukan adanya hash function yang akan mengubah data-data inputan tersebut menjadi output yang sama untuk satu input data. Hash function dalam proses hashing ini terbagi dalam beberapa jenis. Akan tetapi, semuanya akan menghasilkan output yang sama untuk satu input yang sama pula.
Hash values atau digest
Terakhir, dalam melakukan proses hashing yang disertai dengan data masukan dan hash function, ada yang disebut sebagai hash values atau digest. Ini juga dikatakan sebagai hasil akhir (output) data setelah diinput dan diproses menggunakan fungsi hash (hash function).
Jenis-jenis Hash Function dan Penggunaannya
Ada beragam jenis hash function untuk melakukan proses hashing. Beberapa fungsi hash yang paling banyak digunakan adalah MD, RIPEMD, dan SHA. Seperti apa ketiga hash function tersebut? Berikut penjelasan lengkapnya!
MD
Hash function pertama yang paling banyak digunakan adalah MD. Fungsi ini pertama kali digunakan pada 1990 setelah diciptakan oleh Ronald Rivest. Fungsi hash MD kemudian terus mengalami perbaikan hingga terbagi lagi dalam beberapa fungsi, seperti MD4 dan MD5.
RIPEMD
Hash function RIPEMD diciptakan oleh Hans Dobbertin dan memiliki algoritma sepanjang 160 bit. Fungsi ini dapat mengatasi transaksi Bitcoin yang tertunda. Meski demikian, performanya tak lebih dari SHA, apalagi SHA-256.
SHA
SHA atau Secure Hashing Algorithm adalah fungsi yang dikembangkan oleh Badan Keamanan Nasional untuk proses tanda tangan digital dengan kecepatan awal 160 bit. Kemampuan ini terus ditingkatkan hingga terbagi dalam beberapa jenis fungsi, salah satunya SHA dengan kekuatan 256 bit.
Hashing adalah proses yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari, khususnya pada dunia kripto saat melakukan mining (penambangan). Proses ini dilakukan untuk mencegah adanya transaksi yang tertunda.
Untuk mengetahui berbagai istilah lain yang terdapat dalam dunia kripto, Anda bisa mengikutinya di website, Instagram, dan Twitter Tokocrypto. Mari bergabung juga dalam komunitas Discord Tokocrypto. Jangan lupa juga untuk mulai berinvestasi dan trading kripto melalui Tokocrypto!
Industri aset kripto dihebohkan dengan hadirnya aset kripto SafeMoon Coin yang meroket secara fantastis pada bulan April 2021 lalu. Meledaknya valuasi aset kripto ini didorong oleh para selebritis internasional yang mempromosikan dan mengajak para penggemar mereka untuk berinvestasi.
Melalui akun Twitter resminya, Lil Yachty berkicau “#safemoonisthenewdogecoin” pada 29 Maret 2021. Hal ini diaminkan oleh Jake Paul dengan balasan pada cuitan tersebut “factssss.”
Apa itu SafeMoon Coin?
SafeMoon coin adalah aset kripto BEP-20 yang termasuk DeFi (decentralized finance) token yang diluncurkan pada Maret 2021 di blockchain Binance Smart Chain. Nama SafeMoon sendiri merupakan singkatan dari “Safely To The Moon,” yang mengindikasikan para penciptanya ingin koin ini meroket dengan aman.
SafeMoon Coin dikenal memiliki volatilitas yang tinggi dan beberapa aturan yang tergolong ‘aneh.’
Kreator aset kripto ini menuturkan bahwa mata uang ini didesain untuk mereka yang ingin berinvestasi jangka panjang. SafeMoon menerapkan biaya transaksi sebesar 10%. Pendapatan dari biaya transaksi yang tinggi tersebut kemudian dibagikan kepada holder jangka panjang. Hal ini ditujukan untuk menjaga stabilitas harga dari SafeMoon Coin.
