Tag Archives: cryptocurrency

Kapan Bear Market Crypto Selesai? Ini Prediksinya

Bear market tiba harga aset crypto turun dengan persentase hingga dua digit, Bitcoin telah berada di level $ 21.000, kehilangan nilai lebih dari 60% dari harga tertingginya di $ 68.000.

Fase Bear Market 2022

Mengutip dari tweet, Jason Yanowitz dari Blockwork, saat ini bear market sedang masuk ke fase dua. Fase di mana harga crypto akan turun sangat jauh dan membuat investor frustasi.

Di fase ini pula banyak investor dari berbagai tingkatan memilih untuk keluar dari market crypto karena volatilitas dan kehabisan bahan bakar untuk bisa bertahan. 

Fase bear market kedua ini tidak ada yang bisa memprediksi kapan akan segera berakhir, yang jelas setelah fase ini selesai masih akan ada fase ketiga.

Ini merupakan sebuah fase di mana harga berada dalam titik terendah dan cenderung stagnan. 

Di fase ini kemungkinan tidak banyak investor yang tersisa dan proyek yang bertahan. Hanya investor yang kuat dan proyek yang berkualitas yang bertahan, bisa disebut bear market ini adalah seleksi alam. Hal ini pun turut disampaikan Bertrand Perez, CEO WEB3 Foundation. 

“Kami berada di bear market, dan saya pikir itu bagus, karena akan membersihkan orang-orang yang ada di sana (market crypto)  karena alasan yang buruk, proyek yang buruk pun akan hilang dan yang bertahan adalah yang fokus pada pengembangan proyek bukan hanya sekadang harga token.”

Bertrand Perez, CEO Web3 Foundation

Nolan Bauerle, direktur riset di CoinDesk, mengatakan 90% cryptocurrency hari ini tidak akan bertahan dari kehancuran di pasar. Mereka yang bertahan akan mendominasi permainan dan meningkatkan pengembalian bagi investor awal.

Nah, pertanyaannya kapan seluruh fase ini akan selesai. Kita sudah menyaksikan fase satu di awal tahun hingga Mei awal. Fase dua telah dimulai saat LUNA dan UST hancur dan berlangsung hingga sekarang. 

Baca juga: Mengenal Bear Market dan Cara Menghadapinya

Prediksi Bear Market Selesai

Investor makro, Raoul Pal yakin bahwa pasar crypto bear saat ini akan berakhir hanya setelah The Fed melonggarkan kebijakan moneter hawkish dengan menghentikan kenaikan suku bunga. Itu bisa terjadi dalam beberapa bulan ke depan, menurut prediksi Pal.

“The Fed tidak mungkin menaikkan suku bunga sejauh dan secepat yang diharapkan orang. Dugaan saya adalah mereka mungkin berhenti menaikkan suku bunga di musim panas dan hanya itu.”

Investor makro, Raoul Pal

Pal melihat kombinasi suku bunga tinggi dan ketakutan akan resesi yang akan datang sebagai faktor makro utama yang menyebabkan pasar penurunan crypto saat ini.

Pal berpikir bahwa dasar pasar belum tercapai dan fase likuidasi massal yang melibatkan aset kripto akan segera hadir. 

“[Crypto] bisa melihat lonjakan likuidasi di beberapa titik jika kita melihatnya di ekuitas dan pada akhirnya itu akan menjadi kapitulasi terakhir dari pasar.”

nvestor makro, Raoul Pal

Pada saat itu, menurut Pal, The Fed akan melonggarkan kebijakan moneternya, memungkinkan beberapa likuiditas mengalir ke pasar keuangan, sehingga memicu reli crypto berikutnya.

“Kita akan melihat reli obligasi, reli crypto, mungkin beberapa saham teknologi reli.”

nvestor makro, Raoul Pal

Selain gambaran makro, faktor lain yang dapat memfasilitasi kenaikan berikutnya adalah persetujuan ETF spot Bitcoin dan peralihan Ethereum ke sistem bukti kepemilikan, yang diharapkan untuk Q3.

Histori bear market. Sumber: Coinmetrics.io

Sedangkan jika melihat histori bear market atau crypto winter pada 2018, butuh waktu kurang lebih dua tahun bear market selesai dan harga mulai kembali naik.

Hal ini juga berkaitan dengan halving, di mana setelah halving 2016, satu tahun kemudian harga Bitcoin sentuh ATH pertamanya di kisaran $ 20.000 dan kemudian setelah meraih harga tertinggi Bitcoin pun berangsur turun hingga 2020. 

Kemudian, 2021 satu tahun setelah halving Bitcoin raih harga tertinggi sepanjang masa yang mengesankan di $ 68.000. Setelah itu harga pun turun di 2022 dan kini masuk ke bear market.

Jika pola ini berulang ada kemungkinan para investor yang bertahan di kondisi pasar saat ini baru akan mendapatkan imbal hasil tinggi di 2025, satu tahun setelah halving di 2024.

Jadi kurang lebih dibutuhkan waktu 2-3 tahun untuk bull market datang kembali. 

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Pria Ini Berhasil Kalahkan Bos Tokocrypto di Cerdas Cermat Kriptoversity

Seorang mahasiswa bernama Edo Asri Rizal berhasil mengalahkan Chief Strategy Officer (CSO) Tokocrypto, Chung Ying Lai dalam kompetisi Cerdas Cermat Kriptoversity. Menariknya, Edo berhak membawa pulang hadiah Rp 15 juta, berkat kemahirannya itu.

Untuk bertanding melawan Ying, Edo mampu mengalahkan ratusan peserta dalam babak eliminasi. Kompetisi Cerdas Cermat Kriptoversity sendiri berlangsung sejak 18 Mei 2022, di mana babak eliminasi pertama di lakukan di platform Discord komunitas Tokocrypto.

Selanjutnya, babak eliminasi ke-2 hingga ke-4 dilakukan setiap hari Rabu digelar di platform Telegram komunitas Tokocrypto. Total akan dipilih 30 orang selama 3 minggu babak eliminasi, di mana Top 30 akan masuk ke tahap selanjutnya untuk mendapatkan Top 10 yang akan berkompetisi di minggu ke-4 untuk menentukan Juara 1 dan melawan CSO Tokocrypto.

Grand Final Cerdas Cermat Kriptoversity
CSO Tokocrypto, Chung Ying Lai (kiri atas) dan Edo Asri Rizal (kanan atas) dalam pertandingan Grand Final Cerdas Cermat Kriptoversity.