Serupa dengan aset kripto kecil lainnya seperti Dogecoin, Shiba Inu, dan Akita Inu; SafeMoon menggunakan pendekatan meme culture dan hype di media sosial untuk meningkatkan popularitas mereka.
Mengutip dari CoinGecko, SafeMoon berada di urutan 131 diukur dari Market Capitalization. Harga SafeMoon Coin mencapai puncak tertingginya pada bulan Januari 2022. Namun jika dibandingkan dengan harga rata-rata per bulan ini, valuasinya telah menurun sebesar 79%. Para developer SafeMoon juga mengurangi jumlah token dalam sirkulasi secara berkala dalam rangka meningkatkan harga dan menjaga stabilitas.
Hingga saat ini, SafeMoon memiliki 2,9 juta holder, mengutip dari BscScan.
Dilansir dari white paper proyek SafeMoon, para holder yang menjual tokennya dikenakan biaya transaksi sebesar 10%, yang mana pendapatan 5% dari biaya transaksi akan didistribusikan ke para holder lainnya.
White paper proyek SafeMoon juga menjelaskan bahwa 5% dari biaya transaksi akan disebar ke beberapa liquidity pool di PancakeSwap dan platform lainnya. Selain itu, sisa dari 5% yang disebar ke beberapa liquidity pool dikonversikan menjadi Binance Coin (BNB) untuk memberi jaminan likuiditas dari SafeMoon.
Token Burn merupakan salah satu fitur dari SafeMoon coin yang ditujukan untuk mengurangi kuantitas aset kripto satu ini dalam sirkulasi.
Resiko yang Patut Diperhatikan
Apakah Safemoon adalah investasi yang baik? Sama seperti aset kripto lainnya, SafeMoon Coin merupakan aset yang sangat spekulatif dan tidak memiliki nilai intrinsik sama sekali.
Anda harus bersiap dengan resiko kehilangan investasi Anda jika memilih untuk membeli aset kripto satu ini. Berikut adalah beberapa resiko yang patut diperhatikan:
Volatilitas: semenjak peluncurannya, harga SafeMoon mengalami peningkatan dan penurunan yang tergolong ekstrim. Harganya sempat melonjak hingga 20.000 persen sebelum akhirnya jatuh melampaui 80 persen. Karena aset kripto tidak memiliki nilai intrinsik, keuntungan yang dapat diperoleh dari investasi ini hanya dari nilai penjualan.
Likuiditas: SafeMoon mendorong para holder untuk berinvestasi jangka panjang dengan mengenakan biaya transaksi sebesar 10 persen sehingga menjual token ini memerlukan pertimbangan agar tidak merugi.
Skema Ponzi: beberapa pengamat kripto mengemukakan keraguan mereka terkait SafeMoon Coin sebagai sebuah skema ponzi dengan adanya reward bagi investor jangka panjang dari biaya transaksi yang tinggi.
Selalu lakukan research sendiri sebelum menentukan koin apa yang ingin Anda beli untuk investasi.
Demikian informasi tentang SafeMoon Coin yang perlu Anda ketahui. Temukan berbagai artikel terkait investasi aset kripto di sini.
Tetap up to date soal dunia kripto dengan mengikuti media sosial Tokocrypto: Instagram & Twitter. Kamu juga bisa ikut berdiskusi dengan investor lainnya di komunitas Discord kami, join melalui link berikut.
Market aset kripto pada awal pekan keempat Juni 2022, terlihat mengalami rebound, setelah selama akhir pekan lalu mengalami penurunan yang drastis. Pergerakan reli kecil terlihat mengirim Bitcoin kembali di atas ambang batas nilai psikologisnya $ 20.000, tetapi situasi ini diprediksi tidak akan bertahan.
Melansir situs CoinMarketCap pukul 08.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar ada big cap kompak meluncur ke zona hijau dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC) naik 5,48% ke $ 19.985 per keping dalam sehari terakhir.
Sebelumnya pada Sabtu (18/6) pagi, harga BTC anjlok di bawah $ 20.000 dan turun ke $ 17.601. Penurunan itu menempatkan Bitcoin di bawah level tertinggi sepanjang masa $ 19.783 yang dicapai pada Desember 2017, level yang diyakini banyak pedagang kripto bahwa BTC tidak akan pernah lagi jatuh di bawahnya.
Sementara nasib altcoin lain seperti Ethereum (ETH) tidak jauh berbeda naik 9,48% ke $ 1.084 di waktu yang sama. XRP, Solana (SOL) dan Dogecoin (DOGE) mengalami penurunan yang paling signifikan, masing-masing 4,72%, 6,54% dan 10,75%.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan market kripto awal pekan ini sedikit mengalami pullback, setelah nilai babak belur pada akhir pekan lalu. Penyebab pergerakan rebound saat ini adalah sikap investor yang mulai masuk ke market, memanfaatkan rendahnya volume trading pasar kripto di akhir pekan untuk melakukan buy the dip.
Investor berharap Bitcoin dan altcoin lainnya tidak jatuh lebih bawah lagi, sehingga mereka melakukan strategi buy the dip untuk berusaha mendapatkan imbal hasil membaik untuk menutup kerugian.
“Investor kini tampaknya bersedia untuk membeli aset kripto dengan harga murah, meski belum dianggap sebagai titik bottom. Investor harus menentukan membeli sekarang atau menunggu tiba ke titik bottom yang belum diketahui pasti kapan terjadi,” kata Afid.
Prediksi Bitcoin sampai Titik Bottom
Afid melihat saat ini target Bitcoin menuju level support di $ 15.500. Menurutnya, Bitcoin masih lemah, namun tidak ada kejelasan di mana titik bottom yang akan ditujunya.
“Bitcoin masih dalam tekanan. Target pergerakan Bitcoin kini akan menuju penurunan hingga $ 19.000-$ 15.500 dalam beberapa waktu ke depan. Prospek bearish juga tampak berlanjut untuk menemukan bottom yang sebenarnya,” kata Afid.
Jika melirik ke pada siklus Bitcoin, pada market bearsih tahun 2015, membutuhkan waktu 426 hari untuk akhirnya mencapai posisi bottom. Lalu jika dilihat ke siklus pada tahun 2017, butuh 365 hari untuk mencetak bottom pada 2018.
Sedangkan, dari puncak pada Juni 2019 pada $13.900, BTC kemudian mengalami penurunan 274 hari sebelum mencapai posisi bottom. Maka asumsi saat ini, jika pada bulan November 2021, merupakan siklus puncak titik bottom dalam antara 274 hari atau 365 hari, maka secara kalkulasinya akan terjadi pada September 2022 atau November 2022.
“Investor tetap cemas tentang inflasi yang tinggi, yang mencapai level tertinggi 40 tahun untuk bulan Mei, berlanjutnya kejatuhan ekonomi dari invasi Rusia ke Ukraina dan kemungkinan meningkatnya resesi global. Analisa teknikal tidak begitu berguna saat ini, fundamental atau makroekonomi yang bisa menentukan arah Bitcoin,” pungkas Afid.
Berinvestasi dalam kripto sering membuat para investor berpikir, sebaiknya membelinya secara langsung di broker kripto atau dengan melakukan mining(penambangan), yakni membuat aset kripto yang baru. Semua cara itu sah-sah saja dilakukan. Namun, ada cara lain yang juga bisa menguntungkan Anda selaku investor dalam investasi kripto.
Cara lain yang bisa Anda lakukan adalah dengan staking. Staking adalah salah satu metode untuk memperoleh keuntungan dari kripto. Lantas, apa yang disebut dengan staking, bagaimana cara kerja, dan kelebihannya? Simak informasi lengkapnya berikut ini!
Apa Itu Staking?
Staking adalah metode yang digunakan saat bergelut dalam investasi kripto. Alih-alih membelinya secara langsung atau membuat aset kripto yang baru dengan melakukan mining, staking dilakukan dengan cara mengunci aset yang sudah dimiliki agar dapat memperoleh keuntungan maksimal.