Satu hal yang menarik dari kompetisi ini adalah ada hadiah mingguan mulai dari Rp 400.000 hingga Rp 45.000 per orang. Tidak hanya itu, ada hadiah di babak eliminasi dari pemenang pertama mendapat Rp 1,5 juta, pemenang kedua Rp 1 juta, pemenang ketiga Rp 750.000 dan pemenang ke-4 hingga 10 dapat Rp 500.000 per orang.

Baca juga: Disaat Gelombang PHK, Binance Malah Buka Lowongan Kerja Baru

Jalannya Grand Final Cerdas Cermat Kriptoversity

Grand Final Cerdas Cermat Kriptoversity yang digelar Kamis (16/6) berlangsung sangat sengit. Total ada 15 pertanyaan yang harus dijawab oleh Ying dan Edo.

Peraturannya, jika Edo memiliki skor lebih besar dari Ying, maka berhak mendapatkan hadiah Rp 15 juta. Sementara itu, jika Edo memiliki skor lebih rendah dari Ying, maksimal berbeda 3 poin (contoh: Skor Ying 9, skor Edo 6) berhak mendapatkan hadiah Rp 3.625.000.

Pertanyaan dari final ini diambil dan dipilih berdasarkan submit pertanyaan dari komunitas. Pertanyaan terpilih berhak mendapatkan total hadiah Rp 5.250.000 untuk 15 orang pemenang.

Jalannya pertandingan pun cukup ketat. Diawal pertandingan, secara mengejutkan Edo memimpin dengan selisih skor yang jauh. Tidak menyerah, Ying berhasil menyalip Edo pada pertanyaan ke-5 dengan masing-masing skor 3522 dan 2789.

Grand Final Cerdas Cermat Kriptoversity
Edo Asri Rizal kalahkan CSO Tokocrypto, Chung Ying Lai dalam pertandingan Grand Final Cerdas Cermat Kriptoversity.

Ying tampak lengah di pertanyaan ke-7, hingga bisa dengan mudah skornya disalip oleh Edo. Kejar-kejar skor pun berlangsung ketat dan tipis. Namun akhirnya, Ying harus mampu mengakui kecepatan dan kepintaran Edo yang berhasil menduduki podium pertama dengan skor tipis 9736 dan 9411. Masing-masing mampu menjawab 11 dari 15 pertanyaan dengan benar.

“Terima kasih khususnya untuk Tokocrypto yang sudah mengadakan event ini. Luar biasa,” kata pria berusia 21 tahun itu.

Baca juga: Kapan Bear Market Crypto Selesai? Ini Prediksinya

Kriptoversity, Aplikasi Edukasi Soal Blockchain dan Kripto

Aplikasi Kriptoversity merupakan inisiatif Tokocrypto sebagai sarana belajar terkait aset kripto dan blockchain. Uniknya, ini merupakan aplikasi edukasi blockchain pertama di Indonesia dengan konsep learn & earn yang bisa mendapatkan aset kripto.

Aplikasi Kriptoversity yang kini bisa diunduh gratis di Google Play Store dan Apple Apps Store memiliki sejumlah topik pembelajaran. Pengguna dapat memilih topik yang ingin dipelajari, mulai dari pengenalan terhadap teknologi blockchain, project blockchain, aset kripto, NFT hingga literasi crypto finance. Aplikasi ini juga dibalut dengan UI (user interface) yang apik untuk memudahkan proses pembelajaran.

Ilustrasi Kriptoversity by Tokocrypto.
Ilustrasi Kriptoversity by Tokocrypto.

“Pengguna Kriptoversity diberi insentif untuk menyelesaikan kursus dan kuis berupa token TKO yang dapat disimpan dan ditransfer ke wallet akun Tokocrypto mereka atau didonasikan melalui TokoCare. Solusi menarik dan sederhana ini secara efektif mendorong masyarakat memahami apa yang pelajari dalam aplikasi,” ungkap Chung Ying Lai, CSO Tokocrypto.

Aplikasi Kriptoversity akan terus mengalami perkembangan dan berinovasi untuk membuat pengguna semakin nyaman belajar. Tim riset Tokocrypto akan mengembangkan topik, dan kurikulum yang sesuai dengan minat dan perkembangan aset kripto dan ekosistem blockchain agar tetap relevan.

Baca juga: Harga Bitcoin Agresif, Pasca The Fed Naikkan Suku Bunga Tertinggi



Sumber : news.tokocrypto.com

The Fed Menaikan Suku Bunga 75 Basis Poin, CEO Ini Siap Beli Bitcoin

Seorang pesohor dikabarkan akan memborong kripto saat nilainya sedang mengalami penurunan signifikan di beberapa minggu lalu. Pesohor tersebut bernama, Raoul PAL yang merupakan CEO dari Real Vision Group & Investor Makro Global. 

Dalam prediksinya, pasar kripto akan berada di bawah untuk lima minggu kedepan. Ia berencana untuk memborong lebih awal di minggu depan. Hal ini, lantaran ia berkaca seperti tahun 2014 saat penurunan kripto terjadi. Siapapun yang membeli aset saat nilai sedang dibawah, lanjutnya, berpotensi mengeruk keuntungan bahkan 10 kali lipat.

Dari analisnya soal Relative Strength Index (RSI) mingguan bitcoin, yang saat ini berada di 31 dan sedikit di atas ATL di 28 dia memperkirakan bagian bawah akan berlangsung selama lima minggu. 

“Saya mungkin akan mulai berbelanja minggu depan, karena memang mengatur timing pada saat dibawah itu sesuatu yang hampir tidak bisa dilakukan. Karena saya melihat kripto sebagai aset jangka panjang, bukan aset perdagangan” ungkap Raoul dikutip dari website Cryptopotato, Kamis (16/6/2022).

Sementara itu, milyuner Amerika dan Co-Founder of The Carlyle Group David Rubenstein menyatakan bahwa masyarakat dunia tidak akan meninggalkan kripto meskipun mengalami kehancuran besar dalam beberapa minggu ini. 

“Orang-orang tidak akan meninggalkan konsep di balik kelas aset hanya karena efek samping dalam beberapa minggu terakhir,” ujarnya.

Baca juga: CEO MicroStrategy Tepis Kekhawatiran Margin Call Saat Bitcoin Anjlok ke Angka US$21.000

Aset Bitcoin diketahui telah mengalami hantaman serius di beberapa lalu. Peningkatan inflasi global, konflik militer antara Rusia dan Ukraina, krisis energi dan masalah lainnya telah menjatuhkan harga aset hingga US$30.000 dalam waktu hampir sebulan.