Dengan melakukan staking, Anda sama seperti menaruh uang dalam bank untuk ditabung. Tentu saja, Anda membiarkan uang tersebut selama beberapa saat agar memperoleh bunga atau keuntungan. Inilah yang juga terjadi dalam staking kripto, Anda menaruh dan mengunci aset kripto Anda dan berharap mendapatkan reward atas upaya tersebut.
Staking juga bisa menjadi salah satu cara untuk mendapatkan keuntungan tambahan atau passive income. Ini bisa terjadi berkat adanya algoritma Proof of Stake (PoS) yang dijalankan dalam sistem jaringan blockchain, yang memungkinkan Anda bisa melakukan verifikasi transaksi sesuai dengan jumlah aset yang Anda miliki.
Setelah mengetahui arti staking, kini saatnya Anda memahami bagaimana cara kerja staking kripto yang bisa memberikan pendapatan tambahan atau passive income bagi Anda.
Pada dasarnya, staking adalah metode yang cocok untuk dipilih oleh orang-orang yang tidak punya waktu atau tidak terlalu mengerti tentang naik-turunnya harga aset kripto.
Anda hanya tinggal mengunci aset kripto pada jaringan blockchain yang menerapkan sistem konsensus Proof of Stake (PoS).
Dalam hal ini, seorang pemilik aset kripto yang melakukan staking disebut sebagai validator.
Nantinya, Anda akan memperoleh keuntungan sesuai dengan jumlah aset dan berapa lama waktu Anda mengunci aset kripto tersebut.
Sebagai validator, Anda akan memperoleh keuntungan setiap kali berhasil memverifikasi transaksi.
Kemudian, sistem PoS-lah yang akan membagikan keuntungan pada setiap validator. Oleh karena itu, semakin banyak aset kripto yang dikunci, semakin besar pula peluang keuntungan yang Anda dapatkan.
Kelebihan dan Risiko Staking
Kelebihan staking adalah investor hanya harus menunggu mendapatkan keuntungan dengan cara mengunci aset.
Staking seperti terlihat aman karena investor hanya perlu mengunci aset. Namun bukan berarti staking tidak memiliki risiko.
Risiko dari staking adalahcmungkin saja harga aset kripto yang Anda kunci sedang anjlok dan Anda tidak bisa menjualnya.
Oleh karena itu, penting untuk memilih broker kripto tepercaya saat akan melakukan staking. Dengan bermain di broker kripto tepercaya, Anda akan disuguhi oleh pilihan aset kripto yang memiliki harga relatif lebih stabil.
Meski demikian, Anda harus tetap menggali informasi sebanyak-banyaknya seputar karakteristik aset kripto tersebut agar sesuai dengan profil risiko Anda.
Tidak semua aset kripto bisa dimainkan dengan metode staking. Namun, ada beberapa di antaranya yang bisa Anda pilih sesuai profil risiko dan modal yang Anda miliki.
Sebagai aset kripto yang paling banyak dikenal, Ethereum (ETH) juga bisa dibeli dan diperlakukan dengan cara staking atau mengunci aset. Minimal jumlah yang harus Anda miliki adalah 32 ETH dengan keuntungan yang ditawarkan sebesar 5-17 persen per tahunnya.
Tezos (XTZ)
Tezos (XTZ) adalah salah satu jaringan blockchain terbuka yang memiliki aset kriptonya sendiri dengan nama XTZ. Aset kripto ini juga bisa di-stake di berbagai platform atau jaringan yang mendukung. Potensi keuntungan yang bisa Anda dapatkan dari aset kripto ini adalah sekitar 6 persen setahun.
Sama seperti Ethereum (ETH) yang telah banyak dikenal, Cardano (ADA) juga menjadi salah satu aset kripto multilayer yang memiliki beragam fungsi, salah satunya bisa untuk staking. Keuntungan yang ditawarkan saat melakukan staking Cardano (ADA) bisa mencapai 24 persen pada pertengahan 2021.
Staking merupakan salah satu cara untuk mendapatkan keuntungan lewat kripto tanpa perlu terus-terusan memantau fluktuasi harganya. Meski demikian, staking bukan berarti tanpa risiko, sebab Anda harus mengetahui karakteristik setiap aset kripto yang Anda kunci. Untuk memperoleh informasi lengkap seputar kripto, bergabunglah di komunitas Discord Tokocyrpto.
Selain itu, ikuti juga informasi yang disampaikan lewat website, Instagram, dan Twitter Tokocrypto. Untuk mulai berinvestasi, trading, maupun staking aset kripto, Anda bisa melakukannya dengan klik link ini!
Di kehidupan sehari-hari, Anda tentu telah sering mendengar istilah FOMO atau Fear of Missing Out. Istilah ini dipakai untuk merepresentasikan seseorang yang memiliki rasa takut, gelisah, atau tak ingin ketinggalan tren yang sedang terjadi. Pada akhirnya, orang yang disebut FOMO akan mengikuti tren tersebut meski belum tentu pas untuknya.
Selain FOMO, ada juga istilah FUD yang kerap digunakan dalam pasar perdagangan, khususnya kripto. Lantas, apa itu FUD dan adakah cara agar terhindar dari FUD ini? Simak penjelasan berikut!
Apa Itu FUD?
Seperti yang telah dijelaskan secara singkat di atas, Fear, Uncertainty, and Doubt atau yang kemudian disingkat menjadi FUD adalahsingkatan dari Fear, Uncertainty, and Doubt yang berarti ketakutan, ketidakpastian, dan kekhawatiran terutama yang terjadi dalam pasar perdagangan.
FUD menggambarkan situasi dan kondisi ketika pasar sedang tidak stabil hingga membuat para investor mengalami rasa takut dan ragu. Istilah ini juga kerap diplesetkan menjadi Facts U Dislike. FUD sering menjadi taktik untuk memainkan psikologi seseorang yang bermain dalam pasar perdagangan.
Jika dalam kehidupan sehari-hari saja FUD banyak ditemui, apalagi dalam kripto yang dipenuhi dengan ketidakpastian. Pasalnya, harga aset kripto cenderung fluktuatif atau bisa berubah sewaktu-waktu. Inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh para investor untuk mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya, salah satunya dengan cara menyebarkan ketakutan.
Jika ketakutan sudah tersebar, maka akan banyak investor yang menjual aset kriptonya dan dimanfaatkan para penyebar FUD tersebut untuk membeli aset kripto di harga yang amat rendah.
Jadi, tidak sedikit dari para investor yang saling menyerang agar dapat memengaruhi harga aset kripto masing-masing dari mereka. Namun, tidak sedikit pula pemain berpengalaman yang telah mengerti tentang strategi ini. Sehingga, pada akhirnya, mereka akan terus mengunci aset yang anjlok sampai harganya kembali stabil. Apakah Anda salah satunya?
4 Fenomena FUD dalam Dunia Crypto
Fenomena FUD dalam dunia kripto benar-benar pernah terjadi, terutama di tengah kondisi ekonomi yang begitu fluktuatif saat ini. Berikut ini sejumlah hal yang turut memperkuat fenomena FUD dalam dunia kripto, yaitu:
Libra (Facebook)
Sejak masa peluncurannya ke publik, terdapat beberapa fenomena FUD dalam kripto.
Salah satu yang menjadi pemula dari seluruh fenomena FUD dalam kripto adalah ketika Facebook yang digawangi oleh Mark Zuckerberg bersiap untuk merilis aset kripto pertamanya, yakni Libra.
Kehadiran Libra tentu menjadi angin segar. Akan tetapi, tidak sedikit dari para investor yang meragukan privasi yang ditawarkan oleh aset kripto Libra.