Namun saat banyak pihak mulai memiliki pandangan buruk soal kripto kedepan, David tidak berada diantara mereka. Dia berpendapat bahwa harga aset koin digital ini akan terus berfluktuasi, tetapi aset tidak akan menghilang. 

“Saya mencatat kemajuan dalam dekade terakhir. Penilaian USD lebih dari $20.000 adalah pencapaian yang signifikan mengingat beberapa investor membelinya (Bitcoin) dengan harga kurang dari satu dolar bertahun-tahun yang lalu,” kata David.

Pengusaha itu juga mengklaim penurunan kripto tidak mengherankan karena ekonomi global saat ini tidak dalam kondisi terbaiknya dan pasar keuangan tradisional juga turun. Menurutnya, orang akan menjaga kepercayaan mereka pada teknologi blockchain dan konsep di balik aset digital meskipun ada tren negatif.

Baca juga: Mengenal Kripto Paris Saint-German Fan Token (PSG) dan Beam (BEAM)

Pengumuman The Fed Kenaikan Suku Bunga Tertinggi Dalam 28 Tahun, Bitcoin Untung

The Fed atau bank sentral Amerika pada hari Rabu menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin, atau tiga perempat poin persentase. Ini adalah kenaikan suku bunga terbesar dalam 28 tahun, yang mana merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menurunkan inflasi yang melonjak. 

Inflasi yang terjadi saat ini telah mengguncang ekonomi dan pasar dari saham dan obligasi hingga mata uang kripto.

Bank sentral AS juga mengumumkan akan terus mengurangi ukuran neraca pada tingkat yang diumumkan pada bulan Mei, menurut sebuah pernyataan oleh Federal Open Market Committe (FOMC), yang menetapkan kebijakan moneter Fed.

Menurut data dari Coingecko pada Kamis (16/6/2022), Bitcoin (BTC) telah berpindah tangan sekitar US$22.544, sekitar satu jam pasca pertemuan. Harga tersebut naik dari $21.076 ketika keputusan itu dirilis. Sebagian besar analis sudah menetapkan harga dalam kenaikan pada hari-hari menjelang pertemuan.

Kendati demikian, The Fed juga mengklaim bahwa aktivitas ekonomi secara keseluruhan tampaknya telah meningkat setelah turun pada kuartal pertama. 

“Kenaikan pekerjaan telah kuat dalam beberapa bulan terakhir, dan tingkat pengangguran tetap rendah. Inflasi tetap tinggi, mencerminkan ketidakseimbangan penawaran dan permintaan terkait pandemi [virus corona], harga energi yang lebih tinggi, dan tekanan harga yang lebih luas,”pungkas The Fed.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Disaat Gelombang PHK, Binance Malah Buka Lowongan Kerja Baru

Pasar tenaga kerja mengalami perlambatan dalam beberapa bulan terakhir membuat perusahaan kripto berjuang keras melawati masa sulit ini.

Bulan lalu, exchange Gemini dan Rain Financial mengumumkan PHK dan mengentikan sementara perekrutan baru. Menyusul BlockFi yang mengurangi jumlah karyawannya sebanyak 20% dan exchange Crypto.com memberhentikan 260 stafnya.

Terkini, exchange terbesar di Amerika Serikat Coinbase menyatakan akan memangkas jumlahnya karyawannya sebanyak 18% atau sekitar 1.100-an pegawai.

Di tengah kenaikan tingkat inflasi dan permintaan yang melambat, perusahaan fintech secara keseluruhan memangkas lebih banyak pekerjaan pada bulan Mei daripada gabungan empat bulan pertama tahun 2022.

Meski sedang ramai PHK akibat perlambatan ekonomi dunia, namun hal itu tidak berdampak bagi Binance. Sebaliknya mereka akan membuka lowongan baru.

Berbicara di hadapan publik pada Consensus 2022 minggu lalu, CEO Binance Changpeng Zhao, mengatakan perusahaannya akan memperluas perekrutan dan fokus pada merger atau akuisisi baru.

“Kami memiliki kondisi finansial yang sangat sehat, kami sebenarnya sedang memperluas perekrutan sekarang. Jika kita berada di crypto winter, kita justru akan memanfaatkannya, kita akan menggunakannya secara maksimal. Ini bukan pertama kalinya kami melewati musim dingin kripto,” kata Zhao panjang lebar.

Baca juga: CEO Binance: Musim Dingin Kripto Potensi Baik untuk Bisnis

Zhao menjelaskan bahwa tidak seperti perusahaan kripto lainnya, Binance menghindari pengeluaran besar untuk biaya promosi seperti iklan Super Bowl atau hak penamaan sebuah event olahraga. Keputusan pada akhirnya membantu Binance untuk tumbuh meskipun kondisi pasar sedang sulit.

Sebagai contoh, Crypto.com menghabiskan dana sebesar $ 700 juta pada bulan November untuk hak penamaan pertandingan kandang Los Angeles Lakers, Clippers, dan Kings, yang sebelumnya dikenal sebagai Staples Center. Dampaknya, Crypto.com masuk dalam daftar perusahaan yang melakukan PHK.

Sama halnya dengan Coinbase yang menjajal bisnis olahraga dengan menandatangani kesepakatan kerja sama menjadi mitra platform kripto eksklusif untuk NBA dan WNBA, serta untuk liga afiliasi NBA pada Oktober 2021. Awal bulan ini, Coinbase mengumumkan menghentikan sementara perekrutan dan Senin lalu memutuskan hubungan kerja dengan 1.100-an stafnya.

Selain rencana perekrutan baru dan fokus pada akuisisi, Zhao mengatakan Binance akan terus berinvestasi di perusahaan lain. Pada bulan Februari, Binance menginvestasikan $200 juta di Forbes untuk membantu ekspansi teknologi blockchain ke sektor baru.

“Seiring dengan kemajuan teknologi Web3 dan blockchain dan pasar kripto semakin dewasa, kami tahu bahwa media adalah elemen penting untuk membangun pemahaman dan pendidikan konsumen yang luas,” jelas dia.

Baca juga: Kapan Bear Market Crypto Selesai? Ini Prediksinya

Terbaru, Binance bekerja sama dengan super app enabler, Splyt memperluas utilitas aplikasinya sebagai alat untuk membayar layanan ridehailing seperti berbagi sepeda, skuter, transfer bandara, transportasi umum, dan bahkan pengiriman makanan.

Pengguna Binance dapat membayar jasa itu dalam mata uang kripto favorit mereka, tanpa harus mengunduh banyak aplikasi.





Sumber : news.tokocrypto.com

Mengenal Aset Kripto Project Galaxy (GAL) dan Lido Dao (LDO)

Dua aset kripto Project Galaxy (GAL) dan Lido Dao (LDO) termasuk salah satu yang mencuri perhatian di dunia desentralisasi. Keduanya terpantau masuk daftar 300 besar aset kripto dengan nilai market cap tertinggi berdasarkan data CoinMarketCap.

Project Galaxy (GAL) sendiri adalah jaringan data kredensial Web3. Ia dibangun di atas infrastruktur terbuka dan kolaboratif membangun produk dan komunitas yang lebih baik. Sementara, Lido Finance adalah penyedia solusi pertaruhan yang menyediakan layanan untuk Ethereum 2.0, Terra, Solana dan Kusama.

So, mari berkenalan lebih dekat dengan aset kripto Project Galaxy (GAL) dan Lido Dao (LDO).

Project Galaxy (GAL)

Apa Itu Project Galaxy (GAL)?

Project Galaxy didirikan oleh Harry Zhang dan Charles Wayn. Galaxy adalah salah satu jaringan data kredensial Web3 terkemuka yang dibangun di atas infrastruktur terbuka dan kolaboratif.

Project Galaxy (GAL)
Ilustrasi aset kripto Project Galaxy (GAL).

Project Galaxy membantu pengembang dan proyek Web3 memanfaatkan data kredensial digital dan NFT untuk membangun produk dan komunitas yang lebih baik. Proyek ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah dengan sistem kredensial saat ini, di mana data dipisahkan di seluruh database tertutup yang dimiliki dan diizinkan oleh aplikasi, organisasi pemerintah, serta lembaga keuangan dan kredit.

Hal tersebut menyebabkan lanskap yang tidak terbuka bagi individu yang seharusnya memiliki data tersebut atau aplikasi yang membutuhkannya. Project Galaxy menyediakan infrastruktur bagi anggota komunitas untuk mengumpulkan dan menyumbangkan kredensial digital ke jaringan data kredensial Galaxy.

Baca juga: Mengenal Kripto AC Milan Fan Token (ACM) dan TrueFi (TRU)

Apa yang Membuat Project Galaxy (GAL) Unik?

Infrastruktur Project Galaxy mendukung kurasi kredensial melalui berbagai sumber data. Kurator dapat menyumbangkan data dari 7 jaringan blockchain yang berbeda dengan kueri subgraf atau snapshot untuk kredensial on-chain. Mereka juga dapat menyediakan data dari Twitter, Discord, Github, atau acara offline untuk kredensial off-chain.

Project Galaxy juga menyediakan Application Modules, Credential API, dan Credential Oracle Engine untuk membantu pengembang memanfaatkan data kredensial. Kasus penggunaan Application Modules termasuk Galaxy OATs (On-chain Achievement Tokens), program loyalitas NFT, komunitas yang terjaga keamanannya, dan tata kelola yang disesuaikan.

Project Galaxy (GAL)
Ilustrasi aset kripto Project Galaxy (GAL).

Peringkat GAL di CoinMarketCap pada Kamis (12/5) pukul 08.00 WIB adalah #245, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 137.052.308. GAL memiliki pasokan yang beredar dari 35.161.333 koin GAL dan maksimal pasokan 200.000.000 koin GAL.

Baca juga: Mengenal Launchpad di Dunia Aset Kripto, Apa Keuntungannya?

Lido Dao (LDO)

Apa Itu Lido Dao (LDO)?

Lido adalah proyek kripto solusi staking untuk Ethereum. Lido memungkinkan pengguna mempertaruhkan ETH mereka, tanpa setoran minimum atau pemeliharaan infrastruktur sambil berpartisipasi dalam aktivitas on-chain, misalnya lending atau pinjaman untuk pengembalian yang menguntungkan.

Anggota Lido DAO termasuk Semantic VC, ParaFi Capital, Libertus Capital, Terra, Bitscale Capital, StakeFish, StakingFacilities, Chorus, P2P Capital, dan KR1. Lido juga bergabung dengan sejumlah angel investor utama, termasuk Stani Kulechov dari Aave, Banteg of Yearn, Will Harborne dari Deversifi, Julien Bouteloup dari Stake Capital dan Kain Warwick dari Synthetix.

Lido Dao (LDO)
Ilustrasi aset kripto Lido Dao (LDO).

Baca juga: Mengenal Aset Kripto Mantra Dao (OM) dan QuickSwap (QUICK)

Apa yang Membuat Lido Dao (LDO) Unik?

LDO adalah token utilitas asli yang digunakan untuk:

  • Pemberian hak tata kelola di DAO Lido.
  • Mengelola parameter dan distribusi biaya.
  • Mengatur penambahan dan penghapusan operator node Lido.

Peringkat LDO di CoinMarketCap pada Kamis (12/5) pukul 08.00 WIB adalah #87, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 487.502.573. LDO memiliki pasokan beredar 312.951.154 koin LDO dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin LDO.

Project Galaxy (GAL) dan Lido Dao (LDO) Listing di Tokocrypto

Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan Anda pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Project Galaxy (GAL) dan Lido Dao (LDO).

Trading GAL/USDT, GAL/BUSD, GAL/BNB, GAL/BTC, LDO/USDT, LDO/BUSD dan LDO/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 10 Mei 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran GAL dan LDO di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Investasi Aset Kripto Sarana Pengembangan Ekonomi Anak Muda

Investasi aset kripto kini telah menjadi salah salah satu pilihan anak muda untuk mengembangkan ekonomi mereka. Anak muda terutama Gen Z dan Milenial sudah banyak melirik aset kripto untuk menjadi pilihan instrumen investasi mereka.

Beberapa waktu lalu, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga, mengatakan banyak kalangan anak muda yang mulai melihat aset kripto sebagai ruang baru yang menjanjikan untuk meningkatkan kondisi keuangan mereka.

“Terjadi perubahan perilaku investor maupun pedagang khususnya di kalangan anak muda yang mulai melihat kripto sebagai ruang baru yang menjanjikan. Anak muda dan investor pada umumnya cara berpikirnya out of the box dan selalu mencari peluang baru. Jadi, selain alternatif bursa saham saat ini mereka juga melihat kripto bisa menjadi sarana pengembangan ekonomi,” kata Jerry dikutip situs resmi Kementerian Perdagangan RI.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo), Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.