Melansir SoFi Learn, Pemerintah Tiongkok hampir setiap tahun selalu melayangkan pelarangan jaul-beli Bitcoin di seluruh Tiongkok setiap kali terjadi suatu penurunan atau tragedi yang menimpa pasar aset kripto. Meski terkesan sebagai aturan yang diturunkan secara permanen, nyatanya pelarangan ini hanya bersifat sementara hingga isu mengenai pasar kripto reda dengan sendirinya.
Pelarangan ini dilakukan secara masif melalui media massa kepada individu atau komunitas kripto yang ada di Tiongkok. membuat harga Bitcoin menjadi anjlok dan dipertanyakan kredibilitasnya.
Selain Facebook dan negara Tiongkok yang sukses mengguncang dunia kripto, Donald Trump juga turut berperan membuat FUD dalam kripto lewat cuitannya di Twitter.
Pada saat itu, Trump menyatakan bahwa dirinya bukan penggemar dari Bitcoin maupun aset kripto lainnya. Pernyataan negatif Trump tersebut dinyatakan tepat ketika harga Bitcoin sedang bullish.
Perilisan BAKKT
BAKKT adalah platform perdagangan aset kripto dari NASDAQ yang diluncurkan setelah melihat arus pengguna kripto meningkat. Akan tetapi, pada hari perilisannya, harga Bitcoin justru anjlok hingga menyentuh 2.000 USD. Hal ini menunjukkan bahwa baik situasi FOMO maupun FUD bisa terjadi dalam waktu yang amat berdekatan.
3 Tips Terhindar dari FUD Crypto
Tidak ada yang suka berada dalam ketidakpastian hingga merasakan takut dan khawatir berlebihan. Untuk itu, Anda perlu tahu bagaimana cara dan tips terhindar dari FUD, khususnya saat sedang bermain dalam instrumen investasi kripto. Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda terapkan, yaitu:
Perdalam pengetahuan dan tingkatkan percaya diri
Tips pertama agar bisa terhindari dari FUD saat berinvestasi kripto adalah dengan memperdalam pengetahuan seputar aset kripto. Pastikan sebelum melakukan pembelian, Anda sudah tahu karakteristiknya, sehingga siap menghadapi risiko yang mungkin terjadi. Selain itu, tingkatkan rasa percaya diri dengan bekal pengetahuan tersebut. Saat rasa percaya diri Anda tinggi, Anda tidak akan mudah dipengaruhi oleh asumsi-asumsi negatif dari pihak lain.
Gunakan logika Anda
Dalam mengambil keputusan, Anda tentu perlu berpikir mendalam dengan logika. Biasanya, keputusan yang diambil secara terburu-buru menggunakan perasaan disebabkan oleh rasa FOMO atau takut ketinggalan tren. Pada akhirnya, FOMO akan mengarahkan Anda pada FUD. Jadi, jangan sampai terlalu banyak menggunakan perasaan saat akan mengambil keputusan dalam investasi kripto.
Siapkan dana darurat
Tips terakhir agar terhindar dari FUD adalah dengan menyiapkan dana darurat. Artinya, Anda harus menyiapkan uang cadangan sebagai antisipasi bila terjadi kerugian saat berinvestasi kripto. Jika Anda memiliki dana darurat untuk menghadapi kerugian yang mungkin terjadi, Anda akan lebih tenang dan tidak mengambil keputusan tanpa melakukan analisis terlebih dahulu.
Pada akhirnya, sebelum mulai berinvestasi kripto, Anda harus memiliki bekal pengetahuan yang cukup tentang karakteristik aset kripto serta risiko yang mungkin terjadi seperti FUD.Tentu masih banyak sejumlah hal lain yang memengaruhi ketidakpastian dalam dunia kripto. Untuk memperoleh informasi lengkap seputar kripto, bergabunglah di komunitas Discord Tokocyrpto dan website Tokonews. Untuk mulai berinvestasi aset kripto, daftar dan selesaikan KYC Anda di Tokocrypto sekarang!