Senada dengan Jerry, Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo), Teguh Kurniawan Harmanda, mengatakan investasi aset kripto kini sudah didominasi oleh kalangan Gen Z dan Milenial. Volatilitas ekonomi dan pandemi COVID-19 mempercepat tren pertumbuhan anak muda yang memperdagangkan kripto dan NFT.

“Salah satu hal yang menyebabkan peningkatan tersebut adalah kemudahan bagi investor Milenial dan Gen Z dalam melakukan pembukaan akun atau wallet secara online kripto melalui smartphone. Mereka termasuk generasi yang tech savvy sehingga lebih akrab dengan teknologi dan open minded dengan hal-hal yang baru, termasuk aset kripto dan blockchain,” kata pria yang akrab disapa Manda.

Baca juga: Market Kripto Anjlok Berlarut: Investor Tak Perlu Panik

Menurut data Bappebti, dari 12,4 juta investor per Februari 2022, mayoritas investor di aset kripto di Indonesia sebesar 40% didominasi oleh usia 25-34 tahun. Sedangkan data internal Tokocrypto, mengungkap secara keseluruhan 67% investor aset kripto di Indonesia berusia 18-34 tahun. Rinciannya, 36% 18-24 tahun dan 31% 25-34 tahun.

Ilustrasi perempuan pandai investasi aset kripto.
Ilustrasi generasi milenial investasi aset kripto.

Aset kripto juga bisa menjadi investasi jangka panjang untuk para generasi muda. Meski memiliki volatilitas tinggi, kripto kini tengah populer sebagai bagian rencana dari tabungan pensiun investor muda. Para investor muda dapat mengambil lebih banyak risiko untuk strategi investasi mereka, karena memiliki waktu yang panjang. 

Tantangan Ledakan Investor Muda di Kripto

Pertumbuhan investor muda di industri aset kripto bisa menjadi berkah dan sekaligus tantangan. Seperti diketahui industri kripto masih tergolong baru dengan pertumbuhan yang cepat, banyak orang yang belum memahami tingkat risiko dari investasi mereka.

“Tantangannya, anak muda punya rasa curiosity yang tinggi. Jadi kita harus siap memberikan edukasi dan pemahaman kepada mereka terkait investasi di aset kripto. Generasi Milenial dan Gen Z rentan terkena FOMO. Mereka bisa ikut investasi karena mengikuti tren dan termakan flexing di media sosial,” jelas Manda.

Ilustrasi tips investasi aset kripto yang aman dan cuan.
Ilustrasi generasi milenial investasi aset kripto.

Baca juga: Tanah Cluster Metaverse Pertama di Indonesia Laku Terjual Rp 150 Juta

Lebih lanjut Manda menambahkan dorongan ingin keuntungan yang cepat bisa membahayakan investor muda untuk mengambil langkah yang salah. Bahayanya, generasi Milenial dan Gen Z lebih berani berutang pakai paylater atau lainnya membeli produk investasi yang belum tentu akan memberikan imbal hasil yang diharapkan.

“Kami di asosiasi bersama para pedagang aset kripto lain terus menggencarkan program edukasi untuk kalangan investor muda, antara lain mengedukasi tentang analisa fundamental, top to down analysis, analisa teknikal, manajemen portofolio, diversifikasi dan lainnya. Hal penting lannya, mereka harus memiliki pondasi literasi keuangan yang baik. Seperti dana untuk kebutuhan sehari-hari, tabungan dan investasi,” pungkas Manda.



Sumber : news.tokocrypto.com

Mengenal Aset kripto Augur (REP) dan Orion Protocol (ORN)

Augur (REP) dan Orion Protocol (ORN) adalah dua aset kripto yang memiliki utilitas yang penting dalam ruang keuangan terdesentralisasi (DeFi). Keduanya bertujuan memecahkan masalah utama untuk mewujudkan keuangan yang inklusif melalui teknologi blockchain.

Misalnya, Augur dimaksudkan untuk mendukung optimalisasi Prediction markets atau pasar prediksi yang bisa dijalankan lebih baik secara desentralisasi. Sementara, Orion Protocol dirancang untuk menggabungkan likuiditas beberapa pertukaran kripto ke dalam platform terdesentralisasi.

So, mari mengenal lebih dekat aset kripto Augur (REP) dan Orion Protocol (ORN).

Augur (REP)

Apa Itu Augur (REP)?

Augur adalah platform oracle blockchain yang terdesentralisasi dan protokol peer to peer untuk pasar prediksi. Augur adalah software open source gratis yang sebagian dilisensikan di bawah General Public License (GPL) dan sebagian dilisensikan di bawah lisensi Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Augur adalah seperangkat smart contract yang ditulis dalam Solidity dan dapat digunakan ke blockchain Ethereum. Protokol Augur dimaksudkan untuk upaya memecahkan salah satu masalah paling sulit yang dihadapi insinyur perangkat lunak yang bekerja untuk mengembangkan aplikasi praktis untuk teknologi blockchain, terutama smart contract, masalah oracle.

Augur adalah oracle peer to peer terdesentralisasi tanpa kepercayaan yang digunakan pada protokol pasar prediktif. Oracle Augur memungkinkan informasi untuk dimigrasikan dari dunia nyata ke blockchain tanpa bergantung pada perantara atau pihak ketiga yang tepercaya.

Augur (REP)
Ilustrasi aset kripto Augur (REP).

Baca juga: Apa Itu Aset Kripto Nexo (NEXO) dan Mobilecoin (MOB)?

Augur bukan pasar prediksi, ini adalah protokol bagi pengguna aset kripto untuk membuat pasar prediksi mereka sendiri. Augur adalah satu set smart contract open source yang dapat digunakan ke blockchain Ethereum.

Protokol Augur tidak lebih dari perangkat lunak sumber terbuka, dan pengguna individu dari protokol Augur adalah orang-orang yang membuat pasar prediksi menggunakan software tersebut.

Apa yang Membuat Augur (REP) Unik?

Augur adalah satu-satunya protokol pasar prediksi yang diketahui oleh Forecast Foundation di mana tim pengembangan tidak melakukan apa pun selain menulis kode open source gratis.

Forecast Foundation dan orang-orang yang telah menulis kode protokol Augur tidak menciptakan pasar pada protokol Augur itu sendiri, mereka tidak melakukan perdagangan, atau memiliki kemampuan untuk memantau, mengontrol, menyensor, atau memodifikasi tindakan apa pun yang dilakukan pada Augur protokol.

Augur (REP) adalah aset kripto yang digunakan oleh pelapor jaringan selama fase sengketa pasar Augur. Pemegang REP harus melakukan pekerjaan, dalam bentuk mempertaruhkan aset kripto mereka pada hasil yang benar, untuk menerima sebagian dari biaya penyelesaian pasar.

Augur (REP)
Ilustrasi aset kripto Augur (REP).

Baca juga: Mengenal Dekat Kripto Wrapped Bitcoin (WBTC) dan Kava Lend (HARD)

Jika holders tidak melaporkan dengan benar, mereka tidak mendapatkan bayar. Jika alah melaporkan, akan kehilangan REP. Jika mereka tidak berpartisipasi dalam fork (ketika jaringan memiliki perselisihan yang sangat besar atas suatu hasil), secara permanen kehilangan kemampuan untuk memigrasikan REP, sehingga secara fungsional tidak berguna dalam versi Augur yang digunakan Protokol, dan secara teori membuatnya tidak berharga.

Peringkat REP di situs CoinMarketCap pada Rabu (25/5) jam 08.00 adalah #199, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 113.883.548. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 11.000.000 koin REP dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Orion Protocol (ORN)

Apa Itu Orion Protocol (ORN)?

Orion Protocol dirancang untuk menggabungkan likuiditas beberapa pertukaran kripto ke dalam platform terdesentralisasi yang menyediakan gerbang tunggal non-kustodian ke seluruh pasar aset digital. Protokol ini didirikan pada 2018 dan diluncurkan pada 2020 oleh Alexey Koloskov dalam upaya untuk memecahkan beberapa masalah utama dari ruang keuangan terdesentralisasi (DeFi).

Orion bertujuan untuk mengatasi kesulitan dalam melakukan transaksi yang menguntungkan terkait dengan kurangnya likuiditas di sebagian besar bursa kripto. Ini adalah kasus untuk pertukaran terpusat dan terdesentralisasi. Solusi Orion untuk ini adalah dengan menggabungkan buku pesanan pertukaran menjadi satu terminal yang mudah digunakan dan dipahami.

Orion Protocol (ORN)
Ilustrasi aset kripto Orion Protocol (ORN).

Baca juga: Lebih Kenal Aset Kripto Akropolis (AKRO) & Tellor (TRB)

Tujuan Orion Protocol adalah untuk membantu pengguna mendapatkan hasil terbaik dari investasi mereka sambil juga menurunkan risiko yang terkait dengan penggunaan banyak bursa.

Apa yang Membuat Orion Protocol (ORN) Unik?

Orion Protocol beroperasi melalui pengumpulan likuiditas yang ditawarkan di beberapa bursa dalam pasar kripto dan menampilkannya dalam satu API universal. API ini menggabungkan beberapa buku pesanan dan menyederhanakannya untuk kemudahan penggunaan.

Orion Protocol juga menawarkan aplikasi manajemen portofolio yang memungkinkan pengguna untuk memantau dan merekam aktivitas mereka di seluruh bursa, memberi mereka kemampuan untuk mengatur alarm untuk peluang dan mengotomatiskan manajemen aset.

Selain itu, Orion menyediakan pasar untuk aplikasi terdesentralisasi (DApps) yang dapat diakses dan dibeli dengan mudah oleh pengguna.

Orion Protocol (ORN)
Ilustrasi aset kripto Orion Protocol (ORN).

Baca juga: Tips Cuan Investasi Kripto Kala Market Bearish dan Kekhawatiran Stablecoin

Orion Token (ORN) adalah token utilitas asli dari Protokol Orion berdasarkan standar ERC-20. Pasokannya dibatasi pada 100.000.000 ORN. ORN dapat digunakan di Orion Terminal dan untuk broker terdesentralisasi.

Peringkat ORN di situs CoinMarketCap pada Rabu (25/5) jam 08.00 adalah #410, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 52.597.623. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 34.146.255 koin ORN dan maksimal pasokan 100.000.000 koin ORN.

Augur (REP) dan Orion Protocol (ORN) Listing di Tokocrypto

Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pengguna pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Augur (REP) dan Orion Protocol (ORN).

Trading REP/USDT, REP/BTC, ORN/USDT, ORN/BUSD dan ORN/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 24 Mei 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran REP dan ORN di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Mengenal Aset Kripto Ontology Gas (ONG) dan VIDT Datalink (VIDT)

Dua aset kripto, Ontology Gas (ONG) dan VIDT Datalink (VIDT) memang tidak terlalu mencuri perhatian. Namun, keduanya memiliki project dan utilitas yang menarik di dunia keuangan desentralisasi (DeFi).

Misalnya, Ontology Gas (ONG) adalah salah satu dari dua token yang mendukung jaringan Ontology. Sementara, VIDT Datalink (VIDT) adalah platform validasi data bertenaga blockchain.

So, penasaran dengan utilitas Ontology Gas (ONG) dan VIDT Datalink (VIDT)? Mari kita mengenal lebih dekat dua token kripto tersebut.

Ontology Gas (ONG)

Apa Itu Ontology Gas (ONG)?

Ontology adalah jarigan blockchain publik berkecepatan tinggi dan berbiaya rendah yang menghadirkan solusi identitas dan data terdesentralisasi ke Web3.

Ontology sedang membangun infrastruktur untuk menyediakan akses tepercaya ke Web3, memungkinkan individu dan perusahaan untuk menjadikan platform mereka sebagai solusi identitas digital yang sesuai dengan peraturan, pengguna dan privasi menjadi hal utama.

Ontology Gas (ONG)
Ilustrasi aset kripto, Ontology Gas (ONG).

Baca juga: Apa Itu Aset Kripto Gifto (GTO) dan Mithril (MITH)?

Infrastruktur unik Ontology mendukung kolaborasi blockchain yang kuat dan skalabilitas Layer 2, menawarkan fleksibilitas kepada bisnis untuk merancang blockchain yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Dengan rangkaian identitas terdesentralisasi dan protokol berbagi data untuk meningkatkan kecepatan, keamanan, dan kepercayaan.

Fitur Ontology termasuk ONT ID, aplikasi ID digital seluler dan DID yang digunakan di seluruh ekosistem dan DDXF, pertukaran data terdesentralisasi, dan kerangka kerja kolaborasi.

Apa yang Membuat Ontology Gas (ONG) Unik?

Ontologi mengadopsi model token ganda, dengan ONT dan ONG sebagai token utilitas. Ontologi memisahkan ONT dan ONG untuk mengurangi risiko fluktuasi turbulen dari nilai “aset” asli pada biaya gas.

ONT digunakan sebagai alat staking dan waktu, biaya staking dan biaya operasi node dianggap sebagai input. ONG digunakan sebagai alat penahan nilai untuk aplikasi on-chain dan digunakan dalam transaksi di rantai.

Ontology Gas (ONG)
Ilustrasi aset kripto, Ontology Gas (ONG).

Peringkat ONG di situs CoinMarketCap pada Senin (13/6) jam 15.00 adalah #171, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 108.891.512. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 310.546.066 koin ONG dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin ONG.

Baca juga: Apa Itu Aset Kripto Nexo (NEXO) dan Mobilecoin (MOB)?

VIDT Datalink (VIDT)

Apa Itu VIDT Datalink (VIDT)?

VIDT Datalink adalah validasi blockchain hybrid dan platform pembuatan NFT. Blockchain VIDT sudah digunakan oleh banyak integrator. Teknologi VIDT Datalink didasarkan pada formula sederhana dan kuat yang menambah dan melindungi nilai dengan biaya dan usaha seminim mungkin.

Menggunakan pendekatan setiap cloud untuk setiap rantai, VIDT Datalink telah memiliki banyak integrator dan penerbit yang menggunakan VIDT untuk mengamankan aset digital berharga seperti sertifikat, NFT, data sensor, firmware. Organisasi seperti AmSpec, IBM, dan NFT Claim menggunakan VIDT Datalink untuk mengesahkan dan mengamankan dokumen digital seperti sertifikat, faktur, diploma dan data sensor.

VIDT Datalink (VIDT)
Ilustrasi aset kripto, VIDT Datalink (VIDT)

Menurut situs web VIDT Datalink, mereka miliki misi untuk mensertifikasi dan mengamankan aset digital. Privasi dan penipuan adalah masalah yang semakin berkembang dalam hal aset digital. Ini adalah masalah yang menahan masyarakat dan bisnis warisan dari adopsi digital dan pemanfaatan teknologi blockchain.

Baca juga: Apa Itu Aset Kripto Troy (TROY) dan VeThor (VTHO)?

Apa yang Membuat VIDT Datalink (VIDT) Unik?

Setiap kali penerbit mencap waktu file atau NFT dicetak, transaksi token VIDT dibuat yang mencatat semua detail yang diperlukan ke dalam beberapa blockchain. Ini menjadikan VIDT bagian integral dari proses validasi VIDT Datalink.

Smart contract VIDT memenuhi banyak tugas setiap kali file ditambatkan. Ini mengidentifikasi penerbit, menyimpan hash (terenkripsi) dari file dalam transaksi itu sendiri, smart contract dan secara opsional di tanda terima untuk digunakan langsung di wallet client, DAPP dan NFT.

VIDT Datalink (VIDT)
Ilusrasi aset kripto, VIDT Datalink (VIDT).

Peringkat VIDT di situs CoinMarketCap pada Senin (13/6) jam 15.00 adalah #793, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 8.263.342. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 49.428.303 koin VIDT dan maksimal pasokan 58.501.137 koin VIDT.

Ontology Gas (ONG) dan VIDT Datalink (VIDT) Listing di Tokocrypto

Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Ontology Gas (ONG) dan VIDT Datalink (VIDT).

Trading ONG/USDT, ONG/BTC, VIDT/USDT, VIDT/BUSD dan VIDT/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 10 Juni 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran ONG dan VIDT di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Sah! Suku Bunga The Fed Naik 75 Basis Poin, Pasar Kripto Lesu?

Seperti yang telah diproyeksikan pelaku pasar sebelumnya, The Fed hari ini, Rabu (15/6) waktu setempat, akhirnya menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin, pasar saham dan pasar kripto pun semakin loyo, dengan harga BTC ambruk ke kisaran US$ 20.300, setelah berada di kisaran US$ 21.700 beberapa jam sebelumnya.

“Komite berusaha untuk menekan laju inflasi pada tingkat 2 persen dalam jangka panjang. Untuk mendukung tujuan itu, komite memutuskan untuk menaikkan kisaran target suku bunga dana federal menjadi 1‑1/2 hingga 1-3/4 persen [naik 75 basis poin-Red],” sebut The Fed mengumumkan hasil Rapat Komite Pasar Terbuka (FOMC), Rabu (15/6/2022) waktu setempat atau Kamis (16/6/2022), pukul 01.00 WIB.

Sejak Senin lalu, pasar memang mulai mengantisipasi laju kenaikan suku bunga yang agresif ini dan kala itu pejabat The Fed dianggap mempertimbangkannya.

Pasalnya, inflasi justru belum mencapai puncaknya dan belum mencapai target, yakni 2 persen. Justru pada akhir Mei 2022 lalu, inflasi menguat 8,6 persen year-on-year, tertinggi selama 40 tahun terakhir.

Itulah yang memaksa The Fed menaikkan suku bunga jauh lebih besar daripada yang diperkirakan sebelumnya, agak lunak, yakni 50 basis poin.

Bahkan pada Selasa lalu, Goldman Sachs mengubah ekspektasinya sendiri dari 50 basis poin menjadi 75. Pada konferensi pers terakhirnya pada Mei, Powell menolak kenaikan 75 basis poin.

Dengan kenaikan besar itu, sesuatu yang belum pernah dilakukan dalam 28 tahun, kenaikan yang serupa bisa juga terjadi pada Juli 2022, diikuti dengan 50 basis poin pada September dan 25 basis poin pada November dan Desember. Jikalau itu terjadi, maka suku bunga acuan masuk di kisaran 3,25-3,5 persen pada akhir tahun ini.

Baca juga: Mengenal Kripto Paris Saint-German Fan Token (PSG) dan Beam (BEAM)

“Pemicu yang paling mungkin untuk pergeseran ke langkah pengetatan yang lebih agresif adalah kejutan terbalik dalam laporan IHK (Indeks Harga Konsumen) Mei 2022 dan kenaikan lebih lanjut Jumat lalu dalam ukuran ekspektasi inflasi jangka panjang survei konsumen Michigan yang kemungkinan telah didorong sebagian besar oleh kenaikan harga bahan bakar lebih lanjut,” kata Kepala Ekonom Goldman Jan Hatzius, beberapa hari lalu, dilansir dari CNBC.

Mengacu pada laman Fed Watch CME Group, sebelumnya pasar meramalkan kemungkinan 96 persen masuk menjadi 75 basis poin per Senin malam.

Dengan kenaikan agresif ini pula, lonjakan imbal hasil obligasi diperkirakan akan terus naik, termasuk indeks dolar (DXY) yang sudah berada di atas 105, tertinggi sejak 25 November 2002.

TradingView Chart

Suku Bunga The Fed Berdampak ke Pasar Kripto

Mengikut pasar saham yang melemah sejak sepekan terakhir, pasar kripto juga setali tiga uang. Bitcoin sebagai kripto nomor satu misalnya, sempat terjerumus dekat ke US$ 20.000 per BTC, harga yang pernah dicapai pada Desember 2017 sebagai harga tertinggi sepanjang masa sejak 2008. Harga tertinggi sebelumnya adalah US$ 69 ribu pada November 2021 lalu. Pasar kripto keseluruhan sempat rontok hingga di bawah US$ 1 triliun, yakni US$ 903,3 milyar.

Iklim pasar kripto memang baru kali ini mengalami situasi makroekonomi pengetatan kuantitatif, setelah selama kurang lebih 13 tahun berada di pasar global dengan dolar yang melimpah, dampak resesi keuangan 2008.

Kendati tidak diduga sebelumnya, pelaku pasar kripto punya beberapa harapan, hanya jika resesi baru terjadi lagi, karena skenario seperti itu akan memaksa The Fed menggelontorkan dolar lagi untuk menyelamatkan ekonomi dan menekan suku bunga ke tingkat yang lebih rendah.

Secara teknikal, jika harga BTC turun di bawah US$ 20.000 berpotensi melorotkan harganya di bawah US$ 15.000 per BTC bahkan lebih.

Baca juga: Harga Bitcoin Turun Mendekati Support, Bos Rekeningku: Pasar Masih Tak Pasti

Risiko US$ 13.800 per BTC

Sam Callahan dari Swan Bitcoin misalnya percaya bahwa, berdasarkan pengalaman dari pasar bearish sebelumnya, ada kemungkinan Bitcoin bisa turun lebih dari 80 persen dari harga tertinggi sepanjang masa, seperti yang terjadi pada Desember 2018, ketika jatuh ke hanya di atas US$ 3.000. Itu berarti Bitcoin jatuh serendah US$ 13.800 pada siklus ini.

Robohnya pasar kripto ini pun sekaligus menegaskan bahwa kripto tidak dapat diandalkan dalam situasi inflasi kritis dengan tipe seperti ini.

Di tengah lesunya pasar kripto, Peter Brandt, yang menjadi salah satu analis popular di Twitter, memiliki pandangan baru terhadap harga Bitcoin.

TradingView Chart

Menurut analisis teknikalnya, harga kripto utama ini dapat jatuh ke US$ 13.000, namun masih ada peluang untuk tidak terjadi, meski tipis sekali peluangnya.

Menurut Peter, kejatuhan ini akan gagal jika harga berhasil menutup weekly candle di atas level tertinggi di 31 Mei, di sekitar US$ 32.206. 

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Satu Alasan Kecil Kenapa Terra Luna Hancur Lebur

Suku bunga Anchor Protocol mengalami peningkatan yang signifikan, dari semula 3,6%, menjadi 20%. Suku bunga ini sendiri berasal dari kebijakan Pendiri Terraform Labs, Do Kwon. Kenaikan tersebut, terjadi seminggu sebelum penerapan baru yang diklaim Do Kwon sebagai cara untuk menarik minat investor.

Menurut Mr.B yang merupakan pengembang protokol, suku bunga di 3,6% saja sudah relatif tinggi. Namun, ia berani memilih untuk menaruh angka yang jauh lebih tinggi, guna mengalahkan penawaran dari bank-bank tradisional.

Nilai Return of Investment (ROI), dianggap dapat menstabilkan jaringan blockchain. Hal tersebut, dikarenakan dana yang tersimpan di Anchor Protocol meningkat.

Meski begitu, Mr.B telah menyarankan kepada Do Kwon supaya mengurangi angka suku bunga tersebut. Namun, tawaran tersebut mendapatkan penolakan di tahun 2019 lalu. 

“Jika perusahaan tidak dapat membayar 20% ROI kepada investor, maka LUNA dapat menghentikan program tersebut,” ungkap Kwon.

Baca juga: Token Kripto Metaverse Terus Tumbuh, meski Market Bearish

Nasihat dari Mr. B pun menjadi kenyataan, saat stablecoin algoritmik Terra, UST jatuh akibat suku bunga yang terlampau tinggi melebihi dana yang terkunci dalam jaringan. Ketidakseimbangan ini perlahan menekan harga UST, yang pada akhirnya terjun bebas dengan sangat cepat dan tiba-tiba.

Seperti yang diinformasikan, Mr.B bukanlah satu-satunya pihak yang menuduh Do Kwon sebagai dalang di balik kejatuhan ekosistem Terra. Pada bulan Mei, salah seorang staf Terra juga mengatakan bahwa meskipun fase pengujian protokol gagal, Do Kwon tetap saja meluncurkan LUNA.

Saat ini, Do Kwon tengah menghadapi berbagai tuntutan dan tengah dalam penyelidikan ketat regulator Korea Selatan. Dirinya dianggap bertanggungjawab penuh atas jatuhnya token Luna yang lama, sekarang disebut Luna Classic (LUNC), serta UST.

Baca juga: CEO MicroStrategy Tepis Kekhawatiran Margin Call Saat Bitcoin Anjlok ke Angka US$21.000

Kendati demikian, para pengamat masih banyak menyarankan untuk investor, terutama yang baru supaya menjauh dari LUNA yang baru. Pasalnya, asset baru ini masih sarat akan kejatuhan seperti pendahulunya.

Terlebih, LUNA baru belum memiliki kejelasan fungsi dan daya saing, untuk terlihat lebih baik dibandingkan ribuan crypto yang ada. Selain itu, LUNA juga memiliki track record yang lebih baik tentunya dari pada token Terra.

Dari perkembangan LUNA, sekaligus melihat bagaimana kasus Do Kwon serta bagaimana langkah untuk memulihan LUNC dan UST, merupakan hal yang penting dilakukan sebelum memutuskan secara tergesa-gesa untuk berinvestasi di LUNA yang baru. 

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